TUGAS MANAJEMEN STRATEGI ANALISIS SWOT PROGRAM KESEHATAN IBU DAN BAYI DI PUSKESMAS KAIT-KAIT KECAMATAN BATI

-BATI KABUPATEN TANAH LAUT

OLEH

NAMA NIM

: JUNAIDI : I1A111028

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU

2013

Pelayanan antenatal 2. Pertolongan persalinan 3. Bentuk pelayanan kesehatan bagi keluarga difokuskan pada pelayanan kesehatan ibu (pelayanan antenatal. dan perujukan ibu hamil risiko tinggi. Analisis SWOT 1. Kunjungan bayi. e. A. Adapun program dari pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi. .Program Kesehatan Ibu dan Bayi di Puskesmas Kait-kait Kecamatan Batibati Kabupaten Tanah Laut Ibu mempunyai peran penting dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Pertolongan persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan mengalami peningkatan. Cakupan pelayanan K4 mengalami peningkatan. post partum dan balita Penyuluhan / promosi kesehatan tentang Kesehatan Ibu dan bayi. Pelayanannya sesuai dengan standar serta paling sedikit empat kali kunjungan dengan distribusi sekali pada trimester pertama. antara lain : 1. c.). seperti : Pemeriksaan secara langsung melalui posyandu kepada ibu hamil. b. Ibu hamil yang berisiko tinggi telah menerima pelayanan rujukan baik ke Puskesmas perawatan maupun ke rumah sakit. Gangguan kesehatan ibu hamil dapat berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya. sekali pada trimester dua dan dua kali pada trimester ketiga d. Tenaga kesehatan di Puskesmas Kait-kait terjun langsung kemasyarakat dalam menjalankan program kesehatan ibu dan bayi. Perujukan ibu hamil risiko tinggi 4. Kunjungan neonatus 5. Strengths (kekuatan) a. pertolongan persalinan.

b. 3. Tersedianya fasilitas media massa yang dapat dipergunakan masyarakat untuk memperoleh informasi tentang kesehatan. Pemerintah telah menyukseskan program kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan dan memperluas sarana dan prasarana kesehatan f. Meningkatnaya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan 2. e. Tempat penyimpanan vaksin kurang tertata rapih c. Adanya peraturan dari pemerintah yang menganjurkan persalinan ditolong oleh bidan bukan oleh dukun. Adanya keterlibatan kader dalam kegiatan posyandu. b. d. Opportunities (peluang) a. Kurangnya jumlah tenaga kesehatan di puskesmas tersebut. Pemerintah kabupaten Tanah Laut telah melatih banyak bidan. . Sasaran penyuluhan tentang imunisasi masih belum merata sehingga masyarakat di sekitar wilayah kerja Puskesmas Kait-kait yang belum sadar / termotivasi tentang pentingnya imunisasi pada anak. Adanya pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kurangnya koordinasi lintas program dan sektoral terkait dengan melakukan pertemuan berkala dan pembinaan secara bersama ketingkat yang lebih bawah f. Rendahnya dan belum ada jadwal rutin kegiatan penyuluhan kepada masyarakat / ibu hamil e. Banyaknya kegiatan posyandu dan puskesmas tidak terlaksana jika tidak ada tenaga kesehatan. d. g. Weakness (kelemahan) a.f. c. Pelayanan yang diberikan maksimal dari tenaga kesehatan ( mengenai penyampaian informasi ) untuk memenuhi kebutuhan dan pengetahuan masyarakat mengenai masalah kesehatan. dan mengirim mereka ke seluruh daerah pedesaan.

Adanya kebijakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Menggnakan Jaminan Persalinan (Jampersal) untuk memperoleh layanan persalinan oleh tenaga kesehatan. Threats (ancaman) a. Strategi W-O a. d. Dana yang minim dari pemerintah berpangaruh pada kurangnya penunjang pelayanan kesehatan. b. h. e. c. Tenaga kesehatan memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi langsung di tengah-tengah masyarakat. 4. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu hamil dan balita. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. b. b. dan JAMPERSAL untuk ibu melahirkan. . Faktor rendahnya ekonomi. 5. Menggunakan Jaminan Persalinan (Jampersal) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk biaya rujukan Ibu hamil yang berisiko tinggi ke Puskesmas perawatan maupun ke rumah sakit. Strategi S-O a. Meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak melalui Jamkesmas c. sekaligus bekerja sama dengan kader kesehatan dalam di kegiatan posyandu. Masyarakat yang tidak mampu akan dibantu melalui sistem JPKM yang disubsidi oleh pemerintah.g. pendidikan. Mengikatkan kesadaran masyarakat dengan menggunakan fasilitas media massa dalam pemberian informasi kesehatan kepada masyarakat. Meningkatkan pertisipasi masyarakat dalam program kesehatan ibu dan bayi. teknologi berdampak pada peningkatan resiko Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). 6.

c. c. e. BatiBati: Puskesmas Kait-Kait . 2011. Melakukan pendidikan dan pelatihan tentang kesehatan ibu dan bayi dan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. sehingga kader kesehatan minimal bisa melakukan pemeriksaan dasar pada kesehatan ibu dan bayi. 7. Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM di bidang kesehatan guna dapat berperan serta dalam mengikatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu hamil dan balita. Meningkatkan kegiatan posyandu dengan adanya pendanaan dari pemerintah ataupun LSM. Referensi : 1. Strategi S-T a. Mengoptimalkan anggaran dana untuk pelayanan ibu dan bayi sehingga dapat menunjang program. 8. Puskesmas Kait-Kait. Laporan Tahunan Puskesmas Kait-Kait. b. Petugas kesehatan sebaiknya terjun langsung melakukan penyuluhan ke kelompok masyarakat yang minim pengetahuan tentang kesehatan ibu dan bayi. b.c. Pelatihan kader dalam kegiatan posyandu. Mengoptimalkan media komunikasi kesehatan sebagai upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Imunisasi. Dan dapat melakukan kegiatan di posyandu jika tidak ada petugas kesehatan d. Meningkatkan koordinasi lintas program dan sektoral terkait dengan untuk mengurangi faktor risiko meningkatnya angka kematian ibu dan bayi. Stategi W-T a. Meningkatkan pemeluasan sarana dan prasarana seperti pemeluasan tempat penyimpanan vaksin sehingga vaksin dapat tersusun rapi.