Pengenalan Algoritma

Last Updated on Friday, 5 March 2010 01:30 Written by edy winarno Friday, 5 March 2010 01:30 Algoritma Ditinjau dari asal usul katanya kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang aneh. Orang hanya menemukan kata Algorism, yang berarti proses pengerjaan arithmatika (penghitungan) dengan menggunakan angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar WalMuqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Pada abad pertengahan perhitungan dengan abacus menggunakan algorism, sehingga algorism lebih dikenal sebagai algiros (painfull) + arithmos (number). Perubahan kata dari Algorism menjadi Algorithm muncul karena kata Algorism sering dikelirukan dengan Arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata Algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam Bahasa Indonesia, kata Algorithm diserap menjadi Algoritma. Algoritma merupakan basic semua pemrograman komputer. Arti modern algoritma : sebagai resep, proses, metode, teknik, prosedure, routine. Menurut Donald E Knuth algoritma harus memenuhi persyaratan; 1). Finiteness Algoritma harus berakhir (terminate) setelah melakukan sejumlah langkah proses 2). Definiteness Setiap langkah algoritma harus didefinisikan dengan tepat dan tidak menimbulkan makna ganda (ambiguous). Karena itu maka sebetulnya cara paling tepat untuk menuliskan algoritma adalah dengan menggunkan formal language (bahasa pemrograman komputer). 3). Input Setiap algoritma memerlukan data sebagai masukan untuk diolah. Algoritma yang tidak memerlukan masukan apa-apa sebetulnya tidak begitu bermanfaat karena jumlah kasus yang dapat diselesaikan juga terbatas. 4). Output Setiap algoritma memberikan satu atau beberapa hasil keluaran. 5). Effectiveness Langkah-langkah algoritma dikerjakan dalam waktu yang wajar. Sebagai basis pemrograman komputer, algoritma mendeskripsikankan urutan langkah-langkah

mungkin dengan satu atau tanpa input. Metode Searching dalam Algoritma dan Pemrograman . 1)    Mendefinisikan masalah Masalah yang ingin dipecahkan harus jelas lingkupnya.yang diperlukan untuk pemecahan masalah (penyelesaian persoalan). apakah menggunakan perhitungan kombinatorik. atau salah menentukan model. jika ada kesalahan maka kembali ke tahap empat. 9)    Mendokumentasi program bila sudah benar. 6)    Memeriksa hasil compiling. Ulangi langkah yang sesuai. kesalahan mungkin terjadi saat konversi rancangan algoritma menjadi program. dan sebagainya. 5)    Mengubah source code menjadi executable code melalui proses compiling. 2)    Membuat model Yang dimaksud model adalah bentuk matematis yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut. apa keluarannya. 3)    Merancang algoritma (berupa flowchart/pseudocode) Apa maksudnya. atau salah mendefinisikan masalah. misalnya apakah harus dilakukan pengurutan terhadap data. Proses Pemrograman Proses pemecahan masalah dengan algoritma tertentu hingga menjadi program dapat dibagi dalam sembilan tahap. 7)    Menjalankan program (run) untuk diuji kebenarannya dengan menggunakan berbagai data 8)    Memperbaiki kesalahan (debugging dan testing) Apabila hasilnya salah. dan lain-lainnya 4)    Menulis program Ubah algoritma menjadi program (source code) dalam bahasa pemrograman tertentu. sehingga kinerjanya sehubungan dengan waktu yang effisien/bisa diterima akal 4)    memberikan hasil (output). atau salah rancang algoritma. bagaimana rincian prosesnya. 1)    selalu memiliki terminasi/langkah akhir 2)    setiap langkah dinyatakan secara jelas dan tegas 3)    setiap langkah sederhana.

Last Updated on Tuesday. -   Rekaman disimpan dalam urutan kunci alfabetis atau numeris. -   Dapat disimpan secara sequential sederhana dalam blok-blok. 1. Macam organisasi berkas: -        Pile -        Sequential -        Indexed sequential -        Indexed -        Hashed (= direct) 1 Macam Organisasi Berkas 1. -   Bila seluruh berkas atau sebagian besar berkas dapat dibawa ke pengingat utama pada waktu tertentu. unjuk kerjanya jelek. panjang medan yang sama dengan order tertentu.3 Indexed Sequential –   Pendekatan paling populer untuk mengatasi kerugian berkas sequential -   Rekaman-rekaman diorganisasikan dalam urutan berdasar pada suatu medan kunci -   Dua hal ditambahkan yakni : suatu berkas index untuk mendukung akses secara random. Karena organisasi berkas pile tidak berstruktur. dan bila ingin mendapatkan semua rekaman yang diinginkan yang mempunyai medan/nilainya tertentu. -   Nama medan dan panjang setiap medan è atribut struktur berkas -   Atribut khusus (biasanya medan pertama dalam tiap rekaman) è kunci. maka akses rekaman sukar dan makan waktu lama. -   Kunci sifatnya tunggal (unique) è identifikasi rekaman. seluruh berka harus dilacak. Tiap blok pada disk berisi pointer (penunjuk) ke blok berikutnya. Sehingga bila ingin mendapatkan suatu rekaman yang suatu medannya berisi suatu nilai tertentu harus mengamati setiap rekaman dalam pile sampai rekaman yang dimaksud ditemukan. Satu atau lebih rekaman disimpan dalam tiap blok secara fisis. –   Panjang medan dan rekaman berbeda-beda. -   Organisasi fisis berkas sequential dapat dilakukan secara linked list (daftar berantai). –   Rekaman mungkin mempunyai medan (field) yang berbeda atau mungkin serupa namun berbeda ordernya. -   Index memberikan kemampuan untuk mencari rekaman yang diinginkan secara cepat. -   Digunakan untuk aplikasi batch. pelacakan yang efisien dimungkinkan. dan berkas pelimpahan. 9 March 2010 09:32 Written by edy winarno Monday.2 Sequential –   Paling banyak dijumpai –   Format data untuk rekaman tetap -   Semua rekaman panjangnya sama. -   Tiap rekaman terdiri dari satu data penuh –   Maksud pile untuk mengumpulkan massa data dan menyelamatkannya. Organisasi berkas semacam ini hanya dilakukan pada saat pengumpulan dan penyimpanan data sebelum diproses atau data sulit diorganisasikan. sehingga tiap medan (field) menggambarkan dirinya sendiri sehubungan dengan nama medan dan nilainya. 8 March 2010 01:39 Data searching (pencarian data) meliputi : FETCH :     –       pencarian lokasi rekaman -   pembacaan rekaman NEXT : –   memperoleh rekaman berikutnya -   membaca seluruh rekaman dalam berkas Algoritma searching sangat erat hubungannya dengan : sistem berkas (organisasi berkas). -   Berkas pelimpahan untuk limpahan rekaman . 1. -   Cocok untuk media simpan pita magnetis (tape). -   Optimum bila melibatkan proses dari semua rekaman (misal aplikasi billing atau gaji). juga disk -   Untuk aplikasi interaktif yang melibatkan query atau update suatu rekaman. -   Nilai kunci untuk setiap rekaman yang berbeda selalu berbeda. -   Akses secara sequential untuk menemukan medan yang sesuai dengan kunci. terdiri dari cacah medan yang sama.1 Pile Sifat-sifat organisasi berkas dalam bentuk pile adalah: –   Data terkumpul/tersusun sesuai dengan kedatangannya.

-   Cocok pada media disk. dan partial index (index parsial) untuk entri rekaman dimana medan berada. yakni : exhaustive index (index lengkap) untuk pintu masuk (entri) setiap rekaman dalam berkas utama. -   Sangat mempersingkat waktu akses rekaman yang diinginkan. -   Berkas index berstruktur sequential -   Yang diakses berkas index untuk mencari medan yang sama (cocok) dengan kunci lalu pointernya untuk penunjuk pada akses berkas utamanya secara langsung. -   Untuk meningkatkan efisiensi akses dilakukan dengan index ganda. -   Rekaman hanya diakses lewat indexnya. -   Berkas index terdiri dari dua medan yaitu medan kunci dan pointer. -   Digunakan dua tipe index. -   Panjang rekaman dapat bervariasi.4 Indexed -   Tak ada konsep sequential dan kunci tunggal. Bagan Searching Index Sequential ( Index Tunggal) Bagan Searching Index Sequential ( Index Ganda) 1.(rekaman yang disisipkan). . -   Banyak digunakan pada sistem dimana aliran waktu sangat kritis dan data yang jarang diproses secara lengkap (misal pada sistem pemesanan tiket pesawat dan sistem inventarisasi).

Kunci harus unik. Perangkat ini disebut kunci. Seperti halnya pembagian . Untuk membentuk suatu kunci yang unik kadang. seperti pita. Metode ini sangat lambat dan hanya mungkin digunakan dalam operasi pemrosesan kelompok yang memakai berkas serial.kunci ruas yang kecil. lalu bagaiman komputer mengambil rekaman atau kunci itu? Ada berbagai teknik pengalamatan rekaman. Misalnya kunci rekaman yang dicari Ks. Persoalan dari pengalamatan berkas adalah: diberikan kunci utama.rekaman berisi lebih dari satu kunci. Berkas itu dalam urutan kunci utama yang menanjak (ascending). Teknik 2 : Pencarian Ruas (Block Search) Pada rekaman. Teknik 1 : Pemayaran Berkas (Scanning the file) Cara yang paling sederhana untuk pengambilan rekaman adlah memayar berkas dengan memeriksa kunci setiap rekaman.rekaman yang diorganisasikan serial dengan kunci. Keduanya dipakai sebagai kunci. Ini disebut kunci utama atau penciri (identifier).kadang diperlukan gabungan dua medan atau lebih yang disebut kunci berderet. karena kunci itu dipakai untuk menentukan di mana rekaman harus diambil dari unit berkas dan untukk melacak rekaman itu dari berkasnya. 12 March 2010 08:53 Teknik Pengalamatan Rekaman. maka pencarian dimulai dari kunci. (concatenated key) Dalam beberapa berkas. rekaman. di mana setiap rekaman mau tidak mau harus dibaca. biasanya menempati medan yang panjangnya tetap dalam masingmasing rekaman. Misalnya barang yang sudah dibeli mempunyai nomer penyalur dan nomer pemakai yang berbeda.Teknik Pengalamatan dalam Algoritma dan Pemrograman Last Updated on Friday. tidak perlu setiap rekaman dibaca pada waktu memayar berkas. 12 March 2010 09:00 Written by edy winarno Friday.rekaman dalam suatu berkas nalari diciri (diidentifikasi) oleh perangkat nomer yang unik atau kelompok karakter yang unik.

000. Pemayaran cakram atau alur drum dapat dibuat bersamaan dengan waktu rotasi dan karena itu bermanfaat.Proses ini diulangi terus menerus. Misalnya ada 10. Berkas Serial Berindex Pada umumnya pemayaran atau pencarian berkas-berkas untuk mendapatkan suatu rinci terlalu banyak memakan waktu. Titik tengah yang dituju akan bergeser untuk menyesuaikan penambahan itu. Berkas diperiksa rata-rata kurang lebih      (log 2 Nf -1 ) kali. ukuran ruas yang optimum adalah NB = . Lalu membandingkan kunci rekaman yang ditengah-tengah itu dengan kunci yang dicari. Pada pemeriksaan kalau ditemukan rekaman yang kuncinya pertama kalau kali lebih besar dari Ks. tetapi dalam bentuk pohon biner dengan pointer-pointer. Teknik 3. Untuk harga Nf (jumlah rekaman dalam berkas) yang besar. yang berarti seluruh berkas ada 10. Maka akan diketahui bahwa kunci yang dicari letaknya dibelahan yang mana. Ruas pencarian terdiri atas 100 rekaman.000 rekaman dalam suatu berkas. log Nf – 1 lebih kecil daipada  . Jenis khusus dari pencarian biner adalah rinci-rinci yang dicari tidak disusun berurutan. Teknik 4 . .rentetan pada bab sebelumnya. Kemudian menuju ketengah-tengah belahan itu lagi . Metode tersebut hanya dipakai untuk menudingsuatu rinci dalam area yang kecil setelah teknik-teknik yang lain menemukan area yang ditempatinya. Sepaerti diketahui rentetan terdiri atas rekaman-rekaman yang disatukan dengan pointer. Keuntungan bentuk pencarian ini adalah bahwa rekaman – rekaman baru dapat disisipkan ke dalam berkas . Pencarian biner lebih baik dilakukan pada index-index berkas daripada langsung mencari berkasnya sendiri. Nf adalah jumlah rekaman daklam berkas.Kadang. karena menghabiskan banyak waktu. Rata-rata ada 100 rekaman yang diperiksa sehingga ditemukan rekaman yang diminta. Kemudian pada index inilah dilakukan pembagian ruas-ruas pencarian. Dalam hal ini diperlukan index yang mewakili seluruh rekaman. sehingga sulit untuk menentukan titik tengahnya. maka rekaman. Kemudian pencarian diteruskan dengan menelusuri pointer-pointer. karena komputer tidak mempunyai peralatan untuk mengatur pencarian itu.rekaman dari ruas yang baru saja diloncati diperiksa (dipayar) sampai ditemukan rekaman dengan kunci Ks. Proses pencarian baru akan dilakukan pada ruas yang mengandung rekaman yang diminta. Dalam praktek tidak ada pencarian ruas yang rekamannya sampai 10. Pencarian biner bermanfaat untuk pencarian rinci-rinci dalam memori utama atau simpanan tingkat padat (misalnya hard disk ). Pencarian Biner ( Binary Search ) Pencarian biner pertama-tama menuju ketengah-tengah area yang mengandung rekaman yang diminta. Pencarian biner umumnya tidak tepat untuk pencarian pada piranti simpanan masup langsung. Pencarian biner tidak dapat dipakai untuk pencarian pada rentetan. tanpa harus menggeser ke samping ( proses ini merupakan operasi yang janggal dan memakan waktu).kadang cara ini disebut pencarian loncatan (skiipsearch).0002 rekaman .

Tetapi memerlukan index yang jauh lebih banyak. Hal ini mirip dengan penggunaan indek kartu dalam perpustakaan. Suatu index didefinisikan sebagai suatu tabel di mana beroperasi dengan prosedur yang menerima informasi tentang harga-harga atribet tertentu sebagai masukan. Mode lokasi VIA dari CODASYL memakai teknik ini. danhasil operasi pencarian tabel adalah alamat relatif atau alamat sesungguhnya dari rekaman itu pada unit berkas. Index utama adalah index yang menggunakan ciri rekaman (kunci utama) sebagai masukan dan memberikan informasi tentang lokasi fisis dari rekaman sebagai keluara. Pemakai mencari nama buku yang dia perludi dalam index kartu. segmen. Untuk menghemat waktu pencarian. karena harus berisi satu entry untuk satu rekaman.ruas rekaman dibandingkan dengan pengacuan pada rekaman individu sangant banyak mengurangi ukuran indek. Index sekunder adalah index yangmengunakan kunci yang tidak unik. memberikan hubungan. yang berisi acuan – acuan untuk rekaman. Berkas serial berindex merupakan bentuk yang paling umum dari pengalamatan berkas. Lagi pula. bukan mencari berkas itu.ruas rekaman. Masukan pada tabel adalah kunci rekaman yang dicari.rekaman. dan sebagai keluaran memberikan informasiyang membantu pengambilan rekaman dengan cepat. tetapi cukup satuan acuan untuk ruas. Pada berkas cakram biasanya mempunyai satu alur index untuk setiap silinder. dan index kartu itu memberikan nomor katalog. biasanya digunakan tabel yang disebut index . Apabila suatu index dipakai untuk pengelamatan berkas. sedangkan suatu index pada .kadang disebut sebagai penuntun (directory) yang memberikan informasi tentang pertalianantara rekaman. Index kadang. sebagai contoh.rekaman data yang bersangkutan Pada area berkas yang diwakili satu index. tapi dapat mewakili sejumlah rekaman. Teknik 5 : Berkas Tak Berurutan Berindex (Indexed Nonsequential Files) Berkas yang tak berurutan dapat diberi index seperti halnya berkas berurutan.hubungan dalam struktur jaring atau stuktur pohon. di mana rekaman itulah yang memiliki harga-harga atribut tersebut. yang analog dengan alamat relatifdari letak buku itu pada ra Apabila berkas mempunyai kunci yang berurutan. Pengacuan ruas. tetapi dibuthkan ruangan untuk menyimpan index itu. Cara ini dapat menghemat banyak sekali waktu.rekaman yang tersimpan dalam silinder itu.segmen dari iondex tingkat lebih rendah dapat diedarkan di antara rekaman. maka komputer harus mencari index. dan dengan demikian diperlukan suatu index untuk sejumlah index.Apabila berkas mempunyai kunci yang berurutan. harus berisi alamat lengkap tertentu (atau alamat relatip). umumnya index tidak berisi acuan untuk setiap rekaman. dilakukan pencarian dengan metode pencarian ruas atau pencarian biner maupun pemayaran. Walaupun demikian index seringkali terlalu besar untuk dicari dalam keseluruhannya.

karena urutan karakter tingkat tinggidari alamat berturut-turut biasanya sama. lalu karena buku-buku dalan rak selalu bergeser tempatnya. Analogi dengan index perpustakaan. maka kunci yang lain tidak akan terurutkan. berarti buku yang dicari berada dalam jajaran itu. Dua kunci dipakai dalam indek kartu. Misalnya APNA. Analog dengan index induk pada suatu index silinder dam kemudian pada index alur. Pemakai membandingkan nomor katalog yang telah diperoleh dengan batasan nomor pada jajaran itu. lalu pemakai mencari. Suatu index dapat dipakai untuk tiap kunci. Index perpustakaan tidak menunjukkan lokasi fisis dari buku pada raknya. Masing. Lalu dicocokkan batasan nomor pada tiap rak dalam jajaran itu. karena masup cepat dimungkinkan oleh index berurutan pendek. Untuk berkas yang berkunci banyak. index untuk kunci berurutan mempunyai satu entry per ruas. APNE.rekaman. Buku. APNK. Alasan utama tetap digunakanya berkas tak berurutan ialah bahwa harus dialamatkan lebih dari satu kunci.buku pada rak. sedang nama pengarangbukan kunci utama. Apabila kunci yang satu diurutkan. Alasannya dipakai alamat simbul ialah kalau alamat fisis yang dipakai.buku dalam jajaran itu. lalu dia mencari pada jajaran-jajaran rak (lemarilemari rak). Apabila pemakai telah menemukan nomor katalog dari buku yang diinginkannya. Berkas berurutan berindex jauh lebih ekonomis. tetapi .buku itu disusun dalam urutan dengan nomor katalog. Apabila lebih dari satu kunci digunakan dalan rekaman.rekaman. Analog dengan pencarian Index dalam berkas.kadang memakai simbul daripada alamat sungguh. APNI.masing jajaran rak biasanya terdapat tanda nomor permulaan dan nomor akhir katalog dari buku. satu entry untuk setiap rekaman. misalnya judul buku adalah kunci utama. kitadapat menemukan kunci utamanya. Analogi index kartu perpustakaan lebih tepat untuk berkas berurutan berindex. Dalam hal ini pencarian dalam berkas dapat menggunakan metode pencarian ruas ataupun pemayaran dan pencarian biner.rak. kunci yang paling sering dipakai biasanya yang diurutkan. dan seterusnya. Sedang kunci tak berurutan. Tetapi memberikan pada nomor katalog yang dapat dianggap sebagai alamat relatif atau alamat simbul. karena ruang index jauh lebih sedikit dan waktu pencarian lebih cepat. Penambahan rekaman baru dan penghapusan rekaman lama selalu menggeser lokasi rekaman. Oleh karena itu harus ada suatu entri untuk setiap buku dalam kedua index it. Index pada suatu kunci yang bukan utama dapat menunjukkan kunci utama dari rekaman sebagai keluarannya. Apabila nomor katalog yang dipegangnya berada dalam batasan itu. Metode dengan menggunakan alamat simbul lebih lambat daripada alamat fisis. Kunci utama ini kemudian digunakan untuk pengembilan rekaman dengan pengalamatan yang lain.berkas berurutan dapat memotong alamat yang dikandungnya. maka index perpustakaan harus sering diperbarui/ diubah. Kedua kunci ini tidak dipakai untuk pengurutan buku.cari buku tersebut dalam rak itu. Dengan kunci nama pengarang. Dalam hal ini APN sama semua. Setelah menemukan rak yang memuat buku tersebut . yakni judul buku dan nama pengarang. Dengan alasan yang sama berkas tak berurutan berindex juga kadang.

Apabilabuku yang disimpan dalam rak diurutkan menurut abjadnya.celahnya. pendekatan langsung ini tidak dimungkikan. perusahaan penerbangan mempunyai 150 nomor penerbangan. Kalau buku. Ada celah.nomor barang dari suatu pabrik tidak dapat diubah untuk menyesuaikan komputer karena nomor. Tidak semua aplikasi yang tidak menerapkannya. hampir secepat dengan teknik alamat setara kunci  (teknik 6). Cara pemecahan persoalan pengalamatan yang paling sederhana aialah dalam transaksi input.pada berkas yang rekaman.rekamannya sering berubah posisinya.metode ini dapat menghasilkan perangkat pengalamatan yang tercepat dan tidak diperlukan pencarian berkasatau operasi index.kadang nomor acuan mesin dapat digunakan dalam transaksi input tanpa membutuhkan nomor konsumen ataupun nomor barang. Mode lokasi DIRECT dari CODASYL memakai teknik ini. sejumlah buku harus digeser. Tetapi tidak setiap . Teknik 6 : Pengalamatan Alamat Setara Kunci (Key. Sebagai contoh. misalnya tentang penegasan pemesanan. Nomor. Alamat pada beberapa apilkasi dapat dihitung dari penciri entiti seperti lokasi jalan.kunci tidak diubah menjadi satu himpunan alamat yang kontinu.Equals. Teknik 7 : Alogaritma Untuk Konversi Kunci Penggunaan algoritma untuk mengbah kunci ke dalam alamat. memiliki alamatsama dengan kunci supaya pengambilannya sederhana. Tetapi metode ini adalah sederhana dan cepat untuk aplikasi yang dapat menerapkannya. Teknik ini biasanya mempunyai kerugian karena tidak memenuhi barkas dengan sempurna. Sebagai contoh. Algoritma memakai nomor penerbangan dan tanggal untuk menghitung alamat berkas. maka harus mencakup nomor acuan mesin.Pola ini termasuk pengalamatan langsung. pengalamatan simbul menunjuk manfaatnya.nomor itu mempunyai arti yang penting bagi perusahaan tersebut. tapitapi nomor katalognya berurutan. alamat berkas dari rekaman dapat dicetak pada buku tabungan langganan bank. maka buku barudapat diletakkan pada posisi terakhir dengan nomor urut katalog yang terakhir.buku itu tak berurutan. Penggunaan metode. Apabila komputer pemesan perusahaan penerbangan mengirimkan pesan teletip pada perusahaanpenerbangan yang lain. karenasetiap kali ditambahkan buku baru.Address) Berbagai metode pengubahan kunci langsung ke dalam suatu alamat berkas dipakai. biasanya pesan itu mancakup nomor acuan mesin dari rekaman penumpang. maka pemeliharaannya memerlukan waktu banyak. nomor penerbangan dan tanggal penerbangan. karena kunci. Jawabandalam pesanan teletip diterima.Dlam banyak aplikasi. Alasan lain untuk penggunaan susunan rekaman tak berurutan adalah bahwa berkas itu sangaty lincah dan penyisipan penghapusan ke dalam berkas yang berurutan akan terlalu sulit dan terlalu makan waktu. sehingga rekaman penumpang itu segera ditemukan. Kadang.

dan harus dipilih satu yang sesuai dengan himpunan kunci dari rekaman.. Tingkat pertama mengubah kunci menjadi suatu bilangan urut. 3. karena itu. Tingkat kedua mengubah bilangan urut itu menjadi alamt mesin. Apabila rekaman. Jumalah rekaman nalari yang dapat disimpan dalam area ini disebut kapasitas bucket. maka bilangan. Bilangan hampir acak itu dapat berhubungan dengan alamat di mana suatu rekaman disimpan. Banyak algoritma gabungan memungkinkan operasi ini. Mode lokasi CALC dari CODASYL memakai teknik ini. Sebagai contoh. Kunci dari rekaman diubah menjadi suatu bilangan hampir acak. maka cocok untuk perhitungan alamat berkas. . maka alamat byte relatif dari rekaman untuk distributor keA. Apabila ada sisa ruang dalam bucket itu. berkas hendak diamati.kadang disebut pocket (saku) atau slot.rekaman membentuk suatu matrik. Dalam hal ini pengalamatan langsung tidak dapat berjalan. yang terletak dalam interval l sampai N. karena berhubungan dengansuatu area di mana suatu grup rekaman disimpan yang disebut sebagai bucket (keranjang).ubah. Dalam teknik ini kunci rinci diubah menjadi suatu bilangan hampir acak. n.B. beberapa alamat yang dihasilkannya tidak memuat rekaman. di mana N adalah jumlah bucket yang dapat dipakai untuk simpanan. dan bilangan ini dipakai untuk menentuksn di man rinci tersebut disimpan.penerbangan terbang pada setiap hari. Cara ini .lebih ekonomis. Untuk menghilangkan sifat kekakuan ini pengalamatan langsung biasanya diselesaikan dalam dua tingkat. dan minggu ke. Apabila panjang rekaman 100 byte. karena berkas berkembang atau dipindahkan pada suatu unit yang lain atau berkas digabungkan atau dimodifikasi. maka rekaman nalari dapat disimpan ke dalam bucket itu. Apabila pada permulaan.kadang disebut pengacakan (randomizing) atau pengadukan (scrambling). Suatu program akan mengubah alamat relatif ini ke dalam sebuah alamat mesin.rekaman disimpan ditentukan sebagai berikut: 1.bilangan urut yang dipakai tingkat kedua dapat dimodifikasi dengan mudah untuk menyesuaikan perubahan alamat mesin tersebut.rekaman yang dibicarakan. Kerugian dari pola ini pengalamatan langsung yakni kelakuannya. Masing. 2.masing distributor menangani 200 produk. lokasi dalam mana rekaman. produk ke. Teknik 8 : Gabungan (Hashing) Suatu bentuk yang bermanfaat dan akurat dari teknik perhitungan alamat disebut gabungan atau kadang. Bilangan n diubah menjadi alamt dari bucket itu dibaca. suatu perusahaan mempunyai banyak distributor.C dapat dihitung dengan rumus: (A -1) × 200 × 52 × 100 + (B− 1) × 52 × 100 + (C − 1) × 100 + 1. kadang. Apabila alamat mesin rekaman berbah. Rekaman yang diberikan adalah tentang penjualan setiap produk untuk setiap distributor dalam setiap distributor dalam setiap minggu untuk tahun ini. Sepaerti diketahui bahwa alamt mesin dpat berubah.

dan dan rekaman fisis di dalamnya dibaca.n. 2.sifat acak dari algoritma. Kadang. Bilangan n itu diubah menjadi alamat dari bucket ke. Apabila bucket luapan (overflow).kadang perlu membaca lebih dari satu bucket luapan. dengan menggunakan algoritma yang sama. yaitu: 1. Teknik ini tidak akan mencapai kerapatan packing 100%. 3. yaitu n.search. atau dapat sebagai suatu bucket pada area yang terpisah yang duihubungkan dengan pointer. Apabila rekaman. yaitu pada bucket luapan. Banyak Berkas dapat mencapai kerapatan packing 80%atau 90% dan tidak ada ruang yang diperlukan untuk index. Apabika rekaman yang diminta tiadak ada dalam bucket luapan dibaca dan di. . maka metode pencarian adalah sama dengan di atas . Ini dapat   sebagai urutan berikut. karena adanya sifat. Bucket dicari untuk mendapatkan rekaman nalari yng diminta. Kunci dari rekaman yang akan dicari. 4. Jarang diperlukan pencarian ketiga atau keempat.4. tetapi ada yang memerlukan pencarian dalam satu detik. Banyak rekaman dapat diperoleh dengansatu pencarian.rekaman hendak dibaca dari berkas. diubah menjadi suatu bilangan hampir acak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful