Proposal penerbitan majalah Kepel.

Kom “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya” Disusun sebagai pengganti Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajeman Media Massa

Oleh : Maulin Ni’am SP/21076 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Gadjah Mada Yogyakarta

Karena literasi media sebenarnya cara pandang dari mana sesorang membuka diri terhadap media dan memaknai pesan yang ia terima dari media. Karena batas antara informasi yang benar dan salah. Kita juga harus cerdas dalam menggunakan informasi. apakah kita termasuk di dalamnya atau tidak. guru sekolah. Kita harus selektif dalam memilih informasi mana yang akan kita respon. sebenarnya literasi media hanya masalah kebiasaan saja. dosen. Potter melanjutkan bahwa literasi media adalah sebuah rangkaian kesatuan (continuum). tokoh agama atau para pembuat kebijakan. Tiap hari kita diterpa ribuan informasi. Budaya melek media harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. sikap kritis dalam mengkonsumsi media justru harus dimiliki oleh golongan yang secara langsung menjadi penikmat dan sasaran utama media yaitu anak-anak dan remaja termasuk mahasiswa. layaknya status. Dengan tanpa mengesampingkan sederetan teori dan metode penelitian media. Kebiasaan . pesatnya pertumbuhan media di Indonesia tidak dibarengi dengan meningkatnya tingkat literasi media masyarakat kita.PROBLEMATIKA Media literasi mutlak diperlukan sebagai kemampuan dasar berpikir kritis untuk hidup di abad informasi. Potter (2001: 7) mengatakan bahwa literasi media bukanlah sebuah kategori. Literasi media tidak melihat latar pendidikan seseorang. Ironisnya. budaya melek media. valid dan invalid semakin kabur. belum tentu informasi yang kita ambil akan membuat hidup kita semakin baik meskipun informasi tersebut benar. Tidak hanya untuk para orang tua. Ia menganalogikan literasi media dengan sebuah termometer yang mana terdapat derajat untuk menunjukkan tingkatan atau kualitas.

. Sejak semester awal hingga akhir. tulisan mahasiswa komunikasi tentang media di media massa. Meskipun seseorang memiliki kemampuan atau pengetahuan yang memadai untuk menjadi media-watcher. Inilah yang kemudian menjadi sebab hilangnya nalar kritis mahasiswa atas fenomena sosial yang terjadi di sekelilingnya. khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi.menonton dan mengkonsumsi media idealnya diiringi dengan pembiasaan untuk mencermati. Sayangnya. Hal yang menarik untuk dijadikan renungan adalah budaya literasi media di kalangan mahasiswa. Pada akhirnya yang terjadi adalah berkurangnya tingkat sensitivitas (desensitization) terhadap pesan negatif media. belum tentu ia mau untuk mengkritisi media. Bukti konkretnya adalah masih minimnya. alih-alih menuliskan gagasan mereka ke media. menganalisis maksud dari tayangan media tersebut. Rubrik semacam suara mahasiswa di harian Kedaulatan Rakyat. mereka mendapatkan banyak informasi tentang media dan segala aspeknya. mengkaji dan menemukan fakta tentang media. Dikatakan menarik karena fokus studi mereka adalah media. Sehingga mahasiswa Komunikasi merasa tidak perlu menyampaikan sikap kritis mereka atas media. Mungkin karena mereka berada dalam lingkungan sama dan menganggap yang lain juga tahu apa ia ketahui. Pembiaran yang terjadi berulang kali membuat mahasiswa menganggap pesan-pesan negatif di media adalah hal biasa dan lumrah. Mereka tahu bahwa banyak hal yang bisa dan harus mereka kritisi dari media. Mereka pula yang secara intens mengamati. tetapi yang terjadi justru sikap pembiaran. Prokon Aktivis di Jawa Pos dan rubrik sejenis lainnya lebih banyak diisi oleh mahasiswa dari ilmu non-sosial. tingkat literasi media yang mereka miliki hanya disimpan untuk diri mereka sendiri. untuk tidak mengatakan tidak ada.

Lebih mudah menyampaikan informasi melalui lisan.Kenyataan berbicara bahwa mahasiswa tidak terbiasa melakukan komunikasi tertulis. academic action harus pula diikuti dengan apa yang disebut public action. Namun laporan penelitian itu sendiri hanya berfungsi sebagai mental exercise. Aktivitas intelektual adalah proses berpikir. 1997:v). publikasi atas hasil dari laku intelektual (Wardhana. julukan ataupun gelar akademis. Memang saat ini sudah beredar majalah layaknya Cakram atau B&B yang mengupas tentang pemasaran. periklanan. Akan tetapi isi kedua media tersebut lebih cocok untuk praktisi yang sudah bekerja. Boleh dikatakan karya tulis ilmiah adalah anak kandung yang lahir dari rahim intelektualitas. berdiskusi antarwarga akademi dan menuliskan hasilnya dalam bentuk laporan penelitian. laku intelektual. permasalahan yang dihadapi mahasiswa komunikasi UGM adalah keterbatasan sumber informasi yang menunjang studi serta kemampuan praktis di bidang kajian komunikasi. mengamati. Berangkat dari kegelisahan atas problematika tersebut dan kebulatan tekad. Itulah yang disebut sebagai academic action. adalah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan penyandang status kaum akademisi. Media ini didirikan dengan beberapa tujuan antara lain : . Sebuah karya tulis disusun dan dipublikasikan lebih sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat. majalah ini hadir sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. khususnya karya ilmiah. Mempublikasikan hasil refleksi atas realitas ke dalam karya tulis bukan sekedar untuk mencari status. Padahal menulis. Selain kebiasaan menulis yang masih sangat minim. PR maupun jurnalistik. yang akhirnya hanya mengisi rak-rak perpustakaan. Lebih lanjut.

panduan serta tips-tips yang dapat digunakan sebagai penunjang studi maupun bekal pengetahuan praktis.1. JENIS MEDIA Jenis media yang dipilih adalah medium magazine. tidak seperti tabloid. Nama tersebut merupakan gabungan dari dua kata Kepel dan Kom (kependekan dari . majalah bisa memuat tulisan yang lebih banyak dan panjang. desain visual. Memberikan informasi.Kom (baca: kepel dot kom). 2. jurnalistik dan minat UGM khususnya dan mahasiswa Yogyakarta pada NAMA MEDIA Media ini bernama Kepel. format majalah memiliki karakteristik : Lebih menarik. Dijilid dengan baik sehingga mudah didokumentasikan. 3. 4. Mudah dibawa sehingga bisa dibaca di mana saja. Sehingga memungkinkan untuk menyajikan liputan berita secara lebih mendalam dan menyeluruh. dengan adanya ilustrasi. ruang berekspresi dan apresiasi bagi mahasiswa komunikasi di bidang fotografi. Menumbuhkembangkan aktivitas media-watch di kalangan mahasiswa komunikasi umumnya. koran atau newsletter yang bisa dibaca beramai-ramai. kritik atau ide di media massa. Menyediakan lainnya. Pemilihan format majalah karena kelebihan yang dimiliki majalah baik secara fisik maupun materi berita dibanding format media lainnya. gambar maupun foto. Secara fisik. Sedangkan secara kualitas. Melatih ketrampilan komunikasi secara tertulis untuk menyampaikan opini. Bersifat personal.

Keteguhan semangat yang kokoh layaknya tangan yang terkepal PARADIGMA Dengan melihat realitas industri percetakan dan sumber daya yang ada serta idealita yang hendak diraih. Di bawah pepohonan Kepel inilah biasanya mahasiswa komunikasi sering kumpul. Buah kepel yang masih muda kerasnya sekeras batu. buahnya empuk dan bisa dimakan. Dalam masyarakat Yogyakarta yang berbudaya Jawa. Kepel adalah bahasa jawa yang searti dengan kepal atau genggam. Kepel menunjuk pada tangan yang mengepal. Menumbuhkan semangat dan tekad untuk bersama-sama memajukan almamater. Pohon kepel tumbuh di halaman depan kantor Jurusan Ilmu Komunikasi UGM. 2. Media yang menyediakan ruang kebebasan bagi ekspresi. duduk-duduk dan melakukan aktivitas lainnya. istilah kepel memiliki dua arti. bila sudah matang. alumni dan dosen komunikasi UGM. Menjalankan fungsi solidarity maker di antara mahasiswa. Sebuah habitus intelektual bagi mahasiswa komunikasi UGM dalam berekspresi. gagasan dan pemikiran. Sedangkan untuk tagline yang mengiringi nama Kepel. nama bukanlah sekedar sebutan. Begitu pula nama Kepel.Kom secara simbolis memiliki makna filosofis yang menyimpan harapan atas eksistensi media ini yaitu : 1. Secara harfiah.komunikasi). saling bertukar gagasan. Nama harus memiliki makna yang mencitrakan pemiliknya atau harapan dari pemberi nama. paradigma yang digunakan dalam . 2. 1. “Anak Komunikasi Ngumpul Tak Jauh Dari Kepelnya”. Kepel adalah nama buah berwarna coklat mirip sawo.Kom adalah.

terutama mahasiswa tahun pertama hingga tahun ketiga. Hubungan struktural ini membawa konsekuensi bahwa media ini dituntut untuk bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan informasi pembaca tanpa harus menanggalkan idealisme perjuangan organisasi. subsidi anggaran dari organisasi.pendirian media ini adalah perpaduan dua paradigma yaitu misionaris dan pasar. dosen. Sehingga bisa membantu meringankan beban biaya produksi. media ini bisa dinikmati konsumen dengan harga yang minim. lembaga).Kom ini dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan kontribusi yang diharapkan dari mereka. Pemilihan paradigma ini lebih disebabkan alasan pragmatis dan praktis. Dengan adanya sumber dana tersebut. Namun lebih condong pada paradigma yang pertama. SEGMENTASI Sasaran pembaca majalah Kepel. Primer Seluruh mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UGM baik dari progam sarjana maupun diploma yang masih aktif. Jadi dalam operasionalisasi. Secara struktural. kerja sama serta donasi dari pihak lain (alumni. Untuk menjaga kontinuitas penerbitan. media ini akan banyak bergantung pada pihak pengiklan. media ini memiliki berada di bawah payung Korps Mahasiswa Komunikasi sebagai induk organisasi. pembaca tetap diminta sejumlah harga untuk memiliki media ini. Sekunder .

Geografis Propinsi Jawa Tengah dan DIY Jarak antarkampus tidak terlalu jauh. Secara umum kelompok primer dan sekunder memiliki karakeristik yang hampir sama. Alumni jurusan ilmu komunikasi UGM. Lembaga kajian media. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di pulau Jawa.Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di propinsi Jawa Tengah dan DIY Mahasiswa jurusan komunikasi yang ada di universitas-universitas se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Demografis Jenis Kelamin Usia Strata ekonomi keluarga Psikografis Suka pada hal-hal baru. Tersier Dosen di jurusan ilmu komunikasi UGM. Belum memiliki orientasi pekerjaan yang mantap Memiliki tingkat akses media yang tinggi Mengikuti perkembangan teknologi komunikasi informasi Jumlah Audiens Potensial : Laki-laki dan perempuan : 18 – 24 tahun : menengah ke atas . memungkinkan untuk distribusi.

menjelaskan garis besar tema di tiap edisi. . merupakan pengantar dari redaksi. RUBRIKASI Rubrikasi untuk media ini ditentukan dengan mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan atas informasi apa yang diinginkan pembaca.Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Tinggi (www. Berikut ini adalah deskripsi singkat tentang rubrikasi majalah Kepel. Unsemar. redaksi menyapa pembaca. Satya Wacana. APMD dll) : 3623 (Undip. rubrik-rubrik dalam Kepel. Melalui rubrik ini. UNS.or. UMY.evaluasi. dll) : 7426 : 268 : 439 : 707 Diperkirakan 40% dari jumlah anggota kelompok primer tersebut membeli Diperkirakan 10% dari jumlah tersebut akan membeli media ini. Atmajaya.Kom Penunggu Pohon.Kom berusaha memenuhi fungsi informatif. edukatif dan menghibur. UPN. Selain itu isi dari rubrik ini juga menggambarkan opini atau keberpihakan media atas fenomena yang diulas. Berdasarkan fungsinya.id) jumlah mahasiswa jurusan komunikasi untuk jenjang S1 dan D3 di propinsi Jawa Tengah dan DIY adalah sebanyak 8133 mahasiswa Berikut perkiraan data audiens potensial sebagai konsumen media ini Kelompok Primer S1 UGM D3 UGM Jumlah media ini Kelompok Sekunder PT DIY PT Jateng Jumlah : 3803 (UII. Unsoed.

kritik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan majalah. atau informasi yang diinginkan secara langsung tanpa membaca dari awal. Pembaca bisa mengirimkan tulisan untuk rubrik ini melalui surat. Dengan bekal tersebut. mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan tentang isu-isu aktual di dunia kerja yang akan mereka geluti. kependekan dari Laporan Top yang berisi uraian tentang hasil liputan mendalam atas topik tertentu.Daftar Menu. Rubrik ini merupakan inti pesan yang ingin disampaikan media ini kepada pembaca. mahasiswa mampu mengawinkan pengetahuan teoritis yang mereka dapatkan di perkuliahan dengan kenyataan di dunia kerja. Kontakita. pemasaran. rubrik mainstream memiliki tiga sub-rubrik sesuai dengan pilihan konsentrasi yang ada di jurusan komunikasi UGM yaitu media studies. Mediaholic. ulasan. Mainstream. Lap -Top. email atau sms. Rubrik ini akan memudahkan pembaca mencari artikel. berisi ulasan topik-topik tertentu yang berkaitan dengan kajian ilmu komunikasi. supporting media dan perspektif media. Diharapkan melalui rubrik mainstream. maupun isu-isu kebijakan komunikasi. Dalam bentuk konkret. sesuai dengan namanya rubrik ini akan menunjukkan ulasan apa saja yang ada disertai dengan petunjuk di halaman berapa ulasan itu ditempatkan. Di sinilah peran mahasiswa komunikasi diasah . ke-PR-an. rubrik mainsteram berisi artikel tentang produksi media. berisi review tentang praktek konsumsi media yang telah dilakukan oleh pembaca. rubrik yang memuat tulisan dari pembaca yang berisikan komentar. pertanyaan.

perjalanan kesuksesan. halaman yang memuat foto-foto hasil jepretan mahasiswa komunikasi. SnapShot. pengaturan cahaya. Terdiri dari beberapa tulisan singkat misalnya tentang kejadian salah ucap. Di samping itu juga untuk menambah jaringan dengan para praktisi komunikasi. salah gambar. rubrik ini akan menampilkan profil salah satu alumni komunikasi UGM tentang biografi. pengalaman menonton tayangan review menonton film atau membaca surat kabar. karir serta perjuangan yang dilaluinya hingga mencapai . salah ketik. Jejak Karir. Pembaca bisa menuliskan televisi. hampir mirip dengan rubrik mediaholic. event yang terjadi di sekitar kampus dan kota. rubrik ini merupakan ruang ekspresi bagi mahasiswa yang hobi fotografi. rubrik ini berisi temuan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di media. Wartawan Juga Manusia.untuk Bisa jeli berupa mengamati media. buku. Dari segi muatan. pengalaman dan kritik mereka atas media yang pernah mereka konsumsi. berisi berita-berita singkat tentang peristiwa. pemuatan ulang berita yang terjadi di media massa khususnya media cetak. seni dan lain-lain. Foto yang dimuat akan disertai komentar dari pengasuh rubrik baik tentang foto tersebut. bisa dari segi teknik. tujuan dari rubrik ini adalah untuk menjembatani mahasiswa dengan pengalaman dunia kerja. Titik tekannya bukan pada review media layaknya resensi tapi yang lebih ditonjolkan adalah kekritisan pembaca dalam mengonsumsi media. pendapat. iklan dan media-media lain. Matakamera.

In-Tech. desain grafis. tips magang dan masih banyak lagi.Tips n Trik. Materi tips tentunya seputar ketrampilan atau pengetahuan teknis terkait dunia komunikasi misalnya. berisi ulasan tentang inovasi produk-produk teknologi terbaru. Pembagian Halaman Berikut ini adalah pembagian jumlah halaman untuk masing-masing rubrik Nama Rubrik Jumlah halaman Penunggu Pohon 1 Daftar menu 1 Kontakita 1 Mainstream 4 Mediaholic 4 Snapshot 1 Jejak Karir 1 Wartawan Juga Manusia 1 Tips n Trik 1 In-Tech 1 jumlah 16 Jadi pembagian halaman bisa jelaskan sebagai berikut : Kalam sampul Halaman isi Halaman iklan Jumlah total KARAKTERISTIK MEDIA Fisik • • • Ukuran Majalah Posisi Tebal Halaman : 270 x 210 mm : Tegak/ Portait : 20 halaman : 16 :3 : 22 halaman :1 . merawat kamera. merancang iklan. rubrik yang berisi panduan atau tips-tips praktis.

Kom dalam acara-acara Ikatan Mahasiswa Komunikasi (IMIKI) 3. pemasaran dan distribusi yang tepat. 3000. Launching Media. perlu dirancang suatu bauran pemasaran yang meliputi promosi. . Jaringan organisasi. mengadakan acara launching perdana dan seminar tentang media-watch dengan mengundang Lembaga Kajian Media. penyebaran pamflet.Kom adalah 1.• • • • • Jenis Kertas Cover Jenis Kertas Isi Warna Jilid Finishing : Art paper 150 gr : HVS 80 gr : 30% full color 70% BW : Jahit Benang : Wrapping Plastic Periode Penerbitan • • • Waktu Terbit Oplah Harga : tiap hari Senin di awal bulan : 1000 eksemplar : Rp. pengenalan media Kepel. Beberapa strategi yang akan dilakukan untuk mempromosikan Kepel.- STRATEGI PEMASARAN Agar majalah Kepel.Kom bisa dikenal secara luas dan cepat ke segmen pembacanya. KPID dan wartawan serta ketua-ketua HMJ Komunikasi se Jateng dan DIY. 2. dilakukan penempelan dan penyebaran pamflet terkait launching media baru di kalangan mahasiswa komunikasi di masing-masing kampus. dua minggu sebelum edisi perdana terbit.

Kom. Dengan ketentuan bagi hasil bagi penjual untuk tiap eksemplar yang berhasil dijual. café yang sering dikunjungi mahasiswa 9. Menagcu pada buku tersebut beberapa strategi pemasaran yang akan dilakukan antara lain 4. Begitu juga dengan majalah Kepel. Target iklan yang diharapkan masuk tentunya disesuaikan dengan pembaca yaitu mahasiswa komunikasi. menitipkan pada koperasi mahasiswa. menggunakan tenaga penjualan dengan sistem bagi hasil 8. kamera.Kom 6. dikirim via pos bagi yang berlangganan dan tempatnya jauh. Personal Selling. 5. komputer . mewajibkan seluruh pengurus KOMAKO untuk membeli majalah Kepel. beberapa target iklan tersebut antara lain : Toko alat elektronik. Koordinasi Komunikasi 10. handycam. dosen dan alumni komunikasi agar mau membeli bahkan berlangganan majalah.Rucker (1960) dalam Tested Newspaper Promotion menjelaskan beberapa strategi promosi surat kabar. Jateng. Sedangkan untuk iklan-iklan dalam ukuran kecil. Bekerjasama dengan HMJ Komunikasi di unversitas lain khususnya di KORWIL III yang meliputi DIY. dan kerjasama dengan anggota Ikatan Mahasiswa PERIKLANAN Iklan merupakan saalah satu sumber utama pendapatan dari tiap media. Strategi distribusi agar majalah dapat dengan mudah dan cepat sampai ditangan pembaca antara lain : 7.Kom kepada mahasiswa. tidak lebih dari setengah halaman akan di tempatkan di halaman isi. menawarkan secara langsung majalah Kepel. ada 3 halaman yang secara khusus disediakan bagi para pengiklan yaitu 2 halaman di sampul belakang dan 1 halaman belakang sampul depan.

ilustrasi.Counter Handphone Percetakan foto STRUKTUR ORGANISASI Bidang Umum Penanggung Jawab. menentukan kebijaksanaan internal organisasi kebijakan redaksional sesuai dengan nilai dan ideologi perjuangan organisasi. Redaksi. mengkoordinasikan dan bertanggung jawab terhadap isi materi majalah yang dibuat oleh staf redaksi Pemimpin Perusahaan. Manajer Produksi . bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya manajemen media layaknya sebuah perusahaan diluar bagian ke redaksionalan. bertugas. Posisi ini dipegang oleh Ketua KOMAKO bertanggung Bertanggung jawab jawab keseluruhan dan organisasi penerbitan. Bidang Redaksional Pemimpin redaksi membawahi redaktur pelaksana dan manajer produksi Redaktur Pelaksana. bertanggung jawab terhadap keseluruhan jalannya organisasi Pemimpin Pemimpin penerbitan. menentukan kebijaksanaan terhadap atas organisasi secara jalannya strategi eksternal. Staf redaksi bertugas mencari dan mengumpulkan materi berupa berita. Secara keseluruhan bertanggung jawab terhadap operasionalisasi majalah baik jalannya produksi maupun isi majalah. Selain itu Pemimpin redaksi bertugas merencanakan. Umum. Dalam hal ini pemimpin umum merangkap sebagai pemimpin redaksi. foto.

watono. Susunan personalia majalah Kepel. Karena keterbatasan sumber daya manusia maupun dana tidak menutup kemungkinan satu orang menjalankan beberapa tugas sekaligus. pembuatan plat hingga menjadi majalah. mengerjakan sejak final artwork. reproduksi foto. lay out. Finishing.Bertugas merencanakan. Dimulai dari tahap setting. Sirkulasi dan Distribusi 3. Keuangan 5. Maharani. Bidang Usaha Pemimpin perusahaan membawahi 6 bidang kerja 1. ilustrasi.Kom Penanggung Jawab Sekretaris umum Redaktur Pelaksana Staf Redaksi : Ketua Komako : Lola Amaria : Zaki. Tami : Aji. plat hingga naik cetak Manajer produksi membawahi 2 bidang yaitu : Lay out dan artistik. mengkoordinir serta bertanggung jawa atas kelancaran produksi majalah. Personalia 6. setting dan final artwork. Kerumahtanggaan Dalam pelaksanaannya pembagian kerja belum bisa terpisah satu sama lain. umar. Periklanan 4. mengerjakan sampul majalah. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Maulin Ni’am . Promosi dan Humas 2.

000. Pemasukan Penjualan majalah 900 eks.Fotografer : andi. Pemimpin Perusahaan : Nagara Kabag.000 .000 Rp 2.000 Rp 400.000.000 100.000 900.000 Rp 7.000 Rp 1. 850.000 Rp 2.000 : Avi : flora Rp 1000. Promosi dan Humas Kabag Iklan Kabag ESTIMASI DANA A.000 Rp 3. Pengeluaran Biaya Produksi Biaya bahan dan cetak 1000 eks Biaya non produksi Biaya reportase Biaya komunikasi Kesekretariatan Biaya promosi Peralatan Honor penulis Total pengeluaran Rp Rp Rp Rp Rp 400.500.100.000 Rp 6.000 Rp 1. X Rp 3000 subsidi penerbitan perdana dari Komako Subsidi dari Jurusan Ilmu Komunikasi Iklan Donatur Total pemasukan B.700.000 500.000 250.000.

Bagaimana Mengelola Media Korporasi-Organisasi. Kapitalisme Televisi dan Strategi Budaya Massa. Ashadi dan Rondang Pasaribu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. rencana mulia ini akan sulit terwujud. DAFTAR BACAAN Rucker. Wardhana.PENUTUP Demikian proposal penerbitan majalah Kepel. James. . Kami yakin tanpa dukungan dari semua pihak. W. Tested Newspaper Promotion. Media Literacy. 2000. Potter. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.Kom ini kami susun. Siregar. USA: Sage Publication. 2001. Iowa: Ames press. Frank W. 1960. Besar harapan kami majalah ini dapat terealisasikan sehingga bermanfaat bagi masa depan generasi bangsa bangsa. Veven SP. 1997.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.