PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

Jefriadi Jiki Irwanto Maulana Shadily Relvi Hotmaria

melainkan memiliki esensi serta makna yang utuh.  . Konsekuensinya kelima sila bukan terpisah-pisah dan memiliki makna sendiri-sendiri.PANCASILA SEBAGAI NILAI DASAR FUNDAMENTAL BAGI BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA  Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. hierarkis dan sistematis. Dalam pengertian inilah maka sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. fundamental dan menyeluruh. Maka sila-sila Pancasila merupakan suatu kesatuan yang utuh.

Persatuan.DASAR PEMIKIRAN FILOSOFIS  Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa dalam setiap aspek kehidupan kebangsaan. . kemasyarakatan dan kenegaraan harus berdasarkan nilai – nilai Ketuhanan. Kemanusiaan. Kerakyatan dan Keadilan.

 Artinya esensi nilai-nilai Pancasila bersifat universal yaitu Ketuhanan. . Persatuan. Kemanusiaan. Secara kausalitas bahwa nilai-nilai Pancasila adalah bersifat objektif dan juga subjektif. Kerakyatan dan Keadilan.

Inti nilai-nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia dan mungkin juga pada bangsa lain baik dalam adat kebiasaan.NILAI-NILAI PANCASILA BERSIFAT OBJEKTIF  Rumusan dari sila-sila Pancasila itu sendiri sebenarnya hakikat maknanya yang terdalam menunjukkan adanya sifat-sifat yang umum universal dan abstrak. karena merupakan suatu nilai. menurut ilmu hukum memenuhi syarat sebagai pokok kaidah yang fundamental Negara sehingga merupakan suatu sumber hukum positif di Indonesia.   Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. kenegaraan maupun dalam kehidupan keagamaan. . kebudayaan.

Nilai – nilai Pancasila merupakan filsafat (pandangan hidup) bangsa Indonesia sehingga merupakan jati diri bangsa. keadilan. yang manifestasinya sesuai dengan budi nurani bangsa Indonesia karena bersumber pada kepribadian bangsa . etis.NILAI-NILAI SUBJEKTIF  PANCASILA Nilai – nilai Pancasila timbul dari Bangsa Indonesia sehingga Bangsa Indonesia sebagai kausa materialis. Nilai – nilai tersebut sebagai hasil pemikiran. kebaikan. keadilan dan kebijaksanaan dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara. yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran. serta hasil refleksi filosofis Bangsa Indonesia. kebijaksanaan.   NIlai – nilai Pancasila didalamnya terkandung ketujuh nilai – nilai kerohanian yaitu nilai kebenaran. estetis dan nilai religius. kebaikan. penilaian kritis.

NILAI-NILAI PANCASILA MERUPAKAN DAS SOLLEN ATAU CITA-CITA TENTANG KEBAIKAN YANG HARUS DIWUJUDKAN MENJADI SUATU KENYATAAN ATAU DAS SEIN. .

Adapun Pembukaan UUD 1945 yang di dalamnya memuat nilai-nilai Pancasila mengandung Empat Pokok Pikiran yang bilamana dianalisis makna yang terkandung didalamnya tidak lain adalah merupakan derivasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila.NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI NILAI FUNDAMENTAL NEGARA  Nilai-nilai Pancasila terkandung dalam Pembukaan UDD 1945 secara yuridis memiliki kedudukan sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental. .

dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan social. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini Negara berkewajiban mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh warga Negara. Pokok pikiran ini sebagai penjabaran sila kelima. Pokok Pikiran pertama menyatakan bahwa Negara Indonesia adalah Negara persatuan. yaitu Negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. mengatasi segala paham golongan maupun perseorangan. Hal ini merupakan penjabaran sila ketiga. .  Pokok pikiran kedua menyatakan bahwa Negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

. Hal ini menunjukkan bahwa Negara Indonesia adalah Negara demokrasi yaitu kedaulatan ditangan rakyat. Pokok Pikiran ketiga menyatakan bahwa Negara berkedaulatan rakyat. Hal ini mengandung arti bahwa Negara Indonesia mejunjung tinggi keberadaban semua agama dalam pergaulan hidup Negara. Berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwa kilan. Hal ini merupakan penjabaran sila pertama dan kedua.  Pokok Pikiran keempat menyatakan bahwa Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hal ini sebagai penjabaran sila keempat.

INTI ISI SILA-SILA PANCASILA Ketuhanan Yang Maha Esa  Kemanusiaan yang Adil dan Beradab  Persatuan Indonesia  Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan  Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia  .

pemerintahan negara hukum dan peraturan perundang-undangan negara. politik negara.  . kebebasan dan hak asasi warga negara harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu.KETUHANAN YANG MAHA ESA  Terkandung nilai bahwa negara yang didirikan adalah sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. moral penyelenggara negara. segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara bahkan moral negara.

Nilai kemanusiaan yang beradab adalah perwujudan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang berbudaya.KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB  Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. terhadap sesama manusia maupun terhadap lingkungannya. bermoral dan beragama.   . Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan normanorma dan kebudayaan pada umumnya baik terhadap diri sendiri.

PERSATUAN INDONESIA  Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. . Di dalam negara. konsekuensinya adalah beraneka ragam tetapi satu. mengikatkan diri dalam suatu persatuan yang dilukiskan dalam suatu seloka Bhinneka Tunggal Ika.

KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN  Nilai filosofi yang terkandung di dalam sila keempat ini adalah bahwa hakikat negara ialah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.  Sila kerakyatan terkandung nilai demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam hidup negara. Hakikat rakyat ialah merupakan sekelompok manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang bersatu dan bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia dalam suatu wilayah negara. .

Maka dalam sila kelima tersebut terkandung nilai keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). .KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA  Dalam sila kelima ini terkandung nilai-nilai yang merupakan tujuan negara sebagai tujuan dalam hidup bersama.

SELESAI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful