BAHAN LOGAM DAN BUKAN LOGAM

Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran

TPL - Prod/H.02

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIKMENJUR DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2003

Bahan Logam dan Bukan Logam

I. PENDAHULUAN

A. Deskripsi Bahan teknik dapat digolongkan dalam kelompok logam dan bukan logam. Selain dua kelompok tersebut ada kelompok lain yang dikenal dengan nama metaloid (menyerupai logam) yang sebenarnya termasuk bahan bukan logam. Logam dapat digolongkan pula dalam kelompok logam ferro yaitu logam yang mengandung besi, dan logam non ferro atau logam bukan besi. Dari semua jenis logam dapat digolongkan menjadi logam murni dan lofgam paduan. Logam paduan artinya logam yang dicampur dengan logam lain atau bahkan dicampur dengan bukan logam. Ilmu logam adalah suatu pengetahuan tentang logam-logam yang menjelaskan tentang sifat-sifat, struktur, pembuatan, pengerjaan dan penggunaan dari logam dan paduannya. Pengetahuan bahan logam dan bukan logam mutlak harus dimiliki oleh awak kapal dalam bekerja di atas kapal. disamping itu awak kapal juga diharuskan mengetahui dan memahami tentang bahan teknik yang sering digunakan dalam bidang permesinan di kapal untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan bahan teknik yang digunakan di kapal. Modul kompetensi bahan logam dan bukan logam ini pada dasarnya merupakan materi kurikulum yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan siswa SMK Bidang Keahlian Teknika Perikanan Laut untuk dapat mengidentifikasi dan memilih bahan teknik yang sesuai untuk digunakan di kapal. Modul ini di dalamnya berisi materi yang disajikan dalam beberapa kegiatan belajar antara lain yaitu :

Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran

I-1

Bahan Logam dan Bukan Logam

Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar 2

: Bahan Logam : Bahan Bukan Logam

Kedua modul itu di sajikan dalam buku Materi Pokok Bahan Logam dan Bukan Logam. B. Prasarat

Untuk mempelajari program ini siswa tidak dipersyaratkan memiliki pengetahuan atau keterampilan khusus tentang bahan logam dan bukan logam. Hal ini disebabkan materi program ini dirancang sebagai suatu paket kompetensi utuh, supaya siswa dapat dengan mudah memahami, mengidentifikasi dan menerapkan prinsip-prinsip tentang bahan logam dan bukan logam sebagai bahan teknik, dalam pekerjaan dan kehidupan seharihari sebagai calon awak kapal di atas kapal niaga dan kapal perikanan. C. Petunjuk penggunaan modul 1. Penjelasan bagi siswa

Modul ini membahas tentang bahan logam dan bukan logam berupa materi keterampilan dasar sebagai salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh awak kapal/calon awak kapal yang bekerja di atas kapal. Setelah mempelajari modul ini, Anda sebagai siswa SMK Bidang Keahlian Pelayaran diharapkan dapat memahami pentingnya bahan teknik, yang secara khusus dapat dirinci dalam bentuk-bentuk perilaku sebagai berikut ini : 1. Bahan Logam 2. Bahan Bukan Logam

Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran

I-2

Bahan Logam dan Bukan Logam

a.

langkah-langkah belajar yang harus ditempuh

Untuk memberikan kemudahan pada Anda mencapai tujuan-tujuan tersebut, pada masing-masing butir bagian, Anda akan selalu menjumpai uraian materi, bahan latihan, rangkuman/inti sari dan tes formatif sebagai satu kesatuan utuh. Oleh karena itu sebaiknya Anda mengetahui seluruh pembahasan itu. Sedangkan untuk memperkaya pemahaman dan memperluas wawasan Anda mengenai materi, disarankan agar membaca rujukan yang sesuai dan dicantumkan dibagian akhir Buku Materi pokok ini. b. Perlengkapan yang harus dipersiapkan dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan baik pada modul ini,

Agar

maka perlengkapan kelas maupun di workshop harus disediakan selengkap mungkin antara lain seperti pada tabell berikut ini. Perlengkapan ruang kelas - OHP - LCD - Papan tulis Perlengkapan workshop - Mesin gergaji besi. - Ragum - Peralatan ukur. - Macam-macam seperti ; 1. Bahan logam ferro. 2. Bahan logam non ferro. 3. Bahan bukan logam. bahan logam Bahan

Perlengkapan tersebut mutlak diperlukan untuk memperagakan dan mengidentifikasi bahan logam dan non logam kepada siswa SMK Bidang Pelayaran, Program Keahlian Teknika Perikanan Laut tersebut sesuai prosedur SOP.

Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran

I-3

Setelah menempuh ujian atau evaluasi maka secara teknis siswa telah mampu untuk memasuki lapngan kerja. mengidentifikasi. siswa dapat menjelaskan. Membimbing siswa melalui tugas-tugas yang dijelaskan dalam tahap belajar. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. b. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktik baru dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa. Hasil dari pelaksanaan pembelajaran pada modul ini. Untuk selanjutnya menempuh uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Panitia Uji Kompetensi dan Sertifikasi (PUKS) PUKS. Sekolah merekomendasikan siswanya untuk mengikuti uji kompetensi kepada Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran I-4 . d. c. memilih dan menentukan bahan logam dan bukan logam yang sering diketemukan di atas kapal perikanan. namun untuk melengkapi program diklat teknologi bahan dan teknik pengukuran. Hasil Pelatihan Setelah siswa dapat menyelesaikan modul ini.Bahan Logam dan Bukan Logam c. 2. diharapkan siswa mampu untuk memilih bahan logam dan bukan logam saat memasuki lapangan kerja. yang mana merupakan tuntutan yang diperlukan di dunia kerja untuk dapat memilih dan menentukan bahan teknik. Untuk itu pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai proses pembuatan besi kasar dan baja sebelumnya harus tetap dikuasai. Prosedur Sertifikasi Pada pembelajaran sub kompetensi bahan logam dan bukan logam. memilih dan menentukan bahan logam dan bukan logam. untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. selain itu modul bahan logam dan bukan logam. Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran a. menitik beratkan pada mengidentifikasi.

Tujuan Akhir Siswa dapat memahami. j. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. memilih dan menentukan serta menggunakan bahan logam dan bukan logam di atas kapal atau sesuai persyaratan dunia usaha/industri (entri level). h.Bahan Logam dan Bukan Logam d. Melaksanakan penilaian. i. Menjelaskan kepada siswa tentang sikap pengetahuan dan ketrampilan dari suatu kompetensi yang perlu dibenahi dan merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya. e. D. Mencatat pencapaian kemajuan siswa. dan diharapkan dapat melakukan pemilihan bahan teknik yang tepat untuk digunakan di atas kapal. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran I-5 . Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya. g. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jikaa diperlukan. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan dalam belajar. f. mengidentifikasi.

keterampilan. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran I-6 . Sikap . sub kompetensi.Cermat dalam identifikasi bahan logam dan bukan logam . untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan bahan teknik yang digunakan di kapal.02 : Bahan Logam dan Bukan Logam. Kompetensi Kode Kompetensi Sub Kompetensi Kriteria unjuk kerja . dan sikap. Modul kompetensi bahan logam dan bukan logam (bahan teknik) ini pada dasarnya merupakan materi kurikulum yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan siswa SMK Bidang Keahlian Teknika Perikanan Laut untuk dapat mengidentifikasi dan memilih bahan logam dan bukan logam yang sesuai untuk digunakan di kapal.Bahan Logam dan Bukan Logam E.Bahan logam dan bukan logam dipilih dengan benar. pengetahuan.Bahan logam dan Bahan bukan logam Menjelaskan bahan logam Dan bahan bukan logam. disamping itu awak kapal juga diharuskan mengetahui dan memahami tentang bahan teknik yang sering digunakan dalam bidang permesinan di kapal.Bahan logam dan bukan logam diidentifikasi dengan benar. Pada modul ini di dalamnya terdiri dari kode kompetensi. Pengetahuan bahan teknik mutlak harus dimiliki oleh awak kapal dalam bekerja di atas kapal. .Menguraikan bahan logam bahan bukan logam. Kompetensi : Teknologi Bahan dan teknik Pengukuran : TPL . Lingkup belajar Materi Pokok Pembelajaran Pengetahuan Keterampilan . kriteria unjuk kerja.Prod/H. kompetensi. ruang lingkup kompetensi.

Oleh karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan siswa/kelompok lain. 1. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda dalam hasil latihan itu. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran I-7 . Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini. Sebutkan Klasifikasi logam. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu melihat teori proses pembuatan besi kasar yang diuraikan sebelumnya. Mengapa logam murni murni pada umumnya belum dapat digunakan sebagai bahan teknik. 5. 4. logam refraktori dan logam radioaktif. Melakukan pemilihan bahan logam dan bukan logam. Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam diskusi kelompok. 2. 3. Cek Kemampuan Setelah anda membaca dan memahami bahan logam dan bukan logam. Dengan demikian anda akan dapat memahami dan menjelaskan lebih jauh dari materi ini. logam mulia.Bahan Logam dan Bukan Logam F. Yakinlah dalam pertemuan tersebut anda akan dapat memecahkan persoalan itu. Apakah yang dimaksud dengan logam berat. Dalam keadaan bagaimana bahan logam didapat dari tambang. bawalah persoalan tersebut ke dalam pertemuan tutorial. logam ringan.

bh isolasi. Menjelaskan bahan bukan logam 7.02 : Bahan Logam dan Bukan Logam Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan perubahan Tanda tangan guru 1. 5. PEMBELAJARAN A. Rencana Belajar Siswa Kompetensi Kode Kompetensi Sub kompetensi Jenis kegiatan : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran : TPL . Memilih dan menentukan logam dan bukan logam 4. dan bahan paking dan logam sifat logam ferro& logam Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Mengidentifikasi logam ferro& logam non ferro.Prod/H. 6. 3. Menjelaskan logam mulia. 2.Bahan Logam dan Bukan Logam II.1 . Memilih bh plastik. Menjelaskan logam berat ringan. Menjelaskan non ferro.

Selain dua kelompok tersebut ada kelompok lain yang dikenal dengan nama metaloid (menyerupai logam) yang sebenarnya termasuk bahan bukan logam. tembaga. dan lain-lain. Logam berat adalah apabila berat jenisnya lebih besar dari 5 kg/dm 3. Uraian Materi (1). Misalnya : aluminium. magnesium. Kegiatan Belajar Bahan Logam Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mengklasifikasikan. memilih. b. seng. Bahan teknik dapat digolongkan dalam kelompok logam dan bukan logam. timah. a. natrium. Dari semua jenis logam dapat digolongkan menjadi logam murni dan logam paduan. Logam ringan adalah apabila berat jenisnya lebih besar dari 5 kg/dm 3. struktur. Pengelompokan Bahan Logam Ilmu logam adalah suatu pengetahuan tentang logam-logam yang menjelaskan tentang sifat-sifat. pembuatan. (b). Misalnya : nikel. Logam dapat digolongkan pula dalam kelompok logam ferro yaitu logam yang mengandung besi. dan besi. mengidentifikasi. Dari semua golongan logam dapat dibedakan menjadi lima bagian yaitu : (a). 1. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II .2 . bahan logam dan sifat-sifatnya. pengerjaan dan penggunaan dari logam dan paduannya.Bahan Logam dan Bukan Logam B. dan logam non ferro atau logam bukan besi. Logam paduan artinya logam yang dicampur dengan logam lain atau bahkan dicampur dengan bukan logam. titanium. kromium.

Memadukan dua logam yang lemah dapat diperoleh logam paduan yang kuat dan keras. Besi murni adalah bahan yang lunak sedangkan zat arang (bukan logam) adalah bahan yang rapuh.3 . terutama zat arang/karbon. Bijih logam tersebut masih terikat dengan unsur-unsur lain sebagai oksida. (e). sulfida atau karbonat. Logam Ferro Logam ferro adalah adalah logam besi. misalnya : uranium dan radium. Dengan memadukan dua logam atau lebih dapat diperoleh sifat-sifat yang lebih baik dari pada logam aslinya. Dalam penggunaan dan pemakaian pada umumnya.Bahan Logam dan Bukan Logam (c). Logam murni dalam pengertian ini adalah logam yang tidak dicampur dengan unsur lainnya atau pengertian lain yaitu yang diperoleh dari alam (hasil tambang) dalam keadaan murni dengan kadar kemurnian 99. tetapi besi murni terlalu lunak dan rapuh sebagai bahan kerja. dan titanium. Besi merupakan logam yang penting dalam bidang teknik. bila dipadukan menjadi logam yang keras dan kuat dengan nama perunggu. Logam pada umumnya terdapat di alam (tambang) dalam bentuk bijih-bijih berupa batuan atau mineral. Misalnya tembaga dan timah. (d). logam tidak merupakan logam murni melainkan logam paduan. (a). konstruksi atau pesawat. Oleh karena itu besi selalu bercampur dengan unsur lain. perak dan platina. mIsalnya: emas. Logam mulia adalah logam yang tidak dicampur dengan logam lain atau unsur lain sudah dapat digunakan sebagai bahan teknik. Logam refraktori yaitu logam tahan api. Misalnya : wolfram. Logam radioaktif . Sebutan besi dapat berarti : Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II .99 %. paduan besi dengan zat arang menjadi baja yang keras dan liat. keduanya adalah logam yang lunak. molebdenum.

Bahan Logam dan Bukan Logam 1. 2. Unsur-unsur dalam campuran itulah yang mempengaruhi sifat-sifat besi atau baja pada umumnya.4 . Logam ferro juga disebut besi karbon atau baja karbon. Disebut besi tuang kelabu karena karbon tidak bersenyawa secara kimia dengan besi melainkan sebagai karbon yang lepas yang memberikan warna abu-abu kehitaman. Besi teknik adalah yang sudah atau selalu bercampur dengan unsur lain. Pembuatan besi atau baja dilakukan dengan mengolah bijih besi di dalam dapur tinggi yang akan menghasilkan besi kasar atau besi mentah. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Besi teknik terbagi atas tiga macam yaitu : 1.7 % dan dapat ditempa.6 % dan tidak dapat ditempa. yaitu bahan untuk membuat benda jadi maupun setengah jadi. 2.7%. Besi murni dengan simbol kimia Fe yang hanya dapat diperoleh dengan jalan reaksi kimia. Baja atau besi tempa yaitu kadar karbonya kurang dari 1. 3. Bahan dasarnya adalah unsur besi (Fe) dan karbon ( C) .3 sampai 3. tetapi sebenarnya juga mengandung unsur lain seperti : silisium. dan disebut besi tuang putih karena karbon mampu bersenyawa dengan besi. Besi tuang yang kadar karbonya antara 2. belerang dan sebagainya yang kadarnya relatif rendah. fosfor. Besi kasar belum dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat benda jadi maupun setengah jadi. Besi mentah atau besi kasar yang kadar karbonya lebih besar dari 3. oleh karena itu. Logam yang dihasilkan oleh dapur baja itulah yang dikatakan sebagai besi atau baja karbon. tetapi unsur zat arang (karbon) yang paling besar pengaruhnya terhadap besi atau baja terutama kekerasannya. mangan. besi kasar itu masih harus diolah kembali di dalam dapur-dapur baja.

baik dalam teknik bangunan dan mesin.5 . nekel. molebdenum. Logam non fero juga digunakan untuk campuran besi atau baja dengan tujuan memperbaiki sifat-sifat bajja. (2). Kecuali logam non ferro murni. sehingga dapat digunakan dalam keadaan murni. kromium. misalnya ketahanan kimia dan daya hantar listrik yang baik serta cukup kuat. platina. Bukan logam selain digunakan sebagai bahan pengganti logam untuk beberapa keperluan juga sangat dibutuhkan sebagai bahan utama sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan sifat-sifatnya yang khas untuk berbagai keperluan. karena biasanya sifat-sifatnya belum memenuhi syarat yang diinginkan. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Sedangkan dari logam non ferro ringan antara lain: magnesium. kalsium dan sebagainya. bangunan umum. teknik proses. ketiga jenis logam ini hanya digunakan untuk keperluan khusus. Dari jenis logam non ferro berat yang sering digunakan uintuk paduan baja antara lain. maupun keperluan lainya. Logam non ferro murni kebanyakan tidak digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam lain. titanium. Bukan Logam Bahan bukan logam ternyata selalu dibutuhkan. Bahan bukan logam yang penting untuk bahan teknik antara lain dapat digolongkan sebagai berikut. emas dan perak tidak dipadukan karena sudah memiliki sifat yang baik. Tetapi karena harganya mahal. wllfram dan sebagainya. Logam Non Ferro dan Paduannya Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe).Bahan Logam dan Bukan Logam (b). Misalnya dalam teknik proses dan laboratorium di samping keperluan tertentu seperti perhiasan dan sejenisnya.

(e). Pengetahuan yang mendalam dari sifat-sifat bahan tersebut didasarkan pada hasil percobaan yang dilakukan dalam berbagai keadaan beban. (h). Untuk menjaga terhadap akibat yang timbul dari adanya tegangan-tegangan tersebut serta mempertahankannya pada batas-batas yang diperbolehkan bagi suatu pembebanan. cair. Bahan las. dinamis atau kedua-duanya. Bahan bakar : padat. kekuatan dan sebagainya. (g). keuletan. Percobaan bahan untuk mengetahui sifat-sifat yang dimiliki itu dapat dilakukan dengan beban statis. apabila bebanya Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II .6 . Macam-Macam Sifat Logam Dalam pemakaianya semua partikel dan struktur logam akan terkena pengaruh gaya luar yang dapat menimbulkan tegangan-tegangan sehingga menimbulkan deformasi atau perubahan bentuk. Percobaan dengan beban dinamis ialah apabila beban ditingkatkan secara cepat dan mendadak. besarnya beban. mestinya sudah didasarkan atas sifat-sifat dari bahan. (d). (3). baik kekerasan. Karet.Bahan Logam dan Bukan Logam (a). dan isolasi getar. maka diperlukan pemahaman tentang bahan-bahan yang cocok untuk suatu keperluan dari berbagai perencanaan. Misalnya pada percobaan tarik. dan percobaan tekan. (f). puntir. bengkok. serta waktu pembebanan. dan gas. Bahan asah. Bahan isolasi : isolasi panas. Bahan paking : perapat cairan dan perapat gas. isolasi listrik. (b). Percobaan berulang-ulang atau fatique (gabungan antara beban statis dan dinamis). arah beban. Bahan pelumas : minyak dan gemuk. Plastik. Percobaan dengan beban statis ialah apabila beban ditingkatkan secara teratur sedikit demi sedikit. Pembuatan barang jadi atau setengah jadi. (c).

frekuensi pembebanan dan kecepatannya. Sifat mekanis dari logam tersebut berupa kekenyalan. perubahan bentuknya karena panas. sifat menghantarkan panas. kekerasan. keuletan. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . keadaan pemuaian pada waktu menerima panas. Dari sifat fisis ini dapat ditentukan titik cair suatu bahan dan titik didihnya. dinamis. tanpa menjelaskan percobaan yang dilakukan. bahan akan mencair atau hanya mengalami perubahan bentuk dan ukuranya. batas penjalaran. dan kekuatan tekan. misalnya keadaan pada waktu terkena pengaruh panas dan pengaruh listrik. Pengaruh panas yang diterima oleh suatu bahan dengan sendirinya dapat berhubungan dengan sifat mekanis. dengan suhu tinggi maupun dibawah nol derajat. kekuatan. Dalam pembahasan ini kita akan membicarakan tentang beberapa sifat logam yang erat kaitanya dengan pemakaiannya. Beberapa sifat logam yaitu : ? Sifat Mekanis Sifat mekanis suatu logam adalah kemampuan bahan untuk menahan beban. dan sebagainya. keadaan lingkungan. besarnya beban dan kekuatan menekan bahan percobaan. atau berubah-ubah pada berbagai keadaan. ketahanan ausnya. Karena pengaruh panas yang diterimanya pada suhu tertentu. Ketentuan mengenai sifat mekanis itu menyangkut lamanya menerima beban. baik beban statis. kegetasan. ? Sifat Fisis Sifat fisis suatu logam adalah bagaimana keadaan logam itu apabila mengalami peristiwa fisika.7 . keadaan suhu pada waktu pembebanan.Bahan Logam dan Bukan Logam diberikan secara berulang-ulang dan berubah-ubah arahnya maupun besarnya beban.

maka sifat kimia dari suatu logam sangat perlu diketahui dalam hal pemilihan bahan untuk suatu konstruksi. kemampuan untuk dikerjakan dengan mesin. ? Sifat teknologis Sifat teknologis merupakan kemampuan suatu bahan dalam proses pengerjaannya secara teknis. kemampuan bahan untuk dilas. dapat dibedakan dalam berbagai keadaan beban sebagai berikut : Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . misalnya mampukah bahan itu dikerjakan dengan mesin bubut dengan hasil yang baik. bahan yang dipanaskan pada suhu tertentu dan kemudian didinginkan dengan cepat. dapatkah bahan itu dituang atau di cor tanpa penyusutan ukuran dan sebagainya. Kelarutan bahan tersebut terhadap zat kimia berhubungan erat dengan ketahanan bahan terhadap lingkungannya.Bahan Logam dan Bukan Logam Misalnya dalam proses penyepuhan. basa. dan garam. ? Sifat Kemis Sifat kemis atau sifat kimia adalah dimana bahan tersebut mampu menahan adanya zat kimia yang dikenakan pada bahan tersebut. Misalnya korosi pada logam.8 . kemampuan untuk bahan tuangan dan kemampuan untuk penempaan. Apakah terjadi oksidasi bila terkena larutan atau bahan lain. Dalam hubungannya dengan sifat mekanis suatu logam. bahan tersebut akan menjadi keras atau apabila bahan yang dipanaskan kemudian didinginkan dengan perlahan-lahan akan menjadi lebih lunak. Sifat-sifat itu meliputi . Sifat-sifat teknologis dari suatu bahan itu perlu diketahui sebelum pengolahan bahan dilakukan. Misalnya apakah bahan itu larut atau terjadi reaksi apabila terkena larutan asam. peristiwa ini disebabkan oleh reaksi kimia langsung dan elektro kimia.

Apabila gaya Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . bahan itu dikatakan lebih liat. sedangkan tegangan bolak-balik tertinggi yang mampu ditahan oleh bahan itu disebut batas kelelahan atau tegangan patah. Pada beban tarik dan beban dinamis. Beban yang diterima disebut beban dinamis.Bahan Logam dan Bukan Logam ? Sifat Mekanis dalam Pembebanan Tarik Bila suatu logam menerima beban tarik. Apabila patahanya hampir rata berkristal kasar dikatakan patahan getas. maka logam tersebut akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran akibat beban yang diterima.9 . Suatu bahan yang memiliki ketahanan patahan pada beban kejut dan pada suhu yang tinggi. ? Sifat Mekanis dalam Pembebanan Dinamis Kekuatan suatu logam dalam menerima beban bolak-balik. berbentuk lancip dan adakalanya berbentuk mangkuk dinamakan patahan liat. serta kemampuan untuk menahannya dalam beberapa kali. Jika perubahan bentuk dan ukuran tersebut tetap ada meskipun beban telah dilepaskan dan mengalami pertambahan panjang atau pengecilan penampang. bahan tersebut bersifat plastis dan perubahan bentuknya disebut deformasi palstis. ? Sifat Mekanis pada Beban kejut Beban kejut umumnya diterima oleh bahan pada saat ada gaya pukul atau beban yang diterima secara tiba-tiba. jika perubahan bentuk dan ukuran tersebut menjadi hilang kembali setelah beban dilepaskan. apabila patahanya berserat halus. disebut bahan itu liat atau ulet. Dalam suatu pembebanan sampai patah apabilah berlangsung pada suhu yang lebih tinggi dan besarnya gaya yang diterima lebih besar. bahan tersebut dikatakan tahan patah (ulet). bahan tersebut dikatakan memiliki sifat elastis dan perubahan bentuknya disebut deformasi elastis.

sedangkan tahanan redam suatu bahan dikatakan tinggi apabila bahan tersebut dapat lebih Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Suatu bahan dikatakan memiliki kekuatan bengkok yang besar atau memiliki kekuatan puntir yang besar. Bahan memiliki sifat redam yang baik apabila tahanan redamnya besar. Jika bahan tersebut mampu menahan goresan. bengkokan dan puntiran ini berhubungan erat dengan sifat ketahanan tarik dan kekerasan bahan.Bahan Logam dan Bukan Logam yang diterima lebih kecil dan dengan suhu yang lebih rendah dikatakan bahan itu lebih getas. Tahanan redam adalah kemampuan bahan untuk meredam getaran dan beban yang tiba-tiba. ? Sifat Mekanis terhadap Beban Geser dan Puntiran Beban geser adalah pembebanan yang terjadi pada tempat yang berlainan pada arah yang berbeda atau pada arah berlawanan.10 . ? Sifat Mekanis dalam Peredaman Sifat redam suatu bahan adalah sifat bahan dalam menerima beban kejut atau getaran. Pada pembebanan yang demikian ini bahan akanmendapat kemungkinan pembengkokan dan memuntir. Suatu bahan yang mampu menahan goresan dari bahan lain dan tidak tergores. berarti akan mampu digunakan untuk menahan beban gesek yang berarti tahan terhadap keausan dan dapat dikerjakan dengan mesin. apabila bahan tersebut mampu menahan gaya puntiran yang besar serta memiliki struktur kristal yang homogen (rapat). ? Sifat Mekanis untuk Kekerasan Bahan Kekerasan adalah sifat mekanis dari suatu bahan terhadap perubahan bentuk karena suatu goresan atau penekanan. berarti bahan itu lebih keras.

fase yang lain mempunyai titik cair yang rendah dan fase lainnya mempunyai titik cair yang lebih tinggi.Bahan Logam dan Bukan Logam besar menahan suatu getaran. yaitu mudah retak karena perubahan bentuk akibat beban pada suhu tersebut. ? Sifat Penjalaran Sifat penjalaran adalah pertambahan panjang secara terus-menerus pada beban yang konstan. dikatakan bahan tersebut kurang plastis. Apabila bahan tersebut mudah dibentuk dengan baik tanpa retak. pengetahuan mengenai sifat redam dari suatu bahan akan memberikan kemunngkinan pemilihan bahan yang baik untuk penumpu atau badan perkakas mesin dan alat-alat lain yang dalam kerjanya banyak menerima getaran. ? Sifat Mekanis terhadap Pengubahan Bentuk Sifat ini penting sekali diketahui untuk pertimbangan dalam pengolahan bahan mengubah bentuk. Kurangnya sifat plastis bisa disebabkan karena letak atom-atom dari kisi yang tidak teratur. atau pada paduan logam yang tidak homogen. dikatakan bahan tersebut memiliki sifat plastis yang baik. Kemampuan suatu bahan dalam keadaan padat untuk dapat diubah ke bentuk yang tetap tanpa retak dan pecah disebut sifat plastis. Apabila gejala ini terjadi pada suhu normal disebut getas dingin. maka pertambahan panjangnya tidak akan Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Sebaliknya apabila sukar diolah menjadi suatu bentuk baru atau dapat dibentuk tetapi retak. Bila suatu bahan mengalami pembebanan tarik tertentu dan tetap. Logam yang tidak plastis pada suhu tinggi disebut getas panas.11 . sehingga kandungan beberapa logam itu mempunyai titik cair yang sama.

Sifat penjalaran ini juga berhubungan dengan keuletan dan kekerasannya. Kadar kemurnian 99. sedangkan logam ringan dengan berat jenis kurang dari 5 kg/dm 3. Logam berat dan logam ringan Logam dapat diklasifikasikan sebagai logam berat dan logam ringan. Kebanyakan dari logam non ferro adalah tahan korosi karena adanya lapisan oksida yang kuat. Sifat dan Kegunaan Logam Non Ferro logam non ferro dapat digolongkan ke dalam logam non ferro berat dan logam non ferro ringan.12 . Logam murni yaitu logam dengan sifat-sifat : 1). (a). sebaliknya beban yang lunak tetapi ulet akan lebih mampu beban tarik dari pada menahan beban tekan. 4). 5). 3). Sifat mekanik logam non ferro pada umumnya kurang baik. (4). Jenis. 2). Kekuatan tarik rendah Titik lebur tinggi Daya hantar listrik baik Daya tahan terhadap karat baik Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Logam berat dengan berat jenis lebih dari 5 kg/dm 3. Sedangkan beberapa logam non ferro mempunyai daya penghantar listrik dan daya penghantar panas yang baik.9 %. ? Sifat Penekanan Bahan dikatakan getas apabila sifat tekanannya lebih tinggi dari pada sifat tariknya. logam berat dan logam ringan menurut keberadaannya terdapat dalam dua bentuk yaitu logam murni dan logam paduan.Bahan Logam dan Bukan Logam berhenti sampai batas putusnya. bahan yang keras lebih kuat menahan beban tekan dari pada menahan beban tarik. akan tetapi dapat diperbaiki dengan memadukannya.

Bahan Logam dan Bukan Logam Logam paduan yaitu logam campuran dari dua macam logam atau lebih yang dicampur satu sama lain dalam keadaan cair. 2). 2). misalnya monel. d). b). Paduan tuang Paduan tempa Dalam logam paduan dikenal perbedaan antara paduan logam berat dan paduan logam ringan. 4). sehingga mempunyai sifat-sifat : 1). Macam-macam logam paduan yaitu. 3). Kekerasan dapat ditingkatkan dari kekerasan logam asalnya. Paduan nikel untuk logam-logam tahan karat. timah. a). sedikit seng dan timbal. metal dan sebagainya. Perunggu yaitu campuran antara tembaga. 1). c). Diantara paduan logam berat yang kita kenal antara lain sebagai berikut. Logam-logam untuk paduan berat lainnya dan kegunaan dapat dilihat dalam tabel berikut.13 . Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Kekuatan tarik dapat diperbesar Daya pemuaian dapat dikurangkan Titik lebur dapat diturunkan atau dinaikkan dibanding logam-logam asalnya. Paduan seng untuk alat-alat ukur dan bagian-bagian mesin. Kuningan atau loyang yaitu paduan antara tembaga dengan seng dan sedikit tambahan timbal.

No 1. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . tahan uap racun dan sebagainya. Kromium (Cr) Sedangkan untuk paduan logam ringan kita kenal antara lain sebagai berikut. 4. 6. kapal pesiar. kawat pijar. Mangan (Mn) Vanadium (V) Kobalt (Co) Kadmium (Cd) Paduan baja. Paduan baja tahan karat. dan bahan campuran elektoda las TIG/WIG. 2). pelapis baja tahan karat. paduan baja tahan karat. Bismut (Bi) Paduan bahan yang digunakan dalam sekeringSekering. 7. alat-alat rumah tangga dan sebagainya. Untuk alat-alat kedokteran dan paduan lainnya. kendaraan bermotor. misalnya duralumin yang biasa digunakan untuk badan pesawat terbang. pipa-pipa. Paduan baja perkakas potong. Paduan titanium banyak digunakan untuk paduan aluminium sebagai logam ringan yang banyak dipakai pada konstruksi pesawat terbang. 3. Molibdenum (Mo) Tantalum (Ta) Paduan baja.Bahan Logam dan Bukan Logam Tabel 1. Nama Paduan Wolfram/tungsten (W) Kegunaan Untuk paduan baja. Macam-macam Paduan dan kegunaannya. Aluminium dan paduannya yang banyak digunakan untuk paduan logam ringan. 3). 5. Paduan logam-logam bantalan. 9. Sebab magnesium mempunyai daya gabung yang tinggi terhadap oksigen dan mudah terbakar. 2. dan alat rontgen. Paduan magnesium digunakan hanya bila dalam konstruksi mesin yang factor berat menjadi pertimbangan utama.14 . 1). 8. pelapis logam dan pelindung tahan karat.

Diantara logam mulia yang kita kenal adalah emas. Radioaktif adalah radiasi elektromagnetik dan penyebaran partikel pada saat terjadi perubahan spontan suatu inti atom atau disebabkan pembelahan inti secara spontan. Logam mulia Logam mulia adalah logam yang dalam keadaan tunggal sudah dapat dipakai sebagai bahan teknik. logam refraktori. logam berat. Bahan teknik dapat digolongkan dalam kelompok logam dan bukan logam. 4. Rangkuman 1. perak dan platina. Diantara logam radioaktif yang kita kenal adalah uranium. Logam radioaktif Logam radioaktif adalah bahan yang menunjukkan gejala radioaktif karena radionuklida. Logam ferro juga disebut besi karbon atau baja karbon. dengan sifat-sifat yang baik sesuai dengan yang diinginkan.15 . 3. dan logam radioaktif. logam mulia. Pada umumnya bahan logam belum memiliki sifat-sifat yang baik apabila tidak dicampur dengan bahan lain nya dan tidak memenuhi syarat sebagai bahan teknik. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . radium dan plutonium. paduan besi dengan zat arang menjadi baja yang keras dan liat. c.Bahan Logam dan Bukan Logam (b). Dari semua golongan logam dapat dibedakan menjadi lima bagian yaitu. Besi murni adalah bahan yang lunak sedangkan zat arang (bukan logam) adalah bahan yang rapuh. artinya dalam keadaan murni tanpa dicampur dengan bahan logam lain sudah dapat diproses menjadi barang jadi atau setengah jadi. Bahan dasarnya adalah unsur besi (Fe) dan karbon ( C). logam ringan. 2. kecuali logam mulia tersebut. (c).

Uraikan dengan singkat logam ferro dan logam non ferro. 6. sifat kemis. 1. sifat dan kegunaan logam non ferro. 4. Apa yang dimaksud logam berat dan logam ringan. Beberapa sifat logam yang penting adalah : Sifat mekanis. 8. teknik proses. 9.Bahan Logam dan Bukan Logam 5. Sebutkan sifat-sifat logam dan jelaskan dengan singkat. bangunan umum. Tugas Setelah anda membaca dan memahami bahan logam. Jelaskan logam mulia dan sebutkan contohnya. 3.16 . Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Logam dapat diklasifikasikan sebagai logam berat dan logam ringan. sifat fisis. Jelaskan jenis. 2. 10. maupun keperluan lainya. 7. 6. Apa yang dimaksud sifat mekanis pada logam. dan sifat teknologis. 9. d. 8. Jelaskan kegunaan logam non ferro. 7. Apakah logam radio aktif yang dimaksud. cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini. 5. Sebutkan macam-macam bijih besi untuk membuat besi dan baja. Kebanyakan dari logam non ferro adalah tahan terhadap korosi. baik dalam teknik bangunan dan mesin. Dengan demikian anda akan dapat memahami dan menjelaskan lebih jauh dari materi ini. Bahan bukan logam sangat dibutuhkan. 10. Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe). Pembuatan besi atau baja dilakukan dengan mengolah bijih besi di dalam dapur tinggi yang akan menghasilkan besi kasar atau besi mentah. Jelaskan reaksi utama pada proses dapur tinggi.

Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu melihat teori proses pembuatan besi kasar yang diuraikan sebelumnya. d.0 % 2. b.0 – 3.17 . Kg/dm 3 a. Logam berat mempunyai berat jenis ……….2 % 2. logam besi logam berat logam ringan logam mulia 2.6 % 2. Besi tuang mempunyai kadar karbon (zat arang) antara …. a.1 – 3.02.Bahan Logam dan Bukan Logam Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban.1) Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a. c. c. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda dalam hasil latihan itu. Yakinlah dalam pertemuan tersebut anda akan dapat memecahkan persoalan itu. bawalah persoalan tersebut ke dalam pertemuan tutorial. c. a. b. d. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . 1. b. d. 2.6 % 3.3 – 3. 4 5 6 7 yang dimaksud logam ferro adalah …. b. e. Tes Formatif (H.6 – 4. atau d. Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam diskusi kelompok. Oleh karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan siswa/kelompok lain. c.

Logam mulia adalah logam seperti …… a. c.Bahan Logam dan Bukan Logam 4. Kemampuan logam untuk menahan beban statis. Kemampuan logam dalam proses pengerjaan secara teknis disebut a. d.. d. c. c. b. perak dan perunggu Emas. a. Sifat Kemis Sifat fisis Sifat teknologis Sifat mekanis Sifat fisis Sifat mekanis Sifat teknologis Sifat kemis 6. perak dan platina tembaga. c. d. dan dinamis disebut …. Sifat redam Sifat penjalaran Sifat tarik Sifat geser 8. Kemampuan bahan menerima beban kejut atau getaran disebut …. b. Timbal. b. b. b. a. Unsur paduan untuk perkakas potong adalah…… a. c. nikel dan aluminium Silisium (Si) Kobalt (Co) Mangan (Mg) 9.18 . c. Sifat teknologis Sifat kemis Sifat fisis Sifat mekanis 5. d. 7. aluminium dan nikel Perak. d.. a. Kemampuan logam untuk menahan adanya zat kimia disebut . b. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II .

d.100 % : Baik Sekali 80 % . Tidak tahan korosi. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . 10.. a. bila bagus. Mudah korosi. anda harus mengulangi kegiatan belajar ini.Bahan Logam dan Bukan Logam d. c. Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir Buku Materi Pokok ini. Tahan panas Kebanyakan dari logam non ferro adalah tahan terhadap …. Rumus : Jumlah Jawaban Anda yang benar ______________________________ 10 Tingkat Penguasaan = X 100 % Arti tingkatan penguasaan yang anda capai : 90 % . tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah 80 %. terutama pada bagian yang belum anda kuasai. Karbon (C) Korosi.19 . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar.79 % : Cukup < 69 % : Kurang Bila tingkat penguasaan anda mencapai 80 % ke atas. anda dapat meneruskan ke kegiatan belajar berikutnya. b.89 % : Baik 70 % . kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi Kegiatan Belajar ini.

besi tuang. tibel. Bahan yang digunakan adalah : ? Modul ? Macam-macam bahan logam ferro seperti . Lembar Kerja : (1). Keselematan dan Kesehatan Kerja (K3) ? Sarung tangan ? Sepatu kerja ? Helm kerja ? Pemadam kebakaran Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . (3). besi cor.20 . dan lain-lain. kuningan. Langkah kerja : ? Menyiapkan bahan logam ferro dan logam non ferro ? Mengidentifikasi bahan logam ferro dan logam non ferro ? Memilih bahan logam ferro dan logam non ferro (4). dan baja. Alat ? ? ? ? ? ? ? ? OHP LCD Papan tulis Mesin gergaji besi Ragum/tanggem Peralatan ukur Peralatan tulis Tool set (2). Logam non ferro seperti aluminium. besi tempa.Bahan Logam dan Bukan Logam f. tembaga.

udara. b. atau dibuat dari bahan asal batu bara. a. batu kapur. Plastik Plastik merupakan bahan yang sangat penting dalam dunia permesinan dan industri modern. gas alam. mengidentifikasi. Uraian Materi Bahan bukan logam digunakan dalam bidang teknik. (1). Sifat-sifat plastik pada umumnya adalah sebagai berikut. c. Plastik adalah bahan sintetis berasal dari minyak mineral. selain itu bahan bukan logam digunakan untuk menggantikan pemakaian logam pada beberapa alat dan bagian konstruksi. bahan sintetis lebih murah dan lebih cepat dari pada bahan tambang. Pengolahan bahan-bahan sintetis lebih murah dibandingkan dengan bahan yang didapat dari pertambangan. Cukup ulet dan kuat. karena memiliki sifatsifat yang dibutuhkan dari suatu bagian konstruksi yang tidak dimiliki oleh bahan lain.Bahan Logam dan Bukan Logam 2. b. tetapi kekuatannya di bawah logam. a. karena bahan bukan logam memiliki sifat yang mirip dengan logam. dari industri kecil sampai industri besar. air dan juga dari binatang dan tumbuh-tumbuhan. Bahan Bukan Logam Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mengklasifikasikan. sebagian dapat mengapung dalam air. Bahan sintetis banyak digunakan digunakan pada industri permesinan. Tahan korosi oleh atmosfer ataupun oleh beberapa zat kimia.21 . Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Pengolahannya dapat dikerjakan pada proses panas dan tekanan. Sehingga kalau ditinjau dari segi ekonomi dan proses. Berat jenisnya cukup rendah. memilih bahan bukan logam serta sifat-sifatnya.

tread bushing. Proses itu berlangsung pada temperatur tinggi. Beberapa bahan plastik koefisien geseknya sangat rendah sehingga sering digunakan sebagai bantalan kering. Bahan plastik dibagi dalam dua golongan yaitu plastik termoseting dan thermoplastik. b. Kecenderungan memuai yaitu menjadi lebih panjang dengan adanya beban. Suhu diatas 2000 C sifatnya menjadi kurang baik. Termoseting Bahan ini keras dan mempunyai daya tahan panas yang tinggi. ada yang transparan.22 . lalu tutup cetakan dibuka dan benda tersebut diangkat. (a). kemudian ditekan dengan gaya kira-kira 150 atm. Untuk mendapatkan permukaan benda yang halus cetakan harus dipoles. dan bearing bushing. Terjadi perubahan polimer selama pemakaian yang kemungkinan sekali karena aksi dari sinar ultra violet. c. Proses pengerjaan plastik termoseting adalah sebagai berikut. bAhan ini akan mencair dan memenuhi model. Bahan baku (resin) berbentuk biji-biji kering dan bahan tambahan dimasukkan kedalam cetakan lalu dipanaskan hingga 1500 C. a. Bahan termoplastik mulai melunak pada suhu yang rendah. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . sedikit mempunyai wujud yang menarik dan dapat diberi warna. Keburukan-keburukan dari plastik adalah sebagai berikut. Selanjutnya dipanasi lagi hingga bahan tersebut mengeras. terutama digunakan dalam pembuatan alat-alat listrik.Bahan Logam dan Bukan Logam d. Sifat mekanik dari plastik adalah tidak mudah pecah dan rapuh.

termoplastik Thermoplastik tersusun dari molekul-molekul panjang. Suhu pemanasan yang menyebabkan proses ini dinamakan suhu pelunak. Jika termolas dipanaskan untuk menjaga keseimbangan maka molekul panjang akan bergerak lebih banyak. poliamide dan Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . ? Metode pembentukan termoplastik yaitu. Jikalau molekul panjang itu diumpakan sebagai sebuah garis yang ditarik dan kita letakkan dua buah molekul panjang berdampingan maka memperlihatkan suatu gambaran dari suatu termoplas dalam keadaan padat. politilen. Dalam keadaan itu bahan dikatakan plastik.Bahan Logam dan Bukan Logam (b). polivinil khlorida.23 . Bahan-bahan termoplastik adalah polietilen. suhu pada saat tersebut dinamakan suhu lumer dan bahan menjadi cair. Antara fasa padat dan cair terdapat fasa antara tambahan. pembentukan injeksi khususnya dilakukan untuk polistiren. polistiren. molekul panjang akan bergerak keluar dari keseimbangannya dan berpindah tempat terhadap satu sama lain. ? Proses pembentukan vakum. ? Pembentukan dengan injeksi. pembentukan cara ini dilakukan untuk komponen yang relatif besar. dalam metode ini tidak dibutuhkan cetakan yang mahal ataupun mesin yang mahal. Jadi termoplastik adalah bahan yang menjadi plastis karena pemanasan dan bentuknya poliester. mesin extruder dapat juga digunakan untuk pembentukan injeksi tetapi terutama untuk dapat diubah dalam keadaan plastis itu. ? Pembentukan dengan proses ekstrusi. Bila termoplastik dipanaskan lebih lama. saat itu bahan berada dalam keadaan lunak. poliamide. Resin tersebut pertama-tama dipanaskan pada silinder pemanas kemudian ditekan melalui lubang laluan menuju ke cetakan yang mana dengan pendinginan akan menjadi cepat padat.

Sifat ini digunakan pada konstruksi dinding berganda yaitu terdiri dari dua dinding terpisah sama sekali. Ekstrusi adalah proses yang menggunakan panas dan tekanan untuk melelehkan polietilen dan polivinil klorida yang didorong melewati cetakan dengan ukuran yang sangat teliti pada produksi bersambung. penyekat bangunan. (a). Bahan penyekat suara. (b). Bahan Isolasi Bahan isolasi adalah bahan yang menyekat. pelapis kabel. bahan ini harus sedikit mungkin dapat ditembus suara dan bahan ini sangat penting dalam konstruksi bangunan kapal. arus listrik dan tidak boleh menghantarkan listrik. penyekat suara. pipa plastik. ? Produk organik sintetis yaitu polieten. ? Bahan keramik yaitu porselen dan steatif (isolator) dan kaca (lampu dan pipa). bahan ini harus tahan terhadap tegangan. ? Lapisan tekstil dan kertas yang diintgrasikan yaitu prespan (isolasi alur). Bahan isolasi dibedakan atas bahan penyekat listrik. dan film. ? Produk alam yaitu mika (kolektor) dan asbes (oven listrik).Bahan Logam dan Bukan Logam menghasilkan bahan-bahan yang panjang seperti lembaran plastik. polivinil klorida. Zat penyekat suara yang paling baik ialah udara dinding. walaupun lembabnya udara dan buruknya keadaan suhu. Bahan-bahan penyekat listrik yaitu sebagai berikut. kertas isolasi (kondensator). Bahan penyekat suara yang lain adalah Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . polisterin dan karet (kawat dan kabel). dan formaldehid (bahan penghubung). penyekat getaran. artinya yang tidak menghantarkan. dan tekstil isolasi (kumparan).24 . ? Zat cair yaitu minyak isolasi (transformator dan kabel) dan lak isolasi (kawat). (2). Bahan penyekat listrik. dan bahan penyekat konstruksi bangunan mesin. penyekat panas.

Bahan penyekat panas harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. (a). dan kertas yang dipreparasikan. pelat beton batu apung. Bahan Paking Bahan paking ialah bahan yang digunakan untuk perapat ruangan yang berisi zat cair atau gas. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Bahan penyekat panas. dan lainlainnya. (c). pelat serat kayu. pelat gabus. Konstruksi dinding berlaois dimana udara diam terdapat suara yang baik. kayu. Sifat perapatannya dibedakan atas dua jenis yaitu. dan pelat jerami. adalah perapatan bagian yang tidak bergerak terhadap satu sama lain. ? ? ? ? Koefisien panas harus rendah Daya tahan lembab yang baik Daya tahan suhu yang tinggi Masa jenis yang rendah (e). yang baik adalah udara diam mempunyai koefisien daya hantar yang paling rendah yaitu 0. pelat kumparan lunak (soft brand plate).Bahan Logam dan Bukan Logam pelat serat kayu. Bahan penyekat getaran yang terpenting adalah kulit dan karet. seperti paking tutup silinder head.25 . juga bekerja sebagai isolasi panas yang sempurna. (3). Perapat statis. pelat semen asbes. bahan ini harus dapat meredam getaran dalam konstruksi bangunan-bangunan mesin dan kendaraan. bahan ini tidak boleh menghantarkan panas dari konstruksi bangunan gedung dan konstruksi bangunan mesin. (d). pelat damar buatan.02 J/det 0 Cm. Bahan penyekat panas yang lain ialah. karter. Bahan penyekat bangunan. Bahan penyekat getaran.

serat kain tua.26 . serat jerami dan serat kertas tua. tekanan. ? Fiber. Bahan paking bukan metalik. ? Alat perapat statis dan dinamis ? Kulit. bahan ini terbuat dari karet alam dan jenis karet sintetis karena kekenyalanya yang besar termasuk bahan paking yang terbaik. setengah metalik dan metalik. adalah perapatan bagian-bagian yang bergerak terhadap satu sama lain. Kulit selain dipakai dalam bentuk gelang juga paking pelat-pelat. bahan ini berasal dari kulit pohon gabus. Gabus ini diikat berupa pelat dan digunakan sebagai paking pelat. Akan tetapi bahan paking ini hanya sesuai untuk media tertentu yaitu pada suhu. ? Gabus. Sebagai serat digunakan serat kayu.Bahan Logam dan Bukan Logam (b). terutama digunakan dalam bentuk manset sebagai paking perapat untuk batang. Perapat dinamis. fiber ini biasanya digunakan sebagai paking pelat . ? Alat perapat statis ? Kertas dan karton. perapatan dinamis ini dapat dibedakan dalam dua kelompok. (a). adalah bahan kulit binatang yang disamak dengan asam krom mineral dinamakan kulit krom. yaitu perapatan bagian-bagian yang bergerak bolak-balik terhadap satu sama lain dan perapatan bagian-bagian yang berputar terhadap satu sama lain. dan kecepatan yang tidak Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . ? Karet. bahan yang terbuat dari campuran serat yang ditambah dengan perekat dan bahan pengisi. Bahan paking dibedakan dalam kelompok bukan metalik. bahan terdiri dari lapisan-lapisan kertas yang diimpregnasikan (dijenuhkan) dengan damar buatan.

paking ini dibuat dalam berbagai bentuk. ialah plastik termoplastis dalam keadaan murni daya tahan kimianya baik dan daya tahan suhunya kira-kira 260 0C akan tetapi. dan rami diimpregnasikan dengan bahan pelumas yang dipilih secara khusus dan dijalin menjadi paking bujur sangkar untuk digunakan sebagai paking sumbat tabung. Paking karet digunakan untuk perapat pipapipa air. (b). ? Alat perapat dinamis ? Katun dan rami. asbes biasanya diberi campuran karet dan grafit.Bahan Logam dan Bukan Logam terlampau tinggi. adalah silikat magnesium yang ditemukan di alam dalam bentuk serat. akan tetapi. Bahan paking setengah metalik. Keseluruhannya diimpregnasikan dengan suatu massa tahan panas dan kemudian diberi grafit pada salah satu sisi atau kedua belah sisinya. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . bahan ini sering juga ditambahkan kepada asbes sebagai bahan impegnasi. Politetrafluoereten digunakan sebagai paking pelat dan paking sumbat tabung dan terseia dalam berbagai macam bentuk. ? Asbes dengan kasa baja. ? Politetrafluoreten. bahan ini berasal dari tumbuh-tumbuhan. tersedia dalam bentuk palet. ? Alat perapat statis ? Karet dengan kasa tembaga. ? Asbes dengan kasa tembaga. pada kedua belah sisi kasa baja yang ditenun rapat dan kuat ditempelkan dengan tekanan tinggi suatu lapisan tipis. paking ini terdiri dari kain asbes yang ditenun dengan tembaga. Asbes digunkan sebagai paking pelat dan paking sumbat tabung. katun. Dalam bentuk itu daya tahan suhunya kira-kira 500 0 C. seperti benang kenaf. ? Asbes.27 . dan lain-lain.

Bahan ini digunakan dalam bentuk gelang persegi panjang. c. tembaga. Bahan bukan logam digunakan dalam bidang teknik. 3. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . ? Alat perapat dinamis terbuat dari bahan logam putih yang digunakan sebagai paking sumbang tabung dalam berbagai bentuk. udara. Bahan sintetis banyak digunakan pada industri permesinan. asbes diberi sati lapisan tipis salut tembaga dan dapat diperoleh sebagai barang jadi (gelang dan paking kepala). Rangkuman 1. Sifat-sifat mekanik dari plastik adalah tidak mudah pecah dan rapuh. terbuat dari baja. 2.Bahan Logam dan Bukan Logam ? Asbes dengan salut tembaga yang tipis. batu kapur. aluminium. bulat.28 . (c). 4. Bahan paking metalik ? Alat perapat statis. air dan juga dari binatang dan tumbuh-tumbuhan. bentuk lensa. bulat telur. atau bentuk lain yang diinginkan. gas alam. Plastik merupakan bahan yang sangat penting dalam dunia permesinan dan industri modern. dan nikel. 6. Pengolahan bahan-bahan sintetis lebih murah dibandingkan dengan bahan yang didapat dari pertambangan. atau dibuat dari bahan asal batu bara. timbel. Plastik adalah bahan sintetis berasal dari minyak mineral. Bahan plastik koefisien geseknya sangat rendah sehingga sering digunakan sebagai bantalan kering. 5. dari industri kecil sampai industri besar. loyang. karena memiliki sifat-sifat yang dibutuhkan dari suatu bagian konstruksi yang tidak dimiliki oleh bahan lain. 7.

dan bahan penyekat konstruksi bangunan mesin. Bahan apa saja yang digunakan untuk membuat paking. 9.Bahan Logam dan Bukan Logam 8. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda dalam hasil latihan itu. 6. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu melihat teori bahan bukan logam yang diuraikan sebelumnya. penyekat bangunan. 2. sebutkan. Sebutkan bahan paking/perapat dinamis yang sering dipakai. d. artinya yang tidak menghantarkan.29 . 9. 7. Bahan isolasi adalah bahan yang menyekat. Sebutkan keburukan dari plastik Jelaskan metode pembentukan termoplastik. Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . penyekat panas. Bahan bukan logam banyak digunakan pada komponen permesinan. Dengan demikian anda akan dapat memahami dan menjelaskan lebih jauh dari materi ini. 3. 8. Bahan isolasi dibedakan atas bahan penyekat listrik. penyekat getaran. Sebutkan bahan paking/perapat statis. Sebutkan sifat-sifat plastik pada umumnya. 1. Apa yang dimaksud bahan isolasi dan. Tugas Setelah anda membaca dan memahami bahan bukan logam. Bahan paking sangat penting. penyekat suara. Bahan plastik dibagi dalam dua golongan yaitu plastik termoseting dan thermoplastik. Jelaskan bahan utama dari plastik. 4. 5. Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Oleh karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan siswa/kelompok lain. cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini. 10. sebutkan manfaatnya.

dan terjadi perubahan bahan. a. b. Lembar Tes Formatif (H. a. d. d. Proses pengerjaan plastik termoseting dipanaskan sampai …0C. b. Bahan bukan logam diantaranya adalah …. a. dan terjadi perubahan polimer. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . Kecenderungan memuai. dan tahan panas tinggi Tahan benturan. b. dan terjadi perubahan polimer. Keburukan-keburukan bahan plastik diantaranya adalah …. c. Tahan korosi.02. c. d. ulet dan kuat Tahan korosi. Berat jenis besar. c. c. Kecenderungan ulet. b. ulet dan kuat Tahan korosi. a. Kecenderungan getas. 3. Berat jenis rendah.30 . bawalah persoalan tersebut ke dalam pertemuan tutorial. ulet dan kuat Kecenderungan kuat. Yakinlah dalam pertemuan tersebut anda akan dapat memecahkan persoalan itu. dan terjadi perubahan bentuk. b.2) Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a. e. b. Sifat-sifat dari bahan plastik adalah …… a. 4. 1. Berat jenis rendah. atau d. d.Bahan Logam dan Bukan Logam diskusi kelompok. Berat jenis rendah. Proses pembentukan termoplastik diantara nya dengan ……. 130 140 150 60 Pembentukan dengan injeksi Pembentukan dengan tekanan 5. Nikel Plastik Aluminium Timbal 2. c.

tembaga. aluminium. a. b. d. d. Bahan penyekat listrik yang sering digunakan adalah …. Tembaga Aluminium Karet Timbel perak. Bahan paking Bahan tambang Bahan statis Bahan dinamis 8. Bahan yang digunakan untuk perapat rongga yang berisi zat cair atau gas adalah …. d. Pembentukan dengan kekuatan Pembentukan dengan tempa 6. d. c. tembaga. Alat perapat statis terbuat dari bahan …. a. timbel. 10. aluminium. timbel. loyang.31 . c. timbel. Besi.Bahan Logam dan Bukan Logam c.. c. a. a. dan mangan Logam cor Logam abu-abu Logam coklat Logam putih 9. loyang. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . c. b. dan nikel. timbel. c. d. b.. dan nikel Baja. dan silisium. Bahan perapat pipa-pipa air biasanya menggunakan bahan …. tembaga. d. b. Kertas Aluminium Tembaga ahan keramik 7. karbon. aluminium. b. a. loyang. Baja. Alat perapat dinamis terbuat dari bahan ….

bila bagus. anda harus mengulangi kegiatan belajar ini.89 % : Baik 70 % . terutama pada bagian yang belum anda kuasai.Bahan Logam dan Bukan Logam Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar. kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi Kegiatan Belajar ini.32 . Rumus : Jumlah Jawaban Anda yang benar ______________________________ 10 Tingkat Penguasaan = X 100 % Arti tingkatan penguasaan yang anda capai : 90 % .79 % : Cukup < 69 % : Kurang Bila tingkat penguasaan anda mencapai 80 % ke atas. tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah 80 %. anda dapat meneruskan ke kegiatan belajar berikutnya. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II .100 % : Baik Sekali 80 % .

33 . dan bahan paking. (4). Langkah kerja : ? Menyiapkan bahan bukan logam ? Mengidentifikasi bahan bukan logam ? Memilih bahan bukan logam (4). Keselematan dan Kesehatan Kerja (K3) ? Sarung tangan ? Sepatu kerja ? Helm kerja ? Pemadam kebakaran Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran II . bahan isolasi. Alat ? ? ? ? ? ? ? ? OHP LCD Papan tulis Mesin gergaji besi Ragum/tanggem Peralatan ukur Peralatan tulis Tool set (2).Bahan Logam dan Bukan Logam f. Lembar Kerja : (1). Bahan yang digunakan adalah : ? Modul ? Macam-macam bahan plastik.

Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran III .Bahan Logam dan Bukan Logam III. ? Memilih bahan logam dan bukan logam dengan tepat. EVALUASI Kompetensi Sub Kompetensi Kode Sub Kompetensi Nama Siswa Nomor Induk siswa : Teknologi Bahan dan teknik Pengukuran : Bahan Logam dan Bukan Logam : TPL-Prod/H.1 . ? Menentukan bahan logam dan bukan logam.02 : : Waktu Nilai Kognitif skill Psikomotor skill Attitude skill Produk/benda kerja sesuai standar Menjelaskan bahan logam dan bukan logam. Cermat dalam menjelaskan bahan logam dan bukan logam. ? Mengidentifikasi bahan logam dan bukan logam.

A 8. 02. A ? Kode H. A 6. 2 1.Bahan Logam dan Bukan Logam KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ? Kode H. D 5. B 10. C 7. A 6. D 4. A 8. D 7. B 9. B 2. C 4. A 3. D Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran III . 02. 1 1. C 9. C 5.2 . A 3. B 2. B 10.

menitik beratkan pada mengidentifikasi. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran IV -1 . dan setelah mengikuti uji kompetensi siswa dapat melanjutkan kegiatan belajar kemodul berikutnya. Setelah menempuh ujian atau evaluasi maka secara teknis siswa telah mampu untuk memasuki lapangan kerja. memilih dan menentukan bahan logam dan bukan logam. Untuk itu pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai proses pembuatan besi kasar dan baja sebelumnya harus tetap dikuasai. namun untuk melengkapi program diklat teknologi bahan dan teknik pengukuran. PENUTUP Pada pembelajaran kompetensi bahan logam dan bukan logam.Bahan Logam dan Bukan Logam IV. Untuk selanjutnya menempuh uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Panitia Uji Kompetensi dan Sertifikasi (PUKS) untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Sekolah merekomendasikan siswanya untuk mengikuti uji kompetensi kepada PUKS.

Pelumas. Yanmar Indonesia. Warsowiwoho dan Gandhi Harahap. Bumi Aksara. Jakarta. Jakarta. Buku Petunjuk Mesin Diesel Yanmar.Bahan Logam dan Bukan Logam DAFTAR PUSTAKA Adnyana. Surakarta. Kompetensi : Teknologi Bahan dan Teknik Pengukuran . American Society For Metals. Institut Sain dan Teknologi Nasianal. Hari Amanto dan Daryanto. Jakarta. 1980. Pradnya Paramita. Bahan Bakar. 1984. 2001. 1999. Pengetahuan Bahan Teknik. Pelumasan dan Servis. Suyanto. 1 Properties and Selection Iron and Steels. Metalurgi Las (Welding Metalurgy). PT. Pradnya Paramita. Yanmar Diesel. Jakarta. PT. 1993. New York. Bahan Bakar dan Minyak Lumas. Bangyo Sucahyo. Metals Handbook Ninth Edition Vol. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Jakarta. Ilmu Logam. 1999. Tata Surdia dan Saito Shinroku. Jakarta. 1999. Cubberly William H. 1983. Ilmu Bahan. Sekolah Tinggi Perikanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful