MAKALAH AGAMA ISLAM

“PERDAGANGAN ANAK DI INDONESIA”

Disusun Oleh:  Aisyah Nur Afianti  Al Malik Masahiko Otsuka Mahpud  Aldino Jazmi  Aldo Kalula Angky  Listya Zufri  Putri Kusumawardhani

(1206222345) (1206229566) (1206225391) (1206227806) (1206229894) (1206229484)

Fakultas Teknik

Universitas Indonesia

dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Perdagangan Anak di Indonesia”. sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT. Mei 2013 Tim Penulis . Penulisan makalah merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah MPK Agama Islam Universitas Indonesia. Amiin Yaa Robbal „Alamiin. yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini. Bapak Sihabuddin Afroni. Depok. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 5. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini. 2. khususnya kepada : 1. yang sudah memberikan tugas dan petunjuk kepada penulis. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Teman-teman yang sudah membantu 3. mengingat akan kemampuan yang penulis miliki. Rekan-rekan semua di Kelas MPK Agama Islam Fakultas Teknik Universitas Indonesia 4.

karena anak adalah generasi muda penerus cita-cita bangsa Indonesia. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Setiap anak mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang serta merasakan hidup di dunia yang luas ini. Isu mengenai perdagangan manusia yang diangkat akan terus dibicarakan sepanjang waktu. 2. Tapi dalam prakteknya kita sering sekali mendengar berita tentang kekerasan anak.BAB I PENDAHULUAN 1. Bahkan. Orang tua wajib mebesarkan. Apakah penyebab perdagangan anak? Apa sajakah modus-modus perdagangan anak? . hal ini memberikan tantangan kepada penulis dan pembaca sebagai masyarakat Indonesia. Saat ini. Hal tersebut dikarenakan masalah mengenai perdagangan manusia sudah sangat mengakar dan membudaya dalam kehidupan sehari-hari.1. Tidak hanya negara berkembang saja yang memiliki kasus perdagangan manusia. pada negara-negara maju pun kasus seperti ini sangat sering ditemui. Maka. Banyak sekali berita yang dimuat di media massa yang isinya mengenai kasus perdagangan manusia. 1.2. dan meberi pendidikan hingga anak tumbuh dewasa. penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : 1. masyarakat yang madani. Terlebih lagi kasus perdagangan anak yang saat ini sudah tidak asing lagi di masyarakat. Sikap dari berbagai macam kalangan yang beragam dalam menghadapi masalah perdagangan manusia. Latar Belakang Anak adalah titipan TuhanYang Maha Esa yang dititipkan kepada orang tua. dan juga sebagai seseorang yang mempunyai wawasan untuk menyikapi hal tersebut secara bijak dan juga rasional. Masalah ini merupakan masalah yang sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Perdagangan manusia membawa dampak buruk bagi semua kalangan masyarakat. Serta adanya pro dan kontra yang datang dari semua kalangan dalam masyarakat Indonesia membuat permasalahan ini harus diluruskan. mendidik. perdagangan manusia menjadi salah satu tema yang patut dibicarakan.

penulis juga mengajak semua kalangan untuk memahami apa saja penyebab yang mendorong terjadinya kasus perdagangan manusia serta akibat yang ditimbulkan dari tindakan tersebut. Apakah peran institusi sosial Islam dan kerukunan umat beragama dalam mencegah perdagangan anak? 5. Tidak hanya itu. . 6. tujuan penulis adalah untuk membangun kepedulian semua kalangan masyarakat terhadap kasus perdagangan manusia di Indonesia. Apa sanksi dari perdagangan anak menurut UUD dan Islam? Bagaimana solusi untuk mengatasi perdagangan manusia di Indonesia? 1. Apa peran keluarga dan masyarakat islam dalam mencegah perdagangan anak? 4. Wujud kepedulian terhadap kasus ini dapat dibangun dengan cara ikut berpartisipasi dalam pencarian solusi untuk masalah perdagangan manusia yang terjadi di wilayah Indonesia. Tujuan Penulisan Tujuan penulis membuat makalah ini adalah untuk mengajak semua kalangan untuk memahami situasi kasus perdagangan manusia yang terjadi di Indonesia.3. Selain itu.3.

c. Kurangnya pendidikan dan Informasi Kekurangtahuan akan informasi mengenai perdagangan anak membuat orangorang lebih mudah untuk terjebak menjadi korban perdagangan anak khususnya di pedesaan dan terkadang tanpa disadari pelaku perdagangan anak tidak menyadari bahwa ia sudah melanggar hukum. Penyebab Perdagangan Anak Dalam kasus perdagangan anak yang beberapa tahun belakangan ini semakin marak beredar di Indonesia terdapat beberapa penyebab yang dapat menjadi dorongan bagi pelaku kejahatan dalam melakukan perdagangan anak. Mulai dari biaya pendidikan. Kehancuran Keluarga Kehancuran keluarga atau permasalahan keluarga dapat menjadi pemicu terlibatnya anak dalam perdagangan. yaitu : a. Kemiskinan Semenjak terjadinya krisis ekonomi mulai tahun 1997. atau lain hal untuk membayar hutang-hutang tersebut. b.BAB II ISI 2. kehidupan sehari-hari. Sehingga terkadang membuat orangtua yang memiliki hutang untuk memberikan anaknya untuk bekerja. Himpitan perekonomian itu membuat keluarga khususnya orangtua semakin mudah terbujuk rayu oleh agen atau pelaku perdagangan anak dengan iming-iming serta janji palsu akan pekerjaan yang dapat membuat hidup lebih baik lagi dengan gaji yang besar. . semuanya berdampak kepada seluruh elemen masyarakat. d. Terjerat Hutang Penjeratan hutang yang terjadi terkadang dijadikan sebagai senjata untuk membuat orang menjadi penghambaan. Perekonomian semakin sulit. semakin banyak rakyat yang tidak mampu untuk membiayai keluarganya khususnya anaknya. diperistri. hal ini dikarenakan membuat anak tidak betah dirumah dan merasa tidak nyaman sehingga menyebabkan anak lari dari rumah.1.

2. Budaya Budaya merupakan faktor untuk seorang anak terlibat menjadi korban perdagangan anak. para pelaku kasus perdagangan manusia masih dapat bebas berkeliaran tanpa adanya pengawasan yang ketat dari aparat penegak hukum. masih banyak orangtua yang tidak mencatatkan kelahiran anaknya di kantor catatan sipil. perdagangan bayi yang marak terjadi tidak berbanding lurus dengan jumlah penculikan anak. Hal ini yang membuat orantua dan anak itu sendiri untuk terjebak menjadi korban. mereka akan sangat sulit untuk mendapatkan bantuan dari pihak terkait. Sampai saat ini. "Kalau dari jumlah angka penculikan bayi memang menurun tiga tahun terakhir. Dalam jangka waktu tiga tahun terakhir. jumlah penculikan menurun karena sindikat perdagangan ini mengubah strategi mendapatkan anak dengan meminta langsung kepada keluarga yang tidak mampu. Sampai saat ini. Terbatasnya Kesempatan Kerja Ketidakjelasan akan pekerjaan membuat orang menjadi pasrah dalam menerima pekerjaan untuk dipekerjakan sebagai apa saja dan hal ini yang membuat para pelaku menargetkan anak sebagai korban.2. f. Modus penculikan yang mereka gunakan bergeser dengan meminta bayi secara baik- . Hal inilah yang membuat kasus perdagangan manusia seolah-olah dihalalkan dan tidak ada titik terang mengenai penyelesaiannya. Modus Perdagangan Anak Dalam beberapa tahun terakhir. g. Karena hal ini sangat minim dilakukan. hal ini disebabkan karena nilai yang berkembang menyatakan bahwa seorang anak harus membayar semua kebaikan yang dilakukan orangtuanya.e. Kurangnya Pencatatan / Dokumentasi Dokumentasi ini meliputi akta kelahiran atau surat keterangan kelahiran. maka akan sangat mudah untuk melakukan pemalsuan identitas. Apabila sewaktu-waktu mereka menjadi korban perdagangan manusia. h. Para orangtua melakukan hal tersebut karena mereka menganggap bahwa untuk mencatatkan kelahiran anak-anak mereak dibutuhkan sejumlah uang yang besar. Akibat yang ditimbulkan dari hal ini adalah anak-anak tersebut tidak akan tercatat oleh negara. Kurangnya Sikap Pemerintah Faktor terakhir adalah lemahnya aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait dalam melakukan penjagaan terhadap indikasi terjadinya kasus perdagangan manusia.

kata Ihsan. kata Ihsan. terdapat modus-modus yang dilakukan sindikat perdagangan anak untuk mendapatkan bayi. Dalam menjaring korbannya oknum-oknum yang sering melakukan perdagangan anak memiliki beberapa cara atau modus untuk mendekati korban maupun keluarga korban diantaranya dengan menjanjikan pekerjaan. mereka keliling dengan mengamati klinik dan mengidentifikasi ibu miskin yang sedang hamil. orangtua kurang mampu akan diberi bantuan sehingga ketika melahirkan. Setelah melakukan pendekatan. Modus seperti ini membuat data penjualan bayi dari hasil penculikan tidak masuk ke pihak kepolisian atau lembaga terkait. Peran Keluarga dan Masyarakat Islam Dalam Mencegah Perdagangan Anak Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat dan berperan sebagai lembaga pendidikan informal. Setelah membidik bayi yang akan dijual. Dari hasil penelusuran. setelah mendapatkan anak dari orangtua tersebut. pemilik panti tidak akan memberikan laporan kehilangan anak. kumuh. mereka membujuk orangtua agar anaknya diasuh. Dengan perubahan strategi seperti ini. 2. Pekerja Restoran. dan miskin. keluarga dan masyarakat. Modus kedua. kata Ihsan. dengan cara mendatangi daerah padat. bersifat religi (pendidikan agama) agar kehidupan dalam keluarga berjalan dengan baik.3. sejahtera. Bidan atau calo bertugas untuk membuat surat keterangan lahir dengan mencantumkan nama yang ditunjuk sebagai orangtua bayi sehingga dapat mengurus akta kelahiran dan paspor anak. maka penculikan tersebut akan lebih berisiko dibanding meminta anak secara baik-baik. didasari oleh risiko penculikan anak yang akan dilaporkan oleh orangtua bayi. atau pekerjaan-pekerjaan tanpa keahlian lainnya. Dengan modus ini. Pertama. mereka mendatangi panti-panti asuhan dan mencari anak yang bisa diasuh. Fungsi pendidikan dalam keluarga tidak terlepas dari peranan ayah dan ibu yang memiliki beberapa turunan fungsi yang bersifat kultur (pendidikan budaya) untuk mempartahankan budaya dan adat keluarga. sindikat ini bisa meminta bayi yang telah dilahirkan sebagai anak asuhnya. pendidikan dalam keluarga juga bersifat ekonomis (pendidikan ekonomi) sehingga tidak tercipta krisis keuangan keluarga. kata Ihsan. Perubahan modus tersebut.baik dari orangtuanya dengan iming-iming akan diasuh dan dibesarkan dengan baik agar menjadi orang sukses. Ihsan mengungkapkan. pelaku (trafiker) bekerja sama dengan bidan atau calo." kata Ketua Divisi Pengawasan dan Monev KPAI Muhamad Ihsan kepada wartawan pada Rabu (6/2/2013). orangtua tidak akan melaporkan kepada kepolisian mengenai kehilangan anak. seperti : PRT (Pembantu Rumah Tangga). Jika anak mereka diculik dan segera melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Ada juga oknum yang menjanjikan korbannya untuk dapat bekerja di luar negeri dengan diiming-imingi gaji yang besar. tenteram dan terarah. merupakan lingkungan budaya pertama dan utama dalam menanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan perilaku yang dianggap penting bagi kehidupan pribadi. Selain itu. Modus ketiga. bersifat sosialisasi .

rentan terhadap kondisi-kondisi yang sewenang-wenang dan kondisi yang mirip dengan perbudakan. Rasa tanggung jawab dan kewajiban membuat banyak wanita bermigrasi untuk bekerja agar dapat membantu keluarga mereka. misalnya menyuruh anak untuk menjadi TKI. 6. Peran anak dalam keluarga Kepatuhan terhadap orang tua dan kewajiban untuk membantu keluarga membuat anak-anak rentan terhadap praktek trafficking. Kurangnya pendidikan Orang dengan pendidikan yang terbatas memiliki lebih sedikit keahlian/skill dan kesempatan kerja dan mereka lebih mudah diperdagangkan karena mereka bermigrasi mencari pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian. Orang yang ditempatkan sebagai buruh karena jeratan hutang khususnya. lebih mudah diwalikan ke orang dewasa manapun yang memintanya. misalnya.Sudah menjadi rahasia umum bahwa eksploitasi anak bisa saja datang dari keluarga. Perkawinan dini Perkawinan dini mempunyai implikasi yang serius bagi para anak perempuan termasuk bahaya kesehatan. juga perceraian dini. Anak-anak yang perdagangkan.(pendidikan sosial) agar menciptakan suasana yang kondusif baik secara internal maupun eksternal. gangguan perkembangan pribadi. . Jika tidak paham akan prosedur. Sejarah pekerjaan karena jeratan utang Praktek menyewakan tenaga anggota keluarga untuk melunasi pinjaman merupakan strategi penopang kehidupan keluarga yang dapat diterima oleh masyarakat. kesempatan ekonomi yang terbatas. 5. Perdagangan manusia juga dipicu oleh faktor-faktor budaya masyarakat yang juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya praktek trafficking. Anak-anak perempuan yang sudah bercerai secara sah dianggap sebagai orang dewasa dan rentan terhadap praktek trafficking hal ini disebabkan kerapuhan ekonomi mereka. dan seringkali. 4. Peran perempuan dalam keluarga Meskipun norma-norma budaya menekankan bahwa tempat perempuan adalah di rumah sebagai istri dan ibu. bisa-bisa si anak malah terjebak dalam jaringan yang memberdayakan anak (terutama perempuan) untuk dipekerjakan di tempat-tempat yang tidak semestinya. bersifat protektif (pendidikan proteksi) untuk melindungi wahana keluarga dari pengaruh apapun atau faktor apapun yang merugikan bagi keluarga dan lainya. Hal itu dipengaruhi hal-hal berikut: 1. 2. Kurangnya pencatatan kelahiran Orang tanpa pengenal yang memadai lebih mudah menjadi mangsa trafficking karena usia dan kewarganegaraan mereka tidak terdokumentasi. putus sekolah. juga diakui bahwa perempuan seringkali menjadi pencari nafkah tambahan/pelengkap buat kebutuhan keluarga. 3.

Sementara UU No. Maka sangat jelas. Al-Isra 70. yaitu dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. Kami beri rizki yang baikbaik. serta Kami utamakan mereka di atas ciptaan Kami yang lain.000.000. bentuk rupa yang baik . Kyai Husein Muhammad dari Fahmina Institute. yang menyatakan bahwa : ?Sungguh. Sesuai Pasal 17 UU ini. misalnya pada Q. maka ancaman pidananya ditambah 1/3 (sepertiga). Pasal 3. Tetapi. Sanksi dari Perdagangan Anak Menurut UUD dan Islam Undang-Undang No. trafiking terhadap perempuan dan anak juga tidak dibenarkan dalam perspektif Islam.000. Kami benarbenar memuliakan anak-anak Adam (manusia). Pernyataan tersebut jelas tidak membedakan baik itu perempuan maupun laki-laki.00. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pun melarang perdagangan anak. ancaman tindak pidana perdagangan anak.S. Banyak sekali pelaku kasus perdagangan anak tidak mendapatkan sanksi hukuman berat di pengadilan. hal ini melanggar hak asasi manusia dan ketentuan Allah yang sudah dijelaskan bahwa kedudukan manusia semua sama. Karena dalam perspektif Islam. Cirebon mengatakan bahwa dari teks Al-Qur?an maupun Sunnah (hadist) yang menyatakan kewajiban manusia untuk menjaga prinsip-prinsip kemanusiaan. Selain melanggar hak-hak asasi manusia dan merupakan kejahatan kemanusiaan . apapun alasannya. yaitu dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 160 juta Rp 800 juta.160. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang memberikan sanksi tegas terhadap pelaku tindak pidana perdagangan anak. sampai sekarang penegakan hukum kasus ini kurang tegas.000. hukumannya ditambah sepertiga. bahwa Islam mengharamkan perbudakan dan trafiking atau perdagangan manusia dalam arti yang lebih umum. Allah juga sangat memuliakan manusia dengan menganugerahkan manusia dengan akal fikiran. Kami sediakan bagi mereka sarana dan fasilitas untuk kehidupan mereka di darat dan di laut. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa tindak pidana perdagangan anak menurut Pasal 17 UU NO.800. 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang berbunyi: quot. quot.5.00 dan paling banyak Rp. kemampuan dalam berbicara. misalnya.Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.2. dan Pasal 4 dilakukan terhadap anak.

pendidikan. serta pemberdayaan perempuan. perlu diadakan penyuluhan dan sosialisasi masalah yang rutin mengenai perdagangan manusia kepada masyarakat. Apabila lapangan kerja di Indonesia sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.serta hak kepemilikan yang Allah sediakan di dunia yang tidak dimiliki oleh makhlukmakhluk lainnya. Pendidikan harus diberikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat. masyarakat akan mengetahui bahaya masalah ini dan bagaimana solusinya. karena mereka rentan sekali menjadi korban praktik perdagangan manusia. .6. Apabila kesadaran masyarakat akan bahaya dari perdagangan manusia sudah muncul. Solusi pertama adalah meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan pemuka agama dan pemerintah. Dengan sosialisasi secara terus-menerus. maka diharapkan tingkat perdagangan manusia akan sdikit berkurang. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan agar kasus perdagangan manusia dapat berkurang. 2. Solusi selanjutnya adalah meningkatkan pengawasan di setiap perbatas NKRI serta meningkatkan kinerja para aparat penegak hukum. maka keinginan untuk bermigrasi dan bekerja di luar negeri akan berkurang dan resiko perdagangan manusia pun akan semakin berkurang juga. Solusi lainnya adalah memberikan pengetahuan dan penyuluhan seefektif mungkin kepada masyarakat. dan situasi psikologis adalah penyebab utama terjadinya perdagangan manusia. Justru pendidikan tersebut harus diberikan kepada kaum kelas bawah. Kemungkinan untuk terjadi akan semakin besar apabila tidak ada pengawasan yang ketat oleh aparat yang terkait. Pendidikan tentu saja tidak hanya diberikan kepada masyarakat golongan menengah ke atas. Kejahatan seperti perdagangan manusia dapat saja terjadi. Untuk dapat mencegah masalah ini. fokus pada program Usaha Kecil Menengah (UKM). perdagangan manusia seringkali terjadi pada masyarakat dengan taraf pendidikan yang cukup rendah. Apabila pengawasan sudah ketat dan hukum sudah ditegakkan. Solusi kedua adalah memperluas tenaga kerja. Solusi dalam Menghindari Perdagangan Anak Rendahnya tingkat ekonomi. maka kasus perdagangan manusia dapat berkurang.

orang yang tidak mengetahui adanya permasalahan ini tidak akan menyadari bahwa hal ini mungkin telah terjadi pada orang lain di sekitar mereka.1. Kesimpulan Anak adalah titipan dari Allah SWT yang paling berharga kepada orangtua. terlebih lagi orang-orang yang dianggap berpotensi mengalami tindakan perdagangan manusia. kita juga dapat berperan aktif untuk menanggulangi permasalahan ini. saatnya mereka memberitahu keepada orang lain yang belum tahu. BAB III PENUTUP 3. orangtua mempunyai kewajiban lebih untuk merawat dan mendidik anaknya hingga dewasa dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal buruk kepada anaknya. banyak faktor seperti kekurangan biaya untuk memenuhi . Mungkin hal yang dilakukan hanyalah sesuatu yang kecil dan sederhana. Sudah menjadi kewajiban masyarakan untuk menyampaikan apa yang terjadi pada orang lain. Apabila informasi seperti ini tidak disebarluaskan. bukan tidak mungkin masalah ini akan teratasi. Masyarakat juga bisa mengarahkan keluarganya untuk lebih berhati-hati terhadap orang lain.Setelah masyarakat mengetahui masalah ini. Sebab. namun apabila semua orang bergerak untuk turut melakukannya. Tetapi dewasa ini. maka rantai masalah ini tidak akan pernah terputus. Setelah mengetahui dan berusahaa berbagi dengan masyarakat yang lain. Solusi terakhir adalah berperan aktif untuk mencegah. Berperan aktif dapat dilakukan dengan cara melaporkan kasus perdagangan manusia yang diketahui kepada pihak yang berwajib. baik yang tidak dikenal maupun yang sudah dikenal. Oleh karena itu.

rendahnya tingkat pendidikan untuk masyarakat kurang mampu dan lain sebagainya turut berperan penting dalam melonjaknya angka perdagangan anak akhirakhir ini.com . faktor eksternal seperti kurangnya pencatatan bayi yang baru lahir. Tidak hanya orangtua yang perlu menanamkan dengan baik cara menjaga diri kepada sang anak. jelas-jelas secara hukum dan agama perdagangan anak ini sangat dilarang karena mencabut kebebasan serta hak-hak lain sang anak sebagai manusia.com/yjp.or. 23 Februari 2010. berkurangnya keimanan dan rasa saling peduli antar satu sama lain menyebabkan maraknya perdagangan anak. Padahal.jurnalperempuan. dibutuhkan kerjasama yang menyeluruh dari semua pihak untuk menurunkan angka penculikan dan perdagangan anak di Indonesia. pihak-pihak yang berwenang pun harus serius dalam mencegah hal ini mulai dari pencatatan bayi yang baru lahir. Oleh karena itu. serta anti-suap jika pihak-pihak penculik atau pedagang anak menawarkan uang agar tidak ditangkap. dan yang paling penting.wordpress. http://www. pemberian sanksi yang berat kepada terdakwa penculikan dan perdagangan. Tidak hanya faktor internal.jpo/?act=berita%7C-348%7CN http://majelisfiqih. berkurangnya lapangan kerja saat ini. ketidakharmonisan dalam berumah tangga. pelacakan yang menyeluruh terhadap kasus-kasus penculikan anak.id http://www. DAFTAR PUSTAKA      Ahmad Sofian: Harian Kompas.gugustugastrafficking.org http://puanamalhayati.kebutuhan rumah tangga.

com http://megapolitan.voaindonesia.kompas.  http://www.com/ .