P. 1
Mesin Bubut

Mesin Bubut

|Views: 127|Likes:
Published by Tirta Budiawan
Proses pembubutan adalah salah satu proses pemesinan yang mengunakan pahat dengan satu mata potong untuk membuang material dari permukaan benda kerja yang berputar. Pahat bergerak pada arah linier sejajar dengan sumbu putar benda kerja seperti yang terlihat pada gambar. Dengan mekanisme kerja seperti ini, maka Proses bubut memiliki kekhususan untuk membuat benda kerja yang berbentuk silindrik.
Proses pembubutan adalah salah satu proses pemesinan yang mengunakan pahat dengan satu mata potong untuk membuang material dari permukaan benda kerja yang berputar. Pahat bergerak pada arah linier sejajar dengan sumbu putar benda kerja seperti yang terlihat pada gambar. Dengan mekanisme kerja seperti ini, maka Proses bubut memiliki kekhususan untuk membuat benda kerja yang berbentuk silindrik.

More info:

Published by: Tirta Budiawan on May 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

Sections

  • TRENDING ARTICLES
  • Subscribe and Follow Kompasiana:

To : Tirta Budiawan

Candidate Workshop Manager

Menindaklanjuti undangan via phone, bersama ini kami mengundang anda untuk

Test interview yang akan dilaksanakan, pada :

Hari / Tanggal : Senin, 22 April 2013

Jam : 13.00 s/d selesai

Tempat : PT. TEKNOKRAFTINDO ASIA

Workshop : Jl. Lingkar Luar Barat No. 9A, Rawa Buaya,Cengkareng.

Telp: 021-5440095 & 021-54899898

Agar hadir tepat waktu dengan membawa CV dan alat tulis.

Demikian, terima kasih atas perhatiaanya.

Thanks and Regards

Setiono Purwadi

HR. Manager

PT. TEKNOKRAFTINDO ASIA

Workshop : Jl. Lingkar Luar Barat No. 9A, Rawa Buaya,Cengkareng.

Telp: 021-5440095 & 021-54899898

Mobile No: 0838-7009-9699

Wibesite : www.teknokraft.com

Prinsip Kerja Mesin Bubut

Prinsip Kerja Mesin Bubut, Artikel ini meliputi Proses, Input, dan Output dari cara kerja
mesin bubut.

Jurusan Tenik Mesin, Matakuliah Proses Produksi, Praktikum Teknik Produksi.

Setelah sebelumnya membahas tentang Pengertian atau Definisi Mesin Bubut.

Prinsip Kerja Mesin Bubut

Proses pembubutan adalah salah satu proses pemesinan yang mengunakan pahat dengan satu
mata potong untuk membuang material dari permukaan benda kerja yang berputar. Pahat
bergerak pada arah linier sejajar dengan sumbu putar benda kerja seperti yang terlihat pada
gambar. Dengan mekanisme kerja seperti ini, maka Proses bubut memiliki kekhususan untuk
membuat benda kerja yang berbentuk silindrik.

Benda kerja dipegang (dicekam) pada poros spindel dengan bantuan chuck yang memiliki rahang
(jaw) pada salah satu ujungnya, yaitu pada pusat sumbu putarnya, sementara ujung lainnya dapat
ditumpu dengan center yang lain.

Gerak rotasi benda kerja akan menghasilkan gerak potong, sementara pahat yang dibawa oleh
eretan pada arah translasi sejajar dengan sumbu spindel dan sumbu putar benda kerja akan
menghasilkankan gerak makan.

Mesin bubut dirancang terutama untuk dapat membuat benda kerja dengan bentuk dasar
silindrik, misalnya membuat poros silindrik, poros kerucut (tirus), lubang silindrik dan membuat
ulir. Di samping mampu membuat benda kerja silindrik, mesin juga juga mampu mengerjakan
bentuk-bentuk lain, seperti meratakan permukaan dan proses knurling

Kemampuan Yang Dapat Dilakukan Oleh Mesin Bubut

Jenis jenis pembubutan yang bisa dikerjakan mesin bubut

1. Pembubutan tepi (facing)
Pengerjaan benda kerja terhadap tepi penampangnya atau tegak lurus terhadap sumbu benda
kerja.

2. Pembubutan silindris (turning)
Pengerjaan benda kerja dilakukan sepanjang garis sumbunya. Baik pengerjaan tepi maupun
pengerjaan silindris posisi dari sisi potong pahtnya harus terletak senter terhadap garis sumbu
dan ini berlaku untuk semua proses pemotongan pada mesin bubut.

3. Pembubutan alur (grooving)

Pembubutan yang di lakukan di antara dua permukaan.

4. Pembubutan tirus (chempering)
Adapun caranya sebagai berikut :
• Dengan memutar compound rest
• Dengan menggeser sumbu tail stock
• Dengan menggunakan taper attachment.

5. Pembubutan ulir (threading)
Bentuk ulir didapat dengan cara menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan
menggunakan referensi mal ulir (thread gauge). Atau bisa juga menggunakan pahat tertentu
ukurannya yangsudah di jual di pasaran, biasanya untuk ulir-ulir standar.

6. Drilling
Membuat lubang awal pada benda kerja

7. Boring
Memperbesar lubang pad benda kerja.

8. Kartel (knurling)
Membuat profil atau grif pegangan pada benda kerja seperti pada pegangan tang,obeng agar
tidak licin.

9. Reaming
Memperhalus lubang pada benda kerja.

Proses keja Mesin Bubut

Ada tiga proses yang dihasilkan oleh mesin bubut diantarnya adalah:
1. Proses Kerja Mesin Bubut
Gerak potong dilakukan oleh benda kerja secara rotasi sedangkan gerak makan dilakukan oleh
pahat secara translasi.

2. Input Dari Proses Mesin Bubut
Penggerak dari mesin bubut adalah motor listrik. Daya menjadi transmisi diteruskan transmisi I
dan II.
Daya yang diteruskan melalui transmisi I akan menggerakan spindle, cekam dan benda bekerja.
Sedangkan daya yang diteruskan pada transmisi II, diubah menjadi gerak translasi oleh poros
pembawa.

3. Output Dari Proses Mesin Bubut
Proses dari mesin bubut menghasilkan :
a. Benda kerja yang sudah dibentuk sesuai dengan keinginan.
b. Geram (sisa hasil pemotongan).

Teori Rumus Perhitungan Mesin Bubut

2013-01-25 18:31:15

Tweet

Kita akan membahas mengenai perhitungan perhitungan yang berhubungan dengan mesin bubut
nah bagi anda sebagai engineering tahapan dasar untuk mengetahui teknologi pembubutan sangat
diperlukan dalam proses membuat sebuah benda yang berbentuk silindris

coba anda perhatikan gambar di bawah ini mengenai proses pembubutan

n = Kecepatan putaran spindle
fn = penyayatan
ap = kedalaman pemotongan

Rumus untuk Kecepatan Putaran benda kerja pada spindle

Keterangan

n = kecepatan putaran spindle (rpm)
vc = Kecepatan Pemotongan
dm = diameter rata rata
= 3,14

Rumus menghitung Kecepatan Pemotongan pada mesin bubut

tabel untuk VC bahan

Contoh Perhitungan :
kita akan membubut bahan dari almunium dengan diameter 40mm, hitunglah kecepatan putaran
mesin disini kita menggunakan tabel untuk almunium pengerjaan kasar kita ambil 30

n = 30 x 1000
------------
3.14 x 40

= 239 rpm

Rumus menghitung waktu Pengerjaan pada mesin bubut untuk benda berbentuk lurus

keterangan

Tc = waktu (menit)
lm = panjang benda kerja
n = kecepatan putaran mesin
fn = pemakanan

waktu Pengerjaan pada benda berbentuk tirus maka Lm dihitung dengan rumus

Mesin Bubut Untuk Membubut Eksentrik

Diposkan oleh hantu facebook di 04.34

Cara Menggunakan Mesin Bubut Untuk Membubut Eksentrik

Membubut eksentrik tirus dapat dilakukan dengan dua cara :

1. Cara pertama, Pergeseran Center

Kerja Persiapan :

Tentukan putaran mesin

Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing

Kotak kunci (tool box)

Pemasangan benda kerja

Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.

Langkah Kerja :

Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati diameter terbesar dan
panjang yang diinginkan.

Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan sisi penandaan pergeseran

senter.

Buat pergeseran senternya pada dua sisi penampang benda kerja

Tempatkan benda kerja dengan penjepitan dua senter

Bubut diameter luar sampai dengan ukuran diameter terbesar yang diinginkan

Ganti penjepitan benda kerja dengan senter yang kedua

Bubut bagian eksentriknya

Periksa kebenaran dimensi poros eksentrik yang dibuat

2. Cara kedua, Chuck Kepala Empat (Independent Chuck)

Kerja persiapan

Tentukan putaran mesin

Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing

Kotak kunci (tool box)

Pemasangan benda kerja

Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.

Langkah Kerja :

Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati diameter terbesar dan
panjang yang diinginkan.

Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan sisi penandaan pergeseran

senter.

Buat pergeseran senternya pada satu sisi penampang benda kerja

Tempatkan benda kerja pada chuck empat, atur sesuai posisi senter utama

Bubut benda kerja sesuai dimensi yang diinginkan

Atur benda kerja dengan merubah posisi penjepitan sesuai sumbu eksentriknya, gunakan
pointer untuk membantu pergeserannya.

Bubut bagian eksentriknya

Periksa kebenaran dimensi poros eksentrik yang dibuat
Pengetahuan Dasar tentang Ulir/Drat
Ulir/drat secara umum digunakan untuk mengikatkan atau mengencangkan beberapa
bagian benda. Namun selain itu ulir juga bisa digunakan untuk menggerakkan. Jumlah,
jenis dan ukuran drat sangat beragam,namun kali ini kita tidak akan membahas mereka
semua di sini sehingga informasi berikut hanya dasarnya saja.

Jenis Threads/Drat/Ulir

Hampir semua baut dan mur pengikat memiliki drat yang berbentuk segitiga,namun
begitu masih ada bentuk yang lainnya.

Drat segi empat atau trapesium digunakan pada bagian-bagian yang bergerak dan
memiliki akurasi tinggi,seperti poros mesin bubut. Disamping itu masih ada lagi bentuk-
bentuk penampang drat yang lain yang akan kita bahas pada kesempatan berikutnya.

Dalam hal standar ukuran drat/ulir, ada ulir metrik (M),ulir witworth(W/BSW) ulir
paralel untuk pipa (PF), ulir tirus untuk pipa (PT), dan ulir terpadu (UNC, UNF). banyak
digunakan di Jepang dan banyak negara di seluruh dunia.
Ukuran Metrik adalah standar internasional,yang digunakan hampir diseluruh dunia,dan
Withworth (BSW) banyak dipakai di USA,Inggris atau Eropa.

Istilah yang Digunakan Dalam Ulir

Gambar 1 menunjukkan gambar Ulir. Salah satu istilah yang paling penting yang
digunakan adalah diameter luar. Dalam kasus ulir metrik, baut dinamai sesuai dengan
diameter luarnya misalnya baut dengan 5 mm diameter luar dikenal sebagai baut M5.
"Pitch" dari penampangnya adalah fitur lain yang penting dari ulir. Pitch atau kisar
didefinisikan sebagai interval (jarak) antara sisi ulir satu dan sebelahnya. Mur & baut
harus memiliki pitch yang sama serta diameter yang sama jika mereka akan digunakan
bersama-sama.


Gbr1. istilah dlm ukuran ulir

Gbr2. tap dan snei

Proses Pembuatan Drat dengan Alat Tangan

Ketika kita membuat drat cowok(=drat luar,biar gampang aja) dengan alat tangan, kita

akan menggunakan alat yang disebut snei atu “die”. Ketika kita membuat drat cewek, kita
menggunakan alat yang disebut “tap”/hand tap.

Jika kita tidak memiliki alat yang sesuai ukurannya dengan dr at yang kita inginkan, kita
juga bisa membuat drat dengan menggunakan mesin bubut,akan kita bahas nanti.

Ketika kita membuat ulir dengan menggunakan tap atau snei, perhatikan akan hal berikut.
(1) Mulai dengan posisi alat tegak lurus terhadap benda kerja
(2) putar alat kira kira seperempat putaran lalu balik,untuk membuang tatal
(3) Selalu gunakan minyak pelumas

Membuat Ulir Dalam Menggunakan Tap

Dalam satu ukuran Tap/hand tap terdiri atas 3 buah.Yang nomor satu memiliki ketirusan
paling runcing agar bisa digunakan mengawali pekerjaan dengan mudah.Yang nomer dua
keitrusannya lebih sedikit,dan yang nomer tiga atau disebut "buttoming tap" bentuknya
paling sempurna,untuk finishing terutama pada lubang buntu.



Gbr3. satu set tap

Ketika kita mengebor lubang untuk membuat drat/ulir di dalamnya,perlu diperhatikan
agar lubang yang kita buat ada dalam ukuran standar yang diijinkan,agar hasilnya
sempurna. Bewrikut adalah tabel beberapa ukuran ulir dan diameter lubang bor yang
disarankan.


Gbr4. tabel ukuran lubang ulir metrik dan pipa



Gbr5. tap dan penggunaannya

Membuat Ulir Luar dengan Snei/Die

Prinsip membuat ulir luar sama dengan ketika kita membuat ulir dalam dengan tap. Yang
penting disini adalah pembuangan tatalnya. Snei tidakseperti tap yang memiliki 3 ukuran
berbeda,namun biasanya memiliki celah yang bisa disetel untuk menyesuaikan besarnya
pemakanan. Dalam mempersiapkan diameterbenda yang akan didrat dengan snei,pastikan
memberikan toleransi minimal 0,01. Misalnya kita akan membuat drat M6 maka diameter
asnya adalah 5,9


Gbr6. snei dan pegangan

Untuk hasil yang lebih lurus dan mempermudah pekerjaan,menyenei bisa juga dilakukan
di mesin bubut. Catok benda kerja dan pastikan lurus. Setel snei dan beri sedikit
pemakanan ke benda kerja lalu tekan dengan chuck bor yang terpasang di kepala lepas.
Lanjutkan seperti biasa,kendurkan dorongan chuck bor ketika membuang tatal dari
snei,begitu seterusnya sampai selesai. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah.


Gbr7. Menyenei di Mesin Bubut
Perbedan Antara Ulir UN,UNC,UNF,UNEF dan UNJ
Sehubungan dengan adanya pertanyaan beberapa rekan tentangperbedaan ulir UNC dan
UNF, maka kali ini saya akan melanjutkan postingan terdahulu tentang jenis-jenis ulir
yang bisa dibuat di mesin bubut,tentunya disini akan kita bahas lebih spesifik. Bagi rekan
yang belum paham tentang membuat ulir dengan mesin bubut,bisa juga mengabaikan
postingan ini sementara waktu.... Oke,langsung saja.

Unified Thread Standard (UTS) mendefinisikan bentuk ulir standar dan seri-bersama
dengan tunjangan, toleransi, dan sebutan untuk ulir yang biasa digunakan di Amerika
Serikat dan Kanada. Ini memiliki profil 60° sama seperti ulir metrik ISO yang digunakan
di seluruh dunia, tetapi dimensi karakteristik dari setiap ulir UTS (diameter luar dan
pitch) dipilih sebagai fraksi inci daripada nilai milimeter bulat. UTS saat ini dikendalikan
oleh ASME / ANSI di Amerika Serikat.
Penunjukan standar untuk ulir UTS adalah nomor yang menunjukkan diameter (utama)
nominal ulir, diikuti oleh jumlah ulir diukur dalam ulir per inci. Untuk diameter lebih
kecil dari ¼ inci, diameter adalah ditunjukkan oleh jumlah integer didefinisikan dalam
standar, untuk semua diameter lainnya, angka inci diberikan.

Pasangan Satuan ulir Unified ini diikuti oleh kombinasi huruf opsional yang menentukan
serinya seperti : UNC, UNF atau UNEF jika kombinasi diameter-pitch dari
"coarse/kasar", "fine/baik" atau "extra fine/ekstra baik" , dan mungkin juga diikuti oleh
kelas toleransi.

Contoh: 1/2" - 20 UNF (diameter utama: 0,5 inci, jumlah ulir: 20 tpi)

Petunjuk Aturan Ulir UN

Ini sebutan didefinisikan dalam ANSI / ASME B1.1 dengan modifikasi didefinisikan
dalam ANSI / ASME SAE AS8879. Untuk rincian lengkap saya sarankan membaca
standar, namun, di sini adalah penjumlahan dari sistem penetapan didefinisikan dalam
standar ini:
UN = Unified National thread series
UNJ = Unified National thread series with external thread controlled root radius
UNS = Unified National Special thread series
UNJS = Unified National Special thread series with external thread controlled root radius
UNC = Unified National Coarse thread series
UNJC = Unified National Coarse thread series with external thread controlled root radius

UNF = Unified National Fine thread series
UNJF = Unified National Fine thread series with external thread controlled root radius
UNEF = Unified National Extra Fine thread series
UNJEF = Unified National Extra Fine thread series with external thread controlled root
radius

Penunjukan pertama adalah sederhana:UN
UN (unified national) = standar Bersatu Nasional amerika.
UN digunakan untuk satu set seri ulir tertentu yang memiliki keseragaman atau konstan
jumlah ulir-per-inci. Delapan ukuran konstan ulir-per-inci (TPI) seri: 4-TPI; 6-TPI; 8-
TPI; 12-TPI; 16-TPI; 20-TPI; 28-TPI, dan 32-TPI.

Ditambahkan ke UN beberapa akhiran: C = Kasar; F = Baik; EF = Ekstra baik; Untuk
kemudahan desain, dan standarisasi ukuran yang membaik, para penulis ANSI standar
B1.1 telah membentuk bentuk standar Kasar, Fine dan Ekstra fine. Jadi, jika desain
membutuhkan ulir kasar, diameter besar nominal dipilih dan kemudian ulir kasar untuk
ukuran yang dapat diidentifikasi dalam standar dan digunakan dalam desain,begitu
seterusnya.

Selain seri standar di atas, ditambahkan ke UN mungkin akhiran: S = Khusus. S
digunakan ketika ulir yang ditunjuk yang tidak memenuhi salah satu parameter di atas.
Hal ini digunakan untuk kombinasi nominal-major-diameter/thread-per-inch unik.

Kadang-kadang ditambahkan ke sebutan di atas adalah: R. penunjukan R adalah hanya
sesuai untuk digunakan pada ulir sekrup eksternal. Penunjukan R digunakan untuk
menunjukkan benang yang memiliki radius akar dikendalikan. Ini adalah jari-jari lebih
kecil dari J-seri disebutkan berikutnya.

Juga kadang-kadang ditambahkan ke sebutan di atas, kecuali R, adalah: J. Penunjukan J
digunakan untuk menunjukkan ulir yang dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan ANSI
/ ASME SAE AS8879 (sebelumnya MIL-S-8879). J selalu ditambahkan atau disisipkan
tepat setelah: UN. Untuk beberapa ukuran, ANSI / ASME SAE AS8879 juga
menambahkan S setelah J, itu tidak akan menggantikan C, F atau EF.

Penerapan sistem penunjukan atas yang berkaitan dengan 3 / 4 "thread:

Untuk 3 / 4 "UN ukuran yang tersedia adalah: 3 / 4" -12 UN; 3 / 4 "-28 UN dan 3 / 4" -32
UN. Perhatikan bahwa: 4; 6; 8; 16; dan 20 ulir per inch tidak terdaftar. Sangat kasar: 4; 6,
dan 8 terlalu kasar untuk menjadi praktis untuk Ulir 3 / 4 "Seri 16-TPI diganti oleh seri
Fine 20-TPI.

Untuk 3 / 4 "UNC ukuran hanya 3 / 4" -10 UNC.

Untuk 3 / 4 "UNF ukuran hanya 3 / 4" -16 UNF. Perhatikan bahwa seri Fine atas
penunjukan tetap dikuasai UN.

Untuk 3 / 4 "UNEF ukuran hanya 3 / 4" -20 Perhatikan UNEF bahwa seri Rupa Ekstra
memiliki lebih dikuasai penunjukan tetap UN.

Untuk 3 / 4 "UNS ukuran yang lain bahwa Anda dapat menggabungkan, selain yang
disebutkan di atas. Beberapa kombinasi seri umum khusus adalah: 3 / 4 "-14 UNS; 3 / 4"
-18 UNS; 3 / 4 "-24 UNS; 3 / 4" -27 UNS.

Untuk lebih sederhana,mungkin bisa dipahami melalui tabel berikut


* 1-12 dulunya standar luas, tetapi 1-14 adalah UNF saat ini.

amis, 12 April 2012

Cara Membuat Ulir Luar di Mesin Bubut

Label: Praktik Mesin Bubut
Seperti yang sudah saya janjikan pada postingan tentang dasar pengetahuan tentang
ulir,maka kali ini kita akan membahas cara membuat ulir dengan mesin bubut. Untuk
permulaan kita akan membuat ulir luar segi tiga. Langsung saja pada langkah kerjanya....

Pertama membuat diameter yang tepat,seperti yang diinginkan atau sesuai mur yang akan
dipasangkan. Pada bagian akhir,kita membuat alur untuk pembebas pahat atau sering
disebut undercut.

bakal drat dengan alur(undercut)
Kedua,tentukan posisi roda gigi yang sesuai dengan kisar/pitch/gang dari ulir yang akan
dibuat. Perhatikan tabel pada mesin bubut,kalau-kalau kita perlu melakukan pergantian
roda gigi.Kalau posisi gir dan tuas-tuas pengaturnya sudah sesuai bisa dilanjutkan dengan
langkah selanjutnya.

tabel drat

setting gear

roda gigi pengganti

Ketiga,persiapkan pahat bubut ulirnya.Cara mengasahnya hampir sama dengan mengasah
pahat bubut muka,cuma bentuknya harus sesuai dengan jenis drat yang dibuat. Ulir
metrik memiliki sudut 60 derajat,seedangkan withworth 55 derajat.
Bila perlu gunakan plat penyetel pahat.

pahat ulir segi tiga

Keempat,atur putaran spindel ke kecepatan yang sesuai dengan kondisi bahan benda
kerja. Rata-rata kita pakai kecepatan 100 rpm.

Selanjutnya kita mulai menghidupkan mesin dan menekan tuas otomatis drat dan
memulai proses pemakanan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah jangan melepas tuas ini sebelum proses
pembuatan drat selesai. Melepasnya,misalnya karena memperbaiki pahat,akan
memerlukan penyetelan kembali agar kembali ke alur pemakanan semula.
Pada saat pemakanan perhatikan skala ukuran yang ada di tuas eretan melintang. Setel lah
pada posisi angka tertentu atau 0 agar memudahkan proses pemakanan selanjutnya.
Kedalaman pemakanan kurang lebih 0.1mm.
Pada saat gerakan kembali ke posisi awal,bebaskan pahat dari sentuhan ke benda kerja.
Setelah di posisi awal lagi,kembalikan ke titik pemakanan yang ditandai tadi,ditambah
0.1mm untuk pemakanan berikutnya. Begitu seterusnya sampai mendapatkan ulir yang
pas dengan murnya.....

Metode infeed (Pemakanan)

Setidaknya tiga metode infeed yang mungkin. (Lihat Gambar) Sedikit menyadarkan
betapa dampak pilihan di antara metode ini dapat memiliki efektivitas yang berbeda pada
operasi threading atau pembuatan ulir/drat.

A. Radial infeed

Sementara ini mungkin metode yang paling umum untuk memproduksi ulir, itu juga yang
paling direkomendasikan kepada pemula. Karena pahat makan radial (tegak lurus ke
centerline benda kerja), benda kerja dimakan dari kedua sisi pahat, sehingga
menghasilkan sebuah tatal berbentuk V. Bentuk ini sulit untuk terlepas, sehingga aliran
tatal dapat menjadi masalah. Juga, karena kedua sisi pahat makan yang mana mengalami
panas tinggi dan tekanan, umur pahat umumnya akan lebih pendek dengan metode ini
dibandingkan dengan metode infeed lainnya.

B. Flank infeed

Dalam metode ini, arah infeed sejajar dengan salah satu sisi pahat, yang berarti pahat
berada di sepanjang garis yang membentuk sudut 30 derajat(setengah dari sudut pahat).
Caranya: geser eretan atas sehingga membentuk sudut 30 derajat terhadap eretan
melintang,atau 60 derajat terhadap sumbu spindel.
Dibandingkan dengan radial infeed, tatal di sini akan lebih mudah untuk terbentuk dan
terbuang secara teratur, menghasilkan panas yang lebih sedikit. Namun, dengan infeed
ini, karena posisi pahat terus diubah maju dan menyerong 30 derajat,maka hasil
potongannya akan menjadi kasar.

eretan melintang dan atas membentuk sudut 30 derajat

C. Kombinasi infeed

Metode ini secara bergantian memasukkan pahat dari kedua sis. Metode ini memberikan
umur pahat lebih lama karena kedua sisinya digunakan. Namun, metode ini juga dapat
mengakibatkan masalah arus tatal yang dapat mempengaruhi permukaan akhir. Metode
ini biasanya hanya digunakan untuk penampang ulir yang sangat besar dan untuk bentuk
ulir seperti Acme dan Trapezium.

Mesin gerinda

Kemampuan menajamkan alat potong dengan mengasahnya dengan pasir atau batu telah
ditemukan oleh manusia primitif sejak beberapa abad yang lalu. Alat pengikis digunakan untuk
membuat batu gerinda pertama kali pada zaman besi dan pada perkembangannya dibuat lebih
bagus untuk proses penajaman. Di awal tahun 1900-an, penggerindaan mengalami
perkembangan yang sangat cepat seiring dengan kemampuan manusia membuat butiran abrasive
seperti silikon karbida dan aluminium karbida. Selanjutnya dikembangkan mesin pengasah yang
lebih efektif yang disebut mesin gerinda. Mesin ini dapat mengikis permukaan logam dengan
cepat dan mempunyai tingkat akurasi yang tinggi sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk mengasah/memotong
benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar
bersentuhan dengan benda.kerja sehingga terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, atau
pemotongan.

Thermal Spray Coating

by admin
No comments yet

Thermal Spray Coating adalah teknik pelapisan permukaan logam yang digunakan
untukmeningkatkan sifat-sifat permukaan logam dasarnya.

Permukaan logam yang telah dilapisi dengan Thermal Spray Coating akan mempunyai
ketahanan terhadap keausan dan perlindungan terhadap korosi thermal.

Prinsip kerja

Prinsip kerja Thermal Spray Coating adalah memanaskan material berbentuk powder atau wire
menjadi semi cair, material yang sudah setengah cair diatomisasi menggunakan semburan gas

membentuk deposit menghasilkan lapisan dengan tebal beberapa micron sampai beberapa
milimeter Lapisan material yang dihasilkan akan mempunyai sifat mekanis melebihi material
logam dasarnya.

Thermal Spray Coating biasa digunakan untuk merepair komponen mesin agar tahan terhadap
abbrasive wear, fretting, dan galing, sliding wear serta particle errosion.

Bisa digunakan pada mesin-mesin compressor, pompa, steel roller, bearing bore, engine, drive
shaft, dies dan lain-lain.

Thermal Spray Coating adalah pilihan terbaik untuk menghemat biaya perawatan mesin karena
memperpanjang usia komponen.

Jenis-jenis Material Coating adalah:

Alumunium
Stainlles
Chrome Steel
Zinc
Ceramic Oxide
Babbit
Cooper
Tunsten Carbide
Nickel

Teknologi THERMAL SPRAY



Definisi THERMAL SPRAY :

Thermal Spray adalah suatu teknologi pelapisan (coating) material baik itu metal
maupun material non metal yang di spray pada base (applikasi) dengan maksud
memberikan proteksi terhadap keausan ataupun rekondisi aplikasi sehingga
kembali pada fungsi dan ukuran semula.


Proses THERMAL SPRAY :

The melted or softened particulated impact the prepared surface, flatten and
bond to the substrate building-up to create a dense, well bonded coating.

Keunggulan THERMAL SPRAY :

- Fasilitas yang di perlukan minimum.

- Low Heat Input Process, tidak mempengaruhi base material dari aplikasi mesin.

- Material coating yang bisa di gunakan bermacam macam.

- Versatile and reliable

- Ukuran aplikasi mesin yang besar bisa diproses.

- Ikatan coating yang kuat dan padat (free porosity)

- Portability

THERMAL SPRAY terutama digunakan pada:


- Proteksi, Maintenance, atau Rekondisi elemen elemen mesin yang mengalami
keausan akibat

karat, abrasi, erosi, gesekan, tumbukan, ataupun kombinasinya.

- Memberikan ketahanan terhadap karat (dry/wet/water/salt water/chemical-
acidic/alkaline) on

structure/machine parts.

- Bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.

____o0o____


Metal Spray (Ceramic Coating)


Arc Spray

Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin UNY

0inShare

Jenis-jenis Pengelasan

OPINI | 20 April 2011 | 03:25 Dibaca: 9226 Komentar: 0 Nihil

Pengelasan merupakan penyambungan bahan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ikatan
magnetik antar atom dari kedua bahan yang disambung. Kelebihan sambungan las adalah
konstruksi ringan, dapat menahan kekuatan yang tinggi, mudah pelaksanaannya, serta cukup
ekonomis. Namun kelemahan yang paling utama adalah terjadinya perubahan struktur mikro
bahan yang dilas, sehingga terjadi perubahan sifat fisik maupun mekanis dari bahan yang dilas.

Proses pengelasan logam secara makro diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu: (1) Liquid
state welding
(LSW), dan (2) Solid state welding (SSW). LSW adalah proses pengelasan logam
yang dilakukan dalam keadaan cair, sedangkan SSW merupakan proses las di mana pada saat
pengelasan, logam dalam keadaan padat. Pengelasan logam secara LSW maupun SSW
mempunyai beberapa teknik/metode. Berbagai jenis las berdasarkan metode.

A. Las Kondisi Cair (Liquid State Welding)

1. Las Busur Listrik (Electric Arc Welding)

a) Las Flash Butt (Flash Butt Welding)

Flash butt merupakan metode pengelasan yang dilakukan dengan menggabungkan antara
loncatan electron dengan tekanan, di mana benda kerja yang dilas dipanasi dengan energi
loncatan electron kemudian ditekan dengan alat sehingga bahan yang dilas menyatu dengan baik.

b) Las Elektroda Terumpan (Consumable Electrode)

Consumable electrode (elektroda terumpan) adalah pengelasan dimana elektroda las juga
berfungsi sebagai bahan tambah. Las elektroda terumpan terdiri dari:

- Las MIG (Metal Inert Gas)dan Las MAG(Metal Active Gas)

Las listrik MIG adalah juga las busur listrik dimana panas yang ditimbulkan oleh busur listrik
antara ujung elektroda dan bahan dasar, karena adanya arus listrik dan menggunakan
elektrodanya berupa gulungan kawat yang berbentuk rol yang gerakannya diatur oleh pasangan
roda gigi yang digerakkan oleh motor listrik.

Kecepatan gerakan elektroda dapat diatur sesuai dengan keperluan. Tangkai Ias dilengkapi
dengan nosal logam untuk menyemburkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas malalui
selang gas.

- Las Listrik (Shielded Metal Arc Welding/SMAW)

SMAW (Shielded Metal Arc Welding) adalah proses pengelasan dengan mencairkan material
dasar yang menggunakan panas dari listrik melalui ujung elektroda dengan pelindung berupa
flux atau slag yang ikut mencair ketika pengelasan.Prinsip dari SMAW adalah menggunakan
panas dari busur untuk mencairkan logam dasar dan ujung sebuah consumable elektroda tertutup
dengan tegangan listrik yang dipakai 23-45 Volt, dan untuk pencairan digunakan arus listrik
hingga 500 ampere yang umum digunakan berkisar antara 80-200 ampere.

- Las Busur Terpendam (Submerged Arc Welding/SAW)

Prinsip dasar pengelasan ini adalah menggunakan arus listrik untuk menghasilkan busur (Arc)
sehingga dapat melelehkan kawat pengisi lasan (filler wire), dalam pengelasan SAW ini cairan
logam lasan terendam dalam flux yang melindunginya dari kontaminasi udara, yang kemudian
flux tersebut akan membentuk terak las (slag) yang cukup kuat untuk melindungi logam lasan
hingga membeku.

c) Las Elektroda Tak Terumpan (Non Consumable Electrode)

Non consumable electrode adalah pengelasan dengan menggunakan elektroda, di mana elektroda
tersebut tidak berfungsi sebagai bahan tambah. Elektroda hanya berfungsi sebagai pembangkit
nyalah listrik, sedangkan bahan tambah digunakan filler metal.Non Consumable Electrode terdiri
dari :

- Las TIG (Tungsten Inert Gas)

Las TIG (Tungsten Inert Gas) adalah proses pengelasan dimanabusur nyala listrik ditimbulkan
oleh elektroda tungsten (elektroda tak terumpan) dengan benda kerja logam. Daerah pengelasan
dilindungioleh gas lindung (gas tidak aktif) agar tidak berkontaminasi denganudara luar. Kawat

las dapat ditambahkan atau tidak tergantung daribentuk sambungan dan ketebalan benda kerja
yang akan dilas.

- Las Plasma

2. Las Tahanan (Resistance Welding)

a) Las Titik (Spot Welding)

Pengelasan dilakukan dengan mengaliri benda kerja dengan arus listrik melalui elektroda, karena
terjadi hambatan diantara kedua bahan yang disambung, maka timbul panas yang dapat
melelehkan permukaan bahan dan dengan tekanan akan terjadi sambungan

b) Las Kelim ( Seam Welding)

Ditinjau dari prinsip kerjanya, las kelim sama dengan las titik, yang berbeda adalah bentuk
elektrodanya. Elektroda las kelim berbentuk silinder.

c) Las Gas atau Las Karbit (Oxy-acetylene welding / OAW)

Pengelasan dengan oksi - asetilin adalah proses pengelasan secara manual dengan pemanasan
permukaan logam yang akan dilas atau disambung sampai mencair oleh nyala gas asetilin
melalui pembakaran C2H2 dengan gas O2 dengan atau tanpa logam pengisi.

d) Las Sinar Laser

Pengelasan sinar laser adalah pengelasan yang memanfaaatkan gelombang cahaya sinar laser
yang dialirkan lurus kedepan tanpa penyebaran terhadap benda kerja sehingga menghasilkan
panas dan melelehkan logam yang akan dilas.

e) Las Sinar Elektron

Prinsip kerjanya adalah adanya energi panas didapat dari energi sebuah elektron yang di
tumbukkan pada benda kerja, elektron yang dipancarkan oleh katoda ke anoda difokuskan oleh
lensa elektrik ke sistim defleksi. Sistim defleksi meneruskan sinar elektron yang sudah fokus ke
benda kerja. Sinar yang sudah fokus tersebut digunakan untuk melakukan pengelasan benda
kerja.

B. Las Kondisi Padat (Solid State Welding)

1) Friction Welding

Friction welding atau las gesekan merupakan proses penyambungan logam dengan
memanfaatkan energi panas yang diakibatkan karena adanya gesekan dari dua material yang
akan disambung

2) Cold Welding

Pengelasan dingin (Cold welding) adalah pengelasan yang dilakukan dalam keadaan dingin.
Yang dimaksud dingin di sini, bukan berarti tidak ada panas, panas dapat saja terjadi dari proses
tersebut, namun tidak melebihi suhu rekristalisasi logam yang dilas. Cold Welding terdiri dari :

- Las Ultrasonik (Ultrasonic Welding / UW)

Las ultrasonik adalah proses penyambungan padat untuk logam-logam yang sejenis, maupun
logam-logam berlainan jenis, dimana secara umum bentuk sambungan nya adalah sambungan
tindih. Energi getaran berfrekwensi tinggi mengenai daerah las-las an dengan arah paralel
dengan permukaan sambungan. Tegangan geser osilasi pada permukaan las-lasan yang terjadi
akibat pengaplikasian gaya, akan merusak dan merobek lapisan oksida yang ada di ke-2
permukaan logam induk yang akan dilas.

- Las Ledakan ( Explosive Welding / EW)

Las ledakan atau sering disebut las pembalutan (clading welding), merupakan proses las dimana
dua permukaan dijadikan satu dibawah pengaruh tumbukan (impact force) disertai tekanan tinggi
yang berasal dari ledakan (detonator) yang ditempatkan dekat dengan logam induk.

3) Las Tempa

Penyambungan logam dengan cara ini dilakukan dengan memanasi ujung logam yang akan
disambung kemudian ditempa, maka terjadilah sambungan. Panas yang dibutuhkan sedikit di
atas suhu rekristalisasi logam, sehingga logam masih dalam keadaan padat.

Laporkan
Tanggapi

Siapa yang menilai tulisan ini?

KOMENTAR BERDASARKAN :

Tulis Tanggapan Anda

REGISTRASI | MASUK

href='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a37da309&cb=INSERT_RANDOM
_NUMBER_HERE' target='_blank'> src='http://ads6.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=345&cb=INSERT_RANDOM
_NUMBER_HERE&n=a37da309' border='0' alt='' />

PROMOTED ARTICLE

Tips Menghindari Dehidrasi …

Club Air Mineral

Kompetisi Blog “Club Air Mineral” …

Club Air Mineral

Tips Memilih Air Minum yang Baik …

Club Air Mineral

Tips Menghindari Dehidrasi …

Club Air Mineral

Kompetisi Blog “Club Air Mineral” …

Club Air Mineral

Tips Memilih Air Minum yang Baik …

Club Air Mineral

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->