PEMERINTAH KOTA MALANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR..............

TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MALANG,

Menimbang : a. bahwa pembangunan Daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan ruang wilayah secara bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga kualitas ruang wilayah daerah dapat terjaga keberlanjutannya demi terwujudnya kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan; b. bahwa pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaatan ruang dan ketidakseimbangan struktur dan fungsi ruang wilayah sehingga perlu ditata dengan baik; c. bahwa berdasarkan ketentuan yang ada dalam UndangUndang Tata Ruang No.26 Tahun 2007 menunjukkan bahwa setiap RTRW harus ditindaklanjuti dengan penyusunan RDTRK sebagai perangkat operasional RTRW d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, serta memperhatikan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang Nomor ...........Tentang .........., perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang RDTRK Malang Tengah;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman; 2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun 1999, Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3881)

3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477) 5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4722); 10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 11. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4956); 12. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup; 14. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Undang Republik Pedoman Pelaksanaan Undang Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk Dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5160); 20. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;

21. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1996 tentang Pedoman Perubahan Pemanfaatan Lahan Perkotaan; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata ruang di Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/M/1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang; 29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya; 30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan; 31. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah; 32. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis; 33. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 648-384 Tahun 1992,Nomor: 739/KPTS/1992, Nomor: 09/KPTS tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang; 34. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun1993 tentang Fasilitas Pendukung Kegiatan lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 35. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 49 Tahun 2000 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara - Bandung; 36. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Wilayah Kota

. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Rumah Susun 45..... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Ijin Lokasi 46. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman 44.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor . 37.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pemakaman 41..Malang... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 12 Tahun 2004 Pengelolaan Pasar dan Tempat Berjualan Pedagang 40..... Tahun . Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Malang 38.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota 39.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah 42....... tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang ... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Air Tanah 43.

Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan pras arana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat . Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 2. 7. te rmasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah. 3. Rencana Detail Tata Ruang Kota yang selanjutnya disingkat RDTRK. ruang laut. 5. melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. dan ruang udara. Tata Ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. 6. Daerah adalah Kota Malang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang.Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MALANG dan WALIKOTA MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH. 8. 4. Walikota adalah Walikota Malang. adalah penja baran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1:5000 atau lebih. tempat manusia dan makhluk la in hidup.

15. Pengendalian Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata rua ng. 17. 13. Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan struktur dan pola pemanfaatan ru ang.yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional. sosial. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung dan/atau budidaya. Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang melipu ti peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya . budaya dan/atau lingkungan. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administra tif dan/atau aspek fungsional. 16. Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. 10. pemanfaata n ruang. 11. dan pengendalian pemanfaatan ruang. 9. Kawasan Strategis Daerah adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaska n karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi. . Perencanaan Tata Ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang d an pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. 12. Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruan g sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya. 14.

27. kesehatan. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah dibawah Kecama tan. Sub Blok Peruntukan adalah wilayah perencanaan terkecil dengan batasan wilay ah . pertania n kota yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan.18. Sempadan Sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan saluran/sungai termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. adalah sisa suatu u saha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya. pohon-po hon pelindung tepi jalan. dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup. Ruang Terbuka Hijau atau disingkat RTH adalah bagian dari Kota yang tidak di dirikan bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan. Koefisien Lantai Bangunan atau disingkat KLB adalah angka perbandingan jumla h luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota 25. Garis Sempadan Bangunan adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah Garis Sempadan Jalan yang ditetapkan dalam rencana ruang kota. 24. Koefisian Dasar Hijau adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan antar a luas lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air terhadap luas persi l yang dikuasai. disingkat limbah B3. 22. Garis Sempadan Jalan adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencan a ruang kota. Rencana Blok adalah perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok d an jalan. 29. Rencana Sub Blok adalah perencanaan pembagian blok dalam kawasan menjadi sub blok dan jalan dengan pemanfaatan ruang atau karakter lingkungan yang homogen. terdiri dari unsur alam (antara la in vegetasi dan air) dan unsur binaan antara lain taman kota. pengolahan. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai 21. dan/atau tempat pengolahan sampa h terpadu. pot-pot kota. 32. baik secara langsung maupun ti dak langsung. pemakaman. 19. jalur hijau. 23. Tempat Penampungan Sementara atau disingkat TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang. 31. Blok Peruntukan adalah bagian dari unit lingkungan yang mempunyai peruntukan pemanfaatan ruang tertentu yang dibatasi oleh jaringan pergerakan dan atau jarin gan utilitas. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Koefisien Dasar Bangunan atau disingkat KDB adalah angka perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota. kebun bibit. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah. 30. 26. Limbah bahan berbahaya dan beracun. hutan kota. 20. 28. dimana blok terdiri atas unit lingkungan dengan konfigurasi tertentu.

FUNGSI. BAB II TUJUAN. DAN RUANG LINGKUP Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Penataan ruang di Malang Tengah bertujuan untuk mewujudkan: . 34. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanf aatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.administrasi kelurahan. 33. Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaa tan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntuka n yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang.

d. Batas Batas Wilayah Perencanaan c. Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan fungsiona l dengan RencanaTata Ruang Wilayah Kota. arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan. Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota . dan pemberian perijinan kesesuai an pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan Bagian Kedua Fungsi Pasal 3 Penataan ruang di Malang Tengah berfungsi sebagai: a. Wilayah Perencanaan b. dalam rangka pelaksanaan program pembangunan daerah. Ruang lingkup RDTRK Malang Tengah meliputi : a. Bagian Ketiga Ruang Lingkup Pasal 4 (1). Menyiapkan perwujudan ruang. Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras. pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi. b. c. Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-pro gram pembangunan daerah.a. serasi dan efisien dalam perencanaan kawasan. Materi yang ditentukan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota d. b.

Peran Serta Masyarakat (2). Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara : Timur : Selatan Barat : Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Blimbing : Kecamatan Sukun Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun (4). b. rencana struktur ruang. Tujuan Pengembangan b. d. Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c meliputi : a.e. c. . rencana skala pelayanan kegiatan. (3). Rencana struktur ruang yang meliputi rencana persebaran penduduk. Kelembagaan f. Wilayah perencanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a dengan wilayah me liputi Kecamatan Klojen. rencana sistem jaringan yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan utilitas. rencana blok. Batas-batas RDTRK Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b adalah sebagai berikut : a.

Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d adalah zonasi. program yang dipihak ketigakan/swasta serta sistem pembiayaan program. tata bangunan. BAB III RECANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH Bagian Pertama Rencana Struktur Ruang Paragraf I Umum Pasal 5 . Peran Serta Masyarakat sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf f adalah hak dan kewajiban serta peran serta masyarakat dalam pelaksanaan penataan ruang. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi (7). (6). aturan insentif dan disinsentif. Kelembagaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf e adalah struktur organisas i kelembagaan dalam pelaksanaan penataan ruang. Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri g. fasilitas eko nomi serta Ruang Terbuka Hijau d. e.c. Indikasi program pembangunan yang meliputi program yang dikelola pemerintah. Rencana peruntukan blok yang meliputi kawasan fungsional binaan dan kawasan fungsional alami/perlindungan setempat . (5). serta arahan garis sempadan f. Rencana Fasilitas Umum yang meliputi fasilitas sosial dan umum. program yang dikerjasamakan. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi. Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplolp ruang) yang meliputi tata kualitas lingkungan. periji nan dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang melalui pengawasan.

jumlah dan kepadatan penduduk. tingkat ketergantungan serta sosial budaya . tingkat pertumbuhan penduduk serta distribusi penduduk b.Struktur ruang Malang Tengah yang meliputi rencana kependudukan. rencana skala pelayanan kegiatan. rencana sistem jaringa n yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan util itas. rencana blok. rencana pemusat an kegiatan. Paragraf II Rencana Kependudukan Pasal 6 Rencana kependudukan meliputi : a.

kawasan dengan kepadatan sangat tinggi dan kepadatan tinggi dipertahankan ata u dibatasi tingkat kepadatannya yaitu Kelurahan Samaan dan Kelurahan Sukoharjo. b. kawasan dengan kepadatan rendah dan merupakan kawasan strategis direncanakan untuk peningkatan fasilitas umum dan diarahkan tingkat kepadatannya tetap atau meningkat meskipun tidak secara signifikan meliputi Kelurahan Klojen dan Kelurah an Oro-oro Dowo. membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja denga n menambah lapangan kerja dan memberikan modal bagi pengusaha kecil dan rumah tangga dalam bentuk koperasi koperasi simpan pinjam. c. (2). (3).Manajemen kependudukan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) meliputi seleksi migrasi dan urbanisasi. kawasan dengan kepadatan sedang namun memiliki luasan lahan yang masih memungkinkan untuk menambah penduduk dan fasilitas penunjangnya dapat ditingkatkan kepadatannya meliputi Kelurahan Kidul Dalem. peningkatan kegiatan sosial seperti bimbingan/pelatihan baik bimbingan ketera mpilan maupun bimbingan religi/keagamaan. peningkatan kualitas SDM serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan. . Pembatasan jumlah penduduk di Malang Tengah dilakukan melalui manajemen kependudukan. Pasal 8 Ketergantungan penduduk terkait dengan kelompok umur produktif dan ketenagakerja an diarahkan melalui : a. Rencana kepadatan penduduk diarahkan sebagai berikut : a. b. Kelurahan Gading Kasri . Kelurahan Penanggungan dan Kelurahan Rampal Celaket.Pasal 7 (1).Pendistribusian penduduk ke seluruh kelurahan di Malang Tengah diarahkan aga r terjadi keseimbangan aktivitas yang dapat memicu pemerataan dan persebaran infrastruktur antar kecamatan (4).

Blok Peruntukan II terdapat pemusatan kegiatan di kawasan Jl. b. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan.Jl. Brigjen Slamet Riyadi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. Struktur Ruang di Malang Tengah sebagai berikut : a.Paragraf III Rencana Struktur Ruang Pasal 9 (1). dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran.Blok Peruntukan I terdapat pemusatan kegiatan di koridor Jl. Zona Utama atau Pusat Pelayanan regional berada di Alun Alun Tugu dan sekitarnya dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa. WR. . Jaksa Agung Suprapto . Zona Pendukung atau Sub Pusat Pelayanan Kota berada di masing.masing pusat Blok Peruntukan dengan fungsi kegiatan dominan sebagai berikut : . . Supratman.

Blok Peruntukan III. Blok Peruntukan II. Kawi Atas dengan dominasi kegiatannya yaitu fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regiona l. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan. Kawi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan jasa skala regional. Dengan pusatnya berada pada kawasan Jl. Pusatnya berada di Jl. Brigjen Slamet Riyadi dengan dominasi kegiatan perdagangan dan jasa skala regional. . Blok Peruntukan IV. (2). Terusan Kawi . dengan pus at . tercantum da lam lampiran 1 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.. meliputi Kelurahan Kauman dan Kelurahan Kasin. Rencana Blok meliputi Rencana Blok dan Rencana Sub Blok. sarana olah raga. dimana masin gmasing Blok Peruntukan akan terbagi lagi menjadi 11 Sub Blok Peruntukan (3). meliputi Kelurahan Sama an dan Kelurahan Rampal Celaket. Jaksa Agung Suprapto .Peta rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Blok Peruntukan I.Jl. c.Jl. (2) Rencana Blok di Malang Tengah dibagi menjadi 6 Blok Peruntukan. WR.Blok Peruntukan V terdapat pemusatan kegiatan di Alun-Alun Tugu dengan fungsi kegiatan dominan sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran serta fasilitas umum pendidikan skala kota. Terusan Kawi . Pembagian Blok sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. meliputi wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo dan Kelurahan Penanggungan.Jl. Zona Pelengkap atau Pusat Lingkungan berada di pusat masing-masing sub blok peruntukan. . meliputi Kelurahan Bareng dan Kelurahan Gading Kasri. c. Dengan pusatnya berada di Kawasan Jl.Blok Peruntukan III terdapat pemusatan kegiatan di Jl. b. Dominasi kegiatan adalah fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. fasilitas umum pendidikan. Paragraf IV Rencana Blok Pasal 10 (1). peribadatan dan kesehatan skala regional.Blok Peruntukan IV terdapat pemusatan kegiatan di Jl. Supratman. d. Kawi Atas dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regional.Blok Peruntukan VI terdapat pemusatan kegiatan di sekitar kawasan Pasar Besar dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. .

meliputi wilayah Kelurahan Kidul Dalem dan Kelurahan Kloje n. Jaksa Agung Suprapto. dengan pusat berada pada kawasan Pasar Besar. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa skala regional. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa. Sarana Olaharaga. kesehatan dan permukiman. e. Blok Peruntukan VI. meliputi Kelurahan Sukoharjo. perkantoran dan fasilitas umum pendidikan. Serta bat as sebelah timur meliputi Jl. Sebelah utara meliputi Jl. Blok Peruntukan V. Sub Blok Peruntukkan I-1 meliputi Kelurahan Sama an. peribadatan. Pusat berada di Alun-alun Tugu dengan dominasi kegiatan pemerintahan. Sisi Barat meliputi sepanjang aliran sungai Brantas. Kawi tepatnya di Kawasan Mall Malang Olimpic Garden (MOG).berada pada kawasan Jl.Pembagian Sub Blok Peruntukan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pusat Sub Blok berada di korido r . (4). pendidikan. f. Gilimanuk. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Sepanjang aliran sungai DAS Brantas.

Rais. Kawi At as. Rangsang Jl. meliputi Kelurahan Oro-oro Dowo. meliputi Kelurahan Bareng. Bondowoso. Terusan Cikampek s. Wilis sampai dengan Jl. Simpang Langse p. IR. Retawu Jl. meliputi Kelurahan Gading Kasri. serta batas sebelah baratnya yait u Jl. Gede Jl. f. serta pada sisi barat dibatasi oleh meliputi Jl. serta batas sebelah timur meliputi Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan skal a regional. Lembang Jl. Jakarta Jl. g.Jl. Cipayung. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa skala kota. Tumenggung Suryo s. Indragiri. S utan Syahrir Jl. Bareng Ka rtini serta Jl. Galang Selatan Jl. serta sebelah bara t dibatasi Jl. sisi Bar at meliputi Jl. Raya Langsep Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. Semeru. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-1 yaitu pada koridor Jl. d. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. Raya Dieng Jl.d Jl. Kaliurang s. Bogor . Brigjen Katamso . c. b. sisi selatan dibatasi Jl. Kelud dan sisi barat dibatasi oleh Jl. Dr. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh meliputi Jl. Retawu. Ijen . Jakarta serta sebelah timur dibatasi Jl. Veteran. Galunggung dan Kali Kasin.Pandjaitan. Sonokeling. Simpang Ijen. Kawi. Sub Blok Peruntukkan I-2 meliputi Kelurahan Rapal Celaket.Jl. Gede Jl. Rai s Jl. Pahlawan Jl. Raya Dieng . dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum perkantoran skala regional. meliputi Kelurahan Kasin. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Letjen Sutoyo. Halmahera Jl.IR. Jaksa Agung Suprapto Jl. Wr. Terusan Kawi Jl. Kawi. Kawi Atas . sisi selatan dibatasi Jl.Jl. Sub Blok Peruntukkan II-2. Terusan Surabaya Jl.Jl. Sub Blok Peruntukkan IV-1.Jl. Untuk sebelah utara dan timur dibatasi oleh batas fisik berupa Sungai Brantas. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan Jasa skala kota. Basuki Rahmad serta Sungai Brantas. Cipto. yang dibatasi di sisi utara yaitu Jl. meliputi Kelurahan Penanggungan.d Jl. Arif Margono . Ade Irma Suryani.Jl. sisi selatan dibatasi Jl .d Jl. Vet eran dan Jl. Pusatnya berada koridor Jl. Sub Blok Peruntukkan III-1. batas sebelah utara meliputi Jl. Panglima Sudirman. serta batas sebelah timur Jl. Supratman dengan dominasi kegiatan Fasilitas Umum perkantoran. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. yang dibatasi di sisi utara yaitu Sungai Brantas Jl. pendidikan dan kesehatan skala regional. Sub Blok Peruntukkan II-1. Pusat Sub Blok Peruntukkan III-1 yaitu pada korid or Jl. serta batas sebelah baratnya yaitu Kali Kasin sebagai pembatas perkembangan kelurahan. Sumbing. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan dan perdagangan dan jasa skala regional. Sub Blok Peruntukkan III-2. Semeru Jl. Sonokeling. e. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. yang dibatasi di s isi utara yaitu Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di kawasan Simpang Balapan. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Jaksa Agung Suprapto. Terusan Kawi Jl.

Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-2 di Jl. Bareng Kartini. Kawi . Majapahit Jl. Sementara itu. i. Sub Blok Peruntukkan IV-2. Kawi. Tugu Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Zainul Arifin. Merdeka Barat. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan jasa skala kota serta fasilitas umum pendidikan dan kesehatan skala regional. Jl. Brigjen Katamso Jl. Aris Munandar Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan V-1 . Kelud Jl. Kahuripan. meliputi Kelurahan Kauman yang dibatasi di sisi ut ara yaitu Jl. Ade Irma Suryani.Jl. Ade Irma Suryani. Sumbing dan sebel ah barat yaitu Jl. Sub Blok Peruntukkan V-1. h. Majapahit. Agus Salim. serta Jl. meliputi Kelurahan Kidul Dalem. Rais Jl. Jendral Panglima Sudirman Jl . sementara pada sisi selatan dibatasi Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Tugu. Semeru s. pada utara barat yaitu Jl. Majapah it Jl. Basuki Rahmad. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa da n fasilitas umum pendidikan skala kota.Jenderal Basuki Rahmat Jl. Kertanegara.serta Jl.d Jl. Merdeka Selatan Jl. sedangkan batas sebelah barat yaitu Jl. IR. KH.

Kahuripan dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pemerintahan dan perkantoran skala kota. Pusat kegiatan Pemerintahan dan Perkantoran Pusat kegiatan Pemerintahan ini berada di sekitar kawasan Alun-alun Tugu. Agus Salim Jl.Rencana sistem pusat perwilayahan di Malang Tengah dibagi menjadi 3 yaitu ke giatan sentra primer (pelayanan skala wilayah/kota).Jl. Panglima Sudirman. j. KH. Irian Jaya s. Paragraf V Rencana Skala Pelayanan Kegiatan Pasal 11 (1). Sartono. Pusat sub blok perumtukk an V-2 berada pada koridor Jl. Rencana Kegiatan Sentra Primer sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah meliput i: a. pada utara yaitu Jl. k. Cipto dan batas sebelah ti mur meliputi Jl. (4).Kahuripan. Aris Munandar. Sebelah barat yaitu Jl. Jl. Gatot Subroto . Dr. tepatn . Sub Blok Peruntukkan V-2. kegiatan sentra sekunder (pelayana n skala kecamatan) dan kegiatan tersier/lokal (pelayanan skala lingkungan). Sutan Syahri r s. Tugu Jl. Kertanegara .Jl. meliputi Kelurahan Sukoharjo yang dibatasi di sisi S elatan yaitu Jl. SW.yaitu pada kawasan Jl. Kertanegara. Pasar Besar. tercant um dalam lampiran 3 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Jl. dengan dominasi kegiatan perdagangan jasa berskala regional. Pusat Sub Blok Peruntukkan VI di Jl.d Jl. sisi Barat meliputi Jl .Kertanegara . sebelah utara meliputi Jl. Kahuripan Jl. (5). Laksamana Martadinata.Jl. meliputi Kelurahan Klojen dengan batas wilayahnya y aitu pada sisi selatan Jl. Jaksa Agung Soeprapto. (2). tercantum d alam lampiran 2 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pranoto . dan pada sisi timur yaitu Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pendidikan skala kota dan fasilitas umum kesehatan skala regional.d. Za inul Arifin Jl.Peta rencana blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3). Halmahera. Sub Blok Peruntukkan VI.Peta rencana sub blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (4).

Supratm an. Lavallete yang terdapat di Jl. Perkembangan Kegiatan peribadatan skala regional yang ada di Kecamatan Klojen terdapat di beberapa titik lokasi. Mall Malang Olimpic Garden (MOG) serta Mall Malang Town Square (Matos) serta di kawasan Kayu Tangan tepatnya di koridor Jl. Pusat Pelayanan Umum Perkembangan Fasilitas Umum dan sosial yang ada di kecamatan Klojen. serta RS. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dapat ditemukan di beberapa titik lokasi yang ditandai dengan keberadaan pusat-pusat perdagangan jasa serta Mall-Mall yang ada. Untuk pemusatan kegiatan perdagangan jasa skala regional. Basuki Rahmad. Kawasan Alun-alun Merdeka. b. Jaksa Agung Suprapto. Jaksa Agung Suprapto. yaitu di . c. Nu sa Kambangan. Adapun kegiatan pemerintahan ini didukung dan diperkuat dengan keberadaan pusat kantor pemerintahan kota Malang yang saat ini lokasinya berada di sekitar kawasan tugu. Syaiful Anwar yang terdapat di koridor Jl. WR. meliputi perkembangan fasilitas kesehatan. sert a Kawasan perdagangan dan jasa sepanjang koridor Jl. Untuk fasilitas olahraga berada di Lapangan Olahraga Stadion Gajayana. peribadatan dan Olahraga. Fasilitas Kesehatan dengan skala besar yaitu RS.ya berada di Kelurahan Klojen dan Kidul Dalem. Panti Waluyo yg terdapat di Kelurahan Kasin tepatnya di Koridor Jl. kawasan Pasar Besar. Pusat kegiatan pendidikan yang ada di . yaitu di kawasan Alun-alun Merdeka dengan ditandai keberadaan Masjid Jami Kota Malang serta Gereja GPIB Immanuel serta Gereja Paroki Hati Kudus. RS.

Kecamatan Klojen berkembang di sepanjang koridor Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, di kawasan Tugu, serta di Kelurahan Kauman tepatnya di sekitar Perguruan Tinggi IKIP Budi Utomo yang merupakan kompleks pendidikan dan sepanjang koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. (3). Rencana Kegiatan Sentra Sekunder sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti: a. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala kota ditemukan hampir di tersebar di semua wilayah Kecamatan Klojen, antara lain di koridor Jl. Jaksa Agu ng Suprapto, Jl. Panjaitan, Jl. Trunojoyo, Jl. Cokroaminoto, Jl. Tumenggung Suryo, Jl. Halmahera, Jl. Raya Dieng, serta Jl. Kawi. Selain itu terdapat pula beberapa pas ar yang berkembang pada tiap-tiap kelurahan di yang memiliki skala pelayanan kota, yaitu seperti Pasar Comboran, Pasar Mergan, Pasar Klojen. b. Pusat Pelayanan Umum (Pendidikan, Kesehatan, Peribadatan) Kegiatan pelayanan umum skala kota berkembang di seluruh wilayah kelurahan, dengan keberadaannya pada umumnya pada koridor arteri sekunder. c. Permukiman Perkembangan kegiatan permukiman yang di Kecamatan Klojen, berkembang di seluruh wilayah kecamatan. Baik yang berupa permukiman organis (tumbuh secara alamiah) maupun permukiman anorganis (direncanakan). d. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebaran RTH di kecamatan Klojen, tersedia dalam beberapa bentukan yaitu Hutan Kota, Taman, lapangan olahraga serta Jalur Hijau. RTH Kota saat ini yaitu Hutan Kota Malabar yg terdapat di Kelurahan Oro-oro Dowo, Hutan Kota Jakarta yang terdapat di kelurahan Penanggungan, serta Lapangan Olahraga . Sementara untuk RTH di lokasi lainnya lebih berkembang dalam bentuk taman dan jalur hijau. (4). Rencana Kegiatan Sentra Tersier di Malang Tengah (Kecamatan Klojen) sebagai mana dimaksud ayat (1) adalah berupa fasilitas perdagangan, fasilitas umum (fasilitas kesehatan, peribadatan dan pendidikan) dapat ditemukan pada masing-masing kelurahan yang menyatu dengan kawasan pemukiman penduduk. (5).Peta rencana sistem pusat perwilayahan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), tercantum dalam lampiran 4 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua

Rencana Sistem Jaringan Paragraf I Umum

Pasal 12

(1).Rencana Sistem Jaringan di Malang Tengah meliputi Rencana Sistem Jaringan Pergerakan, Rencana Sistem Jaringan Utilitas dan Rencana Jalur Evakuasi Bencana. (2). Rencana Sistem Jaringan Pergerakan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mel iputi : a. Rencana Pola Pergerakan c. Rencana Fungsi Jalan d. Rencana Prasarana Transportasi e. Rencana Rute Angkutan Umum f. Rencana Jalan Kereta Api g. Rencana Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) (3). Rencana Sistem Jaringan Utilitas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti : a. Rencana Sistem Jaringan Energi/Kelistrikan b. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi c. Recana Penyediaan Air Minum

d. Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah e. Rencana Sistem Persampahan f. Rencana Sistem Drainase (4). Rencana Jalur Evakuasi Bencana

Paragraf II Sistem Jaringan Pergerakan

Pasal 13

(1).Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi regional berada di beberap a ruas yaitu : a. Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jaksa Agung Suprapto Jl. Basuki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono sebagai akses regional Malang Kepanjen - Blitar dan Malang - Surabaya b. Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirman Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata sebagai akses regional Malang Bululawang - Blitar dan Malang Surabaya c. Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Brigjen Slamet Riyadi serta Jl. Veteran Jl. Ijen sebagai akses regional Malang Batu. Jl. Bandung

(2). Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi lokal dioptimalkan pada r uas-ruas jalan lokal dan lingkungan yang ada. (3). Pola pergerakan Malang Tengah diklasifikasikan menjadi 3 yaitu pola pergera kan tinggi, pola pergerakan sedang dan pola pergerakan rendah. (4). Pola pergerakan sebagaimana yang dimaksud ayat (3) adalah sebagai berikut : a. Pola pergerakan tinggi terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi regional/kota tepatnya y ang berada di kawasan Pasar Besar, Jalan Veteran, Jalan Bandung, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kawi, Jalan Diponegoro, Jalan Martadinata. b. Pola pergerakan sedang terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi kecamatan tepatnya yang

berada di Jalan Dieng

Jalan Galunggung,

c. Pola pergerakan rendah berada di kawasan permukiman dan fasilitas umum lainn ya yang berorientasi lingkungan.

Pasal 14

(1) Peningkatan mobilitas pergerakan di Malang Tengah maka dilakukan penetapan h irarki jaringan jalan sebagai berikut : a. Jalan arteri sekunder berada di ruas Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirm an Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata; b. Jalan lokal berada di ruas Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Basu ki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Merdeka Selatan - Jl. SW. Pranoto - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Halmahera, Jl. KH. Agus Salim - Jl. KH. Achmad Dahlan, Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono, Jl. Mayjen Panjaitan - Jl.Brigjen Slamet Riy adi, Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung -Jl. Ray a Langsep - Jl. Simpang Langsep, Jl. Ir. Rais - Jl. Brigjen Katamso - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar. c. Jalan lingkungan meliputi seluruh ruas yang tidak termasuk dalam jalan arteri sekunder dan lokal yang merupakan akes dari kawasan permukiman menuju pusat kegiatan di sekitarnya.

pola pa rkir. Rencana pelebaran trotoar di kawasan yang berfungsi sebagai perdagangan dan jasa seperti di Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. dan larangan parkir. Sedangkan jembatan penyeberangan dapa t direncanakan di kawasan kayu tangan dan Jalan Kawi. tempat sampah. Pasar Besar dan sekitarnya serta re ncana perbaikan totoar di semua ruas jalan.Rencana lokasi halte sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ditetapkan di sepa njang kawasan kayutangan. Penyediaan trotoar harus terintegrasi deng an perabot jalan lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas. Jalan Kawi. fasilitas pendidikan dengan fasilitas umum dan sosial dan kawasan strategis lainnya di sekitar lokasi halte. Jl. di Jalan Veteran. (2). (4). Merdeka Timur dan direncanakan berupa pengembangan zebra cross pada beberapa ruas jalan yang sekitarnya terdapat fasil itas perkantoran. Pasal 15 (1). trotoa r. di sekitar Alun-alun Merdeka da n di sekitar Alun-alun Tugu (3). pot bunga. penyeberangan. b. sistem parkir.Rencana penyeberangan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mempertahankan jembatan penyeberangan yang ada di Jl. di sekitar Pasar Besar. Rencana prasarana transportasi meliputi lokasi halte. sistem parkir off street dan peneta a. Desain parkir on-street dilakukan dengan penentuan sudut parkir.(2) Peta rencana hirarki jaringan jalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). kondisi lalu lintas. (5). Rencana sistem parkir on street hanya diperbolehkan pada ruas jalan dengan fungsi jalan kolektor dan/atau lokal dengan memperhatikan kondisi jalan dan lingkungannya. halte dan zebra cross. di Pas ar Comboran. Rencana sistem parkir sebagaimana dimaksud ayat (1) di Malang Tengah adalah direncanakan dengan sistem parkir on pan tarif parkir. Jalan Mayjen Panjaitan. Rencana trotoar sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah direncanakan di semua ruas jalan yaitu di semua ruas jalan arteri primer. Rencana sistem parkir off street ditempatkan berdasarkan fasilitas parkir unt . Trunojoyo. aspek keselamatan. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. terc antum dalam lampiran 5 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. street. ruas jalan kolektor dan ruas jala n lokal. lampu penerangan.

sedangkan pada kawasan pertokoan. Pemberlakuan tarif parkir berdasarkan jenis fasilitas dapat digolongkan menja di : golongan A. . bangunan perkantoran dan perhotelan serta fasilitas umum lainnya dilakukan melalui penyediaan fasilit as parkir sebagai penunjang. Desain parkir off street dilakukan dengan taman parkir dan gedung parkir menurut kriteria tertentu. Rencana rute angkutan di Kecamatan Klojen direncanakan melalui optimalisasi rute angkutan umum yang sudah ada saat ini dengan mengikuti jalur yang telah ditetapk an. Pasal 16 (1). Penambahan dan perubahan rute angkutan umum ditetapkan kembali sesuai denga n perkembangan kawasan di Malang Tengah (3). Rencana pengembangan parkir off street di kawasan perdagangan Pasar Besar direncanakan dengan meningkatkan kapasitas fasilitas parkir untuk umum yang juga dapat dimanfaatkan untuk pertoko an yang ada disekitarnya. c. golongan B dan golongan C menurut kriteria tertentu. Rencana rute angkutan kota di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tercantum dalam lampiran 6 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.uk umum dan fasilitas parkir sebagai penunjang. (2).

mendukung rencana jalur Double Track rute Surabaya . perdagangan dan jasa. Rencana peningkatan sistem jaringan prasarana listrik dilakukan dengan: a. Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi hantaran udara kawat te . Kelurahan Gading Kasri. non perumahan. Peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan pada kawasan perumahan. Kelurahan Kauman. Kelurahan Kidul Dalem. Rencana pengembangan Jalan kereta api dilakukan dengan : a. Malang Tengah berada pada zona II dan Zona III.Pasal 17 (1). fasilitas umum dan fasilitas sosial serta penerangan jalan b. dan b.Malang Pasal 18 (1). Kelurahan Penanggungan. (2). pengembangan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat pengguna moda. Kelurahan Bareng. Paragraf III Sistem Jaringan Utilitas Pasal 19 (1). Kelurahan Kasin. sebagian Keluraha n Sama an dan sebagian Kelurahan Klojen dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan antara yaitu 20 40 meter. Sedangkan Zona Ring III berada di sebagian Kelurahan Sama an dan Kelurahan Klojen. Zona Ring II tepatnya berada di Kelurahan Rampal Celaket. Rencana Jalan Kereta Api meliputi peningkatan pelayanan dengan perbaikan st asiun kereta api dan penambahan beberapa rute atau jalur (2). maka terdapat 3 jenis R ing Kawasan dalam radius 15 km terhadap Bandara. Kelurahan Sukoharjo dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan maksimum yaitu 90 meter. Kelurahan Orooro Dowo.

menara telekomunikasi dan internet atau jaringan nirkabel.Rencana jaringan listrik di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) . pemanfaatan bangunan tower yang telah ada untuk digunakan sebagai tower bersama dengan cara : . c. Pasal 20 (1). Pemasangan lampu penerangan jalan pada tiang distribusi tegangan rendah denga n posisi selang satu tiang 50 meter. Rencana sistem jaringan telekomunikasi dilakukan melalui pemenuhan terhadap jaringan telepon. (2). (3). (2). pembatasan terhadap pembangunan tower baru. tercantum dalam lampiran 7 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.rbuka menjadi jaringan distribusi kabel udara dilakukan sesuai kondisi lahan. Pemasangan lampu ini dipasang pada lampu sendiri terutama untuk lampu penerangan utama di arteri sekunder. b. Rencana pengembangan menara telekomunikasi dapat direncanakan sebagai berik ut : a. Pengembangan jaringan telepon direncanakan dengan melakukan perawatan secar a berkala jaringan telepon yang sudah ada saat ini dan tidak dilakukan pengembanga n jaringan.

Pasal 22 (1). b. Kidul Dalem. Gading Kasri. Kasi n dan Kauman dapat dilakukan dengan on site system dan sanimas. (4). perdagangan. Pengembangan jaringan air bersih dilakukan pada permukiman baru seperti di Kelurahan Bareng (3). (2). Penanggungan. dimanfaatkan secara bersama. kesehatan.Rencana jaringan air bersih di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Peningkatan prasarana internet di Malang Tengah dapat dilakukan sebagai ber ikut : a. penambahan titik-titik akses internet pada kawasan-kawasan rencana antara lai n kawasan: pendidikan. Pengolahan air limbah dengan on site-system dilakukan untuk pengolahan limb ah domestik yang ada di Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo.Rencana pengembangan jaringan sumber air baku bersumber dari mata air dan su mur bor (2). tercantum dalam lampiran 8 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini . Pengolahan air limbah di kelurahan dengan kepadatan tinggi seperti Keluraha n Bareng. (5). menara milik provider/operator lain apabila secara teknis memungkinkan. pemanfaatan titik akses internet di kawasan RTH meliputi Alun-alun Merdeka da n Alun-alun Tugu. Sukoharjo. menara Pengembangan Pemanfaatan Bersama yang telah berdiri. Taman Senaputra. dan pariwisata. apabila secara teknik memungkinkan bisa ditambah beban. Pasal 21 (1). Mengoptimalkan penyediaan air bersih dari PDAM dan melakukan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan sumur dan pompa (4).1. Rampal Celaket. 2. Samaan. .Rencana jaringan telekomunikasi di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada A yat (1). tercantum dalam lampiran 9 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah adalah sebagai berikut : . ma Pasal 24 (1). Setiap fasilitas perumahan. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mulai da ri pemilahan dan pengolahan sampah serta pengurangan jumlah sampah.Pasal 23 (1). (6). fasilitas perdagangan dan jasa dan fasilitas um um harus dilengkapi dan ditunjang dengan TPS (7). Sistem pengangkutan sampah di Malang tengah dilakukan melalui pengambilan s ampah di setiap TPS menuju TPA Supiturang. Mengoptimalkan TPS yang sudah ada di masing-masing kelurahan dengan peningk atan proses pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA (5). Sampah yang berasal dari rumah sakit umum ataupun rumah sakit bersalin haru s diolah terlebih dahulu oleh dengan incenerator untuk selanjutnya di buang ke TPA (4). Pemisahan sampah organik dan non organik baik yang berasal dari rumah tangg a maupun fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui program 3R (2). Peningkatan upaya reduksi dan pengolahan sampah secara terpadu di masing sing Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan sistem 3R (3).

tercantum dalam lampiran 10 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Jalan Veteran. Penambahan saluran baru terutama di Jalan Mayjen Panjaitan untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas. Rehabilitasi saluran dilakukan dengan pelebaran saluran terhadap wilayah-wila yah yang mengalami genangan dan banjir seperti saluran di Jalan Trunojoyo (terutama di sekitar stasiun KA yang menjadi titik pertemuan air dari Jalan Trunojoyo dan Jal an Kertanegara). Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah sebagaimana dimaksud p ada Ayat (1). Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman. b. Jalan Kertanegara. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin . Jalur evakuasi bencana alam ditetapkan di kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas meliputi lokasi Balai RW. Jalan Veteran. Jalan Tugu. Pembangunan bangunan penunjang prasarana drainase seperti bak kontrol di seti ap saluran yang rawan terjadi genangan.a. Normalisasi dilakukan pada saluran-saluran yang mengalami penyumbatan baik it u oleh sampah maupun oleh endapan seperti di saluran yang ada di Jalan Pajajaran. Kantor Kelurahan dan Kantor kecamatan di sepan jang Sungai Brantas Bagian Ketiga RENCANA FASILITAS UMUM . d. Paragraf IV Jalur Evakuasi Bencana Pasal 25 (1). (2). Bencana alam di Malang Tengah meliputi bencana banjir dan longsor di lokasi kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas (2). c.

Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Paragraf II Fasilitas Perumahan Pasal 27 . Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan f. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Peribadatan e. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perumahan b.Paragraf I Umum Pasal 26 (1). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan d. (2). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perdagangan dan Jasa c. Kebutuhan fasilitas umum ditentukan berdasarkan prediksi jumlah penduduk de ngan pertimbangan fungsi kegiatan dominan pada masing masing kelurahan. Rencana Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Umum terdiri dari : a.

Paragraf III Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pasal 28 (1). (7). seperti di Kelurahan Samaan dan Kelurahan Bareng.(1). Peremajaan permukiman di seluruh kelurahan dengan peningkatan sarana dan prasarana permukiman yang dibutuhkan. Jalan Brigjen Sla met Riyadi. . Pemenuhan kebutuhan fasilitas perumahan di Malang Tengah dilakukan melalui penambahan jumlah rumah secara vertikal dan horisontal (2). (5). Jalan Basuki Rahmat. Jalan Semeru.Jalan Jaksa Agung Suprapto. (4). (3). Fasilitas perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dikembangkan di jal an Kawi. ketinggian 1-3 lantai untuk ru mah kapling sedang sampai besar dan ketinggian 4 -5 lantai untuk Rusunawa. Pengembangan fasilitas perumahan secara vertikal sebaimana yang dimaksud ay at (1) dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ketinggian bangunan rumah tinggal seperti ketinggian 1 -2 lantai untuk rumah kapling kecil. Fasilitas perdagangan dan jasa pusat pelayanan kota dikembangkan di kawasan Pasar Besar dan sekitarnya (3).Pengembangan fasilitas perumahan secara horisontal sebaimana yang dimaksud a yat (1) dapat dilakukan dengan pengembangan rumah diatas lahan kosong dengan status legal. Jalan Veteran. Pengembangan apartemen baik yang bersifat murni hunian ataupun hunian dan komersil dapat dikembangkan di lokasi kelurahan yang mempunyai kepadatan tinggi dan lokasi berada di kawasan strategis ekonomi tepatnya di Kelurahan Sukoharjo. Pengembangan Rusunawa di Malang Tengah dikembangkan di lokasi kelurahan den gan tingkat kepadatan tinggi. perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dan perdagangan dan jasa pusat pelayanan lingkungan. (2). Kebutuhan perumahan di Malang Tengah secara detail akan ditentukan dalam RP 4D. Rencana pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa meliputi perdagangan da n jasa pusat pelayanan kota. (6).

Perbaikan kualitas fisik dan lingkungan fasilitas pendidikan yang ada. c.Fasilitas perdagangan dan jasa skala pusat pelayanan lingkungan dikembangkan secara merata tersebar di seluruh pusat lingkungan yang menyatu dengan kawasan permukiman Paragraf IV Fasilitas Pendidikan Pasal 29 Rencana pengembangan fasilitas pendidikan dilakukan dengan : a.(4). Penambahan fasilitas pedidikan terutama untuk fasilitas pendidikan tingkat TK diharapkan berada di dalam kawasan permukiman dengan memperhatikan radius jangkauan pelayanan. sesuai standar yang telah ditetapkan. Sekolah Dasar. SLTP da n SMU baik swasta maupun negeri dilakukan dengan mempertahankan dan mengoptimalkan semua fasilitas pendidikan yang ada di wilayah perencanaan saat i ni dengan cara pengembangan secara vertikal. Peningkatan kualitas pendidikan dengan orientasi kualitas bertaraf internasio nal mulai dari pendidikan tingkat SD sampai tingkat SMA. Arahan pengembangan fasilitas pendidikan setingkat TK. b. d. .

e. Integrasi fasilitas kesehatan dengan rusunawa terutama untuk fasilitas skala lingkungan. puskesmas. Penonjolan karakteristik khusus yang dimiliki fasilitas pendidikan khusus. Pemerataan fasilitas kesehatan tingkat masyarakat skala lingkungan seperti po syandu. c. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas fisik fasili tas yang ada. Pembangunan baru untuk fasilitas kesehatan skala pelayanan kota pada lokasi y ang belum terbangun.e. b. se hingga mampu membentuk fasiitas pendidikan yang bercitra dan berkarakter. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas baik milik swasta ataupu n pemerintah yang sudah ada tetap dipertahankan. puskesmas pembantu dialokasikan tersebar di seluruh sub blok peruntuk an. Paragraf V Fasilitas Peribadatan Pasal 30 Pengembangan fasilitas peribadatan dilakukan melalui peningkatan kondisi dan pemeliharaan fasilitas yang ada serta dikembangkan secara merata di seluruh kawa san permukiman Paragraf VI Fasilitas Kesehatan Pasal 31 Rencana pengembangan fasilitas kesehatan dilakukan dengan : a. . f. atau pada lokasi yang tingkat pelayanannya rendah. d. Integrasi fasilitas pendidikan dengan rusunawa terutama untuk tingkat pendidi kan TK.

47 9 M2. RTH hutan kota. e. (2) RTH hutan kota di Malang Tengah antara lain : Hutan Kota Malabar dengan luas 16.Taman Pemakaman Sama an seluas 77. RTH taman kota. Hutan Kota Kediri dengan luas 5. c. d. (4) RTH taman pemakaman di Malang Tengah berupa Makam Betek seluas 6. dan h.817 M2.16 M2. RTH taman rekreasi.786. RTH kawasan lindung.815 M2. Makam Pejuang Pelajar seluas 1. f.Paragraf Paragraf VII Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Pasal 32 (1) RTH di Malang Tengah ditetapkan sebagai berikut : a.452 . (3) RTH kebun bibit di Malang Tengah terdapat di Kebun Bibit Garbis dengan luas 3. RTH kebun bibit. b. RTH lapangan.896 M2. g. Hutan Kota Jakarta dengan luas 11.030 M2. RTH taman pemakaman. RTH jalur hijau.

310 M2. i.604 M2. TMP Suropati seluas 17.000 M2 dan TMP Pahlawan Trip seluas 500 M2. (10) RTH kawasan lindung di Malang Tengah antara lain : kawasan lindung sempadan rel kereta api dengan luasan sekitar 206.62 5 M2.910 M2. e. Lapangan sehitiga Jaksa Agung Suprapto seluas 27 M2.1 97 M2. Penghijauan di sekitar areal parkir yang tersebar di seluruh sub blok peruntu kan. Lapangan di Jl.810 M2. Makam Mergan seluas 41.923 M2. h.114 M2. Tepi Jalan Pangl ima Sudirman 1.275 M2. Taman Terusan Cikampek seluas 1. Penghijauan dikembangkan di lahan rumija sebagai jalur hijau di semua ruas ja lan arteri sekunder. Penambahan kebutuhan ruang untuk makam di Kecamatan Klojen dilakukan diluar Kecamatan Klojen. (6) RTH taman rekreasi berupa Taman De Playground seluas 1. Jeruk seluas 5. Taman Alun-Alun Merdeka dengan luas 23. Penambahan penghijauan di seluruh kawasan permukiman. Lapangan Simpang Patimura seluas 35 M2. Program sejuta pohon bagi pengembangan permukiman dengan menanam satu .305 M2. Taman Alun-Alun Tugu dengan luas 10.780 M2.970 M2. (7) RTH lapangan di Malang Tengah berupa kompleks GOR Gajayana dengan luas 53.218 M2.758 M2. Mengoptimalkan fungsi resapan pada makam sebagai fungsi resapan sehingga tidak diperbolehkan peng-kijing-an. Tepi Jalan Besar Ijen seluas 7.385 M2. Lapangan Tretes Selatan seluas 1. hutan kota.255 M2. Taman Segitiga Pekalongan seluas 346 M2.681 M2.080 M2.486 M2. (9) RTH tepi jalan di Malang Tengah antara lain : Tepi Jalan Mayjen Panjaitan se luas 3. Taman Wilis dengan luas 700 M2. Mangga seluas 7. Tepi Jalan Brigjen Slamet Riyadi seluas 1. (5) RTH taman kota di Malang Tengah antara lain : Taman Cimacam seluas 1. Tepi Jalan Langsep seluas 1.382 M2.539 M2. taman. Lapangan di Jl. b. Lapangan di belakang Jl. Makam Gading seluas 3.498 M2. Taman Trunojoyo dengan luas 5.774 M2. Mempertahankan RTH (lapangan olahraga. Taman Cikampek seluas 197 M2. f. Taman Jalur Tengah Veteran seluas 8. Taman Melati dengan luas 210 M2. Taman Choiril Anwar dengan luas 43 M2. (11) Rencana pengembangan fasilitas ruang terbuka hijau dilakukan dengan : a.840 M2. Taman Simpang Balapan dengan luas 1. Lapangan Simpang Ijen seluas 4.690 M2. Taman Jalur Tengah Dieng dengan luas 3. Tepi Jalan Retawu 2.410 M2 dan Taman Jalur Tengah Langsep dengan luas 8. g.849 M2. Taman Adipura / Arjuna dengan luas 395 M2. Tepi Jalan Ijen seluas 2. c. (8) RTH jalur hijau di Malang Tengah antara lain : Jalur Tengah Galunggung denga n luas 770 M2. d. Mempertahankan makam yang sudah ada dan mengoptimalkan fungsi makam melalui makam tumpangan. Taman Ronggowarsito dengan luas 3.910 M2 dan sempadan sungai brantas dengan luasan sekitar 439. Taman Jalur Tengah Ijen dengan luas 10.M2.619 M2.733 M2. Taman Cibogo seluas 2. lokal dan jalan lingkungan. Pengadaan jalur hijau di setiap ruas jalan. Brigjen Slamet Riyadi seluas 243 M2.903 M2.779 M2.465 M2. Taman Kertanegara dengan luas 2. Taman TGP dengan luas 201 M2. Taman Jalur Tengah Veteran dengan luas 9. Tepi Jalan Raya Dieng seluas 1. Lapangan di Kompleks Perumahan Taman Indah Ijen seluas 32. boulevard atau jalur hijau dan makam) yang ada saat ini.

.pohon pada setiap rumah. median jalan yang tersebar di hampir seluruh jalan arteri sekunder dan lokal. sedangkan parkir juga tersebar di kawasan perdagangan dan jasa (kecuali Kawasan Pasar Besar). halaman/pekarangan ru mah atau taman bermain atau taman berpaving. jalur pedestrian (trotoar). parkir dan lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen atau paving yang tersebar di kawasan permukiman dan fasil itas umum. sedangkan jalur pedestrian yang ada di Kawasan Pasar Besar sebagian besar dipakai untuk parkir. (12) Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) saat ini berupa plasa.

Bagian Keempat RENCANA PERUNTUKAN BLOK Paragraf I Umum Pasal 33 (1) Peruntukan blok di Malang Tengah meliputi: a. (2) Kawasan lindung di Malang Tengah meliputi: a. rencana kawasan lindung b. area par kir. Kawasan Rawan Bencana Alam c. Kawasan Lindung Setempat b. lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen. Paragraf II Rencana Kawasan Lindung Pasal 34 (1) Rencana kawasan lindung di Malang Tengah merupakan penetapan fungsi kawasan agar wilayah yang dilindungi dan memiliki fungsi perlindungan dapat dipertahanka n. rencana kawasan budidaya. (2) Peta rencana peruntukan blok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). . Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan. tercantum d alam lampiran 11 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. jalur pejalan kaki (pedestrian).(13) Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) berupa halaman rumah atau taman berpaving.

(5) Perlunya pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan pengawasan terhadap berkembangnya kawasan terbangun pada sempadan sungai maupun alihfungsi lahan lainnya. .Pasal 35 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan sungai meliputi kawasan sekitar Sun gai Brantas dan sempadan Sungai Kasin (2) Pendirian bangunan di Kawasan Lindung Setempat tidak diperbolehkan untuk bangunan dengan fungsi hunian kecuali bangunan dengan fungsi penunjang kawasan lindung. (4) Pengendalian kegiatan di sekitar sungai atau bangunan di sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian atau pengelolaan sungai dil arang untuk didirikan. (6) Sungai yang melintasi kawasan permukiman perlu dilakukan re-orientasi pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian latar depan. (7) Pencegahan dilakukan kegiatan budidaya di sepanjang sungai. (3) Pengamanan dan perlindungan sekitar sungai atau sempadan sungai baik sungaisungai besar maupun kecil dilarang untuk alih fungsi lindung yang menyebabkan at au merusak kualitas air. kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya.

kabel telepon. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan dan penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. saluran. kabel signal. (3) Upaya pengelolaan kawasan sempadan rel Kereta Api. Pasal 36 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan Kereta api meliputi kawasan di sepanjang rel Kereta Api (2) Kawasan sempadan rel Kereta Api sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditetapk an dengan jarak sempadan masing-masing antara 10 11. termasuk bagian bawahnya serta ruang bebas diatasnya. pagar. (9) Peningkatan kebersihan sungai. Penataan kawasan dengan upaya merelokasi bangunan yang ada di sempadan rel. Penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan alat-alat pendukung sistem transportasi perkeretaapian yang berupa. dari sampah melalui peningkatan kesa daran masyarakat akan kebersihan sungai. saluran. f. Menetapkan pengaturan mengenai jalur perkeretaapian dengan ketentuan ruang manfaat jalan 6 m. Penataan/perbaikan melalui penyediaan taman/jalur hijau pada sempadan. telegraf. kawasan Kayu Tangan yang terdiri dari kompleks pertokoan di sepanjang koridor . serta penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan.(8) Pengembangan kegiatan konservasi aktif di sekitar sempadan dan lainnya. Tidak membangun gedung. dan 4. 2. menanam jenis pohon yang tinggi dimana akan mengganggu pandangan bebas maupun mengganggu keselamatan perkeretaapian. 3. 3. ruang pengawasan jalan 23 m. ruang milik jalan 12 m. Menetapkan intensitas bangunan di sekitar rel merupakan kegiatan dengan kepadatan sedang = 75%.5 m untuk jalan inspeksi. 3 m untuk taman dan pembatas. c. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. e. tanggul.5meter diukur dari as jalan rel terdekat. d. Pasal 37 (1) Kawasan Cagar Budaya di Malang Tengah terdiri dari lingkungan cagar budaya d an bangunan cagar budaya (2) Lingkungan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilind ungi dan dilestarikan meliputi: a. membuat tembok. perlindungan badan rel. dan bangunan lainnya. 6 m untuk badan jalan rel kereta api. b. kabel listrik. 2 m untuk sistem penerangan jalan dan drainase. yang terdiri dari : 1. dan g.

Ijen yang terdiri dari Gedung Sekolah Menengah Kristen (Christ MULO School). Toko Oen. (4) Benda Cagar Budaya wajib dipertahankan keberadaannya dengan tidak mengalihka n dan/atau merubah fungsi dan desain dan/atau gaya arsitekturalnya. dan Balai Kota. kawasan Alun-alun Tugu yang terdiri dari Stasiun Kereta Api Malang. . Gedung PLN. Sekolah Cor-Jessu.Kajoetangan straat. (3) Bangunan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilindun gi dan dilestarikan meliputi Gereja Kathedral Hati Kudus. Koridor Jl. dan pertokoan di perempatan KajoetanganstraatSemeroestraat. dan c. bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas umum lainnya dengan karakter gaya arsitektural kolonial indische dan kolonial modern. Semeru-Jl. b. Gedung HBS/AMS di JP. dan Komplek Stadion Gajayana. COEN PLEIN (Alun-alun Bunder).

Oro-Oro Dowo. dan sebagainya yang dapat di fungsikan sebagai kawasan/zona evakuasi e. . addisi. balai pertemuan. adaptasi/revitali sasi. pemanfaatan BCB atau situs yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa lepas. Upaya pelestarian melalui preservas i dan konservasi. Perbaikan kondisi jalan lingkungan yang ada dengan lebar jalan antara 3. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan sebagai berikut : a. Sama an. Penanggungan. (2). Perbaikan/peningkatan kondisi saluran drainase yang ada.5 5 me ter (mengurangi gang-gang buntu) dan juga dapat dilalui truk pemadam kebakaran d. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan banjir dan longsor dilakukan deng an : a. yaitu untuk drainase gang ± 25 cm. Kawasan rawan banjir dan longsor sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada sempadan Sungai Brantas (4). eksporasi atau penelitian.(5) Terkait dengan BCB untuk pengembangan lebih lanjut mengenai keberadaan BCB d i Kota Malang mengenai perlindungan dan pelestariaanya dilakukan terutama pada 3 tahapan (1). Klojen. Pasal 38 (1). sehingga tidak memenuhi syarat layak huni untuk lingkungan pemukiman penduduk. (2). mengingat pada kawasan perumahan padat ini ruang terbuka sangat terbatas. Penempatan hidran dan sumur bor di setiap perkampungan padat. (5). Ketersediaan fasilitas umum: taman lingkungan. renovasi. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Kawasan rawan kebakaran sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada pada kawa san permukiman padat yang tersebar di seluruh wilayah Malang Tengah seperti Keluraha n Sukoharjo. Sama an. relokasi permukiman di sempadan Sungai Brantas yang ada di Kelurahan Penanggungan. Penataan intensitas bangunan sesuai dengan rencana intensitas bangunan. gentrifikasi dan demolisi (3). lapangan OR. (3). Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. b. Oro-Oro Dowo. dan restorasi/rehabilitasi/rekonstruksi. c.Kawasan rawan bencana di Malang Tengah meliputi kawasan rawan kebakaran sert a kawasan rawan banjir dan longsor. Klojen.

g.b. c. b. e. f. Paragraf III Rencana Kawasan Budidaya Pasal 39 Pengembangan Kawasan Budidaya meliputi: a. pengembalian lahan sempadan untuk penanaman vegetasi sebagai buffer atau penyangga pada dinding tebing sungai. d. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Perumahan Perdagangan dan Jasa Sektor Informal Fasilitas Umum Pariwisata RTH RTNH .

Tidak mengganggu fungsi lindung dan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam.Rencana Perumahan Pasal 40 (1) Kawasan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. dan perumahan real estate. Upaya intensifikasi pembangunan dengan menambah penyediaan RTH untuk bangunan gedung bertingkat. Kauman dan Kasin. dilakukan tindakan preventif. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan d . Pengembangan kegiatan konservasi aktif d. peremajaan dan relokasi permukiman padat dan kumuh yang legal dengan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan dengan kepadatan sangat tinggi yaitu Sama an dan Sukoharjo serta Kelurahan yang kepadatannya tinggi yaitu Bareng. (2) Arahan penataan/perbaikan di kawasan permukiman padat di Malang Tengah dilak ukan melalui : a. pusat perdagangan dan jasa. permukiman liar di sepanjang sungai Brantas dan sempadan rel KA. masyarakat kelas menengah ke atas (apartement) dan masyarakat kelas atas (apartement menyatu dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas umum). penanganan limbah dan drainase) dan fasilitas sosial (kesehatan. meliputi permukiman dengan kepadatan tinggi. dan pengawasan terhadap kawasan konservasi tersebut terutama untuk untuk lokasi yang masuk dalam ukuran 10 15 m (sempadan sungai) dan 12m (sempadan KA). rumah berkarakter khusus (karakter bangunan kolonial). pendidikan. (3) Arahan penataan dan penertiban permukiman yang berdiri di kawasan konservasi sempadan sungai dan sempadan rel KA. perkantoran. f. b. rumah dinas. d. yaitu : a. Peningkatan kualitas perumahan melalui rehabilitasi. Kawasan permukiman harus didukung oleh ketersediaan fasilitas fisik atau util itas umum (pasar. Penataan bangunan permukiman padat diwajibkan membangun jalan inspeksi dan re-orientasi bangunan ke sungai atau rel Kereta Api. Pembangunan perumahan baru dilakukan secara intensif (vertikal) untuk masyara kat kelas bawah (rusunawa/rusunami). c. persampahan. e. sarana air bersih. hydrant. perkampungan Arab. penertiban. b. agama). Pengembangan sistem permukiman kompak dilakukan melalui peningkatan fungsi rumah terintegrasi dengan fungsi lain seperti ruko dan rukan untuk kawasan permukiman yang strategis dan mempunyai kecenderungan beralih fungsi menjadi perdagangan dan jasa seperti yang terjadi hampir di seluruh ruas jalan di Malang Tengah. c.

dan s anitasi lingkungan termasuk penyediaan RTH. (7) revitalisasi bangunan rumah dengan karakter bangunan kolonial dilakukan deng an upaya penetapan dan pelestarian bangunan cagar budaya.an penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. . (6) Penataan perumahan dinas dilakukan dengan melakukan perbaikan serta peningka tan kualitas sarana dan prasarana permukiman seperti jaringan jalan. drainase. (8) pengembangan perumahan real estate dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan utilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya secara mandiri dan terin tegrasi dengan rencana pembangunan yang ada di kawasan sekitarnya.

Rais . Brigjen Katamso . KH. Ir.Jl. Rencana Sektor Informal . Jl. Jl. Merdeka Selatan .Jl. (7) Mempertahankan dan mengoptimalkan sentral PKL yang sudah ada serta melakukan penataan dan pengembangan sentra-sentra PKL untuk menampung PKL yang terdapat di sekitar pusat kegiatan seperti kawasan MOG. Jl . SW.Jl. (6) Perbaikan dan revitalisasi kawasan perdagangan dan jasa di pusat kota. Ir. Ade Irma Suryani . Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Rais (pasar Kasin) dikembangkan sebagai p asar tradisional.Jl. pusat perbelanjaan dan toko modern.Jl. Bendungan Sutami .Jl. Kauman Jl. Merdeka Barat Jl. (9) Revitalisasi dan penataan Pasar Comboran ditunjang fasilitas parkir umum dis ekitarnya. Agus Salim . Bas uki Rahmad Jl. Ijen. pusat perbelanjaan dan toko modern. (3) Kawasan perdagangan dan jasa skala pusat kota (regional) berkembang di sekit ar Pasar Besar berupa pasar tradisional. Kawasan Alun-alun dengan ketentuan penyediaan lahan 5 10% dari luas lahan kawasan perdagangan. Muh. Raya Langsep Jl. Pasar Besar dikembangkan berupa toko modern dan di Jl. (8) Pengembangan Kawasan perdagangan dan Jasa yang ada lebih dioptimalkan dengan cara vertikal di sepanjang arteri sekunder. Achmad Dahlan. KH. khusu snya Pasar Besar dan sekitarnya sebagai pusat perbelanjaan dengan skala regional.Jl. Galunggung -Jl. Sutan Syahr ir Jl.Rencana Perdagangan dan Jasa Pasal 41 (1) Perdagangan dan jasa di Malang Tengah terdiri dari pasar tradisional. Pasar Besar. Yamin (pasar Comboran). (4) Kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan sub pusat kota di sepanj ang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Hasim Asyari Jl. Bandung Jl. perdagangan dan jasa pelayanan sub pusat kota s erta perdagangan dan jasa pelayanan lingkungan. Pranoto . Mayjen Panjaitan . Simpang Langsep. V eteran Jl. Cokroaminoto (pasa Klojen) dan Jl. Jl. (2) Pengembangan kawasan perdagangan meliputi rencana perdagangan dan jasa pelayanan pusat kota (regional). (5) Kawasan perdagangan dan jasa skala pelayanan lingkungan di kawasan permukima n dikembangkan berupa pasar modern. Jl. Halmahera. Letjen Sutoyo Jl.Jl.Brigjen Slamet Riyadi. Jl. Arief Margono.

Jalan Halmahera. kawasan pusat perbelanjaan/pertokoan (MATOS dan MOG).Pasal 42 (1) Sektor informal dikembangkan di kawasan perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dalam bentuk sentral PKL dan PKL binaan yang menyatu dengan kawasan atau bangunan fungsional. kawasan Jalan Wilis dan kawasan Pasar TUGU (pasar pagi pada hari sabtu-minggu di Jalan Semeru). kawasan Bareng. (2) Sektor informal di Malang Tengah berupa sentral PKL dikembangkan di kawasan Stasiun Kota Baru. kawasan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya. (3) Sektor informal di Malang Tengah berupa PKL binaan yang menyatu dengan fungs ional dikembangkan di lokasi Pasar Besar dan Alun-Alun Merdeka. kawasan Alun-Alun Kota . (4) Kawasan khusus sebagai wahana perdagangan sektor informal dengan skala kecil yang mempunyai ciri khusus dan dalam jumlah yang besar tetap menggunakan lokasi yang ada tanpa peningkatan intensitas kegiatan antara lain Pasar Burung Splendid. .

(4) Fasilitas pendidikan skala kecamatan atau kawasan berupa TK. da n komplek pendidikan Santa Maria dan STM Nasional di Raya Langsep. komplek pendidikan di Jalan Veteran. komplek pendidikan Cor Jesu. (2) Pengembangan fasilitas pendidikan skala pelayanan regional sebagaimana yang dimaksud dalam Ayat (1) meliputi fasilitas pendidikan berupa SMA komplek di Alun -alun Tugu. Panti Waluyo serta Rumah Sakit Bersalin yang sudah ada tetap dipertahankan. RS. Lavalette. RS. Melati Husada dan RS. kawasan pelaya nan kesehatan. komplek pendidikan Santo Albertus (Dempo). Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (Negeri). kawasan pertahanan dan kemanana. skala kecamatan dan skala lingkungan. labora . misalnya apotek. Pasal 45 (1) Pengembangan kawasan kesehatan skala regional seperti RSUD Dr. Sekolah Dasar N egeri (SDN) atau MI. Sama an. klinik. (2) Pengembangan fasilitas pendukung skala kota. Hermina. Bareng. Kasin dan Kauman. Siti Aisyah. kawasan peribadatan Pasal 44 (1) Pengembangan kawasan pendidikan di Malang Tengah meliputi fasilitas pendidik an skala pelayanan regional. Syaiful Anwar . SMU Negeri yang tersebar pada tiap-tiap kelurahan tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan dilakukan peningkatan kualitas pendidikannya. RSI. RS. (3) Fasilitas pendidikan skala pelayanan regional tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan peningkatan kualitas berstandart internasional. (5) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat TK dikembangkan dalam kawasan permukiman (6) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat SD secara vertikal terutama di dal am kawasan permukiman yang memiliki kepadatan tinggi seperti di Kelurahan Sukoharjo .Rencana Fasilitas Umum Pasal 43 Pengembangan kawasan fasilitas umum meliputi: kawasan pendidikan.

Jl. Pasar Besar.Jl. Brigjen Katamso . (4) Peningkatan fasilitas skala lokal atau lingkungan di tiap Kelurahan (Puskesm as Pembantu.torium di sepanjang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Merdeka Selatan .Jl. Bandung Jl. Hasim Asyari Jl.Jl. SW. Polides.Jl. Mayjen Panjaitan . Jl. Jl. Praktek Mantri. K auman Jl. Rais . (3) Peningkatan pelayanan pada fasilitas kesehatan yang ada terutama fasilitas d engan skala pelayanan kawasan/lingkungan (puskesmas puskesmas pembantu) di sekitar kawasan permukiman. Merdeka Barat Jl. Veteran Jl. Basuki Rahmad Jl. Galunggung -Jl. Simpang Langsep. Jl. Sutan Syahrir .Jl. Posyandu). Pranoto . Ijen. Jl. (5) Pengembangan semua fasilitas kesehatan dilakukan secara tereintegrasi dengan apotek untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara terpadu. Jl.Jaksa Agung Suprap to Jl. Bendungan Sutami . KH. Achmad Dahlan. Praktek Dokter/Bidan) dan di tiap lingkungan (Praktek Bidan. Ade Irma Suryani Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jl. Jl. Ir.Brigjen Slamet Riy adi. Agus Salim . Halmahera. KH. Pasal 46 Pengembangan kawasan pertahanan dan keamaman dilakukan dengan: . Arief Margono.Jl.Jl. Raya Langsep .

Jenderal Basuki Rahmat dan Gereja Katolik Kathedral Santa Perawan Maria Dari Gunung Karmel di Jl. mempertahankan ruang terbuka hijau yang ada di kawasan pertahanan dan keamana n. (2) pengembangan fasilitas peribadatan skala lingkungan berupa musholla secara m erata sesuai kebutuhan dengan lokasi menyatu dengan kawasan permukiman. Koridor Jl.a. Buring. Rencana RTH . Semeru-Jl. c. mempertahankan lokasi kawasan pertahanan dan keamanan yang terletak di SKODAM Brawijaya dan kantor-kantor militer lainnya. c. Merdeka Barat. Wisata sejarah/budaya meliputi wisata bangunan dan lingkungan cagar budaya an tara lain kawasan Kayu Tangan. Wisata buatan meliputi Taman Rekreasi Kota. Ijen da n Museum Brawijaya. dan Playground De Rumah. MOG. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Jl. GPIB Jemaat IMMANUEL di Jl. Taman Rekreasi Senaputra. Arif Rahman Hakim. b. Kawasan Alun-Alun Tugu. pengembangan fasilitas penunjang kegiatan pertahanan dan keamanan di kawasan pertahanan dan keamanan yang ada Pasal 47 Pengembangan kawasan peribadatan dilakukan dengan : (1) mempertahankan fasilitas peribadatan yang sudah ada terutama untuk skala kot a melipti Masjid Jami Kota Malang di Jl. Matos dan @Max Pasar Splended sebagai wisata belanja b. Rencana Pariwisata Pasal 48 Rencana pengembangan pariwisata di Malang Tengah dilakukan dengan: a. Wisata belanja yang meliputi pusat perbelanjaan Alun-alun Merdeka.

Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan umum sebagai fungsi estet is dan ekologis diarahkan pada sekitar pusat Kota. e. jenisnya: RTH tepi jalan. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar perumahan padat f. Mempertahankan hutan kota dan taman-taman kota yang ada sebagai fungsi ekolog is dan estetis kota. . d. RTH sekita r pasar. g. Mewajibkan pada pengembangan perumahan baru untuk mengalokasikan lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau baik itu berupa lapangan olahraga maupun taman bermain dengan proporsional terhadap kebutuhan penghuninya. Keberadaan lapangan olahraga yang tersebar di tiap-tiap kawasan permukiman te tap dipertahankan dan dihindari untuk peralihan fungsi sebagai kawasan terbangun. RTH sekitar kawasan perdagangan. Optimalisasi ruang terbuka hijau daerah sempadan sungai dan sempadan rel kere ta api.Pasal 49 Rencana pengembangan RTH di Malang Tengah dilakukan dengan: a. c. Keberadaan makam difungsikan sebagai resapan air. b.

Rencana RTNH Pasal 50 Rencana pengembangan RTNH di Malang Tengah dilakukan dengan mempertahankan yang sudah ada saat ini berupa aksesori RTH. Paragraf II Rencana Koefisien Dasar Bangunan Pasal 52 (1). Peningkatan citra kawasan dilakukan di lokasi kawasan strategis meliputi ka wasan cagar budaya dan kawasan strategis ekonomi melalui penyusunan RTBL pada kawasan yang bersangkutan. b. area parkir. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat yang tersebar hampir di seluruh kelurahan tetap dipertahankan dengan KDB maksimal 90%. Koefisien Dasar Hijau dan Garis Sempadan Bangunan. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat dan masuk dalam sempadan sungai di beberapa titik lokasi diarahkan relokasi ke rumah . plasa. halaman/pekarangan rumah ata u taman bermain atau taman berpaving. Koefisien Lantai Bangunan. (2). lapangan olah raga dengan tutupan struktur s emen. Penataan bangunan dan lingkungan dilakukan dengan mengatur dan mengendalika n rencana bangunan dan lingkungan melalui pengaturan Koefisien Dasar Bangunan. Bagian Kelima RENCANA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Paragraf I Umum Pasal 51 (1). Rencana Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dilakukan dengan : a. jalur pejalan kaki (pedestrian) dan median jalan.

museum) dan fasilitas perumahan (Jalan Besar Ijen). penghawaan dan penyinaran alamiah. Lapangan olah raga dengan KDB 20 % (sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen dan semi permanen di dalam areal jalur hijau). Fasilitas perdagangan dan jasa dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk sirkulasi parkir. sirkulasi parkir. . taman dan penghijauan. h. d. Penyediaan fasilitas umum pada masa mendatang juga diarahkan untuk dilengkapi dengan ruang terbuka yang dipergunakan untuk tempat parkir. f.susun dengan KDB 70 % c. Pemanfaatan lahan di dalam kawasan perumahan Ijen Nirwana KDB 50 70 % tetap dipertahankan. g. rumah sakit. Fasilitas umum dan perumahan dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk penghawaan dan penyinaran yang optimal supaya kondisi lingkungan lebih sehat e. bongkar muat barang. untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukung pemakaman. pemerintahan. Makam dengan KDB 5 %. dengan KDB maksimum 50 % seperti halnya yang ada pada pusat perdagangan (MATOS dan MOG). penghijauan dan penghawaan dan penyinaran seperti di fasilitas umum (pendidikan.

b. KLB diatas 400 % (maksimum) hanya diperbolehkan di sepanjang koridor Jalan Letjen Sutoyo Jalan Jaksa Agung Suprapto Jalan Basuki Rahmad Jalan Merdeka Timur Jalan Merdeka Barat Jalan Kauman Jalan Hasim Asyari Jalan Arief Margono. tercantum dalam lampiran 12 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Permukiman dengan KLB antara 100 % .(2) Peta rencana Koefisien Dasar Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).200 % ini tetap dipertahankan. Ijen dengan fungsi peruntukan untuk perdagangan dan (2) Peta rencana Koefisien Lantai Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Rencana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dilakukan dengan : a. ruas Jalan Mayjen Panjaitan Jalan Brigjen Slamet Riyadi dan Jalan Veteran jasa Jl. tercantum dalam lampiran 13 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Bandung Jl. *diletakkan di pasal tentang RTH perda tentang makam thn 2006 (penambahan luasan makam 2% dari lahan pengembang) Paragraf III Rencana Koefisien Lantai Bangunan Pasal 53 (1). Paragraf IV Rencana Koefisien Dasar Hijau .

Agus Salim . Sutan Syahrir .Jl. . Panglima Sudirman Jl.Pasal 54 Rencana Koefisien Dasar Hijau dilakukan dengan : a. Ade Irma Suryani .Jl. Bandung Jl. Pranoto . Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. Simpang Langsep. Galunggung -Jl. Rencana Garis Sempadan Bangunan dilakukan dengan : a. Achmad Dahlan. Paragraf V Rencana Garis Sempadan Bangunan Pasal 55 (1). Basuki Rahmad Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jl. Arief Margono. SW.Jl. Jl.Jl.Brigjen Slamet Riyadi. Rais . Merdeka Barat Jl. Ir. kawasan militer juga tetap menggunakan komposisi 60 % : 40 % dengan ketentuan ruang terbuka dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masing masing.Jl.13 m. Halmahera. Jl. Veteran Jl. Brigj en Katamso . Kauman Jl. Tumenggung Suryo Jl. Pasar Besar. Ijen. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. kawasan perdagangan dan kawasan industri ditetapkan komposisi antara terbangu n dan non terbangun adalah sebesar 60 % : 40 % b.Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Bendungan Sutami Jl. Jl. KH.Jl. Merdeka Selatan . Hasim Asyari Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Raya Langsep . Laksamana Martadinata. KH. Gatot Subroto Jl. kawasan permukiman padat ditetapkan minimal 1 rumah mempunyai 1 pohon c. Jalan arteri sekunder diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 5 . Jl. b.Jl. Jalan lokal diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 4 .10 m. Jl.

maupun masyarakat. (2) Peta rencana garis sempadan bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).c. tercantum dalam lampiran 14 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Jalan lingkungan diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 1 . Bagian Keenam RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN FASILITAS ATM Pasal 56 (1) penyediaan fasilitas ATM direncanakan mengikuti rencana pengembangan perdaga ngan dan jasa baik skala pelayanan Pusat Kota sub Pusat Kota maupun lingkungan serta fasilitas umum lainnya.5 m. Bagian Ketujuh RENCANA INDIKASI PROGRAM Pasal 57 (1) Rencana indikasi program ditetapkan untuk mengoptimalkan penyusunan programprogram teknis dan upaya untuk mendorong keikutsertaan semua pihak baik pemerintah. Yang termasuk dalam kategori ini antara semua jalan yang mengubungkan antara kawasan permukiman dengan pusat pusat kegiatan disekitarnya. swasta. (2) Rencana indikasi program ditetapkan dalam waktu 20 (Dua Puluh) tahun semenja k ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan dibagi tiap lima tahun sesuai dengan prior itas pengembangan yang telah ditentukan berdasarkan kondisi wilayah perencanaan . (2) Pengembangan fasilitas ATM juga direncanakan di sekitar kawasan permukiman s erta pengembangan permukiman baru.

BAB IV KETENTUAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG Bagian Kesatu Umum Pasal 58 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan melalui penetapan peraturan zonasi. Bagian Kedua Ketentuan Umum Peraturan Zonasi . pemberian insentif dan disinsentif.(3) rencana indikasi program sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tercantum dalam lampiran 15 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (2) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota. perijinan. dan pengenaan s anksi.

(3) Peraturan zonasi pada setiap butir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat tentang : a. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari pemerintahan dengan kode PK-1 dan pertahanan dan keamanan dengan kode PK-2. s kala kota dengan kode FP-2. . Zona Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari komersil skala regional dengan kode K-1. Zona Ruang Terbuka Hijau terdiri dari taman kota dengan kode H-1. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Budidaya. Zona Perhubungan terdiri dari stasiun dengan kode TR-2. Zona Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari skala regional dengan kode FP-1. Zona Kawasan Pemerintahan. taman lingkungan dengan kode H-4. dan b. komersil skala kota dengan kode K-2. Zona Kawasan Permukiman terdiri dari rumah tunggal dengan kode R-1. f. taman pemakaman dengan kode H-5. b. jalur hijau dengan kode H-6 dan lapangan dengan kode H-7. skala kecamatan dengan kode FP-3. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Lindung. Pasal 60 (1) Klasifikasi Zonasi di Kecamatan Klojen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.Pasal 59 (1) Peraturan zonasi disusun sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang. Zona Kawasan Lindung terdiri dari kawasan sempadan sungai dan atau kawasan sempadan rel kereta dengan kode KL-2. dan b. d. dan h. Penetapan pemanfaatan ruang. komersil skala kelurahan dengan kode K-4 dan komersil skala lingkungan dengan kode K-5. c. (2) Dalam peraturan zonasi sesuai dengan rencana rinci tata ruang dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. rumah deret (town house) dengan kode R-4. e. Intensitas kegiatan pada setiap zona yang ditetapkan. Zona Industri dan Pergudangan terdiri dari industri dengan kode I-1. skala kelurahan dengan kode FP-4 dan skala lingkungan dengan kode FP-5. g. ser ta berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. m eliputi : a.

Blok o Dowo c. Blok e. Blok f. Blok Peruntukkan II yang meliputi : Sub Blok Penanggungan dan Sub Blok Oro-or Peruntukkan III yang meliputi : Sub Blok Gading Kasri dan Sub Blok Baren Peruntukkan IV yang meliputi : Sub Blok Kasin dan Sub Blok Kauman Peruntukkan V yang meliputi : Sub Blok Kidul Dalem dan Klojen Peruntukkan VI yang meliputi : Sub Blok Sukoharjo Bagian Ketiga Peraturan Zonasi Pasal 62 . Blok g d.(2) Klasifikasi zonasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tercantum dalam lampi ran 16 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini Pasal 61 Pembagian zonasi Kecamatan Klojen dibedakan menjadi zonasi pada : a. Blok Peruntukkan I yang meliputi : Sub Blok Sama an dan Sub Blok Rampal Celaket b.

gangguan keamanan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. permukiman terdiri dari R-1. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 57 ayat (1) huruf b. meliputi : a. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. f. (2). Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2 . 3. b. tercantum dalam lampiran 17 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Pasal 63 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf a. e. dan/atau perusakan lingkungan). Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. Kawasan RTH terdiri dari H-4 dan H-7. RTH. d. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan.(1). 2. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. c. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah . Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). adalah : a. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. dan TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. . Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. 3. FP-2. FP-3. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. pencemaran lingkungan. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1.

2. 3. Pemanfaatan kawasan perdagangan skala kota yang ada di Jl. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. TPS. halte. adalah : a. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.Dasar adalah 1. WR. Supratman tidak boleh berubah .000 meter) 5. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf c. dan sarana pelayanan umum secara terbatas.

Minimal berada pada jalan lokal c. Perdagangan dan jasa. 2. serta perkantoran. 2. sub terminal. TPS secara terbatas. peribadatan. sub terminal. 4. 5. industri manufaktur. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. kesehatan. Pemanfaatan fasilitas umum skala kota tidak boleh berubah. Pemanfaatan fasilitas umum skala regional tidak boleh berubah 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . listrik dan telekomunikasi 5. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Sama an dan Rapal Celaket) dan fasilitas kesehatan skala kota (khusus untuk sub blok Sama an) 5. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. 4. perdagangan dan jasa. Minimal berada pada jalan lokal b. drainase. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). persampahan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 3. kesehatan. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. TPS secara terbatas.4. RTH. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk sarana umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) huruf d. RTH. industri manufaktur. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal b. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. perkantoran. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 3. TPS dengan syarat-syarat tertentu. drainase. yaitu jaringan air bersih. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. listrik dan telekomunikasi 5. 6. air limbah. persampahan. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. air limbah.

listrik dan telekomunikasi 5. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.1. kesehatan. Pemanfaatan fasilitas umum skala kecamatan tidak boleh berubah. air limbah. 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. peribadatan. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal . perdagangan dan jasa. persampahan. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. drainase. RTH. sub terminal.

Tidak diperkenankan dibangun permukiman. adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. persampahan. dan pertanian. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. RTH. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. perdagangan dan jasa. 4. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. dan listrik 5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. drainase. 3. dan pertanian. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Pemanfaatan fasilitas umum skala kelurahan tidak boleh berubah. 3. pertambangan. Minimal berada pada jalan lingkungan e. perkantoran. pertambangan. yaitu jaringan air bersih. RTH. air limbah. peribadatan.d. 2. TPS secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. peribadatan. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Pemanfaatan kawasan pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 aya t (1) huruf f. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. adalah : a. persampahan. 2. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. RTH. 2. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. air limbah. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. yaitu jaringan air bersih. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf e. 2. pertambangan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. terminal . Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder 4. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). perdagangan dan jasa. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. 3. dan listrik 5. Pemanfaatan kawasan pemerintahan tidak boleh berubah b.

b. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. .dan TPS. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak diperbolehkan berubah. 3. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. 2. pertambangan dan pertanian. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Tidak diperkenankan dibangun industri. 4. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. 2.

. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 64 (1). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. meliputi : a. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pa sal 59 ayat (1) huruf b. 2. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. d. FP-3. adalah : a. e. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. H-6 dan H-7. H-5. f. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. gangguan keamanan. tercantum dalam lampiran 18 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1.3. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Kawasan RTH terdiri dari H-1. dan/atau perusakan . Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. permukiman terdiri dari R-1. b. FP-2. RTH. Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (1) huruf a. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2). Pasal 65 (1). Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). H-4. c. pencemaran lingkungan. 3. (2). K-4 dan K-5. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf b. 2. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).

Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pemanfaatan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder.000 meter) 5. adalah : a.lingkungan). sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. 3. . Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf c. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai.

b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. RTH. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 2. 3. yaitu jaringan air bersih. TPS dengan syarat-syarat tertentu. RTH. 2. 5. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. industri manufaktur. 3. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. Brigjen Slamet Riyadi tidak boleh berubah 5.3. sub terminal. sub . Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Penanggungan. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala regional tidak boleh berubah 4. perkantoran. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 58 ayat (1) huruf d adalah : a. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 6. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. persampahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Berada pada jalan lokal c. kesehatan. listrik dan telekomunikasi 5. peribadatan. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal b. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. kesehatan. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Perdagangan dan jasa. peribadatan. 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. TPS. 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. industri manufaktur. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. air limbah. perkantoran.

Minimal berada pada jalan lokal c. 3. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kota tidak boleh berubah 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : .terminal. listrik dan telekomunikasi 5. drainase. persampahan. TPS secara terbatas. air limbah.

Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI).1. RTH. RTH. dan listrik 5. 3. dan pertanian. TPS secara terbatas. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. pertambangan. Minimal berada pada jalan lingkungan e. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. TPS secara terbatas. Minimal berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf e. 2. kesehatan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 2. 3. perkantoran. dan listrik 5. RTH. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. air limbah. 3. persampahan. 2. sub terminal. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. peribadatan. perdagangan dan jasa. 3. persampahan. Perdagangan dan jasa. air limbah. adalah : a. Minimal berada pada jalan lokal d. Tidak diperkenankan dibangun industri. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. drainase. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. drainase. Tidak diperkenankan dibangun industri. drainase. air limbah. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1 ) . peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. listrik dan telekomunikasi 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. persampahan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kecamatan tidak boleh berubah 4. dan pertanian. pertambangan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 2. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. yaitu jaringan air bersih.

Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. adalah : a. dan TPS . dan TPS 2. pemakaman. perkantoran. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. b. pemakaman. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga.huruf f. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas.

. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. Kawasan Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam.2. H-5. kabel/tiang listrik. d. H-6 dan H-7. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. b. Pemanfaatan RTH lapangan olahraga tidak boleh berubah Pasal 66 (1). Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksu d pada Ayat (1). 2. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. 3. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. iklan/reklame. 3. 1. d. FP-3. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah e. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. c. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. FP-2. pertambangan dan pertanian. 3. . 2. e. Kawasan RTH terdiri dari H-1. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. H-4. (2). 2. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Kawasan permukiman terdiri dari R-1 dan R-4 Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. c. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksud dalam Pas al 56 huruf c. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. tercantum dalam lampiran 19 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. meliputi : a.

sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 dan rumah deret (town house) dengan kode R-4 : 1. 2. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. gangguan keamanan. pencemaran lingkungan. dan/atau perusakan lingkungan). Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak . Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder.Pasal 67 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 61 ayat (1) huruf a. TPS dengan (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Minimal berada pada jalan lokal b. air limbah. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. 6. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Perdagangan dan jasa. 2. persampahan. kesehatan. Prosentase perubahan maksimum 30% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. TPS. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : . Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. sub terminal. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Gading Kasri dan Bareng) dan fasilitas kesehatan serta peribadatan skala kota (khusus untuk sub blok Bareng) 5. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. yaitu jaringan air bersih. Minimal berada pada jalan lokal b. listrik dan telekomunikasi 5. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada 61 ayat (1) huruf c adalah : a. TPS secara terbatas. industri manufaktur. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. halte. 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. adalah : a. RTH.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 3.adalah 500 meter. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. peribadatan. 3. drainase. Kawi tidak boleh berubah 4. TPS dengan syarat-syarat tertentu. perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.

Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lokal . Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. perkantoran. Perdagangan dan jasa. kesehatan. 3. sub terminal. drainase. 2. peribadatan. yaitu jaringan air bersih. 4. persampahan. listrik dan telekomunikasi 5. RTH. TPS secara terbatas. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. air limbah. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah.1.

3. air limbah. Minimal berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf d. drainase. 4. 2. lengkapi sistem utilitas yang memadai. persampahan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. peribadatan. dan listrik 5. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : . sub terminal. listrik dan telekomunikasi 5. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. 2. drainase. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. persampahan. RTH. yaitu jaringan air bersih. yaitu jaringan air bersih. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. drainase. Tidak diperkenankan dibangun industri. peribadatan.c. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). 2. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. persampahan. dan listrik 5. Minimal berada pada jalan lingkungan e. Minimal berada pada jalan lokal d. RTH. air limbah. Perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. 3. dan pertanian. TPS secara terbatas. perdagangan dan jasa. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. a ir limbah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. kesehatan. pertambangan. RTH. yaitu jaringan air bersih. perkantoran. adalah : a. dan pertanian. pertambangan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. TPS secara terbatas. 3. b. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah. Tidak diperkenankan dibangun permukiman.

Pemanfaatan zona pertanahan dan keamanan tidak boleh berubah. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. RTH. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. adalah : . (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf e. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. perdagangan dan jasa.1. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. Tidak diperkenankan dibangun permukiman.

1. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 68 (1). kabel/tiang listrik. pemakaman. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun.a. pertambangan dan pertanian. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. Pemanfaatan RTHjalur hijau jalan tidak boleh berubah e. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam: 2. 3. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. c. perkantoran. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. iklan/reklame. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 . Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. d. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. b. pemakaman. dan TPS 2. 3. dan TPS 2. 3. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota.

FP-4 dan FP-5. g. b. FP-2. f. FP-3. (2).huruf d. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Pasal 69 . Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. H-6 dan H-7. Industri terdiri dari I-1. d. tercantum dalam lampiran 20 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Kawasan RTH terdiri dari H-4. e. K-2 dan K-5. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Kawasan Pemerintahan. c. H-5. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. meliputi : a. Kawasan lindung terdiri dari KL-2.

TPS. 3. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. 2. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. 3. 3.000 meter) 5. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. TPS. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. sarana pelayanan lingkungan secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Minimal berada pada jalan lokal b. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. 2. Kawi . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. adalah : a. gangguan keamanan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. adalah : a. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 63 ayat (1) huruf b. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. pencemaran lingkungan. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. halte. dan/atau perusakan lingkungan). 2.(1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a.

dan Jl. Semeru tidak boleh berubah 4. . Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Prosentase perubahan maksimum 25% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan dan kesehatan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kasin. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 5. Minimal berada pada jalan lokal c. 6.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah permukiman secara terbatas. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Merupakan industri manufaktur dan bukan merupakan kegiatan industri berat yang menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. peribadatan. air limbah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 4. Pada zona industri dengan kode I-1 : 1. drainase. sub terminal. Minimal berada pada jalan lokal b. peribadatan. Boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 63 ayat (1) huruf e adalah : a. kesehatan. RTH. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). air limbah. drainase. TPS dengan syarat-syarat tertentu.2. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. Perdagangan dan jasa. perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. kesehatan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. industri manufaktur. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. perdagangan dan jasa terbatas dan dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. 2. listrik dan telekomunikasi 5. Minimal berada pada jalan lokal . Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun permukiman secara luas. 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. adalah : a. 5. listrik dan telekomunikasi 5. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Perdagangan dan jasa. persampahan. persampahan. kantor swasta pendukung kegiatan industri dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 3. RTH. sub terminal. 2. RTH. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk industri dan pergudangan sebagaimana dimaks ud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf d. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. sarana pelayana umum secara terbatas. 2. IPAL.

Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. air limbah. sub terminal. yaitu jaringan air bersih. persampahan. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 2. peribadatan. kesehatan. drainase. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. perkantoran. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai.c. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. Perdagangan dan jasa. listrik dan telekomunikasi . RTH. TPS secara terbatas.

RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah. RTH. peribadatan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). perdagangan dan jasa. air limbah. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). dan pertanian. Minimal berada pada jalan lingkungan (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf f. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. peribadatan. RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. dan pertanian. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. 2. adalah : a. drainase. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. air limbah. dan listrik 5. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. 2. persampahan.5. 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Minimal berada pada jalan lingkungan e. yaitu jaringan air bersih. dan listrik 5. . 2. perdagangan dan jasa. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Minimal berada pada jalan lokal d. 3. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. persampahan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. pertambangan. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. pertambangan. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1.

Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. . adalah : a. dan TPS 2. pemakaman.(7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 aya t (1) huruf g. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas.

b. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. dan Kawasan RTH terdiri dari H-1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. adalah : . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. K-4 dan K-5. Kawasan Pemerintahan. b. 1. 2. FP-3 dan FP-5. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. FP-2. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Pasal 71 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf a. c. g. e. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. c. f. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. tercantum dalam 21 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. iklan/reklame. meliputi : a. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. d. 2. 3. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 70 (1). 3. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Kawasan Perhubungan terdiri dari TR-2. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf e. (2). pertambangan dan pertanian. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Kawasan permukiman terdiri dari R-1. H-4. kabel/tiang listrik. H-6 dan H-7.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 65 ayat (1) huruf b. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. adalah : a. 3. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. dan/atau perusakan lingkungan). sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas . Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. gangguan keamanan. pencemaran lingkungan. 2.

000 meter) 5. 5. 2. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. 4. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 3. TPS dengan syarat-syarat tertentu. adalah : a. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. 5. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. 3. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Prosentase perubahan maksimum 15% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Berada pada jalan lingkungan . industri manufaktur. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kidul Dalem 5. TPS. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf c. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kelurahan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. industri manufaktur. 2. 6.3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. Berada pada jalan lokal c. Minimal berada pada jalan lokal b.

Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. . Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. sub terminal. peribadatan. 2. kesehatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. TPS secara terbatas.(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 65 ayat (1) huruf d adalah : a. RTH. perkantoran.

peribadatan. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. TPS secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Minimal berada pada jalan lokal c. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf e. Minimal berada pada jalan lokal b. perkantoran. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. RTH. air limbah. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. TPS secara terbatas. 2. RTH. Perdagangan dan jasa. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. yaitu jaringan air bersih. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. sub terminal. dan pertanian. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). air limbah. peribadatan. drainase. 2. 3. persampahan. Minimal berada pada jalan lokal d. 3. peribadatan. listrik dan telekomunikasi 5. pertambangan. TPS secara terbatas. dan listrik 5. sub terminal. listrik dan telekomunikasi 5. Tidak diperkenankan dibangun industri. adalah : a. persampahan. persampahan. perkantoran. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : .3. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. listrik dan telekomunikasi 5. kesehatan. kesehatan. 3. yaitu jaringan air bersih. drainase. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. persampahan. yaitu jaringan air bersih. air limbah. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Perdagangan dan jasa.

perdagangan dan jasa. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. 3. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan.1. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. . perdagangan dan jasa.

Tidak diperkenankan dibangun industri.2. dan TPS 2. perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun industri. adalah : a. kabel/tiang listrik. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. serta TPS dengan terbatas dan syarat-syarat tertentu. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pada stasiun KA dengan kode TR-2 : 1. 3. permukiman. iklan/reklame. . 2. 3. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. dan TPS 2. 2. adalah : a. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. fasilitas pelayanan umum. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. b. c. pemakaman. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. perkantoran. Pemanfaatan sarana transportasi stasiun KA tidak boleh berubah (7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 aya t (1) huruf g. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. 3. pertambangan dan pertanian. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. pemakaman. perkantoran. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. RTH. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 65 ayat (1) huruf f. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun.

K-2 dan K-5. (2). b. FP-3. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-2. meliputi : a. tercantum dalam lampiran 22 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. . Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). d. c. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 72 (1). Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf f.2. FP-4 dan FP-5. Kawasan Pemerintahan. 3. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1.

Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota tidak boleh berubah. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. halte. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas 3. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. 4. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.Pasal 73 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 67 ayat (1) huruf a. b. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. 3. 2. 2. pencemaran lingkungan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. adalah : a. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. gangguan keamanan. TPS. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 3. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. kecuali untuk perdagangan dan jasa skala regional 4.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf b. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. 2. dan/atau perusakan lingkungan). Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala regional atau perumahan dengan model apartemen. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Minimal berada pada jalan lokal c. TPS. Berada pada jalan lokal dengan penyediaan parkir yang cukup. adalah : a. Perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan .

Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 67 ayat (1) huruf c adalah : . tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. industri manufaktur. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry).dan jasa skala regional atau kota 4. 5.

persampahan. pertambangan. 2. air limbah. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri. Minimal berada pada jalan lingkungan d. listrik dan telekomunikasi 5. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. RTH. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. listrik dan telekomunikasi 5. peribadatan. drainase. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan.a. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. kesehatan. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. air limbah. perdagangan dan jasa skala lingkungan. kesehatan. peribadatan. sub terminal. RTH. persampahan. 3. RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lingkungan . Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). dan listrik 5. 3. 2. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. dan listrik 5. peribadatan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. yaitu jaringan air bersih. perdagangan dan jasa. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan tidak boleh berubah 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lokal b. Perdagangan dan jasa. dan pertanian. drainase. 3. drainase. 2. persampahan. TPS secara terbatas. RTH. perkantoran. dan pertanian. pertambangan. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Minimal berada pada jalan lokal c. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota/regional 4. TPS secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 2. TPS secara terbatas. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun industri. sub terminal. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1.

(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, adalah : a. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan; 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH, sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah

Bagian Keempat Ketentuan Perijinan

Pasal 74

(1) Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah dijadikan pedoman untuk : a. Penerbitan izin pemanfaatan ruang; b. Pengaturan tata guna tanah (Land Regulation); c. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan (2) Izin Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a meliputi: a. Izin prinsip; b. Izin Lokasi; c. Izin penggunaan pemanfaatan tanah; d. Izin Mendirikan Bangunan; dan e. Izin lain berdasarkan ketentuan perundang undangan. (3) Ketentuan Umum Perizinan Pemanfaatan Ruang di Kota Malang diatur sebagai ber ikut : a. Prosedur izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. b. Pemberian izin diberikan oleh pejabat yang berwenang dengan mengacu pada rencana detail tata ruang kota dan peraturan zonasi. c. Pemberian izin dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kewenangan dan kepentingan berbagai instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Izin prinsip dan izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan huruf b diberikan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang. e. Izin penggunaan pemanfaatan tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diberikan berdasarkan izin lokasi. f. Izin mendirikan bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d diberika n berdasarkan rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi.

Bagian Kelima Ketentuan Insentif dan Disinsentif

Pasal 75

(1) Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Perat

uran Daerah ini. (2) Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatas i, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini.

Pasal 76

(1) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah Daerah dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. (2) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan oleh instansi berwena ng sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 77

(1) Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: a. keringanan pajak; b. pemberian kompensasi; c. imbalan; d. sewa ruang; e. urun saham; f. penyediaan infrastruktur; g. kemudahan prosedur perizinan; dan/atau h. penghargaan. (2) Disinsentif kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: a. pengenaan pajak yang tinggi; b. pembatasan penyediaan infrastruktur; c. pengenaan kompensasi; dan/atau d. penalti. (3) Pemberian disinsentif kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) h arus dengan persetujuan DPRD.

Pasal 78

(1) Setiap orang yang berperan aktif menata lingkungan perumahan atau pemukiman dengan menyediakan taman, sumur resapan, atau kegiatan lainnya berhak atas insen tif berupa penghargaan. (2) Setiap orang yang tanah atau bangunan tempat tinggalnya terkena rencana pembangunan untuk kepentingan umum, berhak atas insentif berupa keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Pasal 79 Tata cara pemberian insentif dan disinsentif sepanjang teknis pelaksaannya diatu r lebih lanjut dengan Peraturan Walikota yang disahkan paling lambat 6 (enam) bulan sete lah diundangkannya Peraturan Daerah ini. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan ketentuan perijinan . Bagian Keenam Arahan Sanksi Pasal 81 Arahan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a. Pasal 80 Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang lebih lanjut diatur dengan Peraturan Da erah yang ditetapkan selambat-lambatnya satu tahun sejak diundangkannya Peraturan Dae rah ini.

dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahu n dan denda paling banyak Rp 500.00 (lima miliar rupiah). pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi pidana berupa: a. f. Setiap orang yang tidak memberikan akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. b.000. pembongkaran bangunan. penutupan lokasi.000. (2) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1).000. denda administratif. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) . Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kematian orang. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100. (3) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). dan/atau i. Tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang.000. e. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi .000. e.000. Setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang.000.00 (satu miliar lima ratus juta rupiah). pembatalan izin.500. c.pemanfaatan ruang . Pasal 82 (1) Arahan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang akan dilakukan dengan pemberian sanksi administratif dan sanksi pidana. h. d. peringatan tertulis.00 (lima ratus juta rupiah). c. penghentian sementara pelayanan umum. b. pemulihan fungsi ruang. pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin pemanfaatan ruang yan g tidak sesuai dengan rencana tata ruang. b. c. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang.000. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi administratif berupa: a. d. g.000.00 (seratus juta rupiah). pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun dan denda paling banyak Rp 5. penghentian sementara kegiatan. pencabutan izin.

BAB V HAK. KEWAJIBAN.00 (lima ratus juta rupiah). Selain sanksi pidana. pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak dengan hormat dari jabatannya. PERAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban .000.tahun dan denda paling banyak Rp500.000.

. e. c. (2) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud pa da ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa: a. b. Pasal 84 (1) Dalam penataan ruang. dan/atau g. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum. memelihara ketentuan penggunaan dan ketentuan teknis yang berlaku pada bangunan/lahan yang dikuasainya. mengetahui rencana tata ruang. pemanfaatan. b. f. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan. penghentian sementara pelayanan umum. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian. dan pengendalian penataan ruang. pencabutan izin. b. pembongkaran bangunan. setiap orang berhak: a. setiap orang wajib: a. d. dan f. penutupan lokasi. peringatan tertulis. pembatalan izin.Pasal 83 Dalam penataan ruang. berlaku tertib dalam keikutseraannya dalam penyusunan. memelihara kualitas ruang. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang. d. c. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang. penghentian sementara kegiatan. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang. d. mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya. c. e. e. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaa n kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang.

(2) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana detail tata ruan g kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat berbentuk : a. partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang. . partisipasi dalam pemanfaatan ruang. partisipasi dalam penyusunan rencana detail tata ruang kota. me lalui: a.Bagian Kedua Partisipasi Masyarakat Pasal 85 (1) Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang dapat dilakukan. dan/atau c. b. antara lain. pemberian kejelasan hak atas ruang kawasan.

dan c.b. dan sumber daya alam lain untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan yang berkualitas. agama. adat. c. dan atau f. dan atau g. bantuan tenaga ahli. d. udara. pemberian usulan dalam penentuan lokasi dan bantuan teknik dalam pemanfaatan ruang. b. pemberian informasi saran. c. b. kerjasama dalam penelitian dan pengembangan e. Pemanfaatan ruang. e. (4) Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara partisipasi masyarakat dalam penat aan ruang diatur dengan Peraturan Walikota yang selambat-lambatnya ditetapkan 6 (enam) bul an setelah diundangkannya Peraturan Daerah ini. kegiatan menjaga. Bagian Ketiga Koordinasi dan Kelembagaan Pasal 86 (1) Ruang lingkup koordinasi penataan ruang daerah meliputi : a. pemanfaatan ruang daratan dan ruang udara berdasarkan peraturan perundanganundangan. konsolidasi pemanfaatan tanah. Perencanaan tata ruang. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang sebagaimana dimak sud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk : a. pemberian tanggapan terhadap rancangan rencana rinci tata ruang kawasan. . d. Pengendalian pemanfaatan ruang. f. pengawasan terhadap pemanfaatan ruang kawasan di wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II. bantuan dana. pertimbangan atau pendapat dalam penyusunan rencana pemanfaatan ruang. bantuan pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. air. penyelenggaraan kegiatan pembangunan berdasarkan rencana rinci tata ruang kawasan. dan atau b. bantuan pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban dalam kegiataan pemanfaatan ruang kawasan dan peningkatan kualitas pemanfaatan ruang kawasan. memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan kawasan. atau kebiasaan yang berlaku. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berbentuk : a. perubahan atau konvensi pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang kawasan. termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan.

c. d. Ketua : Sekretaris Daerah Kota Sekretaris : Kepala Bappeda Kota Anggota : SKPD terkait penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (4) BKPRD Kota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas : a. Penanggung jawab : Walikota dan Wakil Walikota. terdiri a tas : a. b. .(2) Walikota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang membentuk BKPRD Kota (3) Susunan Keanggotaan BKPRD Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Perencanaan tata ruang meliputi : 1. mengoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota.

mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang. melakukan fasilitasi pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga konsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang. dan 6. evaluasi. dan mengharmonisasikan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan rencana tata ruang wilayah nasional. rencana tata ruang pulau/kepulauan. mengoordinasikan penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam pemanfaatan ruang baik di kabupaten/kota. mengoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten/kota. Pengendalian pemanfaatan ruang meliputi : 1. 3. mengoptimalkan peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang. dan 6. dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang berbatasan. 4. dan masyarakat.2. menjaga akuntabilitas publik sebagai bentuk layanan pada jajaran pemerintah. 2. Pemanfaatan ruang meliputi : 1. 3. 3. memaduserasikan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah dengan rencana tata ruang kabupaten/kota serta mempertimbangkan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan melalui instrumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). melakukan identifikasi dalam pelaksanaan insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan kabupaten/kota terkait. memberikan rekomendasi guna memecahkan permasalahan dalam pemanfaatan ruang kabupaten/kota. 5. rencana tata ruang wilayah provinsi. mengoordinasikan pelaksanaan konsultasi rancangan peraturan daerah tentang rencana tata ruang kabupaten/kota kepada BKPRD Provinsi dan BKPRN. memberikan rekomendasi perizinan pemanfaatan ruang kabupaten/kota. b. rencana tata ruang kawasan strategis provinsi. mengoordinasikan proses penetapan rencana tata ruang kabupaten/kota. melakukan fasilitasi pelaksanaan kerjasama penataan ruang antar kabupaten/kota. dan memberikan pengarahan serta saran pemecahannya. memaduserasikan. melakukan fasilitasi pelaksanaan pemantauan. 5. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. 6. rencana tata ruang kawasan strategis nasional. mengintegrasikan. 7. (5) BKPRD Kota menyelenggarakan pertemuan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 ( tiga) . memberikan informasi dan akses kepada pengguna ruang terkait rencana tata ruang kabupaten/kota. 4. dan pelaporan penyelenggaraan penataan ruang. c. mengoordinasikan pelaksanaan evaluasi rencana tata ruang kabupaten/kota ke provinsi. 5. 2. swasta. dan 8. 4. mensinergikan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan antar kabupaten/kota yang berbatasan.

menggunakan tenaga ahli yang diperlukan.bulan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan penataan ruang. dapat : a. dan c. (7) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaiamana dimaksud dalam ayat (4). (9) Dalam melaksanakan tugasnya. membentuk Tim Teknis untuk menangani penyelesaian masalah-masalah yang bersifat khusus. (8) Walikota memerintahkan SKPD terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi BKPRD Kota sebagaimana dimaksud dalam ayat (6). BKPRD Kota dibantu : . (6) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) menyampaikan laporan pelaksanaan tugas BKPRD Kota dan rekomendasi secara berkala kepada Walikota. b. meminta bahan yang diperlukan dari SKPD Kota.

melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. penyidik pegawai negeri sipil melakukan koordinasi dengan pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sesuai . e. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. c. (4) Apabila pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memerlukan tindakan penangkapan dan penahanan. b. Kelompok Kerja. Sekretariat BKPRD Kota. d. melakukan pemeriksaan di tempat tertentu yang diduga terdapat bahan bukti dan dokumen lain serta melakukan penyitaan dan penyegelan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dalam bidang penataan ruang. dan f. BAB VI PENYIDIKAN Pasal 87 (1) Selain pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang sehubungan dengan peristiwa tindak pidana dalam bidang penataan ruang. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan instansi pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawab nya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk membantu pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. (2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang: a. dan b.a. (3) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahu kan dimulainya penyidikan kepada pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indones ia.

. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah.dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (6) Pengangkatan pejabat penyidik pegawai negeri sipil dan tata cara serta prose s penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. c. b. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ru ang Malang Tengah. BAB VII KETENTUAN SANKSI Pasal 88 (1) Setiap orang atau badan dilarang melakukan pelanggaran berupa : a. pelanggaran ketentuan arahan peraturan zonasi. (5) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaika n hasil penyidikan kepada penuntut umum melalui pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia.

denda administratif. denda administratif. (4) Sanksi administratif yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota . e. (3) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf c dikenakan sa nksi administratif berupa: a. peringatan tertulis. (2) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a. b. peringatan tertulis. dan huruf g dikenakan sanksi administratif berupa: a.d. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruan g yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. d. penghentian sementara kegiatan. dan/atau i. penghentian sementara pelayanan umum. huruf f. b. pencabutan izin. d. dan/atau g. pembongkaran bangunan. e. e. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. pemulihan fungsi ruang. hu ruf d. f. pembatalan izin. pembongkaran bangunan. huruf e. dan/atau g. penghentian sementara pelayanan umum. c. f. pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. pemulihan fungsi ruang. f. huruf b. penghentian sementara kegiatan. g. penutupan lokasi. h. penutupan lokasi. c.

Lampiran 9 : Peta rencana jaringan air bersih. k. (2) RDTRK Malang Tengah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi dengan lampiran meliputi : a. Lampiran 6 : Peta rencana rute angkutan kota. j. Lampiran 11 : Peta rencana peruntukkan blok. Lampiran 3 : Peta rencana sub blok peruntukkan. g. e. Lampiran 12 : Peta rencana koefisien KDB. Lampiran 1 : Peta rencana struktur ruang. d. . Lampiran 8 : Peta rencana jaringan telekomunikasi.BAB VIII PENUTUP Pasal 89 (1) RDTRK Malang Tengah memiliki jangka waktu 20 (dua puluh) tahun semenjak ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Lampiran 4 : Peta rencana skala pelayanan. b. Lampiran 2 : Peta rencana blok peruntukkan. Lampiran 7 : Peta rencana jaringan listrik. c. l. Lampiran 5 : Peta rencana fungsi jalan. i. f. h. Lampiran 10 : Peta rencana peningkatan sistem drainase.

n. q. p. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang. s. u. Lampiran 17 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan I. Lampiran 13 : Peta rencana koefisien KLB. Lampiran 14 : Peta rencana garis sempadan bangunan.m. Lampiran 22 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan VI. (3) rencana detail tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Lampiran 20 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan IV. o. r. Pasal 90 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksan aannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota Pasal 91 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Lampiran 16 : Tabel klasifikasi zonasi p. Lampiran 15 : Rencana Indikasi Program. t. Agar setiap orang mengetahuinya. Lampiran 21 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan V. . Lampiran 19 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan III. Lampiran 18 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan II.

Ditetapkan di Malang pada tanggal WALIKOTA MALANG.) . ttd ( .

.. baik karena faktor internal. mampu mengakomodir aktivitas kota dan dapat dipedomani oleh setiap stakeholder d alam pembangunan kota..... II. Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala d alam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi d i lapangan. maupun faktor eksternal.PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR ...... sehingga apabila nyata-nyata dirasakan terjadi penyimpangan atau pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK).. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup Jelas Pasal 2 Cukup Jelas Pasal 3 . UMUM Perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan cenderung menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh adanya peningkatan intensitas (ruang). pemanfaatan ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor. baik dalam format evaluasi maupun revisi supaya RDTRK tersebut agar tetap aktual . Dalam implementasinya.. yang banyak menyebabkan ketidak seimbangan struktur dan fungsional ruang kota sekaligus ketidakteraturan ruang k ota.. maka Pemerintah Kota Malang perlu untuk menyempurnakannya.TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA I... baik internal maupun eksternal....

Cukup Jelas Pasal 4 Cukup Jelas Pasal 5 Cukup Jelas Pasal 6 Cukup Jelas Pasal 7 Cukup Jelas Pasal 8 Cukup Jelas Pasal 9 Cukup Jelas Pasal 10 Cukup Jelas Pasal 11 Cukup Jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) .

630 tahun tahun 2009 tentang Penetapan Ruas ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri dan Jalan Kolektor 1 dan Kepmen PU No. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. 631 Tahun 2009 tentang status jalan nasional.105/DRJD/96 : . Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Berdasarkan Keptusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Zebra cross merupakan marka berupa 2 garis utuh melintang jalur lalu lintas dan/atau berupa rambu perintah yang menyatakan tempat penyeberangan pejalan kaki. Sedangkan penetapan jalan kolektor sekunder ditetapkan berdasarkan SK Gubernur.44 tahun 2005 tentang pemberlakuan SNI 037112-2005 mengenai kawasan keselamatan operasional penerbangan sebagai standart wajib adalah wilayah daratan/dan atau perairan dan ruang udara di sekit ar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 13 Cukup Jelas Pasal 14 Fungsi Jalan arteri sekunder ditetapkan berdasarkan Kepmen PU No.Definisi KKOP atau kawasan keselamatan operasional penerbangan berdasarkan peraturan menteri perhubungan km no. Trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki . Pasal 15 Ayat (1) Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun 1993 yang dimaksud dengan : Halte adalah tempet pemberhentian kendaraan umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan penumpang.

sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. dan pola parkir meyudut. dimensi kendaraan. street adalah parkir yang Penentuan sudut parkir on-street ditentukan oleh : lebar jalan. b. sifat peruntukkan lahan disekitarnya dan peranan jalan yang bersangkutan. Sedangkan yang dimaksud dengan Sistem Parkir off street adalah parkir di luar badan jalan dan/atau di gedung ataupun tempat parkir khusus. . sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah akses bangunan gedung. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis. Larangan parkir on-street pada badan jalan antara lain : sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah tempat penyeberangan. karakteristik kecepatan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter. volume lalu lint as pada jalan yang bersangkutan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan. sepanjang tidak menimbulkan kemacetan dan menimbulkan bahaya. Yang dimaksud dengan Sistem Parkir on memanfaatkan badan jalan. Pola parkir on-street dibedakan menjadi : pola parkir pararel.a. sepanjang 50 meter sesudah jembatan.

juga tidak semata -mata untuk memperoleh keuntungan material dan/atau finansial. kemudahan bagi pengguna jasa. Kriteria penyediaan gedung parkir antara lain : tersedia tata guna lahan. kelestarian lingkungan. Fasilitas parkir off street sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama. memberikan kemudahan bagi pengguna jasa.. parkir tarif yang rendah. daerah perumahan. keluar masuk kendaraan yang dikendalikan melalui karcis dengan waktu tercatat. yang dapat. Perhitungan tarif parkir tidak didasarkan atas perhitungan pengembalian biaya investasi dan operasional. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. daerah komersil atau pertokoan. Kriteria tarif parkir golongan A : uk maksud pengendalian parkir. letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani. Kriteria penyediaan taman parkir antara lain : rencana umum tata ruang daerah (RUTRD). Pasal 16 Cukup Jelas Pasal 17 . untuk mengendalikan lalu-lintas. memenuhi persyaratan konstruksi dan perundang-undangan yang berlaku.Fasilitas parkir off street untuk umum adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan tersendiri. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. Penetapan tarif parkir adalah salah satu cara pengendalian lalu-lintas.5 waktu yang lama. tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. daerah dengan frekuensi parkir relatif tinggi (20 kendaraan/SRP/hari). c. keselamatan dan kelancaran lalu lintas. meningkat sesuai dengan lamanya parkir. dapat diberlakukan tarif park ir secara progresif. daerah kendaraan/SRP/hari). parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt dengan frekuensi parkir relatif rendah (1. daerah dengan derajat Kriteria tarif parkir golongan B : parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt uk maksud pengendalian parkir. parkir dengan dapat tanpa pembayaran atau dengan pengendalian lalu lintas rendah. tersedianya tata guna lahan. Kriteria tarif parkir golongan C : kawasan parkir pada fasilitas parkir umum dengan maksud pengendalian parkir. tarif parkir dapat diberlakukan relatif tinggi.

Pasal 23 Ayat (1) .Cukup Jelas Pasal 18 Cukup Jelas Pasal 19 Cukup Jelas Pasal 20 Cukup Jelas Pasal 21 Cukup Jelas Pasal 22 Ayat (1) Pengolahan limbah dengan on-site system merupakan sistem pembuangan air limbah yang dilakukan secara individual atau perorangan melalui pengolahan dan pembuangan air limbah setempat. Ayat (2) Sanimas adalah sanitasi masyarakat. merupakan suatu program berbasis masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan.

Recycle adalah mendaur ulang barang. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Peran serta masyarakat mulai dari sumber (rumah tangga) antara lain pengurangan dan pemilahan Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 26 Ayat (1) . Re-use adalah pemakaian kembali. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Incenerator (Medical Waste Incinerator) adalah mesin yang digunakan untuk membakar sisa sampah dari limbah medis Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. kawasam perdagangan dan jasa maupu kawasan untuk fungsi kegiatan fasilitas umum. Hilir mempunyai arti tempat pengolahan sampah mulai dari depo TPS TPA. Hulu mempunyai arti kawasan penghasil sampah seperti kawasan permukiman. Program 3R meliputi Reduce. Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan.Proses pemisahan sampah organik dan non organik harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Re-use dan Recycle.

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) RP4D (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah) merupakan acuan kerja untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara teratur. terencana dan terorganisasi. .Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 27 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Kepanjangan dari Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa.

material buatan dan unsur-unsur alam untuk menjadi fasilitas sosial kota. perdu/semak hias dan rumput/ penutup tanah dalam upaya melestarikan tanaman dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.Pasal 28 Cukup Jelas Pasal 29 Cukup Jelas Pasal 30 Cukup Jelas Pasal 31 Cukup Jelas Pasal 32 Ayat (1) Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan. mempertahankan dan meningkatkan kondisi lahan beserta semua kelengkapannya dengan melakukan penanaman pohon pelindung. pengaman sarana kota dan mampu menjadi areal penyerapan air. Kebun bibit adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang digunakan sebagai tempat penangkaran bibit pohon pelindung dan bibit tanaman hias. lestari dan inda h dengan menggunakan material taman. lingkungan peresapan air. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas . ditata dengan serasi. Ayat (2) Penghijauan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk memelihara. Taman kota adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang mempunyai batas tertentu. Jalur Hijau adalah Ruang Terbuka Hijau untuk keserasian lingkungan dengan tujuan konservasi tanah. perlindungan areal khusus dan penyegaran udara yang terletak disepanjang jalan.

91 M2 (13.Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (10) Berdasarkan UU No. Ayat (11) Kawasan ruang terbuka non hijau merupakan kawasan yang yang secara fisik bukan berbentuk bangunan gedung dan tidak dominan ditumbuhi tanaman ataupun permukaan berpori.830.073.56 M2 (12.24 %) dan RTH privat seluas 1. dimana dalam penyediaannya 20% merupakan RTH publik dan 10% merupakan RTH privat. badan air ataupun kondisi tertentu lainnya.260. Saat ini RTH publik di Malang Tengah hanya seluas 1. dapat berupa perkerasan.169.000 M2).15 %) dari luasan Malang Tengah sebesar 883 Ha (=8. .249. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang telah mengatur tentang luasan RTH yang disyaratkan untuk kawasan perkotaan sebesar 30% dari luasan kota.

bangunan talud atau pengaman sungai.Ayat (12) Cukup Jelas Pasal 33 Cukup Jelas Pasal 34 Cukup Jelas Pasal 35 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Yang dimaksud bangunan dengan fungsi fungsi penunjang kawasan lindung antara lain meliputi bangunan pengontrol ketinggian air di sempadan sungai. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup Jelas . dll.

keutuhan material bangunan/struktur. Definisi preservasi adalah tindakan atau proses penerapan langkah-langkah dalam mendukung keberadaan bentuk asli. Tindakan ini dapat disertai dengan menambahkan penguat-penguat pada struktur. disamping pemeliharaan material bangunan bersejarah tersebut . Kajoetanganstraat-Semeroestraat merupakan koridor Jalan Semeru. serta bentuk tanaman yang ada dalam tapak.Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 37 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kajoetangan straat merupakan koridor sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Definisi eksporasi atau penelitian upaya untuk melakukan eksporasi atau peneliti an terhadap variabel/elemen/unsur yang mempunyai nilai sejarah dan memiliki karakte r khusus sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya pelestarian terhadap bangunan dan lingkungan cagar budaya.

swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. Swasta. yang sudah kehilangan vitalitas fungsi aslinya Definisi addisi adalah Menempatkan/ membuat bangunan/elemen bangunan baru yang sesuai dengan karakter kawasan. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. Pemerintah Daerah. menengah. ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan. Definisi rehabilitasi adalah sebuah proses mengembalikan obyek agar berfimgsi kembali. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern : Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. arsitektur dan budaya Definisi renovasi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi yang menyerupai awalnya untuk pemakaian yang berbeda dari semula. dengan cam memperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan sekarang. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. kios. los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil.Definisi konservasi adalah Memelihara dan melindungi tempat-tempat yamg indah dan berharga. agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar. seraya melestarikan bagian-bagian dan wujud-wujud yang menonjol (penting) dinilai dari aspek sejarah. agar tidak terlantar. Definisi restorasi adalah kegiatan mengembalikan suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi awalnya secara lengkap dan utuh untuk pemakaian yang sama seperti semula. Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau bebera . Definisi rekonstruksi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya yang sebagian besar telah hancur tidak berbentuk lagi Definisi adaptasi/revitalisasi adalah Meningkatkan kegiatan social dan ekonomi lingkungan bersejarah. Definisi gentrifikasi adalah kegiatan menghidupkan-kembali kegiatan di suatu lingkungan yang telah ditinggalkan penghuninya Definisi demolisi adalah Penghancuran atau perombakan suatu lingkungan binaan yang sudah rusak atau membahayakan Pasal 38 Cukup Jelas Pasal 39 Cukup Jelas Pasal 40 Cukup Jelas Pasal 41 Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama.

yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang. Toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri. Supermarket. menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket. Department Store.pa bangunan yang didirikan secara vertikal maupun horizontal. Pasal 42 Cukup Jelas Pasal 43 Cukup Jelas Pasal 44 Cukup Jelas Pasal 45 Cukup Jelas . Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan.

Pasal 46 Cukup Jelas Pasal 47 Cukup Jelas Pasal 48 Cukup Jelas Pasal 49 Cukup Jelas Pasal 50 Cukup Jelas Pasal 51 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kawasan strategis yang dimaksud meliputi kawasan cagar budaya (kawasan kayu tangan) dan kawasan strategis ekonomi (kawasan Pusat Kota. Pasal 57 Cukup Jelas . kawasan Pasar Besar dan sekitarnya serta kawasan strategis lainnya yang mempunyai nilai ekonomi cuku p tinggi) Pasal 52 Cukup Jelas Pasal 53 Cukup Jelas Pasal 54 Cukup Jelas Pasal 55 Cukup Jelas Pasal 56 ATM ( Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia.

Pasal 58 Cukup Jelas Pasal 59 Cukup Jelas Pasal 60 Cukup Jelas Pasal 61 Cukup Jelas Pasal 62 Cukup Jelas Pasal 63 Cukup Jelas Pasal 64 Cukup Jelas Pasal 65 Cukup Jelas Pasal 66 Cukup Jelas Pasal 67 Cukup Jelas Pasal 68 Cukup Jelas .

Pasal 69 Cukup Jelas Pasal 70 Cukup Jelas Pasal 71 Cukup Jelas Pasal 72 Cukup Jelas Pasal 73 Pasal 68 ini hanya menjelaskan tentang jenis ijin pemanfaatan ruang besertaketentuan umum perijinan pemanfaatan ruang berdasarkan PP No. permendagri no. 1 tahun 2008 dan permendagri no. Pasal 74 Cukup Jelas Pasal 75 Cukup Jelas Pasal 76 Cukup Jelas Pasal 77 Cukup Jelas Pasal 78 Cukup Jelas Pasal 79 Cukup Jelas Pasal 80 Cukup Jelas Pasal 81 Cukup Jelas Pasal 82 Cukup Jelas . Sedangkan proses atau mekanisme dari ijin pemanfaatan ruang ini akan dijelaskan lebih detail dalam Peraturan walikota. 15 Tahun 2010. 50 tahun 2009.

Ayat (2) Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang disingkat BKPRD adalah Badan yang bersifat ad-hoc di Provinsi dan di Kabupaten/Kota dan mempunyai fungsi membantu pelaksanaan tugas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam koordinasi penataan ruang di daerah.Pasal 83 Cukup Jelas Pasal 84 Cukup Jelas Pasal 85 Cukup Jelas Pasal 86 Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 : Ayat (1) Koordinasi adalah upaya mencapai suatu kesatuan sikap pandangan dan gerak langkah melalui kegiatan yang meliputi penentuan pembagian pekerjaan. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas . hubungan kerja dan penyaluran tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan suatu tugas untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dan/atau tumpang tindih.

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 87 Cukup Jelas Pasal 88 Cukup Jelas Pasal 89 Cukup Jelas Pasal 90 Cukup Jelas Pasal 91 Cukup Jelas .

.

Lampiran 1 .

Lampiran 2 .

Lampiran 3 .

Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 .

Lampiran 7 .

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

Lampiran 10 .

Lampiran 11 .

Lampiran 12 .

Lampiran 13 .

Lampiran 14 .

Tahun 2030 Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana .Lampiran 15 Tahapan Indikasi Program Pembangunan di Kecamatan Klojen Tahun 2010 .

(Tahun 20102011) (Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) 1 Transportasi Program pelebaran jalan untuk menyesuaikan fungsi jalan . Jalan Laksamana Martadinata dan . Melakukan fisibility study (studi kelayakan) pelebaran jalan Jalan Panglima Sudirman.

Jalan Pasar Besar (dan beberapa ruas jalan yang ada di kawasan Pasar Besar)

300 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Penyusunan Amdal Lalin

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Sosialisasi dan pembebasan lahan

100 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Pelaksanaan pembangunan

450 jt APBD I, APBD II Dinas PU Program pepembangunan sarana dan prasarana jalan

50 jt

. Pembangunan Halte, Jembatan penyebrangan, dan zebra cross serta pot dan lampu penerangan di sepanjang kawasan

kayutangan, di Jalan Veteran, Jalan Kawi, di sekitar Pasar Besar, di Pasar Comboran, Jalan Myjen Panjaitan, Jl. Trunojoyo, di sekitar Alun-alun Merdeka dan di sekitar Alunalun Tugu.

75 jt/tahun APBD II Dinas Perhubungan, Dinas PU , Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelebaran trotoar dan perbaikan trotoar Pelebaran (di Alun alun Merdeka dan sekitarnya serta kawasan Pasar Besar) dan Perbaikan (di semua ruas jalan)

50 jt/tahun APBD II Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Penataan Parkir

. Studi Revitalisasi Pasar Besar untuk menampung kapasitas parkir di area sekitarnya Kawasan Pasar Besar

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar . Sosialisasi parkir bersama di lokasi Pasar Besar Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar

Program Pengembangan (Aspek)

Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program

No.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana

(Tahun 20102011)

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030)

. Sosialisasi Pengembalian Rute Angkutan Umum sesuai dengan rute yang seharusnya Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bapeko, Paguyuban Angkutan Umum . Sosialisasi sistem tarif progresif dan parkir berlangganan Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan. Bappeda. Dinas Pasar . Dinas Pasar . Masyarakat . Studi Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Kawasan Pasar Comboran 150 jt APBD II Dinas Perhubungan. Bappeda. Dinas Pendapatan Daerah. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar. DED dan pelaksanaan pembangunan Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Sekitar Pasar Comboran . Dinas Pendapatan Daerah.

Pemasangan ramburambu dilarang parkir on street di semua jalan arteri primer. Dinas PU. Bappeda.300 jt APBD II Dinas Perhubungan. Dinas Pasar . jalan arteri sekunder dan jalan kolektor 200 jt APBD II Bappeda. Dinas Pendapatan Daerah. masyarakat sekitar 2 Kependudukan Manajemen Kependudukan . Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar.

Tokoh masyarakat. Aparat kecamatan dan kelurahan.. masyarakat sekitar . Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan .

Aparat kecamatan dan kelurahan.75 jt/tahun APBD II Bappeda. masyarakat sekitar . Aparat kecamatan dan kelurahan. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. masyarakat sekitar 3 Fasilitas Program Peningkatan (kualitas dan kuantitas) Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan . regristasi penduduk. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. pelanggaran. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat.

.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (baik formal maupun non formal . Bappeda . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas pendidikan (peningkatan mutu tenaga kependidikan dan manajemen kependidikan) baik pendidikan formal maupun non formal Di seluruh unit fasilitas pendidikan mulai TK sampai SMA baik milik swasta atau pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendidikan.

Pelaksanaan . Bappeda . Swasta/investor .termasuk sosialisasi PHBS ke masyarakat) Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Kesehatan. Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan (sarana dan prasarana fasilitas pendidikan) Di seluruh unit fasilitas pendidikan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan.

pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan. Sosialisasi Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas . Swasta/investor Program Penyediaan Fasilitas Perumahan .

Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Tokoh Masyarakat . Dinas PU.100 jt APBD II Bappeda. Dinas PU.alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar 150 jt APBD II Bappeda. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) .

Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Dinas PU. Pelaksanaan Pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Pelaksanaan Pembangunan Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas 1 M APBD II dan APBN Dinas PU .150 jt APBD II Bappeda.alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar .

10 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) 5 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor Program Peningkatan Fasilitas RTH .

.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

Dinas PU. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelaksanaan kegiatan pembangunan Di sepanjang sempadan Sungai Brantas . Sosialisasi lahan konservasi di sepanjang Sungai Brantas Di sepanjang sempadan Sungai Brantas 50 jt/tahun APBD II Bappeda.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) .

100 jt/tahun APBD II Dinas PU. Sosialisasi Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program penghijauan . Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelaksanaan Kegiatan minimal menanam 1 .

pohon pada 1 rumah Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen Swadaya Masyarakat Masyarakat . Sehat dan Hijau Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun APBD II Dinas Kebersihan dan Pertamanan Utilitas Program Peningkatan Pelayanan Air Bersih . Program Lomba Kampung Bersih.

Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PDAM PDAM . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun ..

Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PLN PLN .PDAM PDAM Program Peningkatan Pelayanan Listrik . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .

50 jt/tahun PLN PLN Program Peningkatan Kondisi Drainase . Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Jalan Veteran. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman . Normalisasi dan rehabilitasi saluran yang ada Jalan Pajajaran. Jalan Kertanegara.

Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin 75 jt/tahun APBD II Dinas PU . Jalan Veteran. Mayjen Panjaitan 100 jt APBD II Dinas PU . Rehabilitasi dan perbaikan prasarana drainase Jalan Trunojoyo. Jalan Tugu. Membangun Saluran Baru Jl.100 jt/tahun APBD II Dinas PU .

.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) dan di seluruh saluran yang ada Program Peningkatan Kondisi Sanitasi . Sosialisasi Program Sanimas Komunal Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .

Dinas PU . Sosialisasi Program 3R Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas PU Program Penanganan Sampah . Penentuan Lokasi Sanimas Komunal dan Pelaksanaan Pembangunan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 150 jt/tahun APBD II Bappeda.

Program Komposting dan 3R di TPS Di seluruh Lokasi TPS 100 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan .75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Lomba Hijau dan Bersih dalam Pengolahan Sampah dan RTH Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .

. Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Peningkatan Pelayanan Jaringan Telepon .100 jt/tahun APBD II Bappeda.

Pengembangan instalasi telepon Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .Pembangunan sentral telepon baru Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .

100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) Program Peningkatan Pelayanan Menara Telekomunikasi . Studi Mastrplan penetapan Lokasi BTS Kota Malang 200 jt/tahun .

Bappeda .APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Bappeda . Sosialisasi terhadap seluruh provider Kota Malang 75 jt/tahun APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Pelaksanaan kegiatan penataan dan pemasangan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 1 M Investor/Swasta Dinas Komunikasi dan Informatika. Swasta .

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Alunalun Tugu dan sekitarnya serta Taman Senaputra . Pemanfaatan lahan RTH untuk akses internet Alun-alun Merdeka dan sekitarnya.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) Program Peningkatan Pelayanan Internet .

Penambahan akses internet di semua fasilitas umum (pendidikan. perdagangan dan pariwisata) Di seluruh Fasilitas umum yang ada di Kecamatan Klojen 75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta 4 Perdagangan dan Jasa Program Penataan Kawasan Perdagangan dan Jasa .75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta . perkantoran. kesehatan.

Dinas Pasar . Pelaksanaan Kegiatan Revitalisasi dan Pembangunan Kawasan Pasar Besar . DED Pembangunan Pasar Besar Pasar Besar 300 jt APBD II Bappeda.. Studi Revitalisasi Kawasan Pasar Besar Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 300 jt APBD II Bappeda. Dinas Pasar .

Pelaksanaan pembangunan Revitalisasi Pasar Klojen Pasar Klojen .Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 2 M APBD II dan swasta Dinas Pasar dan Swasta . Dinas Pasar . DED Pembangunan Pasar Klojen Pasar Klojen 200 jt APBD II Bappeda.

Dinas Pasar. Paguyuban Pedagang Kaki Lima Program Penataan Sektor Informal . Sosialisasi pemindahan pedagang di dalam Pasar Comboran Pasar Comboran 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Sosialisasi Central PKL Di Kawasan Pasar .1 M APBD II Dinas Pasar dan Swasta .

Satpol PP.Besar. Bappeda. Paguyuban Pedagang Kaki Lima . di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendapatan Daerah.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Satpol PP. Bappeda. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 150 jt/lokasi APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Pembangunan Central PKL Di Kawasan Pasar Besar. Paguyuban Pedagang Kaki Lima 5 Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Program Upaya Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar .

Bappeda . Penyusunan Peraturan Daerah Cagar Budaya Kota Malang .Budaya . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Studi Penentuan dan Klasifikasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Kota Malang 200 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Sosialisasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya dan Upaya Pelestariannya Di Kecamatan Klojen 75 juta/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.350 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Pelaksanaan pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Di Kecamatan Klojen 50 juta/5 tahun/bangunan . Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.

APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat . Bappeda 6 Peningkatan Kualitas SDM Program Manajemen Kependudukan dan Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pembangunan . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.

300 jt/tahun APBD II BLK. pelanggaran. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 300 jt/tahun APBD II BLK. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. regristasi penduduk. masyarakat . dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . masyarakat .

300 jt/tahun APBD II BLK. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. masyarakat Sumber : Hasil Rencana .

KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Perumahan . mempunyai halaman depan. Chiara (1984). Merefleksikan pola-pola pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. . Porterfield & Hall (1995). . . Pendekatan : Tipe Bangunan Rujukan : . Green (1981).Lampiran 16 Daftar Klasifikasi dan Kodefikasi Zona pada BWK Malang Tengah FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Mengakomodasi bermacam tipe hunian dalam rangka mendorong penyediaan hunian bagi semua lapisan masyarakat. . 1 R-1 = Rumah Tunggal Bangunan dengan strukur tunggal. . Menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi di seluruh wilayah kota. . Lynch (1962). samping kanan dan kiri serta belakang. Chiara & Koppelman (1975) .

. indonesia. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . . Menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerja. Tiap-tiap unit hunian memiliki atap tersendiri. Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . rekreasi. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. dan pelayanan masyarakat. dan disain. pertokoan. meliputi : dimensi. Umumnya memiliki lantai lebih dari satu 3 R-3 = Apartemen Rumah susun di kawasan komersil bagi masyarakat menengah ke atas Komersial . beberapa kota/kabupaten). 5 K-1 = Regional Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan regional (internasional. jasa. Menyediakan peraturanperaturan yang jelas pada kawasan Perdagangan dan Jasa. provinsi. intensitas. 2 R-4 = Rumah Deret/Town House Bangunan gandeng yang hanya dipisahkan oleh dinding.

Menjamin pembangunan industri yang . . Industri . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU 6 K-2 = Kota Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kota/kabupaten atau melayani . . 7 K-3 = Kecamatan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan Kecamatan. 8 K-4 = Kelurahan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kelurahan. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . Memberikan kemudahan dalam fleksibilitas bagi industri baru dan redevelopment proyekproyek industri. Menyediakan ruangan bagi kegiatankegiatan industri dan manufaktur dalam upaya meningkatkan keseimbangan antara penggunaan lahan secara ekonomis dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja.. 9 K-5 = Lingkungan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan lingkungan.

. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. baik udara. 10 I-1 = Tidak Mengganggu Industri yang non limbah. Pendekatan : Pencemaran. dampak Rujukan : . 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. air. Keputusan Kepala Bapedal No. air maupun suara yang mengganggu lingkungannya. . Fasilitas Pelayanan . dan melindungi penggunaan industri serta membatasi penggunaan non industri. 11 I-2 = Mengganggu Industri yang mempunyai limbah. dengan tingkat polusi. serta industri yang mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. baik udara. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas sosial dan umum sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat.berkualitas tinggi. menimbulkan polusi. maupun suara yang kecil dan yang tidak mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. Merefleksikan pola-pola . . Mengakomodasi bermacam tipe fasilitas sosial dan umum untuk mendorong penyediaan pelayanan bagi semua lapisan masyarakat.

pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. 14 . provinsi. . 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. Indonesia. 12 FP-1 = Regional Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Internasional. 13 FP-2 = Kota Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kota/Kabupaten. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. . . 17 Tahun 2001 tentang Jenis . beberapa kota/kabupaten. Keputusan Kepala Bapedal No. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : .

FP-3 = Kecamatan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kecamatan. . Pemerintahan. 15 FP-4 = Kelurahan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kelurahan. Pendekatan : . Menyediakan lahan untuk 17 PK-1 = Pemerintahan Kantor pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi. 16 FP-5 = Lingkungan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Lingkungan.

KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Pertahanan dan Keamanan . 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. Keputusan Kepala Bapedal No. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. kota/kabupaten. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. pertahanan dan keamanan. .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Menjamin kegiatan pemerintahan. 18 PK-2 = Pertahanan dan Keamanan . pertahanan dan keamanan yang berkualitas tinggi. . . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. kecamatan. dan melindungi penggunaan lahan untuk pemerintahan. Pengembangan pemerintahan dan pertahanan serta keamanan sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. Pelayanan pemerintah Rujukan : . kelurahan). . Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No.

. 47 Tahun 1997 tentang RTRW Nasional. . dan melindungi penggunaan lahan untuk pertanian tersebut. . Menjamin kegiatan pertanian yang . . . Polwil. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. polsek dan sebagianya. meningkatkan produksi pangan dan pendayagunaan investasi. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor. . Koramil. berkualitas tinggi. Menyediakan lahan untuk pengembangan pertanian.Kantor atau instalasi militer termasuk tempat latihan baik pada tingkatan nasional. 19 P-1 = Pertanian Lahan Basah 1) Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk pertanian lahan basah. . menciptakan kesempatan kerja. . serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . meningkatkan fungsi lindung. . 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan pertanian lahan basah secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . Pendekatan : Jenis Kegiatan Pertanian Rujukan : . meningkatkan ekspor. Pertanian . Korem. meningkatkan pendapatan masyarakat. Polda. PP No. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 20 . Mengakomodasi bermacam tipe pertanian dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk pertanian. Kodam. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam untuk pertanian pangan. .

meningkatkan produksi perkebunan dan mendayagunakan investasi. meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan produksi pertanian dan mendayagunakan investasi. . . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan fungsi lindung. . . menciptakan kesempatan kerja. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. 21 P-3 = Perkebunan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk kegiatan perkebunan. . . . . . 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan perkebunan secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdya alam. 2) kawasan yang apabila dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian lahan kering secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . . meningkatkan pendapatan masyarakat. meningkatkan pendapatan masyarakat. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan ekspor. .P-2 = Pertanian Lahan Kering 1) kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian lahan kering. .

. 22 P-4 = Peternakan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik sebagai sambilan. meningkatkan kesempatan kerja. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . cabang usaha. . meningkatkan produksi perikanan dan mendayagunakan investasi. tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. usaha pokok. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . . meningkatkan produksi peternakan dan mendayagunakan investasi. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan fungsi lindung. . meningkatkan ekspor.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. meningkatkan pendapatan masyarakat. menciptakan kesempatan kerja. . . 23 P-5 = Perikanan kegiatan perikanan secara ruang dapat memberikan manfaat : . 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan peternakan secara ruang dapat memberikan manfaat : . . maupun industri. .

Pendekatan : Simpul Transportasi Rujukan: . meningkatkan fungsi lindung. . Menyediakan lahan untuk pengembangan prasarana transportasi. pengawasan. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . 2) Prasarana angkutan yang merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang. meningkatkan ekspor. . 3) Terminal terdiri dari Terminal tipe A. Keputusan Menteri Perhubungan No. 24 TR-1 = Terminal 1) Titik simpul dalam jaringan trasnportasi jalan dan berfungsi sebagai pelayanan umum.. 25 TR-2 = . 31 Tahun 1995. tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. 1995. . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan pendapatan masyarakat. Menjamin kegiatan trasnportasi yang berkualitas tinggi. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Transportasi . . . menciptakan kesempatan kerja. Juknis LLAJ. tempat pengendalian. . dan melindungi penggunaan lahan untuk prasarana transportasi. . pengaturan dan pengoperasian lalulintas. tipe B dan Tipe C. Mengakomodasi bermacam tipe prasarana transportasi dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk prasarana transportasi tersebut.

Rujukan : . Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 Tentang Perkeretaapian. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1998 Tentang Prasarana Dan Sarana Kereta Api. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. kelestarian lingkungan. tata ruang wilayah. .Stasiun Tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dari/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api Pendekatan : . tata ruang wilayah. berlabuh. . . . . Rujukan : . . Pendekatan : . . keselamatan pelayaran. 26 TR-3 = Pelabuhan Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batasbatas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1998 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Kereta. . kelestarian lingkungan. pertumbuhan ekonomi. pertumbuhan ekonomi. dan keselamatan pelayaran.

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun !999 tentang Angkutan di Perairan. keselamatan penerbangan. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . . Undang undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran. 27 TR-4 = Bandar Udara Lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. . tata ruang wilayah. serta dilengkapi dengan fasilitas kasper sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi Pendekatan : . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan Ruang Terbuka Hijau . . . naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan atau pos. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . Zona yang ditujukan untuk mempertahankan/ melindungi lahan . kelestarian lingkungan dan .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Rujukan : . SNI 03-7112-2005 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1996 Tentang Kepelabuhan.

dan kesejahteraan publik.untuk rekreasi di luar bangunan. 29 H-2 = Taman BWK/Kecamatan Taman dengan skala pelayanan BWK 30 H-3 = Taman Kelurahan . serta melindungi kesehatan. sarana pendidikan. 15 Tahun 1998 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah perkotaan. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. . keselamatan. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota . Permendagri No. Preservasi dan perlindungan lahan yang secara lingkungan hidup rawan / sensitif. . dan untuk dinikmati nilai-nilai keindahan visualnya. atau lahan perorangan yang pembangunannya harus dibatasi untuk menerapkan kebijakan ruang terbuka. 28 H-1 = Taman Kota Taman dengan skala pelayanan Kota Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . PP No. Diberlakukan pada lahan yang penggunaan utamanya adalah taman atau ruang terbuka.

Taman dengan skala pelayanan Kelurahan 31 H-4 = Taman lingkungan Taman skala lingkungan 32 H-5 = Taman Pemakaman Taman pemakaman 33 H-6 = Jalur hijau Taman jalur hijau 34 H-7 = Lapangan Taman berupa lapangan olahraga Kawasan Hutan .

.47 tahun 1997 tentang RTRWN . UU No. .35 KH-1 = Hutan Produksi Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. PP No. meningkatkan fungsi lindung.41 Tahun 1999. dengan kriteria : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. . meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. meningkatkan ekspor. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. . mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat Pendekatan : Fisik dan fungsi hutan Rujukan : . . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. . . . meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. 2) Kawasan yang secara ruang apabila digunakan untuk budidaya hutan alam dan hutan tanaman dapat memberi manfaat : .

meningkatkan ekspor. meningkatkan fungsi lindung.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN terutama di daerah setempat. . jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. transmigrasi. . permukiman. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. 2) Kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pengembangan transportasi. . . 37 KH-3 . meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. . pertanian. industri dan lain-lain apabila dapat memberikan manfaat : . . 36 KH-2 = Hutan yang dapat dikonvers 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. . diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. perkebunan. meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya.

.= Hutan Rakyat 1) Luas minimal 0. . meningkatkan ekspor. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. meningkatkan kesempatan kerja. luas penutupan tajuk minimal 50 persen dan merupakan tanaman cepat tumbuh. Washington D. . Schwank. .25 hektar dan mempunyai fungsi hidrologis/pelestarian ekosistem. Dean. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . terutama di daerah setempat. Mixed-use Development Handbook. Campuran 38 C-1 = Rumah-Toko Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan perdagangan dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan perdagangan (toko). 39 C-2 = .C. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. meningkatkan pendapatan. 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan hutan rakyat secara ruang dapat memberikan manfaat : . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. 1089. . . Pendekatan : Kegiatan Utama Rujukan : . meningkatkan fungsi lindung. The Urban Land Institute.

40 C-3 = Apartemen-Pusat Belanja Dalam satu zona dapat terdiri hunian dengan perdagangan (pusat belanja). mencegah intrusi air laut. Memelihara dan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup. kawasan suaka alam. kawasan cagar budaya dan kawasan lindung lainnya. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing. mengendalikan erosi. 2) Kawasan hutan yang empunyai lereng lapangan 40% atau lebih. mencegah banjir.Rumah-Kantor Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan jasa perkantoran dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan kantor. Kawasan Lindung . kawasan pelestarian alam. Kriterianya adalah : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. serta menghindari berbagai usaha dan/atau kegiatan di kawasan 41 KL-1 = Lindung untuk kawasan bawahannya Hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. dan memelihara kesuburan tanah. kawasan perlindungan setempat. 5) Kawasan bercurah hujan yang tinggi. dan/atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian di atas permukaan laut 2000 m atau lebih. 3) Kawasan tanah bergambut dengan ketebalan 3 meter 4) atau lebih yang terdapat dibagian hulu sungai dan rawa. berstruktur tanah yang mudah meresapkan air dan mempunyai geomorfologi yang mampu meresapkan .masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 175 atau lebih. . Mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup dan melestarikan fungsi lindung kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya.

47 tahun 1997 tentang RTRWN. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai. Daerah Manfaat Sungai. . 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai. Keppres No.Pendekatan : Jenis Perlindungan Rujukan : . 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. PP No. . Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1993 tentang Sungai.

KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN rawan bencana.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. iklim. minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Mempertahankan keanekaragaman hayati. air hujan secara besarbesaran. . air. satwa. . serta nilai budaya dan sejarah bangsa. tipe ekosistem dan keunikan alam. tumbuhan dan satwa. Sempadan sungai 1) Garis sempadan sungai bertanggul ditetapkan dengan batas lebar sekurangkurangnya 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggung. Meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah. 2) Garis sempadan sungai tidak bertanggul ditetapkan berdasarkan pertimbangan teknis dan sosial ekonomis oleh Pejabat yang berwenang. . 3) Garis sempadan sungai yang bertanggul dan tidak bertanggul yang berada di wilayah perkotaan dan sepanjang jalan ditetapkan tersendiri oleh Pejabat yang berwenang Kawasan sekitar danau/waduk daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50-100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. 42 KL-2 = Perlindungan Setempat Sempadan pantai daratan sepanjang tepian yang lebarnya roporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai.

Kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota 1) Lokasi sasaran kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota antara lain di kawasan permukiman.25 hektar. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. tepi sungai/ pantai/jalan yang berada di kawasan perkotaan. 44 KL-4 = Pelestarian Alam Hutan dengan ciri khas tertentu. gempa bumi. antara lain kawasan rawan letusan gunung berapi. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. gempa bumi dan tanah longsor serta gelombang pasang dan banjir. industri. 43 KL-3 = Rawan Bencana Alam Kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi. 3) Hutan yang terbetuk dari komunitas tumbuhan yang berbentuk kompak pada satu hamparan. 5) Jenis tanaman untuk kawasan terbuka hijau kota adalah berupa pohonpohonan dan tanaman hias atau herba. 45 KL-5 = . serta gelombang pasang dan banjir. berbentuk jalur atau merupakan kombinasi dari bentuk kompak dan bentuk jalur. bukan tanaman hias atau herba.Kawasan sekitar mata air kawasan disekitar mata air dengan jari-jari sekurang-kurangnya 200 meter. 4) Jenis tanaman untuk hutan kota adalah tanaman tahunan berupa pohonpohonan. 2) Hutan yang terletak di dalam wilayah perkotaan atau sekitar kota dengan luas hutan minimal 0. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. tanah longsor. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan.

baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia dan/atau 4) Mempunyai luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dengan daerah penyengga yang cukup luas. 3) Mempunyai kondisi alam.Suaka Alam 1) Kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya dan/atau 2) Mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya. dan/atau .

: Pemanfaatan ruang yang tidak diijinkan . 46 KL-6 = Konservasi Hutan dengan ciri khas tertentu. 2010 Syarat Pemanfaatan Ruang : I : Pemanfaatan ruang yang diijinkan (80-90% dari luas kapling) T : Pemanfaatan ruang yang diijinkan terbatas (10-20% dari luas kapling) B : Pemanfaatan ruang yang diijinkan namun dengan bberapa syarat yang harus dip enuhi . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN 5) Mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh disuatu daerah serta keberadaannya memerlukan koservasi. Sumber : Hasil Rencana.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Lampiran 17 .

Lampiran 18 .

Lampiran 19 .

Lampiran 20 .

Lampiran 21 .

Lampiran 22 .