P. 1
askep lansia

askep lansia

|Views: 79|Likes:
Published by Deas Revidrian
askep lansia
askep lansia

More info:

Published by: Deas Revidrian on May 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2013

pdf

text

original

GANGGUAN TIDUR PADA LANSIA

Area minat yang terbesar bagi lansia adalah peningkatan kesehatan. Salah satu aspek utama dari peningkatan kesehatan untuk lansia adalah pemeliharaan tidur untuk memastikan pemulihan fungsi tubuh sampai tingkat fungsional yang optimal dan untuk memastikan keterjagaan di siang hari guna menyelesaikan tugas-tugas dan menikmati kwalitas hidup yang tinggi. Kebanyakan lansia beresiko mengalami gangguan tidur yang disebabkan ooleh banyak factor ( misalnya : pensiunan dan perubahan pola social, kematian pasangan atau teman dekat, peningkatan penggunaan obat-obatan, penyakit yang baru saja dialami, perubahan irama sirkadian). Meskipun perubahan-perubahan pola tidur dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan, informasi terbaru menunjukkan bahwa banyak dari gangguan ini berkaitan dengan proses patolois yang menyertai penuaan.\ Sebelum membahas masalah gangguan tidur pada lansia, pembahasan tentang tidur sebagai fungsi yang normal dan sehat juga dipgerlukan untuk mengetahui berapa banyak perubahan tidur yang terjadi pada lansia.

TIDUR
Aktivitas Peningkatan Kesehatan Tidur oleh Johnson dianggap sebagai “ salah satu kebutuhan fisiologis manusia “.Tidur terjadi secara alami, dengan fungsi fisiologis dan psikologis yang melekat merupakan suatu proses perbaikan tubuh. Secara fisiologis, jika seseoprang tidak mendapatkan tidur yang cukup untuk mempertahankan kesehatan tubuh, dapat terjadi efek-efek seperti pelupa, konfusi dan diorientasi, terutama jika deprivasi tidur terjadi untuk waktu yang lama. Efek merugikan dari deprivasi tidur pada klien yang sudah mengalami konfusi, terutama penyakit Alzheimer, meliputi peningkatan agitasi, perilaku mengeluyur, gelisah, dan sindrom matahari terbenam. Secara psikologis, tidur memungkinkan seseorang untuk mengalami perasaan sejahtera serta energy psikis dan kewaspadaan untuk menyelesaikan tugas-tugas. Kinerja, kewaspadaan, angka akivitas, dan kesehatannya dipengaruhi oleh pola tidur dan bangun yang terganggu. Synder mengemukakan bahwa lamanya periode tidur dapat mempengaruhi tingkat mortalitas. Data dari studi selama 6 tahun mendukung hipotesa bahwa orang tidur luar biasa

Kondisi-kondisi tersebut antara lain :         Penyakit psikiatrik. Manifestasi Klinis GANGGUAN TIDUR PADA LANSIA Seperti sudah disebutkan sebelumnya. Di antara lansia yang sehat. terbangun pada dini hari. terutama depresi. banyak juga lansia yang mengalami berbagai masalah medis dan psikososial yang mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur menyerang 50% orang yang berusia 65 tahun atau lebih yang tinggal di rumah dan 66% orang yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang. beberapa di antaranya mengalami gejala-gejala yang terkait dalam prubahan tidur dan distribusi tidur serta perilaku terjaga. Namun. Gangguan tidur mempengaruhi kualitas hidup dan behubungan dengan angka mortalitas yang lebih tinggi. dan penigkatan jumlah tidur siang. Proses patologis terkait sia dapat menyebabkan perubahan pola tidur. INSOMNIA . sebagian besar lansia beresiko tinggi mengalami gangguan tidur akibat berbagai factor. Perubahan-perubahan tersebut mencakup kelatenan hidup. Terdapat suatu hubungan antara peningkatan terbangun selama tidur dengan jumlah total waktu yang dihabiskan untuk terjaga di malam hari. Selama penuaan.lama atau singkat atau yang menggunakan pil tidur mengalami angka mortalitas lebih inggi dari yang lainnya. Angka mortalitas terendah dari studi ini ditemukan pada orang – orang yang tidur 7 – 8 jam pada malam hari. Jumlah waktu yang dihabiskan untuk tidur yang lebih dalam juga menurun. Hal tersebut tampak sebagai pengaturan tidur sirkadian yang efektif. Penyakit kardiovaskuler dan perawatan pasca operasi bedah jantung. pola tidur mengalami perubahan-perubahan yang khas yang membedakan nya dari orang yang lebih muda. Penyakit Alzheimer dan penyakit penyakit degenerative neuro lainnya. Inkompetensi jalan napas atas Penyakit paru Syndrom nyeri Penyakit prostatic Endokrinopati.

Karena insomnia merupakan gejala. dan rasa kantuk di siang hari yang luar biasa”. juga pada kebiasaan tidur yang buruk. Selama tidur. mengalami “serangan tidur” . konstruksi bangunan yang bising. tampak mabuk atau komatose. Keluhan keletihan. emosional. Orang tersebut dapat menunjukkan mengantuk di siang hari yang persisten. Penyebab hypersomnia masih bersifat spekulatif tetapi dapat berhubungan dengan ketidakaktifan.gangguan jadwal tidur-bangun dan masalah ksehatan lainnya. penggunaan obat tidur berlebihan. Apnea Tidur Apnea tidur adalah berhentinya pernapasan selama tidur. maka perhatian harus diberikan pada factor – factor biologis. dengan keluhan tidur berlebihan. Gangguan ini diidentifikasikan dengan gejala “ mendengkur. atau mengalami mengantuk pascaensefalitik. Insomnia terdiri dari 3 jenis  Jangka pendek : berakhir beberapa minggu dan muncul akibat pengalaman stress yang bersifat sementara seperti kehilangan orang yang dicintai. gaya hidup yang membosankan.masalah psikologis.Insomnia adalah ketidakmampuan untuk tidur walaupun ada keinginan untuk melakukannya. pernapasan dapat berhenti paling banyak 300 kali. Insomnia kronis biasanya memerlukan intervensi psikiatrik atau medis. dan kesulitan mengingat atau belajar merupakan hal yang sering terjadi. dan medis yang berperan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kebiasaan tidur yang buruk.  Kronis : berlangsung selama 3 minggu atau seumur hidup. .  Sementara : episode malam gelisah yang tidak sering terjadi yang disebabkan oleh perubahan-perubahan lingkungan seperti jet lag. Keluhan insomnia mencakup “ ketidakmampuan untuk tidur. HIPERSOMNIA Hipersomnia dicirikan dengan tidur lebih dari 8 atau 9 jam per periode 24 jam. Lansia rentan terhadap insomnia karena adanya perubahan pola tidur. atau pengalaman yang menimbulkan ansietas. atau depresi. tekanan ditempat kerja atau takut kehilangan pekerjaan. sindrom kaki gelisah atau nyeri kronis karena artritis. kelemahan. Biasanya kondisi ini dapat hilang tanpa intervensi medis setelah orang tersebut beradaptasi terhadap stressor.biasanya menyerang tahap 4 ( tidur malam ).penggunan alcohol berlebihan. ketidakmampuan untuk kembali tidur pada dini hari “. sering terbangun. Empet puluh persen insomnia kronis disebabkan oleh masalah fisik seperti apnea tidur. berhentinya pernapasan selama 10 detik.

latihan yang hanya dilakukan kadang-kadang tidak dapat memperbaiki tidur pada malam berikutnya 4) Bunyi bising yang bersifat kadang-kadang ( missal : bunyi pesawat terbang yang melintas ) dapat mengganggu tidur sekalipun orang tersebut tidak terbangun oleh bunyinya dan tidak . 3) Jumlah latihan stabil setiap harinya dapat memperdalam tidur.tetapi tidak berlebihan. berlebihannya waktu yang dihabiskan di tempat tidur tampaknya berkaitan dengan tidur yang dangkal atau terputus-putus.  Perubahan memori  Rasa kantuk yang berlebihan di siang hari  Nokturia  Sakit kepala di pagi hari  Ortopnea akibat apnea tidur. Pembatasan waktu tidur dapat memperkuat tidur.  Gangguan tidur dengan seringnya terbangun di malam hari (nocturnal warking). 2) Waktu bangun yang teratur di pagi hari memperkuat siklus sirkadian dan menyebakan awitan tidur yang teratur. terjatuh dari tempat tidur. Pencegahan Primer Sebelas peraturan untuk mendaaptkan hygiene tidur yang baik telah berhasil diindentifikasi untuk pencegahan primer gangguan tidur. Gejala apnea tidur anatara lain adalah :  Dengkuran yang keras dan periodic  Aktivitas malam hari yang tidak biasa. agar merasa segar dan sehat di hari berikutnya. berjalan dengan tidur.dan episode apnea dapat berakhir dari 10 sampai 90 detik. Pengobatan yang spesifik untuk apnea tidur melibatkan penurunan berat badan. Semua tindakan tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan komplikasi yang disebabkan oleh apnea tidur. Namun. seperti duduk tegak. Penatalaksanaan Gangguan Tidur Pada Lansia 1. Pria dewasa dengan riwayat mendengkur yang keras dan intermiten. Pasien dapat dianjurkan untuk menghindari alkohol dan obat-obatan yang dapat mempengaruhi respons terbangun dan untuk menggunakan bantal tambahan atau tidur di kursi. dengan penatalaksanaan medis atau pembedahan untuk membuang penumpukan jaringan di area faring. 1) Tidur seperlunya. yang juga obesitas dengan leher yang pendek dan besar biasanya berisiko mengalami apnea tidur.

namun penggunaannya yang kronis efektif pada kebanyakan penderita insomnia. Kamar tidur kedap suara dapat membantu bagi orang-orang yang harus tidur di dekat kebisingan 5) Meskipun ruangan yang terlalu hangat dapat mengganggu tidur. namun tidak ada bukti yang menujukkan kamar yang terlalu dingin dapat membantu tidur. membaca. Latihan sedang di siang hari atau sore hari merupakan hal ang dianjurkan 2. kudapan ringan dapat membantu tidur 7) Pil tidur yang hanya kadang-kadang saja digunakan dapat bersifat menguntungkan.)?   Berapa jumlah dan jenis latihan yang dilakukan setiap hari? Apakah posisi yang paling disukai ketika di tempat tidur? . 8) Kafein di malam hari dapat mengganggu tidur.tetapi tidur tersebut akan teputus-putus 10) Orang-orang merasa marah dan frustasi karena tidak dapat tidur tidak oleh berusaha terlalu keras untuk tertidur tetapi harus menyalakan lampu dan melakukan hal lain yang berberda 11) Penggunaan tembakau secara kronis dapat mengganggu tidur Tindakan pencegahan primer lainnya antara lain adalah     Kasur yang baik memungkinkan kesejajaran tubuh yang tepat Suhu kamar harus cukup dingin ( kurang dari 24oC sehingga cukup nayaman. meskipun pada orang-orang yang tidak berfikir demikian 9) Alcohol membantu orang-orang yang tegang untuk tertidur lebih mudah. Pencegahan sekunder Pengkajian oleh perawat harus mencakup factor-faktor berikut ini :     Seberapa baik lansia tersebut tidur di rumah? Berapa kali lansia tersebut terbangun di malam hari? Kapan lansia tersebut pergi ke tempat tidur dan terbangun? Ritual apa saja yang terjadi menjelang tidur ( mis: kudapan menjelang tidur. menonton televisi.dapat mengingatnya di pagi hari. 6) Rasa lapar menngganggu tidur. Asupan kalori harus minimal pada saat menjelang tidur. mendengarkan musik.

Pencegahan Tersier Jika terdapat gangguan tidur seperti apnea tidur yang mengancam kehidupan. gelap total.  Seberapa sering bantuan diperlukan untuk memberikan obat nyeri. Informasi ini memberikan catatan yang akurat tentang masalah tidur. Catatan tersebut harus mencakup faktor-faktor berikut ini. Catatan harian tentang tidur merupakan cara pengkajian yang sangat bagus pada lansia di rumahnya sendiri.   Kapan orang tersebut turun dari tempat tidur Berapa kali orang tersebut terbangun atau tertidur pada saat diobservasi oleh perawat atau pemberi perawatan. kondisi pasien memerlukan rehabilitasi melalui tindakan-tindakan seperti pengangkatan jaringan yang menyumbat di mulut dan mempengaruhi jalan napas. catatan harian tersebut harus dibuat selama 3 sampai 4 minggu. tidak dapat tidur. Seperti biasa. memvalidasi riwayat pengkajian dengan anggota keluarga atau pemberi perawatan merupakan hal yang penting untuk memastikan keakuratan data pengkajian pasien dianggap tidak kompeten untuk memberi laporan sendiri. Apa jenis lingkungan kamar yang paling disukai ( tenang. musik lembut. Untuk mendapatkan gambaran sejati tentang gangguan tidur yang dialami lansia di rumah atau di fasilitas kesehatan. lampu remang-remang. atau menggunakan kamar mandi.    Terjadinya konfusi atau diorientasi Penggunaan obat tidur Perkiraan orang tersebut terbangun. yang biasanya berkaitan dengan lembaga penelitian dan kedokteran klinis atau universitas. 3. Tempat-tempat tersebut. kamar tertutup)?       Berapa suhu yang disukai? Berapa banyak ventilasi yang diinginkan? Aktivitas apa yang biasanya dilakukan beberapa jam sebelum tidur? Apa saja obat tidur atau obat lain yang diingesti sebelum tidur secara rutin? Berapa banyak waktu yang dihabiskan orang tersebut dalam hobinya? Persepsi orang tersebut tentang kepuasan hidup dan status kesehatannya. Saat ini sudah banyak pusat-pusat gangguan tidur yang tersedia di seluruh negara untuk membantu mengevaluasi gangguan tidur. dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih untuk .

Jika pasien anda memiliki masalah tidur. Menghindari minuman beralkohol atau batasi asupan alkohol pasien hingga sesedikit mungkin setiap harinya. mengajukan pertanyaan pada pasien dan anggota keluarganya mengenal pola tidurnya dan kemungkinan meminta pasien menyimpan catatan tidur selama 3 sampai 4 minggu. anjurkan ia untuk : • • • • • • • • • • • • Mempertahankan jadwal harian yang sama untuk berjalan-jalan. Mandi air hangat di waktu akhir sore atau menjelang malam. Melakukan ritual waktu tidur dan mengikuti dengan patuh.mendeteksi rekaman listrik di otak dan obstruksi pernapasan. Mempraktikkan metode relaksasi seperti nafas dalam. Pengkajian Pola Tidur Pengkajian rinci pada pasien yang mengalami masalah tidur meliputi pengamatan langsung. Melakukan olah raga setiap hari tetapi hindari olah raga yang terlalu berat pada malam hari. Menghindari minuman dan produk yang mengandung kafein. Makan kudapan ringan karbohidrat dan lemak sebelum tidur. Membatasi tidur siang 1 dan 2 jam perhari. Jika ia terbangun tengah malam selama lebih dari 30 menit. pada waktu yang sama setiap harinya. Mengatasi Gangguan Tidur Kesulitan untuk tidur dan tetap tertidur adalah masalah yang sering terjadi pada lansia. . bangkit dari tempat tidur dan lakukan aktivitas yang tidak menstimulasi seperti membaca. masase. khususnya menjelang waktu tidur. Bangun di waktu biasanya ia bangun bahkan jika tidurnya terganggu atau waktu tidurnya berubah sementara. istirahat dan tidur. mendengarkan musik atau membaca bacaan yang merilekskan. Menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Data-data tersebut mebantu menentukan pengobatan yang terbaik untuk mengatasi kesulitan dan merehabilitasi lansia sehingga ia dapat menikmati tidur yang berkualitas baik sampai akhir hidupnya. baik lansia yang tinggal di rumah atau di panti jompo.

Waktu tidak tidur. minta pasien mencatat hal-hal berikut ini: • • • • • Jam pasien terbangun. Aktivitas yang biasanya dilakukan pada jam-jam awal menjelang malam. termasuk obat yang membantu tidur Kecenderungan tidur sendiri atau dengan pasangan. Pertimbangan Khusus Setelah mengetahui pola tidur pasien. pintu terbuka atau tertutup musik. Waktu dan jumlah obat tidur yang diminum (termasuk dosis ulangan).Laboratorium gangguan tidur dapat memberikan analisi eksplisit mengenai pola gangguan. Waktu tidur dan waktu terbangun. suhu ruangan. anda dapat menyusun rencana asuhan tersendiri yang menyeimbangkan kebutuhan pasien dengan kebutuhan fasilitas tempat anda bekerja. Berapa kali pergi ke kamar mandi pada waktu malam hari. Tindakan keperawatan seperti posisi nyaman untuk pasien yang memerlukan bantuan mobilitas atau aktivitas harian. Jika pasien akan membuat catatan tidur. Persepsi mengenai status kesehatan dan kepuasan terhadap hidup. jenis baju tidur). Episode disorientasi atau konfusi. Aktivitas dan waktu luang dan hobi. Obat yang diminum. Terlambat bangun dapat mengacaukan jadwal di pagi hari tetapi dengan memberi kesempatan duduk di antara waktu makan dapat memecahkan masalah. Makanan atau cairan yang dikonsumsi tepat sebelum waktu tidur. • • • Jaga agar staf tidak membuat keributan (berbicara di luar kamar pasien) ke tingkat minimum dan atur pencahayaan dengan tepat. • Jika diindikasikan berikan analgesik untuk pasien yang sedang mengalami nyeri. • • • • • • • • Frekuensi dan durasi waktu terbangun. Anda dapat mempelajari pengamatan seksama dan pertanyaan langsung berikut ini: • • • Seberapa baik orang tersebut tidur di rumah. . Frekuensi kebutuhan akan obat pereda nyeri atau bantuan untuk pergi ke toilet. Ritual waktu tidur dan lingkungan yang diinginkan pada waktu tidur malam (jumlah cahaya dan ventilasi. menggosok atau masase punggung dan musik lembut dapat membantu memicu tidur.

Tujuannya adalah menghubungkan antara tempat tidur dan tidur cepat. Ulangi langkah ini sesering yang diperlukan sepanjang malam. Bangun sampai anda benarbenar mengantuk. dan konfusi). o Jangan tidur di siang hari. o Siapkan alarm dan bangun di waktu yang sama setiap pagi tanpa memperdulikan berapa banyak anda tidur di malam hari. bangun lagi dari tempat tidur. anda dapat mengajarkan pasien anda tindakan yang dapat membantu meningkatkan tidur yang sehat. • Tanpa memperhatikan lingkungan. kemudian baru kembali ke tempat tidur. jangan membaca. serta hilangkan pangkajian tanda-tanda vital di malam hari secepat kondisi pasien memungkinkan. Melatonin juga dapat memperbaiki kualitas tidur pada pasien lansia. mimpi buruk. menonton televisi. o Jika tidak dapat tidur. Hal ini membantu tubuh menetapkan irama tidur bangun yang konstan. Pertimbangkan pemberian alat bantu tidur sementara jika metode lain gagal. bangun dan pindah ke ruangan lain. Obat yang biasa diresepkan yang digunakan untuk memicu tidur meliputi antihistamin. Pantau pasien apakah mengalami reaksi merugikan terhadap obat ini (seperti rebound insomnia. atau makan di tempat tidur. Intervensi Keperawatan Berikut ini adalah intervensi keperawatan yang dianjurkan: .• • • Ajarkan teknik nafas dalam latihan relaksasi progresif dan imajinasi terbimbing untuk meningkatkan relaksasi dan tidur pada pasien. Penatalaksanaan Terapeutik Bootzin dan Nicassio menganjurkan aturan-aturan berikut untuk mempertahankan kenormalan pola tidur: o o Pergi tidur jika hanya mengantuk Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. dan benzodiazepine temazepam. difenhidramin. Jadwalkan semua terapi dan prosedur selama waktu terbangun. Jika tidur masih tidak bisa dilakukan dengan mudah.

Sedasi juga bersifat sama.  Latihan setiap hari juga dianjurkan. Pertahankan kondisi yang kondusif untuk tidur. efek satu minuman hanya berlangsung selama dua per tiga siklus tidur. brandi atau bir dapat memberikan kehangatan internal dan relaksasi pada lansia yang perlu tidur. jumlah tidur siang tidak boleh lebih dari 2 jam. Latihan pasif dan gerakan mengusap memberikan efek yang menidurkan. namun.  Jangan membiarkan pasien meminum kafein (kopi. Hal ini merupakan cara yang terbaik untuk meningkatkan tidur.  Mandi air hangat terkadang dapat merilekskan lansia tetapi beberapa diantaranya tidak menyukai intervensi ini. Pada waktu malam.  Memberikan posisi yang tepat. Perawat yang terampil harus memiliki kewaspadaan yang tinggi berkaitan dengan penggunaan obat-obatan tersebut dan harus mengkaji lansia dengan sering untuk memastikan bahwa rasa kantuk yang berlebihan di siang hari.  Bantu orang tersebut untuk rileks pada saat menjelang tidur dengan memberi usapan punggung. obat-obatan bermanfaat untuk sementara waktu. tetapi hanya boleh menjadi upaya terakhir. Jika tindakan-tindakan ini gagal memperbaiki kualitas tidur. dan disorientasi tidak terjadi. menghilangkan nyeri.  Lakukan tindakan-tindakan yang masuk akal seperti memutar musik lembut di radio dan menawarkan susu hangat dan minuman hangat lainnya atau kudapan yang lebih berat untuk meningkatkan tidur pada lansia tanpa menggunakan hipnotik. konfusi. sherry. secangkir anggur. cokelat) di sore hari dan di malam hari. Namun. mengeluh pusing pada saat mereka bangun. dan memberi kehangatan dengan selimut-selimutkonvensional atau selimut listrik juga dapat membantu.  Tidur siang merupakan hal yang tepat. masase kaki. yang mencakup perhatian pada faktor-faktor lingkungan dan kegiatan ritual menjelang tidur. atau kudapan tidur bila diinginkan. ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN AKTIVITAS PADA LANSIA . yang menyebabkan tidur terputus-putus. Latihan harus dilakukan di pagi hari daripada menjelang tidur karena pada jam-jam tersebut latihan hanya akan menimbulkan efek menyegarkan daripada menidurkan. obat-obat tersebut harus dihentikan secara bertahap dan dilakukan tindakan nonfarmakologis. teh. Jika terdapat bukti-bukti adanya kondisi ini.

nyeri tekan dan tanda humans positif. 6. nyeri otot. Mengkaji tulang belakang : • Skoliosis (deviasi kurvatura lateral tulang belakang) • Kifosis (kenaikan kurvatura tulang belakang bagian dada) • Lordosis (membebek. Gastrointestinal = terjadi konstipasi dan feses kecil. d. b. kurvatura tulang belakang bagian pinggang berlebihan) 4. 3. amputasi dan bagian tubuh yang tidak dalam kesejajaran anatomis. Berbagai kondisi neurologist yang berhubungan dengan caraberjalan abnormal (mis. Angulasi abnormal pada tulang panjang atau gerakan pada titik selain sendi biasanya menandakan adanya patah tulang. Kardiovaskuler = dengan pembentukkan trombosis. Pertumbuhan tulang yang abnormal akibat tumor tulang. edema. Muskuloskeletal = penururan tonus. f. tanda-tanda tromboflebitis meliputi eritema. 2. Lingkungan = kamar mandi tanpa pegangan. cara berjalan spastic hemiparesis – stroke. Respirasi = gejala atelektasis dan pneumonia. deformitas. Mengkaji cara berjalan : Adanya gerakan yang tidak teratur dianggap tidak normal. Mengkaji system otot : Kemampuan mengubah posisi. adanya kekakuan sendi. Bila salah satu ekstremitas lebih pendek dari yang lain. c. . tanda-tanda awal meliputi peningkatan temperatur dan denyut jantung. 5. Pemeriksaan Fisik : a. karpet yang lepas. dan adanya benjolan. Pemendekan ekstremitas. ukuran dan ketahanan otot.cara berjalan bergetar – penyakit Parkinson).Pengkajian 1. penerangan yang tidak adekuat. lantai licin dan tempat duduk toilet yang rendah dapat menurunkan mobilitas klien. g. Lingkar ekstremitas untuk mementau adanya edema atau atropfi. rentang gerak sendi dan kekuatan skeletal. tangga yang tinggi. kekuatan otot dan koordinasi. e. cara berjalan selangkah-selangkah – penyakit lower motor neuron. kekuatan. keras dan kering. Fungsi urinaria = tanda-tanda fisik berupa berkemih sedikit dan sering. Mengkaji system persendian : Luas gerakan dievaluasi baik aktif maupun pasif. perubahan awal terlihat pada permukaan kulit sebagai daerah eritema yang tidak teratur. dan ukuran masing-masing otot. distensi abdomen bagian bawah dan batas kandung kemih yang dapat diraba. Mengkaji skelet tubuh : Adanya deformitas dan kesejajaran. Integumen = cedera iskemia terhadap jaringan yang pertama adalah inflamasi. stabilitas.

Pengkajian status fungsional : • Tentang mandi = Dikatakan mandiri (independen) bila dalam melakukan aktivitas klien hanya memerlukan bantuan untuk menggosok atau membersihkan sebagian tertentu dari anggota badannya. Dependen bila selalu memerlukan bantuan untuk kegiatan tersebut diatas atau tak mampu melakukan satu atau lebih aktivitas transferring. . Upaya pencegahan terhadap osteoporosis. Kriteria hasil : 1. Intervensi : 1. Diagnosa 1. Pemeliharan kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal.7. aktivitas penguatan dan aerobik. maupun secara penyesuaian gaya hidup. • Kontinensia = Independen bila mampu buang hajat sendiri (urinari dan defekasi). warna. suhu dan waktu pengisian kapiler. baik melalui intervensi secara medis. yang termasuk pengondisian program latihan harian baik kontraksi otot isometrik dan isotonik. • Makan = Independen bila mampu menyuap makanan sendiri. Mengkaji kulit dan sirkulasi perifer : Palpasi kulit dapat menunjukkan adanya suhu yang lebih panas atau lebih dingin dari lainnya dan adanya edema. Dependen bila memang memerlukan bed pan atau pispot. Dependen bila pada salah satu atau keduanya miksi atau sefekasi memerlukan enema atau kateter. mengambil dari piring. • Ke toilet = Independen bila lansia tak mampu ke toilet sendiri. merapikan pakaian sendiri. Upaya pencegahan terhadap jatuh sesuai dengan hasil pengkajian mengenai faktor lingkungan sebagai faktor risiko serta dilakukannya pembedahan terhadap risiko faktor lingkungan. • Transferring = Independen bila mampu naik turun sendiri dari tempat tidur atau kursi roda. nutrisi untuk meningkatkan anabolisme protein dan pembentukan tulang dan sikap komitmen terhadap latihan. nutrisi. Dikatakan dependen bila klien memerlukan bantuan untuk lebih dari satu bagian badannya. 8. 3. beranjak dari kloset. • Berpakaian = Independen bila tak mampu mengambil sendiri pakaian dalam lemari atau laci. Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan depresi hilang. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan depresi Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan depresi dapat teratasi dan aktivitas dapat dilakukan. 2. Sirkulasi perifer dievaluasi dengan mengkaji denyut perifer.

Pemeliharaan sirkulasi yang adekuat meliputi tindakan-tindakan pendukung untuk mempertahankan tonus vascular. stoking kompresi untuk memberikan tekanan eksternal pada tungkai dan asupan cairan yang adekuat untuk mencegah efek dehidrasi pada volume darah. • Mengatur posisi Mengatur posisi juga digunakan untuk meningkatkan tekanan darah balik vena.4. 7. Pemeliharaan ventilasi yang normal meliputi hiperinflasi dan mobilisasi serta menghilangkan sekresi. • Kontraksi otot isometrik Kontraksi-kontraksi ini digunakan untuk mempertahankan kekuatan otot dan mobilitas dalam keadaan berdiri (mislnya otot-otot kuadrisep. 5. • Latihan rentang gerak Latihan aktif membantu mempertahankan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot serta meningkatkan penampilan kognitif. • Latihan aerobik Latihan aerobik adalah aktivitas yang menghasilkan peningkatan denyut jantung 60 sampai 90% dari denyut jantung maksimal seseorang dalam waktu 15 sampai 60 menit dan seharusnya dilakukan tiga kali atau lebih perminggu. Pemeliharaan fleksibilitas sendi yang terlibat dalam latihan rentang gerak. hanya membantu mempertahankan fleksibilitas. • Latihan kekuatan Latihan ini meningkatkan kekuatan dan massa otot serta mencegah kehilangan densitas tulang dan kandungan mineral total dalam tubuh. • Kontraksi otot isotonik Kontraksi otot yang berlawanan atau isotonik berguna untuk mempertahankan kekuatan oototot dan tulang. Pemeliharaan fungsi urinaria dan usus yang normal bergantuk pada dukungan nutrisi dan struktur lingkungan serta rutinitas-rutinitas untuk memfasilitas eliminasi. posisi yang tepat dan aktivitas kehidupan sehari-hari. . abdominal dan gluteal) dan untuk memberikan tekanan pada tulang bagi orang-orang dengan dan tanpa penyakit kardiovaskular. 6. sebaliknya gerakan pasif yaitu menggerakkan sendi seseorang melalui rentang geraknya oleh orang lain.

dkk.DAFTAR PUSTAKA Stockslager Jaime L. Salemba Medika Rosidawati. Jakarta. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta. Jakarta. EGC Tamher S. EGC . 2002. Salemba Medika Stanley Mickey. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Kesehatan Usia Lanjut Dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta. Asuhan Keperawatan Geriatrik Edisi 2. Noorkasiani. 2007. 2008. 2009.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->