MATERI PERPAJAKAN (2

)
A. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Adapun fungsi NPWP adalah : 1. Sebagai sarana dalam administrasi perpajakan 2. Sebagai tanda pengenal diri dan identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan 3. Menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasi perpajakan 4. Dicantumkan dalam setiap dokumen perpajakan Mengingat fungsinya sebagai tanda pengenal diri, maka Orang Pribadi dan Badan yang telah memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak wajib memiliki NPWP. Dalam melakukan pendaftaran, dapat datang ke kantor pajak setempat atau melui aplikasi internet yang disebut e-registration dengan alamat www.pajak.go.id. Selain fungsi tersebut, NPWP memiliki beberapa manfaat, antara lain 1. Kemudahan Pengurusan Administrasi, dalam : a. Pengajuan Kredit Bank; b. Pembuatan Rekening Koran (R/K) di Bank; c. Pengajuan SIUP/TDP; d. Pembayaran Pajak Final (PPh Final, BPHTB, dll); e. Pembuatan Passport; f. Mengikuti lelang di instansi pemerintah, BUMN/BUMD; 2. Kemudahan pelayanan perpajakan, termasuk dalam pengurusan Surat Keterangan Bebas Fiskal Luar Negeri (SKB FLN) 3. Kemudahan pengembalian pajak Apa saja persyaratan untuk memiliki NPWP? Bagi WP Orang Pribadi : Syaratnya hanya mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan fotocopi KTP atau paspor. Sedangkan untuk WP Badan, syaratnya adalah mengisi formulir pendaftaran dilampiri fotocopy akta pendirian dan fotocopy KTP salah satu pengurus. Sebagai catatan, dalam pembuatan NPWP tidak dipungut biaya apapun. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah NPWP dapat dihapuskan? NPWP dapat dihapuskan, hanya apabila WP tersebut sudah memenuhi persyaratan subyektif dan/atau obyektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Misalnya WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan (bagi WP OP), sedang untuk WP badan apabila sudah tidak ada kegiatan usaha lagi (bubar) yang dibuktikan dengan adanya akta pembubaran dan neraca konsolidasi. B. Tata Cara Pelaporan Pajak Pelaporan Pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) ke Kantor Pajak (KPP/ KP2KP, pojok pajak atau Mobil Pajak keliling) dengan cara : disampaikan langsung, melalui pos atau melalui perusahaan jasa ekspedisi, dapat juga melalui e-filling, paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. 1. Pengertian SPT adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk : a. melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak; b. melaporkan obyek dan atau bukan obyek pajak; c. melaporkan harta dan kewajiban 2. Jenis SPT ada 2 macam, yaitu : 1) SPT Masa adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu masa pajak 2) SPT Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak dilaporkan paling lambat : a. akhir bulan ketiga setelah tahun pajak berakhir untuk WP Orang Pribadi b. akhir bulan keempat setelah tahun pajak berakhir untuk WP Badan 3. Fungsi SPT a. Wajib Pajak PPh Sebagai sarana WP untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang : - Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak - Penghasilan yang merupakan obyek pajak dan atau bukan obyek pajak - Harta dan kewajiban - Pemotongan/pemungutan pajak orang atau badan lain dalam 1 (satu) Masa Pajak.

2) Atas pembayaran atau penyetoran pajak karena Kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasarkan SPT Tahunan PPh. 100. Tata Cara Pembayaran Pajak Pembayaran Pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) 5 rangkap yang peruntukannya sebagai berikut : Lembar ke-1 : untuk WP.go.: Rp. kemudian setelah dilakukan pemeriksaan oleh aparat pajak. 500. Sehingga atas pajak yang masih kurang dibayar dari hasil pemeriksaan tersebut. sanksi yang dikenakan berupa sanksi administrasi (denda. c) Sanksi kenaikan.Melalui ATM (khusus pembayaran PBB) Penyetoran pajak paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya (sesuai jenis pajaknya). bunga dan kenaikan) dan sanksi pidana. 100. lengkap dan ditandatangani. Sanksi administrasi : a) Denda terlambar lapor (sesuai Pasal 7 UU No. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. C. ditemukan masih ada pajak yang kurang dibayar.id). maka penyetoran dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. dll) .000. dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan yang dihitung mulai dari berakhirnya batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan sampai dengan tanggal pembayaran. dikenakan sanksi kenaikan. Adapun besarnya sanksi kenaikan antara lain 50% dan 100% dari pajak yang kurang dibayar/disetor. maksudnya adalah sanksi yang dikenakan terhadap pajak yang kurang dibayar setelah SPT dilaporkan.Pembayaran atau pelaunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh Pengusaha Kena Pajak dan atau melalui pihak lain dalam satu Masa Pajak. Pembayaran pajak dapat dilakukan di : . 16 th 2009 tentang KUP) dikenakan : 1) SPT Masa PPN 2) SPT Masa Lainnya 3) SPT Tahunan PPh Badan 4) SPT Tahunan PPh OP b) Sanksi terlambat setor : 1) Pembayaran atau penyetoran pajak yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak. Apbila batas akhir penyetoran bertepatan dengan hari libur. Sanksi di bidang perpajakan Dalam perpajakan. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. jelas.: Rp. 1. c. Lembar ke-4 : untuk arsip kantor penerima pembayaran (bank/Kantor Pos). Dalam hal batas akhir pelaporan pajak bertepatan dengan hari libur.pajak.000. d) Pengenaan sanksi administrasi berupa denda tidak dilakukan terhadap : 1) Wajib Pajak orang pribadi yang telah meninggal dunia. Lembar ke-2 : untuk KPPN.b. Pokok pajak yang masih harus dibayar beserta sanksinya diperhitungkan dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). Lembar ke-3 : untuk dilaporkan WP ke Kantor Pajak. D.000. BNI. Pengusaha Kena Pajak Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah PPN dan PPnBM yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang : .- . dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan yang dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran. Pemotong/Pemungut Pajak Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkan/dibayarkan. yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan. Mengenai Formulir perpajakan dapat diperoleh di Kantor Pajak secara gratis. 1.Pengkreditan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran .000.Kantor Pos . atau dapat download di Webiste DJP (www. Catatan : Dalam pengisian SPT harus benar. Lembar ke-5 : untuk arsip Wajib Potong/Pungut.: Rp.000. BCA. : Rp. maka pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.Bank-bank persepsi (Bank MAndiri.

Metode pembukuan dasar. Pemeriksaan Pajak 1. Konsekuensi dari pemakaian metode ini berakibat adanya beberapa rekening/perkiraan seperti : biaya yang masih harus dibayar. G.” E. yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. Pengertian dan tujuan pembukuan Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta. Metode Cash Basis (stelsel kas). Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB ) 4. Metode Gabungan. kewajiban. Penetapan dan Ketetapan Pajak Penetapan pajak merupakan suatu keputusan yang menetapkan besarnya jumlah pajak yang terhutang dalam satu tahun pajak. dianggap memilih pembukuan. bagian tahun pajak atau masa pajak sesudah saat terutangnya pajak. 3. begitu juga terhadap biaya akan dibebankan pada saat direalisir pembayarannya. yaitu penentuan suatu penghasilan dan biaya pada saat dilakukan realisasi penerimaan dan pembayaran kas. . atau dipidana kurungan paling singkat tiga bulan atau paling lama satu tahun. 3) Wajib Pajak orang pribadi yang berstatus sebagai warga negara asing yang tidak tinggal lagi di Indonesia. 2. b. penghasilan dan biaya. 2. biaya dibayar dimuka.  Wajib menyelenggarakan pencatatan 4. yaitu biaya dicatat pada saat dibebankan dan penghasilan dicatat pada saat ditentukan. 5) Wajib Pajak badan yang tidak melakukan kegiatan usaha lagi tetapi belum dibubarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. maksudnya adala perhitungan jumlah penjualan dalam suatu periode harus meliputi seluruh penjualan baik yang tunai maupun kredit. Yang wajib melaksanakan pembukuan adalah orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di Indonesia. atau 8) Wajib Pajak lain yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.2) Wajib Pajak orang pribadi yang sudah tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa. Sedangkan Surat Ketetapan Pajak terdiri dari : 1. penghasilan yang akan diterima. 8 milyar atau 400 juta per bulan  Memberitahukan kepada Dirjen Pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari Tahun Pajak ybs. dan atau bukti yang dilaksanakan secara obyektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. c. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. Apabila tidak memberitahukan. WP Dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan adalah Orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang sesuai dengan ketentuan perpajakan diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dengan syarat :  Peredaran bruto dalam satu tahun kurang dari 4. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT ) 3. Pengertian Pemeriksaan Pajak adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data. Setiaphasil akan dianggap diperoleh apabila telah direalisir penerimaannya melalui kas. Kewajiban Pembukuan 1. 4) Bentuk Usaha Tetap yang tidak melakukan kegiatan lagi di Indonesia. Sanksi Pidana Pelanggaran yang menyangkut tindak pidana di bidang perpajakan dikenakan sanksi pidana. Surat Tagihan Pajak (STP) F. modal. sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dan perbuatan tersebut merupakan perbuatan setelah perbuatan yang pertama kali. Metode Accrual Basis (Stelsel Akrual). Salah satu contohnya adalah sebagai berikut : “Setiap orang yang karena kealpaannya tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT. yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB ) 2. Dalam menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) harus memperhitungkan pula seluruh pembelian dan persediaan. keterangan. dan penghasilan yang diterima dimuka. didenda paling sedikit satu kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar. penentuan penghasilan dan biaya a. 6) Bendahara yang tidak melakukan pembayaran lagi. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) 5. tidak menjadi masalah kapan pengeluaran biaya dilakukan atau kapan penghasilan tersebut diterima. 7) Wajib Pajak yang terkena bencana. dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.

Dasar hukum penagihan pajak yang digunakan oleh aparat pajak adalah STP. Penagihan Pajak 1. Putusan Banding. Surat Keputusan Pembetulan. SKPKB. SKPKBT. b. Hak Wajib Pajak yang diperiksa  Meminta pemeriksa pajak menunjukkan tanda pengenal dan surat perintah pemeriksaan  Meminta penjelasan maksud dan tujuan pemeriksaan  Meminta rincian berkenaan dengan hal-hal yang berbeda antara hasil peeriksaan dengan yang dilaporkan WP dalam SPT. Penagihan Seketika dan Sekaligus 3. Penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang perpajakan yang terjadi serta menemukan tersangka. . Daluwarsa Penagihan Hak untuk melakukan penagihan pajak. Kewajiban WP yang diperiksa  Memperlihatkan dan atau meminjamkan buku atau catatan serta dokumen lainnya  Memberi kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dipandang perlu  Memberikan keterangan baik secara lisan maupun tertulis  Menandatangani surat persetujuan atau penolakan pemeriksaan 3. Cara/prosedur Penagihan pajak a. daluwarsa setelah lampau 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya masa pajak. bagian tahun pajak atau tahun pajak yang bersangkutan.2. Penagihan dengan Surat Paksa (SP) b. 2. Surat Keputusan Keberatan. Hak dan kewajiban WP yang diperiksa a. H.