SESI :5

I

PENDAHULUAN

Standar sistem mutu, yaitu ISO 9001:2008 telah diluncurkan dan dikenal dengan ISO 9001:2000 "Quality Management Systems " (QMS) atau Sistem Manajeman Mutu ( SMM). Sistem Manajemen Mutu merupakan versi terbaru dari seri ISO 9000:2008 yang diluncurkan pada tahun 2008 merupakan revisi dari versi sebelumnya yaitu ISO 9000:1994.

Dalam SMM dokumen dan rekaman merupakan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaptkan sertifikasi ISO 9001:2008. Pengendalian dokumen sekarang ini telah dan masih menjadi unsur kunci di dalam standar Sistem Manajemen Mutu (SMM). Tanpa pengendalian dari prosedur dan rekaman yang handal, suatu integritas SMM institusi / perusahaan akan gagal dalam bisnisnya .Dokumen dan rekaman adalah sistem yang harus dipatuhi dan akan diaudit.

1.

DOKUMEN SMM ISO 9001:2008

1.

Persyaratan Dokumen

Sesuai dengan pasal 4.2 dalam ISO 9001 :2008, persyaratan dokumentasi secara umum adalah sebagai berikut (4.2.1)

Dokumentasi sistem manajemen mutu harus meliputi :

1. 2. 3.

pernyataan terdokumentasi dari kebijakan dan sasaran mutu manual mutu prosedur terdokumentasi dan catatan yang dibutuhkan oleh standar internasional, dan

SMM
1

4.

dokumen , catatan yang ditetapkan organisasi yang penting untuk memastikan perencanaan, operasi dan pengendalian yang efektif dari proses-proses.

Catatan 1:Bila istilah “prosedur terdokumentasi” tampak dalam Standar Internasional ini, maka berarti bahwa prosedur ditetapkan, didokumentasikan, dijalankan dan dipelihara. Suatu dokumen tunggal dapat mengidentifikasikan persyaratan untuk satu atau lebih prosedur. Suatu pernyataan untuk satu prosedur yang terdokumentasi dapat mencakup 1 atau lebih dokumen.

Catatan 2: Cakupan pendokumentasian sistem manajemen mutu (SMM) dapat berbeda dari satu organisasi ke organisasi yang lain karena : 1. ukuran organisasi dan jenis kegiatannya. 2. Kerumitan proses dan interaksinya, dan 3. Kompetensi karyawannya. Catatan 3 :Dokumentasi dapat berupa media apapun

Untuk pengendalian dokumen (4.2.3) disebutkan bahwa : dokumen yang diminta oleh sistem manajemen mutu harus dikendalikan. Rekaman/Catatan adalah jenis khusus dari dokumen dan harus dikendalikan menurut persyaratan yang diberikan dalam 4.2.4.

Harus ditetapkan suatu prosedur terdokumentasi untuk menetapkan pengendalian yang diperlukan. 1. 2. 3. Untuk menyetujui dokumen akan kecukupannya sebelum diterbitkan. Untuk meninjau dan memutakhirkan seperlunya dan menyetujui ulang dokumen. Untuk memastikan bahwa perubahan dan status revisi terkini dari dokumen yang ditunjukkan Untuk memastikan bahwa versi relevan dari dokumen yang berlaku tersedia di tempat pemakaian. Untuk memastikan dokumen selalu dapat dibaca dan mudah dikenali Untuk memastikan bahwa dokumen yang berasal dari luar dikenali dan distribusinya dikendalikan.

4.

5. 6.

SMM
2

7.

Untuk mencegah pemakaian tak disengaja dari dokumen kadaluarsa dan membubuhkan identifikasi agar mampu telusur bila disimpan untuk tujuan apapun.

Sesuai dengan pasal 4.2.4 tentang Pengendalian rekaman. Rekaman harus ditetapkan dan dipelihara untuk memberikan bukti kesesuain pada persyaratan dan operasi efektif dari sistem manajemen mutunya. Rekaman harus tetap mudah dapat dibaca, siap ditunjukkan dan diambil. Harus ditetapkan prosedur terdokumentasi untuk menetapkan kendali yang diperlukan untuk identifikasi, penyimpanan, perlindungan, pengambilan, masa simpan dan pembuangan rekaman.

1.

Jenis Dokumen SMM ISO 9001:2008

Dalam rangka memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008, Sekolah sebagai suatu institusi membutuhkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan ,sebagaimana yang dipaparkan berikut ini :

Dokumen yang dipersyaratkan; Kebijakan Mutu dan Sasaran mutu Dokumen tingkat I : Pedoman Mutu Dokumen tingkat II : Prosedur Mutu Dokumen tingkat III : Instruksi Kerja Dokumen tingkat IV : Dokumen pendukung rekaman

Kebijakan mutu dan sasaran mutu merupakan dokumen tingkat I, yang dapat menyatu atau terpisah dari dokumen Pedoman Mutu.

1.

Kebijakan Mutu : Kebijkan mutu merupakan merupakan dokumen yang dibuat oleh lembaga/ institus1 yang berisi tentang ikrar top manajemen yang memastikan bahwa kebijakan mutu harus sesuai dengan tujuan organisasi, mencakup ikrar pelibatan untuk memenuhi persyaratan dan terus menerus memperbaiki keeketifan SMM, sebagai kerangka

SMM
3

Sasaran Mutu Merupakan dokumentasi yang harus disusun untuk memastikan bahwa sasaran mutu ditetapkan untuk memenuhi persyaratan produk. Sumber daya manusia harus bertanggungjawab dan melaksanakan serta melakukan penyempurnaan dan berperan aktif untuk meninjau dan memperbaiki Sistem Manajemen Mutu secara berkelanjutan. 4. 1. Perubahan itu masa depan 5. Dalam segala aktivitasnya menerapkan budaya mutu sebagai berikut : Mari berubah ! Mari berkompetisi ! Quality is not accident (kualitas bukan hasil dari sebuah kecelakaan). di unit kerja masing-masing. 3. 2.. Kebijakan Mutu Sekolah………… Sekolah …………………………. bertekad menerapkan Sistem Manajenen Mutu ISO 9001 : 2008 agar menjadi lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang berstandar nasional. dengan kebijakan: 1. dikokunikasikan dan dipahami dalam organisasi dan harus ditijau secara terus menerus kesesuaiannya. 4. ditetapkan pada fungsi dan SMM 4 .kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran mutu.. Berorientasi mutu pada setiap kegiatannya. 2. Contoh : Kebijakan mutu. Pelanggan yang berkaitan dengan layanan produk jasa Pendidikan dan Pelatihan puas. 3.

Organisasi/ meningkatkan efisiensi produksi sebesar 90% dan meningkatkan Perusahaan penjualan dengan cara mendapatkan pelanggan baru sebesar 10% dari tahun 2003. ( ada batas waktu yang jelas untuk pencapai sasaran mutu Contoh: Sasaran mutu Sasaran mutu level organisasi Menurunkan tingkat keluhan pelanggan sebesar 25%. Achiveable. Sasaran mutu harus terukur dan taat azas dengan kebijakan mutu . 3. departemen Sasaran Departemen Meningkatkan efisiensi produksi dengan cara menurunkan mutu level tingkat kegagalan atau adjustment proses produksi sehingga Produksi departemen rencana produksi dapat tercapai sebesar 85%. Sasaran Membeli barang yang sesuai dengan permintaan pengguna Departemen mutu level dengan harga kompetitif tetapi mutu yang terjamin dan departemen Pembelian memastikan jadwal pengiriman terpenuhi sebesar 80% dari yang dijadwalkan. Measureble. 4.tingkat relevan dalam organisasi. Untuk memastikan bahwa sasaran mutu dapat diukur . Pada saat menetapkan sasaran mutu berarti harus dibuat secara : 1. Result-oriented. 2. dapat menggunakan konsep SMART (Spesifik. Dapat dicapai Berorientasi pada pencapaian hasil. Sasaran Departemen Menurunkan tingkat keluhan pelanggan ditekan sebesar 10% mutu level Pemasaran dari tahun 2003. Time-line). Sasaran mutu level unit Unit Lab (QC) Memastikan bahwa mutu barang jadi yang dihasilkan oleh bagian produksi sesuai dengan spesifikasi produk serta mengembangkan metode inspeksi sehingga kegagalan inspeksi SMM 5 . Tepat waktu tersebut). 5. Spesifik (bukan bersifat umum) Dapat diukur.

termasuk Badan sertifikasi. nomor halaman.Daftar distribusi Daftar distribusi berisi fungsi-fungsi yang menerima dan memegang salinan Pedoman Mutu yang terkendali. Lembar revisi dan lembar pengendalian Lembar revisi merupakan daftar halaman dengan kolom-kolom untuk nama bagian dari dokumen. Daftar isi Daftar isi memuat nama-nama bagian Pedoman Mutu 2. status terbitan dan revisinya. Lembar pengendalian juga memuat uraian revisi yang menjelaskan bagian naskah yang berubah dan bagaimana perubahan itu. 6.3 ISO 9001:2008. seperti dinyatakan pada pasal 5. 3. 1. Pedoman Mutu Pedoman mutu/Manual Mutu merupakan dokumen mutu level pertama yang menyatakan bahwa organisasi/institusi menyatakan menerapkan SMM ISO 9001:2008 yang memuat : 1. Pernyataan kebijakan mutu (ditandatangani manajemen puncak) Kebijakan mutu disusun oleh Manajemen Puncak.dapat diturunkan sebesar 50% dari tahun 2003. Hal ini diperlukan agar pembaca dapat mengetahui bagian mana yang berubah. Kebijakan mutu Manajemen puncak harus memastikan kebijakan mutu SMM 6 .

maka ditulis misalnya . 3. Dikomunikasikan dan dimengerti di dalam organisasi. (misalnya perusahaan tidak melakukan pelayanan. Ditelaah untuk kesesuaian yang berkelanjutan. 7 dan 8 harus tertuang dalam Pedoman Mutu. 2. Lampiran-lampiran (daftar prosedur dsb) Di samping yang tersebut di atas mungkin ada lampiran-lampiran yang diperlukan. “unsur ini tidak dilakukan dalam aktivitas perusahaan. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan menelaah sasaran mutu.1. misalnya daftar prosedur dan Uraian Jabatan (job description). maka prosedur yang sesuai akan disusun oleh perusahaan.5 tentang pengawetan produk). Memuat komitmen untuk mematuhi persyaratan dan secara berkelanjutan menyempurnakan efektifitas SMM. Kalau ada unsur yang tidak dapat diterapkan sesuai dengan aktivitas organisasi/perusahaan hanyan diperkenankan sebagian dari pasal 7. Sesuai dengan maksud organisasi 2. Namun bila kelak diperlukan. oleh karena itu tidak diperlukan prosedur untuk unsur ini.” 3. 5. Struktur organisasi Struktur organisasi digambarkan sampai tingkat tertentu yang dipandang cukup. 4. diberi tanggal dan ditandatangani oleh eksekutif puncak. 6. pengawetan di SMM ISO 9001:2008 dinyatakan pada pasal 7. 1. dan 5. Unsur-unsur standar Setiap unsur-unsur standar dalam SMM ISO 9001:2008 mulai dari pasal 4. Struktur organisasi hingga tingkat yang lebih ke bawah dapat dipelihara di bagian-bagian/departemen masing-masing. SMM 7 .5.

Prosedur pengendalian dokumen (4.Mengenai hal yang tersebut terakhir ini dapat dimuat dalam dokumen yang terpisah khusus untuk Uraian Jabatan fungsi-fungsi yang penting.1. 4. status terbitan.2. Dokumen Prosedur Operasi Standar (POS) 4. maka bila ada revisi sulit untuk melepaskan halaman yang direvisi dan menggantinya dengan versi yang baru. sehingga bila tercecer akan mudah untuk mengembalikan ke tempat sesuai. Format Pedoman Mutu Format bagi Pedoman Mutu yang dianjurkan adalah: 1.2. 4.) Pengendalian Produk tidak sesuai ( 8. 2.3) SMM 8 . Oleh karena itu sebaiknya memakai ordner atau sejenisnya sehingga penggantian dapat dilakukan dengan mudah.2.3) Prosedur pengendalian rekaman (4. Kepala Divisi dan sebagainya. tetapi paling sedikit yang disertakan dalam pedoman Mutu adalah Uraian Jabatan bagi Wakil Manajemen. 3. Terdiri dari lembar-lembar yang lepas (loose leaf): Kalau dijilid secara permanent. proses atau hal-hal lainnya jangan disebut dengan istilah yang berlainan. 4. instruksi kerja dan lain-lain. nama jabatan.4) Prosedur audit internal (8. 2. Jenis-jenis Prosedur Operasi Standar Dokumen prosedur mutu yang dipersyaratkan dan wajib harus ada meliputi 6 prosedur yaitu : 1. Diberi identifikasi: Setiap halaman diberi identifikasi nama dan nomor bagian. Hal ini berlaku pula bagi jenis dokumen lain. misalnya prosedur. 3. di bagian lain disebut Manajer Departemen. misalnya di sati bagian dokumen disebut Kepala Departemen.2. Istilah dipakai secara konsekuen: Suatu pengertian. status revisi dan nomor halaman.

6. Arti dan Manfaat Prosedur Prosedur memberikan keterangan bagaimana suatu proses atau tahapan – tahapan proses yang harus dilakukan . Teknik Penulisan Prosedur Untuk melakukan penulisan prosedur ada beberapa metode/ bentuk. 4. 4. Referensi (reference) Dokumen atau standar lain yan g yang dapat menjadi acuan prosedur ini. 2. Tujuan (purpose) Menyatakan untuk apa prosedur diperlukan. singkatan dan lain-lain yang dipakai pada prosedur ini SMM 9 .5.5. Untuk menjawab tahapan proses tersebut.) Prosedur tindakan pencegahan (8. 3.2. perlu dibuat pertanyaan mengenai : 1. daerah kerja dan personil. 5. yang telah banya digunakan adalah metode 6 bagian (six part prosedur). Siapa (Who) Apa ( What) Dimana (Where) Kapan (When) Bagaimana (How) Prosedur harus mampu memberikan pedoman bagaimana seluruh personal di Organisasi/Perusahaan/Institusi dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Prosedur Tindakan koreksi (8. istilah. 2. Definisi (definition) Keterangan mengenai istilah.3 ) 1. 3. Ruang Lingkup ( Scope) Menyatakan batas-batas penerapan prosedur pada fungsi. 1.5. Metode 6 bagian dengan urutan sebagai berikut : 1.

who. misalnya contoh-contoh formulir. when. Daftar lampiran procedure. berikan nomor pada paragraf dengan sistem penomoran yang konsisten. yang dirangkaikan dengan beberapa kata “dan”. lakukanlah. ………………………………… ………………………. Kalau kalimat dapat dipecah menjadi dua atau lebih.where) 6. Hindari pemakaian kata-kata yang baru. Bagilah rangkaian kalimat menjadi paragraph terpisah bila mungkin (paragraf adalah bagian teks yang dimulai dengan baris baru dan terpisah dari kalimat yang dimulai baris baru berikutnya). Hindarkan kalimat-kalimat yang panjang. SMM 10 2. Hindarkan pemakaian kata atau susunan kalimat yang bermakna ganda (yang dapat ditafsirkan secara berlainan) atau tidak jelas. ……………………………………. 3.. 2. lebih dari satu kali. 1. “kemudian”. Prosedur (procedure). Isi prosedur yang sebenarnya mengenai tindakan-tindakan personil dan daerah kerja suatu aktifitas (what. 2. ………………… ……………………………… …………….4.(documentation). ……………………. Oleh karena itu harus diusahakan agar mudah dimengerti oleh segenap karyawan. 4. 5. terutama yang berisi konsep yang berlainan. Pisahkan setiap paragraf dengan ruang kosong (white space). Penomoran yang dianjurkan adalah sistem desimal: 1. Gunakan kata-kata yang sederhana. 4. Bila sesuai.5. 2. 2. ………………………………………………… 1. Perkataan yang umum dipakai lebih baik daripada kata yang baku (standar) tetapi artinya tidak banyak yang mengerti. Untuk keperluan itu pedoman penulisan di bawah ini dianjurkan : 1. ya penerapan rangkaian ISO 9008 antara lain terletak pada sampai di mana dokumen dimengerti oleh para karyawan. instruksi kerja dll ditulis untuk kalangan yang luas.. Susunan kalimat yang singkat ttapi jelas. “atau”. Teknik Penulisan Prosedur. Dokumentasi.1 ………………… .

01 mengacu pada pasal 5.6 nomor urut 1. misalnya : 5.6. 8. Ada indent biasa: semua baris menjorok ke dalam dan ada hanging indent: hanya baris ke-2 dan seterusnya yang menjorok ke dalam. Pilih kertas lepasan (loose leaf) bagi dokumentasi mutu. 6. Format paragraf seperti indent (baris-baris dicetak menjorok ke dalam) juga dapat memberi daya tarik untuk membaca. Sebaiknya satu atau dua daripadanya dapat mengacu pada nomor pasal pada standar. biasanya terdiri dari beberapa digit. atau penghapusan kalimat atau paragraf tanpa mengganggu sistem penomoran secara keseluruhan. untuk mempermudah acu-silangnya.Penomoran desimal memungkinkan penambahan. Dengan demikian bila ada perubahan tidak perlu seluruh dokumen diganti. cukup yang mengalami perubahan saja. Hanging indent biasa dipakai bila paragraf didahului oleh penomoran.5. cetak miring. 4. bergaris bawah atau pemilihan bentuk huruf tertentu) dapat memberikan tekanan pada pengertian yang perlu diperhatikan. 7. Flow Chart SMM 11 . Penomoran Prosedur Penomoran prosedur dapat dilakukan sesuai dengan kebiasaan dalam perusahaan. Format huruf (cetak tebal. penyisipan.

Perbedaan antara prosedur dan Istruksi Kerja adalah sebagai berikut: SMM 12 .b dan 4. 6. segiempat untuk suatu aktivitas pada umumnya. bila ada kekurangan pada aktivitas yang sekarang dilakukan buat penyesuaian menurut standar yang diperlukan Susun konsep prosedur. Lakukan penyesuaian yang diperlukan. Pelajarii persyaratan yang ditentukan di quality manual perusahaan. Oleh karena itu sebaiknya penyusunan prosedur dilakukan sebagai berikut: 1. 3.1. belah ketupat untuk memilih 12lternative dan segitiga untuk penyimpanan. Kumpulkan informasi mengenai apa yang dilakukan aktivitas di bidang yang bersangkutan Pelajari dan buat ikhtisar syarat-syarat yang ditentukan ISO 9000 untuk bidang yang bersangkutan. 5. Tambahkan yang dianggap perlu Berikan pada seseorang yang tidak terkait pada bidang aktivitas prosedur tersebut untuk memeriksa apakah konsep mudah dimengerti Bila dirasa cukup usahakan persetujuan yang berwenang Terapkan. misalnya hanya lingkaran untuk awal/akhir aktivitas. Instruksi kerja Pasal 7. agar prosedur dapat ditulis lebih mudah.8.Prosedur dapat juga dinyatakan atau dilengkapi dengan flow chart. 8. 2.2 SMM ISO 9001 : 2008 menyatakan: keadaan terkendali produksi dan penyediaan jasa harus mencakup tersedianya instruksi kerja bila perlu. 2. Dianjurkan agar 12lterna-lambang yang dipakai dibatasi.5. Flow chart dapat juga dipergunakan untuk persiapan penyusunan prosedur. 4. Teliti apakah ada kejanggalan pada penerapannya. 4. Langkah-langkah Penyusunan Prosedur Prosedur yang disusun harus memenuhi persyaratan minimum 12nsure12d an quality manual yang disusun perusahaan. Bandingkan ketiga 12nsure di atas. periksa apakah sesuai dengan persyaratan standar. 7.

Operasi. dsb. Prosedur terutama menjawab pertanyaanpertanyaan dengan siapa. memelihara mesin las dsb. menyalakan pemanas. Instruksi kerja menguraikan bagaimana satu langkah dalam suatu prosedur dilakukan. bilamana. meskipun pertanyaan dengan bagaimana secara lebih rinci dijawab pada Instruksi Kerja. misalnya mengukur karakteristik transistor. inspeksi yang tidak sederhana.Prosedur meliputi rangkaian kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada suatu bidang operasi tertentu dari perusahaan. Yang sangat penting diperhatikan dalam pembuatannya adalah kepada siapa Instruksi Kerja tersebut ditujukan : 4. apa. Oleh karena itu dibuat Instruksi kerja yang merinci langkah-langkah yang disebutkan oleh prosedur tersebut bila diperlukan. SMM 13 . mengecat. bongkar pasang mesin obil. Kadang-kadang dijawab pertanyaan dengan bagaimana. dimana. proses yang terdiri dari urutan banyak langkah sehingga sulit diingat-ingat atau bila instruksi kerja tersebut dapat memudahkan pelaksanaan operasi yang harus dilakukan. mengukur suhu. Termasuk dalam kategori “ketiadaannya berakibat merugikan bagi mutu” adalah operasi kritis. dsb. menguji daya tekan tabung. kata-kata dan susunan kalimat adalah seperti yang mereka kenal dengan baik? 5. misalnya menurunkan barang dari truk. Suatu penggunaan alat atau mesin. mengemas. 3. mulai menjalankan ketel uap. Dalam prosedur dapat disebutkan : 1. Suatu pengujian. Penulisan Instruksi Kerja Instruksi Kerja dapat ditulis dalam berbagai bentuk. mengisi order pembelian. 2. 1. sesingkat mungkin tetapi jelas. misalnya menggunakan mesin las otomatis. inspeksi sebelum pengemasan. Bagaimana tingkat pendidikan mereka yang harus menggunakan Instruksi Kerja tersebut? Apakah bahasa. Tolok ukur diperlukan atau tidaknya ini adalah bila ketiadaan Instruksi Kerja itu dapat berakibat merugikan bagi mutu. Suatu operasi. Penyajian harus dalam bentuk yang sederhana. inspeksi atau memakai suatu alat bila ikut ditulis dalam prosedur akan membuat prosedur panjang dan perhatian pembaca akan teralihkan pada rincian sehingga dapat kehilangan gambaran mengenai keseluruhan aktivitas.

Hubungkan kabel power computer ke jaringan listrik 2. Dengan bagan alir (flow chart) Dengan gambar. Kalau Instruksi Kerja akan dipergunakan di lapangan sambil kerja. foto atau diagram grafis Dengan bentuk checklist Video Kalaupun dengan tulisan.Mengoperasikan Komputer 1. 9.6. Periksa Arus yang akan digunakan 1. Memilih program Setelah selesai klik start dan pilih shutdown Tunggu sampai komputer Log of Kemudian untuk keamanan cabut kabel power dari jaringan listrik SMM 14 . 5. Tunggu sampai desktop pada layer tampil semua 3. 4. penulisan dengan ruang kosong antar 14aragraph. usahakan agar dibuat dengan kalimat-kalimat yang singkat. Contoh-contoh: 1). Apakah mereka mempunyai cukup waktu untuk membaca Instruksi Kerja tersebut setiap kali? Untuk mengatasi kesulitan bahasa dan waktu baca (misalnya operator perlu melihat Instruksi Kerja tersebut sambil mengerjakan tugasnya). maka Instruksi Kerja dapat dibuat dengan salah satu cara di bawah ini : 7. 6. 8. setiap langkah diberi bernomor. 11. Tekan ON pada CPU 1. maka tulisan sebaiknya dibuat agak besar. 10.

Tambah air bila kurang 8. apakah seandainya suatu aktivitas disajikan dalam bentuk flow chart lebih jelas daripada ditulis dengan teks biasa? Juga akan lebih sederhana? 3. 12.2) Memanaskan mesin mobil 7. Periksa permukaan air di radiator 1. Nilailah. Periksan oli mesin Hidupkan mesin Tunggu dua menit lalu lihat penunjuk permukaan bensin Dengarkan suara mesin beberapa menit. Bentuk Grafis Contoh lihat di telpon-telpon umum SMM 15 . Tambah air accu bila kurang 9. Flow Chart Bentuk flow chart dapat juga dipergunakan. 13. 14. Bila ada suara tidak normal rencanakan ke bengkel Setelah mesin cukup panas matikan. 11. 15. Periksa air accu 1. 10. Rencanakan: Ke pompa bensin terdekat bila penunjuk bensin kurang dari seperempat Beli air accu bila persediaan akan habis Ke bengkel kalau ada suara yang kurang normal Latihan: Coba rumuskan kembali kalau ditulis dalam bentuk teks biasa. 2.

Wewenang adalah kekuasaan yang diperlukan untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut diatas. Tanggung jawab adalah suatu tugas yang diberikan dan harus dilaksanakan oleh sesorang. Pendokumentasian Tanggung Jawab dan Wewenang Persyaratan Standar Syarat mengenai pendokumentasian tanggun jawab dan wewenang ditentukan pada pasal-pasal berikut ini : 1. Kecuali kewajiban untuk melaksanakan dengan baik. Fungsi mana atasan tersebut perlu ditegaskan. harus ditetapkan dan dikomunikasikan agar memungkinkan manajemen mutu yang efektif (mangkus). pelatihan keterampilan dan pengalaman yang dapat dipakai. Tanpa wewenang tertentu.4. Dalam praktek tanggung jawab dan wewenang personel yang dianggap perlu ditetapkan dan didokumentasikan dalam bentuk Uraian Tugas. Oleh karena itu harus ada keseimbangan antara tanggung jawab dan wewenang yang diberikan kepada seseorang. sampai tingkat mana Uraian Tugas dibuat. termasuk tanggung jawab dan wewenang. SMM 16 . Tanggung jawab dan wewenang Fungsi-fungsi dan hubunga diantaranya dalam organisasi. tanggung jawab tidak mungkin dilaksanakan dengan baik. juga mengandung unsur untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan keberesan pelaksanaan tugas tersebut kepada atasannya. Perusahaan menentukan. 1. Penugasan Personel Personel yang ditugasi tanggung jawab yang ditetapkan dalam sistem manajemen mutu harus berkemampuan atas dasar pendidikan.

Bagi suatu organisasi yang besar. pelaporan. Pada umumnya suatu perusahaan telah mempunyai sejumlah Uraian Tugas bagi fungsi-fungsi yang dianggap penting. uraian tugas maupun dokumen lainnya. prosedur. sedangkan rincian lebih lanjut yang juga mencakup organisasi di Bagian/Departemen masing-masing dapat dipelihara di Bagian/Departemen yang bersangkutan. maka diperoleh daftar tanggung jawab dan wewenang suatu fungsi. kerjasama. Contoh yang diberikan berikut ini menunjukkan daftar tanggung jawab dan wewenang suatu fungsi/jabatan.Yang dimaksud dengan “hubungan personel” adalah pertanggung -jawab. Dalam implementasi ISO 9000 yang perlu dilakukan adalah memelihara dan menjaga kesesuaiannya dengan yang berlaku. SMM 17 . Format Uraian Jabatan Prosedur banyak menyinggung tanggung jawab dan wewenang berbagai fungsi dalam perusahaan. suatu varian dari berbagai cara yang banyak dipakai dalam organisasi/ perusahaan. perundingan dan komunikasi informasi. Nama-nama fungsi/jabatan pada bagan organisasi harus sesuai dengan yang disebut di dalam Pedoman Mutu. Pemilihannya tergantung dari mana yang dianggap lebih praktis bagi sesuatu tujuan. penugasan (pemberian instruksi). struktur organisasi yang dimuat dalam Pedoman Mutu atau kantor Direksi dapat dibuat hanya hingga tingkat tertentu yang dipandang cukup. Hubungan antar personel yang juga dipersyaratkan oleh Standar dapat dinyatakan dalam bentuk bagan struktur organisasi. Struktur organisasi ini sebaiknya juga dimasukkan dalam Manual Mutu (Quality Manual) dan fungsifungsi yang disebut dalam Pedoman Mutu harus dapat dilihat pada bagian struktur organisasi. Kalau yang disebutkan dalam prosedur itu dikumpulkna menurut jabatannya. terutama yang berhubungan dengan operasi sistem mutu. Berbagai format yang dapat dipakai untuk mendokumentasikan tanggung jawab dan wewenang ini.

.Wali Siswa Jika berhalangan hadir diganti : . 3....Pemda . Bersama-sama komite..Waka yang ditunjuk Tugas dan Tanggung Jawab : 1.. . 2.MKKS ....... waka dan Kaprogli menyusun dan melaksanakan RIPS...Dinas Pendidikan .URAIAN JABATAN Nama Jabatan/Fungsi : Kepala sekolah Bertanggung jawab kepada : Kepala Dinas Pendidikan .DU/DI ....Unit kerja ........ Berhubungan dengan : .. Menyusun dan melaksanakan program kerja sekolah. waka dan Kaprogli menyusun dan melaksanakan RAPBS Bersama-sama komite..... SMM 18 .

7. 5. 11. 6. 9.Kepala Sekolah ………… Disahkan : Kepala Dinas Pendidikan ………………… SMM 19 . Melakukan kerja sama dengan masyarakat. Membuat Pedoman Mutu Sekolah Melakukan Supervisi dan evaluasi Mengembangkan SDM. 6. Pungging. 17 Maret 2006 Dipahami : . 3. 9. Melakukan pembinaan Pegawai. Menciptakan suasana kerja yang harmonis. Memutuskan mutasi siswa Memberikan penghargaan dan sanksi Mengawasi/mengontrol keuangan sekolah. 11. 5. 8. : Wewenang 1. 10. Menentukan kebijakan sekolah.4. Mengelola dan mempertanggungjawabkan penggunaan keuangan sekolah Menyediakan Sumber daya Melaksanakan tugas lain dari atasan langsung. Mengarahkan kegiatan sekolah Mengadakan Rapat Dinas. Mengusulkan promosi. waka dan Kaprogli Mengangkat dan memberhentikan personal dalam struktur organisasi sekolah. Memberikan penilaian DP3 Menyetujui/menolak usulan program Kaprogli/unit kerja. 8. 7. 10. 4. 2. kenaikan pangkat dan mutasi Bersama-sama komite.

. Judul No. Contoh : Formulir DAFTAR FORMULIR Unit Kerja : …………………………..(……………. Organisasi dapat merumuskan dan mengembangkan sendiri bentuk format sesuai dengan kebutuhannya.) 5. Bentuk dan jumlah dari format sangat tergantung kebutuhan institusi/organisasi. No.Form Revisi/ Tanggal Lama Distribusi Baru Keterangan SMM 20 . Formulir Pendukung Dokumen SMM ISO 9001:2008 Formulir merupakan lembar isian yang diperlukan untuk merekam datadata/informasi hasil dari suatu proses untuk mendukung instruksi kerja atau prosedur.) ( .

SMM 21 .

Bagaimana dokumen dikaji.5. Operasional dan Pengendalian yang efektif (Elemen 4. Suatu institusi / perusahaan harus mengidentifikasi dan mendokumentasikan proses individual yang "dibutuhkan" dan proses sistem (aktivitas dengan input dan output). Dokumen lain yang diperlukan untuk mendukung SMM ISO 9001:2008 Standar ISO 9001:2008 yang diperbaharui secara khusus memerlukan suatu Pedoman mutu yang memuat Kebijakan Mutu dan sasaran mutu. Bagaiman dokumen dibuat menjadi jelas dan dapat diidentifikasi 6. Pedoman mutu. diperbaiki dan disetujui kembali 3. Pengelolaan Dokumen Persyaratan untuk pengendalian dokumen adalah sebagai berikut: 1.1. Prosedur dan instruksi kerja yang terdokumentasikan meliputi dokumen-dokumen tertentu yang diidentifikasi di dalam standar ISO 9001:2008 dan dokumen lain yang dibutuhkan untuk memastikan Perencanaan Proses. Bagaimana menyediakan versi yang benar 5. Prosedur dan instruksi kerja yang terdokumentasikan. Bagaimana dokumen eksternal diidentifikasi dan dikenali 7.1). Bagaimana dokumen disyahkan sebelum dikeluarkan 2. dan perbaikan proses-proses di seluruh sistem dengan ketergantungan dan SMM 22 . Bagaimana dokumen yang sudah usang dan kadaluarsa dapat diidentifikasi dan dikendalikan. Prinsip manajemen mutu yang mendasari persyaratan di dalam standar yang baru ini. Untuk menentukan dokumen tambahan apa yang dibutuhkan. standar yang baru ini menekankan suatu "pendekatan proses" dan "pendekatan sistem"yang terdokumentasi untuk mengelola SMM. mengimplikasikan bahwa pengendalian dan sinergi hanya dapat dicapai melalui pemahaman. Bagaimana status perubahan dan revisi dijelaskan 4. yang meliputi keterkaitan kegiatan antar departemen dan interaksinya.2. pemantauan.

Tinjauan Manajemen 4. Bisnis proses 3. Identifikasi dan Kemampuan telusur (traceability) 13. Manajemen Sumberdaya 5. Pembelian 10. Proses-proses terkait pelanggan 8. Perencanaan 2. yang memerlukan 5. Penyimpanan Produk 14. Perbaikan berkelanjutan 18. "Petunjuk" standar ISO 9001:2008 menggambarkan hal ini dan prinsip manajemen mutu lainnya yang merupakan "kandungan yang terpadu" dari persyaratan tersebut. Pengukuran Kepuasan Pelanggan 15.2. CONTOH DOKUMENTASI DARI ISO 9001:2008 YANG DIBUTUHKAN Contoh dari persyaratan khusus dari ISO 9001:2008 dokumentasi: 1. Perancangan dan Pengembangan 9. Pelatihan 6. Validasi proses 12. Audit internal. Pengendalian Produk tidak sesuai (cacat) 17.keterkaitan lintas-fungsional yang melekat di dalamnya. Standar lain yang dapat diterapkan dan persyaratan status/peraturan. Prasarana dan sarana ( fasilitas) 7. Proses Pengendalian Dokumen SMM 23 . Properti Pelanggan. Pengendalian Produksi dan Pelayanan 11. Pengukuran dan Pemantauan Produk/Proses 16.

biasanya memiliki “rangkaian langkah-langkah” di dalam rute pendistribusian dokumennya. dan memastikan pelacakan dilakukan setelah persetujuan diterima. Titik kritis yang menghambat (bottleneck) meliputi waktu yang dihabiskan untuk membuat salinan dan mendistribusikan paklet perubahan. Petugas pengendali dokumen mengelola dokumen (Pedoman mutu. Banyak waktu dan sumberdaya yang dihabiskan di dalam mempersiapkan dan menjalankan dokumen perubahan untuk diperiksa dan disetujui. Di dalam perusahaan berbasis ISO. Sebagai contoh. “Rute” informasi adalah langkah-langkah yang telah ditentukan beserta petugas yang berwenang untuk merubah “dokumen untuk tkan” tersebut akan dikirimkan atau diberikansehingga dapat dikaji dan disetujui. mereka perlu memiliki kemampuan untuk memulai dan merancang Corrective Action Requests (CAR’s) kepada bagian atau orang yang bertanggung jawab. Jika ada lebih dari satu orang yang harus menerima informasi pada waktu yang sama. serta “rute” informasi) yang masih berlaku dan dokumen lama yang dipersyratkan untuk mampu telusur jika terdapat dokumen yang diubah. Dokumen dikirimkan atau dibawa kepada mereka yang berhak mengkaji/memberi persetujuan setelah dilengkapi. proses Corrective Action akan meliputi suatu langkah pengkajian pada pengisian tindakan korektif untuk memverifikasi efektivitas dari tindakan yang didokumentasikan di dalam CAR. Rangkaian langkah-langkah di dalam proses manual biasanya digunakan untuk memungkinkan setiap pemeriksa memberi pengesahan dalam membuat perubahan atau komentar dimana pemeriksa berikutnya dapat membacanya. dan mendistribusikan ulang. instruksi kerja dan formulir yang diperlukan. maka petugas pengendalian dokumen harus membuat salinan dari paket perubahan di dalam proses manual. mengkomunikasikan perubahan. (langkah 24arallel). Auditor internal atau eksternal dapat SMM 24 . status pelacakan secara manual dan pelaporannnya. Jika perusahaan telah memiliki sertifikat ISO 9001: 2008. jika suatu perusahaan memiliki proses Corrective Action. menunggu personal kunci untuk menandatangani terutama jika mereka tidak berada di fasilitas asalnya. prosedur. biasanya perusahaan tersebut memiliki matriks dari tipe dokumen dan fungsi/posisi mana yang diperlukan untuk mengkaji dan memberi persetujuan dari isu-isu atau perubahan baru terhadap berbagai jenis dokumen.Pengendalian Dokumen dikelola oleh petugas Document control yang menerima informasi terkini yang telah disyahkan bentuk redline hard-copy. Perusahaan yang tidak menggunakan cara-cara elektronika. Disamping Dokumen dasar dan proses perubahan. maka proses lainnya memerlukan rute dokumen atau informasi.

Harus ditetapkan prosedur terdokumentasi untuk menetapkan kendali yang diperlukan untuk identifikasi.menjalankan fungsi pengkajian tindakan korektif. dijalankan. Rekaman secara khusus diperlukan oleh standar SMM ISO 9001:2008 adalah meliputi hal-hal berikut ini: 5. Sebagai contoh.1 Rekaman yang dipersyaratkan Tinjauan Manajemen SMM 25 . waktu penyimpanan. segera.3. penyimpanan.3. Menyebarkan (routing) informasi CAR dari orang pertama (initiator) kepada pihak yang bertanggung-jawab dan pemeriksa biasanya memerlukan petugas Corrective Action yang memastikan tindakan korekltif tersebut dibebankan. Rekaman yang dibuat harus jelas.6. dan dapat diidentifikasi. siap ditunjukkan dan diambil. Rekaman mutu harus tetap mudah dapat dibaca. Rekaman /Catatan Rekaman adalah bukti mampu telusur yang obyektif dari pemenuhan dari suatu persyaratan. "rekaman" meliputi formulir yang telah diisi atau minta dalam suatu rapat. 5. penyimpanan. dan diakhiri dengan cara yang tepat waktu. dan disposisi dijelaskan dalam prosedur rekaman yang diperlukan. Rekaman yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008 No Unsur Standar 1 5. pengambilan. masa simpan dan pembuangan rekaman. pemanggilan kembali. serta dapat dibuka kembali (.1 Pengendalian rekaman Rekaman mutu harus ditetapkan dan dipelihara untuk memberikan bukti kesesuaian pada persyaratan dan operasi efektif dari sistem manajemen mutunya. perlindungan.mampu telusur). metode identifikasi. dikaji.

2.2.4. pelatihan. 8 7.2.3.(d) 12 7. SMM 26 .3.2.5. 17 8.1.(a) 15 7.4. 11 7.6. 6 7.3. 16 8.3.4.6.2 6.(e) 3 7.4.7. keterampilan dan pengalaman Bukti bahwa proses realisasi dan produk hasil memenuhi persyaratan Hasil dari tinjauan persyaratan yang berhubungan dengan produk dan tindakan yang timbul dari tinjauan Masukan perancangan dan pengembangan Hasil dari tinjauan perancangan dan pengembangan dan tindakan apapun yang diperlukan Hasil verifikasi perancangan dan pengembangan dan tindakan apapun yang diperlukan Hasil pembenaran perancangan dan pengembangan dan indakan apapun yang diperlukan Hasil perubahan perancangan dan pengembangan dan indakan apapun yang diperlukan Hasil penilaian pemasok dan tindakan yang timbul dari penilaian Seperti yang dipersyaratkan oleh organisasi untuk menunjukkan pembenaran proses dimana hasil keluaran tidak dapat diverifikasi oleh pengukuran atau pemantauan yang berurutan Identifikasi khas untuk produk bila mampu telusur dipersyaratkan Kepemilikan pelanggan yang hilang.2.5.2.5.d Pendidikan.2. 14 7. 19 8.3.1. rusak atau ditemukan tidak layak pakai Standar yang dipakai untuk kalibrasi atau verifikasi alat ukur bila tidak terdapat Standar pengukuran nasional atau internasional Pembenaran hasil sebelumnya bila ditemukan bahwa alat ukur tidak sesuai dengan persyaratannya Hasil audit internal Bukti bahwa produk sesuai dengan kriteria keberterimaannya dan penunjukan (penetapan) petugas yang berwenang untuk melepas produk Sifat ketidaksesuaian produk dan tindakan berurutan apapun yang dilakukan.3.5. 9 7. 7 7.2.5.2. 5 7.3.2. 18 8. 10 7. 13 7. termasuk konsesi yang diperoleh Hasil tindakan koreksi 4 7.6.

Hasil tindakan pencegahan SMM 27 .3.5.20 8.

Presentasi 10 menit Tugas : 1. SMM 28 . Sebutkan dokumen tingkat I sampai dengan tingkat IV yang terdapat dalam Sistem Manajemen Mutu. SMM untuk 2. Dokumen mana yang harus direncanakan direvisi dalam mengantisipasi bila ada perubahan.LEMBAR LATIHAN Latihan materi 1 Waktu : Identifikasi persyaratan dokumen : 45 menit. 3. Apakah perbedaan identifikasi pada dokumen tingkat I dan II dalam SMM dengan dokumen tingkat III dan IV.

SMM 29 .

Latihan materi 2 : Studi kasus Waktu : 45 menit. apakah terdapat kesalahan dan kekurangan identitas bedasarkan karekteristik jenis dokumen yang terkendali dan tidak terkendali. lakukan penyempurnaannya. Tugas : 1. sesuai petunjuk dalam dokumen di tingkat yang lebih tinggi. Jika terdapat kekurangan dalam dokumen yang dianalisis. Berdasarkan dokumen yang telah dibagikan. 2. presentasi 15 menit. SMM 30 . lakukan analisis terhadap dokumen tingkat 1 sampai dengan IV.

tentang kebijakan mutu yang saudaraketahui……………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… 3. Audit internal termasuk dalam dokumen tingkat berapa. jelaskan alasannya.. Sebutkan enam perbedaan isi dokumen tingkat I dengan tingkat II.POST TEST PEMAHAMAN PENYUSUNAN DOKUMEN ISO 9001 :2008 Nama NIP SEKOLAH : : : 1. Jelaskan dengan singkat. …………………. ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………… 4.…………………………………………………… ………………………………. Sebutkan empat tingkatan dokumen yang saudara ketahui ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………… 2. ………………………………………………………………………………………………………… SMM 31 .

Mengapa kebijakan mutu dan sasaran mutu lembaga harus didistribusikan secara terkendali …………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………… 6. dan jelaskan mengapa instruksi kerja tersebut frekwensi penggunaannya melibihi instruksi kerja yang lainnya…………………. ………………………………………………………………………………………………… ……… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………… SMM 32 . Jelaskan tentang kegunaan dari pedoman mutu …………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………… 8.5. Sebutkan tujuh persyaratan pengendalian dokumen ……………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………… 7. Sebutkan satu instruksi kerja yang sering saudara gunakan..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful