BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini penulis akan menjelaskan tentang landasan teori mengenai komponen – komponen yang digunakan dalam pembuatan alat “ PERANCANGAN ALAT PENGUKUR SUHU RUANGAN DENGAN MIKROKONTROLER

AT89S51 ”. Selain itu penulis juga akan menjelaskan tentang kegunaan dari masingmasing komponen yang digunakan dalam rangkaian ini.

2.1 Resistor Resistor ialah suatu komponen elektronika yang dapat menghambat arus dan tegangan listrik, semakin besar hambatan resistor akan semakin kecil tegangan atau arus yang dihasilkan. Resistor daat dibagi menjadi dua jenis yaitu :

2.1.1

Resistor Tetap Resistor tetap ialah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap, sesuai

dengan kode warna pada badannya. Resistor ini memiliki batas kemampuan daya artinya resistor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan kemampuan dayanya.

Gambar 2.1(a) Bentuk fisik resistor

Gambar 2.1(b) Simbol resistor

5

6

Besarnya nilai hambatan pada resistor tetap, dinyatakan dengan kode warna. Kode ini berupa lingkaran –lingkaran berwarna pada badan resistor. Adapun arti kode warna berdasarkan standart kode elektronika international dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 2.2 Kode warna resistor

GELANG KE WARNA
Hitam Coklat Merah Orange Kuning Hijau Biru Ungu Abu – abu Putih Emas Perak Tidak Berwarna

1 dan 2
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 X1 X 10 X 100 X 1000 X 10000

3

4
5% 10%

X 100000 X 1000000 X 10000000 X 100000000 X 1000000000 X 0.1 X 0.1 -

20%

Contoh :

Gelang ke-4 Gelang ke-3 Gelang ke-2 Gelang ke-1

Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Pada umumnya kapasitor yang terbuat dari bahan yang tersebut diatas nilainya kurang dari 1 mikro farad.1. dibedakan menjadi dua golongan antara lain kapasitor bipolar dan kapasitor non-polar. kertas.7 Keterangan : Gelang ke-1 dan ke-2 menyatakan angka Gelang ke-3 menyatakan faktor pengali ( banyaknya nol ) Gelang ke-4 menyatakan toleransinya 2. yang mana kapasitor ini mempunyai kapasitansi yang tetap. mika.2 Resistor Tidak Tetap (Variable ) Resistor tidak tetap adalah resistor yang nilai hambatannya dapat berubah- ubah dengan cara memutar-mutar porosnya. milar. polyester. seperti keramik.3 Simbol potensiometer 2.4 Simbol kapasitor non polar .2 Kapasitor Kapasitor ialah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik dan energi listrik. Gambar 2. film. Kapasitor ini juga dapat dibedakan dari bahan yang digunakan sebagai lapisan diantara lempeng-lempeng logam yang disebut dielektrikum. Gambar 2. Diantara jenis-jenis kapasitor.

kapasitor sebagai kopling ( penghubung ) amplifier tingkat rendah ketingkat yeng lebih tinggi 2. amplifier dan lain-lain. maka nilai satuan pada kapasitor biasanya dinyatakan dalam mikro farad. Muatan ( nilai ) yang digunakan oleh kapasitor menggunakan satuan farad. karena kapasitor mempunyai nilai yang besar. .3 Voltage Regulator Regulator merupakan suatu power supply yang dapat diatur tegangannya sesuai dengan kehendak kita dan sesuai dengan batas tegangannya. Regulator DC volt yang stabil dan dapat diatur tegangannya banyak dipergunakan pada pesawat televisi.8 Adapun kapasitor elektrolit adalah kapasitor tetap. Gambar 2. nano farad dan piko farad. tv. dengan bahan dielektrikumnya terbuat dari cairan elektrolit.). 2.5 Simbol kapasitor polar Fungsi kapasitor antara lain : 1. Kapasitor elektrolit ini memiliki polaritas ( kutub + dan kutub . Sebagai kopling. Sebagai filter atau penyaring. biasanya digunakan pada sistem radio. yang memiliki nilai lebih besar sama dengan 1 mikro farad. Filter pada radio digunakan untuk menyaring ( penghambatan ) gangguan-gangguan dari luar.

karena tegangan volt regulator dapat diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tegangan DC volt.1RC). . Kaki 8 adalah ground analog. Dengan kata lain. Sehingga resolusinya adalah 5V/255 = 19. Pin 10 adalah ground digital.4 Analog To Digital Converter (ADC) 0804 ADC banyak tersedia dipasaran. dan masukan analog memiliki jangkauan dari 0 sampai 5 V pada skala penuh. tegangan masukan analog yang sebenarnya adalah selisih dari masukan kedua pin [ analog Vin = Vin(+) – Vin(-)].6 mV Memiliki pembangkit detak (clock) internal yang menghasilkan frekuensi f=1/(1. Gambar 2.9 Gambar 2. tetapi dalam perancangan ini digunakan ADC 0804. dengan R dan C adalah komponen eksternal. Memiliki koneksi ground yang berbeda antara tegangan digital dan analog. 2. • • • Mengubah tegangan analog menjadi keluaran digital 8 bit.6 Bentuk fisik regulator Regulator DC volt sangat berguna pada rangkaian ini. Jika hanya satu masukan maka Vin(-) dihubungkan ke ground.7 menunjukkan susunan kaki ADC tersebut. Pada operasi normal. ADC menggunakan Vcc = +5V sebagai tegangan referensi. Beberapa karakteristik ADC 0804 adalah sebagai berikut: • Memiliki 2 masukan analog : Vin (+) dan Vin(-) sehingga memperbolehkan masukan selisih (diferensial).

INT: ( output ) pin ini digunakan sebagai indikator apabila ADC talah selesai menkonversikan tegangan analog menjadi digital. CLK IN dapat diturunkan dari sumber clock eksternal. dan ketika WR kembali pada keadaan tinggi maka konversi segera dimulai. . bila WR mendapat logika '0' maka konverter akan mengalami reset. dengan karakteristik dasar. waktu konversi = 100 uS. Bila CS atau RD diberi logika '1' maka output D0 s/d D7 akan berada dalam keadaan high impedanzi.10 Gambar 2. INT akam mengeluarkan logika '1' pada saat memulai konversi dan akan berada pada logika '0' bila konversi telah selesai. sebaliknya bila CS dan RD diberi logika '0' maka output digital akan keluar pada D0 s/d D7. Clock internal dapat dibangkitkan dengan memeberikan komponen R dan C pada CLK IN dan CLK R. lebar data = 8 bit. Vin : pin ini sebagai inputan tegangan analog yang akan dikonversikan menjadi data digital. yang paling sering digunakan untuk keperluan pembuatan alat-alat ukur digital. Frekuensi clock konverter harus terletak dalam daerah frekuensi 100 s/d 800 kHz. WR : ( input ) pin ini digunakan untuk memulai konversi tegangan analog menjadi data digital.7 Pin konfigurasi ADC 0804 ADC 0804 merupakan ADC yang paling familier.

Gambar 2.5 Sensor Suhu LM35 Untuk mendeteksi suhu digunakan sebuah sensor suhu LM 35 yang dapat dikalibrasikan langsung dalam ºC. Dalam suhu kamar (25oC) tranduser ini mampu mengeluarkan tegangan 250mV dan 1.8 Simbol sensor suhu LM 35 Gambar 2.11 2. . LM 35 ini difungsikan sebagai basic temperature sensor seperti pada gambar 2.5V pada suhu 150oC dengan kenaikan sebesar 10mV/oC.9 Bentuk fisik sensor suhu LM 35 Vout dari LM 35 ini dihubungkan dengan ADC (Analog To Digital Converter).8.

Jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan membalik (v-).1 Dasar-Dasar Penguat Operasional Penguat operasional (opamp) adalah suatu blok penguat yang mempunyai dua masukan dan satu keluaran. Sebaliknya jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan tak membalik (v+).v o dimana A berharga sangat besar dan tidak tergantung besarnya beban luar yang terpasang.(inverting) dan keluaran vo. Seperti terlihat pada gambar 2. masukan membalik v. maka keluarannya akan berharga nol dan tidak tergantung adanya prubahan sumber daya. Sebuah opamp biasanya memerlukan catu daya ± 15 V. Opamp biasa terdapat di pasaran berupa rangkaian terpadu (integrated circuit-IC). .6. jika kedua masukan besarnya sama. maka pada daerah frekuensi tengah isyarat keluaran akan “berlawanan fase” (berlawanan tanda dengan isyarat masukan). Gambar 2. Dalam menggambarkan rangkaian hubungan catu daya ini biasanya dihilangkan.10 menunjukkan sebuah blok op-amp yang mempunyai berbagai tipe dalam bentuk IC.10.6 Penguat Operasional 2. Idealnya. op-amp memiliki masukan tak membalik v+(non-inverting).12 2. yaitu ( + .10 Rangkaian dasar penguat operasional Gambar 2.) v = A v . Dalam bentuk paket praktis IC seperti tipe 741 hanya berharga beberapa ribu rupiah. maka isyarat keluaran akan “sefase”.

