P. 1
Proposal Majalah Kepel Mas Niam 1

Proposal Majalah Kepel Mas Niam 1

|Views: 12|Likes:
Published by pepupepipo
proposal
proposal

More info:

Published by: pepupepipo on May 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2014

pdf

text

original

Proposal penerbitan majalah Kepel.

Kom “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya” Disusun sebagai pengganti Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajeman Media Massa

Oleh : Maulin Ni’am SP/21076 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Gadjah Mada Yogyakarta

Karena literasi media sebenarnya cara pandang dari mana sesorang membuka diri terhadap media dan memaknai pesan yang ia terima dari media. sebenarnya literasi media hanya masalah kebiasaan saja. tokoh agama atau para pembuat kebijakan. Ia menganalogikan literasi media dengan sebuah termometer yang mana terdapat derajat untuk menunjukkan tingkatan atau kualitas. budaya melek media. Potter (2001: 7) mengatakan bahwa literasi media bukanlah sebuah kategori. Karena batas antara informasi yang benar dan salah. Budaya melek media harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. dosen. layaknya status. guru sekolah. sikap kritis dalam mengkonsumsi media justru harus dimiliki oleh golongan yang secara langsung menjadi penikmat dan sasaran utama media yaitu anak-anak dan remaja termasuk mahasiswa. Kebiasaan . Literasi media tidak melihat latar pendidikan seseorang. belum tentu informasi yang kita ambil akan membuat hidup kita semakin baik meskipun informasi tersebut benar. Potter melanjutkan bahwa literasi media adalah sebuah rangkaian kesatuan (continuum). pesatnya pertumbuhan media di Indonesia tidak dibarengi dengan meningkatnya tingkat literasi media masyarakat kita.PROBLEMATIKA Media literasi mutlak diperlukan sebagai kemampuan dasar berpikir kritis untuk hidup di abad informasi. apakah kita termasuk di dalamnya atau tidak. Tidak hanya untuk para orang tua. Kita harus selektif dalam memilih informasi mana yang akan kita respon. Ironisnya. valid dan invalid semakin kabur. Kita juga harus cerdas dalam menggunakan informasi. Tiap hari kita diterpa ribuan informasi. Dengan tanpa mengesampingkan sederetan teori dan metode penelitian media.

. mengkaji dan menemukan fakta tentang media. Sejak semester awal hingga akhir. Dikatakan menarik karena fokus studi mereka adalah media. tulisan mahasiswa komunikasi tentang media di media massa. Prokon Aktivis di Jawa Pos dan rubrik sejenis lainnya lebih banyak diisi oleh mahasiswa dari ilmu non-sosial. tetapi yang terjadi justru sikap pembiaran. menganalisis maksud dari tayangan media tersebut. Hal yang menarik untuk dijadikan renungan adalah budaya literasi media di kalangan mahasiswa. Bukti konkretnya adalah masih minimnya. untuk tidak mengatakan tidak ada. Rubrik semacam suara mahasiswa di harian Kedaulatan Rakyat. Sehingga mahasiswa Komunikasi merasa tidak perlu menyampaikan sikap kritis mereka atas media.menonton dan mengkonsumsi media idealnya diiringi dengan pembiasaan untuk mencermati. mereka mendapatkan banyak informasi tentang media dan segala aspeknya. tingkat literasi media yang mereka miliki hanya disimpan untuk diri mereka sendiri. Mereka tahu bahwa banyak hal yang bisa dan harus mereka kritisi dari media. Sayangnya. Mungkin karena mereka berada dalam lingkungan sama dan menganggap yang lain juga tahu apa ia ketahui. Pembiaran yang terjadi berulang kali membuat mahasiswa menganggap pesan-pesan negatif di media adalah hal biasa dan lumrah. Mereka pula yang secara intens mengamati. alih-alih menuliskan gagasan mereka ke media. Inilah yang kemudian menjadi sebab hilangnya nalar kritis mahasiswa atas fenomena sosial yang terjadi di sekelilingnya. belum tentu ia mau untuk mengkritisi media. Pada akhirnya yang terjadi adalah berkurangnya tingkat sensitivitas (desensitization) terhadap pesan negatif media. Meskipun seseorang memiliki kemampuan atau pengetahuan yang memadai untuk menjadi media-watcher. khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Berangkat dari kegelisahan atas problematika tersebut dan kebulatan tekad. Mempublikasikan hasil refleksi atas realitas ke dalam karya tulis bukan sekedar untuk mencari status. Selain kebiasaan menulis yang masih sangat minim. Sebuah karya tulis disusun dan dipublikasikan lebih sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat. Boleh dikatakan karya tulis ilmiah adalah anak kandung yang lahir dari rahim intelektualitas. berdiskusi antarwarga akademi dan menuliskan hasilnya dalam bentuk laporan penelitian. Memang saat ini sudah beredar majalah layaknya Cakram atau B&B yang mengupas tentang pemasaran. 1997:v). Lebih lanjut. adalah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan penyandang status kaum akademisi. Lebih mudah menyampaikan informasi melalui lisan. publikasi atas hasil dari laku intelektual (Wardhana. Aktivitas intelektual adalah proses berpikir. permasalahan yang dihadapi mahasiswa komunikasi UGM adalah keterbatasan sumber informasi yang menunjang studi serta kemampuan praktis di bidang kajian komunikasi. Akan tetapi isi kedua media tersebut lebih cocok untuk praktisi yang sudah bekerja. julukan ataupun gelar akademis. khususnya karya ilmiah. PR maupun jurnalistik. Media ini didirikan dengan beberapa tujuan antara lain : . academic action harus pula diikuti dengan apa yang disebut public action. Namun laporan penelitian itu sendiri hanya berfungsi sebagai mental exercise. Padahal menulis. laku intelektual. mengamati. majalah ini hadir sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Itulah yang disebut sebagai academic action.Kenyataan berbicara bahwa mahasiswa tidak terbiasa melakukan komunikasi tertulis. periklanan. yang akhirnya hanya mengisi rak-rak perpustakaan.

kritik atau ide di media massa. koran atau newsletter yang bisa dibaca beramai-ramai. panduan serta tips-tips yang dapat digunakan sebagai penunjang studi maupun bekal pengetahuan praktis. ruang berekspresi dan apresiasi bagi mahasiswa komunikasi di bidang fotografi. JENIS MEDIA Jenis media yang dipilih adalah medium magazine. Bersifat personal. Menumbuhkembangkan aktivitas media-watch di kalangan mahasiswa komunikasi umumnya. Sehingga memungkinkan untuk menyajikan liputan berita secara lebih mendalam dan menyeluruh. desain visual. Melatih ketrampilan komunikasi secara tertulis untuk menyampaikan opini. Sedangkan secara kualitas. jurnalistik dan minat UGM khususnya dan mahasiswa Yogyakarta pada NAMA MEDIA Media ini bernama Kepel.1. Memberikan informasi. majalah bisa memuat tulisan yang lebih banyak dan panjang. Menyediakan lainnya. format majalah memiliki karakteristik : Lebih menarik. Secara fisik. dengan adanya ilustrasi. tidak seperti tabloid. 4.Kom (baca: kepel dot kom). Nama tersebut merupakan gabungan dari dua kata Kepel dan Kom (kependekan dari . gambar maupun foto. Mudah dibawa sehingga bisa dibaca di mana saja. 3. Dijilid dengan baik sehingga mudah didokumentasikan. Pemilihan format majalah karena kelebihan yang dimiliki majalah baik secara fisik maupun materi berita dibanding format media lainnya. 2.

buahnya empuk dan bisa dimakan. Nama harus memiliki makna yang mencitrakan pemiliknya atau harapan dari pemberi nama. “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya”. 2.Kom secara simbolis memiliki makna filosofis yang menyimpan harapan atas eksistensi media ini yaitu : 1. gagasan dan pemikiran. Media yang menyediakan ruang kebebasan bagi ekspresi. duduk-duduk dan melakukan aktivitas lainnya. Menjalankan fungsi solidarity maker di antara mahasiswa. alumni dan dosen komunikasi UGM. Sebuah habitus intelektual bagi mahasiswa komunikasi UGM dalam berekspresi. Keteguhan semangat yang kokoh layaknya tangan yang terkepal PARADIGMA Dengan melihat realitas industri percetakan dan sumber daya yang ada serta idealita yang hendak diraih.Kom adalah. bila sudah matang. Secara harfiah. 1. Begitu pula nama Kepel. paradigma yang digunakan dalam . 2. nama bukanlah sekedar sebutan. istilah kepel memiliki dua arti. saling bertukar gagasan. Dalam masyarakat Yogyakarta yang berbudaya Jawa. Kepel menunjuk pada tangan yang mengepal. Buah kepel yang masih muda kerasnya sekeras batu. Sedangkan untuk tagline yang mengiringi nama Kepel. Di bawah pepohonan Kepel inilah biasanya mahasiswa komunikasi sering kumpul.komunikasi). Menumbuhkan semangat dan tekad untuk bersama-sama memajukan almamater. Kepel adalah nama buah berwarna coklat mirip sawo. Kepel adalah bahasa jawa yang searti dengan kepal atau genggam. Pohon kepel tumbuh di halaman depan kantor Jurusan Ilmu Komunikasi UGM.

Pemilihan paradigma ini lebih disebabkan alasan pragmatis dan praktis. lembaga). Jadi dalam operasionalisasi. kerja sama serta donasi dari pihak lain (alumni. Sekunder . Sehingga bisa membantu meringankan beban biaya produksi. pembaca tetap diminta sejumlah harga untuk memiliki media ini. media ini memiliki berada di bawah payung Korps Mahasiswa Komunikasi sebagai induk organisasi. Primer Seluruh mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UGM baik dari progam sarjana maupun diploma yang masih aktif. Untuk menjaga kontinuitas penerbitan.Kom ini dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan kontribusi yang diharapkan dari mereka. terutama mahasiswa tahun pertama hingga tahun ketiga. Secara struktural. media ini akan banyak bergantung pada pihak pengiklan. Dengan adanya sumber dana tersebut. Hubungan struktural ini membawa konsekuensi bahwa media ini dituntut untuk bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan informasi pembaca tanpa harus menanggalkan idealisme perjuangan organisasi.pendirian media ini adalah perpaduan dua paradigma yaitu misionaris dan pasar. Namun lebih condong pada paradigma yang pertama. subsidi anggaran dari organisasi. dosen. media ini bisa dinikmati konsumen dengan harga yang minim. SEGMENTASI Sasaran pembaca majalah Kepel.

Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di pulau Jawa. Alumni jurusan ilmu komunikasi UGM. Tersier Dosen di jurusan ilmu komunikasi UGM. Geografis Propinsi Jawa Tengah dan DIY Jarak antarkampus tidak terlalu jauh.Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di propinsi Jawa Tengah dan DIY Mahasiswa jurusan komunikasi yang ada di universitas-universitas se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Belum memiliki orientasi pekerjaan yang mantap Memiliki tingkat akses media yang tinggi Mengikuti perkembangan teknologi komunikasi informasi Jumlah Audiens Potensial : Laki-laki dan perempuan : 18 – 24 tahun : menengah ke atas . Lembaga kajian media. Secara umum kelompok primer dan sekunder memiliki karakeristik yang hampir sama. memungkinkan untuk distribusi. Demografis Jenis Kelamin Usia Strata ekonomi keluarga Psikografis Suka pada hal-hal baru.

menjelaskan garis besar tema di tiap edisi. Satya Wacana. UPN. UMY. Atmajaya.Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Tinggi (www. Berikut ini adalah deskripsi singkat tentang rubrikasi majalah Kepel. .id) jumlah mahasiswa jurusan komunikasi untuk jenjang S1 dan D3 di propinsi Jawa Tengah dan DIY adalah sebanyak 8133 mahasiswa Berikut perkiraan data audiens potensial sebagai konsumen media ini Kelompok Primer S1 UGM D3 UGM Jumlah media ini Kelompok Sekunder PT DIY PT Jateng Jumlah : 3803 (UII.or. RUBRIKASI Rubrikasi untuk media ini ditentukan dengan mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan atas informasi apa yang diinginkan pembaca. Berdasarkan fungsinya. rubrik-rubrik dalam Kepel. UNS.evaluasi. dll) : 7426 : 268 : 439 : 707 Diperkirakan 40% dari jumlah anggota kelompok primer tersebut membeli Diperkirakan 10% dari jumlah tersebut akan membeli media ini. Unsemar. merupakan pengantar dari redaksi. Selain itu isi dari rubrik ini juga menggambarkan opini atau keberpihakan media atas fenomena yang diulas. Unsoed. edukatif dan menghibur.Kom berusaha memenuhi fungsi informatif.Kom Penunggu Pohon. APMD dll) : 3623 (Undip. redaksi menyapa pembaca. Melalui rubrik ini.

mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan tentang isu-isu aktual di dunia kerja yang akan mereka geluti. pertanyaan. atau informasi yang diinginkan secara langsung tanpa membaca dari awal. berisi review tentang praktek konsumsi media yang telah dilakukan oleh pembaca. Dalam bentuk konkret. sesuai dengan namanya rubrik ini akan menunjukkan ulasan apa saja yang ada disertai dengan petunjuk di halaman berapa ulasan itu ditempatkan. Mainstream. email atau sms. ke-PR-an. Rubrik ini akan memudahkan pembaca mencari artikel. pemasaran. rubrik mainsteram berisi artikel tentang produksi media. Kontakita. Dengan bekal tersebut. ulasan. supporting media dan perspektif media. Pembaca bisa mengirimkan tulisan untuk rubrik ini melalui surat. kependekan dari Laporan Top yang berisi uraian tentang hasil liputan mendalam atas topik tertentu. Rubrik ini merupakan inti pesan yang ingin disampaikan media ini kepada pembaca. Lap -Top. rubrik mainstream memiliki tiga sub-rubrik sesuai dengan pilihan konsentrasi yang ada di jurusan komunikasi UGM yaitu media studies. mahasiswa mampu mengawinkan pengetahuan teoritis yang mereka dapatkan di perkuliahan dengan kenyataan di dunia kerja. maupun isu-isu kebijakan komunikasi. Diharapkan melalui rubrik mainstream. kritik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan majalah. berisi ulasan topik-topik tertentu yang berkaitan dengan kajian ilmu komunikasi. rubrik yang memuat tulisan dari pembaca yang berisikan komentar.Daftar Menu. Mediaholic. Di sinilah peran mahasiswa komunikasi diasah .

Terdiri dari beberapa tulisan singkat misalnya tentang kejadian salah ucap. rubrik ini merupakan ruang ekspresi bagi mahasiswa yang hobi fotografi. halaman yang memuat foto-foto hasil jepretan mahasiswa komunikasi. Di samping itu juga untuk menambah jaringan dengan para praktisi komunikasi. tujuan dari rubrik ini adalah untuk menjembatani mahasiswa dengan pengalaman dunia kerja. salah gambar. Wartawan Juga Manusia. SnapShot.untuk Bisa jeli berupa mengamati media. Matakamera. karir serta perjuangan yang dilaluinya hingga mencapai . pengalaman menonton tayangan review menonton film atau membaca surat kabar. pengaturan cahaya. iklan dan media-media lain. bisa dari segi teknik. event yang terjadi di sekitar kampus dan kota. Titik tekannya bukan pada review media layaknya resensi tapi yang lebih ditonjolkan adalah kekritisan pembaca dalam mengonsumsi media. Dari segi muatan. pemuatan ulang berita yang terjadi di media massa khususnya media cetak. hampir mirip dengan rubrik mediaholic. Jejak Karir. Foto yang dimuat akan disertai komentar dari pengasuh rubrik baik tentang foto tersebut. pengalaman dan kritik mereka atas media yang pernah mereka konsumsi. perjalanan kesuksesan. salah ketik. rubrik ini akan menampilkan profil salah satu alumni komunikasi UGM tentang biografi. seni dan lain-lain. berisi berita-berita singkat tentang peristiwa. rubrik ini berisi temuan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di media. Pembaca bisa menuliskan televisi. buku. pendapat.

In-Tech. berisi ulasan tentang inovasi produk-produk teknologi terbaru. merawat kamera. tips magang dan masih banyak lagi.Tips n Trik. rubrik yang berisi panduan atau tips-tips praktis. desain grafis. Materi tips tentunya seputar ketrampilan atau pengetahuan teknis terkait dunia komunikasi misalnya. merancang iklan. Pembagian Halaman Berikut ini adalah pembagian jumlah halaman untuk masing-masing rubrik Nama Rubrik Jumlah halaman Penunggu Pohon 1 Daftar menu 1 Kontakita 1 Mainstream 4 Mediaholic 4 Snapshot 1 Jejak Karir 1 Wartawan Juga Manusia 1 Tips n Trik 1 In-Tech 1 jumlah 16 Jadi pembagian halaman bisa jelaskan sebagai berikut : Kalam sampul Halaman isi Halaman iklan Jumlah total KARAKTERISTIK MEDIA Fisik • • • Ukuran Majalah Posisi Tebal Halaman : 270 x 210 mm : Tegak/ Portait : 20 halaman : 16 :3 : 22 halaman :1 .

KPID dan wartawan serta ketua-ketua HMJ Komunikasi se Jateng dan DIY. Beberapa strategi yang akan dilakukan untuk mempromosikan Kepel. mengadakan acara launching perdana dan seminar tentang media-watch dengan mengundang Lembaga Kajian Media. perlu dirancang suatu bauran pemasaran yang meliputi promosi. penyebaran pamflet. Launching Media.• • • • • Jenis Kertas Cover Jenis Kertas Isi Warna Jilid Finishing : Art paper 150 gr : HVS 80 gr : 30% full color 70% BW : Jahit Benang : Wrapping Plastic Periode Penerbitan • • • Waktu Terbit Oplah Harga : tiap hari Senin di awal bulan : 1000 eksemplar : Rp. 3000. pengenalan media Kepel.Kom bisa dikenal secara luas dan cepat ke segmen pembacanya. . dilakukan penempelan dan penyebaran pamflet terkait launching media baru di kalangan mahasiswa komunikasi di masing-masing kampus. Jaringan organisasi. dua minggu sebelum edisi perdana terbit.- STRATEGI PEMASARAN Agar majalah Kepel. 2.Kom dalam acara-acara Ikatan Mahasiswa Komunikasi (IMIKI) 3.Kom adalah 1. pemasaran dan distribusi yang tepat.

café yang sering dikunjungi mahasiswa 9. menawarkan secara langsung majalah Kepel. Sedangkan untuk iklan-iklan dalam ukuran kecil. menggunakan tenaga penjualan dengan sistem bagi hasil 8. Personal Selling.Kom. dan kerjasama dengan anggota Ikatan Mahasiswa PERIKLANAN Iklan merupakan saalah satu sumber utama pendapatan dari tiap media. kamera. Koordinasi Komunikasi 10.Kom kepada mahasiswa. menitipkan pada koperasi mahasiswa. Begitu juga dengan majalah Kepel. mewajibkan seluruh pengurus KOMAKO untuk membeli majalah Kepel. handycam. dosen dan alumni komunikasi agar mau membeli bahkan berlangganan majalah. dikirim via pos bagi yang berlangganan dan tempatnya jauh. Jateng. ada 3 halaman yang secara khusus disediakan bagi para pengiklan yaitu 2 halaman di sampul belakang dan 1 halaman belakang sampul depan. 5. Bekerjasama dengan HMJ Komunikasi di unversitas lain khususnya di KORWIL III yang meliputi DIY. tidak lebih dari setengah halaman akan di tempatkan di halaman isi. Target iklan yang diharapkan masuk tentunya disesuaikan dengan pembaca yaitu mahasiswa komunikasi. komputer . Strategi distribusi agar majalah dapat dengan mudah dan cepat sampai ditangan pembaca antara lain : 7. beberapa target iklan tersebut antara lain : Toko alat elektronik. Dengan ketentuan bagi hasil bagi penjual untuk tiap eksemplar yang berhasil dijual.Kom 6. Menagcu pada buku tersebut beberapa strategi pemasaran yang akan dilakukan antara lain 4.Rucker (1960) dalam Tested Newspaper Promotion menjelaskan beberapa strategi promosi surat kabar.

bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya manajemen media layaknya sebuah perusahaan diluar bagian ke redaksionalan. Dalam hal ini pemimpin umum merangkap sebagai pemimpin redaksi. bertanggung jawab terhadap keseluruhan jalannya organisasi Pemimpin Pemimpin penerbitan. Redaksi. mengkoordinasikan dan bertanggung jawab terhadap isi materi majalah yang dibuat oleh staf redaksi Pemimpin Perusahaan. Bidang Redaksional Pemimpin redaksi membawahi redaktur pelaksana dan manajer produksi Redaktur Pelaksana. foto. bertugas. menentukan kebijaksanaan terhadap atas organisasi secara jalannya strategi eksternal. Manajer Produksi .Counter Handphone Percetakan foto STRUKTUR ORGANISASI Bidang Umum Penanggung Jawab. Staf redaksi bertugas mencari dan mengumpulkan materi berupa berita. Secara keseluruhan bertanggung jawab terhadap operasionalisasi majalah baik jalannya produksi maupun isi majalah. Posisi ini dipegang oleh Ketua KOMAKO bertanggung Bertanggung jawab jawab keseluruhan dan organisasi penerbitan. Umum. menentukan kebijaksanaan internal organisasi kebijakan redaksional sesuai dengan nilai dan ideologi perjuangan organisasi. Selain itu Pemimpin redaksi bertugas merencanakan. ilustrasi.

Periklanan 4. reproduksi foto. mengkoordinir serta bertanggung jawa atas kelancaran produksi majalah. Dimulai dari tahap setting. umar. Finishing. Karena keterbatasan sumber daya manusia maupun dana tidak menutup kemungkinan satu orang menjalankan beberapa tugas sekaligus. Bidang Usaha Pemimpin perusahaan membawahi 6 bidang kerja 1. mengerjakan sampul majalah. Susunan personalia majalah Kepel. Sirkulasi dan Distribusi 3. setting dan final artwork. Kerumahtanggaan Dalam pelaksanaannya pembagian kerja belum bisa terpisah satu sama lain. Personalia 6. lay out. ilustrasi.Bertugas merencanakan. mengerjakan sejak final artwork. watono. Tami : Aji. Keuangan 5.Kom Penanggung Jawab Sekretaris umum Redaktur Pelaksana Staf Redaksi : Ketua Komako : Lola Amaria : Zaki. Promosi dan Humas 2. Maharani. plat hingga naik cetak Manajer produksi membawahi 2 bidang yaitu : Lay out dan artistik. pembuatan plat hingga menjadi majalah. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Maulin Ni’am .

500.000 100.000 .700.100.000 Rp 2.000 500.000 Rp 2. Promosi dan Humas Kabag Iklan Kabag ESTIMASI DANA A.000 250.000.000 900. Pemasukan Penjualan majalah 900 eks. 850.000 Rp 3.000 : Avi : flora Rp 1000.000.000 Rp 6. Pemimpin Perusahaan : Nagara Kabag.000 Rp 7.000 Rp 1.Fotografer : andi. Pengeluaran Biaya Produksi Biaya bahan dan cetak 1000 eks Biaya non produksi Biaya reportase Biaya komunikasi Kesekretariatan Biaya promosi Peralatan Honor penulis Total pengeluaran Rp Rp Rp Rp Rp 400.000.000 Rp 1. X Rp 3000 subsidi penerbitan perdana dari Komako Subsidi dari Jurusan Ilmu Komunikasi Iklan Donatur Total pemasukan B.000 Rp 400.

Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Tested Newspaper Promotion. Ashadi dan Rondang Pasaribu. 1960. W. Bagaimana Mengelola Media Korporasi-Organisasi. DAFTAR BACAAN Rucker. Kapitalisme Televisi dan Strategi Budaya Massa. James. 2000.Kom ini kami susun. 2001. Wardhana. Media Literacy. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.PENUTUP Demikian proposal penerbitan majalah Kepel. Besar harapan kami majalah ini dapat terealisasikan sehingga bermanfaat bagi masa depan generasi bangsa bangsa. Kami yakin tanpa dukungan dari semua pihak. rencana mulia ini akan sulit terwujud. Iowa: Ames press. Veven SP. 1997. Frank W. Potter. USA: Sage Publication. . Siregar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->