Prinsip Kerja Generator Sinkron

Prinsip Kerja Generator sinkron

17:01 HaGe 3Komentar Setelah kita membahas di sini mengenai konstruksi dari suatu generator sinkron, maka artikel kali ini akan membahas mengenai prinsip kerja dari suatu generator sinkron. Yang akan menjadi kerangka bahasan kali ini adalah pengoperasian generator sinkron dalam kondisi berbeban, tanpa beban, menentukan reaktansi dan resistansi dengan melakukan percobaan tanpa beban (beban nol), percobaan hubung-singkat dan percobaan resistansi jangkar. Seperti telah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa kecepatan rotor dan frekuensi dari tegangan yang dibangkitkan oleh suatu generator sinkron berbanding lurus. Gambar 1 akan memperlihatkan prinsip kerja dari sebuah generator AC dengan dua kutub, dan dimisalkan hanya memiliki satu lilitan yang terbuat dari dua penghantar secara seri, yaitu penghantar a dan a’. Untuk dapat lebih mudah memahami, silahkan lihat animasi prinsip kerja generator, di sini.

Gambar 1. Diagram Generator AC Satu Phasa Dua Kutub. Lilitan seperti disebutkan diatas disebut “Lilitan terpusat”, dalam generator sebenarnya terdiri dari banyak lilitan dalam masing-masing fasa yang terdistribusi pada masing-masing alur stator dan disebut “Lilitan terdistribusi”. Diasumsikan rotor berputar searah jarum jam, maka fluks medan rotor bergerak sesuai lilitan jangkar. Satu putaran rotor dalam satu detik menghasilkan satu siklus per detik atau 1 Hertz (Hz). Bila kecepatannya 60 Revolution per menit (Rpm), frekuensi 1 Hz. Maka untuk frekuensi f = 60 Hz, rotor harus berputar 3600 Rpm. Untuk kecepatan rotor n rpm, rotor harus berputar pada kecepatan n/60 revolution per detik (rps). Bila rotor mempunyai lebih dari 1 pasang kutub, misalnya P kutub maka masing-masing revolution dari rotor menginduksikan P/2 siklus tegangan dalam lilitan stator. Frekuensi dari tegangan induksi sebagai sebuah fungsi dari kecepatan rotor, dan diformulasikan dengan:

Untuk generator sinkron tiga fasa, harus ada tiga belitan yang masing-masing terpisah sebesar 120 derajat listrik dalam ruang sekitar keliling celah udara seperti diperlihatkan pada kumparan a – a’, b – b’ dan c – c’ pada gambar 2. Masing-masing lilitan akan menghasilkan gelombang Fluksi sinus satu dengan lainnya berbeda 120 derajat listrik. Dalam keadaan seimbang besarnya fluksi sesaat : ΦA = Φm. Sin ωt

ΦB = Φm. Sin ( ωt – 120° ) ΦC = Φm. Sin ( ωt – 240° )

Gambar 2. Diagram Generator AC Tiga Fasa Dua Kutub
Besarnya fluks resultan adalah jumlah vektor ketiga fluks tersebut adalah: ΦT = ΦA +ΦB + ΦC, yang merupakan fungsi tempat (Φ) dan waktu (t), maka besar- besarnya fluks total adalah: ΦT = Φm.Sin ωt + Φm.Sin(ωt – 120°) + Φm. Sin(ωt– 240°). Cos (φ – 240°) Dengan memakai transformasi trigonometri dari : Sin α . Cos β = ½.Sin (α + β) + ½ Sin (α + β ), maka dari persamaan diatas diperoleh : ΦT = ½.Φm. Sin (ωt +φ )+ ½.Φm. Sin (ωt – φ) + ½.Φm. Sin ( ωt + φ – 240° )+ ½.Φm. Sin (ωt – φ) +½.Φm. Sin (ωt + φ – 480°) Dari persamaan diatas, bila diuraikan maka suku kesatu, ketiga, dan kelima akan silang menghilangkan. Dengan demikian dari persamaan akan didapat fluksi total sebesar, ΦT = ¾ Φm. Sin ( ωt - Φ ) Weber . Jadi medan resultan merupakan medan putar dengan modulus 3/2 Φ dengan sudut putar sebesar ω. Maka besarnya tegangan masing-masing fasa adalah : E maks = Bm. ℓ. ω r Volt dimana : Bm = Kerapatan Fluks maksimum kumparan medan rotor (Tesla) ℓ = Panjang masing-masing lilitan dalam medan magnetik (Weber) ω = Kecepatan sudut dari rotor (rad/s) r = Radius dari jangkar (meter) anda dapat juga membaca artikel yang terkait dengan bahasan kali ini, di: - elektromekanis dalam sistem tenaga-1, di sini. - elektromekanis dalam sistem tenaga-2, di sini.

Generator Tanpa Beban Apabila sebuah mesin sinkron difungsikan sebagai generator dengan diputar pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (If), maka pada kumparan jangkar stator akan diinduksikan tegangan tanpa beban (Eo), yaitu sebesar: Eo = 4,44 .Kd. Kp. f. φm. T Volt Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator, sehingga tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. Fluks hanya dihasilkan oleh arus medan (If). Bila besarnya arus medan dinaikkan, maka tegangan keluaran juga akan naik sampai titik saturasi (jenuh), seperti diperlihatkan pada gambar 3. Kondisi generator tanpa beban bisa digambarkan rangkaian ekuivalennya seperti diperlihatkan pada gambar 3b.

Gambar 3a dan 3b. Kurva dan Rangkaian Ekuivalen Generator Tanpa Beban

Generator Berbeban Bila generator diberi beban yang berubah-ubah maka besarnya tegangan terminal V akan berubahubah pula, hal ini disebabkan adanya kerugian tegangan pada: • Resistansi jangkar Ra • Reaktansi bocor jangkar Xl • Reaksi Jangkar Xa a. Resistansi Jangkar Resistansi jangkar/fasa Ra menyebabkan terjadinya kerugian tegang/fasa (tegangan jatuh/fasa) dan I.Ra yang sefasa dengan arus jangkar. b. Reaktansi Bocor Jangkar Saat arus mengalir melalui penghantar jangkar, sebagian fluks yang terjadi tidak mengimbas pada jalur yang telah ditentukan, hal seperti ini disebut Fluks Bocor. c. Reaksi Jangkar Adanya arus yang mengalir pada kumparan jangkar saat generator dibebani akan menimbulkan fluksi jangkar (ΦA ) yang berintegrasi dengan fluksi yang dihasilkan pada kumparan medan rotor(ΦF), sehingga akan dihasilkan suatu fluksi resultan sebesar :

memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat dibebani kapasitif murni yang mengakibatkan arus jangkar Ia mendahului GGL Eb sebesar 90° dan ΦA akan memperkuat ΦF yang berpengaruh terhadap pemagnetan. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat arus diberi beban induktif murni sehingga mengakibatkan arus jangkar Ia terbelakang dari GGL Eb sebesar 90° dan ΦA akan memperlemah ΦF yang berpengaruh terhadap pemagnetan. Vektor diagram untuk beban yang bersifat Induktif. Gambar 4a . Gambar 4b. 4c dan 4d. Gambar 4d. seperti diperlihatkan pada Gambar 4. . 4b. Jumlah dari reaktansi bocor XL dan reaktansi jangkar Xa biasa disebut reaktansi Sinkron Xs. yang mengilustrasikan kondisi reaksi jangkar untuk jenis beban yang berbeda-beda. Gambar 4c. dan kapasitif diperlihatkan pada Gambar 5a. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat generator dibebani tahanan (resistif) sehingga arus jangkar Ia sefasa dengan GGL Eb dan ΦA akan tegak lurus terhadap ΦF. resistif murni. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat generator dibebani kapasitif . sehingga arus jangkar Ia mendahului ggl Eb sebesar θ dan ΦA terbelakang terhadap ΦF dengan sudut (90 -θ). Gambar 4a. Kondisi Reaksi Jangkar. 5b dan 5c.Interaksi antara kedua fluksi ini disebut sebagai reaksi jangkar.

Test Tanpa Beban Test Tanpa Beban dilakukan pada kecepatan Sinkron dengan rangkaian jangkar terbuka (tanpa beban) seperti diperlihatkan pada Gambar 6.Zs Menentukan Resistansi dan Reaktansi Untuk bisa menentukan nilai reaktansi dan impedansi dari sebuah generator. harus dilakukan percobaan (test). Test Hubung Singkat . 5b dan 5c.Xa + I. Rangkaian Test Generator Tanpa Beban. Ada tiga jenis test yang biasa dilakukan. maka bisa ditentukan besarnya tegangan jatuh yang terjadi.Ra + j (I. Gambar 6. Percobaan dilakukan dengan cara mengatur arus medan (If) dari nol sampai rating tegangan output terminal tercapai. • Test Resistansi Jangkar. yaitu : Total Tegangan Jatuh pada Beban: = I. yaitu: • Test Tanpa beban ( Beban Nol ) • Test Hubung Singkat.Gambar 5a.XL) = I {Ra + j (Xs + XL)} = I {Ra + j (Xs)} = I. Vektor Diagram dari Beban Generator Berdasarkan gambar diatas.

maka dapat digambar dalam bentuk kurva karakteristik seperti diperlihatkan pada gambar 8. . Kurva Karakteristik Tanpa Beban dan Hubung Singkat sebuah Generator. Impedansi Sinkron dicari berdasarkan hasil test.Untuk melakukan test ini terminal generator dihubung singkat. Selama proses test arus If dan arus hubung singkat Ihs dicatat. Gambar 9. Rangkaian Test Generator di Hubung Singkat. Gambar 7. resistansi DC diukur antara dua terminal output sehingga dua fasa terhubung secara seri. dan dengan Ampermeter diletakkan diantara dua penghantar yang dihubung singkat tersebut (Gambar 7). Arus medan dinaikkan secara bertahap sampai diperoleh arus jangkar maksimum. Dari hasil kedua test diatas. Resistansi per fasa adalah setengahnya dari yang diukur. adalah: . Gambar 8. If = konstatn Test Resistansi Jangkar Dengan rangkaian medan terbuka.

Di sana terdapat nomor dan nama kontak yang tersimpan terpisah. sebuah software yang mengelola data sehingga pengguna dapat membuat. ukuran penghantar jangkar. dan mengatur akses terhadap data. Penggunaan basis data misalnya :      penyimpanan nomor kontak di ponsel pengelolaan katalog dan sirkulasi buku sistem informasi penjualan reservasi layanan hotel dan lain-lain Sistem yang berkaitan dengan basis data yaitu DBMS (Database Management System).2 s/d 1. mengelola. dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi. nama sendiri.Gambar 9. Dalam kenyataannya nilai resistansi dikalikan dengan suatu faktor untuk menentukan nilai resistansi AC efektif . dan konstruksi kumparan.6 . Nomor sendiri. 2012 in Uncategorized by Rohandi Latif Basis data merupakan kumpulan data yang terkait secara logis. nilai Xs bisa ditentukan berdasarkan persamaan: Recent Posts Pengenalan Basis Data February 23rd. eff R . Contoh sederhana basis data misalnya kontak pada handphone. Pengukuran Resistansi DC. menambah. Bila nilai Ra telah diketahui. dapat diakses banyak pihak. Nilainya berkisar antara 1. Ini bertujuan agar memudahkan aplikasi untuk menghubungkan suatu data dengan data yang lain. Faktor ini tergantung pada bentuk dan ukuran alur. .

2011 in Uncategorized by Rohandi Latif  Generator : mesin listrik yang digunakan untuk mengubah tenaga mekanis menjadi listrik. Karakteristik :        tidak ada nama tabel yang sama setiap sel untuk satu nilai data setiap kolom tidak boleh sama dalam satu tabel nilai dalam satu kolom harus setipe urutan kolom tidak penting minimasi duplikasi record urutan record dalam penyimpanan tidak harus dipertimbangkan No Comments Generator DC November 6th. RDBMS (Relational Database Management System) sebagai perantara antara aplikasi dengan database yang ada. Ms. Oracle. contohnya yaitu Facebook. . Contoh RDBMS misalnya MySQL.Access. Komponen-komponen basis data :      Hardware Software Data Procedure People Basis data relasional merupakan sebuah basis data yang tabel-tabelnya terhubung dengan suatu model tertentu untuk menghasilkan informasi relevan yang dibutuhkan pengguna. Postgre.Aplikasi berfungsi untuk berhubungan langsung dengan pengguna.

2. Adanya fluks magnet yang dihasilkan kutub-kutub magnet. motor bensin. Adanya kawat penghantar listrik yang merupakan tempat terbentuknya GGL induksi. potensial air. Prinsip pembentukan kutub magnet buatan tidak lepas dari penemuan Oersted.  Nilai GGl induksi yang dibangkitkan :  Kaidah tangan kanan :    Kutub magnet yang digunakan untuk generator DC didapat dari magnet tetap maupun magnet buatan. .   Contoh tenaga mekanis : uap. motor diesel. 3. AC maupun DC tergantung dari konstruksi generator dan sistem pengambilan arusnya. Prinsip generator berkaitan dengan percobaan Faraday : 1. Dia mengatakan bahwa di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnet. Adanya gerakan relatif antara fluks magnet dengan kawat penghantar listrik.

Komutator berfungsi mengumpulkan arus menggantikan dua cincin geser pada generator AC. maka medan magnet yang terbentuk di sekitar kawat arahnya searah jarum jam. . Susunan generator DC :   Berikut adalah grafik putaran 360o generator DC :   Komutator : cincin berbahan konduktor yang dibelah oleh isolator menjadi dua bagian. dan sebaliknya. Kemudian dilengkapi oleh Maxwell bahwa arus listrik mengalir dalam kawat arahnya menjauhi kita (maju).

Generator penguat sendiri     Arus kemagnetan diperoleh dari dalam generator itu sendiri. Generator penguat terpisah   Arus kemagnetan diperoleh dari sumber listrik searah di luar generator.generator kompon (campuran) No Comments Transformator October 29th. Arus kemagnetannya terpengaruh oleh nilai-nilai arus ataupun tegangan generator. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif Induksi Magnet Bersama   Transformator : alat elektromagnetik yang mentransfer energi listrik dari kumparan primer ke kumparan sekunder dengan induksi magnet bersama. generator DC dapat dibedakan menjadi : 1. Berdasarkan lilitan penguat. .generator seri . 2. Berdasarkan sumber arus kemagnetan bagi kutub magnet buatan. Besar kecilnya arus kemagnetan tidak terpengaruh oleh nilai-nilai arus ataupun tegangan generator.generator shunt . Pengaruh nilai tegangan dan arus generator terhadap arus penguat ditentukan oleh rangkaian lilitan penguat magnet dengan lilitan jangkar. generator ini dibedakan menjadi : . Fungsi transformator : untuk menaikkan atau menurunkan tegangan.

Penggabungan maksimum terjadi saat seluruh garis fluks dari kumparan primer masuk dan memotong sisi sekunder. dan arus yng masuk sama dengan yang keluar. np = jumlah lilitan primer ns = jumlah lilitan sekunder Transformator Stepup    Digunakan untuk menaikkan nilai tegangan. impedansi. Koefisien Penggabungan    Yaitu banyaknya fluks magnet primer masuk dan memotong sisi sekunder. Tegangan induksi pada kumparan primer = Ep = Vp 2. Tegangan dan impedansi dinaikkan. membangkitkan fluks medan berubah-ubah setiap saat (Hk. Arus. Faraday). Pada kumparan primer mengalir arus AC. Tegangan. Arus diturunkan. ns berarti transformator stepdown np = ns berarti tegangan. Transformator Stepdown . Tegangan induksi pada kumparan sekunder = Es = Vs  Fluks bersama : gabungan fluks dari sisi primer dan sekunder. ns berarti transformator stepup np &gt. Cara memaksimumkan dengan melilitkan inti besi. sehingga terjadi : 1. dan Jumlah Lilitan pada Kumparan      np &lt.

Cara ini dapat memperkecil arus Eddy atau arus pusar. Rugi-Rugi Transformator      Beberapa persen energi akan hilang dalam bentuk panas saat transfer dari kumparan primer ke sekunder. Laminasi : memasang inti yang terdiri dari sejumlah bagian yang berlapis. dan beban peralatan yang rendah. Ukuran kVA menentukan arus sebuah transformator dapat sampai ke beban tanpa panas yang berlebih. Persamaan dalam Transformator Rating Transformator   Dinyatakan dalam kVA (kiloVolt-Ampere). AC. Tegangan dan impedansi diturunkan. . dan pemanas. bak penampung. Cara mengurangi kehilangan yaitu dengan laminasi. Transformator dengan kumparan sekunder 240 VAC digunakan untuk menyuplai 240 VAC ke peralatan yang lebih besar seperti tungku. Bisa terjadi pada kawat pembentuk kumparan maupun inti. Transformator satu fasa 120 atau 240 VAC digunakan untuk menyuplai pencahayaan.   Digunakan untuk menurunkan nilai tegangan. Transformator Satu Fasa    Misal di Amerika (di Indonesia 220 V). Arus dinaikkan.

maka dikatakan sebagai arus seimbang. satu untuk netral. Secara skematis berbentuk segitiga. Arus Hubungan Delta Seimbang (Balanced Delta Current). Seluruh tiga fasa digunakan untuk menyuplai beban tiga fasa.Transformator Tiga Fasa    Digunakan saat daya tiga fasa dibutuhkan untuk beban yang besar. Sambungan Bintang (Wyne Connection)     Berbentuk huruf “Y”. . 2. Sambungan Delta (Delta Connection)      Digunakan jika jarak sumber suplai menuju beban adalah dekat. Jika arus yang mengalir pada ketiga kumparan sama. Seperti tiga buah transformator satu fasa yang dihubungkan secara bersama-sama. Tiga untuk fasa. maka dikatakan sebagai arus tak seimbang. Seperti : industri yang banyak menggunakan motor. Jika arus yang mengalir pada ketiga kumparan berbeda. Ada 2 macam : 1. Transformator terhubung bintang di sisi sekunder.  Arus Delta Tak Seimbang. Mempunyai empat kawat.

Elektromagnetik   Yaitu magnet yang dibuat dengan cara konduktor dialiri arus sehingga dihasilkan medan magnet. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif Kemagnetan  Sifat : dapat menarik benda logam dan selalu mengarah ke posisi utara-selatan. Garis Fluks Magnet   Fluks (garis gaya magnet) : gaya pada magnet yang tidak terlihat. Arah : meninggalkan kutub utara menuju kutub selatan kemudian kembali ke kutub utara melalui magnet. Tolak-Menolak antar Kutub Sejenis  Antar kutub utara akan saling menolak. Tarik-Menarik antar Kutub Tak Sejenis  Kutub selatan akan menarik kutub utara. ukuran dan kekuatan medan magnet juga akan meningkat. begitu juga dengan antar kutub selatan. No Comments Elektromagnetik October 29th. Tegangan fasa ke netral akan selalu lebih kecil daripada tegangan fasa ke fasa. Semakin meningkat arus. Aturan Tangan Kiri pada Konduktor .

. maka garis fluks akan berlawanan dengan arah jarum jam. semakin kuat medan magnet. dan sebaliknya. Penambahan Inti Besi   Inti udara elektromagnetik dapat diganti dengan potongan besi karena besi adalah konduktor yang lebih baik daripada udara. maka polaritas elektromagnet juga berubah. Perubahan Polaritas   Ketika arah arus yang mengalir sepanjang elektromagnet berubah. Jumlah Lilitan  Semakin banyak lilitan.  Arah arus elektron menjauh dari pengamat. Dengan ini akan terdapat lebih banyak garis fluks yang mengalir dan medan magnet semakin kuat. Elektromagnet dapat dibuat dengan melilitkan konduktor ke dalam suatu lilitan dan menerapkannya pada tegangan. Polaritas elektromagnet yang dihubungkan ke arus AC akan mempunyai frekuensi yang sama seperti frekuensi pada arus AC.

elektromagnet atas akan mengikuti elektromagnet bawah saat itu dipindahkan. No Comments Sistem Tenaga Listrik October 29th. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif  Tenaga listrik diproduksi di pusat-pusat pembangkit tenaga listrik. .Tarikan Elektromagnet   Polaritas medan magnet di elektromagnet atas berlawanan dengan polaritas medan magnet di elektromagnetik bawah. Pada tarikan kutub yang berlawanan.

Juga untuk mengurangi biaya terkait konstruksi tower dan konduktor. dan industri. Sistem Tenaga Listrik terdiri dari : 1. . Untuk meningkatkan tegangan digunakan transformator stepup. energi listrik   V = 11 s. komersial. uranium. Generator : energi mekanis &gt.   Biasanya terletak jauh dari pusat beban. dll. maka tegangan harus ditingkatkan dan arus dikurangi secara bersamaan. Sumber tenaga menggerakkan turbin dan disambungkan ke generator AC. panas bumi. Pembangkitan    Sumber tenaga : batubara. Agar penyaluran energi listrik dapat efisien. air.&gt. Transmisi      Energi dari pembangkitan disalurkan kepada pelanggan melalui jalur transmisi. Listrik disalurkan ke pusat beban melalui sistem transmisi dan distribusi.d 25 kV f = 50 Hz 2. minyak. Beban terdiri dari beban rumah tangga. Sehingga daya yang dihasilkan pada pembangkit dapat digunakan di lokasi lain yang berjarak ribuan kilometer.

20 kV &gt.&gt. V = 150 kV dan 500 kV f = 50 Hz 3.   Tegangan akan dikurangi secara bertahap selama daya listrik menuju daerah penggunaan akhir untuk mengurangi upaya pengisolasian. 380/220 V (untuk konsumen biasa) atau 6000 V (untuk konsumen industri) Pengamanan Sistem Daya 1. Distribusi    Di sini tegangan diturunkan dengan menggunakan transformator stepdown. Misal : V = 150 kV dan 500 kV &gt.&gt. Grounding .

Melindungi harta benda dari kerusakan. Satu sisi dihubungkan ke tanah. Bekerja dengan prinsip celah loncatan bunga api. . Lightning Arester    Efektif saat ada bahaya sambaran petir atau surja tegangan. satu sisi lain ke kawat yang dilindungi. Arus hubung singkat : disebabkan oleh hubung singkat pada jalur penghantar. 3.  Melindungi makhluk hidup dari bahaya sengatan listrik. Pelindung arus lebih yang dapat diandalkan adalah sekering. 2. Overcurrent     Melindungi sistem dari arus beban lebih maupun arus hubung singkat Arus beban lebih : arus yang melebihi arus operasi normal.

CB tersedia dalam beberapa rating tegangan : rendah. minyak. dll. tinggi. . Circuit Breaker (CB)     Adalah saklar yang secara otomatis membuka/memutus rangkaian listrik ketika terjadi kondisi beban lebih.4. Misal rumah sakit. sistem kendali. sedang. vakum . pelayanan online bank. Untuk daya yang kecil dapat menggunakan UPS. CB tegangan rendah dioperasikan di udara bebas karena busur api dapat padam oleh isolasi udara. CB tegangan tinggi dapat dilakukan dengan hembusan udara. Sistem Darurat    Diperlukan untuk sistem yang tidak boleh mati.dan gas SF6.

5. Desimal    Bilangan : Ada 10 simbol.2. yaitu 0 dan 1 Menggunakan basis 2. 3.3. Oktal   Ada 8 simbol.9 Menggunakan basis 10. yaitu 0. Biner   Ada 2 simbol.8.6.3.4.5. Untuk daya yang besar dapat menggunakan Generator Standby No Comments Sistem Bilangan October 29th. 2.2. Teori 1. . Dapat berupa integer atau pecahan.1. terdiri dari 0.7.1.7 Menggunakan basis 8. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif Sistem bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik.6.4.

3.5.6. : (10) 8 4 0 .4. Contoh : 385(10) = … (8) 385 : 8 = 48 + sisa 1 48 : 8 = 6 + sisa 0 Ditulis dari bawah ke atas sehingga 385(10) = 601(8) Konversi Desimal ke Hexadesimal Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 kemudian diambil sisa pembagiannya.8. yaitu 0.F Menggunakan basis 8.1.C.4.2.B.7.9. A = 10 B = 11 C = 12 D = 13 E = 14 F = 15 Konversi Desimal ke Biner Yaitu dengan membagi bilangan desimal dengan 2 kemudian diambil sisa pembagiannya.E. Hexadesimal         Ada 16 simbol. Contoh : 13(10) = 13 : 2 = 6 6 : 2 = 3 3 : 2 = 1 Ditulis dari bawah ke atas sehingga 13(10) = 1101(2) … + + + sisa sisa sisa (2) 1 0 1 Konversi Desimal ke Oktal Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 8 kemudian diambil sisa pembagiannya.D.A. Contoh : 1583(10) = … (16) 1583 : 16 = 98 + sisa 15 98 : 16 = 6 + sisa 2 Ditulis dari bawah ke atas sehingga 1583(10) = 62F(16) Konversi Yaitu dengan Contoh 1101(2) 1 1 0 Biner mengalikan masing-masing = x x x 2 22 21 3 bit ke dengan … = = = positon Desimal valuenya.

Contoh : 6502(8) = … (2) 2 = 010 0 = 000 5 = 101 6 = 110 Jadi. 6502(8) = 110101000010(2)Konversi Oktal ke Hexadesimal Yaitu dengan mengubah dari oktal menjadi biner kemudian dikonversi ke hexadesimal. C7(16) = 7 + 192 = 199(10) bit dengan … = = position valuenya. : (8) 100 3 2 Konversi Biner Dengan mengonversikan tiap-tiap Contoh 11010100(2) = 1101 1101 = 0100 = 4 4 buah ke digit … biner Hexadesimal dari belakang. : 0 8 = 3 = 8 Konversi Oktal ke Biner Yaitu dengan mengonversikan masing-masing digit oktal ke 3 digit biner. : (16) 13 = 0100 D Konversi Oktal Dengan cara mengalikan masing-masing bit Contoh 13(8) = … x (10)3 1 x 81 Kemudian dijumlahkan sehingga 13(8) = 3 + 8 = 11(10) ke dengan Desimal position valuenya.1 x 20 Kemudian dijumlahkan sehingga 1101(2) = 8 + 4 + 0 + 1 = 13(10) Konversi Dengan mengonversikan Contoh 11010100(2) 11 11 010 100 = 4 Biner tiap-tiap = 010 = = ke digit … = 1 3 buah biner dari Oktal belakang. : (10) 7 192 . Contoh : 2537(8) = … 2537 = 010101011111 (16) (8) (2) 010101011111(2) = 55F(16) Konversi Hexadesimal ke Desimal Yaitu dengan mengalikan masing-masing Contoh C7(16) = 7 x 160 C x 161 Jadi.

Gerbang logika sering disebut rangkaian logika. Yang termasuk : 1. maka masukan harus tinggi.Konversi Hexadesimal ke Oktal Yaitu dengan mengubah dari bilangan hexadesimal menjadi biner kemudian dikonversi ke oktal. Contoh : 55F(16) = … (8) 55F(16) = 010101011111(2) 010101011111(2) = 2537(8) No Comments Gerbang Logika October 29th. . 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah.  Gerbang Logika Inverter Merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran di mana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan. Misal input = rendah maka output = tinggi A = 1 maka Y = NOT 1 = 0  Gerbang Logika non-Inverter Sinyal masukan ada dua atau lebih sehingga keluaran tergantung sinyal masukan. AND Bila sinyal keluaran ingin tinggi. Disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen.

maka keluarannya 0. B = 0 maka Y = 1.B » AB Misal : A = 1. 3. Jika tidak. NAND (Not-AND) . OR Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu masukan dalam keadaan 1 dan sebaliknya. Y = A AND B » Y = A.Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan logika 1 jika semua masukan bernilai 1.0 = 0 2.

4. No Comments Rangkaian Arus Bolak-Balik October 29th. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif  Pada dasarnya. Sebaliknya jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan. NOR (Not-OR) Akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari masukan pada keadaan 1. . 5.Akan mempunyai keluaran 0 jika semua masukan pada logika 1. maka semua masukan dalam keadaan 0. disebut arus bolak-balik karena gelombangnya menyerupai gelombang sinus. XOR (Antivalen. Exclusive-OR) Akan memberikan keluaran 1 jika masukan-masukannya mempunyai keadaan yang berbeda. Jika diinginkan keluaran 1. maka keluaran bernilai 1.

    Pada sistem AC besaran tegangan berubah terhadap waktu. Frekuensi (f) adalah banyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Persamaan tegangan sinusoidal :   Periode (T) adalah waktu yang diperlukan untuk mencapai satu gelombang penuh. Gelombang sinusoidal bisa dihasilkan dari generator. Contoh arus bolak-balik yaitu stop kontak yang digunakan di rumah-rumah yang bersumber dari PLN. Pada gerak rotasi berlaku kecepatan sudut atau kecepatan angular.   Gelombang sinusoidal dapat dibangkitkan dengan cara memproyeksikan secara vertikal suatu vektor rotasi. . yaitu satu puncak satu lembah.

          Dalam sistem AC. Pada kapasitor energi akan disimpan dalam bentuk medan listrik. tidak terjadi pergeseran phasa sehingga VR dan IR adalah sephasa. Satuannya Volts average (Vave). Tegangan rata-rata adalah nilai rata-rata setengah gelombang penuh dari gelombang sinus.707 kali nilai tegangan puncaknya. Pada induktor energi akan disimpan dalam bentuk medan magnet. Sinyal sinusoidal berpengaruh terhadap elemen R. suatu besaran menunjukkan nilai RMS-nya jika tidak diberi keterangan tertentu. Reaktansi adalah daya hambat yang dimiliki induktor dan kapasitor dalam arus AC. Frekuensi VR dan IR adalah sama. Dalam bentuk persamaan. dan C. Dalam sistem AC.637 kali nilai tegangan puncaknya. nilai efektif (RMS) dari suatu tegangan sinusoidal sama dengan 0. Nilai tegangan rata-rata setara dengan 0. tetapi pada prekteknya bagaimanapun akan muncul efek kapasitif dan induktif pada setiap resistor. Untuk resistor ideal nilai hambatannya tidak terpengaruh oleh frekuensi. L. Persamaan reaktansi induktif :  Persamaan reaktansi kapasitif : .

. dan hole. Terdapat dua jenis transistor bipolar. Kata bipolar berarti dua kutub.   Untuk resistor. Impedansi adalah suatu ukuran yang menyatakan kemampuan suatu rangkaian AC untuk menghambat arus yang mengalir. Basis (B). yaitu PNP BJT dan NPN BJT. tegangan dan arus adalah sephasa. karenanya tidak ada pergeseran phasa. elektron bebas. Contoh transistor bipolar :   Terdiri dari 3 lapisan bahan semikonduktor yang masing-masing disebut Emitor (E). 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif TRANSISTOR BIPOLAR (BJT)    Jenis ini menggunakan dua pembawa muatan. Kombinasi dari elemen-elemen reaktif dan resisif disebut impedansi (Z). dan Kolektor . No Comments Transistor October 12th. dan sudut antara keduanya adalah 0o.

B. dan tipe-n pada transistor NPN. tipe-n.  Transistor PNP hidup ketika tegangan basis lebih rendah daripada emitor. tipe-p. Basis terletak di antara emitor dan kolektor. C. dan tipe-p pada transistor PNP.  Transistor NPN hidup ketika tegangan basis lebih tinggi daripada emitor. Kolektor mengelilingi daerah emitor. Sedangkan tipe-n.     Daerah-daerah tersebut adalah tipe-p. Setiap daerah semikonduktor disambungkan ke E. .

seperti gambar berikut. walaupun ada arus IC mengalir di dalam hambatan kolektor IC. akan membuat kolektor mempunyai muatan positif terhadap basis. diteruskan ke kolektor. sehingga sambungan pn antara kolektor dan basis juga akan mendapat panjar maju. tipe-p. Untuk itu antara kolektor dan basis dipasang tegangan panjar mundur melalui catu daya VCC. Arus IC dan RCCB dari kolektor ke basis. Cara kerja (misal PNP) : Muatan positif dari VEE melalui RE masuk ke emitor. kolektor harus berada pada tegangan jauh di bawah basis. yaitu IBC. Pembawa muatan dari emitor akan tertarik masuk ke basis. Semakin lama ICB=IBC sehingga arus kolektor IC yang mengalir pada RC menjadi sama dengan nol. berlawanan dengan arus dari emitor.Untuk menghindari arus balik ICB. Selanjutnya ini akan menarik arus I  Penggunaan transistor bipolar : . dan masuk ke hambatan R C dan terus kembali.

dan sumber (source). tergantung tipenya. mempersempit kanal konduktif. Badan disambungkan ke tegangan tertinggi atau terendah pada sirkuit. yaitu gerbang (gate). proses ini disebut pembalikan.    Hampir sama dengan BJT. 2. Elektron mengalir dari sumber ke cerat.1. yang dinamakan badan. dasar. cerat (drain). Peningkatan tegangan gerbang ke sumber akan menarik lebih banyak elektron menuju gerbang yang memungkinkannya untuk membuat kanal konduktif dari sumber ke cerat. Sensor suhu. JFET sangat sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan resistansi masukan yang tinggi. cerat. mengukur suhu dengan menghitung perbedaan dua tegangan pada dua arus panjar dengan perbandingan yang diketahui. Ada juga saluran keempat. Sebuah tegangan negatif gerbang ke sumber menyebabkan daerah pemiskinan bertambah lebar dan menghalangi kanal dari kedua sisi. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif . Pengubah logaritmik. Gerbang ini mengizinkan elektron untuk mengalir atau mencegahnya dengan membuat sebuah kanal di antara sumber dan cerat. Gerbang sebagai pengontrol buka-tutup dari gerbang sesungguhnya. punya 3 kaki. dan sumber diletakkan. karena tegangan basis-emitor sebagai fungsi logaritmik dari arus basisemitor dan kolektor-emitor. atau substrat untuk kegunaan teknis dalam pemanjaran transistor ke dalam titik operasi.            No Comments Kesan Pelatihan Pertama March 21st. FET mengendalikan aliran elektron dari sumber ke cerat dengan mengubah besar dan bentuk dari sebuah kanal konduktif. Badan merupakan semikonduktor dasar di mana gerbang. FET yang paling sering digunakan adalah MOSFET. TRANSISTOR EFEK MEDAN (FET)  Menggunakan medan listrik untuk mengendalikan konduktifitas suatu kanal dari jenis pembawa muatan tunggal dalam bahan semikonduktor.

Tikno yang lugas. Perlu adaptasi lebih dulu untuk menguasai luarnya sampai dalamdalamnya. aku harus bisa memperdalam penguasaannya sendiri. padat dan tempo yang pas. Alhamdulillah hanya perlu waktu singkat untuk memahaminya berkat penjelasan dari Mr. Dalam rangka pemenuhan persyaratan tersebut. tentunya kita. dimana perkembangan aspek teknologi dari dalam maupun luar negeri menuntut kita untuk memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi yang baik pada bidang pekerjaan kita secara profesional. baik secara teori maupun kemampuan nyata di lapangan diharapkan mampu melahirkan tenaga – tenaga kerja Indonesia yang . Hal ini dapat dilihat dengan didirikannya industri – industri besar yang menyerap banyak tenaga kerja. Agenda hari itu berbenturan dengan rapat kerja SKI FT UNS periode 2011. Sekilas terpikir. sebagai calon tenaga kerja yang berkualitas haruslah memiliki bekal berupa pendidikan baik secara formal maupun non formal. kita juga dituntuk untuk dapat mampu untuk terlibat secara aktif dan nyata dalam bidang ilmiah di masyarakat dan pada akhirnya memiliki kualitas untuk mengikuti persaingan yang terjadi dalam dunia globalisasi. Sebelumnya aku sudah pernah membuat blog dari blogspot untuk tugas mata pelajaran TIK pada masa putih abu-abu alias SMA. Ternyata blog dari UNS ini agak berbeda dengan blogsppot. sehingga kemudian dapat mengurangi angka pengangguran. jelas. Persiapan yang memadai dari tenaga kerja. BAB I PENDAHULUAN I. Pelatihan kali ini adalah membuat blog dengan domain dari UNS. Rintangan terbesar muncul dari persaingan yang sangat ketat di era globalisasi seperti saat ini. Format yang dipakai adalah format wordpress. daripada aku ikut rapat yang biasanya “membosankan” lebih baik aku ikut kegiatan yang lebih bermanfaat dan bisa mendapatkan ilmu baru.Hampir saja aku tidak mengikuti pelatihan perdana membuat blog ini. Selain bekal pendidikan tersebut.1 Latar Belakang Kerja Praktek Pesatnya perkembangan industri yang terjadi saat ini salah satunya karena sangat didukung oleh kondisi keamanan dan stabilitas negara. Awalnya aku sempat bingung karena keduanya sama-sama penting dan jika ditinggalkan ada konsekuensinya masingmasing. Selanjutnya.

di mana oleh lembaga pendidikan diharapkan para mahasiswa yang sedang dalam masa penempaan tersebut mampu melihat secara nyata berbagai hal yang sifatnya aplikatif dari proses pembelajaran yang telah dilalui melalui pendidikan formal. Persiapan ini tidak mutlak menjadi tanggung jawab dari lembaga pendidikan semata dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh lembaga – lembaga tersebut dalam menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan mutakhir dari keadaan nyata di lapangan. sehingga mahasiswa dapat berkembang sesuai dengan cita – cita dan keinginannya. mahasiswa diberikan kebebasan dalam memilih lembaga industri maupun korporasi yang sesuai dengan minat. dari belakang memberikan dorongan. I. Proses hubungan tersebut kemudian dituangkan dalam suatu bentuk Kerja Praktek. Dalam Kerja Praktek. Hal ini sekaligus juga merupakan suatu bentuk usaha untuk menyiapkan mahasiswa tidak hanya sebagai calon tenaga kerja berkualitas.berkualitas dan unggul. Adapun pemilihan topik dalam Kerja Praktek juga diserahkan kepada mahasiswa dengan tujuan membantu mahasiswa untuk memilih bidang yang ingin lebih didalami sehingga membantunya lebih jauh tentang pemahaman terhadap pembelajaran teori yang telah dilaluinya. Seluruh rangkaian pengamatan tersebut kemudian dibukukan dalam suatu bentuk laporan Kerja Praktek. tetapi juga siap pakai. calon tenaga kerja yang ada merupakan calon tenaga kerja yang berkualitas dan siap pakai. Lembaga industri dan korporasi inilah yang nantinya akan menjadi pengguna dari calon – calon tenaga kerja yang ada. Hal ini disesuaikan dengan semboyan utama pendidikan yaitu “Tut Wuri Handayani”.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dilaksanakan kerja praktek adalah sebagai pemenuhan dari beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh sebagai persyaratan akademis di FTI . Keterbatasan inilah yang kemudian diharapkan dapat dijembatani oleh lembaga industri dan korporasi yang ada saat ini. sehingga tentunya mereka mengharapkan apabila dalam proses penerimaannya. namun tetap dalam koridor yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan.

dan sistematika laporan. pembatasan masalah untuk membatasi ruang lingkup penulisan. melalui PT Indonesia Power UBP Priok khususnya maupun tempat pembangkitan lainnya pada umumnya. Penulis membahas penjelasan mengenai latar belakang permasalahan dalam penulisan laporan. PENDAHULUAN Pada bab ini. I.masalah yang akan bahas hanya terbatas pada proses pembangkitan tegangan dimulai dari saat turbin dalam keadaan diam (0 rpm) hingga berputar pada kecepatan penuh (3000 rpm) dan mengalirkan tegangan masuk ke jaringan. Sistematika Penulisan BAB I. Dengan kerja praktek ini Penulis mengharapkan. Materi yang diangkat lebih bersifat umum dan tidak menjurus secara khusus pada proses tertentu selama pembangkitan berlangsung. untuk dapat mengetahui proses pengoperasian dan pemeliharaan sehingga keandalan dan mutu produksi dapat terjamin dan terjaga sampai dengan jangka waktu yang ditentukan terutama di bagian unit pemeliharaan listrik dan juga dapat mengetahui gangguan-gangguan apa saja yang sering terjadi dalam proses produksi tenaga listrik dan mengetahui bagaimana cara mengatasinya.4. maksud dan tujuan Kerja Praktek. Jurusan Teknik Elektro.3 Batasan Masalah Dalam penulisan laporan kerja prektek ini.Universitas Trisakti. Dalam Kerja Praktek ini diharapkan mahasiswa dapat memahami penerapan berbagai ilmu yang telah diperoleh dalam kuliah sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang penggunaan ilmu tersebut serta menumbuhkan kesiapan mental mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Proses tersebut dibatasi hanya pada Generator 1. . I.1 PLTGU Priok.

generator sinkron. MATERI KERJA PRAKTEK I Pada bab ini. .1 PLTGU Priok dan penjelasan singkat tentang bagian – bagian tersebut.1 PLTGU Priok beserta penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan pada setiap langkahnya. Penulis menuliskan secara umum langkah – langkah yang harus dilaksanakan dalam kerangka start-up GT 1.INDONESIA POWER Pada bab ini. BAB IV. Penulis menjelaskan berbagai dasar teori yang berkaitan dan berhubungan dengan proses pembangkitan. dimulai dari gambaran sekilas mengenai turbin gas. konverter.INDONESIA POWER secara khusus. Penulis menjelaskan secara singkat mengenai sejarah berdirinya PT. Penulis menjelaskan secara lebih terstruktur electrical equipment yang terlibat dalam proses start-up GT 1. Selain itu.INDONESIA POWER dan perkembangan secara umum serta struktur organisasinya dan proses produksi yang dihasilkan oleh PT. BAB V.BAB II. SEJARAH DAN STRUKTUR ORGANISASI PT. akan dibahas juga mengenai Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Priok tempat di mana Kerja Praktek berlangsung. dan sistem excitation. LANDASAN TEORI Pada bab ini. inverter. BAB III. MATERI KERJA PRAKTEK II Pada bab ini.

BAB VI. . baik kepada PT. KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini. Indonesia Power dalam kerangka peningkatan efisiensi maupun kepada Penulis lainnya yang ingin mengambil judul serupa sehingga dapat meneruskan dan melakukan pendalaman yang lebih baik. Penulis menjelaskan tentang kesimpulan – kesimpulan yang diambil terkait dengan proses pembangkitan yang telah diamati pada bab sebelumnya serta bila memberikan saran.

.

.

PT. INDONESIA POWER merupakan salah satu anak perusahaan listrik milik PT. INDONESIA POWER telah menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik terbesar di Indonesia di mana delapan UBP utamanya terdiri dari:  UBP Suralaya . PLN (Persero) yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT. PT. INDONESIA POWER bergerak pada bidang pembangkitan tenaga listrik.01.1 Data Umum Perusahaan PT. Pembentukan perusahaan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C2-12496 HT. Sebagai lahan usahanya. PLN PJB I resmi berganti nama menjadi PT. Kemudian pada tanggal 3 Oktober 2000. PLN PJB I).TH. INDONESIA POWER. dengan 8 (delapan) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) utama yang terletak di beberapa lokasi strategis yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali untuk mengelola 127 mesin pembangkit dengan total kapasitas terpasang sekitar 8. PLN Pembangkit Tenaga Listrik Jawa Bali I (PT.01.888 MW serta pada bidang pemeliharaan yang disebut Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan (UBJP).1995.Bab II Sejarah dan Struktur Organisasi PT Indonesia Power II. PT.

Gambar II-1 – UBP Suralaya

Kapasitas Terpasang : 3.400 MW Jenis Pembangkit : PLTU Batubara

UBP Priok

Gambar II-2 – UBP Priok

Kapasitas Terpasang : 1.248 MW Jenis Pembangkit : PLTU, PLTGU, PLTG, PLTD

UBP Saguling

Gambar II-3 – UBP Saguling

Kapasitas Terpasang : 797 MW

Jenis Pembangkit : PLTA

UBP Kamojang

Gambar II-4 - UBP Kamojang

Kapasitas Terpasang : 375 MW Jenis Pembangkit : PLTP

UBP Mrica

Gambar II-5 – UBP Mrica

Kapasitas Terpasang : 306 MW Jenis Pembangkit : PLTA

UBP Semarang

Gambar II-6 – UBP Semarang

Kapasitas Terpasang : 1.469MW Jenis Pembangkit : PLTU Minyak, PLTG, PLTGU

UBP Perak – Grati

Gambar II-7 – UBP Perak - Grati

Kapasitas Terpasang : 864 MW Jenis Pembangkit : PLTU Minyak, PLTG, PLTGU

UBP Bali

UBJP ini bertugas untuk melakukan pemeliharaan terhadap ke delapan UBP yang telah disebutkan sebelumnya. INDONESIA POWER. PLTG Sementara UBJP terletak di kawasan Tanah Abang. Tabel – Grafik Produksi per Unit Bisnis Pembangkitan berdasarkan data tahun 2007 .Gambar II-8 – UBP Bali Kapasitas Terpasang : 428 MW Jenis Pembangkit : PLTD. juga melakukan pemeliharaan berdasarkan permintaan di luar kebutuhan PT. Jakarta Pusat.

Kiprah PT. PT. COGINDO DAYA PERKASA di mana PT. INDONESIA POWER dalam menjalankan perusahaan memiliki visi dan misi sebagai berikut: Visi menjadi perusahaan publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan. INDONESIA POWER menguasai 99. dan ASEAN Renewable Energy Award. . sementara PT. ARTA DAYA COALINDO bergerak pada bidang usaha perdagangan batubara. Indonesia Power dan seluruh Unit Bisnisnya telah berbenah diri. guna menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan dalam jangka panjang. berdasarkan kaidah industri yang sehat. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya berbagai penghargaan nasional dan internasional antara lain ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan). Untuk mendukung terealisasinya keinginan tersebut. SMK3 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia. Keberadaan kedua anak perusahaan memiliki tujuan sebagai penunjang perusahaan dalam upayanya meningkatkan pendapatan di masa mendatang.% saham kepemilikannya dan PT. ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu). Penghargaan Padma untuk bidang Pengembangan Masyarakat. PT. INDONESIA POWER dalam pengembangan usaha penunjang di bidang pembangkit tenaga listrik juga dilakukan dengan membentuk beberapa anak perusahaan yaitu PT. COGINDO DAYA PERKASA bergerak pada bidang jasa pelayanan dan manajemen energi dengan penerapan konsep cogeneration dan distributed generation. ARTA DAYA COALINDO dengan kepemilikan hingga 60%. Misi melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan dan mengembangkan usaha – usaha lainnya yang berkaitan.

 Mengembangkan budaya perusahaan yang sehat diatas saling menghargai antar karyawan dan mitra kerja. yaitu  Menciptakan mekanisme peningkatan efisiensi yang terus-menerus dalam penggunaan sumber daya perusahaan. Integritas. berpikir benar. dapat dipercaya. INDONESIA POWER. keandalan. efisiensi maupun kelestarian lingkungan. dan bertindak profesional. Mengutamakan pasar dan pelanggan 2. Budaya perusahaan diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku yang berdasarkan pada 5 (lima) filosofi dasar dan pada kelanjutannya diwujudkan dan dinyatakan dalam 12 dimensi perilaku.  Mengoperasikan pembangkit tenaga listrik secara kompetitif serta mencapai standar kelas dunia dalam hal keamanan. Salah satu aspek dari pengembangan sumber daya manusia perusahaan adalah dengan pembentukan budaya perusahaan di PT. Menjunjung tinggi etika bisnis 5. bersikap jujur. . INDONESIA POWER. sertamendorong terus kekokohan integritas pribadi dan profesionalisme.  Menciptakan kemampuan dan peluang untuk memperoleh pendanaan dari berbagai sumber yang saling menguntungkan. INDONESIA POWER adalah: 1.Adapun visi dan misi tersebut ditentukan sebagai suatu media dalam mendorong tercapainya tujuan dari PT.  Meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan dengan bertumpu pada usaha penyediaan tenaga listrik dan sarana penunjang yang berorientasi pada permintaan pasar yang berwawasan lingkungan. Adapun 5 filosofi dasar PT. Memberi penghargaan atas prestasi Sedangkan 12 dimensi perilaku tersebut bertautan dengan: 1. Memelopori pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Menciptakan keunggulan untuk memenangkan persaingan 3.

Adaptif 11. dua blok PLTGU yang setiap bloknya terdiri dari 3 unit turbin gas dan 1 unit PLTU. Sikap melayani. 3. dan bertanggung jawab serta mengikuti etika yang berlaku. Namun pada tahun 1989. melakukan kerja sama yang harmonis 5. Keselarasan tujuan 12. Pemberdayaan 9. 4. berusaha memenuhi komitmen terhadap kualitas pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Direktur Produksi. Kepemimpinan 7. dengan mempertimbangkan berbagai faktor maka PLTU 1 dan 2 tersebut tidak dioperasikan lagi. Pengambilan resiko 8. INDONESIA POWER. Tanggung jawab 6. yang mana setiap direktur membawahi divisi yang dipimpin oleh seorang manajer. efektif. Keseimbangan antara tugas dan hubungan sosial Pada susunan struktur organisasi PT. maka PLN Eksploitasi XIII membangun PLTU konvensional 1 dan 2. Saat ini terpasang 16 unit pembangkit dengan total kapasitas terpasang 1.2. dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di Jakarta khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Direktur Sistem dan SDM. Direktur Pengembangan dan Niaga.248 MW terdiri dari dua unit PLTG siklus terbuka. Peduli biaya dan kualitas 10. Pertengahan tahun 1960. .2 Sejarah dan Profil UBP Priok PT. melakukan komunikasi yang terbuka. enam unit PLTD. dan Direktur Keuangan. terdiri dari Dewan Komisaris yang membawahi Dewan Direksi yang terdiri dari Direktur Utama. INDONESIA POWER Unit Bisnis Pembangkitan Priok merupakan salah satu unit bisnis pembangkitan besar yang dimiliki oleh PT. Kerja sama. Komunikasi. II. INDONESIA POWER.

. 7. lalu dibangun lagi 2 unit PLTG Westing House dan GE 4. Selain itu listrik juga dialirkan melalui saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV ke Kemayoran I/II. Karena fungsinya yang sangat vital. listrik sebesar 150 KV disalurkan ke GI Plumpang dan GI Ancol. pihak manajemen juga berhasil mengelola perusahaan dengan baik. Berikutnya dibangun PLTG John Brown. unit ini pada kondisi Reserve Shut Down. 6. Selain memiliki SDM profesional yang ahli di bidangnya. kini dipergunakan oleh PLTA Suralaya untuk unit Black Start. Sampai saat ini. Setelah sekian lama dioperasikan. ISO 14001 dan SMK 3 dan ISO 9001 versi 2000. kedua unit ini tidak dioperasikan setiap hari. PLN menyertakan konsorsium internasional yaitu ABB dan Marubeni untuk membangun 2 blok. Dengan menggunakan kabel bawah tanah. melalui feeder VIP hingga saat ini memasok kebutuhan energi listrik ke gedung MPR. Plumpang I/II. Setelah PLTGU Priok sempurna untuk dioperasikan maka dilakukan sinkronisasi ke sistem kelistrikan Jawa-Bali.Pesatnya pembangunan di segala bidang khususnya industri maka di tahun 1972 dibangun 2 unit PLTU 3 dan 4. Unit Pembangkitan Priok juga mengelola 6 unit PLTD Senayan beroperasi tahun 1961. apabila terjadi pemadaman total (Black Out). Cogindo anak perusahaan PT. PLTD Senayan Kebayoran. sedangkan unit 7 Draw Back to GE. Indonesia Power. Terbukti dengan berhasilnya mendapat sertifikat ISO 9002. Selain kedua unit PLTG tersebut. Tanggal 25 Maret 1992. Unit 4 dan 5 direlokasi ke Bali menjadi PLTGU Pemaron. Gelora Bung Karno dan TVRI. 5. Terdapatnya 2 unit PLTG yang istimewa yaitu PLTG 1 dan PLTG 3 yang dapat dihidupkan tanpa menggunakan energi listrik dari luar (Black Start). Saat ini PUB 6 direlokasi ke PLN wilayah Sumatera bagian selatan yang letaknya di daerah Indragiri Palembang. Energi listrik yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk menghidupkan unit pembangkit lainnya. sebagai pengelola PT. kemampuan Sumber Daya Manusia yang dimiliki Unit Pembangkitan Priok merupakan aset yang tak ternilai. kemampuan ini sangat menunjang dalam rangka pemulihan kembali sistem kelistrikan Jawa – Bali.

00 MW  PLTGU Priok – Gas Turbine Jumlah Unit : 6 Unit Kapasitas per Unit : 130 MW Kapasitas Total : 780.Mesin – Mesin yang dimiliki dan dikelola oleh UBP Priok adalah:  PLTD Senayan Jumlah unit : 4 Unit Kapasitas per Unit : 2.00 MW  PTGU Priok – Steam Turbine Jumlah Unit : 2 Unit Kapasitas per Unit : 200.08 MW  PLTD Senayan Jumlah Unit : 2 Unit Kapasitas per Unit : 3.00 MW  PLTG Priok Jumlah Unit : 2 Unit Kapasitas per Unit : 26.00 MW Kapasitas Total : 52.52 MW Kapasitas Total : 10.00 MW Kapasitas Total : 6.00 MW .

1 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Priok Pada prinsipnya PLTGU adalah penggabungan PLTG dan PLTU. dengan memanfaatkan energi panas yang terbuang dari hasil pembakaran pada PLTG untuk memanaskan air pada HRSG (Heat Recovery Steam Generator) sehingga menghasilkan uap yang mampu menggerakkan turbin. .2.00 MW II. Setiap blok terdiri dari 3 unit PLTG dan 1 unit PLTU.Kapasitas Total : 400. Siklus yang terjadi pada PLTGU merupakan siklus tertutup yang terdiri dari siklus turbin gas dan siklus turbin uap. Dengan demikian energi dimanfaatkan secara optimal. Saat ini PLTGU Priok memiliki dua blok pembangkit. Pembangunan pembangkit listrik dimulai pada 25 Maret 1992 dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI pada 18 Januari 1994.

apabila tidak dipakai (open cycle) akan langsung dibuang keluar melalui katup (8). tetapi bila dipakai lagi (closed cycle) akan dimasukkan kembali melalui katup (9) ke dalam Heat Recovery Steam Generator HRSG (10) Proses pada Turbin Uap (PLTU) Air pengisi yang berada di dalam deaerator (11) akan dibagi dua yaitu melalui Low Pressure Flow Water/LPFW (13) dan High Pressure FW/HPFW (12). Air pengisi yang dari .Gambar II-9 – Proses Pembangkitan Listrik pada PLTGU Priok Proses pada Turbin Gas (PLTG) Bahan gas alam (natural gas) yang disupply dari ARCO Station (1) langsung dimasukkan ke dalam ruang bakar/Combustion Chamber (2) bersama-sama dengan udara yang disupply dari Main Compressor (4) setelah terlebih dahulu melalui saringan udara/Air Filter (5). Maka akan menghasilkan gas panas yang selanjutnya akan dimasukkan langsung ke dalam Turbin Gas (3) sedangkan gas bekas yang telah melalui turbin gas tadi.

2. sedangkan cabang yang lain yaitu LP Bypass (23) uap diatur dengan Katup uap tekanan rendah (24). Proses Penyaluran Tenaga Listrik Tenaga listrik yang dikeluarkan dari Penghantar Listrik PLTG (17) bertegangan 15. Air kondensat selanjutnya akan dipompakan oleh Condensate Pump (20) untuk selanjutnya terus dimasukkan ke dalam Feed Water Tank yang berada pada deaerator. Uap bekas yang keluar dari LPT tadi akan dialirkan kembali ke dalam Condenser (19) untuk diubah kembali menjadi air kondensat setelah dikondensasi oleh air pendingin/air laut. uap diatur dengan Katup uap tekanan tinggi (22). Air dari Condensate Pump tadi dicabang lagi ke dalam HP Bypass (21).HPFW akan dimasukkan ke dalam HRSG setelah melalui pipa/saluran uap HP Admission Steam diteruskan ke Turbin Uap High Pressure Turbine/HPT (15) yang sebelumnya terlebih dahulu melalui Katup Uap Utama (14) dan setelah itu diteruskan lagi ke Low Pressure Turbine/LPT (16) yang selanjutnya dikopling dengan Generator (17) untuk menghasilkan tenaga listrik melalui Penghantar (18).75 kV dan dari Penghantar Listrik PLTU (18) bertegangan 18 kV kemudian dinaikkan oleh Main Transformer menjadi 150 kV untuk selanjutnya diinterkoneksi pada sistem jaringan Jawa-Bali II.2 Keuntungan Penggunaan PLTGU Priok Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap di UBP Priok merupakan suatu kelebihan tersendiri dikarenakan beberapa alasan berikut: . sedangkan uap tekanan tinggi yang dipakai untuk memanaskan deaerator diatur jumlahnya oleh Katup Uap (26). Katup uap tekanan tinggi utama (25) digunakan untuk mengatur jumlah uap tekanan tinggi masuk ke dalam turbin uap (HPT).

dan lingkungan mengharuskan UBP Priok terletak jauh dari kawasan pemukiman dan pada area yang terisolasi. 5. suplai gas untuk memasok PLTGU berasal dari kilang lepas pantai sehingga keberadaan UBP Priok yang menggunakan gas sebagai bahan bakar untuk PLTGU haruslah berdekatan dengan lokasi kilang tersebut. Akan tetapi. di mana pengaturan dan pengoperasian dapat dikendalikan dari satu ruang kontrol yang terintegrasi.3 Lokasi dan Tempat Perusahaan UBP Priok terletak di kawasan Tanjung Priok. 1 (satu) blok PLTGU dapat mencapai kondisi beban maksimum hanya dalam waktu sekitar 150 (seratus lima puluh) menit. II. keamanan kerja. PLTGU menggunakan gas propane yang hasil pembakarannya tidak mencemari lingkungan.4 Data Teknis PLTGU UBP Priok Turbin Gas Pabrik : Asia Brown Boveri (ABB) Jumlah sudu : 5 (lima) tingkat . 4. Jakarta Utara dengan pertimbangan sebagai berikut:  Alasan teknis. akibat berbagai keadaan di lapangan.1. Keberadaan fasilitas sistem diagnosa yang memudahkan prosedur pemeliharaan. Efisiensi thermal dari PLTGU mendekati 42%. Efisiensi ini berarti bahwa biaya operasi (Rp/kWh) akan lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit lain yang juga menggunakan energi thermal 2. Pengendalian PLTGU dilakukan secara komputerisasi. akhirnya penggunaan gas tersebut kemudian dibatasi dan sebagian pembangkitnya menggunakan HSD sebagai bahan bakar. adalah faktor kebisingan. 3.  Alasan non-teknis. II. Pad awal penggunaannya.

2 kg/sec/0.426 ton/jam/unit Gas Propane : 9.830 KW Putaran : 3000 rpm Suhu Uap Masuk : Beban dasar : 1070 oC Beban puncak : 1115 oC Suhu Gas Buang : Beban dasar : 527 oC Beban puncak : 554 oC Bahan Bakar : Minyak HSD : 30.Kompresor : 21 (duapuluh satu) tingkat Model : GT-13E SBK Kapasitas : 140.750 kV Putaran : 3000 rpm .8 (lagging) Tegangan : 15.011 MMBTU/kWh Temperatur : Udara masuk : 30 oC Gas buang : 554 oC Tahun Pembuatan : 1992 Generator Pabrik : ABB GT Type : WY Z1L-097LLT Phasa : 3 (tiga) Frekuensi : 50 Hz Faktor Daya : 0.

600 kW Jumlah Sudu : 30 (tigapuluh) tingkat Temperatur : 479 oC Tekanan : 60 bar Tahun Pembuatan : 1992 Generator Pabrik : ABB GT Type : WY-Z1L-100LLT Serial : HM 300792 .750 V I = 7698 Amp CLB (IEC) Rotor : U = 310 V I = 1473 Amp Insulation Class : F-stator Tahun Pembuatan : 1992 Turbin Uap Pabrik : ABB Type : DKZ-Z-2094 Serial : I-36021 Putaran : 3000 rpm Kapasitas : 199.72 Ton m2 Stator : U = 15.Kapasitas : 210.999 kVA Massa : 2.72 Ton J : 5.

000 kV Putaran : 3000 rpm Kapasitas Daya : 236.Fasa : 3 (tiga) Y Frekuensi : 50 Hz Faktor Daya : 0.9 Tegangan : 18.000 kVA Nominal Output : 223.000 kVA Arus : 7153 Amp Insulation Class : F-stator Tahun Pembuatan : 1992 .

1 Turbin Gas III.1 Umum Sebuah pusat listrik tenaga gas turbin terdiri dari beberapa bagian yaitu kompresor. Bagian – bagian tersebut kemudian terintegrasi dengan suatu sistem kerja yang secara garis besar digambarkan pada gambar berikut: Gambar III-1 – Diagram Aliran Daya . turbin gas. dan generator. ruang pembakaran.BAB III LANDASAN TEORI III.1.

Waktu pemanasan Dikarenakan penggunaan campuran antara bahan bakar maupun udara yang keduanya memiliki tekanan tinggi. 3. hingga bahan bakar padat. Desain ruang bakarnya dapat digunakan untuk membakar habis semua bahan bakar hidrokarbon. kemudian udara tersebut ditekan atau dimampatkan. Ruang bakar yang ringan Ruang bakar berukuran kecil tetapi dapat menghasilkan temperature yang tinggi dibandingkan dengan turbin uap. Turbin akan berputar yang pada gilirannya menggerakkan kompresor kembali dan generator listrik sebagai daya yang dimanfaatkan lebih lanjut. Perputaran rotor dari turbin ataupun kompresor yang satu sumbu Pergerakan atau perputaran dari rotor baik pada turbin maupun pada kompresor berada pada satu rotor yang sama sehingga gaya yang dihasilkan akan seimbang dan secara keseluruhan. Keuntungan dari sistem terbuka gas turbin adalah: 1. walaupun jenis bahan bakar padat hampir sama sekali tidak digunakan. Sistem awal pengapiannya mudah karena hanya membutuhkan penyulut untuk pertama kali dan pembakaran – pembakaran berikutnya akan berlangsung sendiri. apabila dilihat dari aliran udaranya. Di dalam ruang bakar disemprotkan bahan bakar ke dalam arus udara tersebut sehingga terjadi proses pembakaran.Udara luar masuk melalui turbin air inlet filter menuju kompresor. Gas hasil pembakaran ini akan keluar ke luar dan berbaur dengan udara bebas melalui exhaust silencer. 4. Jenis kerja turbin seperti yang telah dijelaskan di atas. baik berupa gas maupun minya diesel. waktu pemanasan pada awal starting turbin dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat. getaran yang dihasilkan akan sangat kecil. 2. Gas hasil pembakaran yang terbentuk kemudian dimasukkan ke dalam turbin sehingga akan menghasilkan gaya dorong untuk memutar turbin. menggunakan sistem terbuka. Perawatan dan Biaya . Udara yang telah dimampatkan tersebut dialirkan ke dalam ruang bakar.

Kinerja keseluruhan sistem ditentukan oleh efisiensi dari tiap – tiap bagian 3. Kuantitas Udara Turbin gas dengan sistem terbuka membutuhkan udara yang besar sebagai pasokan utama. Ringkas Apabila dibandingkan dengan turbin uap. turbin gas lebih sederhana dan ringkas karena tidak memerlukan boiler dengan feed water evaporator dan condensing system. Perbandingan dayanya kurang lebih 3:2:1 2.Perawatan turbin gas lebih mudah dikarenakan bagian dari sistem yang berputar hanya sedikit dan oleh karena itu biayanya lebih murah. Sistem Pelumasan Bagian yang perlu dilumasi terbatas pada bagian yang berputar yaitu kompresor. Daya guna yang rendah Daya guna dari gas turbin secara umum rendah dikarenakan daya yang dihasilkan oleh turbin harus dibagi untuk menggerakkan kompresor udara dan generator listrik. 6. Kerugian dari sistem terbuka turbin gas: 1. dan pada gear unit. Selain itu. bearing turbin. 5. Turbin gas bekerja berdasarkan prinsip siklus tenaga gas Brayton atau Joule yang terdiri dari proses – proses berikut: . turbin gas membutuhkan oli pelumas yang lebih sedikit sehingga dapat menekan biaya operasional.

Faktor yang membatasi adalah baja. keramik. sementara pada kombinasi panas dan daya (co-generation) menggunakan panas yang terbuang untuk menghasilkan air panas.Gambar III-2 – Siklus Turbin Gas     Langkah 1 – 2 : Proses isentropic kompresi Langkah 2 – 3 : Proses isobaric dengan penambahan energi Langkah 3 – 4 : Proses isentropic dekompresi Langkah 4 – 1 : Proses isobaric dengan pelepasan energi Layaknya mesin termodinamis lain. ataupun material lainnya yang dapat mempertahankan mesin dari panas atau tekanan. yang pada sistem terbuka akan terbuang sia – sia. Kebanyakan turbin juga mengusahakan pendayagunaan ulang panas yang terbuang. . Selain itu. Recuperator adalah tempat terjadinya pertukaran panas yang melewatkan panas yang terbuang untuk melakukan kompresi udara sebelum terjadinya pembakaran. diusahakan pula agar kondisi dari turbin tetap dingin. nikel. suhu pembakaran yang lebih tinggi akan menghasilkan tingkat efisensi yang lebih besar. Pada siklus kombinasi. panas yang terbuang dialirkan ke turbin uap.

Sebagai prinsip dasar. Mesin jet beroperasi pada kecepatan 10. tanpa bergantung dari ukuran mesin. sementara mikro-turbin beroperasi pada kecepatan 100.4 untuk udara) Suatu turbin gas pada umumnya memiliki tingkat efisiensi yang rendah dikarenakan tingkat konsumsi bahan bakar yang tinggi sementara panas yang terbuang masih memiliki suhu yang tinggi.2 Kompresor . Untuk menghitung efisiensi thermal dari suatu turbin gas yang menggunakan sistem terbuka berlaku persamaan: (persamaan 3-1) (persamaan 3-2) dimana = Energi yang ditambahkan pada keadaan 1-2 = Energi yang dibuang pada keadaan 1-4 = Perbandingan kompresi k = Perbandingan panas spesifik (1.000 rpm.1. III. maka akan semakin tinggi pula kecepatan putaran yang dibutuhkan untuk mempertahankannya putaran maksimum. Kecepatan puncak bilah turbin menentukan tekanan maksimum yang dapat diperoleh. yang kemudian menghasilkan daya maksimum yang dimungkinkan. bahwa semakin kecil mesin.000 rpm.3 – 1.

bergantung dari jenis dan spesifikasi turbin. Arah aliran udara ketika melalui kompresor aksial seperti ketika sedang melalui pipa. hanya saja pada kompresor. Tinggi kenaikan tekanan udara pada kompresor dapat dihitung dengan menggunakan rumus: (persamaan 3-3) dimana H = kolom udara (meter) g = gravitasi = 9. Kompresor yang biasa dipergunakan adalah kompresor aksial dikarenakan tingkat efisiensi yang lebih tinggi yang dimiliki oleh kompresor aksial bila dibandingkan dengan kompresor sentrifugal. walaupun bobotnya lebih berat. udara mengalir secara aksial mulai inlet sampai outlet kompresor. karena memiliki beberapa tingkat penekanan udara. seperti layaknya udara mengalir pada sebuah pipa. Setiap turbin memiliki tingkatan aliran yang berbeda. maka udara yang mengalir makin ke dalam kompresor makin tinggi tekanannya. Pada kompresor ini. yaitu mendatar seperti yang ditunjukkan oleh gambar.Fungsi dari kompresor adalah untuk menaikkan tekanan udara.81 m/s2 Gambar III-3 – Arah Aliran Udara pada Kompresor Aksial .

sementara bila c berada di atas nilai tersebut maka api akan mengarah ke saluran di luar ruang bakar. Sebagian udara dari kompresor dialirkan di luar ruang bakar. yang diakibatkan distribusi temperatur yang tidak merata di bagian sebelum turbin. dengan maksud supaya berfungsi sebagai pendingin ruang bakar. Ruang bakar yang baik memenuhi beberapa persyaratan berikut:       Tekanan yang hilang kecil Efisiensi pembakaran tinggi Kestabilan pengapian yang baik Ringan Daya tahan yang baik Endapan karbon rendah Pada suatu ruang bakar.1. luas penampang yang dibutuhkan dapat dihitung melalui persamaan: (persamaan 3-4) kecepatan udara di daerah pembakaran mulai c = 25 m/s hingga 30 m/s.III. Hal ini akan mengakibatkan kenaikan temperatur di bagian masuk turbin semakin tinggi. juga akan memadamkan api di ruang bakar dan menyebabkan timbulnya thermal stress. bila c berada di bawah nilai tersebut maka akan terjadi penyebaran api ke arah kompresor. untuk mendapatkankan pencampuran yang baik dan pembagian temperatur yang merata di seluruh bagian di luar ruang bakar.3 Ruang Bakar Ruang bakar terdiri dari selubung luar dan suatu tabung silindris yang di bagian dalamnya dilengkapi dengan pembakar dan dikelilingi oleh beberapa penyemprot bahan bakar (nozzle) yang jumlahnya bergantung kepada jenis turbin. . Udara ini kemudian mengalir masuk ke dalam melalui bagian yang terbuka.

4 Turbin Gas Konstruksi utama dari turbin gas seperti yang terlihat pada gambar terdiri dari kompresor dan turbin yang berada pada rotor yang sama (single shaft) yang ditumpu oleh konstruksi baja. supaya diameternya bisa dibuat lebih kecil dan sudu – sudunya bisa dibuat lebih panjang. .III. kecepatan turbin gas dibuat lebih tinggi. Sistem sudu – sudu turbin gas terdiri dari sudu pengarah yang ditempatkan di dalam rumah turbin atau penyangga sudu penyerah dan sudu jalan.1. Gambar III-4 – Turbin Gas dengan Sistem Terbuka dan Satu Shaft Untuk memutar kompresor.

1. yang kemudian menjadi salah satu faktor penentu dalam pemilihan logam untuk instalasi turbin gas. Untuk turbin gas dengan proses sistem terbuka hanya dapat menggunakan bahan bakar cair atau gas karena hasil proses bahan bakarnya harus bebas dari sisa bahan bakar (abu) yang keras dan terutama tidak menimbulkan korosi akibat suatu peristiwa kimia. III. Untuk mendapatkan durasi masa pakai yang lebih lama. Sifat material yang disebut sebagai kekuatan rangkak. Sebagai langkah pencegahan. maka dalam pemakaiannya turbin haruslah memikul beban yang tinggi agar efisiensi yang didapat semakin besar. Instalasi turbin gas yang bersifat tetap tidak mengalami pemindah – mindahan. turbin harus dapat bekerja dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu. maka kekuatan logam bahan instalasi turbinpun akan turun. Dengan semakin tingginya operasi turbin gas.Daya yang dihasilkan turbin dapat diperhitungkan dengan menggunakan persamaan: (persamaan 3-5) di mana: PT = daya yang dihasilkan turbin keseluruhan (kW) PV = daya yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor (kW) PN = daya efektif yang keluar untuk memutar mesin (kW) Biasanya daya efektif pada turbin gas sudah diketahui karena ukuran turbin gas ditentukan oleh daya yang berguna.5 Sistem Starting Turbin Gas . penggunaan bahan bakar padat sangat dihindari. Daya yang dihasilkan turbin gas harus dibagi sebagian untuk menggerakkan kompresor udara dan sebagian lagi untuk menggerakkan generator listrik. seperti pada instalasi yang dipakai untuk memutar generator dan untuk menggerakkan kompresor.

Pendinginan rotor turbin pada Turbin Cooling Air System 3. Selain cara tersebut.1. Ketiga cara tersebut menggunakan motor starter untuk menghasilkan gerakan mekanis (rotasional) pertama yang dibutuhkan untuk menjalankan turbin. electrohydraulic start.7 Sistem Pelumasan . Membantu pengaturan udara untuk mengoperasikan sistem kontrol bahan bakar 4. dan turbohydraulic start. yaitu melalui penggunaan Static Frequency Converter (SFC). Tetapi selain itu.1. dialirkan udara dari kompresor. terdapat pula cara lain dengan memanfaatkan karakteristrik elektronika daya. III.6 Sistem Kebutuhan Udara Supaya umur hidup turbin gas yang biasa dipakai pada industri dapat diperpanjang. sistem udara juga dimanfaatkan untuk: 1. terutama pada saat start.Pembangkit listrik ini tidak dapat dengan sendirinya melakukan start pada saat pertama kali akan dijalankan. Ada beberapa sistem start yang dapat digunakan yaitu dengan pneumatic start. Fungsi utama dari sistem udara pada turbin gas adalah membantu proses pembakaran. Mencegah surge condition pada saat kecepatan turbin belum stabil. maka turbin gas haruslah bekerja dengan temperatur rata – rata sebesar 950o K. Memberikan tekanan pada oil seals 2. III. Udara pendingin mengalir di sekeliling dinding sudu dan akhirnya keluar melalui lubang – lubang kecil yang terdapat pada bagian sudu dan selanjutnya udara akan bercampur dengan gas yang bekerja di dalam turbin. Untuk mendinginkan sudu – sudu di setiap tingkat pada turbin.

III. serta menghasilkan frekuensi tegangan AC yang baik walaupun beban yang ada berubah – ubah.Sistem minyak pelumasan mensirkulasikan minyak pelumas bertekanan rendah ke beberapa bagian dari turbin dan reduction drive gears yang memiliki fungsi selain sebagai pelumasan tetapi juga sebagai media pendingin. Sisa – sisa pembakaran yang didapat dari pembakaran minyak bakar berat mempunyai bahan – bahan campuran yang untuk meleburkannya dibutuhkan suhu yang tinggi. dapat pula digunakan minyak kasar yang diambil langsung dari ladang minyak karena sebagian besar dari bagian – bagian tersebut mudah menguap.1. Tujuan yang ingin didapat yaitu tubrin generator dapat berjalan dan berfungsi dengan baik. maka pemakaian minyak bakar berat dibatasi penggunaannya. Bahan Bakar Cair Minyak bakar asalnya dari minyak bumi dan minyak bumi ini mengandung campuran zat hidrokarbon. Bahan Bakar Gas . mencegah over-temperatur selama start-up dan operasi. Berdasarkan kenyataan ini. Minyak bakar berat dan sedang adalah yang pertama kali dipergunakan pada turbin gas di industri. Minyak ini mengandung aspal dan bitumen yang akan menyebabkan terbentuknya suatu endapan yang sukar terbakar di ruang bakar dan pada sudu – sudu turbin. Selain itu. Bahan bakar untuk diesel cocok untuk turbin gas. kecepatannya maksimum dan pada kecepatan rata – rata dapat diperoleh tegangan yang stabil.8 Sistem Bahan Bakar Fungsi utama dari sistem bahan bakar adalah untuk mengontrol besarnya laju aliran bahan bakar dengan mengontorl tekanan masuknya.

Bahan bakar yang berbentuk gas yang umum digunakan untuk turbin gas adalah gas bumi. karena merupakan bahan bakar ideal dan terbaik.2 Generator Sinkron III. III.1 Pengertian Generator Generator adalah suatu mesin listrik di mana dalam proses kerjanya melakukan konversi energi. III. yaitu dari energi mekanis menjadi energi elektrik.2.2 Pengertian Generator Sinkron . Proses konversi energi tersebut dilakukan sebagai aplikasi nyata dari Hukum Faraday terkait dengan tegangan induksi. Hal ini disebabkan rendahnya radiasi yang dihasilkan serta proses pembakaran yang lebih mudah dan bersih.2. yaitu: (persamaan 3-6) di mana: einduksi = tegangan yang dibangkitan d = fungsi dari fluks dt = fungsi dari waktu tanda negatif diberikan pada persamaan tersebut sebagai symbol bahwa besarnya tegangan yang dibangkitkan adalah suatu vektor dengan arah yang berlawanan dengan vektor dari fluks.

akibat pengaruh dari induksi fluks putar yang memiliki sumber AC. yaitu:   Lilitan yang berputar dengan putaran konstan pada alur medan magnet homogen Lilitan yang dalam keadaan diam pada suatu medan magnet homogeny yang berputar konstan  Prinsip Induksi Heteropolar (asiklis) Prinsip Induksi Heteropolar atau asiklis menjelaskan bahwa apabila sepotong kawat berada dalam medan magnet diputar pada sumbunya. Fluks putar yang berganti – ganti arah tersebut kemudian akan memotong kumparan stator sehingga pada stator akan timbul gaya gerak listrik. Secara prinsip. Hasil perputaran tersebut kemudian akan menimbulkan medan magnet berupa fluks.2. Gaya gerak listrik tersebut.Generator sinkron adalah suatu mesin listrik dimana terjadi konversi energi mekanik yang dihasilkan oleh putaran kumparan rotor yang memotong suatu medan elektromagnet yang dihasilkan di stator sehingga kemudian menimbulkan energi elektrik. Fluks yang timbul ini bersumber dari suatu sumber AC yang memiliki fungsi sinusoidal sehingga arah putaran dari fluks ini akan berganti setiap ½ periode. ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui sehubungan dengan proses pembangkitan.3 Dasar – Dasar Pembangkitan Daya Generator Sinkron Pada generator sinkron. juga akan bersifat bolak – balik yang berarti bahwa berputar dengan kecepatan sinkron terhadap kecepatan penggerak mulanya. generator sinkron memiliki kumparan rotor yang berfungsi sebagai pembangkit kumparan medan magnet yang terletak di antara kutub magnit Utara dan Selatan yang diputar oleh suatu penggerak mula. III. maka kawat tersebut akan memotong garis – garis gaya sehingga fluksi yang dilingkupinya sebesar: .

maka . maka persamaan di atas akan dimodifikasi menjadi: (persamaan 3-11) yang kemudian dapat ditulis ulang menjadi: (persamaan 3-12) di mana: N = jumlah eblitan ω = kecepatan putaran ( Φ = besar fluks medan (Webber) . (persamaan 3-7) sehingga akan diperoleh persamaan (persamaan 3-8) karena (persamaan 3-9) di mana bila . maka (persamaan 3-10) apabila prinsip tersebut diterapkan terhadap kumparan di mana kumparan merupakan gabungan sejumlah belitan kawat.(persamaan 3-6) Menurut Hukum Faraday.

Sumbunya membentuk sudut . S. sehingga sering disebut juga sebagai medan stator.4 Medan Magnet pada Generator Sinkron Pada generator sinkron.2. Medan ini timbul sebagai hasil superposisi dari medan AC yang berasal dari tiga kumparan stator. Tiga kumparan stator ini mewakili masing – masing phasa dari arus bolak – balik. Terdapat dua jenis medan utama. Elektromagnet Medang magnet dimana daya magnetisnya dapat diatur dalam suatu batasan tertentu. Sebagai arus penguat. yaitu R. terdapat dua jenis medan magnet: Medan Utama Medan Utama adalah medan yang mempengaruhi kerja dari generator sinkron. Magnet Permanen Medan magnet yang daya magnetisnya tidak dapat diatur dalam suatu batasan tertentu dan secara berangsur – angsur mengalami perlemahan 2.ê = emaks = EN = ggl induksi yang dibangkitkan pada sejumlah N belitan kawat III. dan T. dipakai arus searah yang dimasukkan ke dalam belitan melalui sikat ataupun slip-ring. yaitu: 1. Arus DC ini diambil dari suatu komponen penguat yang disebut dynamo pembangkit atau exciter. Medan Jangkar Medan jangkar adalah medan yang timbul di belitan stator.

5 Tegangan yang Diinduksikan . Kecepatan dan arah perputaran sama dengan medan utama. sehingga keduanya dapat disuperposisikan. Besarnya putaran ini dapat diketahui berdasarkan: (persamaan 3-13) Atau (persamaan 3-14) di mana: n = jumlah putaran per menit f = frekuensi AC yang dipergunakan p = jumlah kutub 120 = besarnya perbedaan phasa di antara kutub sumbu Gambar III-5 – Skema Lilitan Generator 3 Phasa III.sebesar dan arus yang berbeda phasa sebesar 120o.2.

persamaan tersebut dapat ditulis ulang menjadi: (persamaan 3-16) (persamaan 3-17) di mana (persamaan 3-18) Sementara. harga rata – rata dari gaya gerak listrik induksi adalah: (persamaan 3-19) . di mana Z = jumlah konduktor seluruh slot per phasa maka.Besar gaya gerak listrik yang diinduksikan oleh kumparan stator per phasa adalah: (persamaan 3-15) di mana: = gaya gerak listrik induksi kumparan stator f = frekuensi output generator M = jumlah kumparan per phasa kd = faktor distribusi Φ = fluks magnet per kutub per phasa dapat dinyatakan juga bahwa .

maka beban akan tetap mendapatkan supply listrik sehingga tidak terjadi pemutusan supply. Adapun tujuan utma adari pelaksanaan kerja parallel tersebut adalah:  Penambahan daya Jika diesel yang terpasang tidak mampu menanggung pertambahan beban listrik maka dengan kerja parallel masalah tersebut dapat di atasi sehingg daya kerja generator dapat diandalkan  Kontinuitas Jika ada gangguan dari sumber listrik. sudah mempunya begitu banyak generator dan beban yang terpasang. gaya gerak listrik yang terinduksi pada stator adalah nol dan berakibat hubung singkat. Generator dalam keadaan diam tidak boleh dihubungkan ke jala – jala atau sistem karena pada saat diam.6 Hubungan Kerja Parallel Generator Sinkron Kerja parallel adalah pengoperasian beberapa buah generator secara bersama – sama. Hal ini yang disbeut generator terhubung pada sistem yang kuat sekali. dimana generator yang akan dihubungkan. Kerja parallel antar beberapa generator dilakukan utnuk meningkatkan besarnya daya yang dihasilkan. sehingga berapapun jumlah daya yang diberikan oleh generator yang baru masuk tidak mempengaruhi tegangan dan frekuensi dari sistem. Seringkali sistem. karena pada umumnya generator sinkron yang bekerja utnuk suatu sistem tenaga bekerja parallel dengan banyak generator lain. Sedangkan yang dimaksud dengan sinkronisasi adalah kerja satu generator untuk kerja parallel dengan generator lainnya.  Efisiensi . keadaan parallel menjamin kestabilan tegangan dan frekuensi walaupun besar beban yang ditanggung berubah – ubah.2. Selain itu.III. di mana output dari genset yang beroperasi disalurkan ke beban melalui bus yang sama (common busbar system).

Pada Generator Sinkron.   Generator yang akan digunakan untuk kerja parallel pentanahannya hanya dilakukan pada salah satu generator saja. Generator parallel dengan generator lain Syarat kerja parallel dari generator adalah:   Tegangan pada generator pertama sama dengan tegangan pada generator kedua Frekuensi ataupun kecepatan sudut dari generator pertama harus sama dengan frekuensi maupun kecepatan sudut dari generator kedua Urut – urutan phasa dari kedua generator sama. Hal tersebut bertujuan untuk menhindari terjadinya aliran harmonisa ketiga antar generator yang dapat merusak generator. Vektor tegangan yang saling berhimpit antara tegangan dari generator pertama dengan jala – jala dari generator kedua. III. begitu pula jika generator dioperasikan parallel dengan generator lainnya. terdapat hubungan kerja parallel. Generator parallel dengan jala – jala AC 2.2. yaitu: 1.7 Konstruksi Generator Sinkron .Efisiensi maksimum dari generator dapat tercapai juka generator mengirimkan supply untuk beban puncak.

Lembaran ini diikat menjadi satu dan membentuk stator.Gambar III-6 – Struktur Generator Sinkron Suatu mesin sinkron dapat bekerja sebagai generator maupun sebagai motor. rangka mesin seringkali dibuat menjadi bagian – bagian yang dapat dilepas untuk mempermudah pengangkutan. mesin sinkron memanfaatkan energi elektrik untuk menjadi energi mekanis yang akan memutar suatu beban. Inti stator mempunyai alur – alur di mana kumparan stator diletakan seperti pada gambar. Adapun konstruksi mesin sinkron terdiri dari:  Rangka Mesin Rangka mesin berfungsi sebagai pemegang inti jangkar atau stator. Laminasi dilakukan agar rugi arus eddy menjadi kecil. Pada mesin besar putaran rendah dengan diameter yang sangat besar. yaitu bila pada generator. . Rangka mesin terbuat dari besi cor  Inti Stator Inti stator terbuat dari lembaran – lembaran besi elektris yang terlaminasi. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki konstruksi yang serupa. mesin sinkron mengubah energi mekanis dari suatu penggerak mula berupa turbin untuk menghasilkan energi elektrik. Perbedaannya terletak pada fungsi konversi yang dilakukan. maka pada motor.

 Rotor Ada dua jenis rotor yaitu rotor kutub menonjol (salient pole) dan rotor kutub silindris. Untuk mesin yang besar. III. yang terdiri dari batang – batang aluminium atau tembaga yang ujung – ujungnya dihubung singkat.  Kumparan peredam Sering juga disebut kumparan sangkar. Untuk putaran rendah. kumparan rotor seringkali dibuat dari kawat persegi. biasanya berdiameter kecil dan panjang.2.8 Sistem Pendinginan Sistem pendinginan pada generator dapat dibedakan menjadi:  Pendinginan dengan udara Generator dengan kapasitas daya di bawah 15 MW didinginkan dengan udara biasa yang dialirkan melalui cutting menuju stator dan air gap  Pendinginan dengan Hidrogen Generator dengan kapasitas daya di atas 15 MW didinginkan dengan Hidrogen. tetapi instalasi generator menjadi lebih sulit karena membutuhkan faktor keamanan yang tinggi untuk mencegah adanya kebocoran yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan . Kumparan ini berguna untuk meredam osilasi sehinga tidak terjadi hunting atau perubahan kecepatan sesaat. Kumparan rotor diatur sedemikian sehingga agar terdapat fluks maksimum pada suatu posisi tertentu. Rotor dengan kutub silindris biasanya dipergunakan pada generator yang digerakkan oleh turbin uap (kecepatan tinggi). Rotor kutub menonjol dipakai pada mesin dengan putaran rendah atau menengah.

Kemudian. E0. yang diartikan sebagai batasan agar kerja generator berada dalam tingkat yang dapat ditoleransi.III. . Untuk mesin – mesin kecil. Pengaturan tegangan atau voltage regulation dari suatu generator sinkron didefinisikan sebagia perubahan tegangan dari beban nol ke beban penuh dengan menjaga eksitasi tetap dan putaran tetap. Untuk memperoleh harga teganan pada beban nol.2. eksitasi diatur sehingga menghasilkan tegangan nominal V pada beban penuh dan kemudian beban dilepas dengan juga menjaga agar putaran serta arus penguat tetap konstan.3 Penyearah: Perubahan dari AC ke DC Input daya pada motor umunya berasal dari sumber yang memiliki tegangan dan frekuensi yang konstan seperti pada frekuensi 50 Hz ataupun 60 Hz. Hal ini kemudian disebut sebagai regulasi tegangan. yang dapat dihitung melalui persamaan: (persamaan 3-20) III. sementara keluarannya haruslah dapat memberikan supply berupa tegangan dan/atau frekuensi yang berubah – ubah ke motor tersebut. sumber AC pertama – tama disearahkan ke DC.9 Pengaturan Tegangan Tegangan pada terminal dari generator sinkron bergantung dari beban yang terpasang dan juga faktor daya dari beban tersebut. sumber DC kemudian dikonversi ke DC dengan penyesuaian bentuk gelombang keluaran. Secara garis besar. proses tersebut berlangsung dalam 2 langkah. pengaturan tegangan dapat diperoleh secara langsung. generator sinkron diputar pada kecepatan normal.

Nilai DC rata – rata dari bentuk gelombang ini dapat diperhitungkan dengan persamaan: (persamaan 3-22) .1 Penyearah Phasa Tunggal Gelombang Penuh dengan Dioda Jembatan Gambar III-7 – Konfigurasi Penyearah Jembatan Gelombang Penuh Perhatikan Gambar III-11.III. yang kemudian diistilahkan sebagai penyerah gelombang penuh. seperti yang digambarkan pada Gambar III-12 dapat diperhitungkan sebagai berikut: (persamaan 3-21) Perhatikan bahwa tegangan resistor bersifat positif untuk kedua polaritas dari tegangan sumber. beban resistor R dialirkan dari sumber tegangan Vs(t) = V0 sin ωt melalui 4 buah diode yang terhubung dalam penyerah gelombang penuh konfigurasi diode jembatan. diode D2 dan D4 dalam keadaan OFF ketika Vs(t) > 0  Diode D2 dan D4 dalam keadaan ON. diode D1 dan D3 dalam keadaan OFF ketika Vs(t) < 0 Tegangan pada resistor. dapat digambarkan bahwa keadaan diode – diode tersebut adalah sebagai berikut:  Diode D1 dan D3 dalam keadaan ON. Jika diandaikan bahwa diode adalah diode ideal. pada rangkaian tersebut.3.

dapat dipergunakan kapasitor yang akan memperhalus tegangan DC yang dibentuk. sehingga gelombang DC yang dikehendaki haruslah konstan dan tanpa riak. Untuk memperolehnya.Gambar III-8 – Tegangan pada Resistor R Akan tetapi. Gambar III-9 – Penyearah Jembatan Gelombang Penuh dengan Filter Kapasitor . bentuk gelombang seperti ini tidak memungkinkan untuk dapat dipergunakan pada berbagai peralatan sebagaimana gelombang DC lainnya.

3. Gambar III-12 menunjukkan fungsi tegangan tiga phasa tegangan saluran-ke-saluran (Nilai puncak . pada sistem dengan daya yang lebih besar banyak mempergunakan sumber 3 phasa. ditunjukkan suatu sistem dimana beban R mendapat supply dari suatu sumber tiga phasa yang melalui diode jembatan tiga phasa.Gambar III-10 – Tegangan pada Resistor R setelah Diberikan Filter Kapasitor III. Secara umum. enam pulsa.2 Penyerah Diode Jembatan Tiga Phasa Walaupun pada umumnya sistem daya phasa tunggal banyak dipakai pada peralatan yang memiliki rating antara 5 kW atau lebih. hal – hal yang terdapat pada penyearah diode jembatan phasa tunggal juga berlaku untuk penyearah diode jembatan tiga phasa. Gambar III-11 – Penyearah Gelombang Penuh 3 Phasa Gambar III-12 – Tegangan Saluran-ke-Saluran dan Tegangan pada Resistor R Pada Gambar III-11.

Perhatikan bahwa hanya dua buah diode yang berada dalam kondisi ON pada waktu yang bersamaan dan setiap diode berada dalam kondisi ON pada 1/3 siklus atau sebesar 120o. yang membedakan antara penyerah phasa tunggal dengan tiga phasa adalah bahwa VR(t). Gambar III-13 – Tabel Waktu Konduksi Diode untuk Penyearah Jembatan 3 Phasa Gambar III-14 menunjukkan urutan switching diode untuk jembatan tiga phasa berdasarkan periode tunggal dari gelombang tiga phasa yang dihasilkan. Nilai dc rata – rata dari tegangan ini adalah: (persamaan 3-23) di mana V1-1. akan tetapi jembatan diode tiga phasa tersebut akan menghasilkan nilai dari tiga buah tegangan saluranke-saluran. Akan tetapi.where adalah nilai rms dari tegangan saluran-ke-saluran) dan tegangan resistor VR(t).rms merupakan nilai rms dari tegangan saluran-ke-saluran. tegangan resistor tidak akan mencapai nilai nol. .

4 Inverter: Perubahan dari DC ke AC .1Π dan (b) ��d = 0.9Π Sementara tegangan dc keluaran rata – ratanya adalah sebesar: (persamaan 3-24) III. akan menghasilkan output seperti pada gambar berikut: Gambar III-15 – Tegangan Beban untuk Firing yang ditunda pada SCR pada Jembatan SCR dengan (a) ��d = 0.Gambar III-14 – Penyearah Jembatan 3 Phasa dengan SCR Pada pengaturan phasa dengan menggunakan jembatan SCR.

V0. Rangakaian umum dari suatu Inverter adalah sebagai berikut: Gambar III-16 – Konfigurasi Inverter dengan Sumber Tegangan Gambar III-17 – Konfigurasi Inverter dengan Sumber Arus dimana Gambar III-16 merupakan suatu inverter dengan menggunakan sumber tegangan dc yang konstan. yang disebut sebagai bus tegangan dc pada masukan inverter. Sementara Gambar III-17 dengan menggunakan suatu sumber arus dc yang konstan. I0 yang disebut sebagai inverter sumber arus.4.1 Inverter Phasa Tunggal .Inverter adalah peralatan elektronika daya yang digunakan untuk mengubah tegangan dc menjadi tegangan dan frekuensi yang bervariasi yang banyak dipergunakan untuk mengoperasikan motor. III.

Gambar III-18 – Konfigurasi Inverter dengan IGBT Gambar III-19 – Konfigurasi Inverter dengan Saklar Ideal Pada Gambar III-18 ditunjukkan konfigurasi inverter phasa tunggal di mana bebannya memperoleh sumber dari tegangan dc. Rangkaian IGBT tersebut dinamakan sebagai konfigurasi jembatan-H. MOSFET ataupun alat switching yang sejenis lainnya juga dapat dipergunakan untuk menggantikan IGBT pada rangkaian. Kemudian dengan mengganggap bahwa iL positif dan saklar S1 dan S3 berada dalam kondisi ON. maka tegangan pada beban adalah V0 dan arusnya adalah V0 / R. Analisa terhadap rangkaian ini dimulai dari waktu yang dipergunakan untuk switching jauh lebih lambat dibandingkan konstanta waktu pembebanan L / R. Hal yang sama juga akan terjadi ketika S3 dimatikan. akan mengalir melalui D2. maka arus beban. yang tidak dapat langsung berubah sebagai akibat pengaruh inductor. Kemudian ketika S1 dimatikan. . V0 yang dialirkan melewati satu rangkaian yang terdiri dari empat IGBT. sementara S1 dibiarkan tetap menyala. sementara S3 tetap dalam keadaan aktif.

dimana T adalah periode dari urutan switching.V0 dan iL = .5 – Δ1) untuk kedua bagian positif dan negatif dari siklus. Gelombang tersebut memikiki unsur utama dari AC berupa frekuensi f0 = 1 / T. satu siklus dari penerapan gelombang tegangan-beban dari Gambar III-24 telah dilengkapi.V0 / R. yang mana VL = . dan komponen pada frekuensi harmonisa ganjil dari bagian utamanya. tegangan dapat dikembalikikan ke nol dengan mematikan salah satu dari S2 atau S4. Pada satu saat ini. Gambar III-21 – Gelombang Keluaran dari Inverter Jembatan-H Gelombang tersebut dapat dipertimbangkan sebagai satu langkah sederhana yang diperoleh melalui pendekatan gelombang sinusoidal.Gambar III-20 –Analisa dari Inverter Jembatan–H keadaan (a) S1&S3 nyala. (b) S3 nyala Keadaan ini memungkinkan untuk membalik tegangan dan arus beban dengan menyalakan S2 dan S4. Analisa Fourier dipergunakan untuk menunjukkan bahwa gelombang tersebut memiliki bagian utama yaitu amplitudo puncak . Kemudian . Gelombang yang dihasilkan oleh urutan switching dengan waktu penyalaan Δ1T dan waktu mati Δ2T (Δ2 = 0.

tetapi telah jelas tergambar bahwa gelombang pendekatan tersebut memiliki komponen – komponen utama dari gelombang sinusoidal.(persamaan 3-25) dan pada harmonisa ganjil dari amplitudo puncak: (persamaan 3-26) Walaupun gelombang ini merupakan pendekatan terhadap gelombang sinusoidal.2 Inverter Tiga Phasa Gambar III-22 – Konfigurasi Inverter 3 Phasa dengan Sumber Tegangan Gambar III-23 – Konfigurasi Inverter 3 Phasa dengan Sumber Arus .4. III.

5 Excitation III. yang mana hasil yang diperoleh akan tampak seperti pada gambar berikut Gambar III-24 – Gelombang Keluaran dari Inverter 3 Phasa III. pada bagian rotor terdapat kumparan medan sementara pada bagian stator terletak kumparan medan jangkar. baik yang menggunakan sumber arus maupun sumber tegangan dapat menghasilkan gelombang seperti pada inverter phasa tunggal. Besarnya tegangan yang dihasilkan bergantung pada besarnya arus eksitasi dan kecepatan putaran dari mesin. . Generator sinkron merupakan generator AC yang beroperasi dengan putaran yang serempak antara rotor dengan medan putar stator.1 Definisi Eksitasi Generator Sinkron merupakan tipe mesin listrik yang sangat banyak digunakan pada pembangkit – pembangkit listrik.5. bahwa apabila suatu konduktor berarus pada suatu medan magnet akan membangkitkan fluks yang kemudian menjadi tegangan AC.Pada inverter 3 phasa. Hal ini sesuai dengan prinsip electromagnet. maka teganganpun akan semakin besar. di mana apabila kedua variabel tersebut semakin besar. Pada generator sinkron. Proses eksitasi atau pembangkitan tegangan pada generator sinkron adalah dengan memberikan arus DC pada belitan medan.

Generator eksitasi kemudian akan membangkitkan tegangan AC yang disearahkan dengan bantuan Rotating Rectifier. Tegangan DC yang dihasilkan kemudian yang menjadi arus eksitasi untuk generator utama yang dialirkan langsung ke belitan rotornya tanpa melalui sikat arang. yang kemudian disearahkan dengan bantuan thyristor menjadi sumber DC untuk kemudian dialirkan ke belitan stator dari generator eksitasi. Eksitasi dengan Generator DC Pada sistem ini. Arus yang dihasilkan oleh generator DC dialirkan menuju belitan rotor dari generator utama melalui slip ring yang dilengkapi dengan sikat arang.III. Eksitasi dengan Generator Tanpa Sikat Arang Sistem eksitasi ini menggunakan Permanent Magnet Generator (PMG) sebagai sumber utama dalam proses pembangkitan. secara umum terdapat beberapa jenis cara pembangkitan tegangan yaitu: 1. PMG akan menghasilkan tegangan AC. sumber DC yang dipergunakan untuk eksitasi diperoleh dari sebuah generator DC yang dikopel langsung dengan generator utama. Sistem ini banyak dipergunakan pada pembangkit – pembangkit yang dibangun pada waktu yang lampau dan telah ditinggalkan karena rendahnya efisiensi dalam penggunannya. Apabila dibandingkan dengan proses eksitasi dengan generator DC.2 Metode Eksitasi pada Generator Sinkron Metode pembangkitan tegangan pada suatu generator sinkron bergantung kepada jenis mesin yang dipergunakan serta pabrik yang membangun generator tersebut. sehingga tidak membutuhkan sumber eksitasi dari luar untuk menghasilkan listrik. 2.5. PMG merupakan jenis magnet permanent yang menjadi rotor. Akan tetapi. hal ini lebih efisien karena tidak butuhkan perawatan khusus seperti kebutuhan mengganti sikat .

maka digunakan Automatic Voltage Regulator. Sistem ini disebut sebagai Static Excitation dikarenakan peralatannya yang bersifat statis atau diam dan tidak ikut berputar bersama dengan generator. Untuk menggantikan fungsi generator tambahan tersebut. Gambar III-25 – Sistem Excitation dengan Brushless Generator 3. .arang. Penambahan AVR digunakan untuk menjaga tegangan pada keadaan yang lebih stabil. Static Excitation Static excitation merupakan sistem pembangkitan tegangan yang lebih sederhana dan modern dikarenakan tidak dibutuhkannya lagi generator tambahan apapun sebagai media pembangkit tegangan DC yang akan digunakan sebagai arus eksitasi. Untuk menjadi agar tegangan yang dihasilkan generator selalu konstan. Static Excitation menggunakan tegangan output dari generator yang disearahkan dengan bantuan komponen elektronika daya.

Gambar III-30 – Sistem Excitation dengan Static Excitation .

BAB IV START-UP PROCESS PADA GAS TURBINE GENERATOR 1.1 PLTGU PRIOK IV. Pemeriksaan sebelum pengoperasian akan menjamin kinerja generator berfungsi dengan baik. perlu dilakukan prosedur pemeriksaan secara menyeluruh. Tahap Persiapan Sebelum mengoperasikan generator. operator harus mengikuti SOP (standard operation procedure) yang ada sebagai petunjuk dalam mengoperasikan suatu unit pembangkit. yaitu: 1. 1 Prosedur Pengoperasian Generator Dalam mengoperasikan suatu generator. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengoperasikan generator adalah sistem-sistem yang terkait dengan kinerja gas turbin. yaitu:          Sistem Start Sistem Pendingin udara pada generator Sistem Pelumasan Sistem Udara pendingin ruang bakar Sistem Pengambilan dan Pembuangan Udara Sistem Pemutar Poros Hidrolik Sistem Compressor Bleed Valve Sistem Penyalaan Awal Sistem Bahan Bakar . Prosedur pengoperasian dalam suatu sistem pembangkit secara umum dibagi menjadi empat tahapan.

Tahap Pembebanan Setelah generator berputar pada kecepatan normal dan dalam kondisi baik. Apabila sedang diparalel. maka siap dilakukan pembebanan pada sistem operasi. generator harus dilepaskan dahulu . Setelah pengecekan unit dalam kondisi normal kemudian mesin siap untuk dilakukan pembebanan. Tahap Menjalankan Generator Tahap ini merupakan langkah menjalankan mesin generator dengan putaran rendah kemudian putaran dinaikkan sampai ke putaran nominal. induktif maupun kapasitif tergantung dari jenis beban yang diterima oleh generator. Setelah kecepatan putar mesin mencapai putaran nominal. 2. 3. Tahap Menghentikan Generator Dalam menghentikan generator. Pembebanan pada generator dapat bersifat resisitif. Akan tetapi haruslah mesin dilepaskan dari beban secara perlahan untuk kemudian biarkan mesin bekerja tanpa beban guna memberikan kesempatan pada mesin untuk menyesuaikan temperatur kerja seiring dengan penurunan pemakaian bahan bakar. haruslah diperhatikan untuk tidak mematikan mesin secara mendadak. maka generator dalam kondisi siap untuk dijalankan. perlu dilakukan pengecekan terhadap parameter yang ada pada unit tersebut agar berada dalam keadaan normal. 4.   Adjusment Of The Compressor Variable Inlet Guide Vane Sistem Pendingin dan Pelindung Udara Sistem Pemantau Rotor Train Bila pemeriksaan sistem di atas dalam kondisi yang baik.

lakukan pemeriksaan untuk menjamin keandalan mesin bila generator beroperasi kembali.2 Sistem pada Generator Sebelum memulai pengoperasian generator. perlu diketahui sistem-sistem untuk operasi generator. yaitu :  Sistem Start (Starting System) Sebelum mengoperasikan generator. Hal-hal yang perlu dikenali dari data pada mesin generator. IV. perlu diperhatikan spesifikasi dari mesin generator. Data mesin generator dapat diketahui dari buku manual yang dikeluarkan oleh pabrik. yaitu: Mesin: Generator: Diameter silinder Frekwensi Langkah Tegangan antar fasa Jumlah dan letak silinder Arus maximum Letak silinder Daya keluar Langkah volume persilinder Cos θ Volume total langkah Eksitasi Putaran normal Kemampuan operasi Putaran engkol .dari hubungan paralel. Setelah generator berhenti.

. Panas kemudian dibuang ke atmosphere melalui tiga buah penukar panas air/udara dengan menggunakan udara yang dihembuskan oleh fan. Air juga di campur dengan magnesium cromat. Sistem pendinginan menggunakan air murni (fresh water) yang tidak menggandung kadar garam dan silika ataupun kotoran-kotoran penyebab korosi mesin.AP020 Akumulator tekanan PCB70 BB001 Katup pengatur tekanan PCB70 BB001 Perpipaan Peralatan pengaman dan pemantau Coller yang berfungsi sebagai penukar panas air/udara. PCD10 AA033      Pompa sirkulasi PCC10 AP010. Air yang telah mengalami treatment khusus tersebut dipertahankan sirkulasinya oleh salah satu dari dua pompa sirkulasi PCC10 AP010 atau AP020 sedangkan pompa yang lainnya berada dalam keadaan stand by.kapasitas pendinginan masingmasing coller adalah 50%. Sistem Pendinginan Air Pada Generator Untuk menurunkan temperatur kerja pada generator diperlukan sistem pendinginan dengan menggunakan air. Pompa ini akan bekarja dengan otomatis jika tekanan pompa sirkulasi turun di bawah nilai yang seharusnya atau salah satu dari pompa utama gagal beroperasi. Komponen utama dari sistem pendingin air generator ini adalah    Coller PDC10 AC010. AC030 Fans (kipas-kipas) PCD10 AN011. AN031 Katup-katup PCD10 AA021. AC020. AN021. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada HTCT 305 427. AA023 PCD10 AA031. Rangkaian sistem pendingin merupakan sistem tertutup dan bertekanan. Panas yang dihasilkan oleh generator akan diserap oleh air pendingin di dalam generator coller.

Komponen Utama dari sistem minyak pelumasan sendiri terdiri dari: o Lube Oil storage sistem MBV10 termaksud     Tangki MBV10 BB001 Lube oil heater MBV10 AH001.AC040 Twins filter MBV21 AT002 Temperatur control valve MBV21 DT001 o Emergency Oil Sistem MBV22 termaksud    Emergency oil pump MBV22 AP001 Lube oil distribution sistem MBV40 Lube oil return sistem MBV70 o o Peralatan pengaman dan pengamatan Sistem pemipaan . AT002 o Lube Oil Forwarding sistem MBV21 termaksud     Main lube oil pump MBV21 AP001 Lube oil coller MBV21 AC020. AH002 Oil vapor exhaust fans MBV10 AN001. Sistem Reset Untuk Hidrolik trip sirkuit Gambar sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 430. Sistem Jacking Oil Sistem 3.AC030. Sistem minyak pelumas membentuk suatu sirkuit pelumasan yang melumasi bantalan – bantalan turbin gas dan auxiliary gear di samping itu juga mensuplay: 1. Sistem Pelumasan Berfungsi untuk mensuplay kebutuhan minyak pelumas dari gas turbin. Sistem Power Oil Forwarding 2. AN002 Oil separator MBV10 AT001. Sistem Emergency Oil 4.

Sebagian Kecil dari udara pendingin di gunakan untuk sistem udara kontrol pada blow off valve MBX69.  Sistem Pengambilan Udara (Intake Valve) dan Sistem Udara Keluar (Exhaust Valve). Sistem udara pendingin ruang bakar terdiri dari : o o o o o Pendingin udara MBH41 AC001 Tempertur indikator MBH41 CT002 Katup searah MBH41 AA001. .BP007 Katup udara pendingin MBH41 AA010 Sistem Kebocoran Bahan bakar minyak kembali terdiri dari o o Katup kebocoran bahan bakar minyak MBH35 AA001 Orifice MBH35 BP007 Sistem udara pendingin dan perapat MBH33 mengirim sistem udara pendingin dengan udara yang sebelumnya telah didinginkan didalam sistem pendingin udara (air cooler) MBH41 AC001.AA002 Orifice MBH41 BP006.  Sistem Udara Pendingin Ruang Bakar Sistem ini berfungi untuk mendinginkan Burner (ruang bakar). Pada saat rotor barring jacking oil memperkecil torsi yang di butuhkan untuk memutar poros turbin. Gambar sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 436.Power oil sistem pada sistem pelumasan berfungsi untuk mensuplai kebutuhan minyak yang dibutuhkan untuk menggerakan sistem kontrol hidrolik dan proteksi. Sedangkan Jacking Oil System berfungsi untuk memberikan pelumasan secara hidrodinamis yang berguna untuk memperkecil torsi atau gesekan pada bantalan.

Bagian-bagian dari sistem intake air terdiri dari: o Ducting udara masuk MBL30.kesalahan (malfunction) dan merusak mesin. juga untuk menghindari terjadinya pelengkungan poros selama proses pendinginan berlangsung. Pada prinsipnya sistem ini terdiri dari:       Tangki MBX12 BB01 Pompa AC bertekanan tinggi MBX22 AP001 Pompa DC bertekanan tinggi MBX22 AP002 Sistem minyak pengatur untuk peralatan pemutar poros Hidrolik MBX 51 terdiri dari : Katup pemandu (pilot valve) MBX51 AA001 Katup pengatur tekanan (constanst presure velve) MBX51 DP001 . Fungsi sebagai peredam getaran ini sangat penting.Sistem ini juga berfungsi untuk mengurangi kebisingan ke lingkungan. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 429.yang meliputi :    Pulse filter MBL30 AT001 Compressor untuk pulse filter MBL30 AN001 Silincer MBL30 BS001 o Sistem Pemutar Poros Hidrolik Sistem ini berfungsi untuk memutar rotor setelah Gas Turbine set stop agar pendinginan merata. Sistem pembuangan udara yang dikenal dengan knalpot pada mesin berfungsi untuk menyalurkan gas sisa pembakaran ke udara luar dan sekaligus berfungsi sebagai peredam getaran akibat ledakan pembakaran serta tekanan gas buang. Udara di arahkan ke inlet kompresor secara aerodimanis. mengingat getaran yang berlebihan dapat mempercepat keausan komponen-komponen motor itu sendiri. Udara yang di ambil haruslah bersih guna mencegah Fauling yang menyababkan drop nya daya keluaran.Sistem pemasukan udara ini berfungsi untuk menyalurkan udara murni ke dalam ruang bakar. Jumlah dan kualitas udara yang akan masuk ke dalam silinder (ruang bakar) sangat penting bagi kinerja generator. Gambar dari sistem intake air dapat dilihat pada gambar HTCT 305 435.

Hal ini adalah untuk mencegah terjadinya rotating stall (aliran udara yang terputus-putus di sepanjang sudu kompresor dimana bersamaan itu pula timbulah tegangan kelelahan pada sudu-sudu kompresor) yang akhirnya akan menyebabkan kerusakan atau kegagalan pada sudu kompresor.BP013 Sistem pengamanan dan monitoring Pemipaan .Sistem ini terdiri dari:   Compressor bleed valve system MBA81 dengan: Dua bleed valve pada tingkat 1 MBA81 AA011 dan AA012 sesudah baris ke 4 pada kompresor             Satu bleed valve pada tingkat 2 MBA81 AA021 sesudah baris 8 pada kompresor Satu bleed valve pada tingkat 3 MBA81 AA031 sesudah baris 12 pada kompresor Blow of hood MBA81 HA800 yang di lengkapi dengan silencer MBA81 BS001 Sistem udara untuk bleed valve MBX69 dengan: Katup penurun tegangan MBX69 DP001. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 431.DP003 Supply orifice MBX69 BP001.BP003 Safety relays MBX69 AA001.   Alat-alat pemutar poros hidrolik MBK70 Sistem Pemipaan Alat-alat pengaman dan monitor pemutar poros hidrolik  Sistem Compressor Bleed valve Untuk membuang sebagian udara kompresi ke udara bebas selama proses start up dan shut-down.AA003 Orifice MBX48 BP011.AA003 Sistem minyak kontrol untuk bleed valve MBX48 dengan : Pilot valve untuk safety valve MBX48 AA001.

Komponen dari ignition fuel system terdiri dari :        Propane Gas Blok Gas bottles MBQ30 BB001.BB002 Change over reducing valve MBQ30 AA001 Filter MBQ30 AT001 Ignition gas flow orifice MBQ30 BP001 Stop valve MBQ30 AA002 sd AA005 Ignition torch dan ignition transformer. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 426. Sistem Penyalaan Awal Ignition fuel system adalah sistem penyalaan awal untuk membakar bahan bakar minyak atau bahan bakar gas pada saat start turbin gas. 1 buah untuk penyalaan sedangkan satu unit lagi untuk cadangan. Apabila tekanan gas pada botol yang dipakai turun mencapai harga minimum.  Sistem bahan bakar gas pada turbin gas disuplai oleh sistem suplai ke burner dengan jumlah aliran bahan bakar gas sesuai dengan power output yang dibangkitkan oleh .termaksud ignition coil dan spark plug MBM31 AV003   Ignition fuel lines Sistem Pengaman dan sistem monitoring Jumlah gas propane pada sistem penyalaan setiap unit 2 buah. minyak ataupun kombinasi dari kedua bahan bakar tersebut.  Sistem Bahan Bakar Sistem bahan bakar pada turbin gas terdiri dari tiga pemilihan bahan bakar yaitu dengan bahan bakar gas. suplai gas akan di tunjang oleh botol cadangan yang perpindahan botolnya secara otomotis.

Komponen utama dari gas turbin adalah sebagai berikut :  The fuel transfer system MBN31 termaksud . sebagai contoh bila terjadi emergency trip maka suplai dari bahan bakar menuju ke fuel nozzle dengan segera akan terhenti. Sistem bahan bakar gas dapat dilihat pada gambar HTCT 305 432 dengan kelengkapan peralatan dan komponen utama sebagai berikut: o o o o o o o o o o o o o o o o o o  Sistem bahan bakar gas MBP31 termaksud Main shut off valve gas MBP31 AA001 Relief valve MBP31 AA002 Stop valve MBP31 AA010 Trip valve MBP31 AA003 2 buahMeasurement of gas flow MBP31 CP001 Control valve MBP31 AA007 Filter/separator MBP31 CF001 Pressure limiting system MBP31 DP210 Ignition gas system MBP32 termaksud Ignition gas/blow off valve MBP32 AA001 Gas relief system MBP33 termaksud Gas relief fan MBP33 AN001 Relief valve MBP33 AA001 Fuel gas drain system MBP35 termaksud Silinder MBP35 BS001 Gas piping Pretection dan monitoring device Sistem bahan bakar minyak pada turbin gas berfungsi untuk mensuplai bahan bakar minyak ke burner untuk keperluan pembakaran pada tekanan temperatur dan flow rate yang sesuai dengan power out yang dibangkitkan oleh turbin gas. Desain skematik dari bahan bakar minyak ini dapat di lihat pada diagram HTCT 305 433. Sistem bahan bakar gas telah diintegrasikan ke dalam sistem proteksi pembangkit secara menyeluruh dengan demikinan katup trip akan segera menghentikan aliran bahan bakar yang menuju ke burner jikan terjadi trip emergency. Sistem bahan bakar minyak pada turbin gas ini termaksud di dalam sistem proteksi dari pembangkit.turbin gas.

                        

Fuel oil main stop valve MBN31 AA001 Stop valve MBN31 AA004 Drain pump MBN31 AP011 Oil filter MBN31 AT001 Fuel oil flow meter MBN31 CF001 Fuel oil system dari fuel oil pump MBN32 termaksud Katup minimum flow MBN32 AA001 Fuel oil relief velve MBN32 AA002 Trip valve MBN32 AA005 Control valve MBN32 AA007 Non return valve MBN32 AA011 Fuel oil pump MBN32 AP001 Fuel oil return system MBN34 termaksud Non return valve MBN34 AA001 Stop valve MBN34 BB001 Fuel return flow meter MBN34 CF001 Pressure limiting valve MBN34 DP001 Fuel oil leakage return system MBN35 termaksud Fuel oil leakage MBN35 AP001 Tank MBN35 BB001 Three way valve MBN35 AA002 Fuel oil leakage valve MBN35 AA001 Nozzle blow off valve MBN35 AA010 Fuel pipes Safety and monitoring equipment

Kecuali fuel oil main valve, hubungan antara pipa-pipa dan katup-katup yang terletak pada combustor (fuel oil return valve, trip valve, control valve, nozzle blow off valve fuel oil leakage valve), sedangkan komponen – komponen yang lainnya diletakkan bersama-sama didalam blok bahan minyak.

Sistem bahan bakar ganda pada turbin gas digunakan apabila gas turbin menggunakan dua jenis bahan bakar gas dan atau minyak ke gas burner MBM31 AV002 atau fuel nozzle MBM31 AV001. Masing-masing bahan bakar akan diperhatikan tekanan dan suhunya. Banyaknya pembagian bahan bakar bervariasi tergantung output yang dikehendaki. Menggunakan dua bahan bakar pada turbin gas dapat dilakukan dari satu tipe bahan ke bahan bakar lainnya jika ada gangguan pada salah satu sistem bahan bakar tersebut. Sistem bahan bakar minyak akan mengambil alih secara otomatis tanpa penundaan operasi. Peralihan penggunaanbahan bakar dapat dilakukan secara manual. Bentuk diagram pada sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 434 meliputi peralatan :

  

Fuel Oil system MBN (HTCT 690 263) Fuel gas system MBP (HTCT 690 262) Peralatan pemindahan bahan bakar lainnya

Adjusment Of the Compressor Variable Inlet Guide Vane Berfungsi untuk mengatur jumlah udara masuk dari air intake system yang akan di kompresi oleh kompressor utama gas turbin yaitu dengan mengatur sudut dari variable inlet guide vane. Pada combined cycle jumlah udara masuk sesuai dengan perubahan beban,yaitu agar suhu exhaust gas di jaga tetap (konstan) agar di dapatkan effisiensi maksimum. Gambar/desain dari variable inlet guide vane yaitu HTCT 305 438 mencakup sistem-sistem seperti:

         

Variable inlet guide vane MBA82 termaksud Linier amplifier MBAAS001 Elektrik drive with DC motor dan pengereman nya Hidrolik drive Hidrolik clamping unit Power oil system for variable inlet guide vane MBX52 Pilot valve MBX52 AA001 Filter MBX52 AT001 High pressure power oil system MBX22 Safety dan monitoring equipment

Sistem Pendingin Dan Pengamanan Aliran Udara Berfungsi untuk melindungi rotor dan bagian – bagian turbin gas dari pengaruh gas panas yang timbul akibat overheating, untuk melindungi sistem pendingin udara dari masuknya gas panas serta untuk mencegah masuknya udara di luar sistem panyaringan dari bagian bantalan kompresor ke dalam kompresor. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 306 640. Sistem pendingin dan pengamanan aliran udara MBH31 ini terdiri dari beberapa bagian yaitu:
o o o o o o

The colling and sealing air system for turbin exhaut The colling and sealing air system for turbin and compressor diffusor The sealing air system for compressor system The colling vane carriers and turbine vane The colling of the inner housing The colling of the gas turbine rotor and turbine blades

o

Sistem Pemantau Rotor Train

Berfungsi untuk mencegah terjadinya kerusakan pada rotor turbin gas dikarenakan oleh kecepatan yang melampaui nilai nominal yang diijinkan maupun dikarenakan oleh getaran yang terlalu besar sewaktu rotor bekerja. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 306 693. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen yaitu:
    

Electrical Probes for speed MBA30 CS001 TO 003 Mechanical-hydraulic overspeed protecting device MBX01 Trip and reset equipment MBX01 AA010 Overspeed trip MBX01 AZ010 Bearing pedestal vibration pick-ups

IV.3 Pembangkitan Tegangan pada Gas Turbine Generator 1.1 PLTGU Priok

Pemilihan bahan bakar gas 2. Pemilihan bahan bakar diatur ke bahan bakar cair Keterangan: Pada langkah pertama. sistem pelumasan diaktifkan untuk melumasi area – area yang melakukan gerak yaitu pada beberapa bagian turbin dan bantalan – bantalannya. Step 2 1. Pengaktifan pasokan minyak pelumas 2. SFC dilepaskan dari sistem. Pemilihan bahan bakar dual . Kemudian pada 2800 rpm. Turbin berada dalam keadaan kerja autonom dimulai dari 700 rpm hingga kemudian pada 2500 rpm.1 Priok adalah sebagai berikut: Step 1 1.1 PLTGU Priok memakai SFC sebagai penggerak mula. Generator 1. proses eksitasi dimulai untuk kemudian generator mampu menghasilkan tegangan keluaran. Pembukaan saluran pembuangan udara 3. proses pembangkitan tegangan pada Gas Turbine Generator 1.Secara spesifik. Selain itu. Secara lengkap langkah – langkah pembangkitan tegangan pada Gas Turbine Generator 1.1 UBP Priok dibagi dalam 25 langkah kerja. dilakukan pemilihan bahan bakar berupa bahan bakar cair atau HSD (High Solar Diesel). dimana generator akan bekerja sebagai motor terlebih dahulu hingga gas turbin mencapai kecepatan nominal 2800 rpm.

Langkah ini perlu dilakukan karena sebelum start up turbin gas. Pada Langkah 1 dan Langkah 2 diketahui bahwa pengoperasian dimulai dengan pembukaan aliran minyak pelumas serta pembukaan jalur gas buang. Stop Valve diatur dalam posisi terbuka dan kipas pembuangan udara juga diatur dalam posisi terbuka. Step 3 1. sistem rotor turning atau rotor barring sudah terlebih dahulu diaktifkan. Stop Valve berada pada posisi terbuka 2. Relief Valve berada pada posisi tertutup 4. maka pemilihan bahan bakar gas dan dual haruslah diaktifkan.Keterangan: Pada langkah kedua. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan gas sebagai bahan bakar sebelum proses automatic start dijalankan. Turbin gas sendiri dapat dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar gas maupun cair (HSD) atau bahkan penggabungan dari kedua bahan bakar tersebut. Akan tetapi Relief valve dari generator diatur dalam posisi tertutup. apabila diinginkan sistem bahan bakar gabungan. Kipas Pembuangan Udara dikondisikan terbuka 3. Pemilihan bahan bakar gas Keterangan: Pada langkah ketiga. Step 4 . Pembukaan exhaust gas tract dilakukan untuk menghindari kegagalan (trip) turbin karena apabila dicapai suhu exhaust (TAT) ± 575°C turbin akan trip.

Step 6 1. . Pengaturan tekanan yang rendah pada tempat pengiriman bahan bakar cair 2. Pemilihan bahan bakar dual Keterangan: Pemilihan bakar dilakukan untuk mengganti bahan bakar yang telah dipilih dari gas menjadi bahan bakar cair ataupun bekerja secara dual. Pembukaan Main Stop Valve dari penampungan bahan bakar cair Keterangan: Pembukaan Main Stop Valve bertujuan untuk memulai pengaliran bahan bakar cair dari tempat penampungannya dengan tekanan yang diatur pada tingkat rendah. Pengaktifan Fuel Forward System Keterangan: Fuel Forward System merupakan mekanisme pengaturan pasokan bahan bakar gas dari tempat penampungannya menuju ke saluran bahan bakar sebelum akhirnya menuju ruang pembakaran. Step 5 1.1. Pemilihan bahan bakar cair 2.

Pompa bahan bakar minyak dijalankan Keterangan: Pompa bahan bakar minyak dijalankan sebagai kelanjutan dari langkah sebelumnya untuk mengalirkan bahan bakar cair. Proses start up dilanjutkan setelah Operator mendapat feedback berupa keterangan dari Main Shuf-off dan Gas Relief Fan yang telah beroperasi serta Relief Valve telah tertutup. Gas propane yang dipasok oleh Ignition Fuel System MBQ30 akan menyulut Ignition Torch MBM31 AV003. 5. maupun gabungan. Hal ini berlangsung hingga tekanan nominal telah tercapai oleh Control Valve yang kemudian memicu operasi otomatis dari Blow-off Valve. Pada Langkah 3 sampai dengan Langkah 7 merupakan suatu mekanisme pemilihan bahan bakar. 4. Adapun Start Up dengan menggunakan bahan bakar gas adalah: 1. 6. Pada saat automatic start dilakuan pilihan bahan bakar gas 2. maka Trip Valve akan berada pada posisi terbuka sehingga kemudian Fuel Ignition System akan beroperasi. Aliran dari bahan bakar gas sepanjang Trip Valve MBP31 AA003 masih dalam keadaan tertutup sehingga aliran bahan bakar masih tertahan sampai saat di mana Gas Relief Fan MBP31 AN01 diaktifkan. terjadi perubahan posisi dari Blow-off yang semula tertutup menjadi dalam keadaan terbuka. Relief Valve MBP31 AA002 masih dalam keadaan tertutup. Ketika Trip Valve dibuka. Pasokan gas setelahnya berada dalam kendali Control Valve MBP31 AA007 dan Ignition Gas/Blow-off Valve MBP32 AA001. cair. 3. Setelah tercapainya kecepatan nominal dari turbin untuk memulai proses pembakaran atau ignition. baik gas. untuk dipasok ke dalam sistem pembakaran nantinya. Hal ini mengakibatkan mengalirnya gas dari Ignition Das menuju Orifice MBP BP001 untuk kemudian menuju Burner MBM31 dan berakhir di Ruang Pembakaran (Combuster) MBM30.Step 7 1. . sedangkan Main Shut-off Valve MBP31 AA001 dalam keadaan terbuka.

Leakage Valve pada jalur utama menuju Fuel Oil Leakage Return System pun akan terbuka. Ignition Gas System akan bekerja setelah kecepatan penyulutan berada pada nilai yang ditentukan. Aliran bahan bakar ini bertujuan untuk menghindari Fuel Oil Pump atau pompa bahan bakar minyak dari panas berlebih. 3 monitor pengawas akan bertugas untuk mengawasi proses pembakaran. Sementara Fuel Oil Drain Valve akan tertutup dan Fuel Nozzle di sisi kanan akan terbuka untuk memberikan tekanan minimum. MBM CN003 akan bekerja mengawasi proses pembakaran tersebut.7. Bahan bakar kemudian mengalir melalui Nozzle menuju ruang bakar dan mengalami pembakaran. MBM CN001. 3 buah monitor pengawas. sementara Control Valve dan Nozzle akan terbuka sesuai dengan kebutuhan dari penggunaan bahan bakar yang bergantung pada beban yang ditanggung. hanya saja terdapat beberapa perbedaan langkah kerja yaitu: 1. Setelah pembakaran perdana berhasil. . 3. Fuel Oil Relieve Valve akan terbuka secara sempurna. Saat pembakaran terjadi. Adapun Start Up dengan menggunakan bahan bakar cair (HSD) adalah kurang lebih seperti proses Start Up dengan bahan bakar gas. MBM CN002. 6. Minimum Flow Valve berfungsi untuk meningkatkan tekanan pada bahan bakar. Proses penyulutan yang dilakukan dihentikan sementara Control Valve mengatur besar bukaan katup aliran gas ke dalam ruang bakar agar sesuai dengan kerja pembebanan yang diinginkan. 4. yang mana secara bersamaan Trip Valve akan terbuka dan mengalirkan bahan bakar melalui Filling Valve menuju Nozzle MBM31 AV001. 2. Main Stop Valve MBM31 AA001 akan terbuka dan dengan bantuan Fuel Oil Pump MBN32 AP001 akan mengatur tekanan aliran bahan bakar. 5. Fuel Pump MBN32 AA001 berfungsi untuk memberikan tekanan tambahan pada bahan bakar sebelum kemudian dialirkan menuju Relief Valve MBN32 AA002. Aliran bahan bakar akan kembali ke tangki utama dan menuju Minimum Flow Valve MBN32 AA001 setelah Turboset Gas mencapai nilai yang telah ditetapkan berdasarkan kebutuhan.

Fungsi dari pelumasan pada mesin gas turbin adalah untuk mengurangi gaya gesek pada mesin.Step 8 1. sistem pendinginan akan diaktifkan untuk mengurangi temperatur di dalam turbin gas. Pasokan Power Oil diaktifkan 4. Tekanan minyak di sistem pelumasan pada tahap ini berada dalam keadaan minimum melalui pemberian tekanan oleh Safe Oil Pressure. Pada Langkah 9 ini. Proses pendinginan diaktifkan 5. Step 9 1. Pembilasan mulai untuk dilaksanakan Keterangan: Selanjutnya saluran gas buang akan terbuka. Power Oil Supply akan diaktifkan untuk menyediakan pasokan oli yang dibutuhkan dalam proses mengaktifkan kontrol hidrolik dan sistem proteksi. Sel CW PPS diatur dalam keadaan minimum 6. Pasokan minyak pelumas diaktifkan Keterangan: Dengan dimulai nya aliran bahan bakar untuk memulai pembakaran maka pompapompa sistem pelumasan akan di aktifkan. Akan tetapi. Saluran pembuangan gas berada dalam keadaan terbuka 2. dan pencegahan karat. untuk pendinginan. Tekanan minyak pengaman diatur dalam keadaan minimum 3. apabila tekanan minyak dalam sistem pelumasan mengalami penurunan melebihi ambang batas yang .

Sistem pendingin berfungsi juga menghindari kegagalan bekerja (trip) di generator yang disebabkan oleh:   Suhu udara pendingin generator (warm) pada kedua channel mencapai 125°C Suhu Udara rotor colling system melampaui 350°C Step 10 1. 3. Pengambilalihan dilakukan oleh Furge 4. . Emergency Oil Pressure akan bekerja dan memberikan tekanan tambahan untuk menjaga agara tekanan tetap seimbang. Sementara itu. Kecepatan putaran turbin berkurang hingga kurang dari 700 rpm.ditetapkan. Fuel Valve diatur dalam keadaan terbuka untuk mengalirkan bahan bakar 4. Keterangan: Pada Langkah 10 ini. Starting Equipment diatur dalam keadaan menyala 2. Step 11 1. pembukaan katup bahan bakar merupakan suatu persiapan dalam pembakaran bahan bakar bertekanan tinggi dengan injektor pada ruang pembakaran. 3. Kecepatan perputaran turbin telah mencapai 800 rpm atau lebih dalam jangka waktu 5 menit semenjak proses dimulai 2. Boiler Furge berada dalam keadaan aktif. Perlengkapan starting dalam keadaan flush. Pembakaran tetap berlangsung 5. Proses pembakaran berlangsung. kecepatan perputaran turbin diharuskan untuk mencapai nilai minimal 800 rpm dalam jangka waktu 5 menit setelah proses dimulai.

Starting Equipment diaktifkan 3. Pasokan bahan bakar cair diubah ke keadaan terbuka 7. Pasokan bahan bakar cair dalam keadaan tertutup 4. Pasokan bahan bakar gas dihentikan 9. Pembukaan saluran gas pembuangan 2. Proses pembakaran tetap berlangsung Keterangan: Proses pembakaran yang dilakukan dengan pengaturan Control Valve bahan bakar berlangsung terus menerus hingga kecepatan putaran turbin mencapai angka 2500 rpm. Gas Main Relief Valve berada dalam keadaan tertutup 6. Pasokan bahan bakar gas dalam keadaan berfungsi 2. Step 13 1. Pengaturan aliran gas pada kondisi maksimum 5. Pengaturan aliran gas pada kondisi minimum 8. Step 12 1. Kecepatan perputaran turbin dicapai hingga lebih dari 2500 rpm 4. Pasokan bahan bakar dual (gas dengan cair) dijalankan . Gas Main Stop Valve berada dalam keadaan terbuka 3.Keterangan: Proses starting yang akan dijalankan kembali menghendaki turbin untuk berputar dengan kecepatan maksimum kurang dari 700 rpm.

Gas Trip Valve diatur pada keadaan Normally Closed 5. pengaturan terhadap pembukaan dan penutupan terhadap katup yang terlibat menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya backfire yang dapat merusak sistem. Kemudian sistem proteksi terhadap turbin dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada turbin akibat penurunan kecepatan putaran hingga kurang dari 700 rpm. Ignition Transformer . Sistem Proteksi terhadap turbin diaktifkan 3. Step 14 1. Kemudian Gas Trip Valve diatur dalam keadaan tertutup untuk selanjutnya terjadi peralihan bahan bakar dari gas menjadi cair. Step 15 1. Pemilihan bahan bakar dialihkan dari gas menjadi bahan bakar cair Keterangan: Dalam proses peralihan penggunaan bahan bakar. Dalam proses peralihan tersebut.Keterangan: Langkah 13 ini merupakan suatu langkah peralihan dari suatu proses pembakaran dengan menggunakan bahan bakar gas menuju proses pembakaran dengan bahan bakar cair. Kecepatan perputaran turbin diturunkan hingga kurang dari 700 rpm 4. Ruang Bakar dikondisikan pada keadaan tidak bekerja 2. hal pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan aktivitas pembakaran sehingga ruang pembakaran berada dalam keadaan tidak bekerja. Pengaturan Propane Gas Valve 2.

Pengaturan Cool Air Valve 5.3. Proses pembakaran berlangsung kembali Keterangan: Setelah terjadi pergantian bahan bakar dari gas menjadi cair. proses penyulutan harus diulang kembali dengan mengalirkan gas propane ke dalam ruang bakar bersamaan dengan bahan bakar cair melalui Nozzle dan sekaligus mengaktifkan proses pendingin Step 16 1. Pemilihan bakar bakar dari cair menjadi gas . Posisi Ignition Gas Bleed pada keadaan beroperasi 3. Status bahan bakar adalah bahan bakar cair Keterangan: Langkah 16 merupakan suatu langkah awal sebelum dilakukan proses pemindahan bahan bakar dari cair menuju gas. Proses pembakaran berlangsung selama kurang lebih 10 detik 2. Shut-off Valve dari bahan bakar cair kemudian ditetapkan pada keadaan tertutup 3. Release Valve dari bahan bakar cair diatur pada keadaan tertutup 2. Cool Air Valve kemudian diatur pada keadaan tertutup 4. Pengaturan Propane Gas Valve pada keadaan terbuka 6. Start-up Integrator 4. Step 17 1.

Step 18 1. Pembakaran berlangsung selama 10 detik Step 19 1. proses pembakaran dihentikan untuk kemudian dilakukan penggantian bahan bakar dari cair menuju gas. Kecepatan putaran turbin telah mencapai lebih dari 2500 rpm 2. Propane Gas Valve diatur dalam keadaan tertutup 2.Keterangan: Setelah terjadi pembakaran selama 10 detik. Ignition Transformer dimatikan Keterangan: Penghentian penyaluran gas propane ke dalam ruang pembakaran dilakukan dikarenakan temperatur pada ruang bakar telah memungkinkan dilakukannya pembakaran tanpa perlu dilakukannya penyulutan (keadaan stabil). Step 20 1. Pembakaran terus berlangsung 3. Kontrol Start up diatur dalam keadaan lebih tinggi Keterangan: .

Kecepatan putaran turbin mencapai angka 2826 rpm Keterangan: Perputaran mandiri turbin berlangsung terus hingga angka 2826 rpm sebelum kemudian memulai proses eksitasi atau pembangkitan tegangan. Voltage Regulator diatur dalam keadaan auto Keterangan: Pada Langkah 22. Pada keadaan ini. Proses eksitasi berlangsung 4. Untuk melindungi generator. Starting Equipment dalam keadaan mati 2. Step 21 1. sistem penggerak awal dilepaskan dari turbin sehingga turbin berfungsi secara autonom dengan bergantung kepada kontrol bahan bakar. Circuit Breaker dari generator mulai untuk dinyalakan 2. tegangan yang dibangkitkan ditingkatkan hingga mencapai 15. CB diaktifkan sehingga mencegah terjadinya arus lebih yang dapat merusak generator. Kecepatan putaran turbin mencapai lebih dari 2990 rpm 3. eksitasi yang dimulai sejak 2826 rpm berlangsung terus. Dengan bantuan VR. .Proses pembakaran yang stabil memungkinkan turbin untuk mencapai kecepatan 2500 rpm atau lebih. Step 22 1.75 kV.

CB Generator diaktifkan untuk menjaga tegangan dari generator yang sedang bekerja Keterangan: Langkah 24 dan Langkah 25 ini merupakan langkah terakhir dari proses pembangkitan tegangan di mana tegangan yang dibangkitkan generator telah dipasok ke jaringan dan generator bekerja parallel dengan generator lainnya. Circuit Breaker dari proses sinkronisasi generator diatur dalam keadaan aktif Keterangan: Setelah generator mencapai tegangan yang ditentukan. Generator tersinkronisasi dengan jaringan Step 25 1. CB Synchronous Generator diatur dalam keadaan aktif Step 24 1. Untuk melindungi proses ini. Generator melakukan sinkronisasi 2.Step 23 1. . generator melakukan sinkronisasi dengan tegangan jaringan untuk membantu mengirimkan pasokan tegangan. CB Synchronous Generator kemudian dimatikan 2.

Sumber tegangan 3 phasa dari line utama terlebih dahulu disearahkan oleh rangkaian rectifier untuk selanjutnya dilakukan pengaturan sudut penyalaan (gate) dari thyristro dalam rangkaian inverter sehingga dihasilkan tegangan AC dengan .1 PLTGU PRIO004BX V. maka penggerak mula tersebut juga sekaligus akan menggerakan kompresor yang men-supply udara ke ruang bakar dalam proses pembakaran.1 Umum Dalam proses pembangkitan daya listrik pada Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) digunakan turbin gas sebagai penghasil daya mekanik untuk menggerakkan kompresor dan generator yang telah terkopel langsung dalam satu poros. seperti motor penggerak.1. Pada umumnya. Oleh karena turbin gas terkopel langsung dengan kompresor dan generator. coupling atau gearbox. Hal ini terjadi bahwa generator sinkron yang terkopel langsung dengan poros turbin terlebih dahulu diubah fungsi menjadi motor oleh SFC untuk kemudian berfungsi sebagai penggerak mula. SFC menghubungkan antara terminal masukan motor dengan supply daya dari jaringan luar dan selanjutnya melakukan tugas pengaturan dan pengendalian terhadap variable speed drive selama proses starting generator.1 Static Frequency Converter V. setiap pembangkit menggunakan penggerak mula (prime mover) secara mekanis.BAB V ELECTRICAL EQUIPMENT FOR START-UP PROCESS IN GAS TURBINE AT GT 1. Static Frequency Converter (SFC) adalah jenis penggerak mula yang dipergunakan di PLTG Priok yang merupakan seperangkat peralatan komponen elektronika daya yang dilengkapi dengan sistem monitoring dan pengawasan dalam kriteria “closed loop control” yang bekerja dalam tahapan start-up pembangkit.

frekuensi tertentu sesuai dengan nilai yang diinginkan. Frekuensi tegangan keluaran dari rangkaian inverter selanjutnya langsung mempengaruhi kecepatan putaran rotor mesin sinkron. Dengan demikian. Konstruksi SFC terdiri dari komponen – komponen berikut ini: . V. poros turbin mendapatkan gaya dorong untuk menghasilkan putaran sehingga beban mekanik berupa torsi pada saat mesin bekerja sebagai generator dengan sendirinya menjadi ringan.1.2 Peralatan Utama SFC Gambar V-1 – Rangkaian Static Frequency Converter Peralatan static starting device sudah merupakan suatu kesatuan produk yang dilengkapi dengan wired dan tested block unit. di mana setiap blok memiliki dua buah unit. Pada sistem PLTGU Priok terdapat empat unit SFC yang terbagi dalam dua blok. Daya yang dihasilkan oleh motor sinkron ini menggerakkan poros turbin sekaligus kompresor dengan kecepatan yang terus bertambah sesuai dengan frekuensi inverter.

1. DC Buffer Circuit dan Starting Excitation DC Buffer Circuit merupakan rangkaian penyangga yang terdiri dari belitan perata untuk mengatasi riak atau arus harmonic yang dihasilkan oleh keluaran rectifier dan juga berfungsi untuk menurunkan arus hubung singkat. Rectifier merupakan rangkaian yang terdiri dari thyristor dalam susunan fully controlled three phase bridge connection yang mengendalikan sumber tegangan AC tiga phasa menjadi tegangan DC. Rectifier terdiri dari enam thyristor daya yang dilengkapi dengan pendingin dan impulse transformer yang memberikan impulse masukan yang dihubungkan ke bagian gate dari thyristor Over-voltage protection bekerja untuk mengawasi dan melindungi peralatan dari kondisi dan gangguan yang disebabkan oleh tegangan lebih yang masuk ke konverter SRN. jika terjadi hubung singkat pada rangkaian konverter. DC Buffer Circuit dilengkapi dengan pendingin dan reactor fan untuk membuat panas akibat disipasi daya pada belitan . Belitan perata ini biasanya disebut filter atau reactor. Konverter SRN (Konverter sisi line) Konverter SRN merupakan konverter yang terletak pada sisi jaringan atau line input sehingga disebut juga dengan istilah line commutated converter. Konverter SRN terdiri dari:    Input Transformer (terdiri dari current trafo dan voltage trafo) Rectifier Over-voltage protection Current Trafo berfungsi untuk mengukur dan mendeteksi arus masukan ke converter SRN sementara Voltage Trafo berfungsi untuk mengukut dan mendeteksi tegangan masukannya. 2.

Regulasi. Output dari konverter berupa tegangan AC dihubungkan kebagian stator dari generator. Inverter terdiri dari enam thyristor yang berfungsi sebagai saklar yang bekerja berdasarkan trigger sebagai pengatur sudut penyalaan thyristor. Konverter SRM ini bekerja untuk merubah sumber DC menjadi tegangan AC dengan frekuensi output bervariasi. 4. Konverter SRM (Konverter sisi mesin) Konverter SRM merupakan converter yang terletak di sisi mesin dengan inverter sebagai komponen utamanya. Konverter SRM terdiri dari:    Potential transformer Inverter Over-voltage protection Potential transformer bekerja sebagai pendeteksi dengan melakukan pengukuran terhadap keadaan over-voltage pada sisi keluaran konverter SRM Inverter berfungsi merubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Kontrol. Output dari konverter SRM ini terhubung ke terminal generator atau pada bagian stator dari generator. Over-voltage protection berfungsi sebagai proteksi jika terjadi kenaikan keluaran konverter di atas tegangan ambang batasnya.Starting Excitation merupakan rangkaian rectifier jembatan penuh 3 phasa untuk menghasilkan arus DC yang selanjutnya berfungsi sebagai arus eksitasi. dimana keluaran dari rectifier ini terhubung pada bagian rotor dari generator melalui sikat arang (brush) 3. Tegangan AC yang dihasilkan memiliki frekuensi yang dapat diatur dan dikendalikan nilainya. Proteksi . Thyristor ini juga dilengkapi dengan cooling fan dan heatsink sebagai media pelepasan panas akibat proses switching yang terjadi dalam frekuensi tinggi.

1 Peralatan Excitation Bagian utama dari static excitation adalah: 1. De-excitation dan Field Flashing Peralatan de-excitation berguna melindungi rotor dari arus medan balik pada saat generator berhenti beroperasi. V. .Bagian kontrol. Pada bagian kontrol dan regulasi dilakukan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap besaran – besaran atau variable speed drive dan ditindaklanjuti dengan memberikan instruksi atau perintah operasi kepada komponen yang bersangkutan. Peralatan de-excitation terdiri dari thyristor yang berfungsi sebagai saklar dan resistor yang disebut FDR (Field Discharge Resistor) yang berfungsi menghindari terjadinya hubungan antara sistem-grounding.2. V.2 Excitation pada GT 1. di mana dalam proses pembangkitan tegangannya menggunakan static excitation system. generator yang digunakan adalah generator sinkron buatan ABB. Rangkaian thyristor dan resistor itu disebut sebagai crowbar.1 PLTGU Priok Pada PLTGU Priok. dan proteksi merupakan bagian yang mengatur SFC agar dapat bekerja sebagaimana semestinya. Bagian proteksi bekerja untuk melindungi sistem dari segala gangguna dengan cara mendeteksi dan menganalisa gangguan dalam waktu cepat sebelum diambil keputusan untuk trip dan melokalisir gangguan sekaligus menghilangkannya dari sistem. medan listrik yang tersimpan pada rotor akan merusak komponen rotor dan merusak sistem excitation itu sendiri. Jika peralatan de-excitation tidak ada. regulasi.

Gambar V-2 – Konfigurasi De-excitation dan Field Flashing

Sementara bagian Field Flashing berfungsi sebagai sumber excitation awal bagi generator sinkron karena belum adanya tegangan yang dihasilkan oleh generator. Field flashing berasal dari dua macam sumber, yaitu battery dan auxiliary network. Jika sumber diambil dari battery, maka diberikan resistor untuk membatasi arus excitation yang mengalir menuju belitan rotor. Jika sumber diambil dari auxiliary network, yang berupa sumber tegangan AC, maka dibutuhkan transformator untuk menurunkan tegangan dan kemudian disalurkan ke rangkaian penyarah untuk diperoleh sumber DC. Field Flashing hanya bekerja pada saat generator mulai dioperasikan sampai tegangan generator mencapai 70% dari tegangan nominal.

2. Excitation Transformer Fungsi dari excitation transformer adalah:

Menurunkan tegangan masukan pada belitan rotor dari generator hingga pada tingkat yang dibutuhkan oleh converter

Membatasi besar arus yang masuk untuk menghindari terjadinya lonjakan arus yang terlalu tinggi apabila terjadi hubung singkat

  

Memberikan isolasi galvanis antara terminal generator dan belitan medan Sebagai potential isolator antara jaringan dan rangkaian excitation Sebagai commutation reactance untuk thyristor.

Tegangan pada sisi primer dari excitation transformer adalah sebesar 15,75 kV atau sebesar tegangan dari generator itu sendiri. Sementara tegangan dari sisi sekunder excitation transformer adalah 0,4 kV.

3. Automatic Voltage Regulation Automatic Voltage Regulation atau AVR memiliki fungsi sebagai berikut:
   

Menjaga tegangan generator dalam keadaan konstan Mengatasi efek daya reaktif Menjaga dan membatasi frekuensi, faktor daya, dan daya sistem Membatasi arus excitation maksimum

4. Konverter Konverter pada proses excitation berfungsi untuk mengubah sumber AC menjadi sumber DC sehingga dapat dipergunakan sebagai sumber excitation. Pada static excitation, converter, yang menggunakan thyristor, mengatur besar arus excitation yang masuk melalui pengaturan terhadap sudut penyalaan yang terdapat pada AVR

Gambar V-3 – Rangkaian Konverter

V.2.2 Proses Excitation

Excitation dimulai setelah putaran turbin sudah mencapai keadaan mandiri yaitu kecepatannya diatur oleh pengaturan bahan bakar. Ketika kecepatan turbin demikian, generator pun akan berputar dengan kecepatan sinkron, tetapi belum mampu untuk menghasilkan tegangan. Proses excitation dimulai dengan proses field flashing, di mana arus excitation akan mengalir dari field flashing menuju rotor. Dalam keadaan ini, generator sudah dalam keadaan bertegangan hanya saja tegangan yang dihasilkan masih sangat kecil sehingga tidak dapat bekerja mandiri. Oleh karena itu, tegangan yang masih sangat rendah tersebut kemudian dialirkan kepada excitation transformer untuk kemudian masuk ke dalam konverter. Keluaran dari konverter merupakan sumber DC tambahan bagi proses eksitasi yang sedang berlangsung. Pada keadaan ini, field flashing masih tetap terhubung dengan generator. Oleh karena keberadaan dua sumber arus excitation ini, tegangan yang dibangkitkan generator pun semakin meningkat.

Setelah generator mampu mencapai tegangan nominalnya. Setelah proses ini berlangsung. AVR yang akan berperan untuk menjaga kestabilan tegangan keluaran generator. generator kemudian online dan diparallelkan dengan sistem jala – jala tak hingga. Gambar V-4 – Konfigurasi Proses Excitation .Setelah tercapai tegangan 70% dari tegangan nominalnya. field flashing akan terlepas dari generator sehingga proses excitation mutlak bergantung kepada tegangan terminal dari generator.

.

.

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. INDONESIA POWER merupakan salah satu perusahaan pembangkitan terkemuka di Indonesia yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan pembangkitan publik yang berkelas dunia tanpa melupakan faktor lingkungan. Tahap Pembebanan 4. PT. Implementasi dari visi ini dituangkan dalam 5 filosofi dan 12 dimensi. UBP Priok memiliki 2 blok PLTGU yang tiap bloknya terdiri dari 3 PLTG. wawancara dengan berbagai narasumber. 4. PT. Tahap Shut-down . Tahap Start-up 3. 3 HRSG. dan dengan dibantu tahap studi pustaka. Dalam mengoperasikan GT 1. dan 1 PLTU dengan total kapasistas maksimum 1080. Penggunaan siklus ini diwujudkan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap. 2. Tahap Persiapan 2.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN VI. Indonesia Power. yang mana telah diterapkan oleh hampir seluruh tenaga kerja yang berada di lingkungan PT. 3.1 Kesimpulan Setelah melalui berbagai proses pengamatan langsung ke lapangan.00 MW. hingga saluran menuju beban pemakaian sendiri. INDONESIA POWER UBP Priok telah menerapkan proses pemanfaatan energi yang lebih efisien dalam pembangkitan tenaga listrik melalui penggunaan combined cycle yaitu dengan menggunakan turbin gas yang disambung dengan HRSG dan dihubungkan dengan turbin uap.1 PLTGU Priok. dimulai dari tiap – tiap pembangkit menuju ke trafo daya. UBP Priok memiliki diagram jalur tunggal yang menggambarkan sistem kelistrikan dari keseluruhan area. ada 4 langkah utama yang harus diperhatikan yaitu 1.

hal – hal yang perlu diperhatikan keadaan dan kelayakannya sebelum mengoperasikan GT 1.1. Fungsi SFC adalah mengubah frekuensi dari sumber. Static Excitation 7. Langkah 23 – Langkah 25 merupakan langkah sinkronisasi generator dengan jaringan sehingga generator dalam keadaan on-line dan terintergrasi dalam sistem interkoneksi Jawa – Bali. Filter Kapasitor. Hal ini dikarenakan turbin yang dikopel dengan generator dan kompresor dalam keadaan diam pada keadaan awal. Sistem Kelistrikan 7. Sistem Pelumasan 4. Sistem Kontrol dan Proteksi 6. Langkah 1 – Langkah 11 merupakan langkah yang berkaitan dengan pemilihan bahan bakar yang akan dipergunakan yaitu mulai dari gas. 8. Sistem Pendinginan 5. Pada Tahap Persiapan.1 PLTGU Priok berfungsi sebagai penggerak mula. terdapat dua instrument yang memungkinkan timbulnya tegangan keluaran dari generator yaitu: 1. Langkah 13 – Langkah 21 merupakan langkah yang berkaitan dengan proses pembakaran yang terjadi di combuster hingga turbin dapat beroperasi secara mandiri 4. Static Frequency Converter (SFC) 2. 2. Dalam Tahap Start-up. Sistem Bahan Bakar 3. Proses Start-up GT 1. Penggunaan SFC pada GT 1. dan Inverter. Sistem Intake dan Exhaust 6. cair.1 PLTGU Priok memerlukan 25 Langkah yang secara garis besar dapat dijabarkan: 1. Langkah 22 merupakan langkah pembangkitan tegangan dari generator dengan menggunakan Static Excitation 5. Sistem Start 2. Langkah 12 merupakah langkah penggunaan SFC sebagai penggerak mula dari sistem 3. PLTGU Priok meliputi: 1.5. SFC sendiri merupakan perangkat elektronika daya yang terdiri dari Konvertor. yaitu 50 Hz menjadi frekuensi variable yang disesuaikan . maupun dual.

Static Excitation adalah rangkaian elektronika daya yang terdiri dari De-excitation dan Field Flashing.1. sumber AC dari Excitation Transformer kemudian disearahkan menjadi sumber DC yang kemudian disalurkan kembali kepada belitan rotor dari generator. disesuaikan kebutuhan dari sistem dengan mengatur sudut penyalaannya. tegangan AC yang dihasilkan kemudian disalurkan kepada Excitation Transformer untuk diturunkan sehingga dapat disalurkan kepada Konverter tanpa merusak. 4. Prinsip kerja SFC adalah sebagai berikut: 1. 11. SFC dilepaskan dari sistem setelah turbin mencapai putaran 2500 rpm. Pada Konverter. yang menjadi sumber utama arus excitation bagi generator dan dilengkapi dengan Excitation Transformer dan Konverter yang menjadi arus excitation tambahan atau penguat untuk meningkatkan tegangan keluaran dari generator. Filter kapasitor kemudian menyaring tegangan riak dari sumber DC keluaran Konverter sehingga tegangan DC yang diperoleh berada pada keadaan yang lebih layak 3. Bagian De-excitation dan Field Flashing menyuplai arus excitation awal ke belitan rotor dari generator yang kemudian akan membangkitkan tegangan. Tegangan DC tersebut kemudian diubah kembali menjadi tegangan AC oleh Inverter dengan frekuensi yang berubah – ubah. VI. Prinsip kerja Static Excitation adalah sebagai berikut: 1. PLTGU Priok dimulai ketika kecepatan putaran turbin telah mencapai ±2800 rpm.2 Saran . Bagian Field Flashing sendiri hanya bekerja hingga 70% dari tegangan nominal generator dan selanjutnya proses excitation dikendalikan oleh Excitation Transformer dan Konverter.dengan kebutuhan dari sistem penggerak mula. 2. 9. Karena tegangan awal yang dibangkitkan masih sangat rendah. Sumber AC tersebut kemudian diubah menjadi sumber DC. Bagian Konverter memperoleh tegangan yang berasal dari jala – jala berupa arus bolak – balik. 3. Penggunaan Static Excitation pada GT 1. 2. 10.

pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja akan sangat membantu untuk dapat mempertahankan kualitas tenaga kerja dan secara bertahap meningkatkan standard mutunya. Sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang pembangkitan. Akan lebih menguntungkan secara ekonomi maupun bisnis. apabila beberapa unit pembangkit yang tidak beroperasi diperbaiki untuk kemudian diperbantukan untuk mengirimkan daya ke daerah – daerah luar Pulau Jawa. INDONESIA POWER dapat menjadi role model bagi perusahaan – perusahaan negara maupun swasta lainnya. 2. peningkatan dan terobosan – terobos perlu dilaksanakan sehingga di kemudian hari PT. . Peralatan yang tidak dalam kondisi prima. Dalam proses Start-up. Selain mempertahankan. atau dengan kata lain bermasalah. setiap proses harus mendapat pengawasan secara berkala terhadap keadaan temperatur maupun tingkat vibrasi yang dihasilkan. Peningkatan kualitas tenaga kerja akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja perusahaan dan pada akhirnya akan meningkatkan pula kualitas produk yang dihasilkannya. PT.1. INDONESIA POWER UBP Priok haruslah dimaksimalkan sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan oleh P3B sehingga efisiensi dan efektifitas dapat lebih ditingkatkan. 3. Penggunaan SFC dibandingkan motor cranking lebih menguntungkan dari sisi ekonomis. terutama seiring dengan rencana Pemerintah untuk membangun pembangkit – pembangkit berkekuatan 10. haruslah diberikan perhatian dan perawatan serta perbaikan apabila diperlukan sehingga tidak mengganggu kinerja pembangkit secara keseluruhan 5. Keberadaan jumlah pembangkit yang mencapai 20 unit pada PT.000 MW. Keberadaan PT. mewajibkan para tenaga kerjanya untuk tidak cepat berpuas diri melainkan terus terpacu untuk melakukan peningkatan. INDONESIA POWER dituntut untuk mempertahankan prestasi kinerja yang telah dicapai selama ini. Oleh karena itu. yaitu penghematan biaya untuk pemberian pelumas serta perawatan akibat bagian berputar. juga menguntungkan dari sisi konstruksi dikarenakan sifatnya yang otomatis mengurangi alokasi tempat yang harus disediakan. Dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan. INDONESIA POWER secara umum yang telah dikenal luas di masyarakat maupun UBP Priok secara khusus yang menopang beberapa fasilitas sentral. 4. dibutuhkan operator dan teknisi yang handal yang mampu melihat masalah tidak hanya dari satu bidang pengetahuan.

Kepada Penulis berikut yang ingin mengangkat tema serupa dengan Laporan Kerja Praktek ini.6. Laporan Kerja Praktek . disarankan untuk lebih mendalami mengenai proses kelistrikan pada diagram jalur tunggal dan bagian – bagiannya sehingga mampu didapatkan suatu langkah praktis dan lebih terperinci mengenai proses pembangkitan itu sendiri. Penggunaan Static Excitation lebih menguntukan dibandingkan generator DC dikarenakan penghematan pada pengeluaran biaya pada bagian sistem pelumasan tambahan untuk generator DC juga menghemat tempat yang dialokasikan untuk generator DC tersebut dikarenakan Static Excitation membutuhkan ruang yang lebih kecil. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful