P. 1
Biogeokimia

Biogeokimia

|Views: 348|Likes:
ASAS-ASAS DAN KONSEP MENGENAI DAUR BIOGEOKIMIA
1. Tipe-tipe dan Daur Biogeokimia
Biogeokimia adalah pengkajian dari proses pertukaran atau perubahan yang terus-menerus (silkus) dari komponen-komponen biotik dan abiotik (G.E Hutchinson, 1944-1950). Dari 90% unsur-unsur di dalam yang telah diketahui, 30-40% nya merupakan unsur yang digunakan oleh organisme untuk melangsungkan hidupnya. Unsur yang digunakan dalam jumlah besar antara lain karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen.
a. Daur Nitrogen
Jumlah nitrogen terbanyak ada di udara (sekitar 80%). Nitrogen (N2) yang bebas di alam tidak dapat dikomsumsi langsung oleh organisme. Namun ada beberapa oraganisme yang bisa langsung mengkonsumsi N2 antara lain :
1. Bacteri hidup bebas : Anotobacter (aerobik) dan Clostridium (anaerobik)
2. Bakteri bintil-bintil : Sinbiotik pada tumbuhan lagume Rizhobium.
3. Algae biru-hijau : Anabaena, Nostoc
(Fogg and Stewart, 1966)
Nitrogen yang terkandung pada protoplasma yang berupa organik diuraikan menjadi anorganik oleh bakteri pengurai (dekomposer). Nitrogen yang paling siap dikomsumsi oleh tumbuhan adalah dalam bentuk nitrat. Tahap-tahap dari protein turun ke nitrat memberikan energi untuk organisme-organisme yang melakukan penguraian, namun untuk mengembalikannya memerlukan energi dari luar (contohnya energi sinar matahari). Misalnya bakteri khemosintesis, Nitrosomonas yang mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobakter yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Sedangkan denitriying bakteri dan bakteri pengikat nitrogen memerlukan energi dari sumber lain untuk melakukan perubahannya. Kebutuhan karbohidrat untuk mengikat nitrogen telah dari model ekosistem kacang kedelai. Unsur molybdenum juga diperlukan sebagai bagian sistem enzim pengikat N.
2
Gambar 1. A) Daur Nitrogen yang terjadi di alam secara global dan B) adalah proses dari daur nitrogen yang memerlukan energi dari luar dan memberikan energi pada organisme penguarai
Pada Gambar 1. A ditunjukkan bagaimana proses daur nitrogen yang terjadi di alam. Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, asimilasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Hampir seluruh makhluk hidup mendapatkan senyawa nitrogen dari makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, reaksi fiksasi nitrogen sering disebut proses topping-up atau fungsi penambahan pada tersedianya cadangan senyawa nitrogen.
Daur nitrogen dimulai dari proses fiksasi nitrogen, dimana nitrogen bebas di udara di ubah secara biologis oleh mikroorganisme diazotrof menjadi ammonia (NH3), dengan bantuan enzim nitrogenaze. Reaksi fiksasi nitrogen biologis, sebagai berikut :
N2 + 8 H+ + 8 e− → 2 NH3 + H2
3
Selain itu, fiksasi nitrogen juga terjadi secara non-biologis, yaitu pada proses pembakaran bahan bakar fosil, mesin mobil dan pembangkit listrik termal, melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx). Dan proses lainnya yaitu pada proses Haber Bosh yang memfiksasi N2 dan H2 menghasilkan ammonia (NH3) yang digunakan sebagai pupuk dan bahan peledak.
ASAS-ASAS DAN KONSEP MENGENAI DAUR BIOGEOKIMIA
1. Tipe-tipe dan Daur Biogeokimia
Biogeokimia adalah pengkajian dari proses pertukaran atau perubahan yang terus-menerus (silkus) dari komponen-komponen biotik dan abiotik (G.E Hutchinson, 1944-1950). Dari 90% unsur-unsur di dalam yang telah diketahui, 30-40% nya merupakan unsur yang digunakan oleh organisme untuk melangsungkan hidupnya. Unsur yang digunakan dalam jumlah besar antara lain karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen.
a. Daur Nitrogen
Jumlah nitrogen terbanyak ada di udara (sekitar 80%). Nitrogen (N2) yang bebas di alam tidak dapat dikomsumsi langsung oleh organisme. Namun ada beberapa oraganisme yang bisa langsung mengkonsumsi N2 antara lain :
1. Bacteri hidup bebas : Anotobacter (aerobik) dan Clostridium (anaerobik)
2. Bakteri bintil-bintil : Sinbiotik pada tumbuhan lagume Rizhobium.
3. Algae biru-hijau : Anabaena, Nostoc
(Fogg and Stewart, 1966)
Nitrogen yang terkandung pada protoplasma yang berupa organik diuraikan menjadi anorganik oleh bakteri pengurai (dekomposer). Nitrogen yang paling siap dikomsumsi oleh tumbuhan adalah dalam bentuk nitrat. Tahap-tahap dari protein turun ke nitrat memberikan energi untuk organisme-organisme yang melakukan penguraian, namun untuk mengembalikannya memerlukan energi dari luar (contohnya energi sinar matahari). Misalnya bakteri khemosintesis, Nitrosomonas yang mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobakter yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Sedangkan denitriying bakteri dan bakteri pengikat nitrogen memerlukan energi dari sumber lain untuk melakukan perubahannya. Kebutuhan karbohidrat untuk mengikat nitrogen telah dari model ekosistem kacang kedelai. Unsur molybdenum juga diperlukan sebagai bagian sistem enzim pengikat N.
2
Gambar 1. A) Daur Nitrogen yang terjadi di alam secara global dan B) adalah proses dari daur nitrogen yang memerlukan energi dari luar dan memberikan energi pada organisme penguarai
Pada Gambar 1. A ditunjukkan bagaimana proses daur nitrogen yang terjadi di alam. Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, asimilasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Hampir seluruh makhluk hidup mendapatkan senyawa nitrogen dari makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, reaksi fiksasi nitrogen sering disebut proses topping-up atau fungsi penambahan pada tersedianya cadangan senyawa nitrogen.
Daur nitrogen dimulai dari proses fiksasi nitrogen, dimana nitrogen bebas di udara di ubah secara biologis oleh mikroorganisme diazotrof menjadi ammonia (NH3), dengan bantuan enzim nitrogenaze. Reaksi fiksasi nitrogen biologis, sebagai berikut :
N2 + 8 H+ + 8 e− → 2 NH3 + H2
3
Selain itu, fiksasi nitrogen juga terjadi secara non-biologis, yaitu pada proses pembakaran bahan bakar fosil, mesin mobil dan pembangkit listrik termal, melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx). Dan proses lainnya yaitu pada proses Haber Bosh yang memfiksasi N2 dan H2 menghasilkan ammonia (NH3) yang digunakan sebagai pupuk dan bahan peledak.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Dewa Ayu Mery Agustin on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2015

pdf

text

original

ASAS-ASAS DAN KONSEP MENGENAI DAUR BIOGEOKIMIA 1.

Tipe-tipe dan Daur Biogeokimia Biogeokimia adalah pengkajian dari proses pertukaran atau perubahan yang terusmenerus (silkus) dari komponen-komponen biotik dan abiotik (G.E Hutchinson, 19441950). Dari 90% unsur-unsur di dalam yang telah diketahui, 30-40% nya merupakan unsur yang digunakan oleh organisme untuk melangsungkan hidupnya. Unsur yang digunakan dalam jumlah besar antara lain karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. a. Daur Nitrogen Jumlah nitrogen terbanyak ada di udara (sekitar 80%). Nitrogen (N2) yang bebas di alam tidak dapat dikomsumsi langsung oleh organisme. Namun ada beberapa oraganisme yang bisa langsung mengkonsumsi N2 antara lain : 1. Bacteri hidup bebas 2. Bakteri bintil-bintil : Anotobacter (aerobik) dan Clostridium (anaerobik) : Sinbiotik pada tumbuhan lagume Rizhobium.

3. Algae biru-hijau : Anabaena, Nostoc (Fogg and Stewart, 1966) Nitrogen yang terkandung pada protoplasma yang berupa organik diuraikan menjadi anorganik oleh bakteri pengurai (dekomposer). Nitrogen yang paling siap dikomsumsi oleh tumbuhan adalah dalam bentuk nitrat. Tahap-tahap dari protein turun ke nitrat memberikan energi untuk organisme-organisme yang melakukan penguraian, namun untuk

mengembalikannya memerlukan energi dari luar (contohnya energi sinar matahari). Misalnya bakteri khemosintesis, Nitrosomonas yang mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobakter yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Sedangkan denitriying bakteri dan bakteri pengikat nitrogen memerlukan energi dari sumber lain untuk melakukan perubahannya. Kebutuhan karbohidrat untuk mengikat nitrogen telah dari model ekosistem kacang kedelai. Unsur molybdenum juga diperlukan sebagai bagian sistem enzim pengikat N.

1

Gambar 1. A) Daur Nitrogen yang terjadi di alam secara global dan B) adalah proses dari daur nitrogen yang memerlukan energi dari luar dan memberikan energi pada organisme penguarai

Pada Gambar 1. A ditunjukkan bagaimana proses daur nitrogen yang terjadi di alam. Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, asimilasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Hampir seluruh makhluk hidup mendapatkan senyawa nitrogen dari makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, reaksi fiksasi nitrogen sering disebut proses topping-up atau fungsi penambahan pada tersedianya cadangan senyawa nitrogen. Daur nitrogen dimulai dari proses fiksasi nitrogen, dimana nitrogen bebas di udara di ubah secara biologis oleh mikroorganisme diazotrof menjadi ammonia (NH3), dengan bantuan enzim nitrogenaze. Reaksi fiksasi nitrogen biologis, sebagai berikut :

N2 + 8 H+ + 8 e− → 2 NH3 + H2

2

Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat untuk kembali menjadi gas nitrogen (N2). Denitrifikasi umumnya berlangsung melalui beberapa kombinasi dari bentuk peralihan sebagai berikut: NO3− → NO2− → NO + N2O → N2 (g) Proses denitrifikasi lengkap dapat dinyatakan sebagai reaksi redoks: 2 NO3− + 10 e− + 12 H+ → N2 + 6 H2O 3 . Dalam proses amonifikasi. Bakteri ini menggunakan nitrat sebagai akseptor elektron di dalam oksigen selama respirasi. jika tumbuhan atau hewan mati. yaitu pada proses pembakaran bahan bakar fosil.Selain itu. akan direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion amonium digunakan sebagai pembentuk asam amino. bertanggung jawab untuk oksidasi nitrit menjadi dari nitrat (NO3-). Selanjutnya. 4. seperti Nitrobacter. 2. Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut akarnya. 2NH3 + 3O2 + Nitrosomonas → 2NO2.+ 2H2O + 2H+ 2NO2. Spesies bakteri lain. Proses lain yang berperan dalam siklus nitrogen adalah proses asimilasi. melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx). nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh bakteri dan jamur. Proses konversi nitrit menjadi nitrat sangat penting karena nitrit merupakan racun bagi kehidupan tanaman. Proses ini dilakukan oleh spesies bakteri seperti Pseudomonas dan Clostridium dalam kondisi anaerobik. dalam proses nitrifikasi. fiksasi nitrogen juga terjadi secara non-biologis. mesin mobil dan pembangkit listrik termal. dimana tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar baik dalam bentuk ion nitrat (NO3-) atau ion ammonium (NH4+). dan klorofil. Bakteri ini mengoksidasi amonium (NH4+) dan mengubah amonia menjadi nitrit (NO2-). ion ammonium diubah menjadi ion nitrat oleh bakteri di dalam tanah dan bakteri nitrifikasi seperti Nitrosomonas. asam nukleat. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari tanaman yang mereka makan. 3.+ O2 + Nitrobacter → 2NO3NH3 + O2 → NO2− + 3H+ + 2e− NO2− + H2O → NO3− + 2H+ + 2e- Selanjutnya senyawa nitrogen dilepaskan kembali ke alam dalam proses denitrifikasi. Jika nitrat diserap. Proses nitrifikasi dapat ditulis dengan reaksi berikut ini : 1. Dan proses lainnya yaitu pada proses Haber Bosh yang memfiksasi N2 dan H2 menghasilkan ammonia (NH3) yang digunakan sebagai pupuk dan bahan peledak.

ada bukti bahwa algae dan bakteri yang hidup pada daun dan epifit dalam hutan torfik basah mengikat nitrogen dalam jumlah besar. pengikatan nitrogen secara biologi oleh mikroorganisme yang hidup bebas dan bersimbiotik berlangsung secara autotrofik dan heterotrofik dari ekosistem. Legume dan jenis tumbuhan berpembuluh (misalnya Alnus. Araucaria.Dalam proses biologis. Coriana. Penelitian tersebut membuktikan bahwa kemampuan mengikat nitrogen dalam jumlah besar adalah mikroorganisme dalam proses fotosintetik. 1967). Casuarina. Disisi lain. dan heterofik. baik secara aerobik dan anaerobik pada tanah dan sedimen perairan. Jadi pada dasarnya. Cesonothus. Ginkgo. Demikian pula dengan lumut yang mampu mengikat nitrogen karena ada algae biru yang bersimbiotik. Reduksi dalam kondisi anoxic juga dapat terjadi melalui proses yang disebut oksidasi amonia anaerobik NH4+ + NO2− → N2(g) + 2 H2O Kemudian ditemukan bakteri ungu Rhodospirillium dan sejenisnya dari bakteri fotosintetik merupakan pengikat nitrogen. nitrit dan amonium dikonversi langsung menjadi gas N2. Elaeagnus) mengikat nitrogen dengan bantuan bakteri simbiotik. Hutchinson telah menafsirkan bahwa jumlah nitrogen yang diikat dari udara berkisar antara 140 dan 170 mg per meter persegi pertahun dari keseluruhan biosfer. sering disebut nitrogenase). yang mereduksi acetylene menjadi ethylene (stewart. Proses ini membentuk sebagian besar dari konversi nitrogen unsur di lautan. 4 . Namun sampai sekarang belum ada tumbuhan tingkat tinggi yang mampu mengikat nitrogen secara langsung dari udara. Myrica. Penelitian tentang kemampuan dalam mengikat nitrogen telah dilakukan dengan menggunakan isotop N15 dan metode reduksi acetylene (enzim pengikat N. hasil ini diperkirakan berasal dari pengikatan nitrogen secara biologi. varietas dari bakteri tanah yang menyerupai pseudomonas juga memiliki kemampuan untuk mengikat nitrogen. Hanya sedikit pengikatan nitrogen secara elektrifikasi dan fotokimia (sekitar 35 mg per meter persegi pertahun). khemosintetik.

yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Reservoir utama dari fosfor bukanlah udara. Burung laut melakukan pemindahan fosfor dan unsur-unsur lain ke daratan. Fosfor merupakan bagian dari protoplasma. Fosfor di alam didapatkan dari: batuan. karena tidak melalui atmosfer.Gambar 2. fosfor berupa fosfat yang diserap tanaman untuk sintesis senyawa organik. dan outputnya: fiksasi mineral. kemudian inputnya adalah hasil pelapukan batuan. Upaya-upaya untuk mengembalikan fosfor ke daurnya selama ini tidak seimbang dengan laju hilangnya fosfor ke laut. fosfor terdapat dalam dua bentuk. melainkan batu-batuan dan endapan yang sudah terbentuk berabadabad yang lalu. PO4dalam tanah. hingga kembali menghasilkan fosfor lagi. Fosfat organik 5 . dalam hal input atau sumber fosfor-proses yang terjadi terhadap fosfor. begitu juga dengan penangkapan ikan yang secara tidak langsung sudah merupakan proses pemindahan fosfor dari lautan ke daratan. Sebagian besar fosfat lepas ke laut dan mengendap di laut dangkal dan laut dalam. Organisme yang memiliki peran penting dalam menjaga siklus fosfor adalah burung laut dan ikan. Daur fosfor yaitu daur atau siklus yang melibatkan fosfor. tanaman. jadi daur fosfat dikatakan daur lokal. tanah. Daur fosfor dinilai paling sederhana daripada daur lainnya. bahan organik. Daur fosfor yang terjadi di alam lebih sederhana dibandingkan dengan daur nitrogen. Humus dan partikel tanah mengikat fosfat. Endapan fosfor ini lama kelamaan akan terkikis dan melepaskan fosfat ke ekosistem di alam. Daur fosfor dapat dilihat pada Gambar 2. Daur fosfor yang terjadi di alam secara global Sedangkan daur ulang lain yang terjadi di alam adalah daur fosfor. Di alam. Belum ada di dunia ini suatu upaya atau tindakan yang melakukan pengangkatan sedimen fosfor di laut ke daratan.

Hucthinson menafsirkan bahwa hanya 60. Xanthomonas. namun jumlah ini tidak seimbang dengan lepasnya fosfor ke laut yang jumlahnya mencapai dua juta ton pertahun (akibat proses alami dan kegiatan pertambangan). Gambar 3. karena menurut para ahli pertanian. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Fe. Mikroorganisme (Bacillus. Fosfor dialam dalam bentuk terikat sebagai Ca-fosfat.dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh decomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Aerobacter aerogenes) dapat melarutkan P menjadi tersedia bagi tanaman. Oleh karena itu. Pseudomonas. Daur belerang yang terjadi di alam secara global Selain nitrogen dan fosfor. Bakeri yang berperan dalam siklus fosfor : Bacillus. fitat atau protein. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Xanthomonas. belerang merupakan bagian terpenting dalam asam amino 6 . dll.000 ton fosfor pertahun yang dapat dikembalikan ke daratan. cadangan fosfor di darat masih dalam jumlah banyak. Daur fosfor terlihat akibat aliran air pada batu-batuan akan melarutkan bagian permukaan mineral termasuk fosfor akan terbawa sebagai sedimentasi ke dasar laut dan akan dikembalikan ke daratan. Pesudomonas. fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Sampai sekarang memang belum perlu sangat dikawatirkan tentang hal ini. Aerobacter aerogenes.atau Alfosfat. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Siklus ini berulang terus menerus. Sulfat (SO4) atau sering disebut belerang juga merupakan unsur yang sangat penting.

mikroorganisme yang bertanggung jawab dalam setiap trasformasi adalah sebagai berikut : 1. dan hutan dan untuk memulai tugas-tugasa yang serba penting mengenai mengkuantitatifkan daur biogeokimia pada tingkatan dunia. Untuk memahaminya dan karenanya lebih baih baik lagi mengendalikan peranan manusia dalam daur-daur bahanbahan. Oksidasi nitrogen (NO dan NO2) dan oksidasi belerang (SO2) merupakan tingkat peralihan daur masing-masing dan terdapat di alam dengan konsentrasi rendah. hijau dan ungu. S organik → SO4 + H2S. Isotop-isotop radioaktif dapat dijadikan sebagai pelacak atau pening (karrtu tanda) untuk 7 . bakteri sulfur tak berwarna. Namun kegiatan pabrik dan jumlah kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil dapat meningkatkan konsentrasi nitrogen dioksida dan belerang dioksida. Dalam daur belerang misalnya. dan 4_5 menampilkan hubungan kuantitatif yang diperlihatkan oleh tanda panah tentang bagaimana cepatnya dia bergerak dan masih sedikit sekali diketahui. Tumbuhan mendapat sulfur dari dalam tanah dalam bentuk sulfat an organik (SO4 ). H2S → SO4 (Pengokaidasi sulfide aerobik). sedangkan oksida nitrogen dalam menyulitkan binatang dan manusia untuk melakukan respirasi. 4_3. 2. H2S → S → SO4. bakteri desulfovibrio. SO4 → H2S (reduksi sulfat anaerobik). Daur nitrogen dan belerang sering dipengaruhi oleh proses dari pembakaran fosil yang menimbulkan pencemaran udara. bakteri thiobacilli. Peran belerang bagi ekosistem tidaklah sebanyak jumlah nitrogen dan fosfor. Selama 25 tahun yang lalu. Misalnya apabila sulfida besi dibentuk dalam sedimen. 3. Setiap daur melibatkan unsur organisme untuk membantu menguraikan senyawa-senyawa menjadi unsur-unsur. Kimia massa. 2.tertentu. perbaikan dalam pelacak-pelacak. Pengkajian Kuantitatif Daur-Daur Biogeokimia Laju pertukaran atau pemindahan-pemindahan dari suatu tempat ke tempat lainnya lebih penting dalam menentukan struktur dan fungsi ekosistem daripada jumlah-jumlah yang ada pada satu waktu dan satu tempat dimana saja. Bagan 4_2. Belerang dioksida dapat merusak porses fotosintesis. fosfor diubah dari bentuk tidak larut menjadi bentuk larut. laju-laju pendauran dan juga “standing state” harus dikuantitatifkan. 4. monitoring dan teknik penguinderaan jauh telah memungkinkan untuk mengukur laju pendauran dalam satuansatuan yang terukur seperti misalnya danau. Namun belerang merupakan salah satu kunci dalam prosen dekomposisi.

Di dalam danau. Hayes. kotoran-kotoran dan lain-lain dapat dibusukkan dan hara-haranya dilepaskan.mengikuti dari bahan-bahan. Beberapa peneliti yang meneliti tentang daur fosfor antara lain :  Percobaan perintis : Coffin. Meskipun demikian. hanya saja sirkulasi fosfor yang ekstensif antara keadaan yang pejal dan terlarut sering tersendat-sendat dengan periodeperiode pelepasan bersih dari sedimen-sedimen diikuti oleh periode-periode pengambilan bersih oleh organism atau sedimen tergantung pada keadaan temperature musiman dan kegiatan-kegiatan organisme. Kolam-kolam dan danau-danau merupakan tempat-tempat yang baik untuk pengkajian karena daur hara mereka secara relatif merupakan sistem pengisisan sendiri dalam waktu yang pendek. Meskipun telah kita nyatakan bahwa keseimbangan jangka waktu lama cenderung untuk dapat dipertahankan. kotoran/sisa-sisa organic dan butiran-butiran organic yang merupakan sedimen). 10% merupakan tingkat maksimum yang wajar dalam bentuk terlarut dan terjadi sirkulasi yang cepat. Tumbuh-tumbuhan siap mengambil fosfor dalam gelap atau dalam keadaankeadaan lain jika mereka tidak menggunakannya. Selama periode pertumbuhan yang cepat dari produsen-produsen yang seringkali terjadi musim semi. Tingkat fosfor yang rendah dari fosfat yang 8 . baik ionion lainnya yang tidak radioaktif tidak mengganggu sistem. Umumnya laju pengambilan lebih cepat daripada laju pelepasan. konsentrasi fosfor pada suatu saat dapat berhubungan dengan produktivitas ekosistem. pengkajian-pengkajian pelacakan di dalam ekosistem-ekosistem. 1950)  Teknik canggih : Hutchinson (1957. Perlu diketahui bahwa. Karenanya. seperti di dalam organism-organisme didesain sedemikian sehingga jumlah elemen radioaktif yang masuk sangat kecil/sedikit jika dibandingkan dengan jumlah unsur nonradioaktif yang telah ada di dalam sistem. apa yang terjadi terhadap pelacak-pelacak (yang dapat diketahui dalam jumlah yang sangat kecil dengan radoasi tanpa dipancarkan) dengan mudah mencerminkan apa yang lazim terjadi terhadap bahan tertentu di dalam sistem. Jodrey. dan Hutchinson dan Bowen (1948. Pada saat kapan saja. Sistemnya kemudian harus memperlambat sehingga tubuh-tubuh. dan Whiteway (1949). kebanyakan fosfor banyak terikat pada organism atau dalam batuan (yakni. semua fosfor yang tersedia terikat dalam produsen-produsen dan konsumen-konsumen. dan Pomeray (1970) Telah umum ditemukan bahwa fosfor tidak bergerak secara merata dan lancar dari organisme ke lingkungan dan kembali ke organism seprti tertera pada gambar 4_3.

dan outputnya : fiksasi mineral dan pelindikan. Perkiraan mengenai waktu pergantian fosfor dalam air dan dalam sedimen pada tiga danau seperti yang ditentukan dengan penggunaan 32p. bahan organik. fitat atau 9 . tanaman.3 2. Oleh karena itu.8 – 17. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). jadi daur fosfat dikatakan daur lokal. tanah. Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh decomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. fosfor terdapat dalam dua bentuk.4 0.larut dapat berarti bahwa sistemnya dimiskinkan atau sistemnya secara metabolism sangat giat.atau Al-fosfat.7 8. Tabel 1. Fosfor berupa fosfat yang diserap tanaman untuk sintesis senyawa organik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. PO4dalam tanah. Humus dan partikel tanah mengikat fosfat. Daur fosfor dinilai paling sederhana daripada daur lainnya. Banyak atau sebenarnya fosfat didalam suatu sistem mungkin berada dalam organisme hidup pada saatsaat tertentu.7 (Menurut Hutchinson. 1957) Daur fosfor yaitu daur atau siklus yang melibatkan fosfor.6 3. kemudian inputnya adalah hasil pelapukan batuan.hingga kembali menghasilkan fosfor lagi. fosfor di alam didapatkan dari: batuan. Pomeroy (1960) “Pengukuran konsentrasi format yang larut dalam perairan alam memberikan indikasi yang sangat terbatas tentang tersedianya fosfat”. hanya dengan pengukuran laju dari pemasukan keadaan sebenarnya dapat ditentukan. Di alam. tetapi itu dikembalikan setiap jamnya dengan akibat bahwa aka nada suplay fosfat yang konstan agar organism mampu mengkonsentrasikannya dalam laruran yang encer. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Siklus ini berulang terus menerus.4 4. Fe. dalam hal input atau sumber fosfor-proses yang terjadi terhadap fosfor. karena tidak melalui atmosfer.0 Waktu pergantian dalam hari Air sedimen 39 37 176 Nisbah P yang bergerak terhadap P dalam air 6. Fosfor dialam dalam bentuk terikat sebagai Ca-fosfat. Luas Danau (km2) Bluff Punchborts Crecy 0.4 6 – 7. fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil.04 Dalam (m) 7 – 5.

Aerobacter aerogenes) dapat melarutkan P menjadi tersedia bagi tanaman. Xanthomonas. Pesudomonas. ATMOSFIR Hujan 3 BIOTA 50 Pembusukan dan pelepasan PUL ABIOTIK Pelapukan 5 Aliran ke luar sungai 8 TANAH dan BATU Gambar 4. 3 kg diganti dari proses hujan sedangkan masukan 5 kg per hektar diperlukan untuk mencapai perimbangan dan hal ini diperkirakan akan mudah dibantu oleh laju biasa dari pelapukan 10 . tetapi perlu untuk dipandang sebagai bagian-bagian dari sistem “daerah aliran” yang lebih besar. Penyimpanan oleh dan pendaur ulang oleh hutan yang tidak terganggu membuktikan demikian efektipnya bahwa kehilangan yang diperkirakan oleh ekosistemnya hanya 8 kg pertahun kalsium. Daur fosfor terlihat akibat aliran air pada batu-batuan akan melarutkan bagian permukaan mineral termasuk fosfor akan terbawa sebagai sedimentasi ke dasar laut dan akan dikembalikan ke daratan. Xanthomonas. dll.protein. Aerobacter aerogenes. Curah hujan rata-rata 123 cm dan atau 58 cm dengan rata-rata daerah aliran 12 dan 48 hektare. Bakeri yang berperan dalam siklus fosfor : Bacillus. Nilai kuantitatif dari daur kalsium yang diteliti oleh Bormann dan Likens (1967) dan Ovington (1962) Gambar 4 menggambarkan model kuantitatif mengenai daur kalium untuk daerah aliran kecil yang bergunung-gunungdan berhutan di New Hampshire. Seperti telah pula ditunjukkan sistem-sistem daerah aliran sedemikian jauh memberikan semacam satuansatuan ekosistem minimum sebagai manajemen praktis. Mikroorganisme (Bacillus. Tubuh-tubuh perairan tidak merupakansistem tertutup. Pseudomonas.

dari batu yang mengalasinya yang merupakan pool “cadangan”. Dari model tersebut. 1967) Gambar 5 menunjukkan model kompartemen dari pertukaran fosfor di dalam daerah aliran kuala rawa garam geografi yang lebih terbuka dari daerah aliran sungai pegunungan.8 16.4 6 SEDIMEN 5 X 105 DETRITUS 104 (c)T 16. gerakan bahan-bahan tersebut tidak terus menerus menerus dan tidak linear dengan waktu. dan merupakan pembawa mineral tambahan. Maka terdapat dua denyutan utama dari pembelahan atau penguraian yang melepaskan fosfor kedalam air. dan yang lain dalam musim gugur ketika banyak rumput yang mati.0 (D)T 9. Didalam rawa terdapat denyutan utama dalam pertumbuhan rumput rawa selama bulan-bulan panas apabilla dipompa keatas melalui akar-akar rumput yang menembus kedalam daerah sedimen anaerobik. Manfaat dari binatang filter_feeder dan binatang pemakan detritus dalam pendauran fosfor dalam sistem kuala ini telah dibuktikan 11 .8 SPARTINA 660 Gambar 5. AIR 30. satu dalam bagian yang terpanas dari musim panas. dan Roffman. Peristiwa penyembuhan kembali ini secara percobaan telah dibuktikan dengan menyuntikkan 32P de dalam sedimen dalam.4 9.0 6 FILTER FEEDER 175. Diagram masuknya fosfor ke dalam ekosistem (Pomeroy. Aliran sungai yang keluar dari ekosistem berasal dari penghapusan transpirasi tumbuhan. Johannes. Odum.

Gambar 6.5 hari. Daur Global CO2 Dan H2O CO2 dan H2O ditandai olkeh pool atmosferik yang relatif kecil yang mudah sekali dipengaruhi oleh gangguan manusia dan dapat mempengaruhi iklim. CO2 di udara bersumber dari pembakaran fosil dan sebagian lagi bersumber dari lahan pertanian. dan mempunyai laju pergantian yang lebih cepat dan waktu tinggal lebih pendek di atmosfir jika dibandingkan dengan CO2. D aur air. Asfek yang perlu mendapat perhatian dalam daur H2O adalah adanya 12 .dengan model. A) Daur CO2 dalm 109 ton yang bersirkulasi di udara dan B) Daur hidrologis yang bersirkulasi di alam dalam 1020 gram. Kuenzler (1961a) menyimpulkan bahwa arus energy dari populasi kijing lebih penting bagi ekosistem sebagai agen biogeokimia daripada sebagai pengubah energi. Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa kompartemen atmosferik H2O kecil. seperti daur CO2 mulai dipengaruhi manusia dalam skala luas. Kuenzler (1961) menunjukkan bahwa waktu pergantian fosfor butiran fosfor di dalam air hanya 2.

Di bawa ini ditampilkan dalam bentuk tabel laju dan jumlah unsur yang terlepas ke laut. dan ketika dewasa dia akan bermigrasi ke laut dan balik lagi ke air tawar untuk bereproduksi.6 10. Nama kawasan Daerah Drainase 106 MIL2 8.7 2.5 7.20 0.32 15. sedimentasi. Daur Sedimen Unsur atau senyawa yang ada di alam lebih cenderung berikatan dengan tanah. Karena ikan salmon yang bertelur dan mati di air tawar memberikan suplay unsur hara yang sangat penting bagi ekosistem di daerah air tawar. kegiatan vulkanis. Jika ikan salmon ini dibendung.91 Amerika Utara Amerika Selatan Afrika Australia Eropa Asia (Menurut Holeman. Karena ada proses tertentu sehingga unsur-unsur geokimia tersebut bisa muncul ke permukaan. pergerakan material atau unsur di udara dapat diteliti dengan jelas dan efeknya pun dapat dirasakan secara langsung (terhalang masuknya sinar matahari). karena hampir semua proses daur ulang melibatkan ekosistem laut. adalah pembendungan ikan salmon.4 Laju Pelepasan TON/MIL2 245 160 70 115 90 1530 Sedimen total 109 TON 1. Unsur kimia yang berada di biosfer sebagian berasal dari geokimia yang tersedimen dalam batuan-batuan dalam permukaan tanah.kenyataan lebih banyak air yang menguap dari laut dibandingkan dengan kembalinya air laut berupa air hujan 3. namun belum dibuktikan.0 3. Gerakan material atau unsur di bawah permukaan tanah sangat sedikit diketahui. 13 . Ikan salmon merupakan ikan yang hidup di air tawar.1968) Penghilangan satu komponen dalam siklus akan mengakibat siklus tersebut tidak sempurna dan dapat merugikan siklus lainya. Suatu contoh. Namun unsur-unsur yang paling banyak bersedimen adalah di bawah lautan.0 7.96 1. daur sedimen dasar mengikuti pola erosi. Tabel 2. Arus sedimen tahunan yang diperkirakan dari beberapa kawasan. Namun. maka suplay unsur hara seperti fosfor akan berkurang di daratan.23 0.54 0.

Strontium merupakan unsur radioaktif yang sangat berbahaya terhadap manusia dan hewan vertebrata lainnya. maka semua siklus hara akan berjalan dengan baik. banyak aktifitas manusia yang mempercepat hilangnya unsur hara di daratan dan juga mempercepat terkikisnya sedimen unsur hara sehingga lepas ke lautan. Proses strontium masuk ke dalam siklus hara adalah strontium ikut dalam siklus kalsium. Diagram daur sedimen yang melibatkan gerakan unsur-unsur yang berasal dari tanah Secara teori. Pada topik fokus membahas unsur berbahaya dari unsur radioaktif. Strontium ini dapat bersifat layaknya seperti kalsium. Salah contoh adalah bencana erosi akibat penggundulan hutan. dan kelangsungan hidup ekosistem akan berjalan bagus.diman kejadian erosi ini telah mempercepat lepasnya unsur hara ke laut. Namun dalam kenyataan sekarang. Padahal seharusnya unsur tersebut harus bersimbiosis dengan ekosistem daratan. terdapat 2. Daur Unsur-Unsur yang Tidak Perlu Unsur yang dimaksud tidak perlu terjadi di alam adalah unsur yang berbahaya dan beracun bagi ekosistem.Gambar 7. jika suatu unsur dapat bersedimen dalam jangka waktu yang cukup lama dan dapat dimanfaatkan oleh organisme di daratan secara bertahap (tidak berlebihan). 4. Unsur yang sifatnnya radioaktif adalah strontium.4 atom 14 . Dalam 1000 atom kalsium.

danhara-hara tersebut dapat dibatasi. misel organic.strontium yang masuk ke lautan. Jadi jelaslah bahwa hara-hara organic memainkan peran penting dalam metabolisme komunitas. Strontium merupakan bahan baru yang ditambahkan ke biosfer. Elusi dilumpur yang dalam dapat menyuburkan air yang mengalir keatas. Daur Hara-Hara Organik Konsentrasi hara-hara organic dalam air atau tanah adalah demikian kecil sehingga mereka sewajarnya dapat dinamakan hara-hara makro. dengan menggunakan galur-galur jasad renik khusus yang pertumbuhannya sebanding terhadap konsentrasi. 5. untuk membedakan dengan harahara makro seperti misalnya nitrogen atau hara-hara mikro” seperti misalnya logam-logam langka. Efek dari strontium adalah dapat menyebabkan berbagai kanker. Tidak diketahui berapa banyak pembuangan vitamin dari vartikel mempengaruhi daur vitamin. dapat menyerap vitamin langsung dalam bentuk larutan. Penghasil utama vitamin B12 adalah mikro organisme (terutama bakteri). walaupun demikian ganggang autotrofik juga merupakan penghasil langsung yang penting dari vitamin tersebut. Bakteri dan ganggang merupakan konsumen langsung yang utama. Strontium juga terdapat tiap gram tulang manusia yang jumlahnya berkisar 1 sampai 8 pico curie. karena merupakan pemecahan dari uranium. Strontium meskipun dalam jumlah sedikit. Partikel tak bernyawa (lempung. Apakah elusi parsial mempertahankan vitamin pada suatu tingkat tertentu sebagai larutan selama vitamin ini dikonsumsi oleh fithoplankton. Penyebaran strontium di udara meningkat tajam seiring penggunaan strontium dalam uji senyawa dan percobaan nuklir. khususnya yang memiliki saringan makanan (filter feeder) dengan insang yang lebar dan sangat permeable. detritus) menyerap sejumlah besar vitamin B12 dan pada makanan mensuplai fogotrof dengan vitamin. meskipun percobaan-percobaan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa hewan. 15 .kita juga tidak mengetahui apakah partikel-partikel ini menempatkan vitamin dalam keadaan tetap atau hanya sementara. namun sudah penyebar di ekosistem darat dan laut. atau setelah mati ia merupakan makanan bagi mikroorganisme penghasil vitamin. seringkali satu-satunya cara untuk mengukur mereka hanya dengan uji secara biologi (bio assay).

terdapat dihutan tusam di Inggris. Sekitar 58% dari total nitrogen terdapat dalambiomas di hutan tropika. 6.1 m g/liter. 44% dari padanya diatas tanah dibandingkan dengan 6% dan dan 3%. dimana konsentrasi B12 sering kali demikian rendah serasa tidak dapat diukur. Dilaut Sargasso. tetapi apakah mereka membatasi dan dimana? Mungkin tidak diperairan pantai dimana konsentasinya sering kali kurang dari pada 0. mahluk yang dominan adalah flagelata yang tidak memerlukan vitamin ini dan mempunyai juga kebutuhan yang rendah akanhara-hara lainnya. 16 . sedangkan lebih dari ¾ nya terdapat dalam vegetasi dihutan tropic. tetapi lebih dari separuh terdapat dalam serasah dan tanah untuk hutan-hutan daerah utara. dimana konsentrasi. Daur Hara dalam Daerah Tropik Cukup menarik dalam perbandingan ini kedua ekosistem mengandung jumlah organic karbon yang kurang lebih sama. Penyebaran karbon organik yang dikumpulkan dalam kompartemen abiotik (tanah) dan biotik (kayu dan daun) Faktor-faktor tumbuh seperti vitamin B12 berprilaku seperti variable nutrisional lainnya yang secara ekologi penting. Perpaduan analisis kimia dan bioassay dengan percobaan-percobaan pengkayaan serta penentuan ni vitro sifat-sifat nutrisional jenis-jenis dominan dapat memberikan gambaran yang baik mengenai masalah atau kejadian ekologis.Gambar 8.

(H.T.penyingkiran hutan menyingkirkan kemampuan tanah mengikat dan mendaur ulang hara-hara (demikian juga memerangi hama) dalam menghadapi temperature yang tinggi sepanjang tahun dan periode-periode musim hujan yang bersifat mencuci. dan menggunakan pupuk organic. kita harus menyelidiki apakah pencampuran hutan dan sawah mempunyai pengaruh tertentu dengan perimbangan yang mengagumkan iyu sebelum kita memburunya 17 . Terlalu sering produktivitas tanaman turun sangat cepat dan lahannya ditinggalkan. teras sawah ini terbaur dengan kelompok-kelompok hutan yang dilindungi oleh “ketabuan agama”untuk menghindari apa yang oleh Hutchinson (1967a) dinamakan kesulitan dadakan secara teknologi dengan suatu reaksi tidak baik secara ekologi. menanami dengan jenis setahun. menunjukan sejumlah mekanisme konservasi tentang hara. Odum dan Pigeon. 1970). Mikoriza yang sangat banyak pada permukaan serasah dan humus tipis dari lantai hutan dianggap mampu mencerna serasah organic mati dan melakukan mineral-mineral dan senyawa makanan melalui hifanya kesel-sel akar yang hidup. Selama musim dinginsuhu yang membekukan membantu pengikatan hara-hara dan pengendalian hama dan parasit. menciptakan pola pertanian berpindah-pindah. Pengkajian-pengkajian yang telah dilakukan selama 20 tahun yang lalu menunjukkan bahwa simbiose yang rumit antara autotrof dan heterotrof yang melibatkan jasad renik perantara khusus mungkin merupakan kunci dari keberhasilan dalam kedua tifeekosistem tadi. diantara mereka itu mikoriza cendawan yang berasosiasikan dengan sistim perakaran. tanahnya mempertahankan hara dan strukturnya dapat dijadikan lahan pertanian untuk waktun yang cukup lama dengan cara konvensional yang melibatkan pembajakan sekali atau lebih dalam setahun. Dua tipe ekosistem demikian itu yang sangat produktif adalah batu karang dan hutan hujan tropika. Menurut Sears.Apabila hutan daerah beriklim sedang disingkirkan. Penda”ran hara khususnya dan pengendalian komunitas pada umumnya cenderung bersifat “fisik” didaerah utara dan lebih bersifat biologis didaerah selatan. Dalam cara demikian sedikit mineral yang larut merembes kedalam tanah dimana ini semua kemudian dapat hilang tercuci. Pada batu karang hal itu mungkin merupakan simbiose koral algae yang unik. Berdasarkan Went dan Stark (1968) mengusulkan apa yang mereka namakan teori pendauran mineral langsung sebagai berikut : teori ini didasarkan kepada kenyataan bahwa jumlah mineral yang tersedia dalam ekosistem hutan hujan tropic terikat didalam systemsistem organic yang mati dan hidup. Sedikit mineral yang tersedia yang selalu terdapat bebas dalam tanah pada suatu saat. Daerah tropic yang lembab.

Anggapan yang klasik adalah bahwa bakteri dan cendawan merupakan alat utama dalam genersai hara. Sedang Johannes berpendapat bahwa dalam tubuh air regenerasi nitrogen dan fosfor. Namun demikian berkenaan dengan laut Rittenberg (1963) dan Johannes (1968) berkebertan anggapan akan hal ini. Sebaliknya. Setelah memberikan garis besar gerakan–gerakan massa hara skala lokal dan global. hanya di sini kita lebih memperhatikan prilaku peredaran sirkuler dari hara dari pada harus arah dari energi.pengembalian dari kotoran binatang 2.dan menyarankan bahwa hutan harus disingkirkan (dibajak) untuk penanaman lebih banyak padi lagi. Rintisan – Rintisan Pendauran Ulang Dengan perbandingan arus energi 2 dapat dibedakan rintis utama untuk pendauran ulang atau regenerasi hara – hara di dalam rantai pangan sebagai berikut: 1. Kotoran dari yang sangat kecil atau krozooplankton yang terlalu kecil untuk dapat dikumpulkan dalam jarring–jarring plankton dan karenanya telah diabaikan dalam kaji komonitas laut yang mula–mula nampaknya sangat penting pengukuran laju pergantian 18 . rintisan ketiga telah pula diusulkan melibatkan pendauran secara langsung dari tumbuh–tumbuhan ke tumbuh–tumbuhan melalui mikroorganisme simbiotik. pengembalian melalui pembusukan mikro dari detritus.rintisan pendaur ulang Dapat diharapkan lebih menonjol dalam komonitas plankton dan komonitas– komonitas lainya di dalam mana energy utama adalah melalui rantai pangan perumputan. hutan–hutan mintakat beriklim sedang dan komonitas lainya dalam mana arus energi pokok melalui rantai pangan detritus. Sementara kedua gawai didalam ekosistem mana pun. Rintisan–rintisan daur ulang dalam cara umum yang sama seperti model–model yang sebanding untuk untuk rantai–rantai pangan. Rettenberg menunjukkan bahwa penting bakteri dalam regenerasi hara dalam laut belum pernah dibuktikan dengan baik. paling tidak adalah dihasilkan terutama sekali dalam kotoran binatang seperti ditunjukkan oleh rintisan daur ulang. 7. rintisan daur ulang akan menonjol dipadang rumput. Sebab rintisa daur ulang memang merupakan yang menonjol dalam tanah pada mintakat beriklim sedang dimana proses regenerasi paling banyak dikaji.tepatlah terkiranya kalau kita mengakhiri bab ini dengan memfokuskan pendauran hara di dalam bagian yang aktif dari ekosistem secara biologis.

yang baru–baru saja dilakukan menunjukkan bawha zooplankton pada umumnya herbivora dan karnivora. (Johannes. miskipun kaji kuanlitatif belum dilakukan. bahwa metode mensensus bakteri dan pengujian kegiatannya dialam masih primitive dan secara kauntitatif tidak teliti. Didalam okosistem lainnya pentingnya rintisan ini akan sebanding dengan pentingnya rantai pangan perumputan. Meskipun telah dipelajari secara luas pembusukan mikrobial meliputi organisme dan jaringan pertukaran secara umpan balik yang rumit sehingga keseluruhan rintisan daur 19 . seperti dalam ekosistem air dalam rintisan daur ulang dapat diharapkan menonjol yang dapat menjelaskan mengapa para ahli mikrobiologi umumnya menemukan populisi mikroba di air laut yang sangat rendah. Ringkasannya. 1968) Selama kurun waktu hidupnya melepaskan terlipat kali jumlah hara yang dihasilkan dari pembusukan mikrobrobial setalah kematiannya. Miskipun demikian perlu ditambahkan. Rintisan-rintisan daur ulang hara. Diduga hara–hara lainnya yang vital dihasilkan dengan cara demikian. Karena binatang – binatang fagotrof seperti dibedakan dengan saprotrof. dimana prodosen terbatas pada plankton dalam tubuh perairan. Gambar 9.

html.tohib.org/wiki/Bakteri_nitrifikasi.20120. Beberapa proses yang lebih jelas dipahami serta pentingnya keterlambatan waktu telah ditinjau dalam bab terdahulu.Daur Sulfur Atau Belerang.web. Daur/SiklusNitrogen.Avaible at :http://id.Bakteri nitrifikasi.html.wikipedia. Avaible at : http://www. Akhirnya harus ditunjukan bahwa hara–hara dapat dilepaskan dari tubuh tumbuh– tumbuhan dan binatang yang mati dan dari butiran kotorannya. detritus sebagai kotak hitam. 2011. Diakses pada 25-10-2012 Okta Vienty.id/2012/05/daursulfur-atau-belerang. Paling tidak untuk sementara seseorang harus dianggap seluruh komplek. Avaible at : http://kamuspengetahuan.ulang sebenarnya belum dipahami dengan baik. Diakses pada 25-10-2012 Tohib.2012. Referensi : Wikipedia. Diakses pada 25-10-2012 20 .blogspot.com/2011/08/daur-siklus-nitrogen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->