Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4 Pertahanan NKRI merupakan masalah bangsa Indonesia yang akan

dilakukan dengan cara (Indonesia) sendiri (yang spesifik), dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi obyektif bangsa dan negara Indonesia, pandangan hidup bangsa dan budaya bangsa. 1.Umum Pertahanan NKRI merupakan masalah bangsa Indonesia yang akan dilakukan dengan cara (Indonesia) sendiri (yang spesifik), dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi obyektif bangsa dan negara Indonesia, pandangan hidup bangsa dan budaya bangsa. Pertahanan Negara Indonesia merupakan instrumen dari politik nasional, terutama politik keamanan nasional. Perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, memberikan pengalaman sejarah yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan perjuangan selanjutnya. Pengalaman sejarah perjuangan tersebut khususnya selama perang kemerdekaan telah mewujudkan tradisi yang selanjutnya menjadi nilai penting sebagai dasar penyelenggaraan pertahanan dan keamanan untuk melindungi segenap bangsa dari berbagai kemungkinan ancaman baik yang bersifat kasar (ancaman militer) maupun yang halus (ancaman terhadap pemikiran dan persepsi). Salah satu nilai tadi adalah "Perang Wilayah/Perang Rakyat Semesta" (Perata) yang dirumuskan dalam Seminar Seskoad II pada Januari 1962 dan ditetapkan pada Agustus 1966 dalam Seminar AD II sebagai Doktrin Perang Wilayah/Perang Rakyat Semesta. Dalam rangka integrasi ABRI, pada Nopember 1966 Seminar Hankam menetapkan Doktrin Hankamnas dan Doktrin Perjuangan ABRI "Catur Dharma Eka Karma" disingkat Cadek. Seminar Hankam tersebut juga menghasilkan Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Hankamnas dan Wawasan Nasional. Dengan Wawasan Nusantara ini ABRI tidak menonjolkan kepentingan suatu matra dan kepentingan salah satu bidang perjuangan (politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam). Sepanjang perjalanan sejarahnya doktrin Hankam selalu mengalami pengembangan. Pada tahun 1991 Cadek ditata kembali dan disesuaikan dengan perkiraan perkembangan masa mendatang, menjadi dua doktrin yaitu: a. Doktrin "Pertahanan Keamanan Negara" sebagai Doktrin Dasar yang disahkan oleh Menteri Pertahanan, dan b. Doktrin "Perjuangan TNI ABRI (Catur Dharma Eka Karma)", sebagai Doktrin Induk yang disahkan oleh Pangab. Di era reformasi berdasarkan UUD RI 1945 (Amandemen) Bab III Pasal 10, 11, 12 dan Bab XII Pasal 30 telah ditetapkan UU No. 3 tahun 2002. Sishankamrata diubah menjadi Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Selanjutnya mengacu pada UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan dan UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI Doktrin Perjuangan TNI ABRI Cadek diubah menjadi Doktrin TNI "Tri Dharma Eka Karma" (Tridek). Dewasa ini Sishankamrata yang bertumpu pada perlawanan teritorial mengundang tanggapan dari kalangan masyarakat khususnya mereka yang meragukan relevansi Sishankamrata dengan TNI sebagai kekuatan utama menghadapi tantangan di era globalisasi. Sebagai contoh dapat dikemukakan beberapa isu yang dikemukakan pada Seminar "Democratic Total Defence" yang diselenggarakan oleh beberapa LSM dengan Dephan RI pada tanggal 28 Agustus 2007 yang fokus bahasannya adalah perbandingan penyelenggaraan Sistem

namun keduanya berkembang dengan sifat dan keberadaan fungsional yang berbeda. berdasarkan hasil pemikiran terbaik.Apakah Sistem Pertahanan Total di Indonesia telah memenuhi prinsip-prinsip demokrasi? c. b. c.Apakah Sistem Pertahanan Total yang ada mampu mengatasi hakikat ancaman masa kini yang dapat berupa ancaman konvensional atau ancaman lainnya (misalnya terorisme.Pertahanan Total di negara-negara demokratis. doktrin ini mengalir dari pandangan hidup bangsa dan dikembangkan secara nalar dan dinamis dengan pengalaman dan teori sehingga kebenarannya bersifat relatif hakiki dan berjangka panjang. Sebagai ajaran. Peraturan perundang-undangan mengalir dari . ajaran.Apakah Sishankamrata masih relevan untuk dipertahankan sebagai konsep pertahanan NKRI? Atau diambil konsep lain seperti yang dikehendaki oleh mereka yang terobsesi oleh sistem pertahanan negara asing (adikuasa). sistem senjata yang tergolong modern masih terbatas dan tidak memadai dihadapkan pada luasnya posisi-posisi strategis yang harus dipertahankan di seluruh Nusantara. oleh sebab itu untuk memenuhi aspek legalitas.Apakah Sishankamrata dapat diimplementasikan? Padahal dalam jangka panjang kondisi TNI sebagai kekuatan inti Sishankamrata jumlah dan kualitas pasukannya yang dapat dikatagorikan profesional serta anggaran latihan. sistem pertahanan keamanan yang merupakan bagian dari sistem pemerintahan negara diselenggarakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan. dikembangkan oleh TNI(AD) dari hasil pengalamannya dalam memperjuangkan. Oleh karena itu Doktrin Hankamrata harus menjiwai ketentuan perundang-undangan penyelenggaraan pertahanan negara. Isu-isu tersebut antara lain sebagai berikut: a.Menghadapi berbagai isu tersebut.Gambaran tentang Sistem Pertahanan Total Indonesia.Landasan Filosofis dan Landasan Hukum Indonesia merupakan negara hukum. Doktrin Hankamrata sebagai strategi dari Hankamnas yang merupakan penjabaran dari Pancasila sebagai falsafah bangsa adalah doktrin dasar yang digali. Tulisan hasil sarasehan Alumni Akmil ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan tersebut dan dapat pula memberikan pencerahan kepada generasi muda TNI untuk dijadikan bekal pengabdiannya kepada Negara dan Bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. merebut dan mengisi kemerdekaan NKRI yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. prinsip serta konsep yang mendasar dan diyakini kebenarannya.Adanya kekhawatiran bahwa Komando Teritorial yang mendampingi Pemerintahan Sipil akan digunakan tidak hanya untuk maksud penyelenggaraan pertahanan. Meskipun ketentuan perundang-undangan pada hakikatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari daya rangkum doktrin. dan keduanya bersumber dari nilai-nilai falsafah. b. kejahatan terorganisir.Dengan melihat berbagai implementasi Sistem Pertahanan Total di negara lain pelajaran apa yang dapat diperoleh yang dapat diimplementasikan di Indonesia. 2. tetapi juga sebagai tumpuan untuk memperkuat pemerintahan yang berkuasa. d. dewasa ini diperlukan kejelasan bagaimana kehendak bangsa dalam menjalankan pertahanan negara. atau ancaman lintas nasional lainnya)? d. dan konsep yang terkandung pada Pembukaan UUD 1945. asas. Beberapa isu lain yang sering dikemukakan para pemikir di bidang pertahanan NKRI antara lain adalah: a.

apabila ketentuan perundangundangan memberikan kekuatan hukum terhadap upaya-upaya dalam segenap dinamika tata kehidupan nasional sesuai doktrin. dengan sistem kehidupan nasional (Sisnas). terutama yang mengarah pada demokrasi liberal.Keputusan Panglima TNI No. KEP/2/I/2007 tgl. Pertanyaan berikutnya. 12 Januari 2007 tentang Tri Dharma Eka Karma (Tridek). ajaran. Seharusnya UU memberikan kekuatan hukum pada pelaksanaan doktrin. ekonomi. tidak malahan membatasi ruang gerak dan menghambat implementasi doktrin. dijaga/dikawal dan diimplementasikan yakni berbagai Kepentingan Nasional (Kepnas). dan konsep yang terkandung pada Pembukaan UUD 1945 yang melahirkan patokan. Oleh karena bersifat saling terkait dan tidak dapat saling meniadakan (mutually exclusive) tetapi justru saling komplementer dan interdependen. harus ada ada berbagai . sosial. maka pembangunan dimensi-dimensi tersebut harus digulirkan secara maksimal untuk mencapai hasil optimal dengan prinsip “saling mendukung dan menguatkan”. Ketentuan perundang-undangan di bidang Hankam yang diberlakukan di era reformasi adalah: a.UU No. d. bagaimakanakah Sishankamnas sebagai bagian integral dari Sisnas itu didesain? Ada dua hal yang harus dijadikan bahan pertimbangan. dilindungi dan diimplementasikan? Jawabannya. politik. 11. Untuk mencapai Tujuan Nasional (Tunas) tersebut terdapat banyak aspek yang harus dilindungi. c. 12 dan Bab XII Pasal 30. 34 tahun 2004 tentang TNI. Di pihak lain. petunjuk. doktrin dasar dan doktrin induk pertahanan dikembangkan dan dijabarkan oleh TNI berdasarkan nilai-nilai yang mendasari jatidiri bangsa yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Dengan kata lain. Dengan apakah Kepnas dikawal. Di era reformasi „pesta-pora‟ demokrasi yang kebablasan telah menghasilkan berbagai ketentuan perundang-undangan di bidang Hankam yang mengalir dari Batang Tubuh UUD 1945 yang sudah diamandemen sehingga mengandung pasal-pasal yang rawan distorsi terhadap nilai-nilai dasar/falsafi yang terkandung dalam Pembukaannya. pedoman. b. Sishankamnas – sebagaimana sistem kehidupan bangsa lainnya (politik. merupakan sumber hukum yang melahirkan berbagai ketentuan hukum. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. 3. dan dalam konteks ini adalah Sishankamnas. Sebagai akibatnya ruang gerak TNI dalam upayanya untuk mengimplementasikan Hankamrata akan selalu terkendala oleh berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku yang disusun berdasarkan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan jatidiri bangsa. Pertama. pegangan. Misalnya pembangunan politik dan ekonomi dapat berjalan baik manakala situasi Hankamnas bersifat positif-kondusif. sedangkan doktrin TNI(AD) mengalir dari nilai-nilai falsafi. individualisme dan kapitalisme. budaya serta pertahanan dan keamanan (Hankam). tetapi doktrin memberikan panduan instrumental bagi proses mencapai sasaran. Sebaliknya.Batang Tubuh UUD 1945 yang dijiwai oleh Pembukaannya.UUD RI 1945 (Amandemen) BAB III Pasal 10. pembangunan Sishankamnas tidak mungkin berjalan tanpa dukungan dimensi-dimensi lainnya. ekonomi dan sebagainya) – dibangun dan digerakkan untuk menunjang upaya pembangunan atau transformasi nasional menuju tercapainya Cita-Cita/Tujuan Nasional.UU No.Relevansi Sishankamrata Saat Ini Sebagai landasan logis bagi pemahaman tentang Sishankamrata adalah persepsi yang komprehensif bahwa sistem kehidupan berbangsa-bernegara mencakup berbagai dimensi yang fundamental dan eksistensial seperti ideologi.

namun dari segi lain Sishankamrata yang merupakan hakikat dari Doktrin Dasar Hankamnas dan dirumuskan berdasarkan pengalaman. isu tentang relevansi Sishankamrata dengan dinamika perubahan situasi dan kondisi sudah terjadi sejak lama. seperti dipaparkan pada bab-bab sebelumnya. harus dilakukan penilaian (assesment) atau telah tajam terhadap lingkungan strategis (Lingstra) yang terus berkembang secara dinamis termasuk mengikuti kemajuan Ilpengtek. Prancis dan lain-lain. sebuah negara memiliki Sishan di mana kekuatan riil yang dimilikinya lebih unggul daripada kekuatan yang mengancam (ancaman potensial). langkah realistis yang merupakan pilihan logis adalah Sishankamrata (total defence). sesungguhnya strategi perang wilayah/perang rakyat semesta telah dilaksanakan di berbagai negara. Sishankamrata merupakan konsep dan doktrin yang tetap relevan dalam kehidupan bangsa kita sebagai wadah. niscaya perlu pembangunan dan pengerahan total potensi dan kekuatan bangsa secara efektif. kepemimpinan Yugoslavia mewaspadai ancaman yang sama sesewaktu dapat menjadi kenyataan terhadap Yugoslavia. Singapura. Dengan berpedoman pada pengalaman perang merebut. Namun bila hal itu pun tidak dapat dilakukan maka tidak ada pilihan lain selain “Perang Rakyat”. Beberapa negara yang dijadikan acuan dalam perumusan hankamrata antara lain adalah Yugoslavia1 yang pada Perang Dunia II. politik luar negeri dan sebagainya. Memang. setelah disesuaikan dengan kondisi baru dirumuskan Konsep Doktrin Perang Wilayah/Perang Rakyat Semesta. falsafah bangsa tentang perang. Invasi terhadap Czechoslovakia menunjukkan bahwa bala siap dari negara yang lemah tidak mungkin dapat menghadapi serangan masif . Israel. Menghadapi kondisi kehidupan bangsa yang memiliki sekian banyak ancaman potensial. Disadari bahwa Doktrin memang harus berkembang sejalan dengan perkembangan situasi dan kondisi khususnya perkembangan Ilpengtek. Logika atau basis argumentasi Sihankamrata dapat digambarkan sekilas dengan mengacu pada kebiasaan umum (habitus universal) dalam Rekayasa Sishan. yang darinya kita dapat merumuskan potensi ancaman atau ancaman potensial terhadap bangsa-negara. Kedua. Dengan demikian. khususnya negara-negara dunia ketiga untuk menghadapi negara-negara adikuasa yang pada umumnya memiliki keunggulan dalam sistem persenjataan dan profesionalisme. menggunakan pertahanan teritorial (territorial defence) serta melakukan pertahanan rakyat semesta (total people‟s defence) berhasil mengalahkan tentara pendudukan fasis Jerman dan sekutu-sekutunya yang unggul dalam persenjataan dan profesionalisme. mempertahankan dan mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 tetap harus dipertahankan. membangun kekuatan ideal masih jauh dari mungkin karena terhadang kendala anggaran. mempertahankan dan mengisi kemerdekaan NKRI yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Setelah invasi Sovyet ke Czechoslovakia tahun 1968. Bagi Indonesia.instrumen bangsa yang memang perlu untuk digunakan dalam kerangka tersebut seperti falsafah bangsa. Seperti disinggung di atas. Untuk beraliansi membangun pakta pertahanan pun tidak mungkin karena prinsip politik luar negeri yang bebas-aktif. Dengan demikian. Idealnya. penghayatan para perumusnya yang langsung mengalami sendiri perjuangan TNI(AD) dalam merebut. isi dan tata laku pertahanan nasional di masa depan dengan revisi nilai instrumental agar tetap relevan dan kontekstual. Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta merupakan pengembangan dari doktrin perang wilayah yang pertama kali dicetuskan pada seminar Seskoad I pada Desember 1960. Jika belum dapat mencapai kekuatan ideal tersebut maka biasanya dibangun aliansi dalam rangka memelihara balance of power. Apalagi Sishan semacam ini juga dijadikan konsep pertahanan di banyak negara maju seperti Swiss.

Berdasarkan pengalaman perjuangannya menghadapi Jerman. bahkan tentara AS yang unggul dalam persenjataan dan profesionalisme itu harus ditarik mundur karena besarnya korban dan kerugian yang dialami. Korban tentara AS yang tewas dalam perang Irak dewasa ini telah mendekati angka 3000 orang sebagian besar justru terjadi setelah Saddam Hussein tertangkap. Di samping korban fisik. negara yang dijadikan acuan dalam perumusan Sistem Hankamrata adalah Vietnam. tetapi juga juga kemampuan non-militer (Sissos) yang melibatkan seluruh potensi bangsa. Bahkan dengan melakukan Perang Rakyat Semesta yang berkepanjangan (berlarut) dari tahun 1959 sampai tahun 1975. pada Mei 1954 pejuang Vietnam di bawah pimpinan Jenderal Vo Nguyen Giap dengan transportasi yang sederhana (sepeda dan kuda) mengangkut artileri berat dan artileri pertahanan udara melalui hutan lebat dimalam hari untuk menempati kedudukan di pegunungan sekitar Dien Bhien Phu. gerakan intifada yang berupa ketidakpatuhan masyarakat terhadap hukum penjajah. Bahkan Afganistan berpotensi untuk perang saudara kembali apabila pasukan NATO ditarik dari Afganistan. d. People's Army of Vietnam (PAVN) berhasil mengusir tentara AS yang jauh unggul dalam persenjataan.Kekuatan bersenjata Palestina dari segi persenjataan dan profesionalisme militer (Sistek). Vietnam melakukan perang rakyat semesta berhasil mengusir tentara pendudukan Perancis. barikade di jalanan. Bahkan dewasa ini Pemerintah AS dibayangi kegagalan tujuan invasinya ke Irak karena ketidaksanggupannya mengatasi kekacauan yang terus terjadi. c.Serangan masif yang dilakukan oleh tentara AS yang dilakukan untuk menangkap pemimpin pemberontak Somalia ternyata gagal. Oleh sebab itu maka kekuatan yang dikembangkan untuk menghadapi ancaman tersebut juga harus mempunyai kemampuan yang multi demensi pula.2 Dengan menggunakan pertahanan teritorial. e. baik fisik maupun psikis. baik yang bersifat kasar (ancaman militer) maupun yang halus (ancaman terhadap pemikiran dan persepsi). dan pelemparan batu dalam demonstrasi oleh . kemudian menyerang dan mengusir tentara Perancis yang jauh lebih unggul dalam teknologi dan persenjataan. Untuk itu TNI-AD pernah mengirimkan suatu misi militer ke Hanoi mempelajari sistem pertahanan serta perlawanan rakyat sebagai bahan perbandingan. grafitti. Selain Yugoslavia. Dengan mengandalkan kekuatan rakyat.Pasukan AS tidak dapat mentuntaskan hasil serangannya ke Irak. Di era globalisasi dimana hakekat ancaman telah berkembang menjadi multidimensi mencakup semua bidang kehidupan bangsa (Ipoleksosbudhankam). Beberapa contoh perang terkini yang menjadi bukti keberhasilan Sishanrata antara lain adalah: a. tidak hanya berupa kemampuan militer (Sistek).dari agresor yang secara kualitatif dan kuantitatif lebih unggul. berkat kepemimpinan Ho Chi Minh yang kharismatik. kalah jauh dari kekuatan bersenjata Israel.Meskipun politis Rusia tetap menguasai Chechnya tetapi gangguan dari gerilyawan Chechnya yang mengakibatkan korban-korban yang besar di pihak pasukan Rusia terus terjadi.Meskipun pasukan NATO berhasil meruntuhkan pemerintahan Taliban di Afghanistan namun sisa-sisa pasukan Taliban masih tetap aktif dan merupakan ancaman aktual bagi pasukan NATO di Afganistan. bahkan korban besar terus berjatuhan. namun perlawanan rakyat semesta Palestina yang berupa gerakan Intifada (Sissos) masih menyulitkan Israel dalam mengendalikan wilayah Palestina di West Bank dan Gaza Strip. pemogokan umum. b. dari aspek ekonomi. pada tahun 1969 Yugoslavia menetapkan Undangundang Pertahanan yang didasarkan pada Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta.

bahkan negara-negara jiran. Menghadapi kenyataan tersebut di atas. tetapi telah diyakini oleh TNI kebenarannya. Contoh-contoh tersebut di atas membuktikan bahwa keunggulan persenjataan dan profesionalisme bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan. . demografi dan budaya bangsa Indonesia yang dikenal dengan Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata). doktrin Hankamrata bukan hanya relevan. dan sebaliknya keberhasilan doktrin Hankamrata tergantung kepada kadar komitmen TNI terhadap jatidirinya sebagai tentara rakyat. daya juang dan semangat tidak mengenal menyerah serta taktik dan strategi yang tepat dan cerdik. mempertahankan dan mengisi kemerdekaan secara bersamaan telah melahirkan suatu sistem pertahanan yang sesuai dengan kondisi geografi. diyakini mempunyai prospek untuk dapat digunakan menghadapi musuh yang kuat yang berhasil menduduki bagian-bagian tertentu dari wilayah darat NKRI.para pemuda serta boikot terhadap industri mikro. Bahwa pengalaman TNI dengan ke-khas-an jatidirinya dalam merebut. Dengan demikian maka pada dasarnya antara jatidiri TNI dengan doktrin Hankamrata terdapat kaitan timbal balik yang erat. Pengalaman menunjukkan bahwa ternyata keunggulan teknologi persenjataan dan profesionalisme dapat diimbangi oleh strategi perlawanan rakyat semesta yang dilengkapi dengan patriotisme. Oleh sebab itu maka Sishankamrata yang dilaksanakan melalui Sistem Perang Berlarut yang mengkombinasikan penggunaan Sistem Senjata Teknologi (Sistek) didukung oleh sikap politik seluruh rakyat yang anti agressor sebagai Sissos. bagi Indonesia yang dalam jangka pendek masih belum mampu mengembangkan sistek yang modern mengungguli negara-negara adidaya. tentara pejuang. industri jasa dan pariwisata telah menimbulkan kerugian dalam jumlah yang besar di pihak Israel. tentara nasional dan tentara profesional. karena doktrin Hankamrata disusun dengan memperhatikan jatidiri TNI sebagai komponen utama sistem. Sishankamrata erat kaitannya dengan jatidiri TNI sebagai kekuatan utama.

memajukan kesejahteraan umum.Fungsifungsi kekuasaan inilah yang menjalankan roda negara agar dapat mewujudkan tujuan negara Indonesia.melainkan juga diiringi oleh berbagai kemajuan disegala bidang kehidupan masyarakat global. Latarbelakang Perkembangan manusia di abad ke-21 ini sangatlah cepat dan kompleks. Sebelum runtuhnya rezim orde baru.BAB I PENDAHULUAN A.mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemajuan-kemajuan tersebut diyakini akan selalu mengalami perkembangan kearah yang lebih modern dan akan melibatkan seluruh negara-negara didunia tanpa terkecuali.Di Indonesia sendiri.Hal yang paling mendasar adalah bagaimana cara negara memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan dari seluruh warga negara Indonesia.Berbagai pembangunan yang dilakukan oleh negara-negara besar telah mendorong beragam kemajuan pada negara-negara dunia ketiga. kekuasaan eksekutif .Indonesia mengenal adanya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sebagai fungsi pertahanan negara (National Defence) yang mencangkup fungsi Kamdagri .dan kekuasaan yudikatif.Karena sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar.peran negara dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan sangatlah mutlak diperlukan.Karenanya negara membuat sebuah sistem pemerintahan negara yang bertujuan untuk mewujudkan tujuan negara secara keseluruhan dan berkesinambungan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Perkembangan ini ternyata tidak saja didominasi oleh bidang tehnologi saja. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Negara Indonesia mengenal sistem trias Politica melalui implementasi pemisahan kekuasaan pemerintahan yang terdiri dari kekuasaan legislatif. tujuan negara tercantum jelas pada pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kondisi yang dialami dunia secara global ini berdampak kepada pentingnya pelayanan negara kepada rakyatnya.

Dapat kita lihat pada UU No.2 tahun 1988 tentang Prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia bahwa komponen ABRI terdiri dari prajurit TNI AD. Bagaimana kekuatan TNI dan polri saat ini? BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian HANKAMNAS HANKAM adalah singkatan dari Pertahanan dan Keamanan.prajurit TNI AU dan prajurit Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pasal 2 ayat 2).negara mulai menyadari betapa pentingnya memisahkan fungsi pertahan negara dengan fungsi kamtibmas dengan tanpa mengurangi arti Keamanan Nasional secara utuh. B.Paradigma orde baru telah menjadi saksi sejarah bagaimana peran ABRI yang telah menjadi sebuah kekuatan tunggal yang memberikan efek negatif bagi kehidupan bernegara.serta Kamtibmas. Situasi ini mendorong terjadi dwifungsi ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan negara dan kekuatan sosial politik. Rumusan Masalah 1. Pasca reformasi 1998.TNI sebagai fungsi National Defence dan Polri sebagai pengemban tugas Internal Security harus dipisahkan agar dapat mewujudkan tujuan negara dalam memberikan perlindungan serta memajukan kesejahteraan umum. Apa peran TNI dan POLRI dalam HANKAM? 2.Pertahanan adalah upaya untuk menegakkan kedaulatan Negara. yang berujung pada terciptanya penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan dalam segala bidang kehidupan negara oleh ABRI.prajurit TNI AL.mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman militer serta ancaamaan bersenjata terhadap keutuhan bangsa dan Negara serta tugas .Tidak bisa dipungkiri bahwa peran dan tugas TNI dan Polri sangatlah berbeda dan memiliki koridor pemahaman sendiri-sendiri.

psikologi pertahanan. a) penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan.dan pengembangan tekhnologi.Pertahanan militer merupakan kekuatan utama pertahanan Negara yang di bangun dan di persiapkan untuk menghadapi ancaman militer. .Pendayagunaan lapis pertahanan militer di wujudkan dalam penyelenggaraan operasi militer. b.baik dalam bentuk operaasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). keutuhan wilayah..yang pada intinya berkaitan dengan pemikiran kesadaran bela Negara.Sedangkan keamanan adalah upaya penegakkan hukum. dan keselamatan bangsa. Peran. Pertahanan Negara di bagi atas dua jenis yaitu pertahanan militer dan pertahanan non militer.POLRI 1.fungsi dan tuhas TNI a. Peran TNI TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. berfungsi sebagai.Sedangkan pertahanan nonmiliter disebut juga dengaan pertahanan nirmiliter merupakan kekuatan pertahanan Negara yang dibangun dalam kerangka pembangunan nasionl untuk mencapai kesejahtraaaan nasional dan dipersiapkan untuk menghadapi ancaman nirmiliter.ekonomi.fungsi dan tugas TNI .lain yang berkaitan dengan fungsinya sebagai aparat pertahanan.social budaya.melindungi keselamatan dan ketentraman serta ketertiban hidup anggota masyarakat.Lapis pertahanan nirmiliter tersusun dalam fungsi keamanan untuk keselamatan umum yang mencakup penanganan bencana alam dan operasi kemanusiaan lainnya. Fungsi TNI (1) TNI sebagai alat pertahanan negara.tersusun dalam komponen utama serta komponen cadangan dan komponen pendukung.menjaga ketertiban masyarakat. Peran. B.

c. dan c) pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. Tugas TNI (1) Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. 3) Mengatasi aksi terorisme. TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara. 7) Mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. 6) Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. yaitu untuk: 1) Mengatasi gerakan separatis bersenjata. b. 8) Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta. serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. 5) Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis. operasi militer untuk perang. (2) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 9) Membantu tugas pemerintahan di daerah.b) penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 11) Membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. 4) Mengamankan wilayah perbatasan. 10) Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang. 2) Mengatasi pemberontakan bersenjata. operasi militer selain perang. . (2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan: a.

12) Membantu menanggulangi akibat bencana alam. serta 14) Membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan. Undang Undang No 13 tahun 1961 tentang ketentuan -ketentuan pokok Kepolisian Negara. maka padasaat sekarang ini berdasarkan Undang ± Undang No 2 tahun 2002 Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalammemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.Undang yang mengatur tentang Polri.fungsi dan tugas POLRI peran dan fungsi kepolisian suatu Negara selalu berkembang dari waktu kewaktu. peran dan fungsi kepolisian Negara Republik Indonesia(Polri).Undang Dasar (UUD) tanggal 19 Agustus 1945 sampai dengansekarangmengalami perkembangan. sertamemberikan perlindungan.Beberapa diantaranyaadalah lingkungan. Tugas. ketatanegaraan. Perkembangan tersebut dapat dilihat dariketentuan Undang . pengayoman. pengungsian. 13) Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). politik. 2. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebija (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik Negara. perompakan dan penyelundupan.Perkembangannya itu dipengaruhi oleh banyak hal.sebagai berikut: a. Dari masa berdirinya Polri sebagaimana disyahkan dalam Undang ± Undang Dasar (UUD)tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan sekarang. menegakkan hukum.Pasal 2Dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam pasal 1 maka Kepolisian Negara mempunyai tugas: . dan pelayanan kepada masyarakat dalamrangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. Apabila dahulu pada masa awaldisyahkannya kepolisian nasional disamping melaksanakan tugas rutin kepolisian juga secara aktif ikut dalam perang mempertahankan kemerdekaan.Begitu pula dengan tugas. peran dan fungsinya mengalami perkembangan. 2) Kepolisian Negara dalam menjalankan tugasnya selalu menjunjung tinggihak-hak azasi rakyat dan hukum negara. dan pemberian bantuan kemanusiaan. peran dan fungsi Polri sejak masa berdirinya sebagaimana disyahkandalam Undang . Peran . Pasal 1. ekonomi maupun social budaya. tugas. berbunyi : (1) 1) Kepolisian Negara Republik Indonesia. selanjutnya bertugasmemelihara keamanan di dalam negeri.

(2) Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah Kepolisian Nasional yangmerupakan satu kesatuan dalam melaksanakan peran sebagaimanadimaksud dalam ayat (1).melayani masyarakat serta menegakkan hukum. memberikan pengayoman dan pelayanan kepadamasyarakat. perlindungan.menegakkan hukum. c. a. VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI danKepolisian Negara Republik Indonesia. b. mengayomi. Memelihara keselamatan orang. serta memberikan perlindungan.Pasal 5(1) Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. b dan c melaksanakan fungsi kepolisian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukumnya masing-masing. Penyidik pegawai negeri sipil dan/atauc. dan . (2) Dalam menjalankan perannya. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjagakeamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi. Pasal6 : (1) Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Ketetapan MPR RI NO. Undang -Undang No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.Pasal 13Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: a. (2) Pengemban fungsi kepolisian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a. penegakan hukum. pengayoman. Pasal 2: Fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara dibidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. b. (2) Dalam bidang peradilan mengadakan penyidikan atas kejahatan dan pelanggaran menurut ketentuan-ketentuan dalam undang-undangHukum Acara Pidana dan lain-lain peraturan Negara. Kepolisian Negara Republik Indonesiawajib memiliki keahlian dan keterampilan secara professional. b. Ketetapan MPR RI NO. Pasal 2 ayat (2) :Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah alat negara yang berperandalam memelihara keamanan. d. Memelihara keselamatan negara terhadap gangguan dari dalam. dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanandalam negeri. VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peranKepolisian Negara Republik Indonesia.Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. benda dan masyarakattermasuk memberi perlindungan dan pertolongan.a) b) c) d) Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum. Kepolisian khusus.Menegakkan hukum. e) Mengusahakan ketaatan warga negara dan masyarakat terhadap peraturan-peraturan negara. Pasal 3: (1) Pengemban fungsi kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibantu oleh. Mencegah dan memberantas menjalarnya penyakit-penyakitmasyarakat.menegakkan hukum.

Taiwan berada pada urutan ke-14. dan Israel. Kekuatan militer TNI . Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Inggris. C. ketertiban. Italia menempati urutan ke-17.Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas : a.c. TNI menempati posisi teratas. k.masih di segani secara umum di dunia dan khususnya di kawasan ASEAN. Berikut data kekuatan militer Indonesia: 1. dan Singapura (ke-41).Hal ini ditandai dengan masuknya TNI dalam peringkat ke-18 kekuatan militer dunia versi Global Firepower yang menggunakan 45 variabel perhitungan.Memberikan perlindungan. Kekuatan Personil (Personnel) Dengan dukungan jumlah penduduk yang paling besar. g. Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan.(2). d.Melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. harta benda . Filipina (ke-23). c. India.Pasal 14(1) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaiman dimaksud dalam Pasal 13.Di tingkat ASEAN. Melaksanakan pengaturan penjagaan. dan Australia pada urutan ke-24. e. menurut lembaga Global Firepower. Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum. Korea Selatan. pengayoman dan pelayanan kepadamasyarakat. f. Kondisi kekuata HANKAM Indonesia. ditempati Amerika Serikat. Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelumditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. kedokteran kepolisian. Indonesia nampaknya cukup unggul untuk menopang kekuatan personil. Melakukan koordinasi. pengawalan dan patroli terhadapkegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan. Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannyadalam lingkup tugas kepolisian sertal. Jepang. Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidanasesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undanganlainnya . pengawasan dan pembinaan teknis terhadapkepolisian khusus. masyarakat danlingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasimanusia. diikuti Thailand (ke-19). Malaysia (ke-27). b. Menyelenggarakan identifikasi kepolisian. Hal ini terlihat di seluruh sub personil berselisih cukup .h. Tata cara pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf f diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.Urutan 10 besar kekuatan militer dunia. Rusia.dan kelancaran lalu lintas di jalan. penyidik pegawai negeri sipil dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugaskepolisian.kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadaphukum dan peratuaran perundang-undangan. Turut serta dalam pembinaan hukum nasional. Perancis.Melindungi keselamatan jiwa raga. j. Turki. China. i.

Deskrispi mengenai kekuatan udara masih terlalu abstrak. Kekuatan Udara (Air Power) Ada 3 sub kekuatan udara. sekalipun . Keseluruhannya akan sangat dibutuhkan dalam pertempuran darat yang akan menghadapi musuh darat maupun musuh dari udara. Di dalamnya berisikan keseluruhan bentuk sistem persenjataan darat. jumlah helikopter. Kekuatan Darat (Land Army) Ada 10 kunci dalam mengukur/mengetahui (potensi) kekuatan darat dalam suatu pertempuran. dan pesawat transport. Indikator yang dituliskan pun masih memungkinkan bias dalam memberikan gambaran kekuatan udara. 3.signifikan dengan negara-negara tetangga. 2. Uniknya. Lihat saja. Singapura yang merupakan negara dengan luas wilayah paling kecil justru cukup dominan memiliki unsur-unsur kekuatan darat. Indonesia masih memiliki peluang yang cukup besar untuk mewujudkan bentuk perang gerilya. dan lapangan udara. Thailand pun cukup unggul untuk jumlah helikopter yang paling banyak. termasuk kendaraan logistik. Banyaknya kendaraan logistik yang dimiliki Australia berkaitan dengan fungsi militer Australia yang sering dimanfaatkan untuk pasukan perdamaian (PBB) dan tidak tertutup kemungkinan difungsingkan untuk keperluan dukungan operasi ofensif. Indonesia yang memiliki banyak pulau dengan total luas nomor dua setelah Australia justru terlihat kurang serius memperkuat kekuatan darat. Thailand terlihat lebih unggul dengan jumlah pesawat militer yang mencapai 913 unit. pesawat pembom atau pesawat terpedo. apabila pertahanan terluar berhasil ditembus dan dikuasai musuh. kecuali untuk kendaraan logistik (logistical vehicles). Indonesia bisa dikatakan cukup unggul dengan memiliki lebih banyak lapangan udara yang berfungsi sebagai pangkalan militer atau dapat difungsikan menjadi pangkalan militer. Berdasarkan banyak pesawat militer. yaitu total pesawat militer (seluruh jenis pesawat militer). yaitu 443 unit. karena pesawat militer itu sendiri terdiri atas pesawat tempur. termasuk pertempuran kota. pesawat pengintai.

karena kekuatan kapal selam (submarines) Indonesia merupakan kapal perang teknologi 1980 yang telah diremajakan. Indikator di sini memang masih terlalu abstrak. tetapi Malaysia memiliki senjata anti tank jauh lebih banyak dan lebih moderen. Jumlah kapal pengangkut militer (merchant marine) masih di bawah Singapura. Australia terlihat lebih unggul untuk melakukan serangan laut jarak jauh dengan dukungan 12 kapal perang jenis fregat dan 8 kapal pendaratan amfibi. Jumlah kapal militernya (total navy ships) pun masih dibawah Thailand. Kekuatan Sumber Daya Alam (Resources) . Filipina bisa dikatakan cukup unggul dalam patroli laut/perairan dengan dukungan 128 kapal patroli laut (patrol craft). 4. karena saat ini sudah ada masuk kapal perang generasi terbaru yagn seharusnya dipisahkan berdasarkan aspek teknologinya. angka-angka di atas masih terlalu abstrak. Panjang akses jalan raya maupun kereta api tidak selalu signifikan ukuran yang terlihat. karena tergantung dengan luas wilayah dan kondisi pulau atau kepulauan. Indonesia bisa dikatakan memiliki keunggulan dalam aspek kekuatan logistik dengan melihat banyaknya angkatan kerja (labor force) yang paling tinggi. 6.Malaysia memiliki jumlah tank lebih sedikit dari Indonesia. Kekuatan Logistik (Logistical) Kekuatan logistik yang dimasukkan ke dalam daftar berikut ini merupakan segala bentuk sumber daya yang dengan segera dapat dipersiapkan untuk mendukung pertempuran langsung. Ada 10 unsur yang membentuk kekuatan laut menurut versi GFP seperti yang dilihat pada gambar di bawah. Sekali lagi. Indonesia nampaknya justru tidak memiliki keunggulan yang signifikan. ketika musuh telah masuk menembus ruang wilayah pertahanan di daratan. 5. Lain ceritanya dengan kapal selam milik Malaysia yang dibeli pada tahun 2000an. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas wilayah laut paling besar di Asia Tenggara. setidaknya Indonesia masih akan memiliki kekuatan untuk melakukan strategi gerilya dan perang perkotaan yang paling sulit. Dengan memiliki kekuatan angkatan kerja yang dapat difungsikan menjadi militer atau paramiliter. Kekuatan Laut (Naval Power) Kekuatan laut menjadi kunci atas setiap kemenangan pertempuran yang menentukan jalannya sejarah.

Unsur yang paling perlu dipehatikan adalah cadangan devisa dan belanja pertahanan.3 miliar barel dan jumlah penduduk sekitar 22 juta jiwa. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki peluang yang paling besar untuk mentransformasikan aset-aset ekonominya dalam membiayai dan mempersiapkan perang. dari sisi finansial. yaitu mencapai di atas 240 juta jiwa dengan konsumsi per hari di atas 1 juta barel. Keunggulan Geografis (Geographic) Salah satu kekuatan militer yang dibutuhkan dalam peperangan adalah keunggulan geografis. Ini berarti Singapura memiliki peluang lebih besar untuk mempersiapkan suatu perang ataupun membiayai peperangan.Setiap pertempuran akan membutuhkan sumber daya alam (energi). kemampuan pembelian membutuhkan waktu dan mekanisme politik yang tidak semudah mentransfer pembiayaan seperti pada cadangan devisa dan belanja pertahanan. Kekuatan Finansial (Financial) Perang ataupun persiapannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Indonesia memiliki kemampuan pembelian paling besar di antara negara-negara yang diperbandingkan di sini. Di sinilah salah satu kunci kekuatan dalam pertempuran. Indonesia lebih unggul . yaitu kekuatan negara dalam menguasai sumber daya alamnya. Dengan cadangan minyak bumi (proven reserves) sebanyak 3. Dari dua unsur tadi. Australia terlihat memiliki keunggulan dari aspek penguasaan sumber daya alam. serta membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan nasional yang memadai. tetapi setidaknya menggambarkan kemampuan bertahan suatu negara dalam kondisi perang. Sekalipun Indonesia dikatakan memiliki paling banyak cadangan minyak. Data mengenai minyak bumi di sini tidak sepenuhnya valid. Ini berarti. Ada 3 unsur di dalam kekuatan finansial. 8. Sekalipun demikian. Keunggulan tersebut dapat menjadi celah pertahanan atau sebaliknya dimanfaatkan menjadi basis pertahanan. tetapi jumlah penduduknya pun cukup besar. yaitu anggaran pertahanan (defense budget). cadangan devisa dan emas (reserve of foreign exchange and gold). Situasi perang akan menyebabkan orientasi pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat sipil akan dialihkan untuk keperluan militer. terutama untuk keperluan kebutuhan masyarakat sehari-hari. dan kemampuan pembayaran (purchasing power). Singapura lebih unggul dengan memiliki cadangan devisa maupun belanja pertahanan paling besar. 7. Australia masih memungkinkan bertahan cukup lama dalam kondisi perang dengan ketersediaan minyak di dalam negerinya.

Bambu Runcing Dan Mesiu: Kebijakan Pertahanan Indonesia. 2008. Kunarto. Syahid. Tetapi.menjaga ketertiban masyarakat. 1999. penilaian global firepower tersebut lebih banyak didasarkan pada gelar statis dari kuantitas alat yang dimiliki. jika dilihat dari luas wilayah dengan dua pertiga adalah lautan. Polripun harus meningkatkan kedisiplinannya dan dapat menjalankan fungsinya dalam bidang keamanan. BAB III KESIMPULAN Kesimpulan dari makalah kami ialah bahwa Peran. Malaysia. belum tentu semua siap atau dapat digunakan sewaktu-waktu. Pertahanan Keamanan Nasional. Bakri. Yahya A. Namun.dalam memiliki luas wilayah perairan (waterways) dan garis pantai (coastline).melindungi keselamatan dan ketentraman serta ketertiban hidup anggota masyarakat. Bagus Arafah: Yogyakarta. Auastralia di sini terlihat memiliki luas wilayah daratan paling besar yang berarti dapat dimanfaatkan pula sebagai matra pertahanan di dalam negeri.Sedangkan sedangkan POLRI sebagai penegakkan hukum. Kebutuhan ke depan adalah penyesuaian pengembangan postur dan kebutuhan strategis pertahanan yang dilakukan secara sistematis bertahap sesuai dengan anggaran dan prioritas. Polri Mandiri. Adapun di sini ada 3 negara yang memiliki kawasan perbatasan daratan (shared border)yaitu Indonesia. dan hal-hal yang berkaitan dengan ketidak stabilan keamanan yang terjadi di Indonesia. dan Thailand. Cipta Manunggal: Jakarta.fungsi dan tugas TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara. H. . 1976. kerana melihat banyaknya kasus pelanggaran hukum. DAFTAR PUSTAKA Muhaimin.mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman militer serta ancaamaan bersenjata terhadap keutuhan bangsa dan Negara serta tugas lain yang berkaitan dengan fungsinya sebagai aparat pertahanan. konflik. komposisi kemampuan teknis TNI seharusnya setara dengan militer Australia. Tiara Wacana: Yogyakarta.

Tri sutrisno.com .Yogyakarta. Kekuatan TNI: Dilema Sang Penjaga Negara (Makalah ini di sampaikan pada kajian hankam KAMMI UIN SUKA). 2012. http:// globalfirepower. bambang.