Prinsip Kerja Generator sinkron

17:01 HaGe 3Komentar Setelah kita membahas di sini mengenai konstruksi dari suatu generator sinkron, maka artikel kali ini akan membahas mengenai prinsip kerja dari suatu generator sinkron. Yang akan menjadi kerangka bahasan kali ini adalah pengoperasian generator sinkron dalam kondisi berbeban, tanpa beban, menentukan reaktansi dan resistansi dengan melakukan percobaan tanpa beban (beban nol), percobaan hubung-singkat dan percobaan resistansi jangkar. Seperti telah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa kecepatan rotor dan frekuensi dari tegangan yang dibangkitkan oleh suatu generator sinkron berbanding lurus. Gambar 1 akan memperlihatkan prinsip kerja dari sebuah generator AC dengan dua kutub, dan dimisalkan hanya memiliki satu lilitan yang terbuat dari dua penghantar secara seri, yaitu penghantar a dan a’. Untuk dapat lebih mudah memahami, silahkan lihat animasi prinsip kerja generator, di sini.

Gambar 1. Diagram Generator AC Satu Phasa Dua Kutub. Lilitan seperti disebutkan diatas disebut “Lilitan terpusat”, dalam generator sebenarnya terdiri dari banyak lilitan dalam masing-masing fasa yang terdistribusi pada masing-masing alur stator dan disebut “Lilitan terdistribusi”. Diasumsikan rotor berputar searah jarum jam, maka fluks medan rotor bergerak sesuai lilitan jangkar. Satu putaran rotor dalam satu detik menghasilkan satu siklus per detik atau 1 Hertz (Hz). Bila kecepatannya 60 Revolution per menit (Rpm), frekuensi 1 Hz. Maka untuk frekuensi f = 60 Hz, rotor harus berputar 3600 Rpm. Untuk kecepatan rotor n rpm, rotor harus berputar pada kecepatan n/60 revolution per detik (rps). Bila rotor mempunyai lebih dari 1 pasang kutub, misalnya P kutub maka masing-masing revolution dari rotor menginduksikan P/2 siklus tegangan dalam lilitan stator. Frekuensi dari tegangan induksi sebagai sebuah fungsi dari kecepatan rotor, dan diformulasikan dengan:

Untuk generator sinkron tiga fasa, harus ada tiga belitan yang masing-masing terpisah sebesar 120 derajat listrik dalam ruang sekitar keliling celah udara seperti diperlihatkan pada kumparan a – a’, b – b’ dan c – c’ pada gambar 2. Masing-masing lilitan akan menghasilkan gelombang Fluksi sinus satu dengan lainnya berbeda 120 derajat listrik. Dalam keadaan seimbang besarnya fluksi sesaat : ΦA = Φm. Sin ωt

ΦB = Φm. Sin ( ωt – 120° ) ΦC = Φm. Sin ( ωt – 240° )

Gambar 2. Diagram Generator AC Tiga Fasa Dua Kutub
Besarnya fluks resultan adalah jumlah vektor ketiga fluks tersebut adalah: ΦT = ΦA +ΦB + ΦC, yang merupakan fungsi tempat (Φ) dan waktu (t), maka besar- besarnya fluks total adalah: ΦT = Φm.Sin ωt + Φm.Sin(ωt – 120°) + Φm. Sin(ωt– 240°). Cos (φ – 240°) Dengan memakai transformasi trigonometri dari : Sin α . Cos β = ½.Sin (α + β) + ½ Sin (α + β ), maka dari persamaan diatas diperoleh : ΦT = ½.Φm. Sin (ωt +φ )+ ½.Φm. Sin (ωt – φ) + ½.Φm. Sin ( ωt + φ – 240° )+ ½.Φm. Sin (ωt – φ) +½.Φm. Sin (ωt + φ – 480°) Dari persamaan diatas, bila diuraikan maka suku kesatu, ketiga, dan kelima akan silang menghilangkan. Dengan demikian dari persamaan akan didapat fluksi total sebesar, ΦT = ¾ Φm. Sin ( ωt - Φ ) Weber . Jadi medan resultan merupakan medan putar dengan modulus 3/2 Φ dengan sudut putar sebesar ω. Maka besarnya tegangan masing-masing fasa adalah : E maks = Bm. ℓ. ω r Volt dimana : Bm = Kerapatan Fluks maksimum kumparan medan rotor (Tesla) ℓ = Panjang masing-masing lilitan dalam medan magnetik (Weber) ω = Kecepatan sudut dari rotor (rad/s) r = Radius dari jangkar (meter) anda dapat juga membaca artikel yang terkait dengan bahasan kali ini, di: - elektromekanis dalam sistem tenaga-1, di sini. - elektromekanis dalam sistem tenaga-2, di sini.

Generator Tanpa Beban Apabila sebuah mesin sinkron difungsikan sebagai generator dengan diputar pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (If), maka pada kumparan jangkar stator akan diinduksikan tegangan tanpa beban (Eo), yaitu sebesar: Eo = 4,44 .Kd. Kp. f. φm. T Volt Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator, sehingga tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. Fluks hanya dihasilkan oleh arus medan (If). Bila besarnya arus medan dinaikkan, maka tegangan keluaran juga akan naik sampai titik saturasi (jenuh), seperti diperlihatkan pada gambar 3. Kondisi generator tanpa beban bisa digambarkan rangkaian ekuivalennya seperti diperlihatkan pada gambar 3b.

Gambar 3a dan 3b. Kurva dan Rangkaian Ekuivalen Generator Tanpa Beban

Generator Berbeban Bila generator diberi beban yang berubah-ubah maka besarnya tegangan terminal V akan berubahubah pula, hal ini disebabkan adanya kerugian tegangan pada: • Resistansi jangkar Ra • Reaktansi bocor jangkar Xl • Reaksi Jangkar Xa a. Resistansi Jangkar Resistansi jangkar/fasa Ra menyebabkan terjadinya kerugian tegang/fasa (tegangan jatuh/fasa) dan I.Ra yang sefasa dengan arus jangkar. b. Reaktansi Bocor Jangkar Saat arus mengalir melalui penghantar jangkar, sebagian fluks yang terjadi tidak mengimbas pada jalur yang telah ditentukan, hal seperti ini disebut Fluks Bocor. c. Reaksi Jangkar Adanya arus yang mengalir pada kumparan jangkar saat generator dibebani akan menimbulkan fluksi jangkar (ΦA ) yang berintegrasi dengan fluksi yang dihasilkan pada kumparan medan rotor(ΦF), sehingga akan dihasilkan suatu fluksi resultan sebesar :

memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat generator dibebani kapasitif .Interaksi antara kedua fluksi ini disebut sebagai reaksi jangkar. 5b dan 5c. . 4b. seperti diperlihatkan pada Gambar 4. Gambar 4c. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat arus diberi beban induktif murni sehingga mengakibatkan arus jangkar Ia terbelakang dari GGL Eb sebesar 90° dan ΦA akan memperlemah ΦF yang berpengaruh terhadap pemagnetan. dan kapasitif diperlihatkan pada Gambar 5a. sehingga arus jangkar Ia mendahului ggl Eb sebesar θ dan ΦA terbelakang terhadap ΦF dengan sudut (90 -θ). Vektor diagram untuk beban yang bersifat Induktif. Jumlah dari reaktansi bocor XL dan reaktansi jangkar Xa biasa disebut reaktansi Sinkron Xs. yang mengilustrasikan kondisi reaksi jangkar untuk jenis beban yang berbeda-beda. Kondisi Reaksi Jangkar. resistif murni. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat dibebani kapasitif murni yang mengakibatkan arus jangkar Ia mendahului GGL Eb sebesar 90° dan ΦA akan memperkuat ΦF yang berpengaruh terhadap pemagnetan. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat generator dibebani tahanan (resistif) sehingga arus jangkar Ia sefasa dengan GGL Eb dan ΦA akan tegak lurus terhadap ΦF. Gambar 4a . Gambar 4a. 4c dan 4d. Gambar 4b. Gambar 4d.

Ada tiga jenis test yang biasa dilakukan. 5b dan 5c. Rangkaian Test Generator Tanpa Beban.Ra + j (I. maka bisa ditentukan besarnya tegangan jatuh yang terjadi. yaitu : Total Tegangan Jatuh pada Beban: = I. Gambar 6.XL) = I {Ra + j (Xs + XL)} = I {Ra + j (Xs)} = I. Vektor Diagram dari Beban Generator Berdasarkan gambar diatas.Xa + I. yaitu: • Test Tanpa beban ( Beban Nol ) • Test Hubung Singkat. • Test Resistansi Jangkar. Percobaan dilakukan dengan cara mengatur arus medan (If) dari nol sampai rating tegangan output terminal tercapai. Test Hubung Singkat . harus dilakukan percobaan (test). Test Tanpa Beban Test Tanpa Beban dilakukan pada kecepatan Sinkron dengan rangkaian jangkar terbuka (tanpa beban) seperti diperlihatkan pada Gambar 6.Zs Menentukan Resistansi dan Reaktansi Untuk bisa menentukan nilai reaktansi dan impedansi dari sebuah generator.Gambar 5a.

Arus medan dinaikkan secara bertahap sampai diperoleh arus jangkar maksimum. Dari hasil kedua test diatas. Selama proses test arus If dan arus hubung singkat Ihs dicatat. Kurva Karakteristik Tanpa Beban dan Hubung Singkat sebuah Generator. Gambar 7. adalah: .Untuk melakukan test ini terminal generator dihubung singkat. . dan dengan Ampermeter diletakkan diantara dua penghantar yang dihubung singkat tersebut (Gambar 7). resistansi DC diukur antara dua terminal output sehingga dua fasa terhubung secara seri. Impedansi Sinkron dicari berdasarkan hasil test. Gambar 8. Gambar 9. Rangkaian Test Generator di Hubung Singkat. If = konstatn Test Resistansi Jangkar Dengan rangkaian medan terbuka. maka dapat digambar dalam bentuk kurva karakteristik seperti diperlihatkan pada gambar 8. Resistansi per fasa adalah setengahnya dari yang diukur.

Nomor sendiri. Di sana terdapat nomor dan nama kontak yang tersimpan terpisah.Gambar 9. Ini bertujuan agar memudahkan aplikasi untuk menghubungkan suatu data dengan data yang lain. dan konstruksi kumparan. ukuran penghantar jangkar.2 s/d 1. nama sendiri. Contoh sederhana basis data misalnya kontak pada handphone. Dalam kenyataannya nilai resistansi dikalikan dengan suatu faktor untuk menentukan nilai resistansi AC efektif . dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi. dan mengatur akses terhadap data. 2012 in Uncategorized by Rohandi Latif Basis data merupakan kumpulan data yang terkait secara logis. sebuah software yang mengelola data sehingga pengguna dapat membuat. .6 . menambah. Pengukuran Resistansi DC. nilai Xs bisa ditentukan berdasarkan persamaan: Recent Posts Pengenalan Basis Data February 23rd. Nilainya berkisar antara 1. eff R . Faktor ini tergantung pada bentuk dan ukuran alur. Penggunaan basis data misalnya :      penyimpanan nomor kontak di ponsel pengelolaan katalog dan sirkulasi buku sistem informasi penjualan reservasi layanan hotel dan lain-lain Sistem yang berkaitan dengan basis data yaitu DBMS (Database Management System). dapat diakses banyak pihak. Bila nilai Ra telah diketahui. mengelola.

Aplikasi berfungsi untuk berhubungan langsung dengan pengguna. Komponen-komponen basis data :      Hardware Software Data Procedure People Basis data relasional merupakan sebuah basis data yang tabel-tabelnya terhubung dengan suatu model tertentu untuk menghasilkan informasi relevan yang dibutuhkan pengguna. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif  Generator : mesin listrik yang digunakan untuk mengubah tenaga mekanis menjadi listrik. RDBMS (Relational Database Management System) sebagai perantara antara aplikasi dengan database yang ada. Contoh RDBMS misalnya MySQL. contohnya yaitu Facebook. . Oracle. Postgre. Ms.Access. Karakteristik :        tidak ada nama tabel yang sama setiap sel untuk satu nilai data setiap kolom tidak boleh sama dalam satu tabel nilai dalam satu kolom harus setipe urutan kolom tidak penting minimasi duplikasi record urutan record dalam penyimpanan tidak harus dipertimbangkan No Comments Generator DC November 6th.

. Dia mengatakan bahwa di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnet. Adanya fluks magnet yang dihasilkan kutub-kutub magnet. motor diesel. Prinsip generator berkaitan dengan percobaan Faraday : 1.  Nilai GGl induksi yang dibangkitkan :  Kaidah tangan kanan :    Kutub magnet yang digunakan untuk generator DC didapat dari magnet tetap maupun magnet buatan. Prinsip pembentukan kutub magnet buatan tidak lepas dari penemuan Oersted. Adanya kawat penghantar listrik yang merupakan tempat terbentuknya GGL induksi. 2.   Contoh tenaga mekanis : uap. motor bensin. potensial air. Adanya gerakan relatif antara fluks magnet dengan kawat penghantar listrik. AC maupun DC tergantung dari konstruksi generator dan sistem pengambilan arusnya. 3.

dan sebaliknya. Komutator berfungsi mengumpulkan arus menggantikan dua cincin geser pada generator AC. maka medan magnet yang terbentuk di sekitar kawat arahnya searah jarum jam. Susunan generator DC :   Berikut adalah grafik putaran 360o generator DC :   Komutator : cincin berbahan konduktor yang dibelah oleh isolator menjadi dua bagian. Kemudian dilengkapi oleh Maxwell bahwa arus listrik mengalir dalam kawat arahnya menjauhi kita (maju). .

 Berdasarkan sumber arus kemagnetan bagi kutub magnet buatan.generator kompon (campuran) No Comments Transformator October 29th. Arus kemagnetannya terpengaruh oleh nilai-nilai arus ataupun tegangan generator. Pengaruh nilai tegangan dan arus generator terhadap arus penguat ditentukan oleh rangkaian lilitan penguat magnet dengan lilitan jangkar. . Berdasarkan lilitan penguat. 2. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif Induksi Magnet Bersama   Transformator : alat elektromagnetik yang mentransfer energi listrik dari kumparan primer ke kumparan sekunder dengan induksi magnet bersama. Fungsi transformator : untuk menaikkan atau menurunkan tegangan.generator shunt . Generator penguat terpisah   Arus kemagnetan diperoleh dari sumber listrik searah di luar generator.generator seri . generator DC dapat dibedakan menjadi : 1. Generator penguat sendiri     Arus kemagnetan diperoleh dari dalam generator itu sendiri. Besar kecilnya arus kemagnetan tidak terpengaruh oleh nilai-nilai arus ataupun tegangan generator. generator ini dibedakan menjadi : .

Penggabungan maksimum terjadi saat seluruh garis fluks dari kumparan primer masuk dan memotong sisi sekunder. membangkitkan fluks medan berubah-ubah setiap saat (Hk. Pada kumparan primer mengalir arus AC. Arus diturunkan. Cara memaksimumkan dengan melilitkan inti besi. impedansi. Transformator Stepdown . ns berarti transformator stepdown np = ns berarti tegangan. Arus. Faraday). Tegangan. dan Jumlah Lilitan pada Kumparan      np &lt. dan arus yng masuk sama dengan yang keluar. np = jumlah lilitan primer ns = jumlah lilitan sekunder Transformator Stepup    Digunakan untuk menaikkan nilai tegangan. ns berarti transformator stepup np &gt. Tegangan induksi pada kumparan sekunder = Es = Vs  Fluks bersama : gabungan fluks dari sisi primer dan sekunder. Tegangan induksi pada kumparan primer = Ep = Vp 2. Tegangan dan impedansi dinaikkan. sehingga terjadi : 1. Koefisien Penggabungan    Yaitu banyaknya fluks magnet primer masuk dan memotong sisi sekunder.

Bisa terjadi pada kawat pembentuk kumparan maupun inti. bak penampung. Laminasi : memasang inti yang terdiri dari sejumlah bagian yang berlapis. . Transformator dengan kumparan sekunder 240 VAC digunakan untuk menyuplai 240 VAC ke peralatan yang lebih besar seperti tungku.   Digunakan untuk menurunkan nilai tegangan. Cara mengurangi kehilangan yaitu dengan laminasi. Transformator Satu Fasa    Misal di Amerika (di Indonesia 220 V). Ukuran kVA menentukan arus sebuah transformator dapat sampai ke beban tanpa panas yang berlebih. Persamaan dalam Transformator Rating Transformator   Dinyatakan dalam kVA (kiloVolt-Ampere). Tegangan dan impedansi diturunkan. Cara ini dapat memperkecil arus Eddy atau arus pusar. dan pemanas. Arus dinaikkan. AC. Rugi-Rugi Transformator      Beberapa persen energi akan hilang dalam bentuk panas saat transfer dari kumparan primer ke sekunder. dan beban peralatan yang rendah. Transformator satu fasa 120 atau 240 VAC digunakan untuk menyuplai pencahayaan.

Secara skematis berbentuk segitiga. Tiga untuk fasa. Sambungan Delta (Delta Connection)      Digunakan jika jarak sumber suplai menuju beban adalah dekat. Transformator terhubung bintang di sisi sekunder. maka dikatakan sebagai arus tak seimbang. Seperti : industri yang banyak menggunakan motor. Arus Hubungan Delta Seimbang (Balanced Delta Current). Jika arus yang mengalir pada ketiga kumparan berbeda. Seperti tiga buah transformator satu fasa yang dihubungkan secara bersama-sama. Sambungan Bintang (Wyne Connection)     Berbentuk huruf “Y”. satu untuk netral. .Transformator Tiga Fasa    Digunakan saat daya tiga fasa dibutuhkan untuk beban yang besar. Seluruh tiga fasa digunakan untuk menyuplai beban tiga fasa. Jika arus yang mengalir pada ketiga kumparan sama. 2.  Arus Delta Tak Seimbang. maka dikatakan sebagai arus seimbang. Mempunyai empat kawat. Ada 2 macam : 1.

2011 in Uncategorized by Rohandi Latif Kemagnetan  Sifat : dapat menarik benda logam dan selalu mengarah ke posisi utara-selatan. Elektromagnetik   Yaitu magnet yang dibuat dengan cara konduktor dialiri arus sehingga dihasilkan medan magnet. ukuran dan kekuatan medan magnet juga akan meningkat. Tegangan fasa ke netral akan selalu lebih kecil daripada tegangan fasa ke fasa. Garis Fluks Magnet   Fluks (garis gaya magnet) : gaya pada magnet yang tidak terlihat. No Comments Elektromagnetik October 29th. Tarik-Menarik antar Kutub Tak Sejenis  Kutub selatan akan menarik kutub utara. Arah : meninggalkan kutub utara menuju kutub selatan kemudian kembali ke kutub utara melalui magnet. Aturan Tangan Kiri pada Konduktor . begitu juga dengan antar kutub selatan. Tolak-Menolak antar Kutub Sejenis  Antar kutub utara akan saling menolak. Semakin meningkat arus.

Dengan ini akan terdapat lebih banyak garis fluks yang mengalir dan medan magnet semakin kuat. dan sebaliknya. maka polaritas elektromagnet juga berubah.  Arah arus elektron menjauh dari pengamat. . Perubahan Polaritas   Ketika arah arus yang mengalir sepanjang elektromagnet berubah. maka garis fluks akan berlawanan dengan arah jarum jam. Polaritas elektromagnet yang dihubungkan ke arus AC akan mempunyai frekuensi yang sama seperti frekuensi pada arus AC. Elektromagnet dapat dibuat dengan melilitkan konduktor ke dalam suatu lilitan dan menerapkannya pada tegangan. semakin kuat medan magnet. Penambahan Inti Besi   Inti udara elektromagnetik dapat diganti dengan potongan besi karena besi adalah konduktor yang lebih baik daripada udara. Jumlah Lilitan  Semakin banyak lilitan.

No Comments Sistem Tenaga Listrik October 29th. Pada tarikan kutub yang berlawanan. .Tarikan Elektromagnet   Polaritas medan magnet di elektromagnet atas berlawanan dengan polaritas medan magnet di elektromagnetik bawah. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif  Tenaga listrik diproduksi di pusat-pusat pembangkit tenaga listrik. elektromagnet atas akan mengikuti elektromagnet bawah saat itu dipindahkan.

Generator : energi mekanis &gt. uranium. Listrik disalurkan ke pusat beban melalui sistem transmisi dan distribusi. Juga untuk mengurangi biaya terkait konstruksi tower dan konduktor. Sistem Tenaga Listrik terdiri dari : 1.d 25 kV f = 50 Hz 2. Beban terdiri dari beban rumah tangga.&gt. Sehingga daya yang dihasilkan pada pembangkit dapat digunakan di lokasi lain yang berjarak ribuan kilometer. Pembangkitan    Sumber tenaga : batubara. Sumber tenaga menggerakkan turbin dan disambungkan ke generator AC. Agar penyaluran energi listrik dapat efisien. minyak. Untuk meningkatkan tegangan digunakan transformator stepup. Transmisi      Energi dari pembangkitan disalurkan kepada pelanggan melalui jalur transmisi. panas bumi. dll. air. maka tegangan harus ditingkatkan dan arus dikurangi secara bersamaan. dan industri. .   Biasanya terletak jauh dari pusat beban. komersial. energi listrik   V = 11 s.

&gt. Grounding . 380/220 V (untuk konsumen biasa) atau 6000 V (untuk konsumen industri) Pengamanan Sistem Daya 1. V = 150 kV dan 500 kV f = 50 Hz 3. Distribusi    Di sini tegangan diturunkan dengan menggunakan transformator stepdown. 20 kV &gt.   Tegangan akan dikurangi secara bertahap selama daya listrik menuju daerah penggunaan akhir untuk mengurangi upaya pengisolasian. Misal : V = 150 kV dan 500 kV &gt.&gt.

satu sisi lain ke kawat yang dilindungi.  Melindungi makhluk hidup dari bahaya sengatan listrik. Pelindung arus lebih yang dapat diandalkan adalah sekering. Melindungi harta benda dari kerusakan. Overcurrent     Melindungi sistem dari arus beban lebih maupun arus hubung singkat Arus beban lebih : arus yang melebihi arus operasi normal. Arus hubung singkat : disebabkan oleh hubung singkat pada jalur penghantar. Lightning Arester    Efektif saat ada bahaya sambaran petir atau surja tegangan. . Satu sisi dihubungkan ke tanah. 3. Bekerja dengan prinsip celah loncatan bunga api. 2.

Sistem Darurat    Diperlukan untuk sistem yang tidak boleh mati. dll. tinggi. CB tegangan rendah dioperasikan di udara bebas karena busur api dapat padam oleh isolasi udara.dan gas SF6. Misal rumah sakit.4. CB tersedia dalam beberapa rating tegangan : rendah. Untuk daya yang kecil dapat menggunakan UPS. vakum . Circuit Breaker (CB)     Adalah saklar yang secara otomatis membuka/memutus rangkaian listrik ketika terjadi kondisi beban lebih. CB tegangan tinggi dapat dilakukan dengan hembusan udara. sistem kendali. pelayanan online bank. minyak. . sedang.

2.8. Teori 1.6. Dapat berupa integer atau pecahan.4.9 Menggunakan basis 10. terdiri dari 0. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif Sistem bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik.1. Untuk daya yang besar dapat menggunakan Generator Standby No Comments Sistem Bilangan October 29th. Biner   Ada 2 simbol. Desimal    Bilangan : Ada 10 simbol.7.2.1.4.3.5. yaitu 0 dan 1 Menggunakan basis 2.7 Menggunakan basis 8. yaitu 0.6. . Oktal   Ada 8 simbol.5. 3.2.3.

A = 10 B = 11 C = 12 D = 13 E = 14 F = 15 Konversi Desimal ke Biner Yaitu dengan membagi bilangan desimal dengan 2 kemudian diambil sisa pembagiannya. Hexadesimal         Ada 16 simbol. Contoh : 385(10) = … (8) 385 : 8 = 48 + sisa 1 48 : 8 = 6 + sisa 0 Ditulis dari bawah ke atas sehingga 385(10) = 601(8) Konversi Desimal ke Hexadesimal Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 kemudian diambil sisa pembagiannya.5.4.A.6.7.F Menggunakan basis 8.3.4.B. yaitu 0.8. : (10) 8 4 0 .E.C. Contoh : 13(10) = 13 : 2 = 6 6 : 2 = 3 3 : 2 = 1 Ditulis dari bawah ke atas sehingga 13(10) = 1101(2) … + + + sisa sisa sisa (2) 1 0 1 Konversi Desimal ke Oktal Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 8 kemudian diambil sisa pembagiannya. Contoh : 1583(10) = … (16) 1583 : 16 = 98 + sisa 15 98 : 16 = 6 + sisa 2 Ditulis dari bawah ke atas sehingga 1583(10) = 62F(16) Konversi Yaitu dengan Contoh 1101(2) 1 1 0 Biner mengalikan masing-masing = x x x 2 22 21 3 bit ke dengan … = = = positon Desimal valuenya.D.2.1.9.

Contoh : 2537(8) = … 2537 = 010101011111 (16) (8) (2) 010101011111(2) = 55F(16) Konversi Hexadesimal ke Desimal Yaitu dengan mengalikan masing-masing Contoh C7(16) = 7 x 160 C x 161 Jadi. 6502(8) = 110101000010(2)Konversi Oktal ke Hexadesimal Yaitu dengan mengubah dari oktal menjadi biner kemudian dikonversi ke hexadesimal. Contoh : 6502(8) = … (2) 2 = 010 0 = 000 5 = 101 6 = 110 Jadi.1 x 20 Kemudian dijumlahkan sehingga 1101(2) = 8 + 4 + 0 + 1 = 13(10) Konversi Dengan mengonversikan Contoh 11010100(2) 11 11 010 100 = 4 Biner tiap-tiap = 010 = = ke digit … = 1 3 buah biner dari Oktal belakang. : 0 8 = 3 = 8 Konversi Oktal ke Biner Yaitu dengan mengonversikan masing-masing digit oktal ke 3 digit biner. C7(16) = 7 + 192 = 199(10) bit dengan … = = position valuenya. : (16) 13 = 0100 D Konversi Oktal Dengan cara mengalikan masing-masing bit Contoh 13(8) = … x (10)3 1 x 81 Kemudian dijumlahkan sehingga 13(8) = 3 + 8 = 11(10) ke dengan Desimal position valuenya. : (10) 7 192 . : (8) 100 3 2 Konversi Biner Dengan mengonversikan tiap-tiap Contoh 11010100(2) = 1101 1101 = 0100 = 4 4 buah ke digit … biner Hexadesimal dari belakang.

2011 in Uncategorized by Rohandi Latif Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Contoh : 55F(16) = … (8) 55F(16) = 010101011111(2) 010101011111(2) = 2537(8) No Comments Gerbang Logika October 29th. Gerbang logika sering disebut rangkaian logika. Disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen.  Gerbang Logika Inverter Merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran di mana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan. . Misal input = rendah maka output = tinggi A = 1 maka Y = NOT 1 = 0  Gerbang Logika non-Inverter Sinyal masukan ada dua atau lebih sehingga keluaran tergantung sinyal masukan. Yang termasuk : 1. AND Bila sinyal keluaran ingin tinggi. maka masukan harus tinggi.Konversi Hexadesimal ke Oktal Yaitu dengan mengubah dari bilangan hexadesimal menjadi biner kemudian dikonversi ke oktal.

B = 0 maka Y = 1. maka keluarannya 0.B » AB Misal : A = 1.0 = 0 2. Y = A AND B » Y = A. OR Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu masukan dalam keadaan 1 dan sebaliknya. NAND (Not-AND) . Jika tidak. 3.Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan logika 1 jika semua masukan bernilai 1.

disebut arus bolak-balik karena gelombangnya menyerupai gelombang sinus. XOR (Antivalen.Akan mempunyai keluaran 0 jika semua masukan pada logika 1. Jika diinginkan keluaran 1. . maka keluaran bernilai 1. Sebaliknya jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan. maka semua masukan dalam keadaan 0. Exclusive-OR) Akan memberikan keluaran 1 jika masukan-masukannya mempunyai keadaan yang berbeda. No Comments Rangkaian Arus Bolak-Balik October 29th. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif  Pada dasarnya. 5. NOR (Not-OR) Akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari masukan pada keadaan 1. 4.

yaitu satu puncak satu lembah. Persamaan tegangan sinusoidal :   Periode (T) adalah waktu yang diperlukan untuk mencapai satu gelombang penuh. Contoh arus bolak-balik yaitu stop kontak yang digunakan di rumah-rumah yang bersumber dari PLN. Frekuensi (f) adalah banyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Gelombang sinusoidal bisa dihasilkan dari generator. Pada gerak rotasi berlaku kecepatan sudut atau kecepatan angular.    Pada sistem AC besaran tegangan berubah terhadap waktu. .   Gelombang sinusoidal dapat dibangkitkan dengan cara memproyeksikan secara vertikal suatu vektor rotasi.

suatu besaran menunjukkan nilai RMS-nya jika tidak diberi keterangan tertentu. Persamaan reaktansi induktif :  Persamaan reaktansi kapasitif : . Nilai tegangan rata-rata setara dengan 0.637 kali nilai tegangan puncaknya. tidak terjadi pergeseran phasa sehingga VR dan IR adalah sephasa. dan C. Reaktansi adalah daya hambat yang dimiliki induktor dan kapasitor dalam arus AC. Satuannya Volts average (Vave). L. Untuk resistor ideal nilai hambatannya tidak terpengaruh oleh frekuensi. Dalam bentuk persamaan. Sinyal sinusoidal berpengaruh terhadap elemen R. Pada induktor energi akan disimpan dalam bentuk medan magnet.           Dalam sistem AC. nilai efektif (RMS) dari suatu tegangan sinusoidal sama dengan 0. Frekuensi VR dan IR adalah sama.707 kali nilai tegangan puncaknya. Tegangan rata-rata adalah nilai rata-rata setengah gelombang penuh dari gelombang sinus. Pada kapasitor energi akan disimpan dalam bentuk medan listrik. tetapi pada prekteknya bagaimanapun akan muncul efek kapasitif dan induktif pada setiap resistor. Dalam sistem AC.

. No Comments Transistor October 12th. Terdapat dua jenis transistor bipolar.   Untuk resistor. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif TRANSISTOR BIPOLAR (BJT)    Jenis ini menggunakan dua pembawa muatan. Kata bipolar berarti dua kutub. dan hole. Impedansi adalah suatu ukuran yang menyatakan kemampuan suatu rangkaian AC untuk menghambat arus yang mengalir. Basis (B). yaitu PNP BJT dan NPN BJT. elektron bebas. karenanya tidak ada pergeseran phasa. tegangan dan arus adalah sephasa. dan sudut antara keduanya adalah 0o. Kombinasi dari elemen-elemen reaktif dan resisif disebut impedansi (Z). Contoh transistor bipolar :   Terdiri dari 3 lapisan bahan semikonduktor yang masing-masing disebut Emitor (E). dan Kolektor .

Kolektor mengelilingi daerah emitor. C. tipe-n. dan tipe-n pada transistor NPN.     Daerah-daerah tersebut adalah tipe-p. Basis terletak di antara emitor dan kolektor. B.  Transistor PNP hidup ketika tegangan basis lebih rendah daripada emitor.  Transistor NPN hidup ketika tegangan basis lebih tinggi daripada emitor. Sedangkan tipe-n. tipe-p. Setiap daerah semikonduktor disambungkan ke E. dan tipe-p pada transistor PNP. .

tipe-p. Selanjutnya ini akan menarik arus I  Penggunaan transistor bipolar : . kolektor harus berada pada tegangan jauh di bawah basis. dan masuk ke hambatan R C dan terus kembali. berlawanan dengan arus dari emitor. walaupun ada arus IC mengalir di dalam hambatan kolektor IC.Untuk menghindari arus balik ICB. sehingga sambungan pn antara kolektor dan basis juga akan mendapat panjar maju. Cara kerja (misal PNP) : Muatan positif dari VEE melalui RE masuk ke emitor. seperti gambar berikut. Semakin lama ICB=IBC sehingga arus kolektor IC yang mengalir pada RC menjadi sama dengan nol. Pembawa muatan dari emitor akan tertarik masuk ke basis. yaitu IBC. akan membuat kolektor mempunyai muatan positif terhadap basis. diteruskan ke kolektor. Arus IC dan RCCB dari kolektor ke basis. Untuk itu antara kolektor dan basis dipasang tegangan panjar mundur melalui catu daya VCC.

Pengubah logaritmik. dan sumber (source). Gerbang ini mengizinkan elektron untuk mengalir atau mencegahnya dengan membuat sebuah kanal di antara sumber dan cerat.1. Peningkatan tegangan gerbang ke sumber akan menarik lebih banyak elektron menuju gerbang yang memungkinkannya untuk membuat kanal konduktif dari sumber ke cerat. 2. FET yang paling sering digunakan adalah MOSFET. Badan disambungkan ke tegangan tertinggi atau terendah pada sirkuit.            No Comments Kesan Pelatihan Pertama March 21st. dasar. cerat (drain). FET mengendalikan aliran elektron dari sumber ke cerat dengan mengubah besar dan bentuk dari sebuah kanal konduktif. proses ini disebut pembalikan. TRANSISTOR EFEK MEDAN (FET)  Menggunakan medan listrik untuk mengendalikan konduktifitas suatu kanal dari jenis pembawa muatan tunggal dalam bahan semikonduktor. dan sumber diletakkan. cerat. Elektron mengalir dari sumber ke cerat. mempersempit kanal konduktif. yaitu gerbang (gate). Ada juga saluran keempat.    Hampir sama dengan BJT. 2011 in Uncategorized by Rohandi Latif . atau substrat untuk kegunaan teknis dalam pemanjaran transistor ke dalam titik operasi. mengukur suhu dengan menghitung perbedaan dua tegangan pada dua arus panjar dengan perbandingan yang diketahui. Sensor suhu. Badan merupakan semikonduktor dasar di mana gerbang. punya 3 kaki. tergantung tipenya. karena tegangan basis-emitor sebagai fungsi logaritmik dari arus basisemitor dan kolektor-emitor. JFET sangat sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan resistansi masukan yang tinggi. Gerbang sebagai pengontrol buka-tutup dari gerbang sesungguhnya. yang dinamakan badan. Sebuah tegangan negatif gerbang ke sumber menyebabkan daerah pemiskinan bertambah lebar dan menghalangi kanal dari kedua sisi.

Awalnya aku sempat bingung karena keduanya sama-sama penting dan jika ditinggalkan ada konsekuensinya masingmasing.Hampir saja aku tidak mengikuti pelatihan perdana membuat blog ini. Sekilas terpikir. Hal ini dapat dilihat dengan didirikannya industri – industri besar yang menyerap banyak tenaga kerja. Alhamdulillah hanya perlu waktu singkat untuk memahaminya berkat penjelasan dari Mr. padat dan tempo yang pas. Dalam rangka pemenuhan persyaratan tersebut. daripada aku ikut rapat yang biasanya “membosankan” lebih baik aku ikut kegiatan yang lebih bermanfaat dan bisa mendapatkan ilmu baru. sehingga kemudian dapat mengurangi angka pengangguran. Rintangan terbesar muncul dari persaingan yang sangat ketat di era globalisasi seperti saat ini. Persiapan yang memadai dari tenaga kerja. Agenda hari itu berbenturan dengan rapat kerja SKI FT UNS periode 2011. sebagai calon tenaga kerja yang berkualitas haruslah memiliki bekal berupa pendidikan baik secara formal maupun non formal.Tikno yang lugas. Perlu adaptasi lebih dulu untuk menguasai luarnya sampai dalamdalamnya. Sebelumnya aku sudah pernah membuat blog dari blogspot untuk tugas mata pelajaran TIK pada masa putih abu-abu alias SMA. baik secara teori maupun kemampuan nyata di lapangan diharapkan mampu melahirkan tenaga – tenaga kerja Indonesia yang . jelas. kita juga dituntuk untuk dapat mampu untuk terlibat secara aktif dan nyata dalam bidang ilmiah di masyarakat dan pada akhirnya memiliki kualitas untuk mengikuti persaingan yang terjadi dalam dunia globalisasi. Pelatihan kali ini adalah membuat blog dengan domain dari UNS. Selain bekal pendidikan tersebut. Ternyata blog dari UNS ini agak berbeda dengan blogsppot. Format yang dipakai adalah format wordpress. dimana perkembangan aspek teknologi dari dalam maupun luar negeri menuntut kita untuk memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi yang baik pada bidang pekerjaan kita secara profesional.1 Latar Belakang Kerja Praktek Pesatnya perkembangan industri yang terjadi saat ini salah satunya karena sangat didukung oleh kondisi keamanan dan stabilitas negara. aku harus bisa memperdalam penguasaannya sendiri. tentunya kita. Selanjutnya. BAB I PENDAHULUAN I.

di mana oleh lembaga pendidikan diharapkan para mahasiswa yang sedang dalam masa penempaan tersebut mampu melihat secara nyata berbagai hal yang sifatnya aplikatif dari proses pembelajaran yang telah dilalui melalui pendidikan formal. I. calon tenaga kerja yang ada merupakan calon tenaga kerja yang berkualitas dan siap pakai. Proses hubungan tersebut kemudian dituangkan dalam suatu bentuk Kerja Praktek. Keterbatasan inilah yang kemudian diharapkan dapat dijembatani oleh lembaga industri dan korporasi yang ada saat ini. Persiapan ini tidak mutlak menjadi tanggung jawab dari lembaga pendidikan semata dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh lembaga – lembaga tersebut dalam menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan mutakhir dari keadaan nyata di lapangan. Seluruh rangkaian pengamatan tersebut kemudian dibukukan dalam suatu bentuk laporan Kerja Praktek. tetapi juga siap pakai.berkualitas dan unggul. Hal ini disesuaikan dengan semboyan utama pendidikan yaitu “Tut Wuri Handayani”. Adapun pemilihan topik dalam Kerja Praktek juga diserahkan kepada mahasiswa dengan tujuan membantu mahasiswa untuk memilih bidang yang ingin lebih didalami sehingga membantunya lebih jauh tentang pemahaman terhadap pembelajaran teori yang telah dilaluinya. sehingga tentunya mereka mengharapkan apabila dalam proses penerimaannya. Dalam Kerja Praktek. Hal ini sekaligus juga merupakan suatu bentuk usaha untuk menyiapkan mahasiswa tidak hanya sebagai calon tenaga kerja berkualitas. namun tetap dalam koridor yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan. Lembaga industri dan korporasi inilah yang nantinya akan menjadi pengguna dari calon – calon tenaga kerja yang ada.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dilaksanakan kerja praktek adalah sebagai pemenuhan dari beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh sebagai persyaratan akademis di FTI . mahasiswa diberikan kebebasan dalam memilih lembaga industri maupun korporasi yang sesuai dengan minat. sehingga mahasiswa dapat berkembang sesuai dengan cita – cita dan keinginannya. dari belakang memberikan dorongan.

Jurusan Teknik Elektro.1 PLTGU Priok. Proses tersebut dibatasi hanya pada Generator 1.3 Batasan Masalah Dalam penulisan laporan kerja prektek ini. pembatasan masalah untuk membatasi ruang lingkup penulisan. . melalui PT Indonesia Power UBP Priok khususnya maupun tempat pembangkitan lainnya pada umumnya. Sistematika Penulisan BAB I. I. PENDAHULUAN Pada bab ini. I.4. maksud dan tujuan Kerja Praktek. dan sistematika laporan. Dalam Kerja Praktek ini diharapkan mahasiswa dapat memahami penerapan berbagai ilmu yang telah diperoleh dalam kuliah sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang penggunaan ilmu tersebut serta menumbuhkan kesiapan mental mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Dengan kerja praktek ini Penulis mengharapkan. Penulis membahas penjelasan mengenai latar belakang permasalahan dalam penulisan laporan.masalah yang akan bahas hanya terbatas pada proses pembangkitan tegangan dimulai dari saat turbin dalam keadaan diam (0 rpm) hingga berputar pada kecepatan penuh (3000 rpm) dan mengalirkan tegangan masuk ke jaringan. untuk dapat mengetahui proses pengoperasian dan pemeliharaan sehingga keandalan dan mutu produksi dapat terjamin dan terjaga sampai dengan jangka waktu yang ditentukan terutama di bagian unit pemeliharaan listrik dan juga dapat mengetahui gangguan-gangguan apa saja yang sering terjadi dalam proses produksi tenaga listrik dan mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Materi yang diangkat lebih bersifat umum dan tidak menjurus secara khusus pada proses tertentu selama pembangkitan berlangsung.Universitas Trisakti.

BAB IV. LANDASAN TEORI Pada bab ini.INDONESIA POWER secara khusus.1 PLTGU Priok dan penjelasan singkat tentang bagian – bagian tersebut. akan dibahas juga mengenai Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Priok tempat di mana Kerja Praktek berlangsung. . BAB III.BAB II. SEJARAH DAN STRUKTUR ORGANISASI PT. Penulis menuliskan secara umum langkah – langkah yang harus dilaksanakan dalam kerangka start-up GT 1.1 PLTGU Priok beserta penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan pada setiap langkahnya. MATERI KERJA PRAKTEK I Pada bab ini. Penulis menjelaskan secara lebih terstruktur electrical equipment yang terlibat dalam proses start-up GT 1. konverter. Penulis menjelaskan secara singkat mengenai sejarah berdirinya PT. inverter. dimulai dari gambaran sekilas mengenai turbin gas. generator sinkron. dan sistem excitation. BAB V. MATERI KERJA PRAKTEK II Pada bab ini.INDONESIA POWER dan perkembangan secara umum serta struktur organisasinya dan proses produksi yang dihasilkan oleh PT. Selain itu.INDONESIA POWER Pada bab ini. Penulis menjelaskan berbagai dasar teori yang berkaitan dan berhubungan dengan proses pembangkitan.

baik kepada PT. . Penulis menjelaskan tentang kesimpulan – kesimpulan yang diambil terkait dengan proses pembangkitan yang telah diamati pada bab sebelumnya serta bila memberikan saran. Indonesia Power dalam kerangka peningkatan efisiensi maupun kepada Penulis lainnya yang ingin mengambil judul serupa sehingga dapat meneruskan dan melakukan pendalaman yang lebih baik.BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini.

.

.

PLN PJB I). Sebagai lahan usahanya. dengan 8 (delapan) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) utama yang terletak di beberapa lokasi strategis yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali untuk mengelola 127 mesin pembangkit dengan total kapasitas terpasang sekitar 8.01. Kemudian pada tanggal 3 Oktober 2000. PT.Bab II Sejarah dan Struktur Organisasi PT Indonesia Power II. INDONESIA POWER merupakan salah satu anak perusahaan listrik milik PT. PT. PLN PJB I resmi berganti nama menjadi PT. INDONESIA POWER telah menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik terbesar di Indonesia di mana delapan UBP utamanya terdiri dari:  UBP Suralaya . INDONESIA POWER bergerak pada bidang pembangkitan tenaga listrik.01. PLN (Persero) yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT. PT.TH. INDONESIA POWER. PLN Pembangkit Tenaga Listrik Jawa Bali I (PT.1995. Pembentukan perusahaan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C2-12496 HT.1 Data Umum Perusahaan PT.888 MW serta pada bidang pemeliharaan yang disebut Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan (UBJP).

Gambar II-1 – UBP Suralaya

Kapasitas Terpasang : 3.400 MW Jenis Pembangkit : PLTU Batubara

UBP Priok

Gambar II-2 – UBP Priok

Kapasitas Terpasang : 1.248 MW Jenis Pembangkit : PLTU, PLTGU, PLTG, PLTD

UBP Saguling

Gambar II-3 – UBP Saguling

Kapasitas Terpasang : 797 MW

Jenis Pembangkit : PLTA

UBP Kamojang

Gambar II-4 - UBP Kamojang

Kapasitas Terpasang : 375 MW Jenis Pembangkit : PLTP

UBP Mrica

Gambar II-5 – UBP Mrica

Kapasitas Terpasang : 306 MW Jenis Pembangkit : PLTA

UBP Semarang

Gambar II-6 – UBP Semarang

Kapasitas Terpasang : 1.469MW Jenis Pembangkit : PLTU Minyak, PLTG, PLTGU

UBP Perak – Grati

Gambar II-7 – UBP Perak - Grati

Kapasitas Terpasang : 864 MW Jenis Pembangkit : PLTU Minyak, PLTG, PLTGU

UBP Bali

juga melakukan pemeliharaan berdasarkan permintaan di luar kebutuhan PT. Tabel – Grafik Produksi per Unit Bisnis Pembangkitan berdasarkan data tahun 2007 . UBJP ini bertugas untuk melakukan pemeliharaan terhadap ke delapan UBP yang telah disebutkan sebelumnya. PLTG Sementara UBJP terletak di kawasan Tanah Abang. Jakarta Pusat. INDONESIA POWER.Gambar II-8 – UBP Bali Kapasitas Terpasang : 428 MW Jenis Pembangkit : PLTD.

PT. PT. sementara PT. Misi melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan dan mengembangkan usaha – usaha lainnya yang berkaitan. SMK3 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia. INDONESIA POWER dalam pengembangan usaha penunjang di bidang pembangkit tenaga listrik juga dilakukan dengan membentuk beberapa anak perusahaan yaitu PT. ARTA DAYA COALINDO dengan kepemilikan hingga 60%. Indonesia Power dan seluruh Unit Bisnisnya telah berbenah diri. ARTA DAYA COALINDO bergerak pada bidang usaha perdagangan batubara. COGINDO DAYA PERKASA di mana PT. berdasarkan kaidah industri yang sehat. Keberadaan kedua anak perusahaan memiliki tujuan sebagai penunjang perusahaan dalam upayanya meningkatkan pendapatan di masa mendatang. ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu). dan ASEAN Renewable Energy Award. . INDONESIA POWER menguasai 99.% saham kepemilikannya dan PT. Penghargaan Padma untuk bidang Pengembangan Masyarakat. guna menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan dalam jangka panjang. INDONESIA POWER dalam menjalankan perusahaan memiliki visi dan misi sebagai berikut: Visi menjadi perusahaan publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan.Kiprah PT. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya berbagai penghargaan nasional dan internasional antara lain ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan). COGINDO DAYA PERKASA bergerak pada bidang jasa pelayanan dan manajemen energi dengan penerapan konsep cogeneration dan distributed generation. Untuk mendukung terealisasinya keinginan tersebut.

Adapun 5 filosofi dasar PT. .  Meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan dengan bertumpu pada usaha penyediaan tenaga listrik dan sarana penunjang yang berorientasi pada permintaan pasar yang berwawasan lingkungan. Salah satu aspek dari pengembangan sumber daya manusia perusahaan adalah dengan pembentukan budaya perusahaan di PT. Memberi penghargaan atas prestasi Sedangkan 12 dimensi perilaku tersebut bertautan dengan: 1. INDONESIA POWER. Menciptakan keunggulan untuk memenangkan persaingan 3.Adapun visi dan misi tersebut ditentukan sebagai suatu media dalam mendorong tercapainya tujuan dari PT. Menjunjung tinggi etika bisnis 5. sertamendorong terus kekokohan integritas pribadi dan profesionalisme. INDONESIA POWER adalah: 1. yaitu  Menciptakan mekanisme peningkatan efisiensi yang terus-menerus dalam penggunaan sumber daya perusahaan.  Menciptakan kemampuan dan peluang untuk memperoleh pendanaan dari berbagai sumber yang saling menguntungkan. efisiensi maupun kelestarian lingkungan. berpikir benar. keandalan. dan bertindak profesional. bersikap jujur. Memelopori pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Integritas. Budaya perusahaan diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku yang berdasarkan pada 5 (lima) filosofi dasar dan pada kelanjutannya diwujudkan dan dinyatakan dalam 12 dimensi perilaku.  Mengoperasikan pembangkit tenaga listrik secara kompetitif serta mencapai standar kelas dunia dalam hal keamanan. Mengutamakan pasar dan pelanggan 2.  Mengembangkan budaya perusahaan yang sehat diatas saling menghargai antar karyawan dan mitra kerja. dapat dipercaya. INDONESIA POWER.

Direktur Sistem dan SDM. Kerja sama. INDONESIA POWER.2 Sejarah dan Profil UBP Priok PT. Direktur Pengembangan dan Niaga. Keselarasan tujuan 12. INDONESIA POWER.2. INDONESIA POWER Unit Bisnis Pembangkitan Priok merupakan salah satu unit bisnis pembangkitan besar yang dimiliki oleh PT. 3. yang mana setiap direktur membawahi divisi yang dipimpin oleh seorang manajer. Pengambilan resiko 8. Keseimbangan antara tugas dan hubungan sosial Pada susunan struktur organisasi PT. Sikap melayani. 4. efektif. Peduli biaya dan kualitas 10. terdiri dari Dewan Komisaris yang membawahi Dewan Direksi yang terdiri dari Direktur Utama. dua blok PLTGU yang setiap bloknya terdiri dari 3 unit turbin gas dan 1 unit PLTU. Direktur Produksi. dan bertanggung jawab serta mengikuti etika yang berlaku. enam unit PLTD. maka PLN Eksploitasi XIII membangun PLTU konvensional 1 dan 2.248 MW terdiri dari dua unit PLTG siklus terbuka. dan Direktur Keuangan. Tanggung jawab 6. Namun pada tahun 1989. II. Pertengahan tahun 1960. Adaptif 11. dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di Jakarta khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. berusaha memenuhi komitmen terhadap kualitas pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Kepemimpinan 7. melakukan komunikasi yang terbuka. Pemberdayaan 9. Komunikasi. . dengan mempertimbangkan berbagai faktor maka PLTU 1 dan 2 tersebut tidak dioperasikan lagi. melakukan kerja sama yang harmonis 5. Saat ini terpasang 16 unit pembangkit dengan total kapasitas terpasang 1.

Pesatnya pembangunan di segala bidang khususnya industri maka di tahun 1972 dibangun 2 unit PLTU 3 dan 4. sebagai pengelola PT. listrik sebesar 150 KV disalurkan ke GI Plumpang dan GI Ancol. Karena fungsinya yang sangat vital. Tanggal 25 Maret 1992. kemampuan Sumber Daya Manusia yang dimiliki Unit Pembangkitan Priok merupakan aset yang tak ternilai. Plumpang I/II. Terdapatnya 2 unit PLTG yang istimewa yaitu PLTG 1 dan PLTG 3 yang dapat dihidupkan tanpa menggunakan energi listrik dari luar (Black Start). Selain memiliki SDM profesional yang ahli di bidangnya. Berikutnya dibangun PLTG John Brown. Indonesia Power. Setelah sekian lama dioperasikan. . PLN menyertakan konsorsium internasional yaitu ABB dan Marubeni untuk membangun 2 blok. sedangkan unit 7 Draw Back to GE. 7. kedua unit ini tidak dioperasikan setiap hari. kini dipergunakan oleh PLTA Suralaya untuk unit Black Start. Terbukti dengan berhasilnya mendapat sertifikat ISO 9002. kemampuan ini sangat menunjang dalam rangka pemulihan kembali sistem kelistrikan Jawa – Bali. Cogindo anak perusahaan PT. Energi listrik yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk menghidupkan unit pembangkit lainnya. PLTD Senayan Kebayoran. Dengan menggunakan kabel bawah tanah. pihak manajemen juga berhasil mengelola perusahaan dengan baik. ISO 14001 dan SMK 3 dan ISO 9001 versi 2000. Saat ini PUB 6 direlokasi ke PLN wilayah Sumatera bagian selatan yang letaknya di daerah Indragiri Palembang. apabila terjadi pemadaman total (Black Out). 5. Unit 4 dan 5 direlokasi ke Bali menjadi PLTGU Pemaron. Selain itu listrik juga dialirkan melalui saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV ke Kemayoran I/II. 6. melalui feeder VIP hingga saat ini memasok kebutuhan energi listrik ke gedung MPR. lalu dibangun lagi 2 unit PLTG Westing House dan GE 4. Unit Pembangkitan Priok juga mengelola 6 unit PLTD Senayan beroperasi tahun 1961. Setelah PLTGU Priok sempurna untuk dioperasikan maka dilakukan sinkronisasi ke sistem kelistrikan Jawa-Bali. Gelora Bung Karno dan TVRI. Sampai saat ini. Selain kedua unit PLTG tersebut. unit ini pada kondisi Reserve Shut Down.

52 MW Kapasitas Total : 10.00 MW  PLTG Priok Jumlah Unit : 2 Unit Kapasitas per Unit : 26.Mesin – Mesin yang dimiliki dan dikelola oleh UBP Priok adalah:  PLTD Senayan Jumlah unit : 4 Unit Kapasitas per Unit : 2.00 MW .00 MW Kapasitas Total : 6.00 MW  PLTGU Priok – Gas Turbine Jumlah Unit : 6 Unit Kapasitas per Unit : 130 MW Kapasitas Total : 780.00 MW Kapasitas Total : 52.00 MW  PTGU Priok – Steam Turbine Jumlah Unit : 2 Unit Kapasitas per Unit : 200.08 MW  PLTD Senayan Jumlah Unit : 2 Unit Kapasitas per Unit : 3.

Saat ini PLTGU Priok memiliki dua blok pembangkit. dengan memanfaatkan energi panas yang terbuang dari hasil pembakaran pada PLTG untuk memanaskan air pada HRSG (Heat Recovery Steam Generator) sehingga menghasilkan uap yang mampu menggerakkan turbin.1 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Priok Pada prinsipnya PLTGU adalah penggabungan PLTG dan PLTU. Dengan demikian energi dimanfaatkan secara optimal.2. Pembangunan pembangkit listrik dimulai pada 25 Maret 1992 dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI pada 18 Januari 1994.Kapasitas Total : 400. Setiap blok terdiri dari 3 unit PLTG dan 1 unit PLTU.00 MW II. Siklus yang terjadi pada PLTGU merupakan siklus tertutup yang terdiri dari siklus turbin gas dan siklus turbin uap. .

tetapi bila dipakai lagi (closed cycle) akan dimasukkan kembali melalui katup (9) ke dalam Heat Recovery Steam Generator HRSG (10) Proses pada Turbin Uap (PLTU) Air pengisi yang berada di dalam deaerator (11) akan dibagi dua yaitu melalui Low Pressure Flow Water/LPFW (13) dan High Pressure FW/HPFW (12). Air pengisi yang dari . Maka akan menghasilkan gas panas yang selanjutnya akan dimasukkan langsung ke dalam Turbin Gas (3) sedangkan gas bekas yang telah melalui turbin gas tadi. apabila tidak dipakai (open cycle) akan langsung dibuang keluar melalui katup (8).Gambar II-9 – Proses Pembangkitan Listrik pada PLTGU Priok Proses pada Turbin Gas (PLTG) Bahan gas alam (natural gas) yang disupply dari ARCO Station (1) langsung dimasukkan ke dalam ruang bakar/Combustion Chamber (2) bersama-sama dengan udara yang disupply dari Main Compressor (4) setelah terlebih dahulu melalui saringan udara/Air Filter (5).

Uap bekas yang keluar dari LPT tadi akan dialirkan kembali ke dalam Condenser (19) untuk diubah kembali menjadi air kondensat setelah dikondensasi oleh air pendingin/air laut. Proses Penyaluran Tenaga Listrik Tenaga listrik yang dikeluarkan dari Penghantar Listrik PLTG (17) bertegangan 15. sedangkan uap tekanan tinggi yang dipakai untuk memanaskan deaerator diatur jumlahnya oleh Katup Uap (26). Air kondensat selanjutnya akan dipompakan oleh Condensate Pump (20) untuk selanjutnya terus dimasukkan ke dalam Feed Water Tank yang berada pada deaerator.2. sedangkan cabang yang lain yaitu LP Bypass (23) uap diatur dengan Katup uap tekanan rendah (24).HPFW akan dimasukkan ke dalam HRSG setelah melalui pipa/saluran uap HP Admission Steam diteruskan ke Turbin Uap High Pressure Turbine/HPT (15) yang sebelumnya terlebih dahulu melalui Katup Uap Utama (14) dan setelah itu diteruskan lagi ke Low Pressure Turbine/LPT (16) yang selanjutnya dikopling dengan Generator (17) untuk menghasilkan tenaga listrik melalui Penghantar (18). uap diatur dengan Katup uap tekanan tinggi (22).2 Keuntungan Penggunaan PLTGU Priok Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap di UBP Priok merupakan suatu kelebihan tersendiri dikarenakan beberapa alasan berikut: . Katup uap tekanan tinggi utama (25) digunakan untuk mengatur jumlah uap tekanan tinggi masuk ke dalam turbin uap (HPT). Air dari Condensate Pump tadi dicabang lagi ke dalam HP Bypass (21).75 kV dan dari Penghantar Listrik PLTU (18) bertegangan 18 kV kemudian dinaikkan oleh Main Transformer menjadi 150 kV untuk selanjutnya diinterkoneksi pada sistem jaringan Jawa-Bali II.

 Alasan non-teknis. 5. PLTGU menggunakan gas propane yang hasil pembakarannya tidak mencemari lingkungan. dan lingkungan mengharuskan UBP Priok terletak jauh dari kawasan pemukiman dan pada area yang terisolasi. akibat berbagai keadaan di lapangan. di mana pengaturan dan pengoperasian dapat dikendalikan dari satu ruang kontrol yang terintegrasi. 3.4 Data Teknis PLTGU UBP Priok Turbin Gas Pabrik : Asia Brown Boveri (ABB) Jumlah sudu : 5 (lima) tingkat . II. Akan tetapi. akhirnya penggunaan gas tersebut kemudian dibatasi dan sebagian pembangkitnya menggunakan HSD sebagai bahan bakar. 4. Pengendalian PLTGU dilakukan secara komputerisasi. Pad awal penggunaannya. Efisiensi ini berarti bahwa biaya operasi (Rp/kWh) akan lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit lain yang juga menggunakan energi thermal 2.3 Lokasi dan Tempat Perusahaan UBP Priok terletak di kawasan Tanjung Priok.1. II. Efisiensi thermal dari PLTGU mendekati 42%. suplai gas untuk memasok PLTGU berasal dari kilang lepas pantai sehingga keberadaan UBP Priok yang menggunakan gas sebagai bahan bakar untuk PLTGU haruslah berdekatan dengan lokasi kilang tersebut. Keberadaan fasilitas sistem diagnosa yang memudahkan prosedur pemeliharaan. keamanan kerja. Jakarta Utara dengan pertimbangan sebagai berikut:  Alasan teknis. 1 (satu) blok PLTGU dapat mencapai kondisi beban maksimum hanya dalam waktu sekitar 150 (seratus lima puluh) menit. adalah faktor kebisingan.

2 kg/sec/0.830 KW Putaran : 3000 rpm Suhu Uap Masuk : Beban dasar : 1070 oC Beban puncak : 1115 oC Suhu Gas Buang : Beban dasar : 527 oC Beban puncak : 554 oC Bahan Bakar : Minyak HSD : 30.8 (lagging) Tegangan : 15.426 ton/jam/unit Gas Propane : 9.Kompresor : 21 (duapuluh satu) tingkat Model : GT-13E SBK Kapasitas : 140.750 kV Putaran : 3000 rpm .011 MMBTU/kWh Temperatur : Udara masuk : 30 oC Gas buang : 554 oC Tahun Pembuatan : 1992 Generator Pabrik : ABB GT Type : WY Z1L-097LLT Phasa : 3 (tiga) Frekuensi : 50 Hz Faktor Daya : 0.

600 kW Jumlah Sudu : 30 (tigapuluh) tingkat Temperatur : 479 oC Tekanan : 60 bar Tahun Pembuatan : 1992 Generator Pabrik : ABB GT Type : WY-Z1L-100LLT Serial : HM 300792 .750 V I = 7698 Amp CLB (IEC) Rotor : U = 310 V I = 1473 Amp Insulation Class : F-stator Tahun Pembuatan : 1992 Turbin Uap Pabrik : ABB Type : DKZ-Z-2094 Serial : I-36021 Putaran : 3000 rpm Kapasitas : 199.Kapasitas : 210.72 Ton m2 Stator : U = 15.999 kVA Massa : 2.72 Ton J : 5.

Fasa : 3 (tiga) Y Frekuensi : 50 Hz Faktor Daya : 0.9 Tegangan : 18.000 kV Putaran : 3000 rpm Kapasitas Daya : 236.000 kVA Nominal Output : 223.000 kVA Arus : 7153 Amp Insulation Class : F-stator Tahun Pembuatan : 1992 .

BAB III LANDASAN TEORI III.1.1 Turbin Gas III.1 Umum Sebuah pusat listrik tenaga gas turbin terdiri dari beberapa bagian yaitu kompresor. ruang pembakaran. Bagian – bagian tersebut kemudian terintegrasi dengan suatu sistem kerja yang secara garis besar digambarkan pada gambar berikut: Gambar III-1 – Diagram Aliran Daya . dan generator. turbin gas.

Jenis kerja turbin seperti yang telah dijelaskan di atas. Ruang bakar yang ringan Ruang bakar berukuran kecil tetapi dapat menghasilkan temperature yang tinggi dibandingkan dengan turbin uap. Di dalam ruang bakar disemprotkan bahan bakar ke dalam arus udara tersebut sehingga terjadi proses pembakaran. Sistem awal pengapiannya mudah karena hanya membutuhkan penyulut untuk pertama kali dan pembakaran – pembakaran berikutnya akan berlangsung sendiri. Desain ruang bakarnya dapat digunakan untuk membakar habis semua bahan bakar hidrokarbon. Turbin akan berputar yang pada gilirannya menggerakkan kompresor kembali dan generator listrik sebagai daya yang dimanfaatkan lebih lanjut. getaran yang dihasilkan akan sangat kecil. Perawatan dan Biaya . apabila dilihat dari aliran udaranya. walaupun jenis bahan bakar padat hampir sama sekali tidak digunakan. kemudian udara tersebut ditekan atau dimampatkan. Gas hasil pembakaran yang terbentuk kemudian dimasukkan ke dalam turbin sehingga akan menghasilkan gaya dorong untuk memutar turbin. Waktu pemanasan Dikarenakan penggunaan campuran antara bahan bakar maupun udara yang keduanya memiliki tekanan tinggi. Gas hasil pembakaran ini akan keluar ke luar dan berbaur dengan udara bebas melalui exhaust silencer. Udara yang telah dimampatkan tersebut dialirkan ke dalam ruang bakar.Udara luar masuk melalui turbin air inlet filter menuju kompresor. Keuntungan dari sistem terbuka gas turbin adalah: 1. menggunakan sistem terbuka. hingga bahan bakar padat. 4. waktu pemanasan pada awal starting turbin dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat. baik berupa gas maupun minya diesel. Perputaran rotor dari turbin ataupun kompresor yang satu sumbu Pergerakan atau perputaran dari rotor baik pada turbin maupun pada kompresor berada pada satu rotor yang sama sehingga gaya yang dihasilkan akan seimbang dan secara keseluruhan. 2. 3.

turbin gas membutuhkan oli pelumas yang lebih sedikit sehingga dapat menekan biaya operasional. bearing turbin. Sistem Pelumasan Bagian yang perlu dilumasi terbatas pada bagian yang berputar yaitu kompresor. Ringkas Apabila dibandingkan dengan turbin uap. 6. Perbandingan dayanya kurang lebih 3:2:1 2. dan pada gear unit. turbin gas lebih sederhana dan ringkas karena tidak memerlukan boiler dengan feed water evaporator dan condensing system. 5. Daya guna yang rendah Daya guna dari gas turbin secara umum rendah dikarenakan daya yang dihasilkan oleh turbin harus dibagi untuk menggerakkan kompresor udara dan generator listrik.Perawatan turbin gas lebih mudah dikarenakan bagian dari sistem yang berputar hanya sedikit dan oleh karena itu biayanya lebih murah. Selain itu. Kinerja keseluruhan sistem ditentukan oleh efisiensi dari tiap – tiap bagian 3. Kerugian dari sistem terbuka turbin gas: 1. Turbin gas bekerja berdasarkan prinsip siklus tenaga gas Brayton atau Joule yang terdiri dari proses – proses berikut: . Kuantitas Udara Turbin gas dengan sistem terbuka membutuhkan udara yang besar sebagai pasokan utama.

Gambar III-2 – Siklus Turbin Gas     Langkah 1 – 2 : Proses isentropic kompresi Langkah 2 – 3 : Proses isobaric dengan penambahan energi Langkah 3 – 4 : Proses isentropic dekompresi Langkah 4 – 1 : Proses isobaric dengan pelepasan energi Layaknya mesin termodinamis lain. suhu pembakaran yang lebih tinggi akan menghasilkan tingkat efisensi yang lebih besar. diusahakan pula agar kondisi dari turbin tetap dingin. Recuperator adalah tempat terjadinya pertukaran panas yang melewatkan panas yang terbuang untuk melakukan kompresi udara sebelum terjadinya pembakaran. Pada siklus kombinasi. keramik. yang pada sistem terbuka akan terbuang sia – sia. . nikel. panas yang terbuang dialirkan ke turbin uap. sementara pada kombinasi panas dan daya (co-generation) menggunakan panas yang terbuang untuk menghasilkan air panas. Selain itu. Faktor yang membatasi adalah baja. ataupun material lainnya yang dapat mempertahankan mesin dari panas atau tekanan. Kebanyakan turbin juga mengusahakan pendayagunaan ulang panas yang terbuang.

000 rpm. III.3 – 1.4 untuk udara) Suatu turbin gas pada umumnya memiliki tingkat efisiensi yang rendah dikarenakan tingkat konsumsi bahan bakar yang tinggi sementara panas yang terbuang masih memiliki suhu yang tinggi. Mesin jet beroperasi pada kecepatan 10. yang kemudian menghasilkan daya maksimum yang dimungkinkan.2 Kompresor . sementara mikro-turbin beroperasi pada kecepatan 100.Sebagai prinsip dasar. Untuk menghitung efisiensi thermal dari suatu turbin gas yang menggunakan sistem terbuka berlaku persamaan: (persamaan 3-1) (persamaan 3-2) dimana = Energi yang ditambahkan pada keadaan 1-2 = Energi yang dibuang pada keadaan 1-4 = Perbandingan kompresi k = Perbandingan panas spesifik (1. tanpa bergantung dari ukuran mesin. maka akan semakin tinggi pula kecepatan putaran yang dibutuhkan untuk mempertahankannya putaran maksimum. Kecepatan puncak bilah turbin menentukan tekanan maksimum yang dapat diperoleh.1. bahwa semakin kecil mesin.000 rpm.

Pada kompresor ini. seperti layaknya udara mengalir pada sebuah pipa. yaitu mendatar seperti yang ditunjukkan oleh gambar. walaupun bobotnya lebih berat. Tinggi kenaikan tekanan udara pada kompresor dapat dihitung dengan menggunakan rumus: (persamaan 3-3) dimana H = kolom udara (meter) g = gravitasi = 9.81 m/s2 Gambar III-3 – Arah Aliran Udara pada Kompresor Aksial . hanya saja pada kompresor. Kompresor yang biasa dipergunakan adalah kompresor aksial dikarenakan tingkat efisiensi yang lebih tinggi yang dimiliki oleh kompresor aksial bila dibandingkan dengan kompresor sentrifugal. Setiap turbin memiliki tingkatan aliran yang berbeda. udara mengalir secara aksial mulai inlet sampai outlet kompresor. maka udara yang mengalir makin ke dalam kompresor makin tinggi tekanannya. karena memiliki beberapa tingkat penekanan udara.Fungsi dari kompresor adalah untuk menaikkan tekanan udara. Arah aliran udara ketika melalui kompresor aksial seperti ketika sedang melalui pipa. bergantung dari jenis dan spesifikasi turbin.

Udara ini kemudian mengalir masuk ke dalam melalui bagian yang terbuka. . yang diakibatkan distribusi temperatur yang tidak merata di bagian sebelum turbin. Sebagian udara dari kompresor dialirkan di luar ruang bakar. bila c berada di bawah nilai tersebut maka akan terjadi penyebaran api ke arah kompresor. Ruang bakar yang baik memenuhi beberapa persyaratan berikut:       Tekanan yang hilang kecil Efisiensi pembakaran tinggi Kestabilan pengapian yang baik Ringan Daya tahan yang baik Endapan karbon rendah Pada suatu ruang bakar. dengan maksud supaya berfungsi sebagai pendingin ruang bakar.1. luas penampang yang dibutuhkan dapat dihitung melalui persamaan: (persamaan 3-4) kecepatan udara di daerah pembakaran mulai c = 25 m/s hingga 30 m/s. Hal ini akan mengakibatkan kenaikan temperatur di bagian masuk turbin semakin tinggi. juga akan memadamkan api di ruang bakar dan menyebabkan timbulnya thermal stress.III.3 Ruang Bakar Ruang bakar terdiri dari selubung luar dan suatu tabung silindris yang di bagian dalamnya dilengkapi dengan pembakar dan dikelilingi oleh beberapa penyemprot bahan bakar (nozzle) yang jumlahnya bergantung kepada jenis turbin. sementara bila c berada di atas nilai tersebut maka api akan mengarah ke saluran di luar ruang bakar. untuk mendapatkankan pencampuran yang baik dan pembagian temperatur yang merata di seluruh bagian di luar ruang bakar.

. kecepatan turbin gas dibuat lebih tinggi. Sistem sudu – sudu turbin gas terdiri dari sudu pengarah yang ditempatkan di dalam rumah turbin atau penyangga sudu penyerah dan sudu jalan.III. supaya diameternya bisa dibuat lebih kecil dan sudu – sudunya bisa dibuat lebih panjang. Gambar III-4 – Turbin Gas dengan Sistem Terbuka dan Satu Shaft Untuk memutar kompresor.1.4 Turbin Gas Konstruksi utama dari turbin gas seperti yang terlihat pada gambar terdiri dari kompresor dan turbin yang berada pada rotor yang sama (single shaft) yang ditumpu oleh konstruksi baja.

Instalasi turbin gas yang bersifat tetap tidak mengalami pemindah – mindahan. maka dalam pemakaiannya turbin haruslah memikul beban yang tinggi agar efisiensi yang didapat semakin besar. maka kekuatan logam bahan instalasi turbinpun akan turun. Untuk mendapatkan durasi masa pakai yang lebih lama. yang kemudian menjadi salah satu faktor penentu dalam pemilihan logam untuk instalasi turbin gas. Dengan semakin tingginya operasi turbin gas. Oleh karena itu. III.5 Sistem Starting Turbin Gas . turbin harus dapat bekerja dalam jangka waktu yang panjang. penggunaan bahan bakar padat sangat dihindari. Sebagai langkah pencegahan. Sifat material yang disebut sebagai kekuatan rangkak. seperti pada instalasi yang dipakai untuk memutar generator dan untuk menggerakkan kompresor. Untuk turbin gas dengan proses sistem terbuka hanya dapat menggunakan bahan bakar cair atau gas karena hasil proses bahan bakarnya harus bebas dari sisa bahan bakar (abu) yang keras dan terutama tidak menimbulkan korosi akibat suatu peristiwa kimia. Daya yang dihasilkan turbin gas harus dibagi sebagian untuk menggerakkan kompresor udara dan sebagian lagi untuk menggerakkan generator listrik.Daya yang dihasilkan turbin dapat diperhitungkan dengan menggunakan persamaan: (persamaan 3-5) di mana: PT = daya yang dihasilkan turbin keseluruhan (kW) PV = daya yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor (kW) PN = daya efektif yang keluar untuk memutar mesin (kW) Biasanya daya efektif pada turbin gas sudah diketahui karena ukuran turbin gas ditentukan oleh daya yang berguna.1.

1. terutama pada saat start. Tetapi selain itu. yaitu melalui penggunaan Static Frequency Converter (SFC). Ada beberapa sistem start yang dapat digunakan yaitu dengan pneumatic start. electrohydraulic start. Untuk mendinginkan sudu – sudu di setiap tingkat pada turbin. dialirkan udara dari kompresor. Fungsi utama dari sistem udara pada turbin gas adalah membantu proses pembakaran. Membantu pengaturan udara untuk mengoperasikan sistem kontrol bahan bakar 4. Pendinginan rotor turbin pada Turbin Cooling Air System 3. maka turbin gas haruslah bekerja dengan temperatur rata – rata sebesar 950o K. Udara pendingin mengalir di sekeliling dinding sudu dan akhirnya keluar melalui lubang – lubang kecil yang terdapat pada bagian sudu dan selanjutnya udara akan bercampur dengan gas yang bekerja di dalam turbin.7 Sistem Pelumasan . Ketiga cara tersebut menggunakan motor starter untuk menghasilkan gerakan mekanis (rotasional) pertama yang dibutuhkan untuk menjalankan turbin. Mencegah surge condition pada saat kecepatan turbin belum stabil. III. sistem udara juga dimanfaatkan untuk: 1. Memberikan tekanan pada oil seals 2. dan turbohydraulic start. III.1.Pembangkit listrik ini tidak dapat dengan sendirinya melakukan start pada saat pertama kali akan dijalankan.6 Sistem Kebutuhan Udara Supaya umur hidup turbin gas yang biasa dipakai pada industri dapat diperpanjang. Selain cara tersebut. terdapat pula cara lain dengan memanfaatkan karakteristrik elektronika daya.

dapat pula digunakan minyak kasar yang diambil langsung dari ladang minyak karena sebagian besar dari bagian – bagian tersebut mudah menguap. Minyak bakar berat dan sedang adalah yang pertama kali dipergunakan pada turbin gas di industri.Sistem minyak pelumasan mensirkulasikan minyak pelumas bertekanan rendah ke beberapa bagian dari turbin dan reduction drive gears yang memiliki fungsi selain sebagai pelumasan tetapi juga sebagai media pendingin. Sisa – sisa pembakaran yang didapat dari pembakaran minyak bakar berat mempunyai bahan – bahan campuran yang untuk meleburkannya dibutuhkan suhu yang tinggi. kecepatannya maksimum dan pada kecepatan rata – rata dapat diperoleh tegangan yang stabil. Berdasarkan kenyataan ini. Tujuan yang ingin didapat yaitu tubrin generator dapat berjalan dan berfungsi dengan baik.8 Sistem Bahan Bakar Fungsi utama dari sistem bahan bakar adalah untuk mengontrol besarnya laju aliran bahan bakar dengan mengontorl tekanan masuknya. Bahan bakar untuk diesel cocok untuk turbin gas. mencegah over-temperatur selama start-up dan operasi. Minyak ini mengandung aspal dan bitumen yang akan menyebabkan terbentuknya suatu endapan yang sukar terbakar di ruang bakar dan pada sudu – sudu turbin. serta menghasilkan frekuensi tegangan AC yang baik walaupun beban yang ada berubah – ubah. maka pemakaian minyak bakar berat dibatasi penggunaannya. Bahan Bakar Cair Minyak bakar asalnya dari minyak bumi dan minyak bumi ini mengandung campuran zat hidrokarbon. III. Selain itu.1. Bahan Bakar Gas .

2.2 Pengertian Generator Sinkron . Hal ini disebabkan rendahnya radiasi yang dihasilkan serta proses pembakaran yang lebih mudah dan bersih. yaitu dari energi mekanis menjadi energi elektrik.2 Generator Sinkron III. Proses konversi energi tersebut dilakukan sebagai aplikasi nyata dari Hukum Faraday terkait dengan tegangan induksi.2. yaitu: (persamaan 3-6) di mana: einduksi = tegangan yang dibangkitan d = fungsi dari fluks dt = fungsi dari waktu tanda negatif diberikan pada persamaan tersebut sebagai symbol bahwa besarnya tegangan yang dibangkitkan adalah suatu vektor dengan arah yang berlawanan dengan vektor dari fluks. karena merupakan bahan bakar ideal dan terbaik.Bahan bakar yang berbentuk gas yang umum digunakan untuk turbin gas adalah gas bumi.1 Pengertian Generator Generator adalah suatu mesin listrik di mana dalam proses kerjanya melakukan konversi energi. III. III.

Generator sinkron adalah suatu mesin listrik dimana terjadi konversi energi mekanik yang dihasilkan oleh putaran kumparan rotor yang memotong suatu medan elektromagnet yang dihasilkan di stator sehingga kemudian menimbulkan energi elektrik. III. Fluks yang timbul ini bersumber dari suatu sumber AC yang memiliki fungsi sinusoidal sehingga arah putaran dari fluks ini akan berganti setiap ½ periode. ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui sehubungan dengan proses pembangkitan. maka kawat tersebut akan memotong garis – garis gaya sehingga fluksi yang dilingkupinya sebesar: . generator sinkron memiliki kumparan rotor yang berfungsi sebagai pembangkit kumparan medan magnet yang terletak di antara kutub magnit Utara dan Selatan yang diputar oleh suatu penggerak mula. Secara prinsip. Gaya gerak listrik tersebut. Hasil perputaran tersebut kemudian akan menimbulkan medan magnet berupa fluks.2. akibat pengaruh dari induksi fluks putar yang memiliki sumber AC. juga akan bersifat bolak – balik yang berarti bahwa berputar dengan kecepatan sinkron terhadap kecepatan penggerak mulanya. Fluks putar yang berganti – ganti arah tersebut kemudian akan memotong kumparan stator sehingga pada stator akan timbul gaya gerak listrik. yaitu:   Lilitan yang berputar dengan putaran konstan pada alur medan magnet homogen Lilitan yang dalam keadaan diam pada suatu medan magnet homogeny yang berputar konstan  Prinsip Induksi Heteropolar (asiklis) Prinsip Induksi Heteropolar atau asiklis menjelaskan bahwa apabila sepotong kawat berada dalam medan magnet diputar pada sumbunya.3 Dasar – Dasar Pembangkitan Daya Generator Sinkron Pada generator sinkron.

maka (persamaan 3-10) apabila prinsip tersebut diterapkan terhadap kumparan di mana kumparan merupakan gabungan sejumlah belitan kawat. maka persamaan di atas akan dimodifikasi menjadi: (persamaan 3-11) yang kemudian dapat ditulis ulang menjadi: (persamaan 3-12) di mana: N = jumlah eblitan ω = kecepatan putaran ( Φ = besar fluks medan (Webber) . (persamaan 3-7) sehingga akan diperoleh persamaan (persamaan 3-8) karena (persamaan 3-9) di mana bila . maka .(persamaan 3-6) Menurut Hukum Faraday.

Sumbunya membentuk sudut . sehingga sering disebut juga sebagai medan stator. Medan Jangkar Medan jangkar adalah medan yang timbul di belitan stator. Tiga kumparan stator ini mewakili masing – masing phasa dari arus bolak – balik. Arus DC ini diambil dari suatu komponen penguat yang disebut dynamo pembangkit atau exciter. dan T. yaitu: 1.ê = emaks = EN = ggl induksi yang dibangkitkan pada sejumlah N belitan kawat III. Medan ini timbul sebagai hasil superposisi dari medan AC yang berasal dari tiga kumparan stator. terdapat dua jenis medan magnet: Medan Utama Medan Utama adalah medan yang mempengaruhi kerja dari generator sinkron.4 Medan Magnet pada Generator Sinkron Pada generator sinkron. yaitu R. Magnet Permanen Medan magnet yang daya magnetisnya tidak dapat diatur dalam suatu batasan tertentu dan secara berangsur – angsur mengalami perlemahan 2. Sebagai arus penguat. dipakai arus searah yang dimasukkan ke dalam belitan melalui sikat ataupun slip-ring. S.2. Elektromagnet Medang magnet dimana daya magnetisnya dapat diatur dalam suatu batasan tertentu. Terdapat dua jenis medan utama.

sehingga keduanya dapat disuperposisikan. Besarnya putaran ini dapat diketahui berdasarkan: (persamaan 3-13) Atau (persamaan 3-14) di mana: n = jumlah putaran per menit f = frekuensi AC yang dipergunakan p = jumlah kutub 120 = besarnya perbedaan phasa di antara kutub sumbu Gambar III-5 – Skema Lilitan Generator 3 Phasa III.sebesar dan arus yang berbeda phasa sebesar 120o.5 Tegangan yang Diinduksikan .2. Kecepatan dan arah perputaran sama dengan medan utama.

di mana Z = jumlah konduktor seluruh slot per phasa maka. persamaan tersebut dapat ditulis ulang menjadi: (persamaan 3-16) (persamaan 3-17) di mana (persamaan 3-18) Sementara.Besar gaya gerak listrik yang diinduksikan oleh kumparan stator per phasa adalah: (persamaan 3-15) di mana: = gaya gerak listrik induksi kumparan stator f = frekuensi output generator M = jumlah kumparan per phasa kd = faktor distribusi Φ = fluks magnet per kutub per phasa dapat dinyatakan juga bahwa . harga rata – rata dari gaya gerak listrik induksi adalah: (persamaan 3-19) .

di mana output dari genset yang beroperasi disalurkan ke beban melalui bus yang sama (common busbar system). Kerja parallel antar beberapa generator dilakukan utnuk meningkatkan besarnya daya yang dihasilkan. dimana generator yang akan dihubungkan.6 Hubungan Kerja Parallel Generator Sinkron Kerja parallel adalah pengoperasian beberapa buah generator secara bersama – sama. keadaan parallel menjamin kestabilan tegangan dan frekuensi walaupun besar beban yang ditanggung berubah – ubah. maka beban akan tetap mendapatkan supply listrik sehingga tidak terjadi pemutusan supply.2. Selain itu.  Efisiensi . sehingga berapapun jumlah daya yang diberikan oleh generator yang baru masuk tidak mempengaruhi tegangan dan frekuensi dari sistem. Hal ini yang disbeut generator terhubung pada sistem yang kuat sekali. Seringkali sistem. sudah mempunya begitu banyak generator dan beban yang terpasang. karena pada umumnya generator sinkron yang bekerja utnuk suatu sistem tenaga bekerja parallel dengan banyak generator lain. Generator dalam keadaan diam tidak boleh dihubungkan ke jala – jala atau sistem karena pada saat diam.III. Sedangkan yang dimaksud dengan sinkronisasi adalah kerja satu generator untuk kerja parallel dengan generator lainnya. gaya gerak listrik yang terinduksi pada stator adalah nol dan berakibat hubung singkat. Adapun tujuan utma adari pelaksanaan kerja parallel tersebut adalah:  Penambahan daya Jika diesel yang terpasang tidak mampu menanggung pertambahan beban listrik maka dengan kerja parallel masalah tersebut dapat di atasi sehingg daya kerja generator dapat diandalkan  Kontinuitas Jika ada gangguan dari sumber listrik.

Vektor tegangan yang saling berhimpit antara tegangan dari generator pertama dengan jala – jala dari generator kedua.7 Konstruksi Generator Sinkron .Efisiensi maksimum dari generator dapat tercapai juka generator mengirimkan supply untuk beban puncak. Generator parallel dengan jala – jala AC 2. begitu pula jika generator dioperasikan parallel dengan generator lainnya. yaitu: 1. Generator parallel dengan generator lain Syarat kerja parallel dari generator adalah:   Tegangan pada generator pertama sama dengan tegangan pada generator kedua Frekuensi ataupun kecepatan sudut dari generator pertama harus sama dengan frekuensi maupun kecepatan sudut dari generator kedua Urut – urutan phasa dari kedua generator sama. Pada Generator Sinkron. Hal tersebut bertujuan untuk menhindari terjadinya aliran harmonisa ketiga antar generator yang dapat merusak generator. III.2.   Generator yang akan digunakan untuk kerja parallel pentanahannya hanya dilakukan pada salah satu generator saja. terdapat hubungan kerja parallel.

Pada mesin besar putaran rendah dengan diameter yang sangat besar. mesin sinkron mengubah energi mekanis dari suatu penggerak mula berupa turbin untuk menghasilkan energi elektrik. rangka mesin seringkali dibuat menjadi bagian – bagian yang dapat dilepas untuk mempermudah pengangkutan. . yaitu bila pada generator. maka pada motor. Laminasi dilakukan agar rugi arus eddy menjadi kecil. Lembaran ini diikat menjadi satu dan membentuk stator.Gambar III-6 – Struktur Generator Sinkron Suatu mesin sinkron dapat bekerja sebagai generator maupun sebagai motor. Inti stator mempunyai alur – alur di mana kumparan stator diletakan seperti pada gambar. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki konstruksi yang serupa. mesin sinkron memanfaatkan energi elektrik untuk menjadi energi mekanis yang akan memutar suatu beban. Rangka mesin terbuat dari besi cor  Inti Stator Inti stator terbuat dari lembaran – lembaran besi elektris yang terlaminasi. Adapun konstruksi mesin sinkron terdiri dari:  Rangka Mesin Rangka mesin berfungsi sebagai pemegang inti jangkar atau stator. Perbedaannya terletak pada fungsi konversi yang dilakukan.

Kumparan rotor diatur sedemikian sehingga agar terdapat fluks maksimum pada suatu posisi tertentu. kumparan rotor seringkali dibuat dari kawat persegi. Untuk mesin yang besar. Untuk putaran rendah. Kumparan ini berguna untuk meredam osilasi sehinga tidak terjadi hunting atau perubahan kecepatan sesaat.8 Sistem Pendinginan Sistem pendinginan pada generator dapat dibedakan menjadi:  Pendinginan dengan udara Generator dengan kapasitas daya di bawah 15 MW didinginkan dengan udara biasa yang dialirkan melalui cutting menuju stator dan air gap  Pendinginan dengan Hidrogen Generator dengan kapasitas daya di atas 15 MW didinginkan dengan Hidrogen. Rotor Ada dua jenis rotor yaitu rotor kutub menonjol (salient pole) dan rotor kutub silindris.2. tetapi instalasi generator menjadi lebih sulit karena membutuhkan faktor keamanan yang tinggi untuk mencegah adanya kebocoran yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan . biasanya berdiameter kecil dan panjang. Rotor dengan kutub silindris biasanya dipergunakan pada generator yang digerakkan oleh turbin uap (kecepatan tinggi). III. yang terdiri dari batang – batang aluminium atau tembaga yang ujung – ujungnya dihubung singkat.  Kumparan peredam Sering juga disebut kumparan sangkar. Rotor kutub menonjol dipakai pada mesin dengan putaran rendah atau menengah.

Hal ini kemudian disebut sebagai regulasi tegangan.2. . sementara keluarannya haruslah dapat memberikan supply berupa tegangan dan/atau frekuensi yang berubah – ubah ke motor tersebut.III. Secara garis besar. pengaturan tegangan dapat diperoleh secara langsung. yang dapat dihitung melalui persamaan: (persamaan 3-20) III. sumber DC kemudian dikonversi ke DC dengan penyesuaian bentuk gelombang keluaran. sumber AC pertama – tama disearahkan ke DC.3 Penyearah: Perubahan dari AC ke DC Input daya pada motor umunya berasal dari sumber yang memiliki tegangan dan frekuensi yang konstan seperti pada frekuensi 50 Hz ataupun 60 Hz. Pengaturan tegangan atau voltage regulation dari suatu generator sinkron didefinisikan sebagia perubahan tegangan dari beban nol ke beban penuh dengan menjaga eksitasi tetap dan putaran tetap. eksitasi diatur sehingga menghasilkan tegangan nominal V pada beban penuh dan kemudian beban dilepas dengan juga menjaga agar putaran serta arus penguat tetap konstan. Kemudian. Untuk mesin – mesin kecil. E0. proses tersebut berlangsung dalam 2 langkah. yang diartikan sebagai batasan agar kerja generator berada dalam tingkat yang dapat ditoleransi. generator sinkron diputar pada kecepatan normal.9 Pengaturan Tegangan Tegangan pada terminal dari generator sinkron bergantung dari beban yang terpasang dan juga faktor daya dari beban tersebut. Untuk memperoleh harga teganan pada beban nol.

1 Penyearah Phasa Tunggal Gelombang Penuh dengan Dioda Jembatan Gambar III-7 – Konfigurasi Penyearah Jembatan Gelombang Penuh Perhatikan Gambar III-11. Nilai DC rata – rata dari bentuk gelombang ini dapat diperhitungkan dengan persamaan: (persamaan 3-22) . diode D1 dan D3 dalam keadaan OFF ketika Vs(t) < 0 Tegangan pada resistor. dapat digambarkan bahwa keadaan diode – diode tersebut adalah sebagai berikut:  Diode D1 dan D3 dalam keadaan ON.3. yang kemudian diistilahkan sebagai penyerah gelombang penuh. diode D2 dan D4 dalam keadaan OFF ketika Vs(t) > 0  Diode D2 dan D4 dalam keadaan ON. beban resistor R dialirkan dari sumber tegangan Vs(t) = V0 sin ωt melalui 4 buah diode yang terhubung dalam penyerah gelombang penuh konfigurasi diode jembatan. pada rangkaian tersebut.III. seperti yang digambarkan pada Gambar III-12 dapat diperhitungkan sebagai berikut: (persamaan 3-21) Perhatikan bahwa tegangan resistor bersifat positif untuk kedua polaritas dari tegangan sumber. Jika diandaikan bahwa diode adalah diode ideal.

dapat dipergunakan kapasitor yang akan memperhalus tegangan DC yang dibentuk. sehingga gelombang DC yang dikehendaki haruslah konstan dan tanpa riak. bentuk gelombang seperti ini tidak memungkinkan untuk dapat dipergunakan pada berbagai peralatan sebagaimana gelombang DC lainnya. Gambar III-9 – Penyearah Jembatan Gelombang Penuh dengan Filter Kapasitor . Untuk memperolehnya.Gambar III-8 – Tegangan pada Resistor R Akan tetapi.

Gambar III-11 – Penyearah Gelombang Penuh 3 Phasa Gambar III-12 – Tegangan Saluran-ke-Saluran dan Tegangan pada Resistor R Pada Gambar III-11. Secara umum. Gambar III-12 menunjukkan fungsi tegangan tiga phasa tegangan saluran-ke-saluran (Nilai puncak .Gambar III-10 – Tegangan pada Resistor R setelah Diberikan Filter Kapasitor III. hal – hal yang terdapat pada penyearah diode jembatan phasa tunggal juga berlaku untuk penyearah diode jembatan tiga phasa. pada sistem dengan daya yang lebih besar banyak mempergunakan sumber 3 phasa. ditunjukkan suatu sistem dimana beban R mendapat supply dari suatu sumber tiga phasa yang melalui diode jembatan tiga phasa.2 Penyerah Diode Jembatan Tiga Phasa Walaupun pada umumnya sistem daya phasa tunggal banyak dipakai pada peralatan yang memiliki rating antara 5 kW atau lebih. enam pulsa.3.

akan tetapi jembatan diode tiga phasa tersebut akan menghasilkan nilai dari tiga buah tegangan saluranke-saluran. yang membedakan antara penyerah phasa tunggal dengan tiga phasa adalah bahwa VR(t).where adalah nilai rms dari tegangan saluran-ke-saluran) dan tegangan resistor VR(t). Nilai dc rata – rata dari tegangan ini adalah: (persamaan 3-23) di mana V1-1. tegangan resistor tidak akan mencapai nilai nol. Akan tetapi.rms merupakan nilai rms dari tegangan saluran-ke-saluran. Gambar III-13 – Tabel Waktu Konduksi Diode untuk Penyearah Jembatan 3 Phasa Gambar III-14 menunjukkan urutan switching diode untuk jembatan tiga phasa berdasarkan periode tunggal dari gelombang tiga phasa yang dihasilkan. . Perhatikan bahwa hanya dua buah diode yang berada dalam kondisi ON pada waktu yang bersamaan dan setiap diode berada dalam kondisi ON pada 1/3 siklus atau sebesar 120o.

Gambar III-14 – Penyearah Jembatan 3 Phasa dengan SCR Pada pengaturan phasa dengan menggunakan jembatan SCR. akan menghasilkan output seperti pada gambar berikut: Gambar III-15 – Tegangan Beban untuk Firing yang ditunda pada SCR pada Jembatan SCR dengan (a) ��d = 0.1Π dan (b) ��d = 0.9Π Sementara tegangan dc keluaran rata – ratanya adalah sebesar: (persamaan 3-24) III.4 Inverter: Perubahan dari DC ke AC .

Rangakaian umum dari suatu Inverter adalah sebagai berikut: Gambar III-16 – Konfigurasi Inverter dengan Sumber Tegangan Gambar III-17 – Konfigurasi Inverter dengan Sumber Arus dimana Gambar III-16 merupakan suatu inverter dengan menggunakan sumber tegangan dc yang konstan. Sementara Gambar III-17 dengan menggunakan suatu sumber arus dc yang konstan.Inverter adalah peralatan elektronika daya yang digunakan untuk mengubah tegangan dc menjadi tegangan dan frekuensi yang bervariasi yang banyak dipergunakan untuk mengoperasikan motor.4.1 Inverter Phasa Tunggal . yang disebut sebagai bus tegangan dc pada masukan inverter. I0 yang disebut sebagai inverter sumber arus. III. V0.

MOSFET ataupun alat switching yang sejenis lainnya juga dapat dipergunakan untuk menggantikan IGBT pada rangkaian. Kemudian dengan mengganggap bahwa iL positif dan saklar S1 dan S3 berada dalam kondisi ON. sementara S1 dibiarkan tetap menyala. Analisa terhadap rangkaian ini dimulai dari waktu yang dipergunakan untuk switching jauh lebih lambat dibandingkan konstanta waktu pembebanan L / R. maka tegangan pada beban adalah V0 dan arusnya adalah V0 / R.Gambar III-18 – Konfigurasi Inverter dengan IGBT Gambar III-19 – Konfigurasi Inverter dengan Saklar Ideal Pada Gambar III-18 ditunjukkan konfigurasi inverter phasa tunggal di mana bebannya memperoleh sumber dari tegangan dc. Hal yang sama juga akan terjadi ketika S3 dimatikan. Rangkaian IGBT tersebut dinamakan sebagai konfigurasi jembatan-H. Kemudian ketika S1 dimatikan. . yang tidak dapat langsung berubah sebagai akibat pengaruh inductor. sementara S3 tetap dalam keadaan aktif. akan mengalir melalui D2. V0 yang dialirkan melewati satu rangkaian yang terdiri dari empat IGBT. maka arus beban.

yang mana VL = . tegangan dapat dikembalikikan ke nol dengan mematikan salah satu dari S2 atau S4.5 – Δ1) untuk kedua bagian positif dan negatif dari siklus. dimana T adalah periode dari urutan switching. Kemudian . Pada satu saat ini.Gambar III-20 –Analisa dari Inverter Jembatan–H keadaan (a) S1&S3 nyala. (b) S3 nyala Keadaan ini memungkinkan untuk membalik tegangan dan arus beban dengan menyalakan S2 dan S4. Gambar III-21 – Gelombang Keluaran dari Inverter Jembatan-H Gelombang tersebut dapat dipertimbangkan sebagai satu langkah sederhana yang diperoleh melalui pendekatan gelombang sinusoidal. satu siklus dari penerapan gelombang tegangan-beban dari Gambar III-24 telah dilengkapi.V0 / R. Analisa Fourier dipergunakan untuk menunjukkan bahwa gelombang tersebut memiliki bagian utama yaitu amplitudo puncak .V0 dan iL = . Gelombang yang dihasilkan oleh urutan switching dengan waktu penyalaan Δ1T dan waktu mati Δ2T (Δ2 = 0. dan komponen pada frekuensi harmonisa ganjil dari bagian utamanya. Gelombang tersebut memikiki unsur utama dari AC berupa frekuensi f0 = 1 / T.

tetapi telah jelas tergambar bahwa gelombang pendekatan tersebut memiliki komponen – komponen utama dari gelombang sinusoidal.2 Inverter Tiga Phasa Gambar III-22 – Konfigurasi Inverter 3 Phasa dengan Sumber Tegangan Gambar III-23 – Konfigurasi Inverter 3 Phasa dengan Sumber Arus .(persamaan 3-25) dan pada harmonisa ganjil dari amplitudo puncak: (persamaan 3-26) Walaupun gelombang ini merupakan pendekatan terhadap gelombang sinusoidal.4. III.

Besarnya tegangan yang dihasilkan bergantung pada besarnya arus eksitasi dan kecepatan putaran dari mesin. Proses eksitasi atau pembangkitan tegangan pada generator sinkron adalah dengan memberikan arus DC pada belitan medan. di mana apabila kedua variabel tersebut semakin besar.5 Excitation III. bahwa apabila suatu konduktor berarus pada suatu medan magnet akan membangkitkan fluks yang kemudian menjadi tegangan AC. baik yang menggunakan sumber arus maupun sumber tegangan dapat menghasilkan gelombang seperti pada inverter phasa tunggal.5. pada bagian rotor terdapat kumparan medan sementara pada bagian stator terletak kumparan medan jangkar. Hal ini sesuai dengan prinsip electromagnet. yang mana hasil yang diperoleh akan tampak seperti pada gambar berikut Gambar III-24 – Gelombang Keluaran dari Inverter 3 Phasa III. Pada generator sinkron.1 Definisi Eksitasi Generator Sinkron merupakan tipe mesin listrik yang sangat banyak digunakan pada pembangkit – pembangkit listrik. maka teganganpun akan semakin besar. Generator sinkron merupakan generator AC yang beroperasi dengan putaran yang serempak antara rotor dengan medan putar stator. .Pada inverter 3 phasa.

Sistem ini banyak dipergunakan pada pembangkit – pembangkit yang dibangun pada waktu yang lampau dan telah ditinggalkan karena rendahnya efisiensi dalam penggunannya. sumber DC yang dipergunakan untuk eksitasi diperoleh dari sebuah generator DC yang dikopel langsung dengan generator utama. PMG akan menghasilkan tegangan AC. PMG merupakan jenis magnet permanent yang menjadi rotor. secara umum terdapat beberapa jenis cara pembangkitan tegangan yaitu: 1. Eksitasi dengan Generator Tanpa Sikat Arang Sistem eksitasi ini menggunakan Permanent Magnet Generator (PMG) sebagai sumber utama dalam proses pembangkitan. sehingga tidak membutuhkan sumber eksitasi dari luar untuk menghasilkan listrik. Generator eksitasi kemudian akan membangkitkan tegangan AC yang disearahkan dengan bantuan Rotating Rectifier. Apabila dibandingkan dengan proses eksitasi dengan generator DC. Tegangan DC yang dihasilkan kemudian yang menjadi arus eksitasi untuk generator utama yang dialirkan langsung ke belitan rotornya tanpa melalui sikat arang. Akan tetapi. yang kemudian disearahkan dengan bantuan thyristor menjadi sumber DC untuk kemudian dialirkan ke belitan stator dari generator eksitasi. hal ini lebih efisien karena tidak butuhkan perawatan khusus seperti kebutuhan mengganti sikat . Arus yang dihasilkan oleh generator DC dialirkan menuju belitan rotor dari generator utama melalui slip ring yang dilengkapi dengan sikat arang.5.III.2 Metode Eksitasi pada Generator Sinkron Metode pembangkitan tegangan pada suatu generator sinkron bergantung kepada jenis mesin yang dipergunakan serta pabrik yang membangun generator tersebut. 2. Eksitasi dengan Generator DC Pada sistem ini.

Sistem ini disebut sebagai Static Excitation dikarenakan peralatannya yang bersifat statis atau diam dan tidak ikut berputar bersama dengan generator. . Static Excitation Static excitation merupakan sistem pembangkitan tegangan yang lebih sederhana dan modern dikarenakan tidak dibutuhkannya lagi generator tambahan apapun sebagai media pembangkit tegangan DC yang akan digunakan sebagai arus eksitasi. Gambar III-25 – Sistem Excitation dengan Brushless Generator 3. Penambahan AVR digunakan untuk menjaga tegangan pada keadaan yang lebih stabil. Static Excitation menggunakan tegangan output dari generator yang disearahkan dengan bantuan komponen elektronika daya. Untuk menggantikan fungsi generator tambahan tersebut. Untuk menjadi agar tegangan yang dihasilkan generator selalu konstan. maka digunakan Automatic Voltage Regulator.arang.

Gambar III-30 – Sistem Excitation dengan Static Excitation .

BAB IV START-UP PROCESS PADA GAS TURBINE GENERATOR 1. yaitu: 1. perlu dilakukan prosedur pemeriksaan secara menyeluruh. Pemeriksaan sebelum pengoperasian akan menjamin kinerja generator berfungsi dengan baik. yaitu:          Sistem Start Sistem Pendingin udara pada generator Sistem Pelumasan Sistem Udara pendingin ruang bakar Sistem Pengambilan dan Pembuangan Udara Sistem Pemutar Poros Hidrolik Sistem Compressor Bleed Valve Sistem Penyalaan Awal Sistem Bahan Bakar . Prosedur pengoperasian dalam suatu sistem pembangkit secara umum dibagi menjadi empat tahapan. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengoperasikan generator adalah sistem-sistem yang terkait dengan kinerja gas turbin.1 PLTGU PRIOK IV. Tahap Persiapan Sebelum mengoperasikan generator. 1 Prosedur Pengoperasian Generator Dalam mengoperasikan suatu generator. operator harus mengikuti SOP (standard operation procedure) yang ada sebagai petunjuk dalam mengoperasikan suatu unit pembangkit.

induktif maupun kapasitif tergantung dari jenis beban yang diterima oleh generator. maka generator dalam kondisi siap untuk dijalankan. haruslah diperhatikan untuk tidak mematikan mesin secara mendadak. 3. perlu dilakukan pengecekan terhadap parameter yang ada pada unit tersebut agar berada dalam keadaan normal. Tahap Pembebanan Setelah generator berputar pada kecepatan normal dan dalam kondisi baik. Setelah pengecekan unit dalam kondisi normal kemudian mesin siap untuk dilakukan pembebanan. maka siap dilakukan pembebanan pada sistem operasi. Tahap Menghentikan Generator Dalam menghentikan generator. Setelah kecepatan putar mesin mencapai putaran nominal.   Adjusment Of The Compressor Variable Inlet Guide Vane Sistem Pendingin dan Pelindung Udara Sistem Pemantau Rotor Train Bila pemeriksaan sistem di atas dalam kondisi yang baik. Pembebanan pada generator dapat bersifat resisitif. Tahap Menjalankan Generator Tahap ini merupakan langkah menjalankan mesin generator dengan putaran rendah kemudian putaran dinaikkan sampai ke putaran nominal. generator harus dilepaskan dahulu . 2. 4. Apabila sedang diparalel. Akan tetapi haruslah mesin dilepaskan dari beban secara perlahan untuk kemudian biarkan mesin bekerja tanpa beban guna memberikan kesempatan pada mesin untuk menyesuaikan temperatur kerja seiring dengan penurunan pemakaian bahan bakar.

IV.2 Sistem pada Generator Sebelum memulai pengoperasian generator.dari hubungan paralel. Setelah generator berhenti. Data mesin generator dapat diketahui dari buku manual yang dikeluarkan oleh pabrik. perlu diperhatikan spesifikasi dari mesin generator. perlu diketahui sistem-sistem untuk operasi generator. yaitu :  Sistem Start (Starting System) Sebelum mengoperasikan generator. Hal-hal yang perlu dikenali dari data pada mesin generator. lakukan pemeriksaan untuk menjamin keandalan mesin bila generator beroperasi kembali. yaitu: Mesin: Generator: Diameter silinder Frekwensi Langkah Tegangan antar fasa Jumlah dan letak silinder Arus maximum Letak silinder Daya keluar Langkah volume persilinder Cos θ Volume total langkah Eksitasi Putaran normal Kemampuan operasi Putaran engkol .

 Sistem Pendinginan Air Pada Generator Untuk menurunkan temperatur kerja pada generator diperlukan sistem pendinginan dengan menggunakan air. AN021. AA023 PCD10 AA031. Air yang telah mengalami treatment khusus tersebut dipertahankan sirkulasinya oleh salah satu dari dua pompa sirkulasi PCC10 AP010 atau AP020 sedangkan pompa yang lainnya berada dalam keadaan stand by.kapasitas pendinginan masingmasing coller adalah 50%. Panas yang dihasilkan oleh generator akan diserap oleh air pendingin di dalam generator coller. Air juga di campur dengan magnesium cromat. PCD10 AA033      Pompa sirkulasi PCC10 AP010. Panas kemudian dibuang ke atmosphere melalui tiga buah penukar panas air/udara dengan menggunakan udara yang dihembuskan oleh fan.AP020 Akumulator tekanan PCB70 BB001 Katup pengatur tekanan PCB70 BB001 Perpipaan Peralatan pengaman dan pemantau Coller yang berfungsi sebagai penukar panas air/udara. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada HTCT 305 427. AN031 Katup-katup PCD10 AA021. . Pompa ini akan bekarja dengan otomatis jika tekanan pompa sirkulasi turun di bawah nilai yang seharusnya atau salah satu dari pompa utama gagal beroperasi. Sistem pendinginan menggunakan air murni (fresh water) yang tidak menggandung kadar garam dan silika ataupun kotoran-kotoran penyebab korosi mesin. AC030 Fans (kipas-kipas) PCD10 AN011. AC020. Rangkaian sistem pendingin merupakan sistem tertutup dan bertekanan. Komponen utama dari sistem pendingin air generator ini adalah    Coller PDC10 AC010.

Sistem minyak pelumas membentuk suatu sirkuit pelumasan yang melumasi bantalan – bantalan turbin gas dan auxiliary gear di samping itu juga mensuplay: 1. Komponen Utama dari sistem minyak pelumasan sendiri terdiri dari: o Lube Oil storage sistem MBV10 termaksud     Tangki MBV10 BB001 Lube oil heater MBV10 AH001. AH002 Oil vapor exhaust fans MBV10 AN001. Sistem Pelumasan Berfungsi untuk mensuplay kebutuhan minyak pelumas dari gas turbin. Sistem Power Oil Forwarding 2. Sistem Jacking Oil Sistem 3. AN002 Oil separator MBV10 AT001. Sistem Emergency Oil 4. AT002 o Lube Oil Forwarding sistem MBV21 termaksud     Main lube oil pump MBV21 AP001 Lube oil coller MBV21 AC020. Sistem Reset Untuk Hidrolik trip sirkuit Gambar sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 430.AC040 Twins filter MBV21 AT002 Temperatur control valve MBV21 DT001 o Emergency Oil Sistem MBV22 termaksud    Emergency oil pump MBV22 AP001 Lube oil distribution sistem MBV40 Lube oil return sistem MBV70 o o Peralatan pengaman dan pengamatan Sistem pemipaan .AC030.

Sistem udara pendingin ruang bakar terdiri dari : o o o o o Pendingin udara MBH41 AC001 Tempertur indikator MBH41 CT002 Katup searah MBH41 AA001. .AA002 Orifice MBH41 BP006. Sedangkan Jacking Oil System berfungsi untuk memberikan pelumasan secara hidrodinamis yang berguna untuk memperkecil torsi atau gesekan pada bantalan.  Sistem Udara Pendingin Ruang Bakar Sistem ini berfungi untuk mendinginkan Burner (ruang bakar).  Sistem Pengambilan Udara (Intake Valve) dan Sistem Udara Keluar (Exhaust Valve). Sebagian Kecil dari udara pendingin di gunakan untuk sistem udara kontrol pada blow off valve MBX69. Gambar sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 436.Power oil sistem pada sistem pelumasan berfungsi untuk mensuplai kebutuhan minyak yang dibutuhkan untuk menggerakan sistem kontrol hidrolik dan proteksi. Pada saat rotor barring jacking oil memperkecil torsi yang di butuhkan untuk memutar poros turbin.BP007 Katup udara pendingin MBH41 AA010 Sistem Kebocoran Bahan bakar minyak kembali terdiri dari o o Katup kebocoran bahan bakar minyak MBH35 AA001 Orifice MBH35 BP007 Sistem udara pendingin dan perapat MBH33 mengirim sistem udara pendingin dengan udara yang sebelumnya telah didinginkan didalam sistem pendingin udara (air cooler) MBH41 AC001.

Gambar dari sistem intake air dapat dilihat pada gambar HTCT 305 435. Udara yang di ambil haruslah bersih guna mencegah Fauling yang menyababkan drop nya daya keluaran. Udara di arahkan ke inlet kompresor secara aerodimanis. Pada prinsipnya sistem ini terdiri dari:       Tangki MBX12 BB01 Pompa AC bertekanan tinggi MBX22 AP001 Pompa DC bertekanan tinggi MBX22 AP002 Sistem minyak pengatur untuk peralatan pemutar poros Hidrolik MBX 51 terdiri dari : Katup pemandu (pilot valve) MBX51 AA001 Katup pengatur tekanan (constanst presure velve) MBX51 DP001 . Jumlah dan kualitas udara yang akan masuk ke dalam silinder (ruang bakar) sangat penting bagi kinerja generator.kesalahan (malfunction) dan merusak mesin. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 429. juga untuk menghindari terjadinya pelengkungan poros selama proses pendinginan berlangsung. Bagian-bagian dari sistem intake air terdiri dari: o Ducting udara masuk MBL30. Sistem pembuangan udara yang dikenal dengan knalpot pada mesin berfungsi untuk menyalurkan gas sisa pembakaran ke udara luar dan sekaligus berfungsi sebagai peredam getaran akibat ledakan pembakaran serta tekanan gas buang.Sistem pemasukan udara ini berfungsi untuk menyalurkan udara murni ke dalam ruang bakar. Fungsi sebagai peredam getaran ini sangat penting.Sistem ini juga berfungsi untuk mengurangi kebisingan ke lingkungan. mengingat getaran yang berlebihan dapat mempercepat keausan komponen-komponen motor itu sendiri.yang meliputi :    Pulse filter MBL30 AT001 Compressor untuk pulse filter MBL30 AN001 Silincer MBL30 BS001 o Sistem Pemutar Poros Hidrolik Sistem ini berfungsi untuk memutar rotor setelah Gas Turbine set stop agar pendinginan merata.

Sistem ini terdiri dari:   Compressor bleed valve system MBA81 dengan: Dua bleed valve pada tingkat 1 MBA81 AA011 dan AA012 sesudah baris ke 4 pada kompresor             Satu bleed valve pada tingkat 2 MBA81 AA021 sesudah baris 8 pada kompresor Satu bleed valve pada tingkat 3 MBA81 AA031 sesudah baris 12 pada kompresor Blow of hood MBA81 HA800 yang di lengkapi dengan silencer MBA81 BS001 Sistem udara untuk bleed valve MBX69 dengan: Katup penurun tegangan MBX69 DP001.BP013 Sistem pengamanan dan monitoring Pemipaan .BP003 Safety relays MBX69 AA001.DP003 Supply orifice MBX69 BP001.   Alat-alat pemutar poros hidrolik MBK70 Sistem Pemipaan Alat-alat pengaman dan monitor pemutar poros hidrolik  Sistem Compressor Bleed valve Untuk membuang sebagian udara kompresi ke udara bebas selama proses start up dan shut-down. Hal ini adalah untuk mencegah terjadinya rotating stall (aliran udara yang terputus-putus di sepanjang sudu kompresor dimana bersamaan itu pula timbulah tegangan kelelahan pada sudu-sudu kompresor) yang akhirnya akan menyebabkan kerusakan atau kegagalan pada sudu kompresor.AA003 Sistem minyak kontrol untuk bleed valve MBX48 dengan : Pilot valve untuk safety valve MBX48 AA001. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 431.AA003 Orifice MBX48 BP011.

Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 426. 1 buah untuk penyalaan sedangkan satu unit lagi untuk cadangan. Komponen dari ignition fuel system terdiri dari :        Propane Gas Blok Gas bottles MBQ30 BB001.BB002 Change over reducing valve MBQ30 AA001 Filter MBQ30 AT001 Ignition gas flow orifice MBQ30 BP001 Stop valve MBQ30 AA002 sd AA005 Ignition torch dan ignition transformer. Sistem Penyalaan Awal Ignition fuel system adalah sistem penyalaan awal untuk membakar bahan bakar minyak atau bahan bakar gas pada saat start turbin gas.termaksud ignition coil dan spark plug MBM31 AV003   Ignition fuel lines Sistem Pengaman dan sistem monitoring Jumlah gas propane pada sistem penyalaan setiap unit 2 buah.  Sistem bahan bakar gas pada turbin gas disuplai oleh sistem suplai ke burner dengan jumlah aliran bahan bakar gas sesuai dengan power output yang dibangkitkan oleh . suplai gas akan di tunjang oleh botol cadangan yang perpindahan botolnya secara otomotis. minyak ataupun kombinasi dari kedua bahan bakar tersebut. Apabila tekanan gas pada botol yang dipakai turun mencapai harga minimum.  Sistem Bahan Bakar Sistem bahan bakar pada turbin gas terdiri dari tiga pemilihan bahan bakar yaitu dengan bahan bakar gas.

Sistem bahan bakar gas dapat dilihat pada gambar HTCT 305 432 dengan kelengkapan peralatan dan komponen utama sebagai berikut: o o o o o o o o o o o o o o o o o o  Sistem bahan bakar gas MBP31 termaksud Main shut off valve gas MBP31 AA001 Relief valve MBP31 AA002 Stop valve MBP31 AA010 Trip valve MBP31 AA003 2 buahMeasurement of gas flow MBP31 CP001 Control valve MBP31 AA007 Filter/separator MBP31 CF001 Pressure limiting system MBP31 DP210 Ignition gas system MBP32 termaksud Ignition gas/blow off valve MBP32 AA001 Gas relief system MBP33 termaksud Gas relief fan MBP33 AN001 Relief valve MBP33 AA001 Fuel gas drain system MBP35 termaksud Silinder MBP35 BS001 Gas piping Pretection dan monitoring device Sistem bahan bakar minyak pada turbin gas berfungsi untuk mensuplai bahan bakar minyak ke burner untuk keperluan pembakaran pada tekanan temperatur dan flow rate yang sesuai dengan power out yang dibangkitkan oleh turbin gas. sebagai contoh bila terjadi emergency trip maka suplai dari bahan bakar menuju ke fuel nozzle dengan segera akan terhenti. Sistem bahan bakar minyak pada turbin gas ini termaksud di dalam sistem proteksi dari pembangkit.turbin gas. Sistem bahan bakar gas telah diintegrasikan ke dalam sistem proteksi pembangkit secara menyeluruh dengan demikinan katup trip akan segera menghentikan aliran bahan bakar yang menuju ke burner jikan terjadi trip emergency. Komponen utama dari gas turbin adalah sebagai berikut :  The fuel transfer system MBN31 termaksud . Desain skematik dari bahan bakar minyak ini dapat di lihat pada diagram HTCT 305 433.

                        

Fuel oil main stop valve MBN31 AA001 Stop valve MBN31 AA004 Drain pump MBN31 AP011 Oil filter MBN31 AT001 Fuel oil flow meter MBN31 CF001 Fuel oil system dari fuel oil pump MBN32 termaksud Katup minimum flow MBN32 AA001 Fuel oil relief velve MBN32 AA002 Trip valve MBN32 AA005 Control valve MBN32 AA007 Non return valve MBN32 AA011 Fuel oil pump MBN32 AP001 Fuel oil return system MBN34 termaksud Non return valve MBN34 AA001 Stop valve MBN34 BB001 Fuel return flow meter MBN34 CF001 Pressure limiting valve MBN34 DP001 Fuel oil leakage return system MBN35 termaksud Fuel oil leakage MBN35 AP001 Tank MBN35 BB001 Three way valve MBN35 AA002 Fuel oil leakage valve MBN35 AA001 Nozzle blow off valve MBN35 AA010 Fuel pipes Safety and monitoring equipment

Kecuali fuel oil main valve, hubungan antara pipa-pipa dan katup-katup yang terletak pada combustor (fuel oil return valve, trip valve, control valve, nozzle blow off valve fuel oil leakage valve), sedangkan komponen – komponen yang lainnya diletakkan bersama-sama didalam blok bahan minyak.

Sistem bahan bakar ganda pada turbin gas digunakan apabila gas turbin menggunakan dua jenis bahan bakar gas dan atau minyak ke gas burner MBM31 AV002 atau fuel nozzle MBM31 AV001. Masing-masing bahan bakar akan diperhatikan tekanan dan suhunya. Banyaknya pembagian bahan bakar bervariasi tergantung output yang dikehendaki. Menggunakan dua bahan bakar pada turbin gas dapat dilakukan dari satu tipe bahan ke bahan bakar lainnya jika ada gangguan pada salah satu sistem bahan bakar tersebut. Sistem bahan bakar minyak akan mengambil alih secara otomatis tanpa penundaan operasi. Peralihan penggunaanbahan bakar dapat dilakukan secara manual. Bentuk diagram pada sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 305 434 meliputi peralatan :

  

Fuel Oil system MBN (HTCT 690 263) Fuel gas system MBP (HTCT 690 262) Peralatan pemindahan bahan bakar lainnya

Adjusment Of the Compressor Variable Inlet Guide Vane Berfungsi untuk mengatur jumlah udara masuk dari air intake system yang akan di kompresi oleh kompressor utama gas turbin yaitu dengan mengatur sudut dari variable inlet guide vane. Pada combined cycle jumlah udara masuk sesuai dengan perubahan beban,yaitu agar suhu exhaust gas di jaga tetap (konstan) agar di dapatkan effisiensi maksimum. Gambar/desain dari variable inlet guide vane yaitu HTCT 305 438 mencakup sistem-sistem seperti:

         

Variable inlet guide vane MBA82 termaksud Linier amplifier MBAAS001 Elektrik drive with DC motor dan pengereman nya Hidrolik drive Hidrolik clamping unit Power oil system for variable inlet guide vane MBX52 Pilot valve MBX52 AA001 Filter MBX52 AT001 High pressure power oil system MBX22 Safety dan monitoring equipment

Sistem Pendingin Dan Pengamanan Aliran Udara Berfungsi untuk melindungi rotor dan bagian – bagian turbin gas dari pengaruh gas panas yang timbul akibat overheating, untuk melindungi sistem pendingin udara dari masuknya gas panas serta untuk mencegah masuknya udara di luar sistem panyaringan dari bagian bantalan kompresor ke dalam kompresor. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 306 640. Sistem pendingin dan pengamanan aliran udara MBH31 ini terdiri dari beberapa bagian yaitu:
o o o o o o

The colling and sealing air system for turbin exhaut The colling and sealing air system for turbin and compressor diffusor The sealing air system for compressor system The colling vane carriers and turbine vane The colling of the inner housing The colling of the gas turbine rotor and turbine blades

o

Sistem Pemantau Rotor Train

Berfungsi untuk mencegah terjadinya kerusakan pada rotor turbin gas dikarenakan oleh kecepatan yang melampaui nilai nominal yang diijinkan maupun dikarenakan oleh getaran yang terlalu besar sewaktu rotor bekerja. Gambar dari sistem ini dapat dilihat pada gambar HTCT 306 693. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen yaitu:
    

Electrical Probes for speed MBA30 CS001 TO 003 Mechanical-hydraulic overspeed protecting device MBX01 Trip and reset equipment MBX01 AA010 Overspeed trip MBX01 AZ010 Bearing pedestal vibration pick-ups

IV.3 Pembangkitan Tegangan pada Gas Turbine Generator 1.1 PLTGU Priok

Secara spesifik. sistem pelumasan diaktifkan untuk melumasi area – area yang melakukan gerak yaitu pada beberapa bagian turbin dan bantalan – bantalannya. Pemilihan bahan bakar gas 2. Secara lengkap langkah – langkah pembangkitan tegangan pada Gas Turbine Generator 1.1 Priok adalah sebagai berikut: Step 1 1. Turbin berada dalam keadaan kerja autonom dimulai dari 700 rpm hingga kemudian pada 2500 rpm. dilakukan pemilihan bahan bakar berupa bahan bakar cair atau HSD (High Solar Diesel). Kemudian pada 2800 rpm.1 PLTGU Priok memakai SFC sebagai penggerak mula. Selain itu. Pengaktifan pasokan minyak pelumas 2. Pembukaan saluran pembuangan udara 3. Pemilihan bahan bakar diatur ke bahan bakar cair Keterangan: Pada langkah pertama. Pemilihan bahan bakar dual . Generator 1.1 UBP Priok dibagi dalam 25 langkah kerja. SFC dilepaskan dari sistem. proses eksitasi dimulai untuk kemudian generator mampu menghasilkan tegangan keluaran. dimana generator akan bekerja sebagai motor terlebih dahulu hingga gas turbin mencapai kecepatan nominal 2800 rpm. proses pembangkitan tegangan pada Gas Turbine Generator 1. Step 2 1.

Stop Valve berada pada posisi terbuka 2. Pemilihan bahan bakar gas Keterangan: Pada langkah ketiga. Akan tetapi Relief valve dari generator diatur dalam posisi tertutup. Stop Valve diatur dalam posisi terbuka dan kipas pembuangan udara juga diatur dalam posisi terbuka. apabila diinginkan sistem bahan bakar gabungan. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan gas sebagai bahan bakar sebelum proses automatic start dijalankan. maka pemilihan bahan bakar gas dan dual haruslah diaktifkan. Step 3 1. Pada Langkah 1 dan Langkah 2 diketahui bahwa pengoperasian dimulai dengan pembukaan aliran minyak pelumas serta pembukaan jalur gas buang.Keterangan: Pada langkah kedua. Relief Valve berada pada posisi tertutup 4. Pembukaan exhaust gas tract dilakukan untuk menghindari kegagalan (trip) turbin karena apabila dicapai suhu exhaust (TAT) ± 575°C turbin akan trip. Kipas Pembuangan Udara dikondisikan terbuka 3. Step 4 . sistem rotor turning atau rotor barring sudah terlebih dahulu diaktifkan. Turbin gas sendiri dapat dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar gas maupun cair (HSD) atau bahkan penggabungan dari kedua bahan bakar tersebut. Langkah ini perlu dilakukan karena sebelum start up turbin gas.

Step 6 1. Pengaktifan Fuel Forward System Keterangan: Fuel Forward System merupakan mekanisme pengaturan pasokan bahan bakar gas dari tempat penampungannya menuju ke saluran bahan bakar sebelum akhirnya menuju ruang pembakaran. Pemilihan bahan bakar dual Keterangan: Pemilihan bakar dilakukan untuk mengganti bahan bakar yang telah dipilih dari gas menjadi bahan bakar cair ataupun bekerja secara dual. Step 5 1. Pemilihan bahan bakar cair 2. . Pembukaan Main Stop Valve dari penampungan bahan bakar cair Keterangan: Pembukaan Main Stop Valve bertujuan untuk memulai pengaliran bahan bakar cair dari tempat penampungannya dengan tekanan yang diatur pada tingkat rendah. Pengaturan tekanan yang rendah pada tempat pengiriman bahan bakar cair 2.1.

maupun gabungan. 5. Adapun Start Up dengan menggunakan bahan bakar gas adalah: 1. Gas propane yang dipasok oleh Ignition Fuel System MBQ30 akan menyulut Ignition Torch MBM31 AV003. cair. 4. 3. 6. Proses start up dilanjutkan setelah Operator mendapat feedback berupa keterangan dari Main Shuf-off dan Gas Relief Fan yang telah beroperasi serta Relief Valve telah tertutup. baik gas. Pada Langkah 3 sampai dengan Langkah 7 merupakan suatu mekanisme pemilihan bahan bakar.Step 7 1. Hal ini berlangsung hingga tekanan nominal telah tercapai oleh Control Valve yang kemudian memicu operasi otomatis dari Blow-off Valve. Setelah tercapainya kecepatan nominal dari turbin untuk memulai proses pembakaran atau ignition. untuk dipasok ke dalam sistem pembakaran nantinya. Ketika Trip Valve dibuka. Pada saat automatic start dilakuan pilihan bahan bakar gas 2. Pompa bahan bakar minyak dijalankan Keterangan: Pompa bahan bakar minyak dijalankan sebagai kelanjutan dari langkah sebelumnya untuk mengalirkan bahan bakar cair. terjadi perubahan posisi dari Blow-off yang semula tertutup menjadi dalam keadaan terbuka. Relief Valve MBP31 AA002 masih dalam keadaan tertutup. Pasokan gas setelahnya berada dalam kendali Control Valve MBP31 AA007 dan Ignition Gas/Blow-off Valve MBP32 AA001. . maka Trip Valve akan berada pada posisi terbuka sehingga kemudian Fuel Ignition System akan beroperasi. Aliran dari bahan bakar gas sepanjang Trip Valve MBP31 AA003 masih dalam keadaan tertutup sehingga aliran bahan bakar masih tertahan sampai saat di mana Gas Relief Fan MBP31 AN01 diaktifkan. sedangkan Main Shut-off Valve MBP31 AA001 dalam keadaan terbuka. Hal ini mengakibatkan mengalirnya gas dari Ignition Das menuju Orifice MBP BP001 untuk kemudian menuju Burner MBM31 dan berakhir di Ruang Pembakaran (Combuster) MBM30.

3 monitor pengawas akan bertugas untuk mengawasi proses pembakaran. Adapun Start Up dengan menggunakan bahan bakar cair (HSD) adalah kurang lebih seperti proses Start Up dengan bahan bakar gas. Fuel Oil Relieve Valve akan terbuka secara sempurna. Setelah pembakaran perdana berhasil. Sementara Fuel Oil Drain Valve akan tertutup dan Fuel Nozzle di sisi kanan akan terbuka untuk memberikan tekanan minimum. Proses penyulutan yang dilakukan dihentikan sementara Control Valve mengatur besar bukaan katup aliran gas ke dalam ruang bakar agar sesuai dengan kerja pembebanan yang diinginkan. MBM CN001. hanya saja terdapat beberapa perbedaan langkah kerja yaitu: 1. Ignition Gas System akan bekerja setelah kecepatan penyulutan berada pada nilai yang ditentukan. MBM CN002. 2. Leakage Valve pada jalur utama menuju Fuel Oil Leakage Return System pun akan terbuka. Fuel Pump MBN32 AA001 berfungsi untuk memberikan tekanan tambahan pada bahan bakar sebelum kemudian dialirkan menuju Relief Valve MBN32 AA002. Main Stop Valve MBM31 AA001 akan terbuka dan dengan bantuan Fuel Oil Pump MBN32 AP001 akan mengatur tekanan aliran bahan bakar.7. 4. sementara Control Valve dan Nozzle akan terbuka sesuai dengan kebutuhan dari penggunaan bahan bakar yang bergantung pada beban yang ditanggung. MBM CN003 akan bekerja mengawasi proses pembakaran tersebut. yang mana secara bersamaan Trip Valve akan terbuka dan mengalirkan bahan bakar melalui Filling Valve menuju Nozzle MBM31 AV001. 6. 3. 3 buah monitor pengawas. Minimum Flow Valve berfungsi untuk meningkatkan tekanan pada bahan bakar. Saat pembakaran terjadi. Aliran bahan bakar akan kembali ke tangki utama dan menuju Minimum Flow Valve MBN32 AA001 setelah Turboset Gas mencapai nilai yang telah ditetapkan berdasarkan kebutuhan. Aliran bahan bakar ini bertujuan untuk menghindari Fuel Oil Pump atau pompa bahan bakar minyak dari panas berlebih. Bahan bakar kemudian mengalir melalui Nozzle menuju ruang bakar dan mengalami pembakaran. . 5.

apabila tekanan minyak dalam sistem pelumasan mengalami penurunan melebihi ambang batas yang . Pada Langkah 9 ini. dan pencegahan karat. Tekanan minyak pengaman diatur dalam keadaan minimum 3. Pasokan minyak pelumas diaktifkan Keterangan: Dengan dimulai nya aliran bahan bakar untuk memulai pembakaran maka pompapompa sistem pelumasan akan di aktifkan. Sel CW PPS diatur dalam keadaan minimum 6. Akan tetapi. Fungsi dari pelumasan pada mesin gas turbin adalah untuk mengurangi gaya gesek pada mesin. Pasokan Power Oil diaktifkan 4. untuk pendinginan. Tekanan minyak di sistem pelumasan pada tahap ini berada dalam keadaan minimum melalui pemberian tekanan oleh Safe Oil Pressure. sistem pendinginan akan diaktifkan untuk mengurangi temperatur di dalam turbin gas. Proses pendinginan diaktifkan 5. Power Oil Supply akan diaktifkan untuk menyediakan pasokan oli yang dibutuhkan dalam proses mengaktifkan kontrol hidrolik dan sistem proteksi. Step 9 1. Pembilasan mulai untuk dilaksanakan Keterangan: Selanjutnya saluran gas buang akan terbuka. Saluran pembuangan gas berada dalam keadaan terbuka 2.Step 8 1.

pembukaan katup bahan bakar merupakan suatu persiapan dalam pembakaran bahan bakar bertekanan tinggi dengan injektor pada ruang pembakaran. Emergency Oil Pressure akan bekerja dan memberikan tekanan tambahan untuk menjaga agara tekanan tetap seimbang. Step 11 1. 3. Keterangan: Pada Langkah 10 ini. 3. Kecepatan perputaran turbin telah mencapai 800 rpm atau lebih dalam jangka waktu 5 menit semenjak proses dimulai 2. Starting Equipment diatur dalam keadaan menyala 2. Sementara itu. Proses pembakaran berlangsung. kecepatan perputaran turbin diharuskan untuk mencapai nilai minimal 800 rpm dalam jangka waktu 5 menit setelah proses dimulai. Pengambilalihan dilakukan oleh Furge 4. Fuel Valve diatur dalam keadaan terbuka untuk mengalirkan bahan bakar 4. Kecepatan putaran turbin berkurang hingga kurang dari 700 rpm. Pembakaran tetap berlangsung 5. Boiler Furge berada dalam keadaan aktif. . Perlengkapan starting dalam keadaan flush.ditetapkan. Sistem pendingin berfungsi juga menghindari kegagalan bekerja (trip) di generator yang disebabkan oleh:   Suhu udara pendingin generator (warm) pada kedua channel mencapai 125°C Suhu Udara rotor colling system melampaui 350°C Step 10 1.

Step 13 1. Pengaturan aliran gas pada kondisi minimum 8. Pasokan bahan bakar gas dihentikan 9. Pasokan bahan bakar cair dalam keadaan tertutup 4. Starting Equipment diaktifkan 3. Proses pembakaran tetap berlangsung Keterangan: Proses pembakaran yang dilakukan dengan pengaturan Control Valve bahan bakar berlangsung terus menerus hingga kecepatan putaran turbin mencapai angka 2500 rpm. Pasokan bahan bakar cair diubah ke keadaan terbuka 7. Gas Main Stop Valve berada dalam keadaan terbuka 3. Pembukaan saluran gas pembuangan 2. Pasokan bahan bakar gas dalam keadaan berfungsi 2. Gas Main Relief Valve berada dalam keadaan tertutup 6.Keterangan: Proses starting yang akan dijalankan kembali menghendaki turbin untuk berputar dengan kecepatan maksimum kurang dari 700 rpm. Kecepatan perputaran turbin dicapai hingga lebih dari 2500 rpm 4. Pasokan bahan bakar dual (gas dengan cair) dijalankan . Pengaturan aliran gas pada kondisi maksimum 5. Step 12 1.

Kemudian Gas Trip Valve diatur dalam keadaan tertutup untuk selanjutnya terjadi peralihan bahan bakar dari gas menjadi cair. Ignition Transformer . Gas Trip Valve diatur pada keadaan Normally Closed 5. Step 14 1. Dalam proses peralihan tersebut. hal pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan aktivitas pembakaran sehingga ruang pembakaran berada dalam keadaan tidak bekerja. Kemudian sistem proteksi terhadap turbin dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada turbin akibat penurunan kecepatan putaran hingga kurang dari 700 rpm.Keterangan: Langkah 13 ini merupakan suatu langkah peralihan dari suatu proses pembakaran dengan menggunakan bahan bakar gas menuju proses pembakaran dengan bahan bakar cair. Step 15 1. Ruang Bakar dikondisikan pada keadaan tidak bekerja 2. Kecepatan perputaran turbin diturunkan hingga kurang dari 700 rpm 4. pengaturan terhadap pembukaan dan penutupan terhadap katup yang terlibat menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya backfire yang dapat merusak sistem. Pengaturan Propane Gas Valve 2. Sistem Proteksi terhadap turbin diaktifkan 3. Pemilihan bahan bakar dialihkan dari gas menjadi bahan bakar cair Keterangan: Dalam proses peralihan penggunaan bahan bakar.

Pengaturan Cool Air Valve 5. Start-up Integrator 4. Cool Air Valve kemudian diatur pada keadaan tertutup 4. Pemilihan bakar bakar dari cair menjadi gas . proses penyulutan harus diulang kembali dengan mengalirkan gas propane ke dalam ruang bakar bersamaan dengan bahan bakar cair melalui Nozzle dan sekaligus mengaktifkan proses pendingin Step 16 1. Release Valve dari bahan bakar cair diatur pada keadaan tertutup 2. Step 17 1. Pengaturan Propane Gas Valve pada keadaan terbuka 6.3. Proses pembakaran berlangsung selama kurang lebih 10 detik 2. Posisi Ignition Gas Bleed pada keadaan beroperasi 3. Proses pembakaran berlangsung kembali Keterangan: Setelah terjadi pergantian bahan bakar dari gas menjadi cair. Status bahan bakar adalah bahan bakar cair Keterangan: Langkah 16 merupakan suatu langkah awal sebelum dilakukan proses pemindahan bahan bakar dari cair menuju gas. Shut-off Valve dari bahan bakar cair kemudian ditetapkan pada keadaan tertutup 3.

Propane Gas Valve diatur dalam keadaan tertutup 2. proses pembakaran dihentikan untuk kemudian dilakukan penggantian bahan bakar dari cair menuju gas. Pembakaran terus berlangsung 3. Kontrol Start up diatur dalam keadaan lebih tinggi Keterangan: . Ignition Transformer dimatikan Keterangan: Penghentian penyaluran gas propane ke dalam ruang pembakaran dilakukan dikarenakan temperatur pada ruang bakar telah memungkinkan dilakukannya pembakaran tanpa perlu dilakukannya penyulutan (keadaan stabil). Step 20 1.Keterangan: Setelah terjadi pembakaran selama 10 detik. Pembakaran berlangsung selama 10 detik Step 19 1. Step 18 1. Kecepatan putaran turbin telah mencapai lebih dari 2500 rpm 2.

75 kV. Starting Equipment dalam keadaan mati 2. Kecepatan putaran turbin mencapai angka 2826 rpm Keterangan: Perputaran mandiri turbin berlangsung terus hingga angka 2826 rpm sebelum kemudian memulai proses eksitasi atau pembangkitan tegangan. Proses eksitasi berlangsung 4. Pada keadaan ini.Proses pembakaran yang stabil memungkinkan turbin untuk mencapai kecepatan 2500 rpm atau lebih. . eksitasi yang dimulai sejak 2826 rpm berlangsung terus. CB diaktifkan sehingga mencegah terjadinya arus lebih yang dapat merusak generator. Voltage Regulator diatur dalam keadaan auto Keterangan: Pada Langkah 22. tegangan yang dibangkitkan ditingkatkan hingga mencapai 15. Step 22 1. Kecepatan putaran turbin mencapai lebih dari 2990 rpm 3. Dengan bantuan VR. Circuit Breaker dari generator mulai untuk dinyalakan 2. sistem penggerak awal dilepaskan dari turbin sehingga turbin berfungsi secara autonom dengan bergantung kepada kontrol bahan bakar. Step 21 1. Untuk melindungi generator.

Generator melakukan sinkronisasi 2. CB Synchronous Generator diatur dalam keadaan aktif Step 24 1. CB Synchronous Generator kemudian dimatikan 2. generator melakukan sinkronisasi dengan tegangan jaringan untuk membantu mengirimkan pasokan tegangan. CB Generator diaktifkan untuk menjaga tegangan dari generator yang sedang bekerja Keterangan: Langkah 24 dan Langkah 25 ini merupakan langkah terakhir dari proses pembangkitan tegangan di mana tegangan yang dibangkitkan generator telah dipasok ke jaringan dan generator bekerja parallel dengan generator lainnya. . Circuit Breaker dari proses sinkronisasi generator diatur dalam keadaan aktif Keterangan: Setelah generator mencapai tegangan yang ditentukan.Step 23 1. Untuk melindungi proses ini. Generator tersinkronisasi dengan jaringan Step 25 1.

1 Umum Dalam proses pembangkitan daya listrik pada Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) digunakan turbin gas sebagai penghasil daya mekanik untuk menggerakkan kompresor dan generator yang telah terkopel langsung dalam satu poros.1 Static Frequency Converter V. Sumber tegangan 3 phasa dari line utama terlebih dahulu disearahkan oleh rangkaian rectifier untuk selanjutnya dilakukan pengaturan sudut penyalaan (gate) dari thyristro dalam rangkaian inverter sehingga dihasilkan tegangan AC dengan . coupling atau gearbox.1 PLTGU PRIO004BX V. Hal ini terjadi bahwa generator sinkron yang terkopel langsung dengan poros turbin terlebih dahulu diubah fungsi menjadi motor oleh SFC untuk kemudian berfungsi sebagai penggerak mula. seperti motor penggerak. Static Frequency Converter (SFC) adalah jenis penggerak mula yang dipergunakan di PLTG Priok yang merupakan seperangkat peralatan komponen elektronika daya yang dilengkapi dengan sistem monitoring dan pengawasan dalam kriteria “closed loop control” yang bekerja dalam tahapan start-up pembangkit. Oleh karena turbin gas terkopel langsung dengan kompresor dan generator.1. SFC menghubungkan antara terminal masukan motor dengan supply daya dari jaringan luar dan selanjutnya melakukan tugas pengaturan dan pengendalian terhadap variable speed drive selama proses starting generator. Pada umumnya. maka penggerak mula tersebut juga sekaligus akan menggerakan kompresor yang men-supply udara ke ruang bakar dalam proses pembakaran. setiap pembangkit menggunakan penggerak mula (prime mover) secara mekanis.BAB V ELECTRICAL EQUIPMENT FOR START-UP PROCESS IN GAS TURBINE AT GT 1.

Konstruksi SFC terdiri dari komponen – komponen berikut ini: .2 Peralatan Utama SFC Gambar V-1 – Rangkaian Static Frequency Converter Peralatan static starting device sudah merupakan suatu kesatuan produk yang dilengkapi dengan wired dan tested block unit. Pada sistem PLTGU Priok terdapat empat unit SFC yang terbagi dalam dua blok.1. Frekuensi tegangan keluaran dari rangkaian inverter selanjutnya langsung mempengaruhi kecepatan putaran rotor mesin sinkron. di mana setiap blok memiliki dua buah unit.frekuensi tertentu sesuai dengan nilai yang diinginkan. poros turbin mendapatkan gaya dorong untuk menghasilkan putaran sehingga beban mekanik berupa torsi pada saat mesin bekerja sebagai generator dengan sendirinya menjadi ringan. V. Dengan demikian. Daya yang dihasilkan oleh motor sinkron ini menggerakkan poros turbin sekaligus kompresor dengan kecepatan yang terus bertambah sesuai dengan frekuensi inverter.

1. 2. Rectifier merupakan rangkaian yang terdiri dari thyristor dalam susunan fully controlled three phase bridge connection yang mengendalikan sumber tegangan AC tiga phasa menjadi tegangan DC. Belitan perata ini biasanya disebut filter atau reactor. DC Buffer Circuit dilengkapi dengan pendingin dan reactor fan untuk membuat panas akibat disipasi daya pada belitan . jika terjadi hubung singkat pada rangkaian konverter. DC Buffer Circuit dan Starting Excitation DC Buffer Circuit merupakan rangkaian penyangga yang terdiri dari belitan perata untuk mengatasi riak atau arus harmonic yang dihasilkan oleh keluaran rectifier dan juga berfungsi untuk menurunkan arus hubung singkat. Rectifier terdiri dari enam thyristor daya yang dilengkapi dengan pendingin dan impulse transformer yang memberikan impulse masukan yang dihubungkan ke bagian gate dari thyristor Over-voltage protection bekerja untuk mengawasi dan melindungi peralatan dari kondisi dan gangguan yang disebabkan oleh tegangan lebih yang masuk ke konverter SRN. Konverter SRN terdiri dari:    Input Transformer (terdiri dari current trafo dan voltage trafo) Rectifier Over-voltage protection Current Trafo berfungsi untuk mengukur dan mendeteksi arus masukan ke converter SRN sementara Voltage Trafo berfungsi untuk mengukut dan mendeteksi tegangan masukannya. Konverter SRN (Konverter sisi line) Konverter SRN merupakan konverter yang terletak pada sisi jaringan atau line input sehingga disebut juga dengan istilah line commutated converter.

Regulasi. Output dari konverter SRM ini terhubung ke terminal generator atau pada bagian stator dari generator. Kontrol. Over-voltage protection berfungsi sebagai proteksi jika terjadi kenaikan keluaran konverter di atas tegangan ambang batasnya. Tegangan AC yang dihasilkan memiliki frekuensi yang dapat diatur dan dikendalikan nilainya.Starting Excitation merupakan rangkaian rectifier jembatan penuh 3 phasa untuk menghasilkan arus DC yang selanjutnya berfungsi sebagai arus eksitasi. Konverter SRM ini bekerja untuk merubah sumber DC menjadi tegangan AC dengan frekuensi output bervariasi. Proteksi . dimana keluaran dari rectifier ini terhubung pada bagian rotor dari generator melalui sikat arang (brush) 3. Konverter SRM terdiri dari:    Potential transformer Inverter Over-voltage protection Potential transformer bekerja sebagai pendeteksi dengan melakukan pengukuran terhadap keadaan over-voltage pada sisi keluaran konverter SRM Inverter berfungsi merubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Thyristor ini juga dilengkapi dengan cooling fan dan heatsink sebagai media pelepasan panas akibat proses switching yang terjadi dalam frekuensi tinggi. 4. Konverter SRM (Konverter sisi mesin) Konverter SRM merupakan converter yang terletak di sisi mesin dengan inverter sebagai komponen utamanya. Inverter terdiri dari enam thyristor yang berfungsi sebagai saklar yang bekerja berdasarkan trigger sebagai pengatur sudut penyalaan thyristor. Output dari konverter berupa tegangan AC dihubungkan kebagian stator dari generator.

dan proteksi merupakan bagian yang mengatur SFC agar dapat bekerja sebagaimana semestinya. Jika peralatan de-excitation tidak ada. generator yang digunakan adalah generator sinkron buatan ABB. De-excitation dan Field Flashing Peralatan de-excitation berguna melindungi rotor dari arus medan balik pada saat generator berhenti beroperasi. regulasi. V.Bagian kontrol. medan listrik yang tersimpan pada rotor akan merusak komponen rotor dan merusak sistem excitation itu sendiri. Rangkaian thyristor dan resistor itu disebut sebagai crowbar. Peralatan de-excitation terdiri dari thyristor yang berfungsi sebagai saklar dan resistor yang disebut FDR (Field Discharge Resistor) yang berfungsi menghindari terjadinya hubungan antara sistem-grounding. Bagian proteksi bekerja untuk melindungi sistem dari segala gangguna dengan cara mendeteksi dan menganalisa gangguan dalam waktu cepat sebelum diambil keputusan untuk trip dan melokalisir gangguan sekaligus menghilangkannya dari sistem. .1 PLTGU Priok Pada PLTGU Priok.1 Peralatan Excitation Bagian utama dari static excitation adalah: 1. V.2 Excitation pada GT 1. di mana dalam proses pembangkitan tegangannya menggunakan static excitation system.2. Pada bagian kontrol dan regulasi dilakukan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap besaran – besaran atau variable speed drive dan ditindaklanjuti dengan memberikan instruksi atau perintah operasi kepada komponen yang bersangkutan.

Gambar V-2 – Konfigurasi De-excitation dan Field Flashing

Sementara bagian Field Flashing berfungsi sebagai sumber excitation awal bagi generator sinkron karena belum adanya tegangan yang dihasilkan oleh generator. Field flashing berasal dari dua macam sumber, yaitu battery dan auxiliary network. Jika sumber diambil dari battery, maka diberikan resistor untuk membatasi arus excitation yang mengalir menuju belitan rotor. Jika sumber diambil dari auxiliary network, yang berupa sumber tegangan AC, maka dibutuhkan transformator untuk menurunkan tegangan dan kemudian disalurkan ke rangkaian penyarah untuk diperoleh sumber DC. Field Flashing hanya bekerja pada saat generator mulai dioperasikan sampai tegangan generator mencapai 70% dari tegangan nominal.

2. Excitation Transformer Fungsi dari excitation transformer adalah:

Menurunkan tegangan masukan pada belitan rotor dari generator hingga pada tingkat yang dibutuhkan oleh converter

Membatasi besar arus yang masuk untuk menghindari terjadinya lonjakan arus yang terlalu tinggi apabila terjadi hubung singkat

  

Memberikan isolasi galvanis antara terminal generator dan belitan medan Sebagai potential isolator antara jaringan dan rangkaian excitation Sebagai commutation reactance untuk thyristor.

Tegangan pada sisi primer dari excitation transformer adalah sebesar 15,75 kV atau sebesar tegangan dari generator itu sendiri. Sementara tegangan dari sisi sekunder excitation transformer adalah 0,4 kV.

3. Automatic Voltage Regulation Automatic Voltage Regulation atau AVR memiliki fungsi sebagai berikut:
   

Menjaga tegangan generator dalam keadaan konstan Mengatasi efek daya reaktif Menjaga dan membatasi frekuensi, faktor daya, dan daya sistem Membatasi arus excitation maksimum

4. Konverter Konverter pada proses excitation berfungsi untuk mengubah sumber AC menjadi sumber DC sehingga dapat dipergunakan sebagai sumber excitation. Pada static excitation, converter, yang menggunakan thyristor, mengatur besar arus excitation yang masuk melalui pengaturan terhadap sudut penyalaan yang terdapat pada AVR

Gambar V-3 – Rangkaian Konverter

V.2.2 Proses Excitation

Excitation dimulai setelah putaran turbin sudah mencapai keadaan mandiri yaitu kecepatannya diatur oleh pengaturan bahan bakar. Ketika kecepatan turbin demikian, generator pun akan berputar dengan kecepatan sinkron, tetapi belum mampu untuk menghasilkan tegangan. Proses excitation dimulai dengan proses field flashing, di mana arus excitation akan mengalir dari field flashing menuju rotor. Dalam keadaan ini, generator sudah dalam keadaan bertegangan hanya saja tegangan yang dihasilkan masih sangat kecil sehingga tidak dapat bekerja mandiri. Oleh karena itu, tegangan yang masih sangat rendah tersebut kemudian dialirkan kepada excitation transformer untuk kemudian masuk ke dalam konverter. Keluaran dari konverter merupakan sumber DC tambahan bagi proses eksitasi yang sedang berlangsung. Pada keadaan ini, field flashing masih tetap terhubung dengan generator. Oleh karena keberadaan dua sumber arus excitation ini, tegangan yang dibangkitkan generator pun semakin meningkat.

field flashing akan terlepas dari generator sehingga proses excitation mutlak bergantung kepada tegangan terminal dari generator. Gambar V-4 – Konfigurasi Proses Excitation . AVR yang akan berperan untuk menjaga kestabilan tegangan keluaran generator. Setelah proses ini berlangsung.Setelah tercapai tegangan 70% dari tegangan nominalnya. generator kemudian online dan diparallelkan dengan sistem jala – jala tak hingga. Setelah generator mampu mencapai tegangan nominalnya.

.

.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN VI. Dalam mengoperasikan GT 1. UBP Priok memiliki 2 blok PLTGU yang tiap bloknya terdiri dari 3 PLTG. INDONESIA POWER merupakan salah satu perusahaan pembangkitan terkemuka di Indonesia yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan pembangkitan publik yang berkelas dunia tanpa melupakan faktor lingkungan. wawancara dengan berbagai narasumber. Indonesia Power. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. dan dengan dibantu tahap studi pustaka. yang mana telah diterapkan oleh hampir seluruh tenaga kerja yang berada di lingkungan PT. 2. Penggunaan siklus ini diwujudkan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap.1 Kesimpulan Setelah melalui berbagai proses pengamatan langsung ke lapangan. 3. PT. Tahap Shut-down . Implementasi dari visi ini dituangkan dalam 5 filosofi dan 12 dimensi.1 PLTGU Priok. UBP Priok memiliki diagram jalur tunggal yang menggambarkan sistem kelistrikan dari keseluruhan area. ada 4 langkah utama yang harus diperhatikan yaitu 1. INDONESIA POWER UBP Priok telah menerapkan proses pemanfaatan energi yang lebih efisien dalam pembangkitan tenaga listrik melalui penggunaan combined cycle yaitu dengan menggunakan turbin gas yang disambung dengan HRSG dan dihubungkan dengan turbin uap. Tahap Pembebanan 4. dan 1 PLTU dengan total kapasistas maksimum 1080. dimulai dari tiap – tiap pembangkit menuju ke trafo daya. 3 HRSG. 4. Tahap Start-up 3.00 MW. hingga saluran menuju beban pemakaian sendiri. Tahap Persiapan 2. PT.

Static Frequency Converter (SFC) 2. Langkah 23 – Langkah 25 merupakan langkah sinkronisasi generator dengan jaringan sehingga generator dalam keadaan on-line dan terintergrasi dalam sistem interkoneksi Jawa – Bali.1 PLTGU Priok berfungsi sebagai penggerak mula. SFC sendiri merupakan perangkat elektronika daya yang terdiri dari Konvertor. Sistem Bahan Bakar 3. yaitu 50 Hz menjadi frekuensi variable yang disesuaikan .1. Sistem Intake dan Exhaust 6. Fungsi SFC adalah mengubah frekuensi dari sumber. Proses Start-up GT 1. 8. Langkah 22 merupakan langkah pembangkitan tegangan dari generator dengan menggunakan Static Excitation 5. Sistem Kontrol dan Proteksi 6. 2. dan Inverter. Penggunaan SFC pada GT 1. Filter Kapasitor. hal – hal yang perlu diperhatikan keadaan dan kelayakannya sebelum mengoperasikan GT 1. Sistem Pendinginan 5. Sistem Pelumasan 4. Pada Tahap Persiapan. maupun dual. Sistem Start 2.1 PLTGU Priok memerlukan 25 Langkah yang secara garis besar dapat dijabarkan: 1. Langkah 13 – Langkah 21 merupakan langkah yang berkaitan dengan proses pembakaran yang terjadi di combuster hingga turbin dapat beroperasi secara mandiri 4. Hal ini dikarenakan turbin yang dikopel dengan generator dan kompresor dalam keadaan diam pada keadaan awal. Langkah 12 merupakah langkah penggunaan SFC sebagai penggerak mula dari sistem 3. Langkah 1 – Langkah 11 merupakan langkah yang berkaitan dengan pemilihan bahan bakar yang akan dipergunakan yaitu mulai dari gas. Static Excitation 7. cair. terdapat dua instrument yang memungkinkan timbulnya tegangan keluaran dari generator yaitu: 1.5. PLTGU Priok meliputi: 1. Sistem Kelistrikan 7. Dalam Tahap Start-up.

Bagian De-excitation dan Field Flashing menyuplai arus excitation awal ke belitan rotor dari generator yang kemudian akan membangkitkan tegangan. 3. SFC dilepaskan dari sistem setelah turbin mencapai putaran 2500 rpm. 2. Bagian Konverter memperoleh tegangan yang berasal dari jala – jala berupa arus bolak – balik. Penggunaan Static Excitation pada GT 1. 9. disesuaikan kebutuhan dari sistem dengan mengatur sudut penyalaannya. Prinsip kerja Static Excitation adalah sebagai berikut: 1. PLTGU Priok dimulai ketika kecepatan putaran turbin telah mencapai ±2800 rpm. Bagian Field Flashing sendiri hanya bekerja hingga 70% dari tegangan nominal generator dan selanjutnya proses excitation dikendalikan oleh Excitation Transformer dan Konverter. Prinsip kerja SFC adalah sebagai berikut: 1. tegangan AC yang dihasilkan kemudian disalurkan kepada Excitation Transformer untuk diturunkan sehingga dapat disalurkan kepada Konverter tanpa merusak. 4. VI. Karena tegangan awal yang dibangkitkan masih sangat rendah. 2. Static Excitation adalah rangkaian elektronika daya yang terdiri dari De-excitation dan Field Flashing. Filter kapasitor kemudian menyaring tegangan riak dari sumber DC keluaran Konverter sehingga tegangan DC yang diperoleh berada pada keadaan yang lebih layak 3. Tegangan DC tersebut kemudian diubah kembali menjadi tegangan AC oleh Inverter dengan frekuensi yang berubah – ubah. Pada Konverter.dengan kebutuhan dari sistem penggerak mula.1. sumber AC dari Excitation Transformer kemudian disearahkan menjadi sumber DC yang kemudian disalurkan kembali kepada belitan rotor dari generator. yang menjadi sumber utama arus excitation bagi generator dan dilengkapi dengan Excitation Transformer dan Konverter yang menjadi arus excitation tambahan atau penguat untuk meningkatkan tegangan keluaran dari generator. Sumber AC tersebut kemudian diubah menjadi sumber DC. 11.2 Saran . 10.

INDONESIA POWER UBP Priok haruslah dimaksimalkan sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan oleh P3B sehingga efisiensi dan efektifitas dapat lebih ditingkatkan. haruslah diberikan perhatian dan perawatan serta perbaikan apabila diperlukan sehingga tidak mengganggu kinerja pembangkit secara keseluruhan 5. yaitu penghematan biaya untuk pemberian pelumas serta perawatan akibat bagian berputar. Peralatan yang tidak dalam kondisi prima. Dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan. Oleh karena itu. peningkatan dan terobosan – terobos perlu dilaksanakan sehingga di kemudian hari PT. INDONESIA POWER dituntut untuk mempertahankan prestasi kinerja yang telah dicapai selama ini. PT. . 2. juga menguntungkan dari sisi konstruksi dikarenakan sifatnya yang otomatis mengurangi alokasi tempat yang harus disediakan. apabila beberapa unit pembangkit yang tidak beroperasi diperbaiki untuk kemudian diperbantukan untuk mengirimkan daya ke daerah – daerah luar Pulau Jawa. Sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang pembangkitan. Peningkatan kualitas tenaga kerja akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja perusahaan dan pada akhirnya akan meningkatkan pula kualitas produk yang dihasilkannya. atau dengan kata lain bermasalah. Akan lebih menguntungkan secara ekonomi maupun bisnis. 3. Selain mempertahankan. Dalam proses Start-up.1. INDONESIA POWER dapat menjadi role model bagi perusahaan – perusahaan negara maupun swasta lainnya. terutama seiring dengan rencana Pemerintah untuk membangun pembangkit – pembangkit berkekuatan 10. 4. dibutuhkan operator dan teknisi yang handal yang mampu melihat masalah tidak hanya dari satu bidang pengetahuan. setiap proses harus mendapat pengawasan secara berkala terhadap keadaan temperatur maupun tingkat vibrasi yang dihasilkan. INDONESIA POWER secara umum yang telah dikenal luas di masyarakat maupun UBP Priok secara khusus yang menopang beberapa fasilitas sentral. Penggunaan SFC dibandingkan motor cranking lebih menguntungkan dari sisi ekonomis. Keberadaan jumlah pembangkit yang mencapai 20 unit pada PT. mewajibkan para tenaga kerjanya untuk tidak cepat berpuas diri melainkan terus terpacu untuk melakukan peningkatan. Keberadaan PT.000 MW. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja akan sangat membantu untuk dapat mempertahankan kualitas tenaga kerja dan secara bertahap meningkatkan standard mutunya.

7.6. Laporan Kerja Praktek . Penggunaan Static Excitation lebih menguntukan dibandingkan generator DC dikarenakan penghematan pada pengeluaran biaya pada bagian sistem pelumasan tambahan untuk generator DC juga menghemat tempat yang dialokasikan untuk generator DC tersebut dikarenakan Static Excitation membutuhkan ruang yang lebih kecil. disarankan untuk lebih mendalami mengenai proses kelistrikan pada diagram jalur tunggal dan bagian – bagiannya sehingga mampu didapatkan suatu langkah praktis dan lebih terperinci mengenai proses pembangkitan itu sendiri. Kepada Penulis berikut yang ingin mengangkat tema serupa dengan Laporan Kerja Praktek ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful