CARA PERBANYAKAN TANAMAN

Posted on November 17, 2012 by ggisuper

Rate This

CARA PERBANYAKAN TANAMAN

A. Perbanyakan secara Generatif Perbanyakan generatif merupakan teknik perbanyakan tertua yang dikenal manusia. Beberapa keunggulan perbanyakan secara generatif adalah dapat dihasilkan jumlah tanaman baru dalam jumlah relatif banyak serta sosok tanaman yang sempurna. Contoh tanaman yang perbanyakan menggunakan cara ini adalah adenium (kamboja jepang). Tanaman adenium yang dihasilkan dari biji memiliki bentuk yang lebih bagus, bonggol yang lebih sempurna dibandingkan tanaman dari setek, serta sistem perakaran yang kuat.

1. Biji Perbanyakan secara generatif tanaman hias adalah dengan menggunakan biji. Biji yang merupakan tanaman yang digunakan untuk melanjutkan kehidupan secara alami pada tanaman. Hasil dari penyerbukan bunga tersebut berjumlah relatif banyak. Teknik perbanyakan generatif memiliki banyak keunggulan. Namun, teknik ini tidak banyak digunakan dalam perbanyakan tanaman hias. Hal ini disebabkan waktu tumbuh yang dibutuhkan tanaman hasil perbanyakan generatif sampai kondisi layak jual lebih lama dibandingkan tanaman hasil perbanyakan vegatif. Selain itu, tanaman baru yang dihasilkan memiliki keragaman yang tinggi. Hal ini tidak akan ditemukan pada hasil perbanyakan vegetatif konvensional, kecuali teknik kultur jaringan. Keragaman ini dapat menjadi suatu kelebihan atau kekurangan. Keragaman sangat berarti untuk menciptakan kultivar baru, seperti pada anthurium dan tanaman hias lainnya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. 2. Kunci keberhasilan Ada beberapa kunci keberhasilan yang harus diperhatikan dalam perkembang biakan secara generatif, yaitu sebagai berikut.

Pembibitan dengan cara disebar dilakukan pada tanaman yang berbiji kecil.a. sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar akar tidak rusak dan pertumbuhan tanaman tidak terhambat. Namun. hal yang harus dilakukan adalah mencoba secara terus-menerus (trial and error). Dalam proses pindah-tanam (transplanting). Bila yang baik biasanya memiliki persentase perkecambahan minimal 70 %. Untuk mendapatkan biji berkualitas dengan hasil tampilan tanaman yang unik. cara ini membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih. Saat akan membeli biji. Pengetahuan tersebut meliputi reproduksi tanaman dan karakteristik penyerbukan bunga. Hal ini disebabkan biji hasil persilangan sering kali memiliki kualitas buruk sehingga gagal berkecambah. tanaman akan mengalami setres selama beberapa waktu setelah proses pindah-tanam. Memproduksi biji sendiri memerlukan keahlian dan pengetahuan tersendiri. Perolehan biji Ada dua cara memperoleh biji untuk perbanyakan tanaman. sebaiknya memilih biji dengan kualitas terbaik yang diproduksi oleh perusahaan yang terpercaya. yaitu dengan memproduksi sendiri atau membeli di toko-toko pertanian. Pembibitan biji dapat dilakukan dengan cara disebar di bedengan/wadah atau setiap biji ditanam secara individual di wadah terpisah. Selain itu. seperti biji kaktus. .

Faktor yang dapat mempengaruhi perkecambahan. Penggunaan media tanam campuran sangat penting untuk mendapatkan karakteristik media tanam yang diinginkan. pupuk kandang. sekam bakar. yaitu air. Kekurangan air dapat menyebabkan biji gagal berkecambah. temperatur. Sementara itu. aerasi dan drainase yang baik menjamin ketersediaan oksigen dalam tanah yang sangat diperlukan bibit untuk tumbuh. Umumnya biji berkecanbah lebih baik jika mendapatkan penyinaran yang . Media tanam untuk pembibitan Media tanam untuk pembibitan adalah media tanam yang mampu menahan kelembapan serta menyediakan aerasi dan drainase yang baik. Perkecambahan Perkecambahan merupakan suatu proses saat biji tumduh dan berkembang. Tanah. sedangkan air yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan biji menjadi busuk. dan pasir malang adalah beberapa contoh media tanam yang dapat digunakan sebagai media pembibitan. kompos. Menjaga kelembapan disekitar biji penting umtuk memastikan biji dapat berkecambah dengan baik. c. coco peat. dan cahaya. Temperatur yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan biji rusak dan gagal berkecambah. Temperatur yang optimum untuk perkecambah biji berkisar 25 – 30 °C.b. Hal ini disebabkan air mengaktivasi biji untuk berkecambah.

Hyponex. penyinaran yang terlalu tinggi dapat menyebabkan biji menjadi rusak. Selain itu. potensi bibit hidup setelah pindah tanam akan berkurang. Pupuk Pupuk diberikan saat transplanting dengan dosis 0. Salah satu cara menghilangkan dormasi adalah dengan menghilangkan lapisan luar biji yang keras. e. Dormasi Sering kali yang sudah ditempatkan di lingkungan yang mendukung perkecambahan tidak berkecambahan. Sebaliknya.cukup. Penyinaran yang rendah dapat mengakibatkan etiolasi (pemanjangan batang) dan menurunkan kemampuan hidup bibit setelah pindah tanam. Dosis yang terlalu tinggi dapat memgakibatkan keracunan pada tanaman pada efek daun tanaman terbakar dan akar baru rusak. Pindah-tanam (transplanting) . seperti Gandasil. d. Pada biji disebabkan kulit biji yang terlalu tebal sehingga air sulit menembusnya atau kandungan zat kimia biji yang mengakibatkan biji tidak dapat tumbuh. dan Growmore.Hal ini disebut dengan dormasi. Jenis pupuk yang dapat digunakun adalah pupuk lengkap yang mengandung hara mikro dan makro. Pupuk diberikan cukup satu minggu sekali. f. Pemberian pupuk yang berlebihan bisa membuat tanaman menjadi terlalu rapuh sehingga akan menyulitkan saat pindah tanaman (transplanting).5 g/liter.

Pengendaliaan penyakit Pengendaliaan penyakit merupakan hal yang penting. Daun sempurna adalah daun yang sudah membuka secara sempurna. Pemindahan tanaman dengan cara mengisikan media tanam ke dalam pot. mulai dari 1 – 4 minggu. bakteri.Pindah-tanam dilakukan pada saat kecambah sudah memiliki 1 daun sempurna. Virus. Serangannya terjadi pada saat biji belum berkecambah. Umumnya penyakit yang sering timbul adalah rebah kecambah (damping-off) yang disebabkan oleh cendawan. Selanjutnyqa. atau cendawan merupakan organisme hidup yang dapat menyerang tanaman sehingga menimbulkan penyakit pada tanaman. g. akar tanaman dimasukkan ke dalam lubang. atau akar bibit. Jika penyakit ini terjadi pada saat biji sudah berkeecambah. Lubang tanam ditutup dengan media samvil ditekan-tekan secara perlahan untuk memastikan agar media tanam bersentuhan dengan bibit. tanaman disiram. lalu membuang lubang di tengah-tengah media tanam. batng. Penyakit ini mengakibatkan kematian bibit ( biji yang sudah berkecambah ). pemberantasannya dengan menyiram fungsida . Setelah itu. Banyak penyakit yang dapat timbul selama perkecambahan. Cara pengendaliannya adalah dengan membuang semua tanaman yang tekena penyajit. Waktu untuk berkecambah tanaman berbeda-beda.

Pertumbuhannya pun relatif cepat. Sambungan (grafting) . Sifat tanaman baru yang dihasilkan dengan cara vegetatif identif dengan tanaman induk. B. Perbanyakan secara Vegetatif Petani tanaman hias umumnya cenderung memilih cara vegetatif dibandingkan cara generatif. tingkat keberhasilannya juga tinggi. Jenis perbanyakan Perbanyakan tanaman secara vegetatif memiliki berbagai macam bentuk. jumlah tanaman baru yang dihasilkan relatif banyak dalam kurun waktu yang singkat. Berikut ini akan dijelaskan beberapa macam teknik perbanyakan yang biasa digunakan. Selain itu. a.berkonsentrasi 0.1 %. Selain variasi metodenya banyak. Kualitas yang dihasilkan dari perbanyakan secara vegetatif relatif sama. 1. Tanaman yang sulit diperbanyak dengan biji bisa diperbanyak dengan cara vegetatif.

Biasanya teknik ini berhasil dilakukan pada tanaman yang masih satu spesies. b. salah satu baguan akan lebih mudah busuk dan akhirnya mati. sedangkan rubra adalah namna spesiesnya. Contohnya penamaam jenis tanaman plumeria rubra. Namun.Sambungan adalah teknik perbanyakan dengan cara menyambungkan jenis tanaman yang memiliki perakaran kuat (sebagai batang bawah) dengan tanaman yang memiliki penampilan menarik (sebagai batang atas). dapat dilihah dari nama latin tanamannya. Okulasi (budding) . tetapi masihn satu famili. Tanaman yang akan di-grifting. misalnya euphorbia lokal dengan euphorbia impor. Untuk mengetahui apakah tanaman tersebut satu genus atau satu spesies.baik bagian atas ataupun bagian bawah. Plumeria merupakan nama genusnya. cara perbanyakan ini juga tidak menutup kemungkinan diakukan pada tanaman yang berbeda genus. harus dalam kondisi sehat.

mata tunas harus sesegera mungkin ditempelkan pada batang bawah. Mata tunas tersebut diambil dari bagian tengah atau bawah batang tanaman induk. bahkan oleh pemula sekalipun. Setelah mata tunas menyatu dengan baik pada batang bawah. Jika tidak langsung ditempelkan. sebaiknya mata tunas tersebut disimpan di tempat yang sejuk dan lembap. Teknik ini sangat mudah di lakukan. Pemotongan bagian atas batang bawah juga akan menginduksi tunas-tunas batang bawah lain untuk tumbuh. Saat mulai tumbuh. mata tunas tersebut segera dipotong agar tidak menghambat .Okulasi adalah teknik perbanyakan dengan cara menyambungkan mata tunas dari satu tanaman dengan tanaman utuh yang lain. bagian atas batang bawah dipotong sehingga mata tunas dapat berkembang dengan baik. Umumnya okulasi diperbanyak dengan bagian tanaman yang disebut mata tunas.Setelas dipotong.

Penggunaan mata tunas dorman dari tanaman dewasa dan bagian bawah tanaman yang sedang aktif tumbuh turut mendukung keberhasilan teknik ini. Cara perbanyakan bumbunan ada dua macam. Setelah membentuk perakaran. Bumbunan (layering) Batang tanaman yamg masih terhubungkan dengan tanaman induknya dapat membentuk akar apabila batang tersebut bersentuhan dengan media pengakaran. yaitu cangkok dan merunduk. Sama seperti teknik sambungan.pertumbuhan mata tunas hasil tempelan. teknik ini biasanya berhasil dilakukuan pada spesies yang sama. pasokan unsur hara untuk batang tidak terhenti. berubah batang tersebut dipisahkan dengan tanaman induk. 1) Cangkok (aerial layering) . cara perbanyakan ini relatif aman karena selama tanaman membentuk perakaran. Cara perbanyakan ini disebut dengan bumbunan. c. Dalam perakitnya.

mulai dari diameter 2 mm – 4 cm. Ukuran cabang yang dapat dicangkok bervariasi. Cabang dengan diameter kurang dari 2 mm tidak bagus digunakan untuk cangkok karena masih sangat muda.Cangkok bisa dilakukan dalam perbanyakan tanaman hias. Cabang yang sangat muda memiliki sedikit cadangan makanan sehingga potensi keberhasilan cangkok rendah. Begitu pula apabila menggunakan cabang tanaman lebih besar dari 4 cm. Cabang yang terlalu besar menandakan sel tanaman sudah terlalu .

atau tanah. untuk budi daya massal. coco peat.tua untuk bergenerasi sehingga potensi keberhasilanyya juga rendah. peat moss. Namun. Tanah ini hanya sedikit mengandung bahan organik dan mikroorganisme sehingga lebih steril. Cangkok memudahkan untuk mendapatkan tanaman yang berukuran besar dalam waktu yang singkat. Media perakaran untuk mencangkok harus terbebas dari bahan organik atau mikroorganisme. media yang paling mudah dan praktis adalah tanah yang diambil pada kedalaman 30 cm dari permukaan. cara ini kurang efisien karena hanya dapat menghasilkan tanaman dalam jumlah yang sedikit dari satu tanaman induk. Media untuk mencangkok bisa menggunakan sabut kelapa. Namun. Bahan organik atau mikroorganisme dapat mengganggu proses mencangkok. Beberapa tanaman hias yang diperbanyak dengan cara ini adalah puring (Codiaeum variegatum) dan hanjuang (Cordyline sp). 2) Merunduk .

teknik merunduk biasanya diaplikasikan pada tanaman yang memiliki batang yang lentur. jika batang terlalu tua. kemungkinan batang tidak akan menghasilkan akar atau hanya menghasilkan sedikit akar saja. seperti tanaman sirih-sirihan. dapat menggunakan alat bantu. Sebaliknya. Batang tanaman yang digunakan untuk tenknik ini harus berupa batang dewasa. Setek . d. untuk mempertahankan batang tetap tertimbun tanah. batang akan terus tumbuh dan tidak menghasilkan akar. Dengan cara ini. seperti penjepit. Apabila terlalu muda. Untuk mempermudah proses merunduk. kambium pada batang tanaman tidak perlu dihilangkan.Berbeda dengan cangkok.

kantong plastik dengan handuk basah dapat digunakan untuk menyimpan setek.Setek merupakan perbanyakan tanaman menggunakan potongan tanaman induk. Ukuran setek biasanya berkisar 5 – 7 cm atau 2 – 3 buku. Pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk mengambil potongan tanaman karena tanaman sedang dalam keadaan segar. Tujuannya agar setek tetap dalam keadaan segar dan lembap hingga akan ditanam untuk diakarkan. Untuk . Jika tidak akan langsung ditanam. dan akar. Bahan untuk setek dapat berupa batang. daun. atau bagian daun.

Tipe perbanyakan ini harus membentuk. . Untuk setek batang. Pada setek daun. batang setek ditanam secara bersama-sama dalam satu wadah (pot). Dengan demikian. Akan lebih aman. daun yang tersisa dapat dipotong setengah atau diikat. Pada setek komunal. Pada tanaman yang berdaun lebar. Saat tanaman baru sudah terbentuk. baik akar maupun tunas. jika mencelupkan pisauke dalam larutan alkohol atau fungisida berkonsentrasi rendah setiap kali selesai memotong tanaman. atau bagian daunnya saja. Berdasarkan cara penanaman saat pengakaran. daun lama dapat dipotong dan dibuang. daun perlu dikurangi hingga hanya terdapat 3 – 5 helai untuk mengurangi potensi kehilangan air. Tujuannya untuk menghindarkan penyebaran penyakit dari tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat. Pemotongan atau pingikatan tersebut juga brtujuan untuk menghemat tempat saat penanaman untuk pengakaran. bisa menggunakan pisau yang tipis dan tajam. yaitu setek komunal dan setek individu. bagian tanaman yang diambil adalah daun dan tangkainya saja. setek dibagi menjadi dua macam.memotong batang. setek daun membutuhkan waktu lebih lama untuk membentuk tanaman dewasa yang baru dibandingkan dengan setek batang.

setiap batng setek ditanam terpisah. Pemisahan anakan . Untuk meningkatkan persentase keberhasilan setek.Cara ini membantu menjaga kelembapan di sekitar setek. Pada setek individu. ‘Sun Parasol Crimson’. Hal ini disebabkan ketebalan daun tanaman yang diberi pupuk akan bertambah sehingga keberhasilan penyetekan meningkat (terbukti pada tanaman mandevilla). e. Mandevilla sp. Setek individu biasanya dilakukan pada tanaman yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap serangan jamur atau bakteri. pemberian pupuk P pada tanaman akan sangat berguna. atau tanaman-tanaman impor. seperti tanaman hias jenis lokal. Sementara itu setek komunal bisa dilakkukan pada tanaman yang memiliki sensitivitas yang rendah. seperti Dipladenia sp.

Untuk menyiasatinya. seperti calathea. f. anakan sulit sekali muncul. spathyphillum. dan aglaonema tumbuh merumpun dan beranak. Anakan yang cukup besar dan tumbuh di sekitar induknya dengan mudah bisa dipotong dan ditanam di media yang baru. Cara perbanyakan tanaman ini sangat mudah. Tanaman tersebut biasanya tidak berbatang dan jarang menghasilkan biji.Beberapa tanaman. Prinsip yang digunakan pada teknik ini adalah membuat tanaman . Induksi anakan Pada beberapa tanaman. tanaman harus diinduksi untuk menghasilkan anakan. yaitu dengan memisahkan anakan.

Mencacah umbi Teknik ini dilakukan pada tanaman yang membentuk umbi. Reproduksi ini bisa berupa biji atau anakan. saat mengalami stres atau dalam keadaan ‘sekarat’. Umbi merupakan bentuk modifikasi batang yang . Secara alamiah. respon yang biasa timbul adalah menghasilkan anakan setelah tanaman stres. tanaman aglaonema atau dieffenbachia yang ditusuk batangnya dengan tusuk gigi/korek api akan menghasilkan anakan setelah 3 – 5 minggu. seperti Caladium sp. g. tanaman akan melakukan reproduksi untuk melestarikan jenisnya. Pada tanaman yang sulit membentuk biji. Sebagai contoh.stres agar tanaman menghasilkan anakan.

umbi tersebut perlu dicelupkan ke dalam larutan fungisida berkpsentrasi rendah.5 cm. isolasi bahan tanaman (eksplan). h. Jika ingin cepat. Dengan menggunakan teknik ini. Kultur jaringan Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan dengan menggunakan berbagai bagian tanaman untuk dapat membentuk suatu tanaman utuh. Sebelum ditanam. tingkat keberhasilan menjadi sangat rendah. persiapan media. Proses perbanyakan secara kultur jaringan terdiri dari sterilisasi alat-alat. . Setelah diambil dan dicuci. Setelah itu. Semua jenis tanaman dapat diperbanyak dengan kultur jaringan dan semua bagian tanaman dapat digunakan sebagai sumber perbanyakan (eksplan).berfungsi sebagai penyimpan makanan. umbi yang digunakan harus berdiameter minimal 3 cm. Umbi memiliki banyak mata tunas. umbi dicelupkan ke dalam larutan fungisida berkonsentrasi rendah dan langsung ditanam. umbi dicacah dengan masing-masing ukuran cacahan sekitar 0. Untuk tujuan ini. Apabila umbi terlalu kecil. tanaman dapat dihasilkan dalam jumlah yang sangat besar dan dalam waktu singkat. cacahan umbi bisa langsung ditanam.

dan pemindahan tanaman hasil kultur jaringan ke lapangan.sterilisasi eksplan. aklimatisasi. mengkulturkan. .

About these ads Share .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful