Proposal penerbitan majalah Kepel.

Kom “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya” Disusun sebagai pengganti Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajeman Media Massa

Oleh : Maulin Ni’am SP/21076 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Gadjah Mada Yogyakarta

Ia menganalogikan literasi media dengan sebuah termometer yang mana terdapat derajat untuk menunjukkan tingkatan atau kualitas. Dengan tanpa mengesampingkan sederetan teori dan metode penelitian media. apakah kita termasuk di dalamnya atau tidak. Karena literasi media sebenarnya cara pandang dari mana sesorang membuka diri terhadap media dan memaknai pesan yang ia terima dari media. Literasi media tidak melihat latar pendidikan seseorang. layaknya status. Kita harus selektif dalam memilih informasi mana yang akan kita respon. Potter melanjutkan bahwa literasi media adalah sebuah rangkaian kesatuan (continuum). dosen. Tidak hanya untuk para orang tua. sikap kritis dalam mengkonsumsi media justru harus dimiliki oleh golongan yang secara langsung menjadi penikmat dan sasaran utama media yaitu anak-anak dan remaja termasuk mahasiswa. Tiap hari kita diterpa ribuan informasi. Kebiasaan . guru sekolah. Ironisnya. Budaya melek media harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. tokoh agama atau para pembuat kebijakan. Karena batas antara informasi yang benar dan salah.PROBLEMATIKA Media literasi mutlak diperlukan sebagai kemampuan dasar berpikir kritis untuk hidup di abad informasi. valid dan invalid semakin kabur. pesatnya pertumbuhan media di Indonesia tidak dibarengi dengan meningkatnya tingkat literasi media masyarakat kita. Kita juga harus cerdas dalam menggunakan informasi. budaya melek media. belum tentu informasi yang kita ambil akan membuat hidup kita semakin baik meskipun informasi tersebut benar. Potter (2001: 7) mengatakan bahwa literasi media bukanlah sebuah kategori. sebenarnya literasi media hanya masalah kebiasaan saja.

Dikatakan menarik karena fokus studi mereka adalah media. Meskipun seseorang memiliki kemampuan atau pengetahuan yang memadai untuk menjadi media-watcher. Hal yang menarik untuk dijadikan renungan adalah budaya literasi media di kalangan mahasiswa. khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi. Sehingga mahasiswa Komunikasi merasa tidak perlu menyampaikan sikap kritis mereka atas media. belum tentu ia mau untuk mengkritisi media. mereka mendapatkan banyak informasi tentang media dan segala aspeknya. Mungkin karena mereka berada dalam lingkungan sama dan menganggap yang lain juga tahu apa ia ketahui. Prokon Aktivis di Jawa Pos dan rubrik sejenis lainnya lebih banyak diisi oleh mahasiswa dari ilmu non-sosial. tulisan mahasiswa komunikasi tentang media di media massa. Sayangnya. untuk tidak mengatakan tidak ada. Rubrik semacam suara mahasiswa di harian Kedaulatan Rakyat. Inilah yang kemudian menjadi sebab hilangnya nalar kritis mahasiswa atas fenomena sosial yang terjadi di sekelilingnya. Sejak semester awal hingga akhir. mengkaji dan menemukan fakta tentang media. tetapi yang terjadi justru sikap pembiaran. Mereka pula yang secara intens mengamati. menganalisis maksud dari tayangan media tersebut. Pada akhirnya yang terjadi adalah berkurangnya tingkat sensitivitas (desensitization) terhadap pesan negatif media. tingkat literasi media yang mereka miliki hanya disimpan untuk diri mereka sendiri. . alih-alih menuliskan gagasan mereka ke media.menonton dan mengkonsumsi media idealnya diiringi dengan pembiasaan untuk mencermati. Mereka tahu bahwa banyak hal yang bisa dan harus mereka kritisi dari media. Pembiaran yang terjadi berulang kali membuat mahasiswa menganggap pesan-pesan negatif di media adalah hal biasa dan lumrah. Bukti konkretnya adalah masih minimnya.

academic action harus pula diikuti dengan apa yang disebut public action. Sebuah karya tulis disusun dan dipublikasikan lebih sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat. Aktivitas intelektual adalah proses berpikir. adalah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan penyandang status kaum akademisi. Berangkat dari kegelisahan atas problematika tersebut dan kebulatan tekad. khususnya karya ilmiah. Selain kebiasaan menulis yang masih sangat minim. julukan ataupun gelar akademis. publikasi atas hasil dari laku intelektual (Wardhana. majalah ini hadir sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. mengamati. Lebih lanjut. permasalahan yang dihadapi mahasiswa komunikasi UGM adalah keterbatasan sumber informasi yang menunjang studi serta kemampuan praktis di bidang kajian komunikasi. Lebih mudah menyampaikan informasi melalui lisan. periklanan. Memang saat ini sudah beredar majalah layaknya Cakram atau B&B yang mengupas tentang pemasaran. 1997:v). yang akhirnya hanya mengisi rak-rak perpustakaan. PR maupun jurnalistik. berdiskusi antarwarga akademi dan menuliskan hasilnya dalam bentuk laporan penelitian. Padahal menulis. Namun laporan penelitian itu sendiri hanya berfungsi sebagai mental exercise. Akan tetapi isi kedua media tersebut lebih cocok untuk praktisi yang sudah bekerja. laku intelektual. Boleh dikatakan karya tulis ilmiah adalah anak kandung yang lahir dari rahim intelektualitas.Kenyataan berbicara bahwa mahasiswa tidak terbiasa melakukan komunikasi tertulis. Itulah yang disebut sebagai academic action. Mempublikasikan hasil refleksi atas realitas ke dalam karya tulis bukan sekedar untuk mencari status. Media ini didirikan dengan beberapa tujuan antara lain : .

3. koran atau newsletter yang bisa dibaca beramai-ramai. 2. jurnalistik dan minat UGM khususnya dan mahasiswa Yogyakarta pada NAMA MEDIA Media ini bernama Kepel. Menyediakan lainnya. Nama tersebut merupakan gabungan dari dua kata Kepel dan Kom (kependekan dari . Secara fisik. dengan adanya ilustrasi. JENIS MEDIA Jenis media yang dipilih adalah medium magazine. ruang berekspresi dan apresiasi bagi mahasiswa komunikasi di bidang fotografi. gambar maupun foto. Dijilid dengan baik sehingga mudah didokumentasikan.Kom (baca: kepel dot kom). Pemilihan format majalah karena kelebihan yang dimiliki majalah baik secara fisik maupun materi berita dibanding format media lainnya. majalah bisa memuat tulisan yang lebih banyak dan panjang. kritik atau ide di media massa. 4. Sedangkan secara kualitas. Bersifat personal. Sehingga memungkinkan untuk menyajikan liputan berita secara lebih mendalam dan menyeluruh.1. Mudah dibawa sehingga bisa dibaca di mana saja. tidak seperti tabloid. desain visual. Memberikan informasi. format majalah memiliki karakteristik : Lebih menarik. Menumbuhkembangkan aktivitas media-watch di kalangan mahasiswa komunikasi umumnya. Melatih ketrampilan komunikasi secara tertulis untuk menyampaikan opini. panduan serta tips-tips yang dapat digunakan sebagai penunjang studi maupun bekal pengetahuan praktis.

paradigma yang digunakan dalam .Kom secara simbolis memiliki makna filosofis yang menyimpan harapan atas eksistensi media ini yaitu : 1. 2. saling bertukar gagasan. Dalam masyarakat Yogyakarta yang berbudaya Jawa. bila sudah matang. buahnya empuk dan bisa dimakan. “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya”. Di bawah pepohonan Kepel inilah biasanya mahasiswa komunikasi sering kumpul. 2. duduk-duduk dan melakukan aktivitas lainnya.komunikasi). Media yang menyediakan ruang kebebasan bagi ekspresi. Kepel adalah nama buah berwarna coklat mirip sawo. Secara harfiah. Pohon kepel tumbuh di halaman depan kantor Jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Nama harus memiliki makna yang mencitrakan pemiliknya atau harapan dari pemberi nama. Begitu pula nama Kepel. Sedangkan untuk tagline yang mengiringi nama Kepel. 1. gagasan dan pemikiran. Buah kepel yang masih muda kerasnya sekeras batu. istilah kepel memiliki dua arti.Kom adalah. alumni dan dosen komunikasi UGM. Sebuah habitus intelektual bagi mahasiswa komunikasi UGM dalam berekspresi. Kepel adalah bahasa jawa yang searti dengan kepal atau genggam. nama bukanlah sekedar sebutan. Keteguhan semangat yang kokoh layaknya tangan yang terkepal PARADIGMA Dengan melihat realitas industri percetakan dan sumber daya yang ada serta idealita yang hendak diraih. Kepel menunjuk pada tangan yang mengepal. Menumbuhkan semangat dan tekad untuk bersama-sama memajukan almamater. Menjalankan fungsi solidarity maker di antara mahasiswa.

Secara struktural. Dengan adanya sumber dana tersebut. media ini memiliki berada di bawah payung Korps Mahasiswa Komunikasi sebagai induk organisasi. terutama mahasiswa tahun pertama hingga tahun ketiga. Sehingga bisa membantu meringankan beban biaya produksi. Hubungan struktural ini membawa konsekuensi bahwa media ini dituntut untuk bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan informasi pembaca tanpa harus menanggalkan idealisme perjuangan organisasi. media ini bisa dinikmati konsumen dengan harga yang minim. subsidi anggaran dari organisasi.pendirian media ini adalah perpaduan dua paradigma yaitu misionaris dan pasar. Primer Seluruh mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UGM baik dari progam sarjana maupun diploma yang masih aktif. Untuk menjaga kontinuitas penerbitan. Pemilihan paradigma ini lebih disebabkan alasan pragmatis dan praktis. Sekunder . pembaca tetap diminta sejumlah harga untuk memiliki media ini. Jadi dalam operasionalisasi. media ini akan banyak bergantung pada pihak pengiklan. dosen. SEGMENTASI Sasaran pembaca majalah Kepel. kerja sama serta donasi dari pihak lain (alumni.Kom ini dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan kontribusi yang diharapkan dari mereka. lembaga). Namun lebih condong pada paradigma yang pertama.

memungkinkan untuk distribusi.Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di propinsi Jawa Tengah dan DIY Mahasiswa jurusan komunikasi yang ada di universitas-universitas se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Demografis Jenis Kelamin Usia Strata ekonomi keluarga Psikografis Suka pada hal-hal baru. Lembaga kajian media. Belum memiliki orientasi pekerjaan yang mantap Memiliki tingkat akses media yang tinggi Mengikuti perkembangan teknologi komunikasi informasi Jumlah Audiens Potensial : Laki-laki dan perempuan : 18 – 24 tahun : menengah ke atas . Tersier Dosen di jurusan ilmu komunikasi UGM. Secara umum kelompok primer dan sekunder memiliki karakeristik yang hampir sama. Geografis Propinsi Jawa Tengah dan DIY Jarak antarkampus tidak terlalu jauh. Alumni jurusan ilmu komunikasi UGM. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di pulau Jawa.

Selain itu isi dari rubrik ini juga menggambarkan opini atau keberpihakan media atas fenomena yang diulas. UMY.Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Tinggi (www.id) jumlah mahasiswa jurusan komunikasi untuk jenjang S1 dan D3 di propinsi Jawa Tengah dan DIY adalah sebanyak 8133 mahasiswa Berikut perkiraan data audiens potensial sebagai konsumen media ini Kelompok Primer S1 UGM D3 UGM Jumlah media ini Kelompok Sekunder PT DIY PT Jateng Jumlah : 3803 (UII. merupakan pengantar dari redaksi. RUBRIKASI Rubrikasi untuk media ini ditentukan dengan mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan atas informasi apa yang diinginkan pembaca. Unsemar. UPN. UNS. Melalui rubrik ini. menjelaskan garis besar tema di tiap edisi.Kom Penunggu Pohon. Berikut ini adalah deskripsi singkat tentang rubrikasi majalah Kepel.Kom berusaha memenuhi fungsi informatif.or. Satya Wacana. APMD dll) : 3623 (Undip. Unsoed. redaksi menyapa pembaca. Berdasarkan fungsinya. . dll) : 7426 : 268 : 439 : 707 Diperkirakan 40% dari jumlah anggota kelompok primer tersebut membeli Diperkirakan 10% dari jumlah tersebut akan membeli media ini. rubrik-rubrik dalam Kepel.evaluasi. edukatif dan menghibur. Atmajaya.

Daftar Menu. ke-PR-an. Mainstream. rubrik yang memuat tulisan dari pembaca yang berisikan komentar. email atau sms. Dalam bentuk konkret. Rubrik ini merupakan inti pesan yang ingin disampaikan media ini kepada pembaca. pertanyaan. berisi review tentang praktek konsumsi media yang telah dilakukan oleh pembaca. ulasan. rubrik mainstream memiliki tiga sub-rubrik sesuai dengan pilihan konsentrasi yang ada di jurusan komunikasi UGM yaitu media studies. berisi ulasan topik-topik tertentu yang berkaitan dengan kajian ilmu komunikasi. Kontakita. atau informasi yang diinginkan secara langsung tanpa membaca dari awal. Di sinilah peran mahasiswa komunikasi diasah . Mediaholic. Dengan bekal tersebut. mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan tentang isu-isu aktual di dunia kerja yang akan mereka geluti. mahasiswa mampu mengawinkan pengetahuan teoritis yang mereka dapatkan di perkuliahan dengan kenyataan di dunia kerja. pemasaran. Rubrik ini akan memudahkan pembaca mencari artikel. maupun isu-isu kebijakan komunikasi. supporting media dan perspektif media. kritik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan majalah. kependekan dari Laporan Top yang berisi uraian tentang hasil liputan mendalam atas topik tertentu. Diharapkan melalui rubrik mainstream. Pembaca bisa mengirimkan tulisan untuk rubrik ini melalui surat. rubrik mainsteram berisi artikel tentang produksi media. sesuai dengan namanya rubrik ini akan menunjukkan ulasan apa saja yang ada disertai dengan petunjuk di halaman berapa ulasan itu ditempatkan. Lap -Top.

Foto yang dimuat akan disertai komentar dari pengasuh rubrik baik tentang foto tersebut. tujuan dari rubrik ini adalah untuk menjembatani mahasiswa dengan pengalaman dunia kerja. bisa dari segi teknik. berisi berita-berita singkat tentang peristiwa. karir serta perjuangan yang dilaluinya hingga mencapai . Pembaca bisa menuliskan televisi. Matakamera. perjalanan kesuksesan. pemuatan ulang berita yang terjadi di media massa khususnya media cetak. buku. salah ketik. salah gambar. rubrik ini merupakan ruang ekspresi bagi mahasiswa yang hobi fotografi. Titik tekannya bukan pada review media layaknya resensi tapi yang lebih ditonjolkan adalah kekritisan pembaca dalam mengonsumsi media. Di samping itu juga untuk menambah jaringan dengan para praktisi komunikasi. rubrik ini akan menampilkan profil salah satu alumni komunikasi UGM tentang biografi. SnapShot.untuk Bisa jeli berupa mengamati media. pengalaman dan kritik mereka atas media yang pernah mereka konsumsi. pengalaman menonton tayangan review menonton film atau membaca surat kabar. halaman yang memuat foto-foto hasil jepretan mahasiswa komunikasi. hampir mirip dengan rubrik mediaholic. rubrik ini berisi temuan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di media. Dari segi muatan. seni dan lain-lain. pengaturan cahaya. Jejak Karir. iklan dan media-media lain. Terdiri dari beberapa tulisan singkat misalnya tentang kejadian salah ucap. event yang terjadi di sekitar kampus dan kota. pendapat. Wartawan Juga Manusia.

merancang iklan. desain grafis. In-Tech.Tips n Trik. merawat kamera. Pembagian Halaman Berikut ini adalah pembagian jumlah halaman untuk masing-masing rubrik Nama Rubrik Jumlah halaman Penunggu Pohon 1 Daftar menu 1 Kontakita 1 Mainstream 4 Mediaholic 4 Snapshot 1 Jejak Karir 1 Wartawan Juga Manusia 1 Tips n Trik 1 In-Tech 1 jumlah 16 Jadi pembagian halaman bisa jelaskan sebagai berikut : Kalam sampul Halaman isi Halaman iklan Jumlah total KARAKTERISTIK MEDIA Fisik • • • Ukuran Majalah Posisi Tebal Halaman : 270 x 210 mm : Tegak/ Portait : 20 halaman : 16 :3 : 22 halaman :1 . Materi tips tentunya seputar ketrampilan atau pengetahuan teknis terkait dunia komunikasi misalnya. tips magang dan masih banyak lagi. rubrik yang berisi panduan atau tips-tips praktis. berisi ulasan tentang inovasi produk-produk teknologi terbaru.

3000. dilakukan penempelan dan penyebaran pamflet terkait launching media baru di kalangan mahasiswa komunikasi di masing-masing kampus.Kom dalam acara-acara Ikatan Mahasiswa Komunikasi (IMIKI) 3. dua minggu sebelum edisi perdana terbit. 2.- STRATEGI PEMASARAN Agar majalah Kepel.• • • • • Jenis Kertas Cover Jenis Kertas Isi Warna Jilid Finishing : Art paper 150 gr : HVS 80 gr : 30% full color 70% BW : Jahit Benang : Wrapping Plastic Periode Penerbitan • • • Waktu Terbit Oplah Harga : tiap hari Senin di awal bulan : 1000 eksemplar : Rp. mengadakan acara launching perdana dan seminar tentang media-watch dengan mengundang Lembaga Kajian Media.Kom adalah 1. pemasaran dan distribusi yang tepat. Jaringan organisasi.Kom bisa dikenal secara luas dan cepat ke segmen pembacanya. Beberapa strategi yang akan dilakukan untuk mempromosikan Kepel. . Launching Media. pengenalan media Kepel. KPID dan wartawan serta ketua-ketua HMJ Komunikasi se Jateng dan DIY. perlu dirancang suatu bauran pemasaran yang meliputi promosi. penyebaran pamflet.

Jateng. Bekerjasama dengan HMJ Komunikasi di unversitas lain khususnya di KORWIL III yang meliputi DIY. Dengan ketentuan bagi hasil bagi penjual untuk tiap eksemplar yang berhasil dijual. ada 3 halaman yang secara khusus disediakan bagi para pengiklan yaitu 2 halaman di sampul belakang dan 1 halaman belakang sampul depan. Sedangkan untuk iklan-iklan dalam ukuran kecil. beberapa target iklan tersebut antara lain : Toko alat elektronik. mewajibkan seluruh pengurus KOMAKO untuk membeli majalah Kepel. Koordinasi Komunikasi 10. Target iklan yang diharapkan masuk tentunya disesuaikan dengan pembaca yaitu mahasiswa komunikasi. 5. komputer . dosen dan alumni komunikasi agar mau membeli bahkan berlangganan majalah.Kom 6.Kom kepada mahasiswa. handycam. café yang sering dikunjungi mahasiswa 9. kamera. Strategi distribusi agar majalah dapat dengan mudah dan cepat sampai ditangan pembaca antara lain : 7. Menagcu pada buku tersebut beberapa strategi pemasaran yang akan dilakukan antara lain 4. menggunakan tenaga penjualan dengan sistem bagi hasil 8. Begitu juga dengan majalah Kepel.Kom. menitipkan pada koperasi mahasiswa. tidak lebih dari setengah halaman akan di tempatkan di halaman isi. dan kerjasama dengan anggota Ikatan Mahasiswa PERIKLANAN Iklan merupakan saalah satu sumber utama pendapatan dari tiap media. menawarkan secara langsung majalah Kepel.Rucker (1960) dalam Tested Newspaper Promotion menjelaskan beberapa strategi promosi surat kabar. Personal Selling. dikirim via pos bagi yang berlangganan dan tempatnya jauh.

bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya manajemen media layaknya sebuah perusahaan diluar bagian ke redaksionalan. bertanggung jawab terhadap keseluruhan jalannya organisasi Pemimpin Pemimpin penerbitan. Manajer Produksi . bertugas.Counter Handphone Percetakan foto STRUKTUR ORGANISASI Bidang Umum Penanggung Jawab. menentukan kebijaksanaan internal organisasi kebijakan redaksional sesuai dengan nilai dan ideologi perjuangan organisasi. Umum. Redaksi. Dalam hal ini pemimpin umum merangkap sebagai pemimpin redaksi. menentukan kebijaksanaan terhadap atas organisasi secara jalannya strategi eksternal. foto. mengkoordinasikan dan bertanggung jawab terhadap isi materi majalah yang dibuat oleh staf redaksi Pemimpin Perusahaan. Posisi ini dipegang oleh Ketua KOMAKO bertanggung Bertanggung jawab jawab keseluruhan dan organisasi penerbitan. Staf redaksi bertugas mencari dan mengumpulkan materi berupa berita. Selain itu Pemimpin redaksi bertugas merencanakan. Bidang Redaksional Pemimpin redaksi membawahi redaktur pelaksana dan manajer produksi Redaktur Pelaksana. Secara keseluruhan bertanggung jawab terhadap operasionalisasi majalah baik jalannya produksi maupun isi majalah. ilustrasi.

Finishing. mengerjakan sampul majalah.Bertugas merencanakan. Personalia 6. watono. Karena keterbatasan sumber daya manusia maupun dana tidak menutup kemungkinan satu orang menjalankan beberapa tugas sekaligus. Dimulai dari tahap setting. ilustrasi. Keuangan 5. plat hingga naik cetak Manajer produksi membawahi 2 bidang yaitu : Lay out dan artistik. Tami : Aji. reproduksi foto. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Maulin Ni’am . Maharani. Kerumahtanggaan Dalam pelaksanaannya pembagian kerja belum bisa terpisah satu sama lain. Periklanan 4. pembuatan plat hingga menjadi majalah. Susunan personalia majalah Kepel. umar. Sirkulasi dan Distribusi 3.Kom Penanggung Jawab Sekretaris umum Redaktur Pelaksana Staf Redaksi : Ketua Komako : Lola Amaria : Zaki. Bidang Usaha Pemimpin perusahaan membawahi 6 bidang kerja 1. lay out. mengkoordinir serta bertanggung jawa atas kelancaran produksi majalah. setting dan final artwork. Promosi dan Humas 2. mengerjakan sejak final artwork.

850. Pemasukan Penjualan majalah 900 eks.000 Rp 400. Pengeluaran Biaya Produksi Biaya bahan dan cetak 1000 eks Biaya non produksi Biaya reportase Biaya komunikasi Kesekretariatan Biaya promosi Peralatan Honor penulis Total pengeluaran Rp Rp Rp Rp Rp 400.Fotografer : andi. X Rp 3000 subsidi penerbitan perdana dari Komako Subsidi dari Jurusan Ilmu Komunikasi Iklan Donatur Total pemasukan B.000 500.000.100.000 900.000 Rp 1.000 100.000 : Avi : flora Rp 1000.700.000.000 Rp 2.500.000 .000 Rp 6. Pemimpin Perusahaan : Nagara Kabag.000 Rp 7.000 250.000 Rp 2.000 Rp 1.000. Promosi dan Humas Kabag Iklan Kabag ESTIMASI DANA A.000 Rp 3.

Kami yakin tanpa dukungan dari semua pihak.PENUTUP Demikian proposal penerbitan majalah Kepel. 1997. Tested Newspaper Promotion. Siregar. W. Wardhana. Frank W. Potter. 2000. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. DAFTAR BACAAN Rucker. . Kapitalisme Televisi dan Strategi Budaya Massa. 1960. Media Literacy.Kom ini kami susun. Veven SP. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Besar harapan kami majalah ini dapat terealisasikan sehingga bermanfaat bagi masa depan generasi bangsa bangsa. Bagaimana Mengelola Media Korporasi-Organisasi. Ashadi dan Rondang Pasaribu. James. Iowa: Ames press. rencana mulia ini akan sulit terwujud. 2001. USA: Sage Publication.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful