anggapan dasar n hipotesis

A. Pengertian Anggapan Dasar dan Hipotesis 1. Pengertian Anggapan Dasar Menurut Prof. Dr. Winanto surakhamd M.Sc.Ed. anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Setiap penyelidik dapat merumuskan postulat yang berbeda. Seorang penyelidik mungkin meragukan sesuatu anggapan dasar orang lain diterima sebagai kebenaran. Dari contoh kehidupan sehari-hari orang yang berkata bahwa orang yang banyak makan akan menjadi gemuk. Yang ada dibalik ucapan itu adalah suatu anggapan bahwa semua yang dimakan orang tentu dapat dicerna, kemudian berubah menjadi otot dan lemak. Inilah sebabnya maka orang menjadi gemuk. Jadi anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal yang digunakan untuk tempat berpijak bagi peneliti di dalam melaksanakan penelitiannya dalam pembuatan anggapan dasar yang harus diperhatikan adalah: 1) Membaca buku 2) Mendengarkan berita 3) Berkunjung ke tempat obyek penelitian 4) Dengan mengadakan abstraksi. Manfaat dalam pembuatan anggapan dasar adalah 1) ada pijakan berfikir yang kokoh 2) untuk mempertegas variable 3) guna menentukan dan merumuskan hipotesis 2. Pengertian Hipotesis.

3. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang. yaitu: a. b. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian. al (1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan . Hipotesis yang baik menunjukan bahwa peneliti memiliki ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan. B. et. Jadi Hipotesis. masih harus diuji atau dibuktikan kebenarannya. Menurut Kerlinger (2004:30) hipotesis adalah pernyataan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. secara sederhana merupakan dugaan sementara yang diharapkan terjadi dalam penelitian. hipotesis berasal dari dua suku kata yaitu „hypo” yang berarti lemah dan “thesis” yang berarti pernyataan. Kegunaan Hipotesis Kegunaan hipotesis antara lain [1]: 1.Secara etimologi. Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkahlangkah selanjutnya. 2. 4. atau kesimpulan yang belum final. Hipotesis berarti sebuah pernyataan yang lemah. Dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interprestasinya. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian. Menurut Donal Ary.

Berdasarkan Rumusannya Berdasarkan rumusan dalam suatu penelitian. hipotesis dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis nol (null hypotheses) dan hipotesis kerja (alternative hypotheses). Hipotesis statistik hanya bekerja dengan menggunakan sebagian data yang diambil dari populasi atau data sampel. Adapun jenis-jenis hipotesis dijelaskan berikut ini. a. Apabila penelitian dilakukan terhadap keseluruhan anggota populasi maka tidak perlu ada hipotesis statistik. Berdasarkan Penempatannya Berdasarkan penempatan atau posisinya. Hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan perumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan. Kedua hipotesis tersebut diuraikan sebagai berikut: 1) Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian biasanya ditempatkan pada bab kedua atau studi kepustakaan setelah kajian teori yang dinyatakan dalam bentuk kalimat. b. Hipotesis statistik bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunkan data yang diambil sebagian dari populasi atau data sampel yang hasilnya diberlakukan pada populasi. Misalnya. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar matematika siswa. Hipotesis ini dinyatakan dalam bentuk simbol statistik. 2) Hipotesis Statistik Hipotesis statistik biasanya ditempatkan pada bagian akhir bab ketiga atau bab yang berkaitan dengan analisis data. 1) Hipotesisi Nol . karena hipotesis ini sifatnya hanya sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Kedua jenis hipotesis ini diuraikan sebagai berikut. Jenis-Jenis Hipotesis Hipotesis dapat dibedakan berdasarkan penempatannya dan berdasarkan rumusannya. hipotesis dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistik.C.

Terdapat perbedaan achievement goals antara mahasiswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan metode ceramah. Contoh: 1. Terdapat hubungan yang positif antara iklim belajar dengan prestasi belajar. 2. Terdapat pengaruh langsung konsep diri terhadap motivasi berprestasi. 3) Hipotesis harus dapat diuji 4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada. 2. Hipotesis alternatif biasanya disingkat dengan Ha atau H1. Ciri-ciri hipotesis Ciri-ciri hipotesis yang baik: 1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas 2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabelvariabel. Tidak terdapat pengaruh langsung konsep diri terhadap motivasi berprestasi. Tidak terdapat perbedaan achievement goals antara mahasiswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan metode ceramah. Hipotesis nol biasanya disingkat dengan H0. Tidak terdapat hubungan yang positif antara iklim belajar dengan prestasi belajar.Hipotesis nol menyatakan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara variabel dengan variabel lain atau tidak adanya pengaruh variabel terhadap variabel lain. D. 2) Hipotesis Kerja atau Alternatif Hipotesis kerja atau disebut juga sebagai hipotesis alternatif menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara variabel dengan variabel lain atau adanya pengaruh variabel terhadap variabel lain. Contoh: 1. 3. .

2) Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat. peneliti harus [2]: 1) Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. maka beberapa petunjuk dalam merumuskan hipotesis dapat diberikan sebagai berikut : . objekobjek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki. E. Good dan scates memberikan beberapa sumber untuk menggali hipotesis : 1) Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu 2) Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan 3) Imajinasi dan angan-angan 4) Materi bacaan dan literatur 5) Pengetahuan kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki.5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin. 3) Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuaia dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan. Menggali dan merumuskan hipotesis Dalam menggali hipotesis. Sebagai kesimpulan . 6) Data yang tersedia 7) kesamaan.

126 [2] Ibid. Usaha Nasional. hal. 133 Diposkan oleh Arul_Team di 00:48 0 komentar: Poskan Komentar .blogspot.html http://heksaviolet.html http://wennygirlyahoocoid. DAFTAR PUSTAKA http://wennygirlyahoocoid. Usaha Nasional. Surabaya: 1982 [1] Drs. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan.wordpress. 4) Hendaknya dapat diuji 5) Hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori. Surabaya: 1982. hal.1) Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta spesifik 2) Hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaraif dan berbentuk pernyataan. 3) Hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur.com/2009/06/bab-i-pendahuluan-1.com/2009/06/bab-i-pendahuluan-1. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Arief.com/2009/11/04/hipotesa/ Furchon. Arief Furchon.blogspot.