Proposal penerbitan majalah Kepel.

Kom “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya” Disusun sebagai pengganti Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajeman Media Massa

Oleh : Maulin Ni’am SP/21076 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Gadjah Mada Yogyakarta

PROBLEMATIKA Media literasi mutlak diperlukan sebagai kemampuan dasar berpikir kritis untuk hidup di abad informasi. Tidak hanya untuk para orang tua. layaknya status. Ironisnya. Kita harus selektif dalam memilih informasi mana yang akan kita respon. Karena literasi media sebenarnya cara pandang dari mana sesorang membuka diri terhadap media dan memaknai pesan yang ia terima dari media. apakah kita termasuk di dalamnya atau tidak. Potter (2001: 7) mengatakan bahwa literasi media bukanlah sebuah kategori. guru sekolah. Karena batas antara informasi yang benar dan salah. valid dan invalid semakin kabur. dosen. Literasi media tidak melihat latar pendidikan seseorang. Tiap hari kita diterpa ribuan informasi. budaya melek media. sebenarnya literasi media hanya masalah kebiasaan saja. tokoh agama atau para pembuat kebijakan. Kebiasaan . sikap kritis dalam mengkonsumsi media justru harus dimiliki oleh golongan yang secara langsung menjadi penikmat dan sasaran utama media yaitu anak-anak dan remaja termasuk mahasiswa. Budaya melek media harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan tanpa mengesampingkan sederetan teori dan metode penelitian media. belum tentu informasi yang kita ambil akan membuat hidup kita semakin baik meskipun informasi tersebut benar. Ia menganalogikan literasi media dengan sebuah termometer yang mana terdapat derajat untuk menunjukkan tingkatan atau kualitas. pesatnya pertumbuhan media di Indonesia tidak dibarengi dengan meningkatnya tingkat literasi media masyarakat kita. Kita juga harus cerdas dalam menggunakan informasi. Potter melanjutkan bahwa literasi media adalah sebuah rangkaian kesatuan (continuum).

belum tentu ia mau untuk mengkritisi media. Pembiaran yang terjadi berulang kali membuat mahasiswa menganggap pesan-pesan negatif di media adalah hal biasa dan lumrah. . Sejak semester awal hingga akhir. Meskipun seseorang memiliki kemampuan atau pengetahuan yang memadai untuk menjadi media-watcher. Hal yang menarik untuk dijadikan renungan adalah budaya literasi media di kalangan mahasiswa. Sayangnya. Rubrik semacam suara mahasiswa di harian Kedaulatan Rakyat. Prokon Aktivis di Jawa Pos dan rubrik sejenis lainnya lebih banyak diisi oleh mahasiswa dari ilmu non-sosial. Bukti konkretnya adalah masih minimnya. tulisan mahasiswa komunikasi tentang media di media massa. mengkaji dan menemukan fakta tentang media. untuk tidak mengatakan tidak ada. menganalisis maksud dari tayangan media tersebut.menonton dan mengkonsumsi media idealnya diiringi dengan pembiasaan untuk mencermati. khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi. Inilah yang kemudian menjadi sebab hilangnya nalar kritis mahasiswa atas fenomena sosial yang terjadi di sekelilingnya. Dikatakan menarik karena fokus studi mereka adalah media. Sehingga mahasiswa Komunikasi merasa tidak perlu menyampaikan sikap kritis mereka atas media. mereka mendapatkan banyak informasi tentang media dan segala aspeknya. Mereka tahu bahwa banyak hal yang bisa dan harus mereka kritisi dari media. tetapi yang terjadi justru sikap pembiaran. Mereka pula yang secara intens mengamati. tingkat literasi media yang mereka miliki hanya disimpan untuk diri mereka sendiri. alih-alih menuliskan gagasan mereka ke media. Pada akhirnya yang terjadi adalah berkurangnya tingkat sensitivitas (desensitization) terhadap pesan negatif media. Mungkin karena mereka berada dalam lingkungan sama dan menganggap yang lain juga tahu apa ia ketahui.

Kenyataan berbicara bahwa mahasiswa tidak terbiasa melakukan komunikasi tertulis. berdiskusi antarwarga akademi dan menuliskan hasilnya dalam bentuk laporan penelitian. Akan tetapi isi kedua media tersebut lebih cocok untuk praktisi yang sudah bekerja. Itulah yang disebut sebagai academic action. Boleh dikatakan karya tulis ilmiah adalah anak kandung yang lahir dari rahim intelektualitas. Namun laporan penelitian itu sendiri hanya berfungsi sebagai mental exercise. julukan ataupun gelar akademis. mengamati. PR maupun jurnalistik. laku intelektual. Lebih lanjut. Selain kebiasaan menulis yang masih sangat minim. Aktivitas intelektual adalah proses berpikir. yang akhirnya hanya mengisi rak-rak perpustakaan. 1997:v). Padahal menulis. Berangkat dari kegelisahan atas problematika tersebut dan kebulatan tekad. adalah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan penyandang status kaum akademisi. periklanan. publikasi atas hasil dari laku intelektual (Wardhana. Lebih mudah menyampaikan informasi melalui lisan. Memang saat ini sudah beredar majalah layaknya Cakram atau B&B yang mengupas tentang pemasaran. majalah ini hadir sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. khususnya karya ilmiah. academic action harus pula diikuti dengan apa yang disebut public action. permasalahan yang dihadapi mahasiswa komunikasi UGM adalah keterbatasan sumber informasi yang menunjang studi serta kemampuan praktis di bidang kajian komunikasi. Mempublikasikan hasil refleksi atas realitas ke dalam karya tulis bukan sekedar untuk mencari status. Media ini didirikan dengan beberapa tujuan antara lain : . Sebuah karya tulis disusun dan dipublikasikan lebih sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat.

JENIS MEDIA Jenis media yang dipilih adalah medium magazine. Menyediakan lainnya.Kom (baca: kepel dot kom).1. format majalah memiliki karakteristik : Lebih menarik. ruang berekspresi dan apresiasi bagi mahasiswa komunikasi di bidang fotografi. dengan adanya ilustrasi. majalah bisa memuat tulisan yang lebih banyak dan panjang. 4. kritik atau ide di media massa. Sehingga memungkinkan untuk menyajikan liputan berita secara lebih mendalam dan menyeluruh. panduan serta tips-tips yang dapat digunakan sebagai penunjang studi maupun bekal pengetahuan praktis. Nama tersebut merupakan gabungan dari dua kata Kepel dan Kom (kependekan dari . Secara fisik. Bersifat personal. jurnalistik dan minat UGM khususnya dan mahasiswa Yogyakarta pada NAMA MEDIA Media ini bernama Kepel. Menumbuhkembangkan aktivitas media-watch di kalangan mahasiswa komunikasi umumnya. Memberikan informasi. gambar maupun foto. tidak seperti tabloid. Pemilihan format majalah karena kelebihan yang dimiliki majalah baik secara fisik maupun materi berita dibanding format media lainnya. 3. desain visual. koran atau newsletter yang bisa dibaca beramai-ramai. 2. Melatih ketrampilan komunikasi secara tertulis untuk menyampaikan opini. Mudah dibawa sehingga bisa dibaca di mana saja. Dijilid dengan baik sehingga mudah didokumentasikan. Sedangkan secara kualitas.

Pohon kepel tumbuh di halaman depan kantor Jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Media yang menyediakan ruang kebebasan bagi ekspresi. Menjalankan fungsi solidarity maker di antara mahasiswa.Kom adalah. istilah kepel memiliki dua arti. saling bertukar gagasan. Kepel adalah bahasa jawa yang searti dengan kepal atau genggam. Di bawah pepohonan Kepel inilah biasanya mahasiswa komunikasi sering kumpul. gagasan dan pemikiran. Keteguhan semangat yang kokoh layaknya tangan yang terkepal PARADIGMA Dengan melihat realitas industri percetakan dan sumber daya yang ada serta idealita yang hendak diraih. Kepel menunjuk pada tangan yang mengepal. 1. paradigma yang digunakan dalam .Kom secara simbolis memiliki makna filosofis yang menyimpan harapan atas eksistensi media ini yaitu : 1. nama bukanlah sekedar sebutan. bila sudah matang. “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya”. Sedangkan untuk tagline yang mengiringi nama Kepel. Begitu pula nama Kepel. Dalam masyarakat Yogyakarta yang berbudaya Jawa. 2. Secara harfiah. duduk-duduk dan melakukan aktivitas lainnya.komunikasi). Buah kepel yang masih muda kerasnya sekeras batu. Menumbuhkan semangat dan tekad untuk bersama-sama memajukan almamater. Nama harus memiliki makna yang mencitrakan pemiliknya atau harapan dari pemberi nama. alumni dan dosen komunikasi UGM. 2. buahnya empuk dan bisa dimakan. Sebuah habitus intelektual bagi mahasiswa komunikasi UGM dalam berekspresi. Kepel adalah nama buah berwarna coklat mirip sawo.

Jadi dalam operasionalisasi. Pemilihan paradigma ini lebih disebabkan alasan pragmatis dan praktis. Sehingga bisa membantu meringankan beban biaya produksi. terutama mahasiswa tahun pertama hingga tahun ketiga. pembaca tetap diminta sejumlah harga untuk memiliki media ini. media ini bisa dinikmati konsumen dengan harga yang minim. lembaga). Primer Seluruh mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UGM baik dari progam sarjana maupun diploma yang masih aktif. Sekunder . kerja sama serta donasi dari pihak lain (alumni. media ini memiliki berada di bawah payung Korps Mahasiswa Komunikasi sebagai induk organisasi.pendirian media ini adalah perpaduan dua paradigma yaitu misionaris dan pasar. Secara struktural. media ini akan banyak bergantung pada pihak pengiklan. Dengan adanya sumber dana tersebut. SEGMENTASI Sasaran pembaca majalah Kepel. Untuk menjaga kontinuitas penerbitan.Kom ini dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan kontribusi yang diharapkan dari mereka. Hubungan struktural ini membawa konsekuensi bahwa media ini dituntut untuk bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan informasi pembaca tanpa harus menanggalkan idealisme perjuangan organisasi. subsidi anggaran dari organisasi. Namun lebih condong pada paradigma yang pertama. dosen.

Alumni jurusan ilmu komunikasi UGM. Belum memiliki orientasi pekerjaan yang mantap Memiliki tingkat akses media yang tinggi Mengikuti perkembangan teknologi komunikasi informasi Jumlah Audiens Potensial : Laki-laki dan perempuan : 18 – 24 tahun : menengah ke atas . memungkinkan untuk distribusi. Secara umum kelompok primer dan sekunder memiliki karakeristik yang hampir sama. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di pulau Jawa.Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di propinsi Jawa Tengah dan DIY Mahasiswa jurusan komunikasi yang ada di universitas-universitas se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Tersier Dosen di jurusan ilmu komunikasi UGM. Lembaga kajian media. Geografis Propinsi Jawa Tengah dan DIY Jarak antarkampus tidak terlalu jauh. Demografis Jenis Kelamin Usia Strata ekonomi keluarga Psikografis Suka pada hal-hal baru.

. UPN. RUBRIKASI Rubrikasi untuk media ini ditentukan dengan mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan atas informasi apa yang diinginkan pembaca. redaksi menyapa pembaca. Unsemar. APMD dll) : 3623 (Undip.Kom berusaha memenuhi fungsi informatif. Berikut ini adalah deskripsi singkat tentang rubrikasi majalah Kepel. UMY. edukatif dan menghibur. menjelaskan garis besar tema di tiap edisi. Unsoed. merupakan pengantar dari redaksi.evaluasi.Kom Penunggu Pohon.Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Tinggi (www. Selain itu isi dari rubrik ini juga menggambarkan opini atau keberpihakan media atas fenomena yang diulas.or. Berdasarkan fungsinya. dll) : 7426 : 268 : 439 : 707 Diperkirakan 40% dari jumlah anggota kelompok primer tersebut membeli Diperkirakan 10% dari jumlah tersebut akan membeli media ini. rubrik-rubrik dalam Kepel. Atmajaya. UNS. Satya Wacana.id) jumlah mahasiswa jurusan komunikasi untuk jenjang S1 dan D3 di propinsi Jawa Tengah dan DIY adalah sebanyak 8133 mahasiswa Berikut perkiraan data audiens potensial sebagai konsumen media ini Kelompok Primer S1 UGM D3 UGM Jumlah media ini Kelompok Sekunder PT DIY PT Jateng Jumlah : 3803 (UII. Melalui rubrik ini.

berisi ulasan topik-topik tertentu yang berkaitan dengan kajian ilmu komunikasi. berisi review tentang praktek konsumsi media yang telah dilakukan oleh pembaca. Di sinilah peran mahasiswa komunikasi diasah . Pembaca bisa mengirimkan tulisan untuk rubrik ini melalui surat. Rubrik ini akan memudahkan pembaca mencari artikel. maupun isu-isu kebijakan komunikasi. ulasan. email atau sms. ke-PR-an. rubrik yang memuat tulisan dari pembaca yang berisikan komentar. Mainstream. kependekan dari Laporan Top yang berisi uraian tentang hasil liputan mendalam atas topik tertentu. Diharapkan melalui rubrik mainstream. pertanyaan. mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan tentang isu-isu aktual di dunia kerja yang akan mereka geluti. Rubrik ini merupakan inti pesan yang ingin disampaikan media ini kepada pembaca. supporting media dan perspektif media. kritik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan majalah. rubrik mainsteram berisi artikel tentang produksi media.Daftar Menu. Dengan bekal tersebut. Mediaholic. mahasiswa mampu mengawinkan pengetahuan teoritis yang mereka dapatkan di perkuliahan dengan kenyataan di dunia kerja. Kontakita. pemasaran. rubrik mainstream memiliki tiga sub-rubrik sesuai dengan pilihan konsentrasi yang ada di jurusan komunikasi UGM yaitu media studies. atau informasi yang diinginkan secara langsung tanpa membaca dari awal. Lap -Top. sesuai dengan namanya rubrik ini akan menunjukkan ulasan apa saja yang ada disertai dengan petunjuk di halaman berapa ulasan itu ditempatkan. Dalam bentuk konkret.

event yang terjadi di sekitar kampus dan kota. SnapShot. pengalaman menonton tayangan review menonton film atau membaca surat kabar. pemuatan ulang berita yang terjadi di media massa khususnya media cetak. iklan dan media-media lain. rubrik ini merupakan ruang ekspresi bagi mahasiswa yang hobi fotografi. hampir mirip dengan rubrik mediaholic. pengaturan cahaya. rubrik ini berisi temuan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di media. rubrik ini akan menampilkan profil salah satu alumni komunikasi UGM tentang biografi. Wartawan Juga Manusia. tujuan dari rubrik ini adalah untuk menjembatani mahasiswa dengan pengalaman dunia kerja. Dari segi muatan. Di samping itu juga untuk menambah jaringan dengan para praktisi komunikasi. berisi berita-berita singkat tentang peristiwa. Matakamera. bisa dari segi teknik. buku. salah ketik. salah gambar. pendapat.untuk Bisa jeli berupa mengamati media. seni dan lain-lain. pengalaman dan kritik mereka atas media yang pernah mereka konsumsi. karir serta perjuangan yang dilaluinya hingga mencapai . Titik tekannya bukan pada review media layaknya resensi tapi yang lebih ditonjolkan adalah kekritisan pembaca dalam mengonsumsi media. perjalanan kesuksesan. Foto yang dimuat akan disertai komentar dari pengasuh rubrik baik tentang foto tersebut. Terdiri dari beberapa tulisan singkat misalnya tentang kejadian salah ucap. Pembaca bisa menuliskan televisi. Jejak Karir. halaman yang memuat foto-foto hasil jepretan mahasiswa komunikasi.

rubrik yang berisi panduan atau tips-tips praktis. merawat kamera. merancang iklan. Materi tips tentunya seputar ketrampilan atau pengetahuan teknis terkait dunia komunikasi misalnya. Pembagian Halaman Berikut ini adalah pembagian jumlah halaman untuk masing-masing rubrik Nama Rubrik Jumlah halaman Penunggu Pohon 1 Daftar menu 1 Kontakita 1 Mainstream 4 Mediaholic 4 Snapshot 1 Jejak Karir 1 Wartawan Juga Manusia 1 Tips n Trik 1 In-Tech 1 jumlah 16 Jadi pembagian halaman bisa jelaskan sebagai berikut : Kalam sampul Halaman isi Halaman iklan Jumlah total KARAKTERISTIK MEDIA Fisik • • • Ukuran Majalah Posisi Tebal Halaman : 270 x 210 mm : Tegak/ Portait : 20 halaman : 16 :3 : 22 halaman :1 .Tips n Trik. berisi ulasan tentang inovasi produk-produk teknologi terbaru. In-Tech. tips magang dan masih banyak lagi. desain grafis.

dua minggu sebelum edisi perdana terbit. pengenalan media Kepel. KPID dan wartawan serta ketua-ketua HMJ Komunikasi se Jateng dan DIY.Kom adalah 1. . pemasaran dan distribusi yang tepat. Launching Media. 2.Kom bisa dikenal secara luas dan cepat ke segmen pembacanya. mengadakan acara launching perdana dan seminar tentang media-watch dengan mengundang Lembaga Kajian Media. Beberapa strategi yang akan dilakukan untuk mempromosikan Kepel.Kom dalam acara-acara Ikatan Mahasiswa Komunikasi (IMIKI) 3. penyebaran pamflet.• • • • • Jenis Kertas Cover Jenis Kertas Isi Warna Jilid Finishing : Art paper 150 gr : HVS 80 gr : 30% full color 70% BW : Jahit Benang : Wrapping Plastic Periode Penerbitan • • • Waktu Terbit Oplah Harga : tiap hari Senin di awal bulan : 1000 eksemplar : Rp.- STRATEGI PEMASARAN Agar majalah Kepel. dilakukan penempelan dan penyebaran pamflet terkait launching media baru di kalangan mahasiswa komunikasi di masing-masing kampus. 3000. perlu dirancang suatu bauran pemasaran yang meliputi promosi. Jaringan organisasi.

handycam. dosen dan alumni komunikasi agar mau membeli bahkan berlangganan majalah. komputer . menawarkan secara langsung majalah Kepel. Sedangkan untuk iklan-iklan dalam ukuran kecil. Dengan ketentuan bagi hasil bagi penjual untuk tiap eksemplar yang berhasil dijual. café yang sering dikunjungi mahasiswa 9. 5. menitipkan pada koperasi mahasiswa.Kom 6. tidak lebih dari setengah halaman akan di tempatkan di halaman isi. Menagcu pada buku tersebut beberapa strategi pemasaran yang akan dilakukan antara lain 4. Target iklan yang diharapkan masuk tentunya disesuaikan dengan pembaca yaitu mahasiswa komunikasi. Jateng. Bekerjasama dengan HMJ Komunikasi di unversitas lain khususnya di KORWIL III yang meliputi DIY. kamera. Personal Selling.Rucker (1960) dalam Tested Newspaper Promotion menjelaskan beberapa strategi promosi surat kabar. menggunakan tenaga penjualan dengan sistem bagi hasil 8. Begitu juga dengan majalah Kepel. ada 3 halaman yang secara khusus disediakan bagi para pengiklan yaitu 2 halaman di sampul belakang dan 1 halaman belakang sampul depan. Koordinasi Komunikasi 10. dikirim via pos bagi yang berlangganan dan tempatnya jauh. Strategi distribusi agar majalah dapat dengan mudah dan cepat sampai ditangan pembaca antara lain : 7. beberapa target iklan tersebut antara lain : Toko alat elektronik. mewajibkan seluruh pengurus KOMAKO untuk membeli majalah Kepel.Kom.Kom kepada mahasiswa. dan kerjasama dengan anggota Ikatan Mahasiswa PERIKLANAN Iklan merupakan saalah satu sumber utama pendapatan dari tiap media.

Selain itu Pemimpin redaksi bertugas merencanakan. Umum. menentukan kebijaksanaan internal organisasi kebijakan redaksional sesuai dengan nilai dan ideologi perjuangan organisasi. ilustrasi. bertugas. foto. bertanggung jawab terhadap keseluruhan jalannya organisasi Pemimpin Pemimpin penerbitan. Posisi ini dipegang oleh Ketua KOMAKO bertanggung Bertanggung jawab jawab keseluruhan dan organisasi penerbitan. Staf redaksi bertugas mencari dan mengumpulkan materi berupa berita. menentukan kebijaksanaan terhadap atas organisasi secara jalannya strategi eksternal. bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya manajemen media layaknya sebuah perusahaan diluar bagian ke redaksionalan. mengkoordinasikan dan bertanggung jawab terhadap isi materi majalah yang dibuat oleh staf redaksi Pemimpin Perusahaan. Dalam hal ini pemimpin umum merangkap sebagai pemimpin redaksi. Secara keseluruhan bertanggung jawab terhadap operasionalisasi majalah baik jalannya produksi maupun isi majalah. Redaksi. Bidang Redaksional Pemimpin redaksi membawahi redaktur pelaksana dan manajer produksi Redaktur Pelaksana.Counter Handphone Percetakan foto STRUKTUR ORGANISASI Bidang Umum Penanggung Jawab. Manajer Produksi .

Finishing. mengerjakan sampul majalah. Sirkulasi dan Distribusi 3. Kerumahtanggaan Dalam pelaksanaannya pembagian kerja belum bisa terpisah satu sama lain. reproduksi foto. Personalia 6. Bidang Usaha Pemimpin perusahaan membawahi 6 bidang kerja 1. watono. Maharani. Keuangan 5. mengerjakan sejak final artwork. pembuatan plat hingga menjadi majalah. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Maulin Ni’am . ilustrasi.Bertugas merencanakan. Karena keterbatasan sumber daya manusia maupun dana tidak menutup kemungkinan satu orang menjalankan beberapa tugas sekaligus. Promosi dan Humas 2. umar. Dimulai dari tahap setting. Periklanan 4. Susunan personalia majalah Kepel. mengkoordinir serta bertanggung jawa atas kelancaran produksi majalah. Tami : Aji. plat hingga naik cetak Manajer produksi membawahi 2 bidang yaitu : Lay out dan artistik. lay out. setting dan final artwork.Kom Penanggung Jawab Sekretaris umum Redaktur Pelaksana Staf Redaksi : Ketua Komako : Lola Amaria : Zaki.

000 Rp 1.000 Rp 1.500.000 Rp 400.000. Pemasukan Penjualan majalah 900 eks.000 Rp 7.700.000. Pemimpin Perusahaan : Nagara Kabag.Fotografer : andi.000 900.000 .000 Rp 6.000 500.000 Rp 3.000 Rp 2.000 100. X Rp 3000 subsidi penerbitan perdana dari Komako Subsidi dari Jurusan Ilmu Komunikasi Iklan Donatur Total pemasukan B.100.000 Rp 2. 850. Promosi dan Humas Kabag Iklan Kabag ESTIMASI DANA A.000 250. Pengeluaran Biaya Produksi Biaya bahan dan cetak 1000 eks Biaya non produksi Biaya reportase Biaya komunikasi Kesekretariatan Biaya promosi Peralatan Honor penulis Total pengeluaran Rp Rp Rp Rp Rp 400.000 : Avi : flora Rp 1000.000.

Siregar. 1997. Ashadi dan Rondang Pasaribu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tested Newspaper Promotion.PENUTUP Demikian proposal penerbitan majalah Kepel. Frank W. W. USA: Sage Publication.Kom ini kami susun. rencana mulia ini akan sulit terwujud. Media Literacy. Bagaimana Mengelola Media Korporasi-Organisasi. Besar harapan kami majalah ini dapat terealisasikan sehingga bermanfaat bagi masa depan generasi bangsa bangsa. Wardhana. Veven SP. Potter. . 2001. Kapitalisme Televisi dan Strategi Budaya Massa. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. James. 2000. Iowa: Ames press. Kami yakin tanpa dukungan dari semua pihak. 1960. DAFTAR BACAAN Rucker.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.