P. 1
Cara Perbanyakan

Cara Perbanyakan

|Views: 24|Likes:
Published by rhezzaagxx

More info:

Published by: rhezzaagxx on May 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

CARA PERBANYAKAN TANAMAN

Posted on November 17, 2012 by ggisuper

Rate This

CARA PERBANYAKAN TANAMAN

A. Perbanyakan secara Generatif Perbanyakan generatif merupakan teknik perbanyakan tertua yang dikenal manusia. Beberapa keunggulan perbanyakan secara generatif adalah dapat dihasilkan jumlah tanaman baru dalam jumlah relatif banyak serta sosok tanaman yang sempurna. Contoh tanaman yang perbanyakan menggunakan cara ini adalah adenium (kamboja jepang). Tanaman adenium yang dihasilkan dari biji memiliki bentuk yang lebih bagus, bonggol yang lebih sempurna dibandingkan tanaman dari setek, serta sistem perakaran yang kuat.

1. Biji Perbanyakan secara generatif tanaman hias adalah dengan menggunakan biji. Biji yang merupakan tanaman yang digunakan untuk melanjutkan kehidupan secara alami pada tanaman. Hasil dari penyerbukan bunga tersebut berjumlah relatif banyak. Teknik perbanyakan generatif memiliki banyak keunggulan. Namun, teknik ini tidak banyak digunakan dalam perbanyakan tanaman hias. Hal ini disebabkan waktu tumbuh yang dibutuhkan tanaman hasil perbanyakan generatif sampai kondisi layak jual lebih lama dibandingkan tanaman hasil perbanyakan vegatif. Selain itu, tanaman baru yang dihasilkan memiliki keragaman yang tinggi. Hal ini tidak akan ditemukan pada hasil perbanyakan vegetatif konvensional, kecuali teknik kultur jaringan. Keragaman ini dapat menjadi suatu kelebihan atau kekurangan. Keragaman sangat berarti untuk menciptakan kultivar baru, seperti pada anthurium dan tanaman hias lainnya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. 2. Kunci keberhasilan Ada beberapa kunci keberhasilan yang harus diperhatikan dalam perkembang biakan secara generatif, yaitu sebagai berikut.

hal yang harus dilakukan adalah mencoba secara terus-menerus (trial and error). seperti biji kaktus. Selain itu.a. Pembibitan biji dapat dilakukan dengan cara disebar di bedengan/wadah atau setiap biji ditanam secara individual di wadah terpisah. . yaitu dengan memproduksi sendiri atau membeli di toko-toko pertanian. tanaman akan mengalami setres selama beberapa waktu setelah proses pindah-tanam. cara ini membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih. Untuk mendapatkan biji berkualitas dengan hasil tampilan tanaman yang unik. Bila yang baik biasanya memiliki persentase perkecambahan minimal 70 %. sebaiknya memilih biji dengan kualitas terbaik yang diproduksi oleh perusahaan yang terpercaya. Pembibitan dengan cara disebar dilakukan pada tanaman yang berbiji kecil. Dalam proses pindah-tanam (transplanting). Perolehan biji Ada dua cara memperoleh biji untuk perbanyakan tanaman. Hal ini disebabkan biji hasil persilangan sering kali memiliki kualitas buruk sehingga gagal berkecambah. Saat akan membeli biji. Memproduksi biji sendiri memerlukan keahlian dan pengetahuan tersendiri. Pengetahuan tersebut meliputi reproduksi tanaman dan karakteristik penyerbukan bunga. sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar akar tidak rusak dan pertumbuhan tanaman tidak terhambat. Namun.

Umumnya biji berkecanbah lebih baik jika mendapatkan penyinaran yang . Menjaga kelembapan disekitar biji penting umtuk memastikan biji dapat berkecambah dengan baik. aerasi dan drainase yang baik menjamin ketersediaan oksigen dalam tanah yang sangat diperlukan bibit untuk tumbuh. c.b. sedangkan air yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan biji menjadi busuk. sekam bakar. yaitu air. pupuk kandang. Kekurangan air dapat menyebabkan biji gagal berkecambah. Temperatur yang optimum untuk perkecambah biji berkisar 25 – 30 °C. Temperatur yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan biji rusak dan gagal berkecambah. coco peat. dan cahaya. Sementara itu. kompos. Media tanam untuk pembibitan Media tanam untuk pembibitan adalah media tanam yang mampu menahan kelembapan serta menyediakan aerasi dan drainase yang baik. Hal ini disebabkan air mengaktivasi biji untuk berkecambah. dan pasir malang adalah beberapa contoh media tanam yang dapat digunakan sebagai media pembibitan. Penggunaan media tanam campuran sangat penting untuk mendapatkan karakteristik media tanam yang diinginkan. Perkecambahan Perkecambahan merupakan suatu proses saat biji tumduh dan berkembang. temperatur. Tanah. Faktor yang dapat mempengaruhi perkecambahan.

Dosis yang terlalu tinggi dapat memgakibatkan keracunan pada tanaman pada efek daun tanaman terbakar dan akar baru rusak. Selain itu. Pada biji disebabkan kulit biji yang terlalu tebal sehingga air sulit menembusnya atau kandungan zat kimia biji yang mengakibatkan biji tidak dapat tumbuh. Jenis pupuk yang dapat digunakun adalah pupuk lengkap yang mengandung hara mikro dan makro. Pemberian pupuk yang berlebihan bisa membuat tanaman menjadi terlalu rapuh sehingga akan menyulitkan saat pindah tanaman (transplanting). dan Growmore. Pupuk diberikan cukup satu minggu sekali. Hyponex. penyinaran yang terlalu tinggi dapat menyebabkan biji menjadi rusak. Sebaliknya. f.cukup. e. Salah satu cara menghilangkan dormasi adalah dengan menghilangkan lapisan luar biji yang keras.Hal ini disebut dengan dormasi. Dormasi Sering kali yang sudah ditempatkan di lingkungan yang mendukung perkecambahan tidak berkecambahan. potensi bibit hidup setelah pindah tanam akan berkurang. Penyinaran yang rendah dapat mengakibatkan etiolasi (pemanjangan batang) dan menurunkan kemampuan hidup bibit setelah pindah tanam. seperti Gandasil. Pindah-tanam (transplanting) .5 g/liter. Pupuk Pupuk diberikan saat transplanting dengan dosis 0. d.

Serangannya terjadi pada saat biji belum berkecambah. tanaman disiram. akar tanaman dimasukkan ke dalam lubang. Pengendaliaan penyakit Pengendaliaan penyakit merupakan hal yang penting. mulai dari 1 – 4 minggu. Selanjutnyqa. Lubang tanam ditutup dengan media samvil ditekan-tekan secara perlahan untuk memastikan agar media tanam bersentuhan dengan bibit. Setelah itu. Cara pengendaliannya adalah dengan membuang semua tanaman yang tekena penyajit. Banyak penyakit yang dapat timbul selama perkecambahan. pemberantasannya dengan menyiram fungsida .Pindah-tanam dilakukan pada saat kecambah sudah memiliki 1 daun sempurna. Pemindahan tanaman dengan cara mengisikan media tanam ke dalam pot. atau cendawan merupakan organisme hidup yang dapat menyerang tanaman sehingga menimbulkan penyakit pada tanaman. Waktu untuk berkecambah tanaman berbeda-beda. g. Jika penyakit ini terjadi pada saat biji sudah berkeecambah. atau akar bibit. Daun sempurna adalah daun yang sudah membuka secara sempurna. Umumnya penyakit yang sering timbul adalah rebah kecambah (damping-off) yang disebabkan oleh cendawan. batng. bakteri. Virus. lalu membuang lubang di tengah-tengah media tanam. Penyakit ini mengakibatkan kematian bibit ( biji yang sudah berkecambah ).

tingkat keberhasilannya juga tinggi. Sambungan (grafting) . Selain variasi metodenya banyak. a. Jenis perbanyakan Perbanyakan tanaman secara vegetatif memiliki berbagai macam bentuk. Kualitas yang dihasilkan dari perbanyakan secara vegetatif relatif sama. Tanaman yang sulit diperbanyak dengan biji bisa diperbanyak dengan cara vegetatif. 1. jumlah tanaman baru yang dihasilkan relatif banyak dalam kurun waktu yang singkat. B. Sifat tanaman baru yang dihasilkan dengan cara vegetatif identif dengan tanaman induk. Perbanyakan secara Vegetatif Petani tanaman hias umumnya cenderung memilih cara vegetatif dibandingkan cara generatif. Berikut ini akan dijelaskan beberapa macam teknik perbanyakan yang biasa digunakan. Selain itu.berkonsentrasi 0.1 %. Pertumbuhannya pun relatif cepat.

Biasanya teknik ini berhasil dilakukan pada tanaman yang masih satu spesies. Tanaman yang akan di-grifting. Namun.baik bagian atas ataupun bagian bawah.Sambungan adalah teknik perbanyakan dengan cara menyambungkan jenis tanaman yang memiliki perakaran kuat (sebagai batang bawah) dengan tanaman yang memiliki penampilan menarik (sebagai batang atas). misalnya euphorbia lokal dengan euphorbia impor. cara perbanyakan ini juga tidak menutup kemungkinan diakukan pada tanaman yang berbeda genus. Untuk mengetahui apakah tanaman tersebut satu genus atau satu spesies. b. sedangkan rubra adalah namna spesiesnya. tetapi masihn satu famili. salah satu baguan akan lebih mudah busuk dan akhirnya mati. Plumeria merupakan nama genusnya. dapat dilihah dari nama latin tanamannya. Contohnya penamaam jenis tanaman plumeria rubra. Okulasi (budding) . harus dalam kondisi sehat.

Okulasi adalah teknik perbanyakan dengan cara menyambungkan mata tunas dari satu tanaman dengan tanaman utuh yang lain. sebaiknya mata tunas tersebut disimpan di tempat yang sejuk dan lembap. Mata tunas tersebut diambil dari bagian tengah atau bawah batang tanaman induk. bahkan oleh pemula sekalipun. bagian atas batang bawah dipotong sehingga mata tunas dapat berkembang dengan baik. Pemotongan bagian atas batang bawah juga akan menginduksi tunas-tunas batang bawah lain untuk tumbuh. Teknik ini sangat mudah di lakukan. mata tunas tersebut segera dipotong agar tidak menghambat . Saat mulai tumbuh.Setelas dipotong. Jika tidak langsung ditempelkan. Setelah mata tunas menyatu dengan baik pada batang bawah. Umumnya okulasi diperbanyak dengan bagian tanaman yang disebut mata tunas. mata tunas harus sesegera mungkin ditempelkan pada batang bawah.

Cara perbanyakan ini disebut dengan bumbunan. c.pertumbuhan mata tunas hasil tempelan. Dalam perakitnya. Sama seperti teknik sambungan. pasokan unsur hara untuk batang tidak terhenti. teknik ini biasanya berhasil dilakukuan pada spesies yang sama. berubah batang tersebut dipisahkan dengan tanaman induk. Bumbunan (layering) Batang tanaman yamg masih terhubungkan dengan tanaman induknya dapat membentuk akar apabila batang tersebut bersentuhan dengan media pengakaran. Cara perbanyakan bumbunan ada dua macam. Setelah membentuk perakaran. Penggunaan mata tunas dorman dari tanaman dewasa dan bagian bawah tanaman yang sedang aktif tumbuh turut mendukung keberhasilan teknik ini. cara perbanyakan ini relatif aman karena selama tanaman membentuk perakaran. 1) Cangkok (aerial layering) . yaitu cangkok dan merunduk.

Cangkok bisa dilakukan dalam perbanyakan tanaman hias. Cabang yang terlalu besar menandakan sel tanaman sudah terlalu . Begitu pula apabila menggunakan cabang tanaman lebih besar dari 4 cm. Ukuran cabang yang dapat dicangkok bervariasi. mulai dari diameter 2 mm – 4 cm. Cabang yang sangat muda memiliki sedikit cadangan makanan sehingga potensi keberhasilan cangkok rendah. Cabang dengan diameter kurang dari 2 mm tidak bagus digunakan untuk cangkok karena masih sangat muda.

untuk budi daya massal. Media untuk mencangkok bisa menggunakan sabut kelapa. Namun.tua untuk bergenerasi sehingga potensi keberhasilanyya juga rendah. Cangkok memudahkan untuk mendapatkan tanaman yang berukuran besar dalam waktu yang singkat. media yang paling mudah dan praktis adalah tanah yang diambil pada kedalaman 30 cm dari permukaan. peat moss. Tanah ini hanya sedikit mengandung bahan organik dan mikroorganisme sehingga lebih steril. Bahan organik atau mikroorganisme dapat mengganggu proses mencangkok. Namun. Media perakaran untuk mencangkok harus terbebas dari bahan organik atau mikroorganisme. cara ini kurang efisien karena hanya dapat menghasilkan tanaman dalam jumlah yang sedikit dari satu tanaman induk. atau tanah. coco peat. 2) Merunduk . Beberapa tanaman hias yang diperbanyak dengan cara ini adalah puring (Codiaeum variegatum) dan hanjuang (Cordyline sp).

Berbeda dengan cangkok. dapat menggunakan alat bantu. teknik merunduk biasanya diaplikasikan pada tanaman yang memiliki batang yang lentur. seperti tanaman sirih-sirihan. Untuk mempermudah proses merunduk. batang akan terus tumbuh dan tidak menghasilkan akar. kambium pada batang tanaman tidak perlu dihilangkan. seperti penjepit. Setek . d. Dengan cara ini. kemungkinan batang tidak akan menghasilkan akar atau hanya menghasilkan sedikit akar saja. jika batang terlalu tua. Apabila terlalu muda. untuk mempertahankan batang tetap tertimbun tanah. Sebaliknya. Batang tanaman yang digunakan untuk tenknik ini harus berupa batang dewasa.

Untuk . daun. dan akar. Tujuannya agar setek tetap dalam keadaan segar dan lembap hingga akan ditanam untuk diakarkan. Bahan untuk setek dapat berupa batang. kantong plastik dengan handuk basah dapat digunakan untuk menyimpan setek. Ukuran setek biasanya berkisar 5 – 7 cm atau 2 – 3 buku. atau bagian daun. Jika tidak akan langsung ditanam. Pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk mengambil potongan tanaman karena tanaman sedang dalam keadaan segar.Setek merupakan perbanyakan tanaman menggunakan potongan tanaman induk.

yaitu setek komunal dan setek individu. . bagian tanaman yang diambil adalah daun dan tangkainya saja. atau bagian daunnya saja. Dengan demikian. batang setek ditanam secara bersama-sama dalam satu wadah (pot). setek daun membutuhkan waktu lebih lama untuk membentuk tanaman dewasa yang baru dibandingkan dengan setek batang. Akan lebih aman. Tipe perbanyakan ini harus membentuk. Pemotongan atau pingikatan tersebut juga brtujuan untuk menghemat tempat saat penanaman untuk pengakaran. daun perlu dikurangi hingga hanya terdapat 3 – 5 helai untuk mengurangi potensi kehilangan air. Pada setek komunal. jika mencelupkan pisauke dalam larutan alkohol atau fungisida berkonsentrasi rendah setiap kali selesai memotong tanaman. Untuk setek batang. Pada setek daun. bisa menggunakan pisau yang tipis dan tajam. setek dibagi menjadi dua macam. Pada tanaman yang berdaun lebar. baik akar maupun tunas. daun lama dapat dipotong dan dibuang. daun yang tersisa dapat dipotong setengah atau diikat. Berdasarkan cara penanaman saat pengakaran. Tujuannya untuk menghindarkan penyebaran penyakit dari tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat.memotong batang. Saat tanaman baru sudah terbentuk.

e. atau tanaman-tanaman impor. ‘Sun Parasol Crimson’. Setek individu biasanya dilakukan pada tanaman yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap serangan jamur atau bakteri.Cara ini membantu menjaga kelembapan di sekitar setek. Mandevilla sp. seperti Dipladenia sp. setiap batng setek ditanam terpisah. Pemisahan anakan . seperti tanaman hias jenis lokal. Hal ini disebabkan ketebalan daun tanaman yang diberi pupuk akan bertambah sehingga keberhasilan penyetekan meningkat (terbukti pada tanaman mandevilla). Pada setek individu. Sementara itu setek komunal bisa dilakkukan pada tanaman yang memiliki sensitivitas yang rendah. Untuk meningkatkan persentase keberhasilan setek. pemberian pupuk P pada tanaman akan sangat berguna.

tanaman harus diinduksi untuk menghasilkan anakan. Untuk menyiasatinya. Prinsip yang digunakan pada teknik ini adalah membuat tanaman . dan aglaonema tumbuh merumpun dan beranak. Cara perbanyakan tanaman ini sangat mudah. seperti calathea.Beberapa tanaman. spathyphillum. Anakan yang cukup besar dan tumbuh di sekitar induknya dengan mudah bisa dipotong dan ditanam di media yang baru. Tanaman tersebut biasanya tidak berbatang dan jarang menghasilkan biji. f. anakan sulit sekali muncul. Induksi anakan Pada beberapa tanaman. yaitu dengan memisahkan anakan.

Secara alamiah. tanaman aglaonema atau dieffenbachia yang ditusuk batangnya dengan tusuk gigi/korek api akan menghasilkan anakan setelah 3 – 5 minggu. Mencacah umbi Teknik ini dilakukan pada tanaman yang membentuk umbi. Reproduksi ini bisa berupa biji atau anakan. saat mengalami stres atau dalam keadaan ‘sekarat’. Pada tanaman yang sulit membentuk biji. tanaman akan melakukan reproduksi untuk melestarikan jenisnya. g.stres agar tanaman menghasilkan anakan. seperti Caladium sp. Sebagai contoh. respon yang biasa timbul adalah menghasilkan anakan setelah tanaman stres. Umbi merupakan bentuk modifikasi batang yang .

Sebelum ditanam. Untuk tujuan ini. Apabila umbi terlalu kecil.berfungsi sebagai penyimpan makanan. Setelah diambil dan dicuci. Dengan menggunakan teknik ini. Setelah itu. umbi dicacah dengan masing-masing ukuran cacahan sekitar 0. . Kultur jaringan Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan dengan menggunakan berbagai bagian tanaman untuk dapat membentuk suatu tanaman utuh. tanaman dapat dihasilkan dalam jumlah yang sangat besar dan dalam waktu singkat. umbi dicelupkan ke dalam larutan fungisida berkonsentrasi rendah dan langsung ditanam. isolasi bahan tanaman (eksplan). Semua jenis tanaman dapat diperbanyak dengan kultur jaringan dan semua bagian tanaman dapat digunakan sebagai sumber perbanyakan (eksplan). persiapan media. Umbi memiliki banyak mata tunas. tingkat keberhasilan menjadi sangat rendah. Proses perbanyakan secara kultur jaringan terdiri dari sterilisasi alat-alat. umbi yang digunakan harus berdiameter minimal 3 cm. cacahan umbi bisa langsung ditanam. umbi tersebut perlu dicelupkan ke dalam larutan fungisida berkpsentrasi rendah. h.5 cm. Jika ingin cepat.

sterilisasi eksplan. . aklimatisasi. dan pemindahan tanaman hasil kultur jaringan ke lapangan. mengkulturkan.

About these ads Share .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->