Sistem Reproduksi Pada Manusia – Wanita Filed under: Sistem reproduksi — gurungeblog @ 7:06 am Tags: Sistem reproduksi Manusia, wanita

female_reproductive_system_lateral Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi.

1.Organ Reproduksi Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

Organ reproduksi dalam Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin). Ovarium Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 – 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron. Saluran reproduksi Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina. Oviduk Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus. Uterus Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi

Meskipun klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis. Namun. . Vagina Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah. 2. Pada klitoris terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Vagina bermuara pada vulva. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina. Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Organ reproduksi luar Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer. Di dalam labium mayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Vulva terdiri dari mons pubis. Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Pada vulva bermuara dua saluran.uterus. bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat.Oogenesis Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman). meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. oosit primer akan membelah secara meiosis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak menandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut. Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom.

patokannya adalah adanya peristiwa yang sangat penting. Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Pada saat terbentuk oosit sekunder. Setelah oosit sekunder lepas dari folikel. Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit. Jika tidak terjadi fertilisasi.Pada saat bayi perempuan lahir. Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. oosit sekunder akan mengalami degenerasi. peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya. Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Namun pada meiosis II. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. yaitu ovulasi. oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir. anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ n) menstruasi. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk. ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium. Jika tidak terjaid fertilisasi. folikel akan berubah menjadi korpus luteum. folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma.Hormon pada Wanita Pada wanita. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi. folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder). yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Akhirnya. Ketika mencapai pubertas. Saat memasuki masa pubertas. Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi. Siklus menstruasi Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Untuk periode atau siklus hari pertama menstruasi. sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer). melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Selama tahap meiosis I pada oosit primer. Pada masa ovulasi. anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Akhirnya. Selanjutnya . 3. korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi. meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder. ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari .

Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50mL. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya. yaitu progesteron. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf memproduksi estrogen) dan hormon lainnya. fase ovulasi. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma. fase pasca-ovulasi. Fase pasca-ovulasi Pada fase pasca-ovulasi. sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Fase ovulasi Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). fase pra-ovulasi. Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh. folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase. Fase pra-ovulasi Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi. sehingga dindingnya menjadi tipis. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke-14. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Pada saat inilah disebut ovulasi. Selama pertumbuhannya. Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifta basa. folikel juga melepaskan hormon estrogen. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. Fase menstruasi Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma.pertama menstruasi. yaitu fase menstruasi. hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau .

sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung. yaitu zona pelusida. korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan. Zona pelusida merupakan lapisan di sebelah dalam korona radiata.Fertilisasi Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah. Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Namun. Mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder. sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder. sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung kembali dengan fase menstruasi berikutnya. Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk. berupa glikoprotein yang membungkus oosit sekunder. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH. pertama-tama sperma harus menembus berlapislapis sel granulosa yang melekat di sisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata. Pada sperma. Pada kondisi ini. Menarik sperma secara kemotaksis positif. 4.endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. Namun. antifertilizin Antigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder. bagian kromosom mengeluarkan: hialuronidase Enzim yang dapat melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata. Kemudian. Oosit sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu. . Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkan enzim dan atau senyawa tertentu. yaitu fertilizin yang tersusun dari glikoprotein dengan fungsi : Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat. sperma juga harus menembus lapisan sesudah korona radiata. akrosin Protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida. sehingga konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun.

ekor sperma akan berdegenerasi. . trofoblas beserta sel-sel lain di bawahnya akan membelah (berproliferasi) dengan cepat membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan. Kemudian. dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut tahap morula. Sel-sel bagian luar blastosit Sel-sel bagian luar blastosit merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit pada uterus. termasuk kekeringan. Berbagai macam membran kehamilan berfungsi untuk membantu proses transportasi. inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (2n) atau 46 kromosom. Cairan dan nutrien tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif oleh sel-sel trofoblas agar zigot berkembang lebih lanjut.Gestasi (Kehamilan) Zigot akan ditanam (diimplantasikan) pada endometrium uterus. Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel bagian dalam. zigot membelah secara mitosis berkali-kali. dengan rongga di dalamnya yang disebut blastocoel (blastosol). sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya. inti (nukleus) pada kepala sperma akan membesar. adanya lapisan-lapisan membran melindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari luar. sehingga dari seluruh proses meiosis I sampai penyelesaian meiosis II dihasilkan tiga badan polar dan satu ovum yang disebut inti oosit sekunder. Sakus vitelinus Sakus vitelinus (kantung telur) adalah membran berbentuk kantung yang pertama kali dibentuk dari perluasan lapisan endoderm (lapisan terdalam pada blastosit). Sel-sel trofoblas juga mensekresikan enzim proteolitik yang berfungsi untuk mencerna serta mencairkan sel-sel endometrium. ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnya selama embrio hidup dalam uterus.Pada saat satu sperma menembus oosit sekunder. Dalam perjalannya ke uterus. Sakus vitelinus merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah pertama embrio. Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait. Tahap ini disebut blastula. Kemudian. Morula akan terus membelah sampai terbentuk blastosit. Sebaliknya. 5. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel yang sama besarnya. Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder. Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada inti oosit sekunder . respirasi. Sakus vitelinus berinteraksi dengan trofoblas membentuk korion. Selain itu.

Permukaan ektoderm melekuk ke dalam sehingga membentuk lapisan tengah (mesoderm). Masa ini disebut masa janin atau masa fetus. Endoderm akan membentuk organorgan yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan dan pernapasan. limpa dan kelenjar kelamin. Amnion Amnion merupakan membran yang langsung melingkupi embrio dalam satu ruang yang berisi cairan amnion (ketuban). Tali pusar menghubungkan embrio dengan plasenta pada endometrium uterus ibu. otot. Cairan amnion berfungsi untuk menjaga embrio agar dapat bergerak dengan bebas. seperti karbon dioksida dan urea untuk dibuang oleh ibu. Cairan amnion dihasilkan oleh membran amnion. Pada persalinan. 6. Mesoderm akan membentuk tulang. juga melindungi embrio dari perubahan suhu yang drastis serta guncangan dari luar. kulit dan hidung. Di dalam alantois terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat-zat makanan dan oksigen dari ibu dan mengeluarkan sisa metabolisme.Persalinan Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. ginjal. yang merupakan organ pemberi nutrisi bagi embrio. ketiga lapisan tersebut akan berkembang menjadi berbagai organ (organogenesis) pada minggu ke-4 sampai minggu ke-8. Korion membentuk vili korion (jonjot-jonjot) di dalam endometrium. Selanjutnya. Penyebab peningkatan . Sel-sel bagian dalam blastosit Sel-sel bagian dalam blastosit akan berkembang menjadi bakal embrio (embrioblas). terjadi penyempurnaan berbagai organ dan pertumbuhan tubuh yang pesat.Korion Korion merupakan membran terluar yang tumbuh melingkupi embrio. Vili korion berisi pembuluh darah emrbrio yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terdapat di dalam endometrium uterus. pembuluh darah. Pada embrioblas terdapat lapisan jaringan dasar yang terdiri dari lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Alantois Alantois merupakan membran pembentuk tali pusar (ari-ari). Ektoderm akan membentuk saraf. Korion dengan jaringan endometrium uterus membentuk plasenta. Selanjutnya. mulai minggu ke-9 sampai beberapa saat sebelum kelahiran. mata. jantung. uterus secara perlahan menjadi lebih peka sampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan.

Selain mammotropin. prostaglandin dan relaksin. Sebaliknya. sehingga sistem saluran-saluran kelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu. yaitu meningkatkan sekresi air susu. Walaupun estrogen dan progesteron penting untuk perkembangan fisik kelenjar payudara selama kehamilan. Estrogen Estrogen dihasilkan oleh plasenta yang konsentrasinya meningkat pada saat persalinan. Relaksin Relaksin dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta. Oksitosin berfungsi untuk kontraksi uterus. Sebelum kehamilan. hormon prolaktin memiliki efek yang berlawanan. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar. Prostaglandin Prostaglandin dihasilkan oleh membran pada janin. Prostaglandin berfungsi untuk meningkatkan intensitas kontraksi uterus. oksitosin.kepekaan dan aktifitas uterus sehingga terjadi kontraksi yang dipengaruhi faktor-faktor hormonal dan faktor-faktor mekanis. yaitu estrogen. Relaksin berfungsi untuk relaksasi atau melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan. ada juga sejumlah besar estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh plasenta. Oksitosin Oksitosin dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin. Pada masa kehamilan. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu meningkat dari minggu . pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresi dari air susu. Estrogen berfungsi untuk kontraksi uterus. Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus.Laktasi Kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa (jaringan lemak) serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluransaluran kelenjar (duktus kelenjar) yang belum berkembang. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dan plasenta janin. 7.

sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul. Dapat berupa rasa berat pada panggul. . Kanker genitalia Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi. Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita Gangguan menstruasi Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis. Kanker ovarium Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium. Kanker serviks Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. oviduk atau jauh di luar uterus. Selain itu. Kanker vagina Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. sehingga menyokong prolaktin dari hipofisis ibu. misalnya di paru-paru.ke-5 kehamilan sampai kelahiran bayi. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi. oviduk. Endometriosis Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus. yang juga memiliki sifat laktogenik ringan. perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. serviks dan ovarium. ovarium. yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. plasenta mensekresi sejumlah besar somatomamotropin korion manusia.

Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. terutama bila suami terkena infeksi. Infeksi vagina Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin. laparoskopi atau bedah laser. jamur atau bakteri.Gejala endometriosis berupa nyeri perut. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan. pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. . Jika tidak ditangani. endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful