ETIOLOGI Disebabkan oleh Plasmodium sp, yang terpenting Plasmodium gallinaceum, dan Plasmodium juxtanucleare (P.

japonicum) (1) MOFOLOGI Plasmodium gallinaceum , Gamon dan Meron bentuknya bulat atau tidak teratur, Inti sel eritrosit hospes dipindahkan tetapi jarang sampai keluar. Butir pigmen gamon agak besar dan tidak banyak (1) Plasmodium juxtanucleare, Merozoit berbentuk bulat, ovoid sampai tidak teratur (1,2) agak kecil dan biasanya berhubungan dengan inti eritrosit. Gamet bentuknya bulat, ovoid, tidak teratur atau piriform memanjang . Sel hospes seringkali menggeliat (distarted = berubah bentuk) (1). UNGGAS RENTAN Ayam hutan, dan ayam piaraan di Asia Selatan, Asia Tenggara, Indonesia dan burung gallinaceus (“gallinaceus birth” ) juga dapat terserang, ditularkan oleh vektor biologi Nyamuk (Aedes, Culex dan anopheles) (1) SIKLUS HIDUP dan CARA PENULARAN DIDALAM TUBUH UNGGAS RENTAN, Sporozoit yang ada didalam kelenjar ludah vektor nyamuk (Aedes, culex, anopheles) akan ikut terinjeksikan dan masuk kedalam tubuh unggas saat menghisap darah. Sporozoit berada didalam aliran
ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA, IBM (2010)

1

darah kurang dari 1 jam, kemudian masuk kedalam sel endotel (sebagian besar terjadi didalam sel-sel haemopoetik) dan sel jaringan, merogoni eksoeritrositik I secara perbanyakan skizogoni terbentuklah fanerozoit. Fanerozoit akan memasuki sel endotel organ lainnya yang baru, terjadi proses merogoni eksoeritrositik II juga secara perbanyakan skizogoni dan terbentuk metakriptozoit baru. Metakriptozoit selanjutnya menginfeksi eritrosit 1 minggu sampai 10 hari setelah infeksi. Didalam sel darah merah metakriptozoit akan membulat dan membentuk vakuola besar ditengahnya dikenal dengan stadium cincin (karena dengan pewarnaan Romanowsky, mirip cincin stempel dengan inti merah pada satu tepi dan cincin tipis sitoplasma berwarna biru sekeliling vakuola), kemudian berkembangan lebih lanjut akan terbentuk tropozoit. Tropozoit akan mengalami proses ”Merogoni” sehingga menghasilkan Merozoit. Merozoit akan keluar dari eritrosit dan memasuki eritrosit lainnya, mengalami proses tidak terbatas. Setelah infeksi berlangsung beberapa waktu dan terjadi perkembangan aseksual yang tertentu jumlahnya, maka Merozoit yang memasuki sel darah merah berkembang menjadi makrogamet dan Mikrogamet dan akhirnya diisap oleh vektor (1). DIDALAM TUBUH VEKTOR, didalam perut tengah nyamuk , 10 – 15 menit setelah menghisap darah mikrogamet akan membelah inti menjadi 6 – 8 mikrogamet panjang sangat mirip flagelum mengalami proses eksflagelasi (mikrogamet lepas dan berenang bebas). Jika Mikrogamet bertemu dengan makrogamet akan terjadi pembuahan, sehingga terbentuk ookista yang dapat bergerak (Ookinet). Ookinet menembus dinding perut tengah (lambung) dan berkembang menjadi Ookista. Inti ookista akan membagi diri berulang-ulang sehingga terbentuklah sejumlah Sporoblast. Inti setiap Sporoblast kemudian membagi diri secara berulangulang, sehingga akhirnya setiap Ookista berisi 10.000 atau lebih Sporozoit. Sporozoit keluar dari Ookista, masuk kedalam rongga badan dan akhirnya bermigrasi ke kelenjar air liur (1)

GEJALA KLINIS Plasmodium gallinaceum, ayam hutan lebih tahan, pada ayam peliharaan menimbulkan kematian. Mula-mula suhu badan berfluktuasi (demam intermiten), anemia (ditandai dengan pucatnya selaput lendir), lemah, lesu, selain itu dapat mengalami kelumpuhan dan mati karena penyumbatan kapiler-kapiler darah pada otak karena stadium eksoeritrositik (1), gemetar, bulu kusam dan kekurusan (*) Plasmodium (Novyella) juxtanucleare, tidak teramati gejala penyakit yang nyata, sebelum mati, ayam lesu dan lemah, balungnya pucat, suhu tubuhnya tidak naik (1, 2)

PERUBAHAN BEDAH BANGKAI
ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA, IBM (2010)

2

ORGAN Ginjal Hati Limpa jantung otak karkas

KELAINAN PATOLOGI ANATOMI Plasmodium gallinaceum Plasmodium juxtanucleare Membengkak (1) Membesar berwarna gelap (2) Ada pengendapan (defosit) figmen (2) Membesar berwarna gelap (2) Membesar (1), Ada pengendapan (defosit) figmen (2) Ditemukan cairan didalam Efusi (pengeluaran) cairan pericardium rongga pericardium jantung (1), cairan perikardial banyak (2) (Hidropericardium) (2) Pembendungan darah otak (2) Anemis (2) DIAGNOSA

Pemeriksaan mikroskopis untuk menemukan dan mengidentifikasi protozoanya dengan pemeriksaan mikroskopis sediaan usapan darah tipis yang diwarnai (1), atau sediaan sentuh organ (2) Diferensial diagnosa Haemoproteosis, merozoit pada darah perifer hanya ada pada Plasmodium sp dan tidak ada pada Haemoproteus sp, tetapi bila hanya ditemukan gamon yang memanjang hanya dimiliki oleh Haemoproteus sp (1) PENGOBATAN 1. Quinacrine, Chloroquine (1), 2. Paludrin 0,075 g/kg bb, Pyrimethamine 0,3 mg/kg bb, Sulfadiazine 100 mg/kg bb, Kinine 5 grain / hari (1 grain = 0,0648 g) (2) PENCEGAHAN Kendalikan populasi nyamuk (induk semang antara), adakan pengeringan, drainage di lokasi peternakan (2)

ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA, IBM (2010)

3

PENDAHULUAN, leucocytozoonosis ialah suatu penyakit protozoa darah, di Indonesia disebabkan oleh Leucocytozoon cauleryi (L. cauleryi) dan L. sabrazesi, keduanya menginfeksi Ayam, L. Simondi menginfeksi Itik dan Angsa), sedangkan L. Smithi menginfeksi Kalkun, dilularkan oleh lalat Culicoides dan atau Simulium, dengan gejala klinis yang jelas dan kadang-kadang tidak teramati. KEJADIAN DI INDONESIA Prowazek pertama kali melaporkan di Sumatera pada tahun 1912 menyerang ayam, diidentifikasi Leucocytozoon schuffneri, saat ini telah menyebar hampir diseluruh pelosok tanah air. Di Bali penyakit ini sifatnya endemik, dengan morbiditas pada anak ayam berkisar antara 0 – 40%, pada ayam dewasa 7 – 40%, sedangkan mortalitas pada anak ayam sebesar 7 – 50% dan pada ayam dewasa 2 – 60%. Morbiditas tergantung pada populasi vector, umur dan cara pemeliharaan (1).

ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA, IBM (2010)

4

ETIOLOGI SPESIES Leucocytozoon cauleryi Leucocytozoon sabrazesi Leucocytozoon simondi (anatis, anseris) 1,2 Leucocytozoon smithi (1,2) UNGGAS PEKA Ayam Itik – Angsa Kalkun MORFOLOGI Leucocytozoon cauleryi Gamon dewasa berbentuk bulat berukuran(15,5 X 15,0) mikron, ditemukan didalam eritrosit, (2) atau lekosit yang telah membesar sedemikian rupa sehingga berukuran sekitar 20 mikron (4), inti sel hospes membentuk pita gelap memanjang kira-kira 1/3 keliling parasit (2) Gamon dewasa, memanjang dengan ukuran kira-kira 22 – 24 X 4 -7 mikron (2), Makrogamet dan Mikrogamet berbentuk seperti sosis berukuran 16,0 – 24,0 X 4,0 - 12,0 mikron, dan 13,5 - 24,0 X 4,0 – 11,5 mikron (3). Sel hospes berbentuk gelendong dengan ”tanduk-tanduk” sitoplasma panjang memanjang melebihi parasit dengan ukuran kira-kira 67 X 6 mikron. Inti sel hospes membentuk suatu jungta, sempit berwarna gelap pada pewarnaan, sepanjang suatu sisi parasit (2) Gamet dewasa, bentuknya memanjang atau bulat, sel hospes biasanya memanjang dengan inti membentuk sebuah pita sangat panjang, tipis, gelap sepanjang satu sisi dan dengan “tanduk-tanduk” sitoplasmik menjulur keluar melebihi panjang parasit dan inti, ditemukan pada lekosit dan eritrosit (2) Gamon dewasa mula-mula bulat kemudian baru memanjang, sel hospes memanjang dengan “tanduktanduk” sitoplasmik pucat meluas keluar melewati parasit yang dikurungnya. Inti sel hospes memanjang, membentuk suatu pita panjang, tipis, gelap sepanjang salah satu sisi parasit, sering kali membelah dan membentuk sutu pita yang berada disetiap sisi parasit (2) Leucocytozoon. smiti VEKTOR Lalat Culicoides Lalat Simulium Lalat Simulium Lalat Simulium

Leucocytozoon sabrazesi

Leucocytozoon simondi

ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA, IBM (2010)

5

usus. dimulai sejak lalat menghisap darah penderita. sporozoit yang berada didalam kelenjar ludah akan ikut tersebar kedalam peredaran darah. ookinet bergerak menuju dinding usus tengah untuk membentuk ookista. tarakhea. otot-otot. sabrazesi Kadang-kadang teramati gejala klinis atau tanpa gejala klinis yang jelas. 2) PENGENALAN PENYAKIT. kedinginan (menggigil) dan suka bergerombol. hasil perkawinan terbentuklah zygot berbentuk bulat kemudian berkembang lebih lanjut bentuknya berubah memanjang dan dapat bergerak disebut ookinet. kelumpuhan kaki. gamon dewasa kadang-kadang ditemukan bebas didalam plasma darah. kemudian mengalami proses gametogoni (pembentukan gamet) akhirnya terbentuklah (Mikro dan Makro)-ganet. diare. lesu. 2) DIDALAM TUBUH HEWAN PEKA. teramati penurunan produksi telur dan daya tetas serta penurunan berat badan (1) L. cauleryi Kadang-kadang menampakkan gejala klinis atau tanpa gejala klinis yang jelas.SIKLUS HIDUP DIDALAM TUBUH VEKTOR. terlihat lesu dan tidak mau makan. terlihat sakit pada sore hari dan mati pada pagi hari berikutnya. sporozoit akan bermigrasi menuju kelenjar air liur sehingga lalat menjadi infektif (1. Gamet akan muncul didalam darah perifer 14 hari setelah infeksi baik didalam eritrosit atau eritroblast. suka bergerombol. hilang nafsu makan. keluar cairan seperti tali dari hidung dan mulut (2. kelenjar adrenal. Simondi Patogen . ovarium. hati dan paruparu) serta didalam ruangan berisi darah atau didalam jaringan (jantung. didalam tubuh lalat mikrogamet akan secara aktif mencari Makrogamet untuk kawin. tinja berwarna hijau. L. Anak-anak itik yang terkena secara akut. Gejala klinis yang teramati antara lain : anemia (pial dan balung pucat). kelompok anak itik terlihat normal pada pagi hari. limpa. IBM (2010) 6 . gejala klinis teramati secara tiba-tiba. Gejala klinis yang teramati antara lain : gejala khasnya terjadi : anemia (balung dan pial pucat). ookista mengalami proses sprogoni (pembentukan sporozoit) dengan menbelahan berlipat ganda (skizogoni) menghasilkan sporozoit. Sporozoit mengalami proses merogoni (pembentukan merozoit) dengan cara pemebelahan berlipat ganda (skizogoni) sehingga dibebaskan banyak merozoit.2) muntah darah. pernafasan ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. 3) L. (1. Merogoni berlangsung beberapa kali. dimulai juga saat lalat infektif menghisap darah. paralisa dan diikuti kematian akibat kolaps (1) Jika infeksi tanpa gejala klinis yang jelas. kemudian akan memasuki sel endotel (ginjal. pankreas. bersama darah juga akan terhisap gamon (Mikro dan Makro)-gamet. Gamet ini akan ikut terhisap saat lalat menghisap darah maka terulanglah siklus seperti diatas (1. thymus. dan otak.

batuk. kejang-kejang dan akhirnya mati (2). terkulai. megap-megap. Gejala klinis pada itik dan angsa yang umurnya lebih dewasa gejalanya lebih menahun. proventrikulus. kepekaan kalkun akan infeksi berbanding terbalik dengan pertambahan umur.cepat dan berat (karena ada penyumbatan kapiler paru-paru oleh Meron). seperti pejantan (tidak tertarik kepada betina. tampak lemah. kadang-kadang ikterik dan serosis (2) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Anak-anak itik dan angsa yang sembuh. dagingnya lembek. dan otot-ototnya dapat berwarna kecoklatan. terlihat kurus. pingsan dan akhirnya mati. berulang-ulang berusaha membersihkan tenggorokannya dan bisa mati secara tiba-tiba (2) Kelainan Pasca Mati. hipertropi hati dan degenerasi. paru-paru. biasanya akan sembuh tetapi tetap membawa parasit dalam darahnya. duodenum meradang. dan cendrung duduk. ginjal. IBM (2010) 7 . Kematian bisanya terjadi pada saat parasitisme perifer mendekati puncaknya (10 – 12 hari) setelah infeksi. jarang mengigal). smithi limpa membesar. bursa fabriceus. limpa. otak serta otot dada dan paha. suaranya basah (ngorok) karena adanya cairan di tenggorokan. Leucocytozoon cauleryi ditemukan bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan harpir diseluruh organ seperti hati. karkas tampak pucatdan leukositosis dan pembekuan darah jelek (2) L. pada stadium lanjut mungkin tampak inkoordinasi dan tiba-tiba kalkun jatuh terjungkal (“fall over”). susah bergerak jika diganggu. sering gagal tumbuh secara normal dan hewan yang sembuh tetap menjadi pembawa penyakit (carrier) (2) L. Jika kalkun bertahan hidup. Hati membesar. timus. pankreas. karkas anemic dan kurus. beberapa tanpa dampak yang jelas tetapi ada juga yang menderita dampak merugikan yang menahun. usus. Selain itu sering ditemukan gumpalan darah di dalam rongga perut dan saluran pernafasan bagian atas (1) Leucocytozoon sabrazesi karkas pucat. Gejala pada anak kalkun yang terinfeksi : tidak mau makan. 2-3 hari sejak gejala muncul (2). lesu dan jika terjadi kematian jarang sebelum 4 hari setelah teramati gejala klinis. kelainan lainnya tidak mencolok (3) Leucocytozoon simondi splenomegali (pembesaran limpa). smithi Patogen.

DIAGNOSA Leucocytozoon cauleryi. berbatu-batu. Sulfonamide (Sulfadimethoxine dan Sulfamezathine) 50 ppm atau Clopidol 125. sedangkan kalau Gumboro berbentuk garis. banyak semak atau tumbuhan air didekatnya atau didalamnya (3) PENGOBATAN 1. usaha peternakan ayam sebaiknya jangan berdekatan dengan sawah. Sulfamonomethoxine 30 – 40 ppm dalam pakan selama 29 hari efektif mencegah infeksi (2) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. 2. Pyrimethamine 1 ppm. sediaan sentuh organ dan ditemukan skison pada pemeriksaan sediaan histopatologi. 1975 dalam 2) 2. Kelainan pasca mati dapat dipakai sebagai pengarahan diagnosa (1) DIAGNOSA BANDING Kelainan pasca mati Leucocytozoonosis hampir sama dengan Infeksius Laringo Traheitis (ILT). Selain itu pendarahan juga terjadi diantara esofagus. IBM (2010) 8 . tetapi kesemuanya tidak ditemukan parasit (1) Leucocytozoonosis bisa dikelirukan dengan ILT dari gejala klinisnya muntah darah. Jangan memelihara ayam berdektan dengan tempat-tempat yang disukai lalat Simulium (dekat sungai yang mengalir deras. Gumboro. kalau disebabkan oleh Leucocytozoon perdarahannya berbentik (Ptechiae). dalam pakan dapat mencegah infeksi pada ayam (abiba. sedangkan Leucocytozoonosis terjadi perdarahan diseluruh organ dan jaringan PENCEGAHAN 1. dengan menemukan parasit pada sediaan ulas darah tipis. proventrikulus dan pentrikulus disebabkan oleh Gumboro. Cara membedakannya pada saat bedah bangkai jika darah berasal dari saluran pernafasan (trakea) maka penyebabnya ILT dan jika berasal dari saluran pencernaan (Proventrikulus) penyebabnya Leococytozoonosis Gejala klinisnya mirip Gumboro yaitu terjadi perdarahan pada otot terutama otot paha. Kolera Unggas dan Keracunan Sulfa. rawa atau tempat berair lainnya yang disukai Culicoides sp atau memelihara anak ayam yang umurnya kurang dari 2 bulan dalam kandang diusahakan terbebas dari Culicoides (3).

MALARIA UNGGAS HAEMOPROTEOSIS ETIOLOGI Spesies yang terpenting ialah Haemoproteus columbae menginfeksi burung merpati. merogoni di dalam sel endotel terjadi beberapa kali. Haemoproteus meleagridis menginfeksi kalkun dan Haemoproteus nettionis menginfeksi itik dan angsa (1) Bahasan berikutnya hanya menjabarkan spesies yang paling pathogen Haemoproteus columbae. sedangkan spesies lainnya kurang pathogen dengan gejala klinis yang kurang jelas. Sporozoit yang ada pada kelenjar ludah (air liyur) akan ikut terinjeksikan ke dalam aliran darah. (Mikro dan Makro) gamet berisi butir pigemen coklat tua dalam jumlah bervariasi (tidak tetap) (1) SIKLUS HIDUP Didalam tubuh hospes. sporozoit selanjutnya akan masuk ke dalam sel endotel buluh darah (paru-paru. sampai akhirnya merozoit memasuki eritrosit. sebagian mengelilingi inti sel eritrosit hospes dan dapat memindahkannya sampai tingkatan tertentu. HEWAN PEKA Bangsa merpati (1) MORFOLOGI Makrogamet dan Mikrogamet dewasa memanjang berbentuk sosis. Haemoproteus loportyx mengnfeksi burung puyuh. IBM (2010) 9 . merpati akan terinfeksi bila digigit oleh lalat Culicoides sp (*). didalam eritrosit terjadi proses gametogoni ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. hati dan limpa) dan terjadi proses Merogoni (pembentukan Merozoit).

kemudian mikrogamet akan mencari makrogamet . IBM (2010) 10 . kurus (*) DIAGNOSA Pemeriksaan mikroskopis. Kimia Farma). Ookinet merayap menuju dinding usus tengah dan melindungi dirinya dengan membentuk dinding disebut Ookista. 1. 5 mg/kg bb setiap hari selama 6 hari (2) PENCEGAHAN dan PENGENDALIAN Kandang diusahakan jangan berdekatan dengan sawah. rawa atau tempat berair lainnya yang disukai Culicoides sp. anemia dan aspeksia (karena kongesti paru-paru) (2) merupakan gejala yang mengarahkan pada infeksinya. (Mikro dan Makro)-gamon akhirnya ikut terhisap oleh lalat Culicoides sp pada saat menghisap darah(1) Didalam usus tengah lalat. mikrogamon menghasilkan 4 mikrogamet atau lebih. 333 mg /ekor secara oral setiap hari selama 6 hari (2) 2. anoreksi. Didalam ookista akan terbentuk sejumlah besar sporozoit.(pembentukan Mikro dan Makro)-gamon ). ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. atau kandang diusahakan terbebas dari Culicoides (2). diare berwarna hijau dan ada endapan putih. PT. Hasil penggabungannya (Mikro + Makro)-gamet menghasilkan zygote yang bisa bergerak disebut Ookinet. Kinin sulfat (Kina. Bayer). melakukan pemeriksaan sediaan hapusan darah tipis untuk menemukan serta mengidentifiaksi parasitnya (2) PENGOBATAN. Gejala umum lainnya : merpati kurang lincah. kemudian masuk ke dalam rongga badan dan akhirnya menuju kelenjar air liur (1) GEJALA KLINIS Umumnya tidak menampakkan gejala klinis yang khas. Kloroquin difosfat (Resochin. PT. memisahkan diri dari kelompoknya. bahu dipendekkan. gametogoni terjadi 28 – 30 hari setelah infeksi.

anjing dan kucing) Equidae (kuda. dignosa ditegakkan berdasarkan pemeriksaaan sediaan mikroskopis ulas darah tipis atau tebal. pinjal. dan musca. equidae. kekurangan darah (kepucatan mukosa dan odema). sapi. kambing. endapan sentrifuk dan ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. menggunakan glukosa darah untuk kelangsungan hidupnya. domba. pathogen pada kuda dan kurang pathogen pada sapi dan kerbau air dan kronis pada anjing. penyakit tujuh keliling (5) PENDAHULUAN Surra adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa darah berflagela yaitu Trypanosoma evansi. zebu. kekurusan. gejala syaraf. Afrika keledai. kutu dan sengkenit (caplak). onta. berpredileksi didalam plasma darah.Trypanosoma sp yang terpenting dan menimbulkan penyakit pada hewan dan manusia antara lain : No 1 2 SPESIES TRYPANOSOMA Evansi brucei PENYAKIT SURRA Nagana HOSPES DEFINITIF DISTRIBUSI 3 4 equiperdum gambiense Dourine Tidur Onta. menginfeksi hampir semua hewan berdarah panas (kecuali burung). gejala klinis paling umum demam (demam intermiten). keledai) Afrika Manusia Afrika Sedangkan yang akan dibahas lebih lanjut adalah SURRA Sinonim : penyakit mubeng. kadang-kadang teramati kegatalan. babi. begal. nyamuk anopheles. Kosmopolitan anjing dll (7) (Indonesia) Mamalia (Kuda. ditularkan oleh lalat penghisap darah. bovidae. IBM (2010) 11 .

berberum. IBM (2010) 12 . berubah dalam konstitusi antigenik di antara infeksi awal dan kekambuhan berikutnya. hippicum. Sumba. sehingga tubuh hospes tertinggal untuk menghasilkan antibodi. Selain itu ganguan juga disebabkan karena meningkatnya asam susu serta trypanotoksin yang dihasilkan oleh parasit (1). ETIOLOGI Surra disebabkan oleh Trypanosoma evansi (1). jika parasit menang dan induk semang kekurangan glukosa maka akan terjadi gangguan (dampak). Bovidae. Pada tahun 1974 hanya Maluku dan Irian Jaya yang bebas dari Penyakit Surra (1) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. hidup di dalam plasma darah.7). untuk memenuhi kebutuhan hidupnya menggunakan glukosa darah sebagai makanannya. T.0 – 2.sediaan sentuh organ. Flores. T. hanya suatu lapisan permukaan yang tebal dari beberapa spesies dalam stadium Trypomastigote yang bertanggungjawab terhadap variasi antigenik tersebut (2) KEJADIAN DI INDONESIA Pertama kali dilaporkan oleh Penning (1897) menginfeksi kuda di Semarang. soudanense dan T. T. cameli.5 mikron) (1) SIFAT -SIFAT TRYPANOSOMA SP. Sinonim : T.5 mikron (rata-rata 1.7 – 33. sampai tahun 1957 telah tersebar ke beberapa daerah. ditemukan pertama kali oleh Steel (1885). T. venezuelense (7) MORFOLOGI Tubuhnya berbentuk seperti kumparan dengan salah satu ujung lancip dan ujung yang lain sedikit tumpul. Dicurigai antigen yang dilepaskan bervariasi selama perkembangannya. Equidae. kecuali (Bali. Telah dilaporkan lebih dari 20 variasi antigenik yang telah berhasil diteliti. Annamense. IMMUNITAS (KEKEBALAN) Trypanosoma sp sangat plastis secara antigenik. Balbiani (1888) pada Onta. anjing dll (2. Maluku dan Irian Jaya). 3 mikron (rata-rata 24 mikron) dan lebar 1. berukuran antara 11. Induk Semang dengan Parasit (Trypanosoma sp) bersaing memperebutkan glukosa.

lemah. Urtikaria. Selaput lendir mata agak menguning dan terlihat bintik-bintik darah (ptechiae). napsu makan mula-mula turun kemudian normal kembali (2). tetapi dalam kondisi tertentu misalnya kurang makan. Lyperosia )(1. di Negara-negara lain dianggap tidak atau kurang patogen (4) CARA PENULARAN Ditularkan oleh vektor mekanis lalat penghisap darah seperti (Tabanus.7) dengan temperatur rektal 40oC (5). IBM (2010) 13 . Haematopota. di dalam tubuh vektor Trypanosoma sp tidak menglami siklus perbanyakan dan pendewasaan dan ditularkan secara mekanis (6). KERBAU) kurang rentan . • • • Masa inkubasi 4 – 14 hari (1) 5 – 60 hari (5). GEJALA KLINIS pada KUDA. Stomoxys. Pada kuda bunting bisa terjadi keguguran (1). Musca sp.2. kadang-kadang ditemukan adanya keratitis. Pembengkakan linfoglandula submaksilaris dan apabila diraba terasa panas dan dirasakan sakit. Hewan berkuku tunggal (KUDA) paling rentan. Gejala umum lainnya : kekurusan dan Oedema (7). Setelah Trypanosoma sp ikut terhisap vektor pada saat menghisap darah penderita. pada dada belakang sampai dekat alat kelamin (busung papan) (1. ANJING dan hewan percobaan laboratorium seperti tikus.7). secara mekanik murni (Trypanosoma sp) tidak mengalami perkembangan di dalam tubuh lalat (1). bisa ditemukan trypanosoma sp didalam darahnya sampai bertahun-tahun tanpa menampakkan sakit. 4) ONTA. selain itu juga bisa ditularkan oleh : Haematobia. marmut dan kelinci juga sangat rentan. Pinjal. Hewan memamah biak (SAPI. atau sehabis bekerja berat baru muncul gejala dengan mortalitas sampai 80% (1). tempratur lebih dari 39oC (1) atau demam selang-seling (intermiten) (2. biasanya teramati pada kaki sebelah bawah. kadang-kadang terjadi (1. selalu fatal jika tidak diobati. 2) Gejala syaraf dapat terjadi setelah Trypanosoma sp terdapat didalam cairan • • • • ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. lesu. Chrysops.5. Kutu dan Sengkenit (Caplak). di dalam probosis lalat Trypanosoma evansi tidak dapat hidup lebih dari 10 – 15 menit (7). Nyamuk (Anopheles). Pada kuda jantan sering tampak oedema skrotum dan kadang-kadang terjadi ereksi persisten.HEWAN RANTAN (Peka) Hampir semua hewan berdarah panas. kecuali bangsa burung. dengan mortalitas sampai 100% (2.2). Wabah surra pada sapi dan kerbau hanya pernah dilaporkan di Indonesia dan India. mula-mula terjadi DEMAM.

ptechiae pada selaput lendir dan selaput serosa (1) Jantung ditemukan cairan serosa pada perikardium (1) Saluran Pencernaan Sering kali ditemukan luka-luka pada lidah dan lambung (1) Ginjal Pada kuda terjadi pembengkakan dan warnanya kuning tengguli (1). Anemia. biasanya ternak bisa mengatasi keadaan tersebut.7). gerak paksa. Sering teramati terjadi kepincangan kaki belakang dan tidak jarang mengalami kelumpuhan tubuh bagian belakang (1).• cerebrospinal. kulit kasar (berkerak) (4). tidak ditemukan perubahan yang menciri (patognomonis. Kematian. ternak teramati berjalan tidak tegap (sempoyongan). tetapi biasanya kematian setelah 4 – 6 minggu (1) GEJALA KLINIS pada SAPI dan KERBAU. kejang-kejang. lesu. berputarputar. IBM (2010) ORGAN 14 . perdarahan ptechie pada permukaan serosa ginjal (7) Lifoglandula Pembesaran (4) preskapularis Hati perdarahan ptechie pada permukaan serosa dan parenkim ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. anemia (1. keluar cairan dari hidung dan air mata. baru ternak tersebut teramati sakit (1). meskipun didalam darahnya telah terinfeksi Trypanosoma sp untuk bertahun-tahun. teramati perubahan organ seperti berikut : PERUBAHAN PATOLOGI ANATOMI KEADAAN UMUM umumnya karkas tampak kurus. Oedema dibawah dagu dan anggota gerak Gejala syaraf. • • • • • Asymptomatis. bulu kasar dan mudah rontok. kaku (1) PATOLOGI ANATOMI Akut. tidak jarang kerbau suka makan tanah (1) estrus terlambat. selaput lendir pucat dan melanjut berwarna kekuningan (1). busung seperti gelatin dibawah kulit. nampak berupa gerakan-gerakan yang tidak terkoordinasi dan berputar-putar (mubeng) (1) dianggap gejala khas) (4). lekas letih (1) kekurusan. Demam. Pada anjing dan kucing terjadi kebengkakan limpa dan kelenjar limfe (1) Kronis. karakteristik). sehabis bekerja berat). terjadi abortus atau kematian anak dalam kandungan (3). pada kejadian akut terjadi pada hari ke-3 – 4 setelah teramati gejala pertama. ditemukan cairan serosa pada rongga badan. tidak ditemukan perubahan yang nyata. Apabila karena sesuatu sebab (misalnya kurang makan. naik lagi hari ke-10) (4). cermin hidung kering Gejala umum lainnya. mula-mula tempratur selang seling (intermitens) (1) (naik hari ke-4 kemudian turun. apabila Trypanosoma sp sudah masuk ke dalam cairan cerebrospinal. (gejala pada kerbau lebih jelas dibandingkan sapi) (4).

Moranyl Dosis terafi untuk sapi 10 mg/kg bb konsentrasi 10% dalam aquades secara IM Dosis profilaksis belum diketahui secara pasti (1) 4. sehingga diagnosa dapat dilakukan dengan pemeriksaan sediaan mikroskopis darah : natif (1). Teramati oedema dibawah dagu menyerupai penyakit Ngorok (SE). salah satunya yang biasa dipergunakan adalah Medium NNN. dan endapan sentrifuk (2). atau Mikrohematocrit Centrifugation Technique (MHCT) (Partoutomo 1993 ) (3). ulas tebal (1. • Kuda 150 – 200 kg . Arsokol atau Atoxyl Karena mudah menimbulkan keracunan pada dosis tinggi. sedangkan Surra perakut menyerupai Anthrax apoplektik (1) TINDAKAN PENOBATAN DOSIS dan CARA PEMBERIAN Dosis terafi. Antrycide atau Dosis terafi : 3 – 5 mg/kg bb konsentrasi 10% secara SC JENIS OBAT 1. ELISA (3) Trypanosoma evansi dapat dibiakkan dengan baik pada beberapa media. IBM (2010) 15 .2) (tetapi sediaan ulas tebal lebih baik dibandingkan darah tipis). Suramin (NaganolR) Bayer ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Surra pada sapi dan kerbau. tikus putih) (1). atau Soamin maka obat ini dipergunakan bersama-sama dengan Naganol (1) 3. perlu dibedakan dengan penyakit ingusan (Coryne ganggrenosa bovum). Selain itu Trypanosoma evansi juga sering ditemukan di dalam usapan cairan yang diperoleh dari tusukan kelenjar limpa segar. 3 gram Naganol 10% IV Dosis Profilaksis. telur ayam bertunas dan didalam biakan (pupukan) jaringan (2) DIAGNOSA BANDING Gejala syaraf. ulas tipis. Diagnosa juga bisa berdasarkan uji biologis (marmut. atau ulas cairan serebrospinal (2). 3 gram Noganol 10% IV ditambah 3 gram Arsokol 10% Sc atau sebagai pengganti arsokol dapat dipakai Atoxyl atau Soamin • Sapi dan Kerbau 250 – 300 Kg.hati (7) DIAGNOSA LABORATORIS Pada stadium akut Trypanosoma evansi dapat ditemukan didalam darah perifer (2). • Kuda : 1 gram Naganol • Sapi : 3 gram naganol (1) 2.

konsentrasi 10% secara SC (1) Meskipun obat ini dapat menimbulkan keadaan kambuh. maka tindakan pencegahannya diutamakan dengan memberantas vektornya. suramin dosis tunggal 4 -5 g. Quinapyramine lesensi (WHO) Suramin Dosis profilaksis : 2 – 3 mg/kg bb. dosis tunggal 5 mg/kg secara sc Sapi . Specia) TINDAKAN.000 lembar. secara iv (2) Konsentrasi 1%. dosis 200 ml secara iv masih dipakai untuk sapi 7. dosis tunggal 2 gram PENCEGAHAN Kuda.Quinapyramine 5. kutu dan caplak. nyamuk. tetapi masih dipakai untuk pemerantasan Trypanosoma yang resisten terhadap obat lain. pinjal. Vektor diberantas dengan menyemprotkan insektisida pada hewan atau sekitar kandang serta diupayakan agar siklus hidup lalat terputus (1) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. PENGENDALIAN. suramin dosis 4 g/1. dosis 3 mg/kg bb Onta.5 mg/kg bb konsentrasi 7% secara IM atau SC (1) PENGOBATAN Kuda – Onta. sebagai vektornya adalah lalat. Dosis 3. IBM (2010) 16 . Berenil 6. secara iv Onta. Tartar emetic Trypamedium (Isometamidium.

ETIOLOGI Babesiosis. dengan pewarnaan giemza. IBM (2010) 17 . bentuk piriform secara khas berpasangan dengan sudut lancip (1. dan seksual didalam tubuh caplak. Kekebalan yang ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. karena antigen dapat melalui plasenta sehingga janin bisa memproduksi antibodi fetal. Pada umumnya Babesia sp akan kehilangan patogenitasnya setelah melewati induk semang yang tidak serasi (non spesifik). Selain itu. semakin meningkat umur kepekaannya juga semakin meningkat. Piroplasmosis Texas Fever. 2). argentina) menginfeksi sapi dan Babesia caballi menginfeksi Kuda (1) dan yang menginfeksi anjing di Asia. ketahanan anak juga diperkuat oleh antibodi maternal yang diperoleh melalui kolostrum induknya. Afrika. Merozoit didalam eritrosit berbentuk bermacam-macam (bulat. Timur Tengah dan Amerika Utara jenis : Babesia canis dan Babesia gibsoni (Cleveland et al) MORFOLOGI Morfologi Babesia sp secara umum mirip. Kepekaan terhadap infeksi Babesia sp berbanding lurus dengan umur. plasma parasit terlihat biru dan intinya berwarna merah (1) SIFAT-SIFAT Babesia sp berkembang secara aseksual di dalam eritrosit dengan pembelahan ganda atau skozogoni (pembelahan berlipat ganda). kenyataan inilah dimanfaatkan untuk pembuatan vaksin (1) KEKEBALAN Anak-anak sapi di daerah endemik mempunyai kekebalan terhadap infeksi Babesia sp sejak dilahirkan. Eropa. oval.BABESIOSIS Sinonim : Red Water. yang menginfeksi ruminansia di Indonesia disebabkan oleh spesies : Babesia (bigemina. piriform atau tidak teratur).

Riau. domba. tropozoit yang ikut masuk pada saat caplak menghisap darah akan memesuki eritrosit. Pada saat caplak menghisap darah. endopolygeny dan atau perbanyakan berlipat ganda (skizogoni) (2) di dalam endotel pembuluh darah organ sehingga dihasilkan Merozoit. Babesia divergens ditemukan pada tahun (1918) pada ternak yang diimport dari Australia. didalam tubuh caplak ada kemungkinan terjadi perkembangan seksual (terbukti dengan ditemukannnya parasit berpasangan dan berada dalam kontak yang erat dan kelihatan akan bersatu dan ”mehlhorn et al (1981)” menganggap persatuan itu merupakan permulaan syngamy) atau merozoit tetap berkembang dengan pembelahan sederhana (ganda) menghasilkan parasit vermiform dan masuk kedalam rongga badan. Sulawesi Selatan. Sulawesi tengah. kemudian memasuki ovarium untuk menuju telur. Vermiform bergerak dengan cara meluncur. Irian Jaya. setelah larva caplak menetas parasit tidak berkembang tetapi ketika larva menyilih (ekdisis) menjadi nimpa parasit memasuki kelenjar ludah dan ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. sehingga daerah tertular dan tersangka tertular. Lampung. Sebagai akibat terjadi perbanyakan Merozoit mengakibatkan sel endotel pecah dan merozoit akan memasuki sel endotel baru. Didalam telur parasit vermiform akan berubah bentuk menjadi bulat dan memperbanyak diri dengan pembelahan ganda. sapi (1906) di Sumatera. dimana Babesia sp masih dapat ditemukan didalam darah perifer. sedangkan kalau caplak berumah dua atau tiga penularannya secara “stage to stage“. Bali dan Jawa (1) Hewan Rentan . Halmahera. Jambi. sapi. pemotongan tanduk dsb. Kalimantan Selatan. merozoit ikut terhisap. selain itu semakin bertambah umur hewan kerentanannya akan semakin bertambah (1) Cara Penularan. Sumatera Barat. Lombok. sehingga terjadi infeksi laten selama paling sedikit setahun. Reinfeksi yang terjadi pada waktu kekebalan menurun menghasilkan infeksi tanpa gejala. Caplak berinduk semang satu secara tranovarial. Gejala klinis baru akan muncul kalau hewan mengalami stress (1) EPIZOOTIOLOGI Kejadian di Indonesia . kambing. anjing. selanjutkan akan mengalami proses Merogoni (pembentukan Merozoit) dengan pembelahan ganda (biner). Pada anjing penularannya oleh vektor biologi caplak Rhipicephalus sanguineus dan Dermacerntor andersoni (Claveland et al) Siklus hidup . Aceh. Selain itu penularan juga bisa secara mekanik melalui alat-alat kedokteran yang tidak steril pada saat pengebirian.terbentuk biasanya bersifat premunitas. pada akhirnya akan terbentuk akan menginfeksi eritrosit (*). sehingga menyebabkan hewan menjadi pembawa penyakit. Kerentanan terhadap Babesiosis juga dipengaruhi oleh bangsa (Bos taurus lebih rentan dibandingkan Bos indicus). (1). babi. kucing dan hewan liar. Siklus aseksual ini berlangsung tidak terbatas. Babesia bigemina pertama kali ditemukan tahun (1896) pada kerbau di Tegal (Jawa Tengah). kuda. umumnya ditularkan oleh caplak. Sumatera Utara. vaksinasi. kerbau. tetapi menaikkan tingkat parasitemia. penguncupan (endodyogeni). keledai. Kalimantan Barat. IBM (2010) 18 .

hemoglobinuria jarang terjadi. Babesiosis sangat patogen terhadap sapi dewasa. Masa inkubasi 1 – 3 minggu (1). serta konsistensinya lembek (1. ruminasinya terhenti. ORGAN/ PERUBAHAN ANATOMI JARINGAN Limpa Membesar dan pulpanya berwarna merah kehitaman. 8 – 15 hari (2). tetapi terjadi diare atau sembelit dengan tinja keras kekuningan (2). pucat kekuningan dengan kantong empedu berisi cairan kental kehitaman (1. suhu badan tidak terlalu tinggi dan biasanya tidak ada Hemoglobinuria.10 hari. kadang-kadang teramati gejala syaraf. mula–mula terdeteksi panas tinggi (demam) selama seminggu atau lebih (1. anemia hebat selaput lendir kuning pucat. Masa inkubasi 6. Haemoglobinuria (”red water”) kadang-kadang terjadi (1) Gejala lain yang nampak antara lain : bulu kusam. Kondisi terus menurun sehingga hewan menjadi kurus dan sering menimbulkan kematian (1) KERBAU Gejalanya bervariasi (ringan – berat).2) pada kejadian akut dan kuning pada kejadian menahun (1) serta benda-benda limpa (splenic corpuscles) menonjol (2) Hati Hati bengkak. pernafasan cepat dan sesak.2) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA.2). tidak mau makan. trombositopenia. hipoalbuminemia dan bilirubinuria (Cleveland et al) KELAINAN PASCA MATI. (1). kulit tipis dan iketrik. kelemahan umu. Gastroenteritis biasa ditemukan (terjadi diare) . lesu. anak sapi kurang dari setahun jarang terserang hebat (2).berkembang secara pembelahan sederhana (ganda) menjadi Tropozoit sehingga caplak menjadi infektif (2) PENGENALAN PENYAKIT GEJALA KLINIS SAPI. Hasil pemeriksaan laboratorium mungkin ditemukan : anemia yang pada awalnya anemia normositik normokromik nonregeneratif selanjutnya berkembang menjadi anemia makrositik hipikromik regeneratif dengan retikulosis. anemia dan ikterus (kepucatan selaput lendir dan kekuningan). IBM (2010) 19 . Pada kasus yang menahun. tetapi patogenitasnya banyak berkurang pada anak-anak sapi. Awal terjadi demam. selaput lendir pucat dan defresi. dengan gejala klinis yang teramati diantaranya : demam. gejala gangguan syaraf (seperti gangguan pergerakan kaki (lokomotor biasanya terjadi) dan paralis posterior dapat terjadi (2) ANJING Babesiosis pada anjing biasanya bersifat akut.

2) Mukosa menebal (1). ELISA dan uji genom PCR (Cleveland) DIAGNOSA BANDING Anaplasmosis. kantong jantung berisi eksudat bercampur darah (1) Mengalami busung (1) Membesar berwarna coklat tua serta jaringan lemak sekelilingnya mengalami busung (1). Surra. Serologik : (CFT (Complement Fixation Test (CFT). Haemagglutination (HA) test. Leptospirosis.2) DIAGNOSA 1. Pemeriksaan mikroskopis. odematus dan ikterik (2) dan ditemukan bintikbintik kemerahan (gastroenteritis) (1) busung dan ikterus pada jaringan – jaringan subkutan dan intramuskuler. Fluorescent Antibody Tecnique (FAT) (1). 3.paru Ginjal Usus Lainnya Bintik – bintik darah pada (endo dan epi)-kardium. memeriksa sediaan (ulas darah tipis dan ulas darah tebal) 2.Jantung Paru . FAT. darah dengan konsistensi encer seperti air.0 ml darah hewan tersangka pada hewan rentan yang sudah diambil limpanya. jaringan lemak berwarna kuning. sedangkan plasmanya bercampur darah (1. darahnya lambat membeku dan berwarna gelap (*) Tidak terjadi ikterus ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Anthrax dan Penyakit Jembrana (1) DIAGNOSA BANDING Anaplasmosis Theileriosis Leptospirosis Hematuria enzootik Hemoglobinuria pasca kelahiran Surra Antrax Jembrana GEJALA YANG MEMBEDAKAN Akut dan jarang menyebabkan haemoglobinuria Tidak diserta hemoglobinuria Umumnya menyerang hewan muda Tidak disertai demam dan ikterus Terjadi setelah melahirkan Tidak diserta hemoglobinuria Berbeda secara mikroskopis (1). IBM (2010) 20 . Hemoglobinuria pasca kelahiran. Theileriosis. tetapi hasilnya belum memuaskan (2). Hematuria enzootic (keracunan pakis). Kemih didalam kantong kemih berwarna merah atau kecoklatan (1. inokulasikan 5. Pemeriksaan biologik. Haemagglutination Inhibition (HI) Test.

13. 100 g/ml dan 1000 g/ml berpengaruh terhadap perkembangan Babesia canis.4 mg/kg bb (untuk babesia bigemina). disuntikkan mak. sc atau iv . Pirevan.4/dewasa Larutan 2%. disuntikkan 10 mg/kg bb Larutan 4. 0. disuntukkan 1 mg/kg bb (babesia bovis) 0. disuntikkan 4 – 8 ml/100 kg bb iv Larutan 2%. Berenil (ganaseg) c. disuntikkan 0. (medicastore) Larutan 2%. Trypaflavin 2 Sediaan Quinolyl Acaprin (Babesan.25 ml/kg bb 4 5 Larutan 10%. Amicarbalide (Diampron) d. (Retno Wulansari dan Tutuk Astyawati) 6 PENCEGAHAN dan PENGENDALIAN Karena babesiosis ditularkan oleh caplak. iv 5% dalam citrate. Imidocarb (Imizol) Antibiotika Tetracycline Klindamisin Obat-obat lain Haemosporidin Novoplasmin Thiargen Sulfantrol Dithiosemicarz one (gloxazone) Dimenazene aceturate Bahan obat tradisional Meniran (Phillantus spp) DOSIS dan APLIKASI Larutan 1%.PENGOBATAN NO OBAT 1 Zat warna a. disuntikkan 100-200 ml secara iv Larutan 5% dalam air.. disuntikkan 20 ml/hewan.6%..1 ml/kg bb 5 mg/kg im Secara in vitro.5 mg/kg bb ( Anaplasma marginale) im atau sc. disuntikkan 0.5 mg/kg bb im atau sc Larutan 50%. 5 – 6. Acriflavin c. Zothe lone) Diamidin aromatik a.6 mg/kg (untuk anjing) sc atau im dengan interval 2 – 3 minggu 11 mg/kg bb im. disuntikkan 0. Trypan blue b... Euflavin d. 1 g/ml.Lu dobal.. 10 g/ml. Phenamidine dan Phentamidine b.25 – 0.. maka infeksi dapat dicegah dengan mengendalikan caplak (membunuh caplak menggunakan akarisida).8 – 1.5/anak Larutan 5%. 3.2 ml/kg bb secara iv atau sc 3 Larutan 40%. Cara lain melalukan premunisasi buatan terhadap sapi muda menggunkana galur yang tidak ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. disuntikkan 2. disuntikkan im Larutan 5%..5 mg/kg bb sc 3. IBM (2010) 21 .

Turning Sickness ETIOLOGI Theileriosis pada ruminansia di Indonesia yang telah diidentifikasi adalah Theileria mutans pada tahun 1912 di Jawa. koma atau seperti Anaplasma (3).6 mikron) keduanya ditemukan hampir pada 55% kejadian (3).5 X 0. setelah infeksi berlangsung kirakira 2 minggu akan ditemukan “mikroskizon atau gamon” yang lebih lanjut menghasilkan mikromerozoit yang akan menginfeksi Eritrosit. IBM (2010) 22 .SIFAT Merogoni dengan perbanyakan Skizogoni yang paling aktif berlangsung di dalam Limfosit (3). nampak sitoplasmanya berwarna biru dan didalamnya ditemukan beberapa butir kromatin yang besar dan tidak teratur berwarna merah disebut Makroskizon Agamon atau ”Koch’s Blue Bodies”) (3). SIFAT . oval (berukuran kira – kira 1. 1978 di Sukabumi dan daerah lainnya belum pernah dilaporkan (3) MORFOLOGI Merozoit di dalam eritrosit mamalia berbentuk : bulat (berdiameter 1 – 2 mikron). histiosit dan eritroblast (2) Skizon kalau diwarnai dengan pewarnaan Giemza atau Romanowsky. dan sel – sel endotel kelenjar Limfe dan Limpa (3). piriform. kerbau dan biri-biri (3) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Merogoni akan berlangsung berulang.patogen (2) Tzaneen Diseases. 70 – 80 % kejadian (2). bentuk lainnya. Merogoni akan menghasilkan “ makroskizon atau agamon” yang akan menyerang Linfosit baru. bentuk inilah nantinya akan terhisap caplak bersama Eritrosit (3) HEWAN RENTAN Sapi.

Jepang.3) PENGENALAN PENYAKIT GEJALA KLINIS • • • • • • Masa inkubasi 10 – 25 hari (rata-rata 13 hari) (3. ikterus (3) Produksi air susu menurun (3) Gejala akut pernah dilaporkan di Afrika Selatan (Tzaneen Diseases). Korea. Salmonellosis (3) Pembengkakan kelenjar limfe superficial serta ditemukan benda-benda Koch ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Hyalomma dan Boophilus (4). thorak ada cairan Bengkak dan hiperemik (3).Gejala cerebral theileriosis pada sapi di afrika dikenal ”Turning Sicknes” disebabkan perbanyakan skizon yang terjadi pada otak (3) PATOLOGI ANATOMI Umum Anemi.4) Gejala biasanya tidak jelas. ikterus (3). bersama air liurnya parasit masuk ke dalam aliran darah (2. membesar dan rapuh (3) Membesar dan berdegenerasi (3) Odema (3) Borok-borok (ulcer) (3) Infark-infark (3) DIAGNOSA Pemeriksaan mikroskopik sediaan darah tipis dan darah tebal DIAGNOSA BANDING Anaplasmosis. teramati : demam ringan 40 – 41oC (3. di dalam saluran pencernaan caplak mikromerozoit akan membulat dan terbentuklah mikrogamet (isogamet)(gamet yang ukurannya sama). Akut. India dan Australia.CARA PENULARAN Ditularkan oleh vektor biologi caplak Rhipicephalus. Babesiosis. mikromerozoit yang menginfeksi eritrosit penderita akan ikut terhisap ke dalam saluran pencernaan caplak saat menghisap darah. Penularan ”stage to stage” terjadi pada saat caplak menghisap darah lagi. IBM (2010) Kelenjar limfe Limpa Hati Paru-paru Abomasum Ginjal 23 .4) Kebengkakan kelenjar limfe (3) Anemia. kemudian hasil penyatuan gamet menghasilkan zygot dan akhirnya terbentuklah kinet. Kinet bermigrasi menuju kelenjar ludah dan memperbanyak diri.

unta. kambing. kuda. anjing dan hewan liar lainnya sapi. rusa.merupakan tanda-tanda kuat untuk membedakannya dengan penyakit diatas (3) • • • PENGOBATAN Tetracyclin 12mg/kg dalam makanan selama setidak-tidaknya 28 hari Pamaquin/Primaquine Pemakaian Acaprin dapat dipertimbangkan ANAPLASMOSIS ETIOLOGI SPESIES Anaplasma marginale Anaplasma centrale HEWAN PEKA sapi. rusa. unta. kerbau.0 mikron (1) SIFAT-SIFAT Anaplasma marginale dapat bertahan hidup didalam tubuh lalat penghisap ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. babi. Dengan pewarnaan Wright atau Giemza. IBM (2010) 24 .1 – 1. kerbau. anjing dan hewan liar lainnya MORFOLOGI Anaplasma sp berbentuk bintik yang terdiri atas kromatin tanpa sitoplasma (1) dan dikelilingi oleh ”hallo” (ruang kosong) (2). anaplasma berwarna merah cerah atau merah tua. dengan diameter 0. babi. kambing. kuda.

A. anemi (kulit dan selaput lendir menjadi kuning pucat)). seperti : sapi. Subakut dan Kronis tergantung dari umur dan status kekebalannya. kuda. serta alat-alat bedah. 2) Pada umumnya hewan tua lebih rentan dibandingkan hewan muda dan hewan dengan umur lebih dari 6 bulan sangat peka terhadap penyakit ini. gejala yang teramati : gangguan sistem respirasi dan Sirkulasi (demam (panas tubuh 39. babi. kurang atau tidak ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. letih. Perakut. biasanya terjadi pada hewan berumur 2 – 3 tahun atau lebih (1) B. busung disekitar mata.2) PENGENALAN PENYAKIT GEJALA KLINIS Masa inkubasi 6 – 38 hari dengan gejala bisa : Perakut. kepala dan leher) sistim syaraf (jalannya kaku). tahun (1918) menginfeksi sapi di Sumatera Utara dan tahun (1934) menginfeksi sapi di daerah Bojonegoro dan Madiun. kelenjar pertahanan ( kelenjar limfe membengkak). burung jalak. keledai. domba. pertama kali ditemukan tahun (1897) menginfeksi sapi dan kerbau. atau 6 jam setelah penderita mati atau disembelih (1) EPIZOOTIOLOGI Kejadian di Indonesia. Gejala umum lainnya : nampak. kerbau.5 – 42. Gangguan sistim ekresi ( sering kencing dengan warna urine normal). akut. tahun (1912) menginfeksi kerbau di daerah cileungsi (Bogor). Selain umur. anjing dan hewan liar lainnya (1. CARA PENULARAN Ditularkan oleh caplak secara tranovarial. setelah tua dapat bertindak sebagai pembawa penyakit (carrier). Sampai saat ini Anaplasmosis sudah menyebar hampir diseluruh wilayah Indonesia (1) HEWAN RENTAN Anaplasmaosis telah diektahui dapat menyerang hampir semua hewan berdarah panas. jarum suntik juga dapat menularkan secara mekanik (1. kambing. sistem pencernaan (kadang-kadang terjadi konstivasi dengan tinja bercampur darah dan lendir). Stomoxys serta nyamuk (Aedes). Akut. pernafasan cepat dan berat. rusa. hewan mati beberapa jam setelah memperlihatkan gejala sakit. bangsa serta asal hewan mempunyai kerentanan yang berbeda terhadap babesiosis (1). Hewan muda yang mendapat infeksi ringan. IBM (2010) 25 . selain itu lalat Tabanus.darah tidak lebih dari 30 menit.5oC). unta.

pneumonia. maka hewan tersebut dapat berperan sebagai pembawa penyakit (1) KELAINAN PASCA MATI. Pada anak sapi sampai umur 1 tahun. sampar sapi dan pasteurellosis. maka penyakit ini harus dibedakan dengan ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA.paru Kelenjar Pertahanan Ginjal Hati Usus Lainnya PERUBAHAN ANATOMI Membesar dan terdapat titik-titik perdarahan (ptechiae) Anemik diserta enfisema Limpa. ulas darah tebal). berwarna merah kekuningan atau oranye tua penuh empedu dan lunak Gasteroenteritis kataralis Peruban menonjol adalah gambaran darah yang mengalami anemia dan ikterus. ORGAN/ JARINGAN Jantung Paru . Karkas anemik. Selorogi (Complement Fixation Test (CFT). hilang nafsu makan. Pemeriksaan mikroskopik darah (ulas darah tipis. Kejadian biasanya pada hewan berumur antara 1 – 2 tahun (1) C. walaupun dalam darah perifer sulit ditemukan. kaheksia dan ikterus DIAGNOSA 1. rambut kasar. biasanya terjadi gejala ringan (1) Pada hewan penderita yang tidak menampakkan gejala klinis. Pada hewan bunting dapat terjadi keguguran. Limfe membesar dan terjadi edema pembendungan Membesar. kondisi tubuh menurun walaupun kdang-kadang masih mau makan. 2. gangguan pencernaa akut.mememah biak. kenaikan suhu tubuh selama beberapa hari (4 – 10 hari) disusul dengan demam intermiten dan suhunya jarang melampaui 40oC. Capillary Tube Uji Haemaggutination Test (CT HA). Teramati anemia hebat. Biologik (5 ml darah diinokulasikan pada hewan yang peka setelah diambil limpanya) 3. Jika ada stres. keracunan. membesar dan lembek. Fluorescent Antibody Technique (FAT) (1) DIAGNOSA BANDING Anaplsmosis perakut atau akut menyerupai Anthrax. IBM (2010) 26 . Bilamana Anemianya menonjol. Anaplasma dapat bertahan dalam tubuh sampai 2 tahun. Subakut sampai Kronis.

Imidocarb Larutan 4. disuntukkan 1 mg/kg bb (babesia (Imizol) bovis) 0. IBM (2010) 27 .5 mg/kg bb im atau sc c. disuntikkan 0. disuntikkan im c.4/dewasa Larutan 2%. Euflavin Larutan 5%.5/anak Sediaan Quinolyl Larutan 5%. disuntikkan 100-200 ml secara iv Larutan 5% dalam air.8 – 1. disuntikkan 0. menyebabkan penyakit ini mudah keliru dengan Babesiosis dan Tripanosomiosis (1) PENGOBATAN NO OBAT 1 Zat warna a. Phenamidine dan Larutan 40%. disuntikkan mak. disuntikkan 10 mg/kg bb (Diampron) d. Zothe lone) Diamidin aromatik a. iv 5% dalam citrate. disuntikkan 4 – 8 ml/100 kg bb iv d. sc atau iv (Babesiosis Tetracycline 22 mg/kg bb/hari selama 5 hari (Anaplasmosis) Obat-obat lain Haemosporidin Larutan 2%.4 mg/kg bb (untuk babesia bigemina). Berenil (ganaseg) 3. 3. 0. Trypaflavin Larutan 2%.5 mg/kg bb sc Phentamidine b. Acriflavin DOSIS dan APLIKASI 2 3 4 5 Larutan 1%. disuntikkan 20 ml/hewan.2 ml/kg bb secara iv atau Acaprin (Babesan. Amicarbalide Larutan 50%.25 ml/kg bb Novoplasmin Thiargen Sulfantrol Dithiosemicarz Larutan 10%. disuntikkan 0. Adanya demam.leptospirosis dan haemoglobinuria basiler akut. disuntikkan 2.Lu sc dobal.25 – 0.1 ml/kg bb one (gloxazone) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA.5 mg/kg bb ( Anaplasma marginale) im atau sc Antibiotika 11 mg/kg bb im.6%. 13. anemia dan ikterus. Pirevan. Trypan blue b.

disebabkan oleh protozoa (Eimeria sp) yang berkembang didalam epitel. mitis. tertular kerena tertelannya ookista bersporulasi bersama makanan dan atau minuman. tetapi sampai umur 8 minggu masih dapat terinfeksi (1) CARA PENULUARAN Tertelannya ookista yang telah bersporulasi bersama makanan atau minuman (1) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. dengan gejala klinis ganggguan saluran cerna (*) ETIOLOGI Eimeria (acervulina. IBM (2010) 28 . necatrix . brunetti. tenella ) UNGGAS PEKA Ayam paling peka umur 4 -5 minggu.KOKSIDIOSIS PADA AYAM PENDAHULUAN Koksidiosis merupakan penyakit saluran pencernaa akut sampai kronis. maxima. mivati. praecox.

). Proses Merogoni terjadi beberapa kali (tergantung spesiesnya) dan setiap proses Merogoni. IBM (2010) 29 . (Eimeria ( acervulina. haemoragi jarang terjadi. Ookinet akan melindungi diri dengan dinding sehingga terbentuklah Ookista dan keluar dari tubuh ayam bersama tinja (*) banyaknya infeksi. Gamon mengalami PROSES GAMETOGONI (pembentukan Gamet) sehingga terbentuk Makrogamon menghasilkan Makrogametosit dan Mikrogamon akan menghasilkan Mikrogamet. brunetti. anemia (teramati kepucatan selaput lendir). Akut. PATOGENITAS Merozoit akan memasuki sel epitel usus. praecox) tanpa gejala klinis yang jelas (*) 1. mitis (*) GEJALA KLINIS Paling patogen (Eimeria tenella. anoreksia namun nafsu minum masih ada (2) Kurang patogen. Ookista ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. maxcima. necatrix). Keluarnya darah terjadi 4-5 hari setelah infeksi dan perdarahan hebat terjadi hari 5 – 6 dan kematian biasanya terjadi pada hari 4 – 6 pasca infeksi (1). sayap terkulai. umur. teramati tinja berisi eksudat mukoid yang kadang-kadang berwarna kemerahan dan berbintik-bintik darah (1) Tidak patogen. ras. mengalami proses Merogoni sehingga sel pecah. status gizi dan infeksi lain serta stress) (2).SIKLUS HIDUP Setelah tertelannya Ookista bersporulasi (kista infektif) karena adanya enzim pencernaan didalam saluran pencernaan Ookista akan tercerna. (Eimeria (mitis. derajat dan waktu reinfeksi dan derajat immunitas hospes . Semakin banyak dan semakin dalam kerusakan sel menyebabkan dampaknya semakin nyata. sehingga terbebaslah Sporozoit. diminuta Predileksi Patologi Anatomi usus halus anterior (hanya sedikit pathogen) (2) menebal. Sporozoit selanjutnya akan memasuki sel epitel saluran pencernaan untuk melakukan PROSES MEROGONI (pembentukan Merozoit) secara SCHIZOGONI (pembelahan berlifat ganda) sehingga terbentuk banyak Merozoit. sampai akhirnya terbentuklah Gamon. merozoit yang terbentuk menginfeksi sel epitel yang baru. Eimeria acervulina Sin :E. lesu. mivati. patogenitas galur. Selain itu patogenitas juga dipengaruhi oleh dosis infeksi. bulu kusut dan sering dikotori oleh darah. Mikrogamet akan bergabung (syngami) sehingga terbentuk Okinet. eksudat kataral.

otot usus kehilangan tonus. tetapi kadang-kadang bisa ditemukan pada bagian usus halus lainnya dan bahkan sampai didalam usus besar (2) Predileksi Patologi Anatomi 6. ususnya membengkak terisi darah. dan kadangkadang terjadi usus berlubang (peritonitis) (2) 3. Haemoragi pendek. pada infeksi hebat terlihat enteritis nekrotik khas berbentuk pipa.terlihat berbentuk titik – titik atau garis melintang mukosa usus (2) didalam Predileksi Patologi Anatomi 2. Kasus lanjut : (pada usus besar) terlihat garis-garis haemoragik seperti tangga. Eimeria mivati usus halus bagian anterior. rektum. Kelukaan ditemukan 1/3 bagian bagian tengah usus halus. kecoklatan. Eimeria maxcima Sin (identata. gamon (seka. Eimeria necatrix akut usus halus.. terutama usus halus bagian belakang dan seka (2) Predileksi Patologi Anatomi 5. usus menjadi lembek dan membesar dan dinding menebal. usus kehilangan sifat ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. teramati adanya bintik-bintik putih (bagian nekrosa) dan tidak tembus cahaya terletak dalam sehingga hanya dapat dilihat dari permukaan serosa. tenella (karena kerusakan usus halus berupa terbentuknya parut yang dianggap infeksinya lebih lama). Eimeria brunetti : meron (sepanjang usus halus). halus seperti rambut kadang-kadang teramati pada mukosa usus. dindingnya tebal berwarna merah pudar dan banyak ditemukan ptechiae didalam sarang putih buram. kloaka (2) acut dinding usus menebal. Eimeria mitis Sin : beachi Predileksi Patologi Anatomi usus. IBM (2010) 30 . terlihat eksudat kataral berwarna merah muda atau seperti darah. isi usus kental dan mukoid berwarna keabu-abuan. kasus lanjut sekum (2) lebih kronis dibandingkan E. Melalui selaput serosa bagian nekrotik ( terlihat bintik putih) jelas terlihat. tinja cair dan berisi lendir berwarna kemerahan. Tyzzeri) Predileksi Patologi Anatomi usus halus (2) haemoragi didalam usus halus. jingga tua atau merah muda kadang-kadang disertai bercak darah (2) 4.

Eimeria praecox 1/3 bagian anterior usus halus (2) Tidak nyata 8. Atebrine (1) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. hanya nampak mengkerut dan isisnya mungkin mengalami dehidrasi (2) Penebalan dinding usus disertai peradangan kataralis sampai hemoragis (1) Predileksi Patologi Anatomi 7. Kerusakan mukusa usus kelak diganti dengan tenunan pengikat sehingga jaringan parut yang permanent yang mengganggu penyerapan didalam usus. bracheti. Pengobatan. Sulfonamide dan dapat pula dicoba Plasmochin. IBM (2010) 31 . Coccidium globosum Predileksi Patologi Anatomi seka (2) merozoit generasi ke-2 didalam seka akan menyebabkan bocornya pembuluh darah (diare berdara) biasanya 4 hari setelah infeksi. Eimeria tenella Sin: avium. Coccidium tenellum. Pyrimethamine. Sekum membengkak mukosanya kemerahan. setelah hari ke-7 akan berubah menjadi bercoreng merah atau putih sepeti susu karena terbentuknya ookista (2) Sekum membesar berisi darah atau perkejuan yang bercampur darah (1) DIAGNOSA Berdasarkan gambaran patologi anatomi dan dibantu dengan hasil pemeriksaan natif kerokan mukosa usus (1) atau tinja TINDAKAN Pencegahan : kepadatan akndang harus dihindari dan tinja secara teratur harus dibuang untuk menghindari ookista bersporulasi akan mencemari makanan atau minuman. Larutan amonia 10% berefek membunuh ookista (1). seka tidak terserang hebat.kontraktilnya. preparat sulfa seperti Furazolidone. menjadi rapuh dan bahkan sering terlihat bersifat ganggren. Kinine.

ellipsoidalis Usus halus Ovoid 12-32 X 10-29 dan tidak patogen alabamensis Usus halus – sekum – kolon 13-25 X 11-17 (2) SIFAT-SIFAT terutama menyerang sapi muda (3 minggu sampai 6 bulan). Berat – ringannya penyakit sangat dipengaruhi oleh jumlah ookista yang tertelan (jika ookista yang tertelan sedikit tanpa menampakkan gejala sakit dan infeksi yang berulang menimbulkan imunitas sehingga tidak sampai timbul penyakit. Koksidiosis pada sapi umumnya disebabkan oleh (1) Paling pathogen zuernii usus halus – usus besar Agak bulat – bulat – elips 18 X 15. sapi yang lebih lebih dewasa atau tua dapat terserang pada kondisi pencemaran berat. penyakitnya ringan dan imunitas juga berkembang dan apabila jumlah infeksinya banyak dapat menyebabkan infeksi hebat dan bahkan dapat menimbulkan kematian (1) SIKLUS HIDUP ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Kkurang patogen : auburnensis ½ . Keadaan berdesakdesakan dan sanitasi yang jelek akan meningkatkan infeksi parasit ini (1) CARA PENULARAN anak sapi tertular karena tertelannya ookista bersama makanan atau minuman (1) puting susu yang terkontaminasi kotoran yang mengnadung ookista infektif (*). bawah usus halus 36–41 X 22– 26 (2) dinding halus atau berbintil.ETIOLOGI di alam jarang sekali terjadi infeksi tunggal (hanya oleh satu spesies Eimeria saja). gamet : sekum dan kolon 27-29 X 20-21 (2). kebanyakan terjadi infeksi lebih dari satu yang berakibat saling memperpahan kejadian penyakit.1/3 bag. bovis Meron : usus halus. IBM (2010) 32 . Jika terinfeksi sedang. tetapi biasanya tidak menampakkan gejala klinis (bersifat carier terhadap sapi muda).

Bovis (70%). Lasalozid. E. Monensin 1 mg /kg pakan setiap hari memberikan hasil yang memuaskan. Monensin. kekurusan dan tidak suka makan . Salinomycin. Lincomycin dan Decoquinate. sedangkan MEROGONI dan GAMETOGONI terjadi didalam epitel saluran pencernaannya (1) PATOGENESA dan GEJALA KLINIS Mula-mula diare. tiga hari kemudian baru keluar darah (darah sampai menetes keluar dari anus (*) diikuti desentri disertai enemia. luka yang teramati pada bedah bangkai. Zuernii (25%) tiga spesies lainnya (5%) (1) PENCEGAHAN Sanitasi yang baik dan isolasi adalah efektif untuk mencegah koksidiosis (1) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. hasilnya tidak memuaskan secara sempurna. SPOROGONI terjadi diluar tubuh sapi. Fitzgerald dan Mansfield (1979) melaporkan Lasalosid kira-kira 3 mg/ kg berat badan ditambahkan dalam makanan efektif mengendalikan koksidiosis klinis terhadap E.5 g setiap ton pakan paling efektif mengobati Koksidiosis anak sapi atau Stockdale dan Yates (1978). kelemahan. Senyawa yang dipakai untuk Koksidiosis unggas (termasuk Necarbazin. tanda-tanda. Monensin 16.sama dengan Eimeria lainnya. Furacin dan Nitrofurazone ) terlalu toksik untuk anak-anak sapi (1) Menurut (McDougald (1978). dan senyawa lain seperti Amprolium. IBM (2010) 33 . Pneumonia skunder sering terjadi (1) DIAGNOSA kombinasi sejarah. serta pemeriksaan mikroskopik kerokan selaput lendir usus dan tinja (1) PENGOBATAN Sulfonamide memberi kesembuhan dengan nilai yang bervariasis (efektif tidak menyeluruh).

E.3 dengan kisaran 15 – 18 X 14 – 16 mikron (1) 13 – 24 X 12 – 23 mikron (2). ujung yang melebar berdampingan dengan ujung yang lancip di dalam sporokista dan setiap sporozoit memiliki gelembung yang terang disetiap ujungnya CARA PENULARAN Tertelannya ookista bersporulasi ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. MORFOLOGI Ookista E. tidak berwarna tau berwarna agak coklat kekuningan. IBM (2010) 34 .7 x 15. labbeana dan tropicalis (1) Levine (1985) menuliskan E. lapisan dalam warnanya lebih gelap dibandingkan dinding luarnya. SPOROZOIT berbentuk seperti bulan sabit dengan salah satu ujungnya lebih lebar dan yang lainnya lancip. columbarum. Eimeria labbeana spesies yang paling sering menginfeksi burung merpati dengan patogenitas ringan sampai sangat patogen tergantung pada galur parasit dan umur burung pada saat terinfeksi Paling peka umur 2 – 3 minggu. labbeana berbentuk agak bundar sampai bundar. tidak memiliki mikropil atau residu dan memiliki garanula kutub (2) SPOROKISTA berbentuk ovoid memanjang ditemukan badan stidae dan residu. Memiliki dinding halus. tropicalis sinonim dari E. berukuran 16. labbeana (2) SIFAT-SIFAT.ETIOLOGI Eimeria columbae. terdiri dari 2 lapis.

merogoni dan gametogoni terjadi di dalam tubuh (1. IBM (2010) 35 .SIKLUS HIDUP Sporogoni terjadi diluar tubuh. hiperemi. bulu jarang yang tumbuh dan bulu yang tumbuh tidak normal (*) dan tembolok dipenuhi oleh pakan yang mengeras (3). tidak mampu berdiri pada tenggeran. nekrosis ujung vili.2). disertai infiltarsi leukosit. PENGOBATAN sama dengan jenis Eimeria lainnya ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. diare berwarna kehijauan. atau sama dengan Genus Eimeria lainnya. Histologinya edema subepitel. penurunan nafsu makan. PATOGENESA dan GEJALA KLINIS 4-5 hari setelah infeksi. Emasiasi. lamina propria menebal. Kepucatan mukosa. kelopak mata tertutup PATOLOGI ANATOMI usus bagian duodenum dan yeyenum menggelembung disertai dengan ditemukannya banyak cairan mukus pada lumennya (enteritis kataralis). Kerusakan terparah terutama terjadi pada duodenum DIAGNOSA. kelemahan dengan terkulainya sayap. villi nampak lebih bergelombang. kehausan. berlendir dan bahkan bercampur darah (1) kelambatan pertumbuhan bulu. epitel penutup villi dipenuhi oleh parasit. kipincangan.

burung puyuh dan berbagai burung lainnya yang menyerupai ayam kurang peka ayam (1) PREDILEKSI seka dan hati.HISTOMONOSIS sinonim : enterohepatitis menular. tetapi ginjal dan paru-paru juga dapat terinfeksi (1) MORFOLOGI pleomorfic (tergantung pada lokasi dan stadiumnya). ETIOLOGI Histomonas meleagridis (Smith. 1895. burung merak. kadang-kadang memiliki dan tidak memiliki flagela. jika berada didalam lumen sekum atau biakan (1) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. burung mutiara. tidak memiliki flagella jika berpredileksi di dalam jaringan walaupun memiliki butir basal didekat inti. blackhead. dan memiliki flagela. Tyzzer. 1920) HEWAN PEKA Unggas peka: kalkun. IBM (2010) 36 .

CARA PENULARAN dan SISKLUS HIDUP Unggas peka dapat tertular melalui beberapa cara. mulaILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Selain sekum dan hati. 2. IBM (2010) 37 . Histomonas sp akan segera masuk kedalam epitel sekum untuk memperbanyak diri. 3. tetapi umur > 3 minggu sampai 12 minggu sangat peka. karena cacing tanah dapat menelan telur cacing Heterakis sp yang terinfeksi Histomonas sp. diantaranya : 1. kadang-kadang lesi ditemukan juga pada ginjal dan paru-paru (*) GEJALA KLINIS UNGGAS PEKA. Pada awalnya lesi teramati bintik putih (ulser) sebesar ujung peniti. sehingga merupakan penular utama untuk kalkun. sehingga secara otomatis cacing tanah dapat menularkan Histomonas sp (1) EPIDEMIOLOGI Histomonas sp umum ditemukan pada ayam yang terinfeksi cacing Heterakis gallinarum tanpa teramati gejala klinis. tetapi tropozoit tidak tahan hidup beberapa jam setelah keluar bersama tinja. dengan gejala akut. Selain itu cacing tanah dapat menularkan Histomonas sp. lesi semakin lama akan semakin membesar sehingga mukosa seka terlihat semakin menebal dengan permukaan nekrosis. anak berumur < 3 minggu jarang terserang. Masa inkubasi 15 – 21 hari. di dalam permukaan hati histomonas sp akan memperbanyak diri terus sehingga teramati nekrosis fokal dengan diameter 1 cm atau lebih yang karakteristik (nekrosis berwarna kuning atau kuning kehijauan dengan tepi kecoklatan ). Semakin lama Histomonas sp akan merusak semakin dalam sampai muskularis mukosa dan masuk sistem hepatika akhirnya terbawa ke hati. karena tertelannya telur cacing Heterakis galinarum yang mengandung Histomonas sp. berkembang lebih lanjut terbentuklah ookista yang bersifat infektif). Cara penularan paling umum. Tertelannya tropozoit bersama makanan atau minuman. Hati. Histomonas sp akan menginfeksi zona geminal dari ovarium cacing Heterakis sp. sehingga sebaiknya jangan memelihara kalkun bersama ayam dalam satu kelompok peternakan (kandang) (1) PATOGENESA Sekum. setelah tertelan bersama makanan atau minuman. sehingga cara penularan ini dianggap tidak umum.

letih. pemeriksaan tinja (2) KEKEBALAN kepekaan akan menurun berbanding terbalik dengan penambahan umur. bulubulunya kasar. Kadang-kadang ulcera itu menembus dinding seka menyebabkan peritonitis dan timbul perlekatan-perlekatan. tuberkulosis. Kepala kadang-kadang berwarna gelap (“blackhead”) (1) ORGAN Sekum PERUBAHAN PASCA MATI mula-mula timbul ulkus (ulcera) kecil sebesar ujung jarum berisi Histomonas. yaitu ulkus berbentuk bundar.mula lemah. berbau busuk. luka pada hati adalah Patogomonik (1. dapat dicegah dengan sanitasi yang baik (mencegah makanan dan air minum dari kontanimasi parasit). tetapi luka-luka diffus bisa dikelirukan dengan penyebab lain. atau infeksi mikotik dan luka pada sekum harus dibedakan dengan yang disebabkan oleh Koksidia (1). mengantuk. keras seperti keju yang mengisi sekum dan menempel kuat sekali pada dindingnya. kalkun harus dipelihara terpisah dengan ayam (1. kemungkinan tertutup oleh eksudat berwarna kuning yang khas. jaringan kekuningan sampai hijau kekuningan yang mengalami nekrosis dan degenerasi yang tidak terbungkus tetapi melebar dengan jaringan sehat (1) Ginjal dan kadang-kadang dapat terserang (1) paru-paru DIAGNOSA Dengan memeriksa luka-lukanya.2). ulcera membesar dapat mencapai seluruh mukosa seka. kalkun muda harus dipeliharan terpisah dengan yang dewasa (1) PENGOBATAN: Histomonosis dapat dicegah dengan pengendalian yang baik. Pemeriksaan histologik pada hati harus dibedakan dengan Leukosis. sayap dan ekor terkulai. diare berwarna seperti belerang (1) (tinja berbusa dan berwarna coklat kekuningan) (2). sehingga pengobatan ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. IBM (2010) 38 .2). Hati Jarang terjadi (2). tetapi kalau ada bersifat Patognomonik. Seka jelas meradang dan seringkali membesar (1). Selaput lendir seka menjadi tebal dan nekrotik. lesu. anoreksia. legok. sedangkan unggas yang sembuh dari infeksi kebal terhadap reinfeksi (1) TINDAKAN Pengendalian. yang kadang-kadang berkonsolidasi membentuk sumbat kering. tumor. berdiri dengan kepala terkulai.

ras tidak patogen kecil berdiameter 12 – 15 mikron. tikus. E. kucing. E.adalah tindakan pertahanan yang kedua. Dysenteriae. dan Ronidozale (1).1%) (2) DISENTRI AMOEBA Sinonim : Amoebiasis PENYEBAB Entamoeba histolitica (sinonim : Amoeba coli. E. Dispar. E. marmut dan kelinci (1) LOKASI Usus besar. babi. kalau hidup intinya tidak jelas. Ipronidazole (Iporopran). menginfeksi terutama primata dan secara sperimental dapat menginfeksi : anjing. Kista baik ras besar dan kecil diameternya 10 -20 (kira-kira 12) micron. A. caudata. (NF180. Nuttali. paru-paru dan jarang pada organ lainnya termasuk otak dan limpa (1) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Pitheci. Furazolidone. mencit. E. Nitrarsone Histostat-50. Obat-obat yang telah direkomendasikan dan beredar dipasaran antara lain : Carbazone. E. Venaticum. Dimetridazole (Emtrymix). memiliki 4 inti dan sering ditemukan benda-benda kromatoid seperti batang dengan ujung membulat (1) HEWAN PEKA Manusia dan merupakan reservoir infeksi hewan ternak (bersifat zoonosis dari manusia ke hewan). Nifursol (Salfuride). Endamoeba histolytica) (1) MORFOLOGI Tropozoit ras patogen besar berdiameter 20 – 30 mikron. kadang-kadang hati. Dysentriae. Hepzide dan Enheptin (0. E. IBM (2010) 39 . Ronidazole. tetragena. furox).

sedangkan garam dan gula tidak dapat digunakan karena menyebabkan parasit keriput. sehingga teramati adanya ulkus (compang-camping. kemudian keluar dari kista. Sebelum membentuk kista Entamoeba sp membulatkan diri menjadi lebih kecil dan membuang vakuola makanan. menggangsir atau membentuk botol) yang bisa menjadi satu. baik inti dan sitoplasma membelah lagi sehingga terbentuk 8 Amoebulae kecil yang kemudian masing-masing tumbuh menjadi satu tropozoit normal (1) PATOGENESA dan GEJALA KLINIS Pada saat Entamoeba sp memasuki mukosa usus besar (sekum dan kolon) memebentuk koloni kecil kemudian meluas ke sub-mukosa bahkan masuk ke muskularis mukosa. kemudian inti terbagi menjadi 2 dan kemudian 4 inti kecil. Setelah Amoba berinti 4. glycobiarsol (bismuth glycoarsanilat. tergantung : bakteri yang menyertainya . Selain itu konsentrasi sedimentasi juga baik digunakan (1) PENGOBATAN 1. kondisi hospes.CARA PENULARAN Tertelannya kista bersama makanan atau minuman (1) SIKLUS HIDUP Entamoeba histolitica berkembang biak dalam stadium tropozoit secara pembelahan sederhana (biner) dan mempunyai 6 kromosum. status gizi dan faktor-faktor lainnya (1) DIAGNOSA Hasil pemeriksaan sediaan mikroskopis ulus tinja yang difixasi dengan larutan Schaudinn dan diwarnai dengan Heidenhein’s Iron Haematoxylin (1) Kista dapat dikonsentrasi apungkan dengan seng sulfat. Abses dapat terbentuk dalam berbagai organ lain seperti paru-paru dan otak (1) Catatan : beberapa galur Entamoeba histolitica berbeda patogenitasnya. bulu kusam dan kekurusan (*) Bebera Entamoeba sp dapat memasuki pembuluh-pembuluh limfe (umumnya disaring oleh oleh kelenjar limfe) atau venule-venule mesenterium (mengalir keseluruh tubuh terjadi hiperemia. Derivat asam arsanilik : carbasone. peradangan dan infiltrasi sel-sel neutrofil dan portohepatik (menyebabkan abses) hati. lesu. dampak terhadap hewan terinfeksi terjadinya diare dan disentri. Milibis) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Gejala umum lainnya seperti : lemah. letih. IBM (2010) 40 . kerusakan yang ditimbulkan oleh Entamoeba sp biasanya akan diperparah oleh infeksi bakteri (1).

tetracycline. tetapi membunuh bakteri yang ikut menyertainya) 5. 3 X sehari selama 5 – 10 hari (1) PENCEGAHAN dan PENGENDALIAN Dicegah dengan menjalankan sanitasi yang baik. chlortetracycline dan oxytetracycline (yang tidak langsung membunuh Amoeba. Metronidazole (2-methyl-5-nitroimidazole-1-etanol. IBM (2010) 41 . Antibiotik Erythromycin : Fumagillin. Flagyl) yang mungkin telah menggantikan obat lainnya dosis 750 mg secara oral.dan Thiocarbasone (1) 2. Chiniofon (yatren) dan Iodochlor-hydroxyquin (Vioform) (1) 3. dengan tujuan agar kista tidak mencemari makanan atau minuman (1) BALANTIDIOSIS ETIOLOGI Balantidiosis disebabkan oleh Balantidium suis (menginfeksi babi) balantidium coli (menginfeksi manusia dan juga kera dan monyet) Balantidium canis (menginfeksi anjing (2) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Obat anti malaria : Chloroquine 4. Entamida furoat (furamida) (1) 6. derivat Iodoquinolin : Diiohydroxyquin (Diodoquin).

kecuali pada daerah mulut silianya agak lebih panjang (disebut aural silia).PREDILEKSI dan HEWAN PEKA Berpredileksi didalam sekum dan kolon babi (sangat umum dan kebanyakan tidak pathogen kecuali diikuti oleh penyebab lainnya baru akan ikut memperparah (Predisposisi). Makronukleus berbentuk ginjal (sosis) dan mikronukleus berbentuk bintik-bintik kecil yang letaknya pada cekungan makronukleus. IBM (2010) 42 .3). jika lingkungan usus besar tidak menguntungkan kelangsungan hidupnya tropozoit akan segera berubah menjadi bentuk kista (1). dan jarang pada anjing (2) MORFOLOGI Tropozoit berbentuk lonjong dengan panjang 60 – 70 mikron dan lebar 40 – 50 mikron (1) ovoid (30-150 X 25-120 mikron) ellipsoid (2). Di bagian anterior ditemukan cekungan yang disebut (peristom) tempat beruaranya mulut (sitostom). pathogen pada (manusia. berwarna agak kekuningan atau kehijauan dan tinding kista teriri dari 2 selaput (3) SIKLUS HIDUP Stadium kista dan tropozoit bisa ditemukan dalam hospes alaminya adalah babi (umumnya tidak patogen). Tertutup oleh deretan silia longitudinal agak miring (2). memperbanyak diri dengan pembelahan ganda tranversal atau konjugasi. Juga ditemuakan vacuola kontraktil. bila kista tertelan bersama makanan atau minuman. sedangkan manusia dan primata lainnya adalah hospes isidental (bersifat patogen). ovoid (40 – 60 mikron) (2. di dalam usus besar akan berkembang menjadi bentuk tropozoit : hidup dari karbohidrat (zat tepung). sitoplasmanya berbutirbutir (granuler). Mempunyai 2 inti. ingesta lain dan bakteri. vakuola makanan (1. ditemukan juga makronukleus berbentuk ginjal (sosis) dan mikronukleus (1). kera dan monyet.3) Kista berbentuk bulat berukuran (50 – 60 mikron 1). PATOGENESA dan GEJALA KLINIS ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Balantidiosis pada babi.

Gejala klinis : diare. IBM (2010) 43 . Diodoquin. dapat menyebabkan disentri dan ditemukan ulkus-ulkus (borok) pada usus besar anjing (3) DIAGNOSIS Balantidiosis dapat mudah dikenali dengan cara memeriksa mikroskopik tinja atau dengan pemeriksaan pasca mati ditemukan adanya luka-luka (ulcera) usus (3) PENGOBATAN Pada babi sebelum terjadi gejala klinis tidak perlu pengobatan. (3) Balantidiosis pada anjing. Chlortetracycline dan Oxytetracycline telah dipakai untuk manusia. tetapi jika ada penyebab lain yang mendahului merusak mukosa maka Balantidium sp akan menghasilkan neuraminidase yang berdampak memperparah terjadinya kerusakan tersebut (sehingga terbentuk ulkus dengan Balantidium sp ada di dalamnya) (2). sehingga kista tidak mengkontaminasi makanan atau minuman (3) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Carbasone. Carbasone juga telah dipakai untuk mengobati sipanse (3) PENCEGAHAN dan PENGENDALIAN Sanitasi yang baik.Balantidium coli tidak bisa merusak selaput lendir usus besar babi yang utuh. disentri . sakit perut (*) Balantidiosis pada manusia dan primata. menyebabkan diare atau disentri dan menghasilkan luka-luka dalam (sampai muskularis mukosa) yang mirip dengan yang diakibatkan oleh Entamoeba histolitica.

Media “Tryticase Yeast Extract Maltose Cystein Serum” (TYM). Media Diamond. Wenrich & Emmerson (1933) (1) dengan sinonim : Trichomonas (uterovaginalis vitulae. Thioglycollate Broth plus 1% Beef Serum.Sinonim Bovine Trichomonosis Bovine Genital Trichomonosis Bovine Trichomonad Abortion ETIOLOGI TRICHOMONOSIS pada SAPI disebabkan oleh Trichomonas foetus (Reidmuller. Sepanjang tubuhnya ditemukan axostyle yang berakhir menonjol lewat cincin kromatin dibagian posterior tubuh. Memiliki inti tunggal berukuran besar dan didekatnya ditemukan blepharoplast.2). bovis. IBM (2010) 44 . tidak memiliki pelta (2) SIFAT-SIFAT Trichomonas fetus dapat dibiakkan dalam “Cystein Peptone Ektrak Hati Maltose Serum (CPLM). bovines dan mazzanti) (1. Susu skim berisi antibiotika. biakan jaringan dan kantong korioallantois embrio ayam (2) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Selain itu memiliki 3 flagella anterior. sebuah flagelum posterior yang bebas dan membrane undulans sepanjang tubuhnya (1. “Beef Extract Glucose Peptone Serum” (BGPS).2) dan lebar 5 – 15 mikron (1) 3 – 15 mikron (2).2) MORFOLOGI Berbentuk kumparan atau buah apokat dengan salah satu ujung membulat dan ujung lainnya meruncing berukuran panjang 10 – 25 mikron (1. genitalis. 1928).

• 4-9 hari sesudah perkawinan parasit berkembang didalam vagina (teramati vulvovaginitis) (1. foetus secara infeksi vagina antara lain hamster (Capricetus cricetus). roe deer (rusa tanduk) (2). ditemukan galur serologik lebih dari satu (2) PENGENALAN PENYAKIT Gejala klinis. kelinci dan marmut.EPIZOOTIOLOGI Kejadia di Indonesia. Hewan percobaan labarotorium yang dapat ditulari T. golden hamster (Mesocricetus auratus). baik perkawinan alami atau perkawinan buatan (AI) (1) Kekebalan. Tertularnya kelompok ternak pada daerah yang baru oleh pejantan penderita. morbiditasnya bisa lebih dari 90%. melalui perkawinan. epididimis dan vesika seminalis pernah dilaporkan) (2) Cara Penularan. jantan (rongga preputium. Gejala pada Sapi Betina. Umumnya baru diketahui apabila penyakit telah menyebar pada kawanan ternak dan fertilitas telah menjadi masalah.2) dan edema ringan pada vulva dan jaringan sekitarnya. tetapi pada testes. Pada sapi yang kurang peka morbiditasnya cuma 5 – 20%. pada hewan betina didalam saluran kelamin (vagina sampai uterus). Telah dilakukan penelitian (Honigberg. sukar ditentukan karena kurang jelas dan tidak spesifik. tergantung daya tahan sapi atau jumlah Trichomonas foetus yang menginfeksi. 1978). sebelumnya sudah lama diduga tetapi baru ditemukan oleh Mansjoer (1967) pada sapi perah di lembang (Bandung). tahun (1976) Sidik Mulyo menemukan pada sapi FH di Grati (Pasuruan-Jatim) (1) Hewan Rentan. sapi betina atau dara yang sembuh dari infeksi biasanya relatif kebal. tetapi tikus putih dan tikus besar tidak bisa dipakai (1) Predileksi. IBM (2010) . walaupun reinfeksi dapat terjadi. mungkin babi. kuda. selain itu kadang-kadang teramati eksudasi saluran kelamin sangat sedikit (atau pada 45 ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. sampai saat ini baru diketahui menyerang sapi (1). serta kebuntingan terjadi secara normal WALAUPUN ada infeksi (bisa diisolasi) Trichomonas sp (1) Pada sapi yang peka morbiditasnya bisa mencapai 90% jika dikawinkan dengan pejantan terinfeksi.

Eksudat vagina bersifat cair. dengan gejala klinis sapinya tidak birahi sehingga oleh pemilik dianggap hewannya bunting. Infeksi pada sapi bunting tidak selalu terjadi abortus. Pyometra. parasit terbanyak ditemukan hari ke 14 – 18 setelah perkawinan (1. ≤ 10 % sapi terinfeksi dapat ditemukan pyometra. jika hewan bunting dengan umur 1 – 16 minggu dapat terjadi keguguran. seumur hidup sapi ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Pembuluh limfe dan folikelnya membengkak serta membentuk nodul yang berwarna merah. Pyometra ditemukan post coetal dan bukan post partum. keguguran dengan masa kebuntingan setelah 5 bulan sangat jarang terjadi dan kebuntingan diatas 6 bulan tidak akan terjadi keguguran (1.kebanyakan kasus tidak ada eksudasi (1). cairan ini hampir tidak berbau. sapi yang menderita pyometra jarang mengalami birahi (peternak menganggap sapinya bunting) (2). Jika tidak ada infeksi bakteri.2) • Gejala pada Sapi Jantan. IBM (2010) 46 . Kadang-kadang ditemukan vaginitis yang menahun (tampak mukosa vagina menjadi kasar seperti diparut) gejala tersebut oleh beberapa ahli dikatakan patognomonis (1) • Dari vagina protozoa akan bermigrasi menuju uterus melewati cervix (terjadi cervicitis) ringan (1). Jika plasenta dan selaput fetus keluar saat abortus.2). tetapi fetusnya mati dan mengalami maserasi didalam uterus sehingga terjadi pyometra dan uterus dapat berisi beberapa liter cairan berwarna putih keabuabuan yang banyak mengandung Trichomonas sp. jernih atau keruh bercampur gumpalan-gumpalan nanah dapat ditemukan Trichomonas foetus. Jika hewan tidak bunting bisa terjadi pyometra (teramati pengeluaran nanah secara tidak teratur). Umumnya teramati selaput lendir preputium membengkak disertai sekresi mukopurulen alat kelamin dan dapat pula terlihat adanya peradangan pada skrotum dan penisnya. Hampir 40% (1) siklus birahinya tidak teratur (1. Nanah (pyometra) khas karena tidak berbau atau berbau amis (1) • Gejala yang sangat umum selain gejala diatas adalah infertilitas (meningkatnya jumlah perkawinan yang diperlukan untuk menghasilkan sekali konsepsi) dan sering kali terjadi perpanjangan jarak antara berahi ke berahi berikutnya. dan setelah itu Trichomonas sp dapat menghilang dari vagina atau menetap didalam vagina (menyebabkan peradangan cataralis ringan) (2) Setelah sampai didalam uterus : a. Sekali sapi jantan terinfeksi Trichomonas fetus. Umumnya bersifat menahun tanpa memperlihatkan gejala klinis yang jelas.2). Jika sapi jantan tersebut akan dikawinkan. maka sapi akan sembuh secara spontan. menampakkan gejala takut kawin karena menahan sakit. b. tetapi jika ada yang tertinggal di dalam uterus maka akan terjadi endometritis cataralis yang menahun atau endometritis purulenta yang berakibat terjadinya kemandulan permanen.

Selain abortus pada Brucelloasis sering terjadi retensio scundinarum (1) TINDAKAN Pencegahan. tidak menimbulkan kelainan yang khas. IBM (2010) 47 . kecuali pada sapi jantan sangat berharga diberikan : salep (tripaflavin dan surfen) atau akriflavin dalam minyak dapat digosokkan kedalam penis dan preputium (sebelumnya dilakukan anastesi blocking syaraf pudendal) atau relaksasi otot retractor penis dengan bahan penenang.tersebut mengandung parasit tersebut (1) Patologi Anatomi Secara patologi Anatomi. biasanya ditemukan dalam keadaan maserasi (1) Diagnosa. Bila fetus masih tertinggal didalam uterus. Larutan Dimentridazola juga dapat dipakai (2) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Diagnosa didasarkan anamnesa dan tanda-tanda klinis (1). biasanya hanya teramati placentitis dan endometritis. Pada bagian lain dari placenta terlihat bagian yang menebal dan ditutupi oleh eksudat kental berwarna kekuningan. Di dalam kotiledon ditemukan sarang-sarang nekrosa dan perdarahan-perdarahan. membosankan dan memerlukan waktu yang lama. maka disarankan sapi jantan disembelih saja. Pemijatan dilakukan selama 15 – 20 menit menggunakan 120 ml larutan berminyak. sampai saat ini belum berhasil membuat sapi resisten (kebal) terhadap Trichomonas fetus (1) Pengobatan. Selain itu 30 ml larutan akriflavin 1% harus diinjeksikan ke dalam uretra. juga bisa dilakukan Uji Aglutinasi Lendir. sedangkan Leptospirosis terjadi setiap saat umur kebuntingan. Pada hewan jantan adalah mahal. Uji Kulit (2) tetapi diagnosa pasti dengan menemukan Trichomonas foetus dari pemeriksaan laboratoris (1) Diagnosa Banding Abortus pada Trichomonosis hampir sama dengan yang disebabkan oleh Vibriosis dan Brucellosis (terjadi pada tri semester I). pada sapi betina umumnya sembuh sendiri dan belum ada obat yang memuaskan untuk infeksi pada hewan betina.

kelenjar.5 – 11 mikron) tanpa mikrofil. jantung. selaput fetal dan sel-sel darah putih.5 X 6 mikron tanpa suatu benda stidea dengan residuum. mikroglia. merozoit dapat ditemukan bebas didalam darah dan eksudat peritoneal (2) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. residuum atau butir folar dan berisi 2 sporokista elipsoid berukuran kira-kira 8. setelah bersporulasi bentuknya akan agak bundar (subspherical) berukuran 11 – 14 X 9 – 11 (rata-rata 12. jaguar. singa dan mungkin cheetah (2) Hospes intermedier Mula-mula ditemukan menginfeksi Rodensia (Ctenodactylus gundi) di Afrika Utara. Ookista keluar bersama tinja dalam keadaan belum bersporulasi berbentuk bundar. Hanya anggota famili karnivora Felidae (kucing.PENYEBAB Toxoplasmosis disebabkan oleh Toxoplasma gondii (1) Morfologi Ookista. epitel paru-paru. terbentuk hanya didalam sel epitel villi usus halus kucing dan felidae lainnya. otot rangka. Pada infeksi akut. Merozoit sudah ditemukan didalam banyak tipe sel termasuk didalam neuron. IBM (2010) 48 . Sporozoit berukuran kira-kira 8 X 2 mikron (2) Hospes Definitif. endotel. parenkim hati. Sejak saat itu sampai saat ini dari hasil penelitian telah diketahui lebih dari 200 mamalia dan burung terinfeksi oleh protozoa ini (2) PREDILEKSI Beberapa tipe Ganon (mikrogametosit dan makrogametosit) stadium seksual hanya ditemukan didalam sel-sel epitel villi usus halus kucing dan felidae lainnya.

paru-paru dan submukosa). penemuan ini menandakan toxoplasmosis akut (2) Takizoit yang terbentuk dengan jumlah berlipat menyebabkan sel akan pecah. (sering ditemukan didalam sel darah putih (lekosit). selanjutnya melalui peredaran darah dan limfe sporozoit masuk ke dalam sel. takizoit kemudian memasuki sel yang lain. Bradyzoit dapat hidup didalam sel selama bertahun-tahun (menandakan infeksi kronis) dan ini merupakan akhir dari siklus hidup pada hospes isidentil. Didalam sel sporozoit berkembang dengan penguncupan (endodyogeni) sehingga terbentuk merozoit yang lebih dikenal dengan takizoi. karena enzim percernaan ookista dan sporokista tercerna sehingga terbebaslah sporozoit.CARA PENULARAN dan SIKLUS HIDUP Hospes Isidentil terkena infeksi karena tertelannya ookista bersporulasi atau daging hewan terinfeksi (mengandung kista Bradizoit) atau memperoleh infeksi melalui plasenta. kecuali pada kucing dan felidae lainnya (2) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. eksudat peritoneum. kemudian melindungi dirinya dengan membuat dinding disekitarnya sehingga terbentuklah kista bradizoit. IBM (2010) 49 . Bilamana ookista bersporulasi ditelan oleh hewan peka. sampai akhirnya takizoit memasuki sel lain. tetapi juga ditemukan didalam hati. Perkembangan Takizoit secara penguncupan (endodyogeni) berlangsung terus beberapa kali.

kelenjar limfe membesar. limpadenopati. tikus multimammate. ikterus. hepatomegali. tipe kedua serupa typus. bercirikan korioretinitis menahun (kasus ini mungkin lebih biasa ditemukan dari pada Toxoplasmosis neonatal (2) PADA HEWAN. Uji Kulit. bajing tanah (ground squirrels). sapi. kambing. Uji warna masih paling memuaskan sampai saat ini (2) 2. limfadenopati dan pleositosis mononuclear. tenggorokan sering kali sakit. demam atau tidak demam. juga biasanya ada hubungannya dengan korioretinitis. 1. Fluorescent Antibody Technic (FAT). tetapi sebelumnya perlu dilakukan metoda digesti (*) ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. Uji Serologi : menggunakan Complement Fixation Test (CFT). bentuk serebrospinal. 3. Metoda yang paling pasti ialah dengan mengisoalsi protozoanya dengan cara menginokulasikan pada hewan percobaaan yaitu : mencit. bentuk Opthalmik. atau takizoit didalam eksudat peritoneal atau biakan jaringan. tipe ketiga. kejang-kejang delirium. ensefalitis. IBM (2010) 50 . dan pada DOMBA sering menimbulkan keguguran atau kematian neonatal. Tipe ini jarang (2) 4. tipe pertama. tipe keempat.Gejala Klinis. kera dan bahkan ayam (2) Diagnosa. diakhiri dengan kematian. pneumonia yang tidak khas (atypical). myocarditis dan meningoensefalitis dan kesudahannya sering kali diakhirir dengan kematian. Uji Hemagglutinasi Latex. hidrosefalus dan mikrosefali (2) Pada manusia yang terinfeksi Toxoplasmosis dapatan . bercirikan demam. untuk menemukan ookista yang di dalam tinja kucing (1). bersifat exanthema. Uji Hemagglutinasi (HA). Pemeriksaan sediaan mikroskopis. yaitu bukan karena congenital gejalanya bisa dibedakan menjadi 4 tipe : 1. kelelahan dapat bertahan beberapa waktu dan kelenjar limfe tetap membesar selama berbulan-bulan (2) 2. Toxoplasmosis pada hewan piaraan mirip yang terjadi pada manusia infeksi dapatan. hamster atau marmot (2). Toxoplasma dapat ditemukan didalam usapan dari irisan jaringan atau eksudat yang diwarnai . Pada manusia yang biasa ditemukan ialah tipe congenital yang ditemukan pada anakanak bayi yang bercirikan : ensefalitis. Imunoreaksi Tinta India (India Ink Immunoreaction (IIIR) (2). ELISA. Setelah sembuh. ruam (rash). Toxoplasmosis secara alami ditemukan pada : babi. rasa tidak enak badan. Limfadedopati kadang-kadang ada atau tidak (2) 3.

Pengobatan. 1. belum diketahui obat yang berhasil memuaskan . Sanitasi lingkungan dan kebersihan diri : hindarkan tempat kucing membuang kotoran menjadi lembab dan kalau berkebun gunakanlah sarung tangan (*) 3. Hindarkan makanan – minuman ternak terbebas dari ookista 2. IBM (2010) 51 . Hindarkan memberi kucing daging mentah ILMU PENYAKIT PARASITIK PROTOZOA OKA. sehingga kista akan mati 4. tetapi hasil terbaik diperoleh dengan pemberian secara simultan pyrimethamine 1 mg/kg dengan sulfonamide 60 – 120 mg/kg / hari dibagi 2 – 3 kali pemberian selama 1-2 minggu (bekerja secara sinergik) (2) Pencegahan dan Pengendalian. Memasak daging sampai matang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful