Asuhan Keperawatan Komunitas Kelompok Khusus Lansia

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari penyimpangan atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dapat mempengaruhi perubahan, penyimpangan atau tidak berfungsinya secara optimal setiap unit yang terdapat dalam sistem hayati tubuh manusia, baik secara individu, keluarga, ataupun masyarakat dan ekosistem. Komunitas adalah sekelompok manusia yang saling berhubungan lebih sering dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya serta saling ketergantungan untuk memenuhi keperluan barang dan jasa yang penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah – masalah lain diluar kesehatan sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masalah, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri, tapi harus dilihat dari segi – segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah “ sehat sakit “ atau kesehatan tersebut. Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama (WHO). Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mereka tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama (Riyadi, 2007). Menurut WHO (1959), keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Keperawatan kesehatan komunitas menurut ANA (1973) adalah suatu sintesa dari praktik kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat. Praktik keperawatan kesehatan komunitas ini bersifat menyeluruh dengan tidak membatasi pelayanan yang diberikan kepada kelompok umur tertentu, berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perawatan kesehatan komunitas adalah suatu bidang dalam ilmu keperawatan yang merupakan keterpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat, serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan dengan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif, secara menyeluruh dan terpadu ditujukan kesatuan yang utuh melalui proses keperawatan untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal. Sasaran keperawatan komunitas adalah seluruh masyarakat termasuk individu, keluarga, dan kelompok yang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk di daerah kumuh, daerah terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok siswa di sekolah. Dalam meningkatkan derajat kesehatan komunitas pelajar intervensi dibuat untuk seluruh pelajar dan lingkungan sekolah sehingga diharapkan suatu hasil yang berarti untuk civitas akademika sendiri. Professional kesehatan lebih banyak meluangkan waktu dengan lansia dalam perawatan kesehatan, karena itu mereka harus berfokus untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan khususnya. Lansia memerlukan bantuan yang lebih besar dalam identifikasi, definisi, dan resolusi masalah yang mempengaruhi mereka. Insiden masalah kesehatan kronis yang lebih besar, kemajuan teknologi dan masalah ekonomi, social, dan kesehatan

kontemporer masa kini mendorong professional perawatan kesehatan berfokus pada peningkatan harapan dan kualitas hidup. Meningkatnya usia harapan hidup (UHH) memberikan dampak yang kompleks terhadap kesejahteraan lansia. Di satu sisi peningkatan UHH mengindikasikan peningkatan taraf kesehatan warga negara. Namun di sisi lain menimbulkan masalah masalah karena dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut akan berakibat semakin besarnya beban yang ditanggung oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, terutama dalam menyediakan pelayanan dan fasislitas lainnya bagi kesejahteraan lansia. Hal ini karena pada usia lanjut individu akan mengalami perubahan fisik, mental, sosial ekonomi dan spiritual yang mempengaruhi kemampuan fungsional dalam aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga menjadikan lansia menjadi lebih rentan menderita gangguan kesehatan baik fisik maupun mental. Walaupun tidak semua perubahan struktur dan fisiologis, namun diperkirakan setengah dari populasi penduduk lansia mengalami keterbatasan dalam aktivitas kehidupan seharihari, dan 18% diantaranya sama sekali tidak mampu beraktivitas. Berkaitan dengan kategori fisik, diperkirakan 85% dari kelompok umur 65 tahun atau lebih mempunyai paling tidak satu masalah kesehatan. B. 1. 2. 3. 4. RUMUSAN MASALAH Apa pengertian dari lansia? Perubahan apa saja yang terjadi pada lansia? Permasalahan apa yang timbul pada lansia? Bagaimana peran perawat terhadap lansia?

C. TUJUAN a) Tujuan umum Agar mahasiswa /mahasiswi keperawatan Universitas Jenderal Soedirman memperoleh informasi dan gambaran tentang Asuhan Keperawatan Komunitas Pada Kelompok Khusus Lansia. b) Tujuan khusus 1) Mampu menjelaskan konsep teori tentang kelompok khusus lansia. 2) Mampu melaksanakan pengkajian pada kelompok khusus lansia dengan masalah yang ada. 3) Mampu menentukan diagnosa keperawatan pada komunitas kelompok khusus lansia. 4) Mampu membuat rencana tindakan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus lansia. 5) Mampu menerapkan rencana keperawatan pada asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus lansia. 6) Mampu meyimpulkan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus lansia yang bermasalah. D. Manfaat Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1. Lansia dan Masyarakat Umum Memberikan gambaran kesehatan guna meningkatkan status kesehatan lansia di komunitas. 2. Mahasiswa / Penyusun Menambah pengetahuan dan mampu membuat serta memberikan asuhan keperawatan lansia sehingga nantinya diharapkan mampu mengembangkan asuhan keperawatan terhadap lansia dimasa mendatang. BAB II

terlibat. seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat (Ismayadi.TINJAUAN TEORI A. Secara ekonomi. jaringan. 2005).2000). kebutuhan-kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan semua orang dalam segala usia. sandang. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi. Lansia bervariasi pada tingkat kemampuan fungsional. dan usia sangat tua (very old) adalah kelompok usia diatas 90 tahun. Jumlah kelompok usia ini meningkat drastic dan ahli demografi memperhitungkan peningkatan populasi lansia sehat terus menigkat sampai abad selanjutnya (Potter & Perry. serta sistem organ. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel. Menurut organisasi dunia (WHO) lanjut usia meliputi usia pertengahan (middleage) adalah kelompok usia 45-59 tahun. Usia lanjut (elderly) adalah kelompok usia 60-74 tahun. Hanya sedikit yang telah kehilangan kemampuan untuk merawat diri sendiri. penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. kesenian. Definisi Masa dewasa tua (lansia) dimulai setelah pensiun. dan (5) Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs) adalah kebutuhan untuk mengungkapkan kemampuan fisik. memberikan pengarahan untuk kehidupan yang baik. Sejak awal kehidupan sampai berusia lanjut setiap orang memiliki kebutuhan psikologis dasar (Setiati. Tingkat pemenuhan kebutuhan tersebut tergantung pada diri . Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus. serta rasa nyaman terhadap lingkungan yang ada. rohani maupun daya pikir berdasar pengalamannya masing-masing. pemeriksaan kesehatan secara rutin. olah raga. yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Menurut Constantinidies menua (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan – lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti diri dan mempertahankan fungsi formalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Asuhan keperawatan lansia mengahadapi tantangan khusus karena perbedaan fisiologis. papan. dan kesehatan psikososial. dan berperan dalam kehidupan. Kebutuhan tersebut diperlukan oleh lanjut usia agar dapat mandiri. bingung atau merusak diri. dan produktif. a) Kebutuhan Hidup Orang Lanjut Usia Setiap orang memiliki kebutuhan hidup. Mayoritas merupakan anggota komunitas yang aktif. (2) Kebutuhan ketentraman (safety needs) adalah kebutuhan akan rasa keamanan dan ketentraman. kebebasan. sehingga mereka mempunyai banyak teman yang dapat diajak berkomunikasi. bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat. seks dan sebagainya. bersemangat untuk hidup. kognitif. kesamaan hobby dan sebagainya (4) Kebutuhan harga diri (esteem needs) adalah kebutuhan akan harga diri untuk diakui akan keberadaannya. membagi pengalaman. Usia lanjut (old) adalah kelompok usia 75-90 tahun. 2004). Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. biasanya antara usia 65 dan 75 tahun. perumahan yang sehat dan kondisi rumah yang tentram dan aman. kemandirian dan sebagainya (3) Kebutuhan sosial (social needs) adalah kebutuhan untuk bermasyarakat atau berkomunikasi dengan manusia lain melalui paguyuban. dan tidak mampu mebuat keputusan yang berkaitan dengan kebutuhan mereka. Kebutuhan tersebut sejalan dengan pendapat Maslow menyatakan bahwa kebutuhan manusia meliputi (1) Kebutuhan fisik (physiological needs) adalah kebutuhan fisik atau biologis seperti pangan. Kebutuhan hidup orang lanjut usia antara lain kebutuhan akan makanan bergizi seimbang. Orang lanjut usia juga memiliki kebutuhan hidup yang sama agar dapat hidup sejahtera. organisasi profesi. baik lahiriah maupun batiniah seperti kebutuhan akan jaminan hari tua. aspek ekonomi dan aspek sosial.Kebutuhan tersebut diantaranya orang lanjut usia membutuhkan rasa nyaman bagi dirinya sendiri.

2004). Peningkatan jumlah kolagen dalam jaringan. Teori “ pemakaian dan rusak “ Kelebihan usaha dan stres menyebabkan se –sel tubuh lelah terbakar. 10. c) Perubahan – perubahan yang terjadi pada Lanjut Usia . Ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut sehingga tubuh menjadi lemah dan sakit. Teori Genetic Clock Menurut teori ini menua telah terprogram secara genetik untuk spesies tertentu . suatu saat diproduksi suatu zat khusus. “ Teori imonologi saw virus” Sistem imun menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. 4. keluarga dan lingkungannya . 3. tidak stabil radikal bebas ( kelompok atom ) mengakibatkan oksidasi oksigen bahan – bahan organik seperti karbohidrat dan protein. penyakit dan kekurangan gizi. Teori Mutasi Genetik (somatic mutatie theori ) Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang diprogram oleh molekul – molekul DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi.orang lanjut usia. Pengumpulan dari pigmen atau lemak dalam tubuh yang disebut “ teori akumulasi dari produk sisa”. 12. Jam ini akan menghitung mitosis dan menghentikan replikasi sel bila tidak berputar. Konsep “ genetic clock” didukung oleh kenyatan bahwa ini cara menerangkan mengapa pada beberapa spesies terlihat adanya perbedaan harapan hidup yang nyata. kita akan mati meskipun tanpa disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit terminal. 7. Teori rantai silang Sel – sel yang tua dan usang. kekacauan dan hilangnya fungsi. Theori program Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah yang membelah setelah sel. Teori radikal bebas Radikal bebas dapat dibentuk dialam bebas. 9. 11. 6. Setiap spesies mempunyai di dalam nukleinya suatu jam genetik yang telah di putar menurut suatu replikasi tertentu.. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kesetabilan lingkungan internal. Tahap proses menua terjadi pada orang dengan usia berbeda 2. 8. reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat. Reaksi dari kekebaian sendiri ( auto immunne theori) Didalam metabolisme tubuh. Jadi menurut konsep ini jika jam ini berhenti. 2. b) Teori – teori Proses Menua Sebenarnya secara individual 1. Radikal ini menyebabkan sel –sel tidak dapat regenerasi. Masing – masing lanjut usia mempunyai kebiasaan yang berbeda 3. 5. antara lain: 1. khususnya jaringan kolagen. Tidak ada perlindungan terhadap radiasi. kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel –sel tubuh lelah terpakai. Teori stres menua akibat terjadi hilangnya sel – sel yang bisa digunakan tubuh. Jika kebutuhankebutuhan tersebut tidak terpenuhi akan timbul masalah-masalah dalam kehidupan orang lanjut usia yang akan menurunkan kemandiriannya (Ismayadi.sel mati. Tidak ada satu faktorpun ditemukan untuk mencegah proses menua Ada beberapa teori tentang proses penuaan. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastis.

Lambannya dalam respon dan waktu untuk bereaksi khususnya dengan stres. Sistem kardiovaskuler a. Prebiakusis ( gangguan dalam pendengaran ). sistolik normal kurang lebih 170 mmHg. d.ginjal. Tekanan darah meningkat diakibatkan meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer. Terganggunya mekanisme perbaikan sel e. kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi. Lebih sedikit jumlahnya b. Kurangnya sensitif pada sentuhan 3. d. Otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku. pengamatan sinar. Otak menjadi atropis beratnya berkurang 5-10% 2. Lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin. darah dan hati d. hilangnya kemampuan atau daya pendengaran pada telinga dalam. c. Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan kurangnya cairan intramuskuler c. hipotalamus dianggap bekerja sebagai termostat. diastolik normal kurang lebih 90 mmHg 6. 7. dan susah melihat dalam cahaya gelap d. Membran timpani menjadi atropi menyebabkan otosklerosis c. Sistem pengaturan temperatur tubuh Pada pengaturan tuhu. Cepat menurunnya persarafan b. menurunnya membedakan warna biru atau hijau. b. Spingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar b. Hilangnya daya akomodasi. b.Perubahan – perubahan fisik 1. b. atau dari duduk ke berdiri bisa menyebabkan tekanan darah menurun menjadi 65 mmHg ( mengakibatkan pusing mendadak). Sistem Pendengaran a. Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkanya kreatin d. Kornea lebih berbentuk sferis atau bola. Sel a. Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa atau stres 4. Elastisitas dinding vaskuler menurun. lensa lebih suram atau kekeruhan pada lensa menjadi katarak. terutama terhadap bunyi dan atau nada – nada tinggi. menyebabkan kontraksi dan volumenya. Mengecilnya saraf panca indra: berkurangnya penglihatan. c. Sistem penglihatan a. hilangnya pendengaran. 50% terjadi pada usia diatas 65 tahun. perubahan posisi dari tidur ke duduk. 5. Keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas banyak sehingga terjadi rendahnya aktifitas otot. Sistem pernafasan a. Kehilangan elestisitas pembuluh darah. menurunnya aktifitas silia .katup jantung menebal dan menjadi kaku. sulit mengerti kata. jelas menyebabkan gangguan penglihatan c. Menurunnya porposi protein di otak.. Sistem Respirasi a. yaitu menetapkan suhu teratur. mengecilnya saraf penciuman dan rasa. otot. suara yang tidak jelas. kemunduran terjadi akibat berbagai faktor yang mempengaruhinya yang sering ditemui antara lain: a. daya adaptasi terhadap kegelapan menjadi lebih lambat. Temperatur tubuh menurun atau hipotermi secara fisiologis kurang lebih 35 derajat celcius ini akibat metabolisme menurun. Meningkatnya ambang. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun. menurunya lapang pandang.

Sistem Genitourinaria Ginjal: mengecil dan nefron menjadi atropi. Oksigen pada arteri menurun menjadi 75 mmHg. e. Selaut lendir menurun 9. Fungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah. Liver : makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan.berkurangnya produksi dari ACT. mekanisme proteksi kulit menurun. Permukaan kulit kasar dan bersisik c. b. Dorongan seksual menetap sampai usia diatas 70 tahun j.FSH dan LH. Kehilangan gigi penyebab utama adanya periondontal disease b. Produksi dari hampir semua hormon menurun. Lambung : rasa lapar menurun asam lambung menurun. kuku menjadi pudar dan kurang bercahaya. c. Menurunnya produksi aldosteron f. . vasikaurinaria susah dikosongkan sehingga mengakibatkan meningkatnya retensi urin. Sistem gastrointestinal a. berkurangnya aliran darah f. Menurunnya aktifitas tiroid menurunnya BMR dan daya pertukaran zat e. waktu mengosongkan menurun d. Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi e. Sistem Endokrin a. Menurunnya sekresi hormon kelamin. kuku jari menjadi keras dan rapuh. Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu. Pada laki – laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa. Sistem kulit a. Kulit keriput atau mengkerut b. atau dapat menyebabkan buang air kecil meningkat. d. Alveoli ukurannya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang d. meskipun adanya penurunan secara berangsur – angsur. Kemampuan pegas. i. menarik nafas lebih berat.b. 8. aliran darah ke ginjal menurun sampai 50% fungsi tubulus berkurang.TSH. d. Paru – paru kehilangan elastisitas. kapasitas menurun sampai 200ml. Vesika urinaria : otot – otot menjadi lemah. Kemampuan untuk batuk berkurang f. dinding dada dan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan pertambahan usia. estrogen dan testosteron 11. Indra pengecap menurun dan esofagus melebar c. b. kuku kaki tumbuh secara berlebihan. karbodioksida pada arteri tidak berganti e. Rambut dan hidung dan telinga menebal. Pitutari: pertumbuhan hormon ada terapi lebih rendah dan hanya didalam pembuluh darah. a. kapasitas residu meningkat. c. Menurunnya respon terhadap trauma. kapasitas pernafasan maksimum menurun dan kedalaman bernafas menurun. Berkurangnya elastisitas kulit akibat dari menurunnya cairan dan vaskularitas g. Atrofi vulva 10. f. Menciutnya ovari dan uterus g. Pembesaran prostat kurang lebih 75 % dialami oleh pria diatas 65 % tahun c. Atropi payudara h. misalnya progesteron. Pertumbuhan kuku lebih lambat.

Penilaian ulang ini mengrahkan lansia untuk mengganti peran yang sudah hilang dengan peran dan aktivitas baru. 12. B.49. Mereka ”in gin membuat hidup lebih aman. otot kram dan tremor.”  Transendensi ego versus preokupasi ego.  Perbedaan ego versus preokupasi peran kerja. Tendon mengerut dan mengalami sklerosis f. Peck mengemukakan bahwa cara paling konstruktif untuk hidup di tahun-tahun terakhir dapat didefinisikan dengan : ”hidup secara dermawan dan tidak egois yang merupakan prospek dari kematian personal-the night of the ego. Menurut Kinsilla dan Taeuber ( 1993) peningkatan penduduk lansia dalam waktu 1990-2000 sebesar 41% dan merupakan yang tertinggi didunia ( Darmojo. 1. Jumlah lansia miskin makin banyak . Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya.28% (Anwar. mereka hidup di luar diri mereka sendiri daripada kepribadian mereka sendiri secara egosentris. Sebagian besar lansia mengalami beberapa penurunan fisik. c.” Untuk mengklarifikasi. Orang-orang tersebut mungkin mengalami kesulitan terbesar dalam mengabaiakan status fisik mereka.” manusia menyelesaikan hal ini melalui warisan mereka. lansia mampu menemukan cara-cara baru memandang diri mereka sendiri sebagai orangtua dan okupasi. Tugas ini membutuhkan pergeseran sistem nilai seseorang. Bersarnya jumlah penduduk lansia dan tingginya prosentase kenaikan lansia memerlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan kesehatan bagi lanjut usia. Tugas Perkembangan Lansia Peck mengonseptualisasikan tiga tugas yang berisi pengaruh dari hasil konflik antara perbedaan integritas dan keputusasaan. sehingga gerak menjadi lambat.  Body transcendence versus preokupasi tubuh. ”individu yang panjang umur cenderung lebih khawatir tentang apa yang mereka lakukan daripada tentang siapa mereka sebenarnya. Untuk beberapa orang. pinggang lutut dan jari –jari pergelangan terbatas geraknya.. Sistem muskoloskeletal a. Kiposis. ”sumber-sumber kesenangan sosial dan mental dan rasa menghormati diri sendiri mengabaikan kenyamanan fisik semata. lebih bermakna.1994 ).535. berarti 7. Discus intervertebralis menipis dan menjadi pendek. 1999:1). kesenangan dan kenyamanan berarti kesejahteraan fisik. d. Tulang kehilangan density ( cairan ) dan makin rapuh b. Peck mengemukakan bahwa dalam sistem nilai mereka. anak anak mereka. yang memungkinkan lansia untuk mengevaluasi ulang mendefinisikan kembali pekerjaan mereka. 2006). Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 akan meningkat menjadi 209.199. Permasalah Umum a.h. b. yang bisa disebut-paras dan perasaan kurang penting dibanding pengetahuan yang telah diperoleh seseorang untuk masa depan yang lebih luas dan lebih panjang daripada yang dapat dicakup oleh ego seseorang. C. Persendian membesar dan kaku e. dan persahabatan mereka. (Stanley & Beare. Atropi serabut otot. atau lebih bahagia bagi orang-orang yang meneruskan hidup setelah kematian. Selanjutnya. Orang lain memiliki kemampuan untuk terlibat dalam kesenangan psikologi dan aktivitas sosial sekalipun mereka mengalami perubahan dan ketidaknyamanan fisik. kontribusi mereka pada masyarakat.262. Permasalahan yang timbul Pada Lansia Berikut ini kita bicarakan masalah kesehatan lansia. jiwa dan jumlah lansianya 15.

Perubahan akan terlihat pada jaringan organ tubuh seperti: kulit menjadi kering dan keriput. kelainan prostat dan inkotenensia . Nilai perkerabatan melemah. dinding pembuluh darah menebal dan terjadi peningkatan tekanan darah.tinggi badan menyusut karena proses ostoporosis yang berakibat badan bungkuk. tatanan masyarakat makin individualistik d. otak menyusut dan reaksi menjadi lambat terutama pada pria dan sexsualitas tidak selalu menurun b. Rendahnya kualitas dan kuantitas tenaga profesional yang melayani lansia e. terjadi pengurangan fungsi organ di dalam perut. terjadi penurunan fungsi organ reproduksi terutama ditemukan pada wanita. Permasalahan Khusus a. 2. sosial. Adanya dampak pembangunan yang merugikan seperti urbanisasi dan popuilasi pada kehidupan dan penghidupan lansia. daya penciuman berkurang. rambut beruban dan rontok. nafas menjadi pendek. Perubahan yang terjadi misalnya: katarak.c. Terjadi perubahan abnormal pada fisik lansia Perubahan fisik pada lansia dapat diperbaiki dan dapat dihilangkan melalui nasehat atau tindakan medik. elastisitas jaringan paru berkurang. tulang keropos masanya berkurang. pendengaran juga berkurang. kekuatan berkurang dan mudah patah. Terjadinya perubahan normal pada fisik lansia Perubahan normal ( alami ) tidak dihindari cepat dan lambatnya perubahan dipengaruhi oleh faktor kejiwaan. otot bekerja tidak efisien. kelainan sendi. ekonomi dan medik. penglihatan menurun sebagian dan menyeluruh. Terbatasnya sarana dan fasilitas pelayanan bagi lansia f.

Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka. perawat harus menciptakan sikap positif terhadap lansia. c. Perawat dapat meningkatkan kemandirian dan harga diri klien yang merasa bahwa hidup tidak lagi berharga. dan lembaga pekerjaan seorang perawat mempengaruhi stereotip. dan mungkin masyarakat juga memandang mereka seperti itu. penelitian dan administrasi. Perawat gerontologi dalam prakteknya menggunakan managemen kasus. sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab. yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. perawat dapat berperan sebagai supporter. maka penting sekali bagi perawat untuk mengembangkan pendekatan asuhan yang positif bagi klien lansia. b. . Penting bagi perawat untuk mengkaji sikapnya pada penuaan karena sikap tersebut mempengaruhi asuhan keperawatan. pendidikan. . Lingkup praktek keperawatan gerontologi adalah memberikan asuhan keperawatan.  Pendekatan perawatan lanjut usia a. pengalaman kerja. konsultasi . Klien ini sering kali memandang diri sendiri sebagai pecundang. Karena lansia menjadi lebih lazim dalam pelayanan kesehatan. dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial.D. mencegah dan meminimalkan kecacatan dan menunjang proses kematian yang bermartabat. pendidikan. Perawat gerontologi mengaplikasikan dan ahli dalam memberikan pelayanan kesehatan utama pada lanjut usia dank keluarganya dalam berbagai tatanan pelayanan. Klien dalam fasilitas perawatan jangka panjang memberi tantangan khusus bagi perawat. Lebih jauh lagi. sikap tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas asuhan. Sikap perawat terhadap lansia Perawatan gerontologi atau gerontik adalah ilmu yang mempelajari dan memberikan pelayanan kepada orang lanjut usia yang dapat terjadi di berbagai tatanan dan membantu orang lanjut usia tersebut untuk mencapai dan mempertahankan fungsi yang optimal. Perawat harus menjelaskan sikap pribadi dan nilai tentang lansia untuk memberikan perawatan paling efektif. Untuk memberi asuhan yang efektif. tukar pikiran. Sikap negatif dapat mengakibatkan penurunan rasa nyaman.Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit.Klien lanjut usia yang masih aktif. interpreter terhadap segala sesuatu yang asing. malaksanakan advokasi dan bekerja untuk memaksimalkan kemampuan atau kemandirian lanjuy usia. Pendekatan fisik Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : . adekuat. Pendekatan psikis Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. meningkatkan dan mempertahankan kesehatan. Pendekatan sosial Mengadakan diskusi. Usia. Peran lanjut perawat tersebut independen dan kolaburasi dengan tenaga kesehatan profesional. dan kesejahteraan klien. Pengalaman pribadi dengan lansia sebagai anggota keluarga dapat juga mempengaruhi sikap.

Suku Bangsa : Suku Jawa Status perkawinan : Menikah dan kebanyakan penduduk di komunitas tersebut adalah janda (lansia) karena kebanyakan pasangannya meninggal. contohnya seperti pabrik.BAB III PROSES KEPERAWATAN A. dan takziyah. dan situasi social. pendidikan. pendidikan terakhir dan juga apakah ada sarana pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan warga. apakah terdapat polusi udara yang dapat mengganggu pernafasan warga atau tidak. Agama : Mayoritas beragama Islam dan beberapa diantaranya beragama nasrani 2. Keamanan dan transportasi . pekerjaan. pekerjaan. Hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang masih terus berjalan. Pengkajian Pengkajian multidimensional meliputi kesehatan mental dan fisik. keadaan saluran air disekitar rumah. Data inti a. Inti komunitas. apakah saling berdempetan. Pendidikan Riwayat pendidikan. Karekteristik Umur Dan Sex. Vital Statistik Data demograf kelompok atau komunitas yang terdiri : jumlah penduduk lansia dalam wilayah. psikologis. 4) Jarak antar rumah/ kepadatan Jarak antar rumah satu dengan yang lainnya. fungsi tubuh. arisan. Menurut Anderson E dan McFarlene. 1. agama. agama. perlu dikaji tentang pendidikan. Pengkajian yang difokuskan pada pengkajian unutk etiologi fisiologis. vital stastistik. Demografi. Lingkungan fisik 1) Kualitas udara Keadaan udara di daerah tempat tinggal lansia beriklim sejuk atau panas. keyakinan serta riwayat timbulnya kelompok atau komunitas yang dapat dicontohkan sebagai berikut : Jumlah penduduk : 987 jiwa a) Laki – laki : 523 jiwa b) Perempuan : 464 jiwa Pendidikan penduduk : Para penduduk mayoritas berpendidikan hingga lulus SLTA dan beberapa diantaranya perguruan tinggi. 2) Kualitas air Sumber air yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. nilai – nilai. c. jenis kelamin. keyakinan/nilai yang dianut serta data-data tentang subsistem sebagai berikut :. umur. 2010). Data subsistem a. dalam model asuhan keperawatan pengkajian secara umum meliputi inti komunitas yaitu penduduk serta delapan subsistem yang mempengaruhinya. dan lingkungan dari kondisi gangguan mental pada lanjut usia yag dirawat (Kushariyadi. gotong royong dan kerukunan antar warganya. Seperti: kerja bakti. 3) Tingkat kebisingannya Adanya sumber suara / bising yang dapat mengganggu keadaan lansia. Nilai dan kepercayaan : Nilai dan norma para masyarakat masih mengenal nilai kesopanan. b.

psikologis dan sosial serta interaksi perilaku dengan lingkungan. lingkungan fisik dan biologis. Do: Problem Diabetes pada lansia Etiologi Kebiasaan hidup lansia yang tidak terkontrol . 1 Data Ds: . satpam atau polisi. Sarana transportasi yang digunakan warga untuk mobilisasi sehari menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. kelompok dan masyarakat.  Penyebab (Etiologi) Yang meliputi perilaku individu. Apakah dari keamaan tersebut menimbulkan stress atau tidak.Kader posyandu mengatakan 35% lansia menderita diabetes namun jarang memeriksakan kondisinya. g. B. Rekreasi Apakah tersedia sarananya. Rekreasi ini hendaknya dapat digunakan komunitas untuk mengurangi stress. puskesmas. Pelayanan social dan kesehatan Tersedianya tempat pelayanan kesehatan (rumah sakit. e. radio. Komunikasi Sarana komunikasi apa saja yang dapat dimanfaatkan di komunitas tersebut untuk saling berkomunikasi antar warga atau untuk mendapatkan informasi dari luar misalnya televisi.  Tanda dan Gejala (Sign and Sympton) Yaitu informasi yang perlu untuk merumuskan diagnosa serta serangkaian petunjuk timbulnya masalah.Analisis data a. Ekonomi Tingkat sosial ekonomi komunitas secara keseluruhan. keluarga. koran. masih bekerja atau tidak. d. atau leaflet yang diberikan kepada komunitas. f. No. bagaimana dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.Keadaan penjagaan lingkungan sekitar seperti adanya siskamling. Diagnosa keperawatan Untuk menentukan masalah kesehatan pada masyarakat dapatlah dirumuskan diagnosa keperawatan komunitas yang terdiri dari :  Masalah (Problem) Yaitu kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang terjadi. kapan saja dibuka. balai pengobatan) untuk melakukan deteksi dini gangguan atau merawat atau memantau apabila gangguan sudah terjadi serta karakteristik pemakaian fasilitas pelayanan kesehatan. dan apakah biayanya terjangkau oleh komunitas. Politik dan pemerintahan Kebijakan yang ada didaerah tersebut apakah cukup menunjang sehingga memudahkan komunitas mendapat pelayanan di berbagai bidang termasuk kesehatan. h.

2. Besarnya resiko 4. 2. b. Sesuai degan peran perawat komunitas. Do: . Hipertensi Ketidakpatuhan lansia mengikuti posyandu lansia dalam Resiko kerusakan integritas kulit Perubahan status kesehatan Diagnosa : 1. Kep Dx. Diabetes berhubungan dengan kebiasaan hidup lansia yang tidak terkontrol. 2 Dx.2 3.Lansia menkonsumsi makanan dengan tidak terkontrol dan hanya berada di rumah setiap harinya DS: Bidan desa mengatakan lansia banyak yang menderita hipertensi dan lansia malas mengikuti posyandu lansia yang diselengarakan setiap bulannya.3 1 4 4 4 2 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 5 4 3 3 Kriteria penapisan 6 7 8 9 3 3 4 3 3 4 2 2 4 3 3 3 10 3 3 3 11 3 3 3 12 3 4 4 13 42 40 39 Keterangan : 1. Minat masyarakat . 1 Dx.Tubuh terlihat bintik-bintik merah. Kriteria Penapisan Dx. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan status kesehatan. 3. . Hipertensi berhubungan dengan ketidakpatuhan lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Ds: . Jumlah yang beresiko 3.Banyak warga yang mengeluh gatal-gatal pada tubuhnya. Kemungkinan untuk pendidikan kesehatan 5.

7. (2006). Kemungkinan untuk diatasi Sesuai program pemerintah Sumber daya tempat Sumber daya waktu Sumber daya dana Sumber daya peralatan Sumber daya manusia Skor : 1 = sangat rendah 2 = rendah 3 = cukup 4 = tinggi 5 = sangat tinggi Jumlah skor 121 c. Lansia mampu mengontrol asupan makanan sehari harinya dan dapat melakukan sedikit aktivitas. 12. komunitas diharapkan angka diabetes (kadar glukosa) pada lansia dapat menurun DAFTAR PUSTAKA Anderson. 8. Lynn. Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan Praktik. Teori & Praktik Keperawatan Pendekatan Integral pada Asuhan Pasien. E. Asuhan Keperawatan Dengan Reumatik (Artritis Treumatoid) Pada Lansia. 2. 9. Jakarta : EGC. 11.6. Tujuan jangka panjang Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 8 minggu.T. Rencana Tindakan Diagnosa Diabetes berhubungan dengankebiasaan hidup lansia yang tidak terkontrol ditandai dengan 35 % lansia menderita diabetes Tujuan jangka pendek Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 minggu. 10. Oliver. (2004). Jakarta : EGC Ismayadi. Basford. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara . & Slevin. komunitas diharapkan: 1. (2006). Lansia rutin setiap bulannya menghadiri kegiatan posyandu lansia yang diadakan.

& Anne Griffin Perry. Patricia Gauntlett. (2006). Asuhan Keperawatan Care. yang saling berkaitan dengan masalah – masalah lain diluar kesehatan sendiri. Keperawatan Kesehatan Masyarakat. penyimpangan atau tidak berfungsinya secara optimal setiap unit yang terdapat dalam sistem hayati tubuh manusia. LATAR BELAKANG Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari penyimpangan atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dapat mempengaruhi perubahan. Wahyudi. tapi harus dilihat dari segi – segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah “ sehat sakit “ atau kesehatan tersebut. (2009). Asuhan Keperawatan pada Klien Lanjut Usia.10 Label: Nursing Tidak ada komentar: Poskan Komentar Langganan: Poskan Komentar (Atom) Kamis. tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri. (2008). retieved may 12nd Stanlet. Jakarta : Salemba Medika Nugroho. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masalah. Mickey.(2005). Buku Ajar Keperawatan Gerontik Edisi kedua. (2000). Proses. dan Praktik. A. Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks. 24 Mei 2012 Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda Asuhan Keperawatan Komunitas Kelompok Khusus Lansia BAB I PENDAHULUAN A. Jakarta : EGC You    might also like: Asuhan Keperawatan Pada Anak Meningitis Cinta yang Tak Mungkin . Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep. Sugeng (2007). keluarga. Komunitas adalah sekelompok manusia yang saling berhubungan lebih sering dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya serta saling ketergantungan untuk memenuhi keperluan barang dan jasa yang penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari. ataupun masyarakat dan ekosistem. Jakarta: EGC Riyadi. . Keperawatan Gerontik Edisi kedua. UniversitaMuhammadiyah Malang Klien Lanjut Usia dengan Demensia pada Home Kushariyadi.Kushariyadi. & Beare.Elyzia Mulachela Asuhan Keperawatan Salpingitis LinkWithin Diposkan oleh Ristina Fauzia di 21. Patricia. baik secara individu. Jakarta: EGC Potter.

karena itu mereka harus berfokus untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan khususnya. namun diperkirakan setengah dari populasi penduduk lansia mengalami keterbatasan dalam aktivitas kehidupan seharihari. kemajuan teknologi dan masalah ekonomi. 2. Di satu sisi peningkatan UHH mengindikasikan peningkatan taraf kesehatan warga negara. 2007). Namun di sisi lain menimbulkan masalah masalah karena dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut akan berakibat semakin besarnya beban yang ditanggung oleh keluarga. Menurut WHO (1959). saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama (WHO). keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan. diperkirakan 85% dari kelompok umur 65 tahun atau lebih mempunyai paling tidak satu masalah kesehatan. yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Dalam meningkatkan derajat kesehatan komunitas pelajar intervensi dibuat untuk seluruh pelajar dan lingkungan sekolah sehingga diharapkan suatu hasil yang berarti untuk civitas akademika sendiri. terutama dalam menyediakan pelayanan dan fasislitas lainnya bagi kesejahteraan lansia. social. Meningkatnya usia harapan hidup (UHH) memberikan dampak yang kompleks terhadap kesejahteraan lansia. Insiden masalah kesehatan kronis yang lebih besar. masyarakat dan pemerintah. Berkaitan dengan kategori fisik. dan 18% diantaranya sama sekali tidak mampu beraktivitas. dan kesehatan kontemporer masa kini mendorong professional perawatan kesehatan berfokus pada peningkatan harapan dan kualitas hidup. area atau lokasi yang sama dimana mereka tinggal. pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar. sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan. Walaupun tidak semua perubahan struktur dan fisiologis. ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial. Professional kesehatan lebih banyak meluangkan waktu dengan lansia dalam perawatan kesehatan. mental. penyempumaan kondisi sosial. Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan dibawah pemerintahan yang sama. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perawatan kesehatan komunitas adalah suatu bidang dalam ilmu keperawatan yang merupakan keterpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat. definisi. sosial ekonomi dan spiritual yang mempengaruhi kemampuan fungsional dalam aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga menjadikan lansia menjadi lebih rentan menderita gangguan kesehatan baik fisik maupun mental.Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat. berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. daerah terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok siswa di sekolah. secara menyeluruh dan terpadu ditujukan kesatuan yang utuh melalui proses keperawatan untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal. saling berinteraksi satu sama lain. keluarga. 1. Sasaran keperawatan komunitas adalah seluruh masyarakat termasuk individu. B. Keperawatan kesehatan komunitas menurut ANA (1973) adalah suatu sintesa dari praktik kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat. RUMUSAN MASALAH Apa pengertian dari lansia? Perubahan apa saja yang terjadi pada lansia? Permasalahan apa yang timbul pada lansia? . 3. perbaikan lingkungan fisik. kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama (Riyadi. rehabilitasi. keluarga. Praktik keperawatan kesehatan komunitas ini bersifat menyeluruh dengan tidak membatasi pelayanan yang diberikan kepada kelompok umur tertentu. dan kelompok yang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk di daerah kumuh. Hal ini karena pada usia lanjut individu akan mengalami perubahan fisik. Lansia memerlukan bantuan yang lebih besar dalam identifikasi. dan resolusi masalah yang mempengaruhi mereka. serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan dengan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif. ditujukan kepada individu.

2. penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. 3) Mampu menentukan diagnosa keperawatan pada komunitas kelompok khusus lansia. 5) Mampu menerapkan rencana keperawatan pada asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus lansia. bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua. Menurut organisasi dunia . Jumlah kelompok usia ini meningkat drastic dan ahli demografi memperhitungkan peningkatan populasi lansia sehat terus menigkat sampai abad selanjutnya (Potter & Perry. 2005). D. BAB II TINJAUAN TEORI A. 2) Mampu melaksanakan pengkajian pada kelompok khusus lansia dengan masalah yang ada. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat. 4) Mampu membuat rencana tindakan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus lansia. Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus. Mahasiswa / Penyusun Menambah pengetahuan dan mampu membuat serta memberikan asuhan keperawatan lansia sehingga nantinya diharapkan mampu mengembangkan asuhan keperawatan terhadap lansia dimasa mendatang. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel.4. 2004). Lansia dan Masyarakat Umum Memberikan gambaran kesehatan guna meningkatkan status kesehatan lansia di komunitas. Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. biasanya antara usia 65 dan 75 tahun. Manfaat Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1. Menurut Constantinidies menua (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan – lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti diri dan mempertahankan fungsi formalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. TUJUAN a) Tujuan umum Agar mahasiswa /mahasiswi keperawatan Universitas Jenderal Soedirman memperoleh informasi dan gambaran tentang Asuhan Keperawatan Komunitas Pada Kelompok Khusus Lansia. Bagaimana peran perawat terhadap lansia? C. 6) Mampu meyimpulkan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus lansia yang bermasalah. serta sistem organ. seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat (Ismayadi. aspek ekonomi dan aspek sosial. jaringan. b) Tujuan khusus 1) Mampu menjelaskan konsep teori tentang kelompok khusus lansia. Definisi Masa dewasa tua (lansia) dimulai setelah pensiun. Secara ekonomi. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi.

kognitif. perumahan yang sehat dan kondisi rumah yang tentram dan aman. pemeriksaan kesehatan secara rutin. rohani maupun daya pikir berdasar pengalamannya masing-masing. Usia lanjut (elderly) adalah kelompok usia 60-74 tahun.. Teori Genetic Clock Menurut teori ini menua telah terprogram secara genetik untuk spesies tertentu . Kebutuhan tersebut diperlukan oleh lanjut usia agar dapat mandiri. Tahap proses menua terjadi pada orang dengan usia berbeda 2. 2. Tidak ada satu faktorpun ditemukan untuk mencegah proses menua Ada beberapa teori tentang proses penuaan.Kebutuhan tersebut diantaranya orang lanjut usia membutuhkan rasa nyaman bagi dirinya sendiri. dan (5) Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs) adalah kebutuhan untuk mengungkapkan kemampuan fisik. papan. dan usia sangat tua (very old) adalah kelompok usia diatas 90 tahun. 2004). Kebutuhan tersebut sejalan dengan pendapat Maslow menyatakan bahwa kebutuhan manusia meliputi (1) Kebutuhan fisik (physiological needs) adalah kebutuhan fisik atau biologis seperti pangan. membagi pengalaman. bersemangat untuk hidup. Sejak awal kehidupan sampai berusia lanjut setiap orang memiliki kebutuhan psikologis dasar (Setiati. kebutuhan-kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan semua orang dalam segala usia. a) Kebutuhan Hidup Orang Lanjut Usia Setiap orang memiliki kebutuhan hidup. sandang. baik lahiriah maupun batiniah seperti kebutuhan akan jaminan hari tua. Jam ini akan menghitung mitosis dan menghentikan replikasi sel bila tidak berputar. Mayoritas merupakan anggota komunitas yang aktif. kita akan mati meskipun tanpa disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit terminal. (2) Kebutuhan ketentraman (safety needs) adalah kebutuhan akan rasa keamanan dan ketentraman. kebebasan. Kebutuhan hidup orang lanjut usia antara lain kebutuhan akan makanan bergizi seimbang. Tingkat pemenuhan kebutuhan tersebut tergantung pada diri orang lanjut usia. Setiap spesies mempunyai di dalam nukleinya suatu jam genetik yang telah di putar menurut suatu replikasi tertentu. kesenian. seks dan sebagainya. dan tidak mampu mebuat keputusan yang berkaitan dengan kebutuhan mereka. Teori Mutasi Genetik (somatic mutatie theori ) . dan kesehatan psikososial. b) Teori – teori Proses Menua Sebenarnya secara individual 1. kesamaan hobby dan sebagainya (4) Kebutuhan harga diri (esteem needs) adalah kebutuhan akan harga diri untuk diakui akan keberadaannya. Jadi menurut konsep ini jika jam ini berhenti. Masing – masing lanjut usia mempunyai kebiasaan yang berbeda 3.2000). organisasi profesi. dan berperan dalam kehidupan. keluarga dan lingkungannya . Hanya sedikit yang telah kehilangan kemampuan untuk merawat diri sendiri. bingung atau merusak diri. Asuhan keperawatan lansia mengahadapi tantangan khusus karena perbedaan fisiologis. dan produktif. Orang lanjut usia juga memiliki kebutuhan hidup yang sama agar dapat hidup sejahtera. Usia lanjut (old) adalah kelompok usia 75-90 tahun. Konsep “ genetic clock” didukung oleh kenyatan bahwa ini cara menerangkan mengapa pada beberapa spesies terlihat adanya perbedaan harapan hidup yang nyata. kemandirian dan sebagainya (3) Kebutuhan sosial (social needs) adalah kebutuhan untuk bermasyarakat atau berkomunikasi dengan manusia lain melalui paguyuban. antara lain: 1. Lansia bervariasi pada tingkat kemampuan fungsional. sehingga mereka mempunyai banyak teman yang dapat diajak berkomunikasi. Jika kebutuhankebutuhan tersebut tidak terpenuhi akan timbul masalah-masalah dalam kehidupan orang lanjut usia yang akan menurunkan kemandiriannya (Ismayadi. serta rasa nyaman terhadap lingkungan yang ada. terlibat. memberikan pengarahan untuk kehidupan yang baik. olah raga.(WHO) lanjut usia meliputi usia pertengahan (middleage) adalah kelompok usia 45-59 tahun.

Teori rantai silang Sel – sel yang tua dan usang. Pengumpulan dari pigmen atau lemak dalam tubuh yang disebut “ teori akumulasi dari produk sisa”. 6. tidak stabil radikal bebas ( kelompok atom ) mengakibatkan oksidasi oksigen bahan – bahan organik seperti karbohidrat dan protein. Menurunnya porposi protein di otak. Mengecilnya saraf panca indra: berkurangnya penglihatan. kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel –sel tubuh lelah terpakai. 4. kekacauan dan hilangnya fungsi.ginjal. suara yang tidak jelas. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kesetabilan lingkungan internal. “ Teori imonologi saw virus” Sistem imun menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Radikal ini menyebabkan sel –sel tidak dapat regenerasi. Ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut sehingga tubuh menjadi lemah dan sakit. Theori program Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah yang membelah setelah sel. d.sel mati. mengecilnya saraf penciuman dan rasa. c) Perubahan – perubahan yang terjadi pada Lanjut Usia Perubahan – perubahan fisik 1. 5. otot. b. darah dan hati d. 7. Membran timpani menjadi atropi menyebabkan otosklerosis . Teori stres menua akibat terjadi hilangnya sel – sel yang bisa digunakan tubuh. hilangnya pendengaran. hilangnya kemampuan atau daya pendengaran pada telinga dalam. Terganggunya mekanisme perbaikan sel e. Tidak ada perlindungan terhadap radiasi. penyakit dan kekurangan gizi. Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan kurangnya cairan intramuskuler c. 12. Teori “ pemakaian dan rusak “ Kelebihan usaha dan stres menyebabkan se –sel tubuh lelah terbakar. sulit mengerti kata. 9. Cepat menurunnya persarafan b. Lebih sedikit jumlahnya b. Kurangnya sensitif pada sentuhan 3.Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang diprogram oleh molekul – molekul DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi. Reaksi dari kekebaian sendiri ( auto immunne theori) Didalam metabolisme tubuh. Otak menjadi atropis beratnya berkurang 5-10% 2.. khususnya jaringan kolagen. Sistem Pendengaran a. c. 11. 50% terjadi pada usia diatas 65 tahun. Lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin. 3. Teori radikal bebas Radikal bebas dapat dibentuk dialam bebas. reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat. Lambannya dalam respon dan waktu untuk bereaksi khususnya dengan stres. Peningkatan jumlah kolagen dalam jaringan. 8. Sistem pernafasan a. suatu saat diproduksi suatu zat khusus. Prebiakusis ( gangguan dalam pendengaran ). Sel a. 10. terutama terhadap bunyi dan atau nada – nada tinggi. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastis.

menarik nafas lebih berat. Kemampuan pegas. Hilangnya daya akomodasi. hipotalamus dianggap bekerja sebagai termostat. Sistem Respirasi a. Elastisitas dinding vaskuler menurun. 8. kapasitas pernafasan maksimum menurun dan kedalaman bernafas menurun. Keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas banyak sehingga terjadi rendahnya aktifitas otot. Sistem penglihatan a. atau dari duduk ke berdiri bisa menyebabkan tekanan darah menurun menjadi 65 mmHg ( mengakibatkan pusing mendadak). Kemampuan untuk batuk berkurang f. b. kapasitas residu meningkat. jelas menyebabkan gangguan penglihatan c. Alveoli ukurannya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang d. Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkanya kreatin d. dinding dada dan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan pertambahan usia. Atropi payudara h. Indra pengecap menurun dan esofagus melebar c. Temperatur tubuh menurun atau hipotermi secara fisiologis kurang lebih 35 derajat celcius ini akibat metabolisme menurun. Kehilangan gigi penyebab utama adanya periondontal disease b. c. Lambung : rasa lapar menurun asam lambung menurun. sistolik normal kurang lebih 170 mmHg. dan susah melihat dalam cahaya gelap d. menurunya lapang pandang. b. Sistem kardiovaskuler a. Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa atau stres 4. menurunnya aktifitas silia b. Liver : makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan. c. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun. daya adaptasi terhadap kegelapan menjadi lebih lambat. Pada laki – laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa. lensa lebih suram atau kekeruhan pada lensa menjadi katarak. Meningkatnya ambang. perubahan posisi dari tidur ke duduk. kemunduran terjadi akibat berbagai faktor yang mempengaruhinya yang sering ditemui antara lain: a. Kehilangan elestisitas pembuluh darah. Menciutnya ovari dan uterus g. 7. berkurangnya aliran darah f. Dorongan seksual menetap sampai usia diatas 70 tahun . Tekanan darah meningkat diakibatkan meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer. menyebabkan kontraksi dan volumenya. pengamatan sinar. diastolik normal kurang lebih 90 mmHg 6. yaitu menetapkan suhu teratur. Sistem pengaturan temperatur tubuh Pada pengaturan tuhu. Sistem gastrointestinal a. meskipun adanya penurunan secara berangsur – angsur. Otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku. Spingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar b. Oksigen pada arteri menurun menjadi 75 mmHg.c. 5. i. karbodioksida pada arteri tidak berganti e. kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi. Paru – paru kehilangan elastisitas. Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi e. d. Kornea lebih berbentuk sferis atau bola. menurunnya membedakan warna biru atau hijau. waktu mengosongkan menurun d.katup jantung menebal dan menjadi kaku.

otot kram dan tremor. Menurunnya sekresi hormon kelamin. Pembesaran prostat kurang lebih 75 % dialami oleh pria diatas 65 % tahun c. sehingga gerak menjadi lambat. Permukaan kulit kasar dan bersisik c. b. f. yang memungkinkan lansia untuk mengevaluasi ulang mendefinisikan kembali pekerjaan mereka. d. a. Atropi serabut otot. Sistem Endokrin a. . B. kuku menjadi pudar dan kurang bercahaya.FSH dan LH.berkurangnya produksi dari ACT. Tulang kehilangan density ( cairan ) dan makin rapuh b. Produksi dari hampir semua hormon menurun. Discus intervertebralis menipis dan menjadi pendek. mekanisme proteksi kulit menurun. Menurunnya produksi aldosteron f. Sistem Genitourinaria Ginjal: mengecil dan nefron menjadi atropi. Sistem muskoloskeletal a. kuku jari menjadi keras dan rapuh. vasikaurinaria susah dikosongkan sehingga mengakibatkan meningkatnya retensi urin. Tendon mengerut dan mengalami sklerosis f. b. Kiposis. atau dapat menyebabkan buang air kecil meningkat. e. Selaut lendir menurun 9. Penilaian ulang ini mengrahkan lansia untuk mengganti peran yang sudah hilang dengan peran dan aktivitas baru. Pitutari: pertumbuhan hormon ada terapi lebih rendah dan hanya didalam pembuluh darah. kuku kaki tumbuh secara berlebihan. Menurunnya aktifitas tiroid menurunnya BMR dan daya pertukaran zat e. pinggang lutut dan jari –jari pergelangan terbatas geraknya. h. Fungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah. 12.j. d.  Perbedaan ego versus preokupasi peran kerja. kapasitas menurun sampai 200ml. Vesika urinaria : otot – otot menjadi lemah. Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu. aliran darah ke ginjal menurun sampai 50% fungsi tubulus berkurang.TSH. c. misalnya progesteron. Persendian membesar dan kaku e. Tugas Perkembangan Lansia Peck mengonseptualisasikan tiga tugas yang berisi pengaruh dari hasil konflik antara perbedaan integritas dan keputusasaan. lansia mampu menemukan cara-cara baru memandang diri mereka sendiri sebagai orangtua dan okupasi. Sistem kulit a. c. Berkurangnya elastisitas kulit akibat dari menurunnya cairan dan vaskularitas g. Menurunnya respon terhadap trauma. Pertumbuhan kuku lebih lambat. d. Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya. Kulit keriput atau mengkerut b. Rambut dan hidung dan telinga menebal. estrogen dan testosteron 11. Tugas ini membutuhkan pergeseran sistem nilai seseorang. Selanjutnya. Atrofi vulva 10.

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 akan meningkat menjadi 209. terjadi pengurangan fungsi organ di dalam perut. Untuk beberapa orang. penglihatan menurun sebagian dan menyeluruh. Terjadinya perubahan normal pada fisik lansia Perubahan normal ( alami ) tidak dihindari cepat dan lambatnya perubahan dipengaruhi oleh faktor kejiwaan.49. nafas menjadi pendek. otot bekerja tidak efisien. jiwa dan jumlah lansianya 15. Permasalahan yang timbul Pada Lansia Berikut ini kita bicarakan masalah kesehatan lansia. pendengaran juga berkurang. Adanya dampak pembangunan yang merugikan seperti urbanisasi dan popuilasi pada kehidupan dan penghidupan lansia. Perubahan akan terlihat pada jaringan organ tubuh seperti: kulit menjadi kering dan keriput. dinding pembuluh darah menebal dan terjadi peningkatan tekanan darah.tinggi badan menyusut karena proses ostoporosis yang berakibat badan bungkuk. yang bisa disebut-paras dan perasaan kurang penting dibanding pengetahuan yang telah diperoleh seseorang untuk masa depan yang lebih luas dan lebih panjang daripada yang dapat dicakup oleh ego seseorang. Nilai perkerabatan melemah. ”individu yang panjang umur cenderung lebih khawatir tentang apa yang mereka lakukan daripada tentang siapa mereka sebenarnya. Bersarnya jumlah penduduk lansia dan tingginya prosentase kenaikan lansia memerlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan kesehatan bagi lanjut usia. Peck mengemukakan bahwa dalam sistem nilai mereka. dan persahabatan mereka. daya penciuman berkurang.” manusia menyelesaikan hal ini melalui warisan mereka. terjadi penurunan fungsi organ reproduksi terutama ditemukan pada wanita.. 1. kekuatan berkurang dan mudah patah. Peck mengemukakan bahwa cara paling konstruktif untuk hidup di tahun-tahun terakhir dapat didefinisikan dengan : ”hidup secara dermawan dan tidak egois yang merupakan prospek dari kematian personal-the night of the ego. Menurut Kinsilla dan Taeuber ( 1993) peningkatan penduduk lansia dalam waktu 1990-2000 sebesar 41% dan merupakan yang tertinggi didunia ( Darmojo. anak anak mereka.” Untuk mengklarifikasi. lebih bermakna. Terbatasnya sarana dan fasilitas pelayanan bagi lansia f. Sebagian besar lansia mengalami beberapa penurunan fisik. Body transcendence versus preokupasi tubuh.”  Transendensi ego versus preokupasi ego. tulang keropos masanya berkurang. Jumlah lansia miskin makin banyak c. (Stanley & Beare.28% (Anwar. Rendahnya kualitas dan kuantitas tenaga profesional yang melayani lansia e.262. atau lebih bahagia bagi orang-orang yang meneruskan hidup setelah kematian.535.199. 1999:1). sosial. ekonomi dan medik. Orang lain memiliki kemampuan untuk terlibat dalam kesenangan psikologi dan aktivitas sosial sekalipun mereka mengalami perubahan dan ketidaknyamanan fisik. Permasalahan Khusus a. tatanan masyarakat makin individualistik d. Permasalah Umum a. kontribusi mereka pada masyarakat. ”sumber-sumber kesenangan sosial dan mental dan rasa menghormati diri sendiri mengabaikan kenyamanan fisik semata. elastisitas jaringan paru berkurang. C. mereka hidup di luar diri mereka sendiri daripada kepribadian mereka sendiri secara egosentris.1994 ). b. otak menyusut dan reaksi menjadi lambat terutama pada pria dan sexsualitas tidak selalu menurun b. Terjadi perubahan abnormal pada fisik lansia . 2. Mereka ”ingin membuat hidup lebih aman. 2006). kesenangan dan kenyamanan berarti kesejahteraan fisik. berarti 7. rambut beruban dan rontok. Orang-orang tersebut mungkin mengalami kesulitan terbesar dalam mengabaiakan status fisik mereka.

Perubahan yang terjadi misalnya: katarak. kelainan prostat dan inkotenensia .Perubahan fisik pada lansia dapat diperbaiki dan dapat dihilangkan melalui nasehat atau tindakan medik. kelainan sendi.

Perawat gerontologi mengaplikasikan dan ahli dalam memberikan pelayanan kesehatan utama pada lanjut usia dank keluarganya dalam berbagai tatanan pelayanan. maka penting sekali bagi perawat untuk mengembangkan pendekatan asuhan yang positif bagi klien lansia. pengalaman kerja.  Pendekatan perawatan lanjut usia a. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka. b. Usia. . Perawat dapat meningkatkan kemandirian dan harga diri klien yang merasa bahwa hidup tidak lagi berharga. dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial. Klien ini sering kali memandang diri sendiri sebagai pecundang. interpreter terhadap segala sesuatu yang asing. yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. perawat dapat berperan sebagai supporter. Untuk memberi asuhan yang efektif. dan lembaga pekerjaan seorang perawat mempengaruhi stereotip. Perawat gerontologi dalam prakteknya menggunakan managemen kasus. mencegah dan meminimalkan kecacatan dan menunjang proses kematian yang bermartabat. Sikap perawat terhadap lansia Perawatan gerontologi atau gerontik adalah ilmu yang mempelajari dan memberikan pelayanan kepada orang lanjut usia yang dapat terjadi di berbagai tatanan dan membantu orang lanjut usia tersebut untuk mencapai dan mempertahankan fungsi yang optimal. Lingkup praktek keperawatan gerontologi adalah memberikan asuhan keperawatan. Pendekatan sosial Mengadakan diskusi. malaksanakan advokasi dan bekerja untuk memaksimalkan kemampuan atau kemandirian lanjuy usia. meningkatkan dan mempertahankan kesehatan. Penting bagi perawat untuk mengkaji sikapnya pada penuaan karena sikap tersebut mempengaruhi asuhan keperawatan. Peran lanjut perawat tersebut independen dan kolaburasi dengan tenaga kesehatan profesional. . Pendekatan fisik Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : . c. tukar pikiran. Sikap negatif dapat mengakibatkan penurunan rasa nyaman. pendidikan. Klien dalam fasilitas perawatan jangka panjang memberi tantangan khusus bagi perawat. dan kesejahteraan klien.Klien lanjut usia yang masih aktif. konsultasi . pendidikan. Pengalaman pribadi dengan lansia sebagai anggota keluarga dapat juga mempengaruhi sikap. sikap tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas asuhan.Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit. adekuat. perawat harus menciptakan sikap positif terhadap lansia. Pendekatan psikis Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. dan mungkin masyarakat juga memandang mereka seperti itu. Lebih jauh lagi.D. Karena lansia menjadi lebih lazim dalam pelayanan kesehatan. penelitian dan administrasi. sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab. Perawat harus menjelaskan sikap pribadi dan nilai tentang lansia untuk memberikan perawatan paling efektif.

2010). apakah saling berdempetan. agama. c. contohnya seperti pabrik. apakah terdapat polusi udara yang dapat mengganggu pernafasan warga atau tidak.BAB III PROSES KEPERAWATAN A. Agama : Mayoritas beragama Islam dan beberapa diantaranya beragama nasrani 2. 4) Jarak antar rumah/ kepadatan Jarak antar rumah satu dengan yang lainnya. dalam model asuhan keperawatan pengkajian secara umum meliputi inti komunitas yaitu penduduk serta delapan subsistem yang mempengaruhinya. Inti komunitas. Menurut Anderson E dan McFarlene. gotong royong dan kerukunan antar warganya. keadaan saluran air disekitar rumah. keyakinan serta riwayat timbulnya kelompok atau komunitas yang dapat dicontohkan sebagai berikut : Jumlah penduduk : 987 jiwa a) Laki – laki : 523 jiwa b) Perempuan : 464 jiwa Pendidikan penduduk : Para penduduk mayoritas berpendidikan hingga lulus SLTA dan beberapa diantaranya perguruan tinggi. jenis kelamin. 3) Tingkat kebisingannya Adanya sumber suara / bising yang dapat mengganggu keadaan lansia. b. pekerjaan. arisan. Hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang masih terus berjalan. dan takziyah. Seperti: kerja bakti. nilai – nilai. Pengkajian yang difokuskan pada pengkajian unutk etiologi fisiologis. Pendidikan Riwayat pendidikan. Nilai dan kepercayaan : Nilai dan norma para masyarakat masih mengenal nilai kesopanan. 1. dan lingkungan dari kondisi gangguan mental pada lanjut usia yag dirawat (Kushariyadi. fungsi tubuh. vital stastistik. Vital Statistik Data demograf kelompok atau komunitas yang terdiri : jumlah penduduk lansia dalam wilayah. dan situasi social. pekerjaan. umur. 2) Kualitas air Sumber air yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. keyakinan/nilai yang dianut serta data-data tentang subsistem sebagai berikut :. Data subsistem a. Pengkajian Pengkajian multidimensional meliputi kesehatan mental dan fisik. pendidikan terakhir dan juga apakah ada sarana pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan warga. pendidikan. Data inti a. Lingkungan fisik 1) Kualitas udara Keadaan udara di daerah tempat tinggal lansia beriklim sejuk atau panas. perlu dikaji tentang pendidikan. Suku Bangsa : Suku Jawa Status perkawinan : Menikah dan kebanyakan penduduk di komunitas tersebut adalah janda (lansia) karena kebanyakan pasangannya meninggal. psikologis. agama. Karekteristik Umur Dan Sex. Demografi. Keamanan dan transportasi .

koran. kapan saja dibuka. Ekonomi Tingkat sosial ekonomi komunitas secara keseluruhan. f.Keadaan penjagaan lingkungan sekitar seperti adanya siskamling. puskesmas. Komunikasi Sarana komunikasi apa saja yang dapat dimanfaatkan di komunitas tersebut untuk saling berkomunikasi antar warga atau untuk mendapatkan informasi dari luar misalnya televisi. B. Rekreasi Apakah tersedia sarananya. psikologis dan sosial serta interaksi perilaku dengan lingkungan. masih bekerja atau tidak. atau leaflet yang diberikan kepada komunitas. Politik dan pemerintahan Kebijakan yang ada didaerah tersebut apakah cukup menunjang sehingga memudahkan komunitas mendapat pelayanan di berbagai bidang termasuk kesehatan. g. kelompok dan masyarakat. No. Diagnosa keperawatan Untuk menentukan masalah kesehatan pada masyarakat dapatlah dirumuskan diagnosa keperawatan komunitas yang terdiri dari :  Masalah (Problem) Yaitu kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang terjadi. bagaimana dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. balai pengobatan) untuk melakukan deteksi dini gangguan atau merawat atau memantau apabila gangguan sudah terjadi serta karakteristik pemakaian fasilitas pelayanan kesehatan. Sarana transportasi yang digunakan warga untuk mobilisasi sehari menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.Analisis data a.  Penyebab (Etiologi) Yang meliputi perilaku individu. satpam atau polisi.  Tanda dan Gejala (Sign and Sympton) Yaitu informasi yang perlu untuk merumuskan diagnosa serta serangkaian petunjuk timbulnya masalah. Rekreasi ini hendaknya dapat digunakan komunitas untuk mengurangi stress. h. radio. dan apakah biayanya terjangkau oleh komunitas. Apakah dari keamaan tersebut menimbulkan stress atau tidak.Kader posyandu mengatakan 35% lansia menderita diabetes namun jarang memeriksakan kondisinya. d. 1 Data Ds: . keluarga. e. Do: Problem Diabetes pada lansia Etiologi Kebiasaan hidup lansia yang tidak terkontrol . lingkungan fisik dan biologis. Pelayanan social dan kesehatan Tersedianya tempat pelayanan kesehatan (rumah sakit.

Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan status kesehatan.Tubuh terlihat bintik-bintik merah. 3. . Ds: . 2. Besarnya resiko 4. 1 Dx.2 3. b.3 1 4 4 4 2 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 5 4 3 3 Kriteria penapisan 6 7 8 9 3 3 4 3 3 4 2 2 4 3 3 3 10 3 3 3 11 3 3 3 12 3 4 4 13 42 40 39 Keterangan : 1. Sesuai degan peran perawat komunitas. Diabetes berhubungan dengan kebiasaan hidup lansia yang tidak terkontrol. Kemungkinan untuk pendidikan kesehatan 5. Hipertensi berhubungan dengan ketidakpatuhan lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Kriteria Penapisan Dx. Kep Dx. Do: .Lansia menkonsumsi makanan dengan tidak terkontrol dan hanya berada di rumah setiap harinya DS: Bidan desa mengatakan lansia banyak yang menderita hipertensi dan lansia malas mengikuti posyandu lansia yang diselengarakan setiap bulannya. Hipertensi Ketidakpatuhan lansia mengikuti posyandu lansia dalam Resiko kerusakan integritas kulit Perubahan status kesehatan Diagnosa : 1.Banyak warga yang mengeluh gatal-gatal pada tubuhnya. Minat masyarakat . Jumlah yang beresiko 3. 2. 2 Dx.

Rencana Tindakan Diagnosa Diabetes berhubungan dengankebiasaan hidup lansia yang tidak terkontrol ditandai dengan 35 % lansia menderita diabetes Tujuan jangka pendek Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 minggu. (2006). 2. Lansia mampu mengontrol asupan makanan sehari harinya dan dapat melakukan sedikit aktivitas. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara . Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan Praktik. (2006).T. Lansia rutin setiap bulannya menghadiri kegiatan posyandu lansia yang diadakan. Jakarta : EGC Ismayadi. komunitas diharapkan angka diabetes (kadar glukosa) pada lansia dapat menurun DAFTAR PUSTAKA Anderson. 9. Oliver. Tujuan jangka panjang Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 8 minggu. Lynn. Teori & Praktik Keperawatan Pendekatan Integral pada Asuhan Pasien. Kemungkinan untuk diatasi Sesuai program pemerintah Sumber daya tempat Sumber daya waktu Sumber daya dana Sumber daya peralatan Sumber daya manusia Skor : 1 = sangat rendah 2 = rendah 3 = cukup 4 = tinggi 5 = sangat tinggi Jumlah skor 121 c. & Slevin. komunitas diharapkan: 1.6. 11. 7. Basford. 10. Jakarta : EGC. 12. (2004). 8. E. Asuhan Keperawatan Dengan Reumatik (Artritis Treumatoid) Pada Lansia.

A. Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Buku Ajar Keperawatan Gerontik Edisi kedua. Keperawatan Gerontik Edisi kedua. Proses. Jakarta: EGC Potter. & Beare. Asuhan Keperawatan Care. dan Praktik. Wahyudi. Sugeng (2007). Jakarta : Salemba Medika Nugroho. retieved may 12nd Stanlet. UniversitaMuhammadiyah Malang Klien Lanjut Usia dengan Demensia pada Home Kushariyadi. (2006). Patricia.Kushariyadi. Mickey. & Anne Griffin Perry. Jakarta: EGC Riyadi.(2005). (2000). Jakarta : EGC . (2009). Patricia Gauntlett. (2008). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep. Asuhan Keperawatan pada Klien Lanjut Usia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful