BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini penulis akan menjelaskan tentang landasan teori mengenai komponen – komponen yang digunakan dalam pembuatan alat “ PERANCANGAN ALAT PENGUKUR SUHU RUANGAN DENGAN MIKROKONTROLER

AT89S51 ”. Selain itu penulis juga akan menjelaskan tentang kegunaan dari masingmasing komponen yang digunakan dalam rangkaian ini.

2.1 Resistor Resistor ialah suatu komponen elektronika yang dapat menghambat arus dan tegangan listrik, semakin besar hambatan resistor akan semakin kecil tegangan atau arus yang dihasilkan. Resistor daat dibagi menjadi dua jenis yaitu :

2.1.1

Resistor Tetap Resistor tetap ialah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap, sesuai

dengan kode warna pada badannya. Resistor ini memiliki batas kemampuan daya artinya resistor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan kemampuan dayanya.

Gambar 2.1(a) Bentuk fisik resistor

Gambar 2.1(b) Simbol resistor

5

6

Besarnya nilai hambatan pada resistor tetap, dinyatakan dengan kode warna. Kode ini berupa lingkaran –lingkaran berwarna pada badan resistor. Adapun arti kode warna berdasarkan standart kode elektronika international dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 2.2 Kode warna resistor

GELANG KE WARNA
Hitam Coklat Merah Orange Kuning Hijau Biru Ungu Abu – abu Putih Emas Perak Tidak Berwarna

1 dan 2
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 X1 X 10 X 100 X 1000 X 10000

3

4
5% 10%

X 100000 X 1000000 X 10000000 X 100000000 X 1000000000 X 0.1 X 0.1 -

20%

Contoh :

Gelang ke-4 Gelang ke-3 Gelang ke-2 Gelang ke-1

Gambar 2.2 Kapasitor Kapasitor ialah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik dan energi listrik. kertas. film. milar.7 Keterangan : Gelang ke-1 dan ke-2 menyatakan angka Gelang ke-3 menyatakan faktor pengali ( banyaknya nol ) Gelang ke-4 menyatakan toleransinya 2. seperti keramik.4 Simbol kapasitor non polar . Pada umumnya kapasitor yang terbuat dari bahan yang tersebut diatas nilainya kurang dari 1 mikro farad. Gambar 2. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas.2 Resistor Tidak Tetap (Variable ) Resistor tidak tetap adalah resistor yang nilai hambatannya dapat berubah- ubah dengan cara memutar-mutar porosnya. yang mana kapasitor ini mempunyai kapasitansi yang tetap. dibedakan menjadi dua golongan antara lain kapasitor bipolar dan kapasitor non-polar. mika.1. Kapasitor ini juga dapat dibedakan dari bahan yang digunakan sebagai lapisan diantara lempeng-lempeng logam yang disebut dielektrikum. polyester. Diantara jenis-jenis kapasitor.3 Simbol potensiometer 2.

amplifier dan lain-lain. Sebagai kopling. karena kapasitor mempunyai nilai yang besar. kapasitor sebagai kopling ( penghubung ) amplifier tingkat rendah ketingkat yeng lebih tinggi 2. yang memiliki nilai lebih besar sama dengan 1 mikro farad.3 Voltage Regulator Regulator merupakan suatu power supply yang dapat diatur tegangannya sesuai dengan kehendak kita dan sesuai dengan batas tegangannya. Muatan ( nilai ) yang digunakan oleh kapasitor menggunakan satuan farad. 2. . Kapasitor elektrolit ini memiliki polaritas ( kutub + dan kutub . maka nilai satuan pada kapasitor biasanya dinyatakan dalam mikro farad.). nano farad dan piko farad. tv. Gambar 2.8 Adapun kapasitor elektrolit adalah kapasitor tetap. Regulator DC volt yang stabil dan dapat diatur tegangannya banyak dipergunakan pada pesawat televisi.5 Simbol kapasitor polar Fungsi kapasitor antara lain : 1. dengan bahan dielektrikumnya terbuat dari cairan elektrolit. biasanya digunakan pada sistem radio. Filter pada radio digunakan untuk menyaring ( penghambatan ) gangguan-gangguan dari luar. Sebagai filter atau penyaring.

tegangan masukan analog yang sebenarnya adalah selisih dari masukan kedua pin [ analog Vin = Vin(+) – Vin(-)]. Sehingga resolusinya adalah 5V/255 = 19. karena tegangan volt regulator dapat diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tegangan DC volt. Gambar 2.9 Gambar 2. Pada operasi normal.4 Analog To Digital Converter (ADC) 0804 ADC banyak tersedia dipasaran.7 menunjukkan susunan kaki ADC tersebut. Jika hanya satu masukan maka Vin(-) dihubungkan ke ground. • • • Mengubah tegangan analog menjadi keluaran digital 8 bit. . Dengan kata lain.6 mV Memiliki pembangkit detak (clock) internal yang menghasilkan frekuensi f=1/(1. Kaki 8 adalah ground analog. Memiliki koneksi ground yang berbeda antara tegangan digital dan analog.6 Bentuk fisik regulator Regulator DC volt sangat berguna pada rangkaian ini. 2. Pin 10 adalah ground digital. tetapi dalam perancangan ini digunakan ADC 0804.1RC). dengan R dan C adalah komponen eksternal. ADC menggunakan Vcc = +5V sebagai tegangan referensi. Beberapa karakteristik ADC 0804 adalah sebagai berikut: • Memiliki 2 masukan analog : Vin (+) dan Vin(-) sehingga memperbolehkan masukan selisih (diferensial). dan masukan analog memiliki jangkauan dari 0 sampai 5 V pada skala penuh.

Vin : pin ini sebagai inputan tegangan analog yang akan dikonversikan menjadi data digital. bila WR mendapat logika '0' maka konverter akan mengalami reset.10 Gambar 2. INT: ( output ) pin ini digunakan sebagai indikator apabila ADC talah selesai menkonversikan tegangan analog menjadi digital. yang paling sering digunakan untuk keperluan pembuatan alat-alat ukur digital. Frekuensi clock konverter harus terletak dalam daerah frekuensi 100 s/d 800 kHz. Bila CS atau RD diberi logika '1' maka output D0 s/d D7 akan berada dalam keadaan high impedanzi. sebaliknya bila CS dan RD diberi logika '0' maka output digital akan keluar pada D0 s/d D7. . waktu konversi = 100 uS. WR : ( input ) pin ini digunakan untuk memulai konversi tegangan analog menjadi data digital. Clock internal dapat dibangkitkan dengan memeberikan komponen R dan C pada CLK IN dan CLK R. CLK IN dapat diturunkan dari sumber clock eksternal.7 Pin konfigurasi ADC 0804 ADC 0804 merupakan ADC yang paling familier. dan ketika WR kembali pada keadaan tinggi maka konversi segera dimulai. lebar data = 8 bit. INT akam mengeluarkan logika '1' pada saat memulai konversi dan akan berada pada logika '0' bila konversi telah selesai. dengan karakteristik dasar.

11 2.8 Simbol sensor suhu LM 35 Gambar 2.5 Sensor Suhu LM35 Untuk mendeteksi suhu digunakan sebuah sensor suhu LM 35 yang dapat dikalibrasikan langsung dalam ºC. Gambar 2. . LM 35 ini difungsikan sebagai basic temperature sensor seperti pada gambar 2.5V pada suhu 150oC dengan kenaikan sebesar 10mV/oC.9 Bentuk fisik sensor suhu LM 35 Vout dari LM 35 ini dihubungkan dengan ADC (Analog To Digital Converter). Dalam suhu kamar (25oC) tranduser ini mampu mengeluarkan tegangan 250mV dan 1.8.

Dalam menggambarkan rangkaian hubungan catu daya ini biasanya dihilangkan. masukan membalik v. jika kedua masukan besarnya sama. Gambar 2. maka isyarat keluaran akan “sefase”. Sebuah opamp biasanya memerlukan catu daya ± 15 V. Seperti terlihat pada gambar 2.1 Dasar-Dasar Penguat Operasional Penguat operasional (opamp) adalah suatu blok penguat yang mempunyai dua masukan dan satu keluaran. Jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan membalik (v-).6 Penguat Operasional 2. yaitu ( + . Sebaliknya jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan tak membalik (v+).12 2. maka pada daerah frekuensi tengah isyarat keluaran akan “berlawanan fase” (berlawanan tanda dengan isyarat masukan). Dalam bentuk paket praktis IC seperti tipe 741 hanya berharga beberapa ribu rupiah.) v = A v . Idealnya.10.10 menunjukkan sebuah blok op-amp yang mempunyai berbagai tipe dalam bentuk IC.v o dimana A berharga sangat besar dan tidak tergantung besarnya beban luar yang terpasang.10 Rangkaian dasar penguat operasional Gambar 2. maka keluarannya akan berharga nol dan tidak tergantung adanya prubahan sumber daya.(inverting) dan keluaran vo. . Opamp biasa terdapat di pasaran berupa rangkaian terpadu (integrated circuit-IC).6. op-amp memiliki masukan tak membalik v+(non-inverting).

11 Rangkaian penguat operasional tak membalik. adapun konfigurasinya sebagai berikut : Gambar 2.………………………1 Sehingga didapat tegangan keluarannya adalah : Vout = r2/r1 + 1……………………………………………………………………. dimana “di” berarti dua dan “oda” yang berarti elektroda. Resistor r2 dan r1 membuat jaringan pembagi tegangan untk memberikan umpan balik (va) yang diperlukan pada masukan membalik. Karena tegangan umpan balik cenderung menyamai masukan tak membalik.7 Dioda Dioda adalah komponen yang paling sederhana pada keluarga semikonduktor. .11 terlihat vs diberikan pada masukan tak membalik. Tegangan keluaran akan sefasa dengan tegangan masukan. maka va = vs Dari rumus penguatannya adalah : Av = vout = r2/va + 1/r1………………………………………. Dan konfigurasi penguatan diberikan pada masukan membalik. dimana N berarti negative dan P adalah positif. Dari gambar 2..apisan P(anoda). Jadi dioda adalah dua lapisan elektroda N(katoda) dan .2 Penguatan Tak Membalik ( Non-Inverting Amplification ) Salah satu fungsi op-amp adalah sebagai penguat tak membalik (noninverting) dan mengeluarkan isyarat keluaran yang sama tetapi lebih besar dari masukannya.13 2.6. Kata “dioda” adalah sebuah kata majemuk yang berarti “dua elektroda”.…2 2.

dan besarnya hanya sebesar tegangan ideal dan besarnya tegangan ideal yang akan dialirkan tergantung dari jenis dioda yang digunakan. Inilah jawaban mengapa hampir semua peralatan elektronik menggunakan . Dioda silicon : sedangkan pada dioda silicon tegangan idealnya berkisar antara 0. Oleh karena itu dioda juga dapat digunakan sebagai saklar pada rangkaian elektronika selain digunakan sebagai mana fungsinya yaitu sebagai penyearah tegangan. Dioda germanium : pada dioda germanium tegangan idealnya berkisar antara 0.8 Transformator 2.12 Simbol dioda ideal Gambar diatas menunjukkna symbol dari dioda ideal. Dan dioda tidak akan menghantarkan arus apabila tegangan yang melaluinya lebih kecil dari tegangan idealnya. Sifat dasar dari dioda adalah untuk mengubah arus ac menjadi arus dc. Tetapi mungkin akan ada tegangan yang akan dialirkan oleh dioda itu. yaitu : 1.14 Gambar 2.7 v pada suhu yang sama Yang dimaksud dengan tegangan ideal adalah.3 v pada suhu sekitar 25ºc. Diioda akan menghantarkan arus bila diberi beda tegangan. dioda akan menghantarkan arus bila diberi tegangan sumber lebih besar dari tegangan idealnya. Menurut kelompoknya dioda dogolongan dalam dua jenis. 2. Didalam rangkaian elektronika dioda ideal biasanya digunakan hanya sebagai penyearah tegangan.1 Persamaan Dasar Tegangan saluran (220V) terlalu tinggi bagi sebagian besar peralatan elektronik.8. 2.

Mekanisme terjadinya konduksi pada masing-masing diode tergantung .14(a). Tegangan yang diinduksikan pada kumparan sekunder sebesar : Gambar 2. Jumlah lilitan pada kumparan primer adalah N1 dan jumlah lilitan pada kumparen sekunder adalah N2. Ini dapat dilakukan dengan menambah satu diode pada rangkaian seperti terlihat pada gambar 2. Karena keluaran berharga positif pada satu periode penuh. Tranformator dalam hal ini digunakan untuk menurunkan level tegangan yang lebih sesuai dengan peralatan. Kumparan sebelah kiri disebut sebagai kumparan primer dan yang sebelah kanan disebut sebagai kumparan sekunder.8.15 trnsformator.13 menunjukkan sebuah contoh transformator. Pada saat masukan berharga negatif maka salah satu dari diode akan dalam keadaan panjar maju sehingga memberikan keluaran positif. Beban dari penyearah dihubungkan antara titik katode dan titik center-tap (CT) yang dalam hal ini digunakan sebagai referensi atau “tanah”. Pada gambar 2. maka rangkaian ini disebut penyearah gelombang penuh. Dua garis vertikal diantara keduanya adalah untuk menunjukkan bahwa kumparan dililitkan pada sebuah inti besi.2 Penyearah Gelombang Penuh Trafo CT Terdapat cara yang sangat sederhana untuk meningkatkan kuantitas keluaran positif menjadi sama dengan masukan (100%).14(a) terlihat bahwa anode pada masing-masing diode dihubungkan degan ujung-ujung rangkaian sekunder dari transformer. Sedangkan katode masing-masing diode dihubungkan pada titk positif keluaran.13 Simbol transformator 2. Gambar 2.

Gambar 2.3 Penyearah Gelombang Penuh Model Jembatan Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah diode. Pada setengah periode berikutnya. Pada setengah periode ini mengalir arus i D2 dan menghasilkan keluaran yang akan nampak pada hambatan beban. ini menyebabkan D1 berkonduksi (berpanjar maju) dan D2 tidak berkonduksi (berpanjar mundur).14(a) nampak bahwa pada setengah periode pertama misalnya. Dua diode akan berkonduksi saat isyarat positif dan dua diode akan berkonduksi saat isyarat negatif.16 pada polaritas tegangan yang terjadi pada masukan. Misalkan masukan AC pada titik A . menyebabkan D2 berkonduksi dan D1 tidak berkonduksi. v1 berharga positif dan v2 berharga negatif. v2 berharga positf dan v1 berharga negatif. Untuk model penyearah jembatan ini kita tidak memerlukan transformator yang memiliki centertap. Dengan demikian selama satu periode penuh hambatan beban akan dilewati arus i D1 dan i D2 secara bergantian dan menghasilkan tegangan keluaran DC.8. bagian masukan AC dihubungkan pada sambungan D1-D2 dan yang lainnya pada D3-D4. Seperti ditunjukkan pada gambar 2. Keadaan positif atau negatif dari masukan didasarkan pada referensi CT.14 Bentuk gelombang transformator 2. Katode D1 dan D3 dihubungkan dengan keluaran positif dan anode D2 dan D4 dihubungkan dengan keluaran negatif (tanah). Pada setengah periode ini arus i D1 mengalir dan menghasilkan keluaran yang akan nampak pada hambatan beban. Pada gambar 2.15.

9 Mikrokontroler AT89S51 AT89S51 merupakan mikrokontroler CMOS 8 bit dengan 4 Kbyte in-system programable Flash memory. Rangkaian jembatan empat diode dapat ditemukan di pasaran dalam bentuk paket dengan berbagai bentuk. isi memori tersebut dapat diisi ulang ataupun dihapus berkali-kali dan kompatibel dengan mikrokontroler standar industri 80C51 baik pin IC maupun set instruksinya. Secara prinsip masingmasing bentuk mempunyai dua terminal masukan AC dan dua terminal masukan DC. Pada keadaan ini electron akan mengalir dari titik B melalui D4 ke beban. maka diode D1 akan berpanjar maju dan D2 akan berpanjar mundur. Spesifikasi AT89S51 antara lain: 9 4 Kbyte In-system Programable (ISP) flash memori dengan kemampuan 1000 kali baca/tulis.15 Penyearah gelombang penuh model jembatan 2. Pada setengah periode berikiutnya titik A negatif dan titik B menjadi positif.17 berharga positif dan B berharga negatif. arus yang mengalir ke beban tetap pada arah yang sama. Gambar 2. melalui D1 dan kembali ke titik A. AT89S51 berteknologi memori nonvolatile kerapatan tinggi dari ATMEL. Pada kondisi ini D2 dan D3 akan berpanjar maju sedangkan D1 dan D4 akan berpanjar mundur. . Aliran arus dimulai dari titik A melalui D2 ke beban malalui D3 dan kembali ke titik B. Perlu dicatat di sini bahwa apapun polaritas titik A atau B.

18 9 Tegangan kerja 4 . Gambar 2.5 V 9 Bekerja dengan rentang 0 – 33 Hz 9 128 x 8 bit RAM internal 9 32 jalur I/O yang dapat diprogram 9 Dua buah 16 bit Timer/counter 9 6 sumber interupsi 9 Saluran Full-Duplex serial UART 9 Watchdog timer 9 Dual data pointer 9 Mode pemograman ISP yang fleksibel (byte dan page mode).16 Blok Diagram AT89S51 .5.

Masing-masing pin memiliki fungsi dan karakteristik tersendiri yang harus diperhatikan.18. AT89S51 memiliki beberapa pin. Dengan internal pull-up yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan dapat mengendalikan empat input TTL.9. Konfigurasi pin AT89S51 dapat dilihat pada gambar 2. Fungsi alternatif ini disajikan dalam tabel 2.19 2. b. Pin 1 sampai 8 Pin 1 sampai 8 merupakan port 1 yang menjadi saluran (bus) dua arah input atau output 8 bit. ada yang berfungsi sebagai jalur kontrol. Port ini juga digunakan sebagai saluran alamat pada saat pemrograman dan verifikasi.17. dan ada juga yang berfungsi sebagai addres bus atau data bus. Gambar 2. Pin 9 (RST) Merupakan masukan reset (aktif tinggi) untuk dua siklus mesin. c.17 konfigurasi pin AT89S51 Berikut ini adalah penjelasan dari pin-pin AT89S51: a. . ada yang berfungsi sebagai jalur input/output (I/O).1 Konfigurasi pin Pin adalah kaki fisik dari sebuah IC AT89S51. Pin 10 sampai 17 Pin ini merupakan port 3 yang merupakan saluran (bus) input/output 8 bit dua arah dengan internal pull-up yang memiliki fungsi alternatif.

4 P3.3 P3.6 P3. maka pull-up internal akan menset port pada kondisi high dan port 3 dapat digunakan sebagai saluran input.1 P3. Mikrokontroler ini memiliki seluruh rangkaian osilator yang diperlukan pada chip. maka fungsi ini dapat digunakan sebagai port pararel 8 bit serbaguna.5 P3. Pin 20 Merupakan ground sumber tegangan yang diberi simbol GND f. kecuali rangkaian kristal. Pin 21 sampai 28 Pin ini merupakan port 2 yang menjadi saluran (bus) input/output dua arah 8 bit dengan internal pull-up. e. Selain itu XTAL 1 juga dapat dipakai sebagai input untuk inverting osilator amplifier dan input ke rangkaian internal clock sedangkan XTAL 2 merupakan output dari inverting oscilator amplifier.18 Fungsi alternatif port 3 Pin port P3. sebagian dari port 3 dapat berfungsi sebagai sinyal kontrol pada saat proses pemograman.20 Ketika logika 1 diberikan ke port 3. . Tabel 2. Selain itu. Pin 18 dan 19 Jalur ini merupakan masukan ke penguat osilator berpenguat tinggi.7 Alternatif RXD TXD INT0’ INT1’ T0 T1 WR’ RD’ keterangan Untuk menerima data port serial Untuk mengirim data port serial Interupsi eksternal 0 Interupsi eksternal 1 Input pewaktu eksternal/pencacah 0 Input pewaktu eksternal/pencacah 1 Jalur menulis memori data eksternal strobe Jalur membaca memori data eksternal strobe d. Bila fungsi alternatif tidak dipakai.2 P3.0 P3.

Pin 29 Merupakan sinyal pengontrol untuk mengakses program memori eksternal yang masuk ke dalam saluran (bus) selama proses pemberian atau pengambilan instruksi (fetching). Selain sebagai jalur I/O. Port 0 terdiri dari P0. Pin 40 Merupakan sumber tegangan positif yang diberi simbol VCC. Pin 31 External Access Enable (EA) merupakan sinyal kontrol untuk pembacaan memori program. Pin 30 Merupakan penahan alamat memori eksternal (pada port 1) selama mengakses ke memori eksternal i. memori sebesar 128 byte yang biasanya digunakan untuk menyimpan variabel atau data yang bersifat sementara. Apabila diset rendah (L). Port 0 merupakan salah satu port yang berfungsi sebagai general purpose I/O dengan lebar 8 bit. k.0-P0.9.7. Memori ini dapat diakses menggunakan RAM address register. RAM Internal. maka mikrokontroler akan melaksanakan seluruh instruksi dari memori program eksternal sedangkan apabila diset tinggi (H) maka mikrokontroler akan melaksanakan instruksi dari memori program internal. j. Port 0 juga berfungsi sebagai multiplexed addres/data bus. memori yang digunakan untuk menyimpan instruksi-intruksi MCS51. b. 2. Struktur Memori Memori pada intinya berfungsi untuk ’mengingat’ atau menyimpan suatu informasi. Flash PEROM. Pin 32 sampai 39 Pin ini merupakan port 0.2.21 g. h. AT89S51 mempunyai stuktur memori yang terdiri atas: a. .

7. Contoh: Mov Mov A. 6.22 c.A Listing diatas berfungsi untuk menuliskan data 01H kedalam alamat 2000H. dan Lcall. 5. . merupakan memori yang berisi register-register yang mempunyai fungsi-fungsi khusus. Pertama data 01H diisikan ke akumulator kemudian DPTR yang berfungsi untuk menuliskan alamat penyimpanan data diisi dengan 2000H. Untuk pengambilan dan pengiriman data ke memori eksternal juga diperlukan register ini. Acall. Register B. Mempunyai fungsi yang sama dengan akumulator. 3. Stack Pointer Stack Pointer (SP) merupakan register 8 bit yang terletak di alamat 81H.#01H DPTR. Proses yang berhubungan dengan stack ini biasa dilakukan oleh instruksiinstruksi Push. Register Fungsi khusus ini terdiri dari: 1. 2. Akumulator Register ini terletak pada alamat E0H. Pop. Isi dari Stack Pointer ini merupakan alamat dan data yang disimpan di stack. Data Pointer DPTR umumnya digunakan untuk mengakses alamat pada memori eksternal. Register Port Serial Merupakan register yang digunakan dalam proses komunikasi serial. Register Port Merupakan register yang mewakili alamat port. 4. Register Timer Merupakan register yang digunakan untuk mengatur operasi Timer. Hampir semua operasi aritmatik dan operasi logika selalu menggunakan register ini. Terakhir. 21 Special Function Register (Register Fungsi Khusus). isi dari akumulator A disimpan ke lokasi memori yang ditunjukkan oleh DPTR.#2000H Movx @DPTR.

Gambar di bawah memperlihatkan bentuk dan simbol untuk jenis NPN. 2.10 Transistor Transistor bipolar biasanya digunakan sebagai saklar elektronik dan penguat pada rangkaian elektronika digital. Mereka dapat dikombinasikan menjadi jenis N-P-N atau P-N-P yang menjadi satu sebagai tiga kaki transistor.23 8.19 Alokasi Bit PCON Keterangan: SMOD GF1&GF0 PD IDL : Double Baud Rate : General Purpose Flag : Power Down : Idle Mode. Gambar 2. Transistor biasanya dibuat dari bahan silikon atau germanium. Tabel 2.20 simbol transistor NPN dan PNP . Tiga kaki yang berlainan membentuk transistor bipolar adalah emitor. 9. panah emitor berlawanan arah). (Pada transistor PNP. Transistor memiliki 3 terminal. Register Interupsi Merupakan register yang digunakan untuk mengatur proses interupsi. basis dan kolektor. Power Control Register Power Control Register (PCON) mengandung beberapa macam bit kontrol dengan konfigurasi seperti pada tabel 2.19.

tanggapan terhadap perubahan logika sangat cepat 3. Beberapa jenis dari bahan seven segmen yang digunakan antara lain tabung gas. Dan memberikan tegangan positif atau 0 V dari basis ke emitor ini akan membuat transistor mati (off). tidak membutuhkan arus yang besar 5. menyebabkan hubungan kolektor ke emitter terhubung singkat. Sebaliknya . sinyal inputnya adalah 1 atau 0 ini selalu dipakai pada basis transistor. menyala pada tegangan rendah 2. memberikan tegangan negatif dari basis ke emitor ini akan menyalakan transistor (on ). • Pada PNP transistor PNP. Selain itu kelebihan lain dari penampil seven segment LED ini yaitu: 1. dan fluorocent phospor. yang menyebabkan transistor aktif (on). Pada sevensegmnet yang menggunakan common anoda akan menyala pada saat berlogika ”0” dan tidak akan menyala pada saat berlogika ”1”. yaitu common anoda dan common katoda. liquid cristal. 2.24 Pada rangkaian elektronik.11 Seven segment Seven segmnet digunaka sebagai indikator dari perubahan bilangan kode biner menjadi bilangan desimal. LED. yang disebut transistor mati (off). Memberikan tegangan negatif atau 0 V dari basis ke emitor menyebabkan hubungan kolektor dan emitor terbuka. Aturan/prosedur transistor sebagai berikut: • Pada transistor NPN. Dan yang paling banyak digunakan adalah LED. karenataham lama dan murah. dapat dilihat jelas pada malam hari 4. mudah diperoleh LED sendiri terbuat dari Galium Arsenit (GaAs) yang berppijar bila dialiri arus forward. kawat pijar. memberikan tegangan positif dari basis ke emitor. sedangkan jenisnya ada dua macam. yang mana kolektor dan emitor sebagai penghubung untuk pemutus (short) atau sebagai pembuka rangkaian.

Sedangkan file berekstensi LST berisi listing program lengkap beserta alamat . ASM51 berfungsi untuk mengubah program berbahasa assembly menjadi serangkaian kode heksadesimal yang dikenali AT89S51.25 common katoda akan menyala pada saat berlogika ”1”. Setelah proses assembling selesai.21 Seven segment 2. ASM51 akan menghasilkan dua file yang masing-masinng berekstensi HEX dan LST.12 Asm51 ASM51 merupakan program assembler yang berupa freeware dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Kedua file memiliki nama yang sama dengan file asli. dan tidak akan menyala pada saat berlogika ”0” (a) common katoda (b) common anoda Gambar 2. File yang akan diproses oleh ASM51 harus memiliki nama file dengan panjang tidak lebih dari 8 karakter. File berekstensi HEX adalah file yang akan di-download ke minimum sistem.

dan garis bawah. File LST ini juga berisi pesan kesalahan jika ternyata ASM51 menyatakan adanya kesalahan dalam proses assembling. Label adalah sebuah nama yang mewakili suatu alamat program. 1. angka. MOD51 juga harus disertakan dalam listing program dengan cara menuliskan $MOD51 di awal program. dimana ASM51 menyimpan file. ASM51 membutuhkan file MOD51 agar ASM51 dapat mengenali semua register milik AT89S51. 2. MOD51 harus terdapat pada direktori yang sama dengan ASM51. persyaratan sebuah label dan simbol adalah tidak mengandung karakter selain huruf. oleh karena itu simbol atau label yang sama tidak boleh didefinisikan dua kali (kecuali menggunakan definisi SET). Penulisan simbol dan label tidak boleh diawali dengan angka. dan bagaimana ASM51 memberi format pada file. Assembler Control Assembler Control berfungsi untuk mengendalikan darimana ASM51 mendapatkan input. Simbol dan Label Simbol adalah nama yang mewakili angka atau alamat pada memori. Contoh simbol: ACK EQU 0FAH Contoh label: START: 3. variabel. Mnemonic dan Operand Mnemonic adalah bagian dari instruksi yang mewakili sebuah proses yang akan dilakukan. Satu simbol mewakili satu angka atau alamat dan satu label juga mewakili satu alamat. tanda tanya. atau alamat yang akan diproses oleh mnemonic didepannya.P1 . Pada ASM51. Baik simbol maupun label berfungsi untuk mempermudah pengguna untuk berpindah alamat dengan cepat. Contoh: Mov A. Operand adalah bagian dari instruksi yang mewakili register.26 yang digunakan. diakhir sebuah label harus terdapat tanda baca titik dua ”:”. Selain itu.

Penulisan komentar ini didahului dengan tanda baca titik koma ”. 5.”. Comment Comment merupakan suatu komentar yang digunakan user untuk memberi tanda atau keterangan pada bagian-bagian program.27 4. End End harus disertakan dalam listing program sebagai penanda bahwa listing telah berakhir. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful