TUGAS MAKALAH

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Oleh :

Romi Adiatama

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERSADA BUNDA PEKANBARU 2013

. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. desainer dll. militer. Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik. yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. 3. pemakai jasa akuntan. keuangan. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya. istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran. 2. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat. bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut Contoh profesi adalah pada bidang hukum. kedokteran. teknik. kode etik. Etika dapat dibagi menjadi beberapa pengertian Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan.2 BAB I PENDAHULUAN Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. sebagai lawan kata dari amatir adapun profesi memiliki beberapa karteristik antara lain: 1. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya. Walaupun begitu. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu. dan rekan. disebut profesional. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.

Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian. juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. 7. atau untuk mengisi waktu luang. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan. 10. atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi. dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior.untuk senang-senang. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional. 11. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat Profesional. 8. 6. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik. Pelatihan institutional: Selain ujian. . seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan. sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi. praktisi yang dihormati. adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah.3 4. 5. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar. 9. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi. prestise. biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.

jasa kompilasi. Tugas yang dikerjakan adalah penyusunan sistem akuntansi. Akuntan Publik adalah seorang praktisi dan gelar profesional yang diberikan kepada akuntan di Indonesia yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan RI untuk memberikan jasa audit umum dan review atas laporan keuangan. Akuntan Pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintah seperti di departemen. Akuntan Pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi yaitu mengajar. menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian di bidang akuntansi.4 BAB II ETIKA PROFESI AKUNTANSI 1. . penyusunan anggaran. Direktorat Jenderal Pajak dan lain-lain.1 Etika Profesi Akuntansi Merupakan suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai Akuntan. Dalam perkembangan Profesi Akuntan dibagi menjadi empat fase: a. Akuntan Manajemen adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. audit kinerja dan audit khusus serta jasa dalam bidang non-atestasi lainnya seperti jasa konsultasi. menangani masalah perpajakan dan melakukan pemeriksaan intern. d. BPKP dan BPK. dan jasa-jasa lainnya yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. b. c. penyusunan laporan akuntansi kepada pihak intern maupun ekstern perusahaan.

investor. etika akuntan menjadi isu yang sangat menarik. Oleh sebab itu. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. baik akuntan publik. profesi akuntansi tidak akan ada karena fungsi akuntansi adalah penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Disamping itu. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Tanpa etika. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. diperlukan adanya suatu etika profesi baik untuk profesi akuntansi dan etika untuk profesi-profesi lainnya supaya tidak ada lagi pelanggaran etika 1. pemberi kredit. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.5 Di Indonesia. profesi akuntansi mendapat sorotan yang cukup tajam dari masyarakat. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. pegawai. pemerintah. Hal ini seiring dengan terjadinya beberapa pelanggaran etika yang dilakukan oleh akuntan. menghormati kepercayaan publik. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. akuntan intern perusahaan maupun akuntan pemerintah. pemberi kerja. Tabel kode etik profesi akuntansi dan kode etik profesi guru dihadapkan pada ”Kepentingan Publik” .2 Prinsip etika akuntasi terhadap “Kepentingan Publik” Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. dunia bisnis dan keuangan.

1. dunia bisnis dan keuangan serta pihak lain yang bergantung pada profesi akuntan Obyektifitas dan Integritas akuntan untuk menjaga berjalannya fungsi bisnis secara tertib Tanggung jawab terhadap kepentingan publik Sikap dan tingkah laku dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. Menghormati kepercayaan publik dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme terhadap publik Penerimaan tanggung jawab kepada publik Semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik Klien: Pemberi kredit. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan prestasi tertinggi sesui dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. pegawai.6 Kode Etik Akuntansi Senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik Anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka kepada publik untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. pemberi kerja. Dalam dunia bisnis. pemerintah. tanggung jawab seseorang . Otonomi juga mengandaikan adanya tanggung jawab. investor. Bertindak secara otonom mengandaikan adanya kebebasan mengambil keputusan dan bertindak menurut keputusan itu.3 Prinsip – Prinsip Etika Bisnis Ada lima prinsip etika bisnis menurut Keraf (1994:71-75) diantaranya adalah : 1. Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri. Prinsip Otonomi.

Prinsip Kejujuran. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri. Prinsip Tidak Berbuat Jahat dan Berbuat Baik. Prinsip ini mengarahkan agar kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita ingin diperlakukan dan tidak akan memperlakukan orang lain sebagaimana kita tidak ingin diperlakukan. 4. mutu barang atau jasa yang ditawarkan. Prinsip ini paling problematik karena masih banyak pelaku bisnis melakukan penipuan. Prinsip ini menuntut agar kita memberikan apa yang menjadi hak seseorang di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya. pemilik perusahaan. 3. kita minimal tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau mitra bisnis. 2. pemerintah. . dan apabila hal itu tidak bisa dilakukan. Prinsip kejujuran meliputi pemenuhan syarat-syarat perjanjian atau kontrak. konsumen. Prinsip ini mengarahkan agar kita secara aktif dan maksimal berbuat baik atau menguntungkan orang lain.7 meliputi tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. dan hubungan kerja dalam perusahaan. 5. Prinsip Keadilan. dan masyarakat.

1. Dan semua lembaga-lembaga profesi tersebut harus memiliki tujuan yang satu yaitu mengutamakan profesionalitias dalam bekerja yang dilihat dari kepatuhan menjadikan kode etik profesi sebagai pedoman. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. tapi pelanggaran kode etik akan diperiksa oleh majelis kode etik dari setiap profesi tersebut. Pelanggaran kode etik tidak diadili oleh pengadilan karena melanggar kode etik tidak selalu berarti melanggar hukum. .1 Kesimpulan Jadi persamaan dari kode etik adalah sama-sama suatu sistem norma. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah. Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sedangkan untuk etika profesi yang lain diatur oleh organisasi yang berbeda sesuai dengan profesinya masing-masing. perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.2 Saran Harus ada lembaga yang berbeda-beda dalam menaungi berbagai profesi yang ada. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. dimana lembaga tersebut merupakan sekumpulan orang yang memiliki profesi yang sama dengan tujuan dapat menciptakan tatanan etik dalam pekerjaan. Dari kedua profesi diatas sama-sama memiliki konsep tentang baik dan buruk. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. bisa dan tidak bisa yang berlaku hanya pada suatu profesi tertentu. Dan perbedaan dari setiap kode etik suatu profesi setiap etika profesi mempunyai kode etik masing-masing dan tersendiri yang dibuat oleh badan yang mengatur etika profesi tersebut.8 BAB III Penutup 1. Etika profesi akuntansi diatur oleh suatu badan atau organisasi yang bertanggung jawab di lingkup akuuntansi seperti Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). pantas dan tidak pantas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful