P. 1
Audit Forensik

Audit Forensik

|Views: 466|Likes:
presentasi audit forensik
presentasi audit forensik

More info:

Published by: Fitri Wafina LeatherShop on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2015

pdf

text

original

Dewi Purwanti (NRP 114020410) Fitri Nuraeni (NRP 114020452) Fika Riztiana (NRP 114020389

)

BAB I PENDAHULUAN Apa yang dimaksud dengan Audit Forensik Apa Perbedaan Audit Umum dengan Audit Forensik Identifikasi Masalah Apa saja Kompetensi yang harus dimiliki oleh Auditor Forensik Bagaimana Strategi dan Prosedur Audit Forensik .

Lanjutan BAB I Pendahuluan Bagaimana Praktek dan Kendala-kendala Audit Forensik di Indonesia ? Identifikasi Masalah Contoh Kasus Audit Forensik .

dalam rangka memenuhi syarat untuk pembuatan tugas mata kuliah Akuntansi Topik Khusus Kontemporer Kegunaan untuk memperluas pandangan serta memberikan wawasan teori mengenai Audit Forensik .Tujuan mengolah informasi yang di dapat melalui berbagai sumber.

untuk menghasilkan informasi atau bukti kuantitatif yang bisa digunakan di muka pengadilan. irregularity. yang berupa kecurangan termasuk error. Audit adalah tindakan untuk membandingkan kesesuaian antara kondisi dan kriteria. Dengan demikian.1 Pengertian Audit Forensik Audit Forensik terdiri dari dua kata. . Sementara forensik adalah segala hal yang bisa diperdebatkan di muka hukum / pengadilan. dan fraud. yaitu audit dan forensik.BAB II PEMBAHASAN 2. audit forensik bisa didefinisikan sebagai tindakan menganalisa dan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan kriteria.

2 Perbedaan Audit Umum dengan Audit Forensik Audit Umum Audit Forensik Waktu Lingkup Berulang Laporan Keuangan secara umum Tidak berulang Spesifik Hasil Opini Membuktikan fraud (kecurangan) Adversarial (Perseteruan hukum) Eksaminasi Standar Audit dan Hukum Positif Bukti awal Hubungan Non-Adversarial Metodologi Standar Teknik Audit Standar Audit Praduga Professional Scepticism .2.

Keterampilan berkomunikasi . 4. Pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi informasi (TI) 7.2. Keterampilan auditing 2.3 Kompetensi yang harus dimiliki oleh Auditor Forensik Dalam sebuah literatur asing berjudul “Forensic Accounting”. diungkap mengenai kompetensi-kompetensi khusus yang harus dimiliki oleh seorang auditor forensik meliputi : 1. Kriminologi yang secara khusus mempelajari psikologi kriminalitas. Pengetahuan dan keterampilan menginvestigasi 3. Pengetahuan mengenai hukum 6. Pengetahuan akuntansi secara umum 5.

Standar tersebut mengatakan : “Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan untuk menentukan sifat. auditor forensik mempergunakan standar audit yang berlaku.4.2.1 Strategi Audit Forensik Menurut Exellent Lawyer (April 2010) dalam hal korupsi. dan luas pengujian yang akan dilakukan” .4 Strategi dan Prosedur Audit Forensik 2. saat. Standar audit lapangan yang kedua harus dilaksanakan dengan patuh sebagai langkah awal.

3. kondisi fraud.2 Prosedur Audit Forensik 1. . Biasanya mencakup sebab fraud. 5. yaitu standar yang menjadi patokan dalam pelaksanaan kegiatan. Kondisi. jika kondisi tidak sesuai dengan kriteria maka hal tersebut disebut sebagai temuan. 2. Simpulan. b.4. 6.2. yaitu berisi kesimpulan atas audit yang telah dilakukan. Oleh karena itu. yaitu kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan. Identifikasi masalah Pembicaraan dengan klien Pemeriksaan pendahuluan Pengembangan rencana pemeriksaan Pemeriksaan lanjutan Penyusunan Laporan Dalam laporan ini setidaknya ada 3 poin yang harus diungkapkan. 4. yaitu : a. c. Kriteria. serta penjelasan detail mengenai fraud tersebut.

ilmu audit forensik dalam penerapannya di Indonesia hanya digunakan untuk deteksi dan investigasi fraud. penggunaan ilmu audit forensik dalam mendeteksi risiko fraud dan uji tuntas dalam perusahaan swasta. Sementara itu. Oleh karena itu. deteksi kerugian keuangan. Sebab. dan KPK (yang merupakan lembaga pemerintah) yang memiliki sertifikat CFE (Certified Fraud Examiners). belum dipraktikan di Indonesia.1 Praktek Audit Forensik di Indonesia Dalam praktik di Indonesia. hingga saat ini belum ada sertifikat legal untuk audit forensik dalam lingkungan publik.2. . BPKP. audit forensik hanya dilakukan oleh auditor BPK.5 Praktek dan kendala Audit Forensik di Indonesia 2. serta untuk menjadi saksi ahli di pengadilan.5.

. Untuk menciptakan lembaga audit yang efisien dan efektif. yaitu: Pertama. Permasalahannya adalah banyaknya lembaga pemeriksa fungsional yang overlapping satu dengan lainnya yang menyebabkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan pelaksanaan pengauditan. yaitu pemisahan fungsi dan tugas yang jelas dari lembaga-lembaga pemeriksa pemerintah tersebut. Kelemahan pertama ini bersifat inheren. tidak tersedianya performance indicator yang memadai sebagai dasar untuk mengukur kinerja pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun daerah. maka diperlukan reposisi lembaga audit yang ada. Mardiasmo (2000 dalam Exellent Lawyer. Hal tersebut umum dialami oleh organisasi publik karena output yang dihasilkannya berupa pelayanan publik yang tidak mudah diukur. terkait dengan masalah struktur lembaga audit terhadap pemerintah pusat dan daerah di Indonesia. April 2010) menjelaskan bahwa terdapat beberapa kelemahan dalam audit pemerintahan di Indonesia.5.2 Kendala-Kendala Audit forensik di Indonesia Penyebab utama yang mungkin adalah karena kelemahan audit pemerintahan Indonesia.2. Kedua. apakah sebagai internal auditor atau eksternal auditor.

2. . KAI bermuara pada perbedaan pandangan antara Manajemen dan Komisaris. khususnya Komisaris yang merangkap sebagai Ketua Komite Audit dimana Komisaris tersebut menolak menyetujui dan menandatangani laporan keuangan yang telah diaudit oleh Auditor Eksternal.6 Contoh Kasus Audit forensik Kasus PT. Dan Komisaris meminta untuk dilakukan audit ulang agar laporan keuangan dapat disajikan secara transparan dan sesuai dengan fakta yang ada.

BAB V KESIMPULAN & SARAN Kesimpulan Seorang auditor forensik harus memiliki pengetahuan mengenalisa accounting. dan investigative skills. . auditing. Kompetensi yang harus dimiliki seorang auditor adalah kompetensi-kompetensi khusus yang berbeda dengan kompetensi yang dimiliki auditor laporan keuangan. Namun hingga saat in belum ada institusi yang bisa menghasilkan tenaga audit forensik yang menyedikan kurikulum dan membekali lulusan dengan kompetensi audit forensik.

BAB V KESIMPULAN & SARAN Kesimpulan Dalam praktik di Indonesia. Sementara itu. ilmu audit forensik dalam penerapannya di Indonesia hanya digunakan untuk deteksi dan investigasi fraud. Sebab. belum dipraktikan di Indonesia. hingga saat ini belum ada sertifikat legal untuk audit forensik dalam lingkungan publik. BPKP. Oleh karena itu. audit forensik hanya dilakukan oleh auditor BPK. deteksi kerugian keuangan. penggunaan ilmu audit forensik dalam mendeteksi risiko fraud dan uji tuntas dalam perusahaan swasta. dan KPK (yang merupakan lembaga pemerintah) yang memiliki sertifikat CFE (Certified Fraud Examiners). . serta untuk menjadi saksi ahli di pengadilan.

Kepada para peneliti dapat disaranakan untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk memformulasi kelembagaan resmi yang dapat mengeluarkan sertifikan legal profesi auditor forensik di lingkungan publik. .Saran Kepada praktisi akademis dapat disarankan untuk merancang kurikulum pendidikan yang menghasilkan tenaga audit forensik yang kompeten.

Terima Kasih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->