Geologi Citra Penginderaan Jauh

2.1 Pengertian Penginderaan Jauh Penginderaan jauh dalam bahasa Inggris dikenal dengan remote sensing, sedangkan di Perancis lebih dikenal dengan istilah teledetection, di Jerman disebut farnerkundung, distantsionaya di Rusia, dan perception remota di Spanyol. Beberapa pengertian penginderaan jauh menurut beberapa ahli antara lain :  Everett Dan Simonett (1976) berpendapat bahwa penginderaan jauh merupakan suatu ilmu, karena terdapat suatu sistematika tertentu untuk dapat menganalisis informasi dari permukaan bumi, dimana ilmu ini harus dikoordinasi dengan beberapa pakar ilmu lain seperti ilmu geologi, tanah, perkotaan dan lain sebagainya.  Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu obyek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan obyek, daerah, atau fenomena yang dikaji. (Lillesand & Kiefer, 1994)  Penginderaan elektromagnetik jauh (remote sensing), yaitu penggunaan bumi sensor yang radiasi dapat

untuk

merekam

gambar

lingkungan

diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna (Curran,1985).  Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas jauh dari objek yang diindera (Colwell, 1984). Foto udara, citra satelit, dan citra radar adalah beberapa bentuk penginderaan jauh.  Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh (Campbell, 1987). Hal ini biasanya berhubungan dengan pengukuran pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu objek ( http ://www.w3.org )

Berdasarkan definisi para ahli tersebut, maka penginderaan jauh merupakan pengamatan atau pengukuran data atau informasi mengenai sifat dari sebuah fenomena, obyek, atau benda dengan menggunakan sebuah alat perekam tanpa berhubungan langsung dengan obyek yang dikaji. Penginderaan jauh dikenal

alur transmisi.2 Komponen Dasar Penginderaan Jauh Empat komponen dasar dari sistem penginderaan jauh yaitu target. termasuk dengan teknik pemancaran daya. Semakin kecil obyek yang dapat direkam oleh sensor semakin baik kualitas sensor itu dan semakin baik resolusi spasial dari citra.1 Jenis Sensor dan Sifatnya SPEKTRUM DAN SISTEM SENSOR PANJANG GELOMBANG (µm) KEMAMPUAN MENGATASI KENDALA CUACA SAAT PENGINDERAAN . Komponen dalam sistem ini bekerja sama mengukur dan mencatat informasi mengenai target tanpa menyentuh obyek tersebut. Kemampuan sensor untuk merekam gambar terkecil disebut resolusi spasial. atau fenomena. dan sensor. atau fenomena yang dikaji. Sensor adalah sebuah alat yang mengumpulkan dan mencatat radiasi elektromagnetik. daerah. daerah. Energi akan berinteraksi dengan target sekaligus berfungsi sebagai media untuk meneruskan informasi dari target kepada sensor. Informasi diperoleh melalui analisis data piktorial dan numerik yang diperoleh dengan suatu alat. sumber energi. tanpa kontak langsung dengan obyek.sebagai suatu ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu obyek. Pengumpulan data dari jarak jauh dilakukan dengan berbagai bentuk. pemancaran gelombang bunyi. dan penangkapan energi gelombang. Tabel 2.bagian spektrum elektromagnetik. 2. Setiap sensor akan memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian .

4 . Apabila pemotretan dilakukan dari antariksa. sensor dibedakan: a) Sensor Fotografi Proses perekaman ini berlangsung secara kimiawi. asap Kabut tipis.5 Campuran asap dan kabut 3. Sinyal elektrik yang direkam pada pita magnetik ini kemudian diproses menjadi data visual maupun .7 . asap 103 . fotonya disebut foto udara. b) Sensor Elektrik Sensor ini menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik.30.4 0.malam siang . asap.0.7 Kabut Tipis 0.3 x 106 siang .0 Kabut tipis.3 x 103 1.01 . fotonya disebut foto orbital atau foto satelit.malam 8. kecuali bila digunakan penyinaran aktif siang siang . Kalau pemotretan dilakukan dari pesawat udara atau wahana lainnya. awan hujan Siang Siang. Alat penerima dan perekamnya berupa pita magnetik atau detektor lainnya.5 .106 Kabut tipis.0.malam Berdasarkan proses perekamannya.Ultra Violet = Optical mechanical scanner = Image orthicon = Kamera dengan film infra merah TAMPAK = Kamera konvensional = Multispektral Scanner = Vidicon INFRAMERAH PANTULAN = Kamera konvensional dengan film inframerah = Solid state detector dalam scanner = Radiometer INFRAMERAH THERMAL = Solis state detector dalam Scanner dan radiometer = Quantum detector GELOMBANG MIKRO = Scanner dan Radiometer Kabut/ awan = Antena dan siecuit RADAR = Scanner dan Radiometer = Antena dan Sircuit 0. Tenaga elektromagnetik diterima dan direkam pada emulsi film yang apabila diproses akan menghasilkan foto.1.

Proses interpretasi biasanya berupa gabungan antara visual dan automatic dengan bantuan komputer dan perangkat lunak pengolah citra. Dengan memotret data yang direkam dengan pita magnetik yang diwujudkan secara visual pada layar monitor. tapi film di sini hanya berfungsi sebagai alat perekam saja. 2.1 Komponen dasar penginderaan jauh (www.menjadi data digital yang siap dikomputerkan. 2009) Gambar 2. (Tim Asisten Geomorfologi UNDIP. Citra ini kemudian diinterpretasikan untuk menyarikan informasi mengenai target. Dengan menggunakan film perekam khusus. sedangkan data hasil penginderaan jauh elektronik dapat diinterpretasi secara manual maupun secara numerik (komputer). Proses data visual atau digital menjadi citra dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1.id) . data akan dikirim ke stasiun penerima dan diproses menjadi format yang siap dipakai. Setelah dicatat. diantaranya berupa citra.google.co. Hasilnya berupa foto dengan film sebagai alat perekamnya. Foto udara pada umumnya diinterpretasi secara manual (visual). maka hasilnya disebut citra penginderaan jauh.

google. 1987 : 434). Simonett dkk. elektrooptik. . memotret bunga di taman.id) 2.3 Pengertian Citra Penginderaan Jauh Citra dapat diartikan sebagai gambaran yang tampak dari suatu obyek yang sedang diamati. Foto bunga yang berhasil kita buat itu merupakan citra bunga tersebut.Citra penginderaan jauh merupakan data berupa gambar yang diperoleh dalam suatu sistem penginderaan jauh (Sabins. sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau. (1983 dalam Sutanto. Soetoto.Gambar 2. misal gambar dalam bentuk grafik. Menurut Hornby (1974) Citra adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau alat sensor lain. 1986 : 6) menyebutkan bahwa Citra penginderaan jauh merupakan gambaran rekaman obyek yang dihasilkan dengan cara optik.2 Sistem komponen dasar penginderaan jauh (www.4 Pengertian Non Citra Non citra merupakan gambar yang diperoleh dalam sistem penginderaan jauh.co. namun gambar ini tidak mirip dengan wujud obyek sesungguhnya di alam. (Ir. 2005) 2. Sebagai contoh. optik-mekanik atau elektronik dimana gambar yang dihasilkan mirip dengan obyek sesungguhnya di alam.

Deteksi citra merupakan pengamatan tentang adanya suatu objek.id) 2. seperti penambahan informasi bahwa tambak tersebut merupakan tambak udang dan diklasifikasikan sebagai daerah pertambakan udang. Delineasi 4. .google. Sedangkan analisis merupakan pengklasifikasian berdasarkan proses induksi dan deduksi. yaitu deteksi. Interpretasi ini meliputi : 1. Identifikasi 3. Klasifikasi Dari keenam hal tersebut ada tiga hal penting yang perlu dilakukan dalam proses interpretasi citra.5 Pengertian Interpretasi Citra Menurut Este dan Simonett (1975). identifikasi dan analisis.3 Citra non foto (www. Identifikasi atau pengenalan merupakan upaya mencirikan objek yang telah dideteksi dengan menggunkan keterangan yang cukup. interpretasi citra merupakan perbuatan mengkaji foto udara atau citra dengan maksud untuk megidentifikasi obyek dan menilai arti pentingnya obyek tersebut.co. Sintesis 6. misalnya mengidentifikasikan suatu objek berbentuk kotak sebagai tambak di sekitar perairan karena objek tersebut dekat dengan laut. Analisis 5. misalkan pendeteksian objek di sebuah daerah dekat perairan.Gambar 2. Deteksi 2.

Karakteristik objek dapat dikenali berdasarkan 9 unsur interpretasi yaitu bentuk.6 Unsur Dasar Interpretasi Citra Identifikasi dan pengenalan obyek atau detail dalam interpretasi foto udara dapat dilakukan dengan memahami karakteristik citra foto yang terekam pada film hitam putih atau pankromatik. hal ini dapat dibantu dengan teknik penajaman citra (enhacement). Karakteristik yang paling penting atau biasa disebut unsur-unsur dasar interpretasi citra penginderaan jauh yang sering digunakan dalam interpretasi citra foto udara antara lain : 2. rona atau warna. Rona merupakan tingkat atau gradasi keabuan yang teramati pada citra penginderaan jauh yang dipresentasikan secara hitam-putih. . Dasar interpretasi citra digital berupa klasifikasi citra pixel berdasarkan nilai spektralnya dan dapat dilakukan dengan cara statistik. asosiasi dan konvergensi bukti. tekstur. Penafsiran citra secara visual menuntut tingkatan rona bagian tepi yang jelas. Interpretasi secara manual merupakan interpretasi data penginderaan jauh yang didasarkan pada pengenalan ciri atau karakteristik objek secara keruangan. Dalam pengklasifikasian citra secara digital. mempunyai tujuan khusus untuk mengkategorikan secara otomatis setiap pixel yang mempunyai informasi spektral yang sama dengan mengikutkan pengenalan pola spektral. 2. situs. 2001). Fungsi utama adalah untuk identifikasi batas obyek pada citra. Permukaan obyek yang basah akan cenderung menyerap cahaya elektromagnetik sehingga akan nampak lebih hitam disbanding obyek yang relative lebih kering. pengenalan pola spasial dan pengenalan pola temporal yang akhirnya membentuk kelas atau tema keruangan (spasial) tertentu.1 Rona Merupakan unsur pengenal utama atau primer terhadap suatu obyek pada citra penginderaan jauh . pola.Interpretasi citra penginderaan jauh dapat dilakukan dengan dua cara yaitu interpretasi secara manual dan interpretasi secara digital (Purwadhi.6. ukuran. Interpretasi secara digital adalah evaluasi kuantitatif tentang informasi spektral yang disajikan pada citra. bayangan.

4 Foto Udara Pankromatik (www.id) 2.co. Tekstur sering dinyatakan dengan kasar. Tekstur dapat juga digunakan untuk menyatakan tingkat kekasaran atau kehalusan penyaluran. atau halus. sedang.Gambar 2. Misalnya daerah perbukitan karst akan bertekstur kasar dan daerha gurun dengan bukit-bukit pasir akan bertekstur halus. pada densitas penyaluran tinggi maka batuan yang dilewati biasanya bersifat impermeable.2 Tekstur Tekstur merupakan frekuensi perubahan rona pada citra atau pengulangan rona kelompok obyek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual. densitas penyaluran sedang maka batuan yang dilewati bersifat semi-permeable.6. dan densitas penyaluran rendah maka batuan yang dilewati bersifat permeable. .google.

Hal ini membuat pola unsure penting untuk membedakan pola alami dan hasil budidaya manusia.co.google.Gambar 2.co.id) 2.google. Sebagai contoh perkebunan karet.4 Bentuk dan Ukuran Bentuk merupakan variabel kualitatif yang memberikan konfigurasi atau kerangka suatu obyek. Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang yang menandai bagi banyak obyek bentukan manusia dan beberapa obyek alamiah.id) 2.6.3 Pola Merupakan karakteristik makro yang digunakan untuk mendiskripsikan tata ruang pada kenampakan di citra. kelapa sawit sanagt mudah dibedakan dari hutan dengan polanya dan jarak tanam yang seragam.6. Bentuk penting dalam . bentuk merupakan suatu variabel yang jelas sehingga benyak sekali obyek yang dapat dikenali hanya dari bentuknya saja.6 Unsur dasar pola pada foto udara (www.5 Unsur dasar tekstur pada foto udara (www. Gambar 2.

tinggi. kemungkinan bangunan itu adalah stasiun kereta api. L.  Gedung-gedung memiliki bentuk seperti huruf I. ataupun bentuk geometri lainnya. pelataran peron. Karena ukuran obyek pada citra merupakan fungsi skala.  Sawah berbentuk persegi.5 Letak Letak merupakan lokasi relatif dari suatu obyek dibandingkan lokasi di daerah lain. 2. sedangkan sungai di daerah hulu berukuran sempit. misalnya:  Gunung api berbentuk kerucut sedangkan kipas alluvial seperti segitiga yang cembung.6.6. luas. maka di dalam memanfaatkan ukuran sebagai unsur interpretasi citra harus selalu diingat skalanya. sawah cenderung datar dan perumahan memiliki ketinggian. Contoh. U. misalnya :  Perumahan dan persawahan biasanya berbentuk persegi namun dapat dibedakan dari tingginya. suatu bangunan yang terletak di pinggir jalan kereta api. 2. Letak dapat dikatakan sebagai posisi relatif dari suatu obyek terhadap daerah sekitarnya sangat membantu pengenalan obyek tersebut.  Bekas meander sungai yang terpotong dapat dikenali sebagai bagian rendah yang berbentuk tapal kuda.  Pohon palm atau pohon kelapa tajuknya berbentuk bintang. dan volum. Sedangkan ukuran merupakan variabel obyek misalnya berupa jarak. lereng. dan simpangan jalan kereta api.  Sungai di dataran rendah biasanya jauh melebar. Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada di daerah gelap.6 Bayangan Bayangan merupakan kegelapan yang terjadi pada suatu lokasi akibat ketidaklangsungan jalan cahaya yang tertutup oleh obyek. Bayangan seringkali dijadikan kunci pengenalan yang penting dari beberapa obyek yang akan lebih jelas dari pengamatan bayangannya. misalnya : .penafsiran geologi terutama dalam pengertian ruang yang lebih luas dan meliputi relief atau ekspresi geologi.

7 Informasi Kualitatif Foto Udara Informasi geologi yang dapat diinterpretasi dari pemotretan udara dikelompokkan dalam 4 kategori utama. Kenampakan umum yang sering diidentifikasi dalam foto udara meliputi : kipas aluvial. dan bentuk muka bumi. atau U. Karena adanya keterkaitan ini maka terlihat suatu objek pada citra sering merupakan petunjuk bagi adanya objek lain. 2. bidang rekahan. ambang sungai berpasir dan daerah tanjung yang berpasir. Sebagai contoh adalah . Litologi yang umum atau jenis batuan diklasifikasikan berdasarkan proses terbentuknya yaitu :  Secara langsung dari material yang mengalami pelelehan (beku). Pada umunya gedung sekolah ditandai dengan adanya lapangan olahraga didekatnya. esker. dan daya tahan terhadap erosi.  Deretan endapan alluvial berasoiasi dengan gawir terkontrol sesar dan triangular facets. sebagai contoh :  Stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kerta api yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang)  Gedung sekolah disamping ditandai oleh ukuran bangunan yang relative besar serta bentuknya yang menyerupai I. struktur.  Oleh pengaruh panas dan tekanan terhadap batuan yang terbentuk lebih dulu (metamorf). 2. juga ditandai dengan sosiasi terhadap lapangan olahraga. Cerobong asap dari atas tampak bulat namun akan terlihat jelas dari bayangannya yang menunjukkan bentuk silinder. Karakteristik utama batuan sedimen yang mempengaruhi kenampakan medan pada foto udara meliputi : bidang perlapisan.  Lereng terjal akan tampak lebih jelas dari keberadaan bayangannya. yaitu : litologi.7 Asosiasi Asosiasi dapat diartikan sebagai keterkaitan antara objek yang satu dengan objek lainnya. dan talus. drumlin. drainase.  Dari partikel-partikel batuan yang terbentuk lebih dulu atau dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan (sedimen). bukit pasir.6. teras-teras sungai. L.

Bidang rekahan tampak jelas dengan sistem rekahan yang terdiri dari dua atau tiga arah utama. Kenampakan aliran lava pada foto udara adalah : memiliki pola topografi berupa serangkaian aliran berbentuk seperti lidah yang mungkin bertindihan atau berselang-seling. . mengukur beda tinggi dan lereng berdasarkan tampalan dua foto tersebut. sering terpotong oleh sungai utama dan membentuk lembah yang dalam. Pengamatan ini dimaksudkan untuk melihat kesan kedalaman. Identifikasi foto udara untuk batuan basal adalah : memiliki pola topografi yang permukaannya hampir datar. maka tiap obyek akan tampak mempunyai kedalaman yang berbeda. Bila kesan kedalaman telah diperoleh. dan sering berasosiasi dengan kerucut bara. dimungkinkan untuk membuat peta kontur.25. dan cara identifikasinya belum dikembangkan dengan baik. sehingga menunjukkan tiga dimensi. Akibatnya. tidak berlapis. yaitu : memiliki pola topografi masif membulat.8 Informasi Kuantitatif Foto Udara Stereoskop merupakan alat yang digunakan untuk mengamati foto udara. Sebagai contoh adalah kenampakan foto udara untuk batuan granitik. Kenampakan endapan sedimen yang berselang-seling pada foto udara tergantung pada ketebalan dan kemiringan bidang perlapisan.  Perbandingan jarak dasar udara dan tinggi terbang memiliki harga tertentu. bukit berbentuk seperti kubah dengan ketinggian puncak bervariasi dengan lereng yang terjal. 1989 menjelaskan bahwa :  Pasangan foto udara harus menggambarkan sebagian daerah yang sama. 2.  Sumbu kamera pada saat pemotreatan kurang lebih terletak pada bidang yang tegak. Hal ini hanya dapat dilakukan apabila kekuatan mata kanan dan mata kiri pengamat kurang lebih sama. Ligterink dalam Sutanto. yaitu sekitar 0. Pengamatan stereoskopik adalah pengamatan atas tumpangsusun dua foto udara dengan menggunkan alat yang disebut stereoskop sehingga timbul gambaran tiga dimensional. Batuan beku dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu intrusif dan ekstrusif.batupasir yang sering tampak jelas pada foto udara terutama bila lapisan batupasir berada di atas formasi yang lebih lunak dan mudah tererosi seperti serpih. Identifikasi foto udara untuk batuan metamorf lebih sulit dibandingkan dengan batuan yang lainnya. Selain itu batuan metamorf umumnya memiliki penyebaran yang terbatas.

patahan atau dike). Pengukuran langsung dapat juga dilakukan pada foto udara vertikal dengan skala yang tepat untuk menentukan kemiringan dan jurus dari suatu struktur planar (misalnya bidang perlapisan. Contoh pengolahan kuantitatif ini adalah menentukan tinggi kenampakan topografi dengan mengukur perbedaan paralaks pada stereopair. tapi dalam kondisi tertentu dapat dihitung dari pengukuran panjang bayangan. Skala foto yang berpasangan harus seragam. Pemakaian stereoskop dalam interpretasi citra merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kesan tiga dimensi. Daya citra secara stereoskopis ditunjukan dengan adanya relief suatu model stereo dimana terdapat kesan kedalaman dan bentuk yang padat (solid). .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful