P. 1
Dampak Buruk Bahasa Alay Terhadap Bahasa Indonesia

Dampak Buruk Bahasa Alay Terhadap Bahasa Indonesia

|Views: 36|Likes:
Published by Yuliiaa ANandhaa

More info:

Published by: Yuliiaa ANandhaa on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2014

pdf

text

original

Dampak Buruk Bahasa Alay Terhadap Bahasa Indonesia

Pendahuluan

Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak layu atau Anak kelayapan yang menghubungkannya dengan anak jarpul (Jarang Pulang). Tapi yang paling terkenal adalah Anak layangan. Dominannya, istilah ini menggambarkan anak yang menganggap dirinya keren secara gaya busananya. Menurut Koentjaraningrat, Alay adalah gejala yang dialami pemuda dan pemudi bangsa Indonesia, yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsissan yang cukup mengganggu masyarakat pada umumnya. Diharapkan sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar. Bahasa Alay menurut Sahala Saragih, dosen Fakultas Jurnalistik Universitas Padjajaran, merupakan bahasa sandi yang hanya berlaku dalam komunitas mereka. Tentu saja itu tidak mungkin digunakan ke pihak di luar komunitas mereka misalnya guru dan orangtua. Penggunaan bahasa sandi itu menjadi masalah bila digunakan dalam komunikasi massa karena lambang yang mereka pakai tidak dapat dipahami oleh segenap khayalak media massa atau dipakai dalam komunikasi formal secara tertulis. Pesatnya perkembangan jumlah pengguna bahasa Alay menunjukkan semakin akrabnya genersai muda Indonesia dengan dunia teknologi terutama internet. Munculnya bahasa Alay juga menunjukkan adanya perkembangan zaman yang dinamis, karena suatu bahasa harus menyesuaikan dengan masyarakat penggunanya agar tetap eksis. Akan tetapi, munculnya bahasa Alay juga merupakan sinyal ancaman yang sangat serius terhadap bahasa Indonesia dan pertanda semakin buruknya kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang. Dalam ilmu linguistik memang dikenal adanya beragamragam bahasa baku dan tidak baku. Bahasa baku biasnya digunakan dalm acara-acara yang kurang formal. Akan tetapi bahasa Alay merupakan bahasa gaul yang tidak mengindah.

PEMBAHASAN
Bahasa Alay merupakan bahasa sandi yang hanya berlaku dalam komunitas Alay.Fenomena bahasa alay menjadi menarik, karena tidak semua orang mau menerima bahasa Alay ini. Bahasa Alay sering digunakan oleh komunitas tersebut dalam SMS, atau status di Facebook dan Twitter. Entah karena banyaknya orang yang memakai tulisan alay sehingga berdampak banyak orang yang merasa terganggu sampai-sampai muncul grup antialay di Facebook. Apakah penggunaan bahasa Alay mempunyai pengaruh terhadap bahasa Indonesia? Dan bagaimana cara masyarakat menaggapi hal tersebut?. Menurut Sahala, penggunaan bahasa sandi itu akan menjadi masalah jika digunakan dalam komunikasi massa karena lambang-lambang yang mereka pakai tidak dapat dipahami oleh segenap khalayak, media massa atau dipakai dalam komunikasi formal secara tertulis.

Masyarakat berlain pendapat dalam menghadapi hal tersebut. Tidak mungkin jika pekerjaan rumah. b350k k1t4 p3r91 yuuk”. Contoh: “t3m4n. ulangan atau tugas sekolah dikerjakan dengan menggunakan bahasa Alay. ketika situasi kita dalam situasi yang formal jangan menggunakan bahasa Alay sebagai komunikasi. Contoh:”tEmAn. Bagaimana ciri-ciri bahasa yang dikategorikan dalam bahasa bentuk Alay? Apa dampak positif (negatif) yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa Alay tersebut?. 2. Begitu juga di kantor. Banyak dari mereka yang lancar dalam penggunaan bahasa Alay. Dampak positif dengan digunakannya bahasa Alay adalah remaja menjadi lebih creative. Kapitalisasi yang sangat berantakkan. antara lain: 1. Dari data yang penulis dapat ciri-ciri bahasa Alay. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat. Jadi. Dampak negatif lainnya. . menyebabkan para remaja menjadi sulit menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata Alay tersebut. “xory ya. biarkan saja kaum muda itu menggunakan bahasa sandi mereka sendiri yang ditujukan kepada komunitas mereka sendiri saja. tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Contoh-contoh yang telah disebutkan di atas baru sedikit. Contoh: “nanti Aq xmx kamyu deeech”. ada yang menerima bahasa tersebut ada juga yang merasa terganggu. Mengganti huruf “s” dengan “c” sehingga seperti balita berbicara. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan. 3. media yang tepat dan komunikan yang tepat juga. kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar. becok aQ gx bica ikut”. Karena. bEsOk kItA pErGi YuUuK”. Karena. Padahal di sekolah atau di tempat kerja. Jadi. bahasa Alay dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. ini artinya masih banyak lagi kata-kata yang termaksud di dalamnya. sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya. Bagi mereka yang menerima bahasa Alay beralasan karena mereka menganggap itu merupakan kreativitas. tetapi sangat kesulitan dalam berbahasa Indonesia. menganggap bahasa Alay sangat sulit dipahami demikian juga penulisan dengan huruf alay sangat menyulitkan bagi beberapa orang untuk membacanya.Karena remaja sekarang sering menggunakan bahasa Alay dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. bahasa Alay tidak masuk ke dalam tatanan bahasa akademis. Penggunaan bahasa Alay memiliki dampak yang positif dan negatife. Sedangkan bagi masyarakat lain yang merasa terganggu dengan bahasa Alay. Sedangkan dampak negatifnya adalah penggunaan bahasa Alay dapat mempersulit penggunanya untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa Alay ini. laporan yang kita buat tidak diperkanakan menggunakan bahasa Alay. Menggunakan angka untuk menggantikan huruf. Menambahkan “x” atau “z” pada akhiran kata atau mengganti beberapa huruf seperti “s” dengan dua huruf tersebut dan menyelipkan huruf-huruf yang tidak perlu serta merusak EYD atau setidaknya bahasa yang masih bisa dibaca.

Mereka gengsi atau malu jika mereka tidak menggunakan bahasa tersebut. Mereka lebih senang menggunakan bahasa Alay. Bahasa Alay secara langsung maupun tidak telah mengubah masyarakat Indonesia untuk tidak mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. keengganan mereka untuk membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia. Banyak siswa-siswi SMA yang tidak lulus. sudah banyak kesulitan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya penggunaan bahasa baru yang mereka anggap sebagai kreativitas.Dengan dibiasakannya diri seseorang untuk menggunakan bahasa Alay. karena lebih mudah dan merupakan bahasa yang lagi musim saat ini. Salah satu dari penyimpangan bahasa tersebut diantaranya adalah digunakannya bahasa Alay. Penyebab terjadinya di antaranya karena. Atau pada komunitas yang mengerti dengan sandi bahasa Alay tersebut. akan tetapi jangan sampai menghilangkan budaya berbahasa Indonesia. Jika mereka tidak menggunakannya. Bahkan ada beberapa sekolah yang siswanya tidak lulus semuanya. maka dapat menyulitkan dirinya sendiri. mereka takut dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Kita boleh menggunakannya. Masyarakat Indonesia khususnya para remaja. Sebaiknya bahasa Alay dipergunakan pada situasi yang tidak formal seperti ketika kita sedang berbicara dengan teman. . Bisa dibuktikan dengan tingkat kelulusan SMA tahun ini. PENUTUP Tata bahasa Indonesia pada saat ini sudah banyak mengalami perubahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->