P. 1
Sistem Reproduksi Pada Manusia

Sistem Reproduksi Pada Manusia

|Views: 12|Likes:
Published by Neneng Hayati
Sistem Reproduksi Pada Manusia – Wanita
Filed under: Sistem reproduksi — gurungeblog @ 7:06 am
Tags: Sistem reproduksi Manusia, wanita

female_reproductive_system_lateral
Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi.

1.Organ Reproduksi
Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).
Ovarium
Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 – 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi.
Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.
Saluran reproduksi
Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.
Oviduk
Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
Uterus
Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.
Vagina
Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.

Organ reproduksi luar
Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak menandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di dalam labium mayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris.
Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Meskipun klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Pada klitoris terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah.

2.Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pemben
Sistem Reproduksi Pada Manusia – Wanita
Filed under: Sistem reproduksi — gurungeblog @ 7:06 am
Tags: Sistem reproduksi Manusia, wanita

female_reproductive_system_lateral
Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi.

1.Organ Reproduksi
Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).
Ovarium
Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 – 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi.
Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.
Saluran reproduksi
Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.
Oviduk
Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
Uterus
Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.
Vagina
Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.

Organ reproduksi luar
Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak menandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di dalam labium mayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris.
Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Meskipun klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Pada klitoris terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah.

2.Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pemben

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Neneng Hayati on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2014

pdf

text

original

Sistem Reproduksi Pada Manusia – Wanita Filed under: Sistem reproduksi — gurungeblog @ 7:06 am Tags: Sistem reproduksi Manusia, wanita

female_reproductive_system_lateral Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi.

1.Organ Reproduksi Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

Organ reproduksi dalam Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin). Ovarium Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 – 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron. Saluran reproduksi Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina. Oviduk Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus. Uterus Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi

Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. 2. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina.Oogenesis Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut. Meskipun klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman). oosit primer akan membelah secara meiosis. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir. Di dalam labium mayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Pada klitoris terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Organ reproduksi luar Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan. Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan. meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak menandung jaringan lemak. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang.uterus. . Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah. Namun. yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Vagina Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Pada vulva bermuara dua saluran. yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Vagina bermuara pada vulva. Vulva terdiri dari mons pubis. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.

Setelah oosit sekunder lepas dari folikel. oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi. 3. yaitu ovulasi. anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Akhirnya. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Selama tahap meiosis I pada oosit primer. Jika tidak terjaid fertilisasi.Hormon pada Wanita Pada wanita. anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk. Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. patokannya adalah adanya peristiwa yang sangat penting. meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Namun pada meiosis II. oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir. Siklus menstruasi Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan. sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer). meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder). Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit.Pada saat bayi perempuan lahir. Pada masa ovulasi. Saat memasuki masa pubertas. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya. Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi. Akhirnya. folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Pada saat terbentuk oosit sekunder. oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ n) menstruasi. ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium. folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Ketika mencapai pubertas. folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi. melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi. peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Jika tidak terjadi fertilisasi. folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari . Untuk periode atau siklus hari pertama menstruasi. Selanjutnya . Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer.

hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh. yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. yaitu progesteron. sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Fase pra-ovulasi Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer.pertama menstruasi. Fase menstruasi Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50mL. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma. fase ovulasi. Fase ovulasi Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau . Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke-14. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya. folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf memproduksi estrogen) dan hormon lainnya. folikel juga melepaskan hormon estrogen. yaitu fase menstruasi. fase pra-ovulasi. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifta basa. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. fase pasca-ovulasi. sehingga dindingnya menjadi tipis. Pada saat inilah disebut ovulasi. Fase pasca-ovulasi Pada fase pasca-ovulasi. Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. Selama pertumbuhannya.

Kemudian. pertama-tama sperma harus menembus berlapislapis sel granulosa yang melekat di sisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata. akrosin Protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida. sehingga konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. bagian kromosom mengeluarkan: hialuronidase Enzim yang dapat melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata. . Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk.endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Namun. yaitu zona pelusida. sperma juga harus menembus lapisan sesudah korona radiata. Menarik sperma secara kemotaksis positif. Pada kondisi ini.Fertilisasi Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH. sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder. Pada sperma. Namun. 4. antifertilizin Antigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah. korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan. Zona pelusida merupakan lapisan di sebelah dalam korona radiata. Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung kembali dengan fase menstruasi berikutnya. berupa glikoprotein yang membungkus oosit sekunder. Mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder. Oosit sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu. sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung. yaitu fertilizin yang tersusun dari glikoprotein dengan fungsi : Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat. Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkan enzim dan atau senyawa tertentu.

dengan rongga di dalamnya yang disebut blastocoel (blastosol). Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder. Dalam perjalannya ke uterus. Sakus vitelinus berinteraksi dengan trofoblas membentuk korion. ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian. ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnya selama embrio hidup dalam uterus. Tahap ini disebut blastula. adanya lapisan-lapisan membran melindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari luar.Pada saat satu sperma menembus oosit sekunder. . Berbagai macam membran kehamilan berfungsi untuk membantu proses transportasi. dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut tahap morula. Kemudian. Selain itu. Sebaliknya. Sel-sel bagian luar blastosit Sel-sel bagian luar blastosit merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit pada uterus. sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya. Sel-sel trofoblas juga mensekresikan enzim proteolitik yang berfungsi untuk mencerna serta mencairkan sel-sel endometrium. sehingga dari seluruh proses meiosis I sampai penyelesaian meiosis II dihasilkan tiga badan polar dan satu ovum yang disebut inti oosit sekunder.Gestasi (Kehamilan) Zigot akan ditanam (diimplantasikan) pada endometrium uterus. Morula akan terus membelah sampai terbentuk blastosit. termasuk kekeringan. inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (2n) atau 46 kromosom. Sakus vitelinus merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah pertama embrio. Sakus vitelinus Sakus vitelinus (kantung telur) adalah membran berbentuk kantung yang pertama kali dibentuk dari perluasan lapisan endoderm (lapisan terdalam pada blastosit). Cairan dan nutrien tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif oleh sel-sel trofoblas agar zigot berkembang lebih lanjut. respirasi. zigot membelah secara mitosis berkali-kali. Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada inti oosit sekunder . Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel yang sama besarnya. 5. Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel bagian dalam. trofoblas beserta sel-sel lain di bawahnya akan membelah (berproliferasi) dengan cepat membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan. inti (nukleus) pada kepala sperma akan membesar.

kulit dan hidung. Penyebab peningkatan . juga melindungi embrio dari perubahan suhu yang drastis serta guncangan dari luar. ketiga lapisan tersebut akan berkembang menjadi berbagai organ (organogenesis) pada minggu ke-4 sampai minggu ke-8. Selanjutnya. Tali pusar menghubungkan embrio dengan plasenta pada endometrium uterus ibu. pembuluh darah. Cairan amnion berfungsi untuk menjaga embrio agar dapat bergerak dengan bebas.Korion Korion merupakan membran terluar yang tumbuh melingkupi embrio. ginjal. Ektoderm akan membentuk saraf. Vili korion berisi pembuluh darah emrbrio yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terdapat di dalam endometrium uterus. 6. terjadi penyempurnaan berbagai organ dan pertumbuhan tubuh yang pesat. Alantois Alantois merupakan membran pembentuk tali pusar (ari-ari). Cairan amnion dihasilkan oleh membran amnion. mulai minggu ke-9 sampai beberapa saat sebelum kelahiran. limpa dan kelenjar kelamin. Sel-sel bagian dalam blastosit Sel-sel bagian dalam blastosit akan berkembang menjadi bakal embrio (embrioblas). jantung. Endoderm akan membentuk organorgan yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan dan pernapasan. uterus secara perlahan menjadi lebih peka sampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan. Amnion Amnion merupakan membran yang langsung melingkupi embrio dalam satu ruang yang berisi cairan amnion (ketuban). Selanjutnya. Masa ini disebut masa janin atau masa fetus. Korion membentuk vili korion (jonjot-jonjot) di dalam endometrium. Permukaan ektoderm melekuk ke dalam sehingga membentuk lapisan tengah (mesoderm). otot. Mesoderm akan membentuk tulang. Korion dengan jaringan endometrium uterus membentuk plasenta. mata.Persalinan Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. Di dalam alantois terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat-zat makanan dan oksigen dari ibu dan mengeluarkan sisa metabolisme. yang merupakan organ pemberi nutrisi bagi embrio. seperti karbon dioksida dan urea untuk dibuang oleh ibu. Pada embrioblas terdapat lapisan jaringan dasar yang terdiri dari lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Pada persalinan.

7. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu meningkat dari minggu . pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresi dari air susu. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar. Estrogen berfungsi untuk kontraksi uterus. Estrogen Estrogen dihasilkan oleh plasenta yang konsentrasinya meningkat pada saat persalinan. Oksitosin Oksitosin dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin. Prostaglandin berfungsi untuk meningkatkan intensitas kontraksi uterus. Sebelum kehamilan. ada juga sejumlah besar estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh plasenta. Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus. sehingga sistem saluran-saluran kelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu.kepekaan dan aktifitas uterus sehingga terjadi kontraksi yang dipengaruhi faktor-faktor hormonal dan faktor-faktor mekanis. Prostaglandin Prostaglandin dihasilkan oleh membran pada janin. Oksitosin berfungsi untuk kontraksi uterus. Walaupun estrogen dan progesteron penting untuk perkembangan fisik kelenjar payudara selama kehamilan.Laktasi Kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. hormon prolaktin memiliki efek yang berlawanan. Relaksin Relaksin dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta. payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa (jaringan lemak) serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluransaluran kelenjar (duktus kelenjar) yang belum berkembang. yaitu meningkatkan sekresi air susu. yaitu estrogen. Sebaliknya. oksitosin. Pada masa kehamilan. Relaksin berfungsi untuk relaksasi atau melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan. pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. Selain mammotropin. prostaglandin dan relaksin. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dan plasenta janin.

Kanker ovarium Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Kanker genitalia Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina. Selain itu. yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium. . Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi. sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul. plasenta mensekresi sejumlah besar somatomamotropin korion manusia. Kanker serviks Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. Endometriosis Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus. Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita Gangguan menstruasi Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.ke-5 kehamilan sampai kelahiran bayi. sehingga menyokong prolaktin dari hipofisis ibu. Kanker vagina Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. oviduk. Dapat berupa rasa berat pada panggul. yaitu amenore primer dan amenore sekunder. serviks dan ovarium. oviduk atau jauh di luar uterus. misalnya di paru-paru. perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus. ovarium. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. yang juga memiliki sifat laktogenik ringan.

terutama bila suami terkena infeksi. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin. Jika tidak ditangani. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. jamur atau bakteri. . endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan. pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Infeksi vagina Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal.Gejala endometriosis berupa nyeri perut. laparoskopi atau bedah laser.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->