Survey dan Disain Jembatan

BAB VIII PERENCANAAN PONDASI SUMURAN
8.1 IDENTIFIKASI PROGRAM
Program/software ini menggunakan satuan kN-meter dalam melakukan perencanaan pondasi sumuran. Pendekatan yang digunakan dalam menghitung daya dukung pondasi sumuran pada program/software ini didasarkan atas Bridge Design Manual Section 9 “Design of Spread Footings and Well Foundations”. Tanah diasumsikan berlapis-lapis dengan maksimum jumlah lapisan adalah 4 lapis. Keluaran dari program ini adalah kebutuhan diameter pondasi sumuran untuk menahan gaya yang bekerja pada dasar pile-cap, serta angka keamanan terhadap geser dan guling yang tersedia. Juga ditambilkan sebagai output adalah gaya-gaya yang bekerja pada pondasi sumuran tersebut. Perlu ditegaskan bahwa program ini dibuat untuk tujuan pendidikan dan pelatihan SRRP (Sumatera Region Road Project) IBRD Loan No. 4307-IND. Tanggung jawab terhadap pengunaan hasil keluaran program ini 100 % ada di pengguna. Pengguna wajib melakukan pengecekan terhadap kesahihan hasil keluaran program ini. Karena program ini tidak mencakup semua aspek disain, sebaiknya penggunaannya dibatasi untuk proses pra-disain. 8.2 TEORI DASAR 8.2.1 BATASAN PONDASI SUMURAN Pondasi sumuran adalah pondasi yang dibangun dengan menggali cerobong tanah berpenampang lingkaran dan dicor dengan beton atau campuran batu dan mortar. Pondasi sumuran diklasifikasikan sebagai pondasi dangkal atau pondasi langsung dengan persyaratan perbandingan kedalaman tertanam terhadap diameter lebih kecil atau sama dengan 4. Jika nilai perbandingan tersebut lebih besar dari 4 maka pondasi tersebut harus direncanakan sebagai pondasi tiang. 8.2.2 PERSYARATAN TEKNIS Persyaratan teknis pondasi sumuran adalah a. Tekanan dari konstruksi jembatan pada bagian bawah pondasi sumuran tersebut harus lebih kecil atau sama dengan tegangan ijin tanah (σ ≤ σijin). b. Pondasi sumuran harus aman terhadap penurunan yang berlebihan. c. Pondasi sumuran harus aman terhadap penggerusan atau kedalaman pondasi sumuran harus lebih besar dari kedalaman maksimum penggerusan. Jika kedalaman pondasi sumuran lebih kecil dari kedalaman maksimum penggerusan maka diperlukan perlindungan terhadap pondasi sumuran tersebut. d. Diameter pondasi sumuran harus dibuat ≥ 1.5 meter untuk kemudahan pelaksanaan e. Pondasi sumuran tidak boleh digunakan pada kondisi tanah dimana lapisan atas terdiri dari tanah lunak dengan ketebalan > 3 dan < 6 – 8 meter
Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer VIII - 1

Penurunan dan perpindahanhorisontal tidak boleh menimbulkan pengurangan kekuatan pada komponen-komponen struktural.2. Berdasarkan Peraturan Teknik Jembatan Bagian 2. Struktur pondasi sumuran harus mempunyai kekuatan memadai d.2. Alternatif lainnya adalah bentang jembatan di perbesar. Pondasi sumuran harus mempunyai keawetan yang memadai untuk penggunaan yang dipilih b.2. Analisa kestabilan terhadap guling b. Analisa penurunan e. maka perlu dilakukan upaya menurunkan elevasi muka air tanah di lokasi konstruksi dengan menggunakan pompa air. Tanah pendukung harus memberikan daya dukung dan ketahanan geser yang memadai c. Analisa ketahanan terhadap geser c. Jika selama pelaksanaan pondasi sumuran muka air tanah cukup tinggi.2 .2 Ketahanan Terhadap Geser Ketahanan struktur terhadap kemungkinan struktur bergeser dihitung berdasarkan persamaan berikut Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer VIII . maka diperlukan perlindungan gerusan pada kaki/bagian atas pondasi sumuran.1 Kestabilan Terhadap Guling Kestabilan struktur terhadap kemungkinan terguling dihitung dengan persamaan berikut : SFguling = ∑M ∑M R O (8. ΣMR merupakan momen-momen yang disebabkan oleh gaya vertikal dari struktur dan berat tanah diatas struktur. ΣMO disebabkan oleh tekanan tanah aktif yang bekerja pada elevasi H/3. Analisa stabilitas secara umum 8.2 8. Analisa kapasitas daya dukung tanah d.8 Nilai minimum dari angka keamanan terhadap geser yang digunakan dalam perencanaan adalah 2. Dalam perencanaan pondasi sumuran analisa yang harus dilakukan adalah: a. ΣMR = Jumlah dari momen-momen yang mencegah struktur terguling dengan titik pusat putaran di titik O.1) ΣMO = Jumlah dari momen-momen yang menyebabkan struktur terguling dengan titik pusat putaran di titik O. g. h.2. Penggalian terbuka selama proses konstruksi pondasi sumuran tidak disarankan. Jika lokasi kepala jembatan yang melintasi sungai mengurangi penampang basah sungai. Pokok perencanaan pondasi sumuran untuk dapat mendukung bangunan bawah dan struktur atas dapat dinyatakan sebagai berikut a.Survey dan Disain Jembatan f.

Daya dukung tanah pada dasar pondasi sumuran ditentukan dengan cara yang sama seperti dalam menentukan daya dukung pondasi dangkal.Survey dan Disain Jembatan SFgeser = ∑F ∑F R (8.3) Berdasarkan Peraturan Teknik Jembatan Bagian 4. ΣFD disebabkan oleh tekanan tanah aktif yang bekerja pada struktur ΣFR = Jumlah gaya-gaya horizontal yang mencegah struktur bergeser.4) Pemeriksaan tegangan yang terjadi dilakukan seperti dalam perencanaan pondasi dangkal segi empat.2.2) D ΣFD = Jumlah dari gaya-gaya horizontal yang menyebabkan stuktur bergeser.3 . Besarnya nilai B dihitung sebagai berikut.3 Daya Dukung Tanah Dasar Tekanan yang disebabkan oleh gaya-gaya yang terjadi pada dasar pondasi sumuran harus dipastikan lebih kecil dari daya dukung ijin tanah. Teori yang berkaitan dengan perhitungan daya dukung pondasi dangkal diberikan dalam Bab 4. ΣFR merupakan gaya gaya penahan yang disebabkan oleh tahanan gesek dari struktur dengan tanah serta tahan yang disebabkan oleh kohesi tanah.6) Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer VIII .4. Sedangkan nilai c 2 biasanya diambil 0.5) Tegangan kontak ke tanah dasar dihitung dengan persamaan berikut mak q min = 6 ∗ eks  ∑V  1 ±  B  B  (8. Nilai φ2 biasanya diambil sama dengan sudut geser tanah φ untuk beton pondasi yang dicor ditempat dan 2/3 dari nilai φ tanah untuk pondasi beton pracetak dengan permukaan halus. bentuk sumuran berupa lingkaran dengan diameter D dapat di ekivalensikan menjadi bentuk empat persegi dengan dimensi B x B.2.2 8.4 dari nilai kohesi c tanah Berdasarkan Peraturan Teknik Jembatan Bagian 2.8 Nilai minimum dari Angka Keamanan terhadap guling yang digunakan dalam perencanaan adalah 2. B= π ∗ D2 4 (8. SFgeser = ( ∑V ) tan φ 2 + Bc 2 + Pp Ph (8.2 Untuk memudahkan analisis.4. Hal pertama yang perlu diperiksa adalah eksentrisitas dari gaya-gaya ke pondasi dengan dengan menggunakan persamaan berikut eks = B M net − 2 ∑V (8.

4 Tekanan Tanah Lateral Tekanan tanah yang bekerja pada pondasi sumuran disebakan adalah tekanan tanah aktif dan tekanan tanah pasif.1 Gaya-Gaya Yang Bekerja Pada Pondasi Sumuran Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer VIII . Teori yang berkaitan dengan tekanan tanah dapat dilihat pada Bab 1. dan M harus sudah memasukkan tekanan tanah aktif dari lapisan 1 (urugan) H Muka tanah efektif setelah tergerus Tekanan Tanah Pasif Lapisan 2 Tekanan Tanah Pasif Lapisan 3 Muka air tanah tertinggi Tekanan air O Gambar 8. Hal ini adalah sesuatu yang tidak diharapkan.2.3 GAYA GAYA YANG BEKERJA PADA PONDASI SUMURAN Notasi gaya-gaya yang bekerja pada pondasi sumuran diberikan pada Gambar 8. H.1 di bawah. φ2. Demikian juga jika tegangan kontak maksimum qmak lebih besar dari daya dukung ijin. dan γ1 Batas tanah urugan Lapisan tanah 2 : C2.2.2. Jika hal ini terjadi maka lebar pondasi B perlu di perbesar atau diameter pondasi D perlu diperlebar.φ1. φ3. Surcharge Load q V Lapisan tanah 1 (urugan) : C1.2. Tekanan tanah pasif yang digunakan dalam analisis didasarkan tekanan tanah pada keadaan diam “at rest”. dan γ2 Tekanan Tanah Aktif Lapisan 2 Batas Lapisan tanah 2 Lapisan tanah 3 : C3. dan γ3 Tekanan Tanah Aktif Lapisan 3 Tekanan air M Gaya Luar V.4 .Survey dan Disain Jembatan Jika nilai eksentrisitas beban eks > B/6 maka tegangan kontak minimum qmin akan lebih kecil dari 0.2 “Tekanan Tanah Lateral” 8. 8.

dan Momen (M).8.3) c.3. Tanda VIII . Angka Keamanan Terhadap Geser dan Guling Berdasarkan Peraturan Teknik Jembatan Bagian 2. Gaya luar tersebut merupakan akibat dari beban dari struktur atas. f. Kedalaman Pondasi Sumuran (meter) Kedalaman Pondasi sumuran ditentukan berdasarkan analisis terhadap hasil penyelidikan tanah. Beban Merata di Atas Tanah /Surcharge Load (kN/m2). Gaya Luar yang Bekerja Pada Dasar Pile-Cap Gaya Luar pada dasar Pile-Cap terdiri dari 3 komponen yaitu Gaya Vertikal (V). g.6 meter. sub-struktur seperti abutmen. beban merata diatas tanah yang diklasifikasikan sebagai beban lalu lintas yang diekivalensikan dengan tanah urugan setinggi 0.2.2 Penempatan Pondasi Sumuran d.5 Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer . (Perhatikan Gambar 8. dan tekanan tanah pada sub-struktur tersebut. Banyaknya pondasi sumuran menunjukkan rencana jumlah pondasi sumuran yang akan digunakan dalam 1 baris seperti diperlihatkan pada Gambar 8.2.2 h. e. daya dukung ijin tanah tersebut didapat dari analisis daya dukung pondasi dangkal pada dasar pondasi sumuran. Nilai minimum dari SF terhadap geser dan guling yang digunakan dalam perencanaan adalah masing masing 2. Gaya Horisontal (H). Kedalaman Dasar Pile-Cap (meter) Kedalaman dasar pile cap digunakan untuk menandakan ujung atas dari pondasi sumuran dimana tekanan tanah tambahan mulai bekerja.3 INPUT DATA a. Banyaknya Pondasi Sumuran Program/software ini hanya untuk perencanaa pondasi sumuran dimana pondasi sumuran diletakkan dalam 1 baris. Kedalaman Muka Air Tanah Maksimum (m) Kedalaman muka air tanah diperlukan untuk menghitung tegangan efektif tanah pada kedalaman tertentu.3) b. Berdasarkan Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan 2.Survey dan Disain Jembatan 8.6. Daya Dukung Ijin Tanah di Dasar Pondasi Sumuran (kN/m2) Karena pondasisumuran diklasifikasikan sebagai pondasi dangkal. Perjanjian tanda untuk gaya-gaya luar tersebut mengikuti Gambar 8. (Perhatikan Gambar 8. Gambar 8.

Langkah pertama adalah mengaktifkan program/software dengan meng-klik.4 CARA PEMAKAIAN PROGRAM a. serta tegangan kontak yang terjadi pada tanah di dasar sumuran. b. berat jenis γ (kN/m3). d. Sehingga akan berada pada Lembar Analisis dan Output. File laporan tersebut akan berisikan hasil analisis secara lengkap. gaya-gaya yang bekerja.6 . 8. Pada Form Input Data masukkan parameter-parameter Input Data. c. f. Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer VIII . Untuk lapisan paling bawah sebaiknya ketebalan lapisan dinyatakan dengan suatu angka yang relatif besar. Jika ingin menganalisis data yang sudah pernah disimpan. Pada lembar Analisis dan Output. jika ingin menyimpan file laporan perhitungan gunakan tombol LAPORAN dan masukkan nama file yang akan digunakan untuk menyimpan data laporan yang berbentuk file dengan extension TXT. Data Lapisan-Lapisan Tanah Data lapisan tanah yang diperlukan adalah tebal lapisan (m). e. h. jika ingin memodifikasi data input. gunakan tombol KEMBALI untuk kembali berada di Form Input Data. dan kohesi c (kN/m2). Pada Lembar Analisis dan Output. Pada Lembar Analisis dan Output ini ditampilkan kebutuhan diamater pondasi sumuran. Pada layar monitor akan muncul Form Input Data. angka keamanan yang tersedia. sudut geser dalam φ (derajat). g.Survey dan Disain Jembatan positif untuk gaya-gaya ke atas atau ke kanan.EXE.file program yaitu WELLB. gunakan tombol BUKA FILE Pada Form Input Data jika ingin menyimpan data kasus yang sedang dianalisis. klik tombol SIMPAN FILE dan tuliskan nama file yang akan digunakan. Pada Form Input Data untuk melakukan analisis perhitungan kebutuhan dimensi pondasi sumuran dilakukan dengan meng-klik tombol HITUNG. momen positif untuk putaran momen yang serah dengan jarum jam i.

atau terlalu besar.3 Notasi Yang Digunakan 5.c1.γ3. terlalu kecil.5.c3.7 . Jika terlalu kecil atau terlalu besar maka dimensi pile-cap harus disesuaikan sehingga perlu dilakukan analisa gaya-gaya untuk mendapatkan gaya-gaya pada dasar pile cap dengan dimensi pile cap baru. 5.1 NOTASI YANG DIGUNAKAN Muka tanah Kedalaman dasar pile cap M Batas lapisan 1 Lapisan 2 : t2.SPT4.γ4.γ1.γ2. Dengan gaya-gaya baru tersebut dilakukan kembali perencanaan pondasi sumuran sampai dimensi pile-cap sesuai dengan kebutuhan.2 OPTIMASI DARI PENGGUNAAN PROGRAM.φ3 Batas lapisan 3 diameter pondasi Lapisan 4 : t4.Survey dan Disain Jembatan 8.c4.c2. maka perlu dilakukan pengecekan terhadap luasan pile-cap apakah cukup.φ2 H Kedalaman pondasi Muka air tanah Batas lapisan 2 Lapisan 3 : t3.φ4.5 INTERPRETASI HASIL KELUARAN. Lapisan 1 (urugan) : t1.5. Setelah didapat hasil keluaran berupa kebutuhan diameter dari pondasi sumuran.φ1 V Kedalaman muka air tanah Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer VIII .INEF4 Gambar 8.

0 METER Surcharge Load = 0. Data-data perencanaan adalah sebagai berikut.93 ton -3.5 t/m2.94 ton = -2599.93 ton = 189.3 t/m2.6 CONTOH KASUS Pondasi sumuran direncanakan digunakan untuk menahan gaya-gaya yang bekerja pada dasar pile cap sebuah abutmen jembatan. γ2=1.4 kN • Gaya horisontal pada dasar pile cap = 18.0 VIII .0 10.00 V 18. dan M -259. H.00 Lap 3 : C3=0.0 meter • Kedalaman pondasi sumuran dari muka tanah = 8 meter • Banyaknya pondasi sumuran = 2 buah • Daya dukung ijin pada kedalaman 8 meter = 100 t/m2 = 1000 kN/m2 • Beban merata diatas tanah /surcharge 0. γ3=1.00 Tekanan air -3.8 kN/m2 • Gaya vertikal pada dasar pile-cap = -259.6.48 t/m2 Lap 1 (urugan) : C1=0. • Kedalaman dasar pile-cap dari muka tanah = 3.50 Muka tanah efektif setelah tergerus Muka air tanah tertinggi Tekanan Tanah Pasif Lapisan 2 Batas Lapisan tanah 2 +8.0 0.1 DIAMETER COBA 3.8 1.48 t/m2 = 4.5 0.0 5.94 ton harus sudah memasukkan tekanan tanah aktif dari lapisan 1 (urugan) -13.8 O .44 ton = -134.3 φ° 30 20 30 8. φ3= 30°. φ2= 20°.00 Gaya Luar V.8 1.8 t/m3 Tekanan Tanah Aktif Lapisan 2 -5. γ1=1.0 meter • Data tanah adalah sebagai berikut No lapisan 1 2 3 Tebal (m) 3.3 kN • Momen pada dasar pile cap = -13. γ (t/m3) C (t/m2) 1.Survey dan Disain Jembatan 8.9 t/m3 Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer 3. φ1= 35°.4 kN-meter • Kedalaman muka air tanah maksimum = 5.44 t-m +0.8 t/m3 Batas tanah urugan Lap 2 : C2=0.9 0.

00 = γ1*h1*Ka + γ2*h2*Ka + q Ka – 2c√Ka = 18*3*0.00 = γ1*h1*Ka + γ2*h2 *Ka+ γ’2*h2*Ka+ q Ka – 2c√Ka = 18*3*0.49 + 18*2*0.2*5*√0.Survey dan Disain Jembatan 8.49 = 21.8*0.00 + q −5.49 + 4.6.3.8*0.6.48 + 51.9 .2*05*√0.49 + 18*2*0.49 1 + sin φ Tekanan tanah aktif pada lapisan 2 elevasi –3.48 HL = ⋅ 2 ⋅ (2 * 3.24 kN/m2 Gaya tekanan tanah aktif pada lapisan 2 di atas muka air tanah P= q −3.2 BERAT SENDIRI PONDASI SUMURAN Berat sendiri 2 buah pondasi sumuran dihitung sebagai berikut P= πD 2 π 32 ⋅ L ⋅ 24 ⋅ 2(buah) = ⋅ 5 ⋅ 24 ⋅ 2 = 1696.49 .86 kN 2 2 Gaya tekanan tanah aktif pada lapisan 2 di bawah muka air tanah P= q −5.49 + 4.3 TEKANAN TANAH AKTIF 8.00 q-5.00 = γ1*h1*Ka + q Ka – 2c√Ka= 18*3*0.6.0) = 367.49 = 51.83 kN/m2 Tekanan tanah aktif lapisan 2 elevasi –5.00 21.00 + q −8.00 39.6. 8.0) = 816.49 + (18-10)*3*0.2 Lapisan 2 Koefisien tekanan tanah aktif untuk lapisan 2 dihitung dengan rumus Ka = 1 − sin φ = 0.49 + 4.00 q-8.1 Lapisan 1 (Tanah Urugan) Tekanan tanah aktif dari lapisan 1 (tanah urugan) sudah termasuk kedalam gaya-gaya pada dasar pile cap.49 .24 HL = ⋅ 3 ⋅ (2 * 3.83 + 39.48 kN/m2 Tekanan tanah aktif pada lapisan 2 elevasi –8.8*0.3.49 .00 q-3.2*5*√0.41 kN 4 4 8.49 = 39.84 kN 2 2 Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer VIII .

080 VIII .783 81.650 -15. pasif lap : 2 tek. str.658 Tekanan tanah pasif keadaan diam pada lapisan 2 elevasi –3. aktif lap : 2 tek.601 117.6.000 3.88 P = −3. atas tek.910 94.500 -1.00 = γ2*h2*Ko + 2c√Ko = 18*1.91 kN 2 2 8.4.6.00 8.0) = 152.646 -259.000 5.435 3.658 = 41.500 3.6.50 HL = ⋅ 1.500 5.11 + 25.000 36.00 q-8. hor.00 25.440 143.00 HL = ⋅ 3 ⋅ (2 * 3.Survey dan Disain Jembatan 8. aktif lap : 2 tek.5 q-3.6. pasif lap : 2 Besar gaya (kN) -169.658 + 2*05*√0.67 kN/m2 Gaya tekanan tanah pasif keadaan diam pada lapisan 2 di atas muka air tanah q + q −5.500 -1.500 -1.930 .5*0.658 = 8.619 1.904 1.000 3.5 ⋅ ( 2 * 3. atas momen str.95 kN 2 2 Gaya tekanan tanah pasif keadaan diam pada lapisan 2 di bawah muka air tanah q + q −8.00 = γ2*h2*Ko + γ’2*h2 *Ko + 2c√Ko = 18*1.11 kN/m2 Tekanan tanah pasif keadaan diam lapisan 2 elevasi –5.50 = 2c√Ko+ = 2*5*√0.658 + (18-10)*3*0. str.5 GAYA-GAYA BEKERJA Gaya-gaya yang bekerja pada pondasi sumuran ditampilan dalam bentuk table sebagai berikut No.1 Lapisan 1 (Tanah Urugan) Lapisan 1 tidak memberikan sumbangan terhadap tekanan tanah pasif 8.67 P = −5.4 TEKANAN TANAH PASIF 8.10 Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer .00 q-5.180 -55.469 -389. Arah 1 2 3 4 5 6 7 8 (v) (v) (h) (m) (h) (h) (h) (h) Deskripsi gaya el.88 + 41.650 -13. 1 – pondasi g.000 .357 -84.000 . atas g.658 = 25.000 5.0) = 607.88 kN/m2 Tekanan tanah pasif keadaan diam pada lapisan 2 elevasi –8.4.658 + 2*5*√0.5*0.383 Momen thd O (kN-meter) -254.000 y thd O (m) 2.940 18. ver.791 y thd O (m) -1.295 -60.2 Lapisan 2 Koefisien tekanan tanah pasif dalam keadaan diam untuk lapisan 2 dihitung sebagai Ko = 1 – sin φ = 0.

38 kN-meter 8.0) adalah y = 0 pada dasar sumuran/elemen 1 dan x = 0 pada tepi kanan dari sumuran Total gaya gaya yang bekerja adalah sebagai berikut • Gaya vertikal = -4295.24 3554.4 * 3 + 760. Luas 2 buah sumuran = 2*0.62 kN • Gaya horisontal pasif = -760.19 + 1394. sehingga memenuhi persyaratan keamanan terhadap guling 8.25*π*3.4 dari nilai kohesi c tanah.137 * 0.2.86 kN • Gaya horisontal aktif = 1373.19 kN-meter • Momen guling aktif = 3554.11 Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer .371 1373. Sedangkan nilai c2 biasanya diambil 0.86 =2.658 m 4 VIII .30 Angka keamanan terhadap guling lebih besar dari 2.7 KESTABILAN TERHADAP GESER Ketahanan struktur terhadap kemungkinan struktur bergeser dihitung berdasarkan Persamaan (8.6.38 = 2. Besarnya nilai B dihitung sebagai berikut. bentuk sumuran berupa lingkaran dengan diameter D dapat di ekivalensikan menjadi bentuk empat persegi dengan dimensi B x B.3) dimana nilai φ2 biasanya diambil sama dengan φ tanah untuk beton pondasi yang dicor ditempat dan 2/3 dari nilai φ tanah untuk pondasi beton pracetak dengan permukaan halus.137 m2 SFgeser = ( ∑V ) tan φ 2 + Bc 2 + Pp Ph = 4295.6.02 = 14. sehingga memenuhi persyaratan keamanan terhadap geser.86 * tan(30) + 14.86 kN • Momen penahan = 6578. 8. B= π ∗ D2 =2.6.Survey dan Disain Jembatan Dimana lokasi titik referensi O(0.62 Angka keamanan terhadap geser lebih besar dari 2.30 kN-meter • Momen guling pasif = -1394.6 KESTABILAN TERHADAP GULING Kestabilan pondasi sumuran terhadap kemungkinan terguling dihitung dengan persamaan berikut SFguling = ∑M ∑M R O = 6578.8 TEGANGAN PADA TANAH DASAR Untuk memudahkan analisis.2.

6) Untuk 1 pondasi sumuran nilai V = 4295.86/2 = 2147.86 Tegangan kontak pada tanah dasar dihitung dengan persamaan berikut mak q min = 6 ∗ eks  ∑V  1 ±  BL  B  (8. tegangan minimum ke tanah dasar juga lebih besar dari 0 yang berarti tidak ada tegangan kontak tarik pada dasar pondasi seumuran.38 − 3554. Tegangan minimum ke tanah = 97.18 kN/m2 b.12 .30 − = − = 0. Tegangan maksimum ke tanah = 510. sehingga pondasi memenuhi persyaratan daya dukung.19 + 1394.93 kN Dari persamaan diatas diperoleh a.3005 m 2 ∑V 2 4295.Survey dan Disain Jembatan Pemeriksaan tegangan yang terjadi dilakukan seperti dalam perencanaan pondasi dangkal segi empat. Hal pertama yang perlu diperiksa adalah eksentrisitas dari gaya-gaya pada dasar pondasi eks = B M net 2.56 kN/m2 Nilai tegangan maksimum ke tanah lebih kecil dari daya dukung ijin di dasar sumuran sebesar 1000 kN/m2.658 6578. Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer VIII .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful