Proposal penerbitan majalah Kepel.

Kom “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya” Disusun sebagai pengganti Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajeman Media Massa

Oleh : Maulin Ni’am SP/21076 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Gadjah Mada Yogyakarta

Tiap hari kita diterpa ribuan informasi. Potter (2001: 7) mengatakan bahwa literasi media bukanlah sebuah kategori. Ironisnya. sebenarnya literasi media hanya masalah kebiasaan saja. Ia menganalogikan literasi media dengan sebuah termometer yang mana terdapat derajat untuk menunjukkan tingkatan atau kualitas. Literasi media tidak melihat latar pendidikan seseorang. Karena literasi media sebenarnya cara pandang dari mana sesorang membuka diri terhadap media dan memaknai pesan yang ia terima dari media. tokoh agama atau para pembuat kebijakan. layaknya status. sikap kritis dalam mengkonsumsi media justru harus dimiliki oleh golongan yang secara langsung menjadi penikmat dan sasaran utama media yaitu anak-anak dan remaja termasuk mahasiswa. Kita harus selektif dalam memilih informasi mana yang akan kita respon. Tidak hanya untuk para orang tua. guru sekolah. dosen. valid dan invalid semakin kabur. budaya melek media. Budaya melek media harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan tanpa mengesampingkan sederetan teori dan metode penelitian media. belum tentu informasi yang kita ambil akan membuat hidup kita semakin baik meskipun informasi tersebut benar. Potter melanjutkan bahwa literasi media adalah sebuah rangkaian kesatuan (continuum). Kebiasaan . pesatnya pertumbuhan media di Indonesia tidak dibarengi dengan meningkatnya tingkat literasi media masyarakat kita. Karena batas antara informasi yang benar dan salah.PROBLEMATIKA Media literasi mutlak diperlukan sebagai kemampuan dasar berpikir kritis untuk hidup di abad informasi. Kita juga harus cerdas dalam menggunakan informasi. apakah kita termasuk di dalamnya atau tidak.

tulisan mahasiswa komunikasi tentang media di media massa. Rubrik semacam suara mahasiswa di harian Kedaulatan Rakyat. khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi. mengkaji dan menemukan fakta tentang media. mereka mendapatkan banyak informasi tentang media dan segala aspeknya. tetapi yang terjadi justru sikap pembiaran.menonton dan mengkonsumsi media idealnya diiringi dengan pembiasaan untuk mencermati. Sehingga mahasiswa Komunikasi merasa tidak perlu menyampaikan sikap kritis mereka atas media. belum tentu ia mau untuk mengkritisi media. Bukti konkretnya adalah masih minimnya. menganalisis maksud dari tayangan media tersebut. Pada akhirnya yang terjadi adalah berkurangnya tingkat sensitivitas (desensitization) terhadap pesan negatif media. Meskipun seseorang memiliki kemampuan atau pengetahuan yang memadai untuk menjadi media-watcher. Sejak semester awal hingga akhir. Mereka pula yang secara intens mengamati. tingkat literasi media yang mereka miliki hanya disimpan untuk diri mereka sendiri. Hal yang menarik untuk dijadikan renungan adalah budaya literasi media di kalangan mahasiswa. . Sayangnya. untuk tidak mengatakan tidak ada. Inilah yang kemudian menjadi sebab hilangnya nalar kritis mahasiswa atas fenomena sosial yang terjadi di sekelilingnya. Mereka tahu bahwa banyak hal yang bisa dan harus mereka kritisi dari media. alih-alih menuliskan gagasan mereka ke media. Dikatakan menarik karena fokus studi mereka adalah media. Pembiaran yang terjadi berulang kali membuat mahasiswa menganggap pesan-pesan negatif di media adalah hal biasa dan lumrah. Mungkin karena mereka berada dalam lingkungan sama dan menganggap yang lain juga tahu apa ia ketahui. Prokon Aktivis di Jawa Pos dan rubrik sejenis lainnya lebih banyak diisi oleh mahasiswa dari ilmu non-sosial.

1997:v). Selain kebiasaan menulis yang masih sangat minim.Kenyataan berbicara bahwa mahasiswa tidak terbiasa melakukan komunikasi tertulis. Boleh dikatakan karya tulis ilmiah adalah anak kandung yang lahir dari rahim intelektualitas. yang akhirnya hanya mengisi rak-rak perpustakaan. majalah ini hadir sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Memang saat ini sudah beredar majalah layaknya Cakram atau B&B yang mengupas tentang pemasaran. periklanan. Sebuah karya tulis disusun dan dipublikasikan lebih sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat. Itulah yang disebut sebagai academic action. adalah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan penyandang status kaum akademisi. mengamati. Mempublikasikan hasil refleksi atas realitas ke dalam karya tulis bukan sekedar untuk mencari status. julukan ataupun gelar akademis. Akan tetapi isi kedua media tersebut lebih cocok untuk praktisi yang sudah bekerja. Aktivitas intelektual adalah proses berpikir. Media ini didirikan dengan beberapa tujuan antara lain : . Lebih lanjut. laku intelektual. Namun laporan penelitian itu sendiri hanya berfungsi sebagai mental exercise. publikasi atas hasil dari laku intelektual (Wardhana. khususnya karya ilmiah. Lebih mudah menyampaikan informasi melalui lisan. Padahal menulis. permasalahan yang dihadapi mahasiswa komunikasi UGM adalah keterbatasan sumber informasi yang menunjang studi serta kemampuan praktis di bidang kajian komunikasi. berdiskusi antarwarga akademi dan menuliskan hasilnya dalam bentuk laporan penelitian. PR maupun jurnalistik. Berangkat dari kegelisahan atas problematika tersebut dan kebulatan tekad. academic action harus pula diikuti dengan apa yang disebut public action.

Melatih ketrampilan komunikasi secara tertulis untuk menyampaikan opini. majalah bisa memuat tulisan yang lebih banyak dan panjang. Nama tersebut merupakan gabungan dari dua kata Kepel dan Kom (kependekan dari . tidak seperti tabloid. panduan serta tips-tips yang dapat digunakan sebagai penunjang studi maupun bekal pengetahuan praktis. Bersifat personal. Memberikan informasi. 2. kritik atau ide di media massa.Kom (baca: kepel dot kom). dengan adanya ilustrasi. Menyediakan lainnya. ruang berekspresi dan apresiasi bagi mahasiswa komunikasi di bidang fotografi. Menumbuhkembangkan aktivitas media-watch di kalangan mahasiswa komunikasi umumnya.1. koran atau newsletter yang bisa dibaca beramai-ramai. Secara fisik. 4. jurnalistik dan minat UGM khususnya dan mahasiswa Yogyakarta pada NAMA MEDIA Media ini bernama Kepel. Sedangkan secara kualitas. 3. Dijilid dengan baik sehingga mudah didokumentasikan. Pemilihan format majalah karena kelebihan yang dimiliki majalah baik secara fisik maupun materi berita dibanding format media lainnya. desain visual. format majalah memiliki karakteristik : Lebih menarik. gambar maupun foto. Sehingga memungkinkan untuk menyajikan liputan berita secara lebih mendalam dan menyeluruh. Mudah dibawa sehingga bisa dibaca di mana saja. JENIS MEDIA Jenis media yang dipilih adalah medium magazine.

istilah kepel memiliki dua arti. duduk-duduk dan melakukan aktivitas lainnya. Keteguhan semangat yang kokoh layaknya tangan yang terkepal PARADIGMA Dengan melihat realitas industri percetakan dan sumber daya yang ada serta idealita yang hendak diraih. alumni dan dosen komunikasi UGM. Nama harus memiliki makna yang mencitrakan pemiliknya atau harapan dari pemberi nama. Di bawah pepohonan Kepel inilah biasanya mahasiswa komunikasi sering kumpul. buahnya empuk dan bisa dimakan. Kepel adalah bahasa jawa yang searti dengan kepal atau genggam. saling bertukar gagasan.Kom secara simbolis memiliki makna filosofis yang menyimpan harapan atas eksistensi media ini yaitu : 1.komunikasi). Menumbuhkan semangat dan tekad untuk bersama-sama memajukan almamater. paradigma yang digunakan dalam . Secara harfiah. Kepel adalah nama buah berwarna coklat mirip sawo. 2. bila sudah matang.Kom adalah. Buah kepel yang masih muda kerasnya sekeras batu. Dalam masyarakat Yogyakarta yang berbudaya Jawa. Kepel menunjuk pada tangan yang mengepal. gagasan dan pemikiran. 2. Pohon kepel tumbuh di halaman depan kantor Jurusan Ilmu Komunikasi UGM. “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya”. nama bukanlah sekedar sebutan. Media yang menyediakan ruang kebebasan bagi ekspresi. Menjalankan fungsi solidarity maker di antara mahasiswa. Sedangkan untuk tagline yang mengiringi nama Kepel. Sebuah habitus intelektual bagi mahasiswa komunikasi UGM dalam berekspresi. 1. Begitu pula nama Kepel.

Namun lebih condong pada paradigma yang pertama. lembaga). kerja sama serta donasi dari pihak lain (alumni. subsidi anggaran dari organisasi. pembaca tetap diminta sejumlah harga untuk memiliki media ini. dosen. media ini bisa dinikmati konsumen dengan harga yang minim. media ini akan banyak bergantung pada pihak pengiklan. Pemilihan paradigma ini lebih disebabkan alasan pragmatis dan praktis. Untuk menjaga kontinuitas penerbitan. Secara struktural. Primer Seluruh mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UGM baik dari progam sarjana maupun diploma yang masih aktif. media ini memiliki berada di bawah payung Korps Mahasiswa Komunikasi sebagai induk organisasi. Sehingga bisa membantu meringankan beban biaya produksi. terutama mahasiswa tahun pertama hingga tahun ketiga. SEGMENTASI Sasaran pembaca majalah Kepel. Sekunder . Hubungan struktural ini membawa konsekuensi bahwa media ini dituntut untuk bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan informasi pembaca tanpa harus menanggalkan idealisme perjuangan organisasi.pendirian media ini adalah perpaduan dua paradigma yaitu misionaris dan pasar. Jadi dalam operasionalisasi. Dengan adanya sumber dana tersebut.Kom ini dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan kontribusi yang diharapkan dari mereka.

Tersier Dosen di jurusan ilmu komunikasi UGM. Lembaga kajian media. Belum memiliki orientasi pekerjaan yang mantap Memiliki tingkat akses media yang tinggi Mengikuti perkembangan teknologi komunikasi informasi Jumlah Audiens Potensial : Laki-laki dan perempuan : 18 – 24 tahun : menengah ke atas .Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di propinsi Jawa Tengah dan DIY Mahasiswa jurusan komunikasi yang ada di universitas-universitas se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Secara umum kelompok primer dan sekunder memiliki karakeristik yang hampir sama. Geografis Propinsi Jawa Tengah dan DIY Jarak antarkampus tidak terlalu jauh. Alumni jurusan ilmu komunikasi UGM. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di pulau Jawa. memungkinkan untuk distribusi. Demografis Jenis Kelamin Usia Strata ekonomi keluarga Psikografis Suka pada hal-hal baru.

UMY. menjelaskan garis besar tema di tiap edisi.id) jumlah mahasiswa jurusan komunikasi untuk jenjang S1 dan D3 di propinsi Jawa Tengah dan DIY adalah sebanyak 8133 mahasiswa Berikut perkiraan data audiens potensial sebagai konsumen media ini Kelompok Primer S1 UGM D3 UGM Jumlah media ini Kelompok Sekunder PT DIY PT Jateng Jumlah : 3803 (UII. UPN. Melalui rubrik ini.Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Tinggi (www. Atmajaya.or. Berikut ini adalah deskripsi singkat tentang rubrikasi majalah Kepel. APMD dll) : 3623 (Undip. merupakan pengantar dari redaksi. edukatif dan menghibur. Unsemar.evaluasi. RUBRIKASI Rubrikasi untuk media ini ditentukan dengan mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan atas informasi apa yang diinginkan pembaca. Selain itu isi dari rubrik ini juga menggambarkan opini atau keberpihakan media atas fenomena yang diulas. dll) : 7426 : 268 : 439 : 707 Diperkirakan 40% dari jumlah anggota kelompok primer tersebut membeli Diperkirakan 10% dari jumlah tersebut akan membeli media ini. UNS. Unsoed. rubrik-rubrik dalam Kepel.Kom Penunggu Pohon. . redaksi menyapa pembaca.Kom berusaha memenuhi fungsi informatif. Berdasarkan fungsinya. Satya Wacana.

Kontakita. Mediaholic. Dengan bekal tersebut. rubrik mainstream memiliki tiga sub-rubrik sesuai dengan pilihan konsentrasi yang ada di jurusan komunikasi UGM yaitu media studies. Pembaca bisa mengirimkan tulisan untuk rubrik ini melalui surat. berisi ulasan topik-topik tertentu yang berkaitan dengan kajian ilmu komunikasi. pemasaran. supporting media dan perspektif media. ulasan. pertanyaan. kependekan dari Laporan Top yang berisi uraian tentang hasil liputan mendalam atas topik tertentu. kritik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan majalah. Rubrik ini merupakan inti pesan yang ingin disampaikan media ini kepada pembaca. Diharapkan melalui rubrik mainstream. atau informasi yang diinginkan secara langsung tanpa membaca dari awal. rubrik yang memuat tulisan dari pembaca yang berisikan komentar.Daftar Menu. mahasiswa mampu mengawinkan pengetahuan teoritis yang mereka dapatkan di perkuliahan dengan kenyataan di dunia kerja. berisi review tentang praktek konsumsi media yang telah dilakukan oleh pembaca. email atau sms. rubrik mainsteram berisi artikel tentang produksi media. Mainstream. Di sinilah peran mahasiswa komunikasi diasah . sesuai dengan namanya rubrik ini akan menunjukkan ulasan apa saja yang ada disertai dengan petunjuk di halaman berapa ulasan itu ditempatkan. mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan tentang isu-isu aktual di dunia kerja yang akan mereka geluti. Lap -Top. Rubrik ini akan memudahkan pembaca mencari artikel. Dalam bentuk konkret. ke-PR-an. maupun isu-isu kebijakan komunikasi.

pengalaman dan kritik mereka atas media yang pernah mereka konsumsi. hampir mirip dengan rubrik mediaholic. event yang terjadi di sekitar kampus dan kota. Foto yang dimuat akan disertai komentar dari pengasuh rubrik baik tentang foto tersebut. berisi berita-berita singkat tentang peristiwa. rubrik ini merupakan ruang ekspresi bagi mahasiswa yang hobi fotografi. karir serta perjuangan yang dilaluinya hingga mencapai . SnapShot. pendapat. halaman yang memuat foto-foto hasil jepretan mahasiswa komunikasi. Jejak Karir. tujuan dari rubrik ini adalah untuk menjembatani mahasiswa dengan pengalaman dunia kerja. perjalanan kesuksesan. rubrik ini berisi temuan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di media.untuk Bisa jeli berupa mengamati media. buku. Pembaca bisa menuliskan televisi. pengaturan cahaya. bisa dari segi teknik. Dari segi muatan. salah ketik. iklan dan media-media lain. pengalaman menonton tayangan review menonton film atau membaca surat kabar. Wartawan Juga Manusia. seni dan lain-lain. pemuatan ulang berita yang terjadi di media massa khususnya media cetak. rubrik ini akan menampilkan profil salah satu alumni komunikasi UGM tentang biografi. Matakamera. Di samping itu juga untuk menambah jaringan dengan para praktisi komunikasi. Titik tekannya bukan pada review media layaknya resensi tapi yang lebih ditonjolkan adalah kekritisan pembaca dalam mengonsumsi media. Terdiri dari beberapa tulisan singkat misalnya tentang kejadian salah ucap. salah gambar.

merancang iklan. Pembagian Halaman Berikut ini adalah pembagian jumlah halaman untuk masing-masing rubrik Nama Rubrik Jumlah halaman Penunggu Pohon 1 Daftar menu 1 Kontakita 1 Mainstream 4 Mediaholic 4 Snapshot 1 Jejak Karir 1 Wartawan Juga Manusia 1 Tips n Trik 1 In-Tech 1 jumlah 16 Jadi pembagian halaman bisa jelaskan sebagai berikut : Kalam sampul Halaman isi Halaman iklan Jumlah total KARAKTERISTIK MEDIA Fisik • • • Ukuran Majalah Posisi Tebal Halaman : 270 x 210 mm : Tegak/ Portait : 20 halaman : 16 :3 : 22 halaman :1 . merawat kamera.Tips n Trik. berisi ulasan tentang inovasi produk-produk teknologi terbaru. rubrik yang berisi panduan atau tips-tips praktis. Materi tips tentunya seputar ketrampilan atau pengetahuan teknis terkait dunia komunikasi misalnya. In-Tech. tips magang dan masih banyak lagi. desain grafis.

Launching Media. pemasaran dan distribusi yang tepat. dilakukan penempelan dan penyebaran pamflet terkait launching media baru di kalangan mahasiswa komunikasi di masing-masing kampus. 2.- STRATEGI PEMASARAN Agar majalah Kepel. pengenalan media Kepel. dua minggu sebelum edisi perdana terbit.Kom bisa dikenal secara luas dan cepat ke segmen pembacanya.Kom dalam acara-acara Ikatan Mahasiswa Komunikasi (IMIKI) 3. KPID dan wartawan serta ketua-ketua HMJ Komunikasi se Jateng dan DIY. Jaringan organisasi. penyebaran pamflet. perlu dirancang suatu bauran pemasaran yang meliputi promosi. mengadakan acara launching perdana dan seminar tentang media-watch dengan mengundang Lembaga Kajian Media. Beberapa strategi yang akan dilakukan untuk mempromosikan Kepel.• • • • • Jenis Kertas Cover Jenis Kertas Isi Warna Jilid Finishing : Art paper 150 gr : HVS 80 gr : 30% full color 70% BW : Jahit Benang : Wrapping Plastic Periode Penerbitan • • • Waktu Terbit Oplah Harga : tiap hari Senin di awal bulan : 1000 eksemplar : Rp.Kom adalah 1. . 3000.

Koordinasi Komunikasi 10. Begitu juga dengan majalah Kepel. Target iklan yang diharapkan masuk tentunya disesuaikan dengan pembaca yaitu mahasiswa komunikasi. Dengan ketentuan bagi hasil bagi penjual untuk tiap eksemplar yang berhasil dijual. dikirim via pos bagi yang berlangganan dan tempatnya jauh.Rucker (1960) dalam Tested Newspaper Promotion menjelaskan beberapa strategi promosi surat kabar. Sedangkan untuk iklan-iklan dalam ukuran kecil. tidak lebih dari setengah halaman akan di tempatkan di halaman isi. 5. menggunakan tenaga penjualan dengan sistem bagi hasil 8. Bekerjasama dengan HMJ Komunikasi di unversitas lain khususnya di KORWIL III yang meliputi DIY. kamera. café yang sering dikunjungi mahasiswa 9.Kom kepada mahasiswa. dan kerjasama dengan anggota Ikatan Mahasiswa PERIKLANAN Iklan merupakan saalah satu sumber utama pendapatan dari tiap media. Strategi distribusi agar majalah dapat dengan mudah dan cepat sampai ditangan pembaca antara lain : 7. Jateng. Menagcu pada buku tersebut beberapa strategi pemasaran yang akan dilakukan antara lain 4. ada 3 halaman yang secara khusus disediakan bagi para pengiklan yaitu 2 halaman di sampul belakang dan 1 halaman belakang sampul depan. mewajibkan seluruh pengurus KOMAKO untuk membeli majalah Kepel.Kom 6. komputer . Personal Selling. beberapa target iklan tersebut antara lain : Toko alat elektronik. dosen dan alumni komunikasi agar mau membeli bahkan berlangganan majalah. menawarkan secara langsung majalah Kepel. handycam.Kom. menitipkan pada koperasi mahasiswa.

Redaksi. menentukan kebijaksanaan terhadap atas organisasi secara jalannya strategi eksternal. ilustrasi.Counter Handphone Percetakan foto STRUKTUR ORGANISASI Bidang Umum Penanggung Jawab. Umum. bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya manajemen media layaknya sebuah perusahaan diluar bagian ke redaksionalan. menentukan kebijaksanaan internal organisasi kebijakan redaksional sesuai dengan nilai dan ideologi perjuangan organisasi. Posisi ini dipegang oleh Ketua KOMAKO bertanggung Bertanggung jawab jawab keseluruhan dan organisasi penerbitan. foto. mengkoordinasikan dan bertanggung jawab terhadap isi materi majalah yang dibuat oleh staf redaksi Pemimpin Perusahaan. bertugas. bertanggung jawab terhadap keseluruhan jalannya organisasi Pemimpin Pemimpin penerbitan. Staf redaksi bertugas mencari dan mengumpulkan materi berupa berita. Selain itu Pemimpin redaksi bertugas merencanakan. Bidang Redaksional Pemimpin redaksi membawahi redaktur pelaksana dan manajer produksi Redaktur Pelaksana. Dalam hal ini pemimpin umum merangkap sebagai pemimpin redaksi. Secara keseluruhan bertanggung jawab terhadap operasionalisasi majalah baik jalannya produksi maupun isi majalah. Manajer Produksi .

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Maulin Ni’am . Sirkulasi dan Distribusi 3. ilustrasi. Susunan personalia majalah Kepel. Promosi dan Humas 2. lay out. Finishing. Keuangan 5. mengerjakan sejak final artwork. Kerumahtanggaan Dalam pelaksanaannya pembagian kerja belum bisa terpisah satu sama lain. mengkoordinir serta bertanggung jawa atas kelancaran produksi majalah. plat hingga naik cetak Manajer produksi membawahi 2 bidang yaitu : Lay out dan artistik. setting dan final artwork. Personalia 6. Dimulai dari tahap setting. umar. Tami : Aji. Karena keterbatasan sumber daya manusia maupun dana tidak menutup kemungkinan satu orang menjalankan beberapa tugas sekaligus.Kom Penanggung Jawab Sekretaris umum Redaktur Pelaksana Staf Redaksi : Ketua Komako : Lola Amaria : Zaki. Maharani. reproduksi foto. mengerjakan sampul majalah. pembuatan plat hingga menjadi majalah. Periklanan 4. watono. Bidang Usaha Pemimpin perusahaan membawahi 6 bidang kerja 1.Bertugas merencanakan.

000 Rp 3.000 : Avi : flora Rp 1000. X Rp 3000 subsidi penerbitan perdana dari Komako Subsidi dari Jurusan Ilmu Komunikasi Iklan Donatur Total pemasukan B.000.000 100. 850.000 900. Pengeluaran Biaya Produksi Biaya bahan dan cetak 1000 eks Biaya non produksi Biaya reportase Biaya komunikasi Kesekretariatan Biaya promosi Peralatan Honor penulis Total pengeluaran Rp Rp Rp Rp Rp 400.000 250.000 Rp 400. Pemimpin Perusahaan : Nagara Kabag.000 .000 Rp 6.000 Rp 7.000 Rp 1.Fotografer : andi.000.000 Rp 2.000 Rp 2.000 Rp 1.500. Pemasukan Penjualan majalah 900 eks.100. Promosi dan Humas Kabag Iklan Kabag ESTIMASI DANA A.700.000 500.000.

. rencana mulia ini akan sulit terwujud. Tested Newspaper Promotion. Media Literacy. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. James. Iowa: Ames press. 2001. 1960. 1997. Bagaimana Mengelola Media Korporasi-Organisasi. 2000.PENUTUP Demikian proposal penerbitan majalah Kepel. DAFTAR BACAAN Rucker. Siregar. Veven SP. W. USA: Sage Publication. Besar harapan kami majalah ini dapat terealisasikan sehingga bermanfaat bagi masa depan generasi bangsa bangsa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Kom ini kami susun. Frank W. Ashadi dan Rondang Pasaribu. Potter. Wardhana. Kami yakin tanpa dukungan dari semua pihak. Kapitalisme Televisi dan Strategi Budaya Massa.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.