P. 1
Definisi Fraktur Femur

Definisi Fraktur Femur

|Views: 17|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Ridho Aditya on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

Definisi Fraktur Femur

Fraktur femur adalah rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis.

Anatomi Fisiologi Fraktur

Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian dari femur, terdiri dari : kepala, leher, bagian terbesar dan kecil, trokhanter dan batang, bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. Kepala femur masuk acetabulum. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa, ligamen dan otot. Suplai darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. Suplai darah ke femur bervariasi menurut usia. Sumber utamanya arteri retikuler posterior, nutrisi dari pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian bawah dari leher femur.
Klasifikasi Fraktur

Ada 2 type dari fraktur femur, yaitu : 1. Fraktur Intrakapsuler; femur yang terjadi di dalam tulang sendi, panggul dan kapsula. • Melalui kepala femur (capital fraktur) • Hanya di bawah kepala femur • Melalui leher dari femur 2. Fraktur Ekstrakapsuler; • Terjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter femur yang lebih besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter. • Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2 inci di bawah trokhanter kecil.
Patofisiologi Fraktur

Penyebab Fraktur Adalah Trauma Fraktur patologis; fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa trauma berupa yang disebabkan oleh suatu proses., yaitu :

• Osteoporosis Imperfekta • Osteoporosis • Penyakit metabolik Trauma Dibagi menjadi dua, yaitu : Trauma langsung, yaitu benturan pada tulang. Biasanya penderita terjatuh dengan posisi miring dimana daerah trokhanter mayor langsung terbentur dengan benda keras (jalanan). Trauma tak langsung, yaitu titik tumpuan benturan dan fraktur berjauhan, misalnya jatuh terpeleset di kamar mandi pada orangtua.
Tanda Dan Gejala Fraktur

• Nyeri hebat di tempat fraktur • Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah • Rotasi luar dari kaki lebih pendek • Diikuti tanda gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah, bengkak, kripitasi, sepsis pada fraktur terbuka, deformitas.
Penatalaksanaan Medik Fraktur

• X.Ray • Bone scans, Tomogram, atau MRI Scans • Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler. • CCT kalau banyak kerusakan otot.
Traksi

Penyembuhan fraktur bertujuan mengembalikan fungsi tulang yang patah dalam jangka waktu sesingkat mungkin Metode Pemasangan traksi: Traksi Manual Tujuan : Perbaikan dislokasi, Mengurangi fraktur, Pada keadaan Emergency. Dilakukan dengan menarik bagian tubuh.
Traksi Mekanik

Ada dua macam, yaitu : Traksi Kulit Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk struktur yang lain, misalnya: otot. Traksi kulit terbatas untuk 4 minggu dan beban < 5 kg. Untuk anak-anak waktu beban tersebut mencukupi untuk dipakai sebagai fraksi definitif, bila tidak diteruskan dengan pemasangan gips.
Traksi Skeletal

Traksi Russell’s Traksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. Riwayat keperawatan a.Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction. Tarikan dipertahankan sampai 2 minggu atau lebih. Paha ditopang dengan thomas splint. Askep Fraktur Femur Pengkajian Keperawatan 1. terbatasnya gerakan • Kehilangan fungsi . Macam – Macam Traksi Traksi Panggul Disempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat puncak iliaka. kegunaannya : • Mengurangi nyeri akibat spasme otot • Memperbaiki dan mencegah deformitas • Immobilisasi • Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi). adanya nyeri. Sementara itu otot-otot paha dapat dilatih secara aktif. sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. Riwayat perjalanan penyakit • Keluhan utama klien datang ke RS atau pelayanan kesehatan • Apa penyebabnya. Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau penjepit melalui tulang/jaringan metal. di tungkai. Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula. Traksi Ekstension (Buck’s Extention) Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki. lengan atau panggul. panas. Kadang-kadang juga digunakan untuk terapi nyeri punggung bagian bawah. Kegunaan Pemasangan Traksi Traksi yang dipasang pada leher. Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk mengurangi spasme otot. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa digunakan. dipasang staples pada steiman pen. di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman pen. bengkak • Perubahan bentuk. Traksi khusus untuk anak-anak Penderita tidur terlentang 1-2 jam. • Mengencangkan pada perlekatannya. sedang tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. kapan terjadinya kecelakaan atau trauma • Bagaimana dirasakan.

nyeri. Rencana Keperawatan Diagnosa 1 Resiko terjadinya syok s/d perdarahan yg banyak Intervensi Indenpenden: a)Observasi tanda-tanda vital. ekimosis sekitar lokasi cedera .Perubahan warna kulit . stress. Potensial infeksi sehubungan dengan luka terbuka. b)Mengkaji sumber.Kehilangan fungsi daerah yang cidera c. Proses pertolongan pertama yang dilakukan • Pemasangan bidai sebelum memindahkan dan pertahankan gerakan diatas/di bawah tulang yang fraktur sebelum dipindahkan • Tinggikan ekstremitas untuk mengurangi edema 2. terutama pada wanita • Berapa lama klien mendapatkan pengobatan tersebut • Kapan klien mendapatkan pengobatan terakhir c. luka pada jaringan lunak.Deformitas yang nampak jelas . Gangguan aktivitas sehubungan dengan kerusakan neuromuskuler skeletal. lokasi. adanya nyeri dan penyebaran • Krepitasi • Nadi.Edema. Inspeksi daerah mana yang terkena . dingin • Observasi spasme otot sekitar daerah fraktur Diagnosa Keperawatan pada Fraktur Femur 1. prognosa. dan banyaknya per darahan c)Memberikan posisi supinasi . 4. Pemeriksaan fisik a. Riwayat pengobatan sebelumnya • Apakan klien pernah mendapatkan pengobatan jenis kortikosteroid dalam jangka waktu lama • Apakah klien pernah menggunakan obat-obat hormonal.• Apakah klien mempunyai riwayat penyakit osteoporosis b. Mengidentifikasi tipe fraktur b. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi. pemasangan back slab. tidak familier dengan sumber informasi. dan pengobatan sehubungan dengan kesalahan dalam penafsiran. Palpasi • Bengkak. Resiko terjadinya syok s/d perdarahan yg banyak 2.Laserasi . dan cemas. 3. immobilisasi. Gangguan rasa nyaman: Nyeri s/d perubahan fragmen tulang.

f)Membantu proses pembekuan darah dan untuk menghentikan perdarahan. intensitas nyeri dengan menggunakan skala nyeri (0-10) b) Mempertahankan immobilisasi (back slab) c) Berikan sokongan (support) pada ektremitas yang luka. dan mengurangi nyeri. stress. dll ). b) Mendorong partisipasi dalam aktivitas rekreasi (menonton TV. . c) Peningkatan vena return. d) Menjelaskan seluruh prosedur di atas Kolaborasi: e) Pemberian obat-obatan analgesik Rasional a) Untuk mengetahui tingkat rasa nyeri sehingga dapat menentukan jenis tindak annya. Independen: a) Kaji tingkat immobilisasi yang disebabkan oleh edema dan persepsi pasien tentang immobilisasi tersebut. d)Untuk mencegah kekurangan cairan (mengganti cairan yang hilang) e)Pemberian cairan perinfus. nyeri. immobilisasi. b) Mencegah pergeseran tulang dan penekanan pada jaringan yang luka. pemasangan back slab. membaca kora. Ht apakah perlu transfusi atau tidak. g)Untuk mengetahui kadar Hb. c)Pemeriksaan laboratorium (Hb. Ht) Rasional: a)Untuk mengetahui tanda-tanda syok sedini mungkin b)Untuk menentukan tindak an c)Untuk mengurangi perdarahan dan mencegah kekurangan darah ke otak. durasi. d) Untuk mempersiapkan mental serta agar pasien berpartisipasi pada setiap tindakan yang akan dilakukan. dan cemas Intervensi Independen: a) Mengkaji karakteristik nyeri : lokasi. luka pada jaringan lunak. menurunkan edem. Adona) dan penghentian perdarahan dgn fiksasi. e) Mengurangi rasa nyeri Diagnosa 3 Gangguan aktivitas sehubungan dengan kerusakan neuromuskuler skeletal. Diagnosa 2 Gangguan rasa nyaman: Nyeri s/d perubahan fragmen tulang.K.d)Memberikan banyak cairan (minum) Kolaborasi: a)Pemberian cairan per infus b)Pemberian obat koagulan sia (vit.

dan harapan yang akan datang. mencegah kontraktur / atropi dan reapsorbsi Ca yang tidak digunakan. perawat keluarga (home care) e) Mendiskusikan tentang perawatan lanjutan. e) Bedrest. monitor kebiasa an eliminasi dan menganjurkan agar b.a. c) Meningkatkan aliran darah ke otot dan tulang untuk meningkatkan tonus otot. Untuk menentukan program latihan. mempertahankan mobilitas sendi. Independen: a) Menjelaskan tentang kelainan yang muncul prognosa. teratur. d) Meningkatkan kekuatan dan sirkulasi otot. b) Memberikan dukungan cara-cara mobilisasi dan ambulasi sebagaimana yang dianjurkan oleh bagian fisioterapi. f) Mempercepat proses penyembuhan. karena pada immobilisasi biasanya terjadi penurunan BB (20 – 30 lb). vitamin .formasi. meningkatkan perasaan mengontrol diri pasien dan membantu dalam mengurangi isolasi sosial. tidak familier dengan sumber in. memusatkan perhatian. Rasional: . Diagnosa 4 Kurangnya pengetahuan tentang kondisi. penggunaan analgetika dan perubahan diit dapat menyebabkan penurunan peristaltik usus dan konstipasi.batan sehubungan dengan kesalahan dalam pe. f) Memberikan diit tinggi protein . d) Membantu pasien dalam perawatan diri e) Auskultasi bising usus. d) Mengidentifikasi pelayanan umum yang tersedia seperti team rehabilitasi. meningkatkan kemauan pasien untuk sembuh.b.c) Menganjurkan pasien untuk melakukan latihan pasif dan aktif pada yang cedera maupun yang tidak.nafsiran. Catatan : Untuk sudah dilakukan traksi. meningkatkan pasien dalam mengontrol situasi. Kolaborasi: a) Konsul dengan bagian fisioterapi Pasien akan membatasi gerak karena salah persepsi (persepsi tidak proposional) b) Memberikan kesempatan untuk mengeluarkan energi. prognosa. dan pengo. c) Memilah-milah aktifitas yang bisa mandiri dan yang harus dibantu. mencegah penurunan BB. dan mineral.

Louis. d) Membantu meng. F. c) Mengorganisasikan kegiatan yang diperlu kan dan siapa yang perlu menolongnya. Philadelpia. Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed ). e) Penyembuhan fraktur tulang kemungkinan lama (kurang lebih 1 tahun) sehingga perlu disiapkan untuk perencanaan perawatan lanjutan dan pasien koopratif. Long.a) Pasien mengetahui kondisi saat ini dan hari depan sehingga pasien dapat menentukan pilihan. perawat atau keluarga).A. Davis Company. b) Sebagian besar fraktur memerlukan penopang dan fiksasi selama proses penyembuhan sehingga keterlambatan penyembuhan disebabkan oleh penggunaan alat bantu yang kurang tepat.fasilitaskan perawatan mandiri memberi support untuk mandiri. . Daftar Kepustakaan Doenges M. (apakah fisioterapi. (1989) Nursing Care Plan.E. Cv. Mosby Company. BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach St.

2008) Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang terjadi karena adanya tekanan pada tulang yang melebihi absorpsi tulang (Black. Fraktur inkomplit Garis patahnya tidak melalui seluruh penampang tulang Greenstick fracture: bila menegenai satu korteks dimana korteks tulangnya sebagian masih utuh juga periosteum akan segera sembuh dan segera mengalami remodeling kebentuk normal 2. Fraktur comminute: banyak fraktur/fragmen kecil tulang yang terlepas b. 1997) ETIOLOGI 1. Fraktur segmental: bila garis patah lebih dari satu tetapi tidak berhubungan satu ujung yang tidak memiliki pembuluh darah menjadi sulit untuk sembuh dan keadaan ini perlu terapi bedah . Proses penyakit: kanker dan riketsia 4. Compresion force: klien yang melompat dari tempat ketinggian dapat mengakibatkan fraktur kompresi tulang belakan 5.DEFINISI Fracture is abreak in the continuity of bone and is defined according to its type and extent. Trauma langsung: benturan pada tulang dan mengakibatkan fraktur pada tempat itu 2. Fraktur komplit Garis patanya melalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks tulang b. (Brunner &Suddarth. elektrik shock dan tetani) KLASIFIKASI 1. Fraktur menurut jumlah dan garis patah/bentuk/konfigurasi a. Trauma tidak langsung: bilamana titik tumpul benturan dengan terjadinya fraktur berjauhan 3. Muscle (otot): akibat injuri/sakit terjadi regangan otot yang kuat sehingga dapat menyebabkan fraktur (misal. Berdasarkan garis fraktur a.

5. Derajat III: kerusakan/robekan lebih dari 6-8 cm dengan kerusakan jaringan otot. kontaminasi sangat besar dan harus segera diatasi b. segmen tulang yang patah direposisi/direduksi kembali ketempat semula. b. Fraktur oblique. b. tidak ada gambaran tulang yang keluar dari kulit. integritas kulit masih utuh. Fraktur ini tidak stabil dan sulit diperbaiki. Fraktur multipel: garis patah lebih dari satu tetapi pada tulang yang berlainan tempatnya. Fraktur spiral. kerusakan jaringan sedang. Menurut hubungan antara fragmen dengan dunia luar a. Fraktur transversal (melintang). 3. Fraktur displaced (bergeser): terjadi pergeseran fragmen-fragmen fraktur yang disebut juga dislokasi fragmen. Fraktur undisplaced (tidak bergeser): garis patah komplit tetapi kedua fragmen tidak bergeser. trauma langsung Garis fraktur tegak lurud. fraktur merobek kulit dan otot. Fraktur bentuk fragmen dan hubungan dengan mekanisme trauma a. saraf dan tendon. trauma rotasi . Seperti fraktur femur. c. Fraktur terbuka (open fracture/compoun frakture) Fraktur terbuka karena integritas kulit robek/terbuka dan ujung tulang menonjol sampai menembus kulit. segmen akan stabil dan biasanya mudah dikontrol dengan bidai gips. Derajat II: luka lebih dari 1 cm. cruris dan vertebra. Fraktur menurut posisi fragmen a. 4.c. trauma angulasi Fraktur yang garis patahnya membentuk sudut terhadap tulang. Fraktur terbuka ini dibagi menjadi tiga berdasarkan tingkat keperahan: Derajat I: robekan kulit kurang dari 1 cm dengan kerusakan kulit/jaringan minimal. Fraktur tertutup (closed fracture/simple fracture) Frakture tidak kompkleks. periosteumnya masih utuh. potensial infeksi lebih besar.

Fraktur patologi Terjadi pada daerah yang menjadi lemah oleh karena tumor atau prose patologik lainnya. menimbulkan sedikit kerusakan jaringan lunak dan cenderung cepat sembuh dengan imobilisasi luar. Fraktur avulsi. 6. Fraktur kompresi. PATOFISIOLOGI daya ↓ tulang ↓ fraktur jaringan lunak tulang perdarahan krepitasi pemendekan luka hematom pembluh darah saraf &sumsum tlg periosteum korteks putus reseptor nyeri deformitas hipovelemi hilang sensasi nyeri port de entri vasodilatasi hipotensi anestesi eksudasi plasma . e.Fraktur ini timbul akibat torsi pada ekstrimitas. taruma akibat tarikan (fraktur patela) Fraktur memisahkan suatu fragmen tulang tempat insersi tendon atau ligamen. d. trauma axial flexi pada tulang spongiosa Fraktur terjadi karena ketika dua tulang menumpuk tulang ketiga yang berada diantaranya seperti satu vertebra dengan dua vertebra lainnya.

Terbentuk benang-benang fibrin dalam jendalan darah. peningkatan tekanan pada saraf sensori. 2. Fragmen patahan tulang digabungkan dengan jaringan fibrus. Suplai darah meningkat. pergerakan pada daerah fraktur. 3. terbentuklah hematom yang berkembang menjadi jaringan granulasi sampai hari kelima.& migrasi leukost infeksi non infeksi union inflamasi edema depresi saraf suplai darah keotak menurun keasadaran ↓ shock hipovelemik delayed union mal union nyeri MANIFESTASI KLINIK Edema/pembengkakan Nyeri: spasme otot akibat reflek involunter pada otot. Terbentuk jaringan ikat fibrus dan tulang rawan. Tahap proliferasi dalam waktu sekitar 5 hari . tulang rawan . Spasme otot: respon perlindungan terhadap injuri dan fraktur Deformitas Echimosis: ekstravasasi darah didalam jaringan subkutan Kehilangan fungsi Crepitasi: pada palpasi adanya udara pada jaringan akibat trauma terbuka TAHAP PENYEMBUHAN TULANG 1. Tahap pembentukan hematom dalam 24 jam pertama mulai terbentuk bekuan darah dan fibrin yang masuk kearea fraktur. Tahap pembentukan kalus Pertumbuhan jaringan berlanjut dan lingkaran tulang rawan tumbuh mencapai sisi lain sampai celah terhubungkan. hematom akan mengalami organisasi. membentuk jaringan untuk revaskularisasi dan invasi fibroblast dan osteoblast yang akan menhasilkan kolagen dan proteoglikan sebagai matriks kolagen pada patahan tulang. trauma langsung pada jaringan.

5.dan tulang serat imatur. Riwayat kecelakaan Parah tidaknya luka Diskripsi kejadian oleh pasien Menentukan kemungkinan tulang yang patah krepitus 2. biasanya melalui internal fiksasi dengan alat misalnya. Immobilisasi:Setelah fraktur di reduksi. Dengan aktifitas osteoblas dan osteoclas. Rekognisi: menyangkut diagnosa fraktur pada tempat kejadian kecelakaan dan kemudian di rumah sakit. fragmen tulang harus dimobilisasi untuk membantu tulang pada posisi yang benar hingga menyambung kembali. Osifikasi Pembentukan kalus mulai mengalami penulangan dalam 2-3 minggu patah tulang melalaui proses penulangan endokondrial. Proses ini memerlukan waktu 3-4 bulan. kalus mengalami pembentukan tulang sesuai aslinya. Reduksi: reposisi fragmen fraktur sedekat mungkin dengan letak normalnya. Reduksi terbagi menjadi dua yaitu: Reduksi tertutup: untuk mensejajarkan tulang secara manual dengan traksi atau gips Reduksi terbuka: dengan metode insisi dibuat dan diluruskan melalui pembedahan. Perlu waktu 3-4 minggu agar frakmen tulang tergabung dalam tulang rawan atau jaringan fibrus 4. 3. plat yang langsung kedalam medula tulang. Retensi: menyatakan metode-metode yang dilaksanakan untuk mempertahankan fragmenfragmen tersebut selama penyembuhan (gips/traksi) . Konsolidasi (6-8 bulan) dan Remodeling (6-12 bulan) Tahap akhir dari perbaikan patah tulang. 4. pin. Mineral terus menerus ditimbun sampai tulang benar-benar bersatu. PRINSIP-PRINSIP PENATALAKSANAAN Ada empat konsep dasar yang harus diperhatikan/pertimbangkan pada waktu menangani fraktur: 1.

Kemungkinan terjadi infeksi Osteomielitis EKSTERNAL FIKSASI Metode alternatif manajemen fraktur dengan fiksasi eksternal. plate. dan paku Keuntungan: Reduksi akurat Stabilitas reduksi tinggi Pemeriksaan struktu neurovaskuler Berkurangnya kebutuhan alat imobilisasi eksternal Penyatuan sendi yang berdekatan dengan tulang yang patah menjadi lebih cepat Rawat inap lebih singkat Dapat lebih cepat kembali ke pola kehidupan normal Kerugian 2. biasanya pada ekstrimitas dan tidak untuk fraktur lama . Rehabilitasi: langsung dimulai segera dan sudah dilaksanakan bersamaan dengan pengobatan fraktur karena sering kali pengaruh cidera dan program pengobatan hasilnya kurang sempurna (latihan gerak dengan kruck). pin. ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION) Insisi dilakukan pada tempat yang mengalami cidera dan diteruskan sepanjang bidang anatomik menuju tempat yang mengalami fraktur Fraktur diperiksa dan diteliti Fragmen yang telah mati dilakukan irigasi dari luka Fraktur di reposisi agar mendapatkan posisi yang normal kembali Saesudah reduksi fragmen-fragmen tulang dipertahankan dengan alat ortopedik berupa. sekrup. TINDAKAN PEMBEDAHAN 1.5.

femur) → perdarahan & kehilangan cairan ekstrasel ke jaringan yang rusak → shock hipovolemi. Setelah reduksi.- Post eksternal fiksasi. menurun (perdarahan bermakna pada sisi fraktur atau organ jauh dari trauma multiple) Peningkatan SDP: respon stres normal setelah trauma Kreatinin: trauma otot meningkatkan beban kreatinin untuk klirens ginjal Profil koagulasi: perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah atau cedera hati KOMPLIKASI 1. dianjurkan penggunaan gips. Perawatan 1-2 kali sehari secara khusus. antara lain: Obsevasi letak pen dan area Observasi kemerahan. Komplikasi awal Shock Hipovolemik/traumatik Fraktur (ekstrimitas. vertebra. basah dan rembes Observasi status neurovaskuler distal fraktur TEST DIAGNOSTIK X Ray: menentukan lokasi/luasnya fraktur/trauma Scan tulang: menidentifikasi kerusakan jaringan lunak Hitung darah lengkap: Ht: mungkin meningkayt (hemokonsentrasi). pelvis. dilakukan insisi perkutan untuk implantasi pen ke tulang Lubang kecil dibuat dari pen metal melewati tulang dan dikuatkan pennya. Emboli lemak - Trombo emboli vena .

hipovolemia) 1 Penurunan/tidak ada nadi pada bagian distal yang cedera . Distraksi/tarikan bagian fragmen tulang Non union Proses penyembuhan gagal meskipun sudah diberi pengobatan. ansietas) 1 Hipotensi (kehilangan darah) 1 Takikardia (respon stres. PENGKAJIAN Aktivitas Tanda : 1 Keterbatasan/kehilangan fungsi pada bagian yang terkena(mungkin segera. nyeri) Sirkulasi Tanda : 1 Hipertensi (kadang-kadang terlihat sebagai respon terhadap nyeri. Komplikasi lambat Delayed union Proses penyembuhan fraktur sangat lambat dari yang diharapkan biasanya lebih dari 4 bulan. Hal ini disebabkan oleh fobrous union atau pseudoarthrosis Mal union Proses penyembuhan terjadi tetapi tidak memuaskan (ada perubahan bentuk) Nekrosis avaskuler di tulang Karena suplai darah menurun sehingga menurunkan fungsi tulang . fraktur itu sendiri. Proses ini berhubungan dengan proses infeksi.Berhubungan dengan penurunan aktivitas/kontraksi otot/bedrest Infeksi Fraktur terbuka: kontaminasi infeksi sehingga perlu monitor tanda infeksi dan terapi antibiotik 2. atau terjadi secara sekunder dari pembengkakan jaringan.

1 Pengisian kapiler lambat 1 Pucat pada bagian yang terkena 1 Pembengkakan jaringan atau masa hematoma pada sisi cedera Neurosensori Gejala : 1 Hilangnya gerakan/sensasi 1 Spasme otot 1 Kebas/kesemutan (parestesis) Tanda : 1 Deformitas lokal 1 Angulasi abnormal 1 Pemendekan 1 Rotasi 1 Krepitasi 1 Spame otot 1 Terlihat kelemahan/hilang fungsi 1 Agitasi (mungkin berhubungan dengan nyeri/ ansietas/trauma) Nyeri/kenyamanan Gejala : 1 Nyeri berat tiba-tiba pada saat cedera (mungkin terlokalisasi pada area jaringan/kerusakan tulang. dapat berkurang dengan imobilisasi) 1 Tidak ada nyeri karena kerusakan syaraf 1 Spasme/kram otot (setelah imobilisasi) Keamanan .

Medical surgical nursing. A. Rencana asuhan keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pasien. Ed. E. Medical Surgical Nursing. Ed. M. S. Jakarta: EGC Smeltzer. St Louis: Mosby Price. (2008). 4. 3. Philadelpia: WB Saunders Company Doenges. (1999). Brunner & Suddart.Tanda : 1 Laserasi kulit 1 Avulsi jaringan 1 Perdarahan 1 Perubahan warna 1 Pembengkakan lokal (dapat meningkat secara bertahap atau tiba-tiba) Daftar pustaka Black (1997). Medical surgical nursing. 8. Ed. (1995). Jakarta: EGC Lewis (2000). Jakarta: EGC . C. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit. S.

ligamen dan otot. PENYEBAB FRAKTUR ADALAH TRAUMA Fraktur patologis. Fraktur Intrakapsuler femur yang terjadi di dalam tulang sendi. Suplai darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. Biasanya penderita terjatuh dengan posisi miring . kelelahan otot. Suplai darah ke femur bervariasi menurut usia. • Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2 inci di bawah trokhanter kecil. Sumber utamanya arteri retikuler posterior. DEFENISI Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung. • Terjadi di luar sendi dan kapsul. yaitu : • Osteoporosis Imperfekta • Osteoporosis • Penyakit metabolik TRAUMA Dibagi menjadi dua. panggul dan Melalui kepala femur (capital fraktur) • Hanya di bawah kepala femur • Melalui leher dari femur 2.. nutrisi dari pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian bawah dari leher femur. kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis. III. trokhanter dan batang. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa. bagian terbesar dan kecil. PATOFISIOLOGI A. bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. II. IV. FISIOLOGI / ANATOMI Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian dari femur.. leher. yaitu : • Trauma langsung. terdiri dari : kepala. yaitu : 1. fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa trauma berupa yang disebabkan oleh suatu proses. KLASIFIKASI Ada 2 type dari fraktur femur. Fraktur Ekstrakapsuler. melalui trokhanter femur yang lebih besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter. yaitu benturan pada tulang. Kepala femur masuk acetabulum.

bila tidak diteruskan dengan pemasangan gips. yaitu : 1. misalnya jatuh terpeleset di kamar mandi pada orangtua. atau MRI Scans • Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler. • CCT kalau banyak kerusakan otot. yaitu titik tumpuan benturan dan fraktur berjauhan. • Trauma tak langsung. Traksi kulit terbatas untuk 4 minggu dan beban < 5 kg. misalnya: otot. Dilakukan dengan menarik bagian tubuh. Pada keadaan Emergency. bengkak. seperti : fungsi berubah.dimana daerah trokhanter mayor langsung terbentur dengan benda keras (jalanan). TANDA DAN GEJALA • Nyeri hebat di tempat fraktur • Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah • Rotasi luar dari kaki lebih pendek • Diikuti tanda gejala fraktur secara umum. KEGUNAAN PEMASANGAN TRAKSI . Traksi Kulit Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk struktur yang lain.Ray • Bone scans. Traksi Mekanik Ada dua macam. PENATALAKSANAAN MEDIK • X. deformitas. Mengurangi fraktur. sepsis pada fraktur terbuka. Tomogram. TRAKSI Penyembuhan fraktur bertujuan mengembalikan fungsi tulang yang patah dalam jangka waktu sesingkat mungkin Metode Pemasangan traksi: Traksi Manual Tujuan : Perbaikan dislokasi. Traksi Skeletal Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction. 2. Untuk anak-anak waktu beban tersebut mencukupi untuk dipakai sebagai fraksi definitif. Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau penjepit melalui tulang/jaringan metal. kripitasi.

MACAM TRAKSI 1. 3. sedang tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman pen. kegunaannya : • Mengurangi nyeri akibat spasme otot • Memperbaiki dan mencegah deformitas • Immobilisasi • Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi). Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk mengurangi spasme otot. Traksi ini biasa dipasang dengan halter kepala. Sementara itu otot-otot paha dapat dilatih secara aktif. Traksi Ekstension (Buck’s Extention) Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki. di tungkai. 2. 4. dipasang staples pada steiman pen. 5. Kadang-kadang juga digunakan untuk terapi nyeri punggung bagian bawah. lengan atau panggul. Traksi Cervikal Digunakan untuk menahan kepala extensi pada keseleo. BAB II KERANGKA TEORI A. Paha ditopang dengan thomas splint. Traksi Panggul Disempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat puncak iliaka. MACAM .Traksi yang dipasang pada leher. Traksi Russell’s Traksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. kejang dan spasme. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa digunakan. • Mengencangkan pada perlekatannya. Tarikan dipertahankan sampai 2 minggu atau lebih. Anatomi Fisiologi Patella . Traksi khusus untuk anak-anak Penderita tidur terlentang 1-2 jam. Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula.

maka patella akan slide kearah cranial. 1. . Fungsinya adalah membungkus dan melindungi sendi lutut. Gerakan Fisiologis Patella Patella sangat berpengaruh pada sendi PatellaFemoral . maka patella akan slide kearah caudal. Pada saat fleksi knee. ligamen yang kuat.Jika gerakan patella terganggu/terbatas. Pada Patella Melekat Ligamen patellaris. maka dapat mempengaruhi ROM fleksi knee dan memberikan kontribusi terhadap laju ekstensor pada aktif ekstensi knee Alignment patella dikenal dengan “Q angle”.Tulang Patella adalah tulang berbentuk segitiga dan tebal yang akan bersendi dengan tulang paha (femur). Ligamen ini berjalan didepan patella dan bersambung dengan serabut tendon quadriceps femoris. menghubungkan tepi inferior patella dengan tuberositas tibia.Patella termasuk ke dalam tulang sesamoid yang berkembang dari tendon otot quadriceps femoris.Pada patellofemoral joint.Pada saat ekstensi knee. 2. patella hanya slide disepanjang sulcus intercondylaris selama gerakan fleksi – ekstensi knee.

 Gaya/kekuatan yang mempertahankan align-ment patella adalah : – – – Lateral fiksasi patella dihasilkan oleh iliotibial band dan retinaculum lateral. BAB III PATOLOGI a) Definisi Fraktur patella adalah diskontinuitas patella karena trauma .Q angle adalah sudut yang dibentuk oleh 2 garis yang saling memotong. pronasi kaki. atau external torsion tibia. garis pertama dari SIAS ke mid-patella.Q angle menggambarkan jalur lateral atau efek haluan busur (bowstring) terhadap otot quadriceps dan tendon patellaris. akibat genu valgus. peningkatan anteversi femur. garis kedua dari tuberculum tibia ke mid-patella (normalnya 15o). Pada sisi medial patella diperkuat oleh tarikan aktif dari otot vastus medialis yang obliq. pelvis yang lebar. Ligament patellaris memfiksasi patella kearah in-ferior melawan tarikan aktif otot quadriceps ke-arah superior  Malalignment patella dan problem jalur pa-tella disebabkan oleh : – Peningkatan Q angle.

a. sering terjadi pada penderita yang jatuh dengan tungkai bawah menyentuh tanah terlebih dahulu dan otot quadrisep kontraksi secara keras untuk mempertahanakan kestabilan lutut. Biasanya jenis patahnya comminutiva (stelata). Biasanya garis patahnya transversal avulse ujung atas atau ujung bawah dan patella g) Klasifikasi fraktur Patela berdasarkan patologinya 1. Trauma tak langsung/Indirect Karena tarikan yang sangat kuat dan otot quadrisep yang membentuk musculotendineus melekat pada patella. sehingga dengan benturan tersebut tulang patella mudah patah c.  2. pada jenis patah ini biasanya medial dan lateral quadrisep expansion tidak ikut robek.   Trauma langsung/Direct Fraktur comminutiva Trauma tak langsung/Indirect Garis fraktur transversal Fraktur avulsi patela transversal. hal ini menyebabkan penderita masih dapat melakukan extensi lutut melawan gravitasi 2.b) Ruang lingkup Fraktur tertutup. b. Karena diatas patella hanya terdapat subcutis dan kutis. yang fragmen proksimalnya tertarik menjauhi fragmen lain. Kelainan ini termasuk cedera alat ekstensi lutut . fraktur terbuka. Mekanisme fraktur Trauma langsung/Direct Disebabkan karena penderita jatuh dalam posisi lutut flexi dimana patella terbentur dengan lantai atau Kecelakaan Lalu lintas b. a. undisplaced dan displaced c) Indikasi Operasi Semua keadaan dengan posisi displaced tertutup maupun terbuka d) Kontra indikasi Operasi Keadaan umum penderita jelek e) Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium rutin dan foto polos lutut Patofisiologi fraktur Patela f) 1.

o Pengobatan fraktur patela comminutiva yang terdapat haemorthrosis. quadrisep expansion masih utuh sehingga penderita masih dapat melakukan extensi lutut  Pemeriksaan Klinik o Pada lutut ditemukan pembengkakan disebabkan hemarthrosis o Pada perabaan ditemukan patela mengambang (floating patella)  Pemeriksaan Radiologis o Dengan proyeksi AP dan lateral sudah cukup untuk melihat adanya fraktur patela o Proyeksi sky-line view kadang-kadang untuk memeriksa adanya fraktur patela incomplete i)  Penangangan Fraktur Patella Metode fiksasi luar dan dalam pada fraktur Patela o Pengobatan fraktur patela biasanya dengan reduksi terbuka dan fiksasi interna pada patella.  Non operatif . diikuti pemakaian kawat.h) Pemeriksaan Klinik Radiologis Fraktur Patela  Anamnesa o Ditemukan adanya riwayat trauma o Penderita tak dapat melakukan extensi lutut. biasanya terjadi pada trauma indirect dimana patahnya transversal dan quadrisep mekanisme robek o Pada trauma direct dimana patahnya comminutiva medial dan lateral. Fiksasi interna yang paling efektif ialah dengan benang kawat melingkari patela dikombinasi dengan kawat berbentuk angka delapan. dilakukan aspirasi haemorthrosis.

 Operatif o Pada fraktur transversal dilakukan reposisi.o Untuk fraktur patela yang undisplaced dilakukan imobilisasi dengan pemasangan gips dan pangkal paha sampai pergelangan kaki. baru dilakukan tension band wiring o Bila fragmen terlalu kecil sehingga tidak mungkin untuk dilakukan rekronstruksi. Kelainan Bentuk Patella . Posisi lutut dalam fleksi sedikit (5-10) dipertahankan 6 minggu. dilakukan patellectomi (hal ini menimbulkan kelemahan quadrisep expansion) j)       Komplikasi Adanya nyeri Kekakuan sendi Gangguan ADL Keterbatasan gerak Kelemahan otot. difiksasi dengan teknik tension band wiring o Bila jenis fraktur comminutiva dilakukan rekronstruksi fragmennya dengan K-wire.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->