ANATOMI DAN FISIOLOGI

HEWAN1) Gede Iwan Setiabudi2)

I

Sistem Pencernaan

1

Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, bergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel. Organ pencernaan pada hewan vertebrata meliputi saluran pencernaan (tractus digestivus) dan kelenjar pencernaan (glandula digestoria). a. Sistem Pencernaan Pada Ikan

2

Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Dari lambung, makanan

3

masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besal, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauary terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas

4

meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. fungsi pankreas. antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin. hampir sama dengan ikan.merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali. b. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi: 5 . Sistem Pencernaan Pada Amfibi Sistem pencernaan makanan pada amfibi.

Judul Suplemen Bahan Ajar Biologi (dibawakan pada Pelatihan Guru Pembina OSN) Staff Undiksha (insetiabudi@gmail.com) esofagus. berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2. yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus 6 .1 1 2 2 3 rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa. ventrikulus (lambung). berupa saluran pendek.

melekat 4 7 . terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. dan ileum. Kelenjar pencernaan pada amfibi. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Usus halus meliputi: duodenum. saluran reproduksi. pankreas berwarna kekuningan. tetapi belum jelas batas-batasnya.intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. terdiri atas hati dan pankreas. 5 Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata. dan 6 kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan. dan urine. jejenum. Hati berwarna merah kecoklatan.

pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada reptil meliputi: 1) rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah. masing masing memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut. c. gigi 8 . sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Sistem Pencernaan Pada Reptil Sebagaimana pada ikan dan amfibi.

2) esofagus (kerongkongan). Hati pada reptilia memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna 9 . 3) ventrikulus(lambung).menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua. dan pankreas. Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati. kantung empedu. 4) intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.

Pankreas berada di antara lambung dan duodenum.kemerahan. hewan kecil. dan buah-buahan. Sistem Pencernaan Pada Burung Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian. d. 1 0 . berbentuk pipih kekuning-kuningan. Kantung empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. 2) rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk. Saluran pencernaan pada burung terdiri atas: 1) paruh: merupakan modifikasi dari gigi.

esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok.3) faring: berupa saluran pendek. Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. 4) lambung terdiri atas: a. berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat. 1 1 . b. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai ”hen’s teeth”. Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan. dinding ototnya tipis.

Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati. Makanan hewan ini banyak mengandung selulosa yang sulit dicerna oleh hewan pada umumnya 1 2 . sapi. dan pankreas. Sistem Pencernaan pada Hewan Mamah Biak (Ruminansia) Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti domba. kerbau disebut sebagai hewan memamah biak (ruminansia). Sistem pencernaan makanan pada hewan ini lebih panjang dan kompleks. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu. Usus halus pada burung terdiri dari duodenum. kantung empedu.5) intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka. e. jejunum dan ileum.

Perbedaan sistem pencernaan makanan pada hewan ruminansia. pada hewan ruminansia terdapat modifikasi lambung yang dibedakan menjadi 4 bagian. retikulum 5%. yaitu terdapat geraham belakang (molar) yang besar. dan abomasum (perut masam). Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot 1 3 . berfungsi untuk mengunyah rerumputan yang sulit dicerna. retikulum (perut jala). tampak pada struktur gigi. yaitu: rumen (perut besar). Dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. omasum (perut kitab). Kapasitas rumen 80%.sehingga sistem pencernaannya berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain. omasum 7-8%. Di samping itu. dan abomasums 7-8%.

Abomasum merupakan lambung yang sesungguhnya pada hewan ruminansia. Sedangkan pada sapi. kotoran kuda. 1 4 . proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi dilambung.spingter berkontraksi. Proses fermentasi atau pembusukan yang dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banvak mengandung bakteri. kelinci. kelinci. dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti halnya pada sapi untuk fermentasi selulosa. proses pencernaan terjadi dua kali. Hewan herbivora. seperti kuda. yaitu pada sekum. yaitu pada lambung dan sekum keduanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu. Akibatnya. dan marmut lebih kasar karena pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali.

2 Geraham belakang (Molare) memiliki bentuk datar dan lobar. f. 1 5 . sehingga dapat dipakai dalam pembuatan biogas sebagai sumber energi alternatif. bakteri ini dapat. Struktur khusus sistem pencernaan hewan ruminansia : 1 Gigi seri (Insisivus) memiliki bentuk untuk menjepit makanan berupa . Di samping itu.Adanya bakteri selulotik pada lambung hewan memamah biak merupakan bentuk simbiosis mutualisme yang dapat menghasilkan vitamin B serta asam amino. tetumbuhan seperli rumput. . menghasilkan gas metan (CH4).

1 6 . . g Nutrisi Nutrisi harus terdiri dari zat-zat nutrien (zat gizi) antara lain : 1. Retikulum. 4 Struktur lambung memiliki empat ruangan. yaitu: Rumen.3 Rahang dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan. Kebutuhan protein untuk orang dewasa adalah 1 gram/kg. Protein Mengandung asam amino (essensial dan non essensial). Jika kebutuhan tersebut berlebih. .BB/hari. Omasum dan Abomasum.

Asam Amino Essensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh.5 . dsb. sebagai "bantalan lemak" (pelindung jaringan tubuh) dan penghasil energi yang besar (9 kal/g). Lemak (Lipid) Diperlukan sebagai pelarut beberapa vitamin. 1 7 . 2.1 gram/kg. Protein hampir tidak menghasilkan energi. jadi harus didatangkan dari luar. Fenilalanin.maka kelebihannya akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk urea inilah yang disebut Nitrogen Balans. Kebutuhan lemak untuk orang dewasa adalah 0. Misalnya: Leusin.BB/hari. Metionin. Lisin.

membantu proses Kalsium penggumpalan darah dan mempengaruhi penerimaan (Ca) rangsang oleh saraf. Kebutuhannya adalah 0. 4.8 g/hari. Fosfor (P) Untuk membentuk matriks tulang. Karbohidrat Sebagai penghasil energi (4 kal/g). diperlukan dalam 1 8 .3. Garam-Garam Mineral Untuk membentuk matriks tulang. Kelebihan karbohidrat dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak.

Komponen penting dalam hormon pertumbuhan (Tiroksin). pada pengurutan otot. Kebutuhannya adalah 1 mg/hari.Besi (Fe) Fluor (F) lodium (I) Natrium & Klor (NaCl) pembelahan sel. komponen penyusun Hemoglobin.30 mg/hari. kekurangan unsur tersebut dapat terjadi sebelum atau sesudah pertumbuhan berhenti Untuk pembentukan asam klorida (HCl). 1 9 . Kebutuhannya adalah 1 g/hari. Untuk menguatkan geligi. Kebutuhannya adalah 15 . metabolisme zat. Merupakan komponen penting sitokrom (enzim pernafasan).

Kekurangan vitamin dapat menyebabkan Penyakit Defisiensi.5. tidak menghasilkan energi. Vitamin Diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil. Vitamin Yang Larut Dalam Air (Water Soluble Vitamins) 2 0 .

Dimensia. 2 1 . Defisiensinya menyebabkan Beri-Beri dan Neuritis. Diare. Transmisi rangsang sinar ke mata. Proses pertumbuhan. Keilosis. Defisiensinya akan mengakibatkan Katarak. Defisiensi akan menyebabkan Pelagra dengan gejala 3 D: Dermatitis.B1 (Aneurin Thiamin) B2 (RiboflavinLaktoflavin) Asam Nikotin (Niasin) Untuk mempengaruhi absorbsi lemak dalam usus. perbanyakan sel dan anti pelagra.

Defisiensi akan menyebabkan Kontipasi (Sembelit). Defisiensi akan menyebabkan Dermatitis Untuk mencegah timbulnya uban Defisiensi akan menimbulkan timbunan lemak pada hati. Defisiensi akan menimbulkan gangguan kulit Defisiensi akan menimbulkan Anemia defisiensi asam 2 2 .B6 (Piridoksin = Adermin) Asam Pantotenat PABA (Para Amino Asam Benzoat) Kolin Biotin (Vitamin H) Asam Folat Untuk pergerakan peristaltik usus.

Pada jeruk selain vitamin C ditemukan pula zat Sitrin dan Rutin yang mampu menghentikan pendarahan. Defisiensi akan menimbulkan Anemia Pernisiosa Vitamin C (Asam Askorbinat) Berfungsi dalam pembentukan sel. karies gigi. Zat tersebut ditemukan olelj Sant-Gyorgi disebut pula Vitamin P. 2 3 . Defisiensi akan menimbulkan pendarahan gusi. pendarahan di bawah kulit. pembuatan trombosit.B12 (Sianokobalami n) folat.

Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat. Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong 2 4 .Apendikitis Diare Radang usus buntu. Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar) Kontipasi (Sembelit) Maldigesti Parotitis Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.

sembelit. sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis). diakibatkan infeksi Helicobacter pylori Produksi air liur yang sangat sedikit umumnya Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah. peritonitis. 2 5 .Tukak Lambung/Maag Xerostomia "Radang" pada dinding lambung. infeksi bakteri. kolik. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare. dan kelainan alat pencernaan. tukak lambung.

maka feses menjadi keras dan kering. Keadaan seperti ini disebut diare. Akibatnya. Konstipasi (Sembelit). sehingga terjadi dehidrasi.Diare. 2 6 . atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Penyebab diare antara lain ansietas (stres). air terlalu banyak diserap usus. apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. makanan tertentu. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral. sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat.

3 3 0 0 0 0 0 0 Rahang atas M P C I I C P M Jenis gigi 3 3 0 4 4 0 3 3 Rahang bawah I= insisivus/gigi seri. tetapi memiliki gigi geraham lebih banyak dibandingkan dengan manusia sesuai dengan fungsinya untuk mengunyah makanan berserat. C= kaninus/gigi taring. M= molar/geraham belakang Berdasarkan susunan gigi di atas. yaitu penyusun dinding sel tumbuhan yang 2 7 . P= premolar/geraham depan. terlihat bahwa sapi (hewan memamah biak) tidak mempunyai gigi seri bagian atas dan gigi taring.

omasum 7-8%. Kapasitas rumen 80%. yaitu rumen. faring pada sapi lebih pendek.terdiri atas 50% selulosa. pada lambung juga terjadi proses pembusukan dan peragian. retikulum 5%. Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dimamah kembali (kedua kah). Jika dibandingkan dengan kuda. Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi diperkirakan sekitar 5 cm. Lambung ruminansia terdiri atas 4 bagian. retikulum. omasum. Selain itu. dan abomasum dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. diperkirakan sekitar 3/4 dart isi rongga perut. Esofagus (kerongkongan) pada sapi sangat pendek dan lebar serta lebih mampu berdilatasi (mernbesar). 2 8 . Lambung sapi sangat besar.

Di rumen terjadi pencernaan protein. Dari mulut makanan akan ditelan kembali untuk diteruskan ke ornasum. Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot sfinkter berkontraksi.dan abomasum 7-8%. polisakarida. makanan akan diteruskan ke retikulum dan di tempat ini makanan akan dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan yang masih kasar (disebut bolus). dan fermentasi selulosa oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu. Bolus akan Jimuntahkan kembali ke mulut untuk dimamah kedua kali. Pada omasum terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan bolus. Akhirnya 2 9 . Dari rumen. Makanan dari kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan.

kelinci. akibatnya bakteri ini akan mati. Akan tetapi. bakteri tidak tahan hidup di abomasum karena pH yang sangat rendah. hewan ini tidak memerlukan asam amino esensial seperti pada manusia. Selulase yang dihasilkan oleh mikroba (bakteri dan protozoa) akan merombak selulosa menjadi asam lemak. namun dapat dicernakan untuk menjadi sumber protein bagi hewan pemamah biak. dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti pada sapi untuk fermentasi seluIosa.bolus akan diteruskan ke abomasum. Proses fermentasi atau 3 0 . Hewan seperti kuda. Dengan demikian. yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat ini masih terjadi proses pencernaan bolus secara kimiawi oleh enzim.

Akibatnya kotoran kuda. Kotoran yang belum tercerna tadi masih mengandung banyak zat makanan. 3 1 . Proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi di lambung. Sedangkan pada sapi proses pencernaan terjadi dua kali. kelinci. Pada kelinci dan marmut. yakni pada sekum. yang akan dicernakan lagi oleh kelinci. dan marmut lebih kasar karena proses pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali. kotoran yang telah keluar tubuh seringkali dimakan kembali. yakni pada lambung dan sekum yang kedua-duanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu.pembusukan yang dilaksanakan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri.

Tidak tertutup kemungkinan bakteri yang ada di sekum akan keluar dari tubuh organisme 3 2 . tetapi juga dapat menghasilkan bio gas yang berupa CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. usus halusnya bisa mencapai 40 meter. Usus pada sapi sangat panjang. Hal itu dipengaruhi oleh makanannya yang sebagian besar terdiri dari serat (selulosa). Hal itu disebabkan karena makanan herbivora bervolume besar dan proses pencernaannya berat. sedangkan pada karnivora volume makanan kecil dan pencernaan berlangsung dengan cepat.Sekum pada pemakan tumbuh-tumbuhan lebih besar dibandingkan dengan sekum karnivora. Enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak.

O2 akan masuk ke dalam paru-paru. sedangkan pada saat mengeluarkan udara (exhalase).bersama feses. Pada saat burung atau mamalia menghirup udara (inhalase). sehingga di dalam feses (tinja) hewan yang mengandung bahan organik akan diuraikan dan dapat melepaskan gas CH4 (gas bio). dan pertukaran gas antara kapiler darah dengan sel tubuh. umumnya terjadi dalam tiga fase. Tranpor gas melalui sistem sirkulasi. maka CO 2 dikeluarkan dari paru-paru ke lingkungan luar. II. yaitu bernafas (breathing). dimulai dari proses difusi 3 3 . Sistem Pernafasan Pertukaran gas pada vertebrata. transpor gas melalui sistem sirkulasi.

Fase ke tiga pertukaran gas terjadi di dalam jaringan tubuh. dimana se-sel menerima O2 dari darah dan memberikan CO2 ke darah.O2 dari paru-paru ke kapiler darah. Oksigen kemudian dibawa oleh hemoglobin darah ke sel-sel tubuh. Oksigen di dalam sel-sel tubuh digunakan untuk pembakaran molekulmolekul makanan untuk mendapatkan energi. dengan proses yang disebut respirasi seluler (Campbell et al. 1999). Pada saat bersamaan. a. Bagian terluar dare 3 4 . darah juga berperan dalam CO2 transpor dari jaringan ke paru-paru. Insang berbentuk lembaranlembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Alat Pernapasan pada Ikan Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces).

alat pertukaran ion. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen. Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. penyaring makanan. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam.insang berhubungan dengan air. dan osmoregulator. dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum. sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang 3 5 .

yakni inspirasi dan ekspirasi. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Pada fase inspirasi. C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh. 3 6 . selain dengan labirin. ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi. Untuk menyimpan cadangan 02.merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02.

katak bernapas juga dengan paruparu walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia. Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentukbentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. alat pernafasan katak 3 7 .Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh Gbr.

Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Bersamaan dengan itu.Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru dan sebaliknya. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. Otot-otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru-paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan 3 8 . Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka.

kura-kura.berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru reptilia lebih sederhana. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon 3 9 . c. Pada kadal. dan buaya paru-paru lebih kompleks. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbon dioksida keluar. Alat Pernapasan pada Reptilia Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas.

tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paruparu. udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Alat Pernapasan pada Aves Pada burung. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin.Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara. Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini. dan bagian akhir 4 0 . d. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.

burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus 4 1 . Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi.trakea bercabang menjadi dua bagian. Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus. yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus (di bagian dorsal). Selain paru-paru.

ruang dada bagian depan (toraks anterior). ruang dada bagian belakang (toraks posterior).pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut. dan sayap. antara tulang selangka (korakoid). Karena adanya pundipundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. dan di rongga perut (kantong udara abdominal). leher. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan. Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk 4 2 . pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal).

burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar.pundi hawa sebagai cadangan udara.bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. 4 3 . Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (OZ) di paruparu berkurang. yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Sebaliknya. Atau dengan kata lain. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi.

Bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru- 4 4 . kemudian udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang. pelepasan oksigen di paruparu dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi. udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru-paru. Bagan pernapasan pada burung di saat hinggap adalah sebagai berikut. sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. Jadi. Burung mengisap udara. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada.ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula.

di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). dan bobot tubuh. Selaput lendir 4 5 . kesehatan. Udara menuju pundipundi hawa depan. Alat Pernapasan pada Mammalia Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal. e. dan udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru.paru mengalir ke pundi-pundi hawa. aktifitas. Rongga Hidung (Cavum Nasalis) Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). 1. antara lain. Rongga hidung berlapis selaput lendir.

2. Faring merupakan percabangan 2 saluran. Faring (Tenggorokan) Udara dari rongga hidung masuk ke faring.berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. 4 6 . yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Selain itu. terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara.

Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka.Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan. bernapas. Tenggorokan (Trakea) 4 7 . dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan. Walaupun demikian. Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. 3.

dan pada bagian dalam rongga bersilia. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea. Siliasilia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus 4 8 . 4. dikelilingi oleh cincin tulang rawan. Dinding tenggorokan tipis dan kaku. Cabang-cabang Tenggorokan (Bronki) Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian. yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri.Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm.

disebut pleura. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam 4 9 . di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan ( pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri ( pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis. 5. Paru-paru (Pulmo) Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas.

(pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). yang 5 0 .

5 1 .

Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain. 5 2 .Gbr. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Struktur paru-paru Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru.

alveolus. dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus. Bronkiolus 5 3 . jaringan elastik. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.Paru-paru tersusun oleh bronkiolus. Di dalam paru-paru. dan pembuluh darah. bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm.

tidak mempunyi tulang rawan. Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon. tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan. Mekanime bernafas 5 4 . f. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus).

Sebaliknya. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. 5 5 . Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler.Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karma sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis. sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh.

Mekanismenya dapat dibedakan 5 6 . Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan. a. Pernapasan Dada Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam.apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.

2 Fase ekspirasi. 1.sebagai berikut. Fase ini merupakan fase relaksasi ata 5 7 .

. Pernapasan Perut Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga b. tekanan di dalam rongga dada menjad daripada tekanan luar. otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi k akibatnya. 5 8 . sehingga udara dalam rong kaya karbon dioksida keluar.

Fase ekspirasi merupakan fase berel . 5 9 . 1. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut. 2 Fase Ekspirasi. diafragma (kembali ke posisi semula. mengemba rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih be udara keluar dari paru-paru.perut dan rongga dada.

Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimun yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia. Walaupun demikian. yang 1000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. volume udara paru-paru manusia mencapai 4500cc. Dalam keadaaan normal.Dalam keadaan normal. Kapasitas tidal adalah 6 0 . kegiatan inspirasi dan ekpirasi atau menghirup dan menghembuskan udara dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal = ± 500 cc). kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3500 cc.

Dalam keadaan luar biasa. inspirasi maupun ekspirasi dalam menggunakan sekitar 1500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1500 cc). Sistem Sirkulasi. ibi 6 1 . III.jumlah udara yang keluar masuk pare-paru pada pernapasan normal. s Amph Peredaran darah ganda. jantung beruang dua. Pisce Peredaran darah tunggal. jantung beruang tiga.

jantung beruang empat. Peredaran darah ganda. Darah (Sanguis) Pada masa embrio (janin) sel-sel darah dibuat di dalam Limpa dan Hati (extra medullary haemopoiesis). Pada buaya terdapat lubang kecil antar bilik yang disebut foramen panizzae. sekat antar ruang belum sempurna. Setelah embrio sudah cukup usia. jantung beruang empat. fungsi itu diambil alih oleh Sumsum Tulang.Reptil Aves Peredaran darah ganda. sekat sudah sempurna. a 6 2 .

b. oksigen. 2 . Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah Eritrosit. Lekosit. Plasma Darah adalah cairan darah. karbondioksida. pH regulator) 6 3 .1 . sampah dan air) 2 Termoregulasi (pengatur suhu tubuh) 3 Imunologi (mengandung antibodi tubuh) 4 Homeostasis (mengatur keseimbangan zat. Fungsi Darah 1 Transportasi (sari makanan. dan Trombosit.

Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis. Jenisnya adalah eosinofil. Jenis Leukosit (berdasarkan granula) Granulos Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar it (granula).Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. basofil dan netrofil. Agranulo Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Gerakan lekosit mirip dengan amoeba Gerak Amuboid. Jenisnya 6 4 .

Netrofil (ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen). Jenis Leukosit Eosinof mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga il Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing). Berfungsi sebagai fagosit.sit adalah limfosit dan monosit. Berfungsi pada reaksi alergi. Basofil mengandung granula berwarna biru (Warna Basa). Limfosit (ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untuk 6 5 . Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear).

Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor). sel T4 imunitas seluler dan sel B4 imunitas humoral merupakan lekosit dengan ukuran paling besar d. maka orang tersebut menderita Hemofili.000 . Trombosit (keping darah) Disebut pula sel darah pembeku.500.Monosit menyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh.000 sel/cc. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200. 6 6 .

Plasma Darah Terdiri dari air dan protein darah Þ Albumin. Globulin dan Fibrinogen.e. Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah. Antibodi 6 7 . Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing (Antigen). Tiap antibodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam. Zat antibodi adalah senyawa Gama Globulin.

Antibodi yang dapat menawarkan racun Antitoksin. Yang umum adalah penentuan cara ABO (ABO System) oleh Landsteiner.yang dapat menggumpalkan antigen disebut Presipitin. Jika aglutinogen dan aglutinin yang "sesuai" bercampur terjadi reaksi aglutinasi. Contohnya adalah sifat golongan darah (Blood Groups). Antibodi yang dapat menguraikan antigen disebut Lisin. 6 8 . Resipien Universal golongan darah yang dapat memberikan darah dari semua jenis golongan darah yang lain Golongan Darah AB. Donor Universal golongan darah yang dapat memberikan darahnya pada semua jenis golongan darah yang lain Golongan Darah O.

Sistem golongan darah yang lain adalah Sistem Rhesus yang dikemukakan oleh Landsteiner. Nama Rhesus diambil dari sejenis kera Macacca rhesus (di India). Prinsipnya adalah terdapatnya antibodi terhadap antigen D (anti-D). Sistem rhesus mengenal dua jenis golongan darah yaitu: 1. Rhesus POSITIF 2. Rhesus NEGATIF (diturunkan secara genetis, Rh+ dominan terhadap Rh-) Eritroblastosis Foetalis adalah kelainan pada bayi di mana telah terjadi ketidaksesuaian faktor rhesus (bayi Rh + dan ibu Rh -). Gejala penyakit ini adalah Ikterik ditemukan oleh Levine. Pertolongan pada bayi tersebut adalah dengan cara Transfusi Eksanguinasi (Exchange Transfussion).

6 9

f. Jantung Terdiri dari tiga lapisan 1. Perikardium (lapisan luar) 2. Miokardium (lapisan tengah/otot jantung) 3. Endokardium (lapisan dalam) Jantung terdiri dari 4 ruang 1. Atrium Sinister (Serambi Kiri) 2. Atrium Dekster (Serambi Kanan)

7 0

3. Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) 4. Ventrikel Dekater (Bilik Kanan) Antara Atrium Sinister (Serambi Kiri) dengan Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) terdapat katup dua daun (Valvula Bicuspidalis), sedangkan antara Atrium Dexter (Serambi Kanan) dengan Ventrikel Dexter (Bilik Kanan) dihubungkan katup tiga daun (Valvula Tricuspidalis). Jantung mendapat makanan (oksigenasi) melalui pembuluh Arteri Koronaria. Peredaran darah terbagi dua bagian yang bekerja sekaligus yaitu : 1. Peredaran darah Pulmona/Peredaran darah pendek (jantung - paru-paru jantung).

7 1

2. Peredaran darah Sistemik/Peredaran darah panjang (jantung - seluruh tubuh - jantung) Denyut jatung terbagi dua fase yaitu: 1. Fase Sistolik (kontraksi). 2. Fase Diastolik (relaksasi). g. Pembuluh Darah Terdiri dari :

7 2

1. Duktus Torasikus. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung menuju Arteri terdiri dari Aorta. 2. h. Terdapat dua pembuluh limfe besar : 1. Arteri. Venula. Vena. 2. Pembuluh darah yang menuju jantung melalui Vena terdiri dari Vena Kava. Pembuluh antara arteri dan vena disebut Kapiler. 3. Arteriol. 7 3 . Duktus Limfatikus Dekster.

sistem peredaran darah pada vertebrata dibedakan menjadi dua macam. sistem sirkulasi pada vertebrata ada 2 macam yaitu: sistem peredaran darah terbuka pada limfa. Berdasarkan cara peredarannya. i. Sistem 7 4 . dan sistem peredaran darah tertutup pada darah. Bila terjadi infeksi dalam tubuh maka terjadi pembesaran kelenjar limfe regional. Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata Berdasarkan jenis cairan yang diedarkan. yakni sistem peredaran darah dan sistem limfatik (peredaran getah bening).Di sepanjang pembuluh tersebut terdapat kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai filter terhadap bibit penyakit.

dan darah. vena. kapiler.peredaran darah pada vertebrata berbeda dengan sistem peredaran darah pada invertebrata dalam hal ada tidaknya pusat koordinasi peredaran. Jantung adalah pusat peredaran. Jantung yang tersusun oleh otot yang kuat memiliki kontraksi vang ritmik (teratur). arteri. arteri bercabang-cabang di seluruh bagian tubuh menjadi arteri 7 5 . Pada invertebrata dijumpai suatu pusat koordinasi peredaran. Selanjutnya. Dengan kekuatan kontraksinya. biasa kita sebut detak atau denyut. jantung mampu mendorong darah meninggalkan jantung. Sistem peredaran darah vertebrata terdiri dari jantung. Arteri dan vena dapat dijumpai pada hewan vertebrata. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung disebut arteri (nadi).

Selain itu. Plasma 7 6 . Darah dari seluruh tubuh akan kembali melalui venula (pembuluh balik kapiler) kemudian menuju ke vena (pembuluh balik yang lebih besar) dan akhirnya kembali ke jantung. Sel darah putih (leukosit) ada beberapa macam dan masing-masing mempunyai tugas khusus. Plasma darah vertebrata tak berwarna dan mengandung sel darah merah (eritrosit). Eritrosit berwarna merah karena adanya hemoglobin yang berperan dalam pengikat O2.yang halus dan disebut kapiler. Akan tetapi. eritrosit pada mamalia berbentuk bikonkaf dan tidak berinti. terdapat juga keping-keping darah (trombosit). pada sistem pernapasan. Pada umumnya eritrosit vertebrata berbentuk oval dan berinti.

Berdasarkan jenis cairan yang diedarkan. vena yang membawa darah meninggalkan lambung dan usus disebut vena porta karena membawa darah ke susunan kapiler yang lain. sampah metabolisme. hasil proses sekresi. dan beberapa gas. Pada hewan vertebrata. Berdasarkan cara 7 7 . sistem peredaran darah pada vertebrata dibedakan menjadi dua macam. yakni sistem peredaran darah dan sistem limfatik (peredaran getah bening).darah berberfungsi membawa sari-sari makanan. Bila kapiler yang dituju adalah kapiler dalam hati (hepar) maka vena ini disebut vena porta hepatika. Pada umumnya vertebrata tingkat rendah memiliki vena portal renalis (ginjal). Sistem peredaran getah bening (sistem limfatik) berperan dalam pertahanan tubuh dan pengembalian plasma dari jaringan-jaringan.

Anemia . Atherosklerosis disebabkan oleh lemak.Sklerosis -Trombus dan Embolus .Lekimia . Bila terjadi di rektum 7 8 . Þ Penyakit keganasan darah (kanker darah) Þ Pengerasan dinding pembuluh nadi. darah sukar membeku.Varises Þ Kadar Hb tidak mencukupi (di bawah normal). Þ Gangguan jantung karena terdapat gumpalan pada nadi tajuk (arteri koronaria). sedangkan Arteriosklerosis disebabkan oleh kapur.. Þ Kekurangan faktor pembekuan darah. Þ Pelebaran pembuluh vena akibat kerusakan pada katup-katupnya.Hemofilia .

Amonia adalah hasil pemecahan protein dan bermacam-macam garam.IV. Sistem Ekskresi (Ginjal) Fungsi utama ginjal adalah mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen misalnya amonia. Selain itu. misalnya vitamin yang larut dalam air. mempertahankan cairan ekstraselular dengan jalan mengeluarkan air 7 9 . ginjal juga berfungsi mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan. melalui proses deaminasi atau proses pembusukan mikroba dalam usus.

8 0 . serta mempertahankan keseimbangan asam dan basa. Sekresi dari ginjal berupa urin.bila berlebihan.

8 1 .

Berat ginjal diperkirakan 0. Setiap menit 2025% darah dipompa oleh jantung yang mengalir menuju ginjal. dan kelenjar keringat.Gbr. Ginjal terdiri dari tiga bagian utama yaitu: 8 2 . paruparu.5% dari berat badan. Alat-alat ekskresi pada manusia yang berupa ginjal. a. dan panjangnya ± 10 cm. jumlahnya sepasang dan terletak di dorsal kiri dan kanan tulang belakang di daerah pinggang. Struktur Ginjal Bentuk ginjal seperti kacang merah. kulit.

korteks (bagian luar) 2. medulla (sumsum ginjal) 3. akibatnya perembesan zat buangan menjadi banyak. Tubulus pada badan Malphigi adalah tubulus proksimal yang bergulung dekat 8 3 .1. pelvis renalis (rongga ginjal). Setiap nefron terdiri atas badan Malphigi dan tubulus (saluran) yang panjang. Kapsul Bowman membungkus glomerulus. Pada badan Malphigi terdapat kapsul Bowman yang bentuknya seperti mangkuk atau piala yang berupa selaput sel pipih. Glomerulus berbentuk jalinan kapiler arterial. Bagian korteks ginjal mengandung banyak sekali nefron ± 100 juta sehingga permukaan kapiler ginjal menjadi luas.

Tubulus yang kedua adalah tubulus distal. 8 4 .kapsul Bowman yang pada dinding sel terdapat banyak sekali mitokondria.

8 5 .

Ginjal terletak di dorsal pinggang berjumlah sepasang 8 6 .Gbr.

8 7 .

Dari kandung kencing menuju luar tubuh urin melewati saluran yang disebut uretra. b. Rongga ginjal dihubungkan oleh ureter (berupa saluran) ke kandung kencing (vesika urinaria) yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara urin sebelum keluar tubuh. Proses-proses di dalam Ginjal 8 8 .Gbr. Struktur dalam (anatomi) ginjal Pada rongga ginjal bermuara pembuluh pengumpul.

dan augmentasi. Prosesnya sebagi berikut: 1. Beberapa faktor yang mempermudah proses penyaringan adalah tekanan hidrolik dan permeabilitias yang tinggi pada glomerulus.Di dalam ginjal terjadi rangkaian prows filtrasi. Bahan-bahan 8 9 . Pada glomerulus terdapat sel-sel endotelium kapiler yang berpori (podosit) sehingga mempermudah proses penyaringan. Penyaringan (filtrasi) Filtrasi terjadi pada kapiler glomerulus pada kapsul Bowman. keping darah. Selain penyaringan. di glomelurus terjadi pula pengikatan kembali sel-sel darah. reabsorbsi. dan sebagian besar protein plasma.

Pada filtrat glomerulus masih dapat ditemukan asam amino. bikarbonat. kalium. klorida. asam amino. glukosa. natrium. 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus 9 0 . Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein. natrium. kalium. dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan.kecil terlarut dalam plasma. Oleh karena itu. 2. seperti glukosa. garam lain. Penyerapan kembali (Reabsorbsi) Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. dan garamgaram lainnya.

Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin seku Zder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. Sebaliknya. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air. Sisa sampah kelebihan garam. 1200 g garam. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. dan 150 g glukosa. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Pada urin sekunder. dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan dalam urin.proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. misalnya 9 1 . Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali.

Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. sedangkan air melalui peristiwa osn osis. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi.03`.5% garam. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air. 3. 1. misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin. 2. Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder.ureum dari 0.5% urea. 9 2 . Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. dan sisa substansi lain.

Sebaliknya. Penderitanya akan menghasilkan urin yang sangat encer.c Hal-hal yang Mempengaruhi Produksi Urin Hormon anti diuretik (ADH) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis posterior akan mempengaruhi penyerapan air pada bagian tubulus distal karma meningkatkan permeabilitias sel terhadap air. Jika hormon ADH rendah maka penyerapan air berkurang sehingga urin menjadi banyak dan encer. Kehilangan kemampuan mensekresi ADH menyebabkan penyakti diabetes insipidus. jika hormon ADH banyak. penyerapan air banyak sehingga urin sedikit dan pekat. 9 3 .

9 4 . Selain ADH.d Mekanisme kerja pengaruh hormon ADH terhadap produksi urin. akan menurunkan konsentrasi protein yang dapat menyebabkan tekanan koloid protein menurun sehingga tekanan filtrasi kurang efektif. urin yang diproduksi banyak. akibat banyaknya air yang diminum. Hasilnya. banyak sedikitnya urin dipengaruhi pula oleh faktor-faktor berikut : a. Jumlah air yang diminum.

Akibatnya. Banyak sedikitnya hormon insulin.b. filtrasi kurang efektif karena tekanan darah menurun. apabila hormon insulin kurang (penderita diabetes melitus). sehingga orang akan sering mengeluarkan urin. kadar gula dalam darah akan dikeluarkan lewat tubulus distal. 9 5 . rangsangan pada saraf ginjal akan menyebabkan penyempitan duktus aferen sehingga aliran darah ke glomerulus berkurang. c. Saraf. Kelebihan kadar gula dalam tubulus distal mengganggu proses penyerapan air.

Sistem Koordinasi PETA PIKIRAN SISTEM SARAF MANUSIA 9 6 .V.

9 7 .

Untuk menanggapi rangsangan. yaitu: . Saraf tersusun dari a 9 8 . Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera. ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Reseptor. Penghantar impuls.Sistem Saraf pada Manusia Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. dilakukan oleh saraf itu sendiri. . adalah alat penerima rangsangan atau impuls.

berkas serabut penghubung (akson). dan akson. 1 9 9 . adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar. Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas.. Efektor. Sel Saraf (Neuron) Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. dendrit. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel. Sel saraf disebut neuron.

dan badan nisel. badan golgi. lisosom. sentrosom. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein. mitokondria. sitoplasma.Badan sel Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel. a b Dendrit 1 0 0 .

Di dalam neurit terdapat benangbenang halus yang disebut neurofibril. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh c 1 0 1 .cabang. Akson Akson disebut neurit. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang.

Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. yaitu: a Sel saraf sensorik. Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya. 1 0 2 .sel. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan. adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan.

adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. c Sel saraf penghubung. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar.Sel saraf motorik. Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis. Sinapsis ini terletak antara dendrit dan neurit. Bentuk sinapsis seperti benjolan dengan kantung-kantung yang berisi zat b 1 0 3 . Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan.

Zat-zat tersebut berperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis. b Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada 2 1 0 4 . Contoh rangsangan adalah sebagai berikut. kemudian dibawa oleh neuron. a Perubahan dari dingin menjadi panas. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Impuls Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar.kimia seperti asetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase.

Gerakan tersebut adalah sebagai berikut. d Suatu benda yang menarik perhatian. Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. f Rasa asam. asin dan pahit pada makanan. a Gerak sadar Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja 1 0 5 . manis. c Berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung.tekanan. e Suara bising.

atau disadari. 1 0 6 . b Gerak refleks Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Bagannya adalah sebagai berikut. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang.

Bagannya sebagai berikut.Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak. Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu 1 0 7 . a Contoh gerak refleks adalah sebagai berikut.

Gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi Susunan Sistem Saraf Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.b c d e b Gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk ke mata. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Menutup hidung pada waktu mencium bau yang sangat busuk. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf 1 0 8 . Gerakan tangan menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh.

otak kecil (Cerebellum). Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. 1 Sistem saraf pusat Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum). dan batang otak.otonom. beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan. Otak terletak di dalam rongga tengkorak. Otak 1 0 9 .

sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah kanan. tepatnya di bawah otak besar. yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian. Otak kecil terdiri atas dua lapisan. yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan 1 1 0 . Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister.besar dibagi menjadi dua belahan. Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar. Otak besar belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri. yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol.

Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis. dan kegiatan lain yang tidak disadari. berisi neurit dan dendrit. Batang otak terletak di depan otak kecil. dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil.kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan. 1 1 1 . seperti kecepatan napas. Batang otak tersusun dari medula oblangata. dan otak tengah. denyut jantung. darah. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Batang otak terbagi menjadi dua lapis. tekanan. suhu tubuh. pons. yaitu lapisan dalam dan luar berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. di bawah otak besar. Lapisan luar berwarna putih.

mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua.Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang. saraf motorik. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapis. 2 Sistem Saraf Tepi 1 1 2 . Lapisan luar mengandung serabut saraf dan lapisan dalam mengandung badan saraf. dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks. yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik.

3 Sistem saraf somatis Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari lingkunganmu. misalnya mata. Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu. Saraf sumsum tulang 1 1 3 . telinga. Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat. dan kulit. hidung.

belakang keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh. antara lain kaki.isyaratkan ke 1 1 4 . isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemah.kan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan meng. sistem saraf pusat. Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut. Proses ini dipengaruhi saraf sadar. berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini. tangan. 1 Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit. dan otot lurik. dan otot-otot rangka.

3 Ketika kita melihat kamar berantakan. Kemudian otak mengisyaratkan pada tangan untuk menghidupkan kipas angin. mata akan menyampaikan informasi tersebut ke otak. kulit akan menyampaikan informasi tersebut ke otak.tangan untuk membukakan pintu. 2 Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas. 4 Sistem saraf otonom Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak 1 1 5 . otak akan menterjemahkan informasi tersebut dan mengisyaratkan tangan dan kaki untuk bergerak membersihkan kamar.

Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. a Mempercepat denyut jantung 1 1 6 .disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut. Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar.

b Memperlebar pembuluh darah c Memperlebar bronkus d Mempertinggi tekanan darah e Memperlambat gerak peristaltis f Memperlebar pupil g Menghambat sekresi empedu h Menurunkan sekresi ludah i Meningkatkan sekresi adrenalin. Susunan 1 1 7 . Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral. karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral.

c. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik.saraf parasimpatik berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sistem Endokrin Sistem endokrin disusun atas klenjer-kelenjar ednokrin yang mensekresikan bahan-bahan kimia ke ruang ekstraseluler dan kemudian 1 1 8 . Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung. sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.

2 Membantu mensekresikan hormon-hormon yang bekerja dalam sistem persyarafan sehingga membantu tubuh tetap dalam keadaan seimbang dan selalu siap dalam menghadapi keadaan stress. lemak dan karbohidrat serta substansi kimia lainnya. keseimbangan kerja enzim dan metabolisme protein. 3 berperan dalam pengaturan pertumbuhan dan perkembangan 4 Kontrol perkembangan seksual dan reproduksi 1 1 9 . Sistem endokrin memiliki 4 peran utama yaitu: 1 Mempertahankan homeostatis dengan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.memasuki pembuluh darah dan mengikuti sirkulasi ke seluruh tubuh untuk menuju organ target.

Sontoh dari hormon setempat adalah asetilkolin yang dilepaskan oleh bagian ujung-ujung syaraf parasimpatis dan syaraf rangka. Hormon terbagi kedalam hormon setempat dan hormon umum.Sistem endokrin disusun atas klenjer-kelenjar ednokrin yang mensekresikan bahan-bahan kimia ke ruang ekstraseluler dan kemudian memasuki pembuluh darah dan mengikuti sirkulasi ke seluruh tubuh untuk menuju organ target. Sekretin yang dilepaskan oleh dinding duodenum dan diangkut dalam darah menuju pankreas untuk menimbulkan 1 2 0 . Sifat alami hormon Hormon adalah senyawa kimia yang khusus diproduksi oleh kelenjar endokrin tertentu.

Hormon-hormon lain hanya mempengaruhi jaringan spesifik yang disebut jaringan target.sekresi pankreas. kolesistokinin yang dilepaskan dalam usus halus dan diangkut ke kandung empedu sehingga timbul kontraksai kandung empedu dan pankreas sehingga timbul sekresi enzim. Hormon-hormon tersebut memiliki efek setempat yang khusus sehingga disebut dengan hormon setempat Sebagian besar hormon umum disekresikan oleh kelenjar endokrin yang khusus. Beberapa hormon umum mempengaruhi semua atau hampir semua sel tubuh seperti hormon pertumbuhan yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior dan hormon tiroid yang berasal dari kelenjar tiroid yang meningkatkan kecepatan sebagian besar reaksi kimka dihampir seluruh sel tubuh. sebab hanya 1 2 1 .

2 Derivat asam amino tirosin: Tiroksin. epinefrin. Ovarium (estrogen dan progesteron). testis (testosteron) dan plasenta (estrogen dan progesteron). Berbagai hormon steroid yang berbeda disekresi oleh: Korteks adrenal (kortisol dan aldosteron).jaringan tersebut yang mempunyai reseptor sel target spesifik yang akanmengikat hormon-hormon yang sesuai agar dapat memacu kerja dari hormon. an triiodotironin. Segi kimiawi hormon Secara kimiawi hormon dapat dibagi dalam tiga tipe yaitu: 1 Hormon steroid: Sebagian besar tipe ini berasal dari kolesterol. dan norepinefrin 1 2 2 .

3 Protein atau peptida: Pada dasarnya semua hormon endokrin yang penting dapat merupakan derivat protein. peptida atau derivat dari keduanya a Penyimpanan dan sekresi Hormon. Prohormon diangkut dalam vesikel pengangkut retikulum endoplasma menuju badan golgi dan dipecah menjadi hormon protein aktif bentuk akhir. Hormon 1 2 3 . Protein pertama yang dibentuk merupakan molekul besar yang disebut preprohormon. Semua hormon protein dibentuk oleh retikulum endoplasma granular dari sel-sel kelenjar. Protein selanjutnya di pecah menjadi prohormon.

dibentuk pertama kali sebagi bagian dari molekul protein besar yang disebut dengan tiroglobulin dan bentuk inilah yang disimpan dalam folikel besar di dalam kelenjar tiroid. Pada hormon medula adrenal yaitu epinefrin dan norepinefrin keduanya akan diabsorpsi kedalam vesikel yang telah terbentuk sebelumnya dan akan disimpan sampai saatnya disekresikan. hormon lain atau sinyal kimiawi atau fisik setempat. Hormon akan tetap disimpan sampai dengan ada sinyal spesifik misalnya sinyal syaraf. Hormon tiroksin dan triiodotironin sebaliknya. Kelompok hormon yang berasal dari tirosin dibentuk oleh kerja enzim dalam ruang sitoplasma sel glandular.dipadatkan dan disimpan dalam vesikel sekretorik atau granula sekretorik. Sewaktu hormon tiroid ini akan disekresikan maka sistem 1 2 4 .

1 2 5 . Hormon steroid yang dibentuk didalam korteks adrenal. ovarium atau testis akan disimpan dalam jumlah sedikit di sel glandular tetapi sejumlah besar sel prekursor terutama kolesterol dan berbagai bahan perantara terdapat di dalam sel. Dengan rangsangan yang sesuai enzim yang terdapat didalam sel ini dalam beberap menit akan menyebabkan perubahan kimiawi yang dibutuhkan bagi hormon akhir yang kemudian akan segera diikuti dengan sekresi hormon tersebut.enzim yang spesifik yang terdapat didalam sel glandular tiroid akan ememcah kolekul tiroglobulin itu sehingga memungkinkan hormon tiroid dapat dilepaskan ke dalam darah.

Beberapa hormon dari protein ada yang memerlukan protein pembawa untuk sampai ke sel target. Hormon yang merupakan protein mudah larut dalam air sehingga dapat bersirkulasi dengan bebas didalam sistem sirkulasi.Hormon di sintesa dari material-material yang ada dalam sel dan disekresikan kedalam ruang ekstraseluler dan memasuki pembuluh darah melalui kapiler-kapiler yang melalui kelenjar tersebut. Hormon yang merupakan steroid larut dalam lemak dan kelarutannya dalam air yang ada dalam plasma sangat buruk sehingga harus ditransportasi dalam darah yang dikombinasi dengan Plasma globular protein. 1 2 6 .

Sistem kontrol umpan balik dalam sekresi hormon. Pengaturan sekresi hormon ini di kontrol oleh sistem umpan balik. Pada sebagian besar pengaturan hormon biasanya menggunakan mekanisme umpan balik negatif sebagai berikut: 1 kelenjar endokrin memiliki kecenderungan alami untuk mensekresikan secara berlebihan hormonnya. 2 Oleh karena kecenderungan ini hormon akan semakin menggunakan efek pengaturannya pada organ target 3 Organ target kemudian akan melakukan fungsinya 1 2 7 . Meskipun hormon selalu ada di dalam sistem endokrin tetapi tidak di sekresikan terus menerus.

Hormon endokrin hampir tidak pernah bekerja langsung pada sistem intraseluler. Hormon ini biasanya pertama kali bergabung dengan reseptor hormon yang terdapat pada sel. Kombinasi hormon dengan reseptor kemudian biasanya menimbulkan satu rangkaian reaksi di dalam sel sehingga memiliki efek yang besar. Hampir semua reseptor hormonmerupakan protein besar dans etiap 1 2 8 .4 tapi bila terlalu banyak fungsi yang terjadi. biasanya beberapa faktor dari fubgsi itu akan menjadi umpan balik bagi kelenjar endokrin sehingga kelenjar mengurangi mengurangni kecepatan sekresinya c Reseptor hormon dan aktivitasnya.

diduga terletak dalam hubungan dengan satu kromosom atau lebih 1 2 9 . Reseptor ini sangat khusus untuk hormon golongan protein.memiliki 200-100. Reseptor untuk hormon metabolik tiroid (tiroksin dan triiodotironin) dijumpai didalam inti. Reseptor untuk berbagai hormon steroid yang berbeda dapat dijumpai hampir semuanya di dalam sitoplasma 3 Di dalam inti sel.peptida dan epinefrin dan norepinefrin 2 Di dalam sitoplasma sel.000 reseptor. Pada umumnya lokasi reseptor berbeda: 1 Di dalam atau pada permukaan membran sel.sel biasanya .

Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Beberapa hormon merupakan glikoprotein seperti yang disekresikan oleh kelenjar pankreas. Hormon yang disekresi oleh kelenjar tiroid merupakan amin dan ovarium. REPRODUKSI DAN PERKEMBANGAN VERTEBRATA Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi.Kebanyakan hormon adalah steroid. Fertilisasi pada vertebrata dapat 1 3 0 . VI. serta kelenjar adrenal mensekresikan hormon yang berupa steroid. testis. derivat asam amino atau protein.

misalnya hewan dari kelompok reptil. Setelah fertilisasi internal.terjadi secara eksternal atau secara internal. 1 3 1 . aves dan mammalia. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial). Contohnya pada ikan (pisces) dan amfibi (katak). misalnya air. Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina. yaitu dengan cara ovipar. yakni berlangsung dalam suatu media cair. ada tiga cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi. yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. vivipar dan ovovivipar.

Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. 3 Vivipar (Beranak) Vivipar merupakan embrio yang berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina. Setelah anak siap untuk dilahirkan.2 Ovipar (Bertelur) Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. anak 1 3 2 . Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak.

1 3 3 . misalnya kelinci dan kucing. Setelah cukup umur. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal) dan ikan hiu. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur.akan dikeluarkan dari vagina induk betinanya. 4 Ovovivipar (Bertelur dan Beranak) Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur. telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. Contoh hewan vivipar adalah kelompok mamalia (hewan yang menyusui).

1 3 4 . Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan dikeluarkan melalui kloaka.b Reproduksi Ikan Ikan merupakan kelompok hewan ovipar. ikan betina mencari tempat yang rimbun olehtumbuhan air atau diantara bebatuan di dalam air. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang. ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Saat akan bertelur. namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma.

sehingga terjadifertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal).Bersamaan dengan itu. 1 3 5 . Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. ikan jantan juga mengeluarkan sperma dar testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka. Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah batu. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 – 40 jam.

Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya dari 1 3 6 .

Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya dari 1 3 7 .

1 3 8 .

1 3 9 .

merupakan jenis hewan ovipar. katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus. Sebelumnya. misalnya katak. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh.c Reproduksi Amfibi (Amphibia) Kelompok amfibi. Pada saat kawin. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk. 1 4 0 . Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar.

katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum. Setelah terjadi fertilisasi eksternal. terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur. Gumpalan telur yang telah dibuahi 1 4 1 .Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka.

Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. sehingga paru-parunya mulai berfungsi. serta celah-celah insang mulai tertutup. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan. anak katak bernapas dengan dua 1 4 2 . Pada saat itu. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air. mulailah terjadi metamorfosis. Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru. Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi.kemudian berkembang menjadi berudu.

organ, yaitu insang dan paru-paru. Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang, sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai.

d

Reproduksi Reptil (Reptilia)

1 4 3

1 4 4

Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewanhewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua

1 4 5

penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.

1 4 6

beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Pada kebanyakan jenis reptil. iguana laut. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk. telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. 1 4 7 . ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hewan reptil seperti kadal.

Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Pada burung betina hanya ada satu ovarium. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Walaupun kelompok buruk tidak memiliki alat kelamin luar.e Reproduksi Burung (Aves) Kelompok burung merupakan hewan ovipar. fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di 1 4 8 . yaitu ovarium kiri.

Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk.kloaka. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri. Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. 1 4 9 . serta perlu dibesarkan dalam sarang. Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya.

berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Sebelum terjadi pembuahan internal. Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar. Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina). misalnya sapi.f Reproduksi Mamalia (Mammalia) Semua jenis mamalia. Setelah uterus. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu 1 5 0 . Testis berisi sperma. sehingga pembuahannya bersifat internal. terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina. kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus).

Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar.dengan ureter. 1 5 1 . Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus.

Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens. sperma yang terdapat di dalam cairan yang disebut semen dikeluarkan melalui vas deferens dan penis yang mengalami ereksi. Ketika melakukan hubungan seksual. Sperma (pembawa gen pria) dibuat di testis dan disimpan di dalam vesikula seminalis.Sistem Reproduksi Manusia (Pria) Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis. kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Penis terdiri dari: a Akar (menempel pada didnding perut) 1 1 5 2 . skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar). uretra.

Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil: a 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi). b c 1 5 3 .Badan (merupakan bagian tengah dari penis) Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut). kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis. Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis. terletak bersebelahan. Dasar glans penis disebut korona.

Jika rongga tersebut terisi darah. maka penis menjadi lebih besar. Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat). mengelilingi uretra. testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh. b 1 5 4 . karena agar sperma terbentuk secara normal. Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis. kaku dan tegak (mengalami ereksi). Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum.

Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma. Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6 meter.Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius. yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama). Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis. Testis memiliki 2 fungsi. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan. Jalur 1 5 5 . Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.

Uretra berfungsi 2 fungsi: 1. Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis. 1 5 6 . Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. 2.sperma. bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih. bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen. Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra.

Arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini. Arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon. pembuluh darah. selama melakukan hubungan seksual. hormon dan psikis. penis menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) Ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf. Rangsang yang menyenangkan menyebabkan suatu reaksi di otak. sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar. yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis. yaitu berdilatasi (melebar). Otot-otot di sekitar vena yang dalam keadaan normal mengalirkan darah dari penis.Fungsionalisasi. akan 1 5 7 .

Saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens. Selanjutnya kontraksi otot di sekeliling urretra akan mendorong semen keluar dari penis. arteri mengencang dan vena mengendur. Kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra.memperlambat aliran darahnya. vesikula seminalis dan prostat. 1 5 8 . yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis. Setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti). Ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks. Tekanan darah yang meningkat di dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah. Leher kandung kemih juga berkonstriksi agar semen tidak mengalir kembali ke dalam kandung kemih.

sehingga penis menjadi lunak. Pada saat estrus.Siklus estrus ditandai dengan adanya estrus (birahi). hewan betin akan 1 5 9 . uterus dan vagina) hewan betina dewasa yang tidak hamil. g Siklus Reproduksi Pada Hewan. oviduk. sedangkan siklus reproduksi pada non primata disebut dengan siklus estrus. yang memperlihatkan hubungan antara satu dengan yang lainnya.Akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah. Siklus reproduksi adalah perubahan siklus yang terjadi pada sistem reproduksi (ovarium. Siklus reproduksi pada mamalia primata disebut dengan silus menstruasi.

pada babi. sapi dan kuda 21 hari dan pada marmut 15 hari.reseftif sebab di dalam ovarium sedang ovulasi dan uterusnya berada pada fase yang tepat untuk implantasi untuk fase berikutnya disebut dengan satu siklus estrus. Pada mamalia khususnya pada manusia siklus reproduksi yang melibatkan berbagai organ yaitu uterus. maka hal ini dimungkinkan oleh adanya pengaturan/koordinasi yang disebut dengan hormon (hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang langsung dialirkan ke dalam peredaran darah dan mempengaruhi organ target) Pada prkatikum ini kami akan melakukan pengamatan tentang apusan 1 6 0 . ovarium. Panjang siklus estrus pada tikus mencit adalah 4-5 hari. mame yang berlangsung dalam suatu waktu tertentu atau adanya sinkronisasi.

kemauan menerima hewan heawan jantan terbatas selama masa yang disebut estrus atau berahi. hewan-hewan betina.vagina pada mencit. Hewan-hewan monoestrus menyelesaikan satu siklus estrus setiap tahun sedangkan hewanhewan poliestrus menyelesaikan dua atau lebih siklus estrus setiap tahun apabila tidak diganggu oleh kehamilan (Adnan. Selama estrus. Pada kebanyakan vertebrata dengan pengecualian primata. 2006 : 43). dan perubahan-perubahan struktural terjadi di dalam organ-organ assesori seks betina. secara fisiologis dan psikologis dipersiapkan untuk menerima hewan-hewan jantan. Praktikum ini dilakukan agar mahasiswa dapat menentukan tahap siklus yang sedang diamati oleh mencit betina dewasa seksual. Siklus estrus dapat dibagi 1 6 1 .

Pada saat estrus. penyatuan sebaiknya dilakukan pada saat estrus awal. Adanya sumbat vagina setelah penyatuan menandakan bahjwa kopulasi telah berlangsung. estrus.dalam beberapa tahap yaitu tahap diestrus. sebelum hewan jantan dan betina disatukan. proestrus. Paad saat estrus. dan metestrus. umpanya mencit dan tikus. 2006 : 43). 1 6 2 . Tahap-tahap isklus dapat ditentukan dengan melihat gambaran sitologi apusan vagina. Apusan vagina biasanya dibuat pada hewan hewan laboratorium. vulva hewan betina biasanya merah dan bengkak. dan hari itu ditentukan sebagai hari kehamilan yang ke nol (Adnan. vagina memperlihatkan sel-sel epitel yang menanduk.

oleh sebab itu maka berahi dapat dipisahkan sama sekali dari peristiwa yang terpenting pada ovarium. Pada terapi dengan menggunkan estrogen. bahkan dapat diberikan pada betina yang dioverektomi. 1990 : 140). estrogen dari luar dapat menimbulkan berahi pada hampir tiap saat selama periode siklus estrus. Perlu diingat bahwa meskipun berahi disebabkan oleh ovarium. yakni estrogen yang dihasilkan oleh folikel-folikel ovarium. yakni ovulasi.Manivestasi psikologis berahi ditimbulkan oleh hormon seks betina. tetapi dengan pengertian bebas dari aktifitas ovarium. 1 6 3 . Pada betina yang intak. adanya faktor ini dalam praktek kedokteran hewan sering dilupakan (Nalbandov. Berahi yang jelas dapat ditimbulkan pemberian estrogen.

Pada kedua kasus ini ovulasi terjadi pada suatu waktu dalam siklus ini setelah endometrium mulai menebal dan teraliri banyak darah.Dua jenis siklus yang berbeda ditemukan pada mamalia betina. Satu perbedaan antara kedua siklus itu melibatkan nasib kedua lapisan uterus jika kehamilan tidak terjadi. sementara mamalia lain mempunya siklus estrus (estrous cycle). Pada siklus estrus 1 6 4 . Pada siklus mnestruasi endometrium akan meluruh dari uterus melalui serviks dan vagina dalam pendarahan yang disebut sebagai menstruasi. Manusia dan banyak primata lain mampunyai siklus menstrtuasi (menstrual cycle). karena menyiapkan uterus untuk kemungkinan implantsi embrio.

dan tidak terjadi pendarahan yang banyak (Campbell. saat disebut waktu estrus. Menurut Syahrum (1994).endometrium diserap kembali oleh uterus. telur keluar (ovulasi). 1 6 5 . Sebelum estrus folikel_folikel ini akan menjkadi besar tetapi akhirnya hanya bsatu yang berisi ovum matang. Folikel yangh berisi ovum matang ini akan pecah. Selama tidak ada aktifitas seksual (diestrus) terlihat terlihat folikel kecilkecil (folicle primer) 2. 3. 2004 : 141). perubahan-perubahan yang terjadi pada ovarium selama siklus estrus: 1.

dengan menimbulkan birahi (estrus) pada betina dan hanya mau kawin ketika mendekati waktu ovulasi. Kalau telur tidak dibuahi. Ovulasi ”birahi” dan perubahan lapisan-lapisan uterus dalam persiapan penerimaan telur yang dibuahi. 1989 : 73). folikel baru akan tumbuh lagi. dikontrol oleh mekanisme endokrin yang rumit (Vilee. korpus luteum akan berdegenerasi.4. Kemungkinan fertilisasi semakin besar diperbesar pada sejumlah spesies mamalia (tetapi pada manusia tidak). 5. korpus luteum akan dipertahankan selama kehamilan dan siklus berhenti sampai bayi lahir dan selesai disusui. siklus diulangi. 1 6 6 . Kalau telur dibuahi.

sedangkan pada siklus uterus jika tidak terjadi 1 6 7 . sehingga tidak banyak terjadi pendarahan. periode ini disebut dengan estrus (Anonim. Pada siklus estrus lapisan endometrium yang telah dipersiapkan untuk menerima konsepsi. Sedang pada mamalia lain terjadi siklus. akan diserap kembali oleh uterus bila tak terjadi pembuahan. Siklus menstruasi terjadi pada manusia dan primata. 2006). vagina mengalami perubahan yang memungkinkan terjadinya perkawinan. jika tidak terjadi pembuahan maka lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar tubuh. Bedanya.Pada manusia dan hewan primata lainnya mempunya siklus menstruasi. pada siklus menstruasi. pada mamalia lain dikenal adanya siklus estrus (estrous cycle). Pada hewan betina periode seputar ovulasi.

maka siklus estrus berhenti sampai bayi lahir. Masa satu periode estrus ke estrus berikutnya disebut satu siklus estrus. misalnya menjangan satu kali dalam satu tahun . Siklus estrus pada bebagai jenis hewan. Kalau terjadi perkawinan dan hamil.pembuahan. Bila dalam satu tahun hanya satu siklus disebut dengan monoestrus. pada saat itu binatang betina siap untuk kawin. Bila tidak maka siklus jalan terus ( Syahrum. 1994 : 45). Terlihat keadaan betina gelisah (Syahrum. 2007) Siklus estrus ini terjadi secara berkala. berbeda-beda begitupun dengan jumlah siklus estrusnya dalam setahun berbeda pula (Rikacute. pada mamalia kecuali primata terjadi berhai pada yang betina disebut estrus {heat). endometrium akan direabsorbsi oleh tubuh. 1994 : 45) Banyak hewan 1 6 8 .

ketika berahi menjadi sangat aktif. Sedang pada mamalia lain terjadi siklus estrus. 2007 : 45). Bedanya. Tikus yang berada di dalam kandang berlari secara spontan jauh lebih banyak ketika berahi dibandingkan selama diestrus. h Siklus Menstruasi. pada siklus menstruasi. jika tidak 1 6 9 . Persalinan. Babi dan sapi pada saat berahi berjalan empat atau lima kali lebih banyak dibandingkan dengan sisa masa siklusnya. Siklus estrus berhubungan erat dengan perubahan organ-organ reproduksi yang berlangsung pada hewan betina (Adnan. Aktifitas yang tinggi ini di sebabkan oleh estrogen. Kehamilan dan Persalinan Manusia Siklus menstruasi terjadi pada manusia dan primata.

1 7 0 . endomentrium akan direabsorbsi oleh tubuh. sedangkan pada siklus estrus. jika tidak terjadi pembuahan.terjadi pembuahan maka lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar tubuh.

1 7 1 .

selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis 1 7 2 . folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Pada seat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi.Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut: 1 Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Saat folikel berkembang menjadi folikel Graaf yang masak.

Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH. Selain itu. LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum).2 menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14. pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi 1 7 3 . Periode ini disebut fase luteal. akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang. waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus.

terjadilah zigot. delapan. zigot membelah secara mitosis menjadi dua. Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii. di dalam morula terdapat rongga yang disebut blastosoel yang berisi cairan yang dikeluokan oleh tuba fallopii.kepada endometriam terhenti. empat. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron. Lapisan terluar blastosit disebut trofoblas 1 7 4 . endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. bentuk ini kemudian disebut blastosit. maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali. enam belas dan seterusnya. Pada saat 32 sel disebut morula.

banyak mengandung pembuluh darah. serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan embrio. lunak. hormon progesteron merangsang pertumbuhan uterus. dindingnya tebal. blastosit sampai di rongga uterus.3 merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni atau ari-ari (plasenta). Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus). Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi. 1 7 5 . sedangkan masa di dalamnya disebut simpul embrio (embrionik knot) merupakan calon janin.

Endoderm tumbuh ke dalam blastosoel membentuk bulatan penuh. setelah hari ke-12. Pembuatan Lapisan Lembaga. permukaannya berjonjot dengan tujuan memperluas daerah penyerapan makanan. di sebelah dalam endoderm. Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis. trofoblas menempel pada dinding uterus (melakukan implantasi) dan melepaskan hormon korionik gonadotropin.4 5 Enam hari setelah fertilisasi. Embrio telah kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi. tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar disebut ektoderm. Dengan 1 7 6 . Hormon ini melindungi kehamilan dengan cara menstrimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi.

Ektoderm akan membentuk epidermis kulit dan sistem saraf. kantung ini tidak berguna. Ketiga lapisan tersebut merupakan lapisan lembaga (Germ Layer). maka tidak berkembang.demikian terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk Pula kantung kuning telur (Yolk Sac) yang membungkus kuning telur. Semua bagian tubuh manusia akan dibentuk oleh ketiga lapisan tersebut. karena kantung ini berisi persediaan makanan bagi embrio. 1 7 7 . Pada manusia. tetapi kantung ini sangat berguna pada hewan ovipar (bertelur). endoderm membentuk saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm.

Kantung Kuning Telur (Yolk Sac)Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan makanan bagi hewan ovipar. sistem ekskresi dan sistem reproduksi. Membran (Lapisan Embrio)Terdapat 4 macam membran embrio. gunanya melindungi janin dari tekanan atau benturan. otot. c. sistem peredaran darah. yaitu: a. Alantois.6 mesoderm membentuk antara lain rangka. b. alantois merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan tangkai 1 7 8 . Pada mammalia dan manusia. Amnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio mengapung. pada alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa metabolisme. pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak berguna.

1 7 9 . Setelah semua membran dan plasenta terbentuk maka embrio disebut janin/fetus. pada tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus membentuk ari-ari (plasenta).badan.Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas. yaitu bagian yang akan berkembang menjadi tall pusat. Jonjot korion menghilang pada hari ke-28. d. kecuali pada bagian tangkai badan.

1 8 0 .

Pada sistem hubungan plasenta. dan tebal 2. jumlah estrogen di dalam darah makin banyak. Plasenta berperan dalam pertukaran gas. Catatan: makin tua kandungan.5 cm. plasenta berukuran kurang dari 1 mm. Plasenta dengan janin Plasenta atau ari-ari berbentuk seperti cakram dengn garis tengah 20 cm.Gbr. Ukuran ini dicapai pada waktu bayi akan lahir tetapi pada waktu hari 28 setelah fertilisasi. makanan dan zat sisa antara ibu dan fetus. darah ibu tidak pernah berhubungan dengan darah janin.progesteron makin 1 8 1 . meskipun begitu virus dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa jaringan ikat dan masuk ke dalam darah janin.

Progesteron dan estrogen juga merangsang pertumbuhan kelenjar air susu. tetapi setelah kelahiran hormon prolaktin yang dihasilkan kelenjar hipofisislah yang merangsang produksi air susu. SISTEM IMUNITAS TUBUH 1 8 2 . sedangkan progesteron mencegah kontraksi uterus. Hormon oksitosin yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis jugs berperan dalam merangsang kontraksi uterus menjelang persalinan. VII.sedikit. Hal ini berhubungan dengan sifat estrogen yang merangsang uterus untuk berkontraksi.

Fungsi pertahanan nonspesifik inang pada awal infeksi untuk menghancurkan virus adalah mencegah atau mengendalikan infeksi.Imunitas Tubuh Resistensi dan pemulihan pada infeksi virus bergantung pada interaksi antara virus dan inangnya. a 1 8 3 . kemudian adanya fungsi pertahanan spesifik dari inang termasuk pada infeksi virus bervariasi bergantung pada virulensi virus. dan jalur masuknya infeksi (Mayer 2003). dosis infeksi. Pertahanan inang bekerja langsung pada virus atau secara tidak langsung pada replikasi virus untuk merusak atau membunuh sel yang terinfeksi.

Limfosit B. yang mengalami transformasi menjadi sel plasma dan memproduksi antibodi. Limfosit T mengambil peran pada imunitas seluler dan mengalami diferensiasi fungsi yang berbeda sebagai subpopulasi (Sharma 1991).Makrofag memproses antigen dan menyerahkannya kepada limfosit. sel denrit. dan limfosit T. Antigen eksogen masuk ke dalam tubuh melalui endosistosis atau fagositosis. limfosit B. Stimulasi antigenik menginduksi respons imun yang dilakukan sistem seluler secara bersama-sama diperankan oleh makrofag. Antigen-presenting cell (APC) yaitu makrofag. yang berperan sebagai mediator imunitas humoral.Sistem imun pada unggas bekerja secara umum seperti sistem imun pada mamalia. dan limfosit 1 8 4 .

mengenali antigen endogen untuk berikatan dengan MHC kelas I. dan ini dikatakan sebagai MHC kelas I restriksi (Kuby 1999. untuk mengenal antigen bekerja sama dengan Mayor Hystocompatablity Complex (MHC) kelas II dan dikatakan sebagai MHC kelas II restriksi. Antigen endogen dirombak menjadi fraksi peptida yang selanjutnya berikatan dengan MHC kelas I pada retikulum endoplasma.B merombak antigen eksogen menjadi fragmen peptida melalui jalan endositosis. Limfosit T mengeluarkan subsetnya. Antigen endogen dihasilkan oleh tubuh inang. yaitu CD4. Sebagai contoh adalah protein yang disintesis virus dan protein yang disintesis oleh sel kanker. Limfosit T mengeluarkan subsetnya. Tizard 2000). 1 8 5 . yaitu CD8.

Limfosit memiliki beberapa subset yang memiliki perbedaan fungsi dan jenis protein yang diproduksi. yaitu sel plasma yang disebut juga sebagai membran 1 8 6 .Limfosit adalah sel yang ada di dalam tubuh hewan yang mampu mengenal dan menghancurkan bebagai determinan antigenik yang memiliki dua sifat pada respons imun khusus. Reseptor antigen pada limfosit B adalah bagian membran yang berikatan dengan antibodi yang disekresikan setelah limfosit B yang mengalami diferensiasi menjadi sel fungsional. yaitu spesifitas dan memori. namun morfologinya sulit dibedakan (Abbas et al. Limfosit berperan dalam respons imun spesifik karena setiap individu limfosit dewasa memiliki sisi ikatan khusus sebagai varian dari prototipe reseptor antigen. 2000).

Sel limfosit B berasal dari sumsum tulang belakang dan mengalami pendewasaan pada jaringan ekivalen bursa. Jumlah sel limfosit B dalam keadaan normal berkisar antara 10 dan 15%.imunoglobulin. Hal ini membedakan antara 1 8 7 . Setiap limfosit B memiliki 105 B cell receptor (BCR). Antigen yang umum bagi sel B adalah protein yang memiliki struktur tiga dimensi. dan setiap BCR memiliki dua tempat pengikatan yang identik. Reseptor antigen pada limfosit T bekerja mendeteksi bagian protein asing atau patogen asing yang masuk sel inang (Janeway et al. BCR dan antibodi mengikat antigen dalam bentuk aslinya. 2001). Mekanisme kerja sistem imun disajikan pada Gambar 2 (Cann 1977).

Sel ini beredar dalam darah sebagai limfosit besar yang khusus memiliki granula spesifik yang memiliki kemampuan mengenal dan membunuh sel abnormal. Jajaran ketiga sel limfoid adalah natural killer cells (sel NK) yang tidak memiliki reseptor antigen spesifik dan merupakan bagian dari sistem imun nonspesifik. 2001). yang mengikat antigen yang sudah terproses dalam sel (Kresno 2004). seperti sel tumor dan sel yang terinfeksi oleh virus.sel B dan sel T. Sel T lebih 1 8 8 . Sel NK berperan penting dalam imunitas nonspesifik pada patogen intraseluler (Janeway et al. Antibodi diproduksi oleh sistem imun spesifik primer pada pemulihan pada infeksi virus dan pertahanan pada serangan infeksi virus.

Patogen yang mampu dijangkau oleh antibodi adalah hanya antigen yang berada pada peredaran darah dan di luar sel. padahal beberapa bakteri patogen. dan virus perkembangan replikasinya berada di dalam 1 8 9 . parasit. Limfokin disekresikan oleh sel T untuk mempengaruhi dan mengaktivasi makrofag dan sel NK sehingga meningkat secara nyata pada penyerangan virus (Mayer 2003). Sitotoksik sel T (CTLs) atau CD8 berperan pada respons imun terhadap antigen virus pada sel yang diinfeksi dengan cara membunuh sel yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran infeksi virus.berperan pada pemulihan infeksi virus. Sel T helper (CD4) adalah subset sel T yang berperan membantu sel B untuk memproduksi antibodi.

2001). virus yang menginfeksi sel bereplikasi di dalam sel dengan memanfaatkan sistem biosintesis sel inang. Sel tersebut mampu mengontrol sel yang terinfeksi sebelum replikasi virus dilangsungkan secara lengkap. Limfosit T mengenal sel yang terinfeksi virus. Sel T sitotoksik merupakan ekspresi dari molekul CD8 pada permukaannya (Janeway et al. Derivat antigen dari replikasi virus dikenal oleh limfosit T sitotoksik. Penghancuran patogen ini membutuhkan peran limfosit T sebagai imunitas yang diperantarai oleh sel.sel sehingga tidak dapat dideteksi oleh antibodi. 1 9 0 .

Fenomena ini akan meningkatkan jumlah kematian (Flora dan Ferguson 2005). Tumor adalah penyakit kompleks dari berbagai akumulasi mutasi genetik yang manifestasi penyakitnya memerlukan waktu yang lama. sedangkan sel kanker 1 9 1 .Fenomena dan Fakta 1 Kanker Pada keadaan normal pergantian dan peremajaan sel terjadi sesuai kebutuhan melalui proliferasi sel dan apoptosis di bawah pengaruh protoonkogen dan gen supresor tumor (Silalahi 2006). Hal inilah yang menyebabkan keterbatasan efektivitas kemoterapi tumor. Perbedaan pokok antara sel normal dan sel kanker yang teridentifikasi bahwa sel normal usianya terbatas.

Biasanya protoonkogen berperan mengkode produksi protein pada replikasi DNA atau mengontrol perkembangan pada beberapa stadium pertumbuhan normal. Sel neoplastik tidak berkembang secara terintegrasi dan tidak ada ketergantungan pada populasi.adalah immortal. C-onc 1 9 2 . Gen seluler inang yang homolog dengan onkogen virus disebut protoonkogen. dan interaksi antarsel mengalami gangguan (Cheville 1999. Cambel dan Smith 2000). Gen tersebut mampu memproduksi protein yang memiliki kemampuan menginduksi transformasi seluler setelah mengalami mutasi. yaitu perubahan di bawah kontrol promotor yang memiliki aktivitas tinggi. diferensiasi. Regulasi pada kontrol mitosis.

Hunt 2003). Gen supresor tumor yang mengalami perubahan antara lain gen p53. Gen pengatur dapat mengalami mutasi. Gen supresor yang mengalami mutasi. myb. Untuk mengatasi penyakit kompleks diperlukan pertahanan dengan berbagai cara yang strategis dan pencegahan diperlukan untuk mengurangi metastasis pada kanker (Steele dan Kellof 2005).adalah gen seluler yang diekspresikan pada beberapa stadium perkembangan sel. Produk onkogen adalah protein inti misalnya myc. Protein tersebut berfungsi sebagai pengatur proliferasi sel dan mediator pada apoptosis. (King 2001. menjadikan gen tersebut tidak peka terhadap sinyal regulasi normal. adalah produk protein yang memiliki bobot molekul 53 kD. yaitu program 1 9 3 . mengakibatkan gen tersebut menjadi inaktif.

kematian sel. pendewasaan sel imun. Apoptosis berperan penting pada fisiologi normal pada spesies hewan. 1 9 4 . Gen ini juga merupakan gen yang menginduksi kerusakan DNA dengan cara menghambat mekanisme atau proses perbaikan kembali DNA. homeostasis jaringan. Silalahi 2006). termasuk program kematian sel pada perkembangan embrio dan metamorfosis. dan beberapa aspek penuaan (Reed et al. 2004). pembelahan sel terjadi secara terus menerus tanpa mengalami apoptosis (Williamson et al. 1999. Hilangnya fungsi gen p53 atau terjadinya mutasi gen tersebut menjadikan sel terhindar dari kerusakan DNA. pertumbuhan dan kematian sel tidak terkontrol.

Sel normal dapat mengalami transformasi oleh onkogen dan proses ini dapat dicegah oleh produk yang dihasilkan gen lainnya yang disebut tumour suppressor genes.Apoptosis adalah program kematian sel yang mekanismenya diorganisir secara fisiologis untuk merusak sel abnormal atau mengalami kerusakan. yang merupakan hasil kerja enzim proteolitik. Satu di antara gen ini adalah p53 yang menghasilkan 393 residu asam amino inti fosfoprotein yang berikatan dengan DNA yang 1 9 5 . Keadaan ini merupakan respons sel normal yang terjadi selama pertumbuhan dan metamorfosis semua hewan multiseluler. yaitu caspase dimana semua enzim ini memiliki sistin sebagai sisi aktif dan pembelahan protein target pada asam aspartat spesifik sebagai derivat dari sistin aspartase.

1 9 6 .transkripsinya diaktivasi oleh beberapa promotor. kemampuan untuk menginvasi matriks ekstraseluler dan dediferensiasi. Pada karsinoma. P53 menekan angiogenesis dengan cara menurunkan VEGF dan iNOS Transformasi sering menimbulkan hilangnya kontrol pertumbuhan. ekspresi yang berlebihan dari iNOS dan vascular endothelial growth factor (VEGF) menginduksi angiogenesis pada tumor. Taraphdar et al. (2003) pertumbuhan dan metastasis tumor bergantung pada bertambahnya suplai darah melalui angiogenesis. Feng et al. beberapa sel epitel yang mengalami transformasi adalah mesenchimal epitelial. Protein p53 mampu menghambat pertumbuhan sel dan mempengaruhi apoptosis (Cambel dan Smith 2000. 2001).

Gen 1 9 7 . Sejumlah translokasi menimbulkan gangguan ekspresi dan fungsi gen yang berkaitan dengan kontrol pertumbuhan sel. Gen asing ini dapat bergabung pada sel dan menyebabkan sel tidak mengalami kematian sehingga menjadikan pertumbuhan tidak terkendali (Hunt 2003). Translokasi terkarakterisasi pada reseptor atau lokus sel T terlihat pada tumor sel T. Bagian genom virus yang menyebabkan tumor disebut onkogen. Rearangement ini sering bersamaan dengan translokasi kromosom termasuk pada lokus yang menghasilkan reseptor antigen dan seluler proto-onkogen.Pada transformasi sel sering terjadi kerusakan kromosom. Fusi genetik dengan kromosom lain dinyatakan sebagai translokasi.

radikal bebas. Onkogen adalah istilah untuk agen aktif oleh gen virus onkogenik. 1 9 8 .seluler penyebab kanker yang menyebabkan fungsi dan ekspresi terganggu sehingga disebut onkogen (Janeway etal. 2001). Selanjutnya ekspresi yang berlebihan pada beberapa proto-onkogen telah ditunjukkan kejadiannya pada transformasi beberapa tipe sel dan kanker. dan senyawa oksigen yang bersifat oksidatif merupakan penyebab terpenting kanker (Silalahi 2006). Transfomasi seluler oleh virus DNA menghasilkan protein yang berinteraksi dengan protein seluler. dan level beberapa proto-onkogen ternyata mengalami kenaikan (Cambel dan Smith 2000). karena pada bentuk kanker yang lain tidak jelas. Kerusakan oksidatif pada DNA akibat radiasi.

yaitu virus melakukan siklus replikasi secara lengkap dan menimbulkan lisis sel. dan pada kasus ini adalah oleh virus papiloma dan virus herpes yang DNA virus berada pada episom. Virus tumor berinteraksi dengan sel melalui satu dari dua jalan. 2) infeksi nonproduktif. 2001. yang bertanggung jawab pada perubahan malignan (Murphy et al. yaitu transformasi virus pada sel yang melakukan siklus replikasi secara tidak lengkap. DNA virus berintegrasi pada DNA seluler sehingga sel mengalami perkecualian. Selama infeksi nonproduktif. King 2001). yaitu 1) infeksi produktif. genom virus atau versi potongannya terintegrasi pada gen seluler. 1 9 9 .Terjadinya transformasi DNA biasanya pada sel mengalami infeksi nonproduktif. v-onc. Pada kejadian ini.

Peran Radikal Bebas Oksigen merupakan unsur penting bagi kehidupan organisme.. oksigen dapat menimbulkan kerusakan karena berperan sebagai prekursor pada spesies oksigen reaktif (reactive oxygen spescies. Sebagai kekuatan oksidan. Di pihak lain. Untuk mengurangi pengaruh kerusakan yang ditimbulkan oleh ROS. oksigen molekuler di satu pihak bermanfaat sebagai kemampuan dasar degradasi oksidatif. yaitu sebagai substrat pada respirasi. organisme hidup 2 2 0 0 . ROS) yang menimbulkan kerusakan komponen intraseluler termasuk DNA.

molekul tersebut dapat berubah menjadi molekul yang memiliki toksisitas tinggi. Satu dari kebanyakan senyawa reaktif adalah superoksida anion (O2 . dan mungkin sebagai komponen yang diduga berperan pada sistem mutator dengan meningkatnya penyimpangan genetik pada populasi (Skulachev 2000). yaitu fagositosis dan pesan jelek apoptosis. Walaupun oksigen (O2) esensial untuk kebanyakan proses kehidupan. namun pada saat tertentu ROS diperlukan untuk kepentingan biologis. Molekul terdiri 2 0 1 . Radikal bebas adalah atom atau molekul yang mengandung elektron yang tidak berpasangan pada orbit luarnya. ROS berperan sebagai pertahanan biologis.) yang merupakan radikal bebas.mampu menjalankan mekanisme multisistem antiROS. yaitu prgogram kematian sel.

sintesis senyawa biologis. dan fagositosis pada sistem imun. namun pada suatu kondisi. Perubahan pada kondisi lingkungan memperburuk kondisi intraseluler. Radikal bebas umumnya merusak molekul lain. Ketidakseimbangan antara terbentuknya ROS dan proses penangkapan ROS Spesies oksigen reaktif selalu dihasilkan secara normal dalam proses produksi energi. Cambel dan Smith 2000). misalnya molekul pada sel (Noguchi dan Niki 1999.atas atom dengan elektron yang berpasangan pada kulit terluarnya. molekul atau atom yang memiliki elektron yang tidak berpasangan biasanya mengambil elektron lain dari sekitarnya untuk dijadikan sebagai pasangannya. Di 2 0 2 .

1996). dan sistem biologik (Jadhav et al. secara individual dan mungkin juga 2 0 3 .lain pihak peningkatan aktivitas spesies oksigen reaktif bisa menyebabkan sejumlah penyakit termasuk penyakit jantung. Asam lemak tidak jenuh mengakibatkan lemak peka terhadap serangan oksigen sehingga menimbulkan perubahan struktur kimia. Dalam sistem seluler peroksidasi terjadi pada biomembran di mana kandungan asam lemak tidak jenuh yang ada menjadi sangat reaktif. ion logam. kanker. Peroksidasi lemak adalah proses reaksi kimia yang sangat kompleks termasuk melibatkan radikal bebas. mungkin bergantung pada status kesehatan. Ada beberapa hubungan saling mempengaruhi antara kesehatan diet antioksidan dan ROS. dan penuaan (Noguchi dan Niki 1999).

2003). Pada saat fagositosis. Pada penelitian secara klinik pada suplementasi antioksidan terjadi perubahan baik pada status oksidatif. superoksida anion (O2-). 2 0 4 . Kebanyakan kejadian yang penting di antaranya adalah kerja hidrogen peroksida (H2O2). risiko sejumlah penyakit pada populasi atau pasien yang sedang menjalani pengobatan (Seifried et al.kepekaan secara genetik. risiko penyakit atau kejadian penyakit yang telah mempengaruhi kesehatan individu. dan nitrogen oksida (NO). makrofag dan neutrofil sebagai sel efektor juga memproduksi oksigen toksik gabungan fagosom dan lisosom menjadi fagololisosom yang bertugas membantu membunuh dan menelan mikroorganisme.

Kemampuan aktivitas makrofag untuk mengeluarkan mediator toksik adalah pada pertahanan inang karena kemampuannya melawan patogen ekstraseluler yang tidak tertelan (Abbas et al. NO dan protease.secara langsung toksik pada bakteri. sebagai akibat dari naiknya jumlah konsumsi oksigen sementara. Semuanya ini dihasilkan melalui oksidasi oleh NADPH dan enzim yang lain dalam proses yang dinamakan respiratory burst. 2000. Aktivitas makrofag sangat efisien dalam menghancurkan patogen. aktivitas ini secara in vivo biasanya bersamaan dengan kerusakan jaringan secara lokal yang disebabkan oleh keluarnya mediator antimikrobial sebagai radikal bebas. 2001). yang juga toksik terhadap sel inang. Janeway et al. 2 0 5 .

Nitrogen oksida adalah molekul yang penting yang mempengaruhi sistem kardiovaskuler.. 2000). NO merupakan senyawa yang bersifat toksik dan berumur pendek. Molekul ini relatif stabil namun bereaksi cepat bila bertemu dengan senyawa yang mengandung elektron yang tidak berpasangan. misalnya molekul oksigen misalnya anion superoksida dan ion logam (Cambel dan Smith 2001). Molekul ini diproduksi oleh neuron dan makrofag. memiliki jumlah elektron ganjil dan sebagai radikal bebas. Penelitian terahir 2 0 6 . Molekul NO berperan penting sebagai regulator kardiovaskuler bertindak untuk mengatur tekanan darah. berupa molekul gas yang diproduksi oleh enzim NO synthase. dengan cara mengubah asam amino arginin menjadi NO dan sitrulin (Becker et al.

yang diinduksi oleh virus herpes menyebabkan limfoma pada sel T. yaitu 15 hari p.i sampai akhir percobaan.i mRNA untuk untuk mengekspresikan IF-Y dan iNOS. dan peningkatan tumour necrosis factor (TNF) (Muntalib 2003). Pada ayam umur 21 hari yang diinfeksi MDV. dimana iNOS dan IL-1ß mengalami peningkatan antara 6 sampai 15 hari p. Peran sitokin pada patogenesis dan imunitas terhadap MD.i. antara 16 sampai dengan 64 kali pada 9 2 0 7 . peningkatan transkipsi IF-Y setelah 3 hari p.i.menggambarkan bahwa inducible nitric oxyde synthase (iNOS) terlibat dalam kelainan metabolik yang dihubungkan dengan inflamasi kronis tingkat ringan. Pada ayam umur 1 hari p. aterosklerosis.

hari p. Radikal bebas diproduksi secara normal pada fungsi imunitas. Dibutuhkan keseimbangan oksidan-antioksidan untuk mengatur fungsi sistem imun dalam menjaga integritas dan fungsi lipida membran. dalam keadaan overproduksi pada kondisi patogenik menyebabkan kerusakan sel imun dan menimbulkan imunosupresi.i. protein seluler. diperlukan oleh sel imun untuk membunuh patogen dan mengeluarkannya. Kesimpulan dapat diambil dimana iNOS berperan pada patogenesis MD (Xing dan Schat 2000). 2 0 8 . Gilka dan Spencer 1995). asam nukleat serta mengatur ekspresi gen (Wu dan Meydani 1999. Eritrofagositosis juga terjadi pada penyakit Marek oleh makrofag.

Antioksidan Antioksidan yang berasal dari tanaman telah lama dikenal potensinya dan telah lama diketahui untuk menstabilkan senyawa radikal yang dapat diukur aktivitas antioksidan tersebut (Kim et al. mampu menghindar dari serangan predator maupun patogen dan juga efek tekanan kuat dari kondisi lingkungan. 2002). Tanaman menghasilkan sejumlah senyawa kimia kompleks yang biasanya merupakan bagian dari sel yang disebut “metabolit sekunder” yang kandungannya bukan bahan dasar biokimia untuk 3 2 0 9 . tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi sebagai mahluk hidup yang tidak bergerak. Berbeda kondisinya dengan hewan.

tetapi sebagai bagian yang berinteraksi dengan lingkungan. menghambat pertumbuhan mikroba. Flavonoid merupakan suatu metabolit sekunder pada tanaman yang terdapat pada semua bagian tanaman tersebut dan struktur kimianya secara umum adalah kerangka C6C3C6. Fito-kimia (bahan kimia dari tanaman) mempunyai efek biologi yang efektif menghambat pertumbuhan kanker. menurunkan kolesterol darah. dan menurunkan glukosa darah (Amelia 2006).hidup. 1999). Penamaan sub-grup dan klasifikasi berdasar 2 1 0 . Williamson et al. Manusia memilih makanan yang dihasilkan tanaman dan bahan kimia pertahanan tanaman tersebut bisa dimanfaatkan untuk diet dan kesehatan (Houghton dan Raman 1998. sebagai antioksidan.

Rajalkshmi dan Narasimhan 1996). isoflavon. dan radikal peroksida lemak menjadikan flavonoid bereperan penting. Flavonoid telah diketahui 2 1 1 . Sebagian besar subgrup adalah flavonol. dan antosianin (Larbier dan Leclerco 1992. Kerusakan sangat erat kaitannya dengan proses dan epidemiologi penyakit. anion superoksida. Potensi flavonoid sebagai antioksidan dan kemampuannya mengurangi aktivitas radikal hidroksi. proantosianidin.pada subsitusi pada bagaian cincin C dan posisi pada cincin B. flavon. Uji klinik dan laboratorium pada flavonoid dan antioksidan yang lain menjadikan penggunaan senyawa ini penting pada pencegahan dan pengobatan sejumlah kasus penyakit. katehin.

antiviral. meningkatkan aktivitas antioksidan melalui efek induksi. flavonoid tanin.sebagai antibakteri. antiinflamasi. dan aktivitas vasodilatasi (Larbier dan Leclerco 1992. antialergi. di antaranya asam fenolat. Perbedaan kultivar beberapa tanaman menunjukkan variasi yang luas baik pada kandungan fenolat maupun kapasitas antioksidan secara in vitro (Larbier dan Leclerco 1992. antitrombotik. antimutagenik. Namun aktivitas kimia sejumlah antioksidan bergantung pada sejumlah faktor. Imeh dan Khokhar 2002). Miller 1996). dan lignin. Fenolat penting diketahui sebagai substansi yang terbaik yang berperan sebagai antioksidan sebagai kelompok donor elektron dari fenol. 2 1 2 . Sejumlah senyawa fenolat berperan sebagai bahan baku pangan yang berasal dari tanaman.

2 1 3 . Antioksidan primer membentuk ikatan dengan radikal setelah pemindahan hidrogen lebih penting daripada faktor lainnya (Jadav et al. Di antara senyawa fenol alami yang telah diketahui.yaitu stabilitas dan reaktivitas. flavonoid merupakan golongan yang terbesar (Suradikusumah 1989). Senyawa fenol cenderung untuk larut dalam air karena paling sering terdapat bergabung dengan gula glukosida dan biasanya terdapat dalam rongga sel. Senyawa fenol mencakup sejumlah senyawa yang umumnya mempunyai sebuah cincin aromatik dengan satu atau lebih gugus hidroksil. lebih dari seribu struktur. 1996).

Sebagai akibatnya. Adhami et al. 2003). Hasil penelitian menunjukkan hambatan secara tidak langsung. Senyawa polifenolat yang diisolasi dari teh hijau 6 sendok teh per-hari.Penelitian terakhir telah menunjukkan adanya kemampuan ekstrak apel menghambat proliferasi sel tumor secara in vitro karena diduga mengandung senyawa fenolat atau flavonoid sebagai antioksidan. mampu menghambat perkembangan dan mestastasis kanker prostat pada manusia (Murphy 2003. Antioksidan adalah senyawa kimia yang memilki kemampuan untuk memberikan hidrogen radikal. yaitu pada H2O2 setelah berinteraksi dengan senyawa fenolat pada kultur sel. flavonoid berguna untuk perbaikan kondisi kesehatan. senyawa tersebut mampu 2 1 4 .

1996.mengubah sifat radikal menjadi nonradikal dan terjadi perubahan oksidasi radikal oleh antioksidan. Antioksidan terdiri atas antioksidan endogen yang dihasilkan oleh tubuh sendiri dan antioksidan eksogen yang berasal dari makanan (Jadav et al. 2000). Manampiring et al. Struktur molekul antioksidan bukan hanya memiliki kemampuan melepas atom hidrogen tetapi juga mengubah radikal menjadi reaktivitas rendah sehingga tidak terjadi reaksi dengan lemak. 2 1 5 . Antioksidan menjadi bentuk aktif pada oksigen reaktif termasuk pada step inisiasi oksidasi. atau dapat memecah rantai reaksi oksidatif dengan cara bereaksi dengan radikal peroksida membentuk ikatan antioksidan-radikal yang stabil sehingga tidak terjadi reaksi selanjutnya atau bentuk nonradikal (Howell dan Saeed 1999).

yaitu DNA repair (ligase.Pertahanan antioksidan pada sel mampu mencegah terjadinya peroksidasi lipida dan beberapa molekul biologi yang mengalami kerusakan. 2002). nuklease. dan sejumlah transferase (Noguchi dan Niki 1996). dan enzim yang lain. Diet dan antioksidan eksogen mencegah kerusakan seluler melalui reaksi yang dilakukan 2 1 6 . proteolitik (peptidase atau protease). Hambatan terhadap enzim bergantung pada reaktivitas senyawa fenol terhadap sisi rantai asam amino enzim (Rohn et al. Level pertahanan antioksidan pada enzim termasuk lipolitik (fosfolipase). polimerase). Dalam hal ini ada tiga level pertahanan sebagai dasar pada sistem eliminasi kerusakan dengan cara menghambat inisiasi atau propagasi dan perbaikan kembali.

oleh radikal bebas. Ayam yang diberi pakan diet semisintetik rendah antioksidan menunjukkan penurunan yang nyata stabilitas eritrosit terhadap H2O2 atau 2. tetapi peningkatan pada aktivitas katalase pada hepar. karbonil pada protein otot tak larut. ayam model menjadi lebih peka terhadap perubahan oksidatif daripada ayam yang diberi pakan konvensional. dan peningkatan oksidasi lemak pada perlakuan pemanasan pada hepar dibandingkan dengan ayam yang diberi pakan konvensional. 2002).2’azobis (2-amidinopropan) dihidrokhlorid (AAPH). Pada percobaan ini. yang ditunjukkan oleh rendahnya pertahanan antioksidan (Young et al. 2 1 7 .

Aktivitas antioksidan dapat diukur dengan metode tiosianat dengan cara melihat jumlah peroksida yang terbentuk pada emulsi selama inkubasi sampel yang diukur secara spektrofotometri, yaitu mengukur absorbansi pada panjang gelombang 500 nm. Tingginya nilai absorbansi mengindikasikan tingginya konsentrasi peroksida (Yildirim et al. 2001). Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode tiosianat berdasarkan kemampuan terbentuknya senyawa-senyawa. Radikal yang bersifat reaktif. Proses terjadinya senyawa radikal bebas ini disebabkan oleh oksidasi senyawa asam linoleat dalam buffer yang diinkubasi pada suhu 40oC selama beberapa jam. Asam linoleat pada uji ini berperan sebagi substrat yang dioksidasi. Setiap periode

2 1 8

tertentu aborbans hasil oksidasi diukur dengan menggunakan FeCl2 dan amonium thiosinat (NH4CN). Besi (Fe2+) berperan sebagai mediator mengkatalisisi peroksidasi lipida telah banyak diketahui, juga berperan meningkatkan absorbsi dan transport lipida intraseluler (Osborn dan Casimir 2003). Degradasi isoflavon dan flavonoid dalam saluran pencernaan menjadi senyawa monofenolat memiliki daya tarik karena beberapa monofenolat memiliki sifat berefek sebagai antiproliferatif, misalnya senyawa metil p-hidroksifenolat dapat menghambat sel MCF-7 secara in-vitro (Hendrich et al. 1999). Setelah diabsorbsi pada saluran pencernaan, antioksidan masuk ke dalam peredaran

2 1 9

darah. Ikatan dengan protein menghasilkan pelapisan substansi yang merupakan kapasitas antioksidan flavonoid. Laporan terakhir menunjukkan kapasitas antioksidan berkorelasi positif dengan proses fisiologis, misalnya kemampuan melawan peroksidasi lemak. Ikatannya juga menurun dengan tidak adanya antioksidan. Pada kejadian ini penambahan aktivitas intrinsik dari senyawa, metabolisme, ikatan terhadap protein juga menentukan untuk mempengaruhi efek pemberian flavonoid secara invivo (Arts et al. 2002). Aktivitas antioksidan ekstrak Pomegranate (Punica granatum) memproteksi hati terhadap efek tosik CCl4 secara histologi menjadi normal dan

2 2 0

mampu memperbaiki fungsi enzimatik akibat serangan ROS (Murthy et al. 2002). Ekspresi berlebihan antioksidan tidak selalu menghasilkan pertahanan antioksidan dan bila ditingkatkan kapasitas antioksidan tidak selalu berkorelasi positif dengan tingkat ketahanan. Dalam hal ini perlu diperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemanjuran dan proteksi antioksidan terhadap penghapusan oksigen dan juga tekanan lingkungan (Blokhina et al 2003). Tampaknya sangat beralasan untuk mempertimbangkan antara potensi, risiko, dan manfaat antioksidan dosis tinggi secara kasus per kasus dan konsumsi antioksidan supleman tunggal dosis tinggi harus dihindari (Silalahi 2006).

2 2 1

Aktivitas benalu teh sebagai antioksidan yang terkandung dalam ekstrak ditandai dengan daya mereduksi kaliumferisianida [K3Fe (CN)6], menghambat oksidasi asam linoleat, kemampuan eliminasi terhadap H2O2 (Leswara dan Kartin 1998, Santoso 2001, Susmandari 2002). Seduhan daun S. Artopurpurea mengandung antioksidan yang tinggi dan ternyata mampu menurunkan konsentrasi H2O2. Seduhan tersebut mengandung senyawa penurun risiko kanker, karena radikal bebas dalam tubuh dapat menimbulkan reaksi berantai yang menyebabkan kerusakan membran sel, asam nukleat, protein, dan lipid (Sudihartini 2003). Uji antioksidan benalu teh (Scurrula oortiana) dengan oksidator 1,1-diphenyl 2-pyrohidrxyl (DPPH), menunjukkan bahwa aktivitas

2 2 2

antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak metanol dengan daya hambat sebesar 93.59 ppm (Simanjuntak et al. 2004). Benalu Teh sebagai Penurun Risiko Kanker Kanker merupakan hasil proses jangka panjang yang mengakibatkan efek penyimpangan genetik dan perubahan molekuler yang proses perubahannya berjalan secara berangsur-angsur. Biasanya diperlukan waktu lama untuk perubahan dari normal ke peningkatan level puncaknya, displasia, yaitu invasi dan metastasis secara fenotip. Akumulasi perubahan secara genetik dan molekuler dalam waktu yang lama memberikan kesempatan untuk intervensi

4

2 2 3

bidang klinik untuk pencegahan inisiasi kanker dan tindakan sebelum lesi premalignan (Crowel 2005). Tumorogenesis atau karsinogenesis adalah proses yang berkepanjangan yang awalnya diinduksi oleh karsinogen untuk menumbuhkan kanker. Penelitian secara ekstensif selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa individu yang mengkonsumsi secara teratur sejumlah buahbuahan dan sayuran dapat menurunkan risiko kejadian kanker. Fitokimia yang berasal dari kelompok buah-buahan dan sayuran mengandung agen kemopreventif termasuk genistin, alisin, likopen, curcumin, katekhin, dan eugenol. Karena agen tersebut telah menunjukkan kemampuannya dalam menekan proliferasi sel kanker, menghambat faktor pertumbuhan, menginduksi

2 2 4

bila ditelaah dari sudut pandang biokimia! 2 2 5 . Soal Latihan. dan menekan ekspresi protein antiapopotosis. Agen kemopreventif berpotensi digunakan sebagai terapi kanker di masa datang (Dorai dan Aggarwal 2004). 1 Jelaskan keterkaitan antara nutrisi dengan sistem pencernaan.apoptosis. menghambat angiogenesis.

bagaimana pandangan anda berdasarkan telaah sistem respirasi manusia! Jelaskan tentang fungsionalisasi sistem peredaran pada setiap kelompok hewan vertebrata! Bagaimana anda bisa menjelaskan terjadinya penyimpangan dari janin di kandungan maupun setelah lahir.2 3 4 5 6 Sekarang telah terjadi penyebaran dan penularan penyakit saluran pernafasan dari hewan ke manusia (H5N1 dan H1N1). bila dilihat dari proses-proses kehamilan dan kelahiran! Manakah yang paling berperan sistem saraf atau sistem endokrin! Mengapa! Jelaskan sinergisme sistem imunitas tubuh! 2 2 6 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful