MAKALAH PSIKOLOGI, KOMUNIKASI DAN KONSELING

“KONSELING PENYAKIT ASHMA”

OLEH
KELOMPOK ANGGOTA : 7 (TUJUH) : ● RAHMAT FITRIAN ● YUNIRWANTI ● WINDA RIZAL ● RAHMAH CHAIRUNNISA ● PUTRI AYUDIA KOMALA SARI ● INNAYATUL WAHYUNI ● NORMAN IQBAL ● FADILA SAFITRI ● OLFI WULANDARI ● SUJIA NOSPIATDI ● RISCHA MITRIANI 0811012 0911011013 0911012023 0911012035 0911012045 0911012055 0911012066 0911012076 1011014001 1011014024 1011014057

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG, 2011

Konseling Penyakit ASMA
Asma adalah suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yang bersifat reversibel, ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas. penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan ( bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas ) seperti polusi udara ( asap, debu, zat kimia ), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau / aroma menyengat ( misalnya; parfum ) dan olahraga. Factor pamicu Asma: 1. Alergen di dalam maupun di luar ruangan, seperti mite domestik, alergen binatang, alergen kecoa, jamur, tepung sari bunga 2. Sensitisasi (bahan) lingkungan kerja 3. Asap rokok 4. Polusi udara di luar maupun di dalam ruangan 5. Infeksi pernapasan (virus) 6. Diet 7. Status sosioekonomi 8. Besarnya keluarga 9. Obesitas Ada beberapa tanda-tanda penyakit asma, diantaranya :

Pernafasan

berbunyi

(wheezing/mengi/bengek)

terutama

saat

mengeluarkan nafas (exhalation).

Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).

Obat asma untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan obat asma rutin untuk mencegah serangan. Klasifikasi Obat Asma Obat asma sendiri dapat dibagi berdasarkan golongannya sebagai berikut : 1. Agonis reseptor beta adrenergik Merupakan obat asma terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga atau aktivitas fisik. 3.Obat asma jenis ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik dengan cepat hanya beberapa menit tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam saja. mulai dari tablet dan sirup short-acting sampai kapsul dan tablet long-acting. tersedia dalam berbagai bentuk. 2. Golongan Theophylline Obat asma jenis ini biasanya diberikan per-oral (ditelan). Jika digunakan . Kortikosteroid Obat asma golongan ini digunakan untuk menghalangi respon peradangan dan sangat efektif dalam mengurangi gejala asma. bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.• • • Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin. rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan. penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat. gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Pada usia anak-anak. Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit.Pada serangan asma yang berat. Selama serangan.

dalam jangka panjang. Menghindari efek samping obat 6. Mencegah eksaserbasi akut 3. Mengupayakan aktiviti normal termasuk exercise 5. Menghilangkan dan mengendalikan gejala asma 2. Antikolinergik Obat asma ini bekerja dengan menghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalam bronkus oleh asetilkolin. Mencegah terjadinya keterbatasan aliran udara (airflow limitation) ireversibel . secara bertahap obat asma ini akan menyebabkan berkurangnya kecenderungan terjadinya serangan asma dengan mengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan. 4. Meningkatkan dan mempertahankan faal paru seoptimal mungkin 4. obat ini akan menyebabkan pelebaran saluran udara pada penderita yang sebelumnya telah mengkonsumsi agonis reseptor beta2-adrenergik. Lebih jauh lagi. PENATALAKSANAAN ASMA Tujuan utama penatalaksanaan asma adalah meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup agar pasien asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penatalaksanaan asma : 1.

Pengukuran peak flow meter Perlu dilakukan pada pasien dengan asma sedang sampai berat. c. d. Identifikasi dan mengendalikan faktor pencetus 4. Pemberian oksigen 5.meningkatkan keterampilan b. meningkatkan pemahaman (mengenai penyakit asma secara umum dan pola penyakit asma sendiri) . NON FARMAKOLOGI 1. A. Edukasi kepada pasien/keluarga bertujuan untuk : a.7. 3. (kemampuan dalam penanganan asma sendiri/asma mandiri) meningkatkan kepuasan meningkatkan rasa percaya diri meningkatkan kepatuhan (compliance) dan penanganan mandiri membantu pasien agar dapat melakukan penatalaksanaan dan mengontrol asma 2. Mencegah kematian karena asma. untuk menjadi mitra dokter dalam penatalaksanaan asma. Banyak minum untuk menghindari dehidrasi terutama pada anak-anak . Edukasi pasien Edukasi pasien dan keluarga. e.

Selektifitas bronkodilatasi. Stimulasi reseptor α adrenergik yang mengakibatkan terjadinya vasokonstriksi. dekongestan nasal dan peningkatan tekanan darah. Stimulasi reseptor β1 adrenergik sehingga terjadi peningkatan kontraktilitas dan irama jantung. Stimulasi reseptor β2 menstimulasi otot yang menyebabkan skelet.6. Simpatomimetik Mekanisme Kerja Kerja farmakologi dari kelompok simpatomimetik ini adalah sebagai berikut : 1. 3. menghindari kegemukan Kegiatan fisik misalnya senam asma B. Kontrol secara teratur 7. Penggunaan langsung melalui inhalasi akan meningkatkan bronkoselektifitas. memberikan efek yang lebih cepat dan memberikan efek perlindungan yang lebih besar terhadap rangsangan (misalnya alergen. Pola hidup sehat Dapat dilakukan dengan Penghentian merokok . Obat simpatomimetik selektif β2 memiliki manfaat yang besar dan bronkodilator yang paling efektif dengan efek samping yang minimal pada terapi asma. TERAPI FARMAKOLOGI 1. latihan) yang menimbulkan bronkospasme dibandingkan bila diberikan secara . 2. stabilisasi sel mast relatif simpatomimetik adalah faktor penentu utama penggunaan secara klinik dan untuk memprediksi efek samping yang umum. dan obat-obat peningkatan klirens mukosiliari.

Obat golongan ini juga dipergunakan untuk mencegah bronkospasmus yang diinduksi oleh latihan fisik. dengan kerusakan otak organik. angina. yang alergi terhadap obat dan komponennya (reaksi alergi jarang terjadi). anestesia lokal di daerah tertentu (jari tangan. Indikasi Agonis β2 kerja diperlama (seperti salmeterol dan furmoterol) digunakan.sistemik. glukoma sudut sempit. pada beberapa kasus vasopresor dapat dikontraindikasikan. untuk kontrol jangka panjang terhadap gejala yang timbul pada malam hari. pada beberapa kasus. pirbuterol. aritmia jantung yang berhubungan dengan takikardia. Agonis β2 kerja singkat (seperti albuterol. insufisiensi jantung. Efek Samping Efek samping umumnya berlangsung dalam waktu singkat dan tidak ada efek kumulatif yang dilaporkan. penyakit jantung organik (karena efinefrin). dilatasi jantung. Kontra Indikasi Obat simpatomimetik dikontraindikasikan untuk penderita. bitolterol. aritmia ventrikular yang memerlukan terapi inotopik. bersamaan dengan obat antiinflamasi. terbutalin) adalah terapi pilihan untuk menghilangkan gejala akut dan bronkospasmus yang diinduksi oleh latihan fisik. tidak berarti pengobatan dihentikan. takikardia atau blok jantung yang berhubungan dengan intoksikasi digitalis (karena isoproterenol). jari kaki) karena adanya risiko penumpukan cairan di jaringan (udem). syok nonafilaktik selama . arteriosklerosis serebral. Pada tabel 2 dapat dilihat perbandingan efek farmakologi dan sifat farmakokinetik berbagai obat simpatomometik yang digunakan pada terapi asma. Akan tetapi. perlu dilakukan penurunan dosis untuk sementara waktu.

menurunkan tekanan sfinkter esofageal bawah dan menghambat kontraksi uterus. Terapi optimal untuk pasien asma umumnya memerlukan obat yang diberikan secara parenteral. . Aminofilin mempunyai efek kuat pada kontraktilitas diafragma pada orang sehat dan dengan demikian mampu menurunkan kelelahan serta memperbaiki kontraktilitas pada pasien dengan penyakit obstruksi saluran pernapasan kronik.anestesia umum dengan hidrokarbon halogenasi atau siklopropan (karena epinefrin dan efedrin). garamnya yang mudah larut dan turunannya) akan merelaksasi secara langsung otot polos bronki dan pembuluh darah pulmonal. Teofilin juga merupakan stimulan pusat pernafasan. Xantin Mekanisme Kerja Metilxantin (teofilin. Aminofilin Status asmatikus seharusnya dipandang sebagai keadaan emergensi. merangsang SSP. menginduksi diuresis. 2. meningkatkan sekresi asam lambung. Dosis dan Cara Penggunaan A. Berikut adalah dosis untuk pasien yang belum menggunakan teofilin. monitoring ketat dan perawatan intensif. Indikasi Untuk menghilangkan gejala atau pencegahan asma bronkial dan bronkospasma reversibel yang berkaitan dengan bronkhitis kronik dan emfisema.

dipsnea. dispepsia. Bronkodilasi yang dihasilkan bersifat lokal. epistaksis. penyakit paru obstruksi kronik yang semakin parah. Antikolinergik A.B. Ipratropium Bromida Mekanisme Kerja Ipratropium untuk inhalasi oral adalah suatu antikolinergik (parasimpatolitik) yang akan menghambat refleks vagal dengan cara mengantagonis kerja asetilkolin. gangguan pada saluran . rasa lelah berlebihan. Penyesuaian dosis berdasarkan respon klinik dan perkembangan pada fungsi paru-paru. Monitor level serum untuk level terapi dari 10-20 mcg/mL. bronkhitis. Ipratropium bromida (semprot hidung) mempunyai sifat antisekresi dan penggunaan lokal dapat menghambat sekresi kelenjar serosa dan seromukus mukosa hidung. Efek Samping Sakit punggung. mulut kering. Indikasi Digunakan dalam bentuk tunggal atau kombinasi dengan bronkodilator lain (terutama beta adrenergik) sebagai bronkodilator dalam pengobatan bronkospasmus yang berhubungan dengan penyakit paru-paru obstruktif kronik. Teofilin Dosis yang diberikan tergantung individu. batuk. pada tempat tertentu dan tidak bersifat sistemik. 3. Dosis ekivalen berdasarkan teofilin anhidrat yang dikandung. Berikut adalah dosis yang direkomendasikan untuk pasien yang belum menggunakan teofilin. termasuk bronkhitis kronik dan emfisema. sakit dada.

Sedangkan keamanan dan efikasi penggunaan larutan pada anak di bawah 12 tahun belum diketahui. Reaksi hipersenstivitas : reaksi hipersensitivitas segera akan terjadi setelah pemberian ipratropium seperti urtikaria. angiodema. metilxantin. Kontra Indikasi Hipersensitif turunannya. faringitis. ruam. cemas. infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi saluran urin. rinitis. anafilaksis dan edema orofaringeal. gejala seperti influenza. hipertropi prostat atau kerusakan saluran urin. steroid dan obat untuk penyakit paru-obstruksi kronis tanpa ada efek samping. bronkodilator simpatomimetik. Kehamilan : Kategori B Laktasi : Belum diketahui apakah obat ini didistribusikan ke dalam air susu. mual. bronkospasmus. terhadap ipratropium bromida.pencernaan. Anak-anak : keamanan dan efikasi aerosol pada anak-anak belum diketahui. sakit kepala. Peringatan Bronkospasmus akut : aerosol ipratropium tidak dianjurkan untuk pengobatan bronkospasmus akut dimana terapi darurat diperlukan. sinusitis. Pasien dengan risiko khusus : perhatian untuk pasien dengan glukoma sudut sempit. Interaksi Secara Umum Ipratropium telah digunakan bersamaan dengan obat-obat lain seperti bronkodilator beta adrenergik. atropin dan .

Pada saluran pernapasan. faringitis. edema. rhinitis. Indikasi Tiotropium dan emfisema. Kontra Indikasi digunakan sebagai perawatan bronkospasmus yang berhubungan dengan penyakit paru obstruksi kronis termasuk bronkitis kronis . epistaksis.tiotropium menunjukkan efek farmakologi dengan cara menghambat reseptor M3 pada otot polos sehingga terjadi bronkodilasi. infeksi pada saluran pernapasan atas. sinusitis. myalgia. Efek Samping Efek samping terjadi pada 3% pasien atau lebih. Bronkodilasi yang timbul setelah inhalasi tiotropium bersifat sangat spesifik pada lokasi tertentu. infeksi. infeksi saluran urin dan muntah. B. Larutan inkompatibilitas : berikan informasi kepada pasien bahwa larutan inhalasi ipratropium dapat dimasukkan dalam nebulizer dengan albuterol atau meteproterenol jika digunakan dalam waktu satu jam. konstipasi. mulut kering. nyeri dada (tidak spesifik). ruam. dispepsia.Agen antikolinergik : ada potensi interaksi aditif pada pemberian berturutturut dengan obat antikolinergik. terdiri dari sakit perut. moniliasis. Tiotropium Bromida Mekanisme Kerja Tiotropium adalah obat muskarinik kerja diperlama yang biasanya digunakan sebagai antikolinergik.

vasokonstriktor atau aktivitas glukokortikoid. larutan dan aerosol) : sebagai pengobatan profilaksis pada asma bronkial. larutan dan aerosol) : untuk mencegah bronkospasma akut yang diinduksi oleh latihan fisik. Kromolin tidak mempunyai aktifitas intrinsik bronkodilator. Pencegahan bronkospasma akut : inhalasi 20 mg (1 ampul/vial) diberikan dengan nebulisasi segera sebelum terpapar faktor pencetus. Kromolin diberikan teratur. Efektifitas terapi tergantung pada keteraturan penggunaan obat. histamin dan SRS-A (Slow Reacting Substance Anaphylaxis. Kromolin bekerja lokal pada paru-paru tempat obat diberikan. Dosis dan Cara Penggunaan Larutan nebulizer : dosis awal 20 mg diinhalasi 4 kali sehari dengan interval yang teratur. Kromolin Natrium Mekanisme Kerja Kromolin merupakan obat antiinflamasi. toluen diisosinat. Obat-obat ini menghambat pelepasan mediator. . harian pada pasien dengan gejala berulang yang memerlukan pengobatan secara reguler. polutan dari lingkungan dan antigen yang diketahui.Riwayat hipersensitif terhadap atropin atau turunannya. 4. Pencegahan bronkospasma (inhalasi. leukotrien) dari sel mast. antikolinergik. termasuk ipratropium atau komponen sediaan. Kromolin Sodium dan Nedokromil A. Indikasi Asma bronkial (inhalasi.

30 menit sebelum makan dan saat menjelang tidur. tidak lebih dari 60 menit) sebelum terpapar faktor pencetus.1. batuk. sehari 4 kali pada interval yang teratur. Efek samping yang berhubungan dengan penggunaan aerosol adalah iritasi tenggorokan atau tenggorokan kering. 30 menit sebelum makan dan saat menjelang tidur. Anak – anak 2 – 12 tahun: satu ampul. Tidak semua pasien akan merespon dosis ini. 4 kali sehari. Jika dalam waktu 2-3 minggu perbaikan gejala tidak tercapai. Keefektifan pengobatan pada pasien asma kronik tergantung kepada keteraturan penggunaan obat. Pencegahan bronkospasma akut : dosis umum adalah 2 inhalasi secara singkat (misalnya dalam 10 – 15 menit. Oral : Dewasa : 2 ampul. napas berbunyi dan mual. Aerosol : untuk penanganan asma bronkial pada dewasa dan anak 5 tahun atau lebih. iritasi faringeal dan napas berbunyi. Perhatian Pasien umumnya menjadi batuk setelah menggunaan sediaan inhalasi. edema laringeal (jarang). rasa tidak enak pada mulut. dosis harus ditingkatkan. Jangan melebihi dosis ini. Dosis awal biasanya 2 inhalasi.Asma dapat kambuh jika obat digunakan di bawah dosis yang . dosis yang lebih rendah akan diperlukan pada pasien yang lebih muda. 4 kali sehari. Efek Samping Efek samping yang paling sering terjadi berhubungan dengan penggunaan kromolin (pada penggunaan berulang) meliputi saluran pernapasan: bronkospasme (biasanya bronkospasma parah yang berhubungan dengan penurunan fungsi paru-paru/FEV1). batuk. tetapi tidak melebihi 40mg/kg/hari. 2.

Nedokromil Natrium Mekanisme Kerja Nedokromil merupakan anti-inflamasi inhalasi untuk pencegahan asma. usaha untuk menurunkan penggunaan obat secara berturut-turut harus dilaksanakan secara perlahan-lahan. bronkospasma. penggunaan ini harus disertai perhatian pada pasien jantung koroner atau aritmia jantung. Nedokromil dapat ditambahkan kepada obat pasien yang ada sebelumnya (seperti bronkodilator). monosit dan platelet. Dosis dan Cara Penggunaan inhalasi . empat kali sehari dengan interval yang teratur untuk mencapai dosis 14 mg/hari. Karena propelan yang ada dalam sediaan. faringitis. mual. Jika efek pengobatan tercapai dan asma terkendali. infeksi saluran pernapasan atas. 5. Efek Samping Efek samping yang terjadi pada penggunaan nedokromil bisa berupa batuk. neutrofil. Nedokromil menghambat perkembangan respon bronko konstriksi baik awal dan maupun lanjut terhadap antigen terinhalasi.rekomendasi atau pada penghentian obat. sakit kepala. rinitis. B. Digunakan sebagai terapi pemeliharaan untuk pasien dewasa dan anak usia 6 tahun atau lebih pada asma ringan sampai sedang. sel mast. Indikasi Nedokromil diindikasikan untuk asma. nyeri pada dada dan pengecapan tidak enak. makrofag. Kortikosteroid . Obat ini akan menghambat aktivasi secara in vitro dan pembebasan mediator dari berbagai tipe sel berhubungan dengan asma termasuk eosinofil.

Glukokortikoid dapat menurunkan jumlah dan aktivitas dari sel yang terinflamasi dan meningkatkan efek obat beta adrenergik dengan memproduksi AMP siklik. terapi pemeliharaan asma dan terapi profilaksis pada anak usia 12 bulan sampai 8 tahun. yang menimbulkan tanda dan gejala asma. atau merelaksasi otot polos secara langsung. pasien yang kadang-kadang menggunakan kortikosteroid sistemik atau terapi bronkhitis non asma. Zafirlukast Mekanisme Kerja Zafirlukast adalah antagonis reseptor leukotrien D4 dan E4 yang selektif dan kompetitif. pasien yang mendapatkan keuntungan dari penggunaan dosis sistemik. Indikasi Terapi pemeliharaan dan propilaksis asma.Mekanisme Kerja Obat-obat ini merupakan steroid adrenokortikal steroid sintetik dengan cara kerja dan efek yang sama dengan glukokortikoid. Obat ini tidak diindikasikan untuk pasien asma yang dapat diterapi dengan bronkodilator dan obat non steroid lain. konstriksi otot polos dan perubahan aktifitas selular yang berhubungan dengan proses inflamasi. termasuk pasien yang memerlukan kortikosteoid sistemik. Indikasi . 6. inhibisi mekanisme bronkokonstriktor. komponen anafilaksis reaksi lambat (SRSA slow-reacting substances of anaphylaxis). Produksi leukotrien dan okupasi reseptor berhubungan dengan edema saluran pernapasan. Penggunaan inhaler akan menghasilkan efek lokal steroid secara efektif dengan efek sistemik minimal. Antagonis Reseptor Leukotrien A.

penggunaannya sekurang-kurangnya satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.Profilaksis dan perawatan asma kronik pada dewasa dan anak di atas 5 tahun. Produksi leukotrien dan okupasi reseptor berhubungan dengan edema saluran pernapasan. Indikasi Profilaksis dan terapi asma kronik pada dewasa dan anak-anak > 12 bulan. yang menimbulkan tanda dan gejala asma.Anak 5 – 11 tahun : 10 mg. yang menghambat reseptor leukotrien sisteinil (CysLT1). mual dan infeksi. dua kali sehari . Efek Samping Efek samping terjadi pada 3% pasien seperti sakit kepala. Montelukast Sodium Mekanisme Kerja Montelukast adalah antagonis reseptor leukotrien selektif dan aktif pada penggunaan oral. dua kali sehari. konstriksi otot polos dan perubahan aktifitas selular yang berhubungan dengan proses inflamasi. Oleh karena makanan menurunkan bioavailabilitas zafirlukast. B. Dosis dan Cara Penggunaan Dewasa dan anak > 12 tahun : 20 mg. . Leukotrien adalah produk metabolisme asam arakhidonat dan dilepaskan dari sel mast dan eosinofil.

Kontra Indikasi Pasien penyakit liver atau kenaikan transaminase 3 kali atau lebih di atas normal. bronkhitis. hipersensitivitas terhadap zilueton atau beberapa komponen sediaan. sakit lengan. faringitis. 4 kali sehari. otitis. otitis. ruam dan urtikaria. rasa haus. Pada anak 2-5 tahun. rasa lelah. C. Dosis dan Cara Penggunaan Dosis zilueton untuk terapi asma adalah 600 mg. mual. bersin-bersin. laringitis. Efek Samping Efek samping terjadi pada 3% pasien atau lebih seperti sakit kepala. sakit telinga. Untuk memudahkan pemakaian. infeksi virus. Lte1). zilueton dapat digunakan bersama makanan dan pada malam hari.Efek Samping Asma : efek samping terjadi lebih pada 3% pasien seperti influenza. LTC1. Zilueton Mekanisme Kerja Zilueton adalah inhibitor spesifik 5-lipoksigenase dan selanjutnya menghambat pembentukan (LTB1. mual. sakit perut. sinusitis. dispepsia. nyeri. Pada anak 6-12 tahun. . efek samping yang terjadi dengan frekuensi 2% adalah rinorea. LTD1. efek samping yang terjadi dengan frekuensi 2 % adalah diare. myalgia.

Obat-Obat Penunjang A. Efek Samping Mulut kering. Dosis dan Cara Penggunaan Ketotifen digunakan dalam bentuk fumarat. pada molekul. N-Asetilsistein Mekanisme Kerja Aksi mukolitik asetilsistein berhubungan dengan kelompok sulfhidril. Untuk mendapatkan efek maksimum dibutuhkan waktu beberapa minggu. yang bekerja langsung untuk memecahkan ikatan disulfida . Ketotifen Fumarat Mekanisme Kerja Ketotifen adalah suatu antihistamin yang mengantagonis secara nonkompetitif dan relatif selektif reseptor H1. stimulasi susunan saraf pusat dan reaksi kulit parah. Ketotifen tidak dapat digunakan untuk mengobati serangan asma akut. Indikasi Manajemen profilaksis asma. menaikkan berat badan. menstabilkan sel mast dan menghambat penglepasan mediator dari sel-sel yang berkaitan dengan reaksi hipersensitivitas. mengantuk dan rasa malas.7. 38 mg ketotifen fumarat ekivalen dengan 1 mg ketotifen. dosisnya dinyatakan dalam bentuk basanya : 1. meningkatkan nafsu makan. B.

amiloidosis paru-paru). bronkhitis asma kronik. mual. menghasilkan depolimerisasi dan menurunkan viskositas mukus. iritasi trakea dan bronkial. bronkhitis. demam. peran apoteker adalah memberikan rekomendasi dalam pemilihan obat yang tepat berdasarkan kondisi pasien yang diperoleh dari hasil wawancara dan hasil diagnosa dokter 4.1. kental pada penyakit bronkopulmonari kronik (emfisema kronik. emfisema pada bronkhitis. bronkokonstriksi. muntah. oleh karena itu kepatuhan pasien dalam menggunakan obat sangat diharapkan.dan penyakit bronkopulmonari akut (pneumonia. Aktivitas mukolitik pada asetilsistein meningkat seiring dengan peningkatan pH. Rencana Pengobatan (Care Plan) Dalam tim terpadu. mencegah dan mengatasi masalah terkait obat yang dapat timbul pada tahapan berikut : 4. Menyediakan obat (drug supply management) . berkeringat.antara ikatan molekular mukoprotein. bronkospasma. rasa sesak di dada. Efek Samping Stomatitis. Implementasi Pengobatan 1. Indikasi Asetilsistein merupakan terapi tambahan untuk sekresi mukus yang tidak normal. Peran apoteker dalam penatalaksanaan asma yaitu mendeteksi. rhinorea. tuberkulosis. mengantuk. trakeobronkhitis).2. PERAN APOTEKER Pengobatan asma merupakan long term medication.

2. pekerjaan dan pengobatan yang dijalani saat ini temasuk obat-obat yang digunakan selain obat asma yang dapat berpengaruh kepada pengobatan asma. Mengumpulkan dan mendokumentasikan data-data pasien yang meliputi riwayat keluarga.2. Kegiatan pemberian Informasi dan Edukasi ini dapat diberikan dalam bentuk pelayanan Konseling Obat atau dalam bentuk kegiatan Penyuluhan. rotahaler yang dapat meningkatkan pemahaman pasien dan keluarganya. Apoteker yang melakukan kegiatan ini sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai asma dan pengobatannya disamping memiliki rasa empati dan ketrampilan berkomunikasi sehingga dapat tercipta rasa percaya pasien terhadap Apoteker dalam mendukung pengobatan mereka. Pemberian informasi dan edukasi Tujuan pendidikan kepada pasien adalah agar mereka lebih mengerti dan memahami rejimen pengobatan yang diberikan sehingga pasien dapat lebih berperan aktif dalam pengobatannya yang dapat meningkatkan kepatuhan mereka dalam menggunakan obat. 3. gaya hidup. Penyampaian informasi dan edukasi melalui komunikasi ini sebaiknya juga didukung dengan sarana tambahan seperti peragaan pemakaian inhaler. Pemberian informasi dan edukasi ini tidak hanya diberikan kepada pasien tetapi juga kepada keluarganya terutama untuk pasien-pasien yang mengalami masalah dalam berkomunikasi dengan mempertimbangkan latar belakang dan pendidikan pasien dan keluarganya agar terjalin komunikasi yang efektif. Pedoman pemberian informasi dan edukasi : 1. 4. Kepatuhan pasien dalam pengobatan asma jangka panjang akan lebih baik apabila : . 5.

alergi. Membantu pasien dan keluarganya dalam menyelesaikan masalah masalah yang mereka hadapi dalam penggunaan obat. polusi. penggunaan obat tertentu. jika perlu dengan melibatkan tenaga kesehatan lain seperti dokter. Informasi yang dapat disampaikan kepada pasien dan keluarganya : • • • Mengenali sejarah penyakit . gejala-gejala dan faktor-faktor pencetus asma Pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien asma Bagaimana mengenali serangan asma dan tingkat keparahannya. • Upaya pencegahan serangan pada pasien asma yang berbeda antar satu individu dengan individu lainnya yaitu dengan mengenali faktor pencetus seperti olah raga. • Secara garis besar pengobatan asma dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu : . • • Hubungan asma dengan merokok Pengobatan asma sangat individualis dan tergantung pada tingkat keparahan asma. serta hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi serangan termasuk mencari pertolongan apabila diperlukan. 6. pasien dan apoteker. merokok.• • • • Jumlah obat yang dipergunakan lebih sedikit Dosis perhari lebih sedikit Kejadian efek samping obat lebih jarang terjadi Ada pengertian dan kesepakatan antara dokter. stress. makanan.

• Pengobatan simptomatik . • Kapan obat-obat asma dipergunakan. seberapa banyak/sering/lama obat-obat tersebut digunakan. • Pengobatan asma adalah pengobatan jangka panjang dan kepatuhan dalam berobat dan pengobatan sangat diharapkan. • Apabila ada keluhan pasien dalam menggunakan obat segera laporkan ke dokter atau apoteker. rotahaler dan nebuliser) . • Pemberian obat asma dapat dilakukan secara oral. parenteral dan inhalasi (inhaler. obat-obat yang digunakan pada serangan asma dan bekerja cepat/segera bekerja • Pengobatan pencegahan. obat-obat yang digunakan secara rutin untuk mencegah terjadinya serangan asma • Ada bermacam-macam obat asma dengan indikasi dan cara pemberian yang bervariatif. efek samping apa yang mungkin dialami oleh pasien serta cara mencegah atau meminimalkan efek samping tersebut. • Bagaimana cara penyimpanan obat asma dan bagaimana cara mengetahui jumlah obat yang tersisa dalam aerosol inhaler. • Mengingatkan menggunakan pasien inhaler untuk yang kumur-kumur mengandung dengan air setelah untuk kortikosteroid meminimalisasi pertumbuhan jamur di mulut dan tenggorokan serta absorpsi sistemik dari kortikosteroid. • Apakah obat-obat asma aman untuk diberikan kepada wanita hamil dan apakah wanita dengan pengobatan asma dapat terus menyusui bayinya . bagaimana cara menggunakannya (sebaiknya dengan peragaan). KONSELING .

Apa yang dikatakan dokter tentang peruntukan/kegunaan pengobatan anda? 2. Membantu pasien rawat inap. Menghemat waktu Pengembangan Tiga Pertanyaan Utama Apa yang dikatakan dokter tentang peruntukan/kegunaan pengobatan anda? • Persoalan apa yang harus dibantu? • Apa yang harus dilakukan? • Persoalan apa yang menyebabkan anda ke dokter? . 2. Menggali fenomena puncak gunung es dengan memakai pertanyaanpertanyaan terbuka (open ended questions) 4. 3. Bagaimana yang dikatakan dokter tentang cara pakai obat anda? 3. Tidak terjadi tumpang tindih informasi. perbedaan informasi dan melengkapi informasi yang belum diberikan dokter.Untuk penderita yang mendapat resep dokter dapat diberikan konseling secara lebih terstruktur dengan Tiga Pertanyaan Utama (Three Prime Questions) sebagai berikut : 1. rawat jalan dan yang akan keluar dari rumah sakit untuk memahami rencana pengobatan asma. sesuai kebutuhan. Apa yang dikatakan dokter tentang harapan terhadap pengobatan anda? Pemakaian pertanyaan Three Prime Questions yang diberikan saaat konseling dimaksudkan agar : 1.

Bagaimana yang dikatakan dokter tentang cara pakai obat anda? • • • • • • Berapa kali menurut dokter anda harus menggunakan obat tersebut? Berapa banyak anda harus menggunakannya? Berapa lama anda terus menggunakannya? Apa yang dikatakan dokter bila anda kelewatan satu dosis? Bagaimana anda harus menyimpan obatnya? Apa artinya ”tiga kali sehari” bagi anda? Apa yang dikatakan dokter tentang harapan terhadap obat anda? • • • Pengaruh apa yang anda harapkan tampak? Bagaimana anda tahu bahwa obatnya bekerja? Pengaruh buruk apa yang dikatakan dokter kepada anda untuk diwaspadai? • • • Perhatian apa yang harus anda berikan selama dalam pengobatan ini? Apa yang dikatakan dokter apabila anda merasa makin parah/buruk? Bagaimana anda bisa tahu bila obatnya tidak bekerja? Pertanyaan tunjukkan dan katakan • • • Obat yang anda gunakan ditujukan untuk apa? Bagaimana anda menggunakannya? Gangguan atau penyakit apa yang sedang anda alami? Penanganan awal asma mandiri (Self Care) • Gunakan obat yang sudah biasa digunakan .

• Tetap tenang jangan panik • Segera hubungi dokter bila dalam 15 menit tidak ada perbaikan setelah menggunakan obat dan bila napas pendek dan susah bernapas .