PEMERINTAH KOTA MALANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR..............

TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MALANG,

Menimbang : a. bahwa pembangunan Daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan ruang wilayah secara bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga kualitas ruang wilayah daerah dapat terjaga keberlanjutannya demi terwujudnya kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan; b. bahwa pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaatan ruang dan ketidakseimbangan struktur dan fungsi ruang wilayah sehingga perlu ditata dengan baik; c. bahwa berdasarkan ketentuan yang ada dalam UndangUndang Tata Ruang No.26 Tahun 2007 menunjukkan bahwa setiap RTRW harus ditindaklanjuti dengan penyusunan RDTRK sebagai perangkat operasional RTRW d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, serta memperhatikan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang Nomor ...........Tentang .........., perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang RDTRK Malang Tengah;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman; 2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun 1999, Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3881)

3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477) 5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4722); 10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 11. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4956); 12. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup; 14. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Undang Republik Pedoman Pelaksanaan Undang Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk Dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5160); 20. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;

21. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1996 tentang Pedoman Perubahan Pemanfaatan Lahan Perkotaan; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata ruang di Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/M/1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang; 29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya; 30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan; 31. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah; 32. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis; 33. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 648-384 Tahun 1992,Nomor: 739/KPTS/1992, Nomor: 09/KPTS tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang; 34. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun1993 tentang Fasilitas Pendukung Kegiatan lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 35. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 49 Tahun 2000 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara - Bandung; 36. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Wilayah Kota

Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pemakaman 41. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman 44.Malang.. tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang ... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah 42..... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Ijin Lokasi 46.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Rumah Susun 45. 37..... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Air Tanah 43. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 12 Tahun 2004 Pengelolaan Pasar dan Tempat Berjualan Pedagang 40... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota 39... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Malang 38....... Tahun .. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor ..

8. ruang laut. dan ruang udara. tempat manusia dan makhluk la in hidup. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kota Malang. 5.Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MALANG dan WALIKOTA MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang. 6. 2. te rmasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah. 7. Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan pras arana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat . Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Tata Ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat. melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. Walikota adalah Walikota Malang. Rencana Detail Tata Ruang Kota yang selanjutnya disingkat RDTRK. 4. 3. adalah penja baran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1:5000 atau lebih.

Pengendalian Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata rua ng. Kawasan Strategis Daerah adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaska n karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi. budaya dan/atau lingkungan. pemanfaata n ruang.yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional. sosial. 16. 15. Perencanaan Tata Ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang d an pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. 9. Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. 12. 14. . 10. 13. 17. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administra tif dan/atau aspek fungsional. 11. dan pengendalian pemanfaatan ruang. Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan struktur dan pola pemanfaatan ru ang. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung dan/atau budidaya. Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang melipu ti peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya . Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruan g sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya.

Sub Blok Peruntukan adalah wilayah perencanaan terkecil dengan batasan wilay ah . dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup. pot-pot kota. Koefisien Lantai Bangunan atau disingkat KLB adalah angka perbandingan jumla h luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota 25. jalur hijau. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah dibawah Kecama tan. Rencana Blok adalah perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok d an jalan. 19. 31. hutan kota. Ruang Terbuka Hijau atau disingkat RTH adalah bagian dari Kota yang tidak di dirikan bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan. kesehatan. terdiri dari unsur alam (antara la in vegetasi dan air) dan unsur binaan antara lain taman kota. Tempat Penampungan Sementara atau disingkat TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang. kebun bibit. 22. 24. 30. Garis Sempadan Bangunan adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah Garis Sempadan Jalan yang ditetapkan dalam rencana ruang kota. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Blok Peruntukan adalah bagian dari unit lingkungan yang mempunyai peruntukan pemanfaatan ruang tertentu yang dibatasi oleh jaringan pergerakan dan atau jarin gan utilitas. pemakaman. 27. 26. 23. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah. baik secara langsung maupun ti dak langsung. adalah sisa suatu u saha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya. Rencana Sub Blok adalah perencanaan pembagian blok dalam kawasan menjadi sub blok dan jalan dengan pemanfaatan ruang atau karakter lingkungan yang homogen. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. Sempadan Sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan saluran/sungai termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. Limbah bahan berbahaya dan beracun. disingkat limbah B3. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai 21. Garis Sempadan Jalan adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencan a ruang kota. pohon-po hon pelindung tepi jalan. pertania n kota yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan. dan/atau tempat pengolahan sampa h terpadu. 32. Koefisien Dasar Bangunan atau disingkat KDB adalah angka perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota. 28. pengolahan. dimana blok terdiri atas unit lingkungan dengan konfigurasi tertentu. 29.18. 20. Koefisian Dasar Hijau adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan antar a luas lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air terhadap luas persi l yang dikuasai.

DAN RUANG LINGKUP Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Penataan ruang di Malang Tengah bertujuan untuk mewujudkan: .administrasi kelurahan. 34. BAB II TUJUAN. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanf aatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaa tan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntuka n yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang. FUNGSI. 33.

Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-pro gram pembangunan daerah. arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan. Bagian Ketiga Ruang Lingkup Pasal 4 (1). pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi. Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan fungsiona l dengan RencanaTata Ruang Wilayah Kota. dalam rangka pelaksanaan program pembangunan daerah. b. Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota . Materi yang ditentukan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota d.a. b. Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras. Batas Batas Wilayah Perencanaan c. Wilayah Perencanaan b. serasi dan efisien dalam perencanaan kawasan. d. c. Menyiapkan perwujudan ruang. dan pemberian perijinan kesesuai an pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan Bagian Kedua Fungsi Pasal 3 Penataan ruang di Malang Tengah berfungsi sebagai: a. Ruang lingkup RDTRK Malang Tengah meliputi : a.

Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c meliputi : a. rencana sistem jaringan yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan utilitas. Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara : Timur : Selatan Barat : Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Blimbing : Kecamatan Sukun Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun (4). .e. (3). Tujuan Pengembangan b. Wilayah perencanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a dengan wilayah me liputi Kecamatan Klojen. c. rencana skala pelayanan kegiatan. Kelembagaan f. d. Batas-batas RDTRK Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b adalah sebagai berikut : a. rencana struktur ruang. b. rencana blok. Rencana struktur ruang yang meliputi rencana persebaran penduduk. Peran Serta Masyarakat (2).

program yang dipihak ketigakan/swasta serta sistem pembiayaan program. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi. Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplolp ruang) yang meliputi tata kualitas lingkungan. (5). BAB III RECANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH Bagian Pertama Rencana Struktur Ruang Paragraf I Umum Pasal 5 . periji nan dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang melalui pengawasan. fasilitas eko nomi serta Ruang Terbuka Hijau d. Peran Serta Masyarakat sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf f adalah hak dan kewajiban serta peran serta masyarakat dalam pelaksanaan penataan ruang.Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d adalah zonasi. Rencana peruntukan blok yang meliputi kawasan fungsional binaan dan kawasan fungsional alami/perlindungan setempat . Kelembagaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf e adalah struktur organisas i kelembagaan dalam pelaksanaan penataan ruang. Rencana Fasilitas Umum yang meliputi fasilitas sosial dan umum. e. program yang dikerjasamakan.c. tata bangunan. Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri g. Indikasi program pembangunan yang meliputi program yang dikelola pemerintah. (6). aturan insentif dan disinsentif. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi (7). serta arahan garis sempadan f.

rencana pemusat an kegiatan. Paragraf II Rencana Kependudukan Pasal 6 Rencana kependudukan meliputi : a.Struktur ruang Malang Tengah yang meliputi rencana kependudukan. tingkat ketergantungan serta sosial budaya . tingkat pertumbuhan penduduk serta distribusi penduduk b. rencana skala pelayanan kegiatan. rencana sistem jaringa n yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan util itas. jumlah dan kepadatan penduduk. rencana blok.

peningkatan kualitas SDM serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Rencana kepadatan penduduk diarahkan sebagai berikut : a. kawasan dengan kepadatan sedang namun memiliki luasan lahan yang masih memungkinkan untuk menambah penduduk dan fasilitas penunjangnya dapat ditingkatkan kepadatannya meliputi Kelurahan Kidul Dalem.Pasal 7 (1).Pendistribusian penduduk ke seluruh kelurahan di Malang Tengah diarahkan aga r terjadi keseimbangan aktivitas yang dapat memicu pemerataan dan persebaran infrastruktur antar kecamatan (4). kawasan dengan kepadatan sangat tinggi dan kepadatan tinggi dipertahankan ata u dibatasi tingkat kepadatannya yaitu Kelurahan Samaan dan Kelurahan Sukoharjo. . Pasal 8 Ketergantungan penduduk terkait dengan kelompok umur produktif dan ketenagakerja an diarahkan melalui : a.Manajemen kependudukan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) meliputi seleksi migrasi dan urbanisasi. Pembatasan jumlah penduduk di Malang Tengah dilakukan melalui manajemen kependudukan. kawasan dengan kepadatan rendah dan merupakan kawasan strategis direncanakan untuk peningkatan fasilitas umum dan diarahkan tingkat kepadatannya tetap atau meningkat meskipun tidak secara signifikan meliputi Kelurahan Klojen dan Kelurah an Oro-oro Dowo. peningkatan kegiatan sosial seperti bimbingan/pelatihan baik bimbingan ketera mpilan maupun bimbingan religi/keagamaan. c. b. (2). Kelurahan Penanggungan dan Kelurahan Rampal Celaket. Kelurahan Gading Kasri . (3). membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja denga n menambah lapangan kerja dan memberikan modal bagi pengusaha kecil dan rumah tangga dalam bentuk koperasi koperasi simpan pinjam. b.

. Jaksa Agung Suprapto . . Zona Utama atau Pusat Pelayanan regional berada di Alun Alun Tugu dan sekitarnya dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan.Paragraf III Rencana Struktur Ruang Pasal 9 (1).masing pusat Blok Peruntukan dengan fungsi kegiatan dominan sebagai berikut : .Blok Peruntukan I terdapat pemusatan kegiatan di koridor Jl. Zona Pendukung atau Sub Pusat Pelayanan Kota berada di masing.Jl. WR. Brigjen Slamet Riyadi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. Struktur Ruang di Malang Tengah sebagai berikut : a. b. Supratman. dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran.Blok Peruntukan II terdapat pemusatan kegiatan di kawasan Jl.

Dengan pusatnya berada pada kawasan Jl. dengan pus at . dimana masin gmasing Blok Peruntukan akan terbagi lagi menjadi 11 Sub Blok Peruntukan (3). Jaksa Agung Suprapto . WR. Terusan Kawi . Terusan Kawi .. Blok Peruntukan I.Blok Peruntukan VI terdapat pemusatan kegiatan di sekitar kawasan Pasar Besar dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. Supratman.Peta rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). meliputi Kelurahan Sama an dan Kelurahan Rampal Celaket.Blok Peruntukan V terdapat pemusatan kegiatan di Alun-Alun Tugu dengan fungsi kegiatan dominan sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran serta fasilitas umum pendidikan skala kota. meliputi wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo dan Kelurahan Penanggungan.Blok Peruntukan III terdapat pemusatan kegiatan di Jl. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan. . d. (2). fasilitas umum pendidikan. Dominasi kegiatan adalah fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. Blok Peruntukan II. Kawi Atas dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regional. Blok Peruntukan III. Kawi Atas dengan dominasi kegiatannya yaitu fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regiona l. meliputi Kelurahan Kauman dan Kelurahan Kasin. . c. Kawi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan jasa skala regional. Zona Pelengkap atau Pusat Lingkungan berada di pusat masing-masing sub blok peruntukan.Jl.Jl.Blok Peruntukan IV terdapat pemusatan kegiatan di Jl.Jl. Paragraf IV Rencana Blok Pasal 10 (1). peribadatan dan kesehatan skala regional. c. Blok Peruntukan IV. tercantum da lam lampiran 1 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Rencana Blok meliputi Rencana Blok dan Rencana Sub Blok. (2) Rencana Blok di Malang Tengah dibagi menjadi 6 Blok Peruntukan. . Pusatnya berada di Jl. meliputi Kelurahan Bareng dan Kelurahan Gading Kasri. Brigjen Slamet Riyadi dengan dominasi kegiatan perdagangan dan jasa skala regional. Pembagian Blok sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. sarana olah raga. Dengan pusatnya berada di Kawasan Jl. b.

Blok Peruntukan VI. Sebelah utara meliputi Jl. e. peribadatan. (4). Pusat Sub Blok berada di korido r . Serta bat as sebelah timur meliputi Jl. Pusat berada di Alun-alun Tugu dengan dominasi kegiatan pemerintahan. meliputi wilayah Kelurahan Kidul Dalem dan Kelurahan Kloje n. pendidikan. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa skala regional. Kawi tepatnya di Kawasan Mall Malang Olimpic Garden (MOG).Pembagian Sub Blok Peruntukan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Gilimanuk. Jaksa Agung Suprapto. Sisi Barat meliputi sepanjang aliran sungai Brantas. Blok Peruntukan V. Sarana Olaharaga. dengan pusat berada pada kawasan Pasar Besar.berada pada kawasan Jl. Sub Blok Peruntukkan I-1 meliputi Kelurahan Sama an. kesehatan dan permukiman. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa. meliputi Kelurahan Sukoharjo. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Sepanjang aliran sungai DAS Brantas. perkantoran dan fasilitas umum pendidikan. f.

serta pada sisi barat dibatasi oleh meliputi Jl.Pandjaitan.IR. serta batas sebelah baratnya yait u Jl. Kawi. batas sebelah utara meliputi Jl. meliputi Kelurahan Gading Kasri. Jaksa Agung Suprapto Jl. Raya Dieng . b. Galang Selatan Jl. Bareng Ka rtini serta Jl. Simpang Ijen. Dr. Sub Blok Peruntukkan IV-1. Retawu. Terusan Kawi Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-1 yaitu pada koridor Jl. yang dibatasi di s isi utara yaitu Jl. Basuki Rahmad serta Sungai Brantas. e. Wilis sampai dengan Jl. Sonokeling. Pusat Sub Blok Peruntukkan di kawasan Simpang Balapan. Sumbing. Terusan Cikampek s. Lembang Jl. f. Jakarta serta sebelah timur dibatasi Jl. Arif Margono . IR. serta batas sebelah baratnya yaitu Kali Kasin sebagai pembatas perkembangan kelurahan. Cipto. Halmahera Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. c. Semeru. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan dan perdagangan dan jasa skala regional. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. Galunggung dan Kali Kasin.d Jl. Sub Blok Peruntukkan III-1. sisi Bar at meliputi Jl. meliputi Kelurahan Kasin. Terusan Kawi Jl. Semeru Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl.Jl. pendidikan dan kesehatan skala regional. Raya Langsep Jl.Jl. serta batas sebelah timur Jl. Panglima Sudirman. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa skala kota. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. d. Vet eran dan Jl. Letjen Sutoyo. serta sebelah bara t dibatasi Jl.Jl. Terusan Surabaya Jl. Kawi Atas . g. yang dibatasi di sisi utara yaitu Sungai Brantas Jl. S utan Syahrir Jl. Sub Blok Peruntukkan I-2 meliputi Kelurahan Rapal Celaket. Simpang Langse p. sisi selatan dibatasi Jl.d Jl. Bondowoso. Pahlawan Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan skal a regional. Sub Blok Peruntukkan III-2. Sonokeling. Raya Dieng Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh meliputi Jl. meliputi Kelurahan Penanggungan. Ade Irma Suryani. Kelud dan sisi barat dibatasi oleh Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Pusatnya berada koridor Jl. Wr. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Sub Blok Peruntukkan II-1. Kawi At as. Pusat Sub Blok Peruntukkan III-1 yaitu pada korid or Jl. Gede Jl. Sub Blok Peruntukkan II-2. Tumenggung Suryo s. meliputi Kelurahan Oro-oro Dowo. Brigjen Katamso . Veteran. Jakarta Jl. yang dibatasi di sisi utara yaitu Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Jl. Rai s Jl. Supratman dengan dominasi kegiatan Fasilitas Umum perkantoran. Retawu Jl. Rangsang Jl. Kawi. batas sebelah utara meliputi Jl. Kaliurang s. Cipayung. Bogor .d Jl. sisi selatan dibatasi Jl .Jl. Untuk sebelah utara dan timur dibatasi oleh batas fisik berupa Sungai Brantas. sisi selatan dibatasi Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan Jasa skala kota.Jl. meliputi Kelurahan Bareng. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum perkantoran skala regional. Indragiri. Jaksa Agung Suprapto. Rais.Jl. Ijen . Gede Jl.

meliputi Kelurahan Kauman yang dibatasi di sisi ut ara yaitu Jl. Majapah it Jl. Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan jasa skala kota serta fasilitas umum pendidikan dan kesehatan skala regional. h. sedangkan batas sebelah barat yaitu Jl. Kawi. Basuki Rahmad. batas sebelah utara meliputi Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Kertanegara. Sumbing dan sebel ah barat yaitu Jl. Semeru s. Sementara itu. Bareng Kartini. i.Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-2 di Jl. Rais Jl. Jendral Panglima Sudirman Jl .serta Jl. Merdeka Selatan Jl. Tugu. Ade Irma Suryani. meliputi Kelurahan Kidul Dalem.d Jl. Ade Irma Suryani. Sub Blok Peruntukkan V-1. Agus Salim.Jenderal Basuki Rahmat Jl. Kelud Jl. Merdeka Barat. serta Jl. Aris Munandar Jl. sementara pada sisi selatan dibatasi Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Tugu Jl. Majapahit. KH. Zainul Arifin. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan V-1 . Kahuripan. IR. Kawi . Sub Blok Peruntukkan IV-2. pada utara barat yaitu Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa da n fasilitas umum pendidikan skala kota. Brigjen Katamso Jl. Majapahit Jl.

Pusat Sub Blok Peruntukkan VI di Jl. dan pada sisi timur yaitu Jl. Tugu Jl.Kahuripan. dengan dominasi kegiatan perdagangan jasa berskala regional. pada utara yaitu Jl. Agus Salim Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pendidikan skala kota dan fasilitas umum kesehatan skala regional. Kertanegara . Paragraf V Rencana Skala Pelayanan Kegiatan Pasal 11 (1). Halmahera. Aris Munandar.Peta rencana blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3).Jl. Sebelah barat yaitu Jl.Jl. (5).yaitu pada kawasan Jl. Sub Blok Peruntukkan V-2. Pasar Besar. sisi Barat meliputi Jl . Jl. Irian Jaya s.Peta rencana sub blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (4). Panglima Sudirman. tercantum d alam lampiran 2 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Rencana sistem pusat perwilayahan di Malang Tengah dibagi menjadi 3 yaitu ke giatan sentra primer (pelayanan skala wilayah/kota). meliputi Kelurahan Klojen dengan batas wilayahnya y aitu pada sisi selatan Jl. Jaksa Agung Soeprapto.d Jl. tepatn .d. KH. sebelah utara meliputi Jl. (2). kegiatan sentra sekunder (pelayana n skala kecamatan) dan kegiatan tersier/lokal (pelayanan skala lingkungan).Kertanegara . Cipto dan batas sebelah ti mur meliputi Jl. SW. Sartono. Sub Blok Peruntukkan VI. Dr.Jl. Kahuripan Jl. (4). Sutan Syahri r s. k. Rencana Kegiatan Sentra Primer sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah meliput i: a. Kertanegara. Laksamana Martadinata. tercant um dalam lampiran 3 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pusat sub blok perumtukk an V-2 berada pada koridor Jl. Za inul Arifin Jl.Jl. Pusat kegiatan Pemerintahan dan Perkantoran Pusat kegiatan Pemerintahan ini berada di sekitar kawasan Alun-alun Tugu. Gatot Subroto . Pranoto . j. meliputi Kelurahan Sukoharjo yang dibatasi di sisi S elatan yaitu Jl.Kahuripan dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pemerintahan dan perkantoran skala kota.

Mall Malang Olimpic Garden (MOG) serta Mall Malang Town Square (Matos) serta di kawasan Kayu Tangan tepatnya di koridor Jl. meliputi perkembangan fasilitas kesehatan. Nu sa Kambangan. Adapun kegiatan pemerintahan ini didukung dan diperkuat dengan keberadaan pusat kantor pemerintahan kota Malang yang saat ini lokasinya berada di sekitar kawasan tugu. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dapat ditemukan di beberapa titik lokasi yang ditandai dengan keberadaan pusat-pusat perdagangan jasa serta Mall-Mall yang ada. Fasilitas Kesehatan dengan skala besar yaitu RS. Pusat Pelayanan Umum Perkembangan Fasilitas Umum dan sosial yang ada di kecamatan Klojen. b. Jaksa Agung Suprapto. kawasan Pasar Besar. serta RS. Untuk fasilitas olahraga berada di Lapangan Olahraga Stadion Gajayana. WR.ya berada di Kelurahan Klojen dan Kidul Dalem. Perkembangan Kegiatan peribadatan skala regional yang ada di Kecamatan Klojen terdapat di beberapa titik lokasi. Basuki Rahmad. Untuk pemusatan kegiatan perdagangan jasa skala regional. RS. sert a Kawasan perdagangan dan jasa sepanjang koridor Jl. peribadatan dan Olahraga. Lavallete yang terdapat di Jl. Jaksa Agung Suprapto. Supratm an. Kawasan Alun-alun Merdeka. Panti Waluyo yg terdapat di Kelurahan Kasin tepatnya di Koridor Jl. c. yaitu di . yaitu di kawasan Alun-alun Merdeka dengan ditandai keberadaan Masjid Jami Kota Malang serta Gereja GPIB Immanuel serta Gereja Paroki Hati Kudus. Pusat kegiatan pendidikan yang ada di . Syaiful Anwar yang terdapat di koridor Jl.

Kecamatan Klojen berkembang di sepanjang koridor Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, di kawasan Tugu, serta di Kelurahan Kauman tepatnya di sekitar Perguruan Tinggi IKIP Budi Utomo yang merupakan kompleks pendidikan dan sepanjang koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. (3). Rencana Kegiatan Sentra Sekunder sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti: a. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala kota ditemukan hampir di tersebar di semua wilayah Kecamatan Klojen, antara lain di koridor Jl. Jaksa Agu ng Suprapto, Jl. Panjaitan, Jl. Trunojoyo, Jl. Cokroaminoto, Jl. Tumenggung Suryo, Jl. Halmahera, Jl. Raya Dieng, serta Jl. Kawi. Selain itu terdapat pula beberapa pas ar yang berkembang pada tiap-tiap kelurahan di yang memiliki skala pelayanan kota, yaitu seperti Pasar Comboran, Pasar Mergan, Pasar Klojen. b. Pusat Pelayanan Umum (Pendidikan, Kesehatan, Peribadatan) Kegiatan pelayanan umum skala kota berkembang di seluruh wilayah kelurahan, dengan keberadaannya pada umumnya pada koridor arteri sekunder. c. Permukiman Perkembangan kegiatan permukiman yang di Kecamatan Klojen, berkembang di seluruh wilayah kecamatan. Baik yang berupa permukiman organis (tumbuh secara alamiah) maupun permukiman anorganis (direncanakan). d. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebaran RTH di kecamatan Klojen, tersedia dalam beberapa bentukan yaitu Hutan Kota, Taman, lapangan olahraga serta Jalur Hijau. RTH Kota saat ini yaitu Hutan Kota Malabar yg terdapat di Kelurahan Oro-oro Dowo, Hutan Kota Jakarta yang terdapat di kelurahan Penanggungan, serta Lapangan Olahraga . Sementara untuk RTH di lokasi lainnya lebih berkembang dalam bentuk taman dan jalur hijau. (4). Rencana Kegiatan Sentra Tersier di Malang Tengah (Kecamatan Klojen) sebagai mana dimaksud ayat (1) adalah berupa fasilitas perdagangan, fasilitas umum (fasilitas kesehatan, peribadatan dan pendidikan) dapat ditemukan pada masing-masing kelurahan yang menyatu dengan kawasan pemukiman penduduk. (5).Peta rencana sistem pusat perwilayahan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), tercantum dalam lampiran 4 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua

Rencana Sistem Jaringan Paragraf I Umum

Pasal 12

(1).Rencana Sistem Jaringan di Malang Tengah meliputi Rencana Sistem Jaringan Pergerakan, Rencana Sistem Jaringan Utilitas dan Rencana Jalur Evakuasi Bencana. (2). Rencana Sistem Jaringan Pergerakan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mel iputi : a. Rencana Pola Pergerakan c. Rencana Fungsi Jalan d. Rencana Prasarana Transportasi e. Rencana Rute Angkutan Umum f. Rencana Jalan Kereta Api g. Rencana Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) (3). Rencana Sistem Jaringan Utilitas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti : a. Rencana Sistem Jaringan Energi/Kelistrikan b. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi c. Recana Penyediaan Air Minum

d. Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah e. Rencana Sistem Persampahan f. Rencana Sistem Drainase (4). Rencana Jalur Evakuasi Bencana

Paragraf II Sistem Jaringan Pergerakan

Pasal 13

(1).Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi regional berada di beberap a ruas yaitu : a. Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jaksa Agung Suprapto Jl. Basuki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono sebagai akses regional Malang Kepanjen - Blitar dan Malang - Surabaya b. Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirman Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata sebagai akses regional Malang Bululawang - Blitar dan Malang Surabaya c. Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Brigjen Slamet Riyadi serta Jl. Veteran Jl. Ijen sebagai akses regional Malang Batu. Jl. Bandung

(2). Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi lokal dioptimalkan pada r uas-ruas jalan lokal dan lingkungan yang ada. (3). Pola pergerakan Malang Tengah diklasifikasikan menjadi 3 yaitu pola pergera kan tinggi, pola pergerakan sedang dan pola pergerakan rendah. (4). Pola pergerakan sebagaimana yang dimaksud ayat (3) adalah sebagai berikut : a. Pola pergerakan tinggi terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi regional/kota tepatnya y ang berada di kawasan Pasar Besar, Jalan Veteran, Jalan Bandung, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kawi, Jalan Diponegoro, Jalan Martadinata. b. Pola pergerakan sedang terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi kecamatan tepatnya yang

berada di Jalan Dieng

Jalan Galunggung,

c. Pola pergerakan rendah berada di kawasan permukiman dan fasilitas umum lainn ya yang berorientasi lingkungan.

Pasal 14

(1) Peningkatan mobilitas pergerakan di Malang Tengah maka dilakukan penetapan h irarki jaringan jalan sebagai berikut : a. Jalan arteri sekunder berada di ruas Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirm an Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata; b. Jalan lokal berada di ruas Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Basu ki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Merdeka Selatan - Jl. SW. Pranoto - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Halmahera, Jl. KH. Agus Salim - Jl. KH. Achmad Dahlan, Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono, Jl. Mayjen Panjaitan - Jl.Brigjen Slamet Riy adi, Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung -Jl. Ray a Langsep - Jl. Simpang Langsep, Jl. Ir. Rais - Jl. Brigjen Katamso - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar. c. Jalan lingkungan meliputi seluruh ruas yang tidak termasuk dalam jalan arteri sekunder dan lokal yang merupakan akes dari kawasan permukiman menuju pusat kegiatan di sekitarnya.

Rencana prasarana transportasi meliputi lokasi halte. (5). Rencana sistem parkir off street ditempatkan berdasarkan fasilitas parkir unt . sistem parkir.Rencana lokasi halte sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ditetapkan di sepa njang kawasan kayutangan. Desain parkir on-street dilakukan dengan penentuan sudut parkir. Jalan Kawi.Rencana penyeberangan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mempertahankan jembatan penyeberangan yang ada di Jl. aspek keselamatan. sistem parkir off street dan peneta a. Sedangkan jembatan penyeberangan dapa t direncanakan di kawasan kayu tangan dan Jalan Kawi. di Pas ar Comboran. Jalan Mayjen Panjaitan. terc antum dalam lampiran 5 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. pola pa rkir. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Jl. kondisi lalu lintas. Penyediaan trotoar harus terintegrasi deng an perabot jalan lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas. Pasal 15 (1). Rencana trotoar sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah direncanakan di semua ruas jalan yaitu di semua ruas jalan arteri primer. trotoa r. lampu penerangan. b. Trunojoyo.(2) Peta rencana hirarki jaringan jalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). (4). street. (2). di Jalan Veteran. Pasar Besar dan sekitarnya serta re ncana perbaikan totoar di semua ruas jalan. tempat sampah. di sekitar Pasar Besar. dan larangan parkir. halte dan zebra cross. fasilitas pendidikan dengan fasilitas umum dan sosial dan kawasan strategis lainnya di sekitar lokasi halte. pot bunga. Merdeka Timur dan direncanakan berupa pengembangan zebra cross pada beberapa ruas jalan yang sekitarnya terdapat fasil itas perkantoran. Rencana sistem parkir sebagaimana dimaksud ayat (1) di Malang Tengah adalah direncanakan dengan sistem parkir on pan tarif parkir. ruas jalan kolektor dan ruas jala n lokal. di sekitar Alun-alun Merdeka da n di sekitar Alun-alun Tugu (3). Rencana sistem parkir on street hanya diperbolehkan pada ruas jalan dengan fungsi jalan kolektor dan/atau lokal dengan memperhatikan kondisi jalan dan lingkungannya. penyeberangan. Rencana pelebaran trotoar di kawasan yang berfungsi sebagai perdagangan dan jasa seperti di Alun-alun Merdeka dan sekitarnya.

Rencana rute angkutan kota di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Pasal 16 (1). Desain parkir off street dilakukan dengan taman parkir dan gedung parkir menurut kriteria tertentu. tercantum dalam lampiran 6 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. . Pemberlakuan tarif parkir berdasarkan jenis fasilitas dapat digolongkan menja di : golongan A. sedangkan pada kawasan pertokoan. c. Penambahan dan perubahan rute angkutan umum ditetapkan kembali sesuai denga n perkembangan kawasan di Malang Tengah (3). Rencana rute angkutan di Kecamatan Klojen direncanakan melalui optimalisasi rute angkutan umum yang sudah ada saat ini dengan mengikuti jalur yang telah ditetapk an. golongan B dan golongan C menurut kriteria tertentu. Rencana pengembangan parkir off street di kawasan perdagangan Pasar Besar direncanakan dengan meningkatkan kapasitas fasilitas parkir untuk umum yang juga dapat dimanfaatkan untuk pertoko an yang ada disekitarnya. bangunan perkantoran dan perhotelan serta fasilitas umum lainnya dilakukan melalui penyediaan fasilit as parkir sebagai penunjang.uk umum dan fasilitas parkir sebagai penunjang. (2).

Rencana peningkatan sistem jaringan prasarana listrik dilakukan dengan: a. Kelurahan Bareng. Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi hantaran udara kawat te . Rencana Jalan Kereta Api meliputi peningkatan pelayanan dengan perbaikan st asiun kereta api dan penambahan beberapa rute atau jalur (2). Kelurahan Kasin. Peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan pada kawasan perumahan. Kelurahan Gading Kasri.Pasal 17 (1). perdagangan dan jasa. sebagian Keluraha n Sama an dan sebagian Kelurahan Klojen dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan antara yaitu 20 40 meter. Kelurahan Kidul Dalem. non perumahan. Sedangkan Zona Ring III berada di sebagian Kelurahan Sama an dan Kelurahan Klojen. Kelurahan Sukoharjo dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan maksimum yaitu 90 meter. (2). Rencana pengembangan Jalan kereta api dilakukan dengan : a. Kelurahan Kauman. Malang Tengah berada pada zona II dan Zona III.Malang Pasal 18 (1). Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). mendukung rencana jalur Double Track rute Surabaya . Kelurahan Orooro Dowo. Paragraf III Sistem Jaringan Utilitas Pasal 19 (1). dan b. pengembangan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat pengguna moda. Zona Ring II tepatnya berada di Kelurahan Rampal Celaket. maka terdapat 3 jenis R ing Kawasan dalam radius 15 km terhadap Bandara. fasilitas umum dan fasilitas sosial serta penerangan jalan b. Kelurahan Penanggungan.

Rencana sistem jaringan telekomunikasi dilakukan melalui pemenuhan terhadap jaringan telepon. Pemasangan lampu ini dipasang pada lampu sendiri terutama untuk lampu penerangan utama di arteri sekunder. menara telekomunikasi dan internet atau jaringan nirkabel. tercantum dalam lampiran 7 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.rbuka menjadi jaringan distribusi kabel udara dilakukan sesuai kondisi lahan. (2). Pemasangan lampu penerangan jalan pada tiang distribusi tegangan rendah denga n posisi selang satu tiang 50 meter. b. c. (2). Pasal 20 (1).Rencana jaringan listrik di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) . (3). Pengembangan jaringan telepon direncanakan dengan melakukan perawatan secar a berkala jaringan telepon yang sudah ada saat ini dan tidak dilakukan pengembanga n jaringan. pembatasan terhadap pembangunan tower baru. pemanfaatan bangunan tower yang telah ada untuk digunakan sebagai tower bersama dengan cara : . Rencana pengembangan menara telekomunikasi dapat direncanakan sebagai berik ut : a.

Taman Senaputra. Pengolahan air limbah di kelurahan dengan kepadatan tinggi seperti Keluraha n Bareng. Kasi n dan Kauman dapat dilakukan dengan on site system dan sanimas. .Rencana jaringan telekomunikasi di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada A yat (1). Pasal 21 (1). tercantum dalam lampiran 8 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini .Rencana pengembangan jaringan sumber air baku bersumber dari mata air dan su mur bor (2). 2. menara Pengembangan Pemanfaatan Bersama yang telah berdiri.Rencana jaringan air bersih di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). dimanfaatkan secara bersama. pemanfaatan titik akses internet di kawasan RTH meliputi Alun-alun Merdeka da n Alun-alun Tugu. Gading Kasri. Sukoharjo. Pengembangan jaringan air bersih dilakukan pada permukiman baru seperti di Kelurahan Bareng (3). menara milik provider/operator lain apabila secara teknis memungkinkan. Samaan. dan pariwisata. Kidul Dalem. (4). perdagangan. Pengolahan air limbah dengan on site-system dilakukan untuk pengolahan limb ah domestik yang ada di Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo.1. penambahan titik-titik akses internet pada kawasan-kawasan rencana antara lai n kawasan: pendidikan. (2). (5). Rampal Celaket. kesehatan. Penanggungan. apabila secara teknik memungkinkan bisa ditambah beban. b. Peningkatan prasarana internet di Malang Tengah dapat dilakukan sebagai ber ikut : a. Mengoptimalkan penyediaan air bersih dari PDAM dan melakukan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan sumur dan pompa (4). Pasal 22 (1). tercantum dalam lampiran 9 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 23 (1). fasilitas perdagangan dan jasa dan fasilitas um um harus dilengkapi dan ditunjang dengan TPS (7). Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah adalah sebagai berikut : . ma Pasal 24 (1). Pemisahan sampah organik dan non organik baik yang berasal dari rumah tangg a maupun fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui program 3R (2). (6). Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mulai da ri pemilahan dan pengolahan sampah serta pengurangan jumlah sampah. Sistem pengangkutan sampah di Malang tengah dilakukan melalui pengambilan s ampah di setiap TPS menuju TPA Supiturang. Mengoptimalkan TPS yang sudah ada di masing-masing kelurahan dengan peningk atan proses pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA (5). Peningkatan upaya reduksi dan pengolahan sampah secara terpadu di masing sing Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan sistem 3R (3). Sampah yang berasal dari rumah sakit umum ataupun rumah sakit bersalin haru s diolah terlebih dahulu oleh dengan incenerator untuk selanjutnya di buang ke TPA (4). Setiap fasilitas perumahan.

Jalan Veteran. (2). Normalisasi dilakukan pada saluran-saluran yang mengalami penyumbatan baik it u oleh sampah maupun oleh endapan seperti di saluran yang ada di Jalan Pajajaran. Paragraf IV Jalur Evakuasi Bencana Pasal 25 (1). Penambahan saluran baru terutama di Jalan Mayjen Panjaitan untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas. Jalan Kertanegara. Kantor Kelurahan dan Kantor kecamatan di sepan jang Sungai Brantas Bagian Ketiga RENCANA FASILITAS UMUM . Rehabilitasi saluran dilakukan dengan pelebaran saluran terhadap wilayah-wila yah yang mengalami genangan dan banjir seperti saluran di Jalan Trunojoyo (terutama di sekitar stasiun KA yang menjadi titik pertemuan air dari Jalan Trunojoyo dan Jal an Kertanegara).a. Jalan Veteran. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman. Bencana alam di Malang Tengah meliputi bencana banjir dan longsor di lokasi kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas (2). b. Pembangunan bangunan penunjang prasarana drainase seperti bak kontrol di seti ap saluran yang rawan terjadi genangan. tercantum dalam lampiran 10 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah sebagaimana dimaksud p ada Ayat (1). c. Jalur evakuasi bencana alam ditetapkan di kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas meliputi lokasi Balai RW. d. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin . Jalan Tugu.

(2). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan f. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perumahan b. Rencana Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Umum terdiri dari : a.Paragraf I Umum Pasal 26 (1). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Peribadatan e. Kebutuhan fasilitas umum ditentukan berdasarkan prediksi jumlah penduduk de ngan pertimbangan fungsi kegiatan dominan pada masing masing kelurahan. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan d. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perdagangan dan Jasa c. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Paragraf II Fasilitas Perumahan Pasal 27 .

(7). Jalan Basuki Rahmat. (5). (6).(1). Pengembangan Rusunawa di Malang Tengah dikembangkan di lokasi kelurahan den gan tingkat kepadatan tinggi. perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dan perdagangan dan jasa pusat pelayanan lingkungan. (2). Fasilitas perdagangan dan jasa pusat pelayanan kota dikembangkan di kawasan Pasar Besar dan sekitarnya (3). seperti di Kelurahan Samaan dan Kelurahan Bareng.Pengembangan fasilitas perumahan secara horisontal sebaimana yang dimaksud a yat (1) dapat dilakukan dengan pengembangan rumah diatas lahan kosong dengan status legal. Jalan Brigjen Sla met Riyadi. . Pengembangan fasilitas perumahan secara vertikal sebaimana yang dimaksud ay at (1) dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ketinggian bangunan rumah tinggal seperti ketinggian 1 -2 lantai untuk rumah kapling kecil. Peremajaan permukiman di seluruh kelurahan dengan peningkatan sarana dan prasarana permukiman yang dibutuhkan. Jalan Veteran. (4). Paragraf III Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pasal 28 (1). Pengembangan apartemen baik yang bersifat murni hunian ataupun hunian dan komersil dapat dikembangkan di lokasi kelurahan yang mempunyai kepadatan tinggi dan lokasi berada di kawasan strategis ekonomi tepatnya di Kelurahan Sukoharjo. (3). ketinggian 1-3 lantai untuk ru mah kapling sedang sampai besar dan ketinggian 4 -5 lantai untuk Rusunawa. Kebutuhan perumahan di Malang Tengah secara detail akan ditentukan dalam RP 4D. Rencana pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa meliputi perdagangan da n jasa pusat pelayanan kota. Pemenuhan kebutuhan fasilitas perumahan di Malang Tengah dilakukan melalui penambahan jumlah rumah secara vertikal dan horisontal (2). Jalan Semeru.Jalan Jaksa Agung Suprapto. Fasilitas perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dikembangkan di jal an Kawi.

Fasilitas perdagangan dan jasa skala pusat pelayanan lingkungan dikembangkan secara merata tersebar di seluruh pusat lingkungan yang menyatu dengan kawasan permukiman Paragraf IV Fasilitas Pendidikan Pasal 29 Rencana pengembangan fasilitas pendidikan dilakukan dengan : a. . d. b. Penambahan fasilitas pedidikan terutama untuk fasilitas pendidikan tingkat TK diharapkan berada di dalam kawasan permukiman dengan memperhatikan radius jangkauan pelayanan. sesuai standar yang telah ditetapkan. Arahan pengembangan fasilitas pendidikan setingkat TK.(4). Perbaikan kualitas fisik dan lingkungan fasilitas pendidikan yang ada. c. Peningkatan kualitas pendidikan dengan orientasi kualitas bertaraf internasio nal mulai dari pendidikan tingkat SD sampai tingkat SMA. Sekolah Dasar. SLTP da n SMU baik swasta maupun negeri dilakukan dengan mempertahankan dan mengoptimalkan semua fasilitas pendidikan yang ada di wilayah perencanaan saat i ni dengan cara pengembangan secara vertikal.

Integrasi fasilitas kesehatan dengan rusunawa terutama untuk fasilitas skala lingkungan. puskesmas pembantu dialokasikan tersebar di seluruh sub blok peruntuk an. puskesmas.e. c. e. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas fisik fasili tas yang ada. d. atau pada lokasi yang tingkat pelayanannya rendah. Integrasi fasilitas pendidikan dengan rusunawa terutama untuk tingkat pendidi kan TK. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas baik milik swasta ataupu n pemerintah yang sudah ada tetap dipertahankan. f. Paragraf V Fasilitas Peribadatan Pasal 30 Pengembangan fasilitas peribadatan dilakukan melalui peningkatan kondisi dan pemeliharaan fasilitas yang ada serta dikembangkan secara merata di seluruh kawa san permukiman Paragraf VI Fasilitas Kesehatan Pasal 31 Rencana pengembangan fasilitas kesehatan dilakukan dengan : a. Pembangunan baru untuk fasilitas kesehatan skala pelayanan kota pada lokasi y ang belum terbangun. Pemerataan fasilitas kesehatan tingkat masyarakat skala lingkungan seperti po syandu. Penonjolan karakteristik khusus yang dimiliki fasilitas pendidikan khusus. . b. se hingga mampu membentuk fasiitas pendidikan yang bercitra dan berkarakter.

b. Hutan Kota Jakarta dengan luas 11. (4) RTH taman pemakaman di Malang Tengah berupa Makam Betek seluas 6.Taman Pemakaman Sama an seluas 77. RTH jalur hijau. c.786. RTH lapangan. (2) RTH hutan kota di Malang Tengah antara lain : Hutan Kota Malabar dengan luas 16. (3) RTH kebun bibit di Malang Tengah terdapat di Kebun Bibit Garbis dengan luas 3. RTH taman pemakaman.Paragraf Paragraf VII Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Pasal 32 (1) RTH di Malang Tengah ditetapkan sebagai berikut : a.452 . g.030 M2. d.817 M2. RTH kebun bibit. dan h. RTH taman kota. Makam Pejuang Pelajar seluas 1. RTH hutan kota.16 M2. e. RTH taman rekreasi. f.47 9 M2.815 M2. RTH kawasan lindung.896 M2. Hutan Kota Kediri dengan luas 5.

1 97 M2.840 M2. Tepi Jalan Ijen seluas 2. Lapangan di Kompleks Perumahan Taman Indah Ijen seluas 32. Taman Ronggowarsito dengan luas 3. Lapangan di Jl.255 M2.465 M2.498 M2. Mempertahankan makam yang sudah ada dan mengoptimalkan fungsi makam melalui makam tumpangan. Tepi Jalan Retawu 2.910 M2. Taman Simpang Balapan dengan luas 1. e. Jeruk seluas 5. Brigjen Slamet Riyadi seluas 243 M2. Taman Choiril Anwar dengan luas 43 M2.310 M2.780 M2. taman. h. Taman TGP dengan luas 201 M2. Mengoptimalkan fungsi resapan pada makam sebagai fungsi resapan sehingga tidak diperbolehkan peng-kijing-an.114 M2.604 M2.690 M2. (6) RTH taman rekreasi berupa Taman De Playground seluas 1. Taman Melati dengan luas 210 M2.62 5 M2. Taman Trunojoyo dengan luas 5. Penambahan kebutuhan ruang untuk makam di Kecamatan Klojen dilakukan diluar Kecamatan Klojen. (9) RTH tepi jalan di Malang Tengah antara lain : Tepi Jalan Mayjen Panjaitan se luas 3. Pengadaan jalur hijau di setiap ruas jalan.218 M2. Makam Gading seluas 3.779 M2.305 M2. Penghijauan di sekitar areal parkir yang tersebar di seluruh sub blok peruntu kan.923 M2.080 M2.539 M2. (5) RTH taman kota di Malang Tengah antara lain : Taman Cimacam seluas 1. Tepi Jalan Brigjen Slamet Riyadi seluas 1. Tepi Jalan Raya Dieng seluas 1. Taman Adipura / Arjuna dengan luas 395 M2. Lapangan Tretes Selatan seluas 1. Lapangan Simpang Patimura seluas 35 M2. Taman Jalur Tengah Veteran seluas 8. b.910 M2 dan sempadan sungai brantas dengan luasan sekitar 439.275 M2. Taman Segitiga Pekalongan seluas 346 M2. (8) RTH jalur hijau di Malang Tengah antara lain : Jalur Tengah Galunggung denga n luas 770 M2.810 M2. Lapangan sehitiga Jaksa Agung Suprapto seluas 27 M2. hutan kota. Makam Mergan seluas 41. Lapangan di Jl. Program sejuta pohon bagi pengembangan permukiman dengan menanam satu .733 M2. Taman Jalur Tengah Ijen dengan luas 10. Taman Alun-Alun Tugu dengan luas 10.681 M2. Taman Jalur Tengah Veteran dengan luas 9.385 M2. Penghijauan dikembangkan di lahan rumija sebagai jalur hijau di semua ruas ja lan arteri sekunder. Taman Terusan Cikampek seluas 1. Tepi Jalan Besar Ijen seluas 7. Taman Wilis dengan luas 700 M2. Mangga seluas 7.970 M2. Taman Cibogo seluas 2.000 M2 dan TMP Pahlawan Trip seluas 500 M2. Tepi Jalan Pangl ima Sudirman 1. boulevard atau jalur hijau dan makam) yang ada saat ini.774 M2. Mempertahankan RTH (lapangan olahraga. Tepi Jalan Langsep seluas 1. Penambahan penghijauan di seluruh kawasan permukiman. Taman Jalur Tengah Dieng dengan luas 3. TMP Suropati seluas 17. Taman Cikampek seluas 197 M2.410 M2 dan Taman Jalur Tengah Langsep dengan luas 8. g. (11) Rencana pengembangan fasilitas ruang terbuka hijau dilakukan dengan : a. Taman Alun-Alun Merdeka dengan luas 23.903 M2. lokal dan jalan lingkungan.619 M2. f. d. i.849 M2. Lapangan di belakang Jl. c. (7) RTH lapangan di Malang Tengah berupa kompleks GOR Gajayana dengan luas 53. (10) RTH kawasan lindung di Malang Tengah antara lain : kawasan lindung sempadan rel kereta api dengan luasan sekitar 206.M2.758 M2. Lapangan Simpang Ijen seluas 4.382 M2. Taman Kertanegara dengan luas 2.486 M2.

(12) Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) saat ini berupa plasa. median jalan yang tersebar di hampir seluruh jalan arteri sekunder dan lokal. parkir dan lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen atau paving yang tersebar di kawasan permukiman dan fasil itas umum. jalur pedestrian (trotoar). sedangkan jalur pedestrian yang ada di Kawasan Pasar Besar sebagian besar dipakai untuk parkir. .pohon pada setiap rumah. sedangkan parkir juga tersebar di kawasan perdagangan dan jasa (kecuali Kawasan Pasar Besar). halaman/pekarangan ru mah atau taman bermain atau taman berpaving.

tercantum d alam lampiran 11 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. . Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan. (2) Kawasan lindung di Malang Tengah meliputi: a. rencana kawasan lindung b. area par kir. Kawasan Rawan Bencana Alam c.(13) Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) berupa halaman rumah atau taman berpaving. Paragraf II Rencana Kawasan Lindung Pasal 34 (1) Rencana kawasan lindung di Malang Tengah merupakan penetapan fungsi kawasan agar wilayah yang dilindungi dan memiliki fungsi perlindungan dapat dipertahanka n. Kawasan Lindung Setempat b. lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen. rencana kawasan budidaya. (2) Peta rencana peruntukan blok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Keempat RENCANA PERUNTUKAN BLOK Paragraf I Umum Pasal 33 (1) Peruntukan blok di Malang Tengah meliputi: a. jalur pejalan kaki (pedestrian).

(7) Pencegahan dilakukan kegiatan budidaya di sepanjang sungai. kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya. (3) Pengamanan dan perlindungan sekitar sungai atau sempadan sungai baik sungaisungai besar maupun kecil dilarang untuk alih fungsi lindung yang menyebabkan at au merusak kualitas air.Pasal 35 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan sungai meliputi kawasan sekitar Sun gai Brantas dan sempadan Sungai Kasin (2) Pendirian bangunan di Kawasan Lindung Setempat tidak diperbolehkan untuk bangunan dengan fungsi hunian kecuali bangunan dengan fungsi penunjang kawasan lindung. (4) Pengendalian kegiatan di sekitar sungai atau bangunan di sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian atau pengelolaan sungai dil arang untuk didirikan. . (5) Perlunya pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan pengawasan terhadap berkembangnya kawasan terbangun pada sempadan sungai maupun alihfungsi lahan lainnya. (6) Sungai yang melintasi kawasan permukiman perlu dilakukan re-orientasi pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian latar depan.

dan g. (3) Upaya pengelolaan kawasan sempadan rel Kereta Api. telegraf. Tidak membangun gedung. membuat tembok. tanggul. kawasan Kayu Tangan yang terdiri dari kompleks pertokoan di sepanjang koridor . menanam jenis pohon yang tinggi dimana akan mengganggu pandangan bebas maupun mengganggu keselamatan perkeretaapian. 2. c. d. Penataan kawasan dengan upaya merelokasi bangunan yang ada di sempadan rel. termasuk bagian bawahnya serta ruang bebas diatasnya. f. Menetapkan pengaturan mengenai jalur perkeretaapian dengan ketentuan ruang manfaat jalan 6 m. 3. yang terdiri dari : 1.5 m untuk jalan inspeksi. dan 4. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan dan penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. pagar. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. ruang milik jalan 12 m. kabel telepon. 3 m untuk taman dan pembatas. Pasal 37 (1) Kawasan Cagar Budaya di Malang Tengah terdiri dari lingkungan cagar budaya d an bangunan cagar budaya (2) Lingkungan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilind ungi dan dilestarikan meliputi: a. dari sampah melalui peningkatan kesa daran masyarakat akan kebersihan sungai. kabel signal. perlindungan badan rel. Penataan/perbaikan melalui penyediaan taman/jalur hijau pada sempadan. 6 m untuk badan jalan rel kereta api.5meter diukur dari as jalan rel terdekat. kabel listrik. serta penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan. saluran. Penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan alat-alat pendukung sistem transportasi perkeretaapian yang berupa. saluran. b. ruang pengawasan jalan 23 m. e. dan bangunan lainnya. Menetapkan intensitas bangunan di sekitar rel merupakan kegiatan dengan kepadatan sedang = 75%. Pasal 36 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan Kereta api meliputi kawasan di sepanjang rel Kereta Api (2) Kawasan sempadan rel Kereta Api sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditetapk an dengan jarak sempadan masing-masing antara 10 11. (9) Peningkatan kebersihan sungai. 2 m untuk sistem penerangan jalan dan drainase. 3.(8) Pengembangan kegiatan konservasi aktif di sekitar sempadan dan lainnya.

Semeru-Jl. Gedung PLN.Kajoetangan straat. Gedung HBS/AMS di JP. . dan c. Koridor Jl. (3) Bangunan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilindun gi dan dilestarikan meliputi Gereja Kathedral Hati Kudus. dan Komplek Stadion Gajayana. COEN PLEIN (Alun-alun Bunder). dan pertokoan di perempatan KajoetanganstraatSemeroestraat. kawasan Alun-alun Tugu yang terdiri dari Stasiun Kereta Api Malang. dan Balai Kota. (4) Benda Cagar Budaya wajib dipertahankan keberadaannya dengan tidak mengalihka n dan/atau merubah fungsi dan desain dan/atau gaya arsitekturalnya. Toko Oen. b. Ijen yang terdiri dari Gedung Sekolah Menengah Kristen (Christ MULO School). Sekolah Cor-Jessu. bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas umum lainnya dengan karakter gaya arsitektural kolonial indische dan kolonial modern.

Pasal 38 (1). yaitu untuk drainase gang ± 25 cm. (2). mengingat pada kawasan perumahan padat ini ruang terbuka sangat terbatas. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan sebagai berikut : a. Perbaikan kondisi jalan lingkungan yang ada dengan lebar jalan antara 3.Kawasan rawan bencana di Malang Tengah meliputi kawasan rawan kebakaran sert a kawasan rawan banjir dan longsor. (2). Klojen. (3). Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. dan restorasi/rehabilitasi/rekonstruksi. addisi. Penempatan hidran dan sumur bor di setiap perkampungan padat. pemanfaatan BCB atau situs yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa lepas. c. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. b. Penataan intensitas bangunan sesuai dengan rencana intensitas bangunan. Penanggungan. Kawasan rawan banjir dan longsor sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada sempadan Sungai Brantas (4). Oro-Oro Dowo. Perbaikan/peningkatan kondisi saluran drainase yang ada. eksporasi atau penelitian. Klojen. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan banjir dan longsor dilakukan deng an : a. . Upaya pelestarian melalui preservas i dan konservasi. Sama an. Ketersediaan fasilitas umum: taman lingkungan.(5) Terkait dengan BCB untuk pengembangan lebih lanjut mengenai keberadaan BCB d i Kota Malang mengenai perlindungan dan pelestariaanya dilakukan terutama pada 3 tahapan (1). adaptasi/revitali sasi.5 5 me ter (mengurangi gang-gang buntu) dan juga dapat dilalui truk pemadam kebakaran d. Sama an. sehingga tidak memenuhi syarat layak huni untuk lingkungan pemukiman penduduk. balai pertemuan. (5). renovasi. Oro-Oro Dowo. lapangan OR. relokasi permukiman di sempadan Sungai Brantas yang ada di Kelurahan Penanggungan. dan sebagainya yang dapat di fungsikan sebagai kawasan/zona evakuasi e. gentrifikasi dan demolisi (3). Kawasan rawan kebakaran sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada pada kawa san permukiman padat yang tersebar di seluruh wilayah Malang Tengah seperti Keluraha n Sukoharjo.

f. c. b. e. g. d.b. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Perumahan Perdagangan dan Jasa Sektor Informal Fasilitas Umum Pariwisata RTH RTNH . pengembalian lahan sempadan untuk penanaman vegetasi sebagai buffer atau penyangga pada dinding tebing sungai. Paragraf III Rencana Kawasan Budidaya Pasal 39 Pengembangan Kawasan Budidaya meliputi: a.

pendidikan. b. (2) Arahan penataan/perbaikan di kawasan permukiman padat di Malang Tengah dilak ukan melalui : a. Pengembangan sistem permukiman kompak dilakukan melalui peningkatan fungsi rumah terintegrasi dengan fungsi lain seperti ruko dan rukan untuk kawasan permukiman yang strategis dan mempunyai kecenderungan beralih fungsi menjadi perdagangan dan jasa seperti yang terjadi hampir di seluruh ruas jalan di Malang Tengah. dilakukan tindakan preventif. f. agama). c. peremajaan dan relokasi permukiman padat dan kumuh yang legal dengan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan dengan kepadatan sangat tinggi yaitu Sama an dan Sukoharjo serta Kelurahan yang kepadatannya tinggi yaitu Bareng. meliputi permukiman dengan kepadatan tinggi.Rencana Perumahan Pasal 40 (1) Kawasan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. pusat perdagangan dan jasa. persampahan. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan d . permukiman liar di sepanjang sungai Brantas dan sempadan rel KA. sarana air bersih. rumah berkarakter khusus (karakter bangunan kolonial). Upaya intensifikasi pembangunan dengan menambah penyediaan RTH untuk bangunan gedung bertingkat. d. Kauman dan Kasin. Penataan bangunan permukiman padat diwajibkan membangun jalan inspeksi dan re-orientasi bangunan ke sungai atau rel Kereta Api. dan pengawasan terhadap kawasan konservasi tersebut terutama untuk untuk lokasi yang masuk dalam ukuran 10 15 m (sempadan sungai) dan 12m (sempadan KA). Tidak mengganggu fungsi lindung dan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. Pengembangan kegiatan konservasi aktif d. penertiban. masyarakat kelas menengah ke atas (apartement) dan masyarakat kelas atas (apartement menyatu dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas umum). Peningkatan kualitas perumahan melalui rehabilitasi. c. perkantoran. perkampungan Arab. hydrant. Pembangunan perumahan baru dilakukan secara intensif (vertikal) untuk masyara kat kelas bawah (rusunawa/rusunami). yaitu : a. penanganan limbah dan drainase) dan fasilitas sosial (kesehatan. (3) Arahan penataan dan penertiban permukiman yang berdiri di kawasan konservasi sempadan sungai dan sempadan rel KA. b. dan perumahan real estate. rumah dinas. e. Kawasan permukiman harus didukung oleh ketersediaan fasilitas fisik atau util itas umum (pasar.

dan s anitasi lingkungan termasuk penyediaan RTH. (6) Penataan perumahan dinas dilakukan dengan melakukan perbaikan serta peningka tan kualitas sarana dan prasarana permukiman seperti jaringan jalan. (7) revitalisasi bangunan rumah dengan karakter bangunan kolonial dilakukan deng an upaya penetapan dan pelestarian bangunan cagar budaya. . drainase.an penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. (8) pengembangan perumahan real estate dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan utilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya secara mandiri dan terin tegrasi dengan rencana pembangunan yang ada di kawasan sekitarnya.

Halmahera. Ade Irma Suryani . Pranoto . Bas uki Rahmad Jl.Jl.Jl. Achmad Dahlan.Jaksa Agung Suprapto Jl. Pasar Besar. Kawasan Alun-alun dengan ketentuan penyediaan lahan 5 10% dari luas lahan kawasan perdagangan.Jl. Cokroaminoto (pasa Klojen) dan Jl. (4) Kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan sub pusat kota di sepanj ang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Merdeka Barat Jl. Ir. SW. Pasar Besar dikembangkan berupa toko modern dan di Jl.Jl. Raya Langsep Jl. khusu snya Pasar Besar dan sekitarnya sebagai pusat perbelanjaan dengan skala regional.Brigjen Slamet Riyadi. Arief Margono.Jl. Jl. Mayjen Panjaitan . (8) Pengembangan Kawasan perdagangan dan Jasa yang ada lebih dioptimalkan dengan cara vertikal di sepanjang arteri sekunder. V eteran Jl. Simpang Langsep. (9) Revitalisasi dan penataan Pasar Comboran ditunjang fasilitas parkir umum dis ekitarnya. Muh. Kauman Jl. (6) Perbaikan dan revitalisasi kawasan perdagangan dan jasa di pusat kota. KH. pusat perbelanjaan dan toko modern. perdagangan dan jasa pelayanan sub pusat kota s erta perdagangan dan jasa pelayanan lingkungan. Letjen Sutoyo Jl.Jl. pusat perbelanjaan dan toko modern. Ir. Rais . (2) Pengembangan kawasan perdagangan meliputi rencana perdagangan dan jasa pelayanan pusat kota (regional). Bandung Jl. Yamin (pasar Comboran). Jl. Agus Salim . Jl . KH. Hasim Asyari Jl. Bendungan Sutami . Sutan Syahr ir Jl.Rencana Perdagangan dan Jasa Pasal 41 (1) Perdagangan dan jasa di Malang Tengah terdiri dari pasar tradisional. (7) Mempertahankan dan mengoptimalkan sentral PKL yang sudah ada serta melakukan penataan dan pengembangan sentra-sentra PKL untuk menampung PKL yang terdapat di sekitar pusat kegiatan seperti kawasan MOG. Merdeka Selatan . Jl. (3) Kawasan perdagangan dan jasa skala pusat kota (regional) berkembang di sekit ar Pasar Besar berupa pasar tradisional. Galunggung -Jl. Ijen. (5) Kawasan perdagangan dan jasa skala pelayanan lingkungan di kawasan permukima n dikembangkan berupa pasar modern. Jl. Jl.Jl. Jl. Rais (pasar Kasin) dikembangkan sebagai p asar tradisional. Brigjen Katamso . Rencana Sektor Informal .Jl.

kawasan Bareng.Pasal 42 (1) Sektor informal dikembangkan di kawasan perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dalam bentuk sentral PKL dan PKL binaan yang menyatu dengan kawasan atau bangunan fungsional. Jalan Halmahera. kawasan Alun-Alun Kota . (2) Sektor informal di Malang Tengah berupa sentral PKL dikembangkan di kawasan Stasiun Kota Baru. . (3) Sektor informal di Malang Tengah berupa PKL binaan yang menyatu dengan fungs ional dikembangkan di lokasi Pasar Besar dan Alun-Alun Merdeka. (4) Kawasan khusus sebagai wahana perdagangan sektor informal dengan skala kecil yang mempunyai ciri khusus dan dalam jumlah yang besar tetap menggunakan lokasi yang ada tanpa peningkatan intensitas kegiatan antara lain Pasar Burung Splendid. kawasan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya. kawasan pusat perbelanjaan/pertokoan (MATOS dan MOG). kawasan Jalan Wilis dan kawasan Pasar TUGU (pasar pagi pada hari sabtu-minggu di Jalan Semeru).

(5) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat TK dikembangkan dalam kawasan permukiman (6) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat SD secara vertikal terutama di dal am kawasan permukiman yang memiliki kepadatan tinggi seperti di Kelurahan Sukoharjo . Panti Waluyo serta Rumah Sakit Bersalin yang sudah ada tetap dipertahankan. Sama an. RSI. Bareng. RS. Sekolah Dasar N egeri (SDN) atau MI. klinik. Siti Aisyah. komplek pendidikan Santo Albertus (Dempo). RS. misalnya apotek. Pasal 45 (1) Pengembangan kawasan kesehatan skala regional seperti RSUD Dr. komplek pendidikan di Jalan Veteran. kawasan pertahanan dan kemanana. Kasin dan Kauman. Melati Husada dan RS. Hermina. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (Negeri). SMU Negeri yang tersebar pada tiap-tiap kelurahan tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan dilakukan peningkatan kualitas pendidikannya. RS. komplek pendidikan Cor Jesu. (2) Pengembangan fasilitas pendukung skala kota. (2) Pengembangan fasilitas pendidikan skala pelayanan regional sebagaimana yang dimaksud dalam Ayat (1) meliputi fasilitas pendidikan berupa SMA komplek di Alun -alun Tugu. labora . (4) Fasilitas pendidikan skala kecamatan atau kawasan berupa TK. skala kecamatan dan skala lingkungan. Syaiful Anwar . kawasan peribadatan Pasal 44 (1) Pengembangan kawasan pendidikan di Malang Tengah meliputi fasilitas pendidik an skala pelayanan regional.Rencana Fasilitas Umum Pasal 43 Pengembangan kawasan fasilitas umum meliputi: kawasan pendidikan. (3) Fasilitas pendidikan skala pelayanan regional tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan peningkatan kualitas berstandart internasional. da n komplek pendidikan Santa Maria dan STM Nasional di Raya Langsep. Lavalette. kawasan pelaya nan kesehatan.

K auman Jl. Jl. Raya Langsep . Hasim Asyari Jl. Jl. Veteran Jl. Achmad Dahlan. Ijen.Jl. KH. Posyandu). Agus Salim . Polides.Brigjen Slamet Riy adi. Sutan Syahrir . Rais . Ir. Pasar Besar. Arief Margono. Merdeka Barat Jl.Jl. Ade Irma Suryani Jl. Mayjen Panjaitan . (3) Peningkatan pelayanan pada fasilitas kesehatan yang ada terutama fasilitas d engan skala pelayanan kawasan/lingkungan (puskesmas puskesmas pembantu) di sekitar kawasan permukiman. Letjen Sutoyo Jl. Merdeka Selatan . Simpang Langsep. (5) Pengembangan semua fasilitas kesehatan dilakukan secara tereintegrasi dengan apotek untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara terpadu. Praktek Dokter/Bidan) dan di tiap lingkungan (Praktek Bidan. Pranoto .Jl.Jl. Halmahera.Jl. (4) Peningkatan fasilitas skala lokal atau lingkungan di tiap Kelurahan (Puskesm as Pembantu. Jl. Bendungan Sutami . KH. Brigjen Katamso . Praktek Mantri. SW. Jl.Jl. Galunggung -Jl. Pasal 46 Pengembangan kawasan pertahanan dan keamaman dilakukan dengan: . Jl.torium di sepanjang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl.Jaksa Agung Suprap to Jl. Bandung Jl.Jl. Jl.Jl. Basuki Rahmad Jl.Jl.

Jenderal Basuki Rahmat dan Gereja Katolik Kathedral Santa Perawan Maria Dari Gunung Karmel di Jl. Matos dan @Max Pasar Splended sebagai wisata belanja b. (2) pengembangan fasilitas peribadatan skala lingkungan berupa musholla secara m erata sesuai kebutuhan dengan lokasi menyatu dengan kawasan permukiman. Taman Rekreasi Senaputra. Koridor Jl. Kawasan Alun-Alun Tugu. c. dan Playground De Rumah.a. Merdeka Barat. Semeru-Jl. b. Ijen da n Museum Brawijaya. Wisata buatan meliputi Taman Rekreasi Kota. Buring. MOG. Wisata belanja yang meliputi pusat perbelanjaan Alun-alun Merdeka. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Jl. mempertahankan ruang terbuka hijau yang ada di kawasan pertahanan dan keamana n. pengembangan fasilitas penunjang kegiatan pertahanan dan keamanan di kawasan pertahanan dan keamanan yang ada Pasal 47 Pengembangan kawasan peribadatan dilakukan dengan : (1) mempertahankan fasilitas peribadatan yang sudah ada terutama untuk skala kot a melipti Masjid Jami Kota Malang di Jl. Rencana Pariwisata Pasal 48 Rencana pengembangan pariwisata di Malang Tengah dilakukan dengan: a. c. Rencana RTH . mempertahankan lokasi kawasan pertahanan dan keamanan yang terletak di SKODAM Brawijaya dan kantor-kantor militer lainnya. Arif Rahman Hakim. Wisata sejarah/budaya meliputi wisata bangunan dan lingkungan cagar budaya an tara lain kawasan Kayu Tangan. GPIB Jemaat IMMANUEL di Jl.

Keberadaan lapangan olahraga yang tersebar di tiap-tiap kawasan permukiman te tap dipertahankan dan dihindari untuk peralihan fungsi sebagai kawasan terbangun. . Optimalisasi ruang terbuka hijau daerah sempadan sungai dan sempadan rel kere ta api. RTH sekitar kawasan perdagangan. Keberadaan makam difungsikan sebagai resapan air. Mewajibkan pada pengembangan perumahan baru untuk mengalokasikan lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau baik itu berupa lapangan olahraga maupun taman bermain dengan proporsional terhadap kebutuhan penghuninya. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan umum sebagai fungsi estet is dan ekologis diarahkan pada sekitar pusat Kota. Mempertahankan hutan kota dan taman-taman kota yang ada sebagai fungsi ekolog is dan estetis kota. jenisnya: RTH tepi jalan.Pasal 49 Rencana pengembangan RTH di Malang Tengah dilakukan dengan: a. b. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar perumahan padat f. g. c. e. d. RTH sekita r pasar.

plasa. Koefisien Dasar Hijau dan Garis Sempadan Bangunan. (2). area parkir. Paragraf II Rencana Koefisien Dasar Bangunan Pasal 52 (1). lapangan olah raga dengan tutupan struktur s emen.Rencana RTNH Pasal 50 Rencana pengembangan RTNH di Malang Tengah dilakukan dengan mempertahankan yang sudah ada saat ini berupa aksesori RTH. Rencana Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dilakukan dengan : a. Penataan bangunan dan lingkungan dilakukan dengan mengatur dan mengendalika n rencana bangunan dan lingkungan melalui pengaturan Koefisien Dasar Bangunan. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat dan masuk dalam sempadan sungai di beberapa titik lokasi diarahkan relokasi ke rumah . halaman/pekarangan rumah ata u taman bermain atau taman berpaving. Peningkatan citra kawasan dilakukan di lokasi kawasan strategis meliputi ka wasan cagar budaya dan kawasan strategis ekonomi melalui penyusunan RTBL pada kawasan yang bersangkutan. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat yang tersebar hampir di seluruh kelurahan tetap dipertahankan dengan KDB maksimal 90%. jalur pejalan kaki (pedestrian) dan median jalan. Koefisien Lantai Bangunan. Bagian Kelima RENCANA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Paragraf I Umum Pasal 51 (1). b.

dengan KDB maksimum 50 % seperti halnya yang ada pada pusat perdagangan (MATOS dan MOG).susun dengan KDB 70 % c. penghijauan dan penghawaan dan penyinaran seperti di fasilitas umum (pendidikan. d. f. Penyediaan fasilitas umum pada masa mendatang juga diarahkan untuk dilengkapi dengan ruang terbuka yang dipergunakan untuk tempat parkir. Lapangan olah raga dengan KDB 20 % (sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen dan semi permanen di dalam areal jalur hijau). museum) dan fasilitas perumahan (Jalan Besar Ijen). sirkulasi parkir. Makam dengan KDB 5 %. rumah sakit. Pemanfaatan lahan di dalam kawasan perumahan Ijen Nirwana KDB 50 70 % tetap dipertahankan. taman dan penghijauan. Fasilitas umum dan perumahan dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk penghawaan dan penyinaran yang optimal supaya kondisi lingkungan lebih sehat e. penghawaan dan penyinaran alamiah. g. . h. pemerintahan. bongkar muat barang. untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukung pemakaman. Fasilitas perdagangan dan jasa dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk sirkulasi parkir.

Bandung Jl. tercantum dalam lampiran 13 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. KLB diatas 400 % (maksimum) hanya diperbolehkan di sepanjang koridor Jalan Letjen Sutoyo Jalan Jaksa Agung Suprapto Jalan Basuki Rahmad Jalan Merdeka Timur Jalan Merdeka Barat Jalan Kauman Jalan Hasim Asyari Jalan Arief Margono. Permukiman dengan KLB antara 100 % . b.200 % ini tetap dipertahankan. tercantum dalam lampiran 12 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. *diletakkan di pasal tentang RTH perda tentang makam thn 2006 (penambahan luasan makam 2% dari lahan pengembang) Paragraf III Rencana Koefisien Lantai Bangunan Pasal 53 (1). Ijen dengan fungsi peruntukan untuk perdagangan dan (2) Peta rencana Koefisien Lantai Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). ruas Jalan Mayjen Panjaitan Jalan Brigjen Slamet Riyadi dan Jalan Veteran jasa Jl. Paragraf IV Rencana Koefisien Dasar Hijau .(2) Peta rencana Koefisien Dasar Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Rencana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dilakukan dengan : a.

Mayjen Panjaitan Jl. Gatot Subroto Jl. Achmad Dahlan. Agus Salim . kawasan militer juga tetap menggunakan komposisi 60 % : 40 % dengan ketentuan ruang terbuka dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masing masing. Sutan Syahrir . Jl. Jalan arteri sekunder diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 5 . Bandung Jl. Rencana Garis Sempadan Bangunan dilakukan dengan : a. kawasan perdagangan dan kawasan industri ditetapkan komposisi antara terbangu n dan non terbangun adalah sebesar 60 % : 40 % b.Jl. Jalan lokal diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 4 .Brigjen Slamet Riyadi. Hasim Asyari Jl. Laksamana Martadinata. Tumenggung Suryo Jl.Jl. Veteran Jl. Arief Margono. Ir.Jl. Brigj en Katamso . Ade Irma Suryani . b. KH. kawasan permukiman padat ditetapkan minimal 1 rumah mempunyai 1 pohon c.10 m. Ijen.Jl. Jl. Halmahera. Basuki Rahmad Jl. Jl. Jl.Pasal 54 Rencana Koefisien Dasar Hijau dilakukan dengan : a. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. Raya Langsep . Panglima Sudirman Jl. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl.Jl.Jl. Merdeka Barat Jl. Merdeka Selatan . Jl.Jl. Paragraf V Rencana Garis Sempadan Bangunan Pasal 55 (1). SW. KH. Jl. Pasar Besar.Jaksa Agung Suprapto Jl. Rais .Jl. Letjen Sutoyo Jl.13 m. . Pranoto . Bendungan Sutami Jl. Simpang Langsep. Galunggung -Jl. Kauman Jl.

tercantum dalam lampiran 14 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.c. maupun masyarakat. Bagian Ketujuh RENCANA INDIKASI PROGRAM Pasal 57 (1) Rencana indikasi program ditetapkan untuk mengoptimalkan penyusunan programprogram teknis dan upaya untuk mendorong keikutsertaan semua pihak baik pemerintah. Jalan lingkungan diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 1 .5 m. Yang termasuk dalam kategori ini antara semua jalan yang mengubungkan antara kawasan permukiman dengan pusat pusat kegiatan disekitarnya. Bagian Keenam RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN FASILITAS ATM Pasal 56 (1) penyediaan fasilitas ATM direncanakan mengikuti rencana pengembangan perdaga ngan dan jasa baik skala pelayanan Pusat Kota sub Pusat Kota maupun lingkungan serta fasilitas umum lainnya. (2) Rencana indikasi program ditetapkan dalam waktu 20 (Dua Puluh) tahun semenja k ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan dibagi tiap lima tahun sesuai dengan prior itas pengembangan yang telah ditentukan berdasarkan kondisi wilayah perencanaan . (2) Pengembangan fasilitas ATM juga direncanakan di sekitar kawasan permukiman s erta pengembangan permukiman baru. swasta. (2) Peta rencana garis sempadan bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).

dan pengenaan s anksi. tercantum dalam lampiran 15 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. BAB IV KETENTUAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG Bagian Kesatu Umum Pasal 58 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan melalui penetapan peraturan zonasi. pemberian insentif dan disinsentif. (2) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota. Bagian Kedua Ketentuan Umum Peraturan Zonasi . perijinan.(3) rencana indikasi program sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).

b. Zona Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari skala regional dengan kode FP-1. Zona Perhubungan terdiri dari stasiun dengan kode TR-2. Zona Kawasan Lindung terdiri dari kawasan sempadan sungai dan atau kawasan sempadan rel kereta dengan kode KL-2. Zona Industri dan Pergudangan terdiri dari industri dengan kode I-1. komersil skala kota dengan kode K-2. Intensitas kegiatan pada setiap zona yang ditetapkan. (3) Peraturan zonasi pada setiap butir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat tentang : a. komersil skala kelurahan dengan kode K-4 dan komersil skala lingkungan dengan kode K-5. . m eliputi : a. c. Zona Kawasan Pemerintahan. taman lingkungan dengan kode H-4. Penetapan pemanfaatan ruang. Zona Kawasan Permukiman terdiri dari rumah tunggal dengan kode R-1. skala kelurahan dengan kode FP-4 dan skala lingkungan dengan kode FP-5. skala kecamatan dengan kode FP-3. e. dan b. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari pemerintahan dengan kode PK-1 dan pertahanan dan keamanan dengan kode PK-2. g. (2) Dalam peraturan zonasi sesuai dengan rencana rinci tata ruang dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.Pasal 59 (1) Peraturan zonasi disusun sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang. Zona Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari komersil skala regional dengan kode K-1. dan b. dan h. Pasal 60 (1) Klasifikasi Zonasi di Kecamatan Klojen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. jalur hijau dengan kode H-6 dan lapangan dengan kode H-7. ser ta berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Budidaya. f. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Lindung. rumah deret (town house) dengan kode R-4. d. Zona Ruang Terbuka Hijau terdiri dari taman kota dengan kode H-1. s kala kota dengan kode FP-2. taman pemakaman dengan kode H-5.

Blok g d. Blok o Dowo c. Blok Peruntukkan I yang meliputi : Sub Blok Sama an dan Sub Blok Rampal Celaket b. tercantum dalam lampi ran 16 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini Pasal 61 Pembagian zonasi Kecamatan Klojen dibedakan menjadi zonasi pada : a. Blok e. Blok f.(2) Klasifikasi zonasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Blok Peruntukkan II yang meliputi : Sub Blok Penanggungan dan Sub Blok Oro-or Peruntukkan III yang meliputi : Sub Blok Gading Kasri dan Sub Blok Baren Peruntukkan IV yang meliputi : Sub Blok Kasin dan Sub Blok Kauman Peruntukkan V yang meliputi : Sub Blok Kidul Dalem dan Klojen Peruntukkan VI yang meliputi : Sub Blok Sukoharjo Bagian Ketiga Peraturan Zonasi Pasal 62 .

dan/atau perusakan lingkungan). Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2 . sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah . 2. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). c. gangguan keamanan. RTH. dan TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. f. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. meliputi : a. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 57 ayat (1) huruf b. e. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. pencemaran lingkungan. Pasal 63 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf a. tercantum dalam lampiran 17 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. FP-2. 3. (2). adalah : Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. permukiman terdiri dari R-1.(1). Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. FP-3. b. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. d. 3. Kawasan RTH terdiri dari H-4 dan H-7. adalah : a.

halte. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf c. Pemanfaatan kawasan perdagangan skala kota yang ada di Jl. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.Dasar adalah 1. Supratman tidak boleh berubah . 2. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. adalah : a. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. 3.000 meter) 5. TPS. WR.

Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. persampahan. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Minimal berada pada jalan lokal b. 2. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. perdagangan dan jasa. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. listrik dan telekomunikasi 5. serta perkantoran.4. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk sarana umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) huruf d. TPS secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal c. persampahan. drainase. 3. 2. 3. listrik dan telekomunikasi 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. sub terminal. perkantoran. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lokal b. 4. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. peribadatan. peribadatan. RTH. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Pemanfaatan fasilitas umum skala regional tidak boleh berubah 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. yaitu jaringan air bersih. 2. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. kesehatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . kesehatan. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Sama an dan Rapal Celaket) dan fasilitas kesehatan skala kota (khusus untuk sub blok Sama an) 5. 5. RTH. 6. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pemanfaatan fasilitas umum skala kota tidak boleh berubah. sub terminal. adalah : a. TPS secara terbatas. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 4. Perdagangan dan jasa. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. industri manufaktur. air limbah. air limbah. industri manufaktur.

1. drainase. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 2. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. perkantoran. sub terminal. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pemanfaatan fasilitas umum skala kecamatan tidak boleh berubah. yaitu jaringan air bersih. 4. Minimal berada pada jalan lokal . peribadatan. RTH. perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. air limbah. kesehatan. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. listrik dan telekomunikasi 5. 3.

Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf e. TPS secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. terminal . drainase. Pemanfaatan fasilitas umum skala kelurahan tidak boleh berubah. Tidak diperkenankan dibangun industri. RTH. Pemanfaatan kawasan pemerintahan tidak boleh berubah b. air limbah. 2. perdagangan dan jasa. peribadatan. 2. perdagangan dan jasa. perkantoran. pertambangan. drainase. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. TPS secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder 4. peribadatan. 3. yaitu jaringan air bersih. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1.d. dan pertanian. dan listrik 5. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. dan listrik 5. RTH. 3. 2. air limbah. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Pemanfaatan kawasan pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 aya t (1) huruf f. dan pertanian. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. persampahan. 2. 4. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). RTH. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. adalah : a. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. 3. Minimal berada pada jalan lingkungan e. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri. pertambangan. adalah : a. yaitu jaringan air bersih. persampahan.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. b. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. 4. pertambangan dan pertanian. Tidak diperkenankan dibangun industri. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. 2. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak diperbolehkan berubah. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas.dan TPS. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. . 2. 3.

serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. tercantum dalam lampiran 18 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. pencemaran lingkungan. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. H-6 dan H-7. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. . H-4. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. d. dan/atau perusakan . Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (1) huruf a. meliputi : a. H-5. c. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. FP-2. Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pa sal 59 ayat (1) huruf b. Kawasan RTH terdiri dari H-1. 2. FP-3. RTH. b. e. adalah : a. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. 2. gangguan keamanan. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2). Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 64 (1). f. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. permukiman terdiri dari R-1. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf b. K-4 dan K-5.3. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. 3. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Pasal 65 (1). (2). Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pemanfaatan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. 3. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4.lingkungan). . sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. adalah : a. Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf c. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1.000 meter) 5. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu.

5. Perdagangan dan jasa. industri manufaktur. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. industri manufaktur. 2. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Berada pada jalan lokal c. kesehatan.3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. perkantoran. 2. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Penanggungan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. persampahan. Perdagangan dan jasa. kesehatan. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 5. 4. air limbah. 2. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. b. 6. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. RTH. sub terminal. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. 3. 2. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala regional tidak boleh berubah 4. RTH. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 3. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. TPS dengan syarat-syarat tertentu. TPS secara terbatas. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. listrik dan telekomunikasi 5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. peribadatan. Berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 58 ayat (1) huruf d adalah : a. TPS. drainase. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. yaitu jaringan air bersih. Brigjen Slamet Riyadi tidak boleh berubah 5. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. perkantoran. sub . Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3.

3. persampahan. TPS secara terbatas.terminal. Minimal berada pada jalan lokal c. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kota tidak boleh berubah 4. yaitu jaringan air bersih. listrik dan telekomunikasi 5.

Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1 ) . TPS secara terbatas. RTH. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. adalah : a. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. 2. kesehatan. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. Minimal berada pada jalan lokal d. yaitu jaringan air bersih. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. peribadatan. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. persampahan. TPS secara terbatas. dan pertanian.1. sub terminal. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. RTH. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 3. pertambangan. drainase. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. peribadatan. yaitu jaringan air bersih. Perdagangan dan jasa. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. peribadatan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). dan listrik 5. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kecamatan tidak boleh berubah 4. Minimal berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf e. air limbah. dan pertanian. pertambangan. perkantoran. 2. drainase. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. listrik dan telekomunikasi 5. perdagangan dan jasa. air limbah. dan listrik 5. Minimal berada pada jalan lingkungan e. 2. 3. RTH. air limbah. persampahan.

pemakaman. perkantoran. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. dan TPS 2. b. dan TPS .huruf f. perkantoran. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. adalah : a. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. pemakaman. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota.

2. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. tercantum dalam lampiran 19 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. H-5. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksud dalam Pas al 56 huruf c. d. 3. Kawasan RTH terdiri dari H-1. 2. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. (2). 2. meliputi : a. kabel/tiang listrik. iklan/reklame. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah e. . . d. FP-2. 1. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. Kawasan permukiman terdiri dari R-1 dan R-4 Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. c. H-6 dan H-7. pertambangan dan pertanian. c. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. b. Kawasan Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri.2. 3. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. H-4. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Pemanfaatan RTH lapangan olahraga tidak boleh berubah Pasal 66 (1). Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksu d pada Ayat (1). 3. e. FP-3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah.

dan/atau perusakan lingkungan). Pada rumah tunggal dengan kode R-1 dan rumah deret (town house) dengan kode R-4 : 1. pencemaran lingkungan. 3. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas.Pasal 67 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 61 ayat (1) huruf a. TPS dengan (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 2. adalah : a. gangguan keamanan. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder.

persampahan. 3. 3. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : . TPS. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada 61 ayat (1) huruf c adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. 3. listrik dan telekomunikasi 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. industri manufaktur. 4.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf b.adalah 500 meter. adalah : a. halte. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. yaitu jaringan air bersih. Minimal berada pada jalan lokal b. 2. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. perkantoran. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. drainase. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Gading Kasri dan Bareng) dan fasilitas kesehatan serta peribadatan skala kota (khusus untuk sub blok Bareng) 5. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah. peribadatan. TPS dengan syarat-syarat tertentu. kesehatan. 5. air limbah. 2. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. sub terminal. TPS secara terbatas. 6. Kawi tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Perdagangan dan jasa. Prosentase perubahan maksimum 30% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Minimal berada pada jalan lokal b.

3. Minimal berada pada jalan lokal . yaitu jaringan air bersih. listrik dan telekomunikasi 5.1. 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah. Perdagangan dan jasa. 2. kesehatan. TPS secara terbatas. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. sub terminal. RTH. perkantoran. peribadatan. drainase. persampahan. air limbah.

TPS secara terbatas. TPS secara terbatas. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun industri. RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. pertambangan. dan pertanian. dan pertanian. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Minimal berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf d. peribadatan. RTH. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. adalah : a. 3. listrik dan telekomunikasi 5. Perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. 3. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : . persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. 3. RTH. drainase. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah. drainase. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Minimal berada pada jalan lokal d. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Tidak diperkenankan dibangun industri. 2. b. perkantoran. kesehatan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 3. lengkapi sistem utilitas yang memadai.c. dan listrik 5. air limbah. 4. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. Minimal berada pada jalan lingkungan e. yaitu jaringan air bersih. peribadatan. sub terminal. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. peribadatan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). persampahan. pertambangan. 2. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. persampahan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. 2. a ir limbah. 2. air limbah. dan listrik 5.

Pemanfaatan zona pertanahan dan keamanan tidak boleh berubah.1. RTH. (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf e. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. adalah : . 2. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan.

1. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 68 (1).a. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 . Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. d. Pemanfaatan RTHjalur hijau jalan tidak boleh berubah e. iklan/reklame. Tidak diperkenankan dibangun industri. kabel/tiang listrik. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam: 2. pertambangan dan pertanian. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. 3. perkantoran. pemakaman. 2. pemakaman. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. perkantoran. b. dan TPS 2. c. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. 3. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. dan TPS 2. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. 2.

FP-3. Kawasan RTH terdiri dari H-4. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. K-2 dan K-5. d. f. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. g. H-5. tercantum dalam lampiran 20 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Kawasan Pemerintahan.huruf d. Industri terdiri dari I-1. (2). FP-4 dan FP-5. H-6 dan H-7. c. meliputi : a. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. b. Pasal 69 . e. FP-2.

kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. 3. TPS. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. gangguan keamanan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. 3.000 meter) 5. Kawi . 2. TPS. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 3. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c.(1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a. 3. pencemaran lingkungan. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. halte. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. sarana pelayanan lingkungan secara terbatas. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 63 ayat (1) huruf b. adalah : a. 2. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. dan/atau perusakan lingkungan). Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. Minimal berada pada jalan lokal b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. adalah : a. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. 2.

. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1.dan Jl. Semeru tidak boleh berubah 4. 6. Prosentase perubahan maksimum 25% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan dan kesehatan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kasin. Minimal berada pada jalan lokal c. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 5.

2. Tidak diperkenankan dibangun permukiman secara luas. IPAL. air limbah. drainase. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. peribadatan. Boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 63 ayat (1) huruf e adalah : a. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. persampahan. Minimal berada pada jalan lokal b. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. sub terminal. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah permukiman secara terbatas. 3. RTH. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. 2. 2. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. perkantoran. 4. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Perdagangan dan jasa. RTH. 3. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Minimal berada pada jalan lokal . air limbah. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk industri dan pergudangan sebagaimana dimaks ud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf d. Perdagangan dan jasa. persampahan. 3. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. industri manufaktur. adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. listrik dan telekomunikasi 5. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. 5. 3. sub terminal. TPS secara terbatas. perdagangan dan jasa terbatas dan dengan syarat-syarat tertentu. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. kesehatan. listrik dan telekomunikasi 5. sarana pelayana umum secara terbatas. drainase. Merupakan industri manufaktur dan bukan merupakan kegiatan industri berat yang menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. kantor swasta pendukung kegiatan industri dengan syarat-syarat tertentu. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. kesehatan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada zona industri dengan kode I-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan.

listrik dan telekomunikasi . Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. sub terminal. perkantoran. kesehatan. air limbah. drainase. persampahan. 3. yaitu jaringan air bersih.c. TPS secara terbatas. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. peribadatan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. 2. Perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan.

Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. . dan listrik 5. TPS secara terbatas. RTH. air limbah. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. peribadatan. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. TPS secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. 3. persampahan. dan pertanian. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. perdagangan dan jasa. 2. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3. dan pertanian. drainase. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. 3. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Tidak diperkenankan dibangun industri. pertambangan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. peribadatan. drainase. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri. Minimal berada pada jalan lingkungan (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf f. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. Minimal berada pada jalan lingkungan e. Minimal berada pada jalan lokal d. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah.5. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. dan listrik 5. yaitu jaringan air bersih. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. adalah : a. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. 2. RTH. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. pertambangan. perdagangan dan jasa. 2.

Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. pemakaman.(7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 aya t (1) huruf g. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. perkantoran. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri. dan TPS 2. 3. .

Kawasan lindung terdiri dari KL-2. FP-2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . meliputi : a. pertambangan dan pertanian. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. (2). 3. kabel/tiang listrik. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. g. e. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). dan Kawasan RTH terdiri dari H-1. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. adalah : . Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam.b. tercantum dalam 21 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. iklan/reklame. c. b. d. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf e. f. Kawasan Perhubungan terdiri dari TR-2. Pasal 71 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf a. FP-3 dan FP-5. 2. 2. Kawasan Pemerintahan. 3. 2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. K-4 dan K-5. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 70 (1). 1. c. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. H-4. H-6 dan H-7.

pencemaran lingkungan. gangguan keamanan. 2. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 65 ayat (1) huruf b. 2. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. adalah : a. dan/atau perusakan lingkungan). TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas . 3.Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH.

Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. Minimal berada pada jalan lokal b. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. 5. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Prosentase perubahan maksimum 15% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. 2. Berada pada jalan lingkungan . Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 4. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. 6. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kidul Dalem 5. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas.000 meter) 5. adalah : a. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kelurahan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. TPS dengan syarat-syarat tertentu. industri manufaktur. 5. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. 3. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Berada pada jalan lokal c. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 3.3. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. industri manufaktur. TPS. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf c.

kesehatan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. peribadatan.(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 65 ayat (1) huruf d adalah : a. . perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. sub terminal. RTH. Perdagangan dan jasa. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1.

3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. listrik dan telekomunikasi 5. 2. drainase. kesehatan. drainase. persampahan. yaitu jaringan air bersih. 3. RTH. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : . Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. adalah : a. perkantoran. pertambangan. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Minimal berada pada jalan lokal c. air limbah. sub terminal. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. yaitu jaringan air bersih. Perdagangan dan jasa. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. drainase. persampahan. persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. dan listrik 5. peribadatan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. dan pertanian. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. peribadatan. air limbah. kesehatan. TPS secara terbatas. TPS secara terbatas. Perdagangan dan jasa. persampahan. 2. air limbah. Minimal berada pada jalan lokal b. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. air limbah. perkantoran. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun industri. listrik dan telekomunikasi 5. listrik dan telekomunikasi 5. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. peribadatan. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal d. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf e. sub terminal. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. TPS secara terbatas.3. 2. RTH.

industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan.1. perdagangan dan jasa. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. . 2. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. 3. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. perdagangan dan jasa.

adalah : a. perkantoran. pemakaman. perkantoran. permukiman. pertambangan dan pertanian. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. dan TPS 2. pemakaman. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. perkantoran. kabel/tiang listrik. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. 2. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. iklan/reklame. 3. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 65 ayat (1) huruf f. Tidak diperkenankan dibangun industri. 2. serta TPS dengan terbatas dan syarat-syarat tertentu. Pada stasiun KA dengan kode TR-2 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . 3. perdagangan dan jasa. . fasilitas pelayanan umum. Tidak diperkenankan dibangun industri. b. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. c. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. dan TPS 2. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. 3. RTH. Pemanfaatan sarana transportasi stasiun KA tidak boleh berubah (7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 aya t (1) huruf g.2. adalah : a. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. 3.

FP-3. d. 3. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tercantum dalam lampiran 22 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. FP-4 dan FP-5. . (2).2. b. c. meliputi : a. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf f. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-2. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 72 (1). K-2 dan K-5. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Kawasan Pemerintahan.

Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota tidak boleh berubah. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. 3. Perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan .Pasal 73 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 67 ayat (1) huruf a. adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. halte. gangguan keamanan. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Minimal berada pada jalan lokal c. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 2. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. b. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. Berada pada jalan lokal dengan penyediaan parkir yang cukup. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 3. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas 3. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala regional atau perumahan dengan model apartemen. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. adalah : a. dan/atau perusakan lingkungan). TPS. 2. kecuali untuk perdagangan dan jasa skala regional 4. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 4.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf b. pencemaran lingkungan. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. TPS.

tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. 5. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). industri manufaktur.dan jasa skala regional atau kota 4. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 67 ayat (1) huruf c adalah : .

air limbah. RTH. yaitu jaringan air bersih. 2. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perdagangan dan jasa skala lingkungan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. kesehatan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. listrik dan telekomunikasi 5. persampahan. yaitu jaringan air bersih. Minimal berada pada jalan lokal c. TPS secara terbatas. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. persampahan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota/regional 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. kesehatan. pertambangan. sub terminal. RTH. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). 2. 3. dan listrik 5. persampahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. dan listrik 5. yaitu jaringan air bersih. perdagangan dan jasa. sub terminal. Minimal berada pada jalan lingkungan . Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Perdagangan dan jasa. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan tidak boleh berubah 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. dan pertanian. 3. air limbah. peribadatan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. peribadatan.a. perkantoran. listrik dan telekomunikasi 5. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). RTH. Minimal berada pada jalan lingkungan d. peribadatan. perkantoran. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Minimal berada pada jalan lokal b. yaitu jaringan air bersih. RTH. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. drainase. pertambangan. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. TPS secara terbatas. 3. air limbah. dan pertanian. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. drainase.

(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, adalah : a. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan; 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH, sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah

Bagian Keempat Ketentuan Perijinan

Pasal 74

(1) Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah dijadikan pedoman untuk : a. Penerbitan izin pemanfaatan ruang; b. Pengaturan tata guna tanah (Land Regulation); c. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan (2) Izin Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a meliputi: a. Izin prinsip; b. Izin Lokasi; c. Izin penggunaan pemanfaatan tanah; d. Izin Mendirikan Bangunan; dan e. Izin lain berdasarkan ketentuan perundang undangan. (3) Ketentuan Umum Perizinan Pemanfaatan Ruang di Kota Malang diatur sebagai ber ikut : a. Prosedur izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. b. Pemberian izin diberikan oleh pejabat yang berwenang dengan mengacu pada rencana detail tata ruang kota dan peraturan zonasi. c. Pemberian izin dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kewenangan dan kepentingan berbagai instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Izin prinsip dan izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan huruf b diberikan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang. e. Izin penggunaan pemanfaatan tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diberikan berdasarkan izin lokasi. f. Izin mendirikan bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d diberika n berdasarkan rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi.

Bagian Kelima Ketentuan Insentif dan Disinsentif

Pasal 75

(1) Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Perat

uran Daerah ini. (2) Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatas i, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini.

Pasal 76

(1) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah Daerah dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. (2) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan oleh instansi berwena ng sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 77

(1) Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: a. keringanan pajak; b. pemberian kompensasi; c. imbalan; d. sewa ruang; e. urun saham; f. penyediaan infrastruktur; g. kemudahan prosedur perizinan; dan/atau h. penghargaan. (2) Disinsentif kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: a. pengenaan pajak yang tinggi; b. pembatasan penyediaan infrastruktur; c. pengenaan kompensasi; dan/atau d. penalti. (3) Pemberian disinsentif kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) h arus dengan persetujuan DPRD.

Pasal 78

(1) Setiap orang yang berperan aktif menata lingkungan perumahan atau pemukiman dengan menyediakan taman, sumur resapan, atau kegiatan lainnya berhak atas insen tif berupa penghargaan. (2) Setiap orang yang tanah atau bangunan tempat tinggalnya terkena rencana pembangunan untuk kepentingan umum, berhak atas insentif berupa keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Bagian Keenam Arahan Sanksi Pasal 81 Arahan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a.Pasal 79 Tata cara pemberian insentif dan disinsentif sepanjang teknis pelaksaannya diatu r lebih lanjut dengan Peraturan Walikota yang disahkan paling lambat 6 (enam) bulan sete lah diundangkannya Peraturan Daerah ini. Pasal 80 Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang lebih lanjut diatur dengan Peraturan Da erah yang ditetapkan selambat-lambatnya satu tahun sejak diundangkannya Peraturan Dae rah ini. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan ketentuan perijinan .

b. c. penghentian sementara pelayanan umum. d. b. h. pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin pemanfaatan ruang yan g tidak sesuai dengan rencana tata ruang. dan/atau i. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) . e.000. f. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang. b. Pasal 82 (1) Arahan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang akan dilakukan dengan pemberian sanksi administratif dan sanksi pidana. Setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang. pemulihan fungsi ruang.000. c.00 (lima miliar rupiah).000. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi administratif berupa: a. Setiap orang yang tidak memberikan akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. denda administratif. e. pembatalan izin. g.00 (satu miliar lima ratus juta rupiah). Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kematian orang. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi . pencabutan izin. (3) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). penutupan lokasi.000.000. (2) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1).000. d.00 (seratus juta rupiah). pembongkaran bangunan. penghentian sementara kegiatan.000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahu n dan denda paling banyak Rp 500. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi pidana berupa: a. c. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun dan denda paling banyak Rp 5. Tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1. peringatan tertulis.00 (lima ratus juta rupiah).500.pemanfaatan ruang . dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.

Selain sanksi pidana. PERAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban .tahun dan denda paling banyak Rp500.000. pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak dengan hormat dari jabatannya. BAB V HAK. KEWAJIBAN.00 (lima ratus juta rupiah).000.

pemanfaatan. b. berlaku tertib dalam keikutseraannya dalam penyusunan. pembongkaran bangunan. memelihara ketentuan penggunaan dan ketentuan teknis yang berlaku pada bangunan/lahan yang dikuasainya. memelihara kualitas ruang. e. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaa n kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang. c. pembatalan izin. pencabutan izin. penghentian sementara kegiatan. Pasal 84 (1) Dalam penataan ruang. setiap orang wajib: a. setiap orang berhak: a. d. dan pengendalian penataan ruang. d. d. c. mengetahui rencana tata ruang. b. dan/atau g.Pasal 83 Dalam penataan ruang. dan f. penutupan lokasi. f. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan. (2) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud pa da ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa: a. c. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang. e. mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya. . b. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum. peringatan tertulis. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang. penghentian sementara pelayanan umum. e.

dan/atau c. . antara lain.Bagian Kedua Partisipasi Masyarakat Pasal 85 (1) Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang dapat dilakukan. partisipasi dalam penyusunan rencana detail tata ruang kota. partisipasi dalam pemanfaatan ruang. me lalui: a. pemberian kejelasan hak atas ruang kawasan. partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang. (2) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana detail tata ruan g kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat berbentuk : a. b.

konsolidasi pemanfaatan tanah. atau kebiasaan yang berlaku. b. pemberian tanggapan terhadap rancangan rencana rinci tata ruang kawasan. pemberian usulan dalam penentuan lokasi dan bantuan teknik dalam pemanfaatan ruang. air. pertimbangan atau pendapat dalam penyusunan rencana pemanfaatan ruang. b. c. udara. dan atau f. (4) Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara partisipasi masyarakat dalam penat aan ruang diatur dengan Peraturan Walikota yang selambat-lambatnya ditetapkan 6 (enam) bul an setelah diundangkannya Peraturan Daerah ini. Pemanfaatan ruang. Bagian Ketiga Koordinasi dan Kelembagaan Pasal 86 (1) Ruang lingkup koordinasi penataan ruang daerah meliputi : a. agama. penyelenggaraan kegiatan pembangunan berdasarkan rencana rinci tata ruang kawasan. adat. f. pemanfaatan ruang daratan dan ruang udara berdasarkan peraturan perundanganundangan. kegiatan menjaga. dan atau b. pengawasan terhadap pemanfaatan ruang kawasan di wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II. . (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang sebagaimana dimak sud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk : a. dan c. bantuan dana. dan sumber daya alam lain untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan yang berkualitas. bantuan tenaga ahli. Pengendalian pemanfaatan ruang. Perencanaan tata ruang. d. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berbentuk : a. bantuan pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. c. memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan kawasan. termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. bantuan pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban dalam kegiataan pemanfaatan ruang kawasan dan peningkatan kualitas pemanfaatan ruang kawasan.b. perubahan atau konvensi pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang kawasan. d. pemberian informasi saran. dan atau g. e. kerjasama dalam penelitian dan pengembangan e.

Penanggung jawab : Walikota dan Wakil Walikota. d. c. mengoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota. terdiri a tas : a. Perencanaan tata ruang meliputi : 1. . b. Ketua : Sekretaris Daerah Kota Sekretaris : Kepala Bappeda Kota Anggota : SKPD terkait penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (4) BKPRD Kota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas : a.(2) Walikota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang membentuk BKPRD Kota (3) Susunan Keanggotaan BKPRD Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

dan pelaporan penyelenggaraan penataan ruang. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. 2. dan 8. mengoordinasikan pelaksanaan konsultasi rancangan peraturan daerah tentang rencana tata ruang kabupaten/kota kepada BKPRD Provinsi dan BKPRN. memberikan rekomendasi perizinan pemanfaatan ruang kabupaten/kota. 3. mengoordinasikan pelaksanaan evaluasi rencana tata ruang kabupaten/kota ke provinsi. 6. rencana tata ruang pulau/kepulauan. (5) BKPRD Kota menyelenggarakan pertemuan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 ( tiga) . dan 6. 4. rencana tata ruang kawasan strategis provinsi. swasta. memberikan informasi dan akses kepada pengguna ruang terkait rencana tata ruang kabupaten/kota. rencana tata ruang wilayah provinsi. 3. 3. dan masyarakat. Pemanfaatan ruang meliputi : 1. melakukan identifikasi dalam pelaksanaan insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan kabupaten/kota terkait. mensinergikan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan antar kabupaten/kota yang berbatasan. 5. 2. memberikan rekomendasi guna memecahkan permasalahan dalam pemanfaatan ruang kabupaten/kota. mengoptimalkan peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang. rencana tata ruang kawasan strategis nasional. c. mengoordinasikan penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam pemanfaatan ruang baik di kabupaten/kota. dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang berbatasan. dan 6.2. evaluasi. memaduserasikan. 5. melakukan fasilitasi pelaksanaan pemantauan. 5. dan memberikan pengarahan serta saran pemecahannya. memaduserasikan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah dengan rencana tata ruang kabupaten/kota serta mempertimbangkan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan melalui instrumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). melakukan fasilitasi pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga konsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang. 4. dan mengharmonisasikan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan rencana tata ruang wilayah nasional. Pengendalian pemanfaatan ruang meliputi : 1. mengoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten/kota. melakukan fasilitasi pelaksanaan kerjasama penataan ruang antar kabupaten/kota. 7. b. mengintegrasikan. 4. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang. menjaga akuntabilitas publik sebagai bentuk layanan pada jajaran pemerintah. mengoordinasikan proses penetapan rencana tata ruang kabupaten/kota.

(8) Walikota memerintahkan SKPD terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi BKPRD Kota sebagaimana dimaksud dalam ayat (6). menggunakan tenaga ahli yang diperlukan. meminta bahan yang diperlukan dari SKPD Kota. b. membentuk Tim Teknis untuk menangani penyelesaian masalah-masalah yang bersifat khusus. BKPRD Kota dibantu : . (9) Dalam melaksanakan tugasnya. dan c. (6) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) menyampaikan laporan pelaksanaan tugas BKPRD Kota dan rekomendasi secara berkala kepada Walikota. (7) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaiamana dimaksud dalam ayat (4).bulan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan penataan ruang. dapat : a.

melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. d. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. (4) Apabila pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memerlukan tindakan penangkapan dan penahanan. penyidik pegawai negeri sipil melakukan koordinasi dengan pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sesuai . (2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang: a.a. melakukan pemeriksaan di tempat tertentu yang diduga terdapat bahan bukti dan dokumen lain serta melakukan penyitaan dan penyegelan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dalam bidang penataan ruang. BAB VI PENYIDIKAN Pasal 87 (1) Selain pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan instansi pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawab nya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk membantu pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang sehubungan dengan peristiwa tindak pidana dalam bidang penataan ruang. c. (3) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahu kan dimulainya penyidikan kepada pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indones ia. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. dan b. dan f. e. Sekretariat BKPRD Kota. Kelompok Kerja. melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. b.

c. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ru ang Malang Tengah. b. pelanggaran ketentuan arahan peraturan zonasi. (6) Pengangkatan pejabat penyidik pegawai negeri sipil dan tata cara serta prose s penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. BAB VII KETENTUAN SANKSI Pasal 88 (1) Setiap orang atau badan dilarang melakukan pelanggaran berupa : a. .dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (5) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaika n hasil penyidikan kepada penuntut umum melalui pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah.

peringatan tertulis. huruf e. penghentian sementara pelayanan umum. b. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruan g yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. pembongkaran bangunan. pemulihan fungsi ruang. pembongkaran bangunan. e. e. pembatalan izin. f.d. d. c. penghentian sementara kegiatan. dan huruf g dikenakan sanksi administratif berupa: a. denda administratif. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. dan/atau g. pemulihan fungsi ruang. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. pencabutan izin. dan/atau g. b. e. penutupan lokasi. (4) Sanksi administratif yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota . penghentian sementara kegiatan. penghentian sementara pelayanan umum. g. huruf f. huruf b. h. dan/atau i. d. (2) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a. hu ruf d. pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. penutupan lokasi. denda administratif. peringatan tertulis. f. (3) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf c dikenakan sa nksi administratif berupa: a. c. f.

(2) RDTRK Malang Tengah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi dengan lampiran meliputi : a. . e. Lampiran 5 : Peta rencana fungsi jalan. c. Lampiran 4 : Peta rencana skala pelayanan. Lampiran 11 : Peta rencana peruntukkan blok. Lampiran 8 : Peta rencana jaringan telekomunikasi. d. l. Lampiran 9 : Peta rencana jaringan air bersih. Lampiran 7 : Peta rencana jaringan listrik. Lampiran 1 : Peta rencana struktur ruang. Lampiran 3 : Peta rencana sub blok peruntukkan. Lampiran 12 : Peta rencana koefisien KDB. Lampiran 2 : Peta rencana blok peruntukkan. Lampiran 6 : Peta rencana rute angkutan kota. Lampiran 10 : Peta rencana peningkatan sistem drainase.BAB VIII PENUTUP Pasal 89 (1) RDTRK Malang Tengah memiliki jangka waktu 20 (dua puluh) tahun semenjak ditetapkan dalam Peraturan Daerah. h. j. f. i. g. k. b.

q. s. Lampiran 22 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan VI. Lampiran 21 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan V. Lampiran 18 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan II. Lampiran 14 : Peta rencana garis sempadan bangunan. Lampiran 16 : Tabel klasifikasi zonasi p. Lampiran 20 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan IV. t. Pasal 90 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksan aannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota Pasal 91 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. n. o. u. Agar setiap orang mengetahuinya. Lampiran 19 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan III. (3) rencana detail tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. r.m. Lampiran 13 : Peta rencana koefisien KLB. Lampiran 17 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan I. . Lampiran 15 : Rencana Indikasi Program. p. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang.

Ditetapkan di Malang pada tanggal WALIKOTA MALANG.) . ttd ( .

baik internal maupun eksternal. Dalam implementasinya. maka Pemerintah Kota Malang perlu untuk menyempurnakannya..... pemanfaatan ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor.. baik karena faktor internal....TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA I. Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala d alam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi d i lapangan.... baik dalam format evaluasi maupun revisi supaya RDTRK tersebut agar tetap aktual . sehingga apabila nyata-nyata dirasakan terjadi penyimpangan atau pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK).PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR .... PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup Jelas Pasal 2 Cukup Jelas Pasal 3 ... yang banyak menyebabkan ketidak seimbangan struktur dan fungsional ruang kota sekaligus ketidakteraturan ruang k ota.. II.. UMUM Perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan cenderung menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh adanya peningkatan intensitas (ruang). mampu mengakomodir aktivitas kota dan dapat dipedomani oleh setiap stakeholder d alam pembangunan kota.. maupun faktor eksternal.

Cukup Jelas Pasal 4 Cukup Jelas Pasal 5 Cukup Jelas Pasal 6 Cukup Jelas Pasal 7 Cukup Jelas Pasal 8 Cukup Jelas Pasal 9 Cukup Jelas Pasal 10 Cukup Jelas Pasal 11 Cukup Jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) .

630 tahun tahun 2009 tentang Penetapan Ruas ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri dan Jalan Kolektor 1 dan Kepmen PU No. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Zebra cross merupakan marka berupa 2 garis utuh melintang jalur lalu lintas dan/atau berupa rambu perintah yang menyatakan tempat penyeberangan pejalan kaki. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. 631 Tahun 2009 tentang status jalan nasional. Trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki . Pasal 15 Ayat (1) Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun 1993 yang dimaksud dengan : Halte adalah tempet pemberhentian kendaraan umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan penumpang. Sedangkan penetapan jalan kolektor sekunder ditetapkan berdasarkan SK Gubernur. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Berdasarkan Keptusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.105/DRJD/96 : .Definisi KKOP atau kawasan keselamatan operasional penerbangan berdasarkan peraturan menteri perhubungan km no.44 tahun 2005 tentang pemberlakuan SNI 037112-2005 mengenai kawasan keselamatan operasional penerbangan sebagai standart wajib adalah wilayah daratan/dan atau perairan dan ruang udara di sekit ar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 13 Cukup Jelas Pasal 14 Fungsi Jalan arteri sekunder ditetapkan berdasarkan Kepmen PU No.

karakteristik kecepatan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan. sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah akses bangunan gedung. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter. volume lalu lint as pada jalan yang bersangkutan. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis. dimensi kendaraan.a. Yang dimaksud dengan Sistem Parkir on memanfaatkan badan jalan. sifat peruntukkan lahan disekitarnya dan peranan jalan yang bersangkutan. dan pola parkir meyudut. . sepanjang tidak menimbulkan kemacetan dan menimbulkan bahaya. Larangan parkir on-street pada badan jalan antara lain : sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah tempat penyeberangan. Sedangkan yang dimaksud dengan Sistem Parkir off street adalah parkir di luar badan jalan dan/atau di gedung ataupun tempat parkir khusus. Pola parkir on-street dibedakan menjadi : pola parkir pararel. street adalah parkir yang Penentuan sudut parkir on-street ditentukan oleh : lebar jalan. b. sepanjang 50 meter sesudah jembatan.

dapat diberlakukan tarif park ir secara progresif. Pasal 16 Cukup Jelas Pasal 17 . tarif parkir dapat diberlakukan relatif tinggi. tersedianya tata guna lahan. yang dapat. keselamatan dan kelancaran lalu lintas. c. parkir dengan dapat tanpa pembayaran atau dengan pengendalian lalu lintas rendah. juga tidak semata -mata untuk memperoleh keuntungan material dan/atau finansial. memenuhi persyaratan konstruksi dan perundang-undangan yang berlaku. daerah perumahan. Kriteria penyediaan taman parkir antara lain : rencana umum tata ruang daerah (RUTRD). daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. daerah kendaraan/SRP/hari). daerah dengan frekuensi parkir relatif tinggi (20 kendaraan/SRP/hari). daerah komersil atau pertokoan. parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt dengan frekuensi parkir relatif rendah (1. tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Kriteria tarif parkir golongan A : uk maksud pengendalian parkir.5 waktu yang lama. keluar masuk kendaraan yang dikendalikan melalui karcis dengan waktu tercatat. Fasilitas parkir off street sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama. kemudahan bagi pengguna jasa. meningkat sesuai dengan lamanya parkir.. memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. parkir tarif yang rendah. letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani. Kriteria penyediaan gedung parkir antara lain : tersedia tata guna lahan. kelestarian lingkungan. daerah dengan derajat Kriteria tarif parkir golongan B : parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt uk maksud pengendalian parkir. Perhitungan tarif parkir tidak didasarkan atas perhitungan pengembalian biaya investasi dan operasional. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi.Fasilitas parkir off street untuk umum adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan tersendiri. Penetapan tarif parkir adalah salah satu cara pengendalian lalu-lintas. untuk mengendalikan lalu-lintas. Kriteria tarif parkir golongan C : kawasan parkir pada fasilitas parkir umum dengan maksud pengendalian parkir.

Pasal 23 Ayat (1) .Cukup Jelas Pasal 18 Cukup Jelas Pasal 19 Cukup Jelas Pasal 20 Cukup Jelas Pasal 21 Cukup Jelas Pasal 22 Ayat (1) Pengolahan limbah dengan on-site system merupakan sistem pembuangan air limbah yang dilakukan secara individual atau perorangan melalui pengolahan dan pembuangan air limbah setempat. merupakan suatu program berbasis masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Ayat (2) Sanimas adalah sanitasi masyarakat.

Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Hulu mempunyai arti kawasan penghasil sampah seperti kawasan permukiman. kawasam perdagangan dan jasa maupu kawasan untuk fungsi kegiatan fasilitas umum. Hilir mempunyai arti tempat pengolahan sampah mulai dari depo TPS TPA. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Peran serta masyarakat mulai dari sumber (rumah tangga) antara lain pengurangan dan pemilahan Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 26 Ayat (1) . Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Incenerator (Medical Waste Incinerator) adalah mesin yang digunakan untuk membakar sisa sampah dari limbah medis Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Re-use adalah pemakaian kembali. Re-use dan Recycle. Program 3R meliputi Reduce.Proses pemisahan sampah organik dan non organik harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Recycle adalah mendaur ulang barang.

terencana dan terorganisasi. Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) RP4D (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah) merupakan acuan kerja untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara teratur.Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 27 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Kepanjangan dari Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa. .

perdu/semak hias dan rumput/ penutup tanah dalam upaya melestarikan tanaman dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. mempertahankan dan meningkatkan kondisi lahan beserta semua kelengkapannya dengan melakukan penanaman pohon pelindung. Ayat (2) Penghijauan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk memelihara. perlindungan areal khusus dan penyegaran udara yang terletak disepanjang jalan. lingkungan peresapan air. Jalur Hijau adalah Ruang Terbuka Hijau untuk keserasian lingkungan dengan tujuan konservasi tanah.Pasal 28 Cukup Jelas Pasal 29 Cukup Jelas Pasal 30 Cukup Jelas Pasal 31 Cukup Jelas Pasal 32 Ayat (1) Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas . pengaman sarana kota dan mampu menjadi areal penyerapan air. ditata dengan serasi. Kebun bibit adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang digunakan sebagai tempat penangkaran bibit pohon pelindung dan bibit tanaman hias. Taman kota adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang mempunyai batas tertentu. lestari dan inda h dengan menggunakan material taman. material buatan dan unsur-unsur alam untuk menjadi fasilitas sosial kota.

073. dimana dalam penyediaannya 20% merupakan RTH publik dan 10% merupakan RTH privat.Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (10) Berdasarkan UU No.830.260. Ayat (11) Kawasan ruang terbuka non hijau merupakan kawasan yang yang secara fisik bukan berbentuk bangunan gedung dan tidak dominan ditumbuhi tanaman ataupun permukaan berpori.169.56 M2 (12.249.000 M2).24 %) dan RTH privat seluas 1.15 %) dari luasan Malang Tengah sebesar 883 Ha (=8. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang telah mengatur tentang luasan RTH yang disyaratkan untuk kawasan perkotaan sebesar 30% dari luasan kota.91 M2 (13. Saat ini RTH publik di Malang Tengah hanya seluas 1. dapat berupa perkerasan. . badan air ataupun kondisi tertentu lainnya.

bangunan talud atau pengaman sungai. dll.Ayat (12) Cukup Jelas Pasal 33 Cukup Jelas Pasal 34 Cukup Jelas Pasal 35 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Yang dimaksud bangunan dengan fungsi fungsi penunjang kawasan lindung antara lain meliputi bangunan pengontrol ketinggian air di sempadan sungai. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup Jelas .

Definisi preservasi adalah tindakan atau proses penerapan langkah-langkah dalam mendukung keberadaan bentuk asli. serta bentuk tanaman yang ada dalam tapak. Tindakan ini dapat disertai dengan menambahkan penguat-penguat pada struktur. disamping pemeliharaan material bangunan bersejarah tersebut .Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 37 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kajoetangan straat merupakan koridor sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Kajoetanganstraat-Semeroestraat merupakan koridor Jalan Semeru. keutuhan material bangunan/struktur. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Definisi eksporasi atau penelitian upaya untuk melakukan eksporasi atau peneliti an terhadap variabel/elemen/unsur yang mempunyai nilai sejarah dan memiliki karakte r khusus sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya pelestarian terhadap bangunan dan lingkungan cagar budaya.

swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern : Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. menengah. agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar. kios. dengan cam memperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan sekarang. Pemerintah Daerah. seraya melestarikan bagian-bagian dan wujud-wujud yang menonjol (penting) dinilai dari aspek sejarah. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama. yang sudah kehilangan vitalitas fungsi aslinya Definisi addisi adalah Menempatkan/ membuat bangunan/elemen bangunan baru yang sesuai dengan karakter kawasan. arsitektur dan budaya Definisi renovasi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi yang menyerupai awalnya untuk pemakaian yang berbeda dari semula.Definisi konservasi adalah Memelihara dan melindungi tempat-tempat yamg indah dan berharga. Definisi gentrifikasi adalah kegiatan menghidupkan-kembali kegiatan di suatu lingkungan yang telah ditinggalkan penghuninya Definisi demolisi adalah Penghancuran atau perombakan suatu lingkungan binaan yang sudah rusak atau membahayakan Pasal 38 Cukup Jelas Pasal 39 Cukup Jelas Pasal 40 Cukup Jelas Pasal 41 Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan. Definisi rehabilitasi adalah sebuah proses mengembalikan obyek agar berfimgsi kembali. Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau bebera . Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. Definisi restorasi adalah kegiatan mengembalikan suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi awalnya secara lengkap dan utuh untuk pemakaian yang sama seperti semula. Definisi rekonstruksi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya yang sebagian besar telah hancur tidak berbentuk lagi Definisi adaptasi/revitalisasi adalah Meningkatkan kegiatan social dan ekonomi lingkungan bersejarah. agar tidak terlantar. Swasta. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.

Pasal 42 Cukup Jelas Pasal 43 Cukup Jelas Pasal 44 Cukup Jelas Pasal 45 Cukup Jelas .pa bangunan yang didirikan secara vertikal maupun horizontal. menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket. Toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri. Department Store. Supermarket. yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang. Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan.

Pasal 57 Cukup Jelas .Pasal 46 Cukup Jelas Pasal 47 Cukup Jelas Pasal 48 Cukup Jelas Pasal 49 Cukup Jelas Pasal 50 Cukup Jelas Pasal 51 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kawasan strategis yang dimaksud meliputi kawasan cagar budaya (kawasan kayu tangan) dan kawasan strategis ekonomi (kawasan Pusat Kota. kawasan Pasar Besar dan sekitarnya serta kawasan strategis lainnya yang mempunyai nilai ekonomi cuku p tinggi) Pasal 52 Cukup Jelas Pasal 53 Cukup Jelas Pasal 54 Cukup Jelas Pasal 55 Cukup Jelas Pasal 56 ATM ( Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia.

Pasal 58 Cukup Jelas Pasal 59 Cukup Jelas Pasal 60 Cukup Jelas Pasal 61 Cukup Jelas Pasal 62 Cukup Jelas Pasal 63 Cukup Jelas Pasal 64 Cukup Jelas Pasal 65 Cukup Jelas Pasal 66 Cukup Jelas Pasal 67 Cukup Jelas Pasal 68 Cukup Jelas .

Pasal 74 Cukup Jelas Pasal 75 Cukup Jelas Pasal 76 Cukup Jelas Pasal 77 Cukup Jelas Pasal 78 Cukup Jelas Pasal 79 Cukup Jelas Pasal 80 Cukup Jelas Pasal 81 Cukup Jelas Pasal 82 Cukup Jelas . 1 tahun 2008 dan permendagri no. 50 tahun 2009.Pasal 69 Cukup Jelas Pasal 70 Cukup Jelas Pasal 71 Cukup Jelas Pasal 72 Cukup Jelas Pasal 73 Pasal 68 ini hanya menjelaskan tentang jenis ijin pemanfaatan ruang besertaketentuan umum perijinan pemanfaatan ruang berdasarkan PP No. Sedangkan proses atau mekanisme dari ijin pemanfaatan ruang ini akan dijelaskan lebih detail dalam Peraturan walikota. 15 Tahun 2010. permendagri no.

Ayat (2) Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang disingkat BKPRD adalah Badan yang bersifat ad-hoc di Provinsi dan di Kabupaten/Kota dan mempunyai fungsi membantu pelaksanaan tugas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam koordinasi penataan ruang di daerah. hubungan kerja dan penyaluran tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan suatu tugas untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dan/atau tumpang tindih.Pasal 83 Cukup Jelas Pasal 84 Cukup Jelas Pasal 85 Cukup Jelas Pasal 86 Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 : Ayat (1) Koordinasi adalah upaya mencapai suatu kesatuan sikap pandangan dan gerak langkah melalui kegiatan yang meliputi penentuan pembagian pekerjaan. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas .

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 87 Cukup Jelas Pasal 88 Cukup Jelas Pasal 89 Cukup Jelas Pasal 90 Cukup Jelas Pasal 91 Cukup Jelas .

.

Lampiran 1 .

Lampiran 2 .

Lampiran 3 .

Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 .

Lampiran 7 .

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

Lampiran 10 .

Lampiran 11 .

Lampiran 12 .

Lampiran 13 .

Lampiran 14 .

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana .Tahun 2030 Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.Lampiran 15 Tahapan Indikasi Program Pembangunan di Kecamatan Klojen Tahun 2010 .

(Tahun 20102011) (Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) 1 Transportasi Program pelebaran jalan untuk menyesuaikan fungsi jalan . Melakukan fisibility study (studi kelayakan) pelebaran jalan Jalan Panglima Sudirman. Jalan Laksamana Martadinata dan .

Jalan Pasar Besar (dan beberapa ruas jalan yang ada di kawasan Pasar Besar)

300 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Penyusunan Amdal Lalin

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Sosialisasi dan pembebasan lahan

100 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Pelaksanaan pembangunan

450 jt APBD I, APBD II Dinas PU Program pepembangunan sarana dan prasarana jalan

50 jt

. Pembangunan Halte, Jembatan penyebrangan, dan zebra cross serta pot dan lampu penerangan di sepanjang kawasan

kayutangan, di Jalan Veteran, Jalan Kawi, di sekitar Pasar Besar, di Pasar Comboran, Jalan Myjen Panjaitan, Jl. Trunojoyo, di sekitar Alun-alun Merdeka dan di sekitar Alunalun Tugu.

75 jt/tahun APBD II Dinas Perhubungan, Dinas PU , Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelebaran trotoar dan perbaikan trotoar Pelebaran (di Alun alun Merdeka dan sekitarnya serta kawasan Pasar Besar) dan Perbaikan (di semua ruas jalan)

50 jt/tahun APBD II Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Penataan Parkir

. Studi Revitalisasi Pasar Besar untuk menampung kapasitas parkir di area sekitarnya Kawasan Pasar Besar

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar . Sosialisasi parkir bersama di lokasi Pasar Besar Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar

Program Pengembangan (Aspek)

Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program

No.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana

(Tahun 20102011)

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030)

. Sosialisasi Pengembalian Rute Angkutan Umum sesuai dengan rute yang seharusnya Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bapeko, Paguyuban Angkutan Umum . Sosialisasi sistem tarif progresif dan parkir berlangganan Kawasan Pasar Besar

Bappeda. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar. DED dan pelaksanaan pembangunan Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Sekitar Pasar Comboran .75 jt APBD II Dinas Perhubungan. Dinas Pendapatan Daerah. Masyarakat . Dinas Pasar . Studi Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Kawasan Pasar Comboran 150 jt APBD II Dinas Perhubungan. Bappeda. Dinas Pendapatan Daerah. Dinas Pasar .

Dinas Pendapatan Daerah. masyarakat sekitar 2 Kependudukan Manajemen Kependudukan .300 jt APBD II Dinas Perhubungan. jalan arteri sekunder dan jalan kolektor 200 jt APBD II Bappeda. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar. Dinas PU. Pemasangan ramburambu dilarang parkir on street di semua jalan arteri primer. Bappeda. Dinas Pasar .

masyarakat sekitar . Aparat kecamatan dan kelurahan.. Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Tokoh masyarakat. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan .

Tokoh masyarakat. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. masyarakat sekitar . dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Aparat kecamatan dan kelurahan. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. regristasi penduduk. masyarakat sekitar 3 Fasilitas Program Peningkatan (kualitas dan kuantitas) Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan . pelanggaran. Aparat kecamatan dan kelurahan.75 jt/tahun APBD II Bappeda. Tokoh masyarakat.

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (baik formal maupun non formal . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas pendidikan (peningkatan mutu tenaga kependidikan dan manajemen kependidikan) baik pendidikan formal maupun non formal Di seluruh unit fasilitas pendidikan mulai TK sampai SMA baik milik swasta atau pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendidikan.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Bappeda .

termasuk sosialisasi PHBS ke masyarakat) Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Kesehatan. Pelaksanaan . Bappeda . Swasta/investor . Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan (sarana dan prasarana fasilitas pendidikan) Di seluruh unit fasilitas pendidikan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan.

Swasta/investor Program Penyediaan Fasilitas Perumahan .pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan. Sosialisasi Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas .

Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) . Tokoh Masyarakat .alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar 150 jt APBD II Bappeda. Dinas PU.100 jt APBD II Bappeda. Dinas PU. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu .

alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Dinas PU. Pelaksanaan Pembangunan Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas 1 M APBD II dan APBN Dinas PU .150 jt APBD II Bappeda. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu .

10 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) 5 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor Program Peningkatan Fasilitas RTH .

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Sosialisasi lahan konservasi di sepanjang Sungai Brantas Di sepanjang sempadan Sungai Brantas 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelaksanaan kegiatan pembangunan Di sepanjang sempadan Sungai Brantas .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Dinas PU.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program penghijauan . Sosialisasi Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelaksanaan Kegiatan minimal menanam 1 .100 jt/tahun APBD II Dinas PU.

pohon pada 1 rumah Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen Swadaya Masyarakat Masyarakat . Sehat dan Hijau Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun APBD II Dinas Kebersihan dan Pertamanan Utilitas Program Peningkatan Pelayanan Air Bersih . Program Lomba Kampung Bersih.

Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun .. Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PDAM PDAM .

Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PLN PLN .PDAM PDAM Program Peningkatan Pelayanan Listrik .

Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Normalisasi dan rehabilitasi saluran yang ada Jalan Pajajaran. Jalan Veteran. Jalan Kertanegara.50 jt/tahun PLN PLN Program Peningkatan Kondisi Drainase . Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman .

100 jt/tahun APBD II Dinas PU . Membangun Saluran Baru Jl. Mayjen Panjaitan 100 jt APBD II Dinas PU . Jalan Tugu. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin 75 jt/tahun APBD II Dinas PU . Rehabilitasi dan perbaikan prasarana drainase Jalan Trunojoyo. Jalan Veteran.

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) dan di seluruh saluran yang ada Program Peningkatan Kondisi Sanitasi . Sosialisasi Program Sanimas Komunal Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .

Sosialisasi Program 3R Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Dinas PU Program Penanganan Sampah . Penentuan Lokasi Sanimas Komunal dan Pelaksanaan Pembangunan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 150 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas PU .75 jt/tahun APBD II Bappeda.

Program Komposting dan 3R di TPS Di seluruh Lokasi TPS 100 jt/tahun APBD II Bappeda.75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Lomba Hijau dan Bersih dalam Pengolahan Sampah dan RTH Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Dinas Kebersihan dan Pertamanan .

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Peningkatan Pelayanan Jaringan Telepon . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . .100 jt/tahun APBD II Bappeda.

Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .Pembangunan sentral telepon baru Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Pengembangan instalasi telepon Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .

100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) Program Peningkatan Pelayanan Menara Telekomunikasi . Studi Mastrplan penetapan Lokasi BTS Kota Malang 200 jt/tahun .

Bappeda . Sosialisasi terhadap seluruh provider Kota Malang 75 jt/tahun APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika.APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Bappeda . Pelaksanaan kegiatan penataan dan pemasangan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 1 M Investor/Swasta Dinas Komunikasi dan Informatika. Swasta .

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Alunalun Tugu dan sekitarnya serta Taman Senaputra . Pemanfaatan lahan RTH untuk akses internet Alun-alun Merdeka dan sekitarnya.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) Program Peningkatan Pelayanan Internet .

Penambahan akses internet di semua fasilitas umum (pendidikan. perkantoran. perdagangan dan pariwisata) Di seluruh Fasilitas umum yang ada di Kecamatan Klojen 75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta 4 Perdagangan dan Jasa Program Penataan Kawasan Perdagangan dan Jasa .75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta . kesehatan.

Dinas Pasar . Dinas Pasar . Pelaksanaan Kegiatan Revitalisasi dan Pembangunan Kawasan Pasar Besar . Studi Revitalisasi Kawasan Pasar Besar Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 300 jt APBD II Bappeda. DED Pembangunan Pasar Besar Pasar Besar 300 jt APBD II Bappeda..

Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 2 M APBD II dan swasta Dinas Pasar dan Swasta . DED Pembangunan Pasar Klojen Pasar Klojen 200 jt APBD II Bappeda. Dinas Pasar . Pelaksanaan pembangunan Revitalisasi Pasar Klojen Pasar Klojen .

1 M APBD II Dinas Pasar dan Swasta . Sosialisasi pemindahan pedagang di dalam Pasar Comboran Pasar Comboran 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Pasar. Paguyuban Pedagang Kaki Lima Program Penataan Sektor Informal . Sosialisasi Central PKL Di Kawasan Pasar .

Satpol PP. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Paguyuban Pedagang Kaki Lima . Bappeda.Besar.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Satpol PP. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 150 jt/lokasi APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Paguyuban Pedagang Kaki Lima 5 Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Program Upaya Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar . Bappeda. Pembangunan Central PKL Di Kawasan Pasar Besar.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) .

Penyusunan Peraturan Daerah Cagar Budaya Kota Malang . Studi Penentuan dan Klasifikasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Kota Malang 200 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bappeda .Budaya . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.

Pelaksanaan pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Di Kecamatan Klojen 50 juta/5 tahun/bangunan .350 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sosialisasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya dan Upaya Pelestariannya Di Kecamatan Klojen 75 juta/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Bappeda .

Bappeda 6 Peningkatan Kualitas SDM Program Manajemen Kependudukan dan Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pembangunan . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat .

Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 300 jt/tahun APBD II BLK. masyarakat . pelanggaran. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. regristasi penduduk. masyarakat .300 jt/tahun APBD II BLK. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan.

300 jt/tahun APBD II BLK. masyarakat Sumber : Hasil Rencana . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.

Green (1981). 1 R-1 = Rumah Tunggal Bangunan dengan strukur tunggal. Chiara & Koppelman (1975) . . Lynch (1962). Porterfield & Hall (1995). Merefleksikan pola-pola pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. . . Mengakomodasi bermacam tipe hunian dalam rangka mendorong penyediaan hunian bagi semua lapisan masyarakat. Chiara (1984). Menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi di seluruh wilayah kota. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Perumahan . .Lampiran 16 Daftar Klasifikasi dan Kodefikasi Zona pada BWK Malang Tengah FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. samping kanan dan kiri serta belakang. Pendekatan : Tipe Bangunan Rujukan : . . . mempunyai halaman depan.

. indonesia. Menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerja. Menyediakan peraturanperaturan yang jelas pada kawasan Perdagangan dan Jasa. dan disain. intensitas. provinsi. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . Tiap-tiap unit hunian memiliki atap tersendiri. 5 K-1 = Regional Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan regional (internasional. beberapa kota/kabupaten). meliputi : dimensi.. Umumnya memiliki lantai lebih dari satu 3 R-3 = Apartemen Rumah susun di kawasan komersil bagi masyarakat menengah ke atas Komersial . rekreasi. pertokoan. jasa. 2 R-4 = Rumah Deret/Town House Bangunan gandeng yang hanya dipisahkan oleh dinding. dan pelayanan masyarakat.

Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . . 9 K-5 = Lingkungan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan lingkungan. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU 6 K-2 = Kota Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kota/kabupaten atau melayani . Menyediakan ruangan bagi kegiatankegiatan industri dan manufaktur dalam upaya meningkatkan keseimbangan antara penggunaan lahan secara ekonomis dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja.. 7 K-3 = Kecamatan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan Kecamatan. Memberikan kemudahan dalam fleksibilitas bagi industri baru dan redevelopment proyekproyek industri. 8 K-4 = Kelurahan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kelurahan. . Menjamin pembangunan industri yang . Industri .

maupun suara yang kecil dan yang tidak mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. dan melindungi penggunaan industri serta membatasi penggunaan non industri. . dengan tingkat polusi. air maupun suara yang mengganggu lingkungannya. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas sosial dan umum sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. . baik udara. Keputusan Kepala Bapedal No. air. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. Mengakomodasi bermacam tipe fasilitas sosial dan umum untuk mendorong penyediaan pelayanan bagi semua lapisan masyarakat.berkualitas tinggi. menimbulkan polusi. dampak Rujukan : . Fasilitas Pelayanan . serta industri yang mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. Pendekatan : Pencemaran. Merefleksikan pola-pola . baik udara. 10 I-1 = Tidak Mengganggu Industri yang non limbah. . 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. 11 I-2 = Mengganggu Industri yang mempunyai limbah. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . 12 FP-1 = Regional Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Internasional. . Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. . Indonesia. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU.pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. provinsi. 14 . Keputusan Kepala Bapedal No. 17 Tahun 2001 tentang Jenis . 13 FP-2 = Kota Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kota/Kabupaten. . beberapa kota/kabupaten. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No.

15 FP-4 = Kelurahan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kelurahan.FP-3 = Kecamatan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kecamatan. . Pendekatan : . 16 FP-5 = Lingkungan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Lingkungan. Menyediakan lahan untuk 17 PK-1 = Pemerintahan Kantor pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi. Pemerintahan.

pertahanan dan keamanan. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Pertahanan dan Keamanan . kota/kabupaten. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. dan melindungi penggunaan lahan untuk pemerintahan. . Menjamin kegiatan pemerintahan. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. . Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. 18 PK-2 = Pertahanan dan Keamanan . . Keputusan Kepala Bapedal No. kecamatan. Pengembangan pemerintahan dan pertahanan serta keamanan sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. pertahanan dan keamanan yang berkualitas tinggi.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. Pelayanan pemerintah Rujukan : . . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. kelurahan).

47 Tahun 1997 tentang RTRW Nasional. . . Koramil. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . meningkatkan pendapatan masyarakat. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam untuk pertanian pangan. Menjamin kegiatan pertanian yang . menciptakan kesempatan kerja. . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor. Pertanian . berkualitas tinggi. Polwil. Kodam. dan melindungi penggunaan lahan untuk pertanian tersebut. Polda. PP No. 20 .Kantor atau instalasi militer termasuk tempat latihan baik pada tingkatan nasional. Pendekatan : Jenis Kegiatan Pertanian Rujukan : . Mengakomodasi bermacam tipe pertanian dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk pertanian. meningkatkan fungsi lindung. serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . polsek dan sebagianya. Menyediakan lahan untuk pengembangan pertanian. 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan pertanian lahan basah secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . . . . 19 P-1 = Pertanian Lahan Basah 1) Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk pertanian lahan basah. Korem. . meningkatkan ekspor. meningkatkan produksi pangan dan pendayagunaan investasi. .

meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdya alam. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan fungsi lindung. . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . . . meningkatkan produksi perkebunan dan mendayagunakan investasi. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . 21 P-3 = Perkebunan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk kegiatan perkebunan. meningkatkan fungsi lindung. . meningkatkan pendapatan masyarakat. . meningkatkan pendapatan masyarakat. menciptakan kesempatan kerja.P-2 = Pertanian Lahan Kering 1) kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian lahan kering. . 2) kawasan yang apabila dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian lahan kering secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . . meningkatkan produksi pertanian dan mendayagunakan investasi. 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan perkebunan secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . meningkatkan ekspor. .

cabang usaha. . maupun industri.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. menciptakan kesempatan kerja. . meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . . meningkatkan pendapatan masyarakat. usaha pokok. meningkatkan ekspor. . 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan peternakan secara ruang dapat memberikan manfaat : . 22 P-4 = Peternakan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik sebagai sambilan. . 23 P-5 = Perikanan kegiatan perikanan secara ruang dapat memberikan manfaat : . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan produksi peternakan dan mendayagunakan investasi. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . meningkatkan kesempatan kerja. . meningkatkan produksi perikanan dan mendayagunakan investasi. .

Menyediakan lahan untuk pengembangan prasarana transportasi. 24 TR-1 = Terminal 1) Titik simpul dalam jaringan trasnportasi jalan dan berfungsi sebagai pelayanan umum. tipe B dan Tipe C. 25 TR-2 = . . . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. 3) Terminal terdiri dari Terminal tipe A. menciptakan kesempatan kerja. 2) Prasarana angkutan yang merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. dan melindungi penggunaan lahan untuk prasarana transportasi. Pendekatan : Simpul Transportasi Rujukan: . pengaturan dan pengoperasian lalulintas.. meningkatkan ekspor. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . . . meningkatkan pendapatan masyarakat. Keputusan Menteri Perhubungan No. Mengakomodasi bermacam tipe prasarana transportasi dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk prasarana transportasi tersebut. . . Transportasi . tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. Juknis LLAJ. 1995. . Menjamin kegiatan trasnportasi yang berkualitas tinggi. meningkatkan fungsi lindung. tempat pengendalian. pengawasan. 31 Tahun 1995.

pertumbuhan ekonomi. Rujukan : . . . 26 TR-3 = Pelabuhan Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batasbatas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. . . tata ruang wilayah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1998 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Kereta. . Pendekatan : . berlabuh. . Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 Tentang Perkeretaapian. tata ruang wilayah. Rujukan : . naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. dan keselamatan pelayaran. pertumbuhan ekonomi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1998 Tentang Prasarana Dan Sarana Kereta Api. keselamatan pelayaran. kelestarian lingkungan. . . kelestarian lingkungan.Stasiun Tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dari/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api Pendekatan : .

. . Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun !999 tentang Angkutan di Perairan. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan atau pos. serta dilengkapi dengan fasilitas kasper sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi Pendekatan : . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1996 Tentang Kepelabuhan. Zona yang ditujukan untuk mempertahankan/ melindungi lahan . tata ruang wilayah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan Ruang Terbuka Hijau . keselamatan penerbangan. 27 TR-4 = Bandar Udara Lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. . SNI 03-7112-2005 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan. . kelestarian lingkungan dan . . Rujukan : .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Undang undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

28 H-1 = Taman Kota Taman dengan skala pelayanan Kota Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . Diberlakukan pada lahan yang penggunaan utamanya adalah taman atau ruang terbuka. atau lahan perorangan yang pembangunannya harus dibatasi untuk menerapkan kebijakan ruang terbuka. Permendagri No. PP No. 15 Tahun 1998 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah perkotaan. . keselamatan. dan kesejahteraan publik. . 29 H-2 = Taman BWK/Kecamatan Taman dengan skala pelayanan BWK 30 H-3 = Taman Kelurahan . dan untuk dinikmati nilai-nilai keindahan visualnya. serta melindungi kesehatan. sarana pendidikan.untuk rekreasi di luar bangunan. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota . Preservasi dan perlindungan lahan yang secara lingkungan hidup rawan / sensitif. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU.

Taman dengan skala pelayanan Kelurahan 31 H-4 = Taman lingkungan Taman skala lingkungan 32 H-5 = Taman Pemakaman Taman pemakaman 33 H-6 = Jalur hijau Taman jalur hijau 34 H-7 = Lapangan Taman berupa lapangan olahraga Kawasan Hutan .

meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. meningkatkan ekspor.41 Tahun 1999. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. dengan kriteria : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. . meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat Pendekatan : Fisik dan fungsi hutan Rujukan : .47 tahun 1997 tentang RTRWN . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. . . meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. . 2) Kawasan yang secara ruang apabila digunakan untuk budidaya hutan alam dan hutan tanaman dapat memberi manfaat : .35 KH-1 = Hutan Produksi Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. . . PP No. meningkatkan fungsi lindung. . . UU No.

2) Kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pengembangan transportasi. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. meningkatkan fungsi lindung. . mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. industri dan lain-lain apabila dapat memberikan manfaat : . perkebunan. permukiman. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN terutama di daerah setempat. meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. . meningkatkan ekspor. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. pertanian. 36 KH-2 = Hutan yang dapat dikonvers 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. transmigrasi. 37 KH-3 . . . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. . . .

C. . mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. The Urban Land Institute. . Pendekatan : Kegiatan Utama Rujukan : . . Dean. meningkatkan fungsi lindung. Mixed-use Development Handbook. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. Washington D. . 1089. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional.= Hutan Rakyat 1) Luas minimal 0. Schwank. luas penutupan tajuk minimal 50 persen dan merupakan tanaman cepat tumbuh. meningkatkan kesempatan kerja.25 hektar dan mempunyai fungsi hidrologis/pelestarian ekosistem. . . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. meningkatkan ekspor. 39 C-2 = . terutama di daerah setempat. 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan hutan rakyat secara ruang dapat memberikan manfaat : . . meningkatkan pendapatan. Campuran 38 C-1 = Rumah-Toko Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan perdagangan dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan perdagangan (toko).

mencegah banjir. 40 C-3 = Apartemen-Pusat Belanja Dalam satu zona dapat terdiri hunian dengan perdagangan (pusat belanja). . 3) Kawasan tanah bergambut dengan ketebalan 3 meter 4) atau lebih yang terdapat dibagian hulu sungai dan rawa. 2) Kawasan hutan yang empunyai lereng lapangan 40% atau lebih. 5) Kawasan bercurah hujan yang tinggi.Rumah-Kantor Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan jasa perkantoran dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan kantor. kawasan cagar budaya dan kawasan lindung lainnya. Kriterianya adalah : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. serta menghindari berbagai usaha dan/atau kegiatan di kawasan 41 KL-1 = Lindung untuk kawasan bawahannya Hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. Kawasan Lindung . berstruktur tanah yang mudah meresapkan air dan mempunyai geomorfologi yang mampu meresapkan . dan/atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian di atas permukaan laut 2000 m atau lebih. kawasan pelestarian alam. dan memelihara kesuburan tanah. kawasan perlindungan setempat. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing. mencegah intrusi air laut.masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 175 atau lebih. kawasan suaka alam. Mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup dan melestarikan fungsi lindung kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya. mengendalikan erosi. Memelihara dan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup.

32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. . . Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai. 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1993 tentang Sungai.47 tahun 1997 tentang RTRWN. PP No. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. Keppres No. Daerah Manfaat Sungai.Pendekatan : Jenis Perlindungan Rujukan : .

tipe ekosistem dan keunikan alam. serta nilai budaya dan sejarah bangsa. iklim. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN rawan bencana. air. .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. satwa. Meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah. Mempertahankan keanekaragaman hayati. 42 KL-2 = Perlindungan Setempat Sempadan pantai daratan sepanjang tepian yang lebarnya roporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai. . air hujan secara besarbesaran. tumbuhan dan satwa. minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Sempadan sungai 1) Garis sempadan sungai bertanggul ditetapkan dengan batas lebar sekurangkurangnya 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggung. . 2) Garis sempadan sungai tidak bertanggul ditetapkan berdasarkan pertimbangan teknis dan sosial ekonomis oleh Pejabat yang berwenang. 3) Garis sempadan sungai yang bertanggul dan tidak bertanggul yang berada di wilayah perkotaan dan sepanjang jalan ditetapkan tersendiri oleh Pejabat yang berwenang Kawasan sekitar danau/waduk daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50-100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. 2) Hutan yang terletak di dalam wilayah perkotaan atau sekitar kota dengan luas hutan minimal 0.Kawasan sekitar mata air kawasan disekitar mata air dengan jari-jari sekurang-kurangnya 200 meter. gempa bumi. antara lain kawasan rawan letusan gunung berapi. industri. Kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota 1) Lokasi sasaran kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota antara lain di kawasan permukiman. 44 KL-4 = Pelestarian Alam Hutan dengan ciri khas tertentu. 4) Jenis tanaman untuk hutan kota adalah tanaman tahunan berupa pohonpohonan. tepi sungai/ pantai/jalan yang berada di kawasan perkotaan. serta gelombang pasang dan banjir. yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa.25 hektar. gempa bumi dan tanah longsor serta gelombang pasang dan banjir. berbentuk jalur atau merupakan kombinasi dari bentuk kompak dan bentuk jalur. 43 KL-3 = Rawan Bencana Alam Kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi. 5) Jenis tanaman untuk kawasan terbuka hijau kota adalah berupa pohonpohonan dan tanaman hias atau herba. tanah longsor. 3) Hutan yang terbetuk dari komunitas tumbuhan yang berbentuk kompak pada satu hamparan. bukan tanaman hias atau herba. 45 KL-5 = .

dan/atau .Suaka Alam 1) Kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya dan/atau 2) Mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya. 3) Mempunyai kondisi alam. baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia dan/atau 4) Mempunyai luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dengan daerah penyengga yang cukup luas.

yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. 2010 Syarat Pemanfaatan Ruang : I : Pemanfaatan ruang yang diijinkan (80-90% dari luas kapling) T : Pemanfaatan ruang yang diijinkan terbatas (10-20% dari luas kapling) B : Pemanfaatan ruang yang diijinkan namun dengan bberapa syarat yang harus dip enuhi .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN 5) Mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh disuatu daerah serta keberadaannya memerlukan koservasi.: Pemanfaatan ruang yang tidak diijinkan . 46 KL-6 = Konservasi Hutan dengan ciri khas tertentu. Sumber : Hasil Rencana.

Lampiran 17 .

Lampiran 18 .

Lampiran 19 .

Lampiran 20 .

Lampiran 21 .

Lampiran 22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful