To : Tirta Budiawan Candidate Workshop Manager

Menindaklanjuti undangan via phone, bersama ini kami mengundang anda untuk Test interview yang akan dilaksanakan, pada :

Hari / Tanggal Jam Tempat

: Senin, 22 April 2013 : 13.00 s/d selesai : PT. TEKNOKRAFTINDO ASIA

Workshop : Jl. Lingkar Luar Barat No. 9A, Rawa Buaya,Cengkareng. Telp: 021-5440095 & 021-54899898

Agar hadir tepat waktu dengan membawa CV dan alat tulis. Demikian, terima kasih atas perhatiaanya.

Thanks and Regards

Setiono Purwadi HR. Manager PT. TEKNOKRAFTINDO ASIA Workshop : Jl. Lingkar Luar Barat No. 9A, Rawa Buaya,Cengkareng. Telp: 021-5440095 & 021-54899898

Mobile No: 0838-7009-9699 Wibesite : www.teknokraft.com

Prinsip Kerja Mesin Bubut
Prinsip Kerja Mesin Bubut, Artikel ini meliputi Proses, Input, dan Output dari cara kerja mesin bubut. Jurusan Tenik Mesin, Matakuliah Proses Produksi, Praktikum Teknik Produksi. Setelah sebelumnya membahas tentang Pengertian atau Definisi Mesin Bubut.

Prinsip Kerja Mesin Bubut

Proses pembubutan adalah salah satu proses pemesinan yang mengunakan pahat dengan satu mata potong untuk membuang material dari permukaan benda kerja yang berputar. Pahat bergerak pada arah linier sejajar dengan sumbu putar benda kerja seperti yang terlihat pada gambar. Dengan mekanisme kerja seperti ini, maka Proses bubut memiliki kekhususan untuk membuat benda kerja yang berbentuk silindrik.

Benda kerja dipegang (dicekam) pada poros spindel dengan bantuan chuck yang memiliki rahang (jaw) pada salah satu ujungnya, yaitu pada pusat sumbu putarnya, sementara ujung lainnya dapat ditumpu dengan center yang lain. Gerak rotasi benda kerja akan menghasilkan gerak potong, sementara pahat yang dibawa oleh eretan pada arah translasi sejajar dengan sumbu spindel dan sumbu putar benda kerja akan menghasilkankan gerak makan. Mesin bubut dirancang terutama untuk dapat membuat benda kerja dengan bentuk dasar silindrik, misalnya membuat poros silindrik, poros kerucut (tirus), lubang silindrik dan membuat ulir. Di samping mampu membuat benda kerja silindrik, mesin juga juga mampu mengerjakan bentuk-bentuk lain, seperti meratakan permukaan dan proses knurling

Kemampuan Yang Dapat Dilakukan Oleh Mesin Bubut

Jenis jenis pembubutan yang bisa dikerjakan mesin bubut 1. Pembubutan tepi (facing) Pengerjaan benda kerja terhadap tepi penampangnya atau tegak lurus terhadap sumbu benda kerja. 2. Pembubutan silindris (turning) Pengerjaan benda kerja dilakukan sepanjang garis sumbunya. Baik pengerjaan tepi maupun pengerjaan silindris posisi dari sisi potong pahtnya harus terletak senter terhadap garis sumbu dan ini berlaku untuk semua proses pemotongan pada mesin bubut. 3. Pembubutan alur (grooving)

Pembubutan yang di lakukan di antara dua permukaan. 4. Pembubutan tirus (chempering) Adapun caranya sebagai berikut : • Dengan memutar compound rest • Dengan menggeser sumbu tail stock • Dengan menggunakan taper attachment. 5. Pembubutan ulir (threading) Bentuk ulir didapat dengan cara menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan referensi mal ulir (thread gauge). Atau bisa juga menggunakan pahat tertentu ukurannya yangsudah di jual di pasaran, biasanya untuk ulir-ulir standar. 6. Drilling Membuat lubang awal pada benda kerja 7. Boring Memperbesar lubang pad benda kerja. 8. Kartel (knurling) Membuat profil atau grif pegangan pada benda kerja seperti pada pegangan tang,obeng agar tidak licin. 9. Reaming Memperhalus lubang pada benda kerja.

Proses keja Mesin Bubut
Ada tiga proses yang dihasilkan oleh mesin bubut diantarnya adalah: 1. Proses Kerja Mesin Bubut Gerak potong dilakukan oleh benda kerja secara rotasi sedangkan gerak makan dilakukan oleh pahat secara translasi. 2. Input Dari Proses Mesin Bubut Penggerak dari mesin bubut adalah motor listrik. Daya menjadi transmisi diteruskan transmisi I dan II. Daya yang diteruskan melalui transmisi I akan menggerakan spindle, cekam dan benda bekerja. Sedangkan daya yang diteruskan pada transmisi II, diubah menjadi gerak translasi oleh poros pembawa. 3. Output Dari Proses Mesin Bubut Proses dari mesin bubut menghasilkan : a. Benda kerja yang sudah dibentuk sesuai dengan keinginan. b. Geram (sisa hasil pemotongan).

Teori Rumus Perhitungan Mesin Bubut
2013-01-25 18:31:15 Tweet Kita akan membahas mengenai perhitungan perhitungan yang berhubungan dengan mesin bubut nah bagi anda sebagai engineering tahapan dasar untuk mengetahui teknologi pembubutan sangat diperlukan dalam proses membuat sebuah benda yang berbentuk silindris coba anda perhatikan gambar di bawah ini mengenai proses pembubutan

n = Kecepatan putaran spindle fn = penyayatan ap = kedalaman pemotongan Rumus untuk Kecepatan Putaran benda kerja pada spindle

Keterangan n = kecepatan putaran spindle (rpm) vc = Kecepatan Pemotongan dm = diameter rata rata = 3,14 Rumus menghitung Kecepatan Pemotongan pada mesin bubut

hitunglah kecepatan putaran mesin disini kita menggunakan tabel untuk almunium pengerjaan kasar kita ambil 30 n = 30 x 1000 -----------3.14 x 40 = 239 rpm Rumus menghitung waktu Pengerjaan pada mesin bubut untuk benda berbentuk lurus keterangan Tc = waktu (menit) lm = panjang benda kerja n = kecepatan putaran mesin fn = pemakanan waktu Pengerjaan pada benda berbentuk tirus maka Lm dihitung dengan rumus .tabel untuk VC bahan Contoh Perhitungan : kita akan membubut bahan dari almunium dengan diameter 40mm.

muka. . dan pahat finishing  Kotak kunci (tool box)  Pemasangan benda kerja  Pemasangan dan penyetelan pahat bubut. Pergeseran Center Kerja Persiapan :  Tentukan putaran mesin  Persiapkan pahat kasar. Cara pertama.Mesin Bubut Untuk Membubut Eksentrik Diposkan oleh hantu facebook di 04.34 Cara Menggunakan Mesin Bubut Untuk Membubut Eksentrik Membubut eksentrik tirus dapat dilakukan dengan dua cara : 1.

 Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan sisi penandaan pergeseran senter.Langkah Kerja :  Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati diameter terbesar dan panjang yang diinginkan.  Buat pergeseran senternya pada dua sisi penampang benda kerja  Tempatkan benda kerja dengan penjepitan dua senter .

dan pahat finishing  Kotak kunci (tool box)  Pemasangan benda kerja  Pemasangan dan penyetelan pahat bubut. Chuck Kepala Empat (Independent Chuck) Kerja persiapan  Tentukan putaran mesin  Persiapkan pahat kasar. muka. Bubut diameter luar sampai dengan ukuran diameter terbesar yang diinginkan  Ganti penjepitan benda kerja dengan senter yang kedua  Bubut bagian eksentriknya  Periksa kebenaran dimensi poros eksentrik yang dibuat 2. Cara kedua. .

 Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan sisi penandaan pergeseran senter.  Bubut bagian eksentriknya .Langkah Kerja :  Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati diameter terbesar dan panjang yang diinginkan. atur sesuai posisi senter utama  Bubut benda kerja sesuai dimensi yang diinginkan  Atur benda kerja dengan merubah posisi penjepitan sesuai sumbu eksentriknya.  Buat pergeseran senternya pada satu sisi penampang benda kerja  Tempatkan benda kerja pada chuck empat. gunakan pointer untuk membantu pergeserannya.

Jenis Threads/Drat/Ulir Hampir semua baut dan mur pengikat memiliki drat yang berbentuk segitiga. banyak digunakan di Jepang dan banyak negara di seluruh dunia. Pitch atau kisar didefinisikan sebagai interval (jarak) antara sisi ulir satu dan sebelahnya.dan Withworth (BSW) banyak dipakai di USA.Inggris atau Eropa. ada ulir metrik (M). Jumlah.seperti poros mesin bubut.   Periksa kebenaran dimensi poros eksentrik yang dibuat Pengetahuan Dasar tentang Ulir/Drat Ulir/drat secara umum digunakan untuk mengikatkan atau mengencangkan beberapa bagian benda. baut dinamai sesuai dengan diameter luarnya misalnya baut dengan 5 mm diameter luar dikenal sebagai baut M5. jenis dan ukuran drat sangat beragam. Salah satu istilah yang paling penting yang digunakan adalah diameter luar. Disamping itu masih ada lagi bentukbentuk penampang drat yang lain yang akan kita bahas pada kesempatan berikutnya.          Gbr1. Dalam kasus ulir metrik. Mur & baut harus memiliki pitch yang sama serta diameter yang sama jika mereka akan digunakan bersama-sama. Istilah yang Digunakan Dalam Ulir Gambar 1 menunjukkan gambar Ulir.namun kali ini kita tidak akan membahas mereka semua di sini sehingga informasi berikut hanya dasarnya saja.namun begitu masih ada bentuk yang lainnya. istilah dlm ukuran ulir .ulir witworth(W/BSW) ulir paralel untuk pipa (PF). Dalam hal standar ukuran drat/ulir. Drat segi empat atau trapesium digunakan pada bagian-bagian yang bergerak dan memiliki akurasi tinggi. UNF).yang digunakan hampir diseluruh dunia. Namun selain itu ulir juga bisa digunakan untuk menggerakkan. dan ulir terpadu (UNC. Ukuran Metrik adalah standar internasional. ulir tirus untuk pipa (PT). "Pitch" dari penampangnya adalah fitur lain yang penting dari ulir.

kita juga bisa membuat drat dengan menggunakan mesin bubut.    Gbr2.dan yang nomer tiga atau disebut "buttoming tap" bentuknya paling sempurna.akan kita bahas nanti.biar gampang aja) dengan alat tangan. (1) Mulai dengan posisi alat tegak lurus terhadap benda kerja (2) putar alat kira kira seperempat putaran lalu balik. Jika kita tidak memiliki alat yang sesuai ukurannya dengan dr at yang kita inginkan.untuk finishing terutama pada lubang buntu. kita akan menggunakan alat yang disebut snei atu “die”.untuk membuang tatal (3) Selalu gunakan minyak pelumas Membuat Ulir Dalam Menggunakan Tap Dalam satu ukuran Tap/hand tap terdiri atas 3 buah. tap dan snei Proses Pembuatan Drat dengan Alat Tangan   Ketika kita membuat drat cowok(=drat luar. perhatikan akan hal berikut. Ketika kita membuat drat cewek. Ketika kita membuat ulir dengan menggunakan tap atau snei.Yang nomor satu memiliki ketirusan paling runcing agar bisa digunakan mengawali pekerjaan dengan mudah. kita menggunakan alat yang disebut “tap”/hand tap.   .Yang nomer dua keitrusannya lebih sedikit.

perlu diperhatikan agar lubang yang kita buat ada dalam ukuran standar yang diijinkan.agar hasilnya sempurna.    Gbr4.    Gbr3. Bewrikut adalah tabel beberapa ukuran ulir dan diameter lubang bor yang disarankan. tabel ukuran lubang ulir metrik dan pipa . satu set tap  Ketika kita mengebor lubang untuk membuat drat/ulir di dalamnya.

Yang penting disini adalah pembuangan tatalnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah. Dalam mempersiapkan diameterbenda yang akan didrat dengan snei. Catok benda kerja dan pastikan lurus.01. snei dan pegangan  Untuk hasil yang lebih lurus dan mempermudah pekerjaan. Setel snei dan beri sedikit pemakanan ke benda kerja lalu tekan dengan chuck bor yang terpasang di kepala lepas. Lanjutkan seperti biasa.namun biasanya memiliki celah yang bisa disetel untuk menyesuaikan besarnya pemakanan. tap dan penggunaannya    Membuat Ulir Luar dengan Snei/Die Prinsip membuat ulir luar sama dengan ketika kita membuat ulir dalam dengan tap. Misalnya kita akan membuat drat M6 maka diameter asnya adalah 5.begitu seterusnya sampai selesai.pastikan memberikan toleransi minimal 0.menyenei bisa juga dilakukan di mesin bubut.kendurkan dorongan chuck bor ketika membuang tatal dari snei. . Snei tidakseperti tap yang memiliki 3 ukuran berbeda.    Gbr5.9    Gbr6.

bisa juga mengabaikan postingan ini sementara waktu.    Gbr7. Ini memiliki profil 60° sama seperti ulir metrik ISO yang digunakan di seluruh dunia. di sini adalah penjumlahan dari sistem penetapan didefinisikan dalam standar ini: UN = Unified National thread series UNJ = Unified National thread series with external thread controlled root radius UNS = Unified National Special thread series UNJS = Unified National Special thread series with external thread controlled root radius UNC = Unified National Coarse thread series UNJC = Unified National Coarse thread series with external thread controlled root radius       .20 UNF (diameter utama: 0. toleransi. Untuk rincian lengkap saya sarankan membaca standar. Contoh: 1/2" .1 dengan modifikasi didefinisikan dalam ANSI / ASME SAE AS8879. tetapi dimensi karakteristik dari setiap ulir UTS (diameter luar dan pitch) dipilih sebagai fraksi inci daripada nilai milimeter bulat. Penunjukan standar untuk ulir UTS adalah nomor yang menunjukkan diameter (utama) nominal ulir. untuk semua diameter lainnya. namun. diikuti oleh jumlah ulir diukur dalam ulir per inci. dan sebutan untuk ulir yang biasa digunakan di Amerika Serikat dan Kanada.5 inci.tentunya disini akan kita bahas lebih spesifik. Unified Thread Standard (UTS) mendefinisikan bentuk ulir standar dan seri-bersama dengan tunjangan.. UNF atau UNEF jika kombinasi diameter-pitch dari "coarse/kasar".langsung saja. angka inci diberikan. Pasangan Satuan ulir Unified ini diikuti oleh kombinasi huruf opsional yang menentukan serinya seperti : UNC.. UTS saat ini dikendalikan oleh ASME / ANSI di Amerika Serikat. dan mungkin juga diikuti oleh kelas toleransi. Menyenei di Mesin Bubut Perbedan Antara Ulir UN. Bagi rekan yang belum paham tentang membuat ulir dengan mesin bubut.UNEF dan UNJ Sehubungan dengan adanya pertanyaan beberapa rekan tentangperbedaan ulir UNC dan UNF. Untuk diameter lebih kecil dari ¼ inci. diameter adalah ditunjukkan oleh jumlah integer didefinisikan dalam standar. maka kali ini saya akan melanjutkan postingan terdahulu tentang jenis-jenis ulir yang bisa dibuat di mesin bubut.UNF.. Oke.UNC. "fine/baik" atau "extra fine/ekstra baik" . jumlah ulir: 20 tpi) Petunjuk Aturan Ulir UN Ini sebutan didefinisikan dalam ANSI / ASME B1.

Hal ini digunakan untuk kombinasi nominal-major-diameter/thread-per-inch unik. jika desain membutuhkan ulir kasar.1 telah membentuk bentuk standar Kasar. 6-TPI. 28-TPI. F = Baik. ANSI / ASME SAE AS8879 juga menambahkan S setelah J. dan standarisasi ukuran yang membaik. Ditambahkan ke UN beberapa akhiran: C = Kasar. J selalu ditambahkan atau disisipkan tepat setelah: UN.begitu seterusnya. Untuk kemudahan desain. adalah: J. 16-TPI.  UNF = Unified National Fine thread series UNJF = Unified National Fine thread series with external thread controlled root radius UNEF = Unified National Extra Fine thread series UNJEF = Unified National Extra Fine thread series with external thread controlled root radius   Penunjukan pertama adalah sederhana:UN UN (unified national) = standar Bersatu Nasional amerika. F atau EF. Juga kadang-kadang ditambahkan ke sebutan di atas. Penunjukan J digunakan untuk menunjukkan ulir yang dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan ANSI / ASME SAE AS8879 (sebelumnya MIL-S-8879). Penunjukan R digunakan untuk menunjukkan benang yang memiliki radius akar dikendalikan. penunjukan R adalah hanya sesuai untuk digunakan pada ulir sekrup eksternal. S digunakan ketika ulir yang ditunjuk yang tidak memenuhi salah satu parameter di atas. dan 32-TPI. Delapan ukuran konstan ulir-per-inci (TPI) seri: 4-TPI. Fine dan Ekstra fine. kecuali R. 20-TPI. itu tidak akan menggantikan C. para penulis ANSI standar B1. Ini adalah jari-jari lebih kecil dari J-seri disebutkan berikutnya. Jadi. 8TPI. 12-TPI. Selain seri standar di atas. Kadang-kadang ditambahkan ke sebutan di atas adalah: R. Untuk beberapa ukuran. diameter besar nominal dipilih dan kemudian ulir kasar untuk ukuran yang dapat diidentifikasi dalam standar dan digunakan dalam desain. ditambahkan ke UN mungkin akhiran: S = Khusus. EF = Ekstra baik. UN digunakan untuk satu set seri ulir tertentu yang memiliki keseragaman atau konstan jumlah ulir-per-inci. .

Beberapa kombinasi seri umum khusus adalah: 3 / 4 "-14 UNS. Sangat kasar: 4. Untuk 3 / 4 "UNC ukuran hanya 3 / 4" -10 UNC. Perhatikan bahwa seri Fine atas penunjukan tetap dikuasai UN. tetapi 1-14 adalah UNF saat ini. 3 / 4" -18 UNS. Untuk 3 / 4 "UNF ukuran hanya 3 / 4" -16 UNF. selain yang disebutkan di atas. 8. 6.Penerapan sistem penunjukan atas yang berkaitan dengan 3 / 4 "thread: Untuk 3 / 4 "UN ukuran yang tersedia adalah: 3 / 4" -12 UN. Untuk 3 / 4 "UNS ukuran yang lain bahwa Anda dapat menggabungkan. 16. . 3 / 4" -27 UNS. Untuk 3 / 4 "UNEF ukuran hanya 3 / 4" -20 Perhatikan UNEF bahwa seri Rupa Ekstra memiliki lebih dikuasai penunjukan tetap UN. 3 / 4 "-24 UNS. Untuk lebih sederhana. dan 20 ulir per inch tidak terdaftar. dan 8 terlalu kasar untuk menjadi praktis untuk Ulir 3 / 4 "Seri 16-TPI diganti oleh seri Fine 20-TPI. 3 / 4 "-28 UN dan 3 / 4" -32 UN. Perhatikan bahwa: 4. 6.mungkin bisa dipahami melalui tabel berikut   * 1-12 dulunya standar luas.

. Langsung saja pada langkah kerjanya. 12 April 2012 Cara Membuat Ulir Luar di Mesin Bubut Label: Praktik Mesin Bubut Seperti yang sudah saya janjikan pada postingan tentang dasar pengetahuan tentang ulir.  bakal drat dengan alur(undercut) Kedua. Untuk permulaan kita akan membuat ulir luar segi tiga.tentukan posisi roda gigi yang sesuai dengan kisar/pitch/gang dari ulir yang akan dibuat.Kalau posisi gir dan tuas-tuas pengaturnya sudah sesuai bisa dilanjutkan dengan langkah selanjutnya. Pertama membuat diameter yang tepat.maka kali ini kita akan membahas cara membuat ulir dengan mesin bubut. Pada bagian akhir.seperti yang diinginkan atau sesuai mur yang akan dipasangkan.kita membuat alur untuk pembebas pahat atau sering disebut undercut.kalau-kalau kita perlu melakukan pergantian roda gigi. tabel drat  .      amis... Perhatikan tabel pada mesin bubut.

seedangkan withworth 55 derajat.cuma bentuknya harus sesuai dengan jenis drat yang dibuat. . Ulir metrik memiliki sudut 60 derajat. Bila perlu gunakan plat penyetel pahat. pahat ulir segi tiga  Keempat.atur putaran spindel ke kecepatan yang sesuai dengan kondisi bahan benda kerja.persiapkan pahat bubut ulirnya.setting gear  roda gigi pengganti  Ketiga.Cara mengasahnya hampir sama dengan mengasah pahat bubut muka. Rata-rata kita pakai kecepatan 100 rpm.

Dibandingkan dengan radial infeed. Namun. sehingga menghasilkan sebuah tatal berbentuk V. menghasilkan panas yang lebih sedikit.misalnya karena memperbaiki pahat... benda kerja dimakan dari kedua sisi pahat. dengan infeed ini. . Caranya: geser eretan atas sehingga membentuk sudut 30 derajat terhadap eretan melintang.Selanjutnya kita mulai menghidupkan mesin dan menekan tuas otomatis drat dan memulai proses pemakanan. karena posisi pahat terus diubah maju dan menyerong 30 derajat.kembalikan ke titik pemakanan yang ditandai tadi.1mm untuk pemakanan berikutnya. Setelah di posisi awal lagi.atau 60 derajat terhadap sumbu spindel.maka hasil potongannya akan menjadi kasar. Flank infeed Dalam metode ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah jangan melepas tuas ini sebelum proses pembuatan drat selesai.    Metode infeed (Pemakanan) Setidaknya tiga metode infeed yang mungkin.. Pada saat gerakan kembali ke posisi awal.ditambah 0. Melepasnya. Pada saat pemakanan perhatikan skala ukuran yang ada di tuas eretan melintang. yang berarti pahat berada di sepanjang garis yang membentuk sudut 30 derajat(setengah dari sudut pahat). umur pahat umumnya akan lebih pendek dengan metode ini dibandingkan dengan metode infeed lainnya.1mm. tatal di sini akan lebih mudah untuk terbentuk dan terbuang secara teratur. Kedalaman pemakanan kurang lebih 0. sehingga aliran tatal dapat menjadi masalah. Juga. A. karena kedua sisi pahat makan yang mana mengalami panas tinggi dan tekanan. Bentuk ini sulit untuk terlepas.. Setel lah pada posisi angka tertentu atau 0 agar memudahkan proses pemakanan selanjutnya. arah infeed sejajar dengan salah satu sisi pahat. Karena pahat makan radial (tegak lurus ke centerline benda kerja).akan memerlukan penyetelan kembali agar kembali ke alur pemakanan semula. Radial infeed Sementara ini mungkin metode yang paling umum untuk memproduksi ulir. B. Begitu seterusnya sampai mendapatkan ulir yang pas dengan murnya.bebaskan pahat dari sentuhan ke benda kerja. (Lihat Gambar) Sedikit menyadarkan betapa dampak pilihan di antara metode ini dapat memiliki efektivitas yang berbeda pada operasi threading atau pembuatan ulir/drat. itu juga yang paling direkomendasikan kepada pemula.

. Kombinasi infeed Metode ini secara bergantian memasukkan pahat dari kedua sis. Metode ini biasanya hanya digunakan untuk penampang ulir yang sangat besar dan untuk bentuk ulir seperti Acme dan Trapezium. Namun.eretan melintang dan atas membentuk sudut 30 derajat  C. metode ini juga dapat mengakibatkan masalah arus tatal yang dapat mempengaruhi permukaan akhir. Metode ini memberikan umur pahat lebih lama karena kedua sisinya digunakan.

Selanjutnya dikembangkan mesin pengasah yang lebih efektif yang disebut mesin gerinda. material yang sudah setengah cair diatomisasi menggunakan semburan gas . Thermal Spray Coating by admin No comments yet Thermal Spray Coating adalah teknik pelapisan permukaan logam yang digunakan untukmeningkatkan sifat-sifat permukaan logam dasarnya. Di awal tahun 1900-an. Prinsip kerja Prinsip kerja Thermal Spray Coating adalah memanaskan material berbentuk powder atau wire menjadi semi cair. Alat pengikis digunakan untuk membuat batu gerinda pertama kali pada zaman besi dan pada perkembangannya dibuat lebih bagus untuk proses penajaman. penggerindaan mengalami perkembangan yang sangat cepat seiring dengan kemampuan manusia membuat butiran abrasive seperti silikon karbida dan aluminium karbida. pengasahan.Mesin gerinda Kemampuan menajamkan alat potong dengan mengasahnya dengan pasir atau batu telah ditemukan oleh manusia primitif sejak beberapa abad yang lalu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda. penajaman.kerja sehingga terjadi pengikisan. Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk mengasah/memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Mesin ini dapat mengikis permukaan logam dengan cepat dan mempunyai tingkat akurasi yang tinggi sesuai dengan bentuk yang diinginkan. atau pemotongan. Permukaan logam yang telah dilapisi dengan Thermal Spray Coating akan mempunyai ketahanan terhadap keausan dan perlindungan terhadap korosi thermal.

dies dan lain-lain. Thermal Spray Coating adalah pilihan terbaik untuk menghemat biaya perawatan mesin karena memperpanjang usia komponen. fretting. flatten and bond to the substrate building-up to create a dense. engine. Bisa digunakan pada mesin-mesin compressor.membentuk deposit menghasilkan lapisan dengan tebal beberapa micron sampai beberapa milimeter Lapisan material yang dihasilkan akan mempunyai sifat mekanis melebihi material logam dasarnya. pompa. Thermal Spray Coating biasa digunakan untuk merepair komponen mesin agar tahan terhadap abbrasive wear. bearing bore. sliding wear serta particle errosion. drive shaft.  . Jenis-jenis Material Coating adalah:          Alumunium Stainlles Chrome Steel Zinc Ceramic Oxide Babbit Cooper Tunsten Carbide Nickel  Teknologi THERMAL SPRAY      Definisi THERMAL SPRAY : Thermal Spray adalah suatu teknologi pelapisan (coating) material baik itu metal maupun material non metal yang di spray pada base (applikasi) dengan maksud memberikan proteksi terhadap keausan ataupun rekondisi aplikasi sehingga kembali pada fungsi dan ukuran semula. steel roller. well bonded coating.    Proses THERMAL SPRAY : The melted or softened particulated impact the prepared surface. dan galing.

Fasilitas yang di perlukan minimum. . abrasi.Versatile and reliable . ____o0o____   . ataupun kombinasinya. tumbukan.Bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. . erosi.  .Material coating yang bisa di gunakan bermacam macam. Maintenance.Ikatan coating yang kuat dan padat (free porosity)   .Portability  THERMAL SPRAY terutama digunakan pada:   . . gesekan. atau Rekondisi elemen elemen mesin yang mengalami keausan akibat     karat.Proteksi.Low Heat Input Process. tidak mempengaruhi base material dari aplikasi mesin. .    .   Keunggulan THERMAL SPRAY : .Ukuran aplikasi mesin yang besar bisa diproses.Memberikan ketahanan terhadap karat (dry/wet/water/salt water/chemicalacidic/alkaline) on       structure/machine parts.

   Metal Spray (Ceramic Coating)      Arc Spray  .

Namun kelemahan yang paling utama adalah terjadinya perubahan struktur mikro bahan yang dilas. mudah pelaksanaannya. sedangkan SSW merupakan proses las di mana pada saat pengelasan. Proses pengelasan logam secara makro diklasifikasikan menjadi dua kelompok. dan (2) Solid state welding (SSW). logam dalam keadaan padat. Las Busur Listrik (Electric Arc Welding) a) Las Flash Butt (Flash Butt Welding) Flash butt merupakan metode pengelasan yang dilakukan dengan menggabungkan antara loncatan electron dengan tekanan. di mana benda kerja yang dilas dipanasi dengan energi loncatan electron kemudian ditekan dengan alat sehingga bahan yang dilas menyatu dengan baik. A. Berbagai jenis las berdasarkan metode. . dapat menahan kekuatan yang tinggi. Kelebihan sambungan las adalah konstruksi ringan. LSW adalah proses pengelasan logam yang dilakukan dalam keadaan cair. Pengelasan logam secara LSW maupun SSW mempunyai beberapa teknik/metode. Las Kondisi Cair (Liquid State Welding) 1. Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin UNY 0inShare Jenis-jenis Pengelasan OPINI | 20 April 2011 | 03:25 Dibaca: 9226 Komentar: 0 Nihil Pengelasan merupakan penyambungan bahan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ikatan magnetik antar atom dari kedua bahan yang disambung. yaitu: (1) Liquid state welding (LSW). serta cukup ekonomis. sehingga terjadi perubahan sifat fisik maupun mekanis dari bahan yang dilas.

b) Las Elektroda Terumpan (Consumable Electrode) Consumable electrode (elektroda terumpan) adalah pengelasan dimana elektroda las juga berfungsi sebagai bahan tambah. karena adanya arus listrik dan menggunakan elektrodanya berupa gulungan kawat yang berbentuk rol yang gerakannya diatur oleh pasangan roda gigi yang digerakkan oleh motor listrik. dan untuk pencairan digunakan arus listrik hingga 500 ampere yang umum digunakan berkisar antara 80-200 ampere. . Daerah pengelasan dilindungioleh gas lindung (gas tidak aktif) agar tidak berkontaminasi denganudara luar. di mana elektroda tersebut tidak berfungsi sebagai bahan tambah. Elektroda hanya berfungsi sebagai pembangkit nyalah listrik.Prinsip dari SMAW adalah menggunakan panas dari busur untuk mencairkan logam dasar dan ujung sebuah consumable elektroda tertutup dengan tegangan listrik yang dipakai 23-45 Volt. c) Las Elektroda Tak Terumpan (Non Consumable Electrode) Non consumable electrode adalah pengelasan dengan menggunakan elektroda.Las TIG (Tungsten Inert Gas) Las TIG (Tungsten Inert Gas) adalah proses pengelasan dimanabusur nyala listrik ditimbulkan oleh elektroda tungsten (elektroda tak terumpan) dengan benda kerja logam.Las Listrik (Shielded Metal Arc Welding/SMAW) SMAW (Shielded Metal Arc Welding) adalah proses pengelasan dengan mencairkan material dasar yang menggunakan panas dari listrik melalui ujung elektroda dengan pelindung berupa flux atau slag yang ikut mencair ketika pengelasan. Las elektroda terumpan terdiri dari: . yang kemudian flux tersebut akan membentuk terak las (slag) yang cukup kuat untuk melindungi logam lasan hingga membeku. Kecepatan gerakan elektroda dapat diatur sesuai dengan keperluan. Tangkai Ias dilengkapi dengan nosal logam untuk menyemburkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas malalui selang gas.Las MIG (Metal Inert Gas)dan Las MAG(Metal Active Gas) Las listrik MIG adalah juga las busur listrik dimana panas yang ditimbulkan oleh busur listrik antara ujung elektroda dan bahan dasar. Kawat .Las Busur Terpendam (Submerged Arc Welding/SAW) Prinsip dasar pengelasan ini adalah menggunakan arus listrik untuk menghasilkan busur (Arc) sehingga dapat melelehkan kawat pengisi lasan (filler wire). sedangkan bahan tambah digunakan filler metal.Non Consumable Electrode terdiri dari : . dalam pengelasan SAW ini cairan logam lasan terendam dalam flux yang melindunginya dari kontaminasi udara. .

asetilin adalah proses pengelasan secara manual dengan pemanasan permukaan logam yang akan dilas atau disambung sampai mencair oleh nyala gas asetilin melalui pembakaran C2H2 dengan gas O2 dengan atau tanpa logam pengisi. B. Elektroda las kelim berbentuk silinder. Sinar yang sudah fokus tersebut digunakan untuk melakukan pengelasan benda kerja. maka timbul panas yang dapat melelehkan permukaan bahan dan dengan tekanan akan terjadi sambungan b) Las Kelim ( Seam Welding) Ditinjau dari prinsip kerjanya. Las Kondisi Padat (Solid State Welding) 1) Friction Welding Friction welding atau las gesekan merupakan proses penyambungan logam dengan memanfaatkan energi panas yang diakibatkan karena adanya gesekan dari dua material yang akan disambung . las kelim sama dengan las titik. c) Las Gas atau Las Karbit (Oxy-acetylene welding / OAW) Pengelasan dengan oksi .Las Plasma 2. elektron yang dipancarkan oleh katoda ke anoda difokuskan oleh lensa elektrik ke sistim defleksi.las dapat ditambahkan atau tidak tergantung daribentuk sambungan dan ketebalan benda kerja yang akan dilas. Las Tahanan (Resistance Welding) a) Las Titik (Spot Welding) Pengelasan dilakukan dengan mengaliri benda kerja dengan arus listrik melalui elektroda. e) Las Sinar Elektron Prinsip kerjanya adalah adanya energi panas didapat dari energi sebuah elektron yang di tumbukkan pada benda kerja. . yang berbeda adalah bentuk elektrodanya. Sistim defleksi meneruskan sinar elektron yang sudah fokus ke benda kerja. karena terjadi hambatan diantara kedua bahan yang disambung. d) Las Sinar Laser Pengelasan sinar laser adalah pengelasan yang memanfaaatkan gelombang cahaya sinar laser yang dialirkan lurus kedepan tanpa penyebaran terhadap benda kerja sehingga menghasilkan panas dan melelehkan logam yang akan dilas.

bukan berarti tidak ada panas. Energi getaran berfrekwensi tinggi mengenai daerah las-las an dengan arah paralel dengan permukaan sambungan. Yang dimaksud dingin di sini. dimana secara umum bentuk sambungan nya adalah sambungan tindih.Las Ledakan ( Explosive Welding / EW) Las ledakan atau sering disebut las pembalutan (clading welding). Panas yang dibutuhkan sedikit di atas suhu rekristalisasi logam. merupakan proses las dimana dua permukaan dijadikan satu dibawah pengaruh tumbukan (impact force) disertai tekanan tinggi yang berasal dari ledakan (detonator) yang ditempatkan dekat dengan logam induk. maupun logam-logam berlainan jenis. Cold Welding terdiri dari : . panas dapat saja terjadi dari proses tersebut.   Laporkan Tanggapi Siapa yang menilai tulisan ini? KOMENTAR BERDASARKAN : Tulis Tanggapan Anda . namun tidak melebihi suhu rekristalisasi logam yang dilas.2) Cold Welding Pengelasan dingin (Cold welding) adalah pengelasan yang dilakukan dalam keadaan dingin. akan merusak dan merobek lapisan oksida yang ada di ke-2 permukaan logam induk yang akan dilas.Las Ultrasonik (Ultrasonic Welding / UW) Las ultrasonik adalah proses penyambungan padat untuk logam-logam yang sejenis. . maka terjadilah sambungan. 3) Las Tempa Penyambungan logam dengan cara ini dilakukan dengan memanasi ujung logam yang akan disambung kemudian ditempa. sehingga logam masih dalam keadaan padat. Tegangan geser osilasi pada permukaan las-lasan yang terjadi akibat pengaplikasian gaya.

kompasads.REGISTRASI | MASUK <a href='http://ads6.cb=INSERT_RANDOM _NUMBER_HERE&amp.n=a37da309' border='0' alt='' /></a> PROMOTED ARTICLE  Tips Menghindari Dehidrasi … Club Air Mineral  Kompetisi Blog “Club Air Mineral” … Club Air Mineral  Tips Memilih Air Minum yang Baik … Club Air Mineral  Tips Menghindari Dehidrasi … .com/new/www/delivery/ck.php?zoneid=345&amp.php?n=a37da309&amp.kompasads.cb=INSERT_RANDOM _NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads6.com/new/www/delivery/avw.

Club Air Mineral  Kompetisi Blog “Club Air Mineral” … Club Air Mineral  Tips Memilih Air Minum yang Baik … Club Air Mineral TRENDING ARTICLES Kecurangan UN 2013 Memanfaatkan IT dan Eyang … Gunawan| 8 jam yang lalu KPI Pusat Memanggil Dirut dan Tim Khazanah … Nur Muhammad| 8 jam yang lalu Bupati Bogor Tertangkap Suap Tanah Makam … Pakde Kartono| 9 jam yang lalu Apa yang Membuat Jokowi Berbeda dan Pantas … Jimmy Haryanto| 10 jam yang lalu Ujian Akan Melahirkan Pemenang. Jadi Jangan … Ryanda Adiguna| 12 jam yang lalu   INFO & PENGUMUMAN KONTAK KOMPASIANA INDEX .

pengelasan tekan dan pematrian. Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yang terbakar. 1. Yuk! Raih Kesempatan Emas dengan Ikut BIA … Pemenang Kompetisi Blog “Club Air … TERAKTUAL INSPIRATIF Awas Kualat “Ngundhuh Wohing Pakarti”= Siapa Menabur. 3. . Pak Nuh! Dipaksa Menikmati Roller Coaster BERMANFAAT MENARIK Subscribe and Follow Kompasiana: Jenis-Jenis Las (Welding) 12. Dalam hal ini logam induk tidak turut mencair. Pemotongan yang dibahas dalam buku ini adalah cara memotong logam yang didasarkan atas mencairkan logam yang dipotong. pengelasan tekan adalah pcara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan kemudian ditekan hingga menjadi satu. Cara yang banyak digunakan dalam pengelasan adalah pemotongan dengan gas oksigen dan pemotongan dengan busur listrik. pematrian adalah cara pengelasan diman sambungan diikat dan disatukan denngan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. Dia … Let Me Love You Istirahatlah. 2.   Mencicipi Makanan Khas India.55 Priyo Baliyono Berdasrkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu : pengelasan cair.

Dibawah ini klasifikasi dari cara pengelasan : a) Pengelasan cair Ø Las gas Ø Las listrik terak Ø Las listrik gas Ø Las listrik termis Ø Las listrik elektron Ø Las busur plasma b) Pengelasan tekan Ø Las resistensi listrik Ø Las titik Ø Las penampang Ø Las busur tekan Ø Las tekan Ø Las tumpul tekan Ø Las tekan gas Ø Las tempa Ø Las gesek . Karena itu kedua cara tersebut yaitu las busur listrik dan las gas akan dibahas secara terpisah. Pemotongan. karena merupakan masalah tersendiri maka pembahasannya juga dilakukan secara terpisah. Sedangkan cara-cara penngelasan yang lain akan dikelompokkan dalam satu pokok bahasan.Pengelasan yang paling banyak ndigunakan pada waktu ini adalah pengelasan cair dengan busur gas.

.Ø Las ledakan Ø Las induksi Ø Las ultrasonic c) Las busur Ø Elektroda terumpan d) Las busur gas Ø Las m16 Ø Las busur CO2 e) Las busur gas dan fluks Ø Las busur CO2 dengan elektroda berisi fluks Ø Las busur fluks ü Las elektroda berisi fluks ü Las busur fluks o Las elektroda tertutup o Las busur dengan elektroda berisi fluks o Las busur terendam ü Las busur tanpa pelindung o Elektroda tanpa terumpan ü Las TIG atau las wolfram gas A. LAS BUSUR LISTRIK Las busur listrik atau pada umumnya disebut las listrik termasuk suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. antara elektroda las dan benda kerja. Jadi surnber panas pada las listrik ditimbulkan oleh busur api arus listrik.

c. Las listrik submerged. Las listrik dengan elektroda berselaput Las listrik ini menggunakan elektroda berelaput sebagai bahan tambahan. setelah dingin dapat menjadi satu bagian yang sukar dipisahkan.Penggolongan macam proses las listrik antara lain. misalnya : aLas listrik dengan elektroda karbon tunggal bLas listrik dengan elektroda karbon ganda. b. 1. a. sehingga benda kerja dan elektroda yang mencair. ialah : 1. . Jenis sambungan dengan las listrik ini merupakan sambungan tetap. misalnya : Las listrik dengan elektroda berselaput. Elektroda mencair bersama-sama dengan benda kerja akibat dari busur api arus listriik. Las listrik dengan Elektroda Karbon.Benda kerja merupakan bagian dari rangkaian aliran arus listrik las. a. Gerakan busur api diatur sedemikian rupa. Pad alas listrik dengan elektroda karbon. Las Listrik dengan Elektroda Logam. Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas). Sebagai bahan tambah dapat dipakai elektroda dengan fluksi atau elektroda yang berselaput fliksi. maka busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda karbon dan logam atau diantara dua ujung elektroda karbon akan memanaskan dan mencairkan logam yang akan dilas.

tetapi pada benda kerja dapat mencapai suhu 4000° C. Las Listrik TIG . Selaput elektroda yang turut terbakar akan mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elekroda kawah las.Busur listrik yang terjadi di antara ujung elektroda dan bahan dasar akan mencairkan ujung elektroda dan sebagaian bahan dasar. Perbedaan suhu busur listrik tergantung pada tempat titik pengukuran. missal pada ujung elektroda bersuhu 3400° C. busur listrik terhadap pengaruh udara luar. b. Cairan selaput elektroda yang membeku akan memutupi permukaan las yang juga berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar.

Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar. Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada saat pengelasan. Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya sampai 3410° C. sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik. untuk pengelasan. helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas. Sebagi gas pelindung dipakai argon. Pembakar las TIG terdiri dari : 1) Penyedia arus . Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi.Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas = Tungsten Gas Mulia) menggunakan elektroda wolfram yang bukan merupakan bahan tambah.

4) Penyedia gas argon. 5) Lubang gas argon ke luar. Las Listrik Submerged Las listrik submerged yang umumnya otomatis atau semi otomatis menggunakan fluksi serbuk untuk pelindung dari pengaruh udara luar. 9) Semburan gas pelindung c.2) Pengembali air pendingi. Elektora yang merupakan kawat tampa selaput berbentuk gulungan (roll) digerakan maju oleh pasangan roda gigi yang diputar oleh motor listrik ean dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan pengelasan. 7) Moncong keramik atau logam. 8) Elektroda tungsten. fluksi serbuk akan mencir dan membeku dan menutup lapian las. Pada waktu pengelasan. 6) Pencekam elektroda. Busur listrik di antara ujung elektroda dan bahan dasar di dalam timnunan fluksi sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti biasanya pada las listrik lainya. . Operator las tidak perlu menggunakan kaca pelindung mata (helm las). 3) Penyedia air pendingin. Sebagian fluksi serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak-terak las.

d. Argon atau campuran argon dan helium untuk pengelasan aluminium dan baja tahan karat. Semi otomatik dimaksudkan pengelasan secara manual. Las Listrik MIG Seperti halnya pad alas listrik TIG. HVOF KOROSI HVOF THERMAL SPRAY . pad alas listrik MIG juga panas ditimbulkan oleh busur listrik antara dua electron dan bahan dasar. sedangkan otomatik adalah pengelasan yang seluruhnya dilaksanakan secara otomatik. Gerakan dapat diatur sesuai dengan keperluan. Elektroda merupakan gulungan kawat yang berbentuk rol yang geraknya diatur oleh pasangan roda gigi yang digerakkan oleh motor listrik. Gas yang dipakai adalah CO2 untuk pengelasan baja lunak dan baja. Tangkai las dilengkapi dengan nosel logam untuk menghubungkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas melalui slang gas. Proses pengelasan MIG ini dadpat secara semi otomatik atau otomatik. Elektroda keluar melalui tangkai bersama-sama dengan gas pelindung.

Oleh Ach. selaku dosen mata kuliah Teknik Pelapisan 2. karunia serta hidayahNya. sehingga tugas makalah teknik pelapisan ini dapat diselesaikan dengan baik. hal ini tidak lain karena keterbatasan ilmu dan . Nurfanani NIM 091910101074 PROGRAM STUDI STRATA . serta teman-teman seperjuangan di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember dan semua pihak yang telah membantu. Kristianta S.M. . Dengan tersusunnya makalah ini maka tak lupa penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala arahan dan bimbingan yang telah diberikan kepada: 1.Eng.X. Bapak F. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari apa yang diharapkan dan mungkin terdapat banyak kekurangan-kekurangan maupun kelemahankelemahan baik isi maupun penyajiannya.T.1 TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER 2013 PRAKATA Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat.

PENDAHULUAN 1. dapat juga meningkatkan kekuatan dari logam yang menjadi spesimen. gas.kemampuan yang penyusun miliki. pembangkit. Oleh karena itu penulis berharap adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini. Kendala yang ada saat ini adalah thermal spray coating masih terbatas dalam aplikasinya yaitu pada aplikasi metalic coating untuk restorasi dimensi . Akhirnya. Dengan adanya surface treatment pengerjaan logam untuk pelaksanaan proses permesinan selanjutnya akan lebih mudah. dan industri besar lainnya. karena dalam proses surface treatment ini terjadi yang namanya penghilangan tegangan dalam dan meningkatkan tingkat keuletan logam yang menjadi specimen.1 Latar Belakang Surface treatment menjadi sangat penting karena dalam aktifitas permesinan saat ini mengingat fungsi dan tujuan dari adanya hal ini sangat mendukung dari alur perkembangan logam dalam upaya meningkatkan fungsi dari masing-masing logam. Januari 2013 Penyusun BAB 1. semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kita semua. Aplikasi coating untuk ketahanan aus dan ketahanan korosi adalah salah satu cara untuk mengatasi permasalahan wear and corrosion di industri minyak. Thermal spray coating adalah salah satu teknologi pelapisan yang baru dikenal di Indonesia pada pertengahan tahun 90-an. Proyek pengerjaan logam tentunya memerlukan nilai kekerasan tiap-tiap logam yang akan digunakan untuk memudahkan dan meningkatkan nilai efisiensi pabrik itu sendiri. Jember.

Keunggulan dan Kelemahan HVOF Thermal Spray c.seperti arc spraying. Hal ini menyebabkan output yang tidak optimum apabila digunakan pada aplikasi untuk ketahan aus dan korosi.2 Rumusan Masalah a. . 1.3 Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dan manfaat dari pembuatan makalah ini adalah Mahasiswa diharapkan memahami proses HVOF thermal spray dan aspek-aspek lain dari penggunaan teknologi HVOF thermal spray ini. Energi kinetik yang tinggi pada saat tumbukan dari serbuk yang dipanaskan dan temperatur yang relatif rendah menghasilkan coating dengan densitas dan kekerasan yang tinggi. Aplikasi di Bidang Industri 1. dan daya rekat yang tinggi dibandingkan dengan proses thermal spray lainnya. Bagaimana Proses HVOF Thermal Spray b. HVOF coating adalah jenis proses thermal spray yang memanfaatkan tekanan tinggi dari pembakaran bahan oksigen di ruang pembakaran sehingga menghasilkan kecepatan gas supersonic diatas 800 m/s dan temperatur sekitar 28000 Celcius. kekerasan. Hasil yang diharapkan adalah ketahanan aus dan korosi dengan karakteristik densitas.

tingkat kebisingannya 150 desibel).1 Proses Thermal Spray Thermal spray coating adalah suatu proses dimana bahan dalam bentuk serbuk atau kawat logam dan non logam dideposisikan dalam kondisi cair pada suatu permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk membentuk lapisan spray. PEMBAHASAN 2. Kekerasan. tahan korosi. berat jenis. dan Diamond Jet HVOF yang kemudian dikenal dengan HVOF thermal spray. Kategori dalam Proses HVOF: . dan kekuatan lekat bernilai tinggi jika dibandingkan dengan pelapisan Plasma Sprayed.BAB 2. tahan terhadap konduktivitas elektrik dan restorasi dimensi. Tipe surface treatment Proses thermal spray secara umum melindungi logam dasar pada kondisi lingkungan dengan tingkat yang merusak yang tinggi. Gambar 1. Teknik ini merupakan salah satu teknik yang banyak digunakan untuk rekayasa permukaan dan pengembangan bahan tingkat lanjut. Setiap jenis coating yang dipilih diharapkan dapat memiliki satu atau beberapa fungsi yang diharapkan seperti ketahanan aus.5 mm.Detonation-Gun Spraying (pada proses ini akan menghasilkan ketebalan lapisan > 0. .

metalurgi atau kombinasi dari ketiganya. Sebelum memasuki ruang bakar. Gelombang suara di udara . massa jenis gas. dan kecepatan nyala pembakaran adalah karakteristik penting untuk menghasilkan lapisan berkekuatan lekat tinggi. Temperatur. air menguap. Material feedstock dapat berupa apa saja yang dapat dilelehkan termasuk logam. Untuk aplikasi ketahanan aus dibutuhkan proses coating dengan karakteristik densitas yang tinggi serta kekerasan yang tinggi dengan bahan ceramic metal (cermet) dan karbida. oksigen dan bahan bakar dicampur dibawah tekanan dalam bagian mixer. Tekanan meningkat seiring dengan peningkatan temperatur yang menghasilkan kecepatan gas. porositas rendah. gelas atau polimer. Energi dari reaksi kimia dikonversikan menjadi panas dan tekanan. dinamika gas. Gambar 2. Pembakaran. yang digunakan untuk melelehkan dan mempercepat partikel powder bersama gas pembawa. atau rod. Pertimbangan lain adalah kemudahan dalam pengoperasiannya. Energi termal yang digunakan untuk melelehkan material pelapis yaitu electrical dan flame heating. Metode dan ilustrasi penembakan Pemilihan proses thermal spray didasarkan kepada aplikasi yang akan digunakan. komposisi gas.Teknik thermal spray merupakan proses dimana material pelapis (feedstock material) dipanaskan dan didorong sebagai partikel individu atau droplets ke suatu permukaan (base material / substrat). dan perlakuan setelah proses thermal spray pada pelapis. oksida. senyawa logam. Sebagai contoh untuk aplikasi anti korosi. dan padat. Dan juga dapat dalam bentuk powder. kimia. Karena temperatur deposisi yang tinggi. dan luas dimana gas berlalu merupakan variabel yang mempengaruhi kecepatan gas. proses thermal spray dan parameterparameter yang diterapkan. tekanan. Kesalahan dalam penentuan proses coating dapat menyebabkan akibat yang fatal dimana umur coating yang pendek menyebabkan biaya perawatan yang semakin meningkat dan kerugian waktu akibat dari plant shutdown yang akhirnya berakibat pada biaya produksi. Sifat-sifat dari pelapis bergantung pada jenis material. propan dan oksigen membentuk air dan gas karbondioksida. semen. Pengikat antara substrat dan pelapis dapat berupa ikatan mekanik. wire. Saat ini teknologi thermal spray coating di Indonesia sudah cukup dikenal di kalangan industri. Setelah pembakaran. kemudian saat pembakaran. reaksi kimia mengambil alih dan melepaskan energi panas. proses yang paling tepat adalah dengan menggunakan arc spraying sebab material yang akan di deposisi adalah metallic coating yang memiliki melting temperature rendah.

cladding dan electroplating adalah :  Proses pelapisan dengan thermal spray memiliki ketebalan diatas 50  Laju deposisi tinggi.  Dapat dilakukan pada kondisi atmosfer. Semakin besar frekuensi maka semakin besar pitch suara. Perbandingan hasil ketahanan aus antara thermal spray dengan hard chrome plating 2.  Beragam jenis bahan seperti logam. polymer. 2. Di atas critical state berada pada supersonic atau hypersonic velocity.adalah gelombang longitudinal dimana dorongan disampaikan dari molekul ke molekul. CVD (Chemical Vapour Deposition). laju getaran molekul disebut frekuensi. Ketika sebuah obyek bergerak melaju dalam fluida. brazing. Gambar 3.2 Keunggulan dan Kelemahan Thermal Spray HVOF Keunggulan dari proses ini dibandingkan dengan proses lainnya seperti PVD (Physycal Vapour Deposition). Kelemahan : Investasi yang sangat tinggi merupakan salah satu kendala penggunaan HVOF thermal spray. Ketika kecepatan gas mencapai tingkat kecepatan suara (sonic). karbida.  Lebih ramah lingkungan karena tidak memiliki limbah buang yang berbahaya pada lingkungan seperti pada hard chrome. Komponen biaya paling besar terdapat pada gun system dan ini berkaitan dengan paten serta beberapa komponen seperti nozzles yang memiliki tuntutan proses permesinan dengan kepresisian yang tinggi. gelombang tekanan melebar dari obyek menjadi spherical sheels.3 Aplikasi Aplikasi umum dari pelapisan HVOF : . micrometer. dapat dideposisikan dengan mudah sesuai dengan aplikasi yang diinginkan. Restoring force untuk gelombang ini disuplai oleh tekanan dari udara. ini dikatakan berada pada critical state. paduan logam keramik. keramik. Gelombang tekanan ini merupakan sebuah urutan rarefraction yang bergerak keluar dari obyek. Kecepatan gas dapat didefinisikan dalam bilangan mach yang merupakan perbandingan kecepatan gas sebenarnya terhadap kecepatan sonic. yang bisa didapatkan dengan menggunakan nosel divergen. molekul gas bergetar. Karena tekanan meningkat.

Kekerasan dan berat jenis thermal spray pada umumnya lebih rendah daripada material feedstock itu sendiri sebelum dilapiskan. Casm followers. PENUTUP 3. Pump components. liquor tanks  Industri otomotif : Piston Rings. Wire Drawing Capstans. Aircraft Flap Tracks.1 Kesimpulan Dari beberapa tinjauan pustaka. maka HVOF thermal spray secara umum dapat diambil kesimpulan. compressor Rods. Forging Tool. Sleeves. semakin tinggi tingkat kekerasan dan berat jenisnya. Kekerasan. Kekerasan dan berat jenis juga bergantung pada temperatur . kekerasan. Expansion Joints. Jet Engine Manifold Rings. Kekerasan dan ketahanan korosinya membuat pelapisan thermal spray sangat bernilai pada pemakaian dengan tingkat keausan tinggi. Digestors. berat jenis. diantaranya : 1. cylinder liners BAB 3. dan porositas Pelapisan thermal spray sering digunakan karena derajat kekerasannya yang relatif lebih tinggi daripada pelapisan cat (paint coatings). Hot Forming Dies. berat jenis bergantung pada material yang digunakan. Roller Bearing. Mid Span Supports (Fan Blades)  Industri Perminyakan : Pump Plungers. Thread guides. Liners. Gas Turbine Fan Seals.  Industri Turbin gas : Turbine Nozzles.  Industri proses kimia : Gate Valves. Pada pelapisan logam thermal spray.  Industri kertas/Bubur kertas : Printing Rolls. Industri manufaktur umum : extrusion Dies. Secara umum semakin tinggi kecepatan partikel.

. 3. dan material thermal spray. untuk ketahanan aus. Perekatan (adhesi) Pelapisan thermal spray mempunyai adhesi yang sangat tinggi.partikel dan jenis gas atomisasi yang digunakan. Ketahanan korosi Lapisan logam thermal spray dapat di anodic atau katodic terhadap sustrat logam dibawahnya.000kPa (5000 psi) sebagaimana diukur oleh ASTM C633‚ „„Standart Test Method for Adhesion or Cohesive Strength of Flame-Sprayed Coatings’‟ 3.2 Saran Dalam pembuatan makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna karena referensi dari berbegai sumber masih sangat minim. Sistem pelapisan anti korosi umumnya dirancang sehingga material pelapis anodic terhdap logam substrat. lapisan anodic akan terkorosi pada lingkungan korosif. Pelapisan khusus. lapisan thermal spray harus sangat tahan korosi. Pelapis anodic akan terkorosi atau dikorbankan untuk melindungi substrat. Semoga penyajian selanjutnya dapat lebih baik dari ini dan penulis akan lebih senang hati apabila menerima masukan dari pembaca. Perbedaannya adalah pada PAW terjadi aksi konvergensi gas inert di lubang nozzle pada obor las (welding torch) sehingga menghasilkan penguatan busur listrik seperti di tampilkan pada gambar 2. 2. yang dilakukan dengan proses thermal spray dengan kecepatan partikel sangat tinggi dapat memiliki adhesi regang (tensile adhesion) lebih besar daripada 34. Pada beberapa kasus. parameter yang digunakan. PLASMA ARC WELDING Plasma Arc Welding merupakan bagian dari pengelasan busur listrik dan prosesnya serupa dengan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW/TIG welding) yaitu menggunakan elektroda tak terkonsumsi dari tungsten untuk menghasilkan busur listrik pada benda kerja. Pada penggunaan temperatur tinggi dan untuk penggunaan dengan bahan kimia. ketahanan korosi dari material pelapis itu sendiri sangat penting. Porositas yang terbentuk bergantung pada proses pelapisan thermal spray. Karena korosi muncul pada anoda. sedangkan katoda tidak.

Skema peralatan Plasma Arc Welding Gambar 2.Gambar 1. Skema obor las pada PAW (atas) ilustrasi (bawah) .

mode ini digunakan pada proses thermal spray. mode transfer dan non transfer. . mode transfer plasma arc ini yang biasa digunakan untuk proses pengelasan. Plasma pada PAW dihasilkan dari aliran Argon yang bervolume rendah melalui bagian dalam lubang obor pada obor las plasma. Sedangkan mode non transfer terjadi melalui pemaksaan plasma oleh gas inert. Mode generasi plasma transfer terjadi apabila benda kerja terhubung elektrik dengan obor las sehingga polaritasnya berlawanan dengan elektroda permanen mengakibatkan plasma tertarik ke benda kerja. pengelasan lebih cepat. busur listrik lebih stabil. dan hasil lasan lebih bersih.Penguatan busur listrik yang terjadi menghasilkan beberapa keuntungan yaitu energi yang terkonsentrasi dan intensitas panas lebih besar. Skematis perbandingan GTAW(a) dan PAW(b) Mekanisme generasi plasma arc bisa melalui dua mode. Gambar 3. Pilot busur listrik dengan frekuensi tinggi terbentuk antara elektroda tungsten dan bagian dalam nozzle sehingga mengionisasi lubang gas dan menyalakan busur listrik pada benda kerja. Konsentrasi aliran gas inert dari luar nozzle memberikan perlindungan pada proses pengelasan ini.

Campuran Argon/helium/nitrogen digunakan ketika mengelas duplex stainless steel. campuran harus mengandung sedikitnya 50% Helium. yaitu mode “melt-in” dan mode “key hole” seperti di tunjukkan pada gambar 5. Akan tetapi. Namun. dimana akan menjadi masalah jika gas atau campuran gas digunakan berbeda. Gas yang digunakan sebagai plasma dan pelindung biasanya sama. Campuran Argonhelium menghasilkan energy yang lebih besar di plasma jet pada arus yang konstan. mode ini bagus untuk penggabungan material tipis (0.025 mm – 1.5 mm) dengan hasil yang baik memakai arus rendah. energi dengan densitas dan arus plasma yang sangat tinggi menguapkan bagian benda kerja dan menghasilkan lasan. mode ini sangat bagus untuk aplikasi pengelasan yang memerlukan deep penetrasi hingga 20 mm. Meskipun begitu. Argon murni atau campuran Argonhelium sangat cocok untuk pengelasan baja . Gambar 5. Hal ini dilakukan untuk menghindari variasi pada plasma jet. Helium murni tidak cocok digunakan. hydrogen tidak bisa digunakan ketika mengelas baja karbon rendah atau logam reaktif lainnya seperti Zirkonium atau Titanium. karena menghasilkan kehilangan panas yang tinggi pada plasma sehingga mengakibatkan penurunan umur obor las. Ilustrasi mode dari generasi plasma (a) transfer (b) non transfer Dua mode pengelasan bisa dilakukan dengan proses plasma arc welding. Pada mode key hole. pemanasan benda kerja terjadi melalui pemindahan panas dari kontak plasma pada bagian dalam permukaan benda kerja. Campuran gas Argonhidrogen umumnya digunakan sebagai plasma dan gas pelindung. Mode proses las (a) melt-in (b) key hole Pada mode melt in.Gambar 4. campuran dengan Helium lebih dari 75% memiliki karakteristik yang sama dengan Helium murni. atau bagian yang lebih tebal (saampai dengan 3 mm) memakai arus tinggi.

Klas Weman.) dimana Hidrogen atau Nitrogen tidak bisa digunakan. Welding Metallurgy 2nd edition. 2. 3. Sindo Kou. 2003. Aluminium. John Wiley & Son Inc. Welding Process Handbook. Contoh pengerjaan las dengan PAW DAFTAR PUSTAKA 1. Woodhead Publishing Ltd. Elsevier Butterworth-Heinemann . dll. 2003. Jr. Zirconium.karbon rendah dan logam reaktif (Titanium. Gambar 6. Joining of Material and Structure.M. 2004. Robert W. About these ads .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful