P. 1
Poltekkes Malang-Mengapa Terjadi Proses Penuaan

Poltekkes Malang-Mengapa Terjadi Proses Penuaan

|Views: 3|Likes:
Published by Ahmad Willy Anton

More info:

Published by: Ahmad Willy Anton on May 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2014

pdf

text

original

Mengapa Terjadi Proses Penuaan?

Manusia lahir, hidup, menua dan akhirnya mati, tidak pernah tahu dari mana berasal, lupa untuk apa hidup, dan menderita untuk mendekati ajal. Jika manusia berumur panjang maka akan mengalami tua sebelum akhirnya meninggal. Jika bisa sebagian besar dari kita ingin selamanya muda. Banyak cara dan kepercayaan yang diarahkan untuk mempertahankan usia agar tetap muda (awet muda). Ilmu kedokteran berusaha menguak dan menjawab apa sebenarnya tua? Mengapa terjadi? Bagaimana agar tetap muda? Dan lain sebagainya. Definisi Tua. Definisi kualitatif ”tua” adalah lawan kata dari muda yaitu kondisi hilangnya tanda-tanda fisik prima masa muda. Kurun waktu menurunnya produktivitas secara nyata. Sedangkan definisi yang lebih mudah jika dilakukan secara kuantitatif. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) Lansia meliputi : Usia pertengahan (middle age) ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun. Lanjut usia (elderly) ialah kelompok usia antara 60 dan 74 tahun. Lanjut usia tua (old) ialah kelompok usia antara 75 sampai 90 tahun. Usia sangat tua (very old) ialah kelompok usia di atas 90 tahun. (Nugroho, 2008) Prof. dr.ny. Sumiati Ahmad Mohamad (alm) guru besar gajah mada pada fakultas kedokteran, batasan usia lanjut adalah 65 tahun keatas (senium), sedangkan menurut Prof. Dr. Koesoemato Setyonegoro pengelompokan lanjut usia sebagaimana berikut: Lanjut usia (geriatric age) lebih dar 65 atau 70 tahun. Terbagi untuk usia 70-75 tahun (young old), dan lebih 80 tahun (very old). Proses Menua Menua berasal dari kata dasar tua yang memperoleh awalan me-. Tua artinya berusia relatif lama sekali. Prosesnya disebut menua. Constantindes (1994) dalam Nurgroho (2008) mendefinisikan menua (atau menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara berlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Rasional Manusia (dan hewan) menjadi Tua Allah menyatakan, tercantum dalam Al Quran, kurang lebih bahwa apabila manusia dipanjangkan umurnya maka akan dikembalikan kepada (tahap-tahap)  penciptaannya. Dari pernyataan itu jelas bahwa tua tidak dapat dihindari. Walaupun begitu ilmu pengetahuan melalui para ilmuwan tetap meneliti perihal proses penuaan dan berusaha menjelaskan bagaiamana terjadinya. Nugroho (2008) menjelaskan  tentang proses menua salah satunya adalah  penjelasan dari sisi biologis. Penjelasan Biologis Proses Menua Penjelasan Hayick (1965) dalam Tamher dan Noorkasiani (2009) tentang menua menurutnya secara genetik sudah terprogram Teori ini didasarkan pada kenyataan bahwa spesies-spesies tertentu memiliki harapan hidup yang tertentu pula. Manusia yang memiliki rentang kehidupan maksimal sekitar 110 tahun, sel-selnya diperkirakan hanya mampu membelah sekitar 50 kali, setelah itu akan mengalami deteriorasi. Sedangkan Burger (1994) dalam Noorkasiani Tamber (2009) berpendapat bahwa Bahwa sel-sel satu sama lainnya saling berinteraksi dan mempengaruhi. Keadaan tubuh akan baik-baik saja selam sel-sel masih berfungsi dalam suatu harmoni. Akan tetapi, bila tidak lagi demikian, maka akan terjadi kegagalan mekanisme feed-back dimana lambat laun sel-sel akan mengalamidegenerasi   Sedangkan penjelasan tentang penuaan yang paling tua teori pemakaian dan kehausan (Tear and Wear), dimana tahun demi tahun hal ini berlangsung dan lama-kelamaan akan timbul deteriorasi. Ada juga yang mengatakan bahwa proses menua adalah proses yang secara tidak sadar diwariskan yang berjalan dari waktu ke waktu untuk mengubah sel atau struktur jaringan (teori genetik).

Page 1

Mengapa Terjadi Proses Penuaan?
Lingkungan juga di anggap sebagai faktor paling besar terhadap proses menua yang menurut teori ini, faktor-faktor didalam lingkungan (misalnya karsinogen dari industri, cahaya matahari, trauma dan infeksi) dapat membawa perubahan dalam proses penuaan. Dan banyak sekali penjelasan lain berkaitan dengan penuaa antara lain  Teori Imunitas, teori radikal bebas, teori stress, psikologis, Teori Disengagement, dan lain-lain,. Mengapa sebagian orang awet muda dan mengapa sebagian lain cepat tua? Titiek Puspa adalah contoh orang berusia lanjut tapi secara fisik relatif  muda. Sementara mendiang Gombloh semasa hidupnya secara fisik menunjukkan lanjut usia (gigi ompong, kulit keriput, kurus, dan tampak lemah) sementara usianya masih 35 tahun-an. Mengapa demikian? Pasti ada faktor-faktor yang mempengaruhi mengapa tiap orang mempunyai kecenderungan awet muda, lainnya normal, sementara sebagian segera tua. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penuaan. Wirakusuma (2000) dalam Noorkasiani Tamher (2009) menyampaikan beberapa faktor  proses penuaan yaitu : 1. Penuaan dini Orang yang memiliki keturunan penuaan diri harus berwaspada dan berusaha dan berusaha mencegah efek negatif dari faktor genetiknya. 2. Penyakit turunan Orang mengidap penyakit turunan seperti penyakit jantung, hipertensi ataupun diabetes meletus, harus memperhatikan dan menjaga pola makan serta aktivitasnya. 3. Perbedaan tingkat intelegensi Pada umumnya orang memilki intelegensia tinggi lebih lambat menjadi tua, itu kerena ia aktif befikir dan melatih kemampuan intelektualnya sehingga dapat memperlambat proses penurunan fungsi otak. 4.Warna kulit Biasanya orang yang berkulit putih lebih muda terserang osteoporosis dari pada mereka yang berkulit hitam. 5. Kepribadian Orang yang berambisi, bekerja keras dan dikejar-kejar tugasnya, lebih muda tersinggung dan gelisah. Ia sering cepat stres, yang mengakibatkan rentan penyakit. (zani) 0000 Pustaka: Al Quran. Nugroho. 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik Edisi III. Jakarta: ECG. Tamher, Noorkasiani. 2009. Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. (Politeknik Kesehatan Malang)

Page 2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->