ACARA I BIOLOGI BUNGA

A. Tujuan 1. Mempelajari struktur bunga. 2. Mempelajari saat membuka dan menutupnya bunga. 3. Mempelajari waktu tepung sari dapat berfungsi (viabel) dan stigma siap menerima tepungsari (reseptif). 4. Mempelajari tipe persilangan tanaman. B. Teori 1. PADI (Oryza sativa L.) Bunga padi merupakan suatu karangan, bunganya satu-satu dan malainya bertangkai panjang. Panjang malai dapat digolongkan menjadi: v malai pendek (20―25 cm) v malai sedang (25―30 cm) v malai panjang (30―35 cm) Bunga keluar seluruhnya dari daun bendera dalam waktu 24 jam. Munculnya malai dari booting 5―15 hari. Bunga padi berkelamin dua, pada tiap bunga terdapat daun kelopak kecil dan dua mahkota bunga yang disebut palea (sempit) dan lemma (lebar). Pada varietas yang ujung lemma berbulu panjang disebut varietas bulu sedang varietas yang lemmanya tidak berbulu disebut varietas cere. Berbeda dengan tanaman serealia lain, bunga padi mempunyai enam buah benang sari, masing-masing kepala sari beruang dua, putik bercabang dua, masing-masing berbentuk karangan yang berwarna putih sampai lembayung (violet). Bunga mempunyai dua lodiculae atau malai penggelembung yang bisa membesar sehingga mahkota akan tertekan dan membuka, yang kemudian akan mengkerut lagi. Membukanya bunga dimulai dari ujung malai sampai ke pangkal dari luar menuju ke poros. Bunga pada satu malai membuka seluruhnya dalam waktu 5―8 hari, sedangkan bunga dalam satu rumpun membuka dalam waktu 10―14 hari. Pada iklim tropis pembungaan terjadi 7―10 hari diikuti penyerbukan. Mekarnya bunga padi terjadi antara pukul 06.00―15.30 siang. Sebelum pukul 08.00 dan sesudah pukul 14.00 hanya sedikit bunga yang mekar. Pembungaan maksimun terjadi   1  

antara pukul 10.00―12.00 siang. Anthesis terjadi selama 20―30 menit.

Gambar 1. Bunga Padi Beberapa saat sebelum bunga membuka, benang sari tumbuh memanjang dengan cepat. Kotak sari membuka sebelum atau bersamaan membukanya bunga. Tepung sari dapat hidup dalam waktu pendek sesudah keluar dari kantong sarinya. Dalam keadaan normal daya hidup tepung sari hanya bertahan 5 menit setelah keluar dari kantong sari. Pada suhu kurang lebih 7°C (54°F) dan kelembaban 95% tepung sari dapat bertahan hidup selama 24 jam. Kepala putik masih mampu menerima tepung sari dua hari sesudah membukanya bunga. 2. JAGUNG (Zea mays L.) Bunga jagung berkelamin satu, bunga jantan dan bunga betina terpisah letaknya. Bunga jantan (tassel) terdapat pada ujung tanaman, sedangkan bunga betina pada ketiak daun. Pada satu batang tumbuh satu, dua, atau tiga bunga betina tergantung varietasnya. Poros malai bunga jantan merupakan kelanjutan dari batang pokok. Pada poros dan cabang-cabang malai bunga jantan terdapat pasangan-pasangan spikelet. Tiap pasang spikelet terdiri dari sessile (bertangkai pendek) dan pedicelle (bertangkai panjang). Baik sessile maupun pedicelle terdiri 2  

 

dari dua bunga. Masing-masing bunga mempunyai palea dan lemma, due lodicula dan tiga buah benangsari. Benangsari pada bunga yang letaknya lebih atas akan pecah lebih dahulu.

A  

B  

Gambar 2. (A) Skema Bunga Jantan Jagung. (B) Skema Bunga Betina Jagung

Keterangan: upper floret (uf) lower floret (lf) inner glume (ig) outer glume (og) Setiap floret terdiri atas: - lemma (l), - palea (p), - dua lodicule (tidak ditunjukkan), dan - 3 stamen (st)

Gambar 3. (A) Skema Male Inflorescence. (B) Diagram Spikelet

 

3  

Biasanya puncak pembungaan dicapai antara pukul 09.   4   . Satu malai dapat menghasilkan 2 ―5 juta tepung sari. Apabila malai terlalu basah atau kering bunga tidak akan membuka sehingga tidak menghasilkan tepung sari. tangkai putik 4. Bunga mekar pada pagi hari setelah tidak ada embun sampai siang hari. Keterangan : 1. glumae atas 8. sedangkan stigma masih reseptif sampai 14 hari.00―11. jumlah baris pada tongkol jagung selalu genap. glumae bawah Gambar 4. Pecahnya kantong sari dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. lemma bunga steril 6. Rambut yang berasal pangkal tongkol akan keluar lebih dahulu diikuti bagian yang lebih ujung. palea bunga fertil 3. Tepung sari ini dapat tetap hidup dan mampu membuahi selama 1 hari (8―24 jam). Maksimum pembungaan dicapai pada hari ketiga. Oleh karena itu. bakal buah 5. Seluruh rambut dalam satu tongkol akan keluar dalam 3―5 hari. diikuti bunga-bunga pada cabang-cabang lateral. lemma bunga fertil 2.Bunga betina (tongkol) terdiri dari beberapa baris sessile yang berpasangan. Sepasang bunga betina jagung Bunga jantan membuka dimulai dari ujung malai menuju pangkal.00. Tiap sessile terdiri dari dua bunga tetapi hanya satu bunga yang berfungsi. muncul kira-kira 1―3 hari setelah bunga jantan menghasilkan tepung sari. Periode pembungaan bervariasi 5―8 hari tergantung pada varietas. palea bunga steril 7. Bunga betina telah siap untuk diserbuki apabila telah keluar rambut pada ujung tongkol.

Pasangan bunga betina 3. letak bakal buah lebih tinggi dari dasar/pangkal benang sari dan mahkota bunganya (hypoginy). Gambar 5. Kepala putik siap menerima serbuksari pada saat pembungaan. mengelilingi bakal buah. 5 buah benang sari. berbentuk seperti bintang laut. Kelobot (seludang bunga) 2. Penampang lintang tongkol jagung 3.Keterangan: 1. Kelopak terdiri dari 5 helai daun kelopak yang saling berikatan. Pembungaan terjadi pada pagi hari. TOMAT (Solanum lycopersicum) Bunga tomat adalah bunga lengkap. Mahkota bunga terdiri dari 5 helal berwarna kuning. Bunga tomat   5   . Stylus (rambut jagung) Gambar 5. tangkai sari kecil dengan kepala sari besar.

KAPAS (Gossypium sp.) Bunga kapas mempunyai 5 daun mahkota yang saling berlekatan pada bagian bawahnya sehingga berbentuk seperti tabung dan 3 daun kelopak (sepala). kuning atau ungu. Saat membukanya bunga bervariasi tergantung dari varietas dan suhu. Bakal buah terdiri dari 3―5 ruang dan masing-masing kepala putik terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan jumlah ruang di dalam bakal buah. Setelah satu hari (setelah penyerbukan) warna bunga berubah menjadi merah jambu dan akhirnya merah.4. Gambar 6. biasanya timbul satu hari sebelum penyerbukan. Kepalasari akan pecah setelah bunga membuka. Kepala putik (stigma) reseptif segera setelah bunga membuka. Mahkota bunga (petala) berwarna putih. Tangkai-tangkai sari saling bergabung membentuk suatu tabung yang mengelilingi putik. Untuk tipe Asia. Bunga yang letaknya dekat batang pokok akan membuka lebih dahulu diikuti bungabunga yang letaknya lebih ke ujung. Pada satu bunga terdapat 100―150 benang sari.00―10. Pembuahan terjadi kirakira 30 jam setelah penyerbukan. Bunga Kapas   6   .00 sedang untuk tipe Amerika membuka lebih awal. bunga membuka antara pukul 08. Tepung sari dapat bertahan hidup selama 12 jam.

KAKAO (Theobroma cacao) Kakao adalah tanaman berbunga tunggal (planta uniflora). Kelopak berguna sebagai pelindung bunga. Kelopaknya (calyx) berwarna putih dengan panjang 6―8 mm. (A). Bunga terletak pada ujung batang (flos terminalis). Staminodia berwarna ungu tua. Bunga kakao seringkali dinamakan bunga lengkap karena mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas kelopak (calyx) dan mahkota (corolla). Bunga Kakao (B). yaitu tanaman yang hanya menghasilkan satu bunga saja. Bakal buahnya (ovarium) beruang banyak (multilocularis) yaitu bakal buah yang tersusun atas banyak daun buah yang berlekatan dan membentuk banyak sekat-sekat sehingga terjadi banyak ruang-ruang.5. yaitu bunga yang padanya terdapat benang sari maupun putik. Posisi Bunga Kakao di Pohon   7   . Benang sarinya (stamen) berbentuk periuk. Mahkota bunganya (corolla) mempunyai panjang 8―9 mm. Bunga pada tanaman coklat memiliki kelamin dua (hermafrodit). Gambar 7.

Koleksi Kebun Raya. Amati morfologi bunga masing-masing jenis tanaman yang digunakan sebagai preparat praktikum. Morfologi dan Biologi Perbungaan Gandapura. Gunakan loupe untuk mengamati bagian-bagian bunga yang kecil. F. McSteen and Hake. ICRISAT. Murty. Bogor. India.   8   . Taboand O. Development 128. Development 129:2629―2638.:2881―2891. Laudencia-Chingcuanco and Hake. Oxford. barren inflorescence2 regulates axillary meristem development in the maize inflorescence.M. D. Identifikasilah tentang saat membuka dan menutup bunga. Calcutta. 2001. A. 1992. J. Biologi Bunga. tipe penyerbukan bunga berdasar struktur bunganya. 41. Buletin Kebun Raya Indonesia 8.C. Konfirmasikan hasil identifikasi saudara dengan informasi pustaka rujukan yang relevan. A. 2. Darjanto & Siti Satifah. 2001. Blackwell Science. Genetics and Breeding of Rice 2. Crop Sci. Wood. and D. 1994.. Cara kerja 1. Borthakur. M. saat viabilitas pollen dan reseptivitas stigma.S. Lass. The indeterminate floral apex1 gene regulates meristem determinacy and identity in the maize inflorescence. 1972. 1964. R. Poellman. 1996. Sorghum Hybrid Seed Production and Management. and R. 3. Oxford & IBH Publishing Co. Pustaka Chandraratna. Breeding Asian Field Crop. Inf. diagram bunga serta rumus bunganya. E. Gambar bunga lengkap dengan bagian-bagiannya. Bull. Ajayi. Rachman. Cocoa. R. 2002. G.

TAMBAHAN GAMBAR BUNGA JAGUNG anther bracts enclosing a pair of flowers and forming a spikelet Part of male inflorescence   9   .

 Mackean     .anther stamens not yet out   bracts stamens hanging out of flower inflorescence stalk   Male flowers Section through pair of male flowers   feathery stigmas feathery stigma   style ovary   leaf ovule ovary bracts   Longitudinal section through female flower inflorescence stalk Female inflorescence 10   Longitudinal section   through female inflorescence ©  D.G.

ACARA II VIABILITAS DAN PERKECAMBAHAN POLEN A. Mempelajari metode pengamatan viabilitas polen. 1991). Pengujian Viabilitas Polen Salah satu metode pengujian viabilitas polen adalah dengan pewarnaan. sementara polentidak viable(unviable) tidak menyerap warna. 3. kemudian jumlah polen mikroskop. Larutan viabel polen dan kemudian tidakviabel dimasukkan dihitung dalam dibawah hemacytometerslide. dan berkecambah jika berada dalam kondisi yang menguntungkan. Anther-anther dikumpulkan dan dimasukkan dalam larutan yang mengandung pewarna seperti acetocarmin atau aniline blue. B. Dudash. Teori Polen mempunyai peran sangat penting dalam aliran gen khususnya pada tanaman menyerbuk silang. Menghitung viabilitas polen tanaman sampel dan kemampuan polen untuk berkecambah. salah satunya dengan mengukur viabilitas polen.Polen viabel akan berubah menjadi biru. Hal ini untuk mendapatkan indikasi kemampuan polen dalam menyebarkan sel sperma pada embrio sac selama proses penyerbukan-pembuahan. Tujuan 1. Kualitas polen biasanya dilihat dari viabilitas polen yaitu proporsi polen yang viabel. berkembang.. 2. Uji X-galuntuk menentukan kandungan β-galactosidase (enzimyang terlibat dalam degradasi laktosa)(Atiaksheva et al. 1974. Viabilitas polen didefinisikan sebagai kemampuan polen untuk hidup. 11   . Viabilitas polen dapat diukur dengan beberapa cara (Stanley and Linskens. Mengetahui bentuk polen beberapa tanaman.. Polen viabel atau potensial viabel menyerap warna. Pengukuran tingkat risiko sangat penting sebelum transgenik dilepas.Pengecatan/pewarnaan lain adalah: 1. 1985. Heslop-Harrisonet al. Jumlah dan kualitas polen yang diproduksi oleh bunga merupakan komponen utama yang menentukan keberhasilan dalam penyerbukan. 1984). namun metode yang umum digunakan adalah dengan pewarnaan dan menghitung secara langsung (Barrett. 2000). Hal ini juga sangat penting pada tanaman transgenikkarena berkaitan dengan penyebaran serbuksari tanaman transgenik pada varietas lain dalam spesies yang sama.

Perkecambahan polen Buatlah larutan media perkecambahan polen dengan komposisi: 12% (w/v) sukrosa. Polen dianggap berkecambah. polen ditumbuhkan pada media khusus. lebih kecil dan berwarna gelap. C. Cara kerja: 1. Polen viabelberubah menjadi pink gelap. Larutan Lugol terdiri dari iodindan potassium iodida.. polen dikecambahkan pada stigma tanaman. Sedangkan in vivo. Perkecambahan polen in vitro. Tentukan berapa persen polen yang viabel. 1. Larutan Lugoluntuk mendeteksi kandungan tepung dalam polen. 2004). Polen diambil dengan pipet dan diletakkan dalam object glass dan diwarnai dengan acetocarmin.3. jika tabung polen lebih dari diameter polen itu sendiri (Wang et al. 0. Di dalam perkecambahan in vitro.Tabung putik dicat dengan 0. Polen segar yang dipanen kemudian ditumbuhkan dalam medium yang mengandung sukrosa.2. jika berbentuk bulat dan berwarna kuning. dan kalsium nitrat. Polen viabelberubah menjadi hitam. 12   .01% (w/v) H3BO3.05% aniline bluedalam bufferpotasium fosfat (K2PO4) buffer selama 2―3 menit. Polen diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10× atau 40×. Stigma diletakkan dislide mikroskop setelah stigma diserbuki dan diinkubasi pada suhu ruang dengan kelembaban tinggi selama ± 40 menit tergantung pada spesies. yang dapat dibagi menjadi dua bagian.Polen ditumbuhkan dalam lingkungan yang lembab dan suhu 20oC. Perkecambahan polen in vivo. 2. asam borat. Viabilitas polen Polen dikumpulkan dari bunga yang baru saja mekar dan ditampung dalam petri dish atau wadah yang lain. 3. 1998). Tabung putik kemudian dipotret dibawah sinar UV (Kedar & Clyton.4 dengan penambahan 0. Perkecambahan tabung polen Pengujian perkecambahan dapat dilaksanakan untuk mengukur viabilitas polen. Polen diambil dan ditumbuhkan pada permukaan stigma. 2.5-triphenyl tetrazolium chloride (TTC) atau dengan 2. Pengujian kandungan dehydrogenase(suatuenzim) menggunakan 1% larutan2. pH medium diatur sekitar 6. Polen masuk dalam kategori fertil.5-diphenyl monotetrazolium bromide (MTT) dalam larutan 5% sukrosa. Polen difiksasi dengan acetic acid athyl alchohol (1:3 v/v) selama satu jam dan kemudian dimasukkan dalam 70% ethyl alcohol sampai digunakan.1 M NaOH. • Hitunglah jumlah polen yang viable dan unviable lima sampel pemotretan pada posisi berbeda dari masing-masing object glass. sedangkan polen yang tidak hidup (unviable) berbentuk kisut. Ada dua pengujian utama.1 M HCl atau 0.

Wu. M. Heslop-Harrison. and management. Pustaka Barrett. 1984. Boron influences pollen germination and pollen tube growth in Picea meyeri. R. Shivanna. USA. Ukurlah panjang tabung polen yang terbentuk. Pengamatan dilakukan dibawah mikroskop perbesaran 40×. R. Q. Y.500 polen/1 ml medium. X. Floral trimorphism and monomorphism in conti-nental and island populations of Eichhornia paniculata. and K. 1974. H. SpringerVerlag. New York. Li and J. L. Amati setiap jam untuk mengetahui tahap perkecambahan polen dan ukurlah panjang tabung polen. 1991. Lin. R. Biological Jour-nal of the Linnean Society 25: 41–60 Stanley. biochemistry. Kultur polen diinkubasi dalam ruang bersuhu 25oC diatas shaker dengan kecepatan 100 rpm. Lu. Rekamlah sebanyak 5 kali pada posisi yang berbeda dari masingmasing obyek. 2003.Kepadatan polen diatur 1. Linskens. Tree Physiology 23:345–351 13   . Ecology 72: 1004–1012 Wang.. C. Theoretical and Applied Genetics 67: 367–375 Dudash.. and H. Pollen: biology. New York. • Hitunglah polen yang berkecambah pada lima posisi slide yang berbeda. Y. Plant size effects on female and male function in hermaphroditic Sabatica angularis (Gentianaceae). J. and a further appraisal of the fluoro-chromatic (FCR) test procedure. 1985. G. Heslop-Harrison. F. S. The evaluation of pollen quality.

kantong kertas. Alat Pinset dan forcep hibridisasi. Hibridisasi dapat dilakukan pada tanaman allogami atau pun autogami karena pada tanaman autogami bunganya lengkap. Misalnya pada tanaman berumah dua akan selalu terjadi peryerbukan silang karena bunga jantan dan betina terletak pada tanaman yang berbeda. Untuk mencegah terjadinya penyerbukan silang maka bunga yang belum mekar dibungkus dengan kantong. Demikian juga pada tanaman berumah satu dapat terjadi penyerbukan silang.   14   .ACARA III PERSILANGAN TANAMAN A. pentil sepeda. maka dapat diserbuki dengan tepung sari dari bunga yang berasal dari satu tanaman atau tanaman lain sejenis (yang dikehendaki). Tujuan Mengetahui teknik kastrasi dan hibridisasi serta aplikasinya di lapangan B. Pengaruh keadaan tingkungan seperti suhu dan kelembaban dapat membantu penyerbukan silang. label. loupe. bunga tanaman induk betina harus dikastrasi. Sebelum melakukan hibridisasi. tabung air panas. Bahan Tanaman yang sedang berbunga D. gunting. Apabila hendak melakukan penyerbukan sendiri. Hibridisasi yaitu menyilangkan dua tanaman atau lebih yang mempunyai sifat genetis berbeda. tetapi pada beberapa jenis tanaman dapat juga terjadi penyerbukan silang. sebaliknya pada tanaman allogami. maka bunga betina harus dibungkus dengan kantong sebelum putik masak sehingga saat kepala putik siap untuk diserbuki (reseptif) dapat dilakukan penyerbukan dengan tepung sari dari tanaman lain yang sejenis. Penyebukan sendiri (selfing) pada tanaman autogami mudah terjadi karena sifat bunga yang membantu terjadinya penyerbukan sendiri. Pada tanaman autogami bunga betina dan bunga jantan terpisah sehingga tidak perlu dilakukan kastrasi pada bunga betina. jarum preparat. Pada kapas penyerbukan silang terjadi 5―25%. maka persilangan secara alami harus dicegah dengan cara membungkus bunga betina sebelum terjadi penyerbukan. Untuk mencegah persilangan yang tidak diinginkan (out-crossing). vacuum emasculator. C. Setelah kepala putik masak (reseptif/siap menerima tepung sari). kuas pengumpul tepung sari. Teori Tanaman autogami atau tanaman menyerbuk sendiri adalah tanaman yang >95% keturunannya merupakan hasil penyerbukan sendiri. struktur bunga mendorong terjadinya penyerbukan silang.

Potong seluruh malai kemudian masukan pangkal malainya ke dalam botol yang berisi air dan letakkan pada tempat yang langsung terkena sinar matahari agar bunganya mekar serentak. Cara kerja 1. f. kemudian malai dibungkus dengan kantong plastik putih (glassine bag). kemudian pilih malai yang akan diserbuki atau disilangkan. Penyerbukan sendiri dilakukan dengan membungkus seluruh malai dengan kantong kertas. 4) Hot water treatment Seperti diketahui bahwa alat kelamin betina lebih tahan panas dibanding alat kelamin jantan. dipilih malai yang akan digunakan tepung sarinya (pejantan). Kantong bunga yang sudah dikastrasi dibuka dan malai parental jantan (yang bunganya sudah membuka) digoyang-goyangkan di atas bunga-bunga yang 15     . Kastrasi dengan clipping dan sucking method dilakukan sore hari. tutuplah dengan kantong kertas diberi label dan pagi hari berikutnya saat bunga mekar dilakukan hibridasi. PADI a. Bunga yang telah mekar (di bagian ujung malai) dan yang akan mekar (di bagian pangkal malai. 3) Sucking method Ujung bunga dipotong seperti pada clipping method kemudian benang sari diambil menggunakan pompa hisap (vacuum emasculator). Potong daun bendera untuk mempermudah persilangan. Keesokan harinya pada saat pembungaan. biasanya berwarna kuning pucat sampai putih) dibuang. kemudian diberi label yang memuat informasi nama varietas. Pegang kedua ujung sekam (lemma dan palea) dengan hati-hati dan tekan sehingga membuka sebelah. Masukkan malai ini ke dalam termos berisi air panas dengan suhu 42―44°C selama 5―10 menit (tergantung varietas). d. Usahakan menggunakan parental jantan yang mempunyai sifat dominan sehingga dapat segera diketahui hibrida-hibrida yang benar pada fase bibit tanaman F1. lalu 6 benang sari diambil dengan hati-hati menggunakan pinset. Bidang potong miring ke bawah ke arah lemma. e. b. Pilih tanaman yang sehat. buang bunga yang telah mekar maupun yang terlaiu muda. Setelah kastrasi selesai. c.E. Pilih malai/bunga yang cukup masak untuk disilangkan yaitu pada saat tinggi kepala sari berukuran kira-kira setengah panjang bunga (lemma/palea). 2) Clipping method Potong 1/3―1/2 bagian dari ujung palea dan lemma sehingga kepala sari kelihatan. tanggal pelabelan dan identitas praktikan. Kastrasi pada padi dapat dilakukan dengan beberapa metode: 1) Forcing method Bunga dibuka dengan paksa secara hati-hati melalui lemma dan palea mengunakan sebuah jarum atau pinset. Pilih satu malai yang baik. Benang sari dibuang menggunakan pinset. g.

g. Apabila rambut sudah terlalu panjang dapat dipotong dengan pisau/gunting agar rata. b.sudah dikastrasi. e. JAGUNG a. b. d. e. Untuk penyerbukan sendiri bunga cukup dibungkus dengan kantong kertas agar tidak terjadi persilangan. Kantong ditutupkan kembali pada tongkol yang telah diserbuki. Kantong ditutup kembali dan diikat serta diberi label persilangan. kemudian daun-daun mahkota dipotong untuk memudahkan kastrasi. Setelah diperoleh tepung sari. 2.30 kemudian langsung dilakukan penyerbukan. tangan supaya bersih dari tepung sari tanaman lain agar tidak terjadi penyerbukan oleh tepung sari asing yang tidak dikehendaki. c. dan nama praktikan. Pengambilan harus hati-hati agar tidak merusak putik. f. meliputi informasi tentang nama tetua betina. Tepung sari yang akan digunakan untuk menyerbuki (pejantan) diambil dari tanaman lain dengan memakai alat penghisap plastik atau dapat juga digunakan batang padi yang telah dipotong-potong sepanjang 5 cm dan sebelah ujungnya ditutup. c. nama tetua jantan. diberi klip dan label persilangan yang dibuat. Kastrasi dilakukan pada pagi hari antara pukul 08. kemudian tepung sari ditaburkan di atas permukaan potongan rambut tersebut.     16   . Dipilih bunga yang akan disilangkan. batang padi yang berisi tepung sari tersebut dimasukkan pada tangkai putik. Benang sari diambil dengan pinset. d. f.30― 10. Tongkol ditutup dengan kantong dari kantong plastik putih (glassine bag) sebelum rambut keluar dari ujung tongkol. tanggal kastrasi. KAPAS a. daun kelopak ditangkupkan kemudian diikat. Untuk persilangan digunakan tepung sari dari tanaman yang lain. tanggal persilangan. Setelah semua rambut-rambut muncul. g. bunga jantan (tassel) dibungkus dengan kantong yang kuat (tassel bag) untuk mengumpulkan tepung sari. Pilih tanaman yang akan diserbuki sendiri dan disilangkan. h. Agar tetap melekat pada kepala putik. 3. Pada waktu melakukan persilangan. Keesokan harinya kantong yang telah berisi tepung sari diambil dengan hati-hati dan digunakan untuk menyerbuki tongkol yang sudah siap menerima tepung sari (reseptif).

c. Dari tanaman tetua jantan. Sobek bagian tepi bendera. Bungkuslah karangan bunga yang sudah dikastrasi dengan kantong kertas e. b. c. Keluarkan tunas dan sayatlah sebagian dari bagian yang tampak. tekan ke bawah salah satu sisinya dengan ibu jari sehingga 10 benang sarinya (9+1) tampak dan buanglah dengan hati-hati menggunakan pinset. kalau perlu dilindungi dari terik matahari dengan potongan daun. 5. buang bendera dan sayap mahkota. Dipilih bunga yang akan mekar pagi hari berikutnya. b. tanggal kastrasi dan hibridisasi dan nama praktikan. Pegang bunga yang akan dikastrasi dengan ibu jari dan jari telunjuk dengan tunas menghadap kemuka. tusuk dengan jarum agar pecah. Bungkus bunga yang telah dikastrasi dengan kantong kertas. Beri label yang memuat informasi tentang : nama persilangan. Ambil tunasnya yang berisi putik benang sari. d. kemudian taburkan (tekatkan) di atas kepala putik yang telah masak (ditandai oleh kemilau bila kena cahaya/matahari). Bunga yang telah diserbuki dibungkus kembali dan diberi label persilangan. Bungkus bunga yang sudah diserbuki. Pengambilan benang sari harus hatihati agar tidak merusak putik. g. turunkan salah satu sayap dan satu sisi benderanya. Kembalikan daun-daun bunga pada posisi semula. Buang semua benang sari menggunakan pinset. d. e. TOMAT a. Pilih karangan bunga yang sehat. TANAMAN BERBUNGA KUPU-KUPU (Famili Legum) a. Gunakan tangkai putik sebagai kuas untuk memindah tepusari yang mulai berhamburan ke putik bunga yang sudah dikastrasi f. nama tetua jantan dan betina. buang semua bunga yang tertalu tua (telah terserbuki) dan yang terlalu muda. kumpulkan tepung sarinya.4. Kumpulkan kepala sari dari tanaman lain. Hibridisasi dilakukan pada dini hari berikutnya.   17   .

misalnya serangga namun frekuensinya sangat rendah. Pada bunga anggrek yang mempunyai zat perekat (discus viscidis) pada putiknya lebih mudah mengalami penyerbukan. warna bunga merah bibir lebar pada Onchidium pulchellum. Jatuhnya serbuk sari ke kepala putik akan menyebabkan terjadinya penyerbukan. Vanda dearei   18   . Agar memperoleh hasil seperti apa yang diharapkan.) Anggrek termasuk tanaman hias yang menghasilkan bunga sehingga kualitas bunga menjadi tolok ukur keunggulan anggrek.6. bentuk dan warna bunganya. tanaman anggrek digolongkan menjadi dua yaitu polinia (tidak memiliki zat perekat) dan polinaria (memiliki zat perekat). Alat kelamin jantan/serbuk sari dan betina terletak pada satu tempat. Misalnya. Penyerbukan dapat terjadi secara alami. Berdasarkan keberadaan zat perekat pada putiknya. Anggrek hibrida yang berbunga bagus (bentuk dan warna) biasanya merupakan hasil persilangan dari dua tetua terpilih yang didasarkan pada ukuran. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis Blume) (Dendrobium sp. berdaun dua pada Cattleya sp. tetapi dipisahkan oleh selaput opercolumn. kepenuhan tandan bunga oleh Phalaenopsis schilleriana. Anggrek dengan bunga yang khas dan bagus mempunyai nilai jual yang tinggi. ANGGREK (Famili Orchidaceae) Anggrek termasuk tanaman yang berkelamin ganda (hermafrodit) yang dicirikan oleh serbuk sari dan putik terdapat pada satu bunga. Di samping itu pola pewarisan (dominansi) sifat juga perlu diketahui untuk mempermudah prediksi karakteristik bunga pada keturunan hasil persilangan. maka penyilang harus memahami sifat-sifat kedua induk yang akan disilangkan. sifat dominan dimiliki oleh warna kuning pada bunga Vanda dearei.

Bunga yang tidak gugur dan berkembang membentuk buah merupakan ciri keberhasilan persilangan. anggrek hibrida diharapkan mempunyai sifat-sifat baik dari kedua induknya seperti kombinasi warna. 2. Tempelkan ujung tusuk gigi yang basah dengan hati-hati.   Bagian-bagian bunga anggrek   19   . 4. Jadi. 3.Tetua betina sebaiknya dipilih induk yang mempunyai bunga yang kuat. atau gugur. bentuk. Bukalah ujung column bunga sehingga akan terlihat pollinnia yang berwarna kuning. tidak hujan. 7. juga perlu dipertimbangkan agar tanaman hibrida tumbuh kuat dan rajin berbunga. Teknik persilangan sesuai prosedur berikut : 1. dan kelembaban rendah. 5. tidak cepat layu. Di samping itu. Pelabelan dengan kode persilangan sebagai identitas tanaman hasil persilangan. Masukkan pollinia yang berada pada ujung tusuk gigi ke dalam kelamin betina/kepala putik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyilangan anggrek yaitu penyerbukan sebaiknya pada pagi hari. sedangkan gen pada nukleus keturunannya merupakan gabungan dari kedua induknya. waktu persilangan. dan tahan lama. 6. Tetua betina akan berkontribusi penuh pada sitoplasmik keturunannya. Pilih bunga yang telah membuka penuh dan dalam keadaan segar pada tanaman yang sehat dan kuat. Ketrampilan menyilangkan merupakan faktor yang dapat diatasi dengan selalu praktik. kualitas serbuk sari. kondisi tanaman sehat dan cukup air. Hitunglah persentase keberhasilan persilangan. Buanglah lidah bunga agar tidak dikunjungi serangga. ukuran maupun jumlah bunga yang diinginkan. Keberhasilan persilangan ditentukan oleh beberapa faktor antara lain umur bunga betina. Ambil tusuk gigi atau lidi dan masukkan ke dalam kelamin betina (gymnostemium) sehingga ujungnya basah oleh perekat yang berwarna putih. kelembaban udara dan suhu.

1964. R. 1979. M.Pustaka Anonim . A Course Manual in Plant Breeding. Knight.   20   . 2003. Practical in Plant Breeding 2nd ed. Genetics and Breeding of Rice. Chandraratna. 1979. Brisbane. M. Agromedia Bhandari. F. Oxford & tBH Publishing Co. Autralian Vice Chancellor Committee. M. Anggrek: Bunga dengan Aneka Pesona Bentuk & Warna. New Delhi.

jagung. 2. tebu memiliki jumlah kromosom lebih dari 2𝑥 . Mengetahui ciri-ciri tanaman poliploid.ACARA IV POLIPLOIDISASI A. Organisme yang memiliki set kromosom lebih dari sepanga disebutorganisme poliploid. yaitu tanaman poliploid dimana jumlah kromosomnya merupakan kelipatan (penggandaan) yang sempurna dari haploidnya. Berdasarkan cara bergandanya kromosom tanaman poliploid dibedakan atas: 1. yaitu tanaman polyploid dimana jumlah kromosomnya merupakan kelipatan (penggandaan) yang tidak sempurna dari haploidnya. Tujuan 1. Teori Poliploidi adalah peristiwa organisme memiliki set kromosom (genom) lebih dari sepasang. Euploid. Contoh Nulisomi Trisomi Monosomi = 2 𝑥 –2 = 2𝑥 +1 = 2𝑥 –1   21   . Mengetahui pengaruh pemberian Colchicinepada tanaman. Mengetahui cara penggandaan kromosom pada tanaman. Contoh : 3𝑥 = triploid 6𝑥 = heksaploid 4𝑥 = tetraploid 8𝑥 = oktaploid 2. Sel-sel tanaman normal biasanya dikatakan bersifat diploid (2n=2𝑥 ) dan mempunyai jumlah kromosom tertentu. B. 𝑥 adalah bilangan dasar kromosom.Telah diketahui bahwa banyak diantara tanaman pertanian sekarang ini serperti: padi. Usaha-usaha yang dilakukan orang untuk menghasilkan organisme poliploid disebut sebagai poliploidisasi. gandum. 3. Aneuploid. kapas.

petir. Randolph dalam usahanya memperoleh tanaman polyploid menggunakan suhu ekstrem tinggi dan ektrem rendah secara bergantian pada perlakuan tanaman cerealia. Pada jaringan yang diperlakukan diperoleh pertumbuhan regenerasi dari kalus yang sel-selnya ternyata poliploid. b. Colchicine.Berdasarkan proses terjadinya tanaman poliploid dapat dibedakan sebagai berikut: a. Indol Acetic Acid sudah lama dipergunakan untuk maksud tersebut di atas. Bila persilangan tersebut terjadi antara 2 jenis tanaman dengan jumlah kromosom yang berbeda akan menghasilkan tanaman amphidiploid. Tanaman yang demikian ini disebut tanaman yang bersifat autopolyploid. Secara alami Kehidupan tanaman banyak dipengaruhi oleh proses-proses alam. 2) Cara Fisis Penggunaan sinar Röntgen . Secara buatan 1) Cara mekanis yaitu dengan jalan grafting Winkler melakukan grafting pada tanaman famili Solanaceae. Centrifuge dengan intensitas tertentu tenyata dapat menghasikan individu-individu poliploid pada jenis-jenis tanaman tertentu. 3) Cara Kemis Penggunaan bahan kimia dalam poliploidisasi bukan merupakan hat baru lagi. Di samping itu. banjir. Acenaptheen. Kejadian ekstrim seperti suhu yang amat rendah atau tinggi. dan lain sebagainya. Khususnya Colchicine adalah merupakan alkaloid yang sangat efektif dalam poliploidisasi. Colchicine adalah suatu alkaloid yang diisolir dari tanaman Colchicina autumnale (famili Liliaceae) terdapat dalam biji-bijian dan umbinya. Rumus kimia: C22H25O6N   22   . Tanaman yang demikian ini disebut tanaman yang bersifat allopolyploid. ada tanaman-tanaman yang bergandanya jumlah kromosom karena terjadi persilangan dengan tanaman yang sejenis atau sekeluarga. merupakan proses alam yang memungkinkan tanaman mengalami penggandaan jumlah kromosom dengan sendirinya.

artinya di dekat titik tumbuh.5 %. sebab pada jaringan tua boleh dika tidak punya pengaruh. tetapi tetap tinggal di tengahtengah sebagai pasangan (ski)-ini specifik pada C-mitosis. Saat dan lama pemberian harus efektif. jadi hanya berhenti pada fase metafase. 4. 23     . Dengan demikian maka fase-fase pembelahan mitosis tidak normal.Rumus bangunnya: Mekanisme Colchicine dalam poliploidisasi adalah denganmenghalang-halangi terbentuknya benang spindel seperti pada pembelahan mitosis yang normal (Ludford) karena tidak terbentuk benang spindel pada pembelahan mitosis yang dipengaruhi Colchicine (CMitosis) ini. Tanaman harus dalam kondisi optimum. Dengan demikian terjadilah yang tetraploid atau polyploid. Pada biji-bijian (cereal) Cara termudah yaitu dengan merendam biji-biji sebelum berkecambah di dalam larutan colchicine 0. maka kromosom anak tidak bergerak ke kutub-kutub set. selama 1―6 hari. Cara perlakuan dengan Colchicine: 1. Benang-benang plasma yang membentuk benang spindel yang dianggap terjadi karena mengentalnya sitoplasma. 2.05―1. agar diperoleh hasil yang sebaik-baiknya. Konsentrasi harus efektif. tidak terbentuk akibat pengaruh Colchicine. tidak terjadinya benang spindel disebabkan oleh karena Colchicine yang diberikan menyebabkan sitoplasma menjadi cair. 3. Pembelahan set akan kembali normal apabila pengaruh colchicine telah hilang. Colchicine hanya diberikan pada bagian meristematis. Beberapa cara pemberian Colchicine: 1. Menurut Wellensick.

. Pengaruh poliploid pada morfologi dan anatomi Tanaman-tanaman poliploid dibandingkan dengan tanaman diploid. Disuntikkan dengan alat penyuntik atau disemprotkan.2000). lalu ditempelkan pada tunas. gosokkan pada ujung batang dan pada kuncup-kuncupdari cabang yang akan tumbuh. Nyman and Wallin. Colchicine + agar. 1993). Ukuran tanaman lebih besar dan daun lebih tebal sebagai akibat dari ukuran sel yang lebih besar (Condorosi et al. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa tingkat ploidi menentukan ukuran sel. 2010) dan berkorelasi dengan ukuran sel seperti terjadi pada gandum.2. 3. 2008).. 2010). dan secara tidak langsung juga 24     . Pada bibit Biji dikecambahkan pada kertas saring atau kapas. Endoreduplikasi dan poliploidisasi menyebabkan ukuran sel tanaman lebih besar terjadi pada banyak jenis tanaman. sementara pada kentang peningkatan ukuran sel palisade dan jumlah kloroplas menurunkan jumlah sel dan frekuensi stomata (De.. cabe dan disamping juga menghasilkan sistem perakaran yang lebih baik (Kulkarni and Borse. 1987. lalu ditetesi larutan Colchicine dengan pipet. dan mampu mengatasi ketidaksesuaian antar spesies (Mehetre et al.. Karakter tanaman poliploid tampak berbeda dengan diploid yaitu tanaman lebih besar dan daun lebih tebal. Pada tanaman yang lebih tua (dewasa) Untuk ini ada berapa cara antara lain : a. Hasil penelitian tentang poliploidisasi menunjukkan bahwa jumlah kloroplas per sel meningkat dengan peningkatan tingkat ploidi (Winarto et al. e. seperti terjadi pada bunga Alyssum maritimum.Maine. Ujung tanaman diletakkan dan dicelupkan dalam larutan Colchicine b. strawberry (Simon et al. Titik tumbuh ditempeli kapas. lalu titik tumbuh ditetesi/dimasukan (direndam) dalam larutan Colchicine dengan bermacam-macam cara. 1987). toleran terhadap cekaman abiotik (Kulkarni et al. d. cabe dan widuri (Calotropis) yang dibudidayakan. Peningkatan ukuran sel penjaga meningkatkan ukuran lubang stomata. maka akan dapat dibedakan dengan jelas sifat mikroskopis maupun makroskopisnya. Frekuensi stomata juga menurun secara nyata sampai 50―60% dibandingkan genotipe tanaman poliploid tomat. Colchicine + lanolin. c. 2002).

Analisis kromosom selama terjadi pembelahan sel meiosis menunjukkan tingkat fertilitas dan memungkinkan untuk memprediksi viabilitas polen. 2010) tetapi tidak terjadi pada kentang (De.. jarak stomata lebih rapat. panjang akar primer yang panjang.meningkatkan jarak antar stomata pada tanaman poliploid sedangkan pada tanaman yang dibudidayakan jumlah stomata lebih banyak. Pada biduri. 2010).Maine. sedangkan pada tanaman tipe liar (bukan poliploid) mempunyai panjang stomata 24―28 µm dan lebar 12―18 µm. Enam tanaman tetraploid terseleksi memiliki sistem perakaran yang kuat. et al. poliploid meningkatkan ukuran sel penjaga stomata dengan panjang 36―40 µm dan lebar 18―28 µm. 1987). Beberapa tanaman poliploid cabe menghasilkan hasil yang lebih tinggi (Kulkarni and Borse. Pollen. ukuran stomata lebih kecil yang secara langsung berperan pada evapotranspirasi yang lebih tinggi. stomata serta sel-sel tanaman polyploid tebih besar ukurannya dan jumlah kromosomnya lebih banyak dari pada tanaman diploidnya.   25   . Abnormalitas meiosis adalah gejala umum yang banyak diamati pada gandum seperti ketidakteraturan segregasi kromosom dan menurunkan persentasi viabilitas polen (Rezaei. dan akar lateral yang lebih rapat.

dan ukur lebar dan panjang stomata).C. amati polen dibawah mikroskop dengan pengecatan menggunakan acetocarmin. Hitunglah jumlah stomata per satuan luas. Cara kerja 1. 6. Biji direndam 12 jam dalam suhu ruangan. Identifikasi tanaman yang mempunyai morfologi menyimpang. Analisis data dari tanaman normal dan yang diduga poliploid dianalisis dengan uji t α=5% (jumlah stomata.     26   . 4. 5. kemudian direndam dalam larutan colchisin selama 6 jam kemudian disebar dalam media yang telah disediakan. Lakukan hal yang sama dari no 3―6 pada tanaman normal (diploid). yaitu daun tebal. Ambillah kutek/cat kuku dan oleskan pada bagian bawah daun pada saat matahari sedang bersinar penuh. Ukurlah diameter polen dan bandingkan tanaman diploid dan poliploid. tumbuh lebih lambat. ukur lebar dan panjang stomata. dan kerapatan stomata. Buat tanaman poliploid dengan menggunakan kangkung (Ipomoea reptans) atau bayam (Amaranthus tricolor) sebagai tanaman model. 7. Diskripsikan tanaman tersebut. Perawatan sesuai dengan standar dengan pemberian pupuk dan pestisida jika diperlukan 3. batang besar. Ambil isolasi secara pelan-pelan untuk mengambil lapisan jaringan epidermis. 8. 2. Jika tanaman sudah berbunga. Setelah dibiarkan beberapa menit dan kering kemudian tempelkan isolasi pada daun yang telah diolesi kutek. 9. kerapatan stomata. Tempelkan pada objek gelas dan amati dibawah mikroskop.

Apa Colchicine itu? Gunanya? Rumus molekul dan rumus bangunannya bagaimana? 3.IV. Pertanyaan 1. Sebutkan senyawa kimia lain yang berfungsi seperti Colchicine? 4. Hal-hal apa yang perlu diperhatikan bila kita akan menggunakan Colchlcine agar diperoleh hasil yang baik? 5. Bagaimana pengaruh Colchicine terhadap bahan yang diperlakukan apabila konsentrasi kurang/lebih dan bila waktunya kurang/lebih?   27   . Mengapa pada pembelahan sel C-mitosis tidak terjadi fase anafase ? 2.

S. A. De.. II International Strawberry Symposium. M. Vol XXI no 1. Kulkarni. 1979. Australian ViceConcellors Committee. 1947.J. Winarto. (Skierniewice.Avery & Johnson. Meiotic behaviour of tetraploid wheats (Triticum turgidum L. A. Induced polyploidy in Gossypium: A tool to overcome interspecific incompatibility of cultivated tetraploid and diploid cottons. and T. Levant & Albert. Preliminary notes on somaclonal variation of strawberry. W. Simon I. Ploidy screening of anthurium (Anthurium andreanum Linden ex André) regenerants derived from anther culture. Borse. 32 1992 Bul. A. T. Agr. Nyman M. 1989.). Journal of Genetics 89:401-407. Somaclonal variation in protoplast-derived strawberry plants.Pustaka Allard. A. Annual Report 1979/1980. Induced polyploidy with gigas expression for root traits in Capsicum annum (L. M. S. R. 1987. Mattjik. 1966. New York. Patil. Plant Breeding 129:461-464. 2003. A. Hormon and Horticulture. A Course Manual In Plant Breeding. V. V. B. Gawande. And A. Australia (AAUCS) Appendix 2. da Silva. Acta Horticulturae 348. Principles of Plant breeding. Knight. their chromosome-doubled derivatives and parthenogenic tetraploid parents. Racz E & Zatyko JM.B. Current Science 84: 1510-1512. Potato Research 30: 253-266. R. Poland) 14:154-155. John Wiley & Sons Inc. M. London. Arzani and B. Scientia Horticulturae 127:86-90   28   . 2010. 1980. Wallin. Fruit Science Reports. S. Mokate. 1993. Sayed-Tabatabaei. 2010. N. Mehetre.. R.) and their synthetic hexaploid wheat derivates influenced by meiotic restitution and heat stress. Crop Sci. 1983. Rezaei. Comparison of cell characters in leaves of dihaploid potatoes. and Maine. R. The Effect of colchicines on root mitosis in Allium.A. L. Aher. Maryland. Purwito and Budi Marwoto. J. 2010. ICRISAT.

antara warna hipokotil dengan wama bunga. bertambahnya sifat yang satu akan diikuti berkurangnya sifat yang lain. Proses fisiologis yang saling berpengaruh atau adanya pleotropi dan tautan genetik menyebabkan sebagian karakter tanaman mempunyai kecenderungan yang sejalan atau bahkan berkebalikan.ACARA V KORELASI DAN REGRESI ANTARA DUA SIFAT PADA TANAMAN A. Tujuan Untuk mengetahui derajat keeratan hubungan antara dua sifat pada suatu tanaman B. Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1 dan +1. misalnya: § pada padi. Sebagai contoh hubungan antara panjang malai dengan jumlah butir per malai. Koefisien korelasi adalah suatu angka yang menunjukan tinggi rendahnya derajat keeratan hubungan antara dua sifat atau lebih didalam suatu tanaman. Dalam usaha ini diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai tanamannya bahkan kita harus mengetahui sifat-sifatnya baik sifat morfologi. Seberapa jauh hubungan kedua sifat itu kita harus mengetahui dahulu apa yang disebut koefisien korelasi. Teori Dalam bidang pemuliaan tanaman kita selalu berusaha untuk mendapatkan jenis-jenis tanaman yang lebih baik. Wama hipokotil ungu biasanya wama bunga juga ungu 29     . jumlah butir dan ukuran biji dll. Koefisien korelasi negatif menunjukkan derajat hubungan yang ada antara sifat tanaman itu saling berlawanan. antara warna pangkal batang dengan wama apikula hitam/ungu biasanya pangkal batang berwarna ungu pula. Secara sederhana. anatomi maupun fisiloginya. Pada sifat-sifat kualitatif korelasi biasanya = 1. Sedangkan koefisien korelasi positif bila derajat hubungan yang ada antara sifat tanaman itu menunjukan hal yang sejajar/paralel. § Pada kedelai. Hal ini berarti bertambahnya sifat yang satu diikuti bertambahnya sifat yang lain. atau sebaliknya berkurangnya sifat yang satu akan diikuti makin berkurangnya sifat yang lain. Sedangkan bila harga koefisien korelasi = 0 berarti tidak ada hubungan sama sekali antara kedua sifat yang kita petajari dari tanaman tersebut.

c. Korelasi parsial digunakan bila ada lebih dari dua sifat yaitu hubungan antara sifat pada kondisi sifat yang lain konstan. Korelasi berganda yaitu ukuran sejauh mana suatu sifat dipengaruhi oleh banyak sifat lain. Dalam hal mengamati sifat-sifat itu.Pada sifat kuantitatif korelasi sempurna jarang terjadi atau dijumpai. Keberhasilan seleksi ini akan mudah dicapai bila kedua sifat tersebut berkorelasi positif. misalnya: daya hasil dipengaruhi oleh sifat jumlah anakan. sebaliknya akan sukar dicapai bila berkorelasi negatif. misalnya makin tinggi seseorang belum tentu makin berat. sedangkan korelasi tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Misalnya : tingginya hasil dan sterilitas biji dipengaruhi oleh reaksi terhadap serangan penyakit. Sering seorang pemulia tanaman ingin memilih beberapa sifat kuantitatif secara simultan. pemulia tanaman dapat menentukan sejauh mana seleksi terhadap suatu sifat akan mengubah sifat yang lain. Dalam hal ini ada hubungan sebab dan akibat. Misalnya: panjang malai dengan jumlah butir per malai. Korelasi sederhana yaitu hubungan antara satu sifat dengan satu sifat yang lain. sedang fenotipe itu sendiri merupakan resultante dari pengaruh genotipe dan lingkungan. Individuindividu dipilih berdasarkan nilai indeksnya yang ditentukan berdasarkan nilai ekonomisnya dan korelasi genetik antar sifat penyusun indeks. Misalnya: hasil tergantung dari pupuk nitrogen yang tersedia. misalnya hasil dan kandungan protein. Persamaan indeks seleksi diformulasikan sbb: 30     . Ditinjau dari sifat-sifat yang berhubungan. sebab tiap penambahan tinggi tidak selalu diikuti penambahan berat yang sebanding sehingga ada orang tinggi kurus atau pendek gemuk. Dengan korelasi partial dimungkinkan menentukan derajat hubungan antara hasil dan sterilitas bila pengaruh perbedaan reaksi terhadap penyakit itu dihilangkan. Oleh karena itu kita dapat menghitung korelasi fenotipe. Kegunaan lain dari korelasi genotipe dan fenotipe yaitu dalam seleksi indeks. Hubungan antara dua sifat dapat juga dinyatakan dengan koefisien regresi. Dengan menghitung regresi dan korelasi genetik. b. ketahanan terhadap penyakit dan hama. korelasi genotipe dan korelasi lingkungan. yang kita ukur adalah fenotipenya. ketahanan terhadap kerebahan. yang sering disebut respon terkorelasi (correlated response). korelasi dibedakan: a.

. D..   Analisis (rumus koefesien korelasi) (𝑋 − 𝑋)   (𝑌 − 𝑌) 𝑟!" = {[ 𝑋 − 𝑋)! [ 𝑌 − 𝑌)! ]} Atau 𝑟!" = 𝑋𝑌 − [( 𝑋)( 𝑌)] 𝑛 ! ! [ 𝑋 − ( 𝑋) [ 𝑌 ! − ( 𝑌)! 𝑛 𝑛   31   .I=b 1 P 1 + b 2 P 2 + b 3 P 3 + . Kemajuan seleksi berbanding langsung dengan derajat keserupaan antara keturunan dan orang tuanya. Semua hasil pengukuran sifat yang diamati supaya dituilis dengan jelas dan disusun dalam tabel ulangan 20 kali. I. Cara kerja 1... dan P masing-masing adalah nilai indeks seleksi.. tetapi dalam praktikum ini hanya akan dihitung korelasi dan regresi fenotip saja. tongkol jagung. Bahan dan alat • • • timbangan analitis alat pengukur. Korelasi dan regresi genetik ini dapat dihitung dengan menggunakan analisis kovarians. polong kacang-kacangan. 2. hand-counter bahan-bahan yang dicari koefisien korelasi/regresinya: malai padi. Hitung koefisien korelasi dan koefisien regresi untuk tiap pasangan sifat yang diamati. bobot sifat di tentukan berdasarkan nilai ekonomis dan korelasi genetik dan fenotipe antar sifat penyusun indeksnya. + bnPn Dimana. C. Regresi dan korelasi juga dipakai untuk mengetahui tingkat keserupaan dalam variabilitas antara orang tua dan keturunannya. penggaris. b...

Pengamatan Contoh tabel pengamatan untuk 10 kali pengamatan Jumlah Ulangan Berat Biji (Y) X2 Anakan (X) 1 10 16 100 2 10 17 100 3 12 21 144 4 12 23 144 5 14 26 196 6 11 17 121 7 11 18 121 8 12 20 144 9 13 26 169 10 8 17 64 N=10 ∑X=113 ∑Y=201 ∑X2=1303 Selanjutnya nilai koefisien korelasi dapat dihitung. db=n-2) Bila thitung < ttabel. Persamaan gads regresi linier adalah : Y = a+bX Y = variabel terikat X = variabel bebas a = intersep b = koefisien regresi/slop 𝑏!" = 𝑋 − 𝑋 (𝑌 − 𝑌) (𝑋 − 𝑋)!   32   . maka korelasi nyata Selanjutnya dicari persamaan garis regresinya. Untuk menguji kepastian korelasi dipakai metode student test. Uji hipotesis : Ho = PXY = 0 H1 = PXY≠ 0 𝑡!!"#$% = 𝑟!" ! (1 − 𝑟!" ) (𝑛 − 2) Y2 256 289 441 529 676 289 324 400 676 289 ∑Y2=4169 XY 160 170 252 276 364 187 198 240 338 136 ∑XY=2321 𝑡!!"#$% = 𝑟!" (𝑛 − 2) ! (1 − 𝑟!" ) Bandingkan thitung dengan ttabel (ά%. maka korelasi tidak nyata Bila thitung ≥ ttabel.

maka regresi tidak nyata Bila thitung ≥ ttabel. R. 1967. G. Snedecor. and P. Apabila koefisien regresi yang diperoleh sejajar sumbu X. Knight. Adakah hubungan antara koefisien korelasi dengan persamaan regresi ? Jelaskan ! F.Knowtes. 6th ed. berapa besarnya nilai r ? 3. Pertanyaan 1. 𝑋𝑌 − [( 𝑋)( 𝑌)] 𝑛 ! 𝑋 − ( 𝑋)! 𝑛 𝑆! 𝑆! 𝑋 ! − 𝑋 𝑛 𝑌 𝑛 ! 𝑆!! 𝑛 − 1 𝑌 ! − ! 𝑆!! 𝑛 − 1 A=Y-bY Untuk menguji kepastian garis regresi digunakan hipotesis: H0=β=0 H1= β≠0 𝑏 𝑡!!"#$% = 𝑆! Dicari dulu standard error regresi: ! 𝑋𝑌 − 𝑋 𝑌 𝑌 ! − 𝑌 ! 𝑛 ! 𝑑!" = − ! 𝑛 𝑋 − 𝑋 ! 𝑛 ! 𝑑 !" ! 𝑆!" = 𝑛 − 2 ! 𝑆!" ! 𝑠! = 𝑋 ! − 𝑋 ! 𝑛 𝑠! = ! 𝑠! Bandingkan thitung dengan ttabel (ά%. maka regresi nyata E.F. Introduction to Plant Breeding. Statistics and Plant Breeding. Statistical Methods.     33   . Quantitative Genetics.N.W. Termasuk korelasi apa percobaan yang saudara lakukan ? 2. F.𝑏!" = Atau 𝑏 = 𝑟!". 1979. Daftar Pustaka Briggs. db=n-2) Bila thitung < ttabel. and G. Cochran. 1976.

Anther yaitu kepala sari. Stigma yaitu kepala putik. Autogamy/autogami adalah golongan tanaman yang biasanya (secara alami) mengadakan penyerbukan sendiri. 23. Detasseling adalah salah satu teknik kastrasi/emaskulasi. Allogamy/allogami adalah golongan tanaman yang biasanya (secara alami) mengadakan penyerbukan silang. 8. 17. Misalnya panili yang memiliki kepala putik yang tertutup selaput (rostellum). 20. 11. Herkogami adalah bunga yang kedudukan kepala putik dan benang sari sedemikian rupa sehingga penyerbukan sendiri tidak dapat terjadi. biasanya dilakukan pada bunga jantan jagung. 5. 9. Kleistogami (penyerbukan tertutup) adalah penyerbukan pada bunga biseksual terjadi sebelum mahkota bunga membuka. Crossing (penyerbukan silang) adalah tepung sari suatu bunga menyerbuki putik lain bunga pada tanaman lain. Hibrida yaitu keturunan F1 dari persilangan 2 galur inbred. Chasmogamy/Kasmogami (penyerbukan terbuka) adalah penyerbukan terjadi ketika putik dan serbuk sari masak setelah bunga membuka (anthesis). Blossoming yaitu peristiwa keluarnya bunga-bunga pada suatu tanaman/pohon. Dehiscence adalah pecahnya kepala sari dan menghamburnya tepung sari. Booting yaitu peristiwa membesarnya permukaan pelepah daun ruas terakhir pada padi/tanaman serealia akibat inisiasi malai. tetapi pada tanaman yang sama atau tanaman memiliki bunga hermafrodit. 6. Hermafrodit yaitu tanaman yang alat kelamin jantan (benang sari) dan betina (putik) terletak dalam satu bunga. 12. 13. 4. 19. membukanya bunga dan siap untuk penyerbukan. 2. 3. Gynoecium yaitu seluruh bagian alat kelamin betina pada suatu bunga. Biasanya terjadi jika putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang berbeda. 16. Castration/kastrasi adalah pengebirian. 18. 7. Emaskulasi yaitu menghilangkan (kastrasi) alat kelamin jantan (benang sari) sebelum pecahnya kepala sari. Monoecious (berumah satu) yaitu letak bunga jantan dan betina terpisah. Out-crsossing yaitu peristiwa persilangan dari tetua jantan yang tidak dikehendaki. Dioecious (berumah dua) yaitu letak bunga jantan dan bunga betina terpisah pada bunga yang berbeda pada tanaman yang berbeda pula. 15. pembuangan organ kelamin. 24. 22. misalnya bunga sepatu. 14. 10. Selfing (penyerbukan sendiri) adalah tepung sari dari sesama bunga atau lain bunga pada satu tanaman menyerbuki putik yang sudah masak (reseptif). 21. Anthesis yaitu peristiwa membukanya bunga.   .GLOSARIUM 1. Androecium yaitu seluruh bagian alat kelamin jantan pada suatu bunga. misalnya pada tanaman padi. Heading yaitu peristiwa keluamya malai pada padi/tanaman serealia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful