A.

Pengertian Pendekatan Pemecahan Masalah Pendekatan adalah cara umum dalam melihat dan bersikap dalam suatu masaah. Pemecahan masalah adalah proses, cara, perbuatan, memecah atau memecahkan. Masalah dapat diartikan setiap hal yang menggundang keragu-raguan, ketidak pastian atau kesulitan yang harus di atasi dan diselesaikan, yang biasanya masalah terjadi dilapangan. Dengan demikian pendekatan pemecahan masalah adalah pendekatan tang digunakan dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan dengan maksud mengubah keadaan yang actual menjadi suatu keadaan, seperti yang kita kehendaki dengan memperhatika prosedur pemecaha yang sistematis. Menurut beberapa ahli tentang pengertian pendekatan pemecahan masalah adalah: 1. 2. 3. Watts, M (1991) pembelajaran pemecahan masalah adalah jika seseorang menemui masalah dan orang itu memiliki suatu obsesi/kehendak/keinginan yang sulit diperoleh secara lansung. Jackson (1983) merumuskan masalah sebagai gabungan antara obsesi dan hambatan. Gagne (1970) memberikan batasan sebagai berikut:”pemecahan masalah dapat dipandang sebagai suatu proses dimana pembelajar menemukan perpaduan rumus/atuaran/konsep yang sudah di pelajari sebelumnya dan selanjutnya menerapkan untuk memperoleh cara pemecahn ada situasikeadaan baru, cara demikian juga merupakan proses belajar yang baru.[1] Menurut sifatnya, masalah, social bermacam-macam yaitu : statis-dinamis, besar-kecil, sederhana-kompleks. Dengan demikian strategi pemecahanya pun harus disesuaikan dengan sifat dan karakteristik masalahnya.

B. Langkah-langkah Pemecahan Masalah Secara garis besar strategi pemecahan masalah mengacu kepada model empat-tahap pemecahan masalah yang diusulkan oleh George Polya sebagai berikut. 1. Memahami masalah 2. Membuat rencana untuk menyelesaikan masalah 3. Melaksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua 4. Memeriksa ulang jawaban yang diperoleh[2]

pembuktian hipotesis 6. mengaplikasikan pemahaman pengetahuan dalam kehidupan memilih masalah yang berkaitan dengan situasi nyata dalam kehidupan mengembangkan sifat ilmiah seperti jujur. diawali dengan masalah yang tidak rutin mempunyai penyelesaian yang berbeda untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan seseorang harus memiliki banyak pengalaman. Ciri-ciri Pendekatan Pemecahan Masalah Ciri-ciri pendekatan pemecahan masalah yaitu : 1. memnghipun. teliti. menentukan pilihan pemecahan/keputusan Langkah-langkah pemecahan masalah secara kelompok yang di kemukakan olehDavid Johnson dan Frank Johnson adalah sebagai berikut : 1. 3. 2. 2. definisi Masalah Diagnosis Masalah Merumuskan Alternatif Strategi Penentuan dan Penerapan susatu Strategi Evaluasi Keberhasilan Strategi C. 2. 3.Selain itu. 3. menelaah permasalahan 3. 4. merumuskan permasalahan secara jelas 4. propesional dan kerja keras . John Dewey juga mengemukakan tentang strategi pemecahan masalah dan gambaran pemecahan masalah. Pemecahan masalah juga dapat mendorong untuk dapat melakukan evaluasi cara memilih pembelajaran dengan pendekatan masalah memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 5. merumuskan masalah dengan jelas 2. yaitu: 1. mengelompokan data sebagai bahan pembuktian hipotesis 5. terbuka.

MPH. morbiditas dan cacat yang timbul dari penyakit-penyakit yang ada dalam masyarakat. 1988Maidin. yakni : 1. Asclepius dan Higeia tersebut. Kelompok ini pada umumnya terdiri dari dokter. yang selanjutnya disebut pendekatan kuratif (pengobatan).dr. psikis.MPH. dokter gigi. mental maupun sosial. dan rasa tidak aman yang ditimbulkan penyakit/kecelakaan.3. Azwar. psikiater dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan penyakit baik fisik. masalah kesehatan diukur atas dasar pendapat orang-orang penting dalam suatu msyarakat (pemerintah atau tokoh-tokoh .2. DR. identifikasi masalah kesehatan dilakukan dengan mengukur Pendekatan PragmatisPada umumnya setiap orang ingin bebas dari rasa sakit mortalitas. seperti halnya pendekatan Higeia. Kedua kelompok ini dapat dilihat perbedaan pendekatan yang dilakukan antara lain sebagai berikut. Azrul. Dengan demikian ukuran pragmatis suatu masalah gangguan kesehatan adalah gambaran upaya masyarakat untuk memperoleh pengobatan. akhirnya muncul 2 aliran atau pendekatan dalam menangani masalah-masalah kesehatan. misalnya jumlah orangyang datang berobat ke suatu fasilitas kesehatan. masyarakat). Sedangkan kelompok kedua. Administrasi Kesehatan . yakni pelayanan kesehatan kuratif (curative health care) dan pelayanan pencegahan atau preventif (preventive health care). Dalam perkembangan selanjutnya maka seolah-olah timbul garis pemisah antara kedua kelompok profesi. Alimin. Pendekatan PolitisDalam pendekatan ini. cenderung melakukan upayaupaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi) sebelum terjadinya penyakit. Kedalam kelompok ini termasuk para petugas kesehatan masyarakat lulusan-lulusan sekolah atau institusi kesehatan masyarakat dari berbagai jenjang. JakartaBina Rupa Aksara.Ada 3 cara pendekatan yang dilakukan dalam mengidentifikasi masalah kesehatan. Pendekatan logisSecara logis. Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan Dari cerita mitos Yunani. Kelompok atau aliran pertama cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit).

artinya tidak menunggu adanya masalah tetapi mencari masalah. Petugas kesehatan masyarakat tidak hanya menunggu pasien datang di kantor atau di tempat praktek mereka. Terjadinya penyakit tidak semata-mata karena terganggunya sistem biologi individual tetapi dalam konteks yang luas. pendekatan kuratif cenderung bersifat reaktif. Beberapa pendekatan pengembangan sistem kesehatan masyarakat antara lain : 1. Pendekatan WHO dan Depkes . Sedangkan pendekatan preventif melihat klien sebagai makhluk yang utuh. artinya kelompok ini pada umumnya hanya menunggu masalah datang. drg. pendekatan kuratif cenderung melihat dan menangani klien atau pasien lebih kepada sistem biologis manusia atau pasien hanya dilihat secara parsial. dengan pendekatan yang holistik. Kedua. Hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat (sasaran) lebih bersifat kemitraan tidak seperti antara dokter-pasien. yang terlihat antara aspek satu dengan yang lainnya. kontak terhadap sasaran (pasien) pada umumnya hanya sekali saja. Sedangkan pendekatan preventif.Pertama. pendekatan kuratif pada umumnya dilakukan terhadap sasaran secara individual. tetapi harus turun ke masyarakat mencari dan mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat. aspek biologis. Kalau tidak ada pasien datang. Ketiga. padahal manusia terdiri dari kesehatan bio-psikologis dan sosial. Jarak antara petugas kesehatan (dokter. sasaran atau pasien adalah masyarakat (bukan perorangan) masalah-masalah yang ditangani pada umumnya juga masalah-masalah yang menjadi masalah masyarakat. dan sebagainya) dengan pasien atau sasaran cenderung jauh. bahwa masalah kesehatan adalah adanya penyakit. maka selesailah tugas mereka. Sedangkan kelompok preventif lebih mengutamakan pendekatan proaktif. Seperti misalnya dokter yang menunggu pasien datang di Puskesmas atau tempat praktek. psikologis dan sosial. Dengan demikian pendekatannya pun tidak individual dan parsial tetapi harus secara menyeluruh atau holistik. berarti tidak ada masalah. bukan masalah individu. dan melakukan tindakan.

Departemen yang terkait dengan faktor ini antara lain Departemen Lingkungan Hidup. Dari keempat faktor tersebut. ekonomi hanyalah sebagai tujuan antara. stres. gagal panen. seorang wanita yang hamil diluar nikah. serta Departemen Pemuda dan Olah Raga. dan sosial. Misalnya. pihak swasta juga memiliki andil besar dalam peningkatan kesehatan masyarakat (Tualeka. serta Departemen Kelautan. lingkungan. dan Departeman Pariwisata. Departemen Perundang-Undangan dan HAM. serta kelemahan untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. dll. serta terancam kehidupannya. Kesehatan mental manusia dikaitkan dengan dinikmatinya rasa aman yang tidak menyebabkan depresi.” Untuk sehat secara fisik maka ekonomi seseorang harus baik. 2000). L. dalam Muninjaya (1999). Departemen Transmigrasi dan departemen pertanian. perilaku. Departemen Pertahanan. daya beli masyarakat yang rendah. serta Departemen Koperasi. mengatakan bahwa kesehatan manusia dipengaruhi oleh 4 faktor. Sedangkan Departemen yang berkaitan dengan perilaku adalah Departemen Pendidikan. faktor lingkungan sangat berpengaruh bagi kesehatan masyarakat. Akan tetapi. Hal ini masih menjadi beban masyarakat miskin karena tidak tersedianya pangan yang cukup. Dalam hal ini. Departemen yang terkait antara lain Departemen Politik.Badan kesehatan dunia (world Health Organization-WHO) mendefinisikan sehat sebagai “keadan sejahtera/ sehat dari fisik. untuk pelayanan kesehatan. mental/ rohani. Tenaga Kerja. Departemen sosial. Hukum. cacat. seseorang yang positif terjangkit virus HIV/AIDS. Seseorang belum dikatakan sehat jika tidak sehat secara sosial. bukan hanya terbebas dari penyakit. dan religious/rohani. antara lain Departemen Pemberayaan Perempuan. dan Keamanan (Polhukam). Sementara. Sedangkan sehat secara religius berkaitan dengan Departeman Agama yang bertugas menyadarkan masyarakat dalam upaya pemantapan iman dan takwa untuk mencegah atau mengurangi penyakit-penyakit sosial masyarakat agar tidak menular ke orang lain. Departemen yang berhubungan dengan unsur ini. karena masih harus sehat sosial. mental. Blum (1974). dan pelayanan kesehatan. antara lain faktor genetik. Tidak ada salahnya jika kita mau bercermin dari pola pendekatan pembangunan kesehatan nasional di Cina yang berhasil mencairkan dan membebaskan diri dari kebekuan serta belenggu . Departemen yang berhubungan antara lain Departemen Keuangan. yang bertugas memberikan pendidikan bagi peserta didik sejak dini mengenai bagaimana berperilaku sehat. Departemen Pemukiman dan Pengembangan Wilayah. Ia hanya menanggung pengucilan dari masyarakat selama menjalani akhir hidupnya. dan kesulitan distribusi. H.

(g) pengobatan/ penatalaksanaan yang tepat terhadap penyakit umum. pengobat tradisional. (b) peningkatan keadaan gizi. (4) psikolog. Penyelenggaraan kesehatan ditingkat pemerintah merupakan tanggung jawab profesional. Fase berikutnya adalah para sinshe dididik menjadi dokter “telanjang kaki” dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah-daerah pedalaman yang dikombinasikan dengan cara-cara pengobatan modern. LSM. antropolog. (b) tersedianya air bersih. termasuk keluarga berencana. dan (h) menyediakan obat-obat esensial (Tjiong. Para punggawa kekuasaan Cina ketika itu berpandangan bahwa kemampuan suatu bangsa terletak pada bagaimana mendayagunakan segenap potensi bangsa. (c) sanitasi lingkungan yang memadai. sangat bergantung kepada partisipasi aktif dari (1) pemerintah diberbagai level – lintas sektoral. 1991). Keberhasilan pembangunan kesehatan seperti yang dirumuskan WHO dan DepKes RI. sebagai tindak lanjut dari deklarasi tersebut. Pendekatan sistem kesehatan masyarakat yang melibatkan berbagai pihak berpandangan bahwa . sosiolog. Departemen Kesehatan RI merencanakan program kesehatan nasioanal menuju Indonesia Sehat 2010 (HFA by 2010) sejak 1999. (e) imunisasi terhadap penyakit-penyakit menular. Asosiasi-asosiasi profesi kesehatan. 1991). dan tokoh-tokoh masyarakat. besar).dominasi dan eksploitasi ekonomi dunia barat. menengah. institusiinstitusi pendidikan (SD-Universitas). Rumusan paradigma sehat yang diluncurkan Departemen Kesehatan (DepKes) RI antara lain: (a) lingkungan yang bebas dari polusi. (c) pengadaan air bersih dan sanitasi dasar yang memadai. institusiinstitusi keagamaan. dan (5) masyarakat – kader-kader kesehatan. Deklarasi WHO (1978) di Alma Ata tentang Health for All (HFA) merekomendasikan beberapa parameter upaya kesehatan primer (Primary Health Care – PHC). seperti pendayagunaan tenaga-tenaga kesehatan tradisional (sinshe) dalam semua fase pembangunan kesehatan. (d) perumahan dan pemukiman yang sehat. sedangkan di tingkat komunal menjadi tanggung jawab penyelenggara kesehatan. antara lain: (a) pendidikan mengenai masalah-masalah kesehatan dan metode pencegahan serta pengendalian penyakit. (d) upaya kesehatan ibu dan anak. (e) perencanaan kawasan yang berwawasan kesehat. (2) perusahaan swasta – perusahaan kesehatan dan non-kesehatan (kecil. Fase awal dilakukan dengan kampanye pendidikan kesehatan missal dalam rangka memasyarakatkan pola hidup sehat yang dikaitkan dengan ideologi Negara. yaitu masyarakat (Tjiong. (f) pencegahan dan pengendalian penyakit endemik yang menyebar di tingkat lokal secara cepat. serta (f) terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong-menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa.

melindungi diri dari ancaman penyakit. baik atas diri individu. praktis. terukur. Dengan kata lain. tetapi merupakan tanggung jawab setiap insane. pikiran. Argumentasi tersebut didasari oleh pandangan bahwa dinamika dan turbulensi lingkungan yang berubah-ubah serta tidak adanya kepastian. membutuhkan kemampuan yang memadai tentang bagaimana mengelola dan berusaha keluar dari konflik-konflik yang dihadapi sehingga tidak menyebabkan jatuh sakit. lingkungan masyarakat lokal. maupun nasional sebagai bangsa yang sehat. pengembangan sistem kesehatan masyarakat dengan pendekatan pembelajaran bersama akan bermuara pada peningkatan kualitas serta kedaulatan pengetahuan. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan di atas akan tumbuh dan berkembang sampai akar rumput masyarakat jika proses sosialisasinya dilandasi pendekatan proses pembelajaran yang sistematis. dan kebijaksanaan (wisdom) kolektif yang maju. setiap individu dan kelompok masyarakat yang sehat secara tidak langsung telah berkonstribusi bagi keberhasilan pembangunan bangsa. termasuk masyarakat itu sendiri. khususnya dalam teknis operasional di lapangan. serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Tidak dinafikan pula bahwa upaya pengembangan sistem kesehatan masyarakat masih mengalami banyak kendala dan hambatan. tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak. Artinya. 2. sebagai suatu tim dalam menyukseskan program kesehatan masyarakat. akan menciptakan suatu sistem yang secara berkelanjutan berkonstribusi bagi . pertama-tama masyarakat perlu disadarkan bahwa tanggung jawab kesehatan masyarakat bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu semata. seperti dikemukakan sebelumnya. Pemerintah bertindak sebagai regulator dan pengendali mekanisme persaingan sehingga masyarakat Indonesia nantinya adalah masyarakat yang berperilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. keluarga.kesehatan bukan hanya berpusat pada kekuasaan dan tanggung jawab pemerintah – DepKes. Selanjutnya. Hal ini diduga disebabkan oleh ketidaksamaan visi dari bebagai kelompok kepentingan yang perlu dilibatkan. mencegah risiko terpaparnya penyakit. dan berkelanjutan. inteligensi. Namun demikian. Dalam konteks demikian. masyarakat mempunyai kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang berlangsung di berbagai daerah pada akhirnya adalah berhasil dan berdaya guna serta merata bagi semua orang sehingga memungkinkan setiap orang hidup produktif seara sosial dan ekonomis. Juga munculnya berbagai tekanan sosial-ekonomi dan ancaman ketidaknyamanan dalam lingkungan global.

baik disektor pemerintah. Dengan demikian. . atau data. Bagian 1 menggambarkan proses pembelajaran yang berlangsung dua arah. bagaimana mempelajari keberhasilan penerapan konsep sistem kesehatan di berbagai Negara. dalam Grieves & Mathews. proses pendelegasian. tetapi mampu membangun kesadaran dan habitus baru masyarakat untuk melakukan upaya preventif dan promotif dalam pemeliharaan kesehatan sebagai asas dan wawasan kesehatan nasioal. Pada akhirnya. proses pembelajaran bermakna sebagai : (a) pengarah akan kearifan. (c) alat untuk mengembangkan proses-proses kerja. bangsa. Bagan 1 juga menggambarkan proses feedback terhadap standar-standar dan harapan-harapan masyarakat awam secara individual. akan dibangun sintesis inkorporasi dialektik melalui: (1) pengembangan tacit knowledge yang terus-menerus pada level individu dengan (2) pengetahuan formal. (1997). serta (d) alat untuk membuat pengetahuan menjadi produktif. dan Negara sesuai definisi sehat yang dirumuskan WHO. dokumen lain untuk tujuan pendekatan trend perilaku masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. menyarankan agar pembelajaran lebih ditekankan pada perubahan hubungan antara partisipasi masyarakat dengan pelaksana di lapangan. Pedler et al. gerakan menumbuhkan semangat dan perilaku hidup sehat masyarakat tidak terfokus pada aspek kuratif dan rehabilitatif semata. kekuasaan. serta memelihara dan meningkatkan kesehatan lingkungan dari level individu sampai tingkat nasional sebagai bangsa. Dengan demikian. maupun masyarakat di pedesaan dan perkotaan. hal ini dapat mendorong kemandirian individu. serta bagaimana melakukan penelitian pasar mengenai pendapat atau opini masyarakat dan nilai-nilai yang dianut serta berkembang dalam setiap kelompok masyarakat. Diperlukan proses belajar bersama mengenai cara menghadapi persoalan kesehatan masyarakat dan mencari solusi alternatif pemecahan yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat. dapat dikatakan bahwa hanya melalui keinginan untuk belajar hidup sehat dari setiap individu maupun kelompok masyarakat sebagai komunitaslah yang akan mampu menumbuhkan basis perilaku sehat masyarakat secara berkelanjutan. untuk berperilaku hidup sehat sebagai komitmen dan kesadaran nasional. (b) alat untuk menelusuri dan mengatasi berbagai permasalahan praktis. sistem manajemen dengan struktur. (1991). swasta. dan pengendalian.kesejahteraan masyarakat. Dengan redaksi lain. bagaimana mengembangkan teknik identifikasi mutu dan ketrampilan-ketrampilan baru yang diperlukan. Dengan kata lain.

harga obat di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan . dan kader-kader kesehatan di masyarakat. termasuk cara evaluasi dampak kegiatan. dengan struktur margin laba di apotek sebesar 10% Ppn ditambah 25% Namun. berapa lama. LSM. Kondisi ini tidak dapat dielakkan lagi. Jika masalahnya kompleks maka dipersempit agar mudah diatasi. Bagan 2 menggambarkan proses hadap masalah (problem solving). kenaikan BBM telah memengaruhi para produsen obat untuk menaikan harga obat dengan alasan biaya produksi. di mana. Menteri Kesehatan telah mengeluarkan surat keputusan No. Pendekatan Asuransi Pemerintah telah mengatur mekanisme penentuan harga obat dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang harga obat. dan pajak pun turut naik.3. kapan. lembaga-lembaga pendidikan (universitas). propit margin. tokoh-tokoh masyarakat. Perpres tersebut memberikan kewenangan kepada Menteri Kesehatan untuk menentukan harga obat. dan kesamaan visi mengenai sasaran-sasaran yang ingin dicapai. dengan siapa. organisasi professional. 069/MenKes/SK/II/2006 tentang Pedoman dan Tata Cara Pemberian Harga Eceran Tertinggi (HET) pada obat yang harus dicantumkan disetiap strip dan kemasan obat. · Membuat rencana kerja (plan of action). seperti instansi pemerintah setempat. termasuk sifat besar. · Mendefinisikan suatu solusi yang hendak dilakukan. 4. Lebih dari itu adalah bagaimana membangun suatu tim kesehatan yang dapat menjadi motivator bagi masyarakat. Hal ini penting untuk mengukur efektivitas kegiatan · Bertindak untuk melaksanakan semua rencana kerja sesuai target yang ingin dicapai. keselarasan. berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang dijumpai tidak selalu sama antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya. · Menetapkan skala prioritas alternatif solusi terhadap masalah yang ditemukan. Pendekatan sistem kesehatan masyarakat yang lebih mengikut sertakan bebagai pihak sebagai tim kesehatan membutuhkan kepaduan. Dalam praktiknya di lapangan. Akibatnya. sebab. perusahaan swasta. distribusi. dan tujuan yang ingin dicapai · Membuat jaringan (networking) dengan berbagai pihak. Pendekatan Terhadap Masalah Pembelajaran penting dalam proses pengembangan kapabilitas dan kompetensi. Langkah-langkah dalam problem solving antara lain: · Mengidentifikasi masalah seara jelas. dan faktor penunjang penyelesaian masalah.

klinik. . sehingga pihak asuransi akan “menekan” institusi kesehatan untuk menggunakan obat generik atau obat murah. merupakan pukulan dan tekanan psikologis serta beban sosial-ekonomi. pasien sudah familiar dengan obat-obat generik sehingga bila berobat ke dokter. Bagi mereka yang memiliki asuransi mungkin tidak menjadi soal. Selain itu. Mereka sudah memiliki kesadaran dan pengetahuan yang memadai mengenai khasiat obatobatan yang diberikan oleh dokter atau institusi-institusi kesehatan (OTC Digest. atau rumah sakit otomatis dokter akan meresepkan obat generik. di Negaranegara maju seperti AS dan Eropa. Juni 2008). tetapi bagi masyarakat yang belum mengenal asuransi.obat sejenis di luar negri. Sebagian besar masyarakt Indonesia kini masih dihadapkan pada kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan dan obat yang murah. Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap tahun telah berdampak pada kenaikan harga obat-obatan di pasaran. Harga obat di luar negri murah karena mereka sudah ditopang oleh sistem pelayanan kesehatan yang berbasis asuransi.