GEOLOGI STRUKTUR

Pendahuluan
Geologi struktur adalah bagian dari ilmu geologi yang mempelajari tentang bentuk (arsitektur) batuan sebagai hasil dari proses deformasi. Proses deformasi adalah perubahan bentuk dan ukuran pada batuan akibat dari gaya (force) yang terjadi di dalam bumi. Gaya tersebut pada dasarnya merupakan proses tektonik yang terjadi di dalam bumi. Di dalam pengertian umum, geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk batuan sebagai bagian dari kerak bumi serta menjelaskan proses pembentukannya. Beberapa penulis menganggap bahwa geologi struktur lebih ditekankan pada studi mengenai unsur-unsur struktur geologi, misalnya perlipatan (fold), rekahan (fracture), sesar (fault), dan sebagainya, sebagai bagian dari satuan tektonik (tectonic unit), sedangkan tektonik dan geotektonik dianggap sebagai suatu studi dengan skala yang lebih besar, yang mempelajari obyek-obyek geologi seperti cekungan sedimentasi, rangkaian pegunungan, lantai samudera, dan sebagainya.

Bumi adalah planet yang sangat dinamis. Beberapa bukti diantaranya adalah peristiwa terjadinya gempa bumi dan kegiatan gunung berapi yang terjadi di berbagai tempat di penjuru dunia. Bukti geologi dalam batuan menunjukan bahwa kegiatan ini terjadi terus menerus dalam sejarah bumi. Aktifitas ini telah berlangsung beratus-ratus juta-juta tahun dan memperlihatkan bukti kedinamisan bumi yang konstan. Tujuan utama dalam mempelajari geologi struktur dan tektonik adalah merekonstruksi gaya-gaya yang menyebakan proses perubahan dan evolusi dari muka bumi. Secara umum, pengertian geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari batuan yang terdeformasi yang membentuk lapisan atas dari bumi. Kata Struktur berasal dari bahasa latin yang berarti membangun. Deformasi atau deformation adalah proses yang merubah bentuk atau ukuran dari batuan dan meninggalkan hasil yang permanen di batuan. Sebagai contoh adalah proses patahan pada kerak bumi yang dapat menimbulkan timbulnya struktur penyerta dalam batuan seperti perlipatan, rekahan dan patahan-patahan kecil. Struktur penyerta ini dapat digunakan untuk mempelajari perkembangan struktur geologi suatu daerah. Geologi struktur telah berkembang mulai dari ilmu yang sangat diskriptif menjadi yang lebih kuantitatif dengan memakai prinsip continuum mechanics untuk mempelajari

Tetapi hal tersebut tidak mungkin dilakukan. mulai dari skala singkapan yang besar kilometer.1985). meter. centimeter. 1996.proses deformasi dan pembentukan struktur geologi (Twiss dan Moore. Dalam mempelajari semua ilmu yang ada di dalam geologi struktur akan sangat tergantung pada observasi batuan yang terdeformasi di lapangan. dan bahkan sampai mikroskopik. Kebanyakan bukti-bukti proses tektonik dan pergerakan didapatkan di kerak samudra dimana pematang tengah samudra didalam proses peregangannya menghasilkan materi baru untuk menambah komposisi lithosfir. Pada umumnya penelitian geologi struktur dan tektonik terkonsentrasi di permukaan atau di bagian luar kerak bumi Karakteristik kerak bumi pada umumnya secara langsung atau tidak langsung diakibatkan oleh pergerakan lithosfir. struktur geologi moderen banyak melakukan percobaan laboratorium maupun simulasi matematika (Davis dan Reynolds. Twiss dan Moore. Untuk lebih mempertajam arti dan interpretasi. hingga millimeter. Observasi ini dapat dilakukan pada berbagai skala. 1992). Pengertian akan struktur geologi akan lebih meningkat apabila dalam penelitiannya dapat mengintegrasikan di semua skala yang ada dibumi kita ini. . 1992 dan Suppe. Pergerakan ini. dinyatakan dalam teori tektonik lempeng yang juga banyak menjelaskan aktivitas tektonik dibumi saat ini maupun yang tercatat dalam batuan di cekungan-cekungan laut.

. Prinsip Dasar Mekanika Batuan Mengenal dan menafsirkan tentang asal-usul dan mekanisme pembentukan suatu struktur geologiakan menjadi lebih mudah apabila kita memahami prinsip prinsip dasar mekanika batuan. tegasan (stress/compressive). setiap komponen gaya dapat dibagi lagi menjadi dua komponenmembentuk sudut tegak lurus antara satu dengan lainnya. f) Gaya yang bekerja diatas permukaan dapat dibagi menjadi 2 komponen yaitu: satu tegak lurus dengan bidang permukaan dan satu lagi searah dengan permukaan. yaitutentang konsep gaya. c) Gaya gravitasi merupakan gaya utama yang bekerja terhadap semua obyek/materi yang adadi sekeliling kita. Penelitian geologi memperlihatkan bahwa kebanyakan deformasi di kerak benua terjadi pada arah yang linear yang berasosiasi dengan batas-batas lempeng saat ini. e) Satu gaya dapat diurai menjadi 2 komponen gaya yang bekerja dengan arah tertentu. sehingga lebih dari 96% sejarah tektonik bumi harus didapatkan dari kerak benua.Namun demikian umur kerak samudra yang paling tua yangdidapatkan adalah 180 juta tahun yang lalu. Pada kondisi 3-dimensi. Gaya (Force) a) Gaya merupakan suatu vektor yang dapat merubah gerak dan arah pergerakan suatu benda. yaitu komponen gaya X. akan tetapi magnitud gaya di permukaan tidak tergantung pada luas kawasanyang terlibat. b) Gaya dapat bekerja secara seimbang terhadap suatu benda (seperti gaya gravitasi danelektromagnetik) atau bekerja hanya pada bagian tertentu dari suatu benda (misalnya gaya-gaya yang bekerja di sepanjang suatu sesar di permukaan bumi). Y dan Z. dapat dipisahkanmenjadi tiga komponen gaya. d) Besaran (magnitud) suatu gaya gravitasi adalah berbanding lurus dengan jumlah materiyang ada. tarikan (strength) dan faktor-faktor lainnya yangmempengaruhi karakter suatu materi/bahan. Setiap gaya.dimana diagonalnya mewakili jumlah gaya tersebut. Dengan pola-pola struktur di kerak benua yang tua kita atau dapat mengerti proses tektonik saat ini. Hal ini juga menyatakan bahwa dalam mempelajari geologi struktur tidak dapat dipisahkan dengan pemahaman tentang tektonik lempeng.

dan halini disebabkan karena batuan yang berada di dalam bumi mendapat tekanan yang sangatbesar yang dikenal dengan tekanan litostatik. akan tetapi tekanannya jauh lebih besar ketimbang benda yang ada di dalam air. c) Tegasan yang bekerja pada salah satu permukaan yang mempunyai komponen tegasanprinsipal atau tegasan utama. d) Tegasan pembeda adalah perbedaan antara tegasan maksimal dan tegasan minimal. b) Sebagaimana tekanan hidrostatik suatu benda yang berada di dalam air. . batuan gabro akan mengembang bila gayahidrostatiknya diturunkan. suatu benda (homogen) akan berubah volumenya(dilatasi) tetapi bukan bentuknya.b) b) Bila terdapat perubahan tekanan litostatik. dan melibatkan perubahanpanjang.Tekanan Litostatik a) Tekanan yang terjadi pada suatu benda yang berada di dalam air dikenal sebagai tekananhidrostatik. bentuk (distortion) atau dilatasi (dilation) atau ketiga-tiganya. b) Tegasan dapat didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada luasan suatu permukaan bendadibagi dengan luas permukaan benda tersebut: Tegasan (P)= Daya (F) / luas (A).Sekiranya perbedaan gaya telah melampaui kekuatan batuan maka retakan/rekahan akanterjadi pada batuan tersebut. Gaya Tegangan (Tensional Force) a) Gaya Tegangan merupakan gaya yang dihasilkan oleh tegasan. Tekanan hidrostatik yang dialami oleh suatu benda yang berada di dalam airadalah berbanding lurus dengan berat volume air yang bergerak ke atas atau volume airyang dipindahkannya. Tegasan juga dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi yang terjadi pada batuan sebagai respon darigaya-gaya yang berasal dari luar. Tekanan litostatik ini menekan kesegala arahdan akan meningkat ke arah dalam bumi. Tegasan a) Tegasan adalah gaya yang bekerja pada suatu luasan permukaan dari suatu benda. e) Kekuatan suatu batuan sangat tergantung pada besarnya tegasan yang diperlukan untuk menghasilkan retakan/rekahan. maka batuan yangterdapat di dalam bumi juga mendapat tekanan yang sama seperti benda yang berada dalamair. Misalnya.

Oleh karenaitu untuk memahami deformasi yang terjadi pada batuan.c) Perubahan bentuk biasanya terjadi pada saat gaya terpusat pada suatu benda. e) Kekuatan batuan. Penyebab deformasi pada batuan adalah gaya tegasan (gaya/satuan luas). Ketika tubuh batuanmelengkung atau retak. d) Bahan yang rapuh biasanya pecah sebelum fase plastisitas dilampaui. fasaplastisitas. batugamping. andesit. Bila suatubenda dikenai gaya. g) Batuan sedimen seperti batupasir. batulempung kurang kuat dibandingkandengan batuan metamorf (kuarsit.gabro). yaitu fasa elastisitas. maka kita menyebutnya batuan tersebut terdeformasi (berubah bentuk danukurannya).Batuan yang terdapat di Bumi merupakan subyek yang secara terus menerus mendapat gaya yangberakibat tubuh batuan dapat mengalami pelengkungan atau keretakan. f) Setiap batuan mempunyai kekuatan yang berbeda-beda. walaupun terdiri dari jenis yangsama. biasanya mengacu pada gaya yang diperlukan untuk pecah pada suhu dantekanan permukaan tertentu. maka biasanya akan dilampaui ketiga fasa. Hal ini dikarenakan kondisi pembentukannya juga berbeda-beda.Hubungan ini dalam mekanika batuan ditunjukkan oleh tegasan dan tarikan. dan fasa pecah. marmer. sementara bahan yangplastis akan mempunyai selang yang besar antara sifat elastis dan sifat untuk pecah. maka kita harus memahami konseptentang gaya yang bekerja pada batuan. batusabak) dan batuan beku (basalt. .

Tekanan yang terjadi di bumi yang berkaitan dengan bebanyang menutupi batuan adalah tegasan yang bersifat seragam. Deformasi yang bersifat elastis (Elastic Deformation) terjadi apabila sifat gaya tariknyadapat berbalik (reversible).ukuran. Tegasan geser adalah tegasan yang dapat berakibat pada tergesernya dan berpindahnyabatuan. Gaya tarikan akan merubah bentuk. yaitu: 1. 3. atau volume dari suatu batuan. Retakan / rekahan (Fracture) terjadi apabila sifat gaya tariknya yang tidak kembali lagiketika batuan pecah/retak. Deformasi yang bersifat lentur (Ductile Deformation) terjadi apabila sifat gaya tariknyatidak dapat kembali lagi (irreversible). 2.Ketika batuan terdeformasi maka batuan mengalami tarikan. Tegasan kompresional adalah tegasan yang dapat mengakibatkan batuan mengalamipenekanan. . Tegasan tensional (tegasan extensional) adalah tegasan yang dapat mengakibatkan batuanmengalami peregangan atau mengencang. Jika tegasan kesegala arah tidak sama(tidak seragam) maka tegasan yang demikian dikenal sebagai tegasan diferensial. 1. Memperlihatkan hubungan antara gaya tarikan dan gaya tegasan yang terjadi padaproses deformasi batuan. 3. Tegasan diferensial dapat dikelompokaan menjadi 3 jenis. 2. Salah satu jenis tegasan yang biasa kita kenal adalah tegasan yang bersifat seragam(uniform-stress) dan dikenal sebagai tekanan (pressure).Tegasan (stress) dan tegasan tarik (strain stress) adalah gaya gaya yang bekerja di seluruh tempatdimuka bumi. Tegasan seragam adalah suatu gaya yangbekerja secara seimbang kesemua arah. Tahapan deformasi terjadi ketika suatu batuan mengalamipeningkatan gaya tegasan yang melampaui 3 tahapan pada deformasi batuan.

. yaitu : 1. sehingga batuan/material akan lebih bereaksi pada kelenturan dan padatemperatur. Material yang bersifat retas (brittle material). material akan bersifat retas. Material yang bersifat lentur (ductile material) jika sebagian kecil bersifat elastis dansebagian besar bersifat lentur sebelum terjadi peretakan / fracture. antara lainadalah: 1. Temperatu – Pada temperatur tinggi molekul molekul dan ikatannya dapat meregang danberpindah.Kita dapat membagi material menjadi 2 (dua) kelas didasarkan atas sifat perilaku dari materialketika dikenakan gaya tegasan padanya. 2. yaitu apabila sebagian kecil atau sebagianbesar bersifat elastis tetapi hanya sebagian kecil bersifat lentur sebelum material tersebutretak/pecah. Bagaimana suatu batuan / material akan bereaksi tergantung pada beberapa faktor.

Pada material yang tertekan yang rendah akan menjadibersifat retas dan cenderung menjadi retak. riple marks dan curent riples pada batupasir. Unsur-unsur Struktur Geologi Secara umum dalam geologi ada tiga jenis struktur yaitu: bidang kontak. misalnya superposisi dan kesinambungan lateral. Struktur Sekunder adalah struktur yang terbentuk akibat gaya (force) setelah proses pembentukan batuan tersebut. cross-bedding. ropy dan vesicular (gas vesicle) pada lava.2. dan Feldspar bersifat sangat retas. seperti Kuarsa.sedangkan batuan yang kering akan cenderung bersifat retas. Contohnya bidang perlapisan pada batuan sedimen struktur sedimen seperti graddedbedding. Jadi. Pada umumnya struktur ini merefleksikan kondisi lokal dari lingkungan pengendapan batuan tersebut. seperti mineral lempung. Padamaterial yang tertarik secara lambat maka akan cukup waktu bagi setiap atom dalammaterial berpindah dan oleh karena itu maka material akan berperilaku / bersifat lentur. kontak sedimentasi (normal). Catatan : Struktur primer dalam batuan sedimen akan mengikuti hukum-hukum dasar sedimentologi. . Tekanan bebas– pada material yang terkena tekanan bebas yang besar akan sifat untuk retak menjadi berkurang dikarenakan tekanan disekelilingnya cenderung untuk menghalangi terbentuknya retakan. kontak tektonik berupa bidang sesar atau zona sesar atau shear zone). Hal tersebutberhubungan dengan tipe ikatan kimianya yang terikat satu dan lainnya. stuktur primer dan struktur sekunder. komposisimineral yang ada dalam batuan akan menjadi suatu faktor dalam menentukan tingkah lakudari batuan. Struktur kekar kolom. 4. Komposis – Beberapa mineral. Bidang kontak ini dapat berupa. Bidang Kontak adalah batas antar jenis batuan. dan kalsit bersifat lentur. kontak intrusi. Dengan demikian batuan yang bersifat basah cenderung akan bersifat lentur. ketidakselarasan. mica. Kecepatan tarikan– Pada material yang tertarik secara cepat cenderung akan retak. yang mencerminkan suatu proses geologi. Air kelihatannya berperan dalammemperlemah ikatan kimia dan mengitari butiran mineral sehingga dapat menyebabkanpergeseran. Olivine. Aspek lainnya adalah hadir tidaknya air. Struktur Primer adalah struktur dalam batuan yang berkembang pada saat atau bersamaan dengan proses pembentukannya.Mineral lainnya. 3.

dan lineasi. shear fractures (kekar gerus). . fault (sesar). Secara umum dicirikan oleh: a) Pemotonganbidang perlapisan batuan. Joint terbentuk oleh gaya regangan diakibatkan oleh stress tektonik dan temperatur. Pembahasan dan pemerian lebih detail untuk setiap jenis struktur sekunder akan diberikan pada bab-bab selanjutnya diberikan pada babbab selanjutnya. Kekar gerus banyak ditemukan pada batuan yang terlipat. fold (perlipatan). Vein terbentuk akibat fluida yang masuk kedalam kekar karena adanya perubahan tekanan fluida didalam batuan. Sedangkan joint umum dijumpai diberbagai lingkungan. tetapi juga umum dihasilkan akibat dari proses pembebanan tektonik. vein. foliasi. Joint dan shear fractures (kekar gerus) dicirikan dengen bidang yang planar dan licin yang memotong batuan. bahan dasar (rheology) serta kondisi deformasinya. cleavage. Tetapi untuk beberapa kasus seringkali sangat sulit untuk membedakan struktur primer and sekunder. Struktur sekunder terdiri dari: fractures antara lain joint. Mempelajari prosesproses pembentukan struktur sekunder ini yang akan menjadi fokus utama didalam geologi struktur. Slickenlines (gores-garis). b) Biasanya terisi mineral lain (mineralisasi) seperti kalsit. kekar gerus terbentuk karena proses penggerusan dengan pergerakan yang hanya sedikit dan sejajar bidang kekar. Strukturstruktur ini dibedakan berdasarkan geometri. Dimana pada saat pembentukannya sebagai suatu struktur primer mungkin berkaitan dengan suatu proses tektonik regional yang significant. Gores-garis dihasilkan akibat pentorehan pada bidang kekar akibat pergerakan. Pada umumnya dialam joint ditemukan berkelompok dengan spasi (jarak antar joint) yang teratur dan konsisten. Kekar adalah struktur retakan/rekahan terbentuk pada batuan akibat suatu gaya yang bekerja padabatuan tersebut dan belum mengalami pergeseran. Berbeda dengan joint. cara terbentuknya.batuan sedimen maupun batuan metamorf. Pergerakan pada kekar gerus sangat kecil sekali sehingga sukar untuk diamati oleh mata biasa.baik itu batuan beku. kuarsa c) kenampakan breksiasi. karena adanya unsur interpretasi misalnya pada saat pembentukan struktur bantal pada lava.

Dewasa ini banyak study sesar dilakukan terutama dikonsentrasikan pada sesar aktif untuk mencoba memprediksi bencana gempa bumi. 3. Kekar yang umumnya dijumpai pada batuan adalah sebagaiberikut: 1. 2. . Tension Join adalah retakan/rekahan yang berpola sejajar dengan arah gaya utama. cermin sesar dan gores-garis. Pergerakan sesar menghasilkan berbagai produk termasuk gouge. Shear Joint (Kekar Gerus) adalah retakan / rekahan yang membentuk pola salingberpotongan membentuk sudut lancip dengan arah gaya utama.Umumnya bentuk rekahan bersifat terbuka. Sesar adalah suatu bidang yang diskrit atau merupakan suatu zona dimana batuan bergerak. Kekar jenis shear jointumumnya bersifat tertutup. Extension Joint (Release Joint) adalah retakan/rekahan yang berpola tegak lurus denganarah gaya utama dan bentuk rekahan umumnya terbuka.Struktur kekar dapat dikelompokkan berdasarkan sifat dan karakter retakan/rekahan serta arah gayayang bekerja pada batuan tersebut.

Lipatan umumnya terbentuk dalam batuan sedimen yang belum terlitifikasi. 2) Lipatan Similar adalah lipatan dengan jarak lapisan sejajar dengan sumbu utama. 5) Lipatan chevron adalah lipatan bersudut dengan bidang planar 6) Lipatan isoklin adalah lipatan dengan sayap sejajar 7) Lipatan Klin Bands adalah lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh permukaan planar. Berdasarkan dikelompokkan menjadi: kedudukan garis sumbu dan bentuknya. contohnya lipatan longsoran (slump) yang banyak dijumpai pada endapan turbidit. Disamping lipatan tersebut diatas. . Lipatan memiliki bentuk dan ukuran yang beragam dimana struktur dalamnya seringkali merefleksikan kondisi deformasinya. seperti Lipatan Seretan(Drag folds) adalah lipatan yang terbentuk sebagai akibat seretan suatu sesar.Lipatan adalah struktur yang berbentuk melengkung. lipatan dapat 1) Lipatan Paralel adalah lipatan dengan ketebalan lapisan yang tetap. dijumpai juga berbagai jenis lipatan. 3) Lipatan harmonik atau disharmonik adalah lipatan berdasarkan menerus atau tidaknyasumbu utama. 4) Lipatan Ptigmatik adalah lipatan terbalik terhadap sumbunya.

Apabila bidang sesarnya tidak tegak. . satu komponen tegak (dip-slip) dan satu komponen mendatar(strike-slip). Arah pergerakansesar dapat ditentukan dari arah gores garisnya.Anatomi Sesar a) Arah pergerakan yang terjadi disepanjang permukaan suatu sesar dikenal sebagai bidangsesar. pertumbuhan mineral dan tangga-tangga kecil. sesar sungkup/sesar naik (thrust fault) dan sesar mendatar (wrench fault ataustrike-slip fault). b) Ada dua jenis gelinciran sesar. e) Sesar mendatar.Sedangkan sesar transform adalah sesar mendatar yang terjadi antara dua lempeng yangsaling berpapasan. d) Menurut Anderson (1942) ada tiga kategori utama sesar. yaitu sesar normal atau sesar turun(normal fault). Kombinasi kedua-dua gelinciran dikenal sebagai gelinciran oblik (obliqueslip). sesar membulat dan sesar sepanjangperlapisan. c) Pada permukaan bidang sesar terdapat gores-garis sesar (slicken-side) yang dicirikan olehpermukaan yang licin. maka batuan yang terletak di atasnya dikenalisebagai dinding gantung (hanging wall). sesar radial. f) Terdapat juga sesar jenis en echelon. berdasarkan gerak relatifnya terdapat sesar mendatar dekstral atau sinistral. sedangkan bagian bawahnya dikenal dengandinding kaki(footwall).

Patahan Normal yang disebabkan oleh gaya tegasan tensionalhorisontal. kita tidak mengetahui sisi yang sebelah mana yang sebenarnya bergerak atau jikakedua sisinya bergerak. Normal Fault – adalah patahan yang terjadi karena gaya tegasan tensional horisontal padabatuan yang bersifat retas dimana “hangingwall block” t elah mengalami pergeseran relatif ke arah bagian bawah terhadap “footwall block”. semuanya dapat kita tentukan melalui pergerakan relatifnya. seringkali dijumpai sesar-sesar normal yang berpasang pasangan denganbidang patahan yang berlawanan. maka konsep jurus dan kemiringan juga dapatdipakai. Contoh kasus dari pengaruh gaya tegasan tensional yang bekerja padakerak bumi pada saat ini adalah “East African Rift Valley” suatu wilayah dimana terjadipemekaran benua yang menghasilkan suatu “Rift”. Foliasi adalah bidangbidang planar yang rapat yang terdiri dari mineral-mineral seperti mika. Sebagai catatan bahwa ketika kita melihat pergeseran pada setiappatahan. dimana hangingwall bergerah kebagian bawah dari footwall. foliasi dan lineasi adal struktur produk dari deformation tempature dan atau tekanan tinggi. Lineasi adalah pengarahan umum dari mineral-mineral pipih seperti hornblenda. Dalam kasus yang demikian. Dip Slip Faults – adalah patahan yang bidang patahannya menyudut (inclined) danpergeseran relatifnya berada disepanjang bidang patahannya atau offset terjadi disepanjangarah kemiringannya. maka dapat kita tentukan bahwablok yang berada diatas patahan sebagai “hanging wall block” dan blok yang beradadibawah patahan dikenal sebagai “footwall block”. Untuk setiap bidang patahan yang yang mempunyai kemiringan. dengan demikian jurus dan kemiringan dari suatu bidang sesar dapat diukur dan ditentukan. 2. Selamapatahan/sesar dianggap sebagai suatu bidang datar. agregat mineral. Sesar dapat dibagi kedalam beberapa jenis/tipe tergantung pada arah relatif pergeserannya. lipatan-lipatan micro dan gores-garis. Bidang belah terbentuk sebagai respon terhadap deformasi (flattening dan shortening) yang biasanya berasosiasi dengan perlipatan. Kelompok khusus dari foliasi adalah bidang belah atau cleavage yang mempunyai karakter khusus yaitu kalau pecah akan mengikuti bidang belahnya.Bidang belah (cleavage). Contoh lainnya yang saat ini juga terjadipemekaran kerak . Horsts & Gaben – Dalam kaitannya dengan sesar normal yang terjadi sebagai akibat daritegasan tensional. 1. maka bagian dari blok-blok yang turun akan membentuk “graben” sedangkan pasangan dari blok-blok yang terangkatsebagai “horst”. bidang geser dan pengarahan fragmen kwarsa. 3.

bumi adalah wilayah di bagian barat Amerika Serikat.Utah. dan Idaho. . Half-Grabens – adalah patahan normal yang bidang patahannya berbentuk lengkungandengan besar kemiringannya semakin berkurang kearah bagian bawah sehingga dapatmenyebabkan blok yang turun mengalami rotasi. 4. yaitu di Nevada. Rangkaian patahan normal sebagai hasil dari gaya tegasan tensionalhorisontal yang membentuk “Horst” dan “Graben”.

Dengan mengamati pada salah satu sisi bidang patahan dan dengan melihatkearah bidang patahan yang berlawanan. Strike Slip Faults – adalah patahan yang pergerakan relatifnya berarah horisontal mengikutiarah patahan. Patahan jenis ini berasal dari tegasan geser yang bekerja di dalam kerak bumi. maka jika bidang pada salah satu sisi bergerak kearah kiri kita sebut sebagai patahan “leftlateral strike-slip fault”. Pergeseran dari sesar “Thrust fault” dapat mencapai hingga ratusankilometer sehingga memungkinkan batuan yang lebih tua dijumpai menutupi batuan yanglebih muda. . maka kita namakan sebagai “right-lateral strike-slip fault”. 7. A Thrust Fault adalah patahan “reverse fault” yang kemiringan bidang patah annya lebih kecil dari 15⁰. Jika bidang patahanpada sisi lainnya bergerak ke arah kanan.Patahan jenis “strike slip fault” dapat dibagi menjadi 2(dua) tergantung pada sifatpergerakannya. Reverse Faults – adalah patahan hasil dari gaya tegasan kompresional horisontal padabatuan yang bersifat retas. Contoh patahan jenis “strike slip fault” yang sangat terkenal adalah patahan “SanAndreas” di California dengan panjang mencapai lebih dari 600 km.5. 6. dimana “hangingwall block” berpindah relatif kearah atasterhadap “footwall block”.

sedangkan yanglainnya akam terlipat. dimana patahan transform hanya terjadi diantara batas kedua pematang.8. Jenispatahan transform umumnya terjadi di pematang samudra yang mengalami pergeseran(offset). sedangkandibagian luar dari kedua batas pematang tidak terjadi pergerakan relatif diantara keduabloknya karena blok tersebut bergerak dengan arah yang sama. Transform-Faults adalah jenis patahan “strike-slip faults” yang khas terjadi pada bataslempeng. dengan demikian kita juga dapat memperkirakan bahwa beberapa batuanketika terkena gaya tegasan yang sama akan terjadi retakan atau terpatahkan. dimana dua lempeng saling berpapasan satu dan lainnya secara horisontal. Daerah ini dikenal sebagaizona rekahan (fracture zones).Geometri dari perlipatan lapisan batuan . Patahan “San Andreas” di California termasuk jenis patahan“transform fault” Hubungan Antara Lipatan dan Patahan Batuan yang berbeda akan memiliki sifat yang berbeda terhadap gaya tegasan yang bekerja padabatuan batuan tersebut.

antiklin dimanasecara geometri bentuk lengkungan bagian luar (outer arc) akan mengalami peregangan sedangkanlengkungan bagian dalam akan mengalami pembelahan (cleavage). maka batuan tersebut kemungkinan terlipat sampai pada titik tertentu kemudianakan mengalami pensesaran. seperti batuan yang bersifatlentur menutupi batuan yang bersifat retas. Demikian juga ketika batuan batuan yang bersifat lentur mengalami retakan dibawah kondisitekanan yang tinggi. maka batuan yang retas kemungkinan akan terpatahkandan batuan yang lentur mungkin hanya melengkung atau terlipat diatas bidang patahan. gaya tegasan akan berubaharah seperti diperlihatkan pada. Ketika batuan batuan yang berbeda tersebut berada di area yang sama. . Pada bidang patahan. Apabila tegasan ini berlanjutdan melampaui batas elastisitas batuan. perlipatan akan mulai terpatahkan (tersesarkan) melaluibidang yang terbentuk pada sumbu lipatannya.dimana pada tahap awal perlapisan batuan akan terlipat membentuk lipatan sinklin . membentuk suatu patahan.yang terkena tegasan diperlihatkan pada gambar.

laboratorium untuk mendeskripsi unsur struktur seperti karakter fisik. Konsep yang sangat penting dalam menginterpretasi geologi struktur melalui analisa detail adalah waktu dan skala. Sehingga urut-urutan kejadian deformasi adalah A.Analisa Detail Geologi Struktur Untuk memecahkan masalah-masalah geologi struktur yang kompleks digunakan metoda pemetaan detail unsur geologi struktur. apalagi bagi daerah-daerah yang sangat sulit untuk menentukan umur absolutnya misal kompleks batuan metamorfik. dll. ukuran maupun pergerakan dari batuan yang dapat dideskripsi dan dianalisa kinematikanya dari data lapangan. Baik itu dalam konteks skala waktu abosulut (waktu geologi) mapun relatif. Sehingga berdasarkan pendekatan geometri analisa geologi struktur dapat dibagi menjadi tiga yaitu analisa deskriptif. karena menyangkut lokasi pembentukannya. Analisa dinamik bertujuan menginterpretasi stress pada batuan yang disebakan oleh proses deformasi. Analisa ini dikenal sebagai analisa keterakan atau strain analysis. Deformasi mengakibatkan perubahan bentuk. Hal ini sangat penting. paling tidak waktu relatif yang dapat dihasilkan dari bukti potong memotong struktur dilapangan. orientasi. mendiskripsi arah umum dari gaya yang menyebakan stress dan mengevaluasi hubungan antara stress and strain. Analisa kinematik adalah merekonstruksi pergerakan yang terjadi didalam batuan akibat proses deformasi. dan kekuatan batuan. Konsep waktu relatif ini sangat berguna. orientasi dan juga evolusi dari unsur-unsur struktur tersebut. Untuk lebih mengerti proses yang terjadi di bumi ini kita perlu mengerti bagaimana proses pembentukan geometri unsur struktur tersebut. sebagai contoh adalah struktur lipatan. C. Konsep waktu sangatlah penting untuk membuat sejarah deformasi. Contohnya perlipatan sesar A dipotong oleh sesar B kemudian terpatahkan oleh sesar C. karakteristik. Tetapi bagaimana dan berapa besar gaya atau stress yang menyebakan pembentukan struktur tersebut merupakan analisis dinamik. . Analisa ini murni berdasarkan pada urutan-urutan pembentukan geometri unsur struktur tanpa didasarkan pada gaya-gaya penyebabnya. Sehingga analisa ini sangatlah penting karena merupakan hasil pengamatan langsung dari lapangan. Analisa deskriptif merupakan hasil langsung observasi lapangan. Secara umum yang paling penting dalam mempelajari struktur geologi adalah geometri dari unsur struktur. volume. kinematika dan dinamik. B.

com/doc/70615424/7-GEOLOGI-STRUKTUR http://geofisikafmipa.html .scribd.com/2011/05/v-behaviorurldefaultvmlo.DAFTAR PUSTAKA : http://id.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful