P. 1
Sifat Umum Klorofil Fitoplankton

Sifat Umum Klorofil Fitoplankton

|Views: 442|Likes:
SIFAT-SIFAT KLOROFIL FITOPLANKTON
1. Sifat Kimia
Klorofil-a, -b dan -c tidak dapat larut dalam air, tetapi dapat larut dalam berbagai jenis pelarut organik. Klorofil-a mudah larut dalam ethyl-alkohol, ethyl ether, aceton, chloroform dan carbon-bisulfide. Sedang-kan klorofil-b dan -c, dapat larut dalam pelarut yang sama meskipun tidak semudah klorofil-a.
MEYER & ANDERSON (1952) telah berhasil mengisolir klorofil-a dan -b dalam bentuk yang murni pada lebih dari 200 jenis tumbuhan tingkat tinggi. Klorofil-a dan -b mempunyai komposisi yang hampir sama, komposisi klorofil-a adalah C55H72O5H4Mg sedangkan klorofil-b adalah C55H70O6N4Mg, masing-masing dengan atom Mg sebagai pusat (Gambar 1). Perbedaan keduanya adalah terletak pada gugus CH3 (pada klorofil-a) yang disubstitusi dengan HC=O pada klorofil-b. Klorofil-a mempunyai berat molekul 893 dan klorofil-b 907. Mengenai struktur klorofil-c sampai saat ini penulis belum mendapatkan informasi, namun yang jelas klorofil-c tidak mempunyai gugus phytol (C20H39OH) (STRICKLAND, 1960).
Klorofil-a dan -b apabila terhidrolisa, maka akan didapatkan alkohol yang disebut phytol. Gugus phytol membentuk sepertiga dari molekul klorofil dan mempunyai afinitas yang kuat terhadap oksigen. Bila diabukan, klorofil murni akan meninggalkan residu yang tersusun hanya dari magnesium-oxyde. Meskipun unsur besi (Fe) dan mineral-mineral lainnya adalah esensial bagi pembentukan klorofil dalam sel-sel hidup, namun magnesium (Mg) adalah satu-satunya unsur logam yang merupakan komponen klorofil.
SIFAT-SIFAT KLOROFIL FITOPLANKTON
1. Sifat Kimia
Klorofil-a, -b dan -c tidak dapat larut dalam air, tetapi dapat larut dalam berbagai jenis pelarut organik. Klorofil-a mudah larut dalam ethyl-alkohol, ethyl ether, aceton, chloroform dan carbon-bisulfide. Sedang-kan klorofil-b dan -c, dapat larut dalam pelarut yang sama meskipun tidak semudah klorofil-a.
MEYER & ANDERSON (1952) telah berhasil mengisolir klorofil-a dan -b dalam bentuk yang murni pada lebih dari 200 jenis tumbuhan tingkat tinggi. Klorofil-a dan -b mempunyai komposisi yang hampir sama, komposisi klorofil-a adalah C55H72O5H4Mg sedangkan klorofil-b adalah C55H70O6N4Mg, masing-masing dengan atom Mg sebagai pusat (Gambar 1). Perbedaan keduanya adalah terletak pada gugus CH3 (pada klorofil-a) yang disubstitusi dengan HC=O pada klorofil-b. Klorofil-a mempunyai berat molekul 893 dan klorofil-b 907. Mengenai struktur klorofil-c sampai saat ini penulis belum mendapatkan informasi, namun yang jelas klorofil-c tidak mempunyai gugus phytol (C20H39OH) (STRICKLAND, 1960).
Klorofil-a dan -b apabila terhidrolisa, maka akan didapatkan alkohol yang disebut phytol. Gugus phytol membentuk sepertiga dari molekul klorofil dan mempunyai afinitas yang kuat terhadap oksigen. Bila diabukan, klorofil murni akan meninggalkan residu yang tersusun hanya dari magnesium-oxyde. Meskipun unsur besi (Fe) dan mineral-mineral lainnya adalah esensial bagi pembentukan klorofil dalam sel-sel hidup, namun magnesium (Mg) adalah satu-satunya unsur logam yang merupakan komponen klorofil.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Dewa Ayu Mery Agustin on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2015

pdf

text

original

sumber:www.oseanografi.lipi.go.

id

Oseana, Volume XXXII, Nomor 1, Tahun 2007 : 23-31

ISSN 0216-1877

BEBERAPA SIFAT UMUM DARI KLOROFIL FITOPLANKTON Oleh Sumijo Hadi Riyono1)

ABSTRACT

GENERAL

CHARACTERISTICS

OF

PHYTOPLANKTON

IS

CHLOROPHYLLS. In nature, photosynthesis occurs only in plants that have chlorophyll. At the sea, chlorophylls content found in the phytoplankton as the main component of marine plants and take an important role as primary producer. There are many types of chlorophyll phytoplankton : chlorophyl-a,-b,-c1 and-c2 Information about general characteristic of phytoplankton chlorophyll is very important. Chlorophylls has ability to fluorescence and absorbs spectrum. Base on its characteristics, we could easily isolate chlorophylls and define its compositions. Beside those characteristics, chlorophyll has in-vivo characteristics that enable chlorophylls molecules to associate with proteins to form protein-chlorophyll compounds. The synthesis characteristic enable to form chlorophyll if some factors like genetics, light, temperature, water and others are full filed. PENDAHULUAN Bilamana kita melihat tumbuhtumbuhan, warna yang tampak paling menonjol adalah warna hijau, hal ini disebabkan adanya zat hijau daun yang disebut klorofil. Tumbuhtumbuhan dapat pula mempunyai warna-warna lain, yaitu kuning atau merah tergantung pada pigmen (zat warna) yang dikandungnya. Diantara tumbuh-tumbuhan yang hidup di laut, alga memegang peranan utama sebagai produsen primer (NONTJI, 1973). Pigmen atau zat warna, pada tumbuhtumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdapat dalam sel-sel jaringan meristem yang dalam perkembangannya akan membentuk chloroplast ataupun chromoplast. Chloroplast pada alga mempunyai bentuk dan ukuran yang sangat beragam, sedangkan pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya seragam (BOGORAD, 1962). Chloroplast tersusun dari stroma yang diliputi selaput membran, di dalamnya tersebar granula kecil yang mengandung pigmen klorofil berwarna hijau

23

Oseana, Volume XXXII No. 1, 2007

ethyl ether. Mengenai struktur klorofil-c sampai saat ini penulis belum mendapatkan informasi. SIFAT-SIFAT KLOROFIL FITOPLANKTON 1. masing-masing dengan atom Mg sebagai pusat (Gambar 1). juga akan dijelaskan tentang jenis-jenis pigmen yang terdapat pada fitoplankton laut. Chromoplast mengandung pigmen-pigmen merah dan kuning tetapi bentuk dan ukurannya sangat berbeda dengan chloroplast. Sedang-kan klorofil-b dan -c. namun yang jelas klorofil-c tidak mempunyai gugus phytol (C20H39OH) (STRICKLAND. Proses tersebut hanya dapat berlangsung di dalam sel hidup yang mengandung klorofil. klorofil murni akan meninggalkan residu yang tersusun hanya dari magnesium-oxyde. Klorofil-a dan -b apabila terhidrolisa.id dan pigmen-pigmen lainnya. 1. 24 Oseana. 1960). MEYER & ANDERSON (1952) telah berhasil mengisolir klorofil-a dan -b dalam bentuk yang murni pada lebih dari 200 jenis tumbuhan tingkat tinggi. Terkait dengan hal tersebut di atas. 2007 . Bila diabukan. antara lain carotenoid yang berwarna merah-kuning.oseanografi. Klorofil-a mudah larut dalam ethyl-alkohol.sumber:www. Klorofil-a mempunyai berat molekul 893 dan klorofil-b 907. Meskipun unsur besi (Fe) dan mineral-mineral lainnya adalah esensial bagi pembentukan klorofil dalam sel-sel hidup. khususnya klorofil mempunyai peranan yang esensial dalam proses fotosintesis. aceton.go. maka tulisan ini akan dibahas tentang sifat umum dari klorofil fitoplankton. Volume XXXII No. 1960). Pigmen dalam chloroplast. Fungsi utama klorofil dalam proses fotosintesis adalah sebagai katalisator dan menyerap energi cahaya (kinetic energy) yang akan digunakan dalam proses tersebut (STRICKLAND. Perbedaan keduanya adalah terletak pada gugus CH 3 (pada klorofil-a) yang disubstitusi dengan HC=O pada klorofil-b. namun magnesium (Mg) adalah satu-satunya unsur logam yang merupakan komponen klorofil. tetapi dapat larut dalam berbagai jenis pelarut organik. Klorofil-a dan -b mempunyai komposisi yang hampir sama. Fotosintesis merupakan dasar dari produksi zat-zat organik dalam alam (produksi primer). Selain itu. Proses fotosintesis merupakan reaksi berantai yang amat panjang dan kompleks. -b dan -c tidak dapat larut dalam air. chloroform dan carbon-bisulfide. komposisi klorofil-a adalah C55H72O5H4Mg sedangkan klorofil-b adalah C55H70O6N4Mg.lipi. Sifat Kimia Klorofil-a. Proses ini tidak dapat dilakukan secara in-vitro dengan menggunakan larutan klorofil ataupun dengan menggunakan chloroplast yang telah diisolir dari sel. maka akan didapatkan alkohol yang disebut phytol. dapat larut dalam pelarut yang sama meskipun tidak semudah klorofil-a. Gugus phytol membentuk sepertiga dari molekul klorofil dan mempunyai afinitas yang kuat terhadap oksigen.

1952). maka penentuan kandungan klorofil mempunyai masalah yang sulit untuk membedakan dengan hasil dekomposisinya.sumber:www. Volume XXXII No. kedua-duanya mempunyai sifat menyerap pada spektrum yang sama. Hal ini terjadi karena lepasnya ikatan senyawaan atom Mg pada pusatnya (NONTJI. susunan ikatan rangkap Mg (garis putus-putus). Apabila dekomposisi dari klorofil terdapat dalam jumlah yang besar maka dengan sendirinya kandungan klorofil yang diperoleh dengan cara ini akan menyesatkan. 1973).lipi. YENTSCH (1965) memberikan gambaran mengenai urutan proses dekomposisi pada klorofil (Gambar 2).id Gambar 1. struktur klorofil-b mirip klorofil-a kecuali gugus CH3 (dalam lingkaran titik-titik) disubstitusi dengan HC=O (MEYER & ANDERSON. Dilihat dari segi ekologi fitoplankton. 1.oseanografi. 2007 . Klorofil dapatmengalami dekomposisi baik selama masih di dalam sel tumbuhan (bekerjanya enzim chlorophyllase) ataupun ketika telah dilarutkan (setelah penambahan asam HC1). sehingga pengukuran klorofil akan memberikan hasil lebih tinggi dari nilai yang sebenarnya karena di dalamnya tercakup pula hasil dekomposisinya. Struktur klorofil-a. 25 Oseana.go. Berdasarkan metode spektrofotometri.

1996). Volume XXXII No.id Pada kedua proses dekomposisi di atas hasil akhirnya ialah senyawaan porphyrin kurang atom Mg pada pusatnya. Penyerapan (= absorbance = extinction = optical density) yang dimaksud adalah log Io . 1963).log I. -b dan -c dalam larutan ether ditunjukkan oleh Gambar 3. Sebagai contoh. 26 Oseana. penyerapan maksimum primer terdapat di daerah spektrum biruungu (panjang gelombang 430-477 nm) dan maksimum sekunder di daerah spektrum merah (628-662 nm).sumber:www. 1. Kurva spektrum penyerapan klorofila. masih terdapat lagi beberapa maksimum yang lebih kecil. Klorofil dalam bentuk larutan/ekstrak dapat dengan mudah dibebaskan dari ikatannya dengan Mg dengan cara penambahan asam lemah (HC1 1 N). dimana Io adalah intensitas cahaya yang diteruskan (transmitted light) oleh larutan (klorofil). 1. maka cahaya yang diteruskannya (emission spectrum) adalah cahaya pada spektrum yang berlainan. Di samping itu. Apabila klorofil dalam pelarut aceton disinari dengan berbagai spektrum cahaya tampak (visible light) dalam suatu spektrofotometer maka panjang gelombang cahaya tertentu dapat lebih diserap daripada yang lainnya.lipi. yakni apabila mendapat penyinaran dengan spektrum cahaya tertentu (excitation spectrum).oseanografi. klorofil-a yang dilarutkan dalam aceton 85 % mempunyai maximum excitation antara panjang gelombang 430-450 nm (biru-ungu) dan akan memberikan maximum emission antara panjang gelombang 650-675 nm (merah tua) (YENTSCH & MENZEL. Sifat-sifat spektrum tersebut yang digunakan untuk memberikan ciri-ciri perbedaan klorofil-a. Sifat Fisika Semua klorofil memiliki sifat dapat berfluorescense. Perlakuan seperti ini merupakan dasar dari pengukuran total phaeopigment pada fitoplankton laut untuk membedakan dengan klorofil (CARLSON & SIMPSON.go. -b dan-c. 2007 .

Apabila pelarut mempunyai refractive index yang lebih tinggi.go. Volume XXXII No.sumber:www. namun perlu diingat bahwa baik sifat kimia maupun fisikanya tidak atau Untuk menentukan penyerapan spektrum oleh klorofil dalam keadaan in-vivo adalah sangat sulit. 1.lipi. 1960). tebalnya lintasan cahaya (path-length) dan konsentrasi larutan yang diperiksa. 1. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan dari bahan berklorofil mempunyai banyak sifat-sifat protein. sedangkan molekulmolekul klorofil mempunyai asosiasi tertentu 27 Oseana.oseanografi. maka umumnya penyerapan maksimum biru akan bergeser secara tidak teratur sedangkan penyerapan maksimum merah cenderung untuk bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih tinggi. 2007 . Pergeseran posisi penyerapan maksimum ini tidak sama bagi semua alga dan tumbuhan lainnya (STRICKLAND.id Posisi dan besarnya penyerapan maksimum pada spektrum biru dan merah tergantung dari jenis pelarut yang digunakan. Klorofil yang terdapat di dalam chloroplast terikat dengan protein dan mungkin pula dengan zat-zat lemak (lipid). Ikatan ini menghasilkan pergeseran penyerapan ke arah gelombang yang lebih tinggi sebesar 5-10 nm untuk maksimum biru dan sampai 20 nm untuk maksimum merah. Sifat in-vivo Meskipun telah banyak dipelajari tentang ekstrak klorofil dengan berbagai jenis pelarut. sedikit memiliki hubungan dengan keadaan chloroplast dalam sel (in-vivo).

Nitrogen merupakan kebutuhan pokok 28 Oseana. Volume XXXII No. a. analog dengan haemoglobin (hemin + globin) pada darah. hal ini karena mengandung protoklorofil. 1952). sehingga akan menurunkan sifat-sifat genetik yang sama dengan induknya. Senyawaan ini mempunyai susunan yang mirip dengan klorofil lainnya. 4. Cahaya yang intensitasnya terlalu kuat akan merusak klorofil dalam reaksi yang disebut photo oxidation. air dan unsur-unsur lainnya (Mn. Hal tersebut diduga terdapat senyawaan klorofil-protein dengan komposisi yang tetap di dalam tumbuhan. magnesium. 1. Cu dan Zn). Faktor genetik Faktor-faktor genetik tertentu antara lain sifat-sifat penurunan warna (pigmen).sumber:www. Sifat sintesa Untuk memungkinkan terjadinya sintesa klorofll dibutuhkan beberapa faktor tertentu. nitrogen. besi. merupakan tahap terakhir dari reaksi berantai pembentukan klorofil dan reaksi ini pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi hanya dapat terjadi bila ada cahaya matahari. Berikut akan dijelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi sintesa klorofll. Protoklorofil ini merupakan pendahulu (precursor) dalam pembentukan klorofila.oseanografi. Pada tumbuhan lain gejala serupa telah dapat dibuktikan pula (MEYER & ANDERSON. Tumbuhan tingkat tinggi yang ditumbuhkan dalam gelap akan berwarna kuning. b. Hal ini pada tumbuhan terresterial telah dibuktikan antara lain pada tanaman jagung yang homozygous recessive untuk faktor genetik tertentu. Menurut STRICKLAND (1960) klorofil yang dihasilkan dalam keadaan gelap dan terang adalah identik. Pada alga dan beberapa jenis tumbuhan lainnya sintesa klorofil dapat terjadi baik dalam gelap maupun terang. sedangkan fitoplankton dari klas Bacillariophyceae dan Dinophyceae mengandung klorofil-a dan -c tetapi tidak mengandung klorofil-b. Nitrogen Nitrogen merupakan bagian dari molekul klorofil. Faktor-faktor genetik tersebut tidak sama untuk semua jenis fitoplankton. 1952). Tiadanya salah satu faktor tersebut akan mencegah terjadinya sintesa klorofil yang disebut chlorosis (NONTJI. 1973). 2007 .go.lipi. Pembentukan klorofil dari protoklorofil tersebut. bahkan dengan klorofil-a hanya berbeda dalam molekulnya yang kekurangan dua atom hidrogen (H). Untuk sintesa klorofil yang efektif umumnya diperlukan intensitas cahaya yang relatif rendah. yaitu faktor genetik. Fitoplankton yang termasuk klas Myxophyceae hanya mengandung klorofil-a. Demikian juga fitoplankton yang tumbuh di perairan yang relatif kurang cahaya akan tumbuh lebih cepat daripada di perairan yang lebih terang. c. cahaya. suhu. artinya setiap jenis fitoplankton mempunyai komposisi pigmen dan kemampuan adaptasi yangberbeda-beda. maka tidak mengherankan bila defisiensi unsur ini akan menghambat pembentukan klorofil. kemampuan adaptasi terhadap lingkungan dan lain-lain diperlukan untuk memungkinkan terjadinya sintesa klorofil.id dengan protein tersebut (MEYER & ANDERSON. Cahaya Cahaya dibutuhkan untuk pembentukan klorofil pada tumbuhan tingkat tinggi contoh pada Angiospermae (tumbuhan berbunga).

Suhu Batas-batas suhu yang dapat memungkinkan pembentukan klorofil bergantung pada jenis tumbuhannya. g. Mo.. sehingga dapat memecahkan klorofil dengan pembentukan phaeophytin. Mn.lipi.oseanografi. Zn.id bagi seluruh organisme terutama fitoplankton untuk tumbuh dan berkembang. Suhu dapat mempengaruhi fotosintesis di laut baik secara langsung maupun tidak langsung. unsur air (H2O) merupakan unsur utama selain karbon dioksida (CO2) maupun cahaya. Cl dan Co. Na. Menurut ODUM (dalam SUSANA. Ba. sehingga secara langsung dapat mengontrol produksi primer. Menurut PARSONS et al. 1997). Secara umum. 29 Oseana. 2004).sumber:www. misalnya daun-daun menjadi kuning (NONTJI. laju fotosintesis fitoplankton meningkat dengan meningkatnya suhu perairan. Magnesium dengan karbonat akan membentuk senyawaan magnesium-carbonate (MgCO3) yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pengasaman. Volume XXXII No. Hal ini disebabkan setiap spesies fitoplankton selalu beradaptasi terhadap suatu kisaran suhu tertentu. Pengaruh suhu secara langsung yakni untuk mengontrol reaksi kimia enzimatik dalam proses fotosintesis. 2007 . hasilnya berupa zat hara siap pakai (nitrat). e. Magnesium Magnesium (Mg) adalah satusatunya unsur logam yang merupakan komponen utama. (1984). Suhu yang tinggi dapat menaikkan laju maksimum fotosintesis (Pmax). Ketiadaan unsur air. fosfat dan silikat sebagai makro nutrien dan nutrien-nutrien lain dalam jumlah yang relatif kecil (mikro nutrien) seperti Fe. Senyawa ini merupakan salah satu senyawa sel nutrisi yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan biomassa laut. Air Berkurangnya kadar air dalam tumbuhan tingkat tinggi tidak saja menghambat pembentukan klorofil. f. 1973). sedangkan pengaruh secara tidak langsung yakni dalam merubah struktur hidrologi kolom perairan yang dapat mempengaruhi distribusi fitoplankton (TOMASCIK et al. nitrogen yang terdapat dalam organisme yang telah mati diuraikan oleh organisme pengurai (bakteri) menjadi bentuk-bentuk nitrogen anorganik. Best Unsur besi (Fe) merupakan unsur yang esensial untuk pembentukan klorofil meskipun besi sendiri tidak merupakan bagian dari molekul klorofil (sebagai katalisator). d. karena merupakan atom pusat dari klorofil dan defisiensinya akan menghambat. Fitoplankton membutuhkan nutrien untuk melangsungkan aktivitas fotosintesis. tetapi akan menurun secara drastis setelah mencapai suatu titik suhu tertentu. karena untuk melakukan proses fotosintesis diperlukan adanya unsur air. Dalam proses fotosintesis yang dilakukan fitoplankton. terutama nitrat. tetapi juga dapat mempercepat perombakan (dekomposisi) klorofil yang telah ada. fitoplankton tidak dapat hidup. Cu.go. semua organisme di perairan membutuhkan nutrien dalam jumlah yang berbeda-beda untuk pertumbuhan dan reproduksinya. 1.

go. -c1 dan -c2. tetapi bagi fitoplankton laut tidaklah demikian (STRICKLAND. kecuali purple and green bacteria. 1960) (Tabel 1). yaitu klorofil-a.sumber:www. 1. klorofil-c banyak terdapat pada diatom (Bacillariophyceae) dan dinoflagellata (Dinophyceae) yang merupakan komponen terbesar fitoplankton di laut.oseanografi.lipi. 2007 . Bermacam-macam jenis klorofil terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. Pada fitoplankton laut. namun dari beberapa jenis tersebut yang terpenting adalah klorofil-a. Pada purple bacteria terdapat jenis klorofil yang disebut bacteriochlorophyl sedang pada green bacteria terdapat bacterioviridin. 30 Oseana. Volume XXXII No. -b.id PIGMEN PADA FITOPLANKTON LAUT Klorofil terdapat pada semua organisme yang dapat melakukan proses fotosintesis. Klorofil-b bagi tumbuh-tumbuhan teresterial memegang peranan yang cukup penting.

31 Oseana. R. DAFTARPUSTAKA BOGORAD. Biological Oceanography Process. and D. T.W. Part Two.F and S.).. North American Lake Management Society (http:// www. In Physiology and Biochemistry of Algae. SUSANA. and J.W. Oseana XXIX (3): 2533. Measuring the production of marine phytoplankton. Periplus Editions (HK) Ltd: 421486. Sifat berfluorescense merupakan dasar untuk mengisolasi klorofil-a. Plant Physiology. Res. Deep.J. c1 dan c 2 . MAH. JEFFREY.L. Vol. masing-masing klorofil-C1 dan -c2 (HUMPHREY & JEFREY.nalms. ethyl ether.sumber:www. Spectrophotometric determination of chlorophylls. Mar. PARSONS. MOOSA 1997. Fish. Chlorophyll Analysis. Sea.E. MENZEL 1963. 1972). 1962. A method for determinations of phytoplankton chlorophyll and phaeophytin by fluorescence. G. Pergamon Press. TAKASHI. STRICKLAND. Maruzen Asian Edition.S. M.S. Sumber polutan nitrogen dalam air laut. Deep Sea. (R.W. Scientific investigations. Chlorophyll. Second Edition. 2007 . Sedangkan klorofil-b berwarna hijau dalam larutan ethyl-alkohol. Perkembangan yang mutakir menunjukkan bahwa klorofil-c masih terdiri dari dua komponen. B. R. NONTJI. 10:221-231. aceton. C. Res. chloroform dan carbonbisulfide dan hitam kehijau-hijauan dalam keadaan padat. Third Edition. 1965.go. Biochemistry Journal 86: 313-318. Kandungan klorofil pada fitoplankton laut. Japan: 784 pp. klorofil mempunyai fungsi menyerap energi cahaya (kinetic energy) yang dapat digunakan dalam proses fotosintesis dan sebagai katalisator dalam proses fotosintesis. 2004. Selain sifat-sifat tersebut. T. 72 : 3-4.oseanografi. Bull.Universitas Nasional. A. HARGRAVE 1984. YENTSCH. aceton. and D. JEFFREY 1972. 1973. SIMPSON 1996. c1 dan c2.D.K. Isolasi terhadap klorofil-c merupakan hal yang tersulit dan baru berhasil dikerjakan oleh JEFFREY (1963) pada jenis alga Sargassum flavixcans MERT. dapat disimpulkan bahwa klorofil fitoplankton memiliki sifat berfluorescense dan mengabsorbsi. Academic Press. TOMASCIK. C. ANDERSON 1952. The Ecology of Indonesian Series. D. Jakarta : 50 hal. T.lipi. 1963.B. Res. The Ecology of the Indonesian Seas. sedangkan sifat absorbsi dijadikan dasar menentukan ciri-ciri dari klorofil-a. VII. and M.orgf): 8 pp. Distribution of chlorophyll and phaeophytin in the open ocean. 122: 1-171. J. A. -b. New York: 3-23.. CSIRO Austr. -b. 12 : 653666. NONTJI. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas. Skripsi Fakultas Biologi. 1. YENTSCH.id Klorofil-a berwarna hijau-biru dalam larutan ethyl-alkohol. A. New York : 61-117. CARLSON. and B. MEYER.H 1960. Biochem. Volume XXXII No. HUMPHREY. S.S. chloroform dan carbon-bisulfide dan biru-hitam dalam keadaan padat. ethyl ether. LEWIN ed. Purification and properties of chlorophyll-c from Sargassum flavicans.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->