PEMERINTAH KOTA MALANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR..............

TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MALANG,

Menimbang : a. bahwa pembangunan Daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan ruang wilayah secara bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga kualitas ruang wilayah daerah dapat terjaga keberlanjutannya demi terwujudnya kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan; b. bahwa pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaatan ruang dan ketidakseimbangan struktur dan fungsi ruang wilayah sehingga perlu ditata dengan baik; c. bahwa berdasarkan ketentuan yang ada dalam UndangUndang Tata Ruang No.26 Tahun 2007 menunjukkan bahwa setiap RTRW harus ditindaklanjuti dengan penyusunan RDTRK sebagai perangkat operasional RTRW d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, serta memperhatikan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang Nomor ...........Tentang .........., perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang RDTRK Malang Tengah;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman; 2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun 1999, Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3881)

3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477) 5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4722); 10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 11. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4956); 12. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup; 14. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Undang Republik Pedoman Pelaksanaan Undang Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk Dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5160); 20. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;

21. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1996 tentang Pedoman Perubahan Pemanfaatan Lahan Perkotaan; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata ruang di Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/M/1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang; 29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya; 30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan; 31. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah; 32. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis; 33. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 648-384 Tahun 1992,Nomor: 739/KPTS/1992, Nomor: 09/KPTS tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang; 34. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun1993 tentang Fasilitas Pendukung Kegiatan lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 35. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 49 Tahun 2000 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara - Bandung; 36. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Wilayah Kota

. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Air Tanah 43... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman 44... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor .... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah 42.....Malang.... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Malang 38. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Ijin Lokasi 46. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Rumah Susun 45.. tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang ... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pemakaman 41. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota 39.. Tahun .. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 12 Tahun 2004 Pengelolaan Pasar dan Tempat Berjualan Pedagang 40.... 37..

7. 4. Rencana Detail Tata Ruang Kota yang selanjutnya disingkat RDTRK. 3. Walikota adalah Walikota Malang. Tata Ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. tempat manusia dan makhluk la in hidup. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. ruang laut. 8. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. dan ruang udara. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat. Daerah adalah Kota Malang. 2. te rmasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang.Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MALANG dan WALIKOTA MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH. adalah penja baran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1:5000 atau lebih. Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan pras arana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat . 5. 6.

14. 10. sosial. 16. Pengendalian Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata rua ng. 13. 17. Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan struktur dan pola pemanfaatan ru ang. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administra tif dan/atau aspek fungsional. 15. dan pengendalian pemanfaatan ruang. 9. pemanfaata n ruang. Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang.yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional. budaya dan/atau lingkungan. 12. . Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruan g sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya. Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang melipu ti peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya . Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung dan/atau budidaya. 11. Kawasan Strategis Daerah adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaska n karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi. Perencanaan Tata Ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang d an pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang.

pot-pot kota. 32. pemakaman. dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup. 27. Tempat Penampungan Sementara atau disingkat TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang. adalah sisa suatu u saha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya. jalur hijau. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai 21. Sub Blok Peruntukan adalah wilayah perencanaan terkecil dengan batasan wilay ah . Rencana Blok adalah perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok d an jalan. kebun bibit. pohon-po hon pelindung tepi jalan. kesehatan. dan/atau tempat pengolahan sampa h terpadu. 24. baik secara langsung maupun ti dak langsung. disingkat limbah B3. 20. 22. Koefisian Dasar Hijau adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan antar a luas lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air terhadap luas persi l yang dikuasai.18. 29. hutan kota. Garis Sempadan Bangunan adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah Garis Sempadan Jalan yang ditetapkan dalam rencana ruang kota. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. Koefisien Lantai Bangunan atau disingkat KLB adalah angka perbandingan jumla h luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota 25. 31. Limbah bahan berbahaya dan beracun. pengolahan. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah dibawah Kecama tan. Garis Sempadan Jalan adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencan a ruang kota. 19. 26. Sempadan Sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan saluran/sungai termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. pertania n kota yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan. Rencana Sub Blok adalah perencanaan pembagian blok dalam kawasan menjadi sub blok dan jalan dengan pemanfaatan ruang atau karakter lingkungan yang homogen. dimana blok terdiri atas unit lingkungan dengan konfigurasi tertentu. terdiri dari unsur alam (antara la in vegetasi dan air) dan unsur binaan antara lain taman kota. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Blok Peruntukan adalah bagian dari unit lingkungan yang mempunyai peruntukan pemanfaatan ruang tertentu yang dibatasi oleh jaringan pergerakan dan atau jarin gan utilitas. 30. Ruang Terbuka Hijau atau disingkat RTH adalah bagian dari Kota yang tidak di dirikan bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan. 23. 28. Koefisien Dasar Bangunan atau disingkat KDB adalah angka perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota.

34. BAB II TUJUAN.administrasi kelurahan. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanf aatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 33. DAN RUANG LINGKUP Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Penataan ruang di Malang Tengah bertujuan untuk mewujudkan: . Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaa tan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntuka n yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang. FUNGSI.

Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota . Wilayah Perencanaan b. Ruang lingkup RDTRK Malang Tengah meliputi : a. d.a. arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan. dalam rangka pelaksanaan program pembangunan daerah. Bagian Ketiga Ruang Lingkup Pasal 4 (1). Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras. b. dan pemberian perijinan kesesuai an pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan Bagian Kedua Fungsi Pasal 3 Penataan ruang di Malang Tengah berfungsi sebagai: a. b. c. Materi yang ditentukan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota d. Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-pro gram pembangunan daerah. Batas Batas Wilayah Perencanaan c. Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan fungsiona l dengan RencanaTata Ruang Wilayah Kota. Menyiapkan perwujudan ruang. serasi dan efisien dalam perencanaan kawasan. pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi.

rencana struktur ruang. (3). Batas-batas RDTRK Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b adalah sebagai berikut : a. b. d. c. rencana skala pelayanan kegiatan. Rencana struktur ruang yang meliputi rencana persebaran penduduk. Kelembagaan f.e. Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c meliputi : a. Wilayah perencanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a dengan wilayah me liputi Kecamatan Klojen. . Peran Serta Masyarakat (2). Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara : Timur : Selatan Barat : Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Blimbing : Kecamatan Sukun Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun (4). Tujuan Pengembangan b. rencana sistem jaringan yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan utilitas. rencana blok.

Kelembagaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf e adalah struktur organisas i kelembagaan dalam pelaksanaan penataan ruang. Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri g. Rencana peruntukan blok yang meliputi kawasan fungsional binaan dan kawasan fungsional alami/perlindungan setempat . pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi (7). serta arahan garis sempadan f. fasilitas eko nomi serta Ruang Terbuka Hijau d. Indikasi program pembangunan yang meliputi program yang dikelola pemerintah. aturan insentif dan disinsentif. e. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi. Peran Serta Masyarakat sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf f adalah hak dan kewajiban serta peran serta masyarakat dalam pelaksanaan penataan ruang. periji nan dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang melalui pengawasan. program yang dipihak ketigakan/swasta serta sistem pembiayaan program. (6). (5).Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d adalah zonasi.c. Rencana Fasilitas Umum yang meliputi fasilitas sosial dan umum. tata bangunan. Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplolp ruang) yang meliputi tata kualitas lingkungan. program yang dikerjasamakan. BAB III RECANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH Bagian Pertama Rencana Struktur Ruang Paragraf I Umum Pasal 5 .

rencana skala pelayanan kegiatan. rencana pemusat an kegiatan.Struktur ruang Malang Tengah yang meliputi rencana kependudukan. jumlah dan kepadatan penduduk. rencana blok. tingkat pertumbuhan penduduk serta distribusi penduduk b. rencana sistem jaringa n yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan util itas. Paragraf II Rencana Kependudukan Pasal 6 Rencana kependudukan meliputi : a. tingkat ketergantungan serta sosial budaya .

Kelurahan Penanggungan dan Kelurahan Rampal Celaket. . Kelurahan Gading Kasri . membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja denga n menambah lapangan kerja dan memberikan modal bagi pengusaha kecil dan rumah tangga dalam bentuk koperasi koperasi simpan pinjam. kawasan dengan kepadatan sedang namun memiliki luasan lahan yang masih memungkinkan untuk menambah penduduk dan fasilitas penunjangnya dapat ditingkatkan kepadatannya meliputi Kelurahan Kidul Dalem. Rencana kepadatan penduduk diarahkan sebagai berikut : a. Pasal 8 Ketergantungan penduduk terkait dengan kelompok umur produktif dan ketenagakerja an diarahkan melalui : a. c. b. kawasan dengan kepadatan rendah dan merupakan kawasan strategis direncanakan untuk peningkatan fasilitas umum dan diarahkan tingkat kepadatannya tetap atau meningkat meskipun tidak secara signifikan meliputi Kelurahan Klojen dan Kelurah an Oro-oro Dowo. Pembatasan jumlah penduduk di Malang Tengah dilakukan melalui manajemen kependudukan.Manajemen kependudukan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) meliputi seleksi migrasi dan urbanisasi. peningkatan kualitas SDM serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan.Pendistribusian penduduk ke seluruh kelurahan di Malang Tengah diarahkan aga r terjadi keseimbangan aktivitas yang dapat memicu pemerataan dan persebaran infrastruktur antar kecamatan (4). peningkatan kegiatan sosial seperti bimbingan/pelatihan baik bimbingan ketera mpilan maupun bimbingan religi/keagamaan. (3). kawasan dengan kepadatan sangat tinggi dan kepadatan tinggi dipertahankan ata u dibatasi tingkat kepadatannya yaitu Kelurahan Samaan dan Kelurahan Sukoharjo. b.Pasal 7 (1). (2).

Jaksa Agung Suprapto .Blok Peruntukan I terdapat pemusatan kegiatan di koridor Jl. WR.Paragraf III Rencana Struktur Ruang Pasal 9 (1). . Supratman. b. . dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan. Struktur Ruang di Malang Tengah sebagai berikut : a.Jl. Brigjen Slamet Riyadi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. Zona Utama atau Pusat Pelayanan regional berada di Alun Alun Tugu dan sekitarnya dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa.Blok Peruntukan II terdapat pemusatan kegiatan di kawasan Jl.masing pusat Blok Peruntukan dengan fungsi kegiatan dominan sebagai berikut : . Zona Pendukung atau Sub Pusat Pelayanan Kota berada di masing.

fasilitas umum pendidikan. . WR. d. . pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan. Dominasi kegiatan adalah fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. (2) Rencana Blok di Malang Tengah dibagi menjadi 6 Blok Peruntukan. c. Kawi Atas dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regional. meliputi Kelurahan Bareng dan Kelurahan Gading Kasri. Rencana Blok meliputi Rencana Blok dan Rencana Sub Blok. Paragraf IV Rencana Blok Pasal 10 (1). . dimana masin gmasing Blok Peruntukan akan terbagi lagi menjadi 11 Sub Blok Peruntukan (3). Pusatnya berada di Jl. Jaksa Agung Suprapto . b. meliputi Kelurahan Kauman dan Kelurahan Kasin.Jl. Blok Peruntukan IV. Blok Peruntukan I. c. sarana olah raga. Kawi Atas dengan dominasi kegiatannya yaitu fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regiona l..Blok Peruntukan III terdapat pemusatan kegiatan di Jl.Jl. Dengan pusatnya berada di Kawasan Jl. tercantum da lam lampiran 1 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Terusan Kawi . Brigjen Slamet Riyadi dengan dominasi kegiatan perdagangan dan jasa skala regional. Blok Peruntukan III. meliputi Kelurahan Sama an dan Kelurahan Rampal Celaket.Jl. Terusan Kawi . dengan pus at .Peta rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Supratman. Pembagian Blok sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. peribadatan dan kesehatan skala regional. Zona Pelengkap atau Pusat Lingkungan berada di pusat masing-masing sub blok peruntukan. Blok Peruntukan II. Kawi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan jasa skala regional.Blok Peruntukan IV terdapat pemusatan kegiatan di Jl. (2). Dengan pusatnya berada pada kawasan Jl.Blok Peruntukan V terdapat pemusatan kegiatan di Alun-Alun Tugu dengan fungsi kegiatan dominan sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran serta fasilitas umum pendidikan skala kota. meliputi wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo dan Kelurahan Penanggungan.Blok Peruntukan VI terdapat pemusatan kegiatan di sekitar kawasan Pasar Besar dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional.

Sisi Barat meliputi sepanjang aliran sungai Brantas. (4). meliputi Kelurahan Sukoharjo. pendidikan. Blok Peruntukan V. Sebelah utara meliputi Jl. kesehatan dan permukiman. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa.Pembagian Sub Blok Peruntukan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pusat Sub Blok berada di korido r . Kawi tepatnya di Kawasan Mall Malang Olimpic Garden (MOG). Pusat berada di Alun-alun Tugu dengan dominasi kegiatan pemerintahan. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa skala regional. dengan pusat berada pada kawasan Pasar Besar. Gilimanuk.berada pada kawasan Jl. meliputi wilayah Kelurahan Kidul Dalem dan Kelurahan Kloje n. Jaksa Agung Suprapto. Sarana Olaharaga. perkantoran dan fasilitas umum pendidikan. Blok Peruntukan VI. e. Sub Blok Peruntukkan I-1 meliputi Kelurahan Sama an. Serta bat as sebelah timur meliputi Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Sepanjang aliran sungai DAS Brantas. peribadatan. f.

Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. f. IR.d Jl.IR. sisi selatan dibatasi Jl . meliputi Kelurahan Bareng. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Jakarta serta sebelah timur dibatasi Jl. Galunggung dan Kali Kasin. Terusan Kawi Jl. serta sebelah bara t dibatasi Jl. Panglima Sudirman. meliputi Kelurahan Oro-oro Dowo. Wr. Cipto. serta pada sisi timur dibatasi oleh meliputi Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan III-1 yaitu pada korid or Jl. d. batas sebelah utara meliputi Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. serta pada sisi barat dibatasi oleh meliputi Jl.d Jl.Jl. Gede Jl. Lembang Jl. Gede Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Simpang Ijen. Pusatnya berada koridor Jl. Kaliurang s. b. Terusan Kawi Jl. Wilis sampai dengan Jl. Kawi At as. Indragiri. sisi Bar at meliputi Jl. Basuki Rahmad serta Sungai Brantas.Jl. sisi selatan dibatasi Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. Sub Blok Peruntukkan IV-1. Rai s Jl. meliputi Kelurahan Kasin. Kelud dan sisi barat dibatasi oleh Jl. pendidikan dan kesehatan skala regional. Veteran. Pusat Sub Blok Peruntukkan di kawasan Simpang Balapan. Semeru. Sonokeling. Retawu Jl. Raya Langsep Jl. meliputi Kelurahan Gading Kasri. c. Cipayung. Jaksa Agung Suprapto Jl. Raya Dieng Jl. serta batas sebelah timur Jl. meliputi Kelurahan Penanggungan. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan skal a regional. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum perkantoran skala regional. Sub Blok Peruntukkan III-1. Bondowoso.Jl. Supratman dengan dominasi kegiatan Fasilitas Umum perkantoran. Kawi Atas .Jl. Letjen Sutoyo. Rangsang Jl. Sub Blok Peruntukkan I-2 meliputi Kelurahan Rapal Celaket. Sonokeling. Terusan Surabaya Jl. Pahlawan Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan Jasa skala kota. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Jl. Galang Selatan Jl. Sub Blok Peruntukkan II-1. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. Simpang Langse p. e. Ijen . Tumenggung Suryo s.d Jl. Kawi. Rais. Arif Margono . Sub Blok Peruntukkan III-2.Pandjaitan. Sumbing. batas sebelah utara meliputi Jl. Bogor . Vet eran dan Jl. serta batas sebelah baratnya yaitu Kali Kasin sebagai pembatas perkembangan kelurahan. Terusan Cikampek s. Jaksa Agung Suprapto.Jl. Sub Blok Peruntukkan II-2. yang dibatasi di sisi utara yaitu Jl. g.Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa skala kota. Retawu. yang dibatasi di sisi utara yaitu Sungai Brantas Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-1 yaitu pada koridor Jl. yang dibatasi di s isi utara yaitu Jl. Ade Irma Suryani. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan dan perdagangan dan jasa skala regional. Kawi. Brigjen Katamso . Jakarta Jl. Dr. sisi selatan dibatasi Jl. serta batas sebelah baratnya yait u Jl. Halmahera Jl. Untuk sebelah utara dan timur dibatasi oleh batas fisik berupa Sungai Brantas. Raya Dieng . Semeru Jl. Bareng Ka rtini serta Jl. S utan Syahrir Jl.

Sub Blok Peruntukkan V-1. Zainul Arifin. h. Kelud Jl. pada utara barat yaitu Jl. Sumbing dan sebel ah barat yaitu Jl. Kawi. Sub Blok Peruntukkan IV-2. KH. Brigjen Katamso Jl. Semeru s. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-2 di Jl. Merdeka Barat. serta Jl. Rais Jl. sedangkan batas sebelah barat yaitu Jl. Bareng Kartini. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Agus Salim. Sementara itu. Kahuripan. Basuki Rahmad. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan V-1 . meliputi Kelurahan Kidul Dalem. Jendral Panglima Sudirman Jl .serta Jl. Ade Irma Suryani. serta batas sebelah timur meliputi Jl.d Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa da n fasilitas umum pendidikan skala kota. Merdeka Selatan Jl. meliputi Kelurahan Kauman yang dibatasi di sisi ut ara yaitu Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan jasa skala kota serta fasilitas umum pendidikan dan kesehatan skala regional. IR. Majapahit.Jenderal Basuki Rahmat Jl. sementara pada sisi selatan dibatasi Jl. Tugu. Ade Irma Suryani. batas sebelah utara meliputi Jl. Kertanegara. Kawi . i. Majapah it Jl.Jl. Majapahit Jl. Aris Munandar Jl. Tugu Jl.

Jl. Jl. sisi Barat meliputi Jl .Peta rencana blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3). Kertanegara . Sartono. Sub Blok Peruntukkan V-2. meliputi Kelurahan Sukoharjo yang dibatasi di sisi S elatan yaitu Jl.Peta rencana sub blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (4). Panglima Sudirman.Jl. Sebelah barat yaitu Jl. Gatot Subroto .Kahuripan dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pemerintahan dan perkantoran skala kota. Pusat Sub Blok Peruntukkan VI di Jl. KH.Jl. Agus Salim Jl. Aris Munandar. Jaksa Agung Soeprapto. Paragraf V Rencana Skala Pelayanan Kegiatan Pasal 11 (1).Kertanegara . Cipto dan batas sebelah ti mur meliputi Jl. Halmahera. SW. sebelah utara meliputi Jl. dan pada sisi timur yaitu Jl. j. tercant um dalam lampiran 3 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Sub Blok Peruntukkan VI.Kahuripan. Kahuripan Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pendidikan skala kota dan fasilitas umum kesehatan skala regional. Pasar Besar. Rencana Kegiatan Sentra Primer sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah meliput i: a. Laksamana Martadinata. dengan dominasi kegiatan perdagangan jasa berskala regional. tepatn .d.d Jl. kegiatan sentra sekunder (pelayana n skala kecamatan) dan kegiatan tersier/lokal (pelayanan skala lingkungan). (4). Sutan Syahri r s. Irian Jaya s. meliputi Kelurahan Klojen dengan batas wilayahnya y aitu pada sisi selatan Jl. Tugu Jl. (5). k. tercantum d alam lampiran 2 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Rencana sistem pusat perwilayahan di Malang Tengah dibagi menjadi 3 yaitu ke giatan sentra primer (pelayanan skala wilayah/kota). Pranoto . Kertanegara. Za inul Arifin Jl. pada utara yaitu Jl. Pusat sub blok perumtukk an V-2 berada pada koridor Jl.Jl. Dr. Pusat kegiatan Pemerintahan dan Perkantoran Pusat kegiatan Pemerintahan ini berada di sekitar kawasan Alun-alun Tugu. (2).yaitu pada kawasan Jl.

Syaiful Anwar yang terdapat di koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. Jaksa Agung Suprapto. Lavallete yang terdapat di Jl. Adapun kegiatan pemerintahan ini didukung dan diperkuat dengan keberadaan pusat kantor pemerintahan kota Malang yang saat ini lokasinya berada di sekitar kawasan tugu. Kawasan Alun-alun Merdeka. Nu sa Kambangan.ya berada di Kelurahan Klojen dan Kidul Dalem. kawasan Pasar Besar. Panti Waluyo yg terdapat di Kelurahan Kasin tepatnya di Koridor Jl. Basuki Rahmad. WR. Supratm an. RS. Perkembangan Kegiatan peribadatan skala regional yang ada di Kecamatan Klojen terdapat di beberapa titik lokasi. peribadatan dan Olahraga. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dapat ditemukan di beberapa titik lokasi yang ditandai dengan keberadaan pusat-pusat perdagangan jasa serta Mall-Mall yang ada. Untuk pemusatan kegiatan perdagangan jasa skala regional. sert a Kawasan perdagangan dan jasa sepanjang koridor Jl. Untuk fasilitas olahraga berada di Lapangan Olahraga Stadion Gajayana. Pusat kegiatan pendidikan yang ada di . yaitu di kawasan Alun-alun Merdeka dengan ditandai keberadaan Masjid Jami Kota Malang serta Gereja GPIB Immanuel serta Gereja Paroki Hati Kudus. c. Pusat Pelayanan Umum Perkembangan Fasilitas Umum dan sosial yang ada di kecamatan Klojen. Mall Malang Olimpic Garden (MOG) serta Mall Malang Town Square (Matos) serta di kawasan Kayu Tangan tepatnya di koridor Jl. meliputi perkembangan fasilitas kesehatan. Fasilitas Kesehatan dengan skala besar yaitu RS. serta RS. b. yaitu di .

Kecamatan Klojen berkembang di sepanjang koridor Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, di kawasan Tugu, serta di Kelurahan Kauman tepatnya di sekitar Perguruan Tinggi IKIP Budi Utomo yang merupakan kompleks pendidikan dan sepanjang koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. (3). Rencana Kegiatan Sentra Sekunder sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti: a. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala kota ditemukan hampir di tersebar di semua wilayah Kecamatan Klojen, antara lain di koridor Jl. Jaksa Agu ng Suprapto, Jl. Panjaitan, Jl. Trunojoyo, Jl. Cokroaminoto, Jl. Tumenggung Suryo, Jl. Halmahera, Jl. Raya Dieng, serta Jl. Kawi. Selain itu terdapat pula beberapa pas ar yang berkembang pada tiap-tiap kelurahan di yang memiliki skala pelayanan kota, yaitu seperti Pasar Comboran, Pasar Mergan, Pasar Klojen. b. Pusat Pelayanan Umum (Pendidikan, Kesehatan, Peribadatan) Kegiatan pelayanan umum skala kota berkembang di seluruh wilayah kelurahan, dengan keberadaannya pada umumnya pada koridor arteri sekunder. c. Permukiman Perkembangan kegiatan permukiman yang di Kecamatan Klojen, berkembang di seluruh wilayah kecamatan. Baik yang berupa permukiman organis (tumbuh secara alamiah) maupun permukiman anorganis (direncanakan). d. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebaran RTH di kecamatan Klojen, tersedia dalam beberapa bentukan yaitu Hutan Kota, Taman, lapangan olahraga serta Jalur Hijau. RTH Kota saat ini yaitu Hutan Kota Malabar yg terdapat di Kelurahan Oro-oro Dowo, Hutan Kota Jakarta yang terdapat di kelurahan Penanggungan, serta Lapangan Olahraga . Sementara untuk RTH di lokasi lainnya lebih berkembang dalam bentuk taman dan jalur hijau. (4). Rencana Kegiatan Sentra Tersier di Malang Tengah (Kecamatan Klojen) sebagai mana dimaksud ayat (1) adalah berupa fasilitas perdagangan, fasilitas umum (fasilitas kesehatan, peribadatan dan pendidikan) dapat ditemukan pada masing-masing kelurahan yang menyatu dengan kawasan pemukiman penduduk. (5).Peta rencana sistem pusat perwilayahan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), tercantum dalam lampiran 4 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua

Rencana Sistem Jaringan Paragraf I Umum

Pasal 12

(1).Rencana Sistem Jaringan di Malang Tengah meliputi Rencana Sistem Jaringan Pergerakan, Rencana Sistem Jaringan Utilitas dan Rencana Jalur Evakuasi Bencana. (2). Rencana Sistem Jaringan Pergerakan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mel iputi : a. Rencana Pola Pergerakan c. Rencana Fungsi Jalan d. Rencana Prasarana Transportasi e. Rencana Rute Angkutan Umum f. Rencana Jalan Kereta Api g. Rencana Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) (3). Rencana Sistem Jaringan Utilitas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti : a. Rencana Sistem Jaringan Energi/Kelistrikan b. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi c. Recana Penyediaan Air Minum

d. Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah e. Rencana Sistem Persampahan f. Rencana Sistem Drainase (4). Rencana Jalur Evakuasi Bencana

Paragraf II Sistem Jaringan Pergerakan

Pasal 13

(1).Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi regional berada di beberap a ruas yaitu : a. Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jaksa Agung Suprapto Jl. Basuki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono sebagai akses regional Malang Kepanjen - Blitar dan Malang - Surabaya b. Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirman Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata sebagai akses regional Malang Bululawang - Blitar dan Malang Surabaya c. Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Brigjen Slamet Riyadi serta Jl. Veteran Jl. Ijen sebagai akses regional Malang Batu. Jl. Bandung

(2). Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi lokal dioptimalkan pada r uas-ruas jalan lokal dan lingkungan yang ada. (3). Pola pergerakan Malang Tengah diklasifikasikan menjadi 3 yaitu pola pergera kan tinggi, pola pergerakan sedang dan pola pergerakan rendah. (4). Pola pergerakan sebagaimana yang dimaksud ayat (3) adalah sebagai berikut : a. Pola pergerakan tinggi terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi regional/kota tepatnya y ang berada di kawasan Pasar Besar, Jalan Veteran, Jalan Bandung, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kawi, Jalan Diponegoro, Jalan Martadinata. b. Pola pergerakan sedang terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi kecamatan tepatnya yang

berada di Jalan Dieng

Jalan Galunggung,

c. Pola pergerakan rendah berada di kawasan permukiman dan fasilitas umum lainn ya yang berorientasi lingkungan.

Pasal 14

(1) Peningkatan mobilitas pergerakan di Malang Tengah maka dilakukan penetapan h irarki jaringan jalan sebagai berikut : a. Jalan arteri sekunder berada di ruas Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirm an Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata; b. Jalan lokal berada di ruas Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Basu ki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Merdeka Selatan - Jl. SW. Pranoto - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Halmahera, Jl. KH. Agus Salim - Jl. KH. Achmad Dahlan, Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono, Jl. Mayjen Panjaitan - Jl.Brigjen Slamet Riy adi, Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung -Jl. Ray a Langsep - Jl. Simpang Langsep, Jl. Ir. Rais - Jl. Brigjen Katamso - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar. c. Jalan lingkungan meliputi seluruh ruas yang tidak termasuk dalam jalan arteri sekunder dan lokal yang merupakan akes dari kawasan permukiman menuju pusat kegiatan di sekitarnya.

Pasal 15 (1). dan larangan parkir. Rencana pelebaran trotoar di kawasan yang berfungsi sebagai perdagangan dan jasa seperti di Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. trotoa r. di Pas ar Comboran. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. tempat sampah. street. kondisi lalu lintas. b. Rencana sistem parkir on street hanya diperbolehkan pada ruas jalan dengan fungsi jalan kolektor dan/atau lokal dengan memperhatikan kondisi jalan dan lingkungannya. penyeberangan. Pasar Besar dan sekitarnya serta re ncana perbaikan totoar di semua ruas jalan. pot bunga. terc antum dalam lampiran 5 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Trunojoyo. (4). lampu penerangan. pola pa rkir. Jalan Kawi. Merdeka Timur dan direncanakan berupa pengembangan zebra cross pada beberapa ruas jalan yang sekitarnya terdapat fasil itas perkantoran. Desain parkir on-street dilakukan dengan penentuan sudut parkir.(2) Peta rencana hirarki jaringan jalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Rencana sistem parkir sebagaimana dimaksud ayat (1) di Malang Tengah adalah direncanakan dengan sistem parkir on pan tarif parkir. di sekitar Alun-alun Merdeka da n di sekitar Alun-alun Tugu (3). Penyediaan trotoar harus terintegrasi deng an perabot jalan lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas. Jl.Rencana penyeberangan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mempertahankan jembatan penyeberangan yang ada di Jl. Jalan Mayjen Panjaitan. di sekitar Pasar Besar. Rencana sistem parkir off street ditempatkan berdasarkan fasilitas parkir unt . aspek keselamatan. (2). halte dan zebra cross.Rencana lokasi halte sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ditetapkan di sepa njang kawasan kayutangan. sistem parkir off street dan peneta a. sistem parkir. Sedangkan jembatan penyeberangan dapa t direncanakan di kawasan kayu tangan dan Jalan Kawi. Rencana prasarana transportasi meliputi lokasi halte. fasilitas pendidikan dengan fasilitas umum dan sosial dan kawasan strategis lainnya di sekitar lokasi halte. Rencana trotoar sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah direncanakan di semua ruas jalan yaitu di semua ruas jalan arteri primer. ruas jalan kolektor dan ruas jala n lokal. di Jalan Veteran. (5).

Desain parkir off street dilakukan dengan taman parkir dan gedung parkir menurut kriteria tertentu. bangunan perkantoran dan perhotelan serta fasilitas umum lainnya dilakukan melalui penyediaan fasilit as parkir sebagai penunjang. golongan B dan golongan C menurut kriteria tertentu. (2). . Pasal 16 (1).uk umum dan fasilitas parkir sebagai penunjang. c. tercantum dalam lampiran 6 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Penambahan dan perubahan rute angkutan umum ditetapkan kembali sesuai denga n perkembangan kawasan di Malang Tengah (3). Pemberlakuan tarif parkir berdasarkan jenis fasilitas dapat digolongkan menja di : golongan A. Rencana rute angkutan kota di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). sedangkan pada kawasan pertokoan. Rencana pengembangan parkir off street di kawasan perdagangan Pasar Besar direncanakan dengan meningkatkan kapasitas fasilitas parkir untuk umum yang juga dapat dimanfaatkan untuk pertoko an yang ada disekitarnya. Rencana rute angkutan di Kecamatan Klojen direncanakan melalui optimalisasi rute angkutan umum yang sudah ada saat ini dengan mengikuti jalur yang telah ditetapk an.

Rencana peningkatan sistem jaringan prasarana listrik dilakukan dengan: a. Sedangkan Zona Ring III berada di sebagian Kelurahan Sama an dan Kelurahan Klojen. dan b. Kelurahan Gading Kasri. Malang Tengah berada pada zona II dan Zona III. Rencana pengembangan Jalan kereta api dilakukan dengan : a. (2). Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi hantaran udara kawat te .Malang Pasal 18 (1). Paragraf III Sistem Jaringan Utilitas Pasal 19 (1). non perumahan. Kelurahan Sukoharjo dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan maksimum yaitu 90 meter. Kelurahan Kauman. Kelurahan Penanggungan.Pasal 17 (1). maka terdapat 3 jenis R ing Kawasan dalam radius 15 km terhadap Bandara. Kelurahan Bareng. Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan pada kawasan perumahan. Kelurahan Kidul Dalem. Rencana Jalan Kereta Api meliputi peningkatan pelayanan dengan perbaikan st asiun kereta api dan penambahan beberapa rute atau jalur (2). Kelurahan Orooro Dowo. mendukung rencana jalur Double Track rute Surabaya . Zona Ring II tepatnya berada di Kelurahan Rampal Celaket. fasilitas umum dan fasilitas sosial serta penerangan jalan b. perdagangan dan jasa. sebagian Keluraha n Sama an dan sebagian Kelurahan Klojen dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan antara yaitu 20 40 meter. Kelurahan Kasin. pengembangan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat pengguna moda.

Pemasangan lampu penerangan jalan pada tiang distribusi tegangan rendah denga n posisi selang satu tiang 50 meter. pembatasan terhadap pembangunan tower baru. (3). Rencana sistem jaringan telekomunikasi dilakukan melalui pemenuhan terhadap jaringan telepon. pemanfaatan bangunan tower yang telah ada untuk digunakan sebagai tower bersama dengan cara : . b. Pemasangan lampu ini dipasang pada lampu sendiri terutama untuk lampu penerangan utama di arteri sekunder. Pengembangan jaringan telepon direncanakan dengan melakukan perawatan secar a berkala jaringan telepon yang sudah ada saat ini dan tidak dilakukan pengembanga n jaringan. (2). tercantum dalam lampiran 7 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Rencana jaringan listrik di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) . Rencana pengembangan menara telekomunikasi dapat direncanakan sebagai berik ut : a. Pasal 20 (1).rbuka menjadi jaringan distribusi kabel udara dilakukan sesuai kondisi lahan. menara telekomunikasi dan internet atau jaringan nirkabel. (2). c.

Rencana pengembangan jaringan sumber air baku bersumber dari mata air dan su mur bor (2). b. apabila secara teknik memungkinkan bisa ditambah beban. perdagangan. Taman Senaputra. Samaan. penambahan titik-titik akses internet pada kawasan-kawasan rencana antara lai n kawasan: pendidikan. (4). Penanggungan. . Pasal 22 (1). tercantum dalam lampiran 8 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini . pemanfaatan titik akses internet di kawasan RTH meliputi Alun-alun Merdeka da n Alun-alun Tugu. tercantum dalam lampiran 9 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Kidul Dalem. menara Pengembangan Pemanfaatan Bersama yang telah berdiri. Pengolahan air limbah di kelurahan dengan kepadatan tinggi seperti Keluraha n Bareng. Gading Kasri. Pengembangan jaringan air bersih dilakukan pada permukiman baru seperti di Kelurahan Bareng (3).Rencana jaringan air bersih di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). 2. menara milik provider/operator lain apabila secara teknis memungkinkan. (2). Pasal 21 (1). (5).1. Rampal Celaket. Kasi n dan Kauman dapat dilakukan dengan on site system dan sanimas. Sukoharjo. dan pariwisata. Peningkatan prasarana internet di Malang Tengah dapat dilakukan sebagai ber ikut : a. Pengolahan air limbah dengan on site-system dilakukan untuk pengolahan limb ah domestik yang ada di Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo. dimanfaatkan secara bersama. kesehatan. Mengoptimalkan penyediaan air bersih dari PDAM dan melakukan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan sumur dan pompa (4).Rencana jaringan telekomunikasi di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada A yat (1).

Pemisahan sampah organik dan non organik baik yang berasal dari rumah tangg a maupun fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui program 3R (2). Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mulai da ri pemilahan dan pengolahan sampah serta pengurangan jumlah sampah. Sampah yang berasal dari rumah sakit umum ataupun rumah sakit bersalin haru s diolah terlebih dahulu oleh dengan incenerator untuk selanjutnya di buang ke TPA (4). Peningkatan upaya reduksi dan pengolahan sampah secara terpadu di masing sing Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan sistem 3R (3). Setiap fasilitas perumahan.Pasal 23 (1). Sistem pengangkutan sampah di Malang tengah dilakukan melalui pengambilan s ampah di setiap TPS menuju TPA Supiturang. (6). Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah adalah sebagai berikut : . Mengoptimalkan TPS yang sudah ada di masing-masing kelurahan dengan peningk atan proses pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA (5). fasilitas perdagangan dan jasa dan fasilitas um um harus dilengkapi dan ditunjang dengan TPS (7). ma Pasal 24 (1).

Jalan Kertanegara. Jalan Tugu. Jalan Veteran. d. Kantor Kelurahan dan Kantor kecamatan di sepan jang Sungai Brantas Bagian Ketiga RENCANA FASILITAS UMUM .a. Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah sebagaimana dimaksud p ada Ayat (1). (2). Pembangunan bangunan penunjang prasarana drainase seperti bak kontrol di seti ap saluran yang rawan terjadi genangan. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin . Rehabilitasi saluran dilakukan dengan pelebaran saluran terhadap wilayah-wila yah yang mengalami genangan dan banjir seperti saluran di Jalan Trunojoyo (terutama di sekitar stasiun KA yang menjadi titik pertemuan air dari Jalan Trunojoyo dan Jal an Kertanegara). c. Paragraf IV Jalur Evakuasi Bencana Pasal 25 (1). Jalan Veteran. Penambahan saluran baru terutama di Jalan Mayjen Panjaitan untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas. Jalur evakuasi bencana alam ditetapkan di kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas meliputi lokasi Balai RW. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman. Normalisasi dilakukan pada saluran-saluran yang mengalami penyumbatan baik it u oleh sampah maupun oleh endapan seperti di saluran yang ada di Jalan Pajajaran. Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. tercantum dalam lampiran 10 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Bencana alam di Malang Tengah meliputi bencana banjir dan longsor di lokasi kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas (2). b.

Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perumahan b. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan d. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan f. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Peribadatan e. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perdagangan dan Jasa c. Kebutuhan fasilitas umum ditentukan berdasarkan prediksi jumlah penduduk de ngan pertimbangan fungsi kegiatan dominan pada masing masing kelurahan. Rencana Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Umum terdiri dari : a. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Paragraf II Fasilitas Perumahan Pasal 27 . (2).Paragraf I Umum Pasal 26 (1).

(5). (6). (4). (7).Pengembangan fasilitas perumahan secara horisontal sebaimana yang dimaksud a yat (1) dapat dilakukan dengan pengembangan rumah diatas lahan kosong dengan status legal. Paragraf III Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pasal 28 (1).Jalan Jaksa Agung Suprapto.(1). Kebutuhan perumahan di Malang Tengah secara detail akan ditentukan dalam RP 4D. Jalan Basuki Rahmat. Peremajaan permukiman di seluruh kelurahan dengan peningkatan sarana dan prasarana permukiman yang dibutuhkan. perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dan perdagangan dan jasa pusat pelayanan lingkungan. Rencana pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa meliputi perdagangan da n jasa pusat pelayanan kota. seperti di Kelurahan Samaan dan Kelurahan Bareng. Jalan Brigjen Sla met Riyadi. Pengembangan fasilitas perumahan secara vertikal sebaimana yang dimaksud ay at (1) dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ketinggian bangunan rumah tinggal seperti ketinggian 1 -2 lantai untuk rumah kapling kecil. Jalan Veteran. (2). Fasilitas perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dikembangkan di jal an Kawi. (3). Fasilitas perdagangan dan jasa pusat pelayanan kota dikembangkan di kawasan Pasar Besar dan sekitarnya (3). ketinggian 1-3 lantai untuk ru mah kapling sedang sampai besar dan ketinggian 4 -5 lantai untuk Rusunawa. Pengembangan Rusunawa di Malang Tengah dikembangkan di lokasi kelurahan den gan tingkat kepadatan tinggi. . Jalan Semeru. Pemenuhan kebutuhan fasilitas perumahan di Malang Tengah dilakukan melalui penambahan jumlah rumah secara vertikal dan horisontal (2). Pengembangan apartemen baik yang bersifat murni hunian ataupun hunian dan komersil dapat dikembangkan di lokasi kelurahan yang mempunyai kepadatan tinggi dan lokasi berada di kawasan strategis ekonomi tepatnya di Kelurahan Sukoharjo.

Penambahan fasilitas pedidikan terutama untuk fasilitas pendidikan tingkat TK diharapkan berada di dalam kawasan permukiman dengan memperhatikan radius jangkauan pelayanan.Fasilitas perdagangan dan jasa skala pusat pelayanan lingkungan dikembangkan secara merata tersebar di seluruh pusat lingkungan yang menyatu dengan kawasan permukiman Paragraf IV Fasilitas Pendidikan Pasal 29 Rencana pengembangan fasilitas pendidikan dilakukan dengan : a. Perbaikan kualitas fisik dan lingkungan fasilitas pendidikan yang ada.(4). d. Arahan pengembangan fasilitas pendidikan setingkat TK. Peningkatan kualitas pendidikan dengan orientasi kualitas bertaraf internasio nal mulai dari pendidikan tingkat SD sampai tingkat SMA. SLTP da n SMU baik swasta maupun negeri dilakukan dengan mempertahankan dan mengoptimalkan semua fasilitas pendidikan yang ada di wilayah perencanaan saat i ni dengan cara pengembangan secara vertikal. c. b. . Sekolah Dasar. sesuai standar yang telah ditetapkan.

b. Paragraf V Fasilitas Peribadatan Pasal 30 Pengembangan fasilitas peribadatan dilakukan melalui peningkatan kondisi dan pemeliharaan fasilitas yang ada serta dikembangkan secara merata di seluruh kawa san permukiman Paragraf VI Fasilitas Kesehatan Pasal 31 Rencana pengembangan fasilitas kesehatan dilakukan dengan : a. . f. Penonjolan karakteristik khusus yang dimiliki fasilitas pendidikan khusus. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas fisik fasili tas yang ada. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas baik milik swasta ataupu n pemerintah yang sudah ada tetap dipertahankan. Integrasi fasilitas pendidikan dengan rusunawa terutama untuk tingkat pendidi kan TK. puskesmas. c. atau pada lokasi yang tingkat pelayanannya rendah. Pemerataan fasilitas kesehatan tingkat masyarakat skala lingkungan seperti po syandu. e. d. puskesmas pembantu dialokasikan tersebar di seluruh sub blok peruntuk an. se hingga mampu membentuk fasiitas pendidikan yang bercitra dan berkarakter. Integrasi fasilitas kesehatan dengan rusunawa terutama untuk fasilitas skala lingkungan. Pembangunan baru untuk fasilitas kesehatan skala pelayanan kota pada lokasi y ang belum terbangun.e.

Paragraf Paragraf VII Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Pasal 32 (1) RTH di Malang Tengah ditetapkan sebagai berikut : a.Taman Pemakaman Sama an seluas 77.896 M2.452 . g. (4) RTH taman pemakaman di Malang Tengah berupa Makam Betek seluas 6. b.786. f. Hutan Kota Kediri dengan luas 5. dan h. e. RTH jalur hijau. RTH kawasan lindung. RTH taman rekreasi. d. Hutan Kota Jakarta dengan luas 11. RTH lapangan.16 M2. RTH kebun bibit.817 M2. RTH taman kota.815 M2.030 M2.47 9 M2. RTH hutan kota. RTH taman pemakaman. (3) RTH kebun bibit di Malang Tengah terdapat di Kebun Bibit Garbis dengan luas 3. Makam Pejuang Pelajar seluas 1. (2) RTH hutan kota di Malang Tengah antara lain : Hutan Kota Malabar dengan luas 16. c.

780 M2. lokal dan jalan lingkungan.690 M2. Tepi Jalan Langsep seluas 1. Penambahan penghijauan di seluruh kawasan permukiman.903 M2.080 M2.218 M2.000 M2 dan TMP Pahlawan Trip seluas 500 M2. Tepi Jalan Brigjen Slamet Riyadi seluas 1. Lapangan di Jl.910 M2. (11) Rencana pengembangan fasilitas ruang terbuka hijau dilakukan dengan : a.539 M2.410 M2 dan Taman Jalur Tengah Langsep dengan luas 8. c. Taman Choiril Anwar dengan luas 43 M2. Jeruk seluas 5. b. Mangga seluas 7. Tepi Jalan Pangl ima Sudirman 1. f.810 M2. Tepi Jalan Ijen seluas 2.774 M2. (7) RTH lapangan di Malang Tengah berupa kompleks GOR Gajayana dengan luas 53. Taman Simpang Balapan dengan luas 1. h. g.382 M2.465 M2. (5) RTH taman kota di Malang Tengah antara lain : Taman Cimacam seluas 1. Brigjen Slamet Riyadi seluas 243 M2. Penambahan kebutuhan ruang untuk makam di Kecamatan Klojen dilakukan diluar Kecamatan Klojen. Lapangan di belakang Jl.604 M2. Taman Jalur Tengah Veteran seluas 8.840 M2. Taman Alun-Alun Merdeka dengan luas 23.62 5 M2.681 M2. Penghijauan di sekitar areal parkir yang tersebar di seluruh sub blok peruntu kan. Tepi Jalan Raya Dieng seluas 1. Taman Cikampek seluas 197 M2.385 M2.758 M2.498 M2. TMP Suropati seluas 17. (9) RTH tepi jalan di Malang Tengah antara lain : Tepi Jalan Mayjen Panjaitan se luas 3. Taman Jalur Tengah Veteran dengan luas 9. boulevard atau jalur hijau dan makam) yang ada saat ini.275 M2. d. Taman Kertanegara dengan luas 2. Taman Terusan Cikampek seluas 1. Taman Melati dengan luas 210 M2. (10) RTH kawasan lindung di Malang Tengah antara lain : kawasan lindung sempadan rel kereta api dengan luasan sekitar 206. Lapangan di Kompleks Perumahan Taman Indah Ijen seluas 32.619 M2. (8) RTH jalur hijau di Malang Tengah antara lain : Jalur Tengah Galunggung denga n luas 770 M2.970 M2. i. Mengoptimalkan fungsi resapan pada makam sebagai fungsi resapan sehingga tidak diperbolehkan peng-kijing-an. Makam Mergan seluas 41.1 97 M2. Taman Segitiga Pekalongan seluas 346 M2.M2.733 M2.779 M2.910 M2 dan sempadan sungai brantas dengan luasan sekitar 439. Lapangan di Jl. Taman Wilis dengan luas 700 M2.310 M2. Makam Gading seluas 3. Taman TGP dengan luas 201 M2. Pengadaan jalur hijau di setiap ruas jalan. Taman Adipura / Arjuna dengan luas 395 M2. Taman Jalur Tengah Ijen dengan luas 10.114 M2.923 M2. Taman Ronggowarsito dengan luas 3. Taman Jalur Tengah Dieng dengan luas 3.849 M2. (6) RTH taman rekreasi berupa Taman De Playground seluas 1. e. Taman Alun-Alun Tugu dengan luas 10. Lapangan Simpang Ijen seluas 4. Mempertahankan RTH (lapangan olahraga.305 M2. Program sejuta pohon bagi pengembangan permukiman dengan menanam satu . Tepi Jalan Retawu 2. hutan kota. taman. Taman Cibogo seluas 2. Lapangan sehitiga Jaksa Agung Suprapto seluas 27 M2. Tepi Jalan Besar Ijen seluas 7. Mempertahankan makam yang sudah ada dan mengoptimalkan fungsi makam melalui makam tumpangan. Penghijauan dikembangkan di lahan rumija sebagai jalur hijau di semua ruas ja lan arteri sekunder. Lapangan Simpang Patimura seluas 35 M2. Lapangan Tretes Selatan seluas 1.255 M2. Taman Trunojoyo dengan luas 5.486 M2.

median jalan yang tersebar di hampir seluruh jalan arteri sekunder dan lokal. sedangkan parkir juga tersebar di kawasan perdagangan dan jasa (kecuali Kawasan Pasar Besar). sedangkan jalur pedestrian yang ada di Kawasan Pasar Besar sebagian besar dipakai untuk parkir. .pohon pada setiap rumah. jalur pedestrian (trotoar). parkir dan lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen atau paving yang tersebar di kawasan permukiman dan fasil itas umum. halaman/pekarangan ru mah atau taman bermain atau taman berpaving. (12) Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) saat ini berupa plasa.

(2) Peta rencana peruntukan blok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tercantum d alam lampiran 11 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. rencana kawasan budidaya. jalur pejalan kaki (pedestrian). area par kir. .(13) Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) berupa halaman rumah atau taman berpaving. Kawasan Lindung Setempat b. Bagian Keempat RENCANA PERUNTUKAN BLOK Paragraf I Umum Pasal 33 (1) Peruntukan blok di Malang Tengah meliputi: a. (2) Kawasan lindung di Malang Tengah meliputi: a. rencana kawasan lindung b. Paragraf II Rencana Kawasan Lindung Pasal 34 (1) Rencana kawasan lindung di Malang Tengah merupakan penetapan fungsi kawasan agar wilayah yang dilindungi dan memiliki fungsi perlindungan dapat dipertahanka n. Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan. lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen. Kawasan Rawan Bencana Alam c.

Pasal 35 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan sungai meliputi kawasan sekitar Sun gai Brantas dan sempadan Sungai Kasin (2) Pendirian bangunan di Kawasan Lindung Setempat tidak diperbolehkan untuk bangunan dengan fungsi hunian kecuali bangunan dengan fungsi penunjang kawasan lindung. . (3) Pengamanan dan perlindungan sekitar sungai atau sempadan sungai baik sungaisungai besar maupun kecil dilarang untuk alih fungsi lindung yang menyebabkan at au merusak kualitas air. (7) Pencegahan dilakukan kegiatan budidaya di sepanjang sungai. (4) Pengendalian kegiatan di sekitar sungai atau bangunan di sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian atau pengelolaan sungai dil arang untuk didirikan. kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya. (6) Sungai yang melintasi kawasan permukiman perlu dilakukan re-orientasi pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian latar depan. (5) Perlunya pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan pengawasan terhadap berkembangnya kawasan terbangun pada sempadan sungai maupun alihfungsi lahan lainnya.

Penataan kawasan dengan upaya merelokasi bangunan yang ada di sempadan rel.5meter diukur dari as jalan rel terdekat. Tidak membangun gedung. menanam jenis pohon yang tinggi dimana akan mengganggu pandangan bebas maupun mengganggu keselamatan perkeretaapian. pagar. e. termasuk bagian bawahnya serta ruang bebas diatasnya. Penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan alat-alat pendukung sistem transportasi perkeretaapian yang berupa. 2. (9) Peningkatan kebersihan sungai. kabel telepon. dan 4. f. b. Menetapkan pengaturan mengenai jalur perkeretaapian dengan ketentuan ruang manfaat jalan 6 m. kabel listrik. dan bangunan lainnya. kawasan Kayu Tangan yang terdiri dari kompleks pertokoan di sepanjang koridor . 3. d. kabel signal.5 m untuk jalan inspeksi. ruang milik jalan 12 m. yang terdiri dari : 1. perlindungan badan rel. (3) Upaya pengelolaan kawasan sempadan rel Kereta Api. Pasal 36 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan Kereta api meliputi kawasan di sepanjang rel Kereta Api (2) Kawasan sempadan rel Kereta Api sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditetapk an dengan jarak sempadan masing-masing antara 10 11. serta penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan. 3 m untuk taman dan pembatas. 2 m untuk sistem penerangan jalan dan drainase. telegraf. 3. Penataan/perbaikan melalui penyediaan taman/jalur hijau pada sempadan. dan g. Pasal 37 (1) Kawasan Cagar Budaya di Malang Tengah terdiri dari lingkungan cagar budaya d an bangunan cagar budaya (2) Lingkungan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilind ungi dan dilestarikan meliputi: a. c. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan dan penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. saluran. ruang pengawasan jalan 23 m. tanggul. dari sampah melalui peningkatan kesa daran masyarakat akan kebersihan sungai. saluran. membuat tembok.(8) Pengembangan kegiatan konservasi aktif di sekitar sempadan dan lainnya. 6 m untuk badan jalan rel kereta api. Menetapkan intensitas bangunan di sekitar rel merupakan kegiatan dengan kepadatan sedang = 75%.

. Gedung HBS/AMS di JP. Koridor Jl. Ijen yang terdiri dari Gedung Sekolah Menengah Kristen (Christ MULO School). Sekolah Cor-Jessu. dan pertokoan di perempatan KajoetanganstraatSemeroestraat. Toko Oen. dan Balai Kota. Semeru-Jl. b. dan Komplek Stadion Gajayana. COEN PLEIN (Alun-alun Bunder). (3) Bangunan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilindun gi dan dilestarikan meliputi Gereja Kathedral Hati Kudus. (4) Benda Cagar Budaya wajib dipertahankan keberadaannya dengan tidak mengalihka n dan/atau merubah fungsi dan desain dan/atau gaya arsitekturalnya. kawasan Alun-alun Tugu yang terdiri dari Stasiun Kereta Api Malang. dan c.Kajoetangan straat. Gedung PLN. bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas umum lainnya dengan karakter gaya arsitektural kolonial indische dan kolonial modern.

(2). pemanfaatan BCB atau situs yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa lepas. Klojen. adaptasi/revitali sasi. Penanggungan. sehingga tidak memenuhi syarat layak huni untuk lingkungan pemukiman penduduk. Pasal 38 (1). mengingat pada kawasan perumahan padat ini ruang terbuka sangat terbatas. eksporasi atau penelitian. yaitu untuk drainase gang ± 25 cm. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Kawasan rawan kebakaran sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada pada kawa san permukiman padat yang tersebar di seluruh wilayah Malang Tengah seperti Keluraha n Sukoharjo. gentrifikasi dan demolisi (3). (3). c. Oro-Oro Dowo. Perbaikan kondisi jalan lingkungan yang ada dengan lebar jalan antara 3. Sama an. (2). balai pertemuan. Kawasan rawan banjir dan longsor sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada sempadan Sungai Brantas (4). addisi. dan restorasi/rehabilitasi/rekonstruksi. Ketersediaan fasilitas umum: taman lingkungan. Penataan intensitas bangunan sesuai dengan rencana intensitas bangunan. Oro-Oro Dowo. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan banjir dan longsor dilakukan deng an : a. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. b. lapangan OR. Perbaikan/peningkatan kondisi saluran drainase yang ada. . dan sebagainya yang dapat di fungsikan sebagai kawasan/zona evakuasi e. Upaya pelestarian melalui preservas i dan konservasi.(5) Terkait dengan BCB untuk pengembangan lebih lanjut mengenai keberadaan BCB d i Kota Malang mengenai perlindungan dan pelestariaanya dilakukan terutama pada 3 tahapan (1).Kawasan rawan bencana di Malang Tengah meliputi kawasan rawan kebakaran sert a kawasan rawan banjir dan longsor.5 5 me ter (mengurangi gang-gang buntu) dan juga dapat dilalui truk pemadam kebakaran d. Klojen. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan sebagai berikut : a. Sama an. (5). renovasi. relokasi permukiman di sempadan Sungai Brantas yang ada di Kelurahan Penanggungan. Penempatan hidran dan sumur bor di setiap perkampungan padat.

e. d. pengembalian lahan sempadan untuk penanaman vegetasi sebagai buffer atau penyangga pada dinding tebing sungai. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Perumahan Perdagangan dan Jasa Sektor Informal Fasilitas Umum Pariwisata RTH RTNH . g.b. b. f. Paragraf III Rencana Kawasan Budidaya Pasal 39 Pengembangan Kawasan Budidaya meliputi: a. c.

c. agama). meliputi permukiman dengan kepadatan tinggi. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan d . c. dan perumahan real estate. Penataan bangunan permukiman padat diwajibkan membangun jalan inspeksi dan re-orientasi bangunan ke sungai atau rel Kereta Api. Upaya intensifikasi pembangunan dengan menambah penyediaan RTH untuk bangunan gedung bertingkat. hydrant. b. penertiban. masyarakat kelas menengah ke atas (apartement) dan masyarakat kelas atas (apartement menyatu dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas umum). dilakukan tindakan preventif. perkampungan Arab. Tidak mengganggu fungsi lindung dan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. persampahan. perkantoran. sarana air bersih. d. e. yaitu : a. f. (3) Arahan penataan dan penertiban permukiman yang berdiri di kawasan konservasi sempadan sungai dan sempadan rel KA. dan pengawasan terhadap kawasan konservasi tersebut terutama untuk untuk lokasi yang masuk dalam ukuran 10 15 m (sempadan sungai) dan 12m (sempadan KA). Pengembangan sistem permukiman kompak dilakukan melalui peningkatan fungsi rumah terintegrasi dengan fungsi lain seperti ruko dan rukan untuk kawasan permukiman yang strategis dan mempunyai kecenderungan beralih fungsi menjadi perdagangan dan jasa seperti yang terjadi hampir di seluruh ruas jalan di Malang Tengah. Kauman dan Kasin. permukiman liar di sepanjang sungai Brantas dan sempadan rel KA. pusat perdagangan dan jasa. rumah dinas. peremajaan dan relokasi permukiman padat dan kumuh yang legal dengan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan dengan kepadatan sangat tinggi yaitu Sama an dan Sukoharjo serta Kelurahan yang kepadatannya tinggi yaitu Bareng.Rencana Perumahan Pasal 40 (1) Kawasan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. Peningkatan kualitas perumahan melalui rehabilitasi. b. Pembangunan perumahan baru dilakukan secara intensif (vertikal) untuk masyara kat kelas bawah (rusunawa/rusunami). rumah berkarakter khusus (karakter bangunan kolonial). penanganan limbah dan drainase) dan fasilitas sosial (kesehatan. Kawasan permukiman harus didukung oleh ketersediaan fasilitas fisik atau util itas umum (pasar. (2) Arahan penataan/perbaikan di kawasan permukiman padat di Malang Tengah dilak ukan melalui : a. pendidikan. Pengembangan kegiatan konservasi aktif d.

(7) revitalisasi bangunan rumah dengan karakter bangunan kolonial dilakukan deng an upaya penetapan dan pelestarian bangunan cagar budaya. . (8) pengembangan perumahan real estate dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan utilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya secara mandiri dan terin tegrasi dengan rencana pembangunan yang ada di kawasan sekitarnya. (6) Penataan perumahan dinas dilakukan dengan melakukan perbaikan serta peningka tan kualitas sarana dan prasarana permukiman seperti jaringan jalan. drainase.an penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. dan s anitasi lingkungan termasuk penyediaan RTH.

Jl.Jl. Jl. Arief Margono. pusat perbelanjaan dan toko modern. Ade Irma Suryani . (9) Revitalisasi dan penataan Pasar Comboran ditunjang fasilitas parkir umum dis ekitarnya. perdagangan dan jasa pelayanan sub pusat kota s erta perdagangan dan jasa pelayanan lingkungan. Rais . Mayjen Panjaitan . Jl. Achmad Dahlan. (6) Perbaikan dan revitalisasi kawasan perdagangan dan jasa di pusat kota. Pranoto . (5) Kawasan perdagangan dan jasa skala pelayanan lingkungan di kawasan permukima n dikembangkan berupa pasar modern. Galunggung -Jl. Raya Langsep Jl. Halmahera. Bas uki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. khusu snya Pasar Besar dan sekitarnya sebagai pusat perbelanjaan dengan skala regional. Jl. Jl . Ijen. V eteran Jl.Jl. Bendungan Sutami . Pasar Besar. Pasar Besar dikembangkan berupa toko modern dan di Jl. Kauman Jl. Simpang Langsep. Cokroaminoto (pasa Klojen) dan Jl.Rencana Perdagangan dan Jasa Pasal 41 (1) Perdagangan dan jasa di Malang Tengah terdiri dari pasar tradisional.Jl. Brigjen Katamso . (7) Mempertahankan dan mengoptimalkan sentral PKL yang sudah ada serta melakukan penataan dan pengembangan sentra-sentra PKL untuk menampung PKL yang terdapat di sekitar pusat kegiatan seperti kawasan MOG. KH. Agus Salim .Jl.Jl. Ir. Letjen Sutoyo Jl. Rencana Sektor Informal . Ir. Jl.Jl.Brigjen Slamet Riyadi. Bandung Jl. Merdeka Selatan . (8) Pengembangan Kawasan perdagangan dan Jasa yang ada lebih dioptimalkan dengan cara vertikal di sepanjang arteri sekunder. Rais (pasar Kasin) dikembangkan sebagai p asar tradisional.Jl. Yamin (pasar Comboran). (2) Pengembangan kawasan perdagangan meliputi rencana perdagangan dan jasa pelayanan pusat kota (regional). Muh. Hasim Asyari Jl. (3) Kawasan perdagangan dan jasa skala pusat kota (regional) berkembang di sekit ar Pasar Besar berupa pasar tradisional. KH. Jl. SW. pusat perbelanjaan dan toko modern. (4) Kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan sub pusat kota di sepanj ang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Kawasan Alun-alun dengan ketentuan penyediaan lahan 5 10% dari luas lahan kawasan perdagangan.Jaksa Agung Suprapto Jl.Jl. Sutan Syahr ir Jl.

Pasal 42 (1) Sektor informal dikembangkan di kawasan perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dalam bentuk sentral PKL dan PKL binaan yang menyatu dengan kawasan atau bangunan fungsional. kawasan Bareng. kawasan Alun-Alun Kota . Jalan Halmahera. kawasan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya. (4) Kawasan khusus sebagai wahana perdagangan sektor informal dengan skala kecil yang mempunyai ciri khusus dan dalam jumlah yang besar tetap menggunakan lokasi yang ada tanpa peningkatan intensitas kegiatan antara lain Pasar Burung Splendid. . kawasan pusat perbelanjaan/pertokoan (MATOS dan MOG). (3) Sektor informal di Malang Tengah berupa PKL binaan yang menyatu dengan fungs ional dikembangkan di lokasi Pasar Besar dan Alun-Alun Merdeka. (2) Sektor informal di Malang Tengah berupa sentral PKL dikembangkan di kawasan Stasiun Kota Baru. kawasan Jalan Wilis dan kawasan Pasar TUGU (pasar pagi pada hari sabtu-minggu di Jalan Semeru).

(2) Pengembangan fasilitas pendukung skala kota. Lavalette. kawasan peribadatan Pasal 44 (1) Pengembangan kawasan pendidikan di Malang Tengah meliputi fasilitas pendidik an skala pelayanan regional. RSI. RS. Pasal 45 (1) Pengembangan kawasan kesehatan skala regional seperti RSUD Dr. Kasin dan Kauman. Panti Waluyo serta Rumah Sakit Bersalin yang sudah ada tetap dipertahankan. (2) Pengembangan fasilitas pendidikan skala pelayanan regional sebagaimana yang dimaksud dalam Ayat (1) meliputi fasilitas pendidikan berupa SMA komplek di Alun -alun Tugu. labora . Siti Aisyah. komplek pendidikan di Jalan Veteran. misalnya apotek. SMU Negeri yang tersebar pada tiap-tiap kelurahan tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan dilakukan peningkatan kualitas pendidikannya. kawasan pelaya nan kesehatan. (4) Fasilitas pendidikan skala kecamatan atau kawasan berupa TK. Melati Husada dan RS. da n komplek pendidikan Santa Maria dan STM Nasional di Raya Langsep. RS. Sekolah Dasar N egeri (SDN) atau MI. klinik. Syaiful Anwar .Rencana Fasilitas Umum Pasal 43 Pengembangan kawasan fasilitas umum meliputi: kawasan pendidikan. skala kecamatan dan skala lingkungan. (3) Fasilitas pendidikan skala pelayanan regional tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan peningkatan kualitas berstandart internasional. Bareng. Sama an. komplek pendidikan Cor Jesu. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (Negeri). RS. kawasan pertahanan dan kemanana. (5) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat TK dikembangkan dalam kawasan permukiman (6) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat SD secara vertikal terutama di dal am kawasan permukiman yang memiliki kepadatan tinggi seperti di Kelurahan Sukoharjo . Hermina. komplek pendidikan Santo Albertus (Dempo).

Pasal 46 Pengembangan kawasan pertahanan dan keamaman dilakukan dengan: .Jl. KH. (5) Pengembangan semua fasilitas kesehatan dilakukan secara tereintegrasi dengan apotek untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara terpadu.Jl. Galunggung -Jl. Pranoto . (4) Peningkatan fasilitas skala lokal atau lingkungan di tiap Kelurahan (Puskesm as Pembantu.Jl. Praktek Dokter/Bidan) dan di tiap lingkungan (Praktek Bidan. Veteran Jl. Achmad Dahlan.Jl. Posyandu). Brigjen Katamso . Merdeka Barat Jl. Jl. (3) Peningkatan pelayanan pada fasilitas kesehatan yang ada terutama fasilitas d engan skala pelayanan kawasan/lingkungan (puskesmas puskesmas pembantu) di sekitar kawasan permukiman. Letjen Sutoyo Jl. Halmahera. Bendungan Sutami . Polides. Ijen.Jl. Agus Salim . Basuki Rahmad Jl. Pasar Besar.torium di sepanjang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Ade Irma Suryani Jl. Jl. Jl. Bandung Jl. K auman Jl. Jl.Jl. Simpang Langsep. Mayjen Panjaitan . Jl. Ir.Brigjen Slamet Riy adi.Jl. Praktek Mantri. Hasim Asyari Jl.Jl. Merdeka Selatan . Raya Langsep . Jl. SW. Rais . Arief Margono.Jl.Jaksa Agung Suprap to Jl. KH. Sutan Syahrir .

(2) pengembangan fasilitas peribadatan skala lingkungan berupa musholla secara m erata sesuai kebutuhan dengan lokasi menyatu dengan kawasan permukiman. Semeru-Jl. Wisata belanja yang meliputi pusat perbelanjaan Alun-alun Merdeka. mempertahankan lokasi kawasan pertahanan dan keamanan yang terletak di SKODAM Brawijaya dan kantor-kantor militer lainnya. Matos dan @Max Pasar Splended sebagai wisata belanja b. pengembangan fasilitas penunjang kegiatan pertahanan dan keamanan di kawasan pertahanan dan keamanan yang ada Pasal 47 Pengembangan kawasan peribadatan dilakukan dengan : (1) mempertahankan fasilitas peribadatan yang sudah ada terutama untuk skala kot a melipti Masjid Jami Kota Malang di Jl. c. b. Wisata sejarah/budaya meliputi wisata bangunan dan lingkungan cagar budaya an tara lain kawasan Kayu Tangan. MOG. c. mempertahankan ruang terbuka hijau yang ada di kawasan pertahanan dan keamana n. Wisata buatan meliputi Taman Rekreasi Kota. GPIB Jemaat IMMANUEL di Jl. dan Playground De Rumah. Buring. Merdeka Barat. Koridor Jl. Taman Rekreasi Senaputra.a. Rencana Pariwisata Pasal 48 Rencana pengembangan pariwisata di Malang Tengah dilakukan dengan: a. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Jl. Arif Rahman Hakim. Jenderal Basuki Rahmat dan Gereja Katolik Kathedral Santa Perawan Maria Dari Gunung Karmel di Jl. Kawasan Alun-Alun Tugu. Rencana RTH . Ijen da n Museum Brawijaya.

Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar perumahan padat f. Keberadaan makam difungsikan sebagai resapan air. e. c. Optimalisasi ruang terbuka hijau daerah sempadan sungai dan sempadan rel kere ta api. jenisnya: RTH tepi jalan. . d. RTH sekitar kawasan perdagangan. RTH sekita r pasar. b. g. Mempertahankan hutan kota dan taman-taman kota yang ada sebagai fungsi ekolog is dan estetis kota. Mewajibkan pada pengembangan perumahan baru untuk mengalokasikan lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau baik itu berupa lapangan olahraga maupun taman bermain dengan proporsional terhadap kebutuhan penghuninya. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan umum sebagai fungsi estet is dan ekologis diarahkan pada sekitar pusat Kota. Keberadaan lapangan olahraga yang tersebar di tiap-tiap kawasan permukiman te tap dipertahankan dan dihindari untuk peralihan fungsi sebagai kawasan terbangun.Pasal 49 Rencana pengembangan RTH di Malang Tengah dilakukan dengan: a.

Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat dan masuk dalam sempadan sungai di beberapa titik lokasi diarahkan relokasi ke rumah .Rencana RTNH Pasal 50 Rencana pengembangan RTNH di Malang Tengah dilakukan dengan mempertahankan yang sudah ada saat ini berupa aksesori RTH. jalur pejalan kaki (pedestrian) dan median jalan. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat yang tersebar hampir di seluruh kelurahan tetap dipertahankan dengan KDB maksimal 90%. (2). Peningkatan citra kawasan dilakukan di lokasi kawasan strategis meliputi ka wasan cagar budaya dan kawasan strategis ekonomi melalui penyusunan RTBL pada kawasan yang bersangkutan. Bagian Kelima RENCANA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Paragraf I Umum Pasal 51 (1). Koefisien Lantai Bangunan. Rencana Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dilakukan dengan : a. area parkir. b. plasa. lapangan olah raga dengan tutupan struktur s emen. Penataan bangunan dan lingkungan dilakukan dengan mengatur dan mengendalika n rencana bangunan dan lingkungan melalui pengaturan Koefisien Dasar Bangunan. Koefisien Dasar Hijau dan Garis Sempadan Bangunan. halaman/pekarangan rumah ata u taman bermain atau taman berpaving. Paragraf II Rencana Koefisien Dasar Bangunan Pasal 52 (1).

Penyediaan fasilitas umum pada masa mendatang juga diarahkan untuk dilengkapi dengan ruang terbuka yang dipergunakan untuk tempat parkir. . pemerintahan. Pemanfaatan lahan di dalam kawasan perumahan Ijen Nirwana KDB 50 70 % tetap dipertahankan. f. sirkulasi parkir. d. dengan KDB maksimum 50 % seperti halnya yang ada pada pusat perdagangan (MATOS dan MOG). penghijauan dan penghawaan dan penyinaran seperti di fasilitas umum (pendidikan. taman dan penghijauan. Fasilitas umum dan perumahan dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk penghawaan dan penyinaran yang optimal supaya kondisi lingkungan lebih sehat e. Fasilitas perdagangan dan jasa dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk sirkulasi parkir. museum) dan fasilitas perumahan (Jalan Besar Ijen). bongkar muat barang. Makam dengan KDB 5 %. penghawaan dan penyinaran alamiah. untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukung pemakaman. Lapangan olah raga dengan KDB 20 % (sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen dan semi permanen di dalam areal jalur hijau). g. rumah sakit. h.susun dengan KDB 70 % c.

b. tercantum dalam lampiran 12 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Rencana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dilakukan dengan : a. Permukiman dengan KLB antara 100 % . tercantum dalam lampiran 13 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.200 % ini tetap dipertahankan.(2) Peta rencana Koefisien Dasar Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). KLB diatas 400 % (maksimum) hanya diperbolehkan di sepanjang koridor Jalan Letjen Sutoyo Jalan Jaksa Agung Suprapto Jalan Basuki Rahmad Jalan Merdeka Timur Jalan Merdeka Barat Jalan Kauman Jalan Hasim Asyari Jalan Arief Margono. Ijen dengan fungsi peruntukan untuk perdagangan dan (2) Peta rencana Koefisien Lantai Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). *diletakkan di pasal tentang RTH perda tentang makam thn 2006 (penambahan luasan makam 2% dari lahan pengembang) Paragraf III Rencana Koefisien Lantai Bangunan Pasal 53 (1). ruas Jalan Mayjen Panjaitan Jalan Brigjen Slamet Riyadi dan Jalan Veteran jasa Jl. Paragraf IV Rencana Koefisien Dasar Hijau . Bandung Jl.

SW. Bendungan Sutami Jl. Halmahera. Jl. Ir. Basuki Rahmad Jl. Laksamana Martadinata. Jl.Jl. Jl. kawasan militer juga tetap menggunakan komposisi 60 % : 40 % dengan ketentuan ruang terbuka dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masing masing. Jl. b. Merdeka Selatan . kawasan perdagangan dan kawasan industri ditetapkan komposisi antara terbangu n dan non terbangun adalah sebesar 60 % : 40 % b. Pranoto . Jalan lokal diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 4 . Merdeka Barat Jl. Achmad Dahlan. Gatot Subroto Jl. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. Arief Margono.Jl. Letjen Sutoyo Jl. Paragraf V Rencana Garis Sempadan Bangunan Pasal 55 (1).Brigjen Slamet Riyadi. Pasar Besar. Tumenggung Suryo Jl.Jl. Rais .Jl. Jl. Jalan arteri sekunder diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 5 . Panglima Sudirman Jl. KH. Agus Salim . Raya Langsep . Jl. Brigj en Katamso .Jl. Sutan Syahrir .Pasal 54 Rencana Koefisien Dasar Hijau dilakukan dengan : a.Jaksa Agung Suprapto Jl. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. Hasim Asyari Jl. KH. Veteran Jl.Jl.13 m. . Ade Irma Suryani .Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Bandung Jl. Simpang Langsep. Ijen. kawasan permukiman padat ditetapkan minimal 1 rumah mempunyai 1 pohon c.Jl.10 m. Rencana Garis Sempadan Bangunan dilakukan dengan : a. Kauman Jl. Galunggung -Jl.

c. (2) Rencana indikasi program ditetapkan dalam waktu 20 (Dua Puluh) tahun semenja k ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan dibagi tiap lima tahun sesuai dengan prior itas pengembangan yang telah ditentukan berdasarkan kondisi wilayah perencanaan . maupun masyarakat. Jalan lingkungan diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 1 . tercantum dalam lampiran 14 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (2) Peta rencana garis sempadan bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Keenam RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN FASILITAS ATM Pasal 56 (1) penyediaan fasilitas ATM direncanakan mengikuti rencana pengembangan perdaga ngan dan jasa baik skala pelayanan Pusat Kota sub Pusat Kota maupun lingkungan serta fasilitas umum lainnya.5 m. Bagian Ketujuh RENCANA INDIKASI PROGRAM Pasal 57 (1) Rencana indikasi program ditetapkan untuk mengoptimalkan penyusunan programprogram teknis dan upaya untuk mendorong keikutsertaan semua pihak baik pemerintah. (2) Pengembangan fasilitas ATM juga direncanakan di sekitar kawasan permukiman s erta pengembangan permukiman baru. swasta. Yang termasuk dalam kategori ini antara semua jalan yang mengubungkan antara kawasan permukiman dengan pusat pusat kegiatan disekitarnya.

perijinan.(3) rencana indikasi program sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tercantum dalam lampiran 15 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (2) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota. dan pengenaan s anksi. Bagian Kedua Ketentuan Umum Peraturan Zonasi . BAB IV KETENTUAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG Bagian Kesatu Umum Pasal 58 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan melalui penetapan peraturan zonasi. pemberian insentif dan disinsentif.

ser ta berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. (3) Peraturan zonasi pada setiap butir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat tentang : a. rumah deret (town house) dengan kode R-4. komersil skala kota dengan kode K-2. Zona Kawasan Lindung terdiri dari kawasan sempadan sungai dan atau kawasan sempadan rel kereta dengan kode KL-2. dan b. jalur hijau dengan kode H-6 dan lapangan dengan kode H-7. Zona Industri dan Pergudangan terdiri dari industri dengan kode I-1. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Lindung. m eliputi : a. Zona Perhubungan terdiri dari stasiun dengan kode TR-2. Pasal 60 (1) Klasifikasi Zonasi di Kecamatan Klojen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. Zona Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari komersil skala regional dengan kode K-1. Zona Kawasan Pemerintahan. Intensitas kegiatan pada setiap zona yang ditetapkan. Zona Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari skala regional dengan kode FP-1. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Budidaya. s kala kota dengan kode FP-2. skala kelurahan dengan kode FP-4 dan skala lingkungan dengan kode FP-5. g. . f. skala kecamatan dengan kode FP-3.Pasal 59 (1) Peraturan zonasi disusun sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang. e. dan b. taman pemakaman dengan kode H-5. dan h. (2) Dalam peraturan zonasi sesuai dengan rencana rinci tata ruang dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. Penetapan pemanfaatan ruang. taman lingkungan dengan kode H-4. c. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari pemerintahan dengan kode PK-1 dan pertahanan dan keamanan dengan kode PK-2. Zona Ruang Terbuka Hijau terdiri dari taman kota dengan kode H-1. Zona Kawasan Permukiman terdiri dari rumah tunggal dengan kode R-1. b. d. komersil skala kelurahan dengan kode K-4 dan komersil skala lingkungan dengan kode K-5.

(2) Klasifikasi zonasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Blok e. tercantum dalam lampi ran 16 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini Pasal 61 Pembagian zonasi Kecamatan Klojen dibedakan menjadi zonasi pada : a. Blok f. Blok g d. Blok Peruntukkan I yang meliputi : Sub Blok Sama an dan Sub Blok Rampal Celaket b. Blok o Dowo c. Blok Peruntukkan II yang meliputi : Sub Blok Penanggungan dan Sub Blok Oro-or Peruntukkan III yang meliputi : Sub Blok Gading Kasri dan Sub Blok Baren Peruntukkan IV yang meliputi : Sub Blok Kasin dan Sub Blok Kauman Peruntukkan V yang meliputi : Sub Blok Kidul Dalem dan Klojen Peruntukkan VI yang meliputi : Sub Blok Sukoharjo Bagian Ketiga Peraturan Zonasi Pasal 62 .

b. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. 3. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 57 ayat (1) huruf b. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. RTH. FP-3. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. d. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). pencemaran lingkungan. Pasal 63 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf a. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. FP-2. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. 2. adalah : a. gangguan keamanan. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. c. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. . permukiman terdiri dari R-1. 2. f. meliputi : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Kawasan RTH terdiri dari H-4 dan H-7. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1.(1). Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah . 3. e. dan/atau perusakan lingkungan). perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. dan TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. tercantum dalam lampiran 17 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. (2). Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2 . kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu.

adalah : a. WR. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 3. halte. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf c. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Supratman tidak boleh berubah . Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.000 meter) 5. Pemanfaatan kawasan perdagangan skala kota yang ada di Jl. TPS.Dasar adalah 1. 2. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . sub terminal. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. persampahan. listrik dan telekomunikasi 5. Pemanfaatan fasilitas umum skala regional tidak boleh berubah 4. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk sarana umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) huruf d. Minimal berada pada jalan lokal b. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. TPS secara terbatas. sub terminal. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). RTH. 3. 5. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan.4. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Perdagangan dan jasa. RTH. 3. 6. listrik dan telekomunikasi 5. kesehatan. perdagangan dan jasa. serta perkantoran. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. drainase. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. persampahan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. drainase. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan fasilitas umum skala kota tidak boleh berubah. kesehatan. adalah : a. air limbah. 2. Minimal berada pada jalan lokal b. 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. TPS secara terbatas. 2. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Sama an dan Rapal Celaket) dan fasilitas kesehatan skala kota (khusus untuk sub blok Sama an) 5. Minimal berada pada jalan lokal c. peribadatan. yaitu jaringan air bersih. industri manufaktur. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 4. industri manufaktur. air limbah. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perkantoran.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. perkantoran. Pemanfaatan fasilitas umum skala kecamatan tidak boleh berubah. Minimal berada pada jalan lokal . kesehatan. listrik dan telekomunikasi 5. drainase. air limbah. 3. RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 4. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan.1. sub terminal. peribadatan. yaitu jaringan air bersih. 2. perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.

pertambangan. 3. 2. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. dan listrik 5. Tidak diperkenankan dibangun industri. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri. terminal . Pemanfaatan kawasan pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 aya t (1) huruf f. yaitu jaringan air bersih. 2. RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). peribadatan. 2. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder 4. TPS secara terbatas. RTH. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. perdagangan dan jasa. RTH. peribadatan. adalah : a. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan fasilitas umum skala kelurahan tidak boleh berubah. pertambangan. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf e. pertambangan. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Pemanfaatan kawasan pemerintahan tidak boleh berubah b. yaitu jaringan air bersih. adalah : a. air limbah. drainase. Minimal berada pada jalan lingkungan e. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1.d. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). perkantoran. 3. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. air limbah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. dan pertanian. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. 4. 2. dan pertanian. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. drainase. TPS secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. dan listrik 5. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Tidak diperkenankan dibangun industri.

Tidak diperkenankan dibangun industri. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. 2. b. 2. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak diperbolehkan berubah.dan TPS. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. . pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. pertambangan dan pertanian. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. 4. 3.

d. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2). dan/atau perusakan . 2. H-4. gangguan keamanan. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 64 (1). FP-2. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). K-4 dan K-5. (2). permukiman terdiri dari R-1. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. c. Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (1) huruf a. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. Pasal 65 (1). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. pencemaran lingkungan. adalah : a. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2. H-5. 2. . tercantum dalam lampiran 18 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pa sal 59 ayat (1) huruf b. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan.3. H-6 dan H-7. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf b. e. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. FP-3. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. 3. Kawasan RTH terdiri dari H-1. meliputi : a. f. RTH. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. b. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1.

000 meter) 5. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1.lingkungan). adalah : a. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf c. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. Pemanfaatan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. .

Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. kesehatan. RTH. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. TPS secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 5. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. RTH.3. Perdagangan dan jasa. 4. drainase. b. 2. industri manufaktur. Brigjen Slamet Riyadi tidak boleh berubah 5. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Penanggungan. industri manufaktur. peribadatan. perkantoran. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). listrik dan telekomunikasi 5. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Perdagangan dan jasa. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. kesehatan. perkantoran. sub terminal. Berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 58 ayat (1) huruf d adalah : a. TPS. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. peribadatan. Minimal berada pada jalan lokal b. TPS dengan syarat-syarat tertentu. sub . persampahan. air limbah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 3. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala regional tidak boleh berubah 4. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. 5. yaitu jaringan air bersih. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 2. 3. 2. 2. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. 6. Berada pada jalan lokal c.

terminal. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kota tidak boleh berubah 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. drainase. TPS secara terbatas. persampahan. air limbah. listrik dan telekomunikasi 5. Minimal berada pada jalan lokal c.

Tidak diperkenankan dibangun industri. air limbah. kesehatan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. TPS secara terbatas. 3. perdagangan dan jasa. persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. persampahan.1. RTH. 2. yaitu jaringan air bersih. 3. RTH. dan pertanian. peribadatan. 2. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kecamatan tidak boleh berubah 4. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. adalah : a. Minimal berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf e. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. dan listrik 5. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. drainase. Perdagangan dan jasa. drainase. drainase. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. persampahan. air limbah. pertambangan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Minimal berada pada jalan lokal d. peribadatan. dan listrik 5. sub terminal. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. TPS secara terbatas. listrik dan telekomunikasi 5. yaitu jaringan air bersih. pertambangan. perkantoran. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Minimal berada pada jalan lingkungan e. 2. peribadatan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. dan pertanian. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. RTH. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1 ) . Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1.

Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. pemakaman. perkantoran. dan TPS 2. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. 3. dan TPS . perkantoran. pemakaman. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga.huruf f. Tidak diperkenankan dibangun industri. b. adalah : a. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri.

Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. pertambangan dan pertanian. b. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah e. e. iklan/reklame. FP-3. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksu d pada Ayat (1). dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. c. Pemanfaatan RTH lapangan olahraga tidak boleh berubah Pasal 66 (1).2. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksud dalam Pas al 56 huruf c. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Kawasan permukiman terdiri dari R-1 dan R-4 Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. FP-2. . FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. 3. Kawasan Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. 2. meliputi : a. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Kawasan RTH terdiri dari H-1. H-6 dan H-7. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. 3. . (2). 3. d. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. 1. 2. tercantum dalam lampiran 19 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. H-4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. d. c. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . kabel/tiang listrik. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. H-5.

Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak . gangguan keamanan. TPS dengan (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 3. 2. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 dan rumah deret (town house) dengan kode R-4 : 1. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). dan/atau perusakan lingkungan). perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4.Pasal 67 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 61 ayat (1) huruf a. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. adalah : a. pencemaran lingkungan.

2. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. halte. Prosentase perubahan maksimum 30% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. 2. Minimal berada pada jalan lokal b. 3. 3. persampahan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal b. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Kawi tidak boleh berubah 4. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah. industri manufaktur. TPS secara terbatas. sub terminal. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. Perdagangan dan jasa. peribadatan. RTH. perkantoran. drainase. TPS. adalah : a. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl.adalah 500 meter. yaitu jaringan air bersih. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. listrik dan telekomunikasi 5. 3. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. kesehatan. 4.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf b. 6. air limbah. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada 61 ayat (1) huruf c adalah : a. 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Gading Kasri dan Bareng) dan fasilitas kesehatan serta peribadatan skala kota (khusus untuk sub blok Bareng) 5. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : . Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan.

RTH. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. peribadatan. kesehatan. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. sub terminal. listrik dan telekomunikasi 5. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah.1. 2. persampahan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Minimal berada pada jalan lokal . Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 4. TPS secara terbatas. air limbah. Perdagangan dan jasa. drainase.

Perdagangan dan jasa skala lingkungan. persampahan. TPS secara terbatas. TPS secara terbatas. persampahan. 3.c. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Minimal berada pada jalan lingkungan e. 2. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. drainase. peribadatan. yaitu jaringan air bersih. dan pertanian. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah. 3. dan listrik 5. TPS secara terbatas. 3. adalah : a. air limbah. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah. RTH. Minimal berada pada jalan lokal d. Perdagangan dan jasa. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). sub terminal. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran. 2. b. 2. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : . industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. drainase. pertambangan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. kesehatan. 4. peribadatan. perdagangan dan jasa. RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. peribadatan. pertambangan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. dan pertanian. a ir limbah. dan listrik 5. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Tidak diperkenankan dibangun industri. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. air limbah. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. lengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. listrik dan telekomunikasi 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf d.

Pemanfaatan zona pertanahan dan keamanan tidak boleh berubah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. 2.1. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. 3. (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf e. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. RTH. perdagangan dan jasa. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. adalah : . perkantoran yang mendukung kegiatan militer.

Tidak diperkenankan dibangun industri. 1. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. 3.a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. 2. dan TPS 2. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. kabel/tiang listrik. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 68 (1). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. 3. 2. perkantoran. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam: 2. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. c. perkantoran. b. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. d. pertambangan dan pertanian. pemakaman. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. iklan/reklame. 3. Pemanfaatan RTHjalur hijau jalan tidak boleh berubah e. dan TPS 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 . Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. 3. pemakaman. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga.

FP-4 dan FP-5. FP-2. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. b. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. e. meliputi : a. d. H-6 dan H-7. c. (2).huruf d. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. g. H-5. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Kawasan Pemerintahan. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Kawasan RTH terdiri dari H-4. K-2 dan K-5. Pasal 69 . Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. FP-3. f. tercantum dalam lampiran 20 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Industri terdiri dari I-1.

(3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. TPS. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. gangguan keamanan. TPS. 2. dan/atau perusakan lingkungan). 2. Minimal berada pada jalan lokal b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. sarana pelayanan lingkungan secara terbatas.(1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 3. adalah : a. pencemaran lingkungan. Kawi . Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 63 ayat (1) huruf b. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. halte. 3. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.000 meter) 5. 3. 3.

Minimal berada pada jalan lokal c. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. . 5. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan dan kesehatan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kasin. 6. Semeru tidak boleh berubah 4. Prosentase perubahan maksimum 25% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada.dan Jl. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.

TPS secara terbatas. sarana pelayana umum secara terbatas. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 3. RTH. kesehatan. 2. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 2. kantor swasta pendukung kegiatan industri dengan syarat-syarat tertentu. peribadatan. industri manufaktur. 4. Perdagangan dan jasa. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. listrik dan telekomunikasi 5. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk industri dan pergudangan sebagaimana dimaks ud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf d. RTH. perkantoran. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. yaitu jaringan air bersih. 3. perkantoran. RTH. persampahan. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. Pada zona industri dengan kode I-1 : 1. sub terminal. Minimal berada pada jalan lokal b. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. IPAL.2. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. sub terminal. 3. peribadatan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. perdagangan dan jasa terbatas dan dengan syarat-syarat tertentu. adalah : a. Minimal berada pada jalan lokal . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah permukiman secara terbatas. Boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 63 ayat (1) huruf e adalah : a. TPS secara terbatas. listrik dan telekomunikasi 5. kesehatan. Perdagangan dan jasa. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Merupakan industri manufaktur dan bukan merupakan kegiatan industri berat yang menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. drainase. persampahan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3. drainase. 2. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun permukiman secara luas. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 5.

Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. TPS secara terbatas. RTH. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. kesehatan. listrik dan telekomunikasi . peribadatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. drainase.c. 3. perkantoran. 2. air limbah. sub terminal. Perdagangan dan jasa. persampahan.

2. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. pertambangan. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 2. 2. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1.5. perdagangan dan jasa. dan listrik 5. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. adalah : a. Minimal berada pada jalan lingkungan e. Tidak diperkenankan dibangun industri. Minimal berada pada jalan lokal d. persampahan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. drainase. RTH. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. peribadatan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. pertambangan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). drainase. RTH. 3. 2. . dan listrik 5. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. RTH. TPS secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. dan pertanian. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah. peribadatan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). TPS secara terbatas. air limbah. persampahan. dan pertanian. Minimal berada pada jalan lingkungan (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf f. yaitu jaringan air bersih. perkantoran yang mendukung kegiatan militer.

perkantoran. pemakaman.(7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 aya t (1) huruf g. dan TPS 2. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. . 3. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. adalah : a.

Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. g. H-4. Kawasan Pemerintahan. 2. Pasal 71 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf a. pertambangan dan pertanian. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. meliputi : a. c. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Kawasan Perhubungan terdiri dari TR-2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. dan Kawasan RTH terdiri dari H-1. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. FP-2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. f. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. kabel/tiang listrik. FP-3 dan FP-5. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . c. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 70 (1). 2. K-4 dan K-5. adalah : . H-6 dan H-7. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. b.b. (2). 2. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf e. 3. 1. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. tercantum dalam 21 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. iklan/reklame. e. d. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).

kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 65 ayat (1) huruf b.Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas . adalah : a. pencemaran lingkungan. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. 2. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 2. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. dan/atau perusakan lingkungan). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. gangguan keamanan. 3.

serta sarana pelayanan umum secara terbatas. 5. Minimal berada pada jalan lokal b. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. TPS dengan syarat-syarat tertentu. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf c. Prosentase perubahan maksimum 15% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. adalah : a. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 4. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 3. Berada pada jalan lingkungan . Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kelurahan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. TPS. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. 2. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Berada pada jalan lokal c. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 6. industri manufaktur.000 meter) 5. 3.3. industri manufaktur. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kidul Dalem 5. 5. 2. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. TPS dengan syarat-syarat tertentu.

sub terminal. RTH. kesehatan. peribadatan. Perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. .(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 65 ayat (1) huruf d adalah : a. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. perkantoran. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan.

peribadatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. dan pertanian. 3. 2. kesehatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Perdagangan dan jasa. Minimal berada pada jalan lokal c. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. dan listrik 5. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. persampahan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3. air limbah. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. listrik dan telekomunikasi 5. Tidak diperkenankan dibangun industri. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. kesehatan. sub terminal. peribadatan. RTH. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : . drainase. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). listrik dan telekomunikasi 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. adalah : a.3. Minimal berada pada jalan lokal d. listrik dan telekomunikasi 5. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf e. yaitu jaringan air bersih. yaitu jaringan air bersih. RTH. drainase. sub terminal. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. persampahan. TPS secara terbatas. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. peribadatan. RTH. 2. air limbah. TPS secara terbatas. drainase. Minimal berada pada jalan lokal b. persampahan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Perdagangan dan jasa. pertambangan. TPS secara terbatas. persampahan.

1. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. perdagangan dan jasa. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. perdagangan dan jasa. 2. . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. 3. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Tidak diperkenankan dibangun permukiman.

Tidak diperkenankan dibangun industri. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. b. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. c. . Tidak diperkenankan dibangun industri. adalah : a. pemakaman. 3. perkantoran. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. perkantoran. pemakaman. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. dan TPS 2. perdagangan dan jasa. serta TPS dengan terbatas dan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 65 ayat (1) huruf f. permukiman. 2. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. 3.2. dan TPS 2. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pada stasiun KA dengan kode TR-2 : 1. perkantoran. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Pemanfaatan sarana transportasi stasiun KA tidak boleh berubah (7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 aya t (1) huruf g. kabel/tiang listrik. pertambangan dan pertanian. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. iklan/reklame. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. 3. fasilitas pelayanan umum. 3.

tercantum dalam lampiran 22 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. FP-4 dan FP-5.2. b. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). d. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-2. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 72 (1). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf f. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. . c. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. Kawasan Pemerintahan. K-2 dan K-5. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. 3. meliputi : a. (2). FP-3.

serta sarana pelayanan umum secara terbatas. halte. adalah : a. 3. 2.Pasal 73 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 67 ayat (1) huruf a. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Berada pada jalan lokal dengan penyediaan parkir yang cukup.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf b. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 3. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. dan/atau perusakan lingkungan). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. TPS dengan syarat-syarat tertentu. TPS. 3. 4. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Minimal berada pada jalan lokal c. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. 2. TPS. gangguan keamanan. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. b. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 2. kecuali untuk perdagangan dan jasa skala regional 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala regional atau perumahan dengan model apartemen. adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota tidak boleh berubah. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan . Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas 3. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. pencemaran lingkungan.

industri manufaktur.dan jasa skala regional atau kota 4. 5. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 67 ayat (1) huruf c adalah : .

dan listrik 5. perdagangan dan jasa. 2. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. dan pertanian. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota/regional 4. Perdagangan dan jasa. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. kesehatan. peribadatan. Minimal berada pada jalan lingkungan . drainase. perkantoran. air limbah. sub terminal. yaitu jaringan air bersih. persampahan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. listrik dan telekomunikasi 5. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. air limbah. sub terminal. dan listrik 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. TPS secara terbatas. listrik dan telekomunikasi 5. persampahan. TPS secara terbatas. air limbah. RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. drainase. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. drainase. kesehatan. persampahan. dan pertanian. Minimal berada pada jalan lingkungan d. peribadatan. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). perdagangan dan jasa skala lingkungan. peribadatan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun industri. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan tidak boleh berubah 4. 2. TPS secara terbatas. pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal b.a. Tidak diperkenankan dibangun industri. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. RTH. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. 2. yaitu jaringan air bersih. perkantoran. Minimal berada pada jalan lokal c. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. persampahan. 2. pertambangan. TPS secara terbatas. 3.

(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, adalah : a. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan; 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH, sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah

Bagian Keempat Ketentuan Perijinan

Pasal 74

(1) Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah dijadikan pedoman untuk : a. Penerbitan izin pemanfaatan ruang; b. Pengaturan tata guna tanah (Land Regulation); c. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan (2) Izin Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a meliputi: a. Izin prinsip; b. Izin Lokasi; c. Izin penggunaan pemanfaatan tanah; d. Izin Mendirikan Bangunan; dan e. Izin lain berdasarkan ketentuan perundang undangan. (3) Ketentuan Umum Perizinan Pemanfaatan Ruang di Kota Malang diatur sebagai ber ikut : a. Prosedur izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. b. Pemberian izin diberikan oleh pejabat yang berwenang dengan mengacu pada rencana detail tata ruang kota dan peraturan zonasi. c. Pemberian izin dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kewenangan dan kepentingan berbagai instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Izin prinsip dan izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan huruf b diberikan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang. e. Izin penggunaan pemanfaatan tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diberikan berdasarkan izin lokasi. f. Izin mendirikan bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d diberika n berdasarkan rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi.

Bagian Kelima Ketentuan Insentif dan Disinsentif

Pasal 75

(1) Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Perat

uran Daerah ini. (2) Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatas i, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini.

Pasal 76

(1) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah Daerah dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. (2) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan oleh instansi berwena ng sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 77

(1) Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: a. keringanan pajak; b. pemberian kompensasi; c. imbalan; d. sewa ruang; e. urun saham; f. penyediaan infrastruktur; g. kemudahan prosedur perizinan; dan/atau h. penghargaan. (2) Disinsentif kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: a. pengenaan pajak yang tinggi; b. pembatasan penyediaan infrastruktur; c. pengenaan kompensasi; dan/atau d. penalti. (3) Pemberian disinsentif kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) h arus dengan persetujuan DPRD.

Pasal 78

(1) Setiap orang yang berperan aktif menata lingkungan perumahan atau pemukiman dengan menyediakan taman, sumur resapan, atau kegiatan lainnya berhak atas insen tif berupa penghargaan. (2) Setiap orang yang tanah atau bangunan tempat tinggalnya terkena rencana pembangunan untuk kepentingan umum, berhak atas insentif berupa keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Bagian Keenam Arahan Sanksi Pasal 81 Arahan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a.Pasal 79 Tata cara pemberian insentif dan disinsentif sepanjang teknis pelaksaannya diatu r lebih lanjut dengan Peraturan Walikota yang disahkan paling lambat 6 (enam) bulan sete lah diundangkannya Peraturan Daerah ini. Pasal 80 Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang lebih lanjut diatur dengan Peraturan Da erah yang ditetapkan selambat-lambatnya satu tahun sejak diundangkannya Peraturan Dae rah ini. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan ketentuan perijinan .

pembongkaran bangunan. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kematian orang. (3) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun dan denda paling banyak Rp 5. e. penutupan lokasi.000.000. d.000.000.000.000. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi administratif berupa: a. peringatan tertulis. pencabutan izin. penghentian sementara pelayanan umum.000.500. b. pemulihan fungsi ruang. Setiap orang yang tidak memberikan akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi pidana berupa: a. pembatalan izin.pemanfaatan ruang . Tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) . pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin pemanfaatan ruang yan g tidak sesuai dengan rencana tata ruang. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi .000.000. f. g. Pasal 82 (1) Arahan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang akan dilakukan dengan pemberian sanksi administratif dan sanksi pidana. b. h. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1. Setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang. d. e. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100.00 (seratus juta rupiah).00 (lima miliar rupiah). denda administratif. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahu n dan denda paling banyak Rp 500. penghentian sementara kegiatan. c. (2) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). c. c. b.00 (lima ratus juta rupiah). dan/atau i.00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak dengan hormat dari jabatannya. BAB V HAK.00 (lima ratus juta rupiah).000. Selain sanksi pidana. PERAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban .tahun dan denda paling banyak Rp500.000. KEWAJIBAN.

b. memelihara kualitas ruang. dan pengendalian penataan ruang. pemanfaatan. (2) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud pa da ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa: a. dan f. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang. c. pembatalan izin. memelihara ketentuan penggunaan dan ketentuan teknis yang berlaku pada bangunan/lahan yang dikuasainya. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang. . b. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaa n kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang. dan/atau g. f. mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya. d. e. setiap orang wajib: a. berlaku tertib dalam keikutseraannya dalam penyusunan. pembongkaran bangunan. penutupan lokasi. penghentian sementara kegiatan. d. c. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang. d. e. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian. Pasal 84 (1) Dalam penataan ruang. e. peringatan tertulis. b. mengetahui rencana tata ruang. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang. setiap orang berhak: a. penghentian sementara pelayanan umum. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum.Pasal 83 Dalam penataan ruang. pencabutan izin. c.

(2) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana detail tata ruan g kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat berbentuk : a. partisipasi dalam pemanfaatan ruang. dan/atau c. partisipasi dalam penyusunan rencana detail tata ruang kota. partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang. antara lain. . b. me lalui: a.Bagian Kedua Partisipasi Masyarakat Pasal 85 (1) Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang dapat dilakukan. pemberian kejelasan hak atas ruang kawasan.

penyelenggaraan kegiatan pembangunan berdasarkan rencana rinci tata ruang kawasan. pertimbangan atau pendapat dalam penyusunan rencana pemanfaatan ruang. dan atau g. bantuan tenaga ahli. bantuan pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. f.b. Pemanfaatan ruang. b. dan atau f. e. c. adat. konsolidasi pemanfaatan tanah. air. pemberian usulan dalam penentuan lokasi dan bantuan teknik dalam pemanfaatan ruang. bantuan pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban dalam kegiataan pemanfaatan ruang kawasan dan peningkatan kualitas pemanfaatan ruang kawasan. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berbentuk : a. (4) Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara partisipasi masyarakat dalam penat aan ruang diatur dengan Peraturan Walikota yang selambat-lambatnya ditetapkan 6 (enam) bul an setelah diundangkannya Peraturan Daerah ini. d. dan sumber daya alam lain untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan yang berkualitas. agama. kegiatan menjaga. pemberian tanggapan terhadap rancangan rencana rinci tata ruang kawasan. Perencanaan tata ruang. dan c. c. dan atau b. kerjasama dalam penelitian dan pengembangan e. Pengendalian pemanfaatan ruang. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang sebagaimana dimak sud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk : a. Bagian Ketiga Koordinasi dan Kelembagaan Pasal 86 (1) Ruang lingkup koordinasi penataan ruang daerah meliputi : a. pemberian informasi saran. udara. perubahan atau konvensi pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang kawasan. b. . pemanfaatan ruang daratan dan ruang udara berdasarkan peraturan perundanganundangan. bantuan dana. memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan kawasan. termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. d. atau kebiasaan yang berlaku. pengawasan terhadap pemanfaatan ruang kawasan di wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II.

d.(2) Walikota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang membentuk BKPRD Kota (3) Susunan Keanggotaan BKPRD Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2). mengoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota. c. Ketua : Sekretaris Daerah Kota Sekretaris : Kepala Bappeda Kota Anggota : SKPD terkait penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (4) BKPRD Kota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas : a. terdiri a tas : a. Perencanaan tata ruang meliputi : 1. . b. Penanggung jawab : Walikota dan Wakil Walikota.

mengoordinasikan pelaksanaan konsultasi rancangan peraturan daerah tentang rencana tata ruang kabupaten/kota kepada BKPRD Provinsi dan BKPRN. b. 3. melakukan fasilitasi pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga konsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang. melakukan fasilitasi pelaksanaan kerjasama penataan ruang antar kabupaten/kota. memberikan informasi dan akses kepada pengguna ruang terkait rencana tata ruang kabupaten/kota. evaluasi. menjaga akuntabilitas publik sebagai bentuk layanan pada jajaran pemerintah.2. memberikan rekomendasi guna memecahkan permasalahan dalam pemanfaatan ruang kabupaten/kota. mengintegrasikan. mengoordinasikan pelaksanaan evaluasi rencana tata ruang kabupaten/kota ke provinsi. dan masyarakat. 5. rencana tata ruang wilayah provinsi. dan 8. rencana tata ruang pulau/kepulauan. 5. mengoptimalkan peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang. c. dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang berbatasan. rencana tata ruang kawasan strategis nasional. dan pelaporan penyelenggaraan penataan ruang. memaduserasikan. mengoordinasikan proses penetapan rencana tata ruang kabupaten/kota. (5) BKPRD Kota menyelenggarakan pertemuan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 ( tiga) . 4. Pemanfaatan ruang meliputi : 1. 2. 2. rencana tata ruang kawasan strategis provinsi. 3. melakukan fasilitasi pelaksanaan pemantauan. 4. mengoordinasikan penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam pemanfaatan ruang baik di kabupaten/kota. Pengendalian pemanfaatan ruang meliputi : 1. 5. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. dan mengharmonisasikan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan rencana tata ruang wilayah nasional. 3. memaduserasikan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah dengan rencana tata ruang kabupaten/kota serta mempertimbangkan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan melalui instrumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). swasta. mensinergikan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan antar kabupaten/kota yang berbatasan. dan memberikan pengarahan serta saran pemecahannya. 7. dan 6. 4. melakukan identifikasi dalam pelaksanaan insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan kabupaten/kota terkait. dan 6. mengoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten/kota. memberikan rekomendasi perizinan pemanfaatan ruang kabupaten/kota. 6.

menggunakan tenaga ahli yang diperlukan. dan c. (8) Walikota memerintahkan SKPD terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi BKPRD Kota sebagaimana dimaksud dalam ayat (6). b. dapat : a. (6) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) menyampaikan laporan pelaksanaan tugas BKPRD Kota dan rekomendasi secara berkala kepada Walikota. (7) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaiamana dimaksud dalam ayat (4). membentuk Tim Teknis untuk menangani penyelesaian masalah-masalah yang bersifat khusus.bulan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan penataan ruang. meminta bahan yang diperlukan dari SKPD Kota. (9) Dalam melaksanakan tugasnya. BKPRD Kota dibantu : .

e.a. melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. BAB VI PENYIDIKAN Pasal 87 (1) Selain pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. dan f. penyidik pegawai negeri sipil melakukan koordinasi dengan pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sesuai . (4) Apabila pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memerlukan tindakan penangkapan dan penahanan. (2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang: a. (3) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahu kan dimulainya penyidikan kepada pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indones ia. dan b. Kelompok Kerja. melakukan pemeriksaan di tempat tertentu yang diduga terdapat bahan bukti dan dokumen lain serta melakukan penyitaan dan penyegelan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dalam bidang penataan ruang. c. melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan instansi pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawab nya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk membantu pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. d. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang sehubungan dengan peristiwa tindak pidana dalam bidang penataan ruang. Sekretariat BKPRD Kota. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. b.

(5) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaika n hasil penyidikan kepada penuntut umum melalui pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia.dengan ketentuan peraturan perundangundangan. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. pelanggaran ketentuan arahan peraturan zonasi. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ru ang Malang Tengah. (6) Pengangkatan pejabat penyidik pegawai negeri sipil dan tata cara serta prose s penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. BAB VII KETENTUAN SANKSI Pasal 88 (1) Setiap orang atau badan dilarang melakukan pelanggaran berupa : a. b. c. .

(3) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf c dikenakan sa nksi administratif berupa: a. dan huruf g dikenakan sanksi administratif berupa: a. pembatalan izin. peringatan tertulis. penghentian sementara pelayanan umum.d. pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. (2) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a. denda administratif. b. h. denda administratif. c. e. c. d. penghentian sementara pelayanan umum. pemulihan fungsi ruang. f. hu ruf d. penghentian sementara kegiatan. penghentian sementara kegiatan. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruan g yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. penutupan lokasi. huruf f. g. (4) Sanksi administratif yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota . e. pembongkaran bangunan. huruf e. penutupan lokasi. f. d. f. b. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. pembongkaran bangunan. dan/atau g. pemulihan fungsi ruang. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. dan/atau i. huruf b. dan/atau g. e. pencabutan izin. peringatan tertulis.

k. Lampiran 3 : Peta rencana sub blok peruntukkan. f. i. g. Lampiran 5 : Peta rencana fungsi jalan. (2) RDTRK Malang Tengah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi dengan lampiran meliputi : a. j. h. Lampiran 8 : Peta rencana jaringan telekomunikasi. Lampiran 9 : Peta rencana jaringan air bersih. c. Lampiran 2 : Peta rencana blok peruntukkan. d. Lampiran 11 : Peta rencana peruntukkan blok. Lampiran 10 : Peta rencana peningkatan sistem drainase. . b. Lampiran 12 : Peta rencana koefisien KDB. e. Lampiran 1 : Peta rencana struktur ruang. l. Lampiran 6 : Peta rencana rute angkutan kota.BAB VIII PENUTUP Pasal 89 (1) RDTRK Malang Tengah memiliki jangka waktu 20 (dua puluh) tahun semenjak ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Lampiran 4 : Peta rencana skala pelayanan. Lampiran 7 : Peta rencana jaringan listrik.

o. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang. Lampiran 15 : Rencana Indikasi Program. Lampiran 17 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan I. Lampiran 19 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan III. Lampiran 13 : Peta rencana koefisien KLB. t. Pasal 90 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksan aannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota Pasal 91 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Lampiran 20 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan IV. . Lampiran 21 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan V. Lampiran 22 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan VI. n. Lampiran 16 : Tabel klasifikasi zonasi p. p. u. Agar setiap orang mengetahuinya. Lampiran 14 : Peta rencana garis sempadan bangunan. s. q. r. (3) rencana detail tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.m. Lampiran 18 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan II.

Ditetapkan di Malang pada tanggal WALIKOTA MALANG. ttd ( .) .

yang banyak menyebabkan ketidak seimbangan struktur dan fungsional ruang kota sekaligus ketidakteraturan ruang k ota... II.. mampu mengakomodir aktivitas kota dan dapat dipedomani oleh setiap stakeholder d alam pembangunan kota. UMUM Perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan cenderung menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh adanya peningkatan intensitas (ruang).. baik karena faktor internal. sehingga apabila nyata-nyata dirasakan terjadi penyimpangan atau pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK)..TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA I.. baik internal maupun eksternal. pemanfaatan ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor... PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup Jelas Pasal 2 Cukup Jelas Pasal 3 ... baik dalam format evaluasi maupun revisi supaya RDTRK tersebut agar tetap aktual ..... Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala d alam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi d i lapangan... Dalam implementasinya. maupun faktor eksternal.PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR .. maka Pemerintah Kota Malang perlu untuk menyempurnakannya...

Cukup Jelas Pasal 4 Cukup Jelas Pasal 5 Cukup Jelas Pasal 6 Cukup Jelas Pasal 7 Cukup Jelas Pasal 8 Cukup Jelas Pasal 9 Cukup Jelas Pasal 10 Cukup Jelas Pasal 11 Cukup Jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) .

105/DRJD/96 : . Sedangkan penetapan jalan kolektor sekunder ditetapkan berdasarkan SK Gubernur. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. 630 tahun tahun 2009 tentang Penetapan Ruas ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri dan Jalan Kolektor 1 dan Kepmen PU No. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Berdasarkan Keptusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.Definisi KKOP atau kawasan keselamatan operasional penerbangan berdasarkan peraturan menteri perhubungan km no.44 tahun 2005 tentang pemberlakuan SNI 037112-2005 mengenai kawasan keselamatan operasional penerbangan sebagai standart wajib adalah wilayah daratan/dan atau perairan dan ruang udara di sekit ar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 13 Cukup Jelas Pasal 14 Fungsi Jalan arteri sekunder ditetapkan berdasarkan Kepmen PU No. 631 Tahun 2009 tentang status jalan nasional. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Zebra cross merupakan marka berupa 2 garis utuh melintang jalur lalu lintas dan/atau berupa rambu perintah yang menyatakan tempat penyeberangan pejalan kaki. Pasal 15 Ayat (1) Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun 1993 yang dimaksud dengan : Halte adalah tempet pemberhentian kendaraan umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan penumpang. Trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki .

a. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah akses bangunan gedung. Larangan parkir on-street pada badan jalan antara lain : sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah tempat penyeberangan. . Sedangkan yang dimaksud dengan Sistem Parkir off street adalah parkir di luar badan jalan dan/atau di gedung ataupun tempat parkir khusus. street adalah parkir yang Penentuan sudut parkir on-street ditentukan oleh : lebar jalan. sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. Pola parkir on-street dibedakan menjadi : pola parkir pararel. volume lalu lint as pada jalan yang bersangkutan. dimensi kendaraan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter. sepanjang 50 meter sesudah jembatan. Yang dimaksud dengan Sistem Parkir on memanfaatkan badan jalan. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis. karakteristik kecepatan. dan pola parkir meyudut. b. sepanjang tidak menimbulkan kemacetan dan menimbulkan bahaya. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan. sifat peruntukkan lahan disekitarnya dan peranan jalan yang bersangkutan.

daerah kendaraan/SRP/hari). Fasilitas parkir off street sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama. c. daerah perumahan. tersedianya tata guna lahan.5 waktu yang lama. keselamatan dan kelancaran lalu lintas. yang dapat.Fasilitas parkir off street untuk umum adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan tersendiri. Kriteria tarif parkir golongan C : kawasan parkir pada fasilitas parkir umum dengan maksud pengendalian parkir. memenuhi persyaratan konstruksi dan perundang-undangan yang berlaku. daerah dengan frekuensi parkir relatif tinggi (20 kendaraan/SRP/hari). parkir dengan dapat tanpa pembayaran atau dengan pengendalian lalu lintas rendah. Kriteria penyediaan gedung parkir antara lain : tersedia tata guna lahan. untuk mengendalikan lalu-lintas. tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. Kriteria tarif parkir golongan A : uk maksud pengendalian parkir. keluar masuk kendaraan yang dikendalikan melalui karcis dengan waktu tercatat. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. Pasal 16 Cukup Jelas Pasal 17 .. letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani. parkir tarif yang rendah. daerah komersil atau pertokoan. meningkat sesuai dengan lamanya parkir. parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt dengan frekuensi parkir relatif rendah (1. tarif parkir dapat diberlakukan relatif tinggi. Perhitungan tarif parkir tidak didasarkan atas perhitungan pengembalian biaya investasi dan operasional. daerah dengan derajat Kriteria tarif parkir golongan B : parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt uk maksud pengendalian parkir. Kriteria penyediaan taman parkir antara lain : rencana umum tata ruang daerah (RUTRD). kelestarian lingkungan. dapat diberlakukan tarif park ir secara progresif. juga tidak semata -mata untuk memperoleh keuntungan material dan/atau finansial. kemudahan bagi pengguna jasa. Penetapan tarif parkir adalah salah satu cara pengendalian lalu-lintas.

merupakan suatu program berbasis masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan.Cukup Jelas Pasal 18 Cukup Jelas Pasal 19 Cukup Jelas Pasal 20 Cukup Jelas Pasal 21 Cukup Jelas Pasal 22 Ayat (1) Pengolahan limbah dengan on-site system merupakan sistem pembuangan air limbah yang dilakukan secara individual atau perorangan melalui pengolahan dan pembuangan air limbah setempat. Pasal 23 Ayat (1) . Ayat (2) Sanimas adalah sanitasi masyarakat.

Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Peran serta masyarakat mulai dari sumber (rumah tangga) antara lain pengurangan dan pemilahan Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 26 Ayat (1) . Re-use adalah pemakaian kembali. kawasam perdagangan dan jasa maupu kawasan untuk fungsi kegiatan fasilitas umum. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Incenerator (Medical Waste Incinerator) adalah mesin yang digunakan untuk membakar sisa sampah dari limbah medis Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Program 3R meliputi Reduce. Hulu mempunyai arti kawasan penghasil sampah seperti kawasan permukiman. Recycle adalah mendaur ulang barang.Proses pemisahan sampah organik dan non organik harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Re-use dan Recycle. Hilir mempunyai arti tempat pengolahan sampah mulai dari depo TPS TPA.

Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 27 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Kepanjangan dari Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa. terencana dan terorganisasi. . Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) RP4D (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah) merupakan acuan kerja untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara teratur.

Jalur Hijau adalah Ruang Terbuka Hijau untuk keserasian lingkungan dengan tujuan konservasi tanah. ditata dengan serasi.Pasal 28 Cukup Jelas Pasal 29 Cukup Jelas Pasal 30 Cukup Jelas Pasal 31 Cukup Jelas Pasal 32 Ayat (1) Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan. lestari dan inda h dengan menggunakan material taman. perlindungan areal khusus dan penyegaran udara yang terletak disepanjang jalan. mempertahankan dan meningkatkan kondisi lahan beserta semua kelengkapannya dengan melakukan penanaman pohon pelindung. Ayat (2) Penghijauan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk memelihara. Kebun bibit adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang digunakan sebagai tempat penangkaran bibit pohon pelindung dan bibit tanaman hias. material buatan dan unsur-unsur alam untuk menjadi fasilitas sosial kota. lingkungan peresapan air. Taman kota adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang mempunyai batas tertentu. perdu/semak hias dan rumput/ penutup tanah dalam upaya melestarikan tanaman dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas . pengaman sarana kota dan mampu menjadi areal penyerapan air.

.91 M2 (13.56 M2 (12.260.830. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang telah mengatur tentang luasan RTH yang disyaratkan untuk kawasan perkotaan sebesar 30% dari luasan kota. badan air ataupun kondisi tertentu lainnya.073. dimana dalam penyediaannya 20% merupakan RTH publik dan 10% merupakan RTH privat.249. dapat berupa perkerasan. Saat ini RTH publik di Malang Tengah hanya seluas 1.169. Ayat (11) Kawasan ruang terbuka non hijau merupakan kawasan yang yang secara fisik bukan berbentuk bangunan gedung dan tidak dominan ditumbuhi tanaman ataupun permukaan berpori.15 %) dari luasan Malang Tengah sebesar 883 Ha (=8.000 M2).Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (10) Berdasarkan UU No.24 %) dan RTH privat seluas 1.

Ayat (12) Cukup Jelas Pasal 33 Cukup Jelas Pasal 34 Cukup Jelas Pasal 35 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Yang dimaksud bangunan dengan fungsi fungsi penunjang kawasan lindung antara lain meliputi bangunan pengontrol ketinggian air di sempadan sungai. bangunan talud atau pengaman sungai. dll. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup Jelas .

Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 37 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kajoetangan straat merupakan koridor sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Definisi eksporasi atau penelitian upaya untuk melakukan eksporasi atau peneliti an terhadap variabel/elemen/unsur yang mempunyai nilai sejarah dan memiliki karakte r khusus sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya pelestarian terhadap bangunan dan lingkungan cagar budaya. Definisi preservasi adalah tindakan atau proses penerapan langkah-langkah dalam mendukung keberadaan bentuk asli. Kajoetanganstraat-Semeroestraat merupakan koridor Jalan Semeru. Tindakan ini dapat disertai dengan menambahkan penguat-penguat pada struktur. serta bentuk tanaman yang ada dalam tapak. keutuhan material bangunan/struktur. disamping pemeliharaan material bangunan bersejarah tersebut .

Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau bebera . kios. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama. Swasta. dengan cam memperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan sekarang. ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. seraya melestarikan bagian-bagian dan wujud-wujud yang menonjol (penting) dinilai dari aspek sejarah. menengah. yang sudah kehilangan vitalitas fungsi aslinya Definisi addisi adalah Menempatkan/ membuat bangunan/elemen bangunan baru yang sesuai dengan karakter kawasan. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama. Definisi rekonstruksi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya yang sebagian besar telah hancur tidak berbentuk lagi Definisi adaptasi/revitalisasi adalah Meningkatkan kegiatan social dan ekonomi lingkungan bersejarah. Definisi restorasi adalah kegiatan mengembalikan suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi awalnya secara lengkap dan utuh untuk pemakaian yang sama seperti semula. Pemerintah Daerah. arsitektur dan budaya Definisi renovasi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi yang menyerupai awalnya untuk pemakaian yang berbeda dari semula. Definisi rehabilitasi adalah sebuah proses mengembalikan obyek agar berfimgsi kembali. agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar. agar tidak terlantar. swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern : Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah.Definisi konservasi adalah Memelihara dan melindungi tempat-tempat yamg indah dan berharga. los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. Definisi gentrifikasi adalah kegiatan menghidupkan-kembali kegiatan di suatu lingkungan yang telah ditinggalkan penghuninya Definisi demolisi adalah Penghancuran atau perombakan suatu lingkungan binaan yang sudah rusak atau membahayakan Pasal 38 Cukup Jelas Pasal 39 Cukup Jelas Pasal 40 Cukup Jelas Pasal 41 Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional.

menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket. yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang. Toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri. Supermarket.pa bangunan yang didirikan secara vertikal maupun horizontal. Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan. Department Store. Pasal 42 Cukup Jelas Pasal 43 Cukup Jelas Pasal 44 Cukup Jelas Pasal 45 Cukup Jelas .

Pasal 46 Cukup Jelas Pasal 47 Cukup Jelas Pasal 48 Cukup Jelas Pasal 49 Cukup Jelas Pasal 50 Cukup Jelas Pasal 51 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kawasan strategis yang dimaksud meliputi kawasan cagar budaya (kawasan kayu tangan) dan kawasan strategis ekonomi (kawasan Pusat Kota. Pasal 57 Cukup Jelas . kawasan Pasar Besar dan sekitarnya serta kawasan strategis lainnya yang mempunyai nilai ekonomi cuku p tinggi) Pasal 52 Cukup Jelas Pasal 53 Cukup Jelas Pasal 54 Cukup Jelas Pasal 55 Cukup Jelas Pasal 56 ATM ( Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia.

Pasal 58 Cukup Jelas Pasal 59 Cukup Jelas Pasal 60 Cukup Jelas Pasal 61 Cukup Jelas Pasal 62 Cukup Jelas Pasal 63 Cukup Jelas Pasal 64 Cukup Jelas Pasal 65 Cukup Jelas Pasal 66 Cukup Jelas Pasal 67 Cukup Jelas Pasal 68 Cukup Jelas .

Pasal 69 Cukup Jelas Pasal 70 Cukup Jelas Pasal 71 Cukup Jelas Pasal 72 Cukup Jelas Pasal 73 Pasal 68 ini hanya menjelaskan tentang jenis ijin pemanfaatan ruang besertaketentuan umum perijinan pemanfaatan ruang berdasarkan PP No. 50 tahun 2009. 15 Tahun