P. 1
madura

madura

|Views: 34|Likes:
Published by Sutrisno Efendi
madura
madura

More info:

Published by: Sutrisno Efendi on May 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

RANCANG BANGUN APLIKASI PENERJEMAH BAHASA INDONESIA-BAHASA MADURA MENGGUNAKAN FREE-CONTEXT PARSING ALGORITHM BERBASIS WEB

Hasan Jurusan Teknik Informatika-Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Kampus Unijoyo, telang-Kamal, Bangkalan-Madura Hs_astral687@yahoo.co.id/astral687@gmail.com Abstract Minimnya pengetahuan dan sedikitnya pola pelestarian Bahasa Madura khususnya Bahasa yang halus menyebabkan Bahasa tersebut terancam kepunahanya. Oleh karena itu perlu adanya pola pelestarian yang lebih dinamis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Salah satunya yaitu dengan membuat suatu aplikasi penerjemah Bahasa Indonesia-Bahasa Madura. Untuk mempermudah pembuatan alat penerjemah tersebut digunakanlah sebuah metode Free-Context Parsing yang cukup handal untuk digunakan sebagai algoritma mencocokan kata. Media internet dipilih sebagai salah satu solusi pengaplikasian pada masyarakat, media ini mendukung masyarakat untuk dapat belajar dan melestarikan Bahasa Madura dimanapun dan kapanpun selama ada komputer yang terkoneksi pada internet. Diharapkan dengan adanya penerjemah Bahasa Madura ini dapat menjadi referensi dalam mempelajari maupun meningkatkan kemapuan berbahasa Madura dengan benar dan tepat khususnya Bahasa Madura halus yang merupakan alat komunikasi dengan orang yang lebih tua dan orang yang dianggap perlu dihormati juga dapat memberi sedikit tempat bagi Bahasa Madura untuk bertahan dan lebih dikenal. Kata kunci: Free-Context Parsing Algorithm,Bahasa Indonesia, Bahasa Madura. 1. PENDAHULUAN 1.4 Latar Belakang Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini berdampak terhadap maju atau mundurnya suatu kebudayaan. Bahasa daerah merupakan salah satu unsur kebudayaan nasional dan dilindungi oleh Negara[1]. Namun kondisi Bahasa Madura sebagai Bahasa daerah terbesar ke empat di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, Bahasa Madura nyaris punah. Sebagian masyarakat Madura sendiri jarang sekali memakai Bahasa Madura dalam berkomunikasi sehari-hari. Hal itu terbukti dari warga Madura yang telah kawin silang dengan suku Jawa. Kemudian ketika anaknya lahir diajari Bahasa Indonesia. Padahal Bahasa Madura sendiri merupakan Bahasa paling besar keempat di negara Indonesia[2]. Oleh karena itu, perlu adanya formula yang dapat mempertahankan eksistensi bahasa Madura,khususnya bahasa Madura tingkatan yang halus. Masalah besar yang dihadapi sekarang tidak hanya karena pekawinan dengan orang luar Madura yang pada akhirnya Bahasa Ibu tersebut termarjinalkan dari orang Madura sendiri. Tidak jarang anak muda Madura yang merasa gengsi saat berkomunikasi dengan penduduk luar daerah ini karana kecintaan dan kurangnya pemahaman terhadap Bahasa Madura minim sekali. Bagaimana membuat Bahasa kita tetap bertahan di negara sendiri, kalau masyarakat sendiri kurang menghargai budaya warisan leluhur. Sedangkan disana, masih banyak masyarakat yang ingin mempelajari dan tertarik dengan budaya kita, mulai dari pengucapan sampai penerjemahan Bahasa Madura namun terbentur dengan akses yang terbatas di media, khususnya media internet. Oleh karena itu, aplikasi penerjemah dibutuhkan untuk menjawab permasalahan akibat minimnya alat yang ada saat ini. Aplikasi berbasis web ini akan menjadi referensi bagi setiap orang yang hendak belajar Bahasa Madura khususunya Bahasa Engghi-Bhunten. Melalui

media online atau internet, diharapkan program yang dirancang akan mudah diakses dan diaplikasikan oleh masyarakat luas. Program ini, dirancang untuk dapat digunakan oleh semua pihak, baik usia sekolah maupun masyarakat umum dan berfungsi untuk menterjemahkan terjemahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Madura. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bahasa Madura Bahasa Madura adalah bahasa daerah (vernacular language) yang dipakai oleh orang Madura sebagai alat untuk berkomunikasi, untuk menunjukkan identitas dan ekstensi sebagai salah satu suku yang ada di nusantara yaitu suku Madura[4].Bahasa Madura mempunyai penutur kurang lebih 15 juta orang dan terpusat di Pulau Madura,ujung timur Pulau Jawa atau dikawasan yang disebut kawasan tapal kuda, terbentang dari Pasuruan, Surabaya, Malang sampai Banyuangi, Kepulauan Kangean, Kepulauan Masa Limbo hingga Pulau Kalimantan.Bahasa Madura termasuk bahasa melayu-polynesia itu berada dalam kelompok yang lebih kecil lagi bergabung dengan bahasa jawa, sunda,bali, dan melayu. Bahasa Madura standar yang dipakai atau yang dianggap yang terbaik adalah dialek Madura bagian timur yaitu sumenep dan diajarkan di sekolah tingkat SD dan SLTP diseluruh Madura. Bahasa Madura erat kaitanya dengan bahasa jawa, banyak dijumpai persamaanya(dalam bahasa tingkat Èngghi-bhunten) meskipun beda dalam pengucapanya, ia juga tidak luput dari pengaruh bahasa asing antara lain; Bahasa Arab dimana mayoritas orang Madura adalah muslim, bahasa inggris,bahasa belanda, bahasa sansakerta, bahasa portugis, bahasa Persia dan bahasa Tamil[4] 2.1.1Ciri Ciri Bahasa Madura 1. Bahasa Madura tidak mengenal kata ganti orang ketiga Bahasa Madura “asli” yang dipalkai oleh orang Madura yang belum terpengaruh Bahasa lain, dipakai istilah khusus (special term) untuk sebutan kata ganti orang ketiga, seperti “ia” atau “dia” didalam percakapan, maka dipakailah kata-kata pengganti sesuai kata benda dan pelakunya. Contoh: Pak camat mega ajâmma= pak camat menangkap ayamnya. 2. Bahasa Madura mempunyai fonem-fonem beraspirat Bahasa Madura mempunayi fonem-fonem tanaspirat, yaitu b,d,d,g,j dan fonem-fonem beraspirat, yaitu bh,dh, h,gh,jh Fonem beranspirat tersebut bersifat fonemik memgingat kemampuanya sebagai pembeda makna. Contoh: Teranspirat : Bâbâ = bawah Aspirat : Bhâbâng = bawang 3. Bahasa Madura mempunayai fungsi morfem “Tang” Bahasa Madura “asli” yang dipalkai oleh orang Madura yang belum terpengaruh Bahasa lain, dipakai istilah “Tang” sebagai penanda pemilik (Possesive pronoun) untuk orang pertama (persona kesatu) dalam tigkat Bahasa umum enjâ-iyâ. Contoh: Tang buku (buku saya) Bukan Bukuna sengkok 4. Bahasa Madura mempunayai fungsi morfem (–a) Dalam Bahasa madura menggunakan sufiks(–a) untuk menayatakan kata kerja future”akan” Contoh: Sèngko‟ abinèah(=Saya akan beristri) [4] 2.1.2 Tingkat bahasa (Bahasa Madura) Sebenarnya ada lima tingkat bahasa (speech level) dalam bahasa madura, namun pembagian

tingkat bahasa tersebut disederhanakan menjadi tingkat saja, yaitu tingkat bahasa kasar (enjâiyâ), tingkat bahasa tengah (èngghi-enten) dan tingkat bahasa halus(èngghi-bhunten). Pada dasarnya tingkatan bahasa madura itu lazimnya dibagi menjadi tiga tingkat bahasa[4], yaitu: 1. Tingkat Bahasa Umum (Enjâ- iyâ) Di Madura, bahasa Enjâ- iyâ ini dipakai oleh anak-anak dengan anak-anak sebaya sebagai bahasa keakraban, orang dewasa dengan orang dewasa yang dikenal sejak kecil atau sudah akrab,orang tua kepada anaknya sendiri,keponakanya dan kepada orang yang sudah akrab dengannya, juga dipakai oleh sebagian golongan priyayi kepada orang kebanyakan (Rakyat). Contoh 1. Apa bâ‟nah ella taoh? (Apakah kamu sudah tahu?) 2. Sapa nyamanah bâ‟nah, le‟? (siapa nama kamu,dik?) 2. Tingkat Bahasa Tengah (Èngghi-enten). Tingkat bahasa menengah ini di bangkalan terdengar engghi-enten, merupakan bahasa tingkat tengahan ayang dipakai anak pedesaan pada orang tuanya, paman, bibinya dan kepada orang yang lebih tua darinya. Di perkotaan dipakai oleh seorang mertua kepada menantunya, namun sekarang kebanyakan para mertua sudah memakai tingkat bahasa halus, di pedesaan juga dipakai oleh para istri kepada suaminya. Namun sekarang taingkat bahasa tengahan ini sudah jarang terdengar, sudah tidak dimengerti oleh generasi muda sakarang, contoh: 1. Nape dikah pon tao?(apakah kamu sudah tahu?) 2. Sera nyamanah dhikah, le‟? (siapa namanya kamu,dik?) 3. Tingkat Bahasa Halus(Èngghi-bhunten). Merupakan bahasa halus (=Alos) yang dipakai sebagai kata pengantar dalam pertemuanpertemuan, rapat-rapat musyawarah tanpa pengecualian yang hadir juga ada orang muda dan anak, dipakai orang dewasa yang baru dikenal baik kepada yang lebih tua maupun terhadap yang lebih muda sebagai bahasa pergaulan yang sopan, dipakai anak-anak kepada orang tuanya sendiri maupun kepada orang dewasa lainya, dipakai murid kepada gurunya. Contoh: 1. Ponapah panjhennengan ampon mèyarsa? Apakah kamu sudah tahu? 2. pasèrah asmanah pnjennegan le‟? (siapa nama kamu dik?) Diluar ketentuan pembagian tingkatan bahasa Madura diatas masih ada tingkatan bahasa yang dipakai sebagian kecil golongan masyarakat priyai atau kraton kepada sesama priyainya dan dipakai untuk berdoa kepada Allah SWT. Tingkatan bahasa ini diistilahkan tingkatan bahasa umum=Lomrah (L), Tengah=tengaan(T) Halus=Alos(A) dan halus/tinggi = Alos tengghi(AT) Contoh: L : sèngko = saya L : bâ‟na T : bulâ = saya T : dhika A : kaulâ = saya A : sampèan AT : bhâdhân kaulâ AT : panjenengan abdhina(=saya)padhâ panjenengan, ajunan dhâlem (= kamu) 2.1.3 Dialek-dialek Bahasa Madura Bahasa Madura juga mempunyai dialek-dialek yang tersebar di seluruh wilayah tuturnya. Di Pulau Madura sendiri pada galibnya terdapat beberapa dialek seperti : 1. Dialek Bangkalan 2. Dialek Sampang 3. Dialek Pamekasan 4. Dialek Sumenep, dan 5. Dialek Kangean

Dialek yang dijadikan acuan standar Bahasa Madura adalah dialek Sumenep, karena Sumenep di masa lalu merupakan pusat kerajaan dan kebudayaan Madura. Sedangkan dialekdialek lainnya merupakan dialek rural yang lambat laun bercampur seiring dengan mobilisasi yang terjadi di kalangan masyarakat Madura. Untuk di pulau Jawa, dialek-dialek ini seringkali bercampur dengan Bahasa Jawa sehingga kerap mereka lebih suka dipanggil sebagai Pendalungan daripada sebagai Madura. Masyarakat di Pulau Jawa, terkecuali daerah Situbondo, Bondowoso, dan bagian timur Probolinggo umumnya menguasai Bahasa Jawa selain Madura[10]. Contoh pada kasus kata ganti kamu : 1. kata be‟en umum digunakan di Madura. Namun kata be‟na dipakai di Sumenep. 2. sedangkan kata kakeh untuk kamu lazim dipakai di Bangkalan bagian timur dan Sampang. 3. Heddeh dan Seddeh dipakai di daerah pedesaan Bangkalan. Khusus Dialek Kangean, dialek ini merupakan sempalan dari Bahasa Madura yang karena berbedanya hingga kerap dianggap bukan bagian Bahasa Madura, khususnya oleh masyarakat Madura daratan. Contoh : 1. akoh : saya (sengko‟ dalam bahasa Madura daratan) 2. kaoh : kamu (be‟en atau be‟na dalam bahasa Madura daratan) 3. berrA‟ : barat (berre‟ dengan e schwa dalam bahasa Madura daratan) 4. morrAh : murah (modheh dalam bahasa Madura daratan) 2.1.4 Bawean Bahasa Bawean ditengarai sebagai kreolisasi Bahasa Madura, karena kata-kata dasarnya yang berasal dari bahasa ini, namun bercampur aduk dengan kata-kata Melayu dan Inggris serta Bahasa Jawa karena banyaknya orang Bawean yang bekerja atau bermigrasi ke Malaysia dan Singapura. Bahasa ini dituturkan di Pulau Bawean, Gresik, Malaysia dan Singapura. Intonasi orang Bawean mudah dikenali di kalangan penutur bahasa Madura. Perbedaan Bahasa Bawean dan Bahasa Madura dapat diibaratkan dengan perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu, yang serupa tapi tak sama meskipun masing-masing dapat memahami maksudnya[10]. contoh: 1. eson = aku (sengkok/engkok dalam Bahasa Madura) 2. kalaaken = ambilkan (kalaagghi dalam Bahasa Madura) 3. trimakasih = terimakasih (salengkong dalam Bahasa Madura) 4. adek = depan (adek artinya dalam Bahasa Madura = tidak ada) 2.1.5 Perbandingan dengan bahasa Melayu Bahasa Bawean juga banyak yang sama dengan Bahasa Melayu[10], contohnya: 1. Dapur(baca : Depor) = Dapur 2. Kanan = Kanan 3. Banyak(baca : benyyak) = Banyak 4. Masuk = Masuk 5. Suruh = Suruh Perbezaan imbuhan di depan, contohnya: 1. Ngakan = Makan 2. Nginum = Minum 3. Ngarangkak = Merangkak Huruf „y‟ biasanya ditukar ke huruf „j‟ seperti: 1. Bajar(baca : Bejer) = Bayar

2. Lajan(baca : Lajen) = Layan 3. Sembajang(baca : Sembejeng) = Sembahyang Huruf „w‟ di pertengahan pula ditukar ke huruf „b‟ seperti: 1. Babang(baca : Bebeng)= Bawang 2. Jaba(baca : Jebe) = Jawa 2.1.6 Perbandingan dengan bahasa Jawa Perkataan yang sama dengan bahasa Jawa: Bahasa Jawa = Bahasa Bawean 1. Kadung = Kadung (Bahasa Melayu = Terlanjur) 2. Peteng = Peteng (Bahasa Melayu = Gelap) Huruf „w‟ di pertengahan pula ditukar ke huruf „b‟ seperti Bahasa Jawa ~ Bahasa Bawean, Lawang = Labang ( baca Labeng )( Bahasa Melayu = Pintu ) Huruf „y‟ di pertengahan pula ditukar ke huruf „j‟ seperti: Payu = paju ( Bahasa Melayu = Laku( 2.1.7 Perbandingan dengan bahasa Banjar Perkataan yang sama dengan bahasa Banjar: Bahasa Banjar = Bahasa Bawean 1. Mukena = Mukena (Bahasa Melayu = Telekung Sembahyang) 2. Bibini = Bibini (Bahasa Melayu = Perempuan) 2.1.8 Perbandingan dengan Bahasa Tagalog Bahasa Bawean = Bahasa Tagalog 1. Apoy = Apoy (Bahasa Melayu = Api) 2. Elong = Elong ;penggunaan e taling (Bahasa Melayu = Hidung) 3. Matay = Mamatay (Bahasa Melayu = Mati) Contoh : 1. Eson terro ka be‟na = saya sayang kamu (Eson tidak dikenal di bahasa Madura) 2. Bhuk, badha berrus? = Buk, ada sikat? (berrus dari kata brush) 3. Ekalakaken = ambilkan (di Madura ekala‟aghi, ada pengaruh Jawa kuno di akhiran -aken. 4. Silling = langit-langit (dari kata ceiling)[10] 2.1.9 Pembentukan kata Bahasa Madura 1. Afiksasi proses pembentukan kata dengan jalan menambahkan imbuhan pada bentuk dasar[1]. Afiksasi dikelompokkan ke dalam empat jenis, Yaitu: a. Prefiks(awalan) Contoh N- Olok > Ngolok = Memanggil a- Tari > Atari=menari ta- Pokol > Tapokol = Terpukul b. c. Infiks(Sisipan) Contoh -al- Jimet > Jâlimet = Rumit Sekali -ar- Kettek > karettek = Hati Kecil -èn- Tompang > Tènompang d. Sufiks(Akhiran) Contoh -a Massok > maso‟a = akan masuk -na Rassa > Rassana = Rasanya -ana Ngotep > Ngotebbâna = akan melempari

e. Konfikasi(awalan dan akhiran) Contoh N-è Kala‟ > Ngala‟è = sering mengambil N-aghi Kala‟ > Kalaaghi = ambilkan N-a Sassa > nyassana = Menyucinya 2. Reduplikasi(pengulangan bentuk)[1] Kata Artinya Lake‟ > Lelakè Lelaki Ajâm > Jâm- Ajâman Sesuatu menyerupai ayam 3. Komposisi (Proses Pemajemukan)[1] Kata Artinya Lakè-binè Lakè‟-binè‟ Suami-Istri Laki perempuan 2.2 Free-Contex Parsing algoritm Sistem penerjemah Inggris-Indonesia Merupakan aplikasi penerjemah Bahasa yang menggunakan metode free-context parsing algorithm. Penerjemah ini menggunakan teknik parsing (penguraian kalimat) Sebagai contoh, dengan teknik parsing maka kalimat “the baby eats banana” akan tersusun sebagai pohon parsing berikut ini: Gambar 1. Proses parsing kalimat. Algoritma ini dimulai dengan pembacaan dan pencocokan tiap kata dasar yang telah ada dalam database, kemudian yang dilakukan adalah: Alur skema parsing-nya bisa dilihat sebagai berikut: Gambar 2.1: alur parsing Free-Context Parsing Algorithm dapat diterapkan untuk menerjemahkan Bahasa Indonesia ke Bahasa Madura dengan langkah -langkah sebagai berikut: 1. Memasukkan kalimat berbahasa Indonesia yang sesuai dengan kaedah yang ada. 2. Memisahkan kalimat menjadi kata dengan mengecek tiap kata, apakah sudah cocok arti setiap kata atau tidak. Jika telah cocok maka akan digabung menjadi suatu kalimat dalam Bahasa Madura. 3. Jika tidak maka akan melakukan proses stemming. 2.3 Stimming Stemming merupakan suatu proses yang terdapat dalam sistem IR yang mentransformasi kata-kata yang terdapat dalam suatu dokumen ke kata-kata akarnya (root word) dengan menggunakan aturan-aturan tertentu. Sebagai contoh, kata bersama, kebersamaan, menyamai, akan distem ke root wordnya yaitu “sama”. Proses stemming pada teks berBahasa indonesia berbeda dengan stemming pada teks berbahasa Inggris. Pada teks berbahasa Inggris, proses yang diperlukan hanya proses menghilangkan sufiks. Sedangkan pada teks berbahasaIndonesia, selain sufiks, prefiks, dan konfiks juga dihilangkan[8]. 2.4 Algoritma Nazief & Adriani Algoritma yang dibuat oleh Bobby Nazief dan Mirna Adriani ini memiliki tahap-tahap sebagai berikut: 1. Cari kata yang akan distem dalam kamus. Jika ditemukan maka diasumsikan bahwa kata tesebut adalah root word. Maka algoritma berhenti. 2. Inflection Suffixes (“-lah”, “-kah”, “-ku”, “-mu”, atau “-nya”) dibuang. Jika berupa

particles (“-lah”, “-kah”, “-tah”atau“-pun”) maka langkah ini diulangi lagi untuk menghapus Possesive Pronouns (“-ku”, “-mu”, atau “-nya”), jika ada. 3. Hapus Derivation Suffixes (“-i”, “-an” atau “-kan”). Jika kata ditemukan di kamus, maka algoritma berhenti. Jika tidak maka ke langkah 3a. a. Jika “-an” telah dihapus dan huruf terakhir dari kata tersebut adalah “-k”, maka “-k” juga ikut dihapus. Jika kata tersebut ditemukan dalam kamus maka algoritma berhenti. Jika tidak ditemukan maka lakukan langkah 3b. b. Akhiran yang dihapus (“-i”, “-an” atau “-kan”) dikembalikan, lanjut ke langkah 4. 4. Hapus Derivation Prefix. Jika pada langkah 3 ada sufiks yang dihapus maka pergi ke langkah 4a, jika tidak pergi ke langkah 4b. a. Periksa tabel kombinasi awalan-akhiran yang tidak diijinkan. Jika ditemukan maka algoritma berhenti, jika tidak pergi ke langkah 4b. b. For i = 1 to 3, tentukan tipe awalan kemudian hapus awalan. Jika root word belum juga ditemukan lakukan langkah 5, jika sudah maka algoritma berhenti. Catatan: jika awalan kedua sama dengan awalan pertama algoritma berhenti. 5. Melakukan Recoding. 6. Jika semua langkah telah selesai tetapi tidak juga berhasil maka kata awal diasumsikan sebagai root word. Proses selesai [8]. 2.5 PHP(Personal Home Page) PHP merupakan script untuk pemrograman web server-side, yang dapat disisipkan dalam script HTML. Script PHP sendiri merupakan bahasa pemrograman yang berjalan pada sebuah web server, atau sering disebut server side. Oleh karena itu, PHP dapat melakukan apa saja yang dapat dilakukan oleh program CGI (Common Gateway Interface : bahasa yang berbasis interpreter atau bahasa standar yang digunakan web server dalam berkomunikasi) lain, seperti mengolah data dari tipe apapun. Dengan menggunakan PHP maka pemeliharaan suatu web menjadi lebih mudah. Proses mengganti data dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang dibuat dengan menggunakan script PHP.[5] Ketika e-commerce semakin berkembang, situs-situs yang statispun semakin ditinggalkan, karena dianggap sudah tidak memenuhi keinginan pasar, padahal situs tersebut harus tetap dinamis. Pada saat ini bahasa PERL dan CGI sudah jauh ketinggalan jaman sehingga sebagian besar designer web banyak beralih ke bahasa server-side scripting yang lebih dinamis seperti PHP. Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan sistem basisdata di dalam web. Sistem basisdata yang dapat didukung oleh PHP adalah : Oracle, MySQL, Sybase, PostgreSQL, dan lainnya . PHP dapat berjalan pada semua jenis sistem operasi, antara lain pada linux varian Unix (HPUX, Solaris, dan OpenBSD), Microsoft Windows, Mac OS X, RISC OS, dan lain sebagainya. PHP dapat diinstal sebagai bagian atau modul dari Apache Web Server atau sebagai CGI script yang mandiri. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika menggunakan PHP sebagai modul dari Apache, di antaranya adalah : 1. Tingkat keamanan yang cukup tinggi 2. Waktu eksekusi yang lebih cepat dibandingkan dengan bahasa pemograman web lainnya yang berorientasi pada server-side scripting. Akses ke sistem basisdata yang lebih fleksibel. seperti MySQL. Dalam modul ini kita akan mempelajari PHP sebagai server-side scripting yang menggunakan Apache sebagai web server. [5] 2.6 Server Basisdata MySQL Data adalah bagian penting dari pemrograman modern sehingga keseluruhan bahasa program

menyediakan fungsi untuk mengakses database. Standar utama untuk bahasa database adalah Structured Query Language (SQL). SQL distandarisasi sebagai bahasa untuk menciptakan database, menyimpan informasi ke dalam database dan mendapatkan kembali informasi darinya. MySQL merupakan salah satu perangkat lunak sistem pengelola basis data (Data Base Management Sistem). MySQL juga dapat dikategorikan sebagai Relational Data Base Management System (RDBMS), karena dalam pembuatan basisdata pada MySQL dapat dipilah-pilah ke dalam berbagai tabel 2 (dua) dimensi. Setiap tabel pada MySQL terdiri atas lajur horizontal dan lajur vertikal. MySQL pada saat ini, banyak digunakan oleh pemrograman web untuk membangun situs yang memerlukan basis data sebagai sumber data pada pengolahan data. Kelebihan yang dimiliki MySQL.[7] 1. Portability MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi. 2. Open Source MySQL didistribusikan secara open source (gratis), dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma. 3. Multiuser MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik. 4. Performance tuning MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu. 5. Column types MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain. 6. Command dan functions MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam query. 7. Security MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses pengguna dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi. 8. Scalability dan limits MySQL mampu menangani basisdata dalam skala besar, dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya. 9. Connectivity MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT). 10. Localisation MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada client dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meskipun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk didalamnya. 11. Interface MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface). 12. Clients dan tools MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi basisdata

dan pada setiap tool yang ada disertakan petunjuk online. 13. Struktur tabel MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basisdata lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle. 3. PERANCANGAN SISTEM 3.1 Deskripsi Umum Sistem Perangkat lunak yang akan dirancang adalah aplikasi penerjemah Bahasa Indonesia ke Bahasa Madura untuk mempermudah orang Madura maupun orang non Madura dalam belajar serta berbicara Bahasa Madura. Aplikasi ini berbasis web. Sistem ini menggunakan bahasa pemrograman berbasis web yaitu, PHP, HTML dan MySql, sehingga halaman web menjadi lebih dinamis. Proses penerjemahan dengan aplikasi ini bertujuan membuat suatu sistem aplikasi yang dapat diakses diamanapun dan kapanpun berada selama komputer terkoneksi. 3.2 Proses Parsing (Penerjemah Kalimat) Proses ini digunakan untuk memproses penerjemhan dari bahasa Indonesia ke bahasa Madura berdasarkan kata atau kalimat yang diinputkan ke sistem penerjemah. Adapun alurnya dapat dilihat pada gambar 3.1 Gambar 3.1 FlowChart Parsing (Penejemah Kalimat) Adapun prosesnya sebagai berikut: 1. Masukkan kalimat 2. Memisah kata menjadi array, yaitu dengan cara: a. Mencari tiap kata ( dimulai dari tiap huruf kemudian tiap kata ) yang telah dimasukkan pada sistem. b. Apakah kata yang dicari ditemukan? 3. Jika kata yang dicari ditemukan maka proses diakhiri tapi jika tidak maka lanjutkan ke proses stem ( Memotong kata berimbuhan menjadi kata dasar ). Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar Proses Nazief and Adriani‟s Algorithm, yaitu proses stemming pada penjelasan berikutnya. 4. Setelah distemming apakah ada kata yang dicari? Jika ya maka kata yang ditemukan diproses menjadi kata dasar sehinnga mengulang ke proses awal kemudian akhiri proses. 3.3 Proses Nazief and Adriani‟s Algorithm Proses ini bertujuan untuk menemukan kata dasar yang telah ada di database. Adapun alurnya dapat dilihat pada gambar 3.3 Gambar 3.2 Flow Chart Nazief and Adriani‟s Algorithm Adapun Proses algoritma Nazief and Adriani sebagai berikut: 1. Cari kata yang akan distem dalam kamus. Jika ditemukan maka diasumsikan bahwa kata tesebut adalah root word. Maka algoritma berhenti. 2. Inflection Suffixes (“-lah”, “-kah”, “-ku”, “-mu”, atau “-nya”) dibuang. Jika berupa particles (“-lah”, “-kah”, “-tah”atau“-pun”) maka langkah ini diulangi lagi untuk menghapus Possesive Pronouns (“-ku”, “-mu”, atau “-nya”), jika ada. 3. Hapus Derivation Suffixes (“-i”, “-an” atau “-kan”). Jika kata ditemukan di kamus, maka algoritma berhenti. Jika tidak maka ke langkah 3a. c. Jika “-an” telah dihapus dan huruf terakhir dari kata tersebut adalah “-k”, maka “-k” juga ikut dihapus. Jika kata tersebut ditemukan dalam kamus maka algoritma berhenti. Jika tidak ditemukan maka lakukan langkah 3b.

d. Akhiran yang dihapus (“-i”, “-an” atau “-kan”) dikembalikan, lanjut ke langkah 4. 4. Hapus Derivation Prefix. Jika pada langkah 3 ada sufiks yang dihapus maka pergi ke langkah 4a, jika tidak pergi ke langkah 4b. c. Periksa tabel kombinasi awalan-akhiran yang tidak diijinkan. Jika ditemukan maka algoritma berhenti, jika tidak pergi ke langkah 4b. d. For i = 1 to 3, tentukan tipe awalan kemudian hapus awalan. Jika root word belum juga ditemukan lakukan langkah 5, jika sudah maka algoritma berhenti. Catatan: jika awalan kedua sama dengan awalan pertama algoritma berhenti. 5. Melakukan Recoding. 6. Jika semua langkah telah selesai tetapi tidak juga berhasil maka kata awal diasumsikan sebagai root word. Proses selesai 3.4 Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objekobjek yang terkait). Semua objek yang berinteraksi pada sistem ini digambarkan pada Sequence diagram berikut ini: 3.4.1 Sequence Diagram User sistem terjemahan Gambar 3.3 Sequence Diagram User sistem Sequence diagram user di atas menggambarkan pihak user pada saat berada di interface aplikasi terjemahan, user dapat memasukkan kata atau kalimat yang kemudian akan dilakukan penerjemahan kata atau kalimat yang ada. 3.4.2 Sequence Diagram User sistem bantuan Gambar 3.4 Sequence Diagram User system bantuan Sequence diagram user di atas menggambarkan pihak user pada saat berada di interface aplikasi terjemahan, user dapat masuk pada menu pelafalan yang kemudian akan dilakukan mengklik menu suara. 3.4.3 Squence diagram User sistem Buku Tamu Gambar 3.5 Sequence Diagram User sistem Buku Tamu Sequence Diagram user di atas menggambarkan pihak user pada saat berada di interface aplikasi terjemahan, user dapat masuk pada menu buku tamu yang kemudian dapat mengirim pesan, baik beruapa saran maupun kritikan . 3.4.4 Sequence Diagram User Admin Gambar 3.6 Sequence Diagram User Admin Sequence diagram login admin di atas menggambarkan pihak admin pada saat berada di form login dapat memasukkan username dan password yang kemudian akan dilakukan pengecekan data. Jika data valid maka akan dapat masuk pada form utama admin. sebaliknya jika pengecekan datanya invalid maka akan kembali ke halaman login. 3.4.5 Sequence Diagram Mengganti Password Admin Gambar 3.7Sequence Diagram Mengganti Password Admin

Sequence diagram mengganti password admin di atas menggambarkan pihak admin pada saat berada di form ubah password dapat memasukkan password lama dan password baru yang kemudian akan dilakukan validasi password lama telah diganti dengan password baru. 3.4.6 Sequence Diagram Menambah Kata Gambar 3.8 Sequence Diagram Menambah Kata Sequence diagram menambah Kata di atas menggambarkan pihak admin pada saat berada di form Data Kata dapat memsukkan beberapa macam Kata. Data-data tersebut disimpan pada tabel Kata. 3.4.7 Sequence Diagram Mengganti Kata Gambar 3.9 Sequence Diagram Mengganti Kata Sequence diagram menganti Kata di atas menggambarkan pihak admin pada saat berada di form Data Kata dapat mengubah beberapa macam Kata yang sekiranya perlu diubah. Kemudian data tersebut disimpan pada tabel Kata. 3.4.8 Squence Diagram Menghapus Kata Gambar 3.10 Sequence Diagram Menghapus Kata Sequence diagram menghapus Kata di atas menggambarkan pihak admin pada saat berada di form Data Kata dapat menghapus beberapa macam Kata yang sekiranya tidak diperlukan. 3.4.9 Sequence Diagram Menghapus pesan buku tamu Gambar 3.11 Sequence Diagram Menghapus pesan Sequence diagram menghapus Pesan di atas menggambarkan pihak admin pada saat berada di form buku tamu akan mengecek apakah ada komentar yang tidak pantas atau tidak, jika ada maka pihak admin masuk ke menu admin kemudian masukkan username dan password kemudian admin menghapaus pesan tersebut. 3.5 Desain Basis data 3.5.1 Design Conceptual Data Model Gambar 3.13 Design Conceptual Data Model 3.5.2 Desain Physical Data Model Gambar 3.14 Design Physical Data Model 3.6 Struktur Tabel Dalam hal merancang struktur tabel yang diperlukan, meliputi nama tabel, nama field, serta data pelengkap seperti primary key, foreign key dan sebagainya. Rancangan basis data aplikasi ini terdiri dari tabel-tabel sebagai berikut: a. Tabel Admin Nama tabel : login Fungsi : Tabel untuk menyimpan data admin. Pk : IDADMIN

Tabel 0-1 Tabel Admin Key Nama_Field Type Keterangan PK IDADMIN int Id administrator Username varchar Nama admin Password varchar Password admin b. Tabel kata Nama tabel : kata Fungsi : Tabel untuk menyimpan data admin. Pk : IDKATA Tabel 0-2 Tabel Kata Key Nama_Field Type Keterangan PK IDKATA int Id kata indonesia varchar Bahasa Indonesia madura varchar Bahasa Madura Keterangan varchar Ket. Kata c. Tabel imbuhan Nama tabel : imbuhan Fungsi : Tabel untuk menyimpan data admin. Pk : IDIMBUHAN Tabel 0-3 Tabel imbuhan Key Nama_Field Type Keterangan PK IDIMBUHAN int Id imbuhan AWALAN varchar Imbuhan Awalan AKHIRAN varchar Imbuhan akhiran JENIS KATA varchar Jenis kata Imbuhan ARTI varchar Arti kata Imbuhan LETAK varchar Letak kata Imbuhan d. Tabel buku tamu Nama tabel : bukutamu Fungsi : Tabel untuk menyimpan data admin. Pk : ID_BUKUTAMU Tabel 0-4 Tabel Buku Tamu Key Nama_Field Type Keterangan PK ID_BUKUTAMU int Id imbuhan Nama varchar Nama pengirim situs varchar Situs pengirim email varchar Email pengirim pesan Long varchar Pesan pengirim tanggal timestamp Tanggal dikirim status smalint 4. IMPLEMENTASI SISTEM 4.1 Batasan Implementasi 4.1.1 Spesifikasi perangkat keras Aplikasi ini dibuat dan diuji coba pada komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:

1. Processor : Mobile Intel(R) Pentium(R) Dual CPU T2930@1.86GHz 2. Memory : 1024MB RAM 3. Harddisk : 120 Gb 4. Mouse dan Keyboard 4.1.1 Spesifikasi perangkat lunak Program ini akan dijalankan dengan menggunakan perangkat lunak (software) yang direkomendasikan sebagai berikut: 1. OS : Microsoft Windows XP Service Pack2 2. Program Language : Personal Home Page (PHP) dan HTML 3. DataBase Aplication : MySQL Selain perangkat lunak utama yang telah disebutkan diatas, ada beberapa perangkat lunak yang berfungsi sebagi pendukung dalam implementasi system ini, yaitu: 1. xampp-win32-1.6.6a sebagai aplikasi web server yang menggunakan apache. 2. Web browser yang digunakan adalah muzilla firefox. 4.2 Implementasi Program Aplikasi penerjemah yang dibuat dalam penelitian ini telah dapat dicoba pada web browser dengan layanan host local (localhost). 4.2.1 Running aplikasi pada web browser Aplikasi penerjemah yang dibuat dalam penelitian ini telah dirampung dalam satu aplikasi berbasis web. Sehingga untuk memulai implementasi program dapat dilakukan dengan menjalankan aplikasi pada localhost terlebih dahulu. Gambar: 4.1: Aplikasi penerjemah di localhost Adapun langkah-langkah menejerjemahkan dapat dilakukan seperti berikut: 1. Membuka web browser yang telah tersedia dalam komputer Kemudia masukkan kata atau kalimat yang seperti berikut. Gambar: 4.2: Implementasi Input Kalimat 2. Setelah proses masukkan kata atau kalimat selesai, user dapat dapat menjalankan program dengan mengeclick tombol terjemahkan. Gambar: 4.3: Implementasi hasil Terjemahan Kalimat 3. Jika user belum memahami cara membaca dan melafalkan bahasa Madura maka user dapat mempelajari di menu bantuan seperti berikut. Gambar: 4.4: Implementasi Bantuan Pelafalan Kata Pada fitur bantuan ini, user dapat belajar cara pelafalan bahasa Madura, baik berupa pelafalan huruf vokal maupun huruf konsonan sehingga bagi orang non pengguna bahasa Madura dapat mengerti dan lebih mudah dalam mempelajari bahasa madura. 4. Jika user butuh sharing tentang bahasa Madura maka user dapat masuk pada menu buku tamu. Gambar: 4.5: Implementasi Buku tamu Dihalaman ini user dapat menyampaikan pendapat, baik berupa kritik maupun saran bahkan juga bisa dijadikan tempat diskusi mengenai Madura dan semua hal yang berkaitan dengan Madura. 5. Apabila admin perlu menambahkan, mengedit dan menghapus kata maka admin perlu masuk dengan menggunakan username dan password pada menu yang telah disediakan pada gambar berikut:

Gambar: 4.6 Implementasi Admin login Enkripsi dibutuhkan untuk menjamin dari kehilangan data yang berupa kosa kata yang ada pada database, jika tidak maka setiap orang akan leluasa membuka dan bahkan mengahapus data yang tidak perlu dihapus. 6. Setelah berada pada menu pengaturan admin, maka admin dapat memasukkan kosa kata yang diperlukan. Gambar: 4.7 Implementasi Management Admin Pada halaman manajemen admin diatas dapat menambah kosakata baru yang diperlukan, mengedit dan menghapus yang tidak diperlukan. Sehingga kosa kata yang tidak diperlukan tidak memenuhi database. 4.3 Uji Coba dan Pembahasan Sistem Adapun uji coba aplikasi penerjemah ini diimplementasikan pada web browser Muzilla firefox dengan MySQL DataBase Aplication meliputi langka-langkah seperti berikut: 4.3.1 Konfigurasi kata dan aplikasi No Kalimat Sederhana Hasil B/S 1 Saya makan nasi kemarin. Kaulâ ngakan nase‟ bâri‟. B 2 Ayam saya mati. Ajhâm kaulâ mateh. B 3 Budi makan nasi kemarin. Budi dâ‟âr nase‟ bâri‟. B 4 Nana sudah sholat subuh. Nana ampon sholat subuh. B 5 Pak ahmad menjual mangga. Pak ahmad ajuwâl mangga. B 6 Nina dinikahi budi. Nina ènikaè budi. B 7 Eko merasa malu. Eko arasa malo. B 8 Merasakan manisnya madu. Arasaaghi manisepon madduh. B 9 Makanan yang enak. Dâ‟âran sê nyaman. B 10 Bersama lebih baik. Asareng lebbi sae. B 11 Memberi makan anak yatim. Apareng dâ‟âran potra yatim. B 12 Melihat matanya orang. Angoladih socahepon orèng. B 13 Jadi manusia biasa. Dâddih manossa biyasa. B 14 Berharap kasihan dari Allah. Akarèp asehan dâri Allah. B 15 Rindu setengah mati. Kêrrong satenga sèdeh. B 16 Melihat cahaya islam. Angoladih cahaya islam. B 17 Berbakti pada orang tua. Abâktè ka orèng seppo. B 18 Guru yang alim. Ghuruh sê alem.. B 19 Panutan semua murid. Panuden sadâjhâh murèd. B 20 Hanya cinta Allah dan Rasul. Coma tresna Allah bên Rasul. B Sebelum melakukan uji coba terhadap sistem, terlebih dahulu harus uji coba mengkonfigurasi antara kata dasar dan kata imbuhan yang ada di database dengan kata yang ada didalam alikasi penerjemahan seperti pada gambar-gambar berikut. 1. Tabel kata pada database. Gambar: 4.8 Daftar kata dasar di database Gambar 4.8 diatas merupakan tabel kata dasar makan yang nantinya dapat dieksekusi langsung dari aplikasi terjemahan jika tidak membutuh kata imbuhan. 2. Tabel Imbuhan pada database. Gambar: 4.9 Daftar imbuhan di database Gambar 4.9 diatas adalah tabel imbuhan yang akan digunakan apabila kata dalam terjemahan

membutuhkanya. 3. Contoh hasil terjemahan pada aplikasi. Gambar: 4.10 Testing terjemahan Dilihat dari Gambar: 4.7, Gambar: 4.8 dan Gambar: 4.9 bisa di pastikan bahwa konfigurasi antara kata yang ada di database,kata imbuhan dan hasil terjemahan sudah sesuai dengan rancangan. 4.3.2 Uji Coba dan Pembahasan Sistem Pada tahap pertama sistem akan di uji coba dengan mengartikan 20 kalimat sederhana seperti pada tabel berikut. 1. Uji Coba Kalimat Sederhana Tabel 4.1: kalimat sederhana Tabel: 4.1 Merupakan contoh hasil uji kalimat sederhana, Dari 20 kalimat yang diuji coba maka hasil diatas dapat disimpulkan 100 % hasil terjemahan benar. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui keberhasila dari setiap kata dasar yang ditambah dengan kata imbuhan baik awalan, akhiran maupun awalan dan akhiran. 2. Uji coba Kalimat Aktif Pada tahap kedua sistem akan di uji coba dengan mengartikan 20 kalimat aktif seperti pada tabel berikut. Tabel 4.2: kalimat aktif No Kalimat aktif Hasil B/S 1 C.Ronaldo pemain bola C.Ronaldo pamaèn bola. B 2 Dina belajar piano Dina ajâr piano. B 3 Eko makan bakso Eko adâ‟âr bakso B 4 Mengharap bintang jatuh. Akarèp bintang gheggher. B 5 Selamat dalam perjalanan. Slamèt dâlem parjâlânân. B 6 Memberi dengan ikhlas. Apareng kalabân ikhlas. B 7 Memperbaiki keadaan. Masaeè kabâdâ(h)ân. B 8 Menari bersama elvi. Atari asareng elvi. B 9 Melawan malas. Alabân males. B 10 Mempebudak nafsu. Makabulâ nafsu. B 11 Ely bercelana jin. Ely aclana jin. B 12 Bercerita tentang alam. Acareta tentang alam. B 13 Menyanyi lagu melayu. Anyanyi lagu mlaju. B 14 Mencampuri urusan orang lain. Acamporè urusan orèng laèn. B 15 Merapikan pakaian. Marèmpenaghi angguyan. B 16 Mempermudah urusan. Maghâmpang urusan. B 17 Memperpanjang kontrak. Malanjhâng kontrak. B 18 Memperingati hari raya. Maenga‟è arè rajâ. B 19 Memperbarui peraturan. Maanyarè paratorân. B 20 Menghilangkan prasangka buruk. Aelangaghi prasangka jhubâ‟. B Kalimat aktif dalam bahasa Madura biasanya diawali dengan a,ma dan diakhiri dengan aghi. Tabel: 4.2 diatas merupakan contoh hasil uji kalimat aktif, Dari 20 kalimat yang diuji coba maka hasil diatas dapat disimpulkan 100 % hasil terjemahan benar. 3. Uji coba Kalimat Pasif Pada tahap ketiga sistem akan di uji coba dengan mengartikan 20 kalimat pasif seperti pada tabel berikut.

Tabel 4.3: kalimat pasif No Kalimat Pasif Hasil B/S 1 Rokok disedot oleh andi. Rokok èseddot sareng andi. B 2 Mayit ini dikuburkan besok Mayyit nèkah èmakamaghi lâgghu. B 3 Doa ibu dikabulkan. Doa ebhu èkabhulaghi. B 4 Diperparah oleh keadaan. èpasarah sareng kabâdâân. B 5 Rio dipengaruhi oleh ana. Rio èpangaroè sareng ana. B 6 Mobil itu disetir oleh edi. Mobil ka‟dissah èsèttir sareng edi. B 7 Negara dirugikan koruptor. nagârâ èrogiaghi koruptor. B 8 Nasi dimakan rendi. nase‟ èdâ‟âr rendi. B 9 Ahmad dipanggil kiai salim. Ahmad èdhikane kiai salim. B 10 Bayi itu dipeluk ibunya. bhâjik ka‟dissah dipeluk ebhuepon. B 11 PNS digaji pemerintah. PNS èghâji pemerintah. B 12 Ikan itu boleh dipancing. Jhuko‟ ka‟dissah kènging èpancèng. B 13 Gigi ana disikat bersih. Bâjhâ ana èberrus bersih. B 14 Uang beny dicuri maling. Uang beny èsatron maling. B 15 Maling itu sudah ditangkap. Maling ka‟dissah ampon ètangkèp. B 16 Musang itu ditombak budi. Mosèng ka‟dissah ètombhâk budi. B 17 Rumah itu sudah dijual. Compok ka‟dissah ampon èjuwâl. B 18 Warga diserang satpol PP. Warga èsèrang satpol PP. B 19 JK diganti oleh boedino. JK èghântè sareng Boedino. B 20 Polisi itu dimotasi kemarin. Polisi ka‟dissah èpinda bâri‟. B Tabel: 4.3 Merupakan contoh hasil uji kalimat pasif, Dari 20 kalimat yang diuji coba maka hasil diatas dapat disimpulkan 100 % hasil terjemahan benar. 4. Uji coba Kalimat majmuk Pada tahap keempat sistem akan di uji coba dengan mengartikan 20 kata majmuk seperti pada tabel berikut. Tabel 4.4: Kata Majmuk No Kalimat Majmuk Hasil B/S 1 Memperbanyak Amal ibadah mabhâyyak amal èbâdâ B 2 Bekerja banting tulang alalakon bhânteng tolang B 3 Keturunan darah biru katoronân dârâ bhiruh B 4 Membantu Fakir miskin abhânto faker misken B 5 Saya Belajar Ilmu bumi. Kaulâ ajâr èlmu bhumi B 6 Rumahnya Ibu Negara compokepon ebhu nagârâ B 7 Tugasnya Juru kunci Tugasepon jur koncè B 8 Belum Naik kelas ghilok naèk kellas B 9 Nasihat Orang tua Nasehat orèng seppo B 10 Gedung Olah raga gheddhung ola bhadhân B 11 Lebih baik Putih tulang lebbi sae pote tolang B 12 Sopan santun pada orang tua! andâp asor ka orèng seppo! B 13 Yatim piatu harus dirawat. Yatim piatu kodhuh èrabât. B 14 Tutup buku sebelum pulang. totop buku saghilok paleman. B 15 Jangan Putus asa!! jhâ‟ potos asa!! B 16 Putih mata karena malu. pote socah amarghâ malo. B 17 Putus harapan itu tidak baik. potos karèpan ka‟dissah lok/tak sae. B 18 Pulang ke Kampung halaman paleman ka kampong halaman B

19 Tamu Wajib lapor tamoy wâjib lapor B 20 Pada Zaman modern ini. è jâman modern nèkah. B Tabel: 4.4 Merupakan contoh hasil uji kata majmuk, Dari 20 kalimat yang diuji coba maka hasil diatas dapat disimpulkan 100 % hasil terjemahan benar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut. Grafik 4.4 Hasil uji Coba 4.4 Analisa Sistem Dari hasil uji coba sementara diatas dapat di dismpulkan bahwa penerjemahan kalimat sederhana pada sistem dapat berjalan dengan baik, Sebagai analisa pada sistem ini, maka diimplementasikan dengan menyertakan hasil pengujian diatas. Pada kalimat sederhana terdapat penggabungan antara kalimat aktii dan kalimat pasif. Adapun hasilnya sebagai berikut. Tabel 4.5: Analisa kalimat Sederhana No Kalimat Sederhana Hasil B/S 1 Saya makan nasi kemarin. Kaulâ ngakan nase‟ bâri‟. B 2 Ayam saya mati. Ajhâm kaulâ mateh. B 3 Budi makan nasi kemarin. Budi dâ‟âr nase‟ bâri‟. B Pada kalimat aktif kata dasar pada bahasa Madura biasanya menggunakan awalan a, ma, memper dan akhiran aghi. Adapun hasilnya sebagai berikut. Tabel 4.6: Analisa kalimat aktif No Kalimat aktif Hasil B/S 1 C.Ronaldo pemain bola C.Ronaldo pamaèn bola. B 2 Dina belajar piano Dina ajâr piano. B 3 Eko makan bakso Eko adâ‟âr bakso B Pada kalimat aktif kata dasar pada bahasa Madura biasanya menggunakan awalan a, ma, memper dan akhiran aghi. Adapun hasilnya sebagai berikut. Tabel 4.7: Analisa kalimat pasif No Kalimat Pasif Hasil B/S 1 Rokok disedot oleh andi. Rokok èseddot sareng andi. B 2 Doa ibu dikabulkan. Doa ebhu èkabhulaghi. B 3 Diperparah oleh keadaan. èpasarah sareng kabâdâân. B 4 Rio dipengaruhi oleh ana. Rio èpangaroè sareng ana. B Pada kalimat aktif kata dasar pada bahasa Madura biasanya menggunakan awalan a, ma, memper dan akhiran aghi. Adapun hasilnya sebagai berikut. Tabel 4.8: Analisa kalimat majmuk No Kalimat Majmuk Hasil B/S 1 Bekerja banting tulang alalakon bhânteng tolang B 2 Keturunan darah biru katoronân dârâ bhiruh B 3 Membantu Fakir miskin abhânto faker misken B 4 Saya Belajar Ilmu bumi. Kaulâ ajâr èlmu bhumi B Sistem belum bisa menerjemahkan kata ulang yang dwi lingga (perulangan suku kata akhir) hal ini karna metode penerjemah ini menyesuaikan arti tiap kata. seperti pada kata ulang berikut ini.

Tabel 4.9: Analisa kata ulang dwi lingga No Kata arti 1 Anak-anak Na‟-kana‟ 2 Orang-orang rèng-orèng 3 Pohon-pohon Ka-bhungka Sedangkan pada kata ulang dwi purwa(perulangan suku awal) dan bentuk ulangan yang sempurna dapat diterjemahkan dengan benar, hal ini dikarekan kata yang diulang sifatnya sama. Seperti kata ulang berikut ini. Tabel 4.10: Analisa kata ulang dwi purwa No Kata arti 1 lelaki Lalake‟ 2 Undang-undang Ondhâng- Ondhâng Pada kata no. 1 kata dapat langsung disimpan dalam database dengan kata dasar lelaki pada kolom bahasa Indonesia sedangkan dalam kolom bahasa Madura diberi arti lalake‟ . lain halnya dengan kata lelaki, kata ulang pada undang-undang hanya perlu memasukkan kata undang saja pada database. Sehingga admin tidak perlu memasukkan kata undang-undang seperti kata ulang no.2. BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Setelah menyelesaikan perancangan dan pembuatan aplikasi Rancang Bangun Aplikasi Penerjemah Bahasa Indonesia-Bahasa Madura Menggunakan Free-Context Parsing Algorithm Berbasis Web, maka dapat disimpulkan: 1. Aplikasi penerjemah ini dapat menerjemahkan kalimat sederhana, kalimat aktif,kalimat pasif dan kata majmuk dengan baik. 2. Aplikasi penerjemah ini belum bisa mengartikan kata ulang yang dwi lingga (perulangan suku kata akhir) dan belum bisa mengartikan bahasa kasar untuk hewan. 3. Prosentase kebenaran pada uji coba kalimat sederhana 100%, kalimat aktif 100%, kalimat pasif 100% dan kalimat majmuk 100%. 5.2 Saran Pada tugas akhir ini ingin diberikan beberapa saran yang mungkin berguna untuk pengembangan lebih lanjut pada rancang bangun aplikasi penerjemah untuk pelaksanaan belajar bagi masyarakat umum, yaitu : 1. Perlu adanya penyempurnaan pada penerjemah ini khususnya pada kata ulang yang dwi lingga (perulangan suku kata akhir) dengan membuat eksperimen metode terbaru, sehingga penerjemah tersebut bisa lebih sempurna.. 2. Perlu penerjemah dua arah ( Indonesia – Madura atau Madura – Indonesia ).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->