HAK ASASI MANUSIA (HAM

)

MAKALAH Untuk memenuhi tugas matakuliah Kewarganegaraan yang dibina oleh Drs. Imam

Oleh Sevita N. F. Syahroni Y.A. Tika Wahyu W. Tita Luthfia Sari Titus Adi N. Vianggara Surya H. Prasetiyo Aji N.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER September 2008

KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan rahmat, karunia dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Hak Asasi Manusia (HAM), untuk memenuhi tugas matakuliah Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Kami menyampaikan terima kasih kepada : 1. Drs. Imam selaku pembimbing serta dosen matakuliah Kewarganegaraan. 2. Rekan-rekan kelompok 3 yang telah bekerja sama dalam penyelesaian makalah ini. 3. Serta semua pihak yang telah membantu menyiapkan, memberikan masukan, dan menyusun makalah ini. Akhirnya dengan segala keterbatasan serta pengetahuan, maka penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan komentar yang dapat dijadikan masukan dalam menyempurnakan kekurangan kami di masa yang akan datang. Dengan kerendahan hati penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat meberikan sumbangan yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Malang, September 2008

Penulis

...............7 Proses Peradilan HAM..............6 Hambatan dan Tantangan Penegakan HAM ....................................................................................................... i KATA PENGANTAR............................................15 DAFTAR PUSTAKA........................16 ..........1 Pengertian HAM..... iii BAB I PENDAHULUAN 1.................................................... ii DAFTAR ISI......................................................................1 Kesimpulan.........................................................2 Saran..... 5 2...................................................................... 6 2.......................................3 Sejarah Perkembangan HAM..... BAB II BAB III PENUTUP 3................................... ISI 2................................................................. 1 1.............................. 2......................................................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.......................................................................................... 2................................................................................ 1 1......................................................................................................................................................................................... 1 1..........3 Tujuan Penulisan Makalah........................ 5 2....................... 3 2......................................2 Topik Bahasan............................5 Pelanggaran HAM...................2 Macam-macam HAM.............................................4 Manfaat................4 HAM di Indonesia......15 3...................................1 Latar Belakang.......

topik masalah yang penulis bahas dalam makalah ini adalah pengertian HAM. dan internasional. sejarah HAM. universal. hari ini juga diisi dengan keprihatinan dan kecemasan akan masih jauhnya harapan dari kenyataan. namun ternyata HAM masih menyisakan perdebatan panjang yang belum pernah selesai sampai sekarang. 3 Tujuan Penulisan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah : 1. perdebatan tentang standar-standar yang menjadi landasan sebuah hak bisa diklaim sebagai HAM sehingga dia bersifat: azasi. 3. 1. macam-macam HAM. 1. Perdebatan tersebut adalah perdebatan seputar pendasaran HAM itu sendiri. Menjelaskan pengertian dan macam-macam HAM Menjabarkan hak dan kewajiban azasi warga negara Menjelaskan sejarah dan perkembangan HAM di Indonesia dan di dunia .1 Latar Belakang Tanggal 09 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai hari Hak Azasi Manusia Internasional. Momen ini diperingati oleh semua umat manusia di seluruh dunia dengan sukacita dan harapan semoga penegakan HAM pada tahun mendatang lebih baik dari tahun sebelumnya.BAB I PENDAHULUAN 1. 2 Topik Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. Masih banyaknya kasus pelanggaran HAM baik ringan maupun berat yang belum tertangani dengan maksimal. Pelanggaran HAM. Meskipun tak sedikit. tak tercabut. dan Proses Peradilan HAM. HAM di Indonesia. 2. Hambatan dan Tantangan dalam Penegakan HAM. Meskipun proses penegakan HAM di berbagai negara telah berlangsung untuk kurun waktu yang panjang (terutama Amerika Serikat dan Eropa). independen.

Makalah ini dapat dijadikan bahan dalam diskusi sehingga menghasilkan suatu perbaikan dalam mewujudkan keadilan HAM. 4. penegakan HAM 6. 4 Manfaat 1. 2 Bagi Pembaca Makalah ini dapat dijadikan bahan bacaan dan referensi yang baik dalam mengenal dan mengetahui bagaimana sejarah HAM dan bagaimana keadaan HAM saat ini di dunia dan di Indonesia. 1. 4. mengingat pada zaman sekarang pun masih banyak pelanggaran HAM yang terjadi. 1. 1 Bagi Penulis Menjabarkan beberapa pelanggaran HAM yang pernah dan masih sering terjadi Menjelasakn hambatan dan tantangan dalam Menjelaskan mekanisme proses peradilan HAM Makalah ini dapat dijadikan seagai bahan bacaan dan diskusi yang menarik. 5. .4.

. Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. 3. Walaupun demikian. tumbuh. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan uamat manusia. karena jnika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan. Setiap oarng berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. mustahil kita dapat hidup sebagai manusia. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh kekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya. dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi 4. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain. Ini berarti bahwa hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksitensi pribadi manusia itu sendiri. Hak asasi diperoleh manusia dari penciptanya yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan. seni dan budaya. Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar yang dimiliki oleh manusia sejak ia lahir dan merupakan anugerah Tuhan kepada manusia untuk menunjang kehidupannya di dunia. bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asai orang lain. 1 Pengertian HAM HAM adalah singkatan dari Hak Asasi Manusia.BAB II PEMBAHASAN 2. berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. yang bila tidak ada hak tersebut. Hak ini dimiliki oleh manusia semata-mata karena ia manusia. Hak asasi yang dimiliki oleh warga negara berdasarkan UUD-45 adalah sebagai berikut : 1. 2. bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai nmanusia.

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. keluarga. Setiap warganegara berhak atas satatus kewarganegaraan 10. kehormatan. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. menyatakan pikiran dan sikap. Setiap warganegara berhak memperoleh kesempatan sayang sama dalam pemerintahan. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. serta berhak untuk mencari. bangsa. 7. 12. bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. 9. Setiap orang berhak atas pengakuan. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. 13. sesuai dengan hati nuraninya. Setiap orang berhak hidp sejahtera lahir dan batin. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkan serta berhak kembali. dan mengeluarkan pendapat. ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak azasi. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasannya. 14. perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. berkumpul. memilih kewarganegaraan. mengola dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. 16. 6. memiliki. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. menyimpan. memilih pendidikan dan pengajaran. memperoleh . dan negara. memilih pekerjaan. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. 11. 15. jaminan. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya.5. . 8. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan diri dari ancaman.

Republik Indonesia Nomor 39 Yahun 1999. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. Setiap orang berhak mempunyai hak miliki pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. Hak untuk hidup. hak untuk tidak disiksa. hak beragama. Setiap orang wajib menghormati hak azasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. juga menjelaskan masalah . Tiap-tiap warganegara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara 25. berbangsa dan bernegara. 20. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat manurut agamanya dan kepercayaanya itu 24. Seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan . 19. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. hak untuk tidak diperbudak. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak azasi manusia. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak azasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. 21. manusia selain mempunyai hak asasi manusia. Menurut UUD-45 menetapkan kewajiban azasi manusia adalah sebagai berikut : 1. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Dalam Undang-Undang kewajiban manusia di Indonesia. Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras denngan perkembangan zaman dan peradaban 23. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.17. 18. 22.

Setiap orang wajib menghormati hak azasi manusia orang lain. menegakkan dan memajukannya. 4. nilai agama. berbangsa dan bernegara. keamanan. 3.2. setiap orang wajib tunduk kepada pembetasan yang ditetapkan oleh Undang-Undang dengan maksud untuk menjamin penngakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya . melindungi. moral. dan hukum internasional mengenai hak azasi manusia yang telah diterima oleh negara Republik Indonesia. hukum tak tertulis. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. etika dan tata tertib kehidupan bermasyarakat. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta pengormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. keamanan. Setiap orang yang ada di wilayah negara Republik Indonesia wajib patuh pada peraturan perundang-undangan. . Menurut UU nomor 39 tahun 1999 menetapkan kewajiban dasar manusia: 1. Setiap hak azasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak azasi orng lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. Setiap warga wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. 4. 2. 3.

hati nurani dan agama. 3. Hak-hak dasar individual. 2. Hak-hak ini tercantum dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia. Hak untuk mendapatkan persamaan perlakuan di depan hukum.2. hakhak sipil dan politik. 1. budaya. budaya. terlihat bahwa ini semua merupakan usaha serius manusia untuk menjaga dan melindungi harkat dan martabat kemanusiaannya. budaya yang kemudian diratifikasi oleh berbagai negara-negara di dunia. seperti penghidupan. 2 Macam-macam HAM Rumusan konsep-konsep tentang penjaminan dan penghormatan atas hakhak tertentu yang dinamai sebagai konsep Hak Asasi Manusia. sosial. Terlepas dari perdebatan seputar pendasaran HAM itu sendiri. Hak-hak ekonomi. hak-hak yang kemudian ditetapkan sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis. pelayanan kesehatan dan penghidupan yang layak. apapun alasannya. seperti hak mendapatkan pendidikan. hak-hak dasar individual. Hak-hak yang dimaksud sudah mendapatkan landasan hukum dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia. bebas dari perbudakan dan hak atas kebebasan pikiran. kecuali Amerika Serikat Jika diperhatikan dengan seksama proses perumusan Hak Asasi Manusia sampai pada proses internasionalisasinya. kemudian diperkuat melalui kovenan internasional tentang hak-hak ekonomi. seperti kebebasan mengemukakan pendapat. nampaknya dukungan terhadap upaya penegakan HAM diseluruh dunia harus tetap dilakukan karena manusia sebagai makhluk yang berkesadaran dan berkebebasan harus dilindungi. berisi hak-hak yang sangat fundamental dalam hidup manusia. kebebasan berhimpun. namun kemudian diperkuat melalui sebuah kovenan internasional tentang hak-hak sipil dan politik yang kemudian diratifikasi oleh berbagai negara-negara di dunia. Hak-hak inipun sudah disebutkan dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia. dalam sejarahnya mengalami perkembangan muatan sesuai dengan kebutuhan komunitas manusia dan muncul sebagai jawaban atas berbagai macam problem kemanusiaan. sosial. dan terakhir hak-hak ekonomi. kebebasan beragama. kebebasan dan keselamatan individu. . Hak-hak sipil dan politik. sosial. Setidaknya. kebebasan bergerak/berpindah tempat.

2. Situasi kacau (chaos) dan persaingan di antara elite politik dan militer akhirnya memuncak pada peristiwa pembunuhan enam jenderal pada 1 Oktober 1965 yang kemudian diikuti . selanjutnya antara 1950 -1955 kita dirongrong kembali oleh berbagai pemberontakkan. aatau pembredelan pers merupakan bentuk – bentuk kejahatan HAM yang pernah terjadi di negeri ini. bangsa Indonesia banyak disibukkan oleh perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi Belanda yang ingin merebut kembali kemerdekaan Indonesia. patut dicatat bahwa iklim dunia internasional yang semakin gencar menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap HAM sebagai nilaiyang universal juga ikut mendukung adanya perbaikan tersebut. Harus diakui bahwa perkembangan arus keterbukaan politik dan demokrasi telah mendorong adanya perbaikan upaya untuk melindungi hak asasi manusia. Pemenjaran tanpa pengadilan. upaya dan liberalisasi partai politik yang cenderung mementingkan kelompoknya. akhirnya kedaulatan Indonesia diakui pada tahun 1949. 3 Sejarah Hak Asasi Manusia • • • • Hak Asasi Manusia di Yunani Hak Asasi Manusia di Inggris Hak Asasi Manusia di Perancis Hak Asasi Manusia oleh PBB 2. Selain itu . Walaupun perlindungan terhadaphak asasi manusia telah tercantum dalam Undang – Undang Dasar 1945 yang menjadi konsitusi negara. kondisi dan situasi demikian jelas sangat tidak konduksif bagi pemerintah untuk memikirkan dan memberi perlindungan terhadap masalah hak – hak asasi manusia Pada era Orde Lama (1955-1965). situasi negara Indonesia diwarnai oleh berbagai macam kemelut di tingkat elite pemerintahan sendiri. namun bukan berarti bahwa penegakan HAM telah terselesai sampai disini. Perjalanan sejarah bangsa menunujukkan bahwa pelanggaran tehadap hak asasi mbukannya tidak ada. 4 Hak Asasi Manusia di Indonesia Masalah penegakkan Hak Asasi Manusia di Indonesia merupakan masalah yang kompleks dan mengalami dinamika yang cukup beragam. Pasca proklamasi 1945. penghilangan orang secara paksa.

) . 2. bahkan cenderung semakin jauh dari harapan. UU No. Walaupun menyatakan sebagai orde konstitusional dan pembangunan. Produk peraturan perundangan tersebut antara lain sebagai berikut. Pada masa ini persoalan hak asasi manusia tidak memperoleh perhatian berarti. Meski demikian. Begitu pula rancangan Piagam Hak – Hak Asasi Manusia dan Hak-Hak Serta Kewajiban Warga Negara yang disusun oleh MPRS pada 1966 tidak kunjung muncul dalam bentuk Ketetapan MPR hingga berakhirnya kekuasaan Orde Baru (1998). era ketika persoalan demokratisasi dan hak asasi manusia menjadi topik utama. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. Pasca pemerintahan Orde Baru (era Reformasi). dalam sejarah panjang kekuasaan rezim Orde Baru terdapat praktik penyalah gunaan kekuasaan politik dan kehakiman yang luar biasa. juga penutupan beberapa media massa. 5 Tahun 1998 tentang pengesahan Convention Against torture and Other Cruel. 1. Tercatat dalam masa pemerintahan Orde Baru telah dikeluarkan Keppres No. Tidak Manusiaswi. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Tetapi. Era Orde Baru (1966-1998) dibawah kepemimpinan Soeharto yang menyatakan diri hendak melakukan koreksi secara menyeluruh terhadap penyimpangan Pancasila dan Uud 1945 juga tidak menunjukkan perkembangan yang berarti. Keluarnya Ketetapan MPR No. serta penghilangan paksa terhadap para aktivis pro-demokrasi. tetapi rezim ini banyak melakukan penyimpangan terhadap konstitusi dan melakukan kesewenangan atas nama pembangunan melalui berbagai tindak kejahatan HAM. atau Merendahkan Martabat Manusia.dengan krisis politik dan kekacauan sosial. 50 Tahun 1993 tentang pembentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). telah banyak lahir produk peraturan perundangan tentang hak asasi manusia. patut pula dicatat bahwa era keterbukaan dan meluanya opini internasional tentang pentingnya mengembangkan demokratisasi dan perlindungan terhadap HAM telah memberi tekanan terhadap pemerintahan Soeharto untuk melaukan perubahan.

UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia 7. Yang pertamatama perlu dikemukakan di sini ialah angka pengrusakan gedung-gedung gereja dan sarana kegerejaan yang kian meningkat. Perencanaan Program. sampai pembakaran gedung ibadah. Inpres No.3. 6. UU No. 2. Walaupun telah terdapat berbagai produk peraturan perundangan yang secara terang mengatur perlindungan terhadap HAM. 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan. Keppres No. ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia. di era reformasi dapat kita catat bahwa pemerintah dan lembaga legislatif telah bekerja sama menyusun perangkat perundangan yng menunjukkan upaya nyata untuk mengedepankan perlindungan terhadap hak asasi manusia. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia 8. 4. Pengrusakan gereja dapat berupa pelemparan batu yang memecahkan kaca jendela atau pintu. penghancuran bagian dalam gereja termasuk perlengkapan sakral dan Kitab Sucinya. Pengrusakan Gedung-Gedung dan Gereja Termasuk sebuah realitas hidup di Indonesia dewasa ini ialah. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. tetapi hingga saat ini masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran HAM. Sejak berdirinya Republik Indonesia hingga Nopember 2001 telah tercatat 858 buah gereja yang dirusak. adanya tindakankekerasan terhadap agama dan simbol-simbolnya. Amandemen kedua UUD 1945 (2000) Bab XA Pasal 28A-28J mengatur secara eksplisit Pengakuan dan Jaminan Perlindungan Terhadap Hak Asasi Manusia. NAmun demikian. 5. Keppres No. baik secara total atau mengalami kerusakan berat serta dilarang atau ditutup oleh aparat negara10. 5 Pelanggaran HAM yang Pernah dan Masih Sering Terjadi 1. gedung . Dalam angka tersebut di atas tidak termasuk jumlah rumah pastor dan pendeta.

taman kanak-kanak. sehingga kelompokkelompok agama minoritas. dan dalam 4 bulan pertama pemerintahan Megawati Soekarnoputri sudah ada 12 gereja yang dirusak (rata-rata 3 per bulan)11. terutama kaum Kristen. Yang mengejutkan ialah kenaikan drastis angka jumlah gereja yang dirusak. Soekarno. yang berlangsung 21 tahun. ada 456 gereja yang dirusak (berarti setiap bulan 1. namun dalam praktek keadaannya sangat berlainan. asrama suster dan rumah yatim-piatu serta prasarana lain milik gereja yang dirusak dalam kurun waktu yang sama. Dengan demikian mereka menjadi warga-negara kelas dua. sekolah. walaupun ditolerir sebagai “golongan yang dilindungi”. Makin sering orang yang beragama Kristen hanya menduduki tempat yang tidak penting. Diskriminasi Secara resmi di Indonesia tidak ada undang-undang atau peraturan yang endiskriminir kelompok minoritas agama. Dalam 17 bulan pemerintahan Habibie ada 156 gereja yang dirusak (rata-rata 9. 2. . makin menghadapi kesulitan untuk naik pangkat. baik di pemerintahan maupun di birokrasi. di mana sejak awal tahun 1999 sudah 192 gereja (dan 28 mesjid) dihancurkan atau dirusak. sedangkan yang beragama Islam mengambil posisi pimpinan. Kini pegawai dan pejabat negara yang beragama Kristen.2 gereja). yang berlangsung 32 tahun. Dan selama 21 bulan pemerintahan Abdurrahman Wahid terdapat 232 gereja yang dirusak (rata-rata 11 per bulan). semua hukum negara harus diundangkan berdasarkan asas-asas Islam.2 per bulan). hanya 2 buah gereja yang dirusak (berarti rata-rata 0.008 buah per bulan). Selama masa pemerintahan Presiden RI yang pertama. Menurut pengamat hal ini juga berlaku di perguruan tinggi negeri. yang terlihat dengan jelas pada angka pengrusakan setiap bulan (yang ditulis dengan angka dalam tanda kurung). Sedangkan selama pemerintahan Soeharto. Para pendukung gerakan ini ingin mendirikan sebuah masyarakat Islam sesuai dengan contoh masyarakat Medina di zaman Nabi Muhammad.paroki. tidak mempunyai hak yang sama dengan kaum Muslimin yang mayoritas. Dalam angka-angka tersebut termasuk pengrusakan yang terjadi di daerahdaerah konflik Maluku dan Poso (Sulawesi Tengah).

pengaruh orang-orang Kristen dan kelompok minoritas lainnya dalam jabatan publik makin terdesak. bahwa tidak semua pengamat mempunyai pandangan yang pesimistis seperti itu dan ada yang mengemukakan. karena melanggar kebebasan menganut agama menurut keyakinan masing-masing. Juga perlu disebutkan tindakan-tindakan diskriminatif yang dialami oleh kelompok-kelompok minoritas agama yang ‘tidak diakui’ dan terutama kelompok yang tidak beragama. Becak-becak mulai dibakar di jalanan dan perumahan orang Kristen dan Islam ikut hancur karena api. Setelah tersebar isu. Jika melihat kerusuhan yang terjadi sesudahnya hingga kini dan pengrusakan yang begitu parah. yang ingin memeras “uang setoran” dari padanya. demi memenuhi persyaratan formil. hal tersebut sudah mustahil.Dalam TNI dan Polri beberapa tahun yang lalu orang-orang Kristen masih dapat menduduki posisi komando tertinggi. sehingga timbullah perkelahian massal yang melibatkan kedua golongan agama. Namun perlu dicatat. Yang bersangkutan tidak dapat kawin secara resmi dan hal ini memaksa calon pengantin untuk masuk salah satu agama ‘yang diakui. walaupun ada pengecualian. Waktu itu terjadi pertengkaran antara seorang pengemudi taksi Kristen dan seorang preman Muslim. bahwa orang-orang Kristen masih saja memegang posisi pimpinan dalam jabatan publik16. 3. maka penyebabnya dapat dikatakan hal yang sepele. apabila mereka membutuhkan KTP. menurut beberapa pihak. Dalam pertengkaran pribadi itu kedua pihak mendapat dukungan dari masing-masing kelompok. . maka massa pun berbondong-bondong ke jalan. Kesulitan yang sama juga dialami oleh kelompok ini apabila mengurus dokumen perkawinan atau kalau mereka ingin menjadi pegawai negeri. Namun kini. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa. Tentunya bagi kedua belah pihak hal ini sangat tidak memuaskan. Konflik di Maluku Konflik terbuka antara golongan Kristen dan Islam di Maluku pecah pada hari raya Lebaran tahun 1999. bahwa gereja Siloe yang terkenal itu dibakar. Dalam KTP hanya agama yang diakui saja yang dapat ditulis.

Kabupaten tersebut hampir seluruhnya beragama Protestan dengan beberapa kampung Islam di daerah pesisir dan sejumlah pendatang beragama Katolik di kota Poso. Orang Kristen merasa didiskriminasi. Namun kemungkinan besar angka sebenarnya jauh lebih tinggi dari itu. Angka korban di kedua belah pihak menyebut 235 jiwa. Juga pembunuhan berlangsung terus. Konflik di Poso Di samping Maluku Wapres Hamzah Haz memperoleh tugas tambahan. karena provokator utama pihak Muslim. Ini dapat terlihat. hampir semuanya sudah berada di tangan golongan Islam. 4. mengenakan ikat kepala yang merah sebagai tanda pengenal dan kelompok Islam mengenakan ikat kepala berwarna putih. Ada 21 gereja Kristen yang dirusak dan kebanyakannya hancur total. Mengenai jumlah mesjid yang dirusak tidak diperoleh keterangan. Akhirnya. Sementara itu diskriminasi terhadap kelompok Kristen berjalan terus. Bupati Poso selalu beragama Protestan. yang merupakan adik lelaki dari Bupati hanya mendapat hukuman 2 tahun penjara. pertengkaran antara anakanak muda yang sifatnya hanya sepele memicu konflik yang berkepanjangan. yaitu mengusahakan perdamaian bagi daerah konflik lain. Hingga kini tiga gembong Kristen telah diseret kepengadilan dan telah dihukum mati dan 200 pengikutnya telah mendapat hukuman penjara. Di antara beberapa ratus pegawai negeri baru hanya sedikit yang beragama Kristen.Dalam hubungan antara kelompok Kristen dan Muslim sebenarnya sudah lama ada ketegangan dan kedua belah pihak rupanya sudah siap menghadapi sebuah konflik. yaitu Protestan. bahwa sejak hari pertama kelompok Kristen. bahwa konflik ini tidak akan dapat diselesaikan oleh Pemda setempat. Pihak Kristen merasa tidak adil. Dan sejak itu dominasi mulai dirintis oleh golongan Muslim dengan mengisi jabatan-jabatan penting dengan orang-orang mereka. karena baik Pemda maupun polisi dan pengadilan. Tampaknya jelas. sampai beberapa tahun terakhir ini seorang Muslim diangkat untuk menduduki jabatan tersebut. Sejak tahun 1999 banyak rumah Muslim dan 54 kampung Kristen dirusak. Daerah yang dimaksud ialah Kabupaten Poso dengan ibu kotanya yang bernama sama di propinsi Sulawesi Tengah. Yang perlu .

2. b. Faktor Kondisi Sosial Budaya 1. Stratifikasi dalam status sosial yaitu tingakat pendidikan. Letak geografis Indonesia yang luas dengan laut. Ada kalanya demi kepentingan stabilitas nasional. Faktor Perangkat Perundangan 1. Sistem informasi untuk kepentingan sosialisasi yang masih sangat terbatas baik sumber daya manusiany maupun perangkat yang diperlukan. Pemerintahan tidak sengaja meratrifikasi hasil-hasil konvensi internasional tentang haka asasi manusia. Faktor Komunikasi dan Informasi 1. persoalan hak asasi manusia sering diabaikan. Tidak semua penguasa memiliki kebijakan yang sama tentang pentingnya jaminan hak asasi manusia. untuk bertindak sebagai instansi netral dalam menegakkan keadilan. akan dapat dipenuhi. Faktor Kebijakan Pemerintah 1. Masaih adanya konflik horizontal di kalangan masyarakat yang hanya disebabakan oleh hal-hal sepele. pekerjaan. Peran pengawasan legislatif dan kontrol sosial oleh masyarakat terhadap pemerintah sering diartikan oleh penguasa sebagai tindakan pembangkangan. 2. 3. Norma adat atau budaya lokal yang kadang bertentangan dengan HAM. usia. 6 Hambatan dan Tantangan dalam Penegakan Hak Asasi Manusia Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan dan penegakan HAM di Indonesia secara umum dapat diidentifikasi sebagai berikut : a. 3. seberapa jauh tuntutan para pemimpin Gereja Protestan kepada pemerintah pusat. 3. 2.diperhatikan ialah. d. pergaulan. dan gunung yang membatasi komunikasi antar daerah. terutama jika sudah bersinggungan dengan kedududkan seseorang. c. keturunan. dan sebagainya. . hutan. 2. dan ekonomi masyarakat Indonesia yang multikompleks. Sarana dan prasarana komunikasidan informasi yang belum terbangun secara baik yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. sungai. upacara-upacara sakral.

mari kita upayakan untuk sedikit demi sedikit dikurangi. Rendahnya integritas moral. 3. Pelaksanaan tindakan pelanggaran oleh oknum aparat masih diskriminatif. 6. Paradigma penegakan hukum masih positivis-legalistis yang lebih mengutamakan tercapainya keadilan formal (formal justice) daripada keadilan substansial (substantial justice) kebijakan yang diambil oleh para pihak terkait (stakeholders) dalam mengatasi persoalan penegakan hukum masih bersifat parsial. peraturan perundang-undangannya masih sulit untuk diimolementasikan. serta tidak komprehensif dan tersistematis. Tingkat kesadaran dan budaya hukum masyarakat yang masih rendah serta kurang respek terhadap hukum. 4. Demi terwujudnya perlindungan hak asasi manusia yang baik. 3. tidak konsekuen. Masih ada oknum aparat yang secara intuisi atau pribadi mengabaikan prosedur kerja yang sesuai denagn hak asasi manusia. 5. Kita harus terus . Peraturan perundang-undangan yang ada masih lebih merefleksikan kepentingan politik penguasa ketimbang kepentingan rakyat.2. 2. e. Kalaupun ada. Supremasi hukum masih sebatas retorika dan jargon politik yang didengung-dengungkan pada saat kampanye. mulailah dari diri kita sendiriuntuk belajar menghormati hak-hak asasi orang lain. profesionalitas dan kesadaran hukum aparat penegak hukum (Hakim. kredibilitas. Faktor Aparat dan Penindakannya. Polisi dan Advokat) dalam menegakkan hukum. Lemahnya political will dan political action para pemimpin negara ini untuk menjadi hukum sebagai panglima. dan tindakan penyimpanagan berupa KKN. 2. Tingkat pendidikan dan kesejahteraan sebagian aparat yang dinilai masih belum layak sering membuka peluang jalan pintas untuk memperkaya diri. Serta beberapa faktor lain : 1. 1. tambal sulam. Minimnya sarana dan prasana serta fasilitas yang mendukung kelancaran proses penegakan hukum. Dari faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penegakan HAM tersebut di atas. Jaksa.

seluruh temuan komisi ini dimuat dalam Yearbook of Human Rights yang disampaikan kepada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mahkamah Internasional segera menindaklanjuti baik pengaduan oleh anggota maupun warga negara anggota PBB. 3. 7 Proses Peradilan Hak Asasi Manusia Sebagai suatu nilai yang diakui secara universal. bahkan lembaga legislatif dan lembaga yudikatif juga ada di bawah kendalinya. agar harkat dan martabat yang ada pada setiap manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa tetap terpelihara dengan sebaik-baiknya. Untuk itu dibutuhkan sebuah lembaga peradilan yang bersifat internasional dan memiliki yuridiksi atas wilayah negara-negara secara internasional. Karena itu. Biasanya pemerintah otoriter tidak hanya menguasai lembaga eksekutif. melakaukan pengajian terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan. baik dalam suatu negara tetentu maupun secara global. Artinya. Dalam rangka menyelesaikan masalah ini PBB membentuk komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia (The United Nations Commision on Human Rights). dan proses peradilan. cara kerja komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk sampai pada proses peradilan HAM internasional adalah sebagai berikut: 1. persoalan hak asasi manusia todak hanya merupakan persoalan suatu negarra secara tersendiri.berupaya untuk mrnyuarakan tetap tegaknya hak asasi manusia. Kegiatan ini terbatas pada himbauan dan persuasi. . pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia merupakan tanggung jawab internasional. 2. penahanan. 2. melainkan menjadi persoalan bersama yang mendapatkan perhatian iternasional. Indonesia menjadi anggota komisi ini pada tahun 1991. Banyak kejahatan kemanusiaan yang merupakan pelanggaran HAM dilakukan oleh rezim otoriter sebuah negara. seorang penguasa otoriter biasanya dapat melakukan kejahatan kemanusiaan dengan leluasa tanpa tersentuh oleh lembaga peradilan. Serta hasil pengkajian dan temuan Komisi Hak Asasi Manusia PBB untuk diadakan penyidikan. 4. setiap warga negara dan atau negara anggota PBB berhak mengadu kepada komisi ini.

dapat dilihat pada bagan berikut.Untuk lebih jelasnya tentang proses peradilan kasus HAM internasional. .

HAM merupakan sekumpulan hak yang melekat pada diri manusia anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib kita hormati dan kita junjung . 1 Kesimpulan 1. 3. dan agama. ras. 2. 3. baik di Indonesia maupun dunia dalam bentuk diskriminasi. tinggi. perlakuan tidak adil terhadap perbedaan agama yang minoritas. 2 Saran 1. dan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kepentingan manusia di zaman yang akan datang. 2. Menghormati dan bertindak adil terhadap sesema manusia tanpa membeda-bedakan suku. Dasar penetapan HAM di dunia bersifat dinamis.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. Masih ada pelanggaran HAM yang terjadi. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain.

id/sptsejarah. diakses 28 Agustus 2008 Kampuschutle.pdf). 2008. 2007. Muhammad. Sejarah HAM.go. Farah.%20Aksi%20Sejarah%20HAM. Situasi HAM di Indonesia:Kebebasan Beragana dan Aksi Kekerasan.asp). Sejarah Pemaknaan. (http://Pemikiran.Theodore. (Online). (Online). diakses 28 Agustus 2008. Sejarah Nasional Hak Asasi Manusia. .%20Wacana.DAFTAR PUSTAKA Kasman. Kewarganegaraan. (http://www. (Online).htm). 2004. Budiyanto.ham. diakses 28 Agustus 2008. 2001. %20Sejarah%20Pemaknaan. (http://PelanggaranHAM. Nirwana. Jakarta : Erlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful