Laporan Praktikum Mikrobiologi

Nama NIM Hari/tanggal Waktu Kelompok Asisten

: Ganis Andriani : J3L111144 : Rabu / 7 Desember 2012 : 13.00-16.20 WIB : 4 (besar) / 7 (kecil) : Ebta Genny

PJP

: M. Arif Mulia, S.Pi

IDENTIFIKASI BAKTERI ( Karakteristik Sifat Biokimia dan Fisiologis Bakteri)

Data dan Hasil Pengamatan Tabel 1 Hasil pengujian identifikasi bakteri Escherichia coli Hasil No Jenis Uji Pengamatan (+/-) 1. 2. Uji oksidase Uji oxidative + Tidak menghasilkan enzim oksidase Dapat memecah karbohidrat dalam suasana aerob Dapat memecah karbohidrat dalam suasana anaerob Tidak menghasilkan enzim katalase Terjadinya pembebasan ikatan sulfide dan pergerakan bakteri (motilitas) Terjadi hidrolisis gelatin dan menghasilkan enzim gelatinase Keterangan

3. 4. 5.

Uji fermentative Uji katalase Uji motilitas

+ +

6.

Uji gelatin

+

Serratia marcescens Gambar 4 Hasil identifikasi KIT API 20E . Aeromonas hydrophila/ caviae/ sobria 1 5.Oxidative Fermentative Gambar 1 Hasil uji gelatin pada E. Serratia liquefaciens 3.coli Gambar 2 Hasil uji oxidative dan fermentative pada E. Aeromonas hydrophila/ caviae/ sobria 2 4.coli Gambar 3 Hasil uji SIM pada E.coli Tabel 2 Hasil pengujian identifikasi bakteri dengan KIT API 20E Gambar Hasil Pengamatan Significant taxa : 1. Escherichia coli 2.

Namun bakteri tersebut dapat tetap hidup dengan adanya antimetabolit tersebut karena menghasilkan enzim katalase yang dapat mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen dengan reaksi sebagai berikut : 2H2O2 → 2H2O + O2 (Volk dan Wheeler 1993). atau anaerob obligat dan digunakan untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme untuk menguraikan hydrogen peroksida dengan menghasilkan enzim katalase.. Biokimia bertujuan untuk memahami bagaimana interaksi biomolekul satu dengan lainnya. H2O2 diurai seperti pada Gambar 5. Bakteri katalase positif akan memecah H2O2 menjadi H2O dan O2 dimana parameter yang menunjukkan adanya aktivitas katalase tersebut adalah adanya gelembung-gelembung oksigen seperti pada percobaan yang telah dilakukan. uji hidrogen sulfit. Bakteri yang memiliki kemampuan memecah H2O2 dengan enzim katalase maka segera membentuk suatu sistem pertahanan dari toksik H2O2 yang dihasilkannya sendiri. Cara konvensional meliputi fisiologis maupun biokimia. uji MRVP. Uji fisiologi biasanya identik dengan uji biokimia. Ciri fisiologi ataupun biokimia merupakan kriteria yang penting di dalam identifikasi spesies bakteri yang tak dikenal karena secara morfologis biakan ataupun sel bakteri yang berbeda dapat tampak serupa. tanpa hasil pengamatan fisiologis yang memadai mengenai organik yang diperiksa maka penentuan spesiesnya tidak mungkin dilakukan. hidrolisis gelatin. uji H2S (Dwidjoseputro1994). Uji-uji biokimia yang biasanya dipakai dalam kegiatan identifikasi bakteri atau mikroorganisme yaitu antara lain adalah uji koagulase. anaerob fakultatif. Dengan enzim katalase.Pembahasan Identifikasi bakteri dapat dilakukan dengan cara konvensional dan cara KIT identifikasi. uji nitrit. Mikroba dapat tumbuh pada beberapa tipe media memproduksi tipe metabolit tentunya yang dideteksi dengan interaksi mikroba dengan reagen test yang mana menghasilkan perubahan warna reagen (Murray 2005). uji hidrolisis kanji. Mekanisme enzim katalase memecah H2O2 yaitu saat melakukan respirasi. Pengujian biokimia merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam dunia mikrobiologi (Lim 1998). uji katalase. Bakteri yang memerlukan oksigen menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) yang sebenarnya beracun bagi bakteri sendiri. hidrolisis gelatin. uji nitrit. bakteri menghasilkan berbagai macam komponen salah satunya H2O2. koagulase. . Uji-uji biokimia yang biasanya dipakai dalam kegiatan identifikasi bakteri atau mikroorganisme yang antara lain uji katalase. Uji katalase merupakan suatu pengujian terhadap bakteri tertentu untuk mengetahui apakah bakteri tersebut merupakan bakteri aerob.

Hal ini berarti H2O2 yang diberikan tidak dipecah oleh bakteri katalase negatif. memberikan elektron dan karenanya akan teroksidasi menjadi senyawa berwarna kehitaman dan oksigen bebas. Bakteri katalase negatif tidak memiliki enzim katalase yang menguraikan H2O2. Gambar 6 Reaksi uji oksidase (Rehm & Reed 1987) . Uji oksidase merupakan alat untuk membedakan antara anggota-anggota dalam genus Neisseria dan Pseudomonas. menunjukkan hasil uji yang negatif. Kemampuan bakteri untuk menghasilkan sitokrom oksidase dapat ditunjukkan dengan penambahan pereaksi uji. yang merupakan oksidase positif. dan Enterobacteria atau Escherichia coli yang merupakan oksidase negatif. Pereaksi ini berperan sebagai substrat buatan. memiliki aktivitas oksidase. Setelah penambahan pereaksi uji. sebagaimana juga beberapa bakteri anaerob fakultatif dan mikro aerofil. Bakteri-bakteri aerob.atau warna merah muda cerah pada koloni. p-aminodimetilanilin oksalat. sehingga tidak menghasilkan oksigen. menandakan tidak adanya aktivitas oksidase. Tidak terjadinya perubahan warna. Uji oksidase ditujukan untuk membedakan bakteri berdasarkan aktivitas sitokrom oksidase. Sitokrom oksidase mengkatalisis oksidase dari sitokrom yang tereduksi oleh oksigen molecular (O2). terjadinya warna merah muda. Enzim-enzim oksidase memainkan peran yang vital dalam pelaksanaan sistem transport elektron pada respirasi aerob. Dalam percobaan ini bakteri Escherichia coli negatif pada uji katalase dengan dibuktikan tidak adanya gelembung oksigen pada bakteri.Gambar 5 Reaksi penguraian dengan enzim katalase (Dwidjoseputro 1998) Bakteri katalase negatif tidak menghasilkan gelembung-gelembung. kemudian merah maroon. menghasilkan pembentukan H2O atau H2O2. terhadap kolonikoloni yang ditumbuhkan pada suatu media agar lempeng. dan akhirnya berwarna kehitaman pada permukaan koloni menandakan dihasilkannya sitokrom oksidase dan menunjukkan hasil positif.

gelatin. hasilnya akan tetap berbentuk cair. Berdasarkan data dan hasil pengamatan menunjukkan bahwa uji gelatin menghasilkan uji positif. Motalitas merupakan salah satu ciri penting pengkarakterisasian bakteri. Dalam rangka memanfaatkan gelatin. Bila gelatin telah dihidrolisa oleh jasad renik akan tetap bersifat cair meskipun berada dalam lemari es (Hadioetomo 1993). Berdasarkan data dan hasil pengamatan menunjukkan bahwa uji tersebut merupakan uji positif baik dengan penambahan parafin maupun tanpa . Gerak bakteri yang bersifat motil diakibatkan oleh adanya struktur atau organ sel bakteri yang berbentuk benang yang flagelia. Sifat ini diakibatkan oleh adanya flagella sehingga sel bakteri dapat berenang didalam lingkungan air. ikatan sulfide dan motilitas atau pergerakan bakteri. Struktur bakteri yang berflagel itu kaku dan dilengkapi dengan gelendong yang berbentuk spiral. Gelatin protein merupakan polimer besar asam amino yang terlalu besar untuk masuk ke dalam membrane sel. Hal tersebut disebabkan karena setelah diinokulasikan ke dalam media SIM dan diinkubasi selama 2x24 jam.Media SIM (Sulfida Indo Motility) merupakan salah satu media yang digunakan untuk pengujian fisio-metabolisme suatu bakteri yaitu untuk mengetahui kemampuan membentuk indol (produk hasil degradasi protein). yaitu bakteri yang dapat mendegradasi gelatin menjadi gliserol dan mengandung enzim proteolitik. Gelatin adalah suatu zat yang meleleh pada atau di atas 28oC. Motilitas sebagaian besar jenis bakteri motil pada suhu relatif rendah 15-250Cdan mungkin tidak motil pada suhu 370C.coli ) dan dimasukkan ke dalam lemari es. bakteri yang berkoloni tumbuh pada permukaan media serta tumbuh pada bekas tusukan jarum inokulasi yang berujung runcing. Hal tersebut dibuktikan dengan media gelatin setelah dicampurkan sampel (kultur murni E. untuk asam amino. Gelatin adalah protein yang diperoleh dari hidrolisa kalogen yitu zat pada jaringan penghubung dan tendon dari hewan. Hidrolisis gelatin terjadi karena bakteri menghasilkan gelatinase untuk menghidrolisis polimer protein. Data dan hasil pegamatan menunjukkan bahwa reaksi berlangsung positif artinya bakteri Escherichia coli yang diujikan termasuk ke dalam bakteri motil. sehingga harus dibudidayakan di suhu 25oC (suhu kamar). exoenzim proteolitik bakteri mensekresi gelatinase dan peptidase untuk mencerna gelatin luar sel (Pramono 2007). Larutan gelatin bersifat cair pada suhu ruang atau suhu kamar dan padat apabila berada dalam lemari es. Media O/F merupakan salah satu media yag digunakan untuk pengujian fisio-metabolisme suatu bakteri yaitu untuk mengetahui kemampuan memecah karbohidrat (glukosa) dalam suasana aerobic (oksidatif) dan anaerobic (fermentative). sehingga Escherichia coli termasuk kedalam bakteri proteolitik. Gelendong spiral tersusun atas protein yang disebut dengan flagelin yang merupakan unit dasar penyusun flagella (Gross 1995). Gelatin akan terurai oleh jasad renik yang mempunyai enzim proteolitik. Flagella panjang dan ramping. Bakteri motil ialah bakteri yang bergerak dengan menggunakan flagel atau silia.

2007. Berdasarkan percobaan yang dilakukan. Pramono H. KIT API 20E merupakan software yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri yang lebih spesifik. Simpulan Berdasarkan percobaan. Mikrobiologi Dasar. hasil bakteri yang didapatkan tidak hanya menghasilkan taxon Escherichia coli.1995. Identifikasi KIT API 20E tidak menghasilkan taxon yang murni Enterobacteriaceae. . 1998. Buku Kedokteran. Biokimia Harper. PA Mayes and VW Rodwell. Hal tersebut dikarenakan adanya kontaminasi dari kerja yang tidak aseptik. Aeromonas hydrophila/ caviae/ sobria 2.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Lim. yaitu bakteri aerob fakultatif (Pelczar 2006). Pelczer M. Jakarta. dan Serratia marcescens. Reed. Biotechnology. Bakteri yang tergolong bakteri aerob hidupnya mutlak memerlukan oksigen dalam keadaan bebas.Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Microbiology. D. Weinhaim. DK Granner. Bandung: Kurnia. bakteri Escherichia coli termasuk bakteri yang dapat memecah karbohidrat secara aerob maupun anaerob. Teknik Dan Prosedur Dasar Laboratorium. J dan G. 2000. Bakteri aerob adalah salah satu penggolongan bakteri berdasarkan kebutuhan bakteri terhadap oksigen. Hal tersebut ditunjukkan dengan perubahan warna hijau menjadi kuning baik pada tabung reaksi dengan penambahan maupun tanpa penambahan paraffin setelah dilakukan inkubasi selama 2x24 jam. Bakteri aerob merupakan jenis bakteri yang memerlukan oksigen bebas untuk kelangsungan hidupnya. memiliki alat gerak atau flagella sehingga terjadi motilitas bakteri. Vol 8: enzyme Technology. tetapi menghasilkan pula beberapa kemungkinan taxon lainnya seperti Serratia liquefaciens. 2006. mbH.parafin. Aeromonas hydrophila/ caviae/ sobria 1. Jakarta : Djambatan. yaitu Enterobacteriaceae. EGC. VCH Verlags gessell schaff. Daftar Pustaka Dwijoseputro. artinya bakteri Escherichia coli dapat memecah glukosa atau karbohidrat dalam keadaan aerob maupun anaerob. Identifikasi bakteri juga dilakukan dengan menggunakan software KIT API 20E. 19987. dan dapat menghidrolisis gelatin serta mengandung enzim proteolitik. Volk. 2003. London : Chaswaan Hall University and Profesional Hadioetomo RS. Jakarta: Erlangga. Penggolongan Mikroba. 1993. Missouri : McGraw-Hill Murray RK. Introgductary Microbiology. Edisi 25. Ada pula yang kebutuhan akan oksigennya bersifat tidak mutlak. Rehm H. Gross. tetapi beberapa taxon lainnya. Jakarta : Universitas Indonesia Press. 1988. Mikrobiologi Dasar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful