P. 1
MAKALAH TRANSPLANTASI GINJAL

MAKALAH TRANSPLANTASI GINJAL

|Views: 978|Likes:
Published by Neneng Hayati
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Transplantasi ginjal adalah pengambilan ginjal dari tubuh seseorang kemudian dicangkokkan ke dalam tubuh orang lain yang mengalami gangguan fungsi ginjal yang berat dan permanen. Saat ini, transplantasi ginjal merupakan terapi pilihan pada gagal ginjal kronik stadium akhir yang mampu memberikan kualitas hidup menjadi normal kembali.
Transplantasi ginjal telah banyak dilaksanakan di seluruh dunia, sejumlah lebih dari 20.000 orang tiap tahun. Di Singapura telah dilakukan lebih dari 842 transplantasi ginjal dengan total donor cadaver 588 dan 282 donor hidup. Di Indonesia sejak tahun 1977 hingga sekarang baru mampu mengerjakan sekitar 300 lebih transplantasi. Hal ini disebabkan karena Indonesia masih menerapkan sistem donor hidup.4 Di Bali, selama enambelas tahun terakhir 46 pasien (35 orang laki-laki dan 11 orang perempuan) penyakit ginjal stadium akhir menjalani transplantasi ginjal, sebagian besar diantaranya dikerjakan di luar negeri dengan menggunakan donor cadaver.
Pada dasarnya tujuan utama transplantasi ginjal adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup bagi penderita gagal ginjal. Kelangsungan hidup pasien-pasien transplantasi ginjal ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya adalah skrining penderita, persiapan pratransplantasi, pendekatan bedah yang diambil pada waktu transplantasi dan penatalaksanaan penderita paska transplantasi termasuk penggunaan obat-obat imunosupresif.

1.2 Tujuan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan transplantasi ginjal.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi dari ginjal
b. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dari transplantasi ginjal
c. Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana etiologi terjadinya transplantasi ginjal
d. Mahasiswa mampu menjelaskan beberapa termologi dalam transplantasi ginjal
BAB II
TINJAUAN TEORI


2.1 Anatomi Ginjal
Ginjal adalah organekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.
a. Letak
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).
Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.
Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.
Potongan membujur ginjal:



Gambar 1. Potongan membujur ginjal



b. Struktur detail
Pada orang dewasa, setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter.

c. Organisasi
Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Moleku
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Transplantasi ginjal adalah pengambilan ginjal dari tubuh seseorang kemudian dicangkokkan ke dalam tubuh orang lain yang mengalami gangguan fungsi ginjal yang berat dan permanen. Saat ini, transplantasi ginjal merupakan terapi pilihan pada gagal ginjal kronik stadium akhir yang mampu memberikan kualitas hidup menjadi normal kembali.
Transplantasi ginjal telah banyak dilaksanakan di seluruh dunia, sejumlah lebih dari 20.000 orang tiap tahun. Di Singapura telah dilakukan lebih dari 842 transplantasi ginjal dengan total donor cadaver 588 dan 282 donor hidup. Di Indonesia sejak tahun 1977 hingga sekarang baru mampu mengerjakan sekitar 300 lebih transplantasi. Hal ini disebabkan karena Indonesia masih menerapkan sistem donor hidup.4 Di Bali, selama enambelas tahun terakhir 46 pasien (35 orang laki-laki dan 11 orang perempuan) penyakit ginjal stadium akhir menjalani transplantasi ginjal, sebagian besar diantaranya dikerjakan di luar negeri dengan menggunakan donor cadaver.
Pada dasarnya tujuan utama transplantasi ginjal adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup bagi penderita gagal ginjal. Kelangsungan hidup pasien-pasien transplantasi ginjal ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya adalah skrining penderita, persiapan pratransplantasi, pendekatan bedah yang diambil pada waktu transplantasi dan penatalaksanaan penderita paska transplantasi termasuk penggunaan obat-obat imunosupresif.

1.2 Tujuan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan transplantasi ginjal.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi dari ginjal
b. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dari transplantasi ginjal
c. Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana etiologi terjadinya transplantasi ginjal
d. Mahasiswa mampu menjelaskan beberapa termologi dalam transplantasi ginjal
BAB II
TINJAUAN TEORI


2.1 Anatomi Ginjal
Ginjal adalah organekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.
a. Letak
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).
Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.
Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.
Potongan membujur ginjal:



Gambar 1. Potongan membujur ginjal



b. Struktur detail
Pada orang dewasa, setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter.

c. Organisasi
Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Moleku

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Neneng Hayati on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Transplantasi ginjal adalah pengambilan ginjal dari tubuh seseorang kemudian

dicangkokkan ke dalam tubuh orang lain yang mengalami gangguan fungsi ginjal yang berat dan permanen. Saat ini, transplantasi ginjal merupakan terapi pilihan pada gagal ginjal kronik stadium akhir yang mampu memberikan kualitas hidup menjadi normal kembali. Transplantasi ginjal telah banyak dilaksanakan di seluruh dunia, sejumlah lebih dari 20.000 orang tiap tahun. Di Singapura telah dilakukan lebih dari 842 transplantasi ginjal dengan total donor cadaver 588 dan 282 donor hidup. Di Indonesia sejak tahun 1977 hingga sekarang baru mampu mengerjakan sekitar 300 lebih transplantasi. Hal ini disebabkan karena Indonesia masih menerapkan sistem donor hidup.4 Di Bali, selama enambelas tahun terakhir 46 pasien (35 orang laki-laki dan 11 orang perempuan) penyakit ginjal stadium akhir menjalani transplantasi ginjal, sebagian besar diantaranya dikerjakan di luar negeri dengan menggunakan donor cadaver. Pada dasarnya tujuan utama transplantasi ginjal adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup bagi penderita gagal ginjal. Kelangsungan hidup pasien-pasien transplantasi ginjal ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya adalah skrining penderita, persiapan pratransplantasi, pendekatan bedah yang diambil pada waktu transplantasi dan penatalaksanaan penderita paska transplantasi termasuk penggunaan obat-obat imunosupresif.

1.2 Tujuan 1. Tujuan Umum Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan transplantasi ginjal. 2. Tujuan Khusus a. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi dari ginjal b. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dari transplantasi ginjal c. Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana etiologi terjadinya transplantasi ginjal

d. Mahasiswa mampu menjelaskan beberapa termologi dalam transplantasi ginjal 1|Keperawatan Medikal Bedah III

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1

Anatomi Ginjal Ginjal adalah organekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai

bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. a. Letak Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal). Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati. Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan. Potongan membujur ginjal:

Gambar 1. Potongan membujur ginjal

2|Keperawatan Medikal Bedah III

kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus 2. c. melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat 3|Keperawatan Medikal Bedah III . Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. bagian lebih dalam lagi disebut medulla. setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. dan ureter. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Organisasi Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks. Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan: 1. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. lapisan kaya protein sebagai membran dasar 3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit) Dengan bantuan tekanan. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal. vena renal. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah.b. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin. Struktur detail Pada orang dewasa. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Bagian paling dalam disebut pelvis.

Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa. Warna biru menunjukkan satu tubulus Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis. menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Jaringan ginjal 4|Keperawatan Medikal Bedah III . Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. dan berbagai ion mineral. Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle di awal tahun 1860-an. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal.2 liter per menit.glomerular. yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter. Jaringan ginjal. Gambar 2. Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari: · · · tubulus penghubung tubulus kolektivus kortikal tubulus kloektivus medularis arteri aferen disebut aparatus Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan juxtaglomerular. Sebagian besar air (97. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal. mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. asam amino.

keganasan. Transplantasi ginjal dapat dilakukan secara “cadaveric” (dari seseorang yang telah meninggal) atau dari donor yang masih hidup (biasanya anggota keluarga).2 Definisi Transplantasi ginjal melibatkan menanamkan ginjal dari donor hidup atau kadaver menusia resipien yang mengalami penyakit ginjal tahap akhir (Brunner and Suddarth). Recipient: Usia 13-60 tahun Tidak mengidap penyakit berat.5   Syarat-Syarat Transplantasi Ginjal a.2. b. Autograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokkan berasal dari individu yang sama. Misalnya ginjal baboon yang ditransplantasikan kepada manusia. Ginjal baru bersama ginjal lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh. Isograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokkan berasal dari saudara kembar. hepatitis. Allograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokkan berasal dari individu lain dalam spesies yang sama.3 Etiologi Penyakit gagal ginjal terminal (stadium terakhir) 2. Transplantasi (cangkok) ginjal adalah proses pencangkokan ginjal ke dalam tubuh seseorang melalui tindakan pembedahan. 2. Transplantasi (cangkok) ginjal adalah proses pencangkokan ginjal ke dalam tubuh seseorang melalui tindakan pembedahan. 2. Ginjal baru bersama ginjal lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh.4 Beberapa terminologi dalam transplantasi a. d. Xenograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokkan berasal dari spesies yang berbeda. TBC. c. Jantung 5|Keperawatan Medikal Bedah III .

Donor:      Usia 18-50 tahun Mempunyai motivasi yang tinggi tanpa paksaan Kedua ginjal normal. d. c. dan untuk mendapatkan donor yang cocok akan diatur oleh organisasi dibawah aturan pemerintah yaitu organisasi yang dibiayai secara federal yang mengkoordinasi pertukaran organ. 2. Arteri renal dari ginjal donor dijahit ke arteri iliaka dan vena renal dijahit kevena iliaka. serta sebagai koordinator transplan yaitu memastikan 6|Keperawatan Medikal Bedah III . terutama saat mereka mencoba menerima donor dari mayat. tidak terinfeksi Tidak mengidap penyakit berat yang dapat memperburuk fungsi ginjal dan komplikasi setelah operasi Hasil laboratorium semuanya dalam batas normal. Ginjal transplan diletakkan di fosa iliaka. b. Persiapan resipient dan keluarga Perawat mempunyai peran penting sebagai advokat untuk memastikan bahwa semua upaya dibuat untuk menentukan dan bertindak atas keinginan pasien berkenan dengan pendonoran dan perawat juga berperan vital dalam mendukung keluarga secara psikologis. Kelenjar adrenal dibiarkan ditempatnya arteri dan vena renal diikat.dan dengan sistim komputer akan mencocokkan donor mayat dengan calon penerima.   Harus dapat menerima terapi imunosupresif dalam waktu yang lama dan harus patuh minum obat Sudah mendapat HD yang teratur sebelumnya Mau melakukan pemeriksaan pasca transplantasi ginjal.6 a. Jika donor hidup tidak tersedia.7 Persiapan Transplantasi Ginjal a. pasien harus menunggu jaringan yang diambil dari mayat yang cocok. Ureter ginjal donor dijahit kekandung kemih atau ke ureter pasien 2. Cara Transplantasi Ginjal Ginjal yang rusak diangkat. b.

semua peralatan dan obat-obatan dimasukkan ke ruangan tersebut dengan disinari ultraviolet selama 24jam.kanker). dimana anggota keluarga tidakdiperbolehkan masuk · · Kemungkinan timbul komplikasi seperti infeksi. IVP).pemeriksaan 7|Keperawatan Medikal Bedah III . Persiapan donor dan keluarga Pada prinsipnya sama dengan persiapan operasi pada umumnya hanya spesifikasinya 2jam sebelum operasi resipient dan donor dikompres dengan cairan bethadin pada daerah yang akan dioperasi dan setelah operasi resipient masuk kedalam ruangan khusus dan steril. menurunkan resiko terhadap infeksi bagi pasien yang mengalami imunosupresan. tim akan menjelaskan mengenai operasi dan perawatannya: · · · · Lokasi dan letak ginjal baru Penggunaan bermacam-macam peralatan yang mungkin diperlukan selama perawatan Pengambilan darah yang sering dilakukan Untuk mencegah infeksi pasien ditempatkanditempat khusus.CT scan ginjal. latih duduk dan berdiri serta cara nafas efektif. Persiapan ruangan dan peralatan Ruangan yang akan dipakai setelah operasi 2 hari sebelumnya harus dibersihkan. ECG.efek samping dari pembedahan juga termasuk pemeriksaan laboratorium. Resipient transplantasi biasanya dirawat dalam area lengkap yang dirancang secara khusus baik untuk fase penyembuhan maupun fase pemulihan. d.USG ginjal. membatukkan. Dengan demikian diharapkan pasien dan keluarga akan merasa aman dan dapat bekerja sama dan bersikap lebih terbuka untuk membantu perawatan. c.DM. Persiapan pasien sebelum operasi Persiapan ini termasuk pengkajian yang berhubungan dengan riwayat penyakit yang lalu (mis: HT. pengetahuan pasien dan keluarga tentang prosedur transplan. hal ini untuk menghindari pemindahan pasien.bahwa keluarga mendapatkan informasi yang diperlukan untuk memberikan surat persetujuan. b. pemeriksaan radiologi (mis: foto thorak. Setelah ada persetujuan dari keluarga. rejeksi setelah operasi Mobilisasi: merubah posisi. tingkat kecemasan pasien.

catat tempat insisi. TTV. ini merupakan informasi dasar yang digunakan nanti untuk pengkajian ada tidaknya komplikasi (mis: kebocoran uretra. hanya diperbolehkan melihat melalui kaca. tetapi bila donor mayat/cadaver semua persiapan harus selesai dalam beberapa jam. tanda-tanda kelebihan/kekurangan cairan elektrolit) dan dialisis dalam 24 jam pembedahan. 8|Keperawatan Medikal Bedah III . gangguan pernafasan. jenis cairan dan kecepatan tetesan Monitor balutan abdomen dan catat apakah ada drain Catat dan amati letak kateter urether serta drainase urine dari tiap kateter Temukan akses vaskuler dan tentukan patensinya dengan meletakkan jari atau stetoskop tepat diatas tempat akses dan raba atau dengarkan karakteristik bunyi denyutan disebut desiran (bruit)   Bila terpasang NGT sambungkan selang tersebut ke sistim drainase yang sesuai Ukur lingkar abdomen pada insisura iliaka. pola eliminasi urine. Dialisis ini dilakukan untuk menggembalikan kimia darah ke kadar mendekati normal.fisik (mis: BB. e. tingkat kesadaran pasien dan derajat nyeri Menghitung jumlah line intravena yang terpasang. memperbaiki perubahan agregasi trombosis yang ditimbulkan oleh uremia dan mengeluarkan kelebihan cairan Bila donor hidup. Persiapan pasien setelah transplantasi ginjal       Setelah operasi pasien langsung ditempatkan diruangan khusus yang telah disediakan peralatan dan obat-obatan Memonitor tanda-tanda vital. persiapan dapat dilakukan sehari sebelum transplantasi. semua itu dilakukan untuk mencegah infeksi. adakah tanda-tanda infeksi. BB Rungan harus ditutup dan hanya anggota tim transplantasi ginjal yang diperkenankan masuk Setiap petugas yang memasuki ruangan harus memakai masker dan baju serta alas kaki yang khusus Keluarga pasien tidak diperkenankan masuk ruangan tersebut. limfosel atau perdarahan)     Pada pasien anak dipantaunya lebih sering daripada pasien dewasa karena sifat dinamik dari cairan anak dan status kardiovaskuler seperti tekanan darah.

Tes terakhir sebelum dilakukan pencangkokan adalah uji silang organ. Beberapa kondisi dapat membuat proses transplantasi berbahaya atau tidak mungkin berhasil. AB. Lama rawat di rumah sakit biasanya adalah satu minggu. Jika tidak terjadi reaksi. Faktor golongan darah merupakan faktor penentu kesesuaian yang paling penting. Sedangkan bagi pendonor hidup. Donor hidup bisa keluarga. 9|Keperawatan Medikal Bedah III . resipien masih harus melakukan kunjungan secara teratur untuk memfollow-up hasil pencangkokan. Faktor tersebut akan menjadi tolak ukur untuk memperkirakan apakah sistim imun tubuh penerima akan menerima atau menolak ginjal baru tersebut. Jika anda tidak memiliki donor hidup. maka waktu rawat menjadi lebih pendek. Human leukocyte antigens (HLAs). karena tidak semua orang cocok untuk transplantasi. b. Petugas transplantasi akan mempertimbangkan tiga faktor untuk menentukan kesesuaian ginjal dengan penerima (resipien). Resipien masih dapat menerima ginjal dari donor walaupun HLAs mereka tidak sepenuhnya sesuai. waktu yang dibutuhkan hampir sama dengan resipien. atau dari donor hidup. asal golongan darah mereka cocok. Uji silang antigen. Ginjal baru dapat diperoleh dari donor yang baru saja meninggal dunia. mungkin 2 sampai 3 hari. Setelah keluar dari rumah sakit.Bicarakan dengan dokter anda mengenai transplantasi yang akan dijalani. Masa tunggu tersebut dapat berlangsung bertahun-tahun. Golongan darah penerima (A. Golongan darah.biasanya pasangan atau teman. Sejumlah kecil darah resipien dicampur dengan sejumlah kecil darah donor.B. anda akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu untuk memperoleh ginjal dari donor meninggal. maka hasil uji disebut uji silang negatif. Pembedahan untuk cangkok ginjal biasanya memakan waktu 3 sampai 4 jam. 3 dari ibu dan 3 dari ayah. dan tes lain tidak menunjukkan adanya gangguan kesesuaian. Sesama anggota keluarga biasanya mempunyai HLAs yang sesuai. atau O) harus sesuai dengan golongan darah donor. bisa juga bukan . karena teknik operasi untuk mengangkat ginjal donor semakin maju. a. dan transplantasi dapat dilakukan. Sel tubuh membawa 6 jenis HLAs utama. c. Walaupun demikian.

a. • Donor hidup Donor hidup. Tidak mempunyai penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal dalam waktu jangka yang lama. petanda infeksi virus (hepatitis B. 7. 10 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . pemeriksaan fisis lengkap. HIV). HLA dan tes silang darah (cross match). foto dada. termasuk tes fungsi ginjal. Kemungkinan mempergunakan donor hidup bukan keluarga berkembang menjadi suatu masalah yang peka. pemeriksaan golongan darah dan sistem HLA. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan transplantasi ginjal terdiri faktor yang bersangkut paut dengan donor. resipien. yaitu komersialisasi organ tubuh. 5. Kebanyakan negara maju telah menggunakan donor jenasah (cadaveric donor). Donor hidup dapat berasal dari individu yang mempunyai hubungan keluarga (living related donor) atau tidak ada hubungan keluarga (living non related donor). Pemeriksaan calon donor meliputi anamnesis.2. Sehat mental. Donor ginjal Kekurangan ginjal donor merupakan masalah yang umum dihadapai di seluruh dunia. Toleransi operasi baik. 8. hepatitis C. 4. khususnya donor hidup yang mempunyai hubungan keluarga harus memnuhi beberapa syarat : 1. Tidak mempunyai penyakit yang dapat menular kepada resepien. Usia lebih dari 18 tahun s/d kurang dari 65 tahun 2. 6. Kedua ginjal normal. Sedangkan negara-negara di Asia masih banyak mempergunakan donor hidup (living donor). 3. Kecocokan golongan darah ABO. faktor pembedahan antara lain penanganan pra-operatif dan paska operasi. Motivasi yang tinggi untuk menjadi donor tanpa paksaan. dan arteriografi ginjal. ekokardiografi. CMV.8 Faktor-faktor yang berperan dalam keberhasilan transplantasi ginjal Transplantasi ginjal merupakan transplantasi yang paling banyak dilakukan dibanding transplantasi organ lain dan mencapai lama hidup paling panjang. faktor imunologis.

hepatitis akut. c) Aterotema yang berat. . CMV. usia 10-60 tahun. HIV.Kontra indikasi a) Infeksi akut : tuberkolosis. HIV) foto dada. Disamping itu pemeriksaan laboratorium lengkap termasuk pertanda infeksi virus (hepatitis. EKG.Saluran kemih bawah harus normal bila ada kelainan dikoreksi terlebih dahulu . Resipien Ginjal Pasien gagal ginjal terminal yang potensial menjalani transplantasi ginjal harus dinilai oleh tim transplantasi. Resipien yang potensial untuk transplantasi ginjal: . Fungsi ginjal harus baik sampai pada saat akhir menjelang kematian. pemeriksaan gigi geligi dan THT. atau penyakit keganasan (kecuali tumor otak primer). tidak sebaik meninggal karena perdarahan subaracnoid. bronkietaksis.Dewasa . tidak mempunyai penyakit yang dapat ditularkan seperti hepatitis.Pasien yang kesulitan menjalani hemodialisis dan CAPD. penyakit pembuluh darah perifer dan penyakit jantung koroner. b) Infeksi kronik. USG.Dapat mnejalani terapi imunosupresi dalam jangka waktu lama dan kepatuhan berobat tinggi . iskemia. f) Mal nutrisi 11 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . d) Ulkus peptikum yang aktif. Frekuensi dialisis menjadi lebih sering menjelang opersi untuk mencapai keadaan seoptimal mungkin pada saat menjalani operasi. ekokardiografi. b. Setelah itu dilakukan evaluasi dan persiapan untuk transplantasi. e) Penyakit keganasan. ulkus peptikum dan keadaan saluran kemih. Dilakukan pemeriksaan jasmani yang teliti untuk menetapkan adanya hipertensi.• Donor jenazah Donor jenazah berasal dari pasien yang mengalami mati batang otak akibat kerusakan otak yang fatal. Panjang hidup ginjal transplantasi dari donor jenasah yang meninggal karena strok. infeksi saluran kemih.

yaitu : 1. Disebabkan adanya antibodi terhadap sistem ABO atau sistem HLA yang tidak cocok. Imunologi transplantasi Ginjal donor harus mempunyai kecocokan secara imunologi dengan ginjal resepien agar transplantasi berhasil baik. Reaksi ini sebenarnya merupakan usaha tubuh resepien untuk menolak benda asing yang masuk ketubuhnya. Kesesuaian imunologis pada transplantasi ginjal dinilai dengan memeriksa pola HLA. mialgia malaise.c. Rejeksi kronik Terjadi setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun pasca transplantasi. nyeri pada ginjal baru. ATG (anti thympocyte globulin) atau antibodi monoklonsl (OKT-3) sebagai terapi alternatif bila tidak teratasi. Pada rejeksi kronik terjadi penurunan fungsi ginjal cangkok. Bila ginajal yang dicontohkan tidak cocok secara imunologis akan timbul reaksi rejeksi. berat badan meningkat. Manifestasi klinis : demam. 3. Rejeksi hiperaktif tidak bisa diatasi harus dilaksanakan nefrektomi ginjal cangkok. Belum ada pengobatan yang spesifik untuk mengobati rejeksi kronik. tekanan darah naik. dapat dicetuskan oleh penghentian atau pengurangan dosis obat imunoisupresi. Respon umumnya setelah didapatkan 3 hari. kreatinin serum meningkat. Golongan darah (ABO) yang sama merupakan syarat yang utama. Rejeksi hiperakut saat ini jarang terjadi oleh karena dapat dihindarkan dengan pemeriksaan reaksi silang. produksi urine menurun. Rejeksi akut Biasanya terjadi dalam waktu 3 bulan pasca transplantasi. histopatologi. Reaksi hiperakut Terjadi segera dengan beberapa menit atau beberapa jam setelah klem pembuluh darah dilepas. 2. Terapi rejeksi akut :   Metil prednisolon: 250 mg-1 gr IV/hari selama 3 hari. 12 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . Ada tiga jenis reaksi rejeksi yang dikenal pada transplantasi ginjal. ALG (anti limphocyte globulin).

b. Lama hidup ginjal cangkok (Graft Survival) Lama hidup ginjal cangkok sangat dipengaruhi oleh kecocokan antigen antara donor dan resipien. Infeksi Infeksi meninggalkan masalah yang potensial dan mewakili komplikasi yang paling serius memberikan ancaman kehidupan pada periode pencangkokan jaman dulu. dan sepsis adalah yang sering dijumpai. Lama hidup pasien yang mendapat donor ginjal hidup lebih baik dibanding donor jenasah. yaitu hiperakut. pneumonia. b. c. Infeksi sistem urine. Komplikasi yang lain adalah bocornya urine dari ureteral bladder anastomosis yang menyebabkan terjadinya urinoma yang dapat memberi tekanan pada ginjal dan ureter yang mengurangi fungsi ginjal. Ada tiga jenis utama penolakan secara klinik. Lama hidup pasien (Patient Survival) Sumber organ donor sangat mempengaruhi lama hidup pasien dalam jangka panjang. Penolakan pencangkokan Yaitu sebuah serangan dari sistem kekebalan terhadap organ donor asing yang dikenal oleh tubuh sebagai jaringan asing. mungkin karena pada donor jenasah memerlukan lebih banyak obat imonosupresi.9 Komplikasi a. 13 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . akut. Lama hidup ginjal cangkok pada pasien diabetes militus lebih buruk daripada non diabetes. didapatkan lama hidup pasien 5 tahun (five live survival) pada donor hidup 93 % dan pada donor jenasah 85 % penyakit eksternal seperti diabetes militus akan menurunkan lama hidup pasien. Komplikasi sistem urinaria Salah satunya adalah terputusnya ginjal secara spontan. Misalnya pada pasien yang ginjal cangkoknya berfungsi lebih dari satu tahun. HLA yang sebagian cocok (one-haplotype match) 11 tahun dan pada donor jenazah 7 tahun. Waktu paruh ginjal cangkok pada HLA identik 20-25 tahun. Reaksi tersebut dirangsang oleh antigen dari kesesuaian organ asing. 2. dan kronis.Keberhasilan transplantasi ginjal menurut harapan klinis: a.

Kematian Rata-rata kematian setelah 2 tahun pelaksanaan transplantasi tersebut hanya 10%. e. diantaranya stenosis arteri ginjal. albu. 14 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . hidronefrosis. Akibat terhadap muskuluskeletal yang termasuk adalah osteoporosis dan miopaty. Komplikasi kardiovaskular Komplikasinya bisa berupa komplikasi lokal atau sistem. penolakan pencangkokkan jenis kronik dan akut. Penyembuhan luka dapat menjadi lama karena status nutrisi yang kurang. Khususnya rata-rata kematian yang menurun yang diakibatkan oleh infeksi pada dua tahun pertama setelah dua tahun pencangkokkan telah terjadi. Komplikasi gastrointestinal Hepatitis B dan serosis terjadi dan mungkin dihubungkan dengan penggunaan obat-obatan hepatotoksik. g. Masalah reproduksi yang digambarkan dalam frekuensi CRF muncul setelah transplantasi. i. nekrosis tubular akut.in serum yang sedikit dan terapi steroid. sebelumnya tingkat ketahanan hidup hanya 40-50%. Nekrosis tulang aseptik adalah utamanya disebabkan oleh terapi kortikosteroid. Komplikasi-komplikasi yang lain Sistem lain juga diakibatkan oleh komplikasi sesudah pencangkokan diabetes militus yang disebabkan oleh steroid.d. Hipertensi dapat terjadi pada 50%-60% penderita dewasa yang mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. h. f. Komplikasi kulit Karsinoma kulit adalah yang paling umum. Hal ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kematian yang berarti dalam dua dekade yang lalu. mungkin bisa berkembang. Komplikasi pernafasan Pneumonia yang disebabkan oleh jamur dan bakteri adalah komplikasi pernafasan yang sering terjadi.

Menilai akibat jangka panjang ginjal tunggal d. kepada pasien yang mengalami transplantasi ginjal diberikan obat-obat imunosupresi. c) Menilai status vaskular tempat anastomosis. Pilihan obat. b) Menilai kemampuan menerima obat imunosupresi untuk jangka waktu yang lama. kombinasi obat serta dosis obat tergantung kepada respons dan kecocokan antara antigen donor dengan resepien disamping faktor lain. namun sampai saat ini yang dianggap memenuhi syarat dari hasil percobaan klinis dan sudah dipakai luas hanyalah tacrolimus dan mycophenolate mofetil (MMF). Menilai kecocokan golongan darah ABO. Azatioprin d. Ada berbagai macam obat imunosupresi yang tersedia. e) Menghilangkan semua sumber infeksi. Siklosporin. Menilai kemungkinan anastomosis e. Obat imunosupresi Konvensional : a.2. Menilai kemampuan untuk nefrektomi c. 15 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . a.A b. Persiapan pra-operatif untuk calon donor bertujuan untuk . Antibodi poliklonal : ALG (antilyphocyte globulin). Obat imunosupresi baru Ada lebih dari 12 obat imunosupresif baru yang diteliti. Persiapan pra-operatif untuk calon resipien bertujuan untuk : a) Menilai kemampuan menjalani operasi besar. pada umumnya dikelompokkan menjadi: 1. 2. d) Menilai traktus urinarius bagian bawah.11 Obat-Obat Imunosupresi Untuk mencegah terjadinya rejeksi. Menilai kerelaan (tak ada unsur paksaan atau jual beli) b. Antibodi monoklonal: OKT-3 e. 2.Kortikosteroid c.10 Persiapan Pembedahan 1. ATG (anti thympocyte globulin) 2. f) Menilai dan mempersiapkan unsur psikis. HLA dan crossmatch.

Penderita akan merasa lebih sehat dan "lebih nomal". timbul jerawat. atau melakukan transplantasi dengan ginjal lain. 2. d. atau bulu di wajah. yang mempunyai banyak efek samping. Tetapi tidak semua resipien mengalami gejala tersebut. b. Tubuh menolak ginjal yang dicangkokkan. c. sehingga dapat mempermudah timbulnya infeksi. Penderita yang mempunyai usia harapan hidup yang lebih besar. Proses untuk mendapatkan ginjal lebih sulit atau lebih lama. b. Selain itu. tekanan darah tinggi. b. Penderita harus rutin minum obat imunosupresan. Beberapa jenis obat imunosupresan juga dapat merubah penampilan. Keuntungan Transplantasi Ginjal: a. d. dan penyakit tulang. Obat imunosupresan harus diminum setiap hari selama ginjal baru terus berfungsi. 16 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . Wajah akan tampak lebih gemuk. Obat imunosupresan akan melemahkan daya tahan tubuh. e. c. reaksi penolakan tetap terjadi walaupun penderita sudah minum obat imunosupresan.12 Keuntungan dan Kekurangan Transplantasi Ginjal 1. imunosupresan juga dapat menyebabkan katarak. penderita harus kembali menjalani dialisis. c. Jika hal ini terjadi. Efek samping tacrolimus hampir sama dengan siklosporin Infeksi yang timbul biasanya CMV (cytomegalo virus) ATG (anti thympocyte globulin) ALG (anti limpocyte globulin) MMF (micophenolate mofetil) Obat imunosupresan berguna untuk mencegah reaksi penolakan. berat badan bertambah. Penderita tidak perlu melakukan dialysis d.Catatan : a. Kekurangan Transplantasi Ginjal: a. diabetes. Kadang-kadang. yaitu reaksi dimana sistem tubuh menyerang ginjal baru yang dicangkokkan. Ginjal baru akan bekerja seperti halnya ginjal normal. Butuh proses pembedahan besar. 2. asam lambung berlebihan.

perut kembung. umur. muntah. penurunan kesadaran. napas berbau ( ureum ). Pengkajian a) Anamnesa  Identitas Klien: Meliputi nama.2. kelemahan fisik. penggunaan obat-obat nefrotoksik. payah jantung. bengkak/edema pada ekstremitas. hubungan dengan keluarga. Tanggal Pengkajian. Keluhan Utama Keluhan utama yang didapat biasanya bervariasi. Kaji adanya riwayat penyakit batu saluran kemih. pendidikan.  Riwayat Penyakit Sekarang Kaji onet penurunan urine output. alamat. status pernikahan.13 Konsep Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Transplantasi Ginjal A. pekerjaan. adanya perubahan kulit. alamat. umur. mual. biasanya datang dengan keluhan nyeri pada pinggang. tidak selera makan (anoreksia). jenis kelamin. urine output sedikit sampai tidak dapat BAK.  Riwayat Kesehatan Keluarga Mengkaji ada atau tidak salah satu keluarga yang mengalami penyakit yang sama. adanya nafas berbau ammonia. sesak. Kaji pula sudah kemana saja klien meminta pertolongan untuk mengatasi masalahnya dan mendapat pengobatn apa. suku bangsa.  Riwayat Penyakit Dahulu Infeksi saluran kemih. Bagaimana pola hidup yang biasa di terapkan dalam keluarga. infeksi system prkemihan yang berulang. Tanggal MRS. mulut terasa kering. dan gatal pada kulit. dan perubahan pemenuhan nutrisi. rasa lelah. gelisah sampai penurunan kesadaran. ada atau tidaknya riwayat 17 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . perubahan pola nafas. no register. dan penyakit hipertensi pada masa sebelumnya yang menjadi predisposisi penyebab. dan prostektomi. Penting untuk dikaji mengenai riwayat pemakaian obat-obatan masa lalu dan adanya riwayat alergi terhadap jenis obat kemudian dokumentasikan. agama. Diagnosa medis   Identitas Penanggung jawab: Nama. penyakit diabetes mellitus. Benign prostatic hyperplasia. jenis kelamin. pekerjaan.

Pola nafas cepat dan dalam merupakan upaya untuk melakukan pembuangan karbon dioksida yang menumpuk di sirkulasi  Sistem Hematologi Pada kondisi uremia berat tindakan auskultasi akan menemukan adanya friction rub yang merupakan tanda khas efusi pericardial.  Riwayat Psikososial Adanya perubahan fungsi struktur tubuh dan adanya tindakan dialysis akan menyebabkan penderita mengalami gangguan pada gambaran diri.  Lingkungan dan tempat tinggal Mengkaji lingkungan tempat tinggal klien. palpitasi. Pada system hematologi sering didapatkan adanya anemia. Lamanya perawatan. nyeri dada dan sesak nafas. b) Pemeriksaan Fisik  Keadaan umum dan TTV Keadaan umum : Klien lemah dan terlihat sakit berat Tingkat Kesadaran : Menurun sesuai dengan tingkat uremia dimana dapat mempengaruhi system saraf pusat - TTV : Sering didapatkan adanya perubahan RR meningkat. respon uremia didapatkan adanya pernafasan kussmaul.infeksi system perkemihan yang berulang dan riwayat alergi. mengenai kebersihan lingkungan tempat tinggal. lesi gastrointestinal uremik. edema penurunan perfusiperifer sekunder dari penurunan curah jantungakibat hiperkalemi. akral dingin. banyaknya biaya perawatan dan pengobatan menyebabkan pasien mengalami kecemasan. dll. gangguan irama jantung. penyakit hereditas dan penyakit menular pada keluarga. gangguan konsep diri ( gambaran diri ) dan gangguan peran pada keluarga. Anemia sebagai akibat dari penurunan produksi eritropoetin. dan gangguan kondisi elektrikal otot ventikel. CRT > 3 detik. penurunan usia sel darah 18 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . TD meningkat. tekanan darah terjadi perubahan dari hipertensi ringan sampai berat  Sistem Pernafasan Klien bernafas dengan bau urine (fetor uremik). Didapatkan tanda dan gejala gagal jantung kongestif. area lingkungan rumah.

 Sistem Neuromuskular Didapatkan penurunan tingkat kesadaran. restless leg syndrome. efusi pericardial. terjadi penurunan libido berat Sistem pencernaan Didapatkan adanya mual dan muntah.aldosteron. dehidrasi ). sakit kepala. dan ulkus saluran cerna sehingga sering di dapatkan penurunan intake nutrisi dari kebutuhan. gangguan ovulasi sampaiamenorea. peradangan mukosa mulut.merah. adanya neuropati perifer. fertilisasi dan ereksi menurun pada laki-laki akibat produksi testosterone dan spermatogenesis yang menurun. kram otot. pruritus. Pada gagal ginjal yang lanjut (klirens kreatinin < 15 ml/menit) terjadi penuruna klirens metabolic insulin menyebabkan waktu paruh hormon aktif memanjang. Pada wanita timbul gangguan menstruasi. demam ( sepsis. burning feet syndrome. kram otot. Sebab lain juga dihubungkan dengan metabolic tertentu. Klien sering didapatkan adanya kejang. resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. nyeri kaki (memburuk saat malam hari). Angguan metabolism glukosa. dan nyeri otot.angiostensin. dan diare sekunder dari bau mulut ammonia. disfungsi serebral.  Sistem Kardiovaskuler Hipertensi akibat penimbunan cairan dan garam atau peningkatan aktivitas system rennin. kecenderungan mengalami perdarahan sekunder dari trombositopenia. 19 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . seperti perubahan proses berfikir dan disorientasi. Gangguan metabolic lemak. anoreksia. Keadaan ini dapat menyebabkan kebutuhan obat penurunan glukosa darah akan berkurang. penyakit jantung koroner akibat aterosklerosis yang timbul dini. ada/ berulangnya infeksi. biasanya dari saluran GI. dan kehilangan darah. dan gangguan metabolism vitamin D   Sistem Perkemihan Penurunan urine output < 400 ml/ hari sampai anuri. kulit gatal.  Sistem Endokrin Gangguan seksual : libido. dan gagal jantung akibat penimbunan cairan dan hipertensi. Nyeri dada dan sesak nafas akibat perikarditis.  Sistem Muskuloskeletal Di dapatkan adanya nyeri panggul.

c) Pemeriksaan Bio-Psiko a. deposit fosfat kalsium pada kulit jaringan lunak dan sendi. pola pernafasan Status sirkulasi dan kehilangan darah : tanda-tanda vital . frekwensi dan kedalaman Status kardiovaskuler :fungsi system kardiovaskuler Fungsi hepatic : fungsi hepar Fungsi endokrin: pemeriksaan kadar gula darah Fungsi imonologi : reaksi alergi sebelumnya. keterbatasan gerak sendi. adanya distensi abdomen Drainase . dan selang drainase Nyeri : lokasi dan intesitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian preoart analgesic . fraktur tulang.petekie.warna. keadaan luka insisi . termasuk obat –obatan yang dijual bebas dan frekwensi penggunaanya Pertimabanagn gerontology : lansia dianggap memiliki resiko pembedahan yang lebih buruk dibandingkan pasien yang lebih muda b. tekana darah arteri dan vena sentral . Diagnosa Pre Operasi Ansietas berhubungan dengan prosedur pembedahan dari transplantasi ginjal. medikasi. Pre-operative Status nutrisi : kebutuhan nutrisi. area ekimosis pada kulit. obesitas. keluaran urin dan drainase ( jumlah. penurunan atau tidak adanya drainase urin B. penggunaan obat dan alcohol Status pernafasan : pola pernafasan. Didapatkan adanya kelemahan fisik secara umum sekunder dari anemia dan penurunan perfusi perifer dari hipertensi. Pasca operatif Status pernafasan : frekwensi kedalaman . 20 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I .tipenya ) dari selang yang di pasang pada saat pembedahan. keluaran urin . warna dan suhu kulit . transfuse darah Terapi medikasi sebelumnya : segala medikasi sebelumnya.

Intervensi Pre operasi No DX Dx 1 Tujuan dan Kriteria Hasil Tujuan: anxietas praoperatif Kriteria hasil : . penolakkan tranplantasi. atau adanya distensi abdomen/kandung kemih. c. dan Intervensi Kaji ketakutan dan a. 2. Perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan drainase urin . Nyeri (akut) berhubungan dengan adanya insisi luka operasi.Wajah rileks. Rasional Memberi data dasar untuk pengkajian cemas kecemasan sebelum pembedahan pasien praoperatif dilakukan b. verbalisasi respon sering diperlukan untuk mengkaji pemahan pasien terhadap 21 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . menurunkan a. proses transplantasi ginjal . tingginya volume cairan intravena. Memudahakan pemahan akan reaksi Evaluasi perubahan atau respon pasien terhadap kemungkinan makna bagi pasien dan hasil akhir pembedahan anggota keluarga atau pasangannya .Post Operasi 1. d. resiko tinggi infeksi berhubungan denagn drainase urin 3. c. gagal ginjal. Kaji pasien prosedur pengetahuan mengenai pembedahan Memberiakn dasar yang lebih lanjut dan kemungkinan hasil akhir pembedahan. Kelebihan atau kekurangan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine.Rasa cemas berkurang .Pasien dapat menyebutkan b. spasme otot. C.

meningkatkan relaksasi dan peredaan nyeri otot serta gangguan rasa nyaman 22 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . berikan analgesic diresepkan preparat yang c. d.hal-hal tersebut dan pemecahannya. dengan e. Rasional memberikan data dasar untuk nyeri dan gangguan rasa pasien nyaman Kriteria Hasil : Pasien dapat toleransi terhadap rasa nyeri Ungkapan rasa nyeri b. untuk menerima dukungan bersama dan dan mengurangi perasaan terisolasi satu sama lain. Dorong pasien untuk mengutarakan kata-kata perasaan ketakutannya. b. Dorong pasien untuk membagi perasaanya denagn pasangannya. Post Operasi No 1 DX Dx 1 Tujuan dan Kriteria Hasil Tujuan : pengurangan rasa a. mengevaluasi keberhasilan strategi dalam meredakan rasa nyeri meningkatkan pengurangan rasa nyeri berkurang/hilang Ekpresi wajah tenang. memudahkan pasien dan pasanagnya reaksi . e. Intervensi kaji tingkat nyeri a.

e. observasi volume.c. pertahankan sistem drainase tertutup urin yangc. urin . warna bau . eliminasi kemih infeksi. kondisi dan 23 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . mempertahankan urine yang adekuat. mengurangi resiko kontaminasi bakteri dan infeksi d. meminimalkan tarikan atau tegangan tangan atau bantal pada pada luka insisi dan memberikan dukungan saat gerakan melakukan batuk e.d. memberikan dasar bagi pengkajian dan tindakan selanjutnya saluran urin dengan segera dari yang bebas b. Lakukan kompres hangat dan masase pada daerah yang terasa pegal serta mengalami gangguan rasa nyaman d. Kriteria Hasil : Pasien akan b. kaji system drainasea. Fiksasi luka insisi dengan kedua belah d. memberikan informasi mengenai dan kecukupan keluaran urin. memberikan data dasar kaji keadekuatan urin dan keluaran keluaran potensi system drainase c. dimudahkan dilanjutkannya kembali melakukan pada pasien atau latihan Bantu dan dorong latihan aktivitas otot ambulasi dini 2 Dx 2 Tujuan : mempertahankan a.

mendeteksi retensi urin akibat curah jantung atau keluaran ginjal yang buruk b. ukur asupan dan c. memastikan agar cairan infuse tidak keluaran cairan yang kelebihan atau kekurangan tanpa disengaja akurat c. pantau jumlah dan mengalami perubahan. timbang berat badan a. apabila volume cairan meningkat akibat 24 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I .konstituen urin patensi system drainase. berikan semua terapi d. pertahankan asupan cairan yang adekuat 3 Dx 3 Tujuan : mempertahankan a. tanda-tanda vital karakteristik urin akan terpengaruh f. penimbangan berat setiap hari merupakan indicator yang sensitive untuk keseimbanagn cairan yang pasien setiap hari normal Kriteria Hasil : Pasien mengeluarkan urine yang adekuat dan tidak menahan cairan. meningkatkan keluaran urin yang adekuat dan mencegah stasis urinarius. apabila volume cairan atau curah jantung d. menunjukkan kehilangan atau penambahan cairan b. serta debris dalam urin e. e. parenteral pompa infuse membantu mendeteksi dari secara dini atau dengan komplikasi pembedahan pemasangan selang yang mungkin terjadi e.

terjadi gagal jantung kongestif. yang sering dilakukan akan menjamin pernafasan dan tekanan deteksi dini.curah jantung atau keluaran renal yang buruk. darah f. pantau tanda-tanda pula suara jantung akan berubah ketika vital : suhu tubuh . cairan akan tertumpuk. lakukan auskultasi jantung dan paru setiap pergantian shift 25 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . Auskultasi denyut nadi . Demikian e.

mungkin 2 sampai 3 hari. maka waktu rawat menjadi lebih pendek.Sedangkan bagi pendonor hidup. 26 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I .2 Saran Kita harus senantiasa merawat ginjal kita dengan cara minum yang banyak tiap harinya antara 8-10 gelas/ hari agar ginjal kita tidak cepat rusak dan aktivitas kerja dalam ginjal tetap terjaga sehingga tidak perlu mengadakan pencangkokan atau membawa dari ginjal orang lain. resipien masih harus melakukan kunjungan secara teratur untuk memfollow-up hasil pencangkokan. Walaupun demikian. 3.1 Kesimpulan Pembedahan untuk cangkok ginjal biasanya memakan waktu 3 sampai 4 jam.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. waktu yang dibutuhkan hampir sama dengan resipien. karena teknik operasi untuk mengangkat ginjal donor semakin maju. Lama rawat di rumah sakit biasanya adalah satu minggu. Setelah keluar dari rumah sakit.

New York : Grune & Stratton. EGC. Volume satu.B. Edisi bahasa Indonesia. D. Lippincott Company. Jakarta. 1998. Hamilton.DAFTAR PUSTAKA Carpernito. Volume dua. Linda juall. Carolyn. EGC. Barbara. Kidney Transplantation in P. J. Edisi delapan. Jakarta. 27 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I I I . 1995. Rencana asuhan keperawatan medical bedah. Edisi pertama. Hudak. 1996. 1984. Suzanne C. Buku ajar keperawatan medical bedah Brunner Suddarth. Morris (Ed). 2001. Keperawatan Kritis : Pendekatan Holistik. Kidney Transplantation : Principles and Practice. Smeltzer. Nursing Care Plans and Documentation : Nursing diagnosis and colaborative problems. Second Edition J. Engram.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->