P. 1
Kb Menurut Mui

Kb Menurut Mui

|Views: 12|Likes:
Published by irhas86

More info:

Published by: irhas86 on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

KB MENURUT MUI 27 February 2007 Jakarta--bkkbn online; KB menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), seperti dimuat Harian

Republika, sbb: * KB adalah ikhtiar manusia untuk mengatur kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum agama demi mendapat kesejahteraan keluarga dan bangsa. * Islam membenarkan KB untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, menciptakan anak yang sehat, cerdas, dan shaleh. * KB harus didasarkan atas kesadaran dan sukarela dengan mempertimbangkan faktor agama dan adat istiadat. * Penggunaan kontrasepsi tidak dipaksakan dan tidak bertentangan dengan syariat Islam, serta harus berdasar kesepakatan suami-istri. * Kontrasepsi dalam rahim dibenarkan jika pemasangan dilakukan oleh tenaga medis wanita. Jika tenaga medisnya pria, harus didampingi sang suami. * Aborsi dengan cara apapun haram karena merupakan pembunuhan terselubung yang dilarang Islam, kecuali untuk menyelamatkan jiwa ibu. Vasektomi dan tubektomi juga dilarang. (005) rahman

http://kbi.gemari.or.id/beritadetail.php?id=4068

menggunakan kondom. melakukan ‘azl (ketika akan ejakulasi mencabut kemaluan dan mengeluarkan sperma di luar). dan ada juga yang melakukan vasektomi atau tubektomi. Ada beberapa orang yang khawatir. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk menikah dan kemudian mempunyai banyak keturunan: “Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menikah. tapi sesungguhnya setiap anak yang dilahirkan pasti telah ditentukan rizkinya oleh Allah Ta’ala. dengan alasan karena. tergantung tata cara KB yang dipergunakan. ikatan pernikahan bukan saja merupakan bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala. tapi juga ada yang bisa digolongkan sebagai tahdid an-nasl yang diharamkan. Namun yang menjadi persoalan adalah tata cara KB saat ini banyak mengalami perkembangan. …” “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan.Dalam ajaran agama Islam. Karenanya. pemandulan). pangan. minum pil. papan. Kita harus ingat firmanNya: “…Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Beliau bersabda: “Nikahlah kalian dengan perempuan yang memberikan banyak anak dan banyak kasih sayangnya. misalnya pendidikan. Dengan dasar pemikiran seperti itu para ulama membolehkan KB (keluarga berencana). ataupun nafaqoh ruhiyah (nafkah batin). Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Para ulama berijtihad bahwa KB merupakan bentuk dari tanzhim an-nasl (merencanakan keturunan) dan bukan merupakan tahdid an-nasl (memutus keturunan. dan melarang keras untuk hidup melajang. pengetahuan agama. baik dhahirnya maupun batinnya. misalnya dengan menggunakan suntik. . dan kesehatannya. KB yang saat ini berkembang tidak serta merta dapat digolongkan sebagai tanzhim an-nasl yang dibolehkan. Karenanya. Di mana tanzhim an-nasl hukumnya mubah (boleh dilakukan) dan tahdid an-nasl hukumnya haram. Sehingga ajaran agama Islam bukan hanya memotivasi umatnya agar mempunyai banyak keturunan. dsb. Karena aku akan membanggakan banyaknya jumlah umatku kepada para Nabi lainnya di hari kiamat nanti” HR. misalnya mencukupi sandang. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. dengan pertimbangan bahwa KB dapat menjadi sarana (washilah) untuk mengupayakan adanya keturunan yang lebih berkualitas. misalnya. baik nafaqoh dhohiriyah (nafkah fisik). Namun demikian perlu juga diingat bahwa ajaran agama Islam juga mewajibkan kepada kepala keluarga untuk memberikan nafaqoh (nafkah) kepada keluarganya. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”. Kekhawatiran seperti ini sebetulnya wajar. Saat ini ada banyak macam tata cara KB. tetapi juga menekankan agar keturunan tersebut dapat hidup secara berkualitas. pendapatannya terhitung pas-pasan. Hadis tersebut memberikan motivasi kepada setiap orang muslim untuk bersegera menikah dan kemudian mempunyai banyak keturunan. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. tapi juga merupakan sarana untuk memperoleh keturunan. jika memiliki banyak keturunan akan membawa kesulitan dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. menggunakan spiral.

dengan alasan bahwa upaya rekanalisasi (penyambungan kembali) saluran sperma yang telah dipotong tidak menjamin pulihnya tingkat kesuburan kembali yang bersangkutan. Sedangkan jika KB yang dipakai masuk dalam kategori tahdid an-nasl (memutus keturunan. jika KB yang dipakai masuk dalam kategori tanzhim an-nasl (merencanakan keturunan. karena secara medis bisa membahayakan dirinya. tetapi melihat kondisi istri Bapak yang apabila hamil dan melahirkan akan membahayakan dirinya. Sehingga menurut pendapat ini alasan hukum (’illah) keharaman vasektomi. sesuai kaidah: “keadaan terpaksa (dharurah) dapat membolehkan sesuatu yang awalnya dilarang” Persoalannya tinggal bagaimana Bapak meyakinkan istrinya bahwa proses tubektomi tidaklah semenakutkan seperti yang dibayangkan. karena merupakan pemandulan secara tetap. . Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI se Indonesia tahun 2009 yang diikuti oleh sekitar 750 ulama dari seluruh Indonesia tetap mengharamkan vasektomi. maka dalam kondisi tersebut hukum tubektomi menjadi boleh (mubah) baginya. yakni pemandulan tetap. sehingga hukum vasektomi menjadi boleh (mubah). tidak pemandulan secara tetap sehingga memungkinkan untuk memperoleh keturunan lagi) maka hukumnya boleh (mubah). vasektomi yang Bapak tanyakan termasuk dalam kategori tahdid an-nasl karena merupakan upaya pemandulan tetap dengan memotong saluran sperma. terpaksa). Dr. sesuai dengan kaidah: “Hukum sesuatu tergantung pada ada-tidaknya alasan hukumnya” “hilangnya hukum sesuatu disebabkan oleh hilangnya alasan hukum (‘illah)nya” Namun MUI tidak setuju dengan pendapat ini. dapat dihilangkan. sehingga vasektomi tergolong kategori tahdid an-nasl yang diharamkan. Walaupun hukum melakukan tubektomi adalah haram. Sepanjang yang saya tangkap dari penjelasan Bapak bahwa istri Bapak sudah tidak diizinkan untuk melahirkan lagi. Oleh karenanya hukumnya haram. Memang saat ini ada yang membolehkan vasektomi dengan alasan ditemukannya teknologi yang memungkinkan disambung kembali saluran sperma yang telah dipotong (rekanalisasi). Justru di sinilah jalan keluarnya. Farid Anfasa Moeloek dari bagian Obsteri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UI dan Furqan Ia Faried dari BKKBN. di mana menyebabkan pemandulan tetap) maka hukumnya haram. saat ini para ulama dalam menghukumi KB akan melihat terlebih dahulu (tafshil). Nah. sebagaimana fatwa MUI pada tahun 1979 dan dikukuhkan kembali pada Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia ke III tahun 2009. Keterangan bahwa upaya rekanalisasi (penyambungan kembali) saluran sperma yang telah dipotong tidak menjamin pulihnya tingkat kesuburan tersebut sebagaimana penjelasan dari Prof. dengan alasan dharurah (darurat.Oleh karenanya. Namun begitu tidak berarti sudah tidak ada jalan keluar bagi permasalahan yang Bapak hadapi. istri Bapak bisa melakukan tubektomi.

mui.id/index. semoga bermanfaat.php?option=com_content&view=article&id=74:hukum-kb-danvasektomi&catid=47:materi-konsultasi&Itemid=66 . M. H.Demikian jawaban saya.Sc 31 Maret 2009 http://www.or. Sholahudin al Aiyub. Drs. Wallahu A’lam Salam hangat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->