P. 1
Makalah Kalkulus Aplikasi Turunan

Makalah Kalkulus Aplikasi Turunan

4.0

|Views: 3,886|Likes:
Published by Mhd Mhd
Kalkulus Aplikasi Turunan
Kalkulus Aplikasi Turunan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Mhd Mhd on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2014

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Allah SWT mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui proses pemecahan dan

pengayakan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya Makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang “ Penggunaan Aplikasi Turunan ” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia Kesehatan Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan Makalah ini. Semoga Makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun Makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.

Wassalam Penulis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret takterhingga. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidangsains, ekonomi, dan teknik; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar elementer. Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika. Turunan merupakan salah satu bagian dari kalkulus yang mempunyai peranan yang sangat besar baik dalam bidang–bidang lain maupun dalam matematika itu sendiri. Dengan mempelajari turunan, maka dapat mempermudah kita dalam menyelesaikan masalah–masalah yang berkaitan dengan fungsi, integral dan bidang kalkulus lainnya. Turunan juga dapat digunakan untuk dapat menggambarkan grafik suatu fungsi aljabar yaitu dengan menggunakan penerapannya. Untuk menentukan turunan suatu fungsi biasanya digunakan konsep limit.

BAB 2 PEMBAHASAN APLIKASI TURUNAN I.1 Maksimum dan Minimum Definisi: Andaikan S, daerah asal dari f, mengandung titik c. Kita katakan bahwa:
• • • •

f(c) adalah nilai maksimum f pada S jika f(c) ≥ f(x) untuk semua x di S; f(c) adalah nilai minimum f pada S jika f(c) ≤ f(x) untuk semua x di S; f(c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia adalah nilai maksimum atau minimum. Fungsi yang ingin kita maksimumkan atau minimumkan adalah fungsi objektif.

Teorema A Teorema keberadaan maksimum-minimum jika f pada selang tutup [a,b], maka f mencapai nilai maksimum dan minimum disana. Dimana terjadinya nilai ekstrim? Nilai-nilai ekstrim dari fungsi yang didedinisikan pada selang tertutup seringkali terjadi pada titik-titik ujung. Jika c sebuah titik tempat f’(c) = 0 kita sebut c titik stasioner. Pada titik stasioner grafik f mendatar, karena garis singgung mendatar. Jika c adalah titik didalam I tempat f aksen tidak ada, kita sebut c titik singular yang berupa titik tempat grafik f berpojok tajam, garis singgung tegak, atau berupa loncatan atau didekatnya grafik bergoyang sanagt buruk. Sembarang titik dalam daerah asal fungsi f yang termasuk salah satu dari tipe ini disebut titik kritis f. Teorema B Teorema titik kritis: Andaikan f terdefinisikan pada selang I yang memuat titik c. Jika (c) adalah nilai ekstrim, maka c haruslah berupa suatu titik kritis; yakni c berupa salah satu: • Titik ujung dari I; • Titik stasioner dari f(f’(c)=0); atau • Titik singular dari f(f’(c) tidak ada) Bukti:

f (c) berupa nilai maksimum f pada I dan andaikan c bukan titik ujung ataupun titik singular. Karena f(c) adalah nilai maksimum, maka f(x) ≥ f(c) untuk semua x dalam I yaitu f(x) – f(c) ≤ 0 Jadi jika x < c, sehingga x-c < 0 maka (1) f(x) – f(c) ≥ 0 x – c sedangkan jika x > c, maka: (2) f(x) – f(c) ≤ 0 x – c Tetapi f’(c) ada, karena c bukan titik singular. Akibatnya bila kita biarkan x c¯ dalam (1) dan x c+ dalam (2), kita memperoleh masing-masing f’(c) ≥ 0 dan f’(c) ≤ 0. kita simpulkan bahwa f’(c) = 0. 4.2 Kemonotonan dan kecekungan Definisi: Andaikan f terdefinisi pada selang I (terbuka, tertutup, atau tak satupun). Dapat katakan bahwa: • f naik pada I jika, untuk setiap pasang bilangan x1 dan x2 dalam I, • x1 < x2 f(x1) < f(x2)
• • •

f turun pada I jika, untuk setiap pasang bilangan x1 dan x2 dalam I, x1 < x2 f(x1) > f(x2) f monoton murni pada I jika f naik pada I atau turun pada I.

Turunan pertama dan kemonotonan Turunan pertama f’(x) memberi kita kemiringan dari garis singgung pada grafik f dititik x. Kemudian jika f’(x) > 0 maka garis singgung naik kekanan. Dan jika f’(x) < 0 maka garis singgung turun kekanan. Teorema A Teorema kemonotonan: Andaikan f kontinue pada selang I dan terdefinisikan pada setiap titik-dalam dari I. • Jika f’(x) > 0 semua x titik-dalam I, maka f naik pada I. • Jika f’(x) < 0 semua x titik-dalam I, maka f turun pada I Turunan kedua dan kecekungan Suatu fungsi mungkin naik dan tetap mempunyai grafik yang bergoyang. Jika garis singgung berbelok secara tetap dalam arah yang berlawanan arah outaran jarum jam, kita katakan bahwa grafik cekung ke atas, dan jika garis singguang berbelok searah putaran jarum jam, maka grafik cekung ke arah bawah. Definisi kecekungan

Andaikan f terdiferensialkan pada selang terbuka I, kita mengatakan bahwa f (dan grafiknya) cekung ke atas pada I jika f’ naik pada I, dan kita mengatakan bahwa f cekung ke bawah pada I jika f’ turun pada I. Teorema A Teorema kecekungan: Andaikan f terdeferensiasikan dua kali pada selang buka I. • Jika f”(x) > 0 untuk semua x dalam I, maka f cekung ke atas pada I. • Jika f”(x) < 0 untuk semua x dalam I, maka f cekung ke bawah pada I. Titik balik Andaikan f kontinue di c, kita sebut (c.f(c)) suatu titik balik dari grafik f jika f cekung keatas pada satu sisi dan cekung ke bawah pada sisi lainnya dari c. 4.3 Maksimum dan Minimum Lokal Definisi Andaikan S daerah asal dari f, mengandung titik c, dapat dikatakan bahwa:
• •

f(c) adalah suatu nilai maksimum lokal dari f jika terdapat sebuah interval (a,b) yang berisi c sehingga f(c) adalah nilai maksimum dari f pada (a,b) simbol gabungan S; f(c) adalah suatu nilai minimum lokal dari f jika terdapat sebuah interval (a,b) yang berisi c sehingga f(c) adalah nilai minimum dari f pada (a,b) simbol gabungan S; f(c) adalah suatu nilai ekstrim lokal dari f jika kedua-duanya adalah sebuah nilai maksimum lokal atau sebuah nilai minimum lokal.

Teorema A Uji turunan pertama: Andaikan f kontinu pada selang buka (a,b) yang memuat titik kritis c.
• •

Jika f’(x) > 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f(c) adalah nilai maksimum lokal. Jika f’(x) < 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) > 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f(c) adalah nilai minimum lokal. Jika f(x) bertanda sama pada kedua pihak c, maka f(c) bukan nilai ekstrim lokal f.

Bukti (i) Karena f’(x) > 0 untuk semua x dalam (a,c), maka menurut teorema kemonotonan f naik pada (a,c].

Karena f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f turun pada [c,b). Jadi f’(x) < f’(c) untuk semua x dalam (a,b), kecuali tentu saja di x = c. Kita menyimpulkan bahwa f(c) adalah maksimum lokal. Demikian juga untuk bukti (ii) dan (iii). Teorema B Uji Turunan kedua: Andaikan f’ dan f” ada pada setiap titik selang terbuka (a,b) yang memuat c, dan andaikan f’(c) = 0.
• •

Jika f”(c) < 0, f(c) adalah nilai maksimum lokal f. Jika f”(c) > 0, f(c) adalah nilai minimum lokal f.

1. Kemonotonan dan Kecekungan Definisi : Andaikan f terdefinisi pada selang I (terbuka, tertutup atau tak satupun). Kita katakan bahwa : i. ii. iii. f adalah naik pada I jika untuk setiap pasang bilangan x1 dan x2 dalam I, x1 < x2 → f(x1) < f(x2) f adalah turun pada I jika untuk setiap pasang bilangan x1 dan x2 dalam I, x1 > x2 → f(x1) > f(x2) f monoton murni pada I jika ia naik pada I atau turun pada I

Teorema A (Teorema Kemonotonan). Andaikan f kontinu pada selang I dan dapat dideferensialkan pada setiap titik dalam dari I i. ii. Jika f’(x) > 0 untuk semua titik dalam x dari I, maka f naik pada I Jika f’(x) < 0 untuk semua titik dalam x dari I, maka f turun pada I

Turunan Pertama dan Kemonotonan Ingat kembali bahwa turunan pertama f’(x) memberi kita kemiringan dari garis singgung f dititik x, kemudian jika f’(x) > 0, garis singgung naik ke kanan, serupa, jika f’(x) < 0, garis singgung jatuh ke kanan. (Gambar A)

Turunan Kedua dan Kecekungan Sebuah fungsi mungkin naik dan tetap mempunyai grafik yang sangat bergoyang (Gambar B), maka kita perlu mempelajari bagaimana garis singgung berliku saat kita bergerak sepanjang grafik dari kiri ke kanan. Jika secara tetap berlawanan arah putaran jarum jam, kita katakan bahwa grafik cekung ke atas, jika garis singgung berliku searah jarum jam, grafik cekung ke bawah pada I. Teorema B (Teorema kecekungan). Andaikan f terdeferensial dua kali pada selang terbuka (a,b). i. ii. Jika f’’(x) > 0 ntuk semua x dalam (a,b) maka f cekung ke atas pada (a,b) Jika f’’(x) < 0 ntuk semua x dalam (a,b) maka f cekung ke bawah pada (a,b)

Titik Balik Andaikan f kontinu di c, kita sebut (c,f(c)) suatu titik balik dari grafik f jika f cekung ke atas pada satu sisi dan cekung ke bawah pada sisi lainnya dari c. grafik dalam Gambar C menunjukkan sejumlah kemungkinan. Gambar

soal : Jika f(x) = x3 + 6x2 + 9x + 3 cari dimana f naik dan dimana turun? Penyelesaian: Mencari turunan f f’(x) = 3x2 + 12x + 9= 3 (x2 + 4x + 3)= 3 (x+3)(X+1)

Kita perlu menentukan (x +3) (x +1) > 0 dan (x +3) (x + 1) < 0 terdapat titik pemisah -3 dan -1, membagi sumbu x atas tiga selang ( -∞, -3), (-3, -1) dan (-1, ∞). Dengan memakai titik uji -4, -2, 0 didapat f `(x) > 0 pada pertama dan akhir selang dan f `(x) < 0 pada selang tengah. Jadi, f naik pada (-∞, -3] dan [-1, ∞) dan turun pada [-3, -1] Grafik f(-3) = 3 f(-1) = -1 f(0) = 3 2. Maksimum dan Minimum Lokal Definisi : Andaikan S, daerah asal f, memuat titik c. kita katakan bahwa : i. ii. iii. f(c) nilai maksimum lokal f jika terdapat selang (a,b) yang memuat c sedemikian sehingga f(c) adalah nilai maksimum f pada (a,b) ∩ S f(c) nilai minimum lokal f jika terdapat selang (a,b) yang memuat c sedemikian sehingga f(c) adalah nilai minimum f pada (a,b) ∩ S f(c) nilai ekstrim lokal f jika ia berupa nilai maksimum lokal atau minimum lokal

Teorema titik kritis pada dasarnya berlaku sebagaimana dinyatakan dengan nilai ekstrim diganti oleh nilai ekstrim lokal, bukti pada dasarnya sama. Jika turunan adalah positif pada salah satu pihak dari titik kritis dan negative pada pihak lainnya, maka kita mempunyai ekstrim lokal. GAMBAR MAKS.LOKAL DAN MINIM LOKAL

Teorema A (Uji Turunan Pertama untuk Ekstrim Lokal). Andaikan f kontinu pada selang terbuka (a,b) yang memuat titik kritis c. i. ii. iii. Jika f’(x) > 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f(c) adalah nilai maksimum lokal f Jika f’(x) < 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f(c) adalah nilai minimum lokal f Jika f’(x) bertanda sama pada kedua pihak c, maka f(c) bukan nilai ekstrim lokal f.

Teorema B

(Uji Turunan Kedua untuk Ekstrim Lokal). Andaikan f’ dan f’’ ada pada setiap titik dalam selang terbuka (a,b) yang memuat c, dan andaikan f’(c) = 0 i. Jika f’’(c) < 0, f(c) adalah nilai maksimum lokal f ii. Jika f’’(c) > 0, f(c) adalah nilai minimum lokal f Ditunjukkan oleh grafik di bawah ini. soal :Cari (jika mungkin) nilai maksimum dan minimum dari f(x) = x3 – 3x2+4 pada ( -∞, ∞). Penyelesaian : f`(x) = 3x2 – 6x = x(3x – 6) x=0 dan x= 2 f(2) = 0 f(0) = 4 fungsi memiliki nilai maksimum 4 (pada 0) dan nilai minimum 0 (pada 2) 5. Penerapan Ekonomik

Dalam mempelajari banyak masalah ekonomi sebenarnya kita menggunakan konsep kalkulus. Misalkan dalam suatu perusahaan, PT ABC. Jika ABC menjual x satuan barang tahun ini, ABC akan mampu membebankan harga, p(x) untuk setiap satuan. Kita tunjukkan bahwa p tergantung pada x. pendapatan total yang diharapkan ABC diberikan oleh R(x) = x p(x), banyak satuan kali harga tiap satuan. Untuk memproduksikan dan memasarkan x satuan, ABC akan mempunyai biaya total C(x). Ini biasanya jumlah dari biaya tetap ditambah biaya variable. Konsep dasar untuk sebuah perusahaan adalah total laba P(x), yakni slisih antara pendapatan dan biaya. P(x) = R(x) – C(x) = x p(x) – C(x) Umumnya, sebuah perusahaan berusaha memaksimumkan total labanya. Pada dasarnya suatu produksi akan berupa satuan-satuan diskrit. Jadi R(x), C(x) dan P(x) pada umumnya didefinisikan hanya untuk x= 0,1,2,3,…..dan sebagai akibatnya, grafiknya akan terdiri dari titik-titik diskrit. Agar kita dapat mempergunakan kalkulus, titik-titik tersebut kita hubungkan satu sama lainsehingga membentuk kurva. Dengan demikian, R,C, dan P dapat dianggap ebagai fungsi yang dapat dideferensialkan. Penggunaaan Kata Marjinal

Andaikan ABC mengetahui fungsi biayanya C(x) dan ntuk sementara direncanakan memproduksi 2000 satuan tahun in. ABC ingin menetapan biaya tambahan tiap satuan. Jika fungsi biaya adalah seperti pada gambar A, Direktur Utama ABC menanyakan nilai ∆C/∆X pada saat ∆x = 1. tetapi kita mengharapkan bahwa ini akan sangat dekat terhadap nilai Lim Pada saat x = 2000. ini disebut biaya marjinal. Kita mengenalnya sebagai dc/dx, turunn C terhadap x. dengan demikian, kita definisikan harga marjinal sebagai dp/dx, pendapatan marjinal dR/dx, dan keuntungan marjinal sebagai dP/dx. soal : Ini berarti bahwa rata-rata biaya tiap satuan adalah Rp. 8960 untuk memproduksi 400satuan yang pertama, untuk memproduksi satu satuan tambahan diatas 400 hanya memerlukan biaya Rp. 1960.

6. Limit di Ketakhinggaan, Limit Tak Terhingga Definisi-definisi Cermat Limit bila x→ ± ∞ Dalam analogi dengan definisi, kita untuk limit-limit biasa, kita membuet definii berikut. Definisi: (Limit bila x → ∞). Andaikan f terdefinisi pada [c,∞) untuk suatu bilangan c. kita katakan bahwa Lim f(x) = L jika untuk masing-masing ε >0, terdapat bilangan M yang x→∞ berpadanan sedemikian sehingga X > M → │f(x) - L│ < ε Definisi: (Limit bila x → -∞). Andaikan f terdefinisi pada ( -∞, c] untuk suatu bilangan c. kita katakan bahwa Lim f(x) = L jika untuk masing-masing ε >0, terdapat bilangan M yang x→ -∞ berpadanan sedemikian sehingga X < M → │f(x) – L│ < ε

Definisi: (Limit-limit tak- terhingga). Kita katakan bahwa Lim f(x) = ∞ jika untuk tiap bilangan x→c+ positif M, berpadanan suatu δ>0 demikian sehingga 0 < x – c < δ→ f(x) > M Hubungan Terhadap Asimtot Garis x = c adalah asimtot vertical dari grafik y = f(x). misalkan garis x = 1 adalah asimtot tegak. Sama halnya garis-garis x = 2 dan x = 3 adalah asimtot vertical. Dalam nafas yang serupa, garis y = b adalah asimtot horizontal dari grafik y = f(x) jika Lim f(x) = b atau Lim f(x) = b x→∞ x→ -∞ , Garis y = 0 adalah asimtot horizontal. 7. Penggambaran Grafik Canggih Kalkulus menyediakan alat ampuh untuk menganalisis struktur grafik secara baik,

khususnya dalam mengenali titik-titik tempat terjadinya perubahan cirri-ciri grafik. Kita dapat menempatka titik-titik maksimum lokal, titik-titik minimum lokal, dan titik-titik balik. Kita dapat menentukan secara persis dimana grafik naik atau dimana cekung ke atas. POLINOM. Polinom derajat 1 atau 2 jelas untuk di gambar grafiknya, yang berderajat 50 hampir mustahil. Jika derajatnya cukup ukurannya, misalka 3 sampai 6. kita dapat memakai alat-alat dari kalkulus dengan manfaat besar. FUNGSI RASIONAL. Fungsi rasional, merupakan hasil bagi dua fungsi polinom, lebih rumit untuk digrafikkan disbanding polinom. Khususnya kita dapat mengharapkan perilaku yang dramatis dimanapun penyebut nol. RINGKASAN METODE. Dalam menggambarkan grafik fungsi, tidak terdapat pengganti untuk akal sehat. Tetapi, dalam banyak hal prosedur berikut akan sangat membantu. soal : Sketsakan grafik f(x) = (2x5 – 30x3)/108 penyelesaian : karena f(-x) = -f(x), f adalah fungsi ganjil, oleh karena itu grafiknya simetri terhadap titik asal. Dengan menetapkan f(x) = 0 berarti {2x5 – 30x3}/108 = 0 dan x3(2x2 – 30)/108 = 0 kita temukan perpotongan sumbu x adalah 0 dan  15  3,85 Kemudian kita deferensialkan f’(x) = (10x4 – 90x2)/108 = {10x2 (x2-9)}/108 kita peroleh titik kritis -3, 0, 3 f(-3) = 3 f(0) = 0 f(3) = 12

kemudian kita deferensialkan kembali f”(x) = (40x3 -180x)/108 = {x(40x2-180)}/108

kita peroleh x = -2.1 x = 2.1 x = 0 f(-2.1) = 1.8 f(2.1) = -1. f(0) = 0

8.Teorema Nilai Rata-Rata Teorema nilai rata-rata adalah bidang kalkulus – tidak begitu penting, tetapi sering kali membantu melahirkan teorema-teorema lain yang cukup berarti. Dalam bahasa geometri, teorema nilai rata-rata mudah dinyatakan dan dipahami.

GAMBAR 1 dan 2

Teorema A (Teorema Nilai rata-rata untuk Turunan). Jika f kontinu pada selang tertutup [a,b] dan terdeferensial pada titik-titik dalam dari (a,b), maka terdapat paling sedikit satu bilangan c dalam (a,b) dimana f(b) – f(a) / b – a = f’(c) atau secara setara, dimana f(b) – f(a) = f’(c) (b-a) Teorema B Jika F’(x) = G’(x) untuk semua –x dalam (a,b), maka terdapat konstanta C sedemikian sehingga F(x) = G(x) + C Untuk semua x dalam (a,b) soal: Cari bilangan c yang dijamin oleh teorema Nilai rata-rata untuk f(x) = x2 – 3 pada [1,3] penyelesaian : f’(x) = 2x dan {f(3) – f(1)}/ 3 – 1 = {6 – (-2)}/2 = 8/2 = 4, mjadi kita harus menyelesaikan 2C = 4 maka C = 2 jawaban tunggal adalah C = 2

BAB III PENUTUP KESIMPULAN
BEBERAPA APLIKASI TURUNAN

1. KOEFISIEN 2. 3. 4.

ARAH GARIS SINGGUNG,

(GARIS

NORMAL, GARIS SINGGUNG, SUB-NORMAL,

SUB-TANGEN). LIMIT DENGAN BENTUK TAKTENTU (DALIL L’HOSPITAL) LAJU PERUBAHAN MAKSIMA

& MINIMA

Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret takterhingga. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sains, ekonomi, dan teknik; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar elementer. Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika.

DAFTAR PUSTAKA Purcell, Edwin J. 2003. Kalkulus jilid 1. Jakarta: Erlangga Sari, Intan. 2009. Penggunaan turunan. http://nengintanmsari.wordpress.com/2009/03/15/penggunaan-turunan/ tanggal 22 April 2012) Setiawan. 2004. PDF Pengantar kalkulus. http://Depdiknas.yogyakarta.com/ (diakses taggal 22 April 2012) Sutrisno,agung. 2009. Matematika dasar.WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM (diakses tanggal 22 April 2012) (diakses

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->