………………………1 Sehingga didapat tegangan keluarannya adalah : Vout = r2/r1 + 1…………………………………………………………………….11 terlihat vs diberikan pada masukan tak membalik.13 2. dimana “di” berarti dua dan “oda” yang berarti elektroda. Dan konfigurasi penguatan diberikan pada masukan membalik. Kata “dioda” adalah sebuah kata majemuk yang berarti “dua elektroda”.6. maka va = vs Dari rumus penguatannya adalah : Av = vout = r2/va + 1/r1………………………………………. Karena tegangan umpan balik cenderung menyamai masukan tak membalik.…2 2.2 Penguatan Tak Membalik ( Non-Inverting Amplification ) Salah satu fungsi op-amp adalah sebagai penguat tak membalik (noninverting) dan mengeluarkan isyarat keluaran yang sama tetapi lebih besar dari masukannya. Jadi dioda adalah dua lapisan elektroda N(katoda) dan . adapun konfigurasinya sebagai berikut : Gambar 2.apisan P(anoda). Resistor r2 dan r1 membuat jaringan pembagi tegangan untk memberikan umpan balik (va) yang diperlukan pada masukan membalik.7 Dioda Dioda adalah komponen yang paling sederhana pada keluarga semikonduktor. Tegangan keluaran akan sefasa dengan tegangan masukan.. Dari gambar 2. dimana N berarti negative dan P adalah positif.11 Rangkaian penguat operasional tak membalik. .

Sifat dasar dari dioda adalah untuk mengubah arus ac menjadi arus dc.7 v pada suhu yang sama Yang dimaksud dengan tegangan ideal adalah.1 Persamaan Dasar Tegangan saluran (220V) terlalu tinggi bagi sebagian besar peralatan elektronik. Menurut kelompoknya dioda dogolongan dalam dua jenis. Dan dioda tidak akan menghantarkan arus apabila tegangan yang melaluinya lebih kecil dari tegangan idealnya. 2.3 v pada suhu sekitar 25ºc. Dioda silicon : sedangkan pada dioda silicon tegangan idealnya berkisar antara 0.14 Gambar 2.8. Diioda akan menghantarkan arus bila diberi beda tegangan.12 Simbol dioda ideal Gambar diatas menunjukkna symbol dari dioda ideal. dioda akan menghantarkan arus bila diberi tegangan sumber lebih besar dari tegangan idealnya. yaitu : 1. 2. dan besarnya hanya sebesar tegangan ideal dan besarnya tegangan ideal yang akan dialirkan tergantung dari jenis dioda yang digunakan.8 Transformator 2. Dioda germanium : pada dioda germanium tegangan idealnya berkisar antara 0. Inilah jawaban mengapa hampir semua peralatan elektronik menggunakan . Tetapi mungkin akan ada tegangan yang akan dialirkan oleh dioda itu. Didalam rangkaian elektronika dioda ideal biasanya digunakan hanya sebagai penyearah tegangan. Oleh karena itu dioda juga dapat digunakan sebagai saklar pada rangkaian elektronika selain digunakan sebagai mana fungsinya yaitu sebagai penyearah tegangan.

Pada saat masukan berharga negatif maka salah satu dari diode akan dalam keadaan panjar maju sehingga memberikan keluaran positif. Tegangan yang diinduksikan pada kumparan sekunder sebesar : Gambar 2.13 menunjukkan sebuah contoh transformator. Gambar 2. Pada gambar 2. Mekanisme terjadinya konduksi pada masing-masing diode tergantung .8. Jumlah lilitan pada kumparan primer adalah N1 dan jumlah lilitan pada kumparen sekunder adalah N2.13 Simbol transformator 2. Beban dari penyearah dihubungkan antara titik katode dan titik center-tap (CT) yang dalam hal ini digunakan sebagai referensi atau “tanah”. Kumparan sebelah kiri disebut sebagai kumparan primer dan yang sebelah kanan disebut sebagai kumparan sekunder. maka rangkaian ini disebut penyearah gelombang penuh.2 Penyearah Gelombang Penuh Trafo CT Terdapat cara yang sangat sederhana untuk meningkatkan kuantitas keluaran positif menjadi sama dengan masukan (100%). Sedangkan katode masing-masing diode dihubungkan pada titk positif keluaran. Tranformator dalam hal ini digunakan untuk menurunkan level tegangan yang lebih sesuai dengan peralatan. Dua garis vertikal diantara keduanya adalah untuk menunjukkan bahwa kumparan dililitkan pada sebuah inti besi. Karena keluaran berharga positif pada satu periode penuh.14(a) terlihat bahwa anode pada masing-masing diode dihubungkan degan ujung-ujung rangkaian sekunder dari transformer. Ini dapat dilakukan dengan menambah satu diode pada rangkaian seperti terlihat pada gambar 2.15 trnsformator.14(a).

Misalkan masukan AC pada titik A .14(a) nampak bahwa pada setengah periode pertama misalnya. Pada setengah periode ini mengalir arus i D2 dan menghasilkan keluaran yang akan nampak pada hambatan beban. Keadaan positif atau negatif dari masukan didasarkan pada referensi CT. ini menyebabkan D1 berkonduksi (berpanjar maju) dan D2 tidak berkonduksi (berpanjar mundur). Katode D1 dan D3 dihubungkan dengan keluaran positif dan anode D2 dan D4 dihubungkan dengan keluaran negatif (tanah). bagian masukan AC dihubungkan pada sambungan D1-D2 dan yang lainnya pada D3-D4. Dengan demikian selama satu periode penuh hambatan beban akan dilewati arus i D1 dan i D2 secara bergantian dan menghasilkan tegangan keluaran DC. Seperti ditunjukkan pada gambar 2.16 pada polaritas tegangan yang terjadi pada masukan. Pada setengah periode berikutnya. v1 berharga positif dan v2 berharga negatif.8. Pada gambar 2. v2 berharga positf dan v1 berharga negatif.14 Bentuk gelombang transformator 2. menyebabkan D2 berkonduksi dan D1 tidak berkonduksi. Dua diode akan berkonduksi saat isyarat positif dan dua diode akan berkonduksi saat isyarat negatif. Pada setengah periode ini arus i D1 mengalir dan menghasilkan keluaran yang akan nampak pada hambatan beban.15.3 Penyearah Gelombang Penuh Model Jembatan Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah diode. Gambar 2. Untuk model penyearah jembatan ini kita tidak memerlukan transformator yang memiliki centertap.

isi memori tersebut dapat diisi ulang ataupun dihapus berkali-kali dan kompatibel dengan mikrokontroler standar industri 80C51 baik pin IC maupun set instruksinya. Secara prinsip masingmasing bentuk mempunyai dua terminal masukan AC dan dua terminal masukan DC. Aliran arus dimulai dari titik A melalui D2 ke beban malalui D3 dan kembali ke titik B. maka diode D1 akan berpanjar maju dan D2 akan berpanjar mundur. Perlu dicatat di sini bahwa apapun polaritas titik A atau B. Pada keadaan ini electron akan mengalir dari titik B melalui D4 ke beban. melalui D1 dan kembali ke titik A. AT89S51 berteknologi memori nonvolatile kerapatan tinggi dari ATMEL. . Rangkaian jembatan empat diode dapat ditemukan di pasaran dalam bentuk paket dengan berbagai bentuk.15 Penyearah gelombang penuh model jembatan 2. Gambar 2. Spesifikasi AT89S51 antara lain: 9 4 Kbyte In-system Programable (ISP) flash memori dengan kemampuan 1000 kali baca/tulis.17 berharga positif dan B berharga negatif.9 Mikrokontroler AT89S51 AT89S51 merupakan mikrokontroler CMOS 8 bit dengan 4 Kbyte in-system programable Flash memory. arus yang mengalir ke beban tetap pada arah yang sama. Pada kondisi ini D2 dan D3 akan berpanjar maju sedangkan D1 dan D4 akan berpanjar mundur. Pada setengah periode berikiutnya titik A negatif dan titik B menjadi positif.

18 9 Tegangan kerja 4 .5 V 9 Bekerja dengan rentang 0 – 33 Hz 9 128 x 8 bit RAM internal 9 32 jalur I/O yang dapat diprogram 9 Dua buah 16 bit Timer/counter 9 6 sumber interupsi 9 Saluran Full-Duplex serial UART 9 Watchdog timer 9 Dual data pointer 9 Mode pemograman ISP yang fleksibel (byte dan page mode). Gambar 2.5.16 Blok Diagram AT89S51 .

ada yang berfungsi sebagai jalur kontrol.9.19 2. b.18.1 Konfigurasi pin Pin adalah kaki fisik dari sebuah IC AT89S51. Pin 10 sampai 17 Pin ini merupakan port 3 yang merupakan saluran (bus) input/output 8 bit dua arah dengan internal pull-up yang memiliki fungsi alternatif. Pin 1 sampai 8 Pin 1 sampai 8 merupakan port 1 yang menjadi saluran (bus) dua arah input atau output 8 bit. dan ada juga yang berfungsi sebagai addres bus atau data bus. Masing-masing pin memiliki fungsi dan karakteristik tersendiri yang harus diperhatikan. Port ini juga digunakan sebagai saluran alamat pada saat pemrograman dan verifikasi. Dengan internal pull-up yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan dapat mengendalikan empat input TTL. AT89S51 memiliki beberapa pin. Konfigurasi pin AT89S51 dapat dilihat pada gambar 2. Pin 9 (RST) Merupakan masukan reset (aktif tinggi) untuk dua siklus mesin. Gambar 2. ada yang berfungsi sebagai jalur input/output (I/O). .17 konfigurasi pin AT89S51 Berikut ini adalah penjelasan dari pin-pin AT89S51: a. Fungsi alternatif ini disajikan dalam tabel 2.17. c.

Pin 20 Merupakan ground sumber tegangan yang diberi simbol GND f. .5 P3.4 P3. Selain itu.1 P3. Pin 21 sampai 28 Pin ini merupakan port 2 yang menjadi saluran (bus) input/output dua arah 8 bit dengan internal pull-up.3 P3. kecuali rangkaian kristal.7 Alternatif RXD TXD INT0’ INT1’ T0 T1 WR’ RD’ keterangan Untuk menerima data port serial Untuk mengirim data port serial Interupsi eksternal 0 Interupsi eksternal 1 Input pewaktu eksternal/pencacah 0 Input pewaktu eksternal/pencacah 1 Jalur menulis memori data eksternal strobe Jalur membaca memori data eksternal strobe d. Bila fungsi alternatif tidak dipakai.0 P3.2 P3.18 Fungsi alternatif port 3 Pin port P3.6 P3. Mikrokontroler ini memiliki seluruh rangkaian osilator yang diperlukan pada chip. Pin 18 dan 19 Jalur ini merupakan masukan ke penguat osilator berpenguat tinggi. maka pull-up internal akan menset port pada kondisi high dan port 3 dapat digunakan sebagai saluran input. Tabel 2. maka fungsi ini dapat digunakan sebagai port pararel 8 bit serbaguna.20 Ketika logika 1 diberikan ke port 3. e. Selain itu XTAL 1 juga dapat dipakai sebagai input untuk inverting osilator amplifier dan input ke rangkaian internal clock sedangkan XTAL 2 merupakan output dari inverting oscilator amplifier. sebagian dari port 3 dapat berfungsi sebagai sinyal kontrol pada saat proses pemograman.

Pin 32 sampai 39 Pin ini merupakan port 0.2. k. 2.0-P0. Memori ini dapat diakses menggunakan RAM address register. Port 0 juga berfungsi sebagai multiplexed addres/data bus. Selain sebagai jalur I/O. Pin 30 Merupakan penahan alamat memori eksternal (pada port 1) selama mengakses ke memori eksternal i.9. Flash PEROM. Port 0 merupakan salah satu port yang berfungsi sebagai general purpose I/O dengan lebar 8 bit. j. Port 0 terdiri dari P0.21 g. Apabila diset rendah (L). maka mikrokontroler akan melaksanakan seluruh instruksi dari memori program eksternal sedangkan apabila diset tinggi (H) maka mikrokontroler akan melaksanakan instruksi dari memori program internal. Pin 29 Merupakan sinyal pengontrol untuk mengakses program memori eksternal yang masuk ke dalam saluran (bus) selama proses pemberian atau pengambilan instruksi (fetching). Pin 40 Merupakan sumber tegangan positif yang diberi simbol VCC. Pin 31 External Access Enable (EA) merupakan sinyal kontrol untuk pembacaan memori program. RAM Internal. . memori sebesar 128 byte yang biasanya digunakan untuk menyimpan variabel atau data yang bersifat sementara. h. memori yang digunakan untuk menyimpan instruksi-intruksi MCS51. Struktur Memori Memori pada intinya berfungsi untuk ’mengingat’ atau menyimpan suatu informasi. AT89S51 mempunyai stuktur memori yang terdiri atas: a. b.7.

Terakhir. Contoh: Mov Mov A. Acall. 2. 3. Register Port Serial Merupakan register yang digunakan dalam proses komunikasi serial. 5. Proses yang berhubungan dengan stack ini biasa dilakukan oleh instruksiinstruksi Push. Stack Pointer Stack Pointer (SP) merupakan register 8 bit yang terletak di alamat 81H. Pop. Register Port Merupakan register yang mewakili alamat port. Data Pointer DPTR umumnya digunakan untuk mengakses alamat pada memori eksternal.A Listing diatas berfungsi untuk menuliskan data 01H kedalam alamat 2000H. 4. Untuk pengambilan dan pengiriman data ke memori eksternal juga diperlukan register ini. Akumulator Register ini terletak pada alamat E0H. 7. isi dari akumulator A disimpan ke lokasi memori yang ditunjukkan oleh DPTR. . 21 Special Function Register (Register Fungsi Khusus). dan Lcall.#01H DPTR. Register Timer Merupakan register yang digunakan untuk mengatur operasi Timer. Hampir semua operasi aritmatik dan operasi logika selalu menggunakan register ini. Mempunyai fungsi yang sama dengan akumulator.#2000H Movx @DPTR. Isi dari Stack Pointer ini merupakan alamat dan data yang disimpan di stack. merupakan memori yang berisi register-register yang mempunyai fungsi-fungsi khusus. Register Fungsi khusus ini terdiri dari: 1.22 c. 6. Pertama data 01H diisikan ke akumulator kemudian DPTR yang berfungsi untuk menuliskan alamat penyimpanan data diisi dengan 2000H. Register B.

Register Interupsi Merupakan register yang digunakan untuk mengatur proses interupsi. Gambar di bawah memperlihatkan bentuk dan simbol untuk jenis NPN. panah emitor berlawanan arah). basis dan kolektor. (Pada transistor PNP. Transistor memiliki 3 terminal. Tabel 2. Transistor biasanya dibuat dari bahan silikon atau germanium. 9.20 simbol transistor NPN dan PNP . Tiga kaki yang berlainan membentuk transistor bipolar adalah emitor.19. Power Control Register Power Control Register (PCON) mengandung beberapa macam bit kontrol dengan konfigurasi seperti pada tabel 2. Gambar 2.10 Transistor Transistor bipolar biasanya digunakan sebagai saklar elektronik dan penguat pada rangkaian elektronika digital. Mereka dapat dikombinasikan menjadi jenis N-P-N atau P-N-P yang menjadi satu sebagai tiga kaki transistor.19 Alokasi Bit PCON Keterangan: SMOD GF1&GF0 PD IDL : Double Baud Rate : General Purpose Flag : Power Down : Idle Mode.23 8. 2.

• Pada PNP transistor PNP. yang menyebabkan transistor aktif (on). dan fluorocent phospor. memberikan tegangan negatif dari basis ke emitor ini akan menyalakan transistor (on ). Pada sevensegmnet yang menggunakan common anoda akan menyala pada saat berlogika ”0” dan tidak akan menyala pada saat berlogika ”1”. Sebaliknya . menyala pada tegangan rendah 2. Dan memberikan tegangan positif atau 0 V dari basis ke emitor ini akan membuat transistor mati (off). Dan yang paling banyak digunakan adalah LED. yang mana kolektor dan emitor sebagai penghubung untuk pemutus (short) atau sebagai pembuka rangkaian. Aturan/prosedur transistor sebagai berikut: • Pada transistor NPN. mudah diperoleh LED sendiri terbuat dari Galium Arsenit (GaAs) yang berppijar bila dialiri arus forward.11 Seven segment Seven segmnet digunaka sebagai indikator dari perubahan bilangan kode biner menjadi bilangan desimal. yaitu common anoda dan common katoda. sedangkan jenisnya ada dua macam. Memberikan tegangan negatif atau 0 V dari basis ke emitor menyebabkan hubungan kolektor dan emitor terbuka. liquid cristal. 2. tanggapan terhadap perubahan logika sangat cepat 3. LED. Beberapa jenis dari bahan seven segmen yang digunakan antara lain tabung gas. sinyal inputnya adalah 1 atau 0 ini selalu dipakai pada basis transistor. memberikan tegangan positif dari basis ke emitor. dapat dilihat jelas pada malam hari 4. karenataham lama dan murah. tidak membutuhkan arus yang besar 5. yang disebut transistor mati (off). kawat pijar.24 Pada rangkaian elektronik. Selain itu kelebihan lain dari penampil seven segment LED ini yaitu: 1. menyebabkan hubungan kolektor ke emitter terhubung singkat.

12 Asm51 ASM51 merupakan program assembler yang berupa freeware dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Kedua file memiliki nama yang sama dengan file asli. ASM51 berfungsi untuk mengubah program berbahasa assembly menjadi serangkaian kode heksadesimal yang dikenali AT89S51.25 common katoda akan menyala pada saat berlogika ”1”. File berekstensi HEX adalah file yang akan di-download ke minimum sistem. Setelah proses assembling selesai. dan tidak akan menyala pada saat berlogika ”0” (a) common katoda (b) common anoda Gambar 2. File yang akan diproses oleh ASM51 harus memiliki nama file dengan panjang tidak lebih dari 8 karakter. ASM51 akan menghasilkan dua file yang masing-masinng berekstensi HEX dan LST. Sedangkan file berekstensi LST berisi listing program lengkap beserta alamat .21 Seven segment 2.

Penulisan simbol dan label tidak boleh diawali dengan angka. Satu simbol mewakili satu angka atau alamat dan satu label juga mewakili satu alamat. Operand adalah bagian dari instruksi yang mewakili register. Simbol dan Label Simbol adalah nama yang mewakili angka atau alamat pada memori. ASM51 membutuhkan file MOD51 agar ASM51 dapat mengenali semua register milik AT89S51. Contoh simbol: ACK EQU 0FAH Contoh label: START: 3. Mnemonic dan Operand Mnemonic adalah bagian dari instruksi yang mewakili sebuah proses yang akan dilakukan. Selain itu. Assembler Control Assembler Control berfungsi untuk mengendalikan darimana ASM51 mendapatkan input. tanda tanya. MOD51 juga harus disertakan dalam listing program dengan cara menuliskan $MOD51 di awal program. File LST ini juga berisi pesan kesalahan jika ternyata ASM51 menyatakan adanya kesalahan dalam proses assembling. oleh karena itu simbol atau label yang sama tidak boleh didefinisikan dua kali (kecuali menggunakan definisi SET). dan bagaimana ASM51 memberi format pada file. Label adalah sebuah nama yang mewakili suatu alamat program.26 yang digunakan. angka. 2. persyaratan sebuah label dan simbol adalah tidak mengandung karakter selain huruf. variabel. Baik simbol maupun label berfungsi untuk mempermudah pengguna untuk berpindah alamat dengan cepat. dan garis bawah. atau alamat yang akan diproses oleh mnemonic didepannya. diakhir sebuah label harus terdapat tanda baca titik dua ”:”. dimana ASM51 menyimpan file. 1. Contoh: Mov A. MOD51 harus terdapat pada direktori yang sama dengan ASM51.P1 . Pada ASM51.

5. Penulisan komentar ini didahului dengan tanda baca titik koma ”.”. . End End harus disertakan dalam listing program sebagai penanda bahwa listing telah berakhir. Comment Comment merupakan suatu komentar yang digunakan user untuk memberi tanda atau keterangan pada bagian-bagian program.27 4.