PEMERINTAH KOTA MALANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR..............

TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MALANG,

Menimbang : a. bahwa pembangunan Daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan ruang wilayah secara bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga kualitas ruang wilayah daerah dapat terjaga keberlanjutannya demi terwujudnya kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan; b. bahwa pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaatan ruang dan ketidakseimbangan struktur dan fungsi ruang wilayah sehingga perlu ditata dengan baik; c. bahwa berdasarkan ketentuan yang ada dalam UndangUndang Tata Ruang No.26 Tahun 2007 menunjukkan bahwa setiap RTRW harus ditindaklanjuti dengan penyusunan RDTRK sebagai perangkat operasional RTRW d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, serta memperhatikan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang Nomor ...........Tentang .........., perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang RDTRK Malang Tengah;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman; 2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun 1999, Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3881)

3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477) 5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4722); 10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 11. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4956); 12. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup; 14. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Undang Republik Pedoman Pelaksanaan Undang Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk Dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5160); 20. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;

21. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1996 tentang Pedoman Perubahan Pemanfaatan Lahan Perkotaan; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata ruang di Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/M/1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang; 29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya; 30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan; 31. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah; 32. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis; 33. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 648-384 Tahun 1992,Nomor: 739/KPTS/1992, Nomor: 09/KPTS tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang; 34. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun1993 tentang Fasilitas Pendukung Kegiatan lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 35. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 49 Tahun 2000 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara - Bandung; 36. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Wilayah Kota

Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Ijin Lokasi 46.... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor .. tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang .... Tahun .Malang. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota 39... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Air Tanah 43.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah 42. 37.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pemakaman 41.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Malang 38. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 12 Tahun 2004 Pengelolaan Pasar dan Tempat Berjualan Pedagang 40... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Rumah Susun 45......... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman 44...

Daerah adalah Kota Malang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang. ruang laut. tempat manusia dan makhluk la in hidup. 2. 8. Rencana Detail Tata Ruang Kota yang selanjutnya disingkat RDTRK. dan ruang udara. 6. 3. 5. Walikota adalah Walikota Malang. 4. adalah penja baran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1:5000 atau lebih.Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MALANG dan WALIKOTA MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH. Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan pras arana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat . BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. 7. Tata Ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat. te rmasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah.

14. 13. Perencanaan Tata Ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang d an pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang melipu ti peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya . 11. Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruan g sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya. . Kawasan Strategis Daerah adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaska n karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi. 17. pemanfaata n ruang. 15. 16. 10. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung dan/atau budidaya. Pengendalian Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata rua ng. budaya dan/atau lingkungan.yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional. Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. 12. dan pengendalian pemanfaatan ruang. Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan struktur dan pola pemanfaatan ru ang. 9. sosial. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administra tif dan/atau aspek fungsional.

Sub Blok Peruntukan adalah wilayah perencanaan terkecil dengan batasan wilay ah . Koefisien Dasar Bangunan atau disingkat KDB adalah angka perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota. 30. hutan kota. jalur hijau. 26. Ruang Terbuka Hijau atau disingkat RTH adalah bagian dari Kota yang tidak di dirikan bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan. baik secara langsung maupun ti dak langsung. pengolahan. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah. 20. 32. kebun bibit. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai 21. kesehatan. disingkat limbah B3. Garis Sempadan Bangunan adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah Garis Sempadan Jalan yang ditetapkan dalam rencana ruang kota. Koefisien Lantai Bangunan atau disingkat KLB adalah angka perbandingan jumla h luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota 25. pot-pot kota. 31. pemakaman. pohon-po hon pelindung tepi jalan. 24. Limbah bahan berbahaya dan beracun. Koefisian Dasar Hijau adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan antar a luas lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air terhadap luas persi l yang dikuasai. 19. Sempadan Sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan saluran/sungai termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup. adalah sisa suatu u saha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya. pertania n kota yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan. 28. terdiri dari unsur alam (antara la in vegetasi dan air) dan unsur binaan antara lain taman kota. Rencana Blok adalah perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok d an jalan. dimana blok terdiri atas unit lingkungan dengan konfigurasi tertentu. Rencana Sub Blok adalah perencanaan pembagian blok dalam kawasan menjadi sub blok dan jalan dengan pemanfaatan ruang atau karakter lingkungan yang homogen. dan/atau tempat pengolahan sampa h terpadu. Blok Peruntukan adalah bagian dari unit lingkungan yang mempunyai peruntukan pemanfaatan ruang tertentu yang dibatasi oleh jaringan pergerakan dan atau jarin gan utilitas. 27. 23. 29. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Garis Sempadan Jalan adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencan a ruang kota. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. 22. Tempat Penampungan Sementara atau disingkat TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah dibawah Kecama tan.18.

FUNGSI. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanf aatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. BAB II TUJUAN. DAN RUANG LINGKUP Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Penataan ruang di Malang Tengah bertujuan untuk mewujudkan: .administrasi kelurahan. Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaa tan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntuka n yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang. 34. 33.

Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan fungsiona l dengan RencanaTata Ruang Wilayah Kota. b. Wilayah Perencanaan b. Materi yang ditentukan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota d. Menyiapkan perwujudan ruang. dan pemberian perijinan kesesuai an pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan Bagian Kedua Fungsi Pasal 3 Penataan ruang di Malang Tengah berfungsi sebagai: a. Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-pro gram pembangunan daerah. Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras. dalam rangka pelaksanaan program pembangunan daerah. c. d. Batas Batas Wilayah Perencanaan c. Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota . Ruang lingkup RDTRK Malang Tengah meliputi : a. serasi dan efisien dalam perencanaan kawasan. Bagian Ketiga Ruang Lingkup Pasal 4 (1). b. pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi. arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan.a.

Peran Serta Masyarakat (2). Batas-batas RDTRK Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b adalah sebagai berikut : a. c. Wilayah perencanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a dengan wilayah me liputi Kecamatan Klojen. rencana struktur ruang. (3). rencana blok. Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara : Timur : Selatan Barat : Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Blimbing : Kecamatan Sukun Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun (4). Kelembagaan f. Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c meliputi : a. b. rencana skala pelayanan kegiatan. rencana sistem jaringan yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan utilitas.e. Rencana struktur ruang yang meliputi rencana persebaran penduduk. Tujuan Pengembangan b. d. .

e. Kelembagaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf e adalah struktur organisas i kelembagaan dalam pelaksanaan penataan ruang. tata bangunan. program yang dikerjasamakan. Rencana Fasilitas Umum yang meliputi fasilitas sosial dan umum. Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri g. aturan insentif dan disinsentif. program yang dipihak ketigakan/swasta serta sistem pembiayaan program.c. (5). pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi (7). serta arahan garis sempadan f. Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplolp ruang) yang meliputi tata kualitas lingkungan. periji nan dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang melalui pengawasan. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi. fasilitas eko nomi serta Ruang Terbuka Hijau d. Indikasi program pembangunan yang meliputi program yang dikelola pemerintah.Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d adalah zonasi. Peran Serta Masyarakat sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf f adalah hak dan kewajiban serta peran serta masyarakat dalam pelaksanaan penataan ruang. Rencana peruntukan blok yang meliputi kawasan fungsional binaan dan kawasan fungsional alami/perlindungan setempat . (6). BAB III RECANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH Bagian Pertama Rencana Struktur Ruang Paragraf I Umum Pasal 5 .

tingkat pertumbuhan penduduk serta distribusi penduduk b. rencana sistem jaringa n yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan util itas. Paragraf II Rencana Kependudukan Pasal 6 Rencana kependudukan meliputi : a.Struktur ruang Malang Tengah yang meliputi rencana kependudukan. tingkat ketergantungan serta sosial budaya . jumlah dan kepadatan penduduk. rencana skala pelayanan kegiatan. rencana pemusat an kegiatan. rencana blok.

kawasan dengan kepadatan sangat tinggi dan kepadatan tinggi dipertahankan ata u dibatasi tingkat kepadatannya yaitu Kelurahan Samaan dan Kelurahan Sukoharjo. kawasan dengan kepadatan rendah dan merupakan kawasan strategis direncanakan untuk peningkatan fasilitas umum dan diarahkan tingkat kepadatannya tetap atau meningkat meskipun tidak secara signifikan meliputi Kelurahan Klojen dan Kelurah an Oro-oro Dowo. (3).Pendistribusian penduduk ke seluruh kelurahan di Malang Tengah diarahkan aga r terjadi keseimbangan aktivitas yang dapat memicu pemerataan dan persebaran infrastruktur antar kecamatan (4). membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja denga n menambah lapangan kerja dan memberikan modal bagi pengusaha kecil dan rumah tangga dalam bentuk koperasi koperasi simpan pinjam. Kelurahan Gading Kasri . b. (2). . Kelurahan Penanggungan dan Kelurahan Rampal Celaket. Pembatasan jumlah penduduk di Malang Tengah dilakukan melalui manajemen kependudukan. b.Manajemen kependudukan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) meliputi seleksi migrasi dan urbanisasi. kawasan dengan kepadatan sedang namun memiliki luasan lahan yang masih memungkinkan untuk menambah penduduk dan fasilitas penunjangnya dapat ditingkatkan kepadatannya meliputi Kelurahan Kidul Dalem. Rencana kepadatan penduduk diarahkan sebagai berikut : a. Pasal 8 Ketergantungan penduduk terkait dengan kelompok umur produktif dan ketenagakerja an diarahkan melalui : a.Pasal 7 (1). peningkatan kualitas SDM serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan. peningkatan kegiatan sosial seperti bimbingan/pelatihan baik bimbingan ketera mpilan maupun bimbingan religi/keagamaan. c.

b. WR.Blok Peruntukan I terdapat pemusatan kegiatan di koridor Jl. . . Zona Pendukung atau Sub Pusat Pelayanan Kota berada di masing. Supratman. dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. Struktur Ruang di Malang Tengah sebagai berikut : a. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan.masing pusat Blok Peruntukan dengan fungsi kegiatan dominan sebagai berikut : .Jl. Jaksa Agung Suprapto . Brigjen Slamet Riyadi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional.Blok Peruntukan II terdapat pemusatan kegiatan di kawasan Jl.Paragraf III Rencana Struktur Ruang Pasal 9 (1). Zona Utama atau Pusat Pelayanan regional berada di Alun Alun Tugu dan sekitarnya dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa.

Blok Peruntukan III. fasilitas umum pendidikan.Jl. sarana olah raga. meliputi Kelurahan Bareng dan Kelurahan Gading Kasri. . (2) Rencana Blok di Malang Tengah dibagi menjadi 6 Blok Peruntukan. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan. Blok Peruntukan II. Kawi Atas dengan dominasi kegiatannya yaitu fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regiona l.Blok Peruntukan III terdapat pemusatan kegiatan di Jl. Supratman. (2). tercantum da lam lampiran 1 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. meliputi wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo dan Kelurahan Penanggungan. b.Blok Peruntukan V terdapat pemusatan kegiatan di Alun-Alun Tugu dengan fungsi kegiatan dominan sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran serta fasilitas umum pendidikan skala kota.. Zona Pelengkap atau Pusat Lingkungan berada di pusat masing-masing sub blok peruntukan. Paragraf IV Rencana Blok Pasal 10 (1). Kawi Atas dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regional. meliputi Kelurahan Kauman dan Kelurahan Kasin. Brigjen Slamet Riyadi dengan dominasi kegiatan perdagangan dan jasa skala regional. c. peribadatan dan kesehatan skala regional. Dengan pusatnya berada di Kawasan Jl. Terusan Kawi . . Terusan Kawi . dengan pus at . Dominasi kegiatan adalah fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. meliputi Kelurahan Sama an dan Kelurahan Rampal Celaket. Pusatnya berada di Jl.Jl. Dengan pusatnya berada pada kawasan Jl. WR. Jaksa Agung Suprapto . . d.Blok Peruntukan VI terdapat pemusatan kegiatan di sekitar kawasan Pasar Besar dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. dimana masin gmasing Blok Peruntukan akan terbagi lagi menjadi 11 Sub Blok Peruntukan (3).Blok Peruntukan IV terdapat pemusatan kegiatan di Jl. Pembagian Blok sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Rencana Blok meliputi Rencana Blok dan Rencana Sub Blok. Kawi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan jasa skala regional. Blok Peruntukan I.Jl. Blok Peruntukan IV. c.Peta rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).

Dominasi kegiatannya perdagangan jasa skala regional. Sarana Olaharaga. Serta bat as sebelah timur meliputi Jl. (4). Gilimanuk. Blok Peruntukan VI. Kawi tepatnya di Kawasan Mall Malang Olimpic Garden (MOG). Jaksa Agung Suprapto. kesehatan dan permukiman. meliputi wilayah Kelurahan Kidul Dalem dan Kelurahan Kloje n. e. pendidikan. perkantoran dan fasilitas umum pendidikan.berada pada kawasan Jl. dengan pusat berada pada kawasan Pasar Besar. peribadatan. Sisi Barat meliputi sepanjang aliran sungai Brantas. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa. Sub Blok Peruntukkan I-1 meliputi Kelurahan Sama an. Blok Peruntukan V. Pusat berada di Alun-alun Tugu dengan dominasi kegiatan pemerintahan.Pembagian Sub Blok Peruntukan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pusat Sub Blok berada di korido r . meliputi Kelurahan Sukoharjo. Sebelah utara meliputi Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Sepanjang aliran sungai DAS Brantas. f.

pendidikan dan kesehatan skala regional. Ijen . IR. Gede Jl. serta sebelah bara t dibatasi Jl. Simpang Ijen. Galunggung dan Kali Kasin. sisi selatan dibatasi Jl. Gede Jl. Sub Blok Peruntukkan IV-1. Bondowoso. Raya Dieng Jl.d Jl. Retawu Jl. Dr. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Kelud dan sisi barat dibatasi oleh Jl. S utan Syahrir Jl. d. yang dibatasi di sisi utara yaitu Sungai Brantas Jl. Halmahera Jl. Sumbing. Indragiri. Kawi At as. Vet eran dan Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. Rai s Jl. Untuk sebelah utara dan timur dibatasi oleh batas fisik berupa Sungai Brantas. meliputi Kelurahan Gading Kasri. Sub Blok Peruntukkan II-2. batas sebelah utara meliputi Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di kawasan Simpang Balapan. meliputi Kelurahan Oro-oro Dowo. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. Terusan Kawi Jl. serta batas sebelah baratnya yaitu Kali Kasin sebagai pembatas perkembangan kelurahan. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan Jasa skala kota. Jakarta serta sebelah timur dibatasi Jl. g. Veteran. serta pada sisi timur dibatasi oleh meliputi Jl. yang dibatasi di s isi utara yaitu Jl. Cipto.Jl. Supratman dengan dominasi kegiatan Fasilitas Umum perkantoran.Jl. Pusatnya berada koridor Jl. Rangsang Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan III-1 yaitu pada korid or Jl. Ade Irma Suryani. Wilis sampai dengan Jl. Arif Margono . Semeru. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan skal a regional. serta batas sebelah baratnya yait u Jl. serta batas sebelah timur Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum perkantoran skala regional. Terusan Surabaya Jl. c. Kaliurang s. Rais. Jaksa Agung Suprapto Jl. Sonokeling. Sub Blok Peruntukkan III-2.Jl. Sub Blok Peruntukkan III-1.d Jl. Bareng Ka rtini serta Jl. Sonokeling. serta pada sisi barat dibatasi oleh meliputi Jl. Retawu. yang dibatasi di sisi utara yaitu Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl.Jl. meliputi Kelurahan Bareng. Lembang Jl. Raya Dieng . Kawi. sisi Bar at meliputi Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa skala kota. e. Kawi Atas . b. Brigjen Katamso . Kawi.Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. Tumenggung Suryo s. Letjen Sutoyo. Semeru Jl. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Sub Blok Peruntukkan I-2 meliputi Kelurahan Rapal Celaket. sisi selatan dibatasi Jl . Bogor . dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan dan perdagangan dan jasa skala regional.IR. Jaksa Agung Suprapto. Terusan Kawi Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. meliputi Kelurahan Penanggungan.Pandjaitan. sisi selatan dibatasi Jl. Wr. Jakarta Jl. Raya Langsep Jl. f. Terusan Cikampek s. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-1 yaitu pada koridor Jl. Basuki Rahmad serta Sungai Brantas. meliputi Kelurahan Kasin. Panglima Sudirman. Simpang Langse p.d Jl. Pahlawan Jl. Sub Blok Peruntukkan II-1.Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Jl. Cipayung. Galang Selatan Jl.

meliputi Kelurahan Kidul Dalem. Rais Jl. Sub Blok Peruntukkan IV-2. Ade Irma Suryani. Kahuripan. Agus Salim. Jendral Panglima Sudirman Jl . Kawi. pada utara barat yaitu Jl. Sub Blok Peruntukkan V-1. Kelud Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan jasa skala kota serta fasilitas umum pendidikan dan kesehatan skala regional. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-2 di Jl.Jl. Merdeka Barat. Brigjen Katamso Jl. sedangkan batas sebelah barat yaitu Jl. serta Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. Kertanegara. Pusat Sub Blok Peruntukkan V-1 . Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Sumbing dan sebel ah barat yaitu Jl. Majapahit Jl. sementara pada sisi selatan dibatasi Jl. Jl. i. KH. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Tugu Jl. Merdeka Selatan Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Zainul Arifin. Aris Munandar Jl. meliputi Kelurahan Kauman yang dibatasi di sisi ut ara yaitu Jl.Jenderal Basuki Rahmat Jl. h. Majapah it Jl. Sementara itu. Tugu. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa da n fasilitas umum pendidikan skala kota.serta Jl. Ade Irma Suryani. Basuki Rahmad.d Jl. Kawi . Bareng Kartini. IR. Semeru s. Majapahit.

Jaksa Agung Soeprapto. Kahuripan Jl. Pranoto .Rencana sistem pusat perwilayahan di Malang Tengah dibagi menjadi 3 yaitu ke giatan sentra primer (pelayanan skala wilayah/kota). (5). k. Paragraf V Rencana Skala Pelayanan Kegiatan Pasal 11 (1).Peta rencana sub blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (4). Pusat sub blok perumtukk an V-2 berada pada koridor Jl. Kertanegara . SW. dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pendidikan skala kota dan fasilitas umum kesehatan skala regional. sisi Barat meliputi Jl .Jl. Za inul Arifin Jl. Aris Munandar. Pusat Sub Blok Peruntukkan VI di Jl.Kahuripan.Kahuripan dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pemerintahan dan perkantoran skala kota. meliputi Kelurahan Sukoharjo yang dibatasi di sisi S elatan yaitu Jl. Sub Blok Peruntukkan V-2. Laksamana Martadinata. tercantum d alam lampiran 2 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (2). tercant um dalam lampiran 3 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Jl.Jl. dengan dominasi kegiatan perdagangan jasa berskala regional. Cipto dan batas sebelah ti mur meliputi Jl. Irian Jaya s. sebelah utara meliputi Jl. Gatot Subroto .Peta rencana blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3).Jl. Pasar Besar.d. tepatn . Halmahera. Jl. kegiatan sentra sekunder (pelayana n skala kecamatan) dan kegiatan tersier/lokal (pelayanan skala lingkungan). j. Panglima Sudirman.yaitu pada kawasan Jl.d Jl. pada utara yaitu Jl. Rencana Kegiatan Sentra Primer sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah meliput i: a. Sartono. meliputi Kelurahan Klojen dengan batas wilayahnya y aitu pada sisi selatan Jl. Sutan Syahri r s. Tugu Jl.Kertanegara . Dr. Pusat kegiatan Pemerintahan dan Perkantoran Pusat kegiatan Pemerintahan ini berada di sekitar kawasan Alun-alun Tugu. dan pada sisi timur yaitu Jl. Kertanegara. Sub Blok Peruntukkan VI. Sebelah barat yaitu Jl. Agus Salim Jl. KH. (4).

Supratm an. Untuk fasilitas olahraga berada di Lapangan Olahraga Stadion Gajayana. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dapat ditemukan di beberapa titik lokasi yang ditandai dengan keberadaan pusat-pusat perdagangan jasa serta Mall-Mall yang ada. Pusat Pelayanan Umum Perkembangan Fasilitas Umum dan sosial yang ada di kecamatan Klojen. Jaksa Agung Suprapto. RS. Lavallete yang terdapat di Jl. Fasilitas Kesehatan dengan skala besar yaitu RS. peribadatan dan Olahraga.ya berada di Kelurahan Klojen dan Kidul Dalem. yaitu di . b. meliputi perkembangan fasilitas kesehatan. serta RS. Basuki Rahmad. Perkembangan Kegiatan peribadatan skala regional yang ada di Kecamatan Klojen terdapat di beberapa titik lokasi. WR. sert a Kawasan perdagangan dan jasa sepanjang koridor Jl. Untuk pemusatan kegiatan perdagangan jasa skala regional. kawasan Pasar Besar. Pusat kegiatan pendidikan yang ada di . Nu sa Kambangan. c. Adapun kegiatan pemerintahan ini didukung dan diperkuat dengan keberadaan pusat kantor pemerintahan kota Malang yang saat ini lokasinya berada di sekitar kawasan tugu. Kawasan Alun-alun Merdeka. Syaiful Anwar yang terdapat di koridor Jl. Mall Malang Olimpic Garden (MOG) serta Mall Malang Town Square (Matos) serta di kawasan Kayu Tangan tepatnya di koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. yaitu di kawasan Alun-alun Merdeka dengan ditandai keberadaan Masjid Jami Kota Malang serta Gereja GPIB Immanuel serta Gereja Paroki Hati Kudus. Panti Waluyo yg terdapat di Kelurahan Kasin tepatnya di Koridor Jl.

Kecamatan Klojen berkembang di sepanjang koridor Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, di kawasan Tugu, serta di Kelurahan Kauman tepatnya di sekitar Perguruan Tinggi IKIP Budi Utomo yang merupakan kompleks pendidikan dan sepanjang koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. (3). Rencana Kegiatan Sentra Sekunder sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti: a. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala kota ditemukan hampir di tersebar di semua wilayah Kecamatan Klojen, antara lain di koridor Jl. Jaksa Agu ng Suprapto, Jl. Panjaitan, Jl. Trunojoyo, Jl. Cokroaminoto, Jl. Tumenggung Suryo, Jl. Halmahera, Jl. Raya Dieng, serta Jl. Kawi. Selain itu terdapat pula beberapa pas ar yang berkembang pada tiap-tiap kelurahan di yang memiliki skala pelayanan kota, yaitu seperti Pasar Comboran, Pasar Mergan, Pasar Klojen. b. Pusat Pelayanan Umum (Pendidikan, Kesehatan, Peribadatan) Kegiatan pelayanan umum skala kota berkembang di seluruh wilayah kelurahan, dengan keberadaannya pada umumnya pada koridor arteri sekunder. c. Permukiman Perkembangan kegiatan permukiman yang di Kecamatan Klojen, berkembang di seluruh wilayah kecamatan. Baik yang berupa permukiman organis (tumbuh secara alamiah) maupun permukiman anorganis (direncanakan). d. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebaran RTH di kecamatan Klojen, tersedia dalam beberapa bentukan yaitu Hutan Kota, Taman, lapangan olahraga serta Jalur Hijau. RTH Kota saat ini yaitu Hutan Kota Malabar yg terdapat di Kelurahan Oro-oro Dowo, Hutan Kota Jakarta yang terdapat di kelurahan Penanggungan, serta Lapangan Olahraga . Sementara untuk RTH di lokasi lainnya lebih berkembang dalam bentuk taman dan jalur hijau. (4). Rencana Kegiatan Sentra Tersier di Malang Tengah (Kecamatan Klojen) sebagai mana dimaksud ayat (1) adalah berupa fasilitas perdagangan, fasilitas umum (fasilitas kesehatan, peribadatan dan pendidikan) dapat ditemukan pada masing-masing kelurahan yang menyatu dengan kawasan pemukiman penduduk. (5).Peta rencana sistem pusat perwilayahan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), tercantum dalam lampiran 4 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua

Rencana Sistem Jaringan Paragraf I Umum

Pasal 12

(1).Rencana Sistem Jaringan di Malang Tengah meliputi Rencana Sistem Jaringan Pergerakan, Rencana Sistem Jaringan Utilitas dan Rencana Jalur Evakuasi Bencana. (2). Rencana Sistem Jaringan Pergerakan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mel iputi : a. Rencana Pola Pergerakan c. Rencana Fungsi Jalan d. Rencana Prasarana Transportasi e. Rencana Rute Angkutan Umum f. Rencana Jalan Kereta Api g. Rencana Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) (3). Rencana Sistem Jaringan Utilitas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti : a. Rencana Sistem Jaringan Energi/Kelistrikan b. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi c. Recana Penyediaan Air Minum

d. Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah e. Rencana Sistem Persampahan f. Rencana Sistem Drainase (4). Rencana Jalur Evakuasi Bencana

Paragraf II Sistem Jaringan Pergerakan

Pasal 13

(1).Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi regional berada di beberap a ruas yaitu : a. Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jaksa Agung Suprapto Jl. Basuki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono sebagai akses regional Malang Kepanjen - Blitar dan Malang - Surabaya b. Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirman Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata sebagai akses regional Malang Bululawang - Blitar dan Malang Surabaya c. Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Brigjen Slamet Riyadi serta Jl. Veteran Jl. Ijen sebagai akses regional Malang Batu. Jl. Bandung

(2). Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi lokal dioptimalkan pada r uas-ruas jalan lokal dan lingkungan yang ada. (3). Pola pergerakan Malang Tengah diklasifikasikan menjadi 3 yaitu pola pergera kan tinggi, pola pergerakan sedang dan pola pergerakan rendah. (4). Pola pergerakan sebagaimana yang dimaksud ayat (3) adalah sebagai berikut : a. Pola pergerakan tinggi terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi regional/kota tepatnya y ang berada di kawasan Pasar Besar, Jalan Veteran, Jalan Bandung, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kawi, Jalan Diponegoro, Jalan Martadinata. b. Pola pergerakan sedang terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi kecamatan tepatnya yang

berada di Jalan Dieng

Jalan Galunggung,

c. Pola pergerakan rendah berada di kawasan permukiman dan fasilitas umum lainn ya yang berorientasi lingkungan.

Pasal 14

(1) Peningkatan mobilitas pergerakan di Malang Tengah maka dilakukan penetapan h irarki jaringan jalan sebagai berikut : a. Jalan arteri sekunder berada di ruas Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirm an Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata; b. Jalan lokal berada di ruas Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Basu ki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Merdeka Selatan - Jl. SW. Pranoto - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Halmahera, Jl. KH. Agus Salim - Jl. KH. Achmad Dahlan, Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono, Jl. Mayjen Panjaitan - Jl.Brigjen Slamet Riy adi, Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung -Jl. Ray a Langsep - Jl. Simpang Langsep, Jl. Ir. Rais - Jl. Brigjen Katamso - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar. c. Jalan lingkungan meliputi seluruh ruas yang tidak termasuk dalam jalan arteri sekunder dan lokal yang merupakan akes dari kawasan permukiman menuju pusat kegiatan di sekitarnya.

penyeberangan. Pasal 15 (1). pola pa rkir. Desain parkir on-street dilakukan dengan penentuan sudut parkir. di sekitar Pasar Besar. di Pas ar Comboran. sistem parkir. Rencana sistem parkir sebagaimana dimaksud ayat (1) di Malang Tengah adalah direncanakan dengan sistem parkir on pan tarif parkir. terc antum dalam lampiran 5 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. kondisi lalu lintas. Pasar Besar dan sekitarnya serta re ncana perbaikan totoar di semua ruas jalan. street. trotoa r. Penyediaan trotoar harus terintegrasi deng an perabot jalan lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas. pot bunga. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. aspek keselamatan. Rencana sistem parkir off street ditempatkan berdasarkan fasilitas parkir unt . b.Rencana penyeberangan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mempertahankan jembatan penyeberangan yang ada di Jl. di Jalan Veteran. di sekitar Alun-alun Merdeka da n di sekitar Alun-alun Tugu (3). Trunojoyo. Merdeka Timur dan direncanakan berupa pengembangan zebra cross pada beberapa ruas jalan yang sekitarnya terdapat fasil itas perkantoran. Jalan Mayjen Panjaitan. (2). (4). Jalan Kawi. Rencana prasarana transportasi meliputi lokasi halte.(2) Peta rencana hirarki jaringan jalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Jl. Rencana trotoar sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah direncanakan di semua ruas jalan yaitu di semua ruas jalan arteri primer. ruas jalan kolektor dan ruas jala n lokal. Sedangkan jembatan penyeberangan dapa t direncanakan di kawasan kayu tangan dan Jalan Kawi. lampu penerangan. sistem parkir off street dan peneta a.Rencana lokasi halte sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ditetapkan di sepa njang kawasan kayutangan. tempat sampah. (5). Rencana sistem parkir on street hanya diperbolehkan pada ruas jalan dengan fungsi jalan kolektor dan/atau lokal dengan memperhatikan kondisi jalan dan lingkungannya. fasilitas pendidikan dengan fasilitas umum dan sosial dan kawasan strategis lainnya di sekitar lokasi halte. dan larangan parkir. Rencana pelebaran trotoar di kawasan yang berfungsi sebagai perdagangan dan jasa seperti di Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. halte dan zebra cross.

Pasal 16 (1). bangunan perkantoran dan perhotelan serta fasilitas umum lainnya dilakukan melalui penyediaan fasilit as parkir sebagai penunjang. (2). .uk umum dan fasilitas parkir sebagai penunjang. Desain parkir off street dilakukan dengan taman parkir dan gedung parkir menurut kriteria tertentu. Pemberlakuan tarif parkir berdasarkan jenis fasilitas dapat digolongkan menja di : golongan A. c. Rencana rute angkutan di Kecamatan Klojen direncanakan melalui optimalisasi rute angkutan umum yang sudah ada saat ini dengan mengikuti jalur yang telah ditetapk an. tercantum dalam lampiran 6 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. golongan B dan golongan C menurut kriteria tertentu. Rencana rute angkutan kota di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Rencana pengembangan parkir off street di kawasan perdagangan Pasar Besar direncanakan dengan meningkatkan kapasitas fasilitas parkir untuk umum yang juga dapat dimanfaatkan untuk pertoko an yang ada disekitarnya. Penambahan dan perubahan rute angkutan umum ditetapkan kembali sesuai denga n perkembangan kawasan di Malang Tengah (3). sedangkan pada kawasan pertokoan.

fasilitas umum dan fasilitas sosial serta penerangan jalan b. Peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan pada kawasan perumahan. Rencana peningkatan sistem jaringan prasarana listrik dilakukan dengan: a. Kelurahan Bareng. Rencana pengembangan Jalan kereta api dilakukan dengan : a. maka terdapat 3 jenis R ing Kawasan dalam radius 15 km terhadap Bandara. (2).Malang Pasal 18 (1). Malang Tengah berada pada zona II dan Zona III. pengembangan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat pengguna moda. non perumahan. sebagian Keluraha n Sama an dan sebagian Kelurahan Klojen dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan antara yaitu 20 40 meter. Kelurahan Kasin. Paragraf III Sistem Jaringan Utilitas Pasal 19 (1). Sedangkan Zona Ring III berada di sebagian Kelurahan Sama an dan Kelurahan Klojen. Rencana Jalan Kereta Api meliputi peningkatan pelayanan dengan perbaikan st asiun kereta api dan penambahan beberapa rute atau jalur (2). Kelurahan Sukoharjo dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan maksimum yaitu 90 meter. mendukung rencana jalur Double Track rute Surabaya . dan b. Kelurahan Kauman. Kelurahan Orooro Dowo. Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi hantaran udara kawat te . perdagangan dan jasa. Kelurahan Penanggungan.Pasal 17 (1). Zona Ring II tepatnya berada di Kelurahan Rampal Celaket. Kelurahan Kidul Dalem. Kelurahan Gading Kasri. Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP).

rbuka menjadi jaringan distribusi kabel udara dilakukan sesuai kondisi lahan. c. (2). Pasal 20 (1). pembatasan terhadap pembangunan tower baru. Rencana sistem jaringan telekomunikasi dilakukan melalui pemenuhan terhadap jaringan telepon. Pemasangan lampu penerangan jalan pada tiang distribusi tegangan rendah denga n posisi selang satu tiang 50 meter. menara telekomunikasi dan internet atau jaringan nirkabel. b. Pemasangan lampu ini dipasang pada lampu sendiri terutama untuk lampu penerangan utama di arteri sekunder. pemanfaatan bangunan tower yang telah ada untuk digunakan sebagai tower bersama dengan cara : . Rencana pengembangan menara telekomunikasi dapat direncanakan sebagai berik ut : a.Rencana jaringan listrik di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) . Pengembangan jaringan telepon direncanakan dengan melakukan perawatan secar a berkala jaringan telepon yang sudah ada saat ini dan tidak dilakukan pengembanga n jaringan. (3). (2). tercantum dalam lampiran 7 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Kidul Dalem. Taman Senaputra. . Peningkatan prasarana internet di Malang Tengah dapat dilakukan sebagai ber ikut : a. menara Pengembangan Pemanfaatan Bersama yang telah berdiri. apabila secara teknik memungkinkan bisa ditambah beban. Rampal Celaket. Samaan. b. (4). 2. tercantum dalam lampiran 9 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (2). (5). tercantum dalam lampiran 8 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini . menara milik provider/operator lain apabila secara teknis memungkinkan. Sukoharjo. Pengolahan air limbah di kelurahan dengan kepadatan tinggi seperti Keluraha n Bareng. Kasi n dan Kauman dapat dilakukan dengan on site system dan sanimas. pemanfaatan titik akses internet di kawasan RTH meliputi Alun-alun Merdeka da n Alun-alun Tugu. Pasal 21 (1). perdagangan. Pengolahan air limbah dengan on site-system dilakukan untuk pengolahan limb ah domestik yang ada di Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo. Penanggungan.Rencana pengembangan jaringan sumber air baku bersumber dari mata air dan su mur bor (2).Rencana jaringan telekomunikasi di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada A yat (1). penambahan titik-titik akses internet pada kawasan-kawasan rencana antara lai n kawasan: pendidikan. Mengoptimalkan penyediaan air bersih dari PDAM dan melakukan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan sumur dan pompa (4). kesehatan. dimanfaatkan secara bersama. Pasal 22 (1).1. Pengembangan jaringan air bersih dilakukan pada permukiman baru seperti di Kelurahan Bareng (3). Gading Kasri.Rencana jaringan air bersih di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). dan pariwisata.

(6). Pemisahan sampah organik dan non organik baik yang berasal dari rumah tangg a maupun fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui program 3R (2). Mengoptimalkan TPS yang sudah ada di masing-masing kelurahan dengan peningk atan proses pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA (5). Peningkatan upaya reduksi dan pengolahan sampah secara terpadu di masing sing Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan sistem 3R (3). Sampah yang berasal dari rumah sakit umum ataupun rumah sakit bersalin haru s diolah terlebih dahulu oleh dengan incenerator untuk selanjutnya di buang ke TPA (4). Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah adalah sebagai berikut : . Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mulai da ri pemilahan dan pengolahan sampah serta pengurangan jumlah sampah. Sistem pengangkutan sampah di Malang tengah dilakukan melalui pengambilan s ampah di setiap TPS menuju TPA Supiturang.Pasal 23 (1). fasilitas perdagangan dan jasa dan fasilitas um um harus dilengkapi dan ditunjang dengan TPS (7). ma Pasal 24 (1). Setiap fasilitas perumahan.

Normalisasi dilakukan pada saluran-saluran yang mengalami penyumbatan baik it u oleh sampah maupun oleh endapan seperti di saluran yang ada di Jalan Pajajaran. d. (2). Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah sebagaimana dimaksud p ada Ayat (1). Jalur evakuasi bencana alam ditetapkan di kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas meliputi lokasi Balai RW. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin . Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. b. Rehabilitasi saluran dilakukan dengan pelebaran saluran terhadap wilayah-wila yah yang mengalami genangan dan banjir seperti saluran di Jalan Trunojoyo (terutama di sekitar stasiun KA yang menjadi titik pertemuan air dari Jalan Trunojoyo dan Jal an Kertanegara). Jalan Tugu. c. Penambahan saluran baru terutama di Jalan Mayjen Panjaitan untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas. Paragraf IV Jalur Evakuasi Bencana Pasal 25 (1). Jalan Veteran. Pembangunan bangunan penunjang prasarana drainase seperti bak kontrol di seti ap saluran yang rawan terjadi genangan. tercantum dalam lampiran 10 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Bencana alam di Malang Tengah meliputi bencana banjir dan longsor di lokasi kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas (2). Kantor Kelurahan dan Kantor kecamatan di sepan jang Sungai Brantas Bagian Ketiga RENCANA FASILITAS UMUM . Jalan Kertanegara.a. Jalan Veteran.

Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Peribadatan e. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan d. Rencana Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Umum terdiri dari : a. (2). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Paragraf II Fasilitas Perumahan Pasal 27 . Kebutuhan fasilitas umum ditentukan berdasarkan prediksi jumlah penduduk de ngan pertimbangan fungsi kegiatan dominan pada masing masing kelurahan. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan f. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perumahan b. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perdagangan dan Jasa c.Paragraf I Umum Pasal 26 (1).

Fasilitas perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dikembangkan di jal an Kawi. (3). Pengembangan Rusunawa di Malang Tengah dikembangkan di lokasi kelurahan den gan tingkat kepadatan tinggi. (7). (6). Jalan Semeru. Pengembangan fasilitas perumahan secara vertikal sebaimana yang dimaksud ay at (1) dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ketinggian bangunan rumah tinggal seperti ketinggian 1 -2 lantai untuk rumah kapling kecil.(1).Jalan Jaksa Agung Suprapto. Fasilitas perdagangan dan jasa pusat pelayanan kota dikembangkan di kawasan Pasar Besar dan sekitarnya (3). Jalan Brigjen Sla met Riyadi. Jalan Veteran. (5). seperti di Kelurahan Samaan dan Kelurahan Bareng. Rencana pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa meliputi perdagangan da n jasa pusat pelayanan kota. Jalan Basuki Rahmat. ketinggian 1-3 lantai untuk ru mah kapling sedang sampai besar dan ketinggian 4 -5 lantai untuk Rusunawa. Kebutuhan perumahan di Malang Tengah secara detail akan ditentukan dalam RP 4D.Pengembangan fasilitas perumahan secara horisontal sebaimana yang dimaksud a yat (1) dapat dilakukan dengan pengembangan rumah diatas lahan kosong dengan status legal. perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dan perdagangan dan jasa pusat pelayanan lingkungan. (4). Paragraf III Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pasal 28 (1). Pemenuhan kebutuhan fasilitas perumahan di Malang Tengah dilakukan melalui penambahan jumlah rumah secara vertikal dan horisontal (2). (2). . Pengembangan apartemen baik yang bersifat murni hunian ataupun hunian dan komersil dapat dikembangkan di lokasi kelurahan yang mempunyai kepadatan tinggi dan lokasi berada di kawasan strategis ekonomi tepatnya di Kelurahan Sukoharjo. Peremajaan permukiman di seluruh kelurahan dengan peningkatan sarana dan prasarana permukiman yang dibutuhkan.

d. c. sesuai standar yang telah ditetapkan. Penambahan fasilitas pedidikan terutama untuk fasilitas pendidikan tingkat TK diharapkan berada di dalam kawasan permukiman dengan memperhatikan radius jangkauan pelayanan.Fasilitas perdagangan dan jasa skala pusat pelayanan lingkungan dikembangkan secara merata tersebar di seluruh pusat lingkungan yang menyatu dengan kawasan permukiman Paragraf IV Fasilitas Pendidikan Pasal 29 Rencana pengembangan fasilitas pendidikan dilakukan dengan : a.(4). . SLTP da n SMU baik swasta maupun negeri dilakukan dengan mempertahankan dan mengoptimalkan semua fasilitas pendidikan yang ada di wilayah perencanaan saat i ni dengan cara pengembangan secara vertikal. b. Perbaikan kualitas fisik dan lingkungan fasilitas pendidikan yang ada. Peningkatan kualitas pendidikan dengan orientasi kualitas bertaraf internasio nal mulai dari pendidikan tingkat SD sampai tingkat SMA. Arahan pengembangan fasilitas pendidikan setingkat TK. Sekolah Dasar.

Pemerataan fasilitas kesehatan tingkat masyarakat skala lingkungan seperti po syandu. b. Pembangunan baru untuk fasilitas kesehatan skala pelayanan kota pada lokasi y ang belum terbangun. atau pada lokasi yang tingkat pelayanannya rendah. puskesmas. Integrasi fasilitas pendidikan dengan rusunawa terutama untuk tingkat pendidi kan TK.e. d. e. Integrasi fasilitas kesehatan dengan rusunawa terutama untuk fasilitas skala lingkungan. puskesmas pembantu dialokasikan tersebar di seluruh sub blok peruntuk an. se hingga mampu membentuk fasiitas pendidikan yang bercitra dan berkarakter. Penonjolan karakteristik khusus yang dimiliki fasilitas pendidikan khusus. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas fisik fasili tas yang ada. c. f. . Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas baik milik swasta ataupu n pemerintah yang sudah ada tetap dipertahankan. Paragraf V Fasilitas Peribadatan Pasal 30 Pengembangan fasilitas peribadatan dilakukan melalui peningkatan kondisi dan pemeliharaan fasilitas yang ada serta dikembangkan secara merata di seluruh kawa san permukiman Paragraf VI Fasilitas Kesehatan Pasal 31 Rencana pengembangan fasilitas kesehatan dilakukan dengan : a.

452 .786.16 M2.817 M2.815 M2. e. Hutan Kota Jakarta dengan luas 11. d.Paragraf Paragraf VII Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Pasal 32 (1) RTH di Malang Tengah ditetapkan sebagai berikut : a. RTH kawasan lindung. dan h. (4) RTH taman pemakaman di Malang Tengah berupa Makam Betek seluas 6. g.896 M2. RTH jalur hijau. RTH taman rekreasi. Makam Pejuang Pelajar seluas 1. RTH lapangan.47 9 M2. c. f. RTH kebun bibit. RTH taman kota. (2) RTH hutan kota di Malang Tengah antara lain : Hutan Kota Malabar dengan luas 16. b. (3) RTH kebun bibit di Malang Tengah terdapat di Kebun Bibit Garbis dengan luas 3.Taman Pemakaman Sama an seluas 77. RTH hutan kota. RTH taman pemakaman.030 M2. Hutan Kota Kediri dengan luas 5.

Tepi Jalan Raya Dieng seluas 1. Brigjen Slamet Riyadi seluas 243 M2. (8) RTH jalur hijau di Malang Tengah antara lain : Jalur Tengah Galunggung denga n luas 770 M2. Taman Cikampek seluas 197 M2. Lapangan di Kompleks Perumahan Taman Indah Ijen seluas 32.218 M2. (9) RTH tepi jalan di Malang Tengah antara lain : Tepi Jalan Mayjen Panjaitan se luas 3.681 M2. taman.849 M2.465 M2. (7) RTH lapangan di Malang Tengah berupa kompleks GOR Gajayana dengan luas 53.000 M2 dan TMP Pahlawan Trip seluas 500 M2. b. Taman Kertanegara dengan luas 2. d. Taman Jalur Tengah Dieng dengan luas 3. Taman Choiril Anwar dengan luas 43 M2. Penghijauan di sekitar areal parkir yang tersebar di seluruh sub blok peruntu kan. Taman Jalur Tengah Ijen dengan luas 10.486 M2.604 M2.080 M2. Penambahan penghijauan di seluruh kawasan permukiman. c.733 M2. f.382 M2. Taman Simpang Balapan dengan luas 1.62 5 M2.910 M2.275 M2. Taman Adipura / Arjuna dengan luas 395 M2. Penambahan kebutuhan ruang untuk makam di Kecamatan Klojen dilakukan diluar Kecamatan Klojen. Taman Alun-Alun Merdeka dengan luas 23. (10) RTH kawasan lindung di Malang Tengah antara lain : kawasan lindung sempadan rel kereta api dengan luasan sekitar 206. Taman Terusan Cikampek seluas 1.619 M2. Lapangan di Jl. Lapangan Simpang Ijen seluas 4. Taman TGP dengan luas 201 M2. g.255 M2. Mangga seluas 7. Tepi Jalan Pangl ima Sudirman 1. Mempertahankan RTH (lapangan olahraga.758 M2. Penghijauan dikembangkan di lahan rumija sebagai jalur hijau di semua ruas ja lan arteri sekunder.M2. (6) RTH taman rekreasi berupa Taman De Playground seluas 1. Taman Wilis dengan luas 700 M2. Jeruk seluas 5.305 M2.1 97 M2. Lapangan di belakang Jl.690 M2.903 M2.840 M2. TMP Suropati seluas 17. Lapangan di Jl. Taman Trunojoyo dengan luas 5. (11) Rencana pengembangan fasilitas ruang terbuka hijau dilakukan dengan : a. Lapangan Tretes Selatan seluas 1. h. Mempertahankan makam yang sudah ada dan mengoptimalkan fungsi makam melalui makam tumpangan.923 M2.310 M2. Taman Ronggowarsito dengan luas 3.498 M2. e. i. boulevard atau jalur hijau dan makam) yang ada saat ini. Tepi Jalan Besar Ijen seluas 7.779 M2.810 M2. lokal dan jalan lingkungan. Lapangan Simpang Patimura seluas 35 M2. Tepi Jalan Langsep seluas 1. Pengadaan jalur hijau di setiap ruas jalan.780 M2. Taman Jalur Tengah Veteran dengan luas 9. Program sejuta pohon bagi pengembangan permukiman dengan menanam satu . Tepi Jalan Ijen seluas 2. Tepi Jalan Brigjen Slamet Riyadi seluas 1. Lapangan sehitiga Jaksa Agung Suprapto seluas 27 M2. Taman Cibogo seluas 2.910 M2 dan sempadan sungai brantas dengan luasan sekitar 439. Taman Melati dengan luas 210 M2.970 M2. Makam Gading seluas 3. Mengoptimalkan fungsi resapan pada makam sebagai fungsi resapan sehingga tidak diperbolehkan peng-kijing-an. Tepi Jalan Retawu 2. Taman Segitiga Pekalongan seluas 346 M2.539 M2.410 M2 dan Taman Jalur Tengah Langsep dengan luas 8. hutan kota.774 M2.114 M2. (5) RTH taman kota di Malang Tengah antara lain : Taman Cimacam seluas 1.385 M2. Makam Mergan seluas 41. Taman Jalur Tengah Veteran seluas 8. Taman Alun-Alun Tugu dengan luas 10.

sedangkan parkir juga tersebar di kawasan perdagangan dan jasa (kecuali Kawasan Pasar Besar). (12) Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) saat ini berupa plasa. .pohon pada setiap rumah. median jalan yang tersebar di hampir seluruh jalan arteri sekunder dan lokal. parkir dan lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen atau paving yang tersebar di kawasan permukiman dan fasil itas umum. sedangkan jalur pedestrian yang ada di Kawasan Pasar Besar sebagian besar dipakai untuk parkir. halaman/pekarangan ru mah atau taman bermain atau taman berpaving. jalur pedestrian (trotoar).

. rencana kawasan lindung b. tercantum d alam lampiran 11 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. jalur pejalan kaki (pedestrian). Kawasan Lindung Setempat b. Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan.(13) Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) berupa halaman rumah atau taman berpaving. rencana kawasan budidaya. Paragraf II Rencana Kawasan Lindung Pasal 34 (1) Rencana kawasan lindung di Malang Tengah merupakan penetapan fungsi kawasan agar wilayah yang dilindungi dan memiliki fungsi perlindungan dapat dipertahanka n. lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen. Bagian Keempat RENCANA PERUNTUKAN BLOK Paragraf I Umum Pasal 33 (1) Peruntukan blok di Malang Tengah meliputi: a. (2) Kawasan lindung di Malang Tengah meliputi: a. (2) Peta rencana peruntukan blok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). area par kir. Kawasan Rawan Bencana Alam c.

(6) Sungai yang melintasi kawasan permukiman perlu dilakukan re-orientasi pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian latar depan. kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya. (4) Pengendalian kegiatan di sekitar sungai atau bangunan di sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian atau pengelolaan sungai dil arang untuk didirikan. (5) Perlunya pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan pengawasan terhadap berkembangnya kawasan terbangun pada sempadan sungai maupun alihfungsi lahan lainnya.Pasal 35 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan sungai meliputi kawasan sekitar Sun gai Brantas dan sempadan Sungai Kasin (2) Pendirian bangunan di Kawasan Lindung Setempat tidak diperbolehkan untuk bangunan dengan fungsi hunian kecuali bangunan dengan fungsi penunjang kawasan lindung. (7) Pencegahan dilakukan kegiatan budidaya di sepanjang sungai. (3) Pengamanan dan perlindungan sekitar sungai atau sempadan sungai baik sungaisungai besar maupun kecil dilarang untuk alih fungsi lindung yang menyebabkan at au merusak kualitas air. .

saluran. (9) Peningkatan kebersihan sungai. Penataan/perbaikan melalui penyediaan taman/jalur hijau pada sempadan. ruang pengawasan jalan 23 m. Pasal 36 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan Kereta api meliputi kawasan di sepanjang rel Kereta Api (2) Kawasan sempadan rel Kereta Api sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditetapk an dengan jarak sempadan masing-masing antara 10 11. b. c. Tidak membangun gedung.(8) Pengembangan kegiatan konservasi aktif di sekitar sempadan dan lainnya. d. e. pagar. f. menanam jenis pohon yang tinggi dimana akan mengganggu pandangan bebas maupun mengganggu keselamatan perkeretaapian. membuat tembok. 2 m untuk sistem penerangan jalan dan drainase. kawasan Kayu Tangan yang terdiri dari kompleks pertokoan di sepanjang koridor . dan g. dan 4. (3) Upaya pengelolaan kawasan sempadan rel Kereta Api. serta penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan. 3 m untuk taman dan pembatas. tanggul. Penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan alat-alat pendukung sistem transportasi perkeretaapian yang berupa. saluran. perlindungan badan rel. kabel telepon. Menetapkan pengaturan mengenai jalur perkeretaapian dengan ketentuan ruang manfaat jalan 6 m. termasuk bagian bawahnya serta ruang bebas diatasnya. ruang milik jalan 12 m. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan dan penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. telegraf.5meter diukur dari as jalan rel terdekat. Menetapkan intensitas bangunan di sekitar rel merupakan kegiatan dengan kepadatan sedang = 75%. 6 m untuk badan jalan rel kereta api. dari sampah melalui peningkatan kesa daran masyarakat akan kebersihan sungai.5 m untuk jalan inspeksi. kabel signal. dan bangunan lainnya. yang terdiri dari : 1. kabel listrik. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Pasal 37 (1) Kawasan Cagar Budaya di Malang Tengah terdiri dari lingkungan cagar budaya d an bangunan cagar budaya (2) Lingkungan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilind ungi dan dilestarikan meliputi: a. Penataan kawasan dengan upaya merelokasi bangunan yang ada di sempadan rel. 3. 3. 2.

Ijen yang terdiri dari Gedung Sekolah Menengah Kristen (Christ MULO School). Gedung HBS/AMS di JP. (4) Benda Cagar Budaya wajib dipertahankan keberadaannya dengan tidak mengalihka n dan/atau merubah fungsi dan desain dan/atau gaya arsitekturalnya. Sekolah Cor-Jessu. dan Balai Kota. dan pertokoan di perempatan KajoetanganstraatSemeroestraat. dan c. Koridor Jl. bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas umum lainnya dengan karakter gaya arsitektural kolonial indische dan kolonial modern. b. dan Komplek Stadion Gajayana. Gedung PLN. COEN PLEIN (Alun-alun Bunder). Toko Oen. (3) Bangunan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilindun gi dan dilestarikan meliputi Gereja Kathedral Hati Kudus. .Kajoetangan straat. Semeru-Jl. kawasan Alun-alun Tugu yang terdiri dari Stasiun Kereta Api Malang.

Oro-Oro Dowo. Ketersediaan fasilitas umum: taman lingkungan. dan sebagainya yang dapat di fungsikan sebagai kawasan/zona evakuasi e. Klojen. (3). Kawasan rawan kebakaran sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada pada kawa san permukiman padat yang tersebar di seluruh wilayah Malang Tengah seperti Keluraha n Sukoharjo. Upaya pelestarian melalui preservas i dan konservasi. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan banjir dan longsor dilakukan deng an : a. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan sebagai berikut : a. Perbaikan/peningkatan kondisi saluran drainase yang ada.5 5 me ter (mengurangi gang-gang buntu) dan juga dapat dilalui truk pemadam kebakaran d. yaitu untuk drainase gang ± 25 cm. Perbaikan kondisi jalan lingkungan yang ada dengan lebar jalan antara 3. (5). c. gentrifikasi dan demolisi (3). adaptasi/revitali sasi. Penanggungan. pemanfaatan BCB atau situs yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa lepas. (2). balai pertemuan. renovasi. relokasi permukiman di sempadan Sungai Brantas yang ada di Kelurahan Penanggungan. addisi. Pasal 38 (1). Penataan intensitas bangunan sesuai dengan rencana intensitas bangunan. Oro-Oro Dowo. .Kawasan rawan bencana di Malang Tengah meliputi kawasan rawan kebakaran sert a kawasan rawan banjir dan longsor. b. (2). dan restorasi/rehabilitasi/rekonstruksi. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. sehingga tidak memenuhi syarat layak huni untuk lingkungan pemukiman penduduk. eksporasi atau penelitian. Sama an. lapangan OR. Penempatan hidran dan sumur bor di setiap perkampungan padat. Kawasan rawan banjir dan longsor sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada sempadan Sungai Brantas (4).(5) Terkait dengan BCB untuk pengembangan lebih lanjut mengenai keberadaan BCB d i Kota Malang mengenai perlindungan dan pelestariaanya dilakukan terutama pada 3 tahapan (1). mengingat pada kawasan perumahan padat ini ruang terbuka sangat terbatas. Klojen. Sama an.

d. c. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Perumahan Perdagangan dan Jasa Sektor Informal Fasilitas Umum Pariwisata RTH RTNH . Paragraf III Rencana Kawasan Budidaya Pasal 39 Pengembangan Kawasan Budidaya meliputi: a. b. f.b. g. e. pengembalian lahan sempadan untuk penanaman vegetasi sebagai buffer atau penyangga pada dinding tebing sungai.

Tidak mengganggu fungsi lindung dan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam.Rencana Perumahan Pasal 40 (1) Kawasan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. f. peremajaan dan relokasi permukiman padat dan kumuh yang legal dengan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan dengan kepadatan sangat tinggi yaitu Sama an dan Sukoharjo serta Kelurahan yang kepadatannya tinggi yaitu Bareng. d. persampahan. b. Kauman dan Kasin. yaitu : a. dilakukan tindakan preventif. permukiman liar di sepanjang sungai Brantas dan sempadan rel KA. e. meliputi permukiman dengan kepadatan tinggi. c. Upaya intensifikasi pembangunan dengan menambah penyediaan RTH untuk bangunan gedung bertingkat. pendidikan. (3) Arahan penataan dan penertiban permukiman yang berdiri di kawasan konservasi sempadan sungai dan sempadan rel KA. penertiban. hydrant. masyarakat kelas menengah ke atas (apartement) dan masyarakat kelas atas (apartement menyatu dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas umum). rumah berkarakter khusus (karakter bangunan kolonial). agama). dan pengawasan terhadap kawasan konservasi tersebut terutama untuk untuk lokasi yang masuk dalam ukuran 10 15 m (sempadan sungai) dan 12m (sempadan KA). pusat perdagangan dan jasa. b. rumah dinas. perkampungan Arab. Penataan bangunan permukiman padat diwajibkan membangun jalan inspeksi dan re-orientasi bangunan ke sungai atau rel Kereta Api. dan perumahan real estate. Pengembangan kegiatan konservasi aktif d. sarana air bersih. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan d . Peningkatan kualitas perumahan melalui rehabilitasi. (2) Arahan penataan/perbaikan di kawasan permukiman padat di Malang Tengah dilak ukan melalui : a. c. penanganan limbah dan drainase) dan fasilitas sosial (kesehatan. Kawasan permukiman harus didukung oleh ketersediaan fasilitas fisik atau util itas umum (pasar. Pembangunan perumahan baru dilakukan secara intensif (vertikal) untuk masyara kat kelas bawah (rusunawa/rusunami). perkantoran. Pengembangan sistem permukiman kompak dilakukan melalui peningkatan fungsi rumah terintegrasi dengan fungsi lain seperti ruko dan rukan untuk kawasan permukiman yang strategis dan mempunyai kecenderungan beralih fungsi menjadi perdagangan dan jasa seperti yang terjadi hampir di seluruh ruas jalan di Malang Tengah.

(7) revitalisasi bangunan rumah dengan karakter bangunan kolonial dilakukan deng an upaya penetapan dan pelestarian bangunan cagar budaya. (8) pengembangan perumahan real estate dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan utilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya secara mandiri dan terin tegrasi dengan rencana pembangunan yang ada di kawasan sekitarnya. dan s anitasi lingkungan termasuk penyediaan RTH. (6) Penataan perumahan dinas dilakukan dengan melakukan perbaikan serta peningka tan kualitas sarana dan prasarana permukiman seperti jaringan jalan. drainase. .an penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar.

Jl.Jl. (9) Revitalisasi dan penataan Pasar Comboran ditunjang fasilitas parkir umum dis ekitarnya. Kauman Jl. pusat perbelanjaan dan toko modern. Sutan Syahr ir Jl. Jl. Bendungan Sutami . Jl. Rais (pasar Kasin) dikembangkan sebagai p asar tradisional. Brigjen Katamso . Ijen.Jl. Halmahera. KH. Raya Langsep Jl. Merdeka Selatan . Bas uki Rahmad Jl. Jl. Achmad Dahlan.Brigjen Slamet Riyadi. Jl.Jl. V eteran Jl. pusat perbelanjaan dan toko modern. (7) Mempertahankan dan mengoptimalkan sentral PKL yang sudah ada serta melakukan penataan dan pengembangan sentra-sentra PKL untuk menampung PKL yang terdapat di sekitar pusat kegiatan seperti kawasan MOG.Jl. Pasar Besar dikembangkan berupa toko modern dan di Jl. Jl. Kawasan Alun-alun dengan ketentuan penyediaan lahan 5 10% dari luas lahan kawasan perdagangan. (5) Kawasan perdagangan dan jasa skala pelayanan lingkungan di kawasan permukima n dikembangkan berupa pasar modern. Hasim Asyari Jl. Mayjen Panjaitan .Jl. Jl . Ir. (2) Pengembangan kawasan perdagangan meliputi rencana perdagangan dan jasa pelayanan pusat kota (regional).Rencana Perdagangan dan Jasa Pasal 41 (1) Perdagangan dan jasa di Malang Tengah terdiri dari pasar tradisional.Jl. Muh. Ade Irma Suryani . khusu snya Pasar Besar dan sekitarnya sebagai pusat perbelanjaan dengan skala regional. Jl. KH. Bandung Jl. (4) Kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan sub pusat kota di sepanj ang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Ir. Pranoto . SW. Rencana Sektor Informal . Pasar Besar. Arief Margono. Yamin (pasar Comboran).Jaksa Agung Suprapto Jl. Simpang Langsep. Galunggung -Jl. Cokroaminoto (pasa Klojen) dan Jl. (8) Pengembangan Kawasan perdagangan dan Jasa yang ada lebih dioptimalkan dengan cara vertikal di sepanjang arteri sekunder. (3) Kawasan perdagangan dan jasa skala pusat kota (regional) berkembang di sekit ar Pasar Besar berupa pasar tradisional. (6) Perbaikan dan revitalisasi kawasan perdagangan dan jasa di pusat kota. Rais . Letjen Sutoyo Jl. perdagangan dan jasa pelayanan sub pusat kota s erta perdagangan dan jasa pelayanan lingkungan. Merdeka Barat Jl.Jl. Agus Salim .

(3) Sektor informal di Malang Tengah berupa PKL binaan yang menyatu dengan fungs ional dikembangkan di lokasi Pasar Besar dan Alun-Alun Merdeka. kawasan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya. kawasan Alun-Alun Kota . kawasan Jalan Wilis dan kawasan Pasar TUGU (pasar pagi pada hari sabtu-minggu di Jalan Semeru). (4) Kawasan khusus sebagai wahana perdagangan sektor informal dengan skala kecil yang mempunyai ciri khusus dan dalam jumlah yang besar tetap menggunakan lokasi yang ada tanpa peningkatan intensitas kegiatan antara lain Pasar Burung Splendid.Pasal 42 (1) Sektor informal dikembangkan di kawasan perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dalam bentuk sentral PKL dan PKL binaan yang menyatu dengan kawasan atau bangunan fungsional. (2) Sektor informal di Malang Tengah berupa sentral PKL dikembangkan di kawasan Stasiun Kota Baru. Jalan Halmahera. . kawasan Bareng. kawasan pusat perbelanjaan/pertokoan (MATOS dan MOG).

Lavalette. Bareng.Rencana Fasilitas Umum Pasal 43 Pengembangan kawasan fasilitas umum meliputi: kawasan pendidikan. Pasal 45 (1) Pengembangan kawasan kesehatan skala regional seperti RSUD Dr. RS. SMU Negeri yang tersebar pada tiap-tiap kelurahan tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan dilakukan peningkatan kualitas pendidikannya. Syaiful Anwar . Hermina. skala kecamatan dan skala lingkungan. Siti Aisyah. Kasin dan Kauman. kawasan pertahanan dan kemanana. komplek pendidikan Cor Jesu. RS. misalnya apotek. labora . kawasan pelaya nan kesehatan. RSI. klinik. (3) Fasilitas pendidikan skala pelayanan regional tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan peningkatan kualitas berstandart internasional. Panti Waluyo serta Rumah Sakit Bersalin yang sudah ada tetap dipertahankan. (5) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat TK dikembangkan dalam kawasan permukiman (6) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat SD secara vertikal terutama di dal am kawasan permukiman yang memiliki kepadatan tinggi seperti di Kelurahan Sukoharjo . Melati Husada dan RS. komplek pendidikan di Jalan Veteran. RS. Sekolah Dasar N egeri (SDN) atau MI. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (Negeri). kawasan peribadatan Pasal 44 (1) Pengembangan kawasan pendidikan di Malang Tengah meliputi fasilitas pendidik an skala pelayanan regional. da n komplek pendidikan Santa Maria dan STM Nasional di Raya Langsep. (2) Pengembangan fasilitas pendukung skala kota. (2) Pengembangan fasilitas pendidikan skala pelayanan regional sebagaimana yang dimaksud dalam Ayat (1) meliputi fasilitas pendidikan berupa SMA komplek di Alun -alun Tugu. komplek pendidikan Santo Albertus (Dempo). Sama an. (4) Fasilitas pendidikan skala kecamatan atau kawasan berupa TK.

(4) Peningkatan fasilitas skala lokal atau lingkungan di tiap Kelurahan (Puskesm as Pembantu. Merdeka Selatan .Jl. Pasar Besar. (3) Peningkatan pelayanan pada fasilitas kesehatan yang ada terutama fasilitas d engan skala pelayanan kawasan/lingkungan (puskesmas puskesmas pembantu) di sekitar kawasan permukiman. Basuki Rahmad Jl. Jl. KH.Jl. Jl. Jl.Jaksa Agung Suprap to Jl. Ade Irma Suryani Jl. Rais . Arief Margono. Praktek Dokter/Bidan) dan di tiap lingkungan (Praktek Bidan. Galunggung -Jl. Sutan Syahrir . Pasal 46 Pengembangan kawasan pertahanan dan keamaman dilakukan dengan: . Letjen Sutoyo Jl. Veteran Jl. Simpang Langsep. Posyandu). Raya Langsep .Jl.Jl. SW.Jl. KH. Merdeka Barat Jl. Jl.torium di sepanjang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Mayjen Panjaitan . Bandung Jl. Polides. Praktek Mantri. Jl. Ir. K auman Jl. Jl. Agus Salim . Hasim Asyari Jl. Pranoto .Jl. Ijen.Jl.Brigjen Slamet Riy adi.Jl. (5) Pengembangan semua fasilitas kesehatan dilakukan secara tereintegrasi dengan apotek untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara terpadu. Brigjen Katamso . Achmad Dahlan. Bendungan Sutami . Halmahera.Jl.

Wisata buatan meliputi Taman Rekreasi Kota. Ijen da n Museum Brawijaya. Wisata sejarah/budaya meliputi wisata bangunan dan lingkungan cagar budaya an tara lain kawasan Kayu Tangan. mempertahankan ruang terbuka hijau yang ada di kawasan pertahanan dan keamana n. Wisata belanja yang meliputi pusat perbelanjaan Alun-alun Merdeka. Semeru-Jl. Merdeka Barat. GPIB Jemaat IMMANUEL di Jl. Koridor Jl. Arif Rahman Hakim.a. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Jl. (2) pengembangan fasilitas peribadatan skala lingkungan berupa musholla secara m erata sesuai kebutuhan dengan lokasi menyatu dengan kawasan permukiman. dan Playground De Rumah. mempertahankan lokasi kawasan pertahanan dan keamanan yang terletak di SKODAM Brawijaya dan kantor-kantor militer lainnya. c. Rencana RTH . Taman Rekreasi Senaputra. Jenderal Basuki Rahmat dan Gereja Katolik Kathedral Santa Perawan Maria Dari Gunung Karmel di Jl. Matos dan @Max Pasar Splended sebagai wisata belanja b. b. Buring. Rencana Pariwisata Pasal 48 Rencana pengembangan pariwisata di Malang Tengah dilakukan dengan: a. c. MOG. Kawasan Alun-Alun Tugu. pengembangan fasilitas penunjang kegiatan pertahanan dan keamanan di kawasan pertahanan dan keamanan yang ada Pasal 47 Pengembangan kawasan peribadatan dilakukan dengan : (1) mempertahankan fasilitas peribadatan yang sudah ada terutama untuk skala kot a melipti Masjid Jami Kota Malang di Jl.

e. Keberadaan lapangan olahraga yang tersebar di tiap-tiap kawasan permukiman te tap dipertahankan dan dihindari untuk peralihan fungsi sebagai kawasan terbangun. d. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar perumahan padat f. . Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan umum sebagai fungsi estet is dan ekologis diarahkan pada sekitar pusat Kota. Mewajibkan pada pengembangan perumahan baru untuk mengalokasikan lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau baik itu berupa lapangan olahraga maupun taman bermain dengan proporsional terhadap kebutuhan penghuninya. RTH sekita r pasar. Mempertahankan hutan kota dan taman-taman kota yang ada sebagai fungsi ekolog is dan estetis kota. Optimalisasi ruang terbuka hijau daerah sempadan sungai dan sempadan rel kere ta api. RTH sekitar kawasan perdagangan.Pasal 49 Rencana pengembangan RTH di Malang Tengah dilakukan dengan: a. jenisnya: RTH tepi jalan. Keberadaan makam difungsikan sebagai resapan air. c. g. b.

Bagian Kelima RENCANA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Paragraf I Umum Pasal 51 (1). Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat yang tersebar hampir di seluruh kelurahan tetap dipertahankan dengan KDB maksimal 90%. halaman/pekarangan rumah ata u taman bermain atau taman berpaving. plasa. Peningkatan citra kawasan dilakukan di lokasi kawasan strategis meliputi ka wasan cagar budaya dan kawasan strategis ekonomi melalui penyusunan RTBL pada kawasan yang bersangkutan. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat dan masuk dalam sempadan sungai di beberapa titik lokasi diarahkan relokasi ke rumah . b. area parkir. lapangan olah raga dengan tutupan struktur s emen. (2). Koefisien Lantai Bangunan. Penataan bangunan dan lingkungan dilakukan dengan mengatur dan mengendalika n rencana bangunan dan lingkungan melalui pengaturan Koefisien Dasar Bangunan. jalur pejalan kaki (pedestrian) dan median jalan. Paragraf II Rencana Koefisien Dasar Bangunan Pasal 52 (1). Rencana Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dilakukan dengan : a.Rencana RTNH Pasal 50 Rencana pengembangan RTNH di Malang Tengah dilakukan dengan mempertahankan yang sudah ada saat ini berupa aksesori RTH. Koefisien Dasar Hijau dan Garis Sempadan Bangunan.

Pemanfaatan lahan di dalam kawasan perumahan Ijen Nirwana KDB 50 70 % tetap dipertahankan. d. Makam dengan KDB 5 %. . Penyediaan fasilitas umum pada masa mendatang juga diarahkan untuk dilengkapi dengan ruang terbuka yang dipergunakan untuk tempat parkir. Fasilitas perdagangan dan jasa dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk sirkulasi parkir. penghawaan dan penyinaran alamiah. f. dengan KDB maksimum 50 % seperti halnya yang ada pada pusat perdagangan (MATOS dan MOG). g. pemerintahan.susun dengan KDB 70 % c. untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukung pemakaman. sirkulasi parkir. rumah sakit. penghijauan dan penghawaan dan penyinaran seperti di fasilitas umum (pendidikan. h. Lapangan olah raga dengan KDB 20 % (sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen dan semi permanen di dalam areal jalur hijau). Fasilitas umum dan perumahan dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk penghawaan dan penyinaran yang optimal supaya kondisi lingkungan lebih sehat e. taman dan penghijauan. bongkar muat barang. museum) dan fasilitas perumahan (Jalan Besar Ijen).

tercantum dalam lampiran 12 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.200 % ini tetap dipertahankan. *diletakkan di pasal tentang RTH perda tentang makam thn 2006 (penambahan luasan makam 2% dari lahan pengembang) Paragraf III Rencana Koefisien Lantai Bangunan Pasal 53 (1). tercantum dalam lampiran 13 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. KLB diatas 400 % (maksimum) hanya diperbolehkan di sepanjang koridor Jalan Letjen Sutoyo Jalan Jaksa Agung Suprapto Jalan Basuki Rahmad Jalan Merdeka Timur Jalan Merdeka Barat Jalan Kauman Jalan Hasim Asyari Jalan Arief Margono. b. Bandung Jl.(2) Peta rencana Koefisien Dasar Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). ruas Jalan Mayjen Panjaitan Jalan Brigjen Slamet Riyadi dan Jalan Veteran jasa Jl. Ijen dengan fungsi peruntukan untuk perdagangan dan (2) Peta rencana Koefisien Lantai Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Permukiman dengan KLB antara 100 % . Paragraf IV Rencana Koefisien Dasar Hijau . Rencana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dilakukan dengan : a.

Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. Agus Salim . Veteran Jl. kawasan permukiman padat ditetapkan minimal 1 rumah mempunyai 1 pohon c. Brigj en Katamso . KH. Jl. kawasan perdagangan dan kawasan industri ditetapkan komposisi antara terbangu n dan non terbangun adalah sebesar 60 % : 40 % b. Simpang Langsep.Jl. Pranoto .Pasal 54 Rencana Koefisien Dasar Hijau dilakukan dengan : a.Brigjen Slamet Riyadi.Jl.Jl. Ijen. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl.Jl.Jl. Jl. Merdeka Barat Jl. Jl. Bandung Jl. SW.Jl. Rais . Jalan lokal diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 4 .Jl. Laksamana Martadinata. Jalan arteri sekunder diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 5 . Sutan Syahrir . Halmahera. KH. Ade Irma Suryani . .13 m. Rencana Garis Sempadan Bangunan dilakukan dengan : a.Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Arief Margono. Paragraf V Rencana Garis Sempadan Bangunan Pasal 55 (1). Merdeka Selatan .10 m. Letjen Sutoyo Jl. Raya Langsep . Bendungan Sutami Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Jl. b. Galunggung -Jl. Ir. Pasar Besar. Tumenggung Suryo Jl. Kauman Jl. kawasan militer juga tetap menggunakan komposisi 60 % : 40 % dengan ketentuan ruang terbuka dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masing masing. Jl. Panglima Sudirman Jl. Achmad Dahlan. Gatot Subroto Jl. Hasim Asyari Jl. Basuki Rahmad Jl. Jl.

swasta. Bagian Keenam RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN FASILITAS ATM Pasal 56 (1) penyediaan fasilitas ATM direncanakan mengikuti rencana pengembangan perdaga ngan dan jasa baik skala pelayanan Pusat Kota sub Pusat Kota maupun lingkungan serta fasilitas umum lainnya. Bagian Ketujuh RENCANA INDIKASI PROGRAM Pasal 57 (1) Rencana indikasi program ditetapkan untuk mengoptimalkan penyusunan programprogram teknis dan upaya untuk mendorong keikutsertaan semua pihak baik pemerintah. maupun masyarakat.c.5 m. tercantum dalam lampiran 14 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (2) Pengembangan fasilitas ATM juga direncanakan di sekitar kawasan permukiman s erta pengembangan permukiman baru. Yang termasuk dalam kategori ini antara semua jalan yang mengubungkan antara kawasan permukiman dengan pusat pusat kegiatan disekitarnya. Jalan lingkungan diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 1 . (2) Rencana indikasi program ditetapkan dalam waktu 20 (Dua Puluh) tahun semenja k ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan dibagi tiap lima tahun sesuai dengan prior itas pengembangan yang telah ditentukan berdasarkan kondisi wilayah perencanaan . (2) Peta rencana garis sempadan bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).

tercantum dalam lampiran 15 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. dan pengenaan s anksi. (2) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota.(3) rencana indikasi program sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Kedua Ketentuan Umum Peraturan Zonasi . pemberian insentif dan disinsentif. perijinan. BAB IV KETENTUAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG Bagian Kesatu Umum Pasal 58 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan melalui penetapan peraturan zonasi.

d. Intensitas kegiatan pada setiap zona yang ditetapkan. rumah deret (town house) dengan kode R-4. skala kelurahan dengan kode FP-4 dan skala lingkungan dengan kode FP-5. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari pemerintahan dengan kode PK-1 dan pertahanan dan keamanan dengan kode PK-2. jalur hijau dengan kode H-6 dan lapangan dengan kode H-7. dan b. Zona Kawasan Pemerintahan. taman pemakaman dengan kode H-5. ser ta berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. s kala kota dengan kode FP-2. dan b. Zona Kawasan Permukiman terdiri dari rumah tunggal dengan kode R-1. (2) Dalam peraturan zonasi sesuai dengan rencana rinci tata ruang dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Lindung. m eliputi : a. Zona Ruang Terbuka Hijau terdiri dari taman kota dengan kode H-1. komersil skala kota dengan kode K-2. f. Zona Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari komersil skala regional dengan kode K-1. (3) Peraturan zonasi pada setiap butir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat tentang : a. b. g. c. . taman lingkungan dengan kode H-4. e. skala kecamatan dengan kode FP-3. Zona Kawasan Lindung terdiri dari kawasan sempadan sungai dan atau kawasan sempadan rel kereta dengan kode KL-2.Pasal 59 (1) Peraturan zonasi disusun sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang. dan h. Pasal 60 (1) Klasifikasi Zonasi di Kecamatan Klojen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. komersil skala kelurahan dengan kode K-4 dan komersil skala lingkungan dengan kode K-5. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Budidaya. Zona Perhubungan terdiri dari stasiun dengan kode TR-2. Zona Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari skala regional dengan kode FP-1. Zona Industri dan Pergudangan terdiri dari industri dengan kode I-1. Penetapan pemanfaatan ruang.

(2) Klasifikasi zonasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tercantum dalam lampi ran 16 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini Pasal 61 Pembagian zonasi Kecamatan Klojen dibedakan menjadi zonasi pada : a. Blok o Dowo c. Blok f. Blok g d. Blok Peruntukkan II yang meliputi : Sub Blok Penanggungan dan Sub Blok Oro-or Peruntukkan III yang meliputi : Sub Blok Gading Kasri dan Sub Blok Baren Peruntukkan IV yang meliputi : Sub Blok Kasin dan Sub Blok Kauman Peruntukkan V yang meliputi : Sub Blok Kidul Dalem dan Klojen Peruntukkan VI yang meliputi : Sub Blok Sukoharjo Bagian Ketiga Peraturan Zonasi Pasal 62 . Blok Peruntukkan I yang meliputi : Sub Blok Sama an dan Sub Blok Rampal Celaket b. Blok e.

c. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). f. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. 3. dan/atau perusakan lingkungan). Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 57 ayat (1) huruf b. (2). FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. tercantum dalam lampiran 17 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. gangguan keamanan. . Pasal 63 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf a. adalah : a. 2. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. 3. 2. FP-2. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. RTH. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah . d. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2 . permukiman terdiri dari R-1. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. b. Kawasan RTH terdiri dari H-4 dan H-7. e. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). dan TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat.(1). meliputi : a. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. pencemaran lingkungan. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. FP-3. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1.000 meter) 5.Dasar adalah 1. 2. WR. halte. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. TPS. adalah : a. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf c. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Supratman tidak boleh berubah . Pemanfaatan kawasan perdagangan skala kota yang ada di Jl. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai.

perkantoran. drainase. yaitu jaringan air bersih. listrik dan telekomunikasi 5. 5. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. persampahan. adalah : a. air limbah. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). kesehatan. drainase. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. Minimal berada pada jalan lokal b. sub terminal. 6. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). sub terminal. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . Minimal berada pada jalan lokal b. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Perdagangan dan jasa. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk sarana umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) huruf d. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. TPS secara terbatas. TPS dengan syarat-syarat tertentu. persampahan. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. Pemanfaatan fasilitas umum skala regional tidak boleh berubah 4. listrik dan telekomunikasi 5. serta perkantoran. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. peribadatan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. yaitu jaringan air bersih. 3. 4. Minimal berada pada jalan lokal c. perdagangan dan jasa. industri manufaktur. RTH. TPS secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Pemanfaatan fasilitas umum skala kota tidak boleh berubah. 4. industri manufaktur. air limbah. 3. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 3. peribadatan. kesehatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai.4. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Sama an dan Rapal Celaket) dan fasilitas kesehatan skala kota (khusus untuk sub blok Sama an) 5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas.

sub terminal. air limbah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. kesehatan. drainase. 3. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.1. Pemanfaatan fasilitas umum skala kecamatan tidak boleh berubah. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. perkantoran. 4. 2. persampahan. perdagangan dan jasa. Minimal berada pada jalan lokal . listrik dan telekomunikasi 5. peribadatan.

air limbah. 3. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Pemanfaatan fasilitas umum skala kelurahan tidak boleh berubah. adalah : a. air limbah. RTH. terminal . industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. pertambangan. dan listrik 5. 2. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. persampahan. 3. 2. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. RTH. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. peribadatan. perdagangan dan jasa. perkantoran. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Tidak diperkenankan dibangun industri. peribadatan. 3. TPS secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. dan pertanian. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. adalah : a. Minimal berada pada jalan lingkungan e. perdagangan dan jasa. dan pertanian. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. 2.d. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. pertambangan. pertambangan. Pemanfaatan kawasan pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 aya t (1) huruf f. RTH. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder 4. 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. persampahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. TPS secara terbatas. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. drainase. Pemanfaatan kawasan pemerintahan tidak boleh berubah b. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf e. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. dan listrik 5. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1.

Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. b. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak diperbolehkan berubah. 2. 4. pertambangan dan pertanian. 3. 2.dan TPS. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. . pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas.

FP-3. Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pa sal 59 ayat (1) huruf b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 2. d. permukiman terdiri dari R-1. RTH. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2). Kawasan RTH terdiri dari H-1.3. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. 2. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf b. adalah : a. K-4 dan K-5. f. Pasal 65 (1). e. tercantum dalam lampiran 18 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. . H-4. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. pencemaran lingkungan. Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (1) huruf a. meliputi : a. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. dan/atau perusakan . H-6 dan H-7. c. gangguan keamanan. (2). FP-2. H-5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 64 (1). kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. 3. b. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan.

Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. adalah : a. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. . 3. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. Pemanfaatan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf c.lingkungan).000 meter) 5. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4.

Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Perdagangan dan jasa. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. perkantoran. persampahan. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala regional tidak boleh berubah 4. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 2. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. TPS dengan syarat-syarat tertentu. industri manufaktur. sub terminal. RTH. 2. peribadatan. kesehatan. RTH. perkantoran. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Penanggungan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Berada pada jalan lokal c. Minimal berada pada jalan lokal b. kesehatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 2. 6. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. TPS secara terbatas. industri manufaktur. b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. yaitu jaringan air bersih. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Brigjen Slamet Riyadi tidak boleh berubah 5. 5. TPS. sub . Perdagangan dan jasa. drainase. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 4. Berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 58 ayat (1) huruf d adalah : a. peribadatan. 3. 5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 2. listrik dan telekomunikasi 5. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada.

3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . yaitu jaringan air bersih. listrik dan telekomunikasi 5. TPS secara terbatas. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.terminal. air limbah. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kota tidak boleh berubah 4. persampahan. Minimal berada pada jalan lokal c. drainase.

Minimal berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf e. 2. 3. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. air limbah. persampahan. pertambangan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 2. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). dan listrik 5. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. 2. listrik dan telekomunikasi 5. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. persampahan. persampahan. air limbah. kesehatan. Minimal berada pada jalan lokal d. perkantoran. dan pertanian. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kecamatan tidak boleh berubah 4. air limbah. Minimal berada pada jalan lingkungan e. RTH. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri. dan listrik 5. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. drainase.1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1 ) . TPS secara terbatas. sub terminal. peribadatan. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. dan pertanian. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. TPS secara terbatas. RTH. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. drainase. drainase. 3. pertambangan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun industri. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. adalah : a. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. peribadatan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. perdagangan dan jasa.

3. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran. b. perkantoran. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1.huruf f. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. pemakaman. pemakaman. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri. dan TPS . dan TPS 2.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. 3. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. 1. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Pemanfaatan RTH lapangan olahraga tidak boleh berubah Pasal 66 (1). Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksud dalam Pas al 56 huruf c. FP-2. kabel/tiang listrik. H-6 dan H-7. Kawasan permukiman terdiri dari R-1 dan R-4 Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. d. 2. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksu d pada Ayat (1). Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. pertambangan dan pertanian. (2). d. 3. H-5. 2. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga.2. e. meliputi : a. b. 2. 3. . . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . c. FP-3. iklan/reklame. c. tercantum dalam lampiran 19 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Kawasan Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. H-4. Kawasan RTH terdiri dari H-1. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah e.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 3. adalah : a. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. dan/atau perusakan lingkungan). 2. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak . perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4.Pasal 67 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 61 ayat (1) huruf a. gangguan keamanan. TPS dengan (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 dan rumah deret (town house) dengan kode R-4 : 1. pencemaran lingkungan.

Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. industri manufaktur. RTH. TPS secara terbatas. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. sub terminal. Minimal berada pada jalan lokal b. 3. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. drainase. TPS. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf b. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada 61 ayat (1) huruf c adalah : a. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Minimal berada pada jalan lokal b. adalah : a. persampahan. Perdagangan dan jasa. listrik dan telekomunikasi 5. perkantoran. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. 4. Kawi tidak boleh berubah 4. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai.adalah 500 meter. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 6. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : . Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. 2. Prosentase perubahan maksimum 30% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. air limbah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah. 3. halte. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 2. 5. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Gading Kasri dan Bareng) dan fasilitas kesehatan serta peribadatan skala kota (khusus untuk sub blok Bareng) 5. 3. peribadatan. kesehatan. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1.

peribadatan. RTH. persampahan. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. 3. Minimal berada pada jalan lokal . drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perkantoran. kesehatan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. air limbah. Perdagangan dan jasa. sub terminal. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 4. listrik dan telekomunikasi 5. 2.1.

TPS secara terbatas. RTH. pertambangan. a ir limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 4. Minimal berada pada jalan lokal d. 2. persampahan. TPS secara terbatas. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. 3. 2. perkantoran. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah. sub terminal. 2. peribadatan. dan pertanian. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. drainase. persampahan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. kesehatan. persampahan. air limbah. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Perdagangan dan jasa. 3. RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. lengkapi sistem utilitas yang memadai. listrik dan telekomunikasi 5. 2. peribadatan. dan pertanian. TPS secara terbatas. peribadatan. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4.c. yaitu jaringan air bersih. adalah : a. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. air limbah. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : . RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. b. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. 3. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. perdagangan dan jasa. dan listrik 5. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Minimal berada pada jalan lingkungan e. dan listrik 5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Minimal berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf d. pertambangan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). drainase.

(5) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf e. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 2.1. 3. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. adalah : . RTH. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. Pemanfaatan zona pertanahan dan keamanan tidak boleh berubah.

Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. c. 3. perkantoran. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 . Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1.a. pemakaman. 3. d. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. pertambangan dan pertanian. Pemanfaatan RTHjalur hijau jalan tidak boleh berubah e. b. kabel/tiang listrik. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. iklan/reklame. pemakaman. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. 3. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. 2. dan TPS 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam: 2. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 68 (1). 2. dan TPS 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. 3. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. 1. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1.

FP-3. tercantum dalam lampiran 20 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. b. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Kawasan RTH terdiri dari H-4. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Industri terdiri dari I-1. d. c. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. (2). e. H-5. H-6 dan H-7.huruf d. meliputi : a. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Pasal 69 . Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). FP-4 dan FP-5. K-2 dan K-5. g. f. Kawasan Pemerintahan. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. FP-2.

3. 2. Minimal berada pada jalan lokal b. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. 2. adalah : a. TPS. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. adalah : a. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl.000 meter) 5. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. sarana pelayanan lingkungan secara terbatas. TPS. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. gangguan keamanan. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Kawi . Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. 3. 3. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. halte. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. pencemaran lingkungan. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. dan/atau perusakan lingkungan). Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 2. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 63 ayat (1) huruf b.(1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.

Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan dan kesehatan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kasin. Prosentase perubahan maksimum 25% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada.dan Jl. Semeru tidak boleh berubah 4. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Minimal berada pada jalan lokal c. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 5. . 6.

Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. sub terminal. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. sub terminal. kesehatan. yaitu jaringan air bersih. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. TPS secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. sarana pelayana umum secara terbatas. Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. drainase. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 3. persampahan. listrik dan telekomunikasi 5. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah permukiman secara terbatas. Pada zona industri dengan kode I-1 : 1. peribadatan. TPS dengan syarat-syarat tertentu. TPS secara terbatas. Perdagangan dan jasa. kantor swasta pendukung kegiatan industri dengan syarat-syarat tertentu. air limbah. persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. yaitu jaringan air bersih. Minimal berada pada jalan lokal . perkantoran. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun permukiman secara luas. listrik dan telekomunikasi 5. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 3.2. RTH. 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). IPAL. peribadatan. Merupakan industri manufaktur dan bukan merupakan kegiatan industri berat yang menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 2. kesehatan. 5. adalah : a. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. Boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 63 ayat (1) huruf e adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal b. RTH. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. drainase. 3. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk industri dan pergudangan sebagaimana dimaks ud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf d. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. perdagangan dan jasa terbatas dan dengan syarat-syarat tertentu. industri manufaktur. perkantoran.

sub terminal. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. yaitu jaringan air bersih. perkantoran. air limbah. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4.c. RTH. drainase. 3. 2. TPS secara terbatas. kesehatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. listrik dan telekomunikasi . persampahan. Perdagangan dan jasa.

3. peribadatan. 3. dan listrik 5. RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lokal d. dan listrik 5. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. persampahan. RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). 2. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. dan pertanian.5. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. air limbah. drainase. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. adalah : a. TPS secara terbatas. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. TPS secara terbatas. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. . Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 2. persampahan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. dan pertanian. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. yaitu jaringan air bersih. 3. perdagangan dan jasa. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. pertambangan. pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. 2. peribadatan. Minimal berada pada jalan lingkungan (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf f. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah. yaitu jaringan air bersih. perdagangan dan jasa. Minimal berada pada jalan lingkungan e. drainase. 2. air limbah.

(7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 aya t (1) huruf g. 3. perkantoran. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. . Tidak diperkenankan dibangun industri. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. adalah : a. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. pemakaman. dan TPS 2.

Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Pasal 71 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf a. c. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. FP-3 dan FP-5. g. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . H-4. b. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). 3. c. e. f. 2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. 2. adalah : . dan Kawasan RTH terdiri dari H-1. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Kawasan Perhubungan terdiri dari TR-2. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf e. (2). 3. tercantum dalam 21 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. FP-2. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 70 (1). pertambangan dan pertanian. d. 2. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. iklan/reklame. H-6 dan H-7. K-4 dan K-5.b. Kawasan Pemerintahan. 1. meliputi : a. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. kabel/tiang listrik.

Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 65 ayat (1) huruf b. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas . Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. adalah : a. 3. 2. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu.Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. pencemaran lingkungan. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 2. gangguan keamanan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. dan/atau perusakan lingkungan).

000 meter) 5. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1.3. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 2. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf c. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. adalah : a. Berada pada jalan lokal c. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. 2. industri manufaktur. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. 6. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. TPS. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kidul Dalem 5. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kelurahan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. TPS dengan syarat-syarat tertentu. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Prosentase perubahan maksimum 15% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. 5. Minimal berada pada jalan lokal b. Berada pada jalan lingkungan . Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. industri manufaktur. 3. 3. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 4. 5. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4.

Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. sub terminal. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 2. peribadatan. kesehatan.(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 65 ayat (1) huruf d adalah : a. . TPS secara terbatas. RTH. Perdagangan dan jasa. perkantoran. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1.

Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. listrik dan telekomunikasi 5. perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun industri. Minimal berada pada jalan lokal c. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. listrik dan telekomunikasi 5. peribadatan. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. yaitu jaringan air bersih. Minimal berada pada jalan lokal b. listrik dan telekomunikasi 5. Perdagangan dan jasa. persampahan. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. perkantoran. TPS secara terbatas. adalah : a. Perdagangan dan jasa. 2. yaitu jaringan air bersih. air limbah. 3. sub terminal. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. Minimal berada pada jalan lokal d. kesehatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. pertambangan. dan listrik 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. peribadatan. 2. air limbah. 2. persampahan. persampahan. TPS secara terbatas. air limbah. drainase. RTH. RTH. peribadatan. drainase. air limbah. RTH. dan pertanian. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf e. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. sub terminal.3. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. TPS secara terbatas. drainase. kesehatan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : . Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. persampahan.

Tidak diperkenankan dibangun permukiman. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. perdagangan dan jasa. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 2. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. 3.1. perdagangan dan jasa. .

Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. pemakaman. fasilitas pelayanan umum. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. 2. . perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun industri. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 65 ayat (1) huruf f. c. 3. perkantoran. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. adalah : a. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. dan TPS 2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. kabel/tiang listrik. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. perdagangan dan jasa. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. RTH. Pemanfaatan sarana transportasi stasiun KA tidak boleh berubah (7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 aya t (1) huruf g. Pada stasiun KA dengan kode TR-2 : 1. permukiman. perkantoran. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. iklan/reklame. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. pemakaman. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. serta TPS dengan terbatas dan syarat-syarat tertentu. pertambangan dan pertanian. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. b. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. adalah : a. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. dan TPS 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti .2.

Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf f. c. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. d. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).2. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-2. . 3. (2). tercantum dalam lampiran 22 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. b. FP-3. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 72 (1). Kawasan Pemerintahan. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. meliputi : a. K-2 dan K-5. FP-4 dan FP-5.

Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. dan/atau perusakan lingkungan). TPS. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. 3. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota tidak boleh berubah. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. 2. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2.Pasal 73 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 67 ayat (1) huruf a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. TPS dengan syarat-syarat tertentu. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas 3. kecuali untuk perdagangan dan jasa skala regional 4. Perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan . 3. pencemaran lingkungan. 2. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Minimal berada pada jalan lokal c. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Berada pada jalan lokal dengan penyediaan parkir yang cukup. gangguan keamanan. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. 4. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf b. adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala regional atau perumahan dengan model apartemen. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. 2. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. b. 3. halte. adalah : a. TPS.

tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. industri manufaktur. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 67 ayat (1) huruf c adalah : . Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry).dan jasa skala regional atau kota 4. 5.

drainase. listrik dan telekomunikasi 5. Tidak diperkenankan dibangun industri. 2. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. dan listrik 5. kesehatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Minimal berada pada jalan lingkungan d. RTH. dan pertanian. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK).a. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perdagangan dan jasa. listrik dan telekomunikasi 5. air limbah. peribadatan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. yaitu jaringan air bersih. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. perkantoran. perdagangan dan jasa skala lingkungan. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. sub terminal. drainase. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri. air limbah. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. TPS secara terbatas. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. TPS secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal c. dan pertanian. persampahan. drainase. peribadatan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota/regional 4. 3. dan listrik 5. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). RTH. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. Minimal berada pada jalan lokal b. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. air limbah. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. persampahan. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 2. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. sub terminal. TPS secara terbatas. pertambangan. Perdagangan dan jasa. pertambangan. 2. Minimal berada pada jalan lingkungan . RTH. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. yaitu jaringan air bersih. 3. peribadatan. drainase. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan tidak boleh berubah 4. persampahan. perkantoran. kesehatan.

(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, adalah : a. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan; 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH, sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah

Bagian Keempat Ketentuan Perijinan

Pasal 74

(1) Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah dijadikan pedoman untuk : a. Penerbitan izin pemanfaatan ruang; b. Pengaturan tata guna tanah (Land Regulation); c. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan (2) Izin Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a meliputi: a. Izin prinsip; b. Izin Lokasi; c. Izin penggunaan pemanfaatan tanah; d. Izin Mendirikan Bangunan; dan e. Izin lain berdasarkan ketentuan perundang undangan. (3) Ketentuan Umum Perizinan Pemanfaatan Ruang di Kota Malang diatur sebagai ber ikut : a. Prosedur izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. b. Pemberian izin diberikan oleh pejabat yang berwenang dengan mengacu pada rencana detail tata ruang kota dan peraturan zonasi. c. Pemberian izin dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kewenangan dan kepentingan berbagai instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Izin prinsip dan izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan huruf b diberikan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang. e. Izin penggunaan pemanfaatan tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diberikan berdasarkan izin lokasi. f. Izin mendirikan bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d diberika n berdasarkan rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi.

Bagian Kelima Ketentuan Insentif dan Disinsentif

Pasal 75

(1) Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Perat

uran Daerah ini. (2) Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatas i, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini.

Pasal 76

(1) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah Daerah dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. (2) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan oleh instansi berwena ng sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 77

(1) Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: a. keringanan pajak; b. pemberian kompensasi; c. imbalan; d. sewa ruang; e. urun saham; f. penyediaan infrastruktur; g. kemudahan prosedur perizinan; dan/atau h. penghargaan. (2) Disinsentif kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: a. pengenaan pajak yang tinggi; b. pembatasan penyediaan infrastruktur; c. pengenaan kompensasi; dan/atau d. penalti. (3) Pemberian disinsentif kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) h arus dengan persetujuan DPRD.

Pasal 78

(1) Setiap orang yang berperan aktif menata lingkungan perumahan atau pemukiman dengan menyediakan taman, sumur resapan, atau kegiatan lainnya berhak atas insen tif berupa penghargaan. (2) Setiap orang yang tanah atau bangunan tempat tinggalnya terkena rencana pembangunan untuk kepentingan umum, berhak atas insentif berupa keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan.

pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan ketentuan perijinan .Pasal 79 Tata cara pemberian insentif dan disinsentif sepanjang teknis pelaksaannya diatu r lebih lanjut dengan Peraturan Walikota yang disahkan paling lambat 6 (enam) bulan sete lah diundangkannya Peraturan Daerah ini. Bagian Keenam Arahan Sanksi Pasal 81 Arahan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a. Pasal 80 Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang lebih lanjut diatur dengan Peraturan Da erah yang ditetapkan selambat-lambatnya satu tahun sejak diundangkannya Peraturan Dae rah ini.

Setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang. b. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi administratif berupa: a.500. (2) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1).00 (seratus juta rupiah). e. d. b.000. c. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahu n dan denda paling banyak Rp 500. e. pemulihan fungsi ruang. d.00 (satu miliar lima ratus juta rupiah). penutupan lokasi. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) . peringatan tertulis.pemanfaatan ruang . b. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100.000. Setiap orang yang tidak memberikan akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin pemanfaatan ruang yan g tidak sesuai dengan rencana tata ruang.000. pembongkaran bangunan.000. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang.000. h. (3) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kematian orang. f. dan/atau i. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi pidana berupa: a. g.00 (lima miliar rupiah). c. c. penghentian sementara kegiatan. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000. denda administratif. pembatalan izin.00 (lima ratus juta rupiah). pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi . Pasal 82 (1) Arahan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang akan dilakukan dengan pemberian sanksi administratif dan sanksi pidana.000. pencabutan izin. penghentian sementara pelayanan umum. Tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang.

Selain sanksi pidana. BAB V HAK.000.00 (lima ratus juta rupiah).000. PERAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban . KEWAJIBAN.tahun dan denda paling banyak Rp500. pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak dengan hormat dari jabatannya.

setiap orang wajib: a. penghentian sementara kegiatan. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaa n kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang. d. f. mengetahui rencana tata ruang. peringatan tertulis. pencabutan izin. Pasal 84 (1) Dalam penataan ruang.Pasal 83 Dalam penataan ruang. e. penghentian sementara pelayanan umum. d. memelihara kualitas ruang. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum. dan f. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian. dan/atau g. b. d. pembongkaran bangunan. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan. . mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya. berlaku tertib dalam keikutseraannya dalam penyusunan. dan pengendalian penataan ruang. (2) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud pa da ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa: a. c. pemanfaatan. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang. b. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang. penutupan lokasi. e. b. setiap orang berhak: a. e. pembatalan izin. c. memelihara ketentuan penggunaan dan ketentuan teknis yang berlaku pada bangunan/lahan yang dikuasainya. c. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang.

me lalui: a. (2) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana detail tata ruan g kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat berbentuk : a. b. dan/atau c. . partisipasi dalam penyusunan rencana detail tata ruang kota. antara lain.Bagian Kedua Partisipasi Masyarakat Pasal 85 (1) Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang dapat dilakukan. partisipasi dalam pemanfaatan ruang. partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang. pemberian kejelasan hak atas ruang kawasan.

b. b. Pengendalian pemanfaatan ruang. Perencanaan tata ruang. pemberian informasi saran. (4) Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara partisipasi masyarakat dalam penat aan ruang diatur dengan Peraturan Walikota yang selambat-lambatnya ditetapkan 6 (enam) bul an setelah diundangkannya Peraturan Daerah ini. bantuan tenaga ahli. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang sebagaimana dimak sud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk : a. pertimbangan atau pendapat dalam penyusunan rencana pemanfaatan ruang. c. . atau kebiasaan yang berlaku. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berbentuk : a.b. d. bantuan pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban dalam kegiataan pemanfaatan ruang kawasan dan peningkatan kualitas pemanfaatan ruang kawasan. Bagian Ketiga Koordinasi dan Kelembagaan Pasal 86 (1) Ruang lingkup koordinasi penataan ruang daerah meliputi : a. d. dan atau f. perubahan atau konvensi pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang kawasan. pemberian usulan dalam penentuan lokasi dan bantuan teknik dalam pemanfaatan ruang. air. f. Pemanfaatan ruang. penyelenggaraan kegiatan pembangunan berdasarkan rencana rinci tata ruang kawasan. memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan kawasan. konsolidasi pemanfaatan tanah. dan sumber daya alam lain untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan yang berkualitas. kegiatan menjaga. dan atau g. pemberian tanggapan terhadap rancangan rencana rinci tata ruang kawasan. dan atau b. kerjasama dalam penelitian dan pengembangan e. dan c. pemanfaatan ruang daratan dan ruang udara berdasarkan peraturan perundanganundangan. pengawasan terhadap pemanfaatan ruang kawasan di wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II. adat. udara. c. e. termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. bantuan pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. bantuan dana. agama.

. Penanggung jawab : Walikota dan Wakil Walikota. mengoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota. terdiri a tas : a. b. Perencanaan tata ruang meliputi : 1. c. Ketua : Sekretaris Daerah Kota Sekretaris : Kepala Bappeda Kota Anggota : SKPD terkait penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (4) BKPRD Kota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas : a. d.(2) Walikota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang membentuk BKPRD Kota (3) Susunan Keanggotaan BKPRD Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Pengendalian pemanfaatan ruang meliputi : 1.2. memberikan informasi dan akses kepada pengguna ruang terkait rencana tata ruang kabupaten/kota. c. mengoordinasikan pelaksanaan evaluasi rencana tata ruang kabupaten/kota ke provinsi. 3. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang. Pemanfaatan ruang meliputi : 1. mengintegrasikan. mengoptimalkan peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang. memaduserasikan. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. rencana tata ruang pulau/kepulauan. mengoordinasikan proses penetapan rencana tata ruang kabupaten/kota. 6. 7. 5. rencana tata ruang wilayah provinsi. evaluasi. 4. 3. mengoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten/kota. 4. 5. memberikan rekomendasi guna memecahkan permasalahan dalam pemanfaatan ruang kabupaten/kota. melakukan fasilitasi pelaksanaan pemantauan. dan 8. dan 6. mengoordinasikan penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam pemanfaatan ruang baik di kabupaten/kota. 5. mengoordinasikan pelaksanaan konsultasi rancangan peraturan daerah tentang rencana tata ruang kabupaten/kota kepada BKPRD Provinsi dan BKPRN. mensinergikan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan antar kabupaten/kota yang berbatasan. dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang berbatasan. rencana tata ruang kawasan strategis provinsi. 4. dan memberikan pengarahan serta saran pemecahannya. rencana tata ruang kawasan strategis nasional. 2. memberikan rekomendasi perizinan pemanfaatan ruang kabupaten/kota. swasta. melakukan identifikasi dalam pelaksanaan insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan kabupaten/kota terkait. dan mengharmonisasikan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan rencana tata ruang wilayah nasional. menjaga akuntabilitas publik sebagai bentuk layanan pada jajaran pemerintah. 2. melakukan fasilitasi pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga konsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang. dan masyarakat. memaduserasikan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah dengan rencana tata ruang kabupaten/kota serta mempertimbangkan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan melalui instrumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). 3. (5) BKPRD Kota menyelenggarakan pertemuan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 ( tiga) . melakukan fasilitasi pelaksanaan kerjasama penataan ruang antar kabupaten/kota. b. dan 6. dan pelaporan penyelenggaraan penataan ruang.

membentuk Tim Teknis untuk menangani penyelesaian masalah-masalah yang bersifat khusus. (7) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaiamana dimaksud dalam ayat (4). meminta bahan yang diperlukan dari SKPD Kota. (8) Walikota memerintahkan SKPD terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi BKPRD Kota sebagaimana dimaksud dalam ayat (6). (9) Dalam melaksanakan tugasnya. (6) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) menyampaikan laporan pelaksanaan tugas BKPRD Kota dan rekomendasi secara berkala kepada Walikota. menggunakan tenaga ahli yang diperlukan. b. BKPRD Kota dibantu : . dan c.bulan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan penataan ruang. dapat : a.

melakukan pemeriksaan di tempat tertentu yang diduga terdapat bahan bukti dan dokumen lain serta melakukan penyitaan dan penyegelan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dalam bidang penataan ruang. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang sehubungan dengan peristiwa tindak pidana dalam bidang penataan ruang. melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. e. d. (4) Apabila pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memerlukan tindakan penangkapan dan penahanan. Sekretariat BKPRD Kota. b. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. BAB VI PENYIDIKAN Pasal 87 (1) Selain pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan instansi pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawab nya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk membantu pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. penyidik pegawai negeri sipil melakukan koordinasi dengan pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sesuai . dan b.a. Kelompok Kerja. (3) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahu kan dimulainya penyidikan kepada pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indones ia. dan f. (2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang: a. c.

pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. b. (5) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaika n hasil penyidikan kepada penuntut umum melalui pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ru ang Malang Tengah. (6) Pengangkatan pejabat penyidik pegawai negeri sipil dan tata cara serta prose s penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.dengan ketentuan peraturan perundangundangan. pelanggaran ketentuan arahan peraturan zonasi. c. . BAB VII KETENTUAN SANKSI Pasal 88 (1) Setiap orang atau badan dilarang melakukan pelanggaran berupa : a.

b. f. d. huruf f. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. pembongkaran bangunan. penutupan lokasi. d. f. h. e. denda administratif. g. huruf b. dan/atau g. pemulihan fungsi ruang. penghentian sementara pelayanan umum. pembongkaran bangunan. e.d. pembatalan izin. penghentian sementara pelayanan umum. dan/atau i. penghentian sementara kegiatan. pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. peringatan tertulis. dan/atau g. pencabutan izin. (2) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a. pemulihan fungsi ruang. b. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruan g yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. e. dan huruf g dikenakan sanksi administratif berupa: a. (3) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf c dikenakan sa nksi administratif berupa: a. f. penutupan lokasi. hu ruf d. (4) Sanksi administratif yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota . c. c. huruf e. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. peringatan tertulis. denda administratif. penghentian sementara kegiatan.

l. k. i. Lampiran 9 : Peta rencana jaringan air bersih. h. Lampiran 12 : Peta rencana koefisien KDB. e. Lampiran 4 : Peta rencana skala pelayanan. g. Lampiran 5 : Peta rencana fungsi jalan. Lampiran 11 : Peta rencana peruntukkan blok.BAB VIII PENUTUP Pasal 89 (1) RDTRK Malang Tengah memiliki jangka waktu 20 (dua puluh) tahun semenjak ditetapkan dalam Peraturan Daerah. . Lampiran 1 : Peta rencana struktur ruang. b. Lampiran 3 : Peta rencana sub blok peruntukkan. c. f. (2) RDTRK Malang Tengah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi dengan lampiran meliputi : a. Lampiran 8 : Peta rencana jaringan telekomunikasi. Lampiran 10 : Peta rencana peningkatan sistem drainase. Lampiran 7 : Peta rencana jaringan listrik. j. d. Lampiran 6 : Peta rencana rute angkutan kota. Lampiran 2 : Peta rencana blok peruntukkan.

r. (3) rencana detail tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. o. Lampiran 18 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan II. Lampiran 17 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan I. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang. Lampiran 21 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan V. Lampiran 20 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan IV. q. Lampiran 16 : Tabel klasifikasi zonasi p. u. n.m. Lampiran 15 : Rencana Indikasi Program. Pasal 90 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksan aannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota Pasal 91 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. . Lampiran 13 : Peta rencana koefisien KLB. Lampiran 22 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan VI. Lampiran 19 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan III. p. Lampiran 14 : Peta rencana garis sempadan bangunan. s. t. Agar setiap orang mengetahuinya.

Ditetapkan di Malang pada tanggal WALIKOTA MALANG.) . ttd ( .

PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR .. baik karena faktor internal. maupun faktor eksternal. mampu mengakomodir aktivitas kota dan dapat dipedomani oleh setiap stakeholder d alam pembangunan kota. pemanfaatan ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam implementasinya... PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup Jelas Pasal 2 Cukup Jelas Pasal 3 .TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA I... II. baik internal maupun eksternal.. Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala d alam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi d i lapangan. yang banyak menyebabkan ketidak seimbangan struktur dan fungsional ruang kota sekaligus ketidakteraturan ruang k ota.. sehingga apabila nyata-nyata dirasakan terjadi penyimpangan atau pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK).. baik dalam format evaluasi maupun revisi supaya RDTRK tersebut agar tetap aktual ....... maka Pemerintah Kota Malang perlu untuk menyempurnakannya... UMUM Perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan cenderung menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh adanya peningkatan intensitas (ruang)....

Cukup Jelas Pasal 4 Cukup Jelas Pasal 5 Cukup Jelas Pasal 6 Cukup Jelas Pasal 7 Cukup Jelas Pasal 8 Cukup Jelas Pasal 9 Cukup Jelas Pasal 10 Cukup Jelas Pasal 11 Cukup Jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) .

Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Berdasarkan Keptusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK. 631 Tahun 2009 tentang status jalan nasional. Trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki .Definisi KKOP atau kawasan keselamatan operasional penerbangan berdasarkan peraturan menteri perhubungan km no. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Zebra cross merupakan marka berupa 2 garis utuh melintang jalur lalu lintas dan/atau berupa rambu perintah yang menyatakan tempat penyeberangan pejalan kaki. 630 tahun tahun 2009 tentang Penetapan Ruas ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri dan Jalan Kolektor 1 dan Kepmen PU No. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Pasal 15 Ayat (1) Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun 1993 yang dimaksud dengan : Halte adalah tempet pemberhentian kendaraan umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan penumpang.105/DRJD/96 : .44 tahun 2005 tentang pemberlakuan SNI 037112-2005 mengenai kawasan keselamatan operasional penerbangan sebagai standart wajib adalah wilayah daratan/dan atau perairan dan ruang udara di sekit ar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 13 Cukup Jelas Pasal 14 Fungsi Jalan arteri sekunder ditetapkan berdasarkan Kepmen PU No. Sedangkan penetapan jalan kolektor sekunder ditetapkan berdasarkan SK Gubernur.

Larangan parkir on-street pada badan jalan antara lain : sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah tempat penyeberangan. street adalah parkir yang Penentuan sudut parkir on-street ditentukan oleh : lebar jalan. sifat peruntukkan lahan disekitarnya dan peranan jalan yang bersangkutan. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah akses bangunan gedung. volume lalu lint as pada jalan yang bersangkutan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter. sepanjang 50 meter sesudah jembatan. Pola parkir on-street dibedakan menjadi : pola parkir pararel. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis. Yang dimaksud dengan Sistem Parkir on memanfaatkan badan jalan. Sedangkan yang dimaksud dengan Sistem Parkir off street adalah parkir di luar badan jalan dan/atau di gedung ataupun tempat parkir khusus. dan pola parkir meyudut.a. . b. dimensi kendaraan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan. sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. karakteristik kecepatan. sepanjang tidak menimbulkan kemacetan dan menimbulkan bahaya.

5 waktu yang lama. kelestarian lingkungan. Kriteria penyediaan gedung parkir antara lain : tersedia tata guna lahan. daerah dengan frekuensi parkir relatif tinggi (20 kendaraan/SRP/hari). daerah dengan derajat Kriteria tarif parkir golongan B : parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt uk maksud pengendalian parkir. memenuhi persyaratan konstruksi dan perundang-undangan yang berlaku. untuk mengendalikan lalu-lintas. parkir dengan dapat tanpa pembayaran atau dengan pengendalian lalu lintas rendah. keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Pasal 16 Cukup Jelas Pasal 17 . yang dapat. keluar masuk kendaraan yang dikendalikan melalui karcis dengan waktu tercatat. Kriteria penyediaan taman parkir antara lain : rencana umum tata ruang daerah (RUTRD).. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. dapat diberlakukan tarif park ir secara progresif. tersedianya tata guna lahan.Fasilitas parkir off street untuk umum adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan tersendiri. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. daerah perumahan. parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt dengan frekuensi parkir relatif rendah (1. daerah kendaraan/SRP/hari). Kriteria tarif parkir golongan A : uk maksud pengendalian parkir. Fasilitas parkir off street sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama. kemudahan bagi pengguna jasa. Penetapan tarif parkir adalah salah satu cara pengendalian lalu-lintas. tarif parkir dapat diberlakukan relatif tinggi. letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani. Perhitungan tarif parkir tidak didasarkan atas perhitungan pengembalian biaya investasi dan operasional. daerah komersil atau pertokoan. juga tidak semata -mata untuk memperoleh keuntungan material dan/atau finansial. memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. c. parkir tarif yang rendah. Kriteria tarif parkir golongan C : kawasan parkir pada fasilitas parkir umum dengan maksud pengendalian parkir. meningkat sesuai dengan lamanya parkir.

Pasal 23 Ayat (1) . merupakan suatu program berbasis masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Ayat (2) Sanimas adalah sanitasi masyarakat.Cukup Jelas Pasal 18 Cukup Jelas Pasal 19 Cukup Jelas Pasal 20 Cukup Jelas Pasal 21 Cukup Jelas Pasal 22 Ayat (1) Pengolahan limbah dengan on-site system merupakan sistem pembuangan air limbah yang dilakukan secara individual atau perorangan melalui pengolahan dan pembuangan air limbah setempat.

Proses pemisahan sampah organik dan non organik harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Re-use adalah pemakaian kembali. Recycle adalah mendaur ulang barang. kawasam perdagangan dan jasa maupu kawasan untuk fungsi kegiatan fasilitas umum. Re-use dan Recycle. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Incenerator (Medical Waste Incinerator) adalah mesin yang digunakan untuk membakar sisa sampah dari limbah medis Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Hulu mempunyai arti kawasan penghasil sampah seperti kawasan permukiman. Program 3R meliputi Reduce. Hilir mempunyai arti tempat pengolahan sampah mulai dari depo TPS TPA. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Peran serta masyarakat mulai dari sumber (rumah tangga) antara lain pengurangan dan pemilahan Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 26 Ayat (1) . Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan.

Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 27 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Kepanjangan dari Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa. Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) RP4D (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah) merupakan acuan kerja untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara teratur. terencana dan terorganisasi. .

Pasal 28 Cukup Jelas Pasal 29 Cukup Jelas Pasal 30 Cukup Jelas Pasal 31 Cukup Jelas Pasal 32 Ayat (1) Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan. Kebun bibit adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang digunakan sebagai tempat penangkaran bibit pohon pelindung dan bibit tanaman hias. pengaman sarana kota dan mampu menjadi areal penyerapan air. Jalur Hijau adalah Ruang Terbuka Hijau untuk keserasian lingkungan dengan tujuan konservasi tanah. lestari dan inda h dengan menggunakan material taman. perdu/semak hias dan rumput/ penutup tanah dalam upaya melestarikan tanaman dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Ayat (2) Penghijauan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk memelihara. perlindungan areal khusus dan penyegaran udara yang terletak disepanjang jalan. Taman kota adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang mempunyai batas tertentu. mempertahankan dan meningkatkan kondisi lahan beserta semua kelengkapannya dengan melakukan penanaman pohon pelindung. material buatan dan unsur-unsur alam untuk menjadi fasilitas sosial kota. lingkungan peresapan air. ditata dengan serasi. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas .

830.15 %) dari luasan Malang Tengah sebesar 883 Ha (=8. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang telah mengatur tentang luasan RTH yang disyaratkan untuk kawasan perkotaan sebesar 30% dari luasan kota.169. . Saat ini RTH publik di Malang Tengah hanya seluas 1. badan air ataupun kondisi tertentu lainnya.260.000 M2).24 %) dan RTH privat seluas 1.Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (10) Berdasarkan UU No. dimana dalam penyediaannya 20% merupakan RTH publik dan 10% merupakan RTH privat. dapat berupa perkerasan.56 M2 (12.073.91 M2 (13.249. Ayat (11) Kawasan ruang terbuka non hijau merupakan kawasan yang yang secara fisik bukan berbentuk bangunan gedung dan tidak dominan ditumbuhi tanaman ataupun permukaan berpori.

dll. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup Jelas .Ayat (12) Cukup Jelas Pasal 33 Cukup Jelas Pasal 34 Cukup Jelas Pasal 35 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Yang dimaksud bangunan dengan fungsi fungsi penunjang kawasan lindung antara lain meliputi bangunan pengontrol ketinggian air di sempadan sungai. bangunan talud atau pengaman sungai.

disamping pemeliharaan material bangunan bersejarah tersebut . serta bentuk tanaman yang ada dalam tapak. Definisi preservasi adalah tindakan atau proses penerapan langkah-langkah dalam mendukung keberadaan bentuk asli. Kajoetanganstraat-Semeroestraat merupakan koridor Jalan Semeru. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Definisi eksporasi atau penelitian upaya untuk melakukan eksporasi atau peneliti an terhadap variabel/elemen/unsur yang mempunyai nilai sejarah dan memiliki karakte r khusus sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya pelestarian terhadap bangunan dan lingkungan cagar budaya. Tindakan ini dapat disertai dengan menambahkan penguat-penguat pada struktur. keutuhan material bangunan/struktur.Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 37 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kajoetangan straat merupakan koridor sepanjang Jalan Basuki Rahmat.

dengan cam memperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan sekarang. Definisi restorasi adalah kegiatan mengembalikan suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi awalnya secara lengkap dan utuh untuk pemakaian yang sama seperti semula. Swasta. ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. menengah. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. kios. swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. Definisi rekonstruksi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya yang sebagian besar telah hancur tidak berbentuk lagi Definisi adaptasi/revitalisasi adalah Meningkatkan kegiatan social dan ekonomi lingkungan bersejarah. agar tidak terlantar. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama. arsitektur dan budaya Definisi renovasi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi yang menyerupai awalnya untuk pemakaian yang berbeda dari semula. seraya melestarikan bagian-bagian dan wujud-wujud yang menonjol (penting) dinilai dari aspek sejarah. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama.Definisi konservasi adalah Memelihara dan melindungi tempat-tempat yamg indah dan berharga. Definisi gentrifikasi adalah kegiatan menghidupkan-kembali kegiatan di suatu lingkungan yang telah ditinggalkan penghuninya Definisi demolisi adalah Penghancuran atau perombakan suatu lingkungan binaan yang sudah rusak atau membahayakan Pasal 38 Cukup Jelas Pasal 39 Cukup Jelas Pasal 40 Cukup Jelas Pasal 41 Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern : Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. Definisi rehabilitasi adalah sebuah proses mengembalikan obyek agar berfimgsi kembali. Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau bebera . Pemerintah Daerah. yang sudah kehilangan vitalitas fungsi aslinya Definisi addisi adalah Menempatkan/ membuat bangunan/elemen bangunan baru yang sesuai dengan karakter kawasan. agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar.

yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang. Pasal 42 Cukup Jelas Pasal 43 Cukup Jelas Pasal 44 Cukup Jelas Pasal 45 Cukup Jelas . Toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri. menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket. Department Store. Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan.pa bangunan yang didirikan secara vertikal maupun horizontal. Supermarket.

Pasal 46 Cukup Jelas Pasal 47 Cukup Jelas Pasal 48 Cukup Jelas Pasal 49 Cukup Jelas Pasal 50 Cukup Jelas Pasal 51 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kawasan strategis yang dimaksud meliputi kawasan cagar budaya (kawasan kayu tangan) dan kawasan strategis ekonomi (kawasan Pusat Kota. Pasal 57 Cukup Jelas . kawasan Pasar Besar dan sekitarnya serta kawasan strategis lainnya yang mempunyai nilai ekonomi cuku p tinggi) Pasal 52 Cukup Jelas Pasal 53 Cukup Jelas Pasal 54 Cukup Jelas Pasal 55 Cukup Jelas Pasal 56 ATM ( Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia.

Pasal 58 Cukup Jelas Pasal 59 Cukup Jelas Pasal 60 Cukup Jelas Pasal 61 Cukup Jelas Pasal 62 Cukup Jelas Pasal 63 Cukup Jelas Pasal 64 Cukup Jelas Pasal 65 Cukup Jelas Pasal 66 Cukup Jelas Pasal 67 Cukup Jelas Pasal 68 Cukup Jelas .

15 Tahun 2010. 1 tahun 2008 dan permendagri no. permendagri no. Sedangkan proses atau mekanisme dari ijin pemanfaatan ruang ini akan dijelaskan lebih detail dalam Peraturan walikota. Pasal 74 Cukup Jelas Pasal 75 Cukup Jelas Pasal 76 Cukup Jelas Pasal 77 Cukup Jelas Pasal 78 Cukup Jelas Pasal 79 Cukup Jelas Pasal 80 Cukup Jelas Pasal 81 Cukup Jelas Pasal 82 Cukup Jelas .Pasal 69 Cukup Jelas Pasal 70 Cukup Jelas Pasal 71 Cukup Jelas Pasal 72 Cukup Jelas Pasal 73 Pasal 68 ini hanya menjelaskan tentang jenis ijin pemanfaatan ruang besertaketentuan umum perijinan pemanfaatan ruang berdasarkan PP No. 50 tahun 2009.

Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas . hubungan kerja dan penyaluran tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan suatu tugas untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dan/atau tumpang tindih.Pasal 83 Cukup Jelas Pasal 84 Cukup Jelas Pasal 85 Cukup Jelas Pasal 86 Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 : Ayat (1) Koordinasi adalah upaya mencapai suatu kesatuan sikap pandangan dan gerak langkah melalui kegiatan yang meliputi penentuan pembagian pekerjaan. Ayat (2) Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang disingkat BKPRD adalah Badan yang bersifat ad-hoc di Provinsi dan di Kabupaten/Kota dan mempunyai fungsi membantu pelaksanaan tugas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam koordinasi penataan ruang di daerah.

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 87 Cukup Jelas Pasal 88 Cukup Jelas Pasal 89 Cukup Jelas Pasal 90 Cukup Jelas Pasal 91 Cukup Jelas .

.

Lampiran 1 .

Lampiran 2 .

Lampiran 3 .

Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 .

Lampiran 7 .

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

Lampiran 10 .

Lampiran 11 .

Lampiran 12 .

Lampiran 13 .

Lampiran 14 .

Tahun 2030 Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.Lampiran 15 Tahapan Indikasi Program Pembangunan di Kecamatan Klojen Tahun 2010 . Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana .

(Tahun 20102011) (Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) 1 Transportasi Program pelebaran jalan untuk menyesuaikan fungsi jalan . Jalan Laksamana Martadinata dan . Melakukan fisibility study (studi kelayakan) pelebaran jalan Jalan Panglima Sudirman.

Jalan Pasar Besar (dan beberapa ruas jalan yang ada di kawasan Pasar Besar)

300 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Penyusunan Amdal Lalin

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Sosialisasi dan pembebasan lahan

100 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Pelaksanaan pembangunan

450 jt APBD I, APBD II Dinas PU Program pepembangunan sarana dan prasarana jalan

50 jt

. Pembangunan Halte, Jembatan penyebrangan, dan zebra cross serta pot dan lampu penerangan di sepanjang kawasan

kayutangan, di Jalan Veteran, Jalan Kawi, di sekitar Pasar Besar, di Pasar Comboran, Jalan Myjen Panjaitan, Jl. Trunojoyo, di sekitar Alun-alun Merdeka dan di sekitar Alunalun Tugu.

75 jt/tahun APBD II Dinas Perhubungan, Dinas PU , Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelebaran trotoar dan perbaikan trotoar Pelebaran (di Alun alun Merdeka dan sekitarnya serta kawasan Pasar Besar) dan Perbaikan (di semua ruas jalan)

50 jt/tahun APBD II Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Penataan Parkir

. Studi Revitalisasi Pasar Besar untuk menampung kapasitas parkir di area sekitarnya Kawasan Pasar Besar

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar . Sosialisasi parkir bersama di lokasi Pasar Besar Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar

Program Pengembangan (Aspek)

Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program

No.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana

(Tahun 20102011)

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030)

. Sosialisasi Pengembalian Rute Angkutan Umum sesuai dengan rute yang seharusnya Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bapeko, Paguyuban Angkutan Umum . Sosialisasi sistem tarif progresif dan parkir berlangganan Kawasan Pasar Besar

Dinas Pendapatan Daerah. Dinas Pasar . Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar. Dinas Pasar . Dinas Pendapatan Daerah. Studi Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Kawasan Pasar Comboran 150 jt APBD II Dinas Perhubungan.75 jt APBD II Dinas Perhubungan. DED dan pelaksanaan pembangunan Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Sekitar Pasar Comboran . Masyarakat . Bappeda. Bappeda.

Dinas Pasar . masyarakat sekitar 2 Kependudukan Manajemen Kependudukan . Dinas Pendapatan Daerah. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar. Dinas PU. jalan arteri sekunder dan jalan kolektor 200 jt APBD II Bappeda. Bappeda. Pemasangan ramburambu dilarang parkir on street di semua jalan arteri primer.300 jt APBD II Dinas Perhubungan.

. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Aparat kecamatan dan kelurahan. Tokoh masyarakat. masyarakat sekitar . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.

regristasi penduduk. Aparat kecamatan dan kelurahan. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan.75 jt/tahun APBD II Bappeda. masyarakat sekitar 3 Fasilitas Program Peningkatan (kualitas dan kuantitas) Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan . Tokoh masyarakat. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 75 jt/tahun APBD II Bappeda. masyarakat sekitar . pelanggaran. Aparat kecamatan dan kelurahan. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Tokoh masyarakat.

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas pendidikan (peningkatan mutu tenaga kependidikan dan manajemen kependidikan) baik pendidikan formal maupun non formal Di seluruh unit fasilitas pendidikan mulai TK sampai SMA baik milik swasta atau pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendidikan. Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (baik formal maupun non formal . Bappeda .

termasuk sosialisasi PHBS ke masyarakat) Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Kesehatan. Swasta/investor . Pelaksanaan . Bappeda . Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan (sarana dan prasarana fasilitas pendidikan) Di seluruh unit fasilitas pendidikan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan.

Sosialisasi Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas .pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan. Swasta/investor Program Penyediaan Fasilitas Perumahan .

alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar 150 jt APBD II Bappeda. Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Dinas PU.100 jt APBD II Bappeda. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) . Tokoh Masyarakat . Dinas PU.

150 jt APBD II Bappeda.alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Pelaksanaan Pembangunan Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas 1 M APBD II dan APBN Dinas PU . Dinas PU. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu .

10 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) 5 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor Program Peningkatan Fasilitas RTH .

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelaksanaan kegiatan pembangunan Di sepanjang sempadan Sungai Brantas . Sosialisasi lahan konservasi di sepanjang Sungai Brantas Di sepanjang sempadan Sungai Brantas 50 jt/tahun APBD II Bappeda.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Dinas PU.

Pelaksanaan Kegiatan minimal menanam 1 .100 jt/tahun APBD II Dinas PU. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Sosialisasi Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program penghijauan .

Program Lomba Kampung Bersih.pohon pada 1 rumah Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen Swadaya Masyarakat Masyarakat . Sehat dan Hijau Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun APBD II Dinas Kebersihan dan Pertamanan Utilitas Program Peningkatan Pelayanan Air Bersih .

. Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PDAM PDAM . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun .

Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PLN PLN .PDAM PDAM Program Peningkatan Pelayanan Listrik .

Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman . Normalisasi dan rehabilitasi saluran yang ada Jalan Pajajaran. Jalan Veteran. Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Jalan Kertanegara.50 jt/tahun PLN PLN Program Peningkatan Kondisi Drainase .

100 jt/tahun APBD II Dinas PU . Jalan Veteran. Membangun Saluran Baru Jl. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin 75 jt/tahun APBD II Dinas PU . Rehabilitasi dan perbaikan prasarana drainase Jalan Trunojoyo. Jalan Tugu. Mayjen Panjaitan 100 jt APBD II Dinas PU .

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) dan di seluruh saluran yang ada Program Peningkatan Kondisi Sanitasi . Sosialisasi Program Sanimas Komunal Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .

Penentuan Lokasi Sanimas Komunal dan Pelaksanaan Pembangunan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 150 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas PU . Sosialisasi Program 3R Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas PU Program Penanganan Sampah .

Program Komposting dan 3R di TPS Di seluruh Lokasi TPS 100 jt/tahun APBD II Bappeda. Lomba Hijau dan Bersih dalam Pengolahan Sampah dan RTH Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Dinas Kebersihan dan Pertamanan .75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan .

100 jt/tahun APBD II Bappeda. Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Peningkatan Pelayanan Jaringan Telepon . .

Pembangunan sentral telepon baru Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Pengembangan instalasi telepon Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .

Studi Mastrplan penetapan Lokasi BTS Kota Malang 200 jt/tahun .100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) Program Peningkatan Pelayanan Menara Telekomunikasi .

Pelaksanaan kegiatan penataan dan pemasangan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 1 M Investor/Swasta Dinas Komunikasi dan Informatika. Bappeda .APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Swasta . Bappeda . Sosialisasi terhadap seluruh provider Kota Malang 75 jt/tahun APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) Program Peningkatan Pelayanan Internet . Pemanfaatan lahan RTH untuk akses internet Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. Alunalun Tugu dan sekitarnya serta Taman Senaputra .

perdagangan dan pariwisata) Di seluruh Fasilitas umum yang ada di Kecamatan Klojen 75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta 4 Perdagangan dan Jasa Program Penataan Kawasan Perdagangan dan Jasa .75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta . perkantoran. Penambahan akses internet di semua fasilitas umum (pendidikan. kesehatan.

Pelaksanaan Kegiatan Revitalisasi dan Pembangunan Kawasan Pasar Besar . Dinas Pasar . DED Pembangunan Pasar Besar Pasar Besar 300 jt APBD II Bappeda. Studi Revitalisasi Kawasan Pasar Besar Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 300 jt APBD II Bappeda.. Dinas Pasar .

Dinas Pasar .Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 2 M APBD II dan swasta Dinas Pasar dan Swasta . Pelaksanaan pembangunan Revitalisasi Pasar Klojen Pasar Klojen . DED Pembangunan Pasar Klojen Pasar Klojen 200 jt APBD II Bappeda.

1 M APBD II Dinas Pasar dan Swasta . Dinas Pasar. Sosialisasi Central PKL Di Kawasan Pasar . Paguyuban Pedagang Kaki Lima Program Penataan Sektor Informal . Sosialisasi pemindahan pedagang di dalam Pasar Comboran Pasar Comboran 75 jt/tahun APBD II Bappeda.

Satpol PP.Besar. Paguyuban Pedagang Kaki Lima . Bappeda. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendapatan Daerah.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Pembangunan Central PKL Di Kawasan Pasar Besar. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 150 jt/lokasi APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Bappeda. Satpol PP.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Paguyuban Pedagang Kaki Lima 5 Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Program Upaya Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar .

Budaya . Penyusunan Peraturan Daerah Cagar Budaya Kota Malang . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Bappeda . Studi Penentuan dan Klasifikasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Kota Malang 200 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Pelaksanaan pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Di Kecamatan Klojen 50 juta/5 tahun/bangunan .350 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sosialisasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya dan Upaya Pelestariannya Di Kecamatan Klojen 75 juta/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Bappeda . Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.

Bappeda 6 Peningkatan Kualitas SDM Program Manajemen Kependudukan dan Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pembangunan . Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. masyarakat . Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. masyarakat . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.300 jt/tahun APBD II BLK. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . regristasi penduduk. pelanggaran. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 300 jt/tahun APBD II BLK.

masyarakat Sumber : Hasil Rencana .300 jt/tahun APBD II BLK. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.

. . Porterfield & Hall (1995). . Green (1981).Lampiran 16 Daftar Klasifikasi dan Kodefikasi Zona pada BWK Malang Tengah FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Perumahan . Merefleksikan pola-pola pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. mempunyai halaman depan. . Chiara & Koppelman (1975) . Chiara (1984). Menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi di seluruh wilayah kota. Mengakomodasi bermacam tipe hunian dalam rangka mendorong penyediaan hunian bagi semua lapisan masyarakat. 1 R-1 = Rumah Tunggal Bangunan dengan strukur tunggal. Lynch (1962). . Pendekatan : Tipe Bangunan Rujukan : . samping kanan dan kiri serta belakang.

5 K-1 = Regional Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan regional (internasional. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. . Tiap-tiap unit hunian memiliki atap tersendiri. jasa. beberapa kota/kabupaten). dan pelayanan masyarakat. Umumnya memiliki lantai lebih dari satu 3 R-3 = Apartemen Rumah susun di kawasan komersil bagi masyarakat menengah ke atas Komersial . Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . rekreasi. 2 R-4 = Rumah Deret/Town House Bangunan gandeng yang hanya dipisahkan oleh dinding. pertokoan. Menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerja. meliputi : dimensi. provinsi. indonesia. dan disain. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . Menyediakan peraturanperaturan yang jelas pada kawasan Perdagangan dan Jasa. intensitas..

9 K-5 = Lingkungan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan lingkungan. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU 6 K-2 = Kota Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kota/kabupaten atau melayani . Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . Menjamin pembangunan industri yang . Memberikan kemudahan dalam fleksibilitas bagi industri baru dan redevelopment proyekproyek industri. Industri . .. 8 K-4 = Kelurahan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kelurahan. Menyediakan ruangan bagi kegiatankegiatan industri dan manufaktur dalam upaya meningkatkan keseimbangan antara penggunaan lahan secara ekonomis dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja. 7 K-3 = Kecamatan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan Kecamatan. .

baik udara. Keputusan Kepala Bapedal No. maupun suara yang kecil dan yang tidak mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. dan melindungi penggunaan industri serta membatasi penggunaan non industri. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. air. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas sosial dan umum sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. . Fasilitas Pelayanan . Merefleksikan pola-pola . dampak Rujukan : . air maupun suara yang mengganggu lingkungannya. . Mengakomodasi bermacam tipe fasilitas sosial dan umum untuk mendorong penyediaan pelayanan bagi semua lapisan masyarakat. 11 I-2 = Mengganggu Industri yang mempunyai limbah.berkualitas tinggi. serta industri yang mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. baik udara. Pendekatan : Pencemaran. dengan tingkat polusi. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 10 I-1 = Tidak Mengganggu Industri yang non limbah. . menimbulkan polusi.

Keputusan Kepala Bapedal No. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . provinsi. Indonesia. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. beberapa kota/kabupaten. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. 17 Tahun 2001 tentang Jenis . . . 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. .pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. 13 FP-2 = Kota Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kota/Kabupaten. 12 FP-1 = Regional Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Internasional. 14 .

FP-3 = Kecamatan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kecamatan. Pemerintahan. Pendekatan : . 15 FP-4 = Kelurahan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kelurahan. Menyediakan lahan untuk 17 PK-1 = Pemerintahan Kantor pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi. 16 FP-5 = Lingkungan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Lingkungan. .

Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. . 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. kota/kabupaten. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. Pelayanan pemerintah Rujukan : . . pertahanan dan keamanan.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. 18 PK-2 = Pertahanan dan Keamanan . 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. pertahanan dan keamanan yang berkualitas tinggi. Menjamin kegiatan pemerintahan. Keputusan Kepala Bapedal No. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Pertahanan dan Keamanan . . kelurahan). kecamatan. Pengembangan pemerintahan dan pertahanan serta keamanan sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. dan melindungi penggunaan lahan untuk pemerintahan.

serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan fungsi lindung. 47 Tahun 1997 tentang RTRW Nasional. . meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . meningkatkan produksi pangan dan pendayagunaan investasi. Pertanian .Kantor atau instalasi militer termasuk tempat latihan baik pada tingkatan nasional. dan melindungi penggunaan lahan untuk pertanian tersebut. 20 . . Mengakomodasi bermacam tipe pertanian dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk pertanian. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor. Korem. 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan pertanian lahan basah secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam untuk pertanian pangan. . . meningkatkan pendapatan masyarakat. Menjamin kegiatan pertanian yang . . Pendekatan : Jenis Kegiatan Pertanian Rujukan : . meningkatkan ekspor. Polda. Kodam. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. berkualitas tinggi. 19 P-1 = Pertanian Lahan Basah 1) Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk pertanian lahan basah. . Koramil. menciptakan kesempatan kerja. Menyediakan lahan untuk pengembangan pertanian. Polwil. . PP No. polsek dan sebagianya. .

meningkatkan pendapatan masyarakat. . . . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . meningkatkan fungsi lindung. 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan perkebunan secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan produksi perkebunan dan mendayagunakan investasi. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan pendapatan masyarakat. . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. menciptakan kesempatan kerja. meningkatkan produksi pertanian dan mendayagunakan investasi. . . . 21 P-3 = Perkebunan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk kegiatan perkebunan. . .P-2 = Pertanian Lahan Kering 1) kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian lahan kering. . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdya alam. meningkatkan fungsi lindung. 2) kawasan yang apabila dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian lahan kering secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan ekspor. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. .

. meningkatkan produksi peternakan dan mendayagunakan investasi. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. cabang usaha. . 22 P-4 = Peternakan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik sebagai sambilan. meningkatkan produksi perikanan dan mendayagunakan investasi. menciptakan kesempatan kerja. . meningkatkan ekspor. tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . 23 P-5 = Perikanan kegiatan perikanan secara ruang dapat memberikan manfaat : . meningkatkan fungsi lindung. 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan peternakan secara ruang dapat memberikan manfaat : . meningkatkan kesempatan kerja. meningkatkan pendapatan masyarakat. . usaha pokok. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. maupun industri. . . . . meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menjamin kegiatan trasnportasi yang berkualitas tinggi. 31 Tahun 1995. . meningkatkan fungsi lindung. Transportasi . pengaturan dan pengoperasian lalulintas. menciptakan kesempatan kerja. Juknis LLAJ. 24 TR-1 = Terminal 1) Titik simpul dalam jaringan trasnportasi jalan dan berfungsi sebagai pelayanan umum. . 1995. tipe B dan Tipe C.. 3) Terminal terdiri dari Terminal tipe A. . tempat pengendalian. meningkatkan ekspor. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . meningkatkan pendapatan masyarakat. Keputusan Menteri Perhubungan No. pengawasan. Menyediakan lahan untuk pengembangan prasarana transportasi. 25 TR-2 = . . . tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. Pendekatan : Simpul Transportasi Rujukan: . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. 2) Prasarana angkutan yang merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang. dan melindungi penggunaan lahan untuk prasarana transportasi. . Mengakomodasi bermacam tipe prasarana transportasi dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk prasarana transportasi tersebut.

berlabuh. Rujukan : . tata ruang wilayah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1998 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Kereta. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. pertumbuhan ekonomi. Rujukan : . . . tata ruang wilayah. . kelestarian lingkungan. . dan keselamatan pelayaran.Stasiun Tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dari/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api Pendekatan : . . keselamatan pelayaran. . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1998 Tentang Prasarana Dan Sarana Kereta Api. Pendekatan : . 26 TR-3 = Pelabuhan Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batasbatas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. . kelestarian lingkungan. pertumbuhan ekonomi. . Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 Tentang Perkeretaapian.

KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . serta dilengkapi dengan fasilitas kasper sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi Pendekatan : . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. kelestarian lingkungan dan . . tata ruang wilayah. keselamatan penerbangan. 27 TR-4 = Bandar Udara Lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. . Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun !999 tentang Angkutan di Perairan. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1996 Tentang Kepelabuhan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan Ruang Terbuka Hijau . naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan atau pos. Rujukan : . . Undang undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran. SNI 03-7112-2005 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan. Zona yang ditujukan untuk mempertahankan/ melindungi lahan .

29 H-2 = Taman BWK/Kecamatan Taman dengan skala pelayanan BWK 30 H-3 = Taman Kelurahan . keselamatan. atau lahan perorangan yang pembangunannya harus dibatasi untuk menerapkan kebijakan ruang terbuka. 28 H-1 = Taman Kota Taman dengan skala pelayanan Kota Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . 15 Tahun 1998 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah perkotaan. . serta melindungi kesehatan. PP No. . dan untuk dinikmati nilai-nilai keindahan visualnya. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota .untuk rekreasi di luar bangunan. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. sarana pendidikan. Diberlakukan pada lahan yang penggunaan utamanya adalah taman atau ruang terbuka. dan kesejahteraan publik. Preservasi dan perlindungan lahan yang secara lingkungan hidup rawan / sensitif. Permendagri No.

Taman dengan skala pelayanan Kelurahan 31 H-4 = Taman lingkungan Taman skala lingkungan 32 H-5 = Taman Pemakaman Taman pemakaman 33 H-6 = Jalur hijau Taman jalur hijau 34 H-7 = Lapangan Taman berupa lapangan olahraga Kawasan Hutan .

diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. dengan kriteria : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. . meningkatkan ekspor. meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat Pendekatan : Fisik dan fungsi hutan Rujukan : . 2) Kawasan yang secara ruang apabila digunakan untuk budidaya hutan alam dan hutan tanaman dapat memberi manfaat : . UU No. meningkatkan fungsi lindung. PP No. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. .41 Tahun 1999. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang.47 tahun 1997 tentang RTRWN . . . meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat.35 KH-1 = Hutan Produksi Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. . . .

pertanian. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. industri dan lain-lain apabila dapat memberikan manfaat : . 36 KH-2 = Hutan yang dapat dikonvers 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . meningkatkan fungsi lindung. 2) Kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pengembangan transportasi. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. . meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. 37 KH-3 . mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. . perkebunan. transmigrasi. . . . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN terutama di daerah setempat. meningkatkan ekspor. permukiman. .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO.

C.= Hutan Rakyat 1) Luas minimal 0. . 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan hutan rakyat secara ruang dapat memberikan manfaat : . terutama di daerah setempat. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. Pendekatan : Kegiatan Utama Rujukan : . . Mixed-use Development Handbook. meningkatkan kesempatan kerja. meningkatkan ekspor. meningkatkan fungsi lindung. Schwank. 1089. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. Washington D.25 hektar dan mempunyai fungsi hidrologis/pelestarian ekosistem. luas penutupan tajuk minimal 50 persen dan merupakan tanaman cepat tumbuh. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. The Urban Land Institute. Dean. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. . . meningkatkan pendapatan. . Campuran 38 C-1 = Rumah-Toko Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan perdagangan dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan perdagangan (toko). 39 C-2 = . . .

Mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup dan melestarikan fungsi lindung kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya. dan memelihara kesuburan tanah. mencegah intrusi air laut. 2) Kawasan hutan yang empunyai lereng lapangan 40% atau lebih. 5) Kawasan bercurah hujan yang tinggi. kawasan suaka alam. kawasan cagar budaya dan kawasan lindung lainnya. berstruktur tanah yang mudah meresapkan air dan mempunyai geomorfologi yang mampu meresapkan . . Memelihara dan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup. dan/atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian di atas permukaan laut 2000 m atau lebih.Rumah-Kantor Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan jasa perkantoran dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan kantor. 40 C-3 = Apartemen-Pusat Belanja Dalam satu zona dapat terdiri hunian dengan perdagangan (pusat belanja). mencegah banjir. Kriterianya adalah : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. kawasan perlindungan setempat. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing. 3) Kawasan tanah bergambut dengan ketebalan 3 meter 4) atau lebih yang terdapat dibagian hulu sungai dan rawa. kawasan pelestarian alam. serta menghindari berbagai usaha dan/atau kegiatan di kawasan 41 KL-1 = Lindung untuk kawasan bawahannya Hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. mengendalikan erosi. Kawasan Lindung .masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 175 atau lebih.

32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. PP No. . Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.47 tahun 1997 tentang RTRWN. . 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai. Keppres No. Daerah Manfaat Sungai. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1993 tentang Sungai. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai.Pendekatan : Jenis Perlindungan Rujukan : .

minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Mempertahankan keanekaragaman hayati. . 3) Garis sempadan sungai yang bertanggul dan tidak bertanggul yang berada di wilayah perkotaan dan sepanjang jalan ditetapkan tersendiri oleh Pejabat yang berwenang Kawasan sekitar danau/waduk daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50-100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah. Sempadan sungai 1) Garis sempadan sungai bertanggul ditetapkan dengan batas lebar sekurangkurangnya 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggung. tipe ekosistem dan keunikan alam. . . air hujan secara besarbesaran. tumbuhan dan satwa. air. 2) Garis sempadan sungai tidak bertanggul ditetapkan berdasarkan pertimbangan teknis dan sosial ekonomis oleh Pejabat yang berwenang. satwa.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. 42 KL-2 = Perlindungan Setempat Sempadan pantai daratan sepanjang tepian yang lebarnya roporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai. iklim. serta nilai budaya dan sejarah bangsa. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN rawan bencana.

25 hektar. 44 KL-4 = Pelestarian Alam Hutan dengan ciri khas tertentu. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota 1) Lokasi sasaran kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota antara lain di kawasan permukiman. antara lain kawasan rawan letusan gunung berapi. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. bukan tanaman hias atau herba. industri. 2) Hutan yang terletak di dalam wilayah perkotaan atau sekitar kota dengan luas hutan minimal 0. 43 KL-3 = Rawan Bencana Alam Kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi. 5) Jenis tanaman untuk kawasan terbuka hijau kota adalah berupa pohonpohonan dan tanaman hias atau herba. 45 KL-5 = . yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. tepi sungai/ pantai/jalan yang berada di kawasan perkotaan. serta gelombang pasang dan banjir. berbentuk jalur atau merupakan kombinasi dari bentuk kompak dan bentuk jalur. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik.Kawasan sekitar mata air kawasan disekitar mata air dengan jari-jari sekurang-kurangnya 200 meter. tanah longsor. gempa bumi. 3) Hutan yang terbetuk dari komunitas tumbuhan yang berbentuk kompak pada satu hamparan. 4) Jenis tanaman untuk hutan kota adalah tanaman tahunan berupa pohonpohonan. gempa bumi dan tanah longsor serta gelombang pasang dan banjir. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik.

baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia dan/atau 4) Mempunyai luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dengan daerah penyengga yang cukup luas. dan/atau . 3) Mempunyai kondisi alam.Suaka Alam 1) Kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya dan/atau 2) Mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya.

KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN 5) Mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh disuatu daerah serta keberadaannya memerlukan koservasi. 46 KL-6 = Konservasi Hutan dengan ciri khas tertentu. yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. 2010 Syarat Pemanfaatan Ruang : I : Pemanfaatan ruang yang diijinkan (80-90% dari luas kapling) T : Pemanfaatan ruang yang diijinkan terbatas (10-20% dari luas kapling) B : Pemanfaatan ruang yang diijinkan namun dengan bberapa syarat yang harus dip enuhi .: Pemanfaatan ruang yang tidak diijinkan .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Sumber : Hasil Rencana.

Lampiran 17 .

Lampiran 18 .

Lampiran 19 .

Lampiran 20 .

Lampiran 21 .

Lampiran 22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful