P. 1
RDTR MALANG

RDTR MALANG

|Views: 519|Likes:
Published by addindx
KOTA MALANG TENGAH 2010
KOTA MALANG TENGAH 2010

More info:

Published by: addindx on May 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2015

pdf

text

original

PEMERINTAH KOTA MALANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR..............

TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MALANG,

Menimbang : a. bahwa pembangunan Daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan ruang wilayah secara bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga kualitas ruang wilayah daerah dapat terjaga keberlanjutannya demi terwujudnya kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan; b. bahwa pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaatan ruang dan ketidakseimbangan struktur dan fungsi ruang wilayah sehingga perlu ditata dengan baik; c. bahwa berdasarkan ketentuan yang ada dalam UndangUndang Tata Ruang No.26 Tahun 2007 menunjukkan bahwa setiap RTRW harus ditindaklanjuti dengan penyusunan RDTRK sebagai perangkat operasional RTRW d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, serta memperhatikan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang Nomor ...........Tentang .........., perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang RDTRK Malang Tengah;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman; 2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun 1999, Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3881)

3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477) 5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4722); 10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 11. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4956); 12. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup; 14. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Undang Republik Pedoman Pelaksanaan Undang Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk Dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5160); 20. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;

21. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1996 tentang Pedoman Perubahan Pemanfaatan Lahan Perkotaan; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata ruang di Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/M/1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang; 29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya; 30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan; 31. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah; 32. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis; 33. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 648-384 Tahun 1992,Nomor: 739/KPTS/1992, Nomor: 09/KPTS tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang; 34. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun1993 tentang Fasilitas Pendukung Kegiatan lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 35. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 49 Tahun 2000 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara - Bandung; 36. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Wilayah Kota

.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Rumah Susun 45.. 37.........Malang. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pemakaman 41. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah 42. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Malang 38. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 12 Tahun 2004 Pengelolaan Pasar dan Tempat Berjualan Pedagang 40... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor .. Tahun . Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Ijin Lokasi 46.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Air Tanah 43. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota 39...... tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang .. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman 44....

Walikota adalah Walikota Malang.Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MALANG dan WALIKOTA MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH. 3. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 8. Daerah adalah Kota Malang. dan ruang udara. 5. ruang laut. te rmasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah. Tata Ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. Rencana Detail Tata Ruang Kota yang selanjutnya disingkat RDTRK. 6. 4. Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan pras arana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat . adalah penja baran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1:5000 atau lebih. melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. tempat manusia dan makhluk la in hidup. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat. 2. 7. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1.

Pengendalian Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata rua ng. 15. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung dan/atau budidaya. 13. 14. 16.yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional. dan pengendalian pemanfaatan ruang. Perencanaan Tata Ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang d an pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruan g sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya. Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang melipu ti peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya . 9. Kawasan Strategis Daerah adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaska n karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi. 12. . sosial. Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan struktur dan pola pemanfaatan ru ang. 10. 17. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administra tif dan/atau aspek fungsional. Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. 11. budaya dan/atau lingkungan. pemanfaata n ruang.

Garis Sempadan Jalan adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencan a ruang kota. baik secara langsung maupun ti dak langsung. hutan kota. kesehatan. Koefisian Dasar Hijau adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan antar a luas lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air terhadap luas persi l yang dikuasai. Ruang Terbuka Hijau atau disingkat RTH adalah bagian dari Kota yang tidak di dirikan bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan. Tempat Penampungan Sementara atau disingkat TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang. pertania n kota yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan. Blok Peruntukan adalah bagian dari unit lingkungan yang mempunyai peruntukan pemanfaatan ruang tertentu yang dibatasi oleh jaringan pergerakan dan atau jarin gan utilitas. 29.18. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah. Sempadan Sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan saluran/sungai termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. dimana blok terdiri atas unit lingkungan dengan konfigurasi tertentu. 27. jalur hijau. 26. 32. Rencana Blok adalah perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok d an jalan. dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup. dan/atau tempat pengolahan sampa h terpadu. 28. 30. 19. terdiri dari unsur alam (antara la in vegetasi dan air) dan unsur binaan antara lain taman kota. kebun bibit. Koefisien Lantai Bangunan atau disingkat KLB adalah angka perbandingan jumla h luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota 25. Sub Blok Peruntukan adalah wilayah perencanaan terkecil dengan batasan wilay ah . yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai 21. 20. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. Koefisien Dasar Bangunan atau disingkat KDB adalah angka perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota. 22. Garis Sempadan Bangunan adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah Garis Sempadan Jalan yang ditetapkan dalam rencana ruang kota. disingkat limbah B3. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. 24. 31. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah dibawah Kecama tan. Limbah bahan berbahaya dan beracun. Rencana Sub Blok adalah perencanaan pembagian blok dalam kawasan menjadi sub blok dan jalan dengan pemanfaatan ruang atau karakter lingkungan yang homogen. pot-pot kota. pohon-po hon pelindung tepi jalan. pengolahan. 23. pemakaman. adalah sisa suatu u saha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya.

administrasi kelurahan. DAN RUANG LINGKUP Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Penataan ruang di Malang Tengah bertujuan untuk mewujudkan: . BAB II TUJUAN. FUNGSI. Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaa tan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntuka n yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang. 33. 34. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanf aatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. serasi dan efisien dalam perencanaan kawasan. Ruang lingkup RDTRK Malang Tengah meliputi : a. b. Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota . pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi. dalam rangka pelaksanaan program pembangunan daerah. arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan. Batas Batas Wilayah Perencanaan c.a. Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras. Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan fungsiona l dengan RencanaTata Ruang Wilayah Kota. Wilayah Perencanaan b. Menyiapkan perwujudan ruang. Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-pro gram pembangunan daerah. Bagian Ketiga Ruang Lingkup Pasal 4 (1). d. c. Materi yang ditentukan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota d. dan pemberian perijinan kesesuai an pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan Bagian Kedua Fungsi Pasal 3 Penataan ruang di Malang Tengah berfungsi sebagai: a.

e. Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c meliputi : a. rencana sistem jaringan yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan utilitas. Kelembagaan f. rencana skala pelayanan kegiatan. (3). . Peran Serta Masyarakat (2). Wilayah perencanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a dengan wilayah me liputi Kecamatan Klojen. d. c. rencana struktur ruang. Rencana struktur ruang yang meliputi rencana persebaran penduduk. Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara : Timur : Selatan Barat : Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Blimbing : Kecamatan Sukun Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun (4). Tujuan Pengembangan b. Batas-batas RDTRK Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b adalah sebagai berikut : a. rencana blok. b.

program yang dipihak ketigakan/swasta serta sistem pembiayaan program. e. Peran Serta Masyarakat sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf f adalah hak dan kewajiban serta peran serta masyarakat dalam pelaksanaan penataan ruang.c. tata bangunan. Rencana peruntukan blok yang meliputi kawasan fungsional binaan dan kawasan fungsional alami/perlindungan setempat .Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d adalah zonasi. Kelembagaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf e adalah struktur organisas i kelembagaan dalam pelaksanaan penataan ruang. Rencana Fasilitas Umum yang meliputi fasilitas sosial dan umum. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi (7). (6). Indikasi program pembangunan yang meliputi program yang dikelola pemerintah. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi. fasilitas eko nomi serta Ruang Terbuka Hijau d. aturan insentif dan disinsentif. periji nan dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang melalui pengawasan. Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri g. program yang dikerjasamakan. Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplolp ruang) yang meliputi tata kualitas lingkungan. serta arahan garis sempadan f. BAB III RECANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH Bagian Pertama Rencana Struktur Ruang Paragraf I Umum Pasal 5 . (5).

tingkat pertumbuhan penduduk serta distribusi penduduk b. Paragraf II Rencana Kependudukan Pasal 6 Rencana kependudukan meliputi : a.Struktur ruang Malang Tengah yang meliputi rencana kependudukan. jumlah dan kepadatan penduduk. rencana sistem jaringa n yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan util itas. rencana skala pelayanan kegiatan. tingkat ketergantungan serta sosial budaya . rencana pemusat an kegiatan. rencana blok.

b. kawasan dengan kepadatan sedang namun memiliki luasan lahan yang masih memungkinkan untuk menambah penduduk dan fasilitas penunjangnya dapat ditingkatkan kepadatannya meliputi Kelurahan Kidul Dalem. .Pendistribusian penduduk ke seluruh kelurahan di Malang Tengah diarahkan aga r terjadi keseimbangan aktivitas yang dapat memicu pemerataan dan persebaran infrastruktur antar kecamatan (4).Pasal 7 (1). membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja denga n menambah lapangan kerja dan memberikan modal bagi pengusaha kecil dan rumah tangga dalam bentuk koperasi koperasi simpan pinjam.Manajemen kependudukan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) meliputi seleksi migrasi dan urbanisasi. Kelurahan Gading Kasri . (2). (3). Kelurahan Penanggungan dan Kelurahan Rampal Celaket. kawasan dengan kepadatan sangat tinggi dan kepadatan tinggi dipertahankan ata u dibatasi tingkat kepadatannya yaitu Kelurahan Samaan dan Kelurahan Sukoharjo. Pasal 8 Ketergantungan penduduk terkait dengan kelompok umur produktif dan ketenagakerja an diarahkan melalui : a. Pembatasan jumlah penduduk di Malang Tengah dilakukan melalui manajemen kependudukan. peningkatan kegiatan sosial seperti bimbingan/pelatihan baik bimbingan ketera mpilan maupun bimbingan religi/keagamaan. c. peningkatan kualitas SDM serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Rencana kepadatan penduduk diarahkan sebagai berikut : a. kawasan dengan kepadatan rendah dan merupakan kawasan strategis direncanakan untuk peningkatan fasilitas umum dan diarahkan tingkat kepadatannya tetap atau meningkat meskipun tidak secara signifikan meliputi Kelurahan Klojen dan Kelurah an Oro-oro Dowo. b.

Jaksa Agung Suprapto . WR. b. dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. Struktur Ruang di Malang Tengah sebagai berikut : a. Brigjen Slamet Riyadi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. Zona Utama atau Pusat Pelayanan regional berada di Alun Alun Tugu dan sekitarnya dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa. .Blok Peruntukan I terdapat pemusatan kegiatan di koridor Jl.Paragraf III Rencana Struktur Ruang Pasal 9 (1). pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan.Blok Peruntukan II terdapat pemusatan kegiatan di kawasan Jl. Zona Pendukung atau Sub Pusat Pelayanan Kota berada di masing. .Jl. Supratman.masing pusat Blok Peruntukan dengan fungsi kegiatan dominan sebagai berikut : .

Blok Peruntukan II. (2).Blok Peruntukan V terdapat pemusatan kegiatan di Alun-Alun Tugu dengan fungsi kegiatan dominan sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran serta fasilitas umum pendidikan skala kota. Terusan Kawi . c. Jaksa Agung Suprapto . meliputi Kelurahan Bareng dan Kelurahan Gading Kasri. Terusan Kawi .. Brigjen Slamet Riyadi dengan dominasi kegiatan perdagangan dan jasa skala regional. Blok Peruntukan III. peribadatan dan kesehatan skala regional. fasilitas umum pendidikan. Kawi Atas dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regional. . Rencana Blok meliputi Rencana Blok dan Rencana Sub Blok. dengan pus at . . WR. dimana masin gmasing Blok Peruntukan akan terbagi lagi menjadi 11 Sub Blok Peruntukan (3). Blok Peruntukan IV. Zona Pelengkap atau Pusat Lingkungan berada di pusat masing-masing sub blok peruntukan. d.Jl.Jl. Dengan pusatnya berada di Kawasan Jl. b. Dominasi kegiatan adalah fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. sarana olah raga. meliputi Kelurahan Kauman dan Kelurahan Kasin. meliputi Kelurahan Sama an dan Kelurahan Rampal Celaket. Pembagian Blok sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Kawi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan jasa skala regional. meliputi wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo dan Kelurahan Penanggungan. Dengan pusatnya berada pada kawasan Jl. . Pusatnya berada di Jl. Supratman. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan.Blok Peruntukan VI terdapat pemusatan kegiatan di sekitar kawasan Pasar Besar dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. (2) Rencana Blok di Malang Tengah dibagi menjadi 6 Blok Peruntukan.Blok Peruntukan IV terdapat pemusatan kegiatan di Jl.Jl.Blok Peruntukan III terdapat pemusatan kegiatan di Jl. Kawi Atas dengan dominasi kegiatannya yaitu fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regiona l.Peta rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Paragraf IV Rencana Blok Pasal 10 (1). c. Blok Peruntukan I. tercantum da lam lampiran 1 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

meliputi Kelurahan Sukoharjo. Sub Blok Peruntukkan I-1 meliputi Kelurahan Sama an. e. Pusat berada di Alun-alun Tugu dengan dominasi kegiatan pemerintahan. Blok Peruntukan V. (4). Sarana Olaharaga. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Sepanjang aliran sungai DAS Brantas. meliputi wilayah Kelurahan Kidul Dalem dan Kelurahan Kloje n. kesehatan dan permukiman. Blok Peruntukan VI. Sisi Barat meliputi sepanjang aliran sungai Brantas.Pembagian Sub Blok Peruntukan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Gilimanuk. f. Serta bat as sebelah timur meliputi Jl. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa. pendidikan. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa skala regional.berada pada kawasan Jl. peribadatan. perkantoran dan fasilitas umum pendidikan. Kawi tepatnya di Kawasan Mall Malang Olimpic Garden (MOG). dengan pusat berada pada kawasan Pasar Besar. Pusat Sub Blok berada di korido r . Sebelah utara meliputi Jl. Jaksa Agung Suprapto.

b. batas sebelah utara meliputi Jl. Retawu. serta batas sebelah timur Jl. Cipayung. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa skala kota. serta batas sebelah baratnya yait u Jl. Panglima Sudirman. meliputi Kelurahan Bareng. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan skal a regional. Sub Blok Peruntukkan I-2 meliputi Kelurahan Rapal Celaket. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Terusan Cikampek s. Bareng Ka rtini serta Jl.IR. Veteran. Kaliurang s. Semeru Jl. Letjen Sutoyo. Rais. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan dan perdagangan dan jasa skala regional.Jl. Semeru. Bogor . sisi selatan dibatasi Jl.Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum perkantoran skala regional. Jakarta Jl. Ade Irma Suryani.d Jl. Retawu Jl. Sub Blok Peruntukkan IV-1. Rai s Jl. Galunggung dan Kali Kasin. meliputi Kelurahan Gading Kasri. Kawi Atas . Sonokeling. Pusat Sub Blok Peruntukkan di kawasan Simpang Balapan. Basuki Rahmad serta Sungai Brantas. Pusatnya berada koridor Jl. sisi Bar at meliputi Jl. S utan Syahrir Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan Jasa skala kota. Dr. batas sebelah utara meliputi Jl. Untuk sebelah utara dan timur dibatasi oleh batas fisik berupa Sungai Brantas. Brigjen Katamso . Galang Selatan Jl. meliputi Kelurahan Kasin. Sub Blok Peruntukkan II-1.Jl. Vet eran dan Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl.Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Sub Blok Peruntukkan III-1. Wr. serta pada sisi timur dibatasi oleh meliputi Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl.Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Jl. sisi selatan dibatasi Jl. Jaksa Agung Suprapto Jl. pendidikan dan kesehatan skala regional. Terusan Surabaya Jl. yang dibatasi di sisi utara yaitu Jl.Pandjaitan. Kawi At as. Terusan Kawi Jl. Cipto. serta batas sebelah baratnya yaitu Kali Kasin sebagai pembatas perkembangan kelurahan. Raya Langsep Jl. Gede Jl. Sub Blok Peruntukkan III-2. Sub Blok Peruntukkan II-2. e.Jl. Bondowoso.d Jl. Kawi. Arif Margono . Raya Dieng Jl. c. f. Gede Jl. sisi selatan dibatasi Jl . Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. meliputi Kelurahan Oro-oro Dowo. Tumenggung Suryo s. yang dibatasi di s isi utara yaitu Jl. Sumbing. Raya Dieng . serta pada sisi barat dibatasi oleh meliputi Jl. Kawi. meliputi Kelurahan Penanggungan. Supratman dengan dominasi kegiatan Fasilitas Umum perkantoran. Kelud dan sisi barat dibatasi oleh Jl. Ijen . d. Simpang Langse p. Pahlawan Jl.d Jl. Halmahera Jl. IR. Wilis sampai dengan Jl. Sonokeling. serta sebelah bara t dibatasi Jl. yang dibatasi di sisi utara yaitu Sungai Brantas Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-1 yaitu pada koridor Jl. Terusan Kawi Jl. Jaksa Agung Suprapto. Simpang Ijen. Rangsang Jl. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Lembang Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan III-1 yaitu pada korid or Jl. Jakarta serta sebelah timur dibatasi Jl. Indragiri. g.

Ade Irma Suryani. Kahuripan. serta Jl. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Kawi.d Jl. Sementara itu. Majapahit Jl. Sumbing dan sebel ah barat yaitu Jl. sementara pada sisi selatan dibatasi Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Merdeka Selatan Jl. Jendral Panglima Sudirman Jl . Tugu Jl. Bareng Kartini. IR. Majapahit. Zainul Arifin. KH. Kawi . Pusat Sub Blok Peruntukkan V-1 . Rais Jl. Kertanegara. Sub Blok Peruntukkan IV-2.Jl.Jenderal Basuki Rahmat Jl. meliputi Kelurahan Kidul Dalem. Brigjen Katamso Jl. Semeru s. Jl. Agus Salim. Merdeka Barat. Sub Blok Peruntukkan V-1. h. Basuki Rahmad. meliputi Kelurahan Kauman yang dibatasi di sisi ut ara yaitu Jl. pada utara barat yaitu Jl. sedangkan batas sebelah barat yaitu Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. Tugu. Aris Munandar Jl. Majapah it Jl. Kelud Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa da n fasilitas umum pendidikan skala kota. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-2 di Jl.serta Jl. i. Ade Irma Suryani. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan jasa skala kota serta fasilitas umum pendidikan dan kesehatan skala regional.

Jl.d.Kahuripan. Pasar Besar. Kahuripan Jl.Rencana sistem pusat perwilayahan di Malang Tengah dibagi menjadi 3 yaitu ke giatan sentra primer (pelayanan skala wilayah/kota). Paragraf V Rencana Skala Pelayanan Kegiatan Pasal 11 (1).Kahuripan dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pemerintahan dan perkantoran skala kota. Sutan Syahri r s. meliputi Kelurahan Sukoharjo yang dibatasi di sisi S elatan yaitu Jl. Cipto dan batas sebelah ti mur meliputi Jl. dan pada sisi timur yaitu Jl. SW.Jl. Panglima Sudirman. Sub Blok Peruntukkan VI. Pranoto . Tugu Jl. Sebelah barat yaitu Jl. Sub Blok Peruntukkan V-2.Peta rencana blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3).Peta rencana sub blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (4). Dr.Kertanegara . Gatot Subroto . Za inul Arifin Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pendidikan skala kota dan fasilitas umum kesehatan skala regional.Jl. kegiatan sentra sekunder (pelayana n skala kecamatan) dan kegiatan tersier/lokal (pelayanan skala lingkungan). sisi Barat meliputi Jl . Kertanegara . Aris Munandar. Agus Salim Jl.yaitu pada kawasan Jl. sebelah utara meliputi Jl. Sartono.d Jl. Rencana Kegiatan Sentra Primer sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah meliput i: a. pada utara yaitu Jl. (4). Pusat sub blok perumtukk an V-2 berada pada koridor Jl. Irian Jaya s. Jaksa Agung Soeprapto. tepatn . tercantum d alam lampiran 2 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pusat kegiatan Pemerintahan dan Perkantoran Pusat kegiatan Pemerintahan ini berada di sekitar kawasan Alun-alun Tugu. Jl. KH. meliputi Kelurahan Klojen dengan batas wilayahnya y aitu pada sisi selatan Jl. (5). dengan dominasi kegiatan perdagangan jasa berskala regional.Jl. tercant um dalam lampiran 3 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Halmahera. Pusat Sub Blok Peruntukkan VI di Jl. k. Kertanegara. Laksamana Martadinata. (2). j.

Jaksa Agung Suprapto. Jaksa Agung Suprapto. yaitu di kawasan Alun-alun Merdeka dengan ditandai keberadaan Masjid Jami Kota Malang serta Gereja GPIB Immanuel serta Gereja Paroki Hati Kudus. Basuki Rahmad. Supratm an. meliputi perkembangan fasilitas kesehatan. Untuk pemusatan kegiatan perdagangan jasa skala regional. peribadatan dan Olahraga. c. Lavallete yang terdapat di Jl. Pusat Pelayanan Umum Perkembangan Fasilitas Umum dan sosial yang ada di kecamatan Klojen. Pusat kegiatan pendidikan yang ada di . RS. Fasilitas Kesehatan dengan skala besar yaitu RS. yaitu di . Adapun kegiatan pemerintahan ini didukung dan diperkuat dengan keberadaan pusat kantor pemerintahan kota Malang yang saat ini lokasinya berada di sekitar kawasan tugu. Nu sa Kambangan. serta RS. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dapat ditemukan di beberapa titik lokasi yang ditandai dengan keberadaan pusat-pusat perdagangan jasa serta Mall-Mall yang ada. Panti Waluyo yg terdapat di Kelurahan Kasin tepatnya di Koridor Jl. WR. Mall Malang Olimpic Garden (MOG) serta Mall Malang Town Square (Matos) serta di kawasan Kayu Tangan tepatnya di koridor Jl. Perkembangan Kegiatan peribadatan skala regional yang ada di Kecamatan Klojen terdapat di beberapa titik lokasi. Untuk fasilitas olahraga berada di Lapangan Olahraga Stadion Gajayana. sert a Kawasan perdagangan dan jasa sepanjang koridor Jl. kawasan Pasar Besar. Kawasan Alun-alun Merdeka.ya berada di Kelurahan Klojen dan Kidul Dalem. b. Syaiful Anwar yang terdapat di koridor Jl.

Kecamatan Klojen berkembang di sepanjang koridor Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, di kawasan Tugu, serta di Kelurahan Kauman tepatnya di sekitar Perguruan Tinggi IKIP Budi Utomo yang merupakan kompleks pendidikan dan sepanjang koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. (3). Rencana Kegiatan Sentra Sekunder sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti: a. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala kota ditemukan hampir di tersebar di semua wilayah Kecamatan Klojen, antara lain di koridor Jl. Jaksa Agu ng Suprapto, Jl. Panjaitan, Jl. Trunojoyo, Jl. Cokroaminoto, Jl. Tumenggung Suryo, Jl. Halmahera, Jl. Raya Dieng, serta Jl. Kawi. Selain itu terdapat pula beberapa pas ar yang berkembang pada tiap-tiap kelurahan di yang memiliki skala pelayanan kota, yaitu seperti Pasar Comboran, Pasar Mergan, Pasar Klojen. b. Pusat Pelayanan Umum (Pendidikan, Kesehatan, Peribadatan) Kegiatan pelayanan umum skala kota berkembang di seluruh wilayah kelurahan, dengan keberadaannya pada umumnya pada koridor arteri sekunder. c. Permukiman Perkembangan kegiatan permukiman yang di Kecamatan Klojen, berkembang di seluruh wilayah kecamatan. Baik yang berupa permukiman organis (tumbuh secara alamiah) maupun permukiman anorganis (direncanakan). d. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebaran RTH di kecamatan Klojen, tersedia dalam beberapa bentukan yaitu Hutan Kota, Taman, lapangan olahraga serta Jalur Hijau. RTH Kota saat ini yaitu Hutan Kota Malabar yg terdapat di Kelurahan Oro-oro Dowo, Hutan Kota Jakarta yang terdapat di kelurahan Penanggungan, serta Lapangan Olahraga . Sementara untuk RTH di lokasi lainnya lebih berkembang dalam bentuk taman dan jalur hijau. (4). Rencana Kegiatan Sentra Tersier di Malang Tengah (Kecamatan Klojen) sebagai mana dimaksud ayat (1) adalah berupa fasilitas perdagangan, fasilitas umum (fasilitas kesehatan, peribadatan dan pendidikan) dapat ditemukan pada masing-masing kelurahan yang menyatu dengan kawasan pemukiman penduduk. (5).Peta rencana sistem pusat perwilayahan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), tercantum dalam lampiran 4 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua

Rencana Sistem Jaringan Paragraf I Umum

Pasal 12

(1).Rencana Sistem Jaringan di Malang Tengah meliputi Rencana Sistem Jaringan Pergerakan, Rencana Sistem Jaringan Utilitas dan Rencana Jalur Evakuasi Bencana. (2). Rencana Sistem Jaringan Pergerakan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mel iputi : a. Rencana Pola Pergerakan c. Rencana Fungsi Jalan d. Rencana Prasarana Transportasi e. Rencana Rute Angkutan Umum f. Rencana Jalan Kereta Api g. Rencana Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) (3). Rencana Sistem Jaringan Utilitas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti : a. Rencana Sistem Jaringan Energi/Kelistrikan b. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi c. Recana Penyediaan Air Minum

d. Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah e. Rencana Sistem Persampahan f. Rencana Sistem Drainase (4). Rencana Jalur Evakuasi Bencana

Paragraf II Sistem Jaringan Pergerakan

Pasal 13

(1).Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi regional berada di beberap a ruas yaitu : a. Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jaksa Agung Suprapto Jl. Basuki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono sebagai akses regional Malang Kepanjen - Blitar dan Malang - Surabaya b. Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirman Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata sebagai akses regional Malang Bululawang - Blitar dan Malang Surabaya c. Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Brigjen Slamet Riyadi serta Jl. Veteran Jl. Ijen sebagai akses regional Malang Batu. Jl. Bandung

(2). Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi lokal dioptimalkan pada r uas-ruas jalan lokal dan lingkungan yang ada. (3). Pola pergerakan Malang Tengah diklasifikasikan menjadi 3 yaitu pola pergera kan tinggi, pola pergerakan sedang dan pola pergerakan rendah. (4). Pola pergerakan sebagaimana yang dimaksud ayat (3) adalah sebagai berikut : a. Pola pergerakan tinggi terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi regional/kota tepatnya y ang berada di kawasan Pasar Besar, Jalan Veteran, Jalan Bandung, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kawi, Jalan Diponegoro, Jalan Martadinata. b. Pola pergerakan sedang terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi kecamatan tepatnya yang

berada di Jalan Dieng

Jalan Galunggung,

c. Pola pergerakan rendah berada di kawasan permukiman dan fasilitas umum lainn ya yang berorientasi lingkungan.

Pasal 14

(1) Peningkatan mobilitas pergerakan di Malang Tengah maka dilakukan penetapan h irarki jaringan jalan sebagai berikut : a. Jalan arteri sekunder berada di ruas Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirm an Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata; b. Jalan lokal berada di ruas Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Basu ki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Merdeka Selatan - Jl. SW. Pranoto - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Halmahera, Jl. KH. Agus Salim - Jl. KH. Achmad Dahlan, Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono, Jl. Mayjen Panjaitan - Jl.Brigjen Slamet Riy adi, Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung -Jl. Ray a Langsep - Jl. Simpang Langsep, Jl. Ir. Rais - Jl. Brigjen Katamso - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar. c. Jalan lingkungan meliputi seluruh ruas yang tidak termasuk dalam jalan arteri sekunder dan lokal yang merupakan akes dari kawasan permukiman menuju pusat kegiatan di sekitarnya.

Rencana trotoar sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah direncanakan di semua ruas jalan yaitu di semua ruas jalan arteri primer. dan larangan parkir. di Jalan Veteran. di sekitar Pasar Besar.Rencana penyeberangan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mempertahankan jembatan penyeberangan yang ada di Jl. (5). Rencana sistem parkir on street hanya diperbolehkan pada ruas jalan dengan fungsi jalan kolektor dan/atau lokal dengan memperhatikan kondisi jalan dan lingkungannya. b.Rencana lokasi halte sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ditetapkan di sepa njang kawasan kayutangan. fasilitas pendidikan dengan fasilitas umum dan sosial dan kawasan strategis lainnya di sekitar lokasi halte. di sekitar Alun-alun Merdeka da n di sekitar Alun-alun Tugu (3). Rencana sistem parkir sebagaimana dimaksud ayat (1) di Malang Tengah adalah direncanakan dengan sistem parkir on pan tarif parkir. Jalan Kawi. Rencana pelebaran trotoar di kawasan yang berfungsi sebagai perdagangan dan jasa seperti di Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Jl. pot bunga. Pasal 15 (1).(2) Peta rencana hirarki jaringan jalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Penyediaan trotoar harus terintegrasi deng an perabot jalan lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas. di Pas ar Comboran. Pasar Besar dan sekitarnya serta re ncana perbaikan totoar di semua ruas jalan. sistem parkir off street dan peneta a. halte dan zebra cross. Jalan Mayjen Panjaitan. kondisi lalu lintas. aspek keselamatan. Rencana prasarana transportasi meliputi lokasi halte. Trunojoyo. Merdeka Timur dan direncanakan berupa pengembangan zebra cross pada beberapa ruas jalan yang sekitarnya terdapat fasil itas perkantoran. street. lampu penerangan. (4). terc antum dalam lampiran 5 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Desain parkir on-street dilakukan dengan penentuan sudut parkir. Sedangkan jembatan penyeberangan dapa t direncanakan di kawasan kayu tangan dan Jalan Kawi. sistem parkir. ruas jalan kolektor dan ruas jala n lokal. trotoa r. Rencana sistem parkir off street ditempatkan berdasarkan fasilitas parkir unt . tempat sampah. pola pa rkir. (2). penyeberangan.

golongan B dan golongan C menurut kriteria tertentu. Desain parkir off street dilakukan dengan taman parkir dan gedung parkir menurut kriteria tertentu. c.uk umum dan fasilitas parkir sebagai penunjang. Rencana rute angkutan kota di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Penambahan dan perubahan rute angkutan umum ditetapkan kembali sesuai denga n perkembangan kawasan di Malang Tengah (3). sedangkan pada kawasan pertokoan. bangunan perkantoran dan perhotelan serta fasilitas umum lainnya dilakukan melalui penyediaan fasilit as parkir sebagai penunjang. Rencana rute angkutan di Kecamatan Klojen direncanakan melalui optimalisasi rute angkutan umum yang sudah ada saat ini dengan mengikuti jalur yang telah ditetapk an. tercantum dalam lampiran 6 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pasal 16 (1). Pemberlakuan tarif parkir berdasarkan jenis fasilitas dapat digolongkan menja di : golongan A. Rencana pengembangan parkir off street di kawasan perdagangan Pasar Besar direncanakan dengan meningkatkan kapasitas fasilitas parkir untuk umum yang juga dapat dimanfaatkan untuk pertoko an yang ada disekitarnya. (2). .

sebagian Keluraha n Sama an dan sebagian Kelurahan Klojen dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan antara yaitu 20 40 meter. Zona Ring II tepatnya berada di Kelurahan Rampal Celaket. Kelurahan Orooro Dowo. Rencana peningkatan sistem jaringan prasarana listrik dilakukan dengan: a. Kelurahan Kauman. Kelurahan Penanggungan. maka terdapat 3 jenis R ing Kawasan dalam radius 15 km terhadap Bandara. Malang Tengah berada pada zona II dan Zona III. perdagangan dan jasa. Kelurahan Kasin. Rencana pengembangan Jalan kereta api dilakukan dengan : a. mendukung rencana jalur Double Track rute Surabaya . Sedangkan Zona Ring III berada di sebagian Kelurahan Sama an dan Kelurahan Klojen. Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi hantaran udara kawat te . pengembangan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat pengguna moda. Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). (2).Malang Pasal 18 (1). Rencana Jalan Kereta Api meliputi peningkatan pelayanan dengan perbaikan st asiun kereta api dan penambahan beberapa rute atau jalur (2).Pasal 17 (1). non perumahan. Kelurahan Sukoharjo dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan maksimum yaitu 90 meter. Paragraf III Sistem Jaringan Utilitas Pasal 19 (1). Peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan pada kawasan perumahan. Kelurahan Gading Kasri. Kelurahan Bareng. dan b. Kelurahan Kidul Dalem. fasilitas umum dan fasilitas sosial serta penerangan jalan b.

menara telekomunikasi dan internet atau jaringan nirkabel. tercantum dalam lampiran 7 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (2). Pengembangan jaringan telepon direncanakan dengan melakukan perawatan secar a berkala jaringan telepon yang sudah ada saat ini dan tidak dilakukan pengembanga n jaringan. b. Pemasangan lampu penerangan jalan pada tiang distribusi tegangan rendah denga n posisi selang satu tiang 50 meter. c. (2). pembatasan terhadap pembangunan tower baru. (3). Pasal 20 (1). Pemasangan lampu ini dipasang pada lampu sendiri terutama untuk lampu penerangan utama di arteri sekunder.Rencana jaringan listrik di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) . pemanfaatan bangunan tower yang telah ada untuk digunakan sebagai tower bersama dengan cara : . Rencana sistem jaringan telekomunikasi dilakukan melalui pemenuhan terhadap jaringan telepon. Rencana pengembangan menara telekomunikasi dapat direncanakan sebagai berik ut : a.rbuka menjadi jaringan distribusi kabel udara dilakukan sesuai kondisi lahan.

Pasal 21 (1). menara Pengembangan Pemanfaatan Bersama yang telah berdiri. tercantum dalam lampiran 8 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini . Pengolahan air limbah dengan on site-system dilakukan untuk pengolahan limb ah domestik yang ada di Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo. Pengembangan jaringan air bersih dilakukan pada permukiman baru seperti di Kelurahan Bareng (3). Penanggungan. 2.Rencana pengembangan jaringan sumber air baku bersumber dari mata air dan su mur bor (2).Rencana jaringan telekomunikasi di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada A yat (1). perdagangan. Rampal Celaket. Gading Kasri. . kesehatan. Pengolahan air limbah di kelurahan dengan kepadatan tinggi seperti Keluraha n Bareng. Taman Senaputra. (2). Sukoharjo. (5). dan pariwisata. tercantum dalam lampiran 9 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Rencana jaringan air bersih di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Peningkatan prasarana internet di Malang Tengah dapat dilakukan sebagai ber ikut : a. pemanfaatan titik akses internet di kawasan RTH meliputi Alun-alun Merdeka da n Alun-alun Tugu.1. Kidul Dalem. Pasal 22 (1). (4). apabila secara teknik memungkinkan bisa ditambah beban. Mengoptimalkan penyediaan air bersih dari PDAM dan melakukan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan sumur dan pompa (4). b. menara milik provider/operator lain apabila secara teknis memungkinkan. Samaan. penambahan titik-titik akses internet pada kawasan-kawasan rencana antara lai n kawasan: pendidikan. Kasi n dan Kauman dapat dilakukan dengan on site system dan sanimas. dimanfaatkan secara bersama.

fasilitas perdagangan dan jasa dan fasilitas um um harus dilengkapi dan ditunjang dengan TPS (7). Mengoptimalkan TPS yang sudah ada di masing-masing kelurahan dengan peningk atan proses pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA (5). ma Pasal 24 (1). Peningkatan upaya reduksi dan pengolahan sampah secara terpadu di masing sing Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan sistem 3R (3). Setiap fasilitas perumahan. Sistem pengangkutan sampah di Malang tengah dilakukan melalui pengambilan s ampah di setiap TPS menuju TPA Supiturang. Sampah yang berasal dari rumah sakit umum ataupun rumah sakit bersalin haru s diolah terlebih dahulu oleh dengan incenerator untuk selanjutnya di buang ke TPA (4).Pasal 23 (1). Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mulai da ri pemilahan dan pengolahan sampah serta pengurangan jumlah sampah. Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah adalah sebagai berikut : . Pemisahan sampah organik dan non organik baik yang berasal dari rumah tangg a maupun fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui program 3R (2). (6).

Penambahan saluran baru terutama di Jalan Mayjen Panjaitan untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas. Jalan Kertanegara. Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Jalan Veteran. Jalur evakuasi bencana alam ditetapkan di kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas meliputi lokasi Balai RW. Paragraf IV Jalur Evakuasi Bencana Pasal 25 (1). Rehabilitasi saluran dilakukan dengan pelebaran saluran terhadap wilayah-wila yah yang mengalami genangan dan banjir seperti saluran di Jalan Trunojoyo (terutama di sekitar stasiun KA yang menjadi titik pertemuan air dari Jalan Trunojoyo dan Jal an Kertanegara). Jalan Veteran. c. d. Bencana alam di Malang Tengah meliputi bencana banjir dan longsor di lokasi kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas (2). Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin . Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah sebagaimana dimaksud p ada Ayat (1). b. Jalan Tugu. Normalisasi dilakukan pada saluran-saluran yang mengalami penyumbatan baik it u oleh sampah maupun oleh endapan seperti di saluran yang ada di Jalan Pajajaran. tercantum dalam lampiran 10 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Pembangunan bangunan penunjang prasarana drainase seperti bak kontrol di seti ap saluran yang rawan terjadi genangan. (2). Kantor Kelurahan dan Kantor kecamatan di sepan jang Sungai Brantas Bagian Ketiga RENCANA FASILITAS UMUM . Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman.a.

Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Paragraf II Fasilitas Perumahan Pasal 27 . (2). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan d. Rencana Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Umum terdiri dari : a. Kebutuhan fasilitas umum ditentukan berdasarkan prediksi jumlah penduduk de ngan pertimbangan fungsi kegiatan dominan pada masing masing kelurahan. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan f. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Peribadatan e. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perumahan b.Paragraf I Umum Pasal 26 (1). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perdagangan dan Jasa c.

Pengembangan Rusunawa di Malang Tengah dikembangkan di lokasi kelurahan den gan tingkat kepadatan tinggi. Pengembangan apartemen baik yang bersifat murni hunian ataupun hunian dan komersil dapat dikembangkan di lokasi kelurahan yang mempunyai kepadatan tinggi dan lokasi berada di kawasan strategis ekonomi tepatnya di Kelurahan Sukoharjo.Jalan Jaksa Agung Suprapto. Pemenuhan kebutuhan fasilitas perumahan di Malang Tengah dilakukan melalui penambahan jumlah rumah secara vertikal dan horisontal (2). . Peremajaan permukiman di seluruh kelurahan dengan peningkatan sarana dan prasarana permukiman yang dibutuhkan. (4). Kebutuhan perumahan di Malang Tengah secara detail akan ditentukan dalam RP 4D. Jalan Veteran.Pengembangan fasilitas perumahan secara horisontal sebaimana yang dimaksud a yat (1) dapat dilakukan dengan pengembangan rumah diatas lahan kosong dengan status legal. (6). Paragraf III Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pasal 28 (1). (2). ketinggian 1-3 lantai untuk ru mah kapling sedang sampai besar dan ketinggian 4 -5 lantai untuk Rusunawa. Jalan Brigjen Sla met Riyadi. (5). Rencana pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa meliputi perdagangan da n jasa pusat pelayanan kota. (7). perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dan perdagangan dan jasa pusat pelayanan lingkungan. Fasilitas perdagangan dan jasa pusat pelayanan kota dikembangkan di kawasan Pasar Besar dan sekitarnya (3). Pengembangan fasilitas perumahan secara vertikal sebaimana yang dimaksud ay at (1) dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ketinggian bangunan rumah tinggal seperti ketinggian 1 -2 lantai untuk rumah kapling kecil. Jalan Basuki Rahmat. Jalan Semeru. seperti di Kelurahan Samaan dan Kelurahan Bareng. (3).(1). Fasilitas perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dikembangkan di jal an Kawi.

d. . Penambahan fasilitas pedidikan terutama untuk fasilitas pendidikan tingkat TK diharapkan berada di dalam kawasan permukiman dengan memperhatikan radius jangkauan pelayanan. c. Arahan pengembangan fasilitas pendidikan setingkat TK. sesuai standar yang telah ditetapkan. b.Fasilitas perdagangan dan jasa skala pusat pelayanan lingkungan dikembangkan secara merata tersebar di seluruh pusat lingkungan yang menyatu dengan kawasan permukiman Paragraf IV Fasilitas Pendidikan Pasal 29 Rencana pengembangan fasilitas pendidikan dilakukan dengan : a.(4). Perbaikan kualitas fisik dan lingkungan fasilitas pendidikan yang ada. Peningkatan kualitas pendidikan dengan orientasi kualitas bertaraf internasio nal mulai dari pendidikan tingkat SD sampai tingkat SMA. Sekolah Dasar. SLTP da n SMU baik swasta maupun negeri dilakukan dengan mempertahankan dan mengoptimalkan semua fasilitas pendidikan yang ada di wilayah perencanaan saat i ni dengan cara pengembangan secara vertikal.

c. . Integrasi fasilitas pendidikan dengan rusunawa terutama untuk tingkat pendidi kan TK. Pembangunan baru untuk fasilitas kesehatan skala pelayanan kota pada lokasi y ang belum terbangun. Paragraf V Fasilitas Peribadatan Pasal 30 Pengembangan fasilitas peribadatan dilakukan melalui peningkatan kondisi dan pemeliharaan fasilitas yang ada serta dikembangkan secara merata di seluruh kawa san permukiman Paragraf VI Fasilitas Kesehatan Pasal 31 Rencana pengembangan fasilitas kesehatan dilakukan dengan : a. se hingga mampu membentuk fasiitas pendidikan yang bercitra dan berkarakter. f. b. Penonjolan karakteristik khusus yang dimiliki fasilitas pendidikan khusus. puskesmas pembantu dialokasikan tersebar di seluruh sub blok peruntuk an. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas fisik fasili tas yang ada. Pemerataan fasilitas kesehatan tingkat masyarakat skala lingkungan seperti po syandu. d. e. atau pada lokasi yang tingkat pelayanannya rendah.e. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas baik milik swasta ataupu n pemerintah yang sudah ada tetap dipertahankan. Integrasi fasilitas kesehatan dengan rusunawa terutama untuk fasilitas skala lingkungan. puskesmas.

RTH kawasan lindung.47 9 M2.896 M2. RTH taman pemakaman. RTH hutan kota.Paragraf Paragraf VII Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Pasal 32 (1) RTH di Malang Tengah ditetapkan sebagai berikut : a. dan h. (3) RTH kebun bibit di Malang Tengah terdapat di Kebun Bibit Garbis dengan luas 3. RTH taman kota.815 M2. c. (2) RTH hutan kota di Malang Tengah antara lain : Hutan Kota Malabar dengan luas 16. Makam Pejuang Pelajar seluas 1.030 M2.16 M2. Hutan Kota Jakarta dengan luas 11.452 .786. RTH taman rekreasi. b. (4) RTH taman pemakaman di Malang Tengah berupa Makam Betek seluas 6. e. RTH kebun bibit. g. f. RTH jalur hijau. Hutan Kota Kediri dengan luas 5.Taman Pemakaman Sama an seluas 77. d.817 M2. RTH lapangan.

Taman Trunojoyo dengan luas 5.486 M2. Taman Cikampek seluas 197 M2. Lapangan sehitiga Jaksa Agung Suprapto seluas 27 M2. (10) RTH kawasan lindung di Malang Tengah antara lain : kawasan lindung sempadan rel kereta api dengan luasan sekitar 206.218 M2.310 M2.539 M2. (11) Rencana pengembangan fasilitas ruang terbuka hijau dilakukan dengan : a. Taman Jalur Tengah Dieng dengan luas 3. Tepi Jalan Brigjen Slamet Riyadi seluas 1. Tepi Jalan Raya Dieng seluas 1. Taman Adipura / Arjuna dengan luas 395 M2. Taman Choiril Anwar dengan luas 43 M2. lokal dan jalan lingkungan. hutan kota. Penambahan kebutuhan ruang untuk makam di Kecamatan Klojen dilakukan diluar Kecamatan Klojen.498 M2. (6) RTH taman rekreasi berupa Taman De Playground seluas 1.910 M2. TMP Suropati seluas 17. boulevard atau jalur hijau dan makam) yang ada saat ini. b. f. Taman TGP dengan luas 201 M2. Taman Alun-Alun Tugu dengan luas 10. Taman Jalur Tengah Veteran dengan luas 9. (7) RTH lapangan di Malang Tengah berupa kompleks GOR Gajayana dengan luas 53.62 5 M2. Taman Terusan Cikampek seluas 1. Taman Segitiga Pekalongan seluas 346 M2. Lapangan di Jl. (5) RTH taman kota di Malang Tengah antara lain : Taman Cimacam seluas 1.923 M2.255 M2. Taman Ronggowarsito dengan luas 3.465 M2. Taman Kertanegara dengan luas 2.1 97 M2. Tepi Jalan Besar Ijen seluas 7. Mempertahankan makam yang sudah ada dan mengoptimalkan fungsi makam melalui makam tumpangan. Taman Simpang Balapan dengan luas 1. Mempertahankan RTH (lapangan olahraga.910 M2 dan sempadan sungai brantas dengan luasan sekitar 439.779 M2. Mengoptimalkan fungsi resapan pada makam sebagai fungsi resapan sehingga tidak diperbolehkan peng-kijing-an.840 M2. Taman Jalur Tengah Veteran seluas 8. Penghijauan dikembangkan di lahan rumija sebagai jalur hijau di semua ruas ja lan arteri sekunder. Penghijauan di sekitar areal parkir yang tersebar di seluruh sub blok peruntu kan. h. Lapangan Simpang Patimura seluas 35 M2. Tepi Jalan Ijen seluas 2.810 M2. Tepi Jalan Retawu 2. Mangga seluas 7.903 M2. Taman Jalur Tengah Ijen dengan luas 10. (9) RTH tepi jalan di Malang Tengah antara lain : Tepi Jalan Mayjen Panjaitan se luas 3. (8) RTH jalur hijau di Malang Tengah antara lain : Jalur Tengah Galunggung denga n luas 770 M2.000 M2 dan TMP Pahlawan Trip seluas 500 M2. Lapangan Tretes Selatan seluas 1. c. Makam Gading seluas 3.410 M2 dan Taman Jalur Tengah Langsep dengan luas 8. taman. Lapangan Simpang Ijen seluas 4. Tepi Jalan Langsep seluas 1. Taman Cibogo seluas 2. Lapangan di Kompleks Perumahan Taman Indah Ijen seluas 32.305 M2.604 M2. Lapangan di Jl.733 M2. Pengadaan jalur hijau di setiap ruas jalan. Program sejuta pohon bagi pengembangan permukiman dengan menanam satu . g.690 M2. Taman Melati dengan luas 210 M2.114 M2.758 M2. Penambahan penghijauan di seluruh kawasan permukiman. Makam Mergan seluas 41. d. i.619 M2.275 M2.780 M2. Taman Alun-Alun Merdeka dengan luas 23.382 M2.774 M2. Lapangan di belakang Jl.849 M2.080 M2. Brigjen Slamet Riyadi seluas 243 M2.681 M2.970 M2. e.385 M2. Jeruk seluas 5. Taman Wilis dengan luas 700 M2.M2. Tepi Jalan Pangl ima Sudirman 1.

pohon pada setiap rumah. median jalan yang tersebar di hampir seluruh jalan arteri sekunder dan lokal. sedangkan parkir juga tersebar di kawasan perdagangan dan jasa (kecuali Kawasan Pasar Besar). . halaman/pekarangan ru mah atau taman bermain atau taman berpaving. jalur pedestrian (trotoar). (12) Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) saat ini berupa plasa. parkir dan lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen atau paving yang tersebar di kawasan permukiman dan fasil itas umum. sedangkan jalur pedestrian yang ada di Kawasan Pasar Besar sebagian besar dipakai untuk parkir.

lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen. . Kawasan Lindung Setempat b. Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan. tercantum d alam lampiran 11 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. rencana kawasan lindung b. area par kir. (2) Kawasan lindung di Malang Tengah meliputi: a.(13) Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) berupa halaman rumah atau taman berpaving. (2) Peta rencana peruntukan blok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Keempat RENCANA PERUNTUKAN BLOK Paragraf I Umum Pasal 33 (1) Peruntukan blok di Malang Tengah meliputi: a. Kawasan Rawan Bencana Alam c. jalur pejalan kaki (pedestrian). rencana kawasan budidaya. Paragraf II Rencana Kawasan Lindung Pasal 34 (1) Rencana kawasan lindung di Malang Tengah merupakan penetapan fungsi kawasan agar wilayah yang dilindungi dan memiliki fungsi perlindungan dapat dipertahanka n.

(3) Pengamanan dan perlindungan sekitar sungai atau sempadan sungai baik sungaisungai besar maupun kecil dilarang untuk alih fungsi lindung yang menyebabkan at au merusak kualitas air.Pasal 35 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan sungai meliputi kawasan sekitar Sun gai Brantas dan sempadan Sungai Kasin (2) Pendirian bangunan di Kawasan Lindung Setempat tidak diperbolehkan untuk bangunan dengan fungsi hunian kecuali bangunan dengan fungsi penunjang kawasan lindung. kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya. (4) Pengendalian kegiatan di sekitar sungai atau bangunan di sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian atau pengelolaan sungai dil arang untuk didirikan. (7) Pencegahan dilakukan kegiatan budidaya di sepanjang sungai. (6) Sungai yang melintasi kawasan permukiman perlu dilakukan re-orientasi pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian latar depan. . (5) Perlunya pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan pengawasan terhadap berkembangnya kawasan terbangun pada sempadan sungai maupun alihfungsi lahan lainnya.

Pasal 37 (1) Kawasan Cagar Budaya di Malang Tengah terdiri dari lingkungan cagar budaya d an bangunan cagar budaya (2) Lingkungan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilind ungi dan dilestarikan meliputi: a. dan g. 3. (3) Upaya pengelolaan kawasan sempadan rel Kereta Api. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. perlindungan badan rel. c. dan bangunan lainnya. e. yang terdiri dari : 1. kabel listrik. 6 m untuk badan jalan rel kereta api. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan dan penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. dan 4. menanam jenis pohon yang tinggi dimana akan mengganggu pandangan bebas maupun mengganggu keselamatan perkeretaapian. Penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan alat-alat pendukung sistem transportasi perkeretaapian yang berupa. 2. ruang pengawasan jalan 23 m. Penataan kawasan dengan upaya merelokasi bangunan yang ada di sempadan rel. kabel telepon. 3. ruang milik jalan 12 m.(8) Pengembangan kegiatan konservasi aktif di sekitar sempadan dan lainnya. 2 m untuk sistem penerangan jalan dan drainase. Pasal 36 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan Kereta api meliputi kawasan di sepanjang rel Kereta Api (2) Kawasan sempadan rel Kereta Api sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditetapk an dengan jarak sempadan masing-masing antara 10 11. pagar. 3 m untuk taman dan pembatas. Penataan/perbaikan melalui penyediaan taman/jalur hijau pada sempadan. saluran. telegraf. b. kabel signal. (9) Peningkatan kebersihan sungai. dari sampah melalui peningkatan kesa daran masyarakat akan kebersihan sungai. kawasan Kayu Tangan yang terdiri dari kompleks pertokoan di sepanjang koridor . saluran. termasuk bagian bawahnya serta ruang bebas diatasnya.5meter diukur dari as jalan rel terdekat. Tidak membangun gedung. f. membuat tembok. Menetapkan pengaturan mengenai jalur perkeretaapian dengan ketentuan ruang manfaat jalan 6 m.5 m untuk jalan inspeksi. Menetapkan intensitas bangunan di sekitar rel merupakan kegiatan dengan kepadatan sedang = 75%. d. tanggul. serta penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan.

Gedung PLN. bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas umum lainnya dengan karakter gaya arsitektural kolonial indische dan kolonial modern. (4) Benda Cagar Budaya wajib dipertahankan keberadaannya dengan tidak mengalihka n dan/atau merubah fungsi dan desain dan/atau gaya arsitekturalnya. b. dan pertokoan di perempatan KajoetanganstraatSemeroestraat. Sekolah Cor-Jessu. Gedung HBS/AMS di JP. dan c. kawasan Alun-alun Tugu yang terdiri dari Stasiun Kereta Api Malang. (3) Bangunan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilindun gi dan dilestarikan meliputi Gereja Kathedral Hati Kudus. Ijen yang terdiri dari Gedung Sekolah Menengah Kristen (Christ MULO School). Toko Oen. Koridor Jl. . dan Komplek Stadion Gajayana. COEN PLEIN (Alun-alun Bunder). dan Balai Kota. Semeru-Jl.Kajoetangan straat.

pemanfaatan BCB atau situs yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa lepas. mengingat pada kawasan perumahan padat ini ruang terbuka sangat terbatas. (2). Upaya penanganan masalah di kawasan rawan banjir dan longsor dilakukan deng an : a. balai pertemuan. eksporasi atau penelitian. . Penanggungan. relokasi permukiman di sempadan Sungai Brantas yang ada di Kelurahan Penanggungan. dan sebagainya yang dapat di fungsikan sebagai kawasan/zona evakuasi e. adaptasi/revitali sasi.5 5 me ter (mengurangi gang-gang buntu) dan juga dapat dilalui truk pemadam kebakaran d. yaitu untuk drainase gang ± 25 cm. sehingga tidak memenuhi syarat layak huni untuk lingkungan pemukiman penduduk. gentrifikasi dan demolisi (3). Klojen. Oro-Oro Dowo. Perbaikan/peningkatan kondisi saluran drainase yang ada. (2). (3). Kawasan rawan kebakaran sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada pada kawa san permukiman padat yang tersebar di seluruh wilayah Malang Tengah seperti Keluraha n Sukoharjo. (5). c. dan restorasi/rehabilitasi/rekonstruksi. Penempatan hidran dan sumur bor di setiap perkampungan padat. addisi. Kawasan rawan banjir dan longsor sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada sempadan Sungai Brantas (4).Kawasan rawan bencana di Malang Tengah meliputi kawasan rawan kebakaran sert a kawasan rawan banjir dan longsor. Sama an. renovasi.(5) Terkait dengan BCB untuk pengembangan lebih lanjut mengenai keberadaan BCB d i Kota Malang mengenai perlindungan dan pelestariaanya dilakukan terutama pada 3 tahapan (1). Penataan intensitas bangunan sesuai dengan rencana intensitas bangunan. Klojen. Perbaikan kondisi jalan lingkungan yang ada dengan lebar jalan antara 3. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Upaya pelestarian melalui preservas i dan konservasi. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Ketersediaan fasilitas umum: taman lingkungan. lapangan OR. b. Sama an. Pasal 38 (1). Oro-Oro Dowo. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan sebagai berikut : a.

c. f. e. d. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Perumahan Perdagangan dan Jasa Sektor Informal Fasilitas Umum Pariwisata RTH RTNH . b. pengembalian lahan sempadan untuk penanaman vegetasi sebagai buffer atau penyangga pada dinding tebing sungai. Paragraf III Rencana Kawasan Budidaya Pasal 39 Pengembangan Kawasan Budidaya meliputi: a. g.b.

f. e. dan perumahan real estate. (3) Arahan penataan dan penertiban permukiman yang berdiri di kawasan konservasi sempadan sungai dan sempadan rel KA. Peningkatan kualitas perumahan melalui rehabilitasi. meliputi permukiman dengan kepadatan tinggi. Pengembangan sistem permukiman kompak dilakukan melalui peningkatan fungsi rumah terintegrasi dengan fungsi lain seperti ruko dan rukan untuk kawasan permukiman yang strategis dan mempunyai kecenderungan beralih fungsi menjadi perdagangan dan jasa seperti yang terjadi hampir di seluruh ruas jalan di Malang Tengah. penertiban. Pembangunan perumahan baru dilakukan secara intensif (vertikal) untuk masyara kat kelas bawah (rusunawa/rusunami). sarana air bersih. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan d . perkampungan Arab. Tidak mengganggu fungsi lindung dan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. Kawasan permukiman harus didukung oleh ketersediaan fasilitas fisik atau util itas umum (pasar. b. Penataan bangunan permukiman padat diwajibkan membangun jalan inspeksi dan re-orientasi bangunan ke sungai atau rel Kereta Api. pusat perdagangan dan jasa. perkantoran. permukiman liar di sepanjang sungai Brantas dan sempadan rel KA. b. rumah dinas. (2) Arahan penataan/perbaikan di kawasan permukiman padat di Malang Tengah dilak ukan melalui : a. pendidikan. dilakukan tindakan preventif. d. Upaya intensifikasi pembangunan dengan menambah penyediaan RTH untuk bangunan gedung bertingkat. penanganan limbah dan drainase) dan fasilitas sosial (kesehatan. masyarakat kelas menengah ke atas (apartement) dan masyarakat kelas atas (apartement menyatu dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas umum). Pengembangan kegiatan konservasi aktif d. agama). yaitu : a. c. peremajaan dan relokasi permukiman padat dan kumuh yang legal dengan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan dengan kepadatan sangat tinggi yaitu Sama an dan Sukoharjo serta Kelurahan yang kepadatannya tinggi yaitu Bareng. c. persampahan. hydrant.Rencana Perumahan Pasal 40 (1) Kawasan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. rumah berkarakter khusus (karakter bangunan kolonial). dan pengawasan terhadap kawasan konservasi tersebut terutama untuk untuk lokasi yang masuk dalam ukuran 10 15 m (sempadan sungai) dan 12m (sempadan KA). Kauman dan Kasin.

drainase. (7) revitalisasi bangunan rumah dengan karakter bangunan kolonial dilakukan deng an upaya penetapan dan pelestarian bangunan cagar budaya.an penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. (8) pengembangan perumahan real estate dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan utilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya secara mandiri dan terin tegrasi dengan rencana pembangunan yang ada di kawasan sekitarnya. dan s anitasi lingkungan termasuk penyediaan RTH. (6) Penataan perumahan dinas dilakukan dengan melakukan perbaikan serta peningka tan kualitas sarana dan prasarana permukiman seperti jaringan jalan. .

(6) Perbaikan dan revitalisasi kawasan perdagangan dan jasa di pusat kota. Jl. khusu snya Pasar Besar dan sekitarnya sebagai pusat perbelanjaan dengan skala regional. Hasim Asyari Jl. Muh. Bendungan Sutami . Agus Salim . (5) Kawasan perdagangan dan jasa skala pelayanan lingkungan di kawasan permukima n dikembangkan berupa pasar modern. pusat perbelanjaan dan toko modern. Simpang Langsep. (9) Revitalisasi dan penataan Pasar Comboran ditunjang fasilitas parkir umum dis ekitarnya.Jl. Bas uki Rahmad Jl.Jl.Rencana Perdagangan dan Jasa Pasal 41 (1) Perdagangan dan jasa di Malang Tengah terdiri dari pasar tradisional. Kauman Jl. Jl. Sutan Syahr ir Jl. Jl . (3) Kawasan perdagangan dan jasa skala pusat kota (regional) berkembang di sekit ar Pasar Besar berupa pasar tradisional.Brigjen Slamet Riyadi. pusat perbelanjaan dan toko modern. (2) Pengembangan kawasan perdagangan meliputi rencana perdagangan dan jasa pelayanan pusat kota (regional). Bandung Jl. Mayjen Panjaitan . Brigjen Katamso . KH.Jl. Ir. Raya Langsep Jl. Pasar Besar. Letjen Sutoyo Jl. Ijen. (4) Kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan sub pusat kota di sepanj ang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. V eteran Jl. Cokroaminoto (pasa Klojen) dan Jl. Pranoto .Jaksa Agung Suprapto Jl. Yamin (pasar Comboran). Ade Irma Suryani . Jl. perdagangan dan jasa pelayanan sub pusat kota s erta perdagangan dan jasa pelayanan lingkungan.Jl. Kawasan Alun-alun dengan ketentuan penyediaan lahan 5 10% dari luas lahan kawasan perdagangan. Rencana Sektor Informal . SW. Arief Margono.Jl. Jl.Jl. Rais . Rais (pasar Kasin) dikembangkan sebagai p asar tradisional. Merdeka Barat Jl. Jl. Achmad Dahlan. (8) Pengembangan Kawasan perdagangan dan Jasa yang ada lebih dioptimalkan dengan cara vertikal di sepanjang arteri sekunder. Jl. Pasar Besar dikembangkan berupa toko modern dan di Jl.Jl.Jl. (7) Mempertahankan dan mengoptimalkan sentral PKL yang sudah ada serta melakukan penataan dan pengembangan sentra-sentra PKL untuk menampung PKL yang terdapat di sekitar pusat kegiatan seperti kawasan MOG. KH. Galunggung -Jl. Ir. Merdeka Selatan . Halmahera.

kawasan Bareng. kawasan Alun-Alun Kota . kawasan pusat perbelanjaan/pertokoan (MATOS dan MOG). (3) Sektor informal di Malang Tengah berupa PKL binaan yang menyatu dengan fungs ional dikembangkan di lokasi Pasar Besar dan Alun-Alun Merdeka. Jalan Halmahera. (4) Kawasan khusus sebagai wahana perdagangan sektor informal dengan skala kecil yang mempunyai ciri khusus dan dalam jumlah yang besar tetap menggunakan lokasi yang ada tanpa peningkatan intensitas kegiatan antara lain Pasar Burung Splendid.Pasal 42 (1) Sektor informal dikembangkan di kawasan perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dalam bentuk sentral PKL dan PKL binaan yang menyatu dengan kawasan atau bangunan fungsional. . kawasan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya. (2) Sektor informal di Malang Tengah berupa sentral PKL dikembangkan di kawasan Stasiun Kota Baru. kawasan Jalan Wilis dan kawasan Pasar TUGU (pasar pagi pada hari sabtu-minggu di Jalan Semeru).

SMU Negeri yang tersebar pada tiap-tiap kelurahan tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan dilakukan peningkatan kualitas pendidikannya. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (Negeri). Melati Husada dan RS. kawasan pelaya nan kesehatan. RS. Lavalette. Sama an. Kasin dan Kauman. (3) Fasilitas pendidikan skala pelayanan regional tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan peningkatan kualitas berstandart internasional. misalnya apotek. kawasan peribadatan Pasal 44 (1) Pengembangan kawasan pendidikan di Malang Tengah meliputi fasilitas pendidik an skala pelayanan regional. Sekolah Dasar N egeri (SDN) atau MI. komplek pendidikan Cor Jesu. komplek pendidikan di Jalan Veteran. Syaiful Anwar . Siti Aisyah. komplek pendidikan Santo Albertus (Dempo). kawasan pertahanan dan kemanana. Hermina. Panti Waluyo serta Rumah Sakit Bersalin yang sudah ada tetap dipertahankan.Rencana Fasilitas Umum Pasal 43 Pengembangan kawasan fasilitas umum meliputi: kawasan pendidikan. (4) Fasilitas pendidikan skala kecamatan atau kawasan berupa TK. RS. Bareng. RSI. skala kecamatan dan skala lingkungan. RS. (2) Pengembangan fasilitas pendukung skala kota. labora . da n komplek pendidikan Santa Maria dan STM Nasional di Raya Langsep. klinik. Pasal 45 (1) Pengembangan kawasan kesehatan skala regional seperti RSUD Dr. (2) Pengembangan fasilitas pendidikan skala pelayanan regional sebagaimana yang dimaksud dalam Ayat (1) meliputi fasilitas pendidikan berupa SMA komplek di Alun -alun Tugu. (5) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat TK dikembangkan dalam kawasan permukiman (6) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat SD secara vertikal terutama di dal am kawasan permukiman yang memiliki kepadatan tinggi seperti di Kelurahan Sukoharjo .

Praktek Dokter/Bidan) dan di tiap lingkungan (Praktek Bidan. Posyandu). Achmad Dahlan. Basuki Rahmad Jl.Jl. Jl. Halmahera. Bandung Jl. Pasar Besar. Ade Irma Suryani Jl. Rais . KH. Jl. Galunggung -Jl. SW.Jl. K auman Jl.Brigjen Slamet Riy adi. Jl. (3) Peningkatan pelayanan pada fasilitas kesehatan yang ada terutama fasilitas d engan skala pelayanan kawasan/lingkungan (puskesmas puskesmas pembantu) di sekitar kawasan permukiman. Merdeka Barat Jl. Jl. Polides.Jl.Jaksa Agung Suprap to Jl. Letjen Sutoyo Jl. Simpang Langsep. Pasal 46 Pengembangan kawasan pertahanan dan keamaman dilakukan dengan: . (4) Peningkatan fasilitas skala lokal atau lingkungan di tiap Kelurahan (Puskesm as Pembantu. Mayjen Panjaitan . KH. Ijen. Jl. Bendungan Sutami .Jl. Praktek Mantri. Arief Margono.Jl. Agus Salim . Hasim Asyari Jl.torium di sepanjang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Ir. (5) Pengembangan semua fasilitas kesehatan dilakukan secara tereintegrasi dengan apotek untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara terpadu.Jl. Raya Langsep . Brigjen Katamso . Merdeka Selatan . Sutan Syahrir . Veteran Jl.Jl.Jl. Jl.Jl. Pranoto .

GPIB Jemaat IMMANUEL di Jl. c. Matos dan @Max Pasar Splended sebagai wisata belanja b. Ijen da n Museum Brawijaya. Jenderal Basuki Rahmat dan Gereja Katolik Kathedral Santa Perawan Maria Dari Gunung Karmel di Jl. Merdeka Barat. pengembangan fasilitas penunjang kegiatan pertahanan dan keamanan di kawasan pertahanan dan keamanan yang ada Pasal 47 Pengembangan kawasan peribadatan dilakukan dengan : (1) mempertahankan fasilitas peribadatan yang sudah ada terutama untuk skala kot a melipti Masjid Jami Kota Malang di Jl. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Jl. mempertahankan ruang terbuka hijau yang ada di kawasan pertahanan dan keamana n. dan Playground De Rumah. Wisata belanja yang meliputi pusat perbelanjaan Alun-alun Merdeka. Semeru-Jl. Arif Rahman Hakim. b. Wisata sejarah/budaya meliputi wisata bangunan dan lingkungan cagar budaya an tara lain kawasan Kayu Tangan. Taman Rekreasi Senaputra. (2) pengembangan fasilitas peribadatan skala lingkungan berupa musholla secara m erata sesuai kebutuhan dengan lokasi menyatu dengan kawasan permukiman. Kawasan Alun-Alun Tugu. Rencana Pariwisata Pasal 48 Rencana pengembangan pariwisata di Malang Tengah dilakukan dengan: a. Wisata buatan meliputi Taman Rekreasi Kota. MOG. c. Buring.a. mempertahankan lokasi kawasan pertahanan dan keamanan yang terletak di SKODAM Brawijaya dan kantor-kantor militer lainnya. Koridor Jl. Rencana RTH .

Mewajibkan pada pengembangan perumahan baru untuk mengalokasikan lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau baik itu berupa lapangan olahraga maupun taman bermain dengan proporsional terhadap kebutuhan penghuninya. Optimalisasi ruang terbuka hijau daerah sempadan sungai dan sempadan rel kere ta api. Keberadaan lapangan olahraga yang tersebar di tiap-tiap kawasan permukiman te tap dipertahankan dan dihindari untuk peralihan fungsi sebagai kawasan terbangun.Pasal 49 Rencana pengembangan RTH di Malang Tengah dilakukan dengan: a. Keberadaan makam difungsikan sebagai resapan air. d. RTH sekita r pasar. g. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan umum sebagai fungsi estet is dan ekologis diarahkan pada sekitar pusat Kota. Mempertahankan hutan kota dan taman-taman kota yang ada sebagai fungsi ekolog is dan estetis kota. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar perumahan padat f. jenisnya: RTH tepi jalan. RTH sekitar kawasan perdagangan. e. b. c. .

Paragraf II Rencana Koefisien Dasar Bangunan Pasal 52 (1). Bagian Kelima RENCANA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Paragraf I Umum Pasal 51 (1). lapangan olah raga dengan tutupan struktur s emen. Rencana Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dilakukan dengan : a. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat dan masuk dalam sempadan sungai di beberapa titik lokasi diarahkan relokasi ke rumah . Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat yang tersebar hampir di seluruh kelurahan tetap dipertahankan dengan KDB maksimal 90%. area parkir. plasa. Penataan bangunan dan lingkungan dilakukan dengan mengatur dan mengendalika n rencana bangunan dan lingkungan melalui pengaturan Koefisien Dasar Bangunan. (2). Koefisien Dasar Hijau dan Garis Sempadan Bangunan.Rencana RTNH Pasal 50 Rencana pengembangan RTNH di Malang Tengah dilakukan dengan mempertahankan yang sudah ada saat ini berupa aksesori RTH. Peningkatan citra kawasan dilakukan di lokasi kawasan strategis meliputi ka wasan cagar budaya dan kawasan strategis ekonomi melalui penyusunan RTBL pada kawasan yang bersangkutan. Koefisien Lantai Bangunan. jalur pejalan kaki (pedestrian) dan median jalan. halaman/pekarangan rumah ata u taman bermain atau taman berpaving. b.

f. sirkulasi parkir. Fasilitas perdagangan dan jasa dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk sirkulasi parkir. Penyediaan fasilitas umum pada masa mendatang juga diarahkan untuk dilengkapi dengan ruang terbuka yang dipergunakan untuk tempat parkir. Fasilitas umum dan perumahan dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk penghawaan dan penyinaran yang optimal supaya kondisi lingkungan lebih sehat e. penghawaan dan penyinaran alamiah. rumah sakit. penghijauan dan penghawaan dan penyinaran seperti di fasilitas umum (pendidikan.susun dengan KDB 70 % c. g. untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukung pemakaman. Lapangan olah raga dengan KDB 20 % (sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen dan semi permanen di dalam areal jalur hijau). Pemanfaatan lahan di dalam kawasan perumahan Ijen Nirwana KDB 50 70 % tetap dipertahankan. . bongkar muat barang. museum) dan fasilitas perumahan (Jalan Besar Ijen). d. taman dan penghijauan. Makam dengan KDB 5 %. dengan KDB maksimum 50 % seperti halnya yang ada pada pusat perdagangan (MATOS dan MOG). pemerintahan. h.

KLB diatas 400 % (maksimum) hanya diperbolehkan di sepanjang koridor Jalan Letjen Sutoyo Jalan Jaksa Agung Suprapto Jalan Basuki Rahmad Jalan Merdeka Timur Jalan Merdeka Barat Jalan Kauman Jalan Hasim Asyari Jalan Arief Margono.(2) Peta rencana Koefisien Dasar Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Permukiman dengan KLB antara 100 % . tercantum dalam lampiran 12 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. tercantum dalam lampiran 13 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Bandung Jl. Rencana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dilakukan dengan : a.200 % ini tetap dipertahankan. Ijen dengan fungsi peruntukan untuk perdagangan dan (2) Peta rencana Koefisien Lantai Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). ruas Jalan Mayjen Panjaitan Jalan Brigjen Slamet Riyadi dan Jalan Veteran jasa Jl. Paragraf IV Rencana Koefisien Dasar Hijau . b. *diletakkan di pasal tentang RTH perda tentang makam thn 2006 (penambahan luasan makam 2% dari lahan pengembang) Paragraf III Rencana Koefisien Lantai Bangunan Pasal 53 (1).

Jl. kawasan permukiman padat ditetapkan minimal 1 rumah mempunyai 1 pohon c. Merdeka Barat Jl.Jl. Paragraf V Rencana Garis Sempadan Bangunan Pasal 55 (1). KH. b. Raya Langsep . Jalan lokal diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 4 . Simpang Langsep.Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jl.13 m. Jalan arteri sekunder diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 5 . Jl. Pasar Besar. Pranoto . Jl.Pasal 54 Rencana Koefisien Dasar Hijau dilakukan dengan : a.Jl. Jl. Veteran Jl. KH. Laksamana Martadinata. . kawasan militer juga tetap menggunakan komposisi 60 % : 40 % dengan ketentuan ruang terbuka dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masing masing. Panglima Sudirman Jl. Sutan Syahrir . Rencana Garis Sempadan Bangunan dilakukan dengan : a. Jl. Arief Margono. Ade Irma Suryani . Jl. SW.Jl. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. Tumenggung Suryo Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. Kauman Jl. Bendungan Sutami Jl. Merdeka Selatan . Ijen. Galunggung -Jl.Brigjen Slamet Riyadi. Brigj en Katamso . Agus Salim . Gatot Subroto Jl. Hasim Asyari Jl. Basuki Rahmad Jl. Jl.10 m.Jl.Jl. kawasan perdagangan dan kawasan industri ditetapkan komposisi antara terbangu n dan non terbangun adalah sebesar 60 % : 40 % b. Mayjen Panjaitan Jl. Halmahera. Ir. Rais . Achmad Dahlan. Bandung Jl.

(2) Peta rencana garis sempadan bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).c. Jalan lingkungan diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 1 . (2) Rencana indikasi program ditetapkan dalam waktu 20 (Dua Puluh) tahun semenja k ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan dibagi tiap lima tahun sesuai dengan prior itas pengembangan yang telah ditentukan berdasarkan kondisi wilayah perencanaan . Bagian Ketujuh RENCANA INDIKASI PROGRAM Pasal 57 (1) Rencana indikasi program ditetapkan untuk mengoptimalkan penyusunan programprogram teknis dan upaya untuk mendorong keikutsertaan semua pihak baik pemerintah. Bagian Keenam RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN FASILITAS ATM Pasal 56 (1) penyediaan fasilitas ATM direncanakan mengikuti rencana pengembangan perdaga ngan dan jasa baik skala pelayanan Pusat Kota sub Pusat Kota maupun lingkungan serta fasilitas umum lainnya. tercantum dalam lampiran 14 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. swasta. (2) Pengembangan fasilitas ATM juga direncanakan di sekitar kawasan permukiman s erta pengembangan permukiman baru.5 m. Yang termasuk dalam kategori ini antara semua jalan yang mengubungkan antara kawasan permukiman dengan pusat pusat kegiatan disekitarnya. maupun masyarakat.

tercantum dalam lampiran 15 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. dan pengenaan s anksi. BAB IV KETENTUAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG Bagian Kesatu Umum Pasal 58 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan melalui penetapan peraturan zonasi. perijinan.(3) rencana indikasi program sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Kedua Ketentuan Umum Peraturan Zonasi . (2) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota. pemberian insentif dan disinsentif.

taman pemakaman dengan kode H-5. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Budidaya. Zona Kawasan Pemerintahan. Zona Kawasan Permukiman terdiri dari rumah tunggal dengan kode R-1. dan b. c. Zona Perhubungan terdiri dari stasiun dengan kode TR-2. Pasal 60 (1) Klasifikasi Zonasi di Kecamatan Klojen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. dan h. m eliputi : a. Zona Ruang Terbuka Hijau terdiri dari taman kota dengan kode H-1. dan b. . Penetapan pemanfaatan ruang. b. jalur hijau dengan kode H-6 dan lapangan dengan kode H-7. g. rumah deret (town house) dengan kode R-4. Zona Kawasan Lindung terdiri dari kawasan sempadan sungai dan atau kawasan sempadan rel kereta dengan kode KL-2. Zona Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari komersil skala regional dengan kode K-1. Zona Industri dan Pergudangan terdiri dari industri dengan kode I-1. ser ta berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. komersil skala kota dengan kode K-2. skala kecamatan dengan kode FP-3. skala kelurahan dengan kode FP-4 dan skala lingkungan dengan kode FP-5. komersil skala kelurahan dengan kode K-4 dan komersil skala lingkungan dengan kode K-5. e. Zona Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari skala regional dengan kode FP-1. f. d. taman lingkungan dengan kode H-4.Pasal 59 (1) Peraturan zonasi disusun sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang. (3) Peraturan zonasi pada setiap butir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat tentang : a. Intensitas kegiatan pada setiap zona yang ditetapkan. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari pemerintahan dengan kode PK-1 dan pertahanan dan keamanan dengan kode PK-2. s kala kota dengan kode FP-2. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Lindung. (2) Dalam peraturan zonasi sesuai dengan rencana rinci tata ruang dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.

Blok o Dowo c. Blok Peruntukkan I yang meliputi : Sub Blok Sama an dan Sub Blok Rampal Celaket b. Blok g d. Blok Peruntukkan II yang meliputi : Sub Blok Penanggungan dan Sub Blok Oro-or Peruntukkan III yang meliputi : Sub Blok Gading Kasri dan Sub Blok Baren Peruntukkan IV yang meliputi : Sub Blok Kasin dan Sub Blok Kauman Peruntukkan V yang meliputi : Sub Blok Kidul Dalem dan Klojen Peruntukkan VI yang meliputi : Sub Blok Sukoharjo Bagian Ketiga Peraturan Zonasi Pasal 62 .(2) Klasifikasi zonasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Blok f. tercantum dalam lampi ran 16 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini Pasal 61 Pembagian zonasi Kecamatan Klojen dibedakan menjadi zonasi pada : a. Blok e.

meliputi : a. f. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2 . Kawasan RTH terdiri dari H-4 dan H-7. pencemaran lingkungan. 3. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. b. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. RTH. c. (2). FP-2. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. 2. tercantum dalam lampiran 17 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. 2. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. 3. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. gangguan keamanan. FP-3. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah .(1). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. adalah : a. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. permukiman terdiri dari R-1. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. d. dan TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 57 ayat (1) huruf b. . Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Pasal 63 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf a. e. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. dan/atau perusakan lingkungan). Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1.

WR. Pemanfaatan kawasan perdagangan skala kota yang ada di Jl. 3. 2. adalah : a. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.Dasar adalah 1. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf c. halte. TPS. Supratman tidak boleh berubah .000 meter) 5. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.

peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . yaitu jaringan air bersih. 6. RTH.4. 2. peribadatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. serta perkantoran. air limbah. sub terminal. industri manufaktur. Minimal berada pada jalan lokal c. 2. 5. drainase. Pemanfaatan fasilitas umum skala regional tidak boleh berubah 4. TPS secara terbatas. 4. Perdagangan dan jasa. air limbah. adalah : a. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. perkantoran. 2. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. kesehatan. 3. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk sarana umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) huruf d. Minimal berada pada jalan lokal b. RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. kesehatan. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Sama an dan Rapal Celaket) dan fasilitas kesehatan skala kota (khusus untuk sub blok Sama an) 5. listrik dan telekomunikasi 5. perdagangan dan jasa. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. listrik dan telekomunikasi 5. persampahan. persampahan. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). industri manufaktur. 4. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Minimal berada pada jalan lokal b. sub terminal. TPS dengan syarat-syarat tertentu. TPS secara terbatas. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pemanfaatan fasilitas umum skala kota tidak boleh berubah. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. yaitu jaringan air bersih.

Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. perkantoran. sub terminal. Minimal berada pada jalan lokal . kesehatan. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas umum skala kecamatan tidak boleh berubah. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. persampahan. 3. 4. drainase. air limbah. listrik dan telekomunikasi 5. TPS secara terbatas. perdagangan dan jasa. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. 2.1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan.

Perdagangan dan jasa skala lingkungan. persampahan.d. dan pertanian. adalah : a. dan listrik 5. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. 2. pertambangan. RTH. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. air limbah. adalah : a. Pemanfaatan kawasan pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 aya t (1) huruf f. 3. drainase. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. RTH. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. 4. 2. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. pertambangan. dan pertanian. 3. dan listrik 5. Pemanfaatan fasilitas umum skala kelurahan tidak boleh berubah. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). 2. pertambangan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. perdagangan dan jasa. Minimal berada pada jalan lingkungan e. drainase. persampahan. terminal . Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Tidak diperkenankan dibangun industri. Tidak diperkenankan dibangun industri. yaitu jaringan air bersih. perkantoran. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. peribadatan. TPS secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. air limbah. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. perdagangan dan jasa. Pemanfaatan kawasan pemerintahan tidak boleh berubah b. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf e. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI).

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. 2. 3. 2. . b. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. 4. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas.dan TPS. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak diperbolehkan berubah. pertambangan dan pertanian. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1.

adalah : a. Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pa sal 59 ayat (1) huruf b. c. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 64 (1). d. gangguan keamanan. Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (1) huruf a. e. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 3. b. pencemaran lingkungan. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2. 2. H-4. FP-2. . FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. FP-3. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. dan/atau perusakan . tercantum dalam lampiran 18 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. f. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. (2). 2. K-4 dan K-5. Kawasan RTH terdiri dari H-1. H-6 dan H-7. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. Pasal 65 (1). meliputi : a. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf b. permukiman terdiri dari R-1. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2). Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. H-5. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). RTH. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).3.

lingkungan). 3. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf c. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. adalah : a. Pemanfaatan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. . perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4.000 meter) 5.

Minimal berada pada jalan lokal b. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 2. 6. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. perkantoran. 3. 2. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. kesehatan. sub . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. sub terminal. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 5. b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Brigjen Slamet Riyadi tidak boleh berubah 5. RTH. 5. industri manufaktur.3. TPS dengan syarat-syarat tertentu. perkantoran. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). peribadatan. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. TPS. persampahan. 3. 2. 3. 4. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. kesehatan. drainase. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. peribadatan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. TPS secara terbatas. Berada pada jalan lokal c. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Perdagangan dan jasa. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 2. industri manufaktur. Berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 58 ayat (1) huruf d adalah : a. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Penanggungan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala regional tidak boleh berubah 4. yaitu jaringan air bersih. listrik dan telekomunikasi 5. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.

yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. listrik dan telekomunikasi 5. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kota tidak boleh berubah 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai.terminal. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . air limbah. drainase. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. persampahan. Minimal berada pada jalan lokal c.

2. kesehatan. persampahan. dan listrik 5. perkantoran. 2. air limbah. listrik dan telekomunikasi 5. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kecamatan tidak boleh berubah 4. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. adalah : a. air limbah. 3. Perdagangan dan jasa. pertambangan. pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. persampahan. yaitu jaringan air bersih. perdagangan dan jasa. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 2. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. drainase. 3. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lokal d. dan listrik 5. Minimal berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf e. TPS secara terbatas. 2. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1 ) . Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 3. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. drainase. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. sub terminal. Minimal berada pada jalan lingkungan e. yaitu jaringan air bersih. dan pertanian. air limbah. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). persampahan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. dan pertanian. peribadatan. RTH. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. drainase. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.1.

Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. b. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Tidak diperkenankan dibangun industri.huruf f. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. adalah : a. pemakaman. pemakaman. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. 3. dan TPS 2. perkantoran. perkantoran. dan TPS .

Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. Pemanfaatan RTH lapangan olahraga tidak boleh berubah Pasal 66 (1). FP-3. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksu d pada Ayat (1). Kawasan Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. e. Kawasan permukiman terdiri dari R-1 dan R-4 Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. tercantum dalam lampiran 19 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksud dalam Pas al 56 huruf c. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. 2. iklan/reklame. c. Kawasan RTH terdiri dari H-1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. meliputi : a. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. H-5. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . FP-2. c. H-4. d. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. kabel/tiang listrik. H-6 dan H-7. d. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. 2. . b. 2.2. 3. pertambangan dan pertanian. 3. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. 3. 1. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah e. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. (2).

gangguan keamanan. adalah : a. 2. 3. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas.Pasal 67 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 61 ayat (1) huruf a. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak . pencemaran lingkungan. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 dan rumah deret (town house) dengan kode R-4 : 1. TPS dengan (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. dan/atau perusakan lingkungan).

industri manufaktur. perkantoran. Minimal berada pada jalan lokal b. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. TPS. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. 2. halte. RTH.adalah 500 meter. 6. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. kesehatan. 2. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). sub terminal. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. drainase.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf b. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. adalah : a. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah. listrik dan telekomunikasi 5. Perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : . 4. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Gading Kasri dan Bareng) dan fasilitas kesehatan serta peribadatan skala kota (khusus untuk sub blok Bareng) 5. 3. Kawi tidak boleh berubah 4. persampahan. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada 61 ayat (1) huruf c adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal b. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. air limbah. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Prosentase perubahan maksimum 30% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. 5.

sub terminal. air limbah. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah. drainase. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. yaitu jaringan air bersih. perkantoran. Minimal berada pada jalan lokal . 2. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. listrik dan telekomunikasi 5. 3. peribadatan. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. persampahan.1. kesehatan. Perdagangan dan jasa. 4. RTH.

sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun industri. RTH. RTH. kesehatan. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. 3. listrik dan telekomunikasi 5. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. persampahan. dan pertanian. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : .c. dan listrik 5. adalah : a. TPS secara terbatas. air limbah. 2. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. drainase. peribadatan. 4. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal d. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). b. 3. 3. Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. persampahan. RTH. Minimal berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf d. yaitu jaringan air bersih. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah. lengkapi sistem utilitas yang memadai. a ir limbah. 2. perkantoran. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. peribadatan. 3. drainase. perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. 2. dan listrik 5. Tidak diperkenankan dibangun industri. Minimal berada pada jalan lingkungan e. pertambangan. pertambangan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. peribadatan. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. drainase. sub terminal. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. dan pertanian. 2. persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. adalah : . Pemanfaatan zona pertanahan dan keamanan tidak boleh berubah. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. 3. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. perdagangan dan jasa.1. RTH. (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf e. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. 2. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas.

b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. perkantoran. iklan/reklame. pemakaman. 2. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 68 (1). pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. d. 3. pertambangan dan pertanian. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. kabel/tiang listrik. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . 3. 3. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. perkantoran. Pemanfaatan RTHjalur hijau jalan tidak boleh berubah e. 3. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam: 2.a. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. dan TPS 2. c. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 . Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. pemakaman. 1. dan TPS 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1.

Kawasan RTH terdiri dari H-4. Kawasan Pemerintahan. FP-4 dan FP-5. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Industri terdiri dari I-1. c. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. FP-2. b. meliputi : a. f. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). FP-3. H-6 dan H-7. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. d. g. e.huruf d. Pasal 69 . (2). Kawasan lindung terdiri dari KL-2. H-5. K-2 dan K-5. tercantum dalam lampiran 20 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini.

Kawi . sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Minimal berada pada jalan lokal b. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.000 meter) 5. TPS. gangguan keamanan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. dan/atau perusakan lingkungan). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. TPS. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. halte. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. 2. 2. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. 3. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4.(1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 63 ayat (1) huruf b. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. pencemaran lingkungan. sarana pelayanan lingkungan secara terbatas. 3. adalah : a. adalah : a. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. 3. 3. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 2. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH.

Prosentase perubahan maksimum 25% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Minimal berada pada jalan lokal c. 6. . Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.dan Jl. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 5. Semeru tidak boleh berubah 4. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan dan kesehatan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kasin.

perkantoran. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 2. sub terminal. adalah : a. perdagangan dan jasa terbatas dan dengan syarat-syarat tertentu. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. Minimal berada pada jalan lokal b. drainase. industri manufaktur. perkantoran. peribadatan. Merupakan industri manufaktur dan bukan merupakan kegiatan industri berat yang menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 5. kesehatan. Pada zona industri dengan kode I-1 : 1. peribadatan. RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman secara luas. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Perdagangan dan jasa.2. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. Perdagangan dan jasa. yaitu jaringan air bersih. sub terminal. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal . TPS secara terbatas. TPS secara terbatas. Boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 63 ayat (1) huruf e adalah : a. drainase. persampahan. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. listrik dan telekomunikasi 5. 4. RTH. persampahan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah permukiman secara terbatas. listrik dan telekomunikasi 5. kantor swasta pendukung kegiatan industri dengan syarat-syarat tertentu. IPAL. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk industri dan pergudangan sebagaimana dimaks ud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf d. 3. air limbah. kesehatan. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. sarana pelayana umum secara terbatas.

Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan.c. drainase. Perdagangan dan jasa. 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. listrik dan telekomunikasi . kesehatan. TPS secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. sub terminal. RTH. 2. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. air limbah. persampahan. peribadatan.

Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). yaitu jaringan air bersih. 3. 2. TPS secara terbatas. RTH. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. 3. Minimal berada pada jalan lokal d. persampahan. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. perdagangan dan jasa. dan pertanian. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Minimal berada pada jalan lingkungan e. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). persampahan.5. adalah : a. 2. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. peribadatan. drainase. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. RTH. Minimal berada pada jalan lingkungan (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf f. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. . peribadatan. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. dan listrik 5. 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. air limbah. dan pertanian. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. drainase. air limbah. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah. dan listrik 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. pertambangan. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. TPS secara terbatas. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. RTH. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun permukiman.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1.(7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 aya t (1) huruf g. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Tidak diperkenankan dibangun industri. pemakaman. . pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. 3. perkantoran. dan TPS 2. adalah : a.

Pasal 71 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf a. adalah : . 2. 3. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. e. FP-3 dan FP-5. H-4. pertambangan dan pertanian. g. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 70 (1). Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. (2). f. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. kabel/tiang listrik. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. c. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. FP-2. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Kawasan Perhubungan terdiri dari TR-2. 1.b. 2. b. d. meliputi : a. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. iklan/reklame. H-6 dan H-7. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf e. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. 2. Kawasan Pemerintahan. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. c. 3. dan Kawasan RTH terdiri dari H-1. tercantum dalam 21 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. K-4 dan K-5.

pencemaran lingkungan. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas.Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. gangguan keamanan. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. dan/atau perusakan lingkungan). 2. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 65 ayat (1) huruf b. adalah : a. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. 2. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 3.

serta sarana pelayanan umum secara terbatas. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Minimal berada pada jalan lokal b. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. industri manufaktur. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 2. Berada pada jalan lokal c. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 3.000 meter) 5. 3. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kidul Dalem 5. Prosentase perubahan maksimum 15% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1.3. 4. TPS. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kelurahan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. 3. 2. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Berada pada jalan lingkungan . Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf c. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. adalah : a. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. 5. 6. 5. industri manufaktur. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu.

perkantoran. kesehatan. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. TPS secara terbatas.(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 65 ayat (1) huruf d adalah : a. Perdagangan dan jasa. . 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. sub terminal.

Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. perkantoran. perkantoran. TPS secara terbatas. dan listrik 5. kesehatan. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf e. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. kesehatan. persampahan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 2. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. listrik dan telekomunikasi 5. persampahan. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. pertambangan. dan pertanian. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Minimal berada pada jalan lokal d. yaitu jaringan air bersih. yaitu jaringan air bersih. listrik dan telekomunikasi 5. air limbah. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). peribadatan.3. persampahan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. sub terminal. RTH. air limbah. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. persampahan. TPS secara terbatas. air limbah. listrik dan telekomunikasi 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. Minimal berada pada jalan lokal c. peribadatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. peribadatan. adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri. yaitu jaringan air bersih. drainase. drainase. Minimal berada pada jalan lokal b. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. RTH. 2. Perdagangan dan jasa. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Perdagangan dan jasa. drainase. sub terminal. 2. yaitu jaringan air bersih. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : .

industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. . perdagangan dan jasa. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. 3. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. perdagangan dan jasa. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas.1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. 2.

Tidak diperkenankan dibangun industri. dan TPS 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. . pemakaman. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. perkantoran. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3.2. 3. permukiman. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. adalah : a. 2. c. 3. dan TPS 2. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 65 ayat (1) huruf f. iklan/reklame. serta TPS dengan terbatas dan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan sarana transportasi stasiun KA tidak boleh berubah (7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 aya t (1) huruf g. 2. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. pemakaman. fasilitas pelayanan umum. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. kabel/tiang listrik. perdagangan dan jasa. perkantoran. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . 3. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. pertambangan dan pertanian. b. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. perkantoran. adalah : a. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. RTH. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pada stasiun KA dengan kode TR-2 : 1. 3.

Kawasan Pemerintahan.2. b. tercantum dalam lampiran 22 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. c. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 72 (1). d. FP-4 dan FP-5. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf f. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. FP-3. meliputi : a. 3. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. (2). K-2 dan K-5. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-2. .

dan/atau perusakan lingkungan). 2. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota tidak boleh berubah. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 3. b. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. TPS. Berada pada jalan lokal dengan penyediaan parkir yang cukup. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. gangguan keamanan. kecuali untuk perdagangan dan jasa skala regional 4. 2. adalah : a. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. TPS. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 4. halte.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf b. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. 3. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas 3. adalah : a. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala regional atau perumahan dengan model apartemen. Minimal berada pada jalan lokal c. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4.Pasal 73 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 67 ayat (1) huruf a. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. 3. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan . Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. TPS dengan syarat-syarat tertentu. pencemaran lingkungan.

dan jasa skala regional atau kota 4. 5. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 67 ayat (1) huruf c adalah : . industri manufaktur.

perkantoran. 2. pertambangan. drainase. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. 2. air limbah. Minimal berada pada jalan lokal c. air limbah. Perdagangan dan jasa. persampahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai.a. drainase. Tidak diperkenankan dibangun industri. air limbah. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota/regional 4. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. 3. TPS secara terbatas. persampahan. peribadatan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. sub terminal. pertambangan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. listrik dan telekomunikasi 5. dan pertanian. RTH. RTH. yaitu jaringan air bersih. RTH. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). TPS secara terbatas. perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. Minimal berada pada jalan lingkungan d. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. drainase. listrik dan telekomunikasi 5. persampahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. drainase. peribadatan. TPS secara terbatas. perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. 2. perkantoran. dan pertanian. peribadatan. air limbah. dan listrik 5. sub terminal. dan listrik 5. peribadatan. kesehatan. Minimal berada pada jalan lokal b. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. Minimal berada pada jalan lingkungan . Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. kesehatan. persampahan. 3. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan tidak boleh berubah 4. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. yaitu jaringan air bersih. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.

(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, adalah : a. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan; 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH, sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah

Bagian Keempat Ketentuan Perijinan

Pasal 74

(1) Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah dijadikan pedoman untuk : a. Penerbitan izin pemanfaatan ruang; b. Pengaturan tata guna tanah (Land Regulation); c. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan (2) Izin Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a meliputi: a. Izin prinsip; b. Izin Lokasi; c. Izin penggunaan pemanfaatan tanah; d. Izin Mendirikan Bangunan; dan e. Izin lain berdasarkan ketentuan perundang undangan. (3) Ketentuan Umum Perizinan Pemanfaatan Ruang di Kota Malang diatur sebagai ber ikut : a. Prosedur izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. b. Pemberian izin diberikan oleh pejabat yang berwenang dengan mengacu pada rencana detail tata ruang kota dan peraturan zonasi. c. Pemberian izin dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kewenangan dan kepentingan berbagai instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Izin prinsip dan izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan huruf b diberikan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang. e. Izin penggunaan pemanfaatan tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diberikan berdasarkan izin lokasi. f. Izin mendirikan bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d diberika n berdasarkan rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi.

Bagian Kelima Ketentuan Insentif dan Disinsentif

Pasal 75

(1) Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Perat

uran Daerah ini. (2) Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatas i, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini.

Pasal 76

(1) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah Daerah dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. (2) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan oleh instansi berwena ng sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 77

(1) Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: a. keringanan pajak; b. pemberian kompensasi; c. imbalan; d. sewa ruang; e. urun saham; f. penyediaan infrastruktur; g. kemudahan prosedur perizinan; dan/atau h. penghargaan. (2) Disinsentif kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: a. pengenaan pajak yang tinggi; b. pembatasan penyediaan infrastruktur; c. pengenaan kompensasi; dan/atau d. penalti. (3) Pemberian disinsentif kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) h arus dengan persetujuan DPRD.

Pasal 78

(1) Setiap orang yang berperan aktif menata lingkungan perumahan atau pemukiman dengan menyediakan taman, sumur resapan, atau kegiatan lainnya berhak atas insen tif berupa penghargaan. (2) Setiap orang yang tanah atau bangunan tempat tinggalnya terkena rencana pembangunan untuk kepentingan umum, berhak atas insentif berupa keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Pasal 80 Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang lebih lanjut diatur dengan Peraturan Da erah yang ditetapkan selambat-lambatnya satu tahun sejak diundangkannya Peraturan Dae rah ini. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan ketentuan perijinan . Bagian Keenam Arahan Sanksi Pasal 81 Arahan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a.Pasal 79 Tata cara pemberian insentif dan disinsentif sepanjang teknis pelaksaannya diatu r lebih lanjut dengan Peraturan Walikota yang disahkan paling lambat 6 (enam) bulan sete lah diundangkannya Peraturan Daerah ini.

pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun dan denda paling banyak Rp 5. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) . b. pemulihan fungsi ruang. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi pidana berupa: a. Setiap orang yang tidak memberikan akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum.000. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1.00 (lima ratus juta rupiah).00 (seratus juta rupiah). pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi .000. (2) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1).00 (lima miliar rupiah). penutupan lokasi. pembatalan izin. penghentian sementara pelayanan umum. pencabutan izin. d.000. penghentian sementara kegiatan. g.500. d.000. c. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi administratif berupa: a.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100.00 (satu miliar lima ratus juta rupiah). c.000.000. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kematian orang. f. b. pembongkaran bangunan.pemanfaatan ruang . dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahu n dan denda paling banyak Rp 500. e. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang. denda administratif. dan/atau i. Pasal 82 (1) Arahan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang akan dilakukan dengan pemberian sanksi administratif dan sanksi pidana.000. pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin pemanfaatan ruang yan g tidak sesuai dengan rencana tata ruang. peringatan tertulis. (3) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). e. c. Tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang. b. Setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang. h.000.

tahun dan denda paling banyak Rp500.000. pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak dengan hormat dari jabatannya.000. PERAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban . KEWAJIBAN. BAB V HAK. Selain sanksi pidana.00 (lima ratus juta rupiah).

c.Pasal 83 Dalam penataan ruang. b. c. peringatan tertulis. memelihara kualitas ruang. penutupan lokasi. memelihara ketentuan penggunaan dan ketentuan teknis yang berlaku pada bangunan/lahan yang dikuasainya. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang. e. Pasal 84 (1) Dalam penataan ruang. f. (2) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud pa da ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa: a. c. pencabutan izin. setiap orang berhak: a. mengetahui rencana tata ruang. . b. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang. pemanfaatan. penghentian sementara pelayanan umum. berlaku tertib dalam keikutseraannya dalam penyusunan. d. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan. d. d. pembatalan izin. e. b. dan f. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaa n kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian. mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya. dan pengendalian penataan ruang. pembongkaran bangunan. penghentian sementara kegiatan. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang. setiap orang wajib: a. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang. dan/atau g. e. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum.

(2) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana detail tata ruan g kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat berbentuk : a. antara lain. dan/atau c. . pemberian kejelasan hak atas ruang kawasan. partisipasi dalam pemanfaatan ruang. partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang. me lalui: a.Bagian Kedua Partisipasi Masyarakat Pasal 85 (1) Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang dapat dilakukan. partisipasi dalam penyusunan rencana detail tata ruang kota. b.

Bagian Ketiga Koordinasi dan Kelembagaan Pasal 86 (1) Ruang lingkup koordinasi penataan ruang daerah meliputi : a. Pengendalian pemanfaatan ruang. memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan kawasan. pemanfaatan ruang daratan dan ruang udara berdasarkan peraturan perundanganundangan. dan atau g. dan atau f. b. bantuan dana.b. e. penyelenggaraan kegiatan pembangunan berdasarkan rencana rinci tata ruang kawasan. c. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang sebagaimana dimak sud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk : a. pemberian informasi saran. air. d. (4) Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara partisipasi masyarakat dalam penat aan ruang diatur dengan Peraturan Walikota yang selambat-lambatnya ditetapkan 6 (enam) bul an setelah diundangkannya Peraturan Daerah ini. b. f. bantuan pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban dalam kegiataan pemanfaatan ruang kawasan dan peningkatan kualitas pemanfaatan ruang kawasan. perubahan atau konvensi pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang kawasan. udara. d. adat. dan sumber daya alam lain untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan yang berkualitas. pemberian usulan dalam penentuan lokasi dan bantuan teknik dalam pemanfaatan ruang. atau kebiasaan yang berlaku. dan atau b. agama. konsolidasi pemanfaatan tanah. termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. c. kegiatan menjaga. pertimbangan atau pendapat dalam penyusunan rencana pemanfaatan ruang. . kerjasama dalam penelitian dan pengembangan e. dan c. bantuan tenaga ahli. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berbentuk : a. bantuan pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. Perencanaan tata ruang. pengawasan terhadap pemanfaatan ruang kawasan di wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II. pemberian tanggapan terhadap rancangan rencana rinci tata ruang kawasan. Pemanfaatan ruang.

c. .(2) Walikota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang membentuk BKPRD Kota (3) Susunan Keanggotaan BKPRD Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2). terdiri a tas : a. b. mengoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota. d. Perencanaan tata ruang meliputi : 1. Ketua : Sekretaris Daerah Kota Sekretaris : Kepala Bappeda Kota Anggota : SKPD terkait penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (4) BKPRD Kota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas : a. Penanggung jawab : Walikota dan Wakil Walikota.

7. dan pelaporan penyelenggaraan penataan ruang. memaduserasikan. melakukan fasilitasi pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga konsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang. Pengendalian pemanfaatan ruang meliputi : 1. melakukan fasilitasi pelaksanaan pemantauan. mengintegrasikan. rencana tata ruang pulau/kepulauan. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. Pemanfaatan ruang meliputi : 1. rencana tata ruang wilayah provinsi. dan mengharmonisasikan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan rencana tata ruang wilayah nasional. mengoptimalkan peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang. (5) BKPRD Kota menyelenggarakan pertemuan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 ( tiga) . dan 8. menjaga akuntabilitas publik sebagai bentuk layanan pada jajaran pemerintah. 3. 3. dan 6. memberikan rekomendasi guna memecahkan permasalahan dalam pemanfaatan ruang kabupaten/kota. melakukan identifikasi dalam pelaksanaan insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan kabupaten/kota terkait. 4. 6. 5. 2. memberikan informasi dan akses kepada pengguna ruang terkait rencana tata ruang kabupaten/kota. dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang berbatasan. mengoordinasikan proses penetapan rencana tata ruang kabupaten/kota. rencana tata ruang kawasan strategis nasional. mengoordinasikan pelaksanaan konsultasi rancangan peraturan daerah tentang rencana tata ruang kabupaten/kota kepada BKPRD Provinsi dan BKPRN. swasta. mengoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten/kota. dan 6. 4. mensinergikan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan antar kabupaten/kota yang berbatasan. mengoordinasikan pelaksanaan evaluasi rencana tata ruang kabupaten/kota ke provinsi. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang. 3. memaduserasikan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah dengan rencana tata ruang kabupaten/kota serta mempertimbangkan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan melalui instrumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). 4. memberikan rekomendasi perizinan pemanfaatan ruang kabupaten/kota. evaluasi. c. dan memberikan pengarahan serta saran pemecahannya. melakukan fasilitasi pelaksanaan kerjasama penataan ruang antar kabupaten/kota.2. rencana tata ruang kawasan strategis provinsi. 2. dan masyarakat. 5. 5. mengoordinasikan penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam pemanfaatan ruang baik di kabupaten/kota. b.

(8) Walikota memerintahkan SKPD terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi BKPRD Kota sebagaimana dimaksud dalam ayat (6). b. (9) Dalam melaksanakan tugasnya. meminta bahan yang diperlukan dari SKPD Kota. (7) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaiamana dimaksud dalam ayat (4). dan c. dapat : a.bulan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan penataan ruang. membentuk Tim Teknis untuk menangani penyelesaian masalah-masalah yang bersifat khusus. (6) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) menyampaikan laporan pelaksanaan tugas BKPRD Kota dan rekomendasi secara berkala kepada Walikota. BKPRD Kota dibantu : . menggunakan tenaga ahli yang diperlukan.

(4) Apabila pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memerlukan tindakan penangkapan dan penahanan. e. b. dan b. c. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang sehubungan dengan peristiwa tindak pidana dalam bidang penataan ruang. melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. (3) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahu kan dimulainya penyidikan kepada pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indones ia. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. (2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang: a.a. melakukan pemeriksaan di tempat tertentu yang diduga terdapat bahan bukti dan dokumen lain serta melakukan penyitaan dan penyegelan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dalam bidang penataan ruang. BAB VI PENYIDIKAN Pasal 87 (1) Selain pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. d. pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan instansi pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawab nya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk membantu pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. penyidik pegawai negeri sipil melakukan koordinasi dengan pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sesuai . Sekretariat BKPRD Kota. dan f. melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. Kelompok Kerja.

pelanggaran ketentuan arahan peraturan zonasi. . b. c. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. BAB VII KETENTUAN SANKSI Pasal 88 (1) Setiap orang atau badan dilarang melakukan pelanggaran berupa : a.dengan ketentuan peraturan perundangundangan. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ru ang Malang Tengah. (6) Pengangkatan pejabat penyidik pegawai negeri sipil dan tata cara serta prose s penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (5) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaika n hasil penyidikan kepada penuntut umum melalui pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia.

penghentian sementara kegiatan. g. hu ruf d. penghentian sementara pelayanan umum. d. penutupan lokasi. denda administratif. peringatan tertulis. huruf b. dan/atau g. f. (3) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf c dikenakan sa nksi administratif berupa: a. (2) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a. penghentian sementara pelayanan umum. pencabutan izin. denda administratif. h.d. f. f. dan/atau g. e. pemulihan fungsi ruang. pembongkaran bangunan. penutupan lokasi. b. pembatalan izin. peringatan tertulis. (4) Sanksi administratif yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota . pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. dan/atau i. dan huruf g dikenakan sanksi administratif berupa: a. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruan g yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. huruf e. huruf f. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. c. e. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. b. e. d. c. penghentian sementara kegiatan. pembongkaran bangunan. pemulihan fungsi ruang.

l. Lampiran 4 : Peta rencana skala pelayanan. Lampiran 6 : Peta rencana rute angkutan kota. Lampiran 11 : Peta rencana peruntukkan blok. Lampiran 2 : Peta rencana blok peruntukkan. b. c. (2) RDTRK Malang Tengah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi dengan lampiran meliputi : a. Lampiran 9 : Peta rencana jaringan air bersih. Lampiran 1 : Peta rencana struktur ruang. Lampiran 3 : Peta rencana sub blok peruntukkan.BAB VIII PENUTUP Pasal 89 (1) RDTRK Malang Tengah memiliki jangka waktu 20 (dua puluh) tahun semenjak ditetapkan dalam Peraturan Daerah. f. h. g. Lampiran 10 : Peta rencana peningkatan sistem drainase. i. Lampiran 12 : Peta rencana koefisien KDB. Lampiran 5 : Peta rencana fungsi jalan. j. d. Lampiran 8 : Peta rencana jaringan telekomunikasi. e. . k. Lampiran 7 : Peta rencana jaringan listrik.

n. Lampiran 21 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan V. p. o. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang. u. Lampiran 17 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan I. t. Lampiran 13 : Peta rencana koefisien KLB. (3) rencana detail tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Lampiran 18 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan II.m. Lampiran 15 : Rencana Indikasi Program. r. Agar setiap orang mengetahuinya. Lampiran 22 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan VI. s. Lampiran 19 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan III. . Lampiran 20 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan IV. q. Pasal 90 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksan aannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota Pasal 91 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Lampiran 16 : Tabel klasifikasi zonasi p. Lampiran 14 : Peta rencana garis sempadan bangunan.

ttd ( .Ditetapkan di Malang pada tanggal WALIKOTA MALANG.) .

mampu mengakomodir aktivitas kota dan dapat dipedomani oleh setiap stakeholder d alam pembangunan kota.. II.. maupun faktor eksternal.. Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala d alam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi d i lapangan..... baik internal maupun eksternal.... maka Pemerintah Kota Malang perlu untuk menyempurnakannya. pemanfaatan ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor..PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR ...TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA I. yang banyak menyebabkan ketidak seimbangan struktur dan fungsional ruang kota sekaligus ketidakteraturan ruang k ota. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup Jelas Pasal 2 Cukup Jelas Pasal 3 .. baik dalam format evaluasi maupun revisi supaya RDTRK tersebut agar tetap aktual .... UMUM Perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan cenderung menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh adanya peningkatan intensitas (ruang).. Dalam implementasinya. sehingga apabila nyata-nyata dirasakan terjadi penyimpangan atau pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK). baik karena faktor internal..

Cukup Jelas Pasal 4 Cukup Jelas Pasal 5 Cukup Jelas Pasal 6 Cukup Jelas Pasal 7 Cukup Jelas Pasal 8 Cukup Jelas Pasal 9 Cukup Jelas Pasal 10 Cukup Jelas Pasal 11 Cukup Jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) .

Trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki .Definisi KKOP atau kawasan keselamatan operasional penerbangan berdasarkan peraturan menteri perhubungan km no. Sedangkan penetapan jalan kolektor sekunder ditetapkan berdasarkan SK Gubernur.44 tahun 2005 tentang pemberlakuan SNI 037112-2005 mengenai kawasan keselamatan operasional penerbangan sebagai standart wajib adalah wilayah daratan/dan atau perairan dan ruang udara di sekit ar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 13 Cukup Jelas Pasal 14 Fungsi Jalan arteri sekunder ditetapkan berdasarkan Kepmen PU No. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Zebra cross merupakan marka berupa 2 garis utuh melintang jalur lalu lintas dan/atau berupa rambu perintah yang menyatakan tempat penyeberangan pejalan kaki. 631 Tahun 2009 tentang status jalan nasional. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara.105/DRJD/96 : . Pasal 15 Ayat (1) Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun 1993 yang dimaksud dengan : Halte adalah tempet pemberhentian kendaraan umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan penumpang. 630 tahun tahun 2009 tentang Penetapan Ruas ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri dan Jalan Kolektor 1 dan Kepmen PU No. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Berdasarkan Keptusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.

sepanjang 50 meter sesudah jembatan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan. karakteristik kecepatan. Sedangkan yang dimaksud dengan Sistem Parkir off street adalah parkir di luar badan jalan dan/atau di gedung ataupun tempat parkir khusus. Pola parkir on-street dibedakan menjadi : pola parkir pararel. sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. sifat peruntukkan lahan disekitarnya dan peranan jalan yang bersangkutan. sepanjang tidak menimbulkan kemacetan dan menimbulkan bahaya. Yang dimaksud dengan Sistem Parkir on memanfaatkan badan jalan. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah akses bangunan gedung. dimensi kendaraan. Larangan parkir on-street pada badan jalan antara lain : sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah tempat penyeberangan. dan pola parkir meyudut. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter. b. . sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis.a. volume lalu lint as pada jalan yang bersangkutan. street adalah parkir yang Penentuan sudut parkir on-street ditentukan oleh : lebar jalan.

c. keluar masuk kendaraan yang dikendalikan melalui karcis dengan waktu tercatat.Fasilitas parkir off street untuk umum adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan tersendiri. Kriteria penyediaan taman parkir antara lain : rencana umum tata ruang daerah (RUTRD). Kriteria tarif parkir golongan C : kawasan parkir pada fasilitas parkir umum dengan maksud pengendalian parkir. dapat diberlakukan tarif park ir secara progresif. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. yang dapat. daerah komersil atau pertokoan.5 waktu yang lama.. Kriteria tarif parkir golongan A : uk maksud pengendalian parkir. Penetapan tarif parkir adalah salah satu cara pengendalian lalu-lintas. Fasilitas parkir off street sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama. daerah dengan derajat Kriteria tarif parkir golongan B : parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt uk maksud pengendalian parkir. Kriteria penyediaan gedung parkir antara lain : tersedia tata guna lahan. parkir tarif yang rendah. kelestarian lingkungan. keselamatan dan kelancaran lalu lintas. kemudahan bagi pengguna jasa. memenuhi persyaratan konstruksi dan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 16 Cukup Jelas Pasal 17 . juga tidak semata -mata untuk memperoleh keuntungan material dan/atau finansial. parkir dengan dapat tanpa pembayaran atau dengan pengendalian lalu lintas rendah. tarif parkir dapat diberlakukan relatif tinggi. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani. memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. untuk mengendalikan lalu-lintas. parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt dengan frekuensi parkir relatif rendah (1. daerah perumahan. daerah kendaraan/SRP/hari). meningkat sesuai dengan lamanya parkir. Perhitungan tarif parkir tidak didasarkan atas perhitungan pengembalian biaya investasi dan operasional. daerah dengan frekuensi parkir relatif tinggi (20 kendaraan/SRP/hari). tersedianya tata guna lahan. tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Pasal 23 Ayat (1) . Ayat (2) Sanimas adalah sanitasi masyarakat. merupakan suatu program berbasis masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan.Cukup Jelas Pasal 18 Cukup Jelas Pasal 19 Cukup Jelas Pasal 20 Cukup Jelas Pasal 21 Cukup Jelas Pasal 22 Ayat (1) Pengolahan limbah dengan on-site system merupakan sistem pembuangan air limbah yang dilakukan secara individual atau perorangan melalui pengolahan dan pembuangan air limbah setempat.

Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Peran serta masyarakat mulai dari sumber (rumah tangga) antara lain pengurangan dan pemilahan Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 26 Ayat (1) . Hulu mempunyai arti kawasan penghasil sampah seperti kawasan permukiman. Recycle adalah mendaur ulang barang. Hilir mempunyai arti tempat pengolahan sampah mulai dari depo TPS TPA. Program 3R meliputi Reduce. Re-use adalah pemakaian kembali. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Incenerator (Medical Waste Incinerator) adalah mesin yang digunakan untuk membakar sisa sampah dari limbah medis Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Re-use dan Recycle.Proses pemisahan sampah organik dan non organik harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. kawasam perdagangan dan jasa maupu kawasan untuk fungsi kegiatan fasilitas umum. Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan.

terencana dan terorganisasi.Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 27 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Kepanjangan dari Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa. Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) RP4D (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah) merupakan acuan kerja untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara teratur. .

pengaman sarana kota dan mampu menjadi areal penyerapan air. Taman kota adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang mempunyai batas tertentu. mempertahankan dan meningkatkan kondisi lahan beserta semua kelengkapannya dengan melakukan penanaman pohon pelindung. Ayat (2) Penghijauan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk memelihara.Pasal 28 Cukup Jelas Pasal 29 Cukup Jelas Pasal 30 Cukup Jelas Pasal 31 Cukup Jelas Pasal 32 Ayat (1) Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan. Kebun bibit adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang digunakan sebagai tempat penangkaran bibit pohon pelindung dan bibit tanaman hias. lestari dan inda h dengan menggunakan material taman. Jalur Hijau adalah Ruang Terbuka Hijau untuk keserasian lingkungan dengan tujuan konservasi tanah. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas . perlindungan areal khusus dan penyegaran udara yang terletak disepanjang jalan. perdu/semak hias dan rumput/ penutup tanah dalam upaya melestarikan tanaman dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. material buatan dan unsur-unsur alam untuk menjadi fasilitas sosial kota. ditata dengan serasi. lingkungan peresapan air.

dimana dalam penyediaannya 20% merupakan RTH publik dan 10% merupakan RTH privat. Saat ini RTH publik di Malang Tengah hanya seluas 1.169. Ayat (11) Kawasan ruang terbuka non hijau merupakan kawasan yang yang secara fisik bukan berbentuk bangunan gedung dan tidak dominan ditumbuhi tanaman ataupun permukaan berpori.91 M2 (13. dapat berupa perkerasan.24 %) dan RTH privat seluas 1.260.830.249. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang telah mengatur tentang luasan RTH yang disyaratkan untuk kawasan perkotaan sebesar 30% dari luasan kota. badan air ataupun kondisi tertentu lainnya.Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (10) Berdasarkan UU No.56 M2 (12. .073.15 %) dari luasan Malang Tengah sebesar 883 Ha (=8.000 M2).

bangunan talud atau pengaman sungai.Ayat (12) Cukup Jelas Pasal 33 Cukup Jelas Pasal 34 Cukup Jelas Pasal 35 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Yang dimaksud bangunan dengan fungsi fungsi penunjang kawasan lindung antara lain meliputi bangunan pengontrol ketinggian air di sempadan sungai. dll. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup Jelas .

Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Definisi eksporasi atau penelitian upaya untuk melakukan eksporasi atau peneliti an terhadap variabel/elemen/unsur yang mempunyai nilai sejarah dan memiliki karakte r khusus sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya pelestarian terhadap bangunan dan lingkungan cagar budaya. Definisi preservasi adalah tindakan atau proses penerapan langkah-langkah dalam mendukung keberadaan bentuk asli. serta bentuk tanaman yang ada dalam tapak.Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 37 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kajoetangan straat merupakan koridor sepanjang Jalan Basuki Rahmat. disamping pemeliharaan material bangunan bersejarah tersebut . keutuhan material bangunan/struktur. Kajoetanganstraat-Semeroestraat merupakan koridor Jalan Semeru. Tindakan ini dapat disertai dengan menambahkan penguat-penguat pada struktur.

los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama. Pemerintah Daerah. Swasta. yang sudah kehilangan vitalitas fungsi aslinya Definisi addisi adalah Menempatkan/ membuat bangunan/elemen bangunan baru yang sesuai dengan karakter kawasan. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko.Definisi konservasi adalah Memelihara dan melindungi tempat-tempat yamg indah dan berharga. agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. Definisi restorasi adalah kegiatan mengembalikan suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi awalnya secara lengkap dan utuh untuk pemakaian yang sama seperti semula. arsitektur dan budaya Definisi renovasi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi yang menyerupai awalnya untuk pemakaian yang berbeda dari semula. agar tidak terlantar. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama. dengan cam memperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan sekarang. kios. seraya melestarikan bagian-bagian dan wujud-wujud yang menonjol (penting) dinilai dari aspek sejarah. Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau bebera . swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern : Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. menengah. Definisi rekonstruksi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya yang sebagian besar telah hancur tidak berbentuk lagi Definisi adaptasi/revitalisasi adalah Meningkatkan kegiatan social dan ekonomi lingkungan bersejarah. Definisi rehabilitasi adalah sebuah proses mengembalikan obyek agar berfimgsi kembali. Definisi gentrifikasi adalah kegiatan menghidupkan-kembali kegiatan di suatu lingkungan yang telah ditinggalkan penghuninya Definisi demolisi adalah Penghancuran atau perombakan suatu lingkungan binaan yang sudah rusak atau membahayakan Pasal 38 Cukup Jelas Pasal 39 Cukup Jelas Pasal 40 Cukup Jelas Pasal 41 Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional.

Pasal 42 Cukup Jelas Pasal 43 Cukup Jelas Pasal 44 Cukup Jelas Pasal 45 Cukup Jelas . yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang. Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan. Department Store.pa bangunan yang didirikan secara vertikal maupun horizontal. menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket. Toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri. Supermarket.

kawasan Pasar Besar dan sekitarnya serta kawasan strategis lainnya yang mempunyai nilai ekonomi cuku p tinggi) Pasal 52 Cukup Jelas Pasal 53 Cukup Jelas Pasal 54 Cukup Jelas Pasal 55 Cukup Jelas Pasal 56 ATM ( Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia.Pasal 46 Cukup Jelas Pasal 47 Cukup Jelas Pasal 48 Cukup Jelas Pasal 49 Cukup Jelas Pasal 50 Cukup Jelas Pasal 51 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kawasan strategis yang dimaksud meliputi kawasan cagar budaya (kawasan kayu tangan) dan kawasan strategis ekonomi (kawasan Pusat Kota. Pasal 57 Cukup Jelas .

Pasal 58 Cukup Jelas Pasal 59 Cukup Jelas Pasal 60 Cukup Jelas Pasal 61 Cukup Jelas Pasal 62 Cukup Jelas Pasal 63 Cukup Jelas Pasal 64 Cukup Jelas Pasal 65 Cukup Jelas Pasal 66 Cukup Jelas Pasal 67 Cukup Jelas Pasal 68 Cukup Jelas .

Pasal 69 Cukup Jelas Pasal 70 Cukup Jelas Pasal 71 Cukup Jelas Pasal 72 Cukup Jelas Pasal 73 Pasal 68 ini hanya menjelaskan tentang jenis ijin pemanfaatan ruang besertaketentuan umum perijinan pemanfaatan ruang berdasarkan PP No. 15 Tahun 2010. Pasal 74 Cukup Jelas Pasal 75 Cukup Jelas Pasal 76 Cukup Jelas Pasal 77 Cukup Jelas Pasal 78 Cukup Jelas Pasal 79 Cukup Jelas Pasal 80 Cukup Jelas Pasal 81 Cukup Jelas Pasal 82 Cukup Jelas . Sedangkan proses atau mekanisme dari ijin pemanfaatan ruang ini akan dijelaskan lebih detail dalam Peraturan walikota. 50 tahun 2009. 1 tahun 2008 dan permendagri no. permendagri no.

Ayat (2) Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang disingkat BKPRD adalah Badan yang bersifat ad-hoc di Provinsi dan di Kabupaten/Kota dan mempunyai fungsi membantu pelaksanaan tugas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam koordinasi penataan ruang di daerah. hubungan kerja dan penyaluran tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan suatu tugas untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dan/atau tumpang tindih. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas .Pasal 83 Cukup Jelas Pasal 84 Cukup Jelas Pasal 85 Cukup Jelas Pasal 86 Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 : Ayat (1) Koordinasi adalah upaya mencapai suatu kesatuan sikap pandangan dan gerak langkah melalui kegiatan yang meliputi penentuan pembagian pekerjaan.

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 87 Cukup Jelas Pasal 88 Cukup Jelas Pasal 89 Cukup Jelas Pasal 90 Cukup Jelas Pasal 91 Cukup Jelas .

.

Lampiran 1 .

Lampiran 2 .

Lampiran 3 .

Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 .

Lampiran 7 .

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

Lampiran 10 .

Lampiran 11 .

Lampiran 12 .

Lampiran 13 .

Lampiran 14 .

Tahun 2030 Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana .Lampiran 15 Tahapan Indikasi Program Pembangunan di Kecamatan Klojen Tahun 2010 .

Melakukan fisibility study (studi kelayakan) pelebaran jalan Jalan Panglima Sudirman.(Tahun 20102011) (Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) 1 Transportasi Program pelebaran jalan untuk menyesuaikan fungsi jalan . Jalan Laksamana Martadinata dan .

Jalan Pasar Besar (dan beberapa ruas jalan yang ada di kawasan Pasar Besar)

300 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Penyusunan Amdal Lalin

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Sosialisasi dan pembebasan lahan

100 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Pelaksanaan pembangunan

450 jt APBD I, APBD II Dinas PU Program pepembangunan sarana dan prasarana jalan

50 jt

. Pembangunan Halte, Jembatan penyebrangan, dan zebra cross serta pot dan lampu penerangan di sepanjang kawasan

kayutangan, di Jalan Veteran, Jalan Kawi, di sekitar Pasar Besar, di Pasar Comboran, Jalan Myjen Panjaitan, Jl. Trunojoyo, di sekitar Alun-alun Merdeka dan di sekitar Alunalun Tugu.

75 jt/tahun APBD II Dinas Perhubungan, Dinas PU , Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelebaran trotoar dan perbaikan trotoar Pelebaran (di Alun alun Merdeka dan sekitarnya serta kawasan Pasar Besar) dan Perbaikan (di semua ruas jalan)

50 jt/tahun APBD II Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Penataan Parkir

. Studi Revitalisasi Pasar Besar untuk menampung kapasitas parkir di area sekitarnya Kawasan Pasar Besar

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar . Sosialisasi parkir bersama di lokasi Pasar Besar Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar

Program Pengembangan (Aspek)

Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program

No.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana

(Tahun 20102011)

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030)

. Sosialisasi Pengembalian Rute Angkutan Umum sesuai dengan rute yang seharusnya Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bapeko, Paguyuban Angkutan Umum . Sosialisasi sistem tarif progresif dan parkir berlangganan Kawasan Pasar Besar

DED dan pelaksanaan pembangunan Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Sekitar Pasar Comboran . Bappeda. Dinas Pasar . Masyarakat .75 jt APBD II Dinas Perhubungan. Dinas Pasar . Dinas Pendapatan Daerah. Studi Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Kawasan Pasar Comboran 150 jt APBD II Dinas Perhubungan. Bappeda. Dinas Pendapatan Daerah. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar.

jalan arteri sekunder dan jalan kolektor 200 jt APBD II Bappeda. masyarakat sekitar 2 Kependudukan Manajemen Kependudukan . Dinas PU. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar. Dinas Pendapatan Daerah. Dinas Pasar .300 jt APBD II Dinas Perhubungan. Pemasangan ramburambu dilarang parkir on street di semua jalan arteri primer. Bappeda.

masyarakat sekitar . Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat 75 jt/tahun APBD II Bappeda.. Aparat kecamatan dan kelurahan. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . Tokoh masyarakat.

Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 75 jt/tahun APBD II Bappeda. masyarakat sekitar 3 Fasilitas Program Peningkatan (kualitas dan kuantitas) Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan . regristasi penduduk. Aparat kecamatan dan kelurahan.75 jt/tahun APBD II Bappeda. Aparat kecamatan dan kelurahan. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. Tokoh masyarakat. pelanggaran. masyarakat sekitar . Tokoh masyarakat.

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Bappeda . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas pendidikan (peningkatan mutu tenaga kependidikan dan manajemen kependidikan) baik pendidikan formal maupun non formal Di seluruh unit fasilitas pendidikan mulai TK sampai SMA baik milik swasta atau pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendidikan. Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (baik formal maupun non formal .

Pelaksanaan . Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan (sarana dan prasarana fasilitas pendidikan) Di seluruh unit fasilitas pendidikan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan. Swasta/investor . Bappeda .termasuk sosialisasi PHBS ke masyarakat) Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Kesehatan.

Sosialisasi Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas . Swasta/investor Program Penyediaan Fasilitas Perumahan .pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan.

Dinas PU. Dinas PU. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun .100 jt APBD II Bappeda.alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar 150 jt APBD II Bappeda. Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) . Tokoh Masyarakat .

alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Dinas PU. Pelaksanaan Pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Pelaksanaan Pembangunan Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas 1 M APBD II dan APBN Dinas PU .150 jt APBD II Bappeda.

Pelaksanaan Pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) 5 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor Program Peningkatan Fasilitas RTH .10 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor .

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Dinas PU. Pelaksanaan kegiatan pembangunan Di sepanjang sempadan Sungai Brantas . Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Sosialisasi lahan konservasi di sepanjang Sungai Brantas Di sepanjang sempadan Sungai Brantas 50 jt/tahun APBD II Bappeda.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) .

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program penghijauan .100 jt/tahun APBD II Dinas PU. Sosialisasi Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelaksanaan Kegiatan minimal menanam 1 .

Sehat dan Hijau Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun APBD II Dinas Kebersihan dan Pertamanan Utilitas Program Peningkatan Pelayanan Air Bersih .pohon pada 1 rumah Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen Swadaya Masyarakat Masyarakat . Program Lomba Kampung Bersih.

Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PDAM PDAM ..

PDAM PDAM Program Peningkatan Pelayanan Listrik . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PLN PLN . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .

Normalisasi dan rehabilitasi saluran yang ada Jalan Pajajaran.50 jt/tahun PLN PLN Program Peningkatan Kondisi Drainase . Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman . Jalan Veteran. Jalan Kertanegara.

100 jt/tahun APBD II Dinas PU . Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin 75 jt/tahun APBD II Dinas PU . Jalan Tugu. Rehabilitasi dan perbaikan prasarana drainase Jalan Trunojoyo. Membangun Saluran Baru Jl. Jalan Veteran. Mayjen Panjaitan 100 jt APBD II Dinas PU .

.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

Sosialisasi Program Sanimas Komunal Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) dan di seluruh saluran yang ada Program Peningkatan Kondisi Sanitasi .

Sosialisasi Program 3R Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Dinas PU Program Penanganan Sampah . Penentuan Lokasi Sanimas Komunal dan Pelaksanaan Pembangunan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 150 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas PU .75 jt/tahun APBD II Bappeda.

Lomba Hijau dan Bersih dalam Pengolahan Sampah dan RTH Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Dinas Kebersihan dan Pertamanan .75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Program Komposting dan 3R di TPS Di seluruh Lokasi TPS 100 jt/tahun APBD II Bappeda.

100 jt/tahun APBD II Bappeda. . Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Peningkatan Pelayanan Jaringan Telepon . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .

Pengembangan instalasi telepon Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .Pembangunan sentral telepon baru Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .

100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) Program Peningkatan Pelayanan Menara Telekomunikasi . Studi Mastrplan penetapan Lokasi BTS Kota Malang 200 jt/tahun .

Swasta . Pelaksanaan kegiatan penataan dan pemasangan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 1 M Investor/Swasta Dinas Komunikasi dan Informatika. Bappeda . Sosialisasi terhadap seluruh provider Kota Malang 75 jt/tahun APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Bappeda .APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) Program Peningkatan Pelayanan Internet . Alunalun Tugu dan sekitarnya serta Taman Senaputra . Pemanfaatan lahan RTH untuk akses internet Alun-alun Merdeka dan sekitarnya.

75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta . perkantoran. kesehatan. perdagangan dan pariwisata) Di seluruh Fasilitas umum yang ada di Kecamatan Klojen 75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta 4 Perdagangan dan Jasa Program Penataan Kawasan Perdagangan dan Jasa . Penambahan akses internet di semua fasilitas umum (pendidikan.

Studi Revitalisasi Kawasan Pasar Besar Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 300 jt APBD II Bappeda. DED Pembangunan Pasar Besar Pasar Besar 300 jt APBD II Bappeda. Dinas Pasar . Pelaksanaan Kegiatan Revitalisasi dan Pembangunan Kawasan Pasar Besar .. Dinas Pasar .

DED Pembangunan Pasar Klojen Pasar Klojen 200 jt APBD II Bappeda. Dinas Pasar .Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 2 M APBD II dan swasta Dinas Pasar dan Swasta . Pelaksanaan pembangunan Revitalisasi Pasar Klojen Pasar Klojen .

1 M APBD II Dinas Pasar dan Swasta . Sosialisasi pemindahan pedagang di dalam Pasar Comboran Pasar Comboran 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Sosialisasi Central PKL Di Kawasan Pasar . Paguyuban Pedagang Kaki Lima Program Penataan Sektor Informal . Dinas Pasar.

di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendapatan Daerah.Besar. Paguyuban Pedagang Kaki Lima . Satpol PP. Bappeda.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Paguyuban Pedagang Kaki Lima 5 Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Program Upaya Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar . Bappeda. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 150 jt/lokasi APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Satpol PP. Pembangunan Central PKL Di Kawasan Pasar Besar.

Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Studi Penentuan dan Klasifikasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Kota Malang 200 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Penyusunan Peraturan Daerah Cagar Budaya Kota Malang . Bappeda .Budaya .

Pelaksanaan pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Di Kecamatan Klojen 50 juta/5 tahun/bangunan .350 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Bappeda . Sosialisasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya dan Upaya Pelestariannya Di Kecamatan Klojen 75 juta/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.

Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat .APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Bappeda 6 Peningkatan Kualitas SDM Program Manajemen Kependudukan dan Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pembangunan .

Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 300 jt/tahun APBD II BLK. regristasi penduduk. pelanggaran. masyarakat . Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . masyarakat . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.300 jt/tahun APBD II BLK. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.

masyarakat Sumber : Hasil Rencana .300 jt/tahun APBD II BLK. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.

. Porterfield & Hall (1995). mempunyai halaman depan. Chiara (1984). . . Merefleksikan pola-pola pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. Chiara & Koppelman (1975) .Lampiran 16 Daftar Klasifikasi dan Kodefikasi Zona pada BWK Malang Tengah FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Lynch (1962). Mengakomodasi bermacam tipe hunian dalam rangka mendorong penyediaan hunian bagi semua lapisan masyarakat. Green (1981). Menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi di seluruh wilayah kota. . 1 R-1 = Rumah Tunggal Bangunan dengan strukur tunggal. Pendekatan : Tipe Bangunan Rujukan : . . samping kanan dan kiri serta belakang. . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Perumahan .

Tiap-tiap unit hunian memiliki atap tersendiri. provinsi. Umumnya memiliki lantai lebih dari satu 3 R-3 = Apartemen Rumah susun di kawasan komersil bagi masyarakat menengah ke atas Komersial . rekreasi. meliputi : dimensi. intensitas. jasa. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . beberapa kota/kabupaten). Menyediakan peraturanperaturan yang jelas pada kawasan Perdagangan dan Jasa. dan pelayanan masyarakat. dan disain. Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . pertokoan. indonesia. Menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerja. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. 5 K-1 = Regional Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan regional (internasional.. 2 R-4 = Rumah Deret/Town House Bangunan gandeng yang hanya dipisahkan oleh dinding. .

Menjamin pembangunan industri yang . 8 K-4 = Kelurahan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kelurahan. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . Menyediakan ruangan bagi kegiatankegiatan industri dan manufaktur dalam upaya meningkatkan keseimbangan antara penggunaan lahan secara ekonomis dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja. 7 K-3 = Kecamatan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan Kecamatan. . Memberikan kemudahan dalam fleksibilitas bagi industri baru dan redevelopment proyekproyek industri. Industri . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU 6 K-2 = Kota Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kota/kabupaten atau melayani .. 9 K-5 = Lingkungan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan lingkungan. .

air maupun suara yang mengganggu lingkungannya. . serta industri yang mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. baik udara. . 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. dampak Rujukan : .berkualitas tinggi. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas sosial dan umum sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. dan melindungi penggunaan industri serta membatasi penggunaan non industri. 10 I-1 = Tidak Mengganggu Industri yang non limbah. menimbulkan polusi. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Merefleksikan pola-pola . Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. maupun suara yang kecil dan yang tidak mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. 11 I-2 = Mengganggu Industri yang mempunyai limbah. baik udara. dengan tingkat polusi. Pendekatan : Pencemaran. air. Fasilitas Pelayanan . Keputusan Kepala Bapedal No. . Mengakomodasi bermacam tipe fasilitas sosial dan umum untuk mendorong penyediaan pelayanan bagi semua lapisan masyarakat.

Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . . Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. 13 FP-2 = Kota Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kota/Kabupaten. . Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. 12 FP-1 = Regional Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Internasional. Indonesia. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Keputusan Kepala Bapedal No. provinsi. 14 . 17 Tahun 2001 tentang Jenis . 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting.pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. beberapa kota/kabupaten. .

Pemerintahan. .FP-3 = Kecamatan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kecamatan. Pendekatan : . 15 FP-4 = Kelurahan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kelurahan. 16 FP-5 = Lingkungan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Lingkungan. Menyediakan lahan untuk 17 PK-1 = Pemerintahan Kantor pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi.

pertahanan dan keamanan. Pelayanan pemerintah Rujukan : . kecamatan. dan melindungi penggunaan lahan untuk pemerintahan. 18 PK-2 = Pertahanan dan Keamanan . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. kelurahan). kota/kabupaten. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Pertahanan dan Keamanan . .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. . Menjamin kegiatan pemerintahan. Keputusan Kepala Bapedal No. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. pertahanan dan keamanan yang berkualitas tinggi. Pengembangan pemerintahan dan pertahanan serta keamanan sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. . .

Menyediakan lahan untuk pengembangan pertanian. . meningkatkan ekspor. . Kodam. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor. berkualitas tinggi.Kantor atau instalasi militer termasuk tempat latihan baik pada tingkatan nasional. 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan pertanian lahan basah secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . Pertanian . meningkatkan pendapatan masyarakat. . Koramil. . Mengakomodasi bermacam tipe pertanian dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk pertanian. . 47 Tahun 1997 tentang RTRW Nasional. 20 . Menjamin kegiatan pertanian yang . polsek dan sebagianya. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam untuk pertanian pangan. dan melindungi penggunaan lahan untuk pertanian tersebut. PP No. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Korem. . . 19 P-1 = Pertanian Lahan Basah 1) Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk pertanian lahan basah. . meningkatkan fungsi lindung. Polda. menciptakan kesempatan kerja. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . serta kegiatan ekonomi sekitarnya. Pendekatan : Jenis Kegiatan Pertanian Rujukan : . Polwil. meningkatkan produksi pangan dan pendayagunaan investasi. .

. meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. 2) kawasan yang apabila dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian lahan kering secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdya alam. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. . . .P-2 = Pertanian Lahan Kering 1) kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian lahan kering. . . . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan produksi perkebunan dan mendayagunakan investasi. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . 21 P-3 = Perkebunan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk kegiatan perkebunan. meningkatkan produksi pertanian dan mendayagunakan investasi. meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan pendapatan masyarakat. . 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan perkebunan secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . menciptakan kesempatan kerja. meningkatkan ekspor. meningkatkan pendapatan masyarakat.

tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. menciptakan kesempatan kerja. cabang usaha. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . meningkatkan produksi peternakan dan mendayagunakan investasi. 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan peternakan secara ruang dapat memberikan manfaat : . . 22 P-4 = Peternakan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik sebagai sambilan. meningkatkan kesempatan kerja. usaha pokok. meningkatkan pendapatan masyarakat. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . . . meningkatkan ekspor.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . meningkatkan produksi perikanan dan mendayagunakan investasi. . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . . 23 P-5 = Perikanan kegiatan perikanan secara ruang dapat memberikan manfaat : . maupun industri. meningkatkan fungsi lindung.

. pengaturan dan pengoperasian lalulintas. Pendekatan : Simpul Transportasi Rujukan: . . tipe B dan Tipe C. pengawasan. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan ekspor. Transportasi . Juknis LLAJ. 24 TR-1 = Terminal 1) Titik simpul dalam jaringan trasnportasi jalan dan berfungsi sebagai pelayanan umum. 1995. dan melindungi penggunaan lahan untuk prasarana transportasi. menciptakan kesempatan kerja. Menyediakan lahan untuk pengembangan prasarana transportasi. Mengakomodasi bermacam tipe prasarana transportasi dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk prasarana transportasi tersebut. meningkatkan fungsi lindung. . tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. .. . Keputusan Menteri Perhubungan No. 25 TR-2 = . tempat pengendalian. 2) Prasarana angkutan yang merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang. meningkatkan pendapatan masyarakat. . 31 Tahun 1995. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . Menjamin kegiatan trasnportasi yang berkualitas tinggi. . 3) Terminal terdiri dari Terminal tipe A.

. kelestarian lingkungan. Rujukan : . Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 Tentang Perkeretaapian.Stasiun Tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dari/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api Pendekatan : . . naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. Pendekatan : . . keselamatan pelayaran. . tata ruang wilayah. . berlabuh. kelestarian lingkungan. tata ruang wilayah. pertumbuhan ekonomi. . 26 TR-3 = Pelabuhan Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batasbatas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1998 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Kereta. . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1998 Tentang Prasarana Dan Sarana Kereta Api. . dan keselamatan pelayaran. pertumbuhan ekonomi. Rujukan : .

serta dilengkapi dengan fasilitas kasper sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi Pendekatan : . Rujukan : . Undang undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran. . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan Ruang Terbuka Hijau . Zona yang ditujukan untuk mempertahankan/ melindungi lahan . . Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1996 Tentang Kepelabuhan. . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . SNI 03-7112-2005 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan. tata ruang wilayah. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun !999 tentang Angkutan di Perairan. . 27 TR-4 = Bandar Udara Lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. kelestarian lingkungan dan . keselamatan penerbangan. . naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan atau pos.

. atau lahan perorangan yang pembangunannya harus dibatasi untuk menerapkan kebijakan ruang terbuka. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. 29 H-2 = Taman BWK/Kecamatan Taman dengan skala pelayanan BWK 30 H-3 = Taman Kelurahan . 28 H-1 = Taman Kota Taman dengan skala pelayanan Kota Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota . Diberlakukan pada lahan yang penggunaan utamanya adalah taman atau ruang terbuka. Permendagri No. 15 Tahun 1998 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah perkotaan.untuk rekreasi di luar bangunan. serta melindungi kesehatan. keselamatan. dan untuk dinikmati nilai-nilai keindahan visualnya. sarana pendidikan. dan kesejahteraan publik. PP No. Preservasi dan perlindungan lahan yang secara lingkungan hidup rawan / sensitif. .

Taman dengan skala pelayanan Kelurahan 31 H-4 = Taman lingkungan Taman skala lingkungan 32 H-5 = Taman Pemakaman Taman pemakaman 33 H-6 = Jalur hijau Taman jalur hijau 34 H-7 = Lapangan Taman berupa lapangan olahraga Kawasan Hutan .

meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. PP No. UU No. .47 tahun 1997 tentang RTRWN . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat Pendekatan : Fisik dan fungsi hutan Rujukan : . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. . diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. meningkatkan fungsi lindung. 2) Kawasan yang secara ruang apabila digunakan untuk budidaya hutan alam dan hutan tanaman dapat memberi manfaat : .41 Tahun 1999. meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. . . .35 KH-1 = Hutan Produksi Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. dengan kriteria : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. . . meningkatkan ekspor.

meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. . . jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN terutama di daerah setempat. industri dan lain-lain apabila dapat memberikan manfaat : . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . permukiman. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. pertanian. meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. perkebunan. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. meningkatkan ekspor. meningkatkan fungsi lindung. 37 KH-3 . . . .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. . 36 KH-2 = Hutan yang dapat dikonvers 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. transmigrasi. 2) Kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pengembangan transportasi.

. The Urban Land Institute.= Hutan Rakyat 1) Luas minimal 0. Washington D. meningkatkan pendapatan. Campuran 38 C-1 = Rumah-Toko Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan perdagangan dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan perdagangan (toko). . Pendekatan : Kegiatan Utama Rujukan : . . Dean. 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan hutan rakyat secara ruang dapat memberikan manfaat : . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. Schwank. meningkatkan kesempatan kerja. . meningkatkan pendapatan daerah dan nasional.25 hektar dan mempunyai fungsi hidrologis/pelestarian ekosistem. . terutama di daerah setempat. . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam.C. 1089. meningkatkan ekspor. 39 C-2 = . . meningkatkan fungsi lindung. luas penutupan tajuk minimal 50 persen dan merupakan tanaman cepat tumbuh. Mixed-use Development Handbook.

mencegah intrusi air laut. . Kawasan Lindung . Kriterianya adalah : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. Mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup dan melestarikan fungsi lindung kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya. 3) Kawasan tanah bergambut dengan ketebalan 3 meter 4) atau lebih yang terdapat dibagian hulu sungai dan rawa. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing. kawasan cagar budaya dan kawasan lindung lainnya. dan/atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian di atas permukaan laut 2000 m atau lebih. kawasan suaka alam. 40 C-3 = Apartemen-Pusat Belanja Dalam satu zona dapat terdiri hunian dengan perdagangan (pusat belanja). Memelihara dan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup. mencegah banjir. kawasan pelestarian alam. serta menghindari berbagai usaha dan/atau kegiatan di kawasan 41 KL-1 = Lindung untuk kawasan bawahannya Hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air.masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 175 atau lebih. kawasan perlindungan setempat. dan memelihara kesuburan tanah. mengendalikan erosi.Rumah-Kantor Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan jasa perkantoran dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan kantor. 2) Kawasan hutan yang empunyai lereng lapangan 40% atau lebih. berstruktur tanah yang mudah meresapkan air dan mempunyai geomorfologi yang mampu meresapkan . 5) Kawasan bercurah hujan yang tinggi.

63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai.47 tahun 1997 tentang RTRWN.Pendekatan : Jenis Perlindungan Rujukan : . Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. . Daerah Manfaat Sungai. PP No. Keppres No. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1993 tentang Sungai. .

tumbuhan dan satwa. air. Mempertahankan keanekaragaman hayati.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. 3) Garis sempadan sungai yang bertanggul dan tidak bertanggul yang berada di wilayah perkotaan dan sepanjang jalan ditetapkan tersendiri oleh Pejabat yang berwenang Kawasan sekitar danau/waduk daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50-100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. 42 KL-2 = Perlindungan Setempat Sempadan pantai daratan sepanjang tepian yang lebarnya roporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai. Sempadan sungai 1) Garis sempadan sungai bertanggul ditetapkan dengan batas lebar sekurangkurangnya 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggung. minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN rawan bencana. serta nilai budaya dan sejarah bangsa. . iklim. air hujan secara besarbesaran. Meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah. 2) Garis sempadan sungai tidak bertanggul ditetapkan berdasarkan pertimbangan teknis dan sosial ekonomis oleh Pejabat yang berwenang. . satwa. tipe ekosistem dan keunikan alam. .

44 KL-4 = Pelestarian Alam Hutan dengan ciri khas tertentu. 5) Jenis tanaman untuk kawasan terbuka hijau kota adalah berupa pohonpohonan dan tanaman hias atau herba. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 45 KL-5 = . bukan tanaman hias atau herba. berbentuk jalur atau merupakan kombinasi dari bentuk kompak dan bentuk jalur.25 hektar. 3) Hutan yang terbetuk dari komunitas tumbuhan yang berbentuk kompak pada satu hamparan. yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. 2) Hutan yang terletak di dalam wilayah perkotaan atau sekitar kota dengan luas hutan minimal 0. gempa bumi. antara lain kawasan rawan letusan gunung berapi. tanah longsor. 43 KL-3 = Rawan Bencana Alam Kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi. industri. 4) Jenis tanaman untuk hutan kota adalah tanaman tahunan berupa pohonpohonan.Kawasan sekitar mata air kawasan disekitar mata air dengan jari-jari sekurang-kurangnya 200 meter. gempa bumi dan tanah longsor serta gelombang pasang dan banjir. tepi sungai/ pantai/jalan yang berada di kawasan perkotaan. serta gelombang pasang dan banjir. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. Kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota 1) Lokasi sasaran kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota antara lain di kawasan permukiman.

Suaka Alam 1) Kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya dan/atau 2) Mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya. baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia dan/atau 4) Mempunyai luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dengan daerah penyengga yang cukup luas. dan/atau . 3) Mempunyai kondisi alam.

2010 Syarat Pemanfaatan Ruang : I : Pemanfaatan ruang yang diijinkan (80-90% dari luas kapling) T : Pemanfaatan ruang yang diijinkan terbatas (10-20% dari luas kapling) B : Pemanfaatan ruang yang diijinkan namun dengan bberapa syarat yang harus dip enuhi . Sumber : Hasil Rencana. 46 KL-6 = Konservasi Hutan dengan ciri khas tertentu. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN 5) Mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh disuatu daerah serta keberadaannya memerlukan koservasi.: Pemanfaatan ruang yang tidak diijinkan . yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO.

Lampiran 17 .

Lampiran 18 .

Lampiran 19 .

Lampiran 20 .

Lampiran 21 .

Lampiran 22 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->