BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri. Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

1

Menempatkan seni batik di era globalisasi 2 . Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia. Perkembangan batik di daerah jambi juga sudah lama berkembang. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Namun dalam perkembangan itu masih banyak diperlukan promosi ke lingkup yang lebih luas dan sekaligus sebagai busana modern yang mendapatkan tempat di tengah masyarakat. Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya termasuk kerajaan yang ada di daerah Jambi.4 Manfaat Penulisan 1) 2) 3) Mensosialisasikan seni batik di Indonesia ke era globalisasi. Menanamkan rasa kecintaan terhadap seni daerah. 1. serta garamnya dibuat dari tanah Lumpur. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu. tinggi.3 Tujuan Penulisan Untuk mengetahui bagaimana eksistensi seni batik di era globalisasi 1. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. dan bahan sodanya dibuat dari soda abu. nila.2 Rumusan Masalah Bagimana eksistensi seni batik daerah Jambi di era globalisasi? 1. soga.Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

dipadukan dengan arsiran-arsiran lembut tarus berkambang dalam motifnya seolah-olah beradaptasi dan mengikuti satu dami satu perkembangan zaman. warna.BAB II LANDASAN TEORI 2. motif ataupun modelnya. Kesenian batik adalah sebuah kesenian gambar diatas kain yang mejadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja zaman dahulu. Begitu seterusnya batik berkembang. yang dilihat sebagai sesuatu yang baru dimata mereka dan memiliki sebuah keunikan tersendiri.1 Sejarah Batik di Indonesia Majapahit ternyata tidak hanya meninggalkan sebuah sejarah tentang peradaban manusia. Juga tentunya sumbangan dan pengaruh agama yang ada di Indonesia pada waktu itu. Seperti tergambar dalam kain-kain selendang dan kebaya yang bergambarkan bungabunga. selain juga menjadi satu pakaian yang cook bagi mereka yang baru masuk ke dalam satu wilayah yang memiliki iklim tropis. bahkan satu cerita bisa digambarkan dalam kain-kain tenunan tersebut. Walaupun pemerintahan kolonial Belanda tidak memperbolehkan keluarga Belanda untuk menggenakan pakaian batik ketika mereka berada di tempat umum. tetapi juga mewakili sebuah identitas diri dan semangat yang terpancar dari pesona kesenian batik tersebut. Lekukan garis yang unik. Hingga mejadikan batik sebagai bagian dari satu catatan sejarah bangsa. Justru dikembangkan dalam oleh mereka. baik dalam bentuk pengembangan corak. Majapahit juga telah memperkenalkan dan menjadikan batik sebagai sala satu kesenian mereka. khususnya di Indonesia. 3 . juga ketika para pedagang China masuk ke Indonesia dan memberikan satu sumbangan lagi bagi perkambangan batik. Bukan sekedar keindahan yang berupa perpaduan dan komposisi ragam hias serta permainan warna yang mempunyai satu ciri khas tersendiri. dengan menjadikan kota Pekalongan sebagai satu wilayah basis produksi batik yang mencirikan Indo-Eropa. mereka tidak serta merta menyingkirkan kesenian batik yang merupakan identitas bangsa. Tentunya ini menunjukan ketertarikan Belanda pada kesenian batik. dan terus berkembang pada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Bahkan lebih jauh mereka telah menjadikan batik sebagai bagian dari produksi mereka. Ketika penjajah Belanda datang ke Indonesia.

Seperti halnya juga pada semua hal didunia ini. Bahkan mungkin ini adalah salah satu jenis pekerjaan yang telah berusia ribuan tahun. Tentunya nilai negatif tersebut bukan untuk kita caci.Namun ketika kita mau menelaah dan melihat kebelakang atau dalam sejarah batik. kita mampu menutup hal negatif tersebut. dan masih bertahan sampai sekarang. ada positif dan negatif. Sehingga pada langkah kedepan. zaman Kemerdekaan. terutama ketika telah ditemuakanya “Batik Cap” maka pekerjaan ini telah menjadi satu hal yang lazim bagi kaum laki-laki. Ciri khasnya telah menjadikan batik sebagai salah satu khasanah bucaya bangsa yang tak surut termakan zaman. maka tak semua yang ada dalam batik itu mempunyai sebuah nilai positif. zaman Kolonialisme. batik telah memberikan kehidupan bagi rakyat Indonesia. sampai zaman Kapitalisme sekarang ini. Sedangakan untuk internalnya. dan mengabaikan nilai negatif yang terkandung dalam sejarah batik. batik masih menjadi catu pakaian yang mengidentitaskan dan karakter bangsa Indonesia di mata Internasional. mendapatkan satu resistensi dari eksistensi batik sebagai simbol fasion Indonesia. Artinya. Namun seiring dengan perkembanganya. Dan batik juga mepunyai muatan positif-negatif tersebut. Membatik yang awalnya hanya menjadi pekerjaan dari kaum perempuan sebagai salah satu sumber mata pencaharian. Perkembangan dan transformasi budaya. Pengaruh budaya barat khususnya dalam hal mode atau fasion. satu roda perekonomian rakyat telah berjalan dengan adanya kesenian batik. Ciri khas tersebut tidak sekedar sebagai artian dari identitas semata. Batik telah mendobrak sebuah perbedaan dan pemisahan antara kaum laki-laki dan perempuan. Pada umumnya memang kebanyakan orang hanya melihat batik pada sisi positifnya saja. khususnya dalam hal pembagian kerja untuk sebuah mata pencaharian. 4 . mereka para seniman batik dapat bertehan hidup dan mencukupi kebutahan hidupnya. Dengan membatik. tenyata tak mampu menyingkirkan batik dari Indentitas bangsa. tapi bisa menjadi sebuah pijakan atau kritik terhadap batik. Walaupun fenomena umum ini tidak terjadi di daerah pesisir yang telah lazim bagi kaum laki-laki untuk membatik. Banyak hal yang baik yang bisa kita lihat dari kesenian batik. Zaman Feodalisme. Secara filosofis juga mempunyai esensi perlawanan terhadap westernisasi yang semakin pesat melanda Indonseia.

Dan tak berubah ketika Belanda masuk ke Indonesia. batik telah menjadi sebuah simbol tertentu dari satu kelas tertenu juga. 2007 ) 5 . Padahal tak ada yang salah jika batik juga digunakan sebagai pakaian sehari-hari.Harus kita akui bahwa. khususnya bagi orang-orang dewasa. Maka satu ungkapan bahwa batik telah memasyarakat adalah sabuah ungkapan yang harus direvisi. agar batik sebagai sebuah motif atau jenis pakaian. Dahulu untuk menunjukan status sosial. modelnya atau motif yang disesuaikan dengan tren yang ada. siapa. Mungkin hanya tinggal menggunakan jenis pakaian. batik juga lebih banyak digunakan oleh orangorang pada usia tertentu. batik pada awalnya hanya menjadi komsumsi pakaian bagi para raja dan orang-orang kerajaan. Hal ini menunjukan bahwa. dan dimana saja. Seperti mencari jarum ditumpukan jerami. Perjalanan sejarahnya. Sudah pasti dapat diterka. kapan. batik juga dapat digunakan oleh rakyat jelata. hanya orang dari kalangan dan status sosial tertentu saja yang akan hadir dalam acara seperti itu. Dia menjadi memasyarakat. hal negatif lain adalah. Lihat saja bagaimana saat ini metode dalam mempromosiskan batik. sekarang untuk digunakan pada agenda formal. dimana tak ada orang yang menggunakan pakaian jenis batik untuk keseharianya. Kontradiksi inilah yang harus dihancurkan.. bahkan setiap motif dan coraknya dapat menentukan status dan keberadaan sosialnya. Batik telah menjadi penanda kelas sosial tertentu. dan juga umumnya hanya digunakan pada hari tertentu saja atau formal saja. namun hanya ruangnya saja yang berbeda. Ini sama saja dengan mengulang sejarah kelam batik. (Gumilang. Tak hanya itu. Menunjukan pula bahwa batik hanya menjadi milik dari orang-orang yang memiliki status sosial sebagai kelas atas. ketika tak ada satu norma atau adat yang menghalanginya untuk dapat digunakan oleh masyarakat. Mungkin ini adalah kata kiasan tentang anak muda yang menggenakan pakaian batik. Menggelar satu pameran di gedung mewah atau dengan mengadakan pagelaran busana dengan tema batik. Tetapi tetap dengan motif yang berbeda dibandingkan dengan batik yang digunakan oleh para bangsawan. yang dibedakan berdasarkan ras dan stataus sosial. Hal ini dapat kita lihat di sekeliling kita.

bunga pauh dan kembang duren sebagai motif terbaik. Wisma Batik Seri Tanjung di Jalan Prof Dr Sri Sudewi. Dari 20 peserta termasuk Provinsi Jambi Dekranasda Provinsi Jambi tampil pada pameran mutumanikam nusantara di Museum Nasional Jakarta yang dibuka oleh Ny Ani Susilo Bambang Yudoyono pada 29 November hingga 2 Desember 2007 lalu. Disamping pewarnaan batik dengan zat kimia. Menarik garis lurus. 6 . Tangan terampil remaja putri. mendatar. yang mendorong pengrajin atik untuk berkreasi. telah berbuat dan mengangkat nama Provinsi Jambi di dunia kerajinan. Seperti Sanggar Batik Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Mudung Laut. Kecamatan Pelayangan. Pengembangan motif tradisional yang tak terlepas dari gagasan Ny Hj Ratu Munawwaroh Zulkifli yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Jambi itu. Dalam pameran tersebut Dekranasda Provinsi Jambi mendapat penghargaan sebagai disain tradisional Indonesia kontes desain mutumanikam nusantara 2007. dan bahkan nenek-nenek kembali memegang canting. ( Dekra.2 Kesenian Batik Jambi Dari segi pembuatannya Batik ada 3 macam : batik Tulis. 2008) Setelah terpuruk saat krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis multidimensi tahun 1998. Diantaranya motif batik seperti riang-riang. Tanda-tanda kehidupan pun tampak. Kota Jambi. mengikuti pola atau berimprovisasi mengikuti suasana hati. Selain itu juga meraih penghargaan dalam pengembangan motif tradisional. ternyata mendapat perhatian serius dari pusat. Batik Cap dan Printing. dan melengkung mengukir hari depan di atas kain. Sanggar batik yang ada berderak. perkembangan batik khas Jambi kembali menggeliat sejak tiga tahun lalu. kaum ibu. di Jambi secara tradisional tetap terpelihara penggunaan warna alam.2. Upaya yang telah dilakukan Dinas Perindag Provinsi Jambi dan Dekranasda Provinsi Jambi dalam meningkatkan promosi perhiasan emas dan perak yang bermotif tradisional khas Jambi. berkelok. Batik Cap di Jambi dikembangkan dengan Batik kreasi.

“Saat ini di Provinsi Jambi terdapat lebih dari 1. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi. dan aroma zat pewarna kembali menyengat. Seiring dengan itu. Sekitar 80 persen di antaranya berada di Kota Jambi. Sejak awal tahun 2008. diminati. sutra. Dengan kekuatan warna dan motif yang khas. Industri kecil rumah tangga yang mengelola batik secara sederhana menggelinding dan berkembang menjadi komoditas unggulan daerah ini sehingga menampung banyak tenaga kerja. bisnis bahan baku batik pun terangkat.3 Batik sebagai Busana Pilihan Busana dari kain batik yang biasa dikenakan hanya dalam acara-acara formal atau menjadi pakaian dinas bagi pegawai negeri kini kembali populer. dan bahkan luar negeri.” kata Kepala Subdinas Industri Kecil dan Dagang Kecil. serta Yayasan Bina Lestari Budaya Jambi– Kajang Lako Art Centre di Pal 10 Kenali Asam. Satu di antaranya adalah Koperasi Kajang Lako di Danau Teluk yang memasok berbagai keperluan pembatik. H Nasrul. alat tenun mesin/alat tenun bukan mesin (ATBM/ ATM). (Thahar. Berbagai jenis model busana mulai dari pakaian santai.Telanaipura. tetapi regional. Batik khas Jambi kini tidak hanya merambah pasar lokal. dicari. sampai pada gaun malam menggunakan kain batik. nasional. Begitu pula di ratusan rumah tangga di Kecamatan Pelayangan dan Danau Teluk. mulai dari kelas rumah tangga hingga pusat perbelanjaan dan hotel berbintang. pakaian kerja. serta tempat lainnya di Kota Jambi yang mengelola industri kecil batik secara sederhana. batik Jambi laris manis.500 perajin batik dengan lebih dari 100 pengusaha batik. Aroma kain baru. 2008) 2. pewarna. Usaha batik khas Jambi dengan skala menengah (20-30 pembatik) dan skala rumah tangga (2-5 pembatik) tumbuh menjamur. sampai canting. Gerai dan galeri batik tersebar. cairan lilin yang dipanaskan. bahkan diburu. 7 . batik kembali tren. mulai dari bahan dasar seperti katun.

9 triliun. Jenis batik yang paling banyak diminati pasar ekspor adalah batik untuk sarung pantai. sehingga tahun 2006 sudah mencapai 48. berkisar 20-30 persen dari total ekspor. Unit batik itu tersebar di 17 provinsi di Indonesia antara lain Jawa Tengah yang pusatnya di Pekalongan. sampai taplak meja. Sementara batik yang digunakan untuk baju atau kaus.24 persen dibanding tahun 2006 sebesar US$ 24. sarung bantal. Tidak hanya pakaian resmi dan kasual.20 persen. nilai ekspor batik tidak langsung tidak mencapai sekitar Rp 200 miliar.3 juta atau naik 20. Pada tahun 2001. Fleksibilitas kain tradisional ini membuat batik digemari. Berdasarkan data dari Departemen Perdagangan (Depdag). Batik bisa dimodifikasi menjadi pakaian dengan model-model terbaru atau tren fashion masa kini. baru-baru ini. Selang lima tahun ekspor batik khusus di daerah Jawa Tengah tahun 2007 sebesar US$ 29. Mulai dari gorden.75 persen dan Prancis 2. Badan Pengembang Ekspor Nasional juga mencatat perkembangan batik di Indonesia meningkat. yang menunjukkan peningkatan ekspor dari tahun ke tahun. Inggris 5. Nilai tersebut merupakan 36.” ujar Hartati pemilik gerai Adi Collection yang menjual batik.287 unit dengan menyerap tenaga kerja 792.46 persen dari total ekspor batik Indonesia tahun 2007. 8 . Bahannya ringan dan warnanya juga natural.59 persen dari seluruh ekspor batik dunia. kain ini memang tidak hanya ditampilkan dalam bentuk helaian. Tak heran. jadi tidak sulit untuk dimodifikasi. ketika ditemui di suatu pameran.2 juta.4 juta.27 persen. Urutan selanjutnya Jerman 5.Tren batik yang mulai bangkit di dalam negeri ternyata juga berpengaruh positif pada ekspor batik ke mancanegara.285 orang dan nilai produksinya mencapai Rp 2. Sementara tujuan umum ekspor batik adalah negara AS yang menyerap 64. sedangkan ekspor langsung nilainya US$ 3. “Batik bisa dikemas menjadi bentuk apa saja. mulai dari kalangan pejabat hingga ibu rumah tangga kini mulai gemar mengenakan batik. Tentang batik. Senada dengan Depdag. Belgia 2.39 persen. batik juga bisa dikenakan sebagai hiasan interior rumah.

melainkan menjadi konsumsi masyarakat luas. batik tampaknya semakin memasyarakat. beberapa perancang busana terkenal pun menyikapinya dengan merancang busana dengan kain batik. dan lainnya. Kain ini bukan lagi milik para petinggi kerajaan atau negara. ya batik tulis. Ketika itu batik menjadi seragam wajib para pemimpin negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Indonesia. Neneng Iskandar dalam sebuah seminar tentang batik di Jakarta baru-baru ini.Tentang tren itu. batik hanya dipakai oleh orangtua dalam acara resmi atau sekadar menjadi pakaian dinas saja. Guruh Soekarno Putra. menurut Iwan di situs Iwan Tirta Private Collection. Sampai hari ini. Guruh Soekarno Putra.” ujar Neneng yang juga membuka Galeri dan Pelatihan Batik Srihana. Terbukti dengan menjamurnya beberapa kios batik di pusat perbelanjaan ibukota. Kondisi ini sekaligus menjadi promosi bagi pengrajin batik untuk go internasional. memang merupakan seni kebangsawanan Indonesia (royal art of Indonesia). Didi Budihardjo. Oscar Lawalata. Popularitas batik saat ini. Carmanita. Ketua I Himpunan Ratna Busana Noes Moelyanto Djojomartono pun memiliki pendapat senada. Tuty Cholid. masih sebatas jenis batik cetak. wilayah Indonesia yang luas sesungguhnya menyimpan ragam kekayaan budaya kain nasional yang besar. Denny Wirawan. Perhimpunan ini bertujuan melestarikan batik dan kain nasional Indonesia. Busana batik. Tentang tren batik. saat ini kalangan anak-anak muda mulai berani mengenakan batik untuk pakaian sehari-hari. “Justru yang budaya kita pertama-tama yang makin hilang itu. khusus untuk para kepala negara yang mengikuti KTT. kepada SP mengatakan. bisa jadi tahun 1994 merupakan masa kejayaan bagi batik Indonesia. kata Ketua Sahabat Batik Indonesia. “Sekarang masyarakat sudah mencintai kebudayaan dan hasil seni sendiri. Noes menuturkan. Padahal biasanya. Sebut saja perancang Stephanus Hamy. 9 . Perancang Busana Iwan Tirta dipercaya untuk membuat delapan busana batik.” papar Guruh. Jangan sampai budaya batik tulis malah hilang atau diambil negara lain.

dan artikel media cetak dan elektronik. penulis menggunakan metode dekskriktif kualitatif biasanya menggunakan literature review di mana data di ambil dari data tertulis dan seperti dokumen.1 Teknik Pengumpulan Data Dalam penulisan karya tulis ini. Sumber data ini biasanya dari data primer dan data sekunder. sedangkan data sekunder didapatkan dengan pengumpulan buku. Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan cara menyajikan dan menerangkan data dalam bentuk kalimat yang sestematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan 10 .BAB III METODE PENELITIAN 3. jurnal. laporan jurnal dan sumber data lain.3 Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dalam karya tulis ini dikumpulkan dengan cara studi pustaka dan dokumentasi. 3. 3.2 Sumber Data Sumber data primer di dapat dengan melakukan tinjauan langsung di lapangan.

pembuatan batik Jambi masih tradisional. batik Jambi juga punya keunikan tersendiri. Seluruh proses dilakukan dengan tangan-tangan terampil para pembatik. dan aktivitas sehari-hari warga Jambi. (Suhatman. bunga pauh dan kembang duren sebagai motif terbaik dan masih banyak lagi. mereka baru memproduksi sekitar 15 ribu hingga 30 ribu meter. jauh dari sentuhan teknologi sehingga nilai seninya sangat tinggi. harga batik Jambi lebih mahal. Hingga kini. Rata-rata. Selain itu Jambi juga meraih penghargaan dalam pengembangan motif tradisional. Yang disebut terakhir ini bahkan sejak zaman penjajahan terkenal hingga ke Belanda. Demikian pula dengan motif batik yang umumnya diambil dari alam. Dibanding batik tulis atau buatan pabrik. Daya saing batik Jambi dengan batik dari daerah lain di Indonesia sangatlah ketat. tradisi membatik disejumlah daerah di Pulau Sumatra. seperti Jambi masih bertahan hingga kini. Untuk itu perlu dukungan semua pihak agar batik daerah Jambi tetap mendapatkan tempat di masyarakat. hewan. 2002). Jerman.BAB IV PEMBAHASAN 4. pembatik Jambi berjumlah sekitar 350 orang. Inggris. pembuatan batik Jambi memakan waktu lama. Bahkan akhir-akhir ini batik Jambi kembali mendapatkan penghargaan desain tradisional Indonesia kontes desain mutumanikam nusantara 2007. Sudah begitu. Itulah sebabnya.1 Batik Jambi yang Khas dan Tradisional Indonesia memang kaya dengan tradisi membatik. seperti getah kayu dan saga. Kain-kain dasar batik diberi pewarna dari tanaman dan buah-buahan. Kekhasan batik Jambi terletak pada proses pewarnaan. dan Kanada. seperti tumbuhan. setiap perajin mampu memproduksi kurang dari 10 meter per hari. Diantaranya motif batik seperti riang-riang. 11 . Nilai seni yang sangat tinggi terbukti menembus pasar internasional. Ditahun 2002. Batik Jambi masih tradisional. jauh dari sentuhan teknologi. Tidak hanya Jawa. Dalam sebulan.

sistem pemasaran dan bantuan modal. bahkan penghargan ini telah mencapai lingkup Nasional.2 Mengembangkan Industri Batik Jambi Gambar 4 : Pembuatan batik tulis daerah Jambi Untuk memajukan seni batik di daerah jambi. sehingga pembinaannya dari waktu ke waktu jelas. Di Indonesia. khususnya generasi muda 12 . Untuk dapat mempertahankan prestasi dari kesenian batik Jambi ini hedaknya kita semua ikut serta dalam memajukan kesenian batik dari Jambi. Hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang pernah diraih. kita melihat perlu suatu program yang terarah. pencapaian targetnya lebih mudah kita lihat.4.Untuk dapat melakukan pengembangan itu maka perlu langkah. produksi batik bukan hannya dari daerah Jambi saja. (Dekra. Kalau pembinaannya tidak terarah. wilayah ini menghasilkan produk batik atau yang lain. Melainkan banyak dari daerah-daerah lain khususnya dari pulau Jawa yang juga menawarkan nilai seni dan kualitas yang sangat tinggi. 2008). Baik dari kualitas produksi. Sejauh ini perkembangan batik di daerah Jambi sudah cukup banyak mengalami peningkatan. bisa jadi menyimpang. Kalau ada ke khasan untuk produk.langkah yang tepat. Itulah sebabnya DEKRANASDA Jambi membuat pemetaan wilayah kerajinan. Misalnya.

Seperti kita ketahui. Modal yang dapat diberikan tidak hanya sebatas dana. Dari masalah ini yang dibutuhkan adalah bantuan modal dari pemerintah. pengetahuan pembuatan batik hanya diajarkan secara turun-temurun dan belum ada pendidikan yang bersifat formal. Dengan modal yang cukup para pengusaha dapat tetap meningkatkan produksi batik baik secara kualitatif ataupun secara kuatitatif. termasuk harga bahan dasar pembuatan batik. pemberian fasilitas sampai dengan bimbingan dalam mengembangkan seni batik. Selaras dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu menyebapkan kenaikan berbagai bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. bantuan alat-alat produksi dan fasilitas lainnya yang dapat mendukung produksi batik daerah. Dengan adanya lembaga seperti ini tentu kelestarian daerah seperti pembuatan batik daerah lebih terjaga. maka perlu dilakukan pembinaan terhadap para pengrajin batik. Bantun tersebut bisa berupa peminjaman modal. 13 . maka wajar saja sebagian pengusaha batik ini menutup usuhanya sehinga produksi menurun. tetapi juga bisa berupa fasilitas pendukung tempat pemasaran. Sebagian pengusaha batik juga harus mengurangi tenaga kerja dikarnakan kurangnya modal. tentu membuat pengusaha batik ini harus meningkatkan biaya produksi. Tentu hal ini memukul kondisi ekonomi para pengusaha batik.untuk bisa lebih mencintai seni budaya lokal. Apabila kondisi ekonomi pengusaha batik ini tidak terkondisi. Tentu hal ini tidak terlepas dari uluran tangan dari pemerintah daerah. Untuk itu perlu pendirian suatu lembaga pendidikan yang menangani pembuatan batik. Dalam meningkatkan kualitas batik daerah jambi. Naiknya harga bahan dasar pembuatan batik. Tingginya produksi batik juga harus diimbangi menejemen yang baik sehingga batik yang diproduksi tetap diminati masyarakat banyak.

Dengan showroom ini pengusaha batik dapat dengan mudah memasarkannya ke masyarakat. Tentu diharapkan tidak sebatas dibebarapa tempat yang disebut di atas tetapi perlu lagi didistribusikan ke daerah-daerah lain di Indonesia dan di mancanegara sekalipun. 2008). tidak hanya itu produksi batik daerah Jambi hendaknya juga di tujukan kepada para pemuda dengan menawarkan motif yang berkesan modern dan memiliki nilai seni yang tinggi. Selain itu batik Jambi juga di pasarkan dibeberapa pasar modern dan boutique-boutique kecil yang tersebar diseluruh provinsi Jambi. Dengan penawaran ini sangat memungkinkan batik Jambi ini dapat dengan mudah menembus pasar nasional bahkan internasional. Untuk mempromosikan batik Jambi ke lingkup yang lebih luas perlu menejemen pemasaran yang baik dan kerja sama dengan berbagai lembaga terkait. Showroom Kembang Seri Jambi Balai Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak Mudung Laut Seberang Jambi dan Galeri Batik Berkah Jambi. Misalnya untuk mempromosikan batik Jambi ke negara-negara lain perlu strategi pemasaran yang baik dan kerja sama dengan lembaga terkait. 14 . Dengan menawarkan nilai seni dan kualitaas yang tinggi maka batik darah Jambi akan tetap diminati masyarakat baik masyarakat lokal maupun internasional.3 Mempromosikan Batik Jambi Ke lingkup yang Lebih Luas Gambar 5 : Hasil kesenian batik daerah Jambi Jambi telah memiliki beberapa showroom untuk memasarkan kesenian batik daerah Jambi seperti showroom Dekranasda di Jambi. (Dekra. Art Shop Kembang Seri Wisma Perwakilan Jambi-Jakarta.4.

Tidak hanya Jawa. Untuk menanggulangi hal ini tentu perlu dibentuk legalitas Hak cipta yang bersifat mutlak. Sejak zaman kerajaan dahulu seni batik telah dikenal dimasyarakat luas. 2002).4 Kesenian Batik Jambi sebagai Salah Satu Ciri Khas Budaya Indonesia Indonesia memang kaya dengan tradisi membatik. Batik Jambi merupakan hasil kebudayaan masyarakat Jambi yang mencirikan kekentalan budaya daerah Jambi. Secara ekonomis. tradisi membatik disejumlah daerah di Pulau Sumatra. Namun demikian batik daerah Jambi juga telah ikut memeriahkan produksi batik dalam negri. Pulau Jawa selama ini memang mendominasi produksi batik dalam negri sedangkan pulau-pulau lainnya hanya bersifat resesif. Batik Indonesia menggambarkan ciri khas budaya bangsa Indonesia. maka bemacam-macam pula kesenian batik tanah air. besarnya permintaan konsumen baik lokal maupun Internasional telah memberikan keuntungan kepada negara yang cukup tinggi. Demikian juga batik khas 15 . (Suhatman.4. Pesatnya perkembngan pemasaran batik ini ternyata telah mengundang beberapa negara tetangga juga ikut mempromoskan busana sejenis. Terkenalnya batik Indonesia diberbagai belahan dunia karena batik Indonesia memiliki ciri khas kebudayaan Indonesia yang benilai seni tinggi. Hal ini dilakukan guna untuk menjaga ciri khas budaya bangsa yang tidak bisa ditiru. Batik Jambi memberikan kontribusi terhadap banyaknya kesenian daerah yang ada di Indonesia. Bila Indonesia memiliki macam suku bangsa. Di era Globalisasi ini batik telah mendunia sebagai tren busana modern. seperti Jambi masih bertahan hingga kini. Mereka bangga dan senang menggunakan batik Indonesia yang dinilai sangat unik. Batik Jambi memiliki motif yang berbeda dengan batik di daerah lainnya di Indonesia. Dewasa ini batik Indonesia sering digunakan para tamu internasional separti dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat resmi terutama yang diselenggarakan di Indonesia. Kita patut bangga akan hal ini karena mereka para tamu negara telah mengahargai seni batik Indonesia. Motif yang di gambarkan pada batik Jambi secara umum mencerminkan segala seni dan budaya yang dimiliki masyarakat Jambi.

Hal ini lebih dimarakkan dengan kecendrungan pemuda untuk menggunakan batik. termasuk anak muda. 4.Jambi yang sangat di minati masyarakat. Batik yang dirancang dengan corak modern ternyata telah menarik minat para pemuda tanah air untuk menggunakn batik. Hal ini membuat orang-orang ingin memiliki dan mengenakannya. namun kini ada sebagian dari mereka yang mencari gaya berbeda.5 Batik sebagai Tren Busana Modern Batik adalah bentuk budaya yang digambarkan dalam lembaran kain yang menawarkan nilai seni yang tinggi. Hal ini merupakan kesempatan bagi kita untuk dapat menjadikan batik sebagai busana yang digemari kalangan anak muda. Caranya ialah dengan memberikan corak baru yang sesuai dengan gaya yang sedang tren saat ini. Dengan demikian batik bisa mengakar pada jiwa anak muda. Salah satunya adalah dengan memilih batik sebagai kostum pilihannya. Namun keuntungan tersebut tidak sebatas nilaimekonomis tetapi juga mengangkat harkat dan martabat bangsa dikalangan internasional. Semula batik dikombinasikan dengan gaya busana modern tetapi saat ini kombinasi teersebut didominasi gaya batik yang kolosal. Apabila hal ini telah tercapai maka kelestarian budaya seni batik dapat terus lestari dan mendunia. Ternyata hal ini sangat diminati kalangan anak muda.. 16 . Satu hal yang lebih mengembirakan lagi adalah sebagian dari perancang busana kombinasi antara batik dan kostum modern itu adalah mereka dari kalangan anak muda. Para anak muda zaman sekarang senang sekali kostum gaya anak “Rock n’ Roll”. hal ini dibuktikan dengan dijualnya batik di distrodistro yang biasanya hanya menjual busana-busana anak muda.

5. melainkan menjadi konsumsi masyarakat luas.1 Kesimpulan Sampai hari ini. 17 . Semoga makalah ini bisa menjadi acuan untuk kita bisa semakin mencintai budaya yang kita miliki. bahkan sampai ke luar negeri sekalipun. Terbukti dengan menjamurnya beberapa kios batik di pusat perbelanjaan ibukota. Batik sudah menjadi tren untuk semua kalangan masyarakat Indonesia.BAB V PENUTUP 5. batik tampaknya semakin memasyarakat.2 Saran Sebagai masyarakat Indonesia. Kain ini bukan lagi milik para petinggi kerajaan atau negara. sudah seharusnya kita yang menjaga dan melestarikan budaya yang kita miliki.

com/2011/03/25/karya-ilmiah-batik-jambi/ 18 .id/2013/03/20/karya-ilmiah-batik-jambi/ https://www.DAFTAR PUSTAKA http://opieee.com/search?q=karya+ilmiah+batik+jambi&ie http://tutorialite.google.ac.stisitelkom.blog.wordpress.