HAK ASASI MANUSIA (HAM

)

MAKALAH Untuk memenuhi tugas matakuliah Kewarganegaraan yang dibina oleh Drs. Imam

Oleh Sevita N. F. Syahroni Y.A. Tika Wahyu W. Tita Luthfia Sari Titus Adi N. Vianggara Surya H. Prasetiyo Aji N.

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER September 2008

KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan rahmat, karunia dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Hak Asasi Manusia (HAM), untuk memenuhi tugas matakuliah Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Kami menyampaikan terima kasih kepada : 1. Drs. Imam selaku pembimbing serta dosen matakuliah Kewarganegaraan. 2. Rekan-rekan kelompok 3 yang telah bekerja sama dalam penyelesaian makalah ini. 3. Serta semua pihak yang telah membantu menyiapkan, memberikan masukan, dan menyusun makalah ini. Akhirnya dengan segala keterbatasan serta pengetahuan, maka penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan komentar yang dapat dijadikan masukan dalam menyempurnakan kekurangan kami di masa yang akan datang. Dengan kerendahan hati penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat meberikan sumbangan yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Malang, September 2008

Penulis

.......................................................................................1 Latar Belakang.........................7 Proses Peradilan HAM................................................3 Tujuan Penulisan Makalah..........................................................6 Hambatan dan Tantangan Penegakan HAM .... 2..................4 HAM di Indonesia........... 5 2.............................................................................................2 Topik Bahasan................ 2................................................................................................ ii DAFTAR ISI............................................................................2 Macam-macam HAM....... BAB II BAB III PENUTUP 3..................................... 1 1...............DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................ 1 1.16 ............................15 3................................... 6 2.........................................................2 Saran................................ iii BAB I PENDAHULUAN 1..................................................................................................................................1 Pengertian HAM...........3 Sejarah Perkembangan HAM......1 Kesimpulan.....4 Manfaat............... 5 2................................................................15 DAFTAR PUSTAKA..................................... 1 1...................... 3 2..................................................... i KATA PENGANTAR.................. ISI 2.............................................5 Pelanggaran HAM.........................................................................................................

Pelanggaran HAM. Momen ini diperingati oleh semua umat manusia di seluruh dunia dengan sukacita dan harapan semoga penegakan HAM pada tahun mendatang lebih baik dari tahun sebelumnya. namun ternyata HAM masih menyisakan perdebatan panjang yang belum pernah selesai sampai sekarang. Meskipun tak sedikit. Masih banyaknya kasus pelanggaran HAM baik ringan maupun berat yang belum tertangani dengan maksimal. dan Proses Peradilan HAM. 2 Topik Masalah Berdasarkan latar belakang penulisan makalah. 2. 1. macam-macam HAM. topik masalah yang penulis bahas dalam makalah ini adalah pengertian HAM.1 Latar Belakang Tanggal 09 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai hari Hak Azasi Manusia Internasional. tak tercabut. hari ini juga diisi dengan keprihatinan dan kecemasan akan masih jauhnya harapan dari kenyataan. HAM di Indonesia. perdebatan tentang standar-standar yang menjadi landasan sebuah hak bisa diklaim sebagai HAM sehingga dia bersifat: azasi. universal. sejarah HAM. independen. 3 Tujuan Penulisan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah : 1. Perdebatan tersebut adalah perdebatan seputar pendasaran HAM itu sendiri. 1. Meskipun proses penegakan HAM di berbagai negara telah berlangsung untuk kurun waktu yang panjang (terutama Amerika Serikat dan Eropa). Hambatan dan Tantangan dalam Penegakan HAM. dan internasional. Menjelaskan pengertian dan macam-macam HAM Menjabarkan hak dan kewajiban azasi warga negara Menjelaskan sejarah dan perkembangan HAM di Indonesia dan di dunia .BAB I PENDAHULUAN 1. 3.

penegakan HAM 6. 1. 1 Bagi Penulis Menjabarkan beberapa pelanggaran HAM yang pernah dan masih sering terjadi Menjelasakn hambatan dan tantangan dalam Menjelaskan mekanisme proses peradilan HAM Makalah ini dapat dijadikan seagai bahan bacaan dan diskusi yang menarik. Makalah ini dapat dijadikan bahan dalam diskusi sehingga menghasilkan suatu perbaikan dalam mewujudkan keadilan HAM. mengingat pada zaman sekarang pun masih banyak pelanggaran HAM yang terjadi. . 2 Bagi Pembaca Makalah ini dapat dijadikan bahan bacaan dan referensi yang baik dalam mengenal dan mengetahui bagaimana sejarah HAM dan bagaimana keadaan HAM saat ini di dunia dan di Indonesia. 4. 4.4. 1. 5. 4 Manfaat 1.

tumbuh. Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. karena jnika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan. . 1 Pengertian HAM HAM adalah singkatan dari Hak Asasi Manusia. seni dan budaya. mustahil kita dapat hidup sebagai manusia. bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asai orang lain. yang bila tidak ada hak tersebut. Setiap oarng berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Walaupun demikian. Hak asasi yang dimiliki oleh warga negara berdasarkan UUD-45 adalah sebagai berikut : 1. Hak asasi diperoleh manusia dari penciptanya yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan.BAB II PEMBAHASAN 2. Hak ini dimiliki oleh manusia semata-mata karena ia manusia. dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi 4. Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai nmanusia. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan uamat manusia. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain. bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Ini berarti bahwa hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksitensi pribadi manusia itu sendiri. 2. Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar yang dimiliki oleh manusia sejak ia lahir dan merupakan anugerah Tuhan kepada manusia untuk menunjang kehidupannya di dunia. Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh kekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya. 3.

memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkan serta berhak kembali. Setiap warganegara berhak atas satatus kewarganegaraan 10. perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.5. 11. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. bangsa. 7. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasannya. jaminan. Setiap orang berhak atas pengakuan. dan negara. 12. menyatakan pikiran dan sikap. 13. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan diri dari ancaman. kehormatan. menyimpan. keluarga. . berkumpul. bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. serta berhak untuk mencari. 15. Setiap orang berhak hidp sejahtera lahir dan batin. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. memilih pekerjaan. 8. Setiap warganegara berhak memperoleh kesempatan sayang sama dalam pemerintahan. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. memilih kewarganegaraan. 14. 6. mengola dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. memiliki. memperoleh . Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. dan mengeluarkan pendapat. sesuai dengan hati nuraninya. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak azasi. memilih pendidikan dan pengajaran. 16. 9.

hak untuk tidak disiksa. Seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan . Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. hak beragama. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Setiap orang wajib menghormati hak azasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. hak untuk tidak diperbudak. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak azasi manusia. 22. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat manurut agamanya dan kepercayaanya itu 24. 18. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. 21. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. Dalam Undang-Undang kewajiban manusia di Indonesia.17. 20. Republik Indonesia Nomor 39 Yahun 1999. juga menjelaskan masalah . Hak untuk hidup. 19. Setiap orang berhak mempunyai hak miliki pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak azasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. Tiap-tiap warganegara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara 25. Setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. Menurut UUD-45 menetapkan kewajiban azasi manusia adalah sebagai berikut : 1. manusia selain mempunyai hak asasi manusia. Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras denngan perkembangan zaman dan peradaban 23.

Menurut UU nomor 39 tahun 1999 menetapkan kewajiban dasar manusia: 1. 2. 4. . Setiap warga wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 4. keamanan. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.2. setiap orang wajib tunduk kepada pembetasan yang ditetapkan oleh Undang-Undang dengan maksud untuk menjamin penngakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. moral. 3. menegakkan dan memajukannya. hukum tak tertulis. nilai agama. dan hukum internasional mengenai hak azasi manusia yang telah diterima oleh negara Republik Indonesia. Setiap hak azasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak azasi orng lain secara timbal balik serta menjadi tugas pemerintah untuk menghormati. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Setiap orang yang ada di wilayah negara Republik Indonesia wajib patuh pada peraturan perundang-undangan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta pengormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Setiap orang wajib menghormati hak azasi manusia orang lain. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya . melindungi. etika dan tata tertib kehidupan bermasyarakat. keamanan. berbangsa dan bernegara. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. 3.

Terlepas dari perdebatan seputar pendasaran HAM itu sendiri. hati nurani dan agama. 2 Macam-macam HAM Rumusan konsep-konsep tentang penjaminan dan penghormatan atas hakhak tertentu yang dinamai sebagai konsep Hak Asasi Manusia. apapun alasannya. Hak-hak sipil dan politik. pelayanan kesehatan dan penghidupan yang layak. kebebasan bergerak/berpindah tempat.2. budaya. sosial. hak-hak dasar individual. dalam sejarahnya mengalami perkembangan muatan sesuai dengan kebutuhan komunitas manusia dan muncul sebagai jawaban atas berbagai macam problem kemanusiaan. kebebasan dan keselamatan individu. bebas dari perbudakan dan hak atas kebebasan pikiran. Hak-hak ekonomi. kemudian diperkuat melalui kovenan internasional tentang hak-hak ekonomi. Hak untuk mendapatkan persamaan perlakuan di depan hukum. Hak-hak inipun sudah disebutkan dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia. 1. nampaknya dukungan terhadap upaya penegakan HAM diseluruh dunia harus tetap dilakukan karena manusia sebagai makhluk yang berkesadaran dan berkebebasan harus dilindungi. 2. seperti hak mendapatkan pendidikan. kebebasan beragama. namun kemudian diperkuat melalui sebuah kovenan internasional tentang hak-hak sipil dan politik yang kemudian diratifikasi oleh berbagai negara-negara di dunia. terlihat bahwa ini semua merupakan usaha serius manusia untuk menjaga dan melindungi harkat dan martabat kemanusiaannya. 3. seperti penghidupan. budaya. Setidaknya. Hak-hak yang dimaksud sudah mendapatkan landasan hukum dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia. kecuali Amerika Serikat Jika diperhatikan dengan seksama proses perumusan Hak Asasi Manusia sampai pada proses internasionalisasinya. berisi hak-hak yang sangat fundamental dalam hidup manusia. kebebasan berhimpun. sosial. Hak-hak dasar individual. . budaya yang kemudian diratifikasi oleh berbagai negara-negara di dunia. sosial. dan terakhir hak-hak ekonomi. hakhak sipil dan politik. hak-hak yang kemudian ditetapkan sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis. seperti kebebasan mengemukakan pendapat. Hak-hak ini tercantum dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia.

penghilangan orang secara paksa. selanjutnya antara 1950 -1955 kita dirongrong kembali oleh berbagai pemberontakkan. 3 Sejarah Hak Asasi Manusia • • • • Hak Asasi Manusia di Yunani Hak Asasi Manusia di Inggris Hak Asasi Manusia di Perancis Hak Asasi Manusia oleh PBB 2.2. Harus diakui bahwa perkembangan arus keterbukaan politik dan demokrasi telah mendorong adanya perbaikan upaya untuk melindungi hak asasi manusia. Selain itu . upaya dan liberalisasi partai politik yang cenderung mementingkan kelompoknya. Pemenjaran tanpa pengadilan. Perjalanan sejarah bangsa menunujukkan bahwa pelanggaran tehadap hak asasi mbukannya tidak ada. Situasi kacau (chaos) dan persaingan di antara elite politik dan militer akhirnya memuncak pada peristiwa pembunuhan enam jenderal pada 1 Oktober 1965 yang kemudian diikuti . situasi negara Indonesia diwarnai oleh berbagai macam kemelut di tingkat elite pemerintahan sendiri. bangsa Indonesia banyak disibukkan oleh perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi Belanda yang ingin merebut kembali kemerdekaan Indonesia. aatau pembredelan pers merupakan bentuk – bentuk kejahatan HAM yang pernah terjadi di negeri ini. patut dicatat bahwa iklim dunia internasional yang semakin gencar menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap HAM sebagai nilaiyang universal juga ikut mendukung adanya perbaikan tersebut. Walaupun perlindungan terhadaphak asasi manusia telah tercantum dalam Undang – Undang Dasar 1945 yang menjadi konsitusi negara. akhirnya kedaulatan Indonesia diakui pada tahun 1949. 4 Hak Asasi Manusia di Indonesia Masalah penegakkan Hak Asasi Manusia di Indonesia merupakan masalah yang kompleks dan mengalami dinamika yang cukup beragam. Pasca proklamasi 1945. namun bukan berarti bahwa penegakan HAM telah terselesai sampai disini. kondisi dan situasi demikian jelas sangat tidak konduksif bagi pemerintah untuk memikirkan dan memberi perlindungan terhadap masalah hak – hak asasi manusia Pada era Orde Lama (1955-1965).

serta penghilangan paksa terhadap para aktivis pro-demokrasi. Walaupun menyatakan sebagai orde konstitusional dan pembangunan. Pasca pemerintahan Orde Baru (era Reformasi). bahkan cenderung semakin jauh dari harapan. 5 Tahun 1998 tentang pengesahan Convention Against torture and Other Cruel. Keluarnya Ketetapan MPR No. Tetapi. era ketika persoalan demokratisasi dan hak asasi manusia menjadi topik utama. tetapi rezim ini banyak melakukan penyimpangan terhadap konstitusi dan melakukan kesewenangan atas nama pembangunan melalui berbagai tindak kejahatan HAM.dengan krisis politik dan kekacauan sosial. juga penutupan beberapa media massa. atau Merendahkan Martabat Manusia. telah banyak lahir produk peraturan perundangan tentang hak asasi manusia. Tercatat dalam masa pemerintahan Orde Baru telah dikeluarkan Keppres No. dalam sejarah panjang kekuasaan rezim Orde Baru terdapat praktik penyalah gunaan kekuasaan politik dan kehakiman yang luar biasa. Begitu pula rancangan Piagam Hak – Hak Asasi Manusia dan Hak-Hak Serta Kewajiban Warga Negara yang disusun oleh MPRS pada 1966 tidak kunjung muncul dalam bentuk Ketetapan MPR hingga berakhirnya kekuasaan Orde Baru (1998). XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. UU No. Era Orde Baru (1966-1998) dibawah kepemimpinan Soeharto yang menyatakan diri hendak melakukan koreksi secara menyeluruh terhadap penyimpangan Pancasila dan Uud 1945 juga tidak menunjukkan perkembangan yang berarti. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. 1. Pada masa ini persoalan hak asasi manusia tidak memperoleh perhatian berarti.) . Meski demikian. patut pula dicatat bahwa era keterbukaan dan meluanya opini internasional tentang pentingnya mengembangkan demokratisasi dan perlindungan terhadap HAM telah memberi tekanan terhadap pemerintahan Soeharto untuk melaukan perubahan. 50 Tahun 1993 tentang pembentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Tidak Manusiaswi. 2. Produk peraturan perundangan tersebut antara lain sebagai berikut.

4. Perencanaan Program. Pengrusakan gereja dapat berupa pelemparan batu yang memecahkan kaca jendela atau pintu. UU No.3. Dalam angka tersebut di atas tidak termasuk jumlah rumah pastor dan pendeta. gedung . penghancuran bagian dalam gereja termasuk perlengkapan sakral dan Kitab Sucinya. 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan. sampai pembakaran gedung ibadah. Inpres No. Amandemen kedua UUD 1945 (2000) Bab XA Pasal 28A-28J mengatur secara eksplisit Pengakuan dan Jaminan Perlindungan Terhadap Hak Asasi Manusia. di era reformasi dapat kita catat bahwa pemerintah dan lembaga legislatif telah bekerja sama menyusun perangkat perundangan yng menunjukkan upaya nyata untuk mengedepankan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Pengrusakan Gedung-Gedung dan Gereja Termasuk sebuah realitas hidup di Indonesia dewasa ini ialah. Yang pertamatama perlu dikemukakan di sini ialah angka pengrusakan gedung-gedung gereja dan sarana kegerejaan yang kian meningkat. 2. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia 8. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia. 5 Pelanggaran HAM yang Pernah dan Masih Sering Terjadi 1. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia 7. Walaupun telah terdapat berbagai produk peraturan perundangan yang secara terang mengatur perlindungan terhadap HAM. baik secara total atau mengalami kerusakan berat serta dilarang atau ditutup oleh aparat negara10. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan. UU No. Keppres No. 5. Keppres No. adanya tindakankekerasan terhadap agama dan simbol-simbolnya. tetapi hingga saat ini masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran HAM. 6. NAmun demikian. Sejak berdirinya Republik Indonesia hingga Nopember 2001 telah tercatat 858 buah gereja yang dirusak.

yang berlangsung 21 tahun. walaupun ditolerir sebagai “golongan yang dilindungi”. yang terlihat dengan jelas pada angka pengrusakan setiap bulan (yang ditulis dengan angka dalam tanda kurung). sekolah. asrama suster dan rumah yatim-piatu serta prasarana lain milik gereja yang dirusak dalam kurun waktu yang sama. Dalam angka-angka tersebut termasuk pengrusakan yang terjadi di daerahdaerah konflik Maluku dan Poso (Sulawesi Tengah). tidak mempunyai hak yang sama dengan kaum Muslimin yang mayoritas. ada 456 gereja yang dirusak (berarti setiap bulan 1. . namun dalam praktek keadaannya sangat berlainan. Kini pegawai dan pejabat negara yang beragama Kristen. Soekarno. hanya 2 buah gereja yang dirusak (berarti rata-rata 0. Dalam 17 bulan pemerintahan Habibie ada 156 gereja yang dirusak (rata-rata 9. Diskriminasi Secara resmi di Indonesia tidak ada undang-undang atau peraturan yang endiskriminir kelompok minoritas agama. Para pendukung gerakan ini ingin mendirikan sebuah masyarakat Islam sesuai dengan contoh masyarakat Medina di zaman Nabi Muhammad.paroki.008 buah per bulan). Sedangkan selama pemerintahan Soeharto. Dan selama 21 bulan pemerintahan Abdurrahman Wahid terdapat 232 gereja yang dirusak (rata-rata 11 per bulan).2 per bulan). 2. terutama kaum Kristen.2 gereja). dan dalam 4 bulan pertama pemerintahan Megawati Soekarnoputri sudah ada 12 gereja yang dirusak (rata-rata 3 per bulan)11. Makin sering orang yang beragama Kristen hanya menduduki tempat yang tidak penting. Menurut pengamat hal ini juga berlaku di perguruan tinggi negeri. Dengan demikian mereka menjadi warga-negara kelas dua. taman kanak-kanak. makin menghadapi kesulitan untuk naik pangkat. di mana sejak awal tahun 1999 sudah 192 gereja (dan 28 mesjid) dihancurkan atau dirusak. Selama masa pemerintahan Presiden RI yang pertama. sehingga kelompokkelompok agama minoritas. baik di pemerintahan maupun di birokrasi. yang berlangsung 32 tahun. Yang mengejutkan ialah kenaikan drastis angka jumlah gereja yang dirusak. semua hukum negara harus diundangkan berdasarkan asas-asas Islam. sedangkan yang beragama Islam mengambil posisi pimpinan.

Juga perlu disebutkan tindakan-tindakan diskriminatif yang dialami oleh kelompok-kelompok minoritas agama yang ‘tidak diakui’ dan terutama kelompok yang tidak beragama.Dalam TNI dan Polri beberapa tahun yang lalu orang-orang Kristen masih dapat menduduki posisi komando tertinggi. Dalam KTP hanya agama yang diakui saja yang dapat ditulis. . karena melanggar kebebasan menganut agama menurut keyakinan masing-masing. Setelah tersebar isu. pengaruh orang-orang Kristen dan kelompok minoritas lainnya dalam jabatan publik makin terdesak. walaupun ada pengecualian. Namun kini. maka massa pun berbondong-bondong ke jalan. sehingga timbullah perkelahian massal yang melibatkan kedua golongan agama. hal tersebut sudah mustahil. Waktu itu terjadi pertengkaran antara seorang pengemudi taksi Kristen dan seorang preman Muslim. Yang bersangkutan tidak dapat kawin secara resmi dan hal ini memaksa calon pengantin untuk masuk salah satu agama ‘yang diakui. Konflik di Maluku Konflik terbuka antara golongan Kristen dan Islam di Maluku pecah pada hari raya Lebaran tahun 1999. bahwa orang-orang Kristen masih saja memegang posisi pimpinan dalam jabatan publik16. apabila mereka membutuhkan KTP. Jika melihat kerusuhan yang terjadi sesudahnya hingga kini dan pengrusakan yang begitu parah. bahwa gereja Siloe yang terkenal itu dibakar. Kesulitan yang sama juga dialami oleh kelompok ini apabila mengurus dokumen perkawinan atau kalau mereka ingin menjadi pegawai negeri. Tentunya bagi kedua belah pihak hal ini sangat tidak memuaskan. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa. maka penyebabnya dapat dikatakan hal yang sepele. menurut beberapa pihak. demi memenuhi persyaratan formil. yang ingin memeras “uang setoran” dari padanya. Dalam pertengkaran pribadi itu kedua pihak mendapat dukungan dari masing-masing kelompok. bahwa tidak semua pengamat mempunyai pandangan yang pesimistis seperti itu dan ada yang mengemukakan. Namun perlu dicatat. 3. Becak-becak mulai dibakar di jalanan dan perumahan orang Kristen dan Islam ikut hancur karena api.

pertengkaran antara anakanak muda yang sifatnya hanya sepele memicu konflik yang berkepanjangan. hampir semuanya sudah berada di tangan golongan Islam. Akhirnya. yang merupakan adik lelaki dari Bupati hanya mendapat hukuman 2 tahun penjara. mengenakan ikat kepala yang merah sebagai tanda pengenal dan kelompok Islam mengenakan ikat kepala berwarna putih. Kabupaten tersebut hampir seluruhnya beragama Protestan dengan beberapa kampung Islam di daerah pesisir dan sejumlah pendatang beragama Katolik di kota Poso. Bupati Poso selalu beragama Protestan. Konflik di Poso Di samping Maluku Wapres Hamzah Haz memperoleh tugas tambahan. Di antara beberapa ratus pegawai negeri baru hanya sedikit yang beragama Kristen. Ada 21 gereja Kristen yang dirusak dan kebanyakannya hancur total. Dan sejak itu dominasi mulai dirintis oleh golongan Muslim dengan mengisi jabatan-jabatan penting dengan orang-orang mereka. Orang Kristen merasa didiskriminasi. Yang perlu . yaitu Protestan. karena provokator utama pihak Muslim. Mengenai jumlah mesjid yang dirusak tidak diperoleh keterangan. bahwa konflik ini tidak akan dapat diselesaikan oleh Pemda setempat. Namun kemungkinan besar angka sebenarnya jauh lebih tinggi dari itu. karena baik Pemda maupun polisi dan pengadilan. sampai beberapa tahun terakhir ini seorang Muslim diangkat untuk menduduki jabatan tersebut. bahwa sejak hari pertama kelompok Kristen. Juga pembunuhan berlangsung terus. Angka korban di kedua belah pihak menyebut 235 jiwa. Tampaknya jelas. 4.Dalam hubungan antara kelompok Kristen dan Muslim sebenarnya sudah lama ada ketegangan dan kedua belah pihak rupanya sudah siap menghadapi sebuah konflik. Ini dapat terlihat. yaitu mengusahakan perdamaian bagi daerah konflik lain. Pihak Kristen merasa tidak adil. Daerah yang dimaksud ialah Kabupaten Poso dengan ibu kotanya yang bernama sama di propinsi Sulawesi Tengah. Hingga kini tiga gembong Kristen telah diseret kepengadilan dan telah dihukum mati dan 200 pengikutnya telah mendapat hukuman penjara. Sejak tahun 1999 banyak rumah Muslim dan 54 kampung Kristen dirusak. Sementara itu diskriminasi terhadap kelompok Kristen berjalan terus.

Sistem informasi untuk kepentingan sosialisasi yang masih sangat terbatas baik sumber daya manusiany maupun perangkat yang diperlukan. pergaulan. 2. Faktor Kondisi Sosial Budaya 1. Masaih adanya konflik horizontal di kalangan masyarakat yang hanya disebabakan oleh hal-hal sepele. Norma adat atau budaya lokal yang kadang bertentangan dengan HAM. dan ekonomi masyarakat Indonesia yang multikompleks. b. 2. Peran pengawasan legislatif dan kontrol sosial oleh masyarakat terhadap pemerintah sering diartikan oleh penguasa sebagai tindakan pembangkangan. keturunan. Faktor Kebijakan Pemerintah 1. 6 Hambatan dan Tantangan dalam Penegakan Hak Asasi Manusia Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan dan penegakan HAM di Indonesia secara umum dapat diidentifikasi sebagai berikut : a. seberapa jauh tuntutan para pemimpin Gereja Protestan kepada pemerintah pusat. Faktor Perangkat Perundangan 1. Letak geografis Indonesia yang luas dengan laut. akan dapat dipenuhi. usia. sungai. Faktor Komunikasi dan Informasi 1. upacara-upacara sakral. Sarana dan prasarana komunikasidan informasi yang belum terbangun secara baik yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. d.diperhatikan ialah. dan gunung yang membatasi komunikasi antar daerah. untuk bertindak sebagai instansi netral dalam menegakkan keadilan. pekerjaan. 2. 3. Pemerintahan tidak sengaja meratrifikasi hasil-hasil konvensi internasional tentang haka asasi manusia. . dan sebagainya. 2. Ada kalanya demi kepentingan stabilitas nasional. Tidak semua penguasa memiliki kebijakan yang sama tentang pentingnya jaminan hak asasi manusia. 3. terutama jika sudah bersinggungan dengan kedududkan seseorang. Stratifikasi dalam status sosial yaitu tingakat pendidikan. hutan. 3. persoalan hak asasi manusia sering diabaikan. c.

Serta beberapa faktor lain : 1.2. mulailah dari diri kita sendiriuntuk belajar menghormati hak-hak asasi orang lain. peraturan perundang-undangannya masih sulit untuk diimolementasikan. serta tidak komprehensif dan tersistematis. mari kita upayakan untuk sedikit demi sedikit dikurangi. kredibilitas. 1. Faktor Aparat dan Penindakannya. Demi terwujudnya perlindungan hak asasi manusia yang baik. Minimnya sarana dan prasana serta fasilitas yang mendukung kelancaran proses penegakan hukum. tambal sulam. Rendahnya integritas moral. e. Kita harus terus . 2. Lemahnya political will dan political action para pemimpin negara ini untuk menjadi hukum sebagai panglima. 4. dan tindakan penyimpanagan berupa KKN. Kalaupun ada. Tingkat pendidikan dan kesejahteraan sebagian aparat yang dinilai masih belum layak sering membuka peluang jalan pintas untuk memperkaya diri. Tingkat kesadaran dan budaya hukum masyarakat yang masih rendah serta kurang respek terhadap hukum. Supremasi hukum masih sebatas retorika dan jargon politik yang didengung-dengungkan pada saat kampanye. 3. Masih ada oknum aparat yang secara intuisi atau pribadi mengabaikan prosedur kerja yang sesuai denagn hak asasi manusia. Peraturan perundang-undangan yang ada masih lebih merefleksikan kepentingan politik penguasa ketimbang kepentingan rakyat. Jaksa. profesionalitas dan kesadaran hukum aparat penegak hukum (Hakim. Polisi dan Advokat) dalam menegakkan hukum. 3. tidak konsekuen. 6. 2. Dari faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penegakan HAM tersebut di atas. Pelaksanaan tindakan pelanggaran oleh oknum aparat masih diskriminatif. 5. Paradigma penegakan hukum masih positivis-legalistis yang lebih mengutamakan tercapainya keadilan formal (formal justice) daripada keadilan substansial (substantial justice) kebijakan yang diambil oleh para pihak terkait (stakeholders) dalam mengatasi persoalan penegakan hukum masih bersifat parsial.

seluruh temuan komisi ini dimuat dalam Yearbook of Human Rights yang disampaikan kepada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. . 2. Artinya. Indonesia menjadi anggota komisi ini pada tahun 1991. melakaukan pengajian terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan. 3. Biasanya pemerintah otoriter tidak hanya menguasai lembaga eksekutif. pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia merupakan tanggung jawab internasional. Untuk itu dibutuhkan sebuah lembaga peradilan yang bersifat internasional dan memiliki yuridiksi atas wilayah negara-negara secara internasional. bahkan lembaga legislatif dan lembaga yudikatif juga ada di bawah kendalinya. Dalam rangka menyelesaikan masalah ini PBB membentuk komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia (The United Nations Commision on Human Rights). Karena itu. 7 Proses Peradilan Hak Asasi Manusia Sebagai suatu nilai yang diakui secara universal. Kegiatan ini terbatas pada himbauan dan persuasi. Mahkamah Internasional segera menindaklanjuti baik pengaduan oleh anggota maupun warga negara anggota PBB. seorang penguasa otoriter biasanya dapat melakukan kejahatan kemanusiaan dengan leluasa tanpa tersentuh oleh lembaga peradilan. 2. agar harkat dan martabat yang ada pada setiap manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa tetap terpelihara dengan sebaik-baiknya. Serta hasil pengkajian dan temuan Komisi Hak Asasi Manusia PBB untuk diadakan penyidikan. setiap warga negara dan atau negara anggota PBB berhak mengadu kepada komisi ini. penahanan. 4. cara kerja komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk sampai pada proses peradilan HAM internasional adalah sebagai berikut: 1.berupaya untuk mrnyuarakan tetap tegaknya hak asasi manusia. baik dalam suatu negara tetentu maupun secara global. dan proses peradilan. Banyak kejahatan kemanusiaan yang merupakan pelanggaran HAM dilakukan oleh rezim otoriter sebuah negara. persoalan hak asasi manusia todak hanya merupakan persoalan suatu negarra secara tersendiri. melainkan menjadi persoalan bersama yang mendapatkan perhatian iternasional.

Untuk lebih jelasnya tentang proses peradilan kasus HAM internasional. . dapat dilihat pada bagan berikut.

Masih ada pelanggaran HAM yang terjadi. HAM merupakan sekumpulan hak yang melekat pada diri manusia anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib kita hormati dan kita junjung . Dasar penetapan HAM di dunia bersifat dinamis. 3. perlakuan tidak adil terhadap perbedaan agama yang minoritas.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. dan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kepentingan manusia di zaman yang akan datang. Menghormati dan bertindak adil terhadap sesema manusia tanpa membeda-bedakan suku. baik di Indonesia maupun dunia dalam bentuk diskriminasi. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain. tinggi. 1 Kesimpulan 1. dan agama. 2. 2. 3. ras. 2 Saran 1.

htm).DAFTAR PUSTAKA Kasman. Situasi HAM di Indonesia:Kebebasan Beragana dan Aksi Kekerasan. (Online). 2008. diakses 28 Agustus 2008 Kampuschutle. 2001. . (Online). Farah. diakses 28 Agustus 2008. 2004. %20Sejarah%20Pemaknaan. Muhammad.%20Aksi%20Sejarah%20HAM. diakses 28 Agustus 2008.go. (Online).Theodore. (http://Pemikiran.asp). Kewarganegaraan. Sejarah Nasional Hak Asasi Manusia.pdf). (http://www.ham. Budiyanto. Jakarta : Erlangga. Sejarah Pemaknaan. Nirwana.id/sptsejarah. Sejarah HAM. 2007.%20Wacana. (http://PelanggaranHAM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful