BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Transplantasi ginjal adalah pengambilan ginjal dari tubuh seseorang kemudian

dicangkokkan ke dalam tubuh orang lain yang mengalami gangguan fungsi ginjal yang berat dan permanen. Saat ini, transplantasi ginjal merupakan terapi pilihan pada gagal ginjal kronik stadium akhir yang mampu memberikan kualitas hidup menjadi normal kembali. Transplantasi ginjal telah banyak dilaksanakan di seluruh dunia, sejumlah lebih dari 20.000 orang tiap tahun. Di Singapura telah dilakukan lebih dari 842 transplantasi ginjal dengan total donor cadaver 588 dan 282 donor hidup. Di Indonesia sejak tahun 1977 hingga sekarang baru mampu mengerjakan sekitar 300 lebih transplantasi. Hal ini disebabkan karena Indonesia masih menerapkan sistem donor hidup.4 Di Bali, selama enambelas tahun terakhir 46 pasien (35 orang laki-laki dan 11 orang perempuan) penyakit ginjal stadium akhir menjalani transplantasi ginjal, sebagian besar diantaranya dikerjakan di luar negeri dengan menggunakan donor cadaver. Pada dasarnya tujuan utama transplantasi ginjal adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup bagi penderita gagal ginjal. Kelangsungan hidup pasien-pasien transplantasi ginjal ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya adalah skrining penderita, persiapan pratransplantasi, pendekatan bedah yang diambil pada waktu transplantasi dan penatalaksanaan penderita paska transplantasi termasuk penggunaan obat-obat imunosupresif.

1.2 Tujuan 1. Tujuan Umum Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan transplantasi ginjal. 2. Tujuan Khusus a. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi dari ginjal b. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dari transplantasi ginjal c. Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana etiologi terjadinya transplantasi ginjal

d. Mahasiswa mampu menjelaskan beberapa termologi dalam transplantasi ginjal 1|Keperawatan Medikal Bedah III

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1

Anatomi Ginjal Ginjal adalah organekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai

bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. a. Letak Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal). Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati. Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan. Potongan membujur ginjal:

Gambar 1. Potongan membujur ginjal

2|Keperawatan Medikal Bedah III

lapisan kaya protein sebagai membran dasar 3. Organisasi Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat 3|Keperawatan Medikal Bedah III . Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan: 1. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit) Dengan bantuan tekanan. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. bagian lebih dalam lagi disebut medulla. setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Bagian paling dalam disebut pelvis. Struktur detail Pada orang dewasa. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus 2. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. vena renal.b. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus. Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin. dan ureter. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah. kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. c.

menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. asam amino. dan berbagai ion mineral. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini.glomerular. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Warna biru menunjukkan satu tubulus Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman.2 liter per menit. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal. Jaringan ginjal. Gambar 2. Jaringan ginjal 4|Keperawatan Medikal Bedah III . Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle di awal tahun 1860-an. yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis. Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari: · · · tubulus penghubung tubulus kolektivus kortikal tubulus kloektivus medularis arteri aferen disebut aparatus Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan juxtaglomerular. Sebagian besar air (97. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal.

TBC.5   Syarat-Syarat Transplantasi Ginjal a.4 Beberapa terminologi dalam transplantasi a. Transplantasi ginjal dapat dilakukan secara “cadaveric” (dari seseorang yang telah meninggal) atau dari donor yang masih hidup (biasanya anggota keluarga). Misalnya ginjal baboon yang ditransplantasikan kepada manusia.3 Etiologi Penyakit gagal ginjal terminal (stadium terakhir) 2. Transplantasi (cangkok) ginjal adalah proses pencangkokan ginjal ke dalam tubuh seseorang melalui tindakan pembedahan. Recipient: Usia 13-60 tahun Tidak mengidap penyakit berat. Ginjal baru bersama ginjal lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh. Ginjal baru bersama ginjal lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh. c.2. 2. Jantung 5|Keperawatan Medikal Bedah III . d. Transplantasi (cangkok) ginjal adalah proses pencangkokan ginjal ke dalam tubuh seseorang melalui tindakan pembedahan. keganasan.2 Definisi Transplantasi ginjal melibatkan menanamkan ginjal dari donor hidup atau kadaver menusia resipien yang mengalami penyakit ginjal tahap akhir (Brunner and Suddarth). Autograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokkan berasal dari individu yang sama. Allograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokkan berasal dari individu lain dalam spesies yang sama. hepatitis. Isograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokkan berasal dari saudara kembar. b. 2. Xenograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokkan berasal dari spesies yang berbeda.

dan dengan sistim komputer akan mencocokkan donor mayat dengan calon penerima. serta sebagai koordinator transplan yaitu memastikan 6|Keperawatan Medikal Bedah III . b. Donor:      Usia 18-50 tahun Mempunyai motivasi yang tinggi tanpa paksaan Kedua ginjal normal.   Harus dapat menerima terapi imunosupresif dalam waktu yang lama dan harus patuh minum obat Sudah mendapat HD yang teratur sebelumnya Mau melakukan pemeriksaan pasca transplantasi ginjal. c. d. 2. pasien harus menunggu jaringan yang diambil dari mayat yang cocok. b. Arteri renal dari ginjal donor dijahit ke arteri iliaka dan vena renal dijahit kevena iliaka. terutama saat mereka mencoba menerima donor dari mayat. tidak terinfeksi Tidak mengidap penyakit berat yang dapat memperburuk fungsi ginjal dan komplikasi setelah operasi Hasil laboratorium semuanya dalam batas normal.6 a. Kelenjar adrenal dibiarkan ditempatnya arteri dan vena renal diikat.7 Persiapan Transplantasi Ginjal a. Ginjal transplan diletakkan di fosa iliaka. Cara Transplantasi Ginjal Ginjal yang rusak diangkat. Ureter ginjal donor dijahit kekandung kemih atau ke ureter pasien 2. Persiapan resipient dan keluarga Perawat mempunyai peran penting sebagai advokat untuk memastikan bahwa semua upaya dibuat untuk menentukan dan bertindak atas keinginan pasien berkenan dengan pendonoran dan perawat juga berperan vital dalam mendukung keluarga secara psikologis. dan untuk mendapatkan donor yang cocok akan diatur oleh organisasi dibawah aturan pemerintah yaitu organisasi yang dibiayai secara federal yang mengkoordinasi pertukaran organ. Jika donor hidup tidak tersedia.

dimana anggota keluarga tidakdiperbolehkan masuk · · Kemungkinan timbul komplikasi seperti infeksi. Resipient transplantasi biasanya dirawat dalam area lengkap yang dirancang secara khusus baik untuk fase penyembuhan maupun fase pemulihan. ECG.USG ginjal. hal ini untuk menghindari pemindahan pasien. tim akan menjelaskan mengenai operasi dan perawatannya: · · · · Lokasi dan letak ginjal baru Penggunaan bermacam-macam peralatan yang mungkin diperlukan selama perawatan Pengambilan darah yang sering dilakukan Untuk mencegah infeksi pasien ditempatkanditempat khusus. pemeriksaan radiologi (mis: foto thorak. pengetahuan pasien dan keluarga tentang prosedur transplan. c. rejeksi setelah operasi Mobilisasi: merubah posisi. Setelah ada persetujuan dari keluarga. IVP).DM. menurunkan resiko terhadap infeksi bagi pasien yang mengalami imunosupresan. d. Persiapan donor dan keluarga Pada prinsipnya sama dengan persiapan operasi pada umumnya hanya spesifikasinya 2jam sebelum operasi resipient dan donor dikompres dengan cairan bethadin pada daerah yang akan dioperasi dan setelah operasi resipient masuk kedalam ruangan khusus dan steril.CT scan ginjal.kanker). tingkat kecemasan pasien.efek samping dari pembedahan juga termasuk pemeriksaan laboratorium. Dengan demikian diharapkan pasien dan keluarga akan merasa aman dan dapat bekerja sama dan bersikap lebih terbuka untuk membantu perawatan. membatukkan.bahwa keluarga mendapatkan informasi yang diperlukan untuk memberikan surat persetujuan. Persiapan ruangan dan peralatan Ruangan yang akan dipakai setelah operasi 2 hari sebelumnya harus dibersihkan. Persiapan pasien sebelum operasi Persiapan ini termasuk pengkajian yang berhubungan dengan riwayat penyakit yang lalu (mis: HT.pemeriksaan 7|Keperawatan Medikal Bedah III . b. latih duduk dan berdiri serta cara nafas efektif.semua peralatan dan obat-obatan dimasukkan ke ruangan tersebut dengan disinari ultraviolet selama 24jam.

hanya diperbolehkan melihat melalui kaca. 8|Keperawatan Medikal Bedah III . memperbaiki perubahan agregasi trombosis yang ditimbulkan oleh uremia dan mengeluarkan kelebihan cairan Bila donor hidup. ini merupakan informasi dasar yang digunakan nanti untuk pengkajian ada tidaknya komplikasi (mis: kebocoran uretra. persiapan dapat dilakukan sehari sebelum transplantasi. semua itu dilakukan untuk mencegah infeksi. limfosel atau perdarahan)     Pada pasien anak dipantaunya lebih sering daripada pasien dewasa karena sifat dinamik dari cairan anak dan status kardiovaskuler seperti tekanan darah. tanda-tanda kelebihan/kekurangan cairan elektrolit) dan dialisis dalam 24 jam pembedahan. e. TTV.fisik (mis: BB. BB Rungan harus ditutup dan hanya anggota tim transplantasi ginjal yang diperkenankan masuk Setiap petugas yang memasuki ruangan harus memakai masker dan baju serta alas kaki yang khusus Keluarga pasien tidak diperkenankan masuk ruangan tersebut. tingkat kesadaran pasien dan derajat nyeri Menghitung jumlah line intravena yang terpasang. Persiapan pasien setelah transplantasi ginjal       Setelah operasi pasien langsung ditempatkan diruangan khusus yang telah disediakan peralatan dan obat-obatan Memonitor tanda-tanda vital. adakah tanda-tanda infeksi. tetapi bila donor mayat/cadaver semua persiapan harus selesai dalam beberapa jam. jenis cairan dan kecepatan tetesan Monitor balutan abdomen dan catat apakah ada drain Catat dan amati letak kateter urether serta drainase urine dari tiap kateter Temukan akses vaskuler dan tentukan patensinya dengan meletakkan jari atau stetoskop tepat diatas tempat akses dan raba atau dengarkan karakteristik bunyi denyutan disebut desiran (bruit)   Bila terpasang NGT sambungkan selang tersebut ke sistim drainase yang sesuai Ukur lingkar abdomen pada insisura iliaka. catat tempat insisi. gangguan pernafasan. pola eliminasi urine. Dialisis ini dilakukan untuk menggembalikan kimia darah ke kadar mendekati normal.

Golongan darah. anda akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu untuk memperoleh ginjal dari donor meninggal. maka hasil uji disebut uji silang negatif. Walaupun demikian. Lama rawat di rumah sakit biasanya adalah satu minggu. atau dari donor hidup. Masa tunggu tersebut dapat berlangsung bertahun-tahun. c. b. Tes terakhir sebelum dilakukan pencangkokan adalah uji silang organ. dan tes lain tidak menunjukkan adanya gangguan kesesuaian. Faktor tersebut akan menjadi tolak ukur untuk memperkirakan apakah sistim imun tubuh penerima akan menerima atau menolak ginjal baru tersebut. Sesama anggota keluarga biasanya mempunyai HLAs yang sesuai. Petugas transplantasi akan mempertimbangkan tiga faktor untuk menentukan kesesuaian ginjal dengan penerima (resipien). Ginjal baru dapat diperoleh dari donor yang baru saja meninggal dunia. 3 dari ibu dan 3 dari ayah. Sel tubuh membawa 6 jenis HLAs utama. Donor hidup bisa keluarga. 9|Keperawatan Medikal Bedah III . Human leukocyte antigens (HLAs). Setelah keluar dari rumah sakit. Beberapa kondisi dapat membuat proses transplantasi berbahaya atau tidak mungkin berhasil. Golongan darah penerima (A. mungkin 2 sampai 3 hari. Faktor golongan darah merupakan faktor penentu kesesuaian yang paling penting. Jika anda tidak memiliki donor hidup. Sejumlah kecil darah resipien dicampur dengan sejumlah kecil darah donor. AB. Sedangkan bagi pendonor hidup. waktu yang dibutuhkan hampir sama dengan resipien. karena teknik operasi untuk mengangkat ginjal donor semakin maju. dan transplantasi dapat dilakukan. karena tidak semua orang cocok untuk transplantasi.biasanya pasangan atau teman. a. maka waktu rawat menjadi lebih pendek. atau O) harus sesuai dengan golongan darah donor. asal golongan darah mereka cocok. resipien masih harus melakukan kunjungan secara teratur untuk memfollow-up hasil pencangkokan. Pembedahan untuk cangkok ginjal biasanya memakan waktu 3 sampai 4 jam.Bicarakan dengan dokter anda mengenai transplantasi yang akan dijalani. Jika tidak terjadi reaksi. bisa juga bukan . Uji silang antigen. Resipien masih dapat menerima ginjal dari donor walaupun HLAs mereka tidak sepenuhnya sesuai.B.

HIV). 8. 5. Donor ginjal Kekurangan ginjal donor merupakan masalah yang umum dihadapai di seluruh dunia. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan transplantasi ginjal terdiri faktor yang bersangkut paut dengan donor. khususnya donor hidup yang mempunyai hubungan keluarga harus memnuhi beberapa syarat : 1. foto dada. Motivasi yang tinggi untuk menjadi donor tanpa paksaan. Usia lebih dari 18 tahun s/d kurang dari 65 tahun 2. HLA dan tes silang darah (cross match). Kedua ginjal normal. Kemungkinan mempergunakan donor hidup bukan keluarga berkembang menjadi suatu masalah yang peka. yaitu komersialisasi organ tubuh. termasuk tes fungsi ginjal. 10 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . Sedangkan negara-negara di Asia masih banyak mempergunakan donor hidup (living donor). Kecocokan golongan darah ABO. 7. • Donor hidup Donor hidup. dan arteriografi ginjal. resipien. Tidak mempunyai penyakit yang dapat menular kepada resepien. Sehat mental. hepatitis C. 6. Tidak mempunyai penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal dalam waktu jangka yang lama. pemeriksaan golongan darah dan sistem HLA. ekokardiografi. CMV. a.8 Faktor-faktor yang berperan dalam keberhasilan transplantasi ginjal Transplantasi ginjal merupakan transplantasi yang paling banyak dilakukan dibanding transplantasi organ lain dan mencapai lama hidup paling panjang. Toleransi operasi baik. faktor imunologis. Donor hidup dapat berasal dari individu yang mempunyai hubungan keluarga (living related donor) atau tidak ada hubungan keluarga (living non related donor). faktor pembedahan antara lain penanganan pra-operatif dan paska operasi. Kebanyakan negara maju telah menggunakan donor jenasah (cadaveric donor). 4. pemeriksaan fisis lengkap. petanda infeksi virus (hepatitis B. Pemeriksaan calon donor meliputi anamnesis. 3.2.

USG. Frekuensi dialisis menjadi lebih sering menjelang opersi untuk mencapai keadaan seoptimal mungkin pada saat menjalani operasi. pemeriksaan gigi geligi dan THT. tidak sebaik meninggal karena perdarahan subaracnoid. bronkietaksis. ulkus peptikum dan keadaan saluran kemih. infeksi saluran kemih.Dapat mnejalani terapi imunosupresi dalam jangka waktu lama dan kepatuhan berobat tinggi .• Donor jenazah Donor jenazah berasal dari pasien yang mengalami mati batang otak akibat kerusakan otak yang fatal.Kontra indikasi a) Infeksi akut : tuberkolosis. f) Mal nutrisi 11 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I .Dewasa . CMV. Dilakukan pemeriksaan jasmani yang teliti untuk menetapkan adanya hipertensi. d) Ulkus peptikum yang aktif. usia 10-60 tahun. e) Penyakit keganasan. . Disamping itu pemeriksaan laboratorium lengkap termasuk pertanda infeksi virus (hepatitis. atau penyakit keganasan (kecuali tumor otak primer). HIV. iskemia. Setelah itu dilakukan evaluasi dan persiapan untuk transplantasi. Panjang hidup ginjal transplantasi dari donor jenasah yang meninggal karena strok.Pasien yang kesulitan menjalani hemodialisis dan CAPD. c) Aterotema yang berat. HIV) foto dada. Resipien Ginjal Pasien gagal ginjal terminal yang potensial menjalani transplantasi ginjal harus dinilai oleh tim transplantasi. hepatitis akut. EKG. b. tidak mempunyai penyakit yang dapat ditularkan seperti hepatitis.Saluran kemih bawah harus normal bila ada kelainan dikoreksi terlebih dahulu . ekokardiografi. b) Infeksi kronik. Fungsi ginjal harus baik sampai pada saat akhir menjelang kematian. Resipien yang potensial untuk transplantasi ginjal: . penyakit pembuluh darah perifer dan penyakit jantung koroner.

c. Disebabkan adanya antibodi terhadap sistem ABO atau sistem HLA yang tidak cocok. nyeri pada ginjal baru. Rejeksi akut Biasanya terjadi dalam waktu 3 bulan pasca transplantasi. produksi urine menurun. yaitu : 1. Rejeksi kronik Terjadi setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun pasca transplantasi. Kesesuaian imunologis pada transplantasi ginjal dinilai dengan memeriksa pola HLA. Pada rejeksi kronik terjadi penurunan fungsi ginjal cangkok. Ada tiga jenis reaksi rejeksi yang dikenal pada transplantasi ginjal. Terapi rejeksi akut :   Metil prednisolon: 250 mg-1 gr IV/hari selama 3 hari. tekanan darah naik. Bila ginajal yang dicontohkan tidak cocok secara imunologis akan timbul reaksi rejeksi. 2. histopatologi. Rejeksi hiperaktif tidak bisa diatasi harus dilaksanakan nefrektomi ginjal cangkok. Imunologi transplantasi Ginjal donor harus mempunyai kecocokan secara imunologi dengan ginjal resepien agar transplantasi berhasil baik. Reaksi ini sebenarnya merupakan usaha tubuh resepien untuk menolak benda asing yang masuk ketubuhnya. Respon umumnya setelah didapatkan 3 hari. Rejeksi hiperakut saat ini jarang terjadi oleh karena dapat dihindarkan dengan pemeriksaan reaksi silang. Golongan darah (ABO) yang sama merupakan syarat yang utama. ATG (anti thympocyte globulin) atau antibodi monoklonsl (OKT-3) sebagai terapi alternatif bila tidak teratasi. mialgia malaise. dapat dicetuskan oleh penghentian atau pengurangan dosis obat imunoisupresi. kreatinin serum meningkat. Reaksi hiperakut Terjadi segera dengan beberapa menit atau beberapa jam setelah klem pembuluh darah dilepas. berat badan meningkat. Manifestasi klinis : demam. ALG (anti limphocyte globulin). 3. 12 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . Belum ada pengobatan yang spesifik untuk mengobati rejeksi kronik.

Misalnya pada pasien yang ginjal cangkoknya berfungsi lebih dari satu tahun. dan sepsis adalah yang sering dijumpai. HLA yang sebagian cocok (one-haplotype match) 11 tahun dan pada donor jenazah 7 tahun. Komplikasi sistem urinaria Salah satunya adalah terputusnya ginjal secara spontan. 2. Infeksi sistem urine. Waktu paruh ginjal cangkok pada HLA identik 20-25 tahun. Lama hidup ginjal cangkok (Graft Survival) Lama hidup ginjal cangkok sangat dipengaruhi oleh kecocokan antigen antara donor dan resipien. didapatkan lama hidup pasien 5 tahun (five live survival) pada donor hidup 93 % dan pada donor jenasah 85 % penyakit eksternal seperti diabetes militus akan menurunkan lama hidup pasien. Lama hidup ginjal cangkok pada pasien diabetes militus lebih buruk daripada non diabetes. Penolakan pencangkokan Yaitu sebuah serangan dari sistem kekebalan terhadap organ donor asing yang dikenal oleh tubuh sebagai jaringan asing. Komplikasi yang lain adalah bocornya urine dari ureteral bladder anastomosis yang menyebabkan terjadinya urinoma yang dapat memberi tekanan pada ginjal dan ureter yang mengurangi fungsi ginjal. Ada tiga jenis utama penolakan secara klinik. pneumonia. Lama hidup pasien (Patient Survival) Sumber organ donor sangat mempengaruhi lama hidup pasien dalam jangka panjang. b. akut. c. b.Keberhasilan transplantasi ginjal menurut harapan klinis: a. Reaksi tersebut dirangsang oleh antigen dari kesesuaian organ asing. yaitu hiperakut. 13 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . dan kronis. Infeksi Infeksi meninggalkan masalah yang potensial dan mewakili komplikasi yang paling serius memberikan ancaman kehidupan pada periode pencangkokan jaman dulu. mungkin karena pada donor jenasah memerlukan lebih banyak obat imonosupresi.9 Komplikasi a. Lama hidup pasien yang mendapat donor ginjal hidup lebih baik dibanding donor jenasah.

nekrosis tubular akut. mungkin bisa berkembang. h. Akibat terhadap muskuluskeletal yang termasuk adalah osteoporosis dan miopaty. Khususnya rata-rata kematian yang menurun yang diakibatkan oleh infeksi pada dua tahun pertama setelah dua tahun pencangkokkan telah terjadi. diantaranya stenosis arteri ginjal. Nekrosis tulang aseptik adalah utamanya disebabkan oleh terapi kortikosteroid. hidronefrosis. i. Masalah reproduksi yang digambarkan dalam frekuensi CRF muncul setelah transplantasi. Hipertensi dapat terjadi pada 50%-60% penderita dewasa yang mungkin disebabkan oleh beberapa faktor.d. sebelumnya tingkat ketahanan hidup hanya 40-50%. Komplikasi gastrointestinal Hepatitis B dan serosis terjadi dan mungkin dihubungkan dengan penggunaan obat-obatan hepatotoksik. albu. Komplikasi kulit Karsinoma kulit adalah yang paling umum. Komplikasi-komplikasi yang lain Sistem lain juga diakibatkan oleh komplikasi sesudah pencangkokan diabetes militus yang disebabkan oleh steroid. 14 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . g. Komplikasi kardiovaskular Komplikasinya bisa berupa komplikasi lokal atau sistem. f. Hal ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kematian yang berarti dalam dua dekade yang lalu. Penyembuhan luka dapat menjadi lama karena status nutrisi yang kurang. e. penolakan pencangkokkan jenis kronik dan akut.in serum yang sedikit dan terapi steroid. Komplikasi pernafasan Pneumonia yang disebabkan oleh jamur dan bakteri adalah komplikasi pernafasan yang sering terjadi. Kematian Rata-rata kematian setelah 2 tahun pelaksanaan transplantasi tersebut hanya 10%.

kombinasi obat serta dosis obat tergantung kepada respons dan kecocokan antara antigen donor dengan resepien disamping faktor lain. Menilai kemampuan untuk nefrektomi c. Menilai kecocokan golongan darah ABO. kepada pasien yang mengalami transplantasi ginjal diberikan obat-obat imunosupresi. Azatioprin d.10 Persiapan Pembedahan 1.A b. 2.11 Obat-Obat Imunosupresi Untuk mencegah terjadinya rejeksi.Kortikosteroid c. Persiapan pra-operatif untuk calon resipien bertujuan untuk : a) Menilai kemampuan menjalani operasi besar. 15 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . e) Menghilangkan semua sumber infeksi. Menilai kemungkinan anastomosis e. Siklosporin. Persiapan pra-operatif untuk calon donor bertujuan untuk . Menilai kerelaan (tak ada unsur paksaan atau jual beli) b. 2. Obat imunosupresi baru Ada lebih dari 12 obat imunosupresif baru yang diteliti. namun sampai saat ini yang dianggap memenuhi syarat dari hasil percobaan klinis dan sudah dipakai luas hanyalah tacrolimus dan mycophenolate mofetil (MMF). Menilai akibat jangka panjang ginjal tunggal d. HLA dan crossmatch. ATG (anti thympocyte globulin) 2. Ada berbagai macam obat imunosupresi yang tersedia. pada umumnya dikelompokkan menjadi: 1. Antibodi poliklonal : ALG (antilyphocyte globulin). f) Menilai dan mempersiapkan unsur psikis. c) Menilai status vaskular tempat anastomosis. b) Menilai kemampuan menerima obat imunosupresi untuk jangka waktu yang lama. a.2. d) Menilai traktus urinarius bagian bawah. Antibodi monoklonal: OKT-3 e. Pilihan obat. Obat imunosupresi Konvensional : a.

Tubuh menolak ginjal yang dicangkokkan. d. Proses untuk mendapatkan ginjal lebih sulit atau lebih lama. e. sehingga dapat mempermudah timbulnya infeksi. Obat imunosupresan akan melemahkan daya tahan tubuh. 2. imunosupresan juga dapat menyebabkan katarak. reaksi penolakan tetap terjadi walaupun penderita sudah minum obat imunosupresan. yaitu reaksi dimana sistem tubuh menyerang ginjal baru yang dicangkokkan. Selain itu. Kadang-kadang. Penderita akan merasa lebih sehat dan "lebih nomal". b. diabetes.12 Keuntungan dan Kekurangan Transplantasi Ginjal 1. 16 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . Butuh proses pembedahan besar. b. atau melakukan transplantasi dengan ginjal lain. d. atau bulu di wajah. Efek samping tacrolimus hampir sama dengan siklosporin Infeksi yang timbul biasanya CMV (cytomegalo virus) ATG (anti thympocyte globulin) ALG (anti limpocyte globulin) MMF (micophenolate mofetil) Obat imunosupresan berguna untuk mencegah reaksi penolakan. 2. Wajah akan tampak lebih gemuk. b. Keuntungan Transplantasi Ginjal: a. c. yang mempunyai banyak efek samping. Jika hal ini terjadi. Penderita yang mempunyai usia harapan hidup yang lebih besar. c. Penderita harus rutin minum obat imunosupresan. Kekurangan Transplantasi Ginjal: a. c. penderita harus kembali menjalani dialisis. asam lambung berlebihan. berat badan bertambah. timbul jerawat. Beberapa jenis obat imunosupresan juga dapat merubah penampilan. Penderita tidak perlu melakukan dialysis d.Catatan : a. tekanan darah tinggi. Tetapi tidak semua resipien mengalami gejala tersebut. Ginjal baru akan bekerja seperti halnya ginjal normal. dan penyakit tulang. Obat imunosupresan harus diminum setiap hari selama ginjal baru terus berfungsi.

infeksi system prkemihan yang berulang. pendidikan.  Riwayat Penyakit Dahulu Infeksi saluran kemih. Pengkajian a) Anamnesa  Identitas Klien: Meliputi nama.  Riwayat Kesehatan Keluarga Mengkaji ada atau tidak salah satu keluarga yang mengalami penyakit yang sama. alamat. muntah. rasa lelah. umur. alamat. napas berbau ( ureum ). tidak selera makan (anoreksia). dan perubahan pemenuhan nutrisi. Bagaimana pola hidup yang biasa di terapkan dalam keluarga. sesak. jenis kelamin. Penting untuk dikaji mengenai riwayat pemakaian obat-obatan masa lalu dan adanya riwayat alergi terhadap jenis obat kemudian dokumentasikan. Diagnosa medis   Identitas Penanggung jawab: Nama. penyakit diabetes mellitus. bengkak/edema pada ekstremitas.2. gelisah sampai penurunan kesadaran. perut kembung. pekerjaan. jenis kelamin. ada atau tidaknya riwayat 17 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . adanya perubahan kulit. dan prostektomi. payah jantung. urine output sedikit sampai tidak dapat BAK. Tanggal MRS. pekerjaan. dan penyakit hipertensi pada masa sebelumnya yang menjadi predisposisi penyebab. suku bangsa. mulut terasa kering. agama. penggunaan obat-obat nefrotoksik. penurunan kesadaran. perubahan pola nafas. kelemahan fisik. Benign prostatic hyperplasia. umur. adanya nafas berbau ammonia. Kaji adanya riwayat penyakit batu saluran kemih. Kaji pula sudah kemana saja klien meminta pertolongan untuk mengatasi masalahnya dan mendapat pengobatn apa. mual.13 Konsep Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Transplantasi Ginjal A. status pernikahan. Tanggal Pengkajian. dan gatal pada kulit. Keluhan Utama Keluhan utama yang didapat biasanya bervariasi. hubungan dengan keluarga. no register. biasanya datang dengan keluhan nyeri pada pinggang.  Riwayat Penyakit Sekarang Kaji onet penurunan urine output.

Lamanya perawatan. mengenai kebersihan lingkungan tempat tinggal.infeksi system perkemihan yang berulang dan riwayat alergi. edema penurunan perfusiperifer sekunder dari penurunan curah jantungakibat hiperkalemi. CRT > 3 detik. banyaknya biaya perawatan dan pengobatan menyebabkan pasien mengalami kecemasan. Pola nafas cepat dan dalam merupakan upaya untuk melakukan pembuangan karbon dioksida yang menumpuk di sirkulasi  Sistem Hematologi Pada kondisi uremia berat tindakan auskultasi akan menemukan adanya friction rub yang merupakan tanda khas efusi pericardial. b) Pemeriksaan Fisik  Keadaan umum dan TTV Keadaan umum : Klien lemah dan terlihat sakit berat Tingkat Kesadaran : Menurun sesuai dengan tingkat uremia dimana dapat mempengaruhi system saraf pusat - TTV : Sering didapatkan adanya perubahan RR meningkat. gangguan irama jantung. penyakit hereditas dan penyakit menular pada keluarga. tekanan darah terjadi perubahan dari hipertensi ringan sampai berat  Sistem Pernafasan Klien bernafas dengan bau urine (fetor uremik). palpitasi. Pada system hematologi sering didapatkan adanya anemia. gangguan konsep diri ( gambaran diri ) dan gangguan peran pada keluarga. TD meningkat. dll. area lingkungan rumah.  Lingkungan dan tempat tinggal Mengkaji lingkungan tempat tinggal klien. akral dingin. dan gangguan kondisi elektrikal otot ventikel. Didapatkan tanda dan gejala gagal jantung kongestif. lesi gastrointestinal uremik. respon uremia didapatkan adanya pernafasan kussmaul. nyeri dada dan sesak nafas. Anemia sebagai akibat dari penurunan produksi eritropoetin.  Riwayat Psikososial Adanya perubahan fungsi struktur tubuh dan adanya tindakan dialysis akan menyebabkan penderita mengalami gangguan pada gambaran diri. penurunan usia sel darah 18 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I .

pruritus. restless leg syndrome. seperti perubahan proses berfikir dan disorientasi. dan gagal jantung akibat penimbunan cairan dan hipertensi. Pada gagal ginjal yang lanjut (klirens kreatinin < 15 ml/menit) terjadi penuruna klirens metabolic insulin menyebabkan waktu paruh hormon aktif memanjang. biasanya dari saluran GI. ada/ berulangnya infeksi. Sebab lain juga dihubungkan dengan metabolic tertentu.merah. demam ( sepsis. gangguan ovulasi sampaiamenorea. 19 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . disfungsi serebral. Pada wanita timbul gangguan menstruasi. Klien sering didapatkan adanya kejang.angiostensin. dan diare sekunder dari bau mulut ammonia.aldosteron. kulit gatal. dan ulkus saluran cerna sehingga sering di dapatkan penurunan intake nutrisi dari kebutuhan. sakit kepala. kram otot.  Sistem Endokrin Gangguan seksual : libido. nyeri kaki (memburuk saat malam hari). Angguan metabolism glukosa. adanya neuropati perifer.  Sistem Neuromuskular Didapatkan penurunan tingkat kesadaran. fertilisasi dan ereksi menurun pada laki-laki akibat produksi testosterone dan spermatogenesis yang menurun. resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. kram otot. kecenderungan mengalami perdarahan sekunder dari trombositopenia. Keadaan ini dapat menyebabkan kebutuhan obat penurunan glukosa darah akan berkurang. penyakit jantung koroner akibat aterosklerosis yang timbul dini. efusi pericardial. burning feet syndrome. dan nyeri otot. anoreksia. dehidrasi ). Gangguan metabolic lemak. peradangan mukosa mulut.  Sistem Kardiovaskuler Hipertensi akibat penimbunan cairan dan garam atau peningkatan aktivitas system rennin. dan gangguan metabolism vitamin D   Sistem Perkemihan Penurunan urine output < 400 ml/ hari sampai anuri.  Sistem Muskuloskeletal Di dapatkan adanya nyeri panggul. dan kehilangan darah. Nyeri dada dan sesak nafas akibat perikarditis. terjadi penurunan libido berat Sistem pencernaan Didapatkan adanya mual dan muntah.

deposit fosfat kalsium pada kulit jaringan lunak dan sendi.warna.tipenya ) dari selang yang di pasang pada saat pembedahan. dan selang drainase Nyeri : lokasi dan intesitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian preoart analgesic . keterbatasan gerak sendi. obesitas. 20 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . Didapatkan adanya kelemahan fisik secara umum sekunder dari anemia dan penurunan perfusi perifer dari hipertensi. Pasca operatif Status pernafasan : frekwensi kedalaman . medikasi. termasuk obat –obatan yang dijual bebas dan frekwensi penggunaanya Pertimabanagn gerontology : lansia dianggap memiliki resiko pembedahan yang lebih buruk dibandingkan pasien yang lebih muda b. tekana darah arteri dan vena sentral . penurunan atau tidak adanya drainase urin B. adanya distensi abdomen Drainase . frekwensi dan kedalaman Status kardiovaskuler :fungsi system kardiovaskuler Fungsi hepatic : fungsi hepar Fungsi endokrin: pemeriksaan kadar gula darah Fungsi imonologi : reaksi alergi sebelumnya. keluaran urin dan drainase ( jumlah.petekie. c) Pemeriksaan Bio-Psiko a. keadaan luka insisi . penggunaan obat dan alcohol Status pernafasan : pola pernafasan. transfuse darah Terapi medikasi sebelumnya : segala medikasi sebelumnya. pola pernafasan Status sirkulasi dan kehilangan darah : tanda-tanda vital . warna dan suhu kulit . Pre-operative Status nutrisi : kebutuhan nutrisi. keluaran urin . fraktur tulang. area ekimosis pada kulit. Diagnosa Pre Operasi Ansietas berhubungan dengan prosedur pembedahan dari transplantasi ginjal.

gagal ginjal. d. spasme otot.Post Operasi 1. menurunkan a. penolakkan tranplantasi.Rasa cemas berkurang . Kelebihan atau kekurangan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine. dan Intervensi Kaji ketakutan dan a. C. tingginya volume cairan intravena. c. proses transplantasi ginjal . Kaji pasien prosedur pengetahuan mengenai pembedahan Memberiakn dasar yang lebih lanjut dan kemungkinan hasil akhir pembedahan. Rasional Memberi data dasar untuk pengkajian cemas kecemasan sebelum pembedahan pasien praoperatif dilakukan b. Memudahakan pemahan akan reaksi Evaluasi perubahan atau respon pasien terhadap kemungkinan makna bagi pasien dan hasil akhir pembedahan anggota keluarga atau pasangannya .Pasien dapat menyebutkan b. resiko tinggi infeksi berhubungan denagn drainase urin 3. verbalisasi respon sering diperlukan untuk mengkaji pemahan pasien terhadap 21 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . 2.Wajah rileks. Perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan drainase urin . Intervensi Pre operasi No DX Dx 1 Tujuan dan Kriteria Hasil Tujuan: anxietas praoperatif Kriteria hasil : . c. atau adanya distensi abdomen/kandung kemih. Nyeri (akut) berhubungan dengan adanya insisi luka operasi.

mengevaluasi keberhasilan strategi dalam meredakan rasa nyeri meningkatkan pengurangan rasa nyeri berkurang/hilang Ekpresi wajah tenang. berikan analgesic diresepkan preparat yang c. e. memudahkan pasien dan pasanagnya reaksi . dengan e. Post Operasi No 1 DX Dx 1 Tujuan dan Kriteria Hasil Tujuan : pengurangan rasa a. Dorong pasien untuk membagi perasaanya denagn pasangannya. Rasional memberikan data dasar untuk nyeri dan gangguan rasa pasien nyaman Kriteria Hasil : Pasien dapat toleransi terhadap rasa nyeri Ungkapan rasa nyeri b. Intervensi kaji tingkat nyeri a. untuk menerima dukungan bersama dan dan mengurangi perasaan terisolasi satu sama lain. b.hal-hal tersebut dan pemecahannya. Dorong pasien untuk mengutarakan kata-kata perasaan ketakutannya. d. meningkatkan relaksasi dan peredaan nyeri otot serta gangguan rasa nyaman 22 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I .

memberikan informasi mengenai dan kecukupan keluaran urin. mempertahankan urine yang adekuat. urin . memberikan data dasar kaji keadekuatan urin dan keluaran keluaran potensi system drainase c. meminimalkan tarikan atau tegangan tangan atau bantal pada pada luka insisi dan memberikan dukungan saat gerakan melakukan batuk e.c.d. Kriteria Hasil : Pasien akan b. Fiksasi luka insisi dengan kedua belah d. dimudahkan dilanjutkannya kembali melakukan pada pasien atau latihan Bantu dan dorong latihan aktivitas otot ambulasi dini 2 Dx 2 Tujuan : mempertahankan a. kondisi dan 23 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . kaji system drainasea. observasi volume. memberikan dasar bagi pengkajian dan tindakan selanjutnya saluran urin dengan segera dari yang bebas b. e. eliminasi kemih infeksi. pertahankan sistem drainase tertutup urin yangc. warna bau . Lakukan kompres hangat dan masase pada daerah yang terasa pegal serta mengalami gangguan rasa nyaman d. mengurangi resiko kontaminasi bakteri dan infeksi d.

tanda-tanda vital karakteristik urin akan terpengaruh f. parenteral pompa infuse membantu mendeteksi dari secara dini atau dengan komplikasi pembedahan pemasangan selang yang mungkin terjadi e. memastikan agar cairan infuse tidak keluaran cairan yang kelebihan atau kekurangan tanpa disengaja akurat c.mendeteksi retensi urin akibat curah jantung atau keluaran ginjal yang buruk b.konstituen urin patensi system drainase. apabila volume cairan meningkat akibat 24 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . pantau jumlah dan mengalami perubahan. penimbangan berat setiap hari merupakan indicator yang sensitive untuk keseimbanagn cairan yang pasien setiap hari normal Kriteria Hasil : Pasien mengeluarkan urine yang adekuat dan tidak menahan cairan. serta debris dalam urin e. e. menunjukkan kehilangan atau penambahan cairan b. apabila volume cairan atau curah jantung d. ukur asupan dan c. berikan semua terapi d. meningkatkan keluaran urin yang adekuat dan mencegah stasis urinarius. pertahankan asupan cairan yang adekuat 3 Dx 3 Tujuan : mempertahankan a. timbang berat badan a.

Demikian e. darah f. pantau tanda-tanda pula suara jantung akan berubah ketika vital : suhu tubuh . cairan akan tertumpuk. yang sering dilakukan akan menjamin pernafasan dan tekanan deteksi dini. lakukan auskultasi jantung dan paru setiap pergantian shift 25 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . terjadi gagal jantung kongestif.curah jantung atau keluaran renal yang buruk. Auskultasi denyut nadi .

waktu yang dibutuhkan hampir sama dengan resipien. Lama rawat di rumah sakit biasanya adalah satu minggu. Setelah keluar dari rumah sakit. mungkin 2 sampai 3 hari. karena teknik operasi untuk mengangkat ginjal donor semakin maju. Walaupun demikian.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. resipien masih harus melakukan kunjungan secara teratur untuk memfollow-up hasil pencangkokan.Sedangkan bagi pendonor hidup. 26 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I .1 Kesimpulan Pembedahan untuk cangkok ginjal biasanya memakan waktu 3 sampai 4 jam. maka waktu rawat menjadi lebih pendek. 3.2 Saran Kita harus senantiasa merawat ginjal kita dengan cara minum yang banyak tiap harinya antara 8-10 gelas/ hari agar ginjal kita tidak cepat rusak dan aktivitas kerja dalam ginjal tetap terjaga sehingga tidak perlu mengadakan pencangkokan atau membawa dari ginjal orang lain.

Morris (Ed). 1996. 1995. Lippincott Company. Edisi pertama. EGC. Edisi delapan.B. D. Jakarta. Linda juall. Keperawatan Kritis : Pendekatan Holistik. 1998. Engram. Nursing Care Plans and Documentation : Nursing diagnosis and colaborative problems. Buku ajar keperawatan medical bedah Brunner Suddarth. Suzanne C. Rencana asuhan keperawatan medical bedah. Smeltzer. 2001. Hudak. Edisi bahasa Indonesia. Hamilton. 27 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . Second Edition J. Carolyn. New York : Grune & Stratton. Kidney Transplantation in P. Volume dua. Kidney Transplantation : Principles and Practice. Barbara. Jakarta. J. 1984.DAFTAR PUSTAKA Carpernito. EGC. Volume satu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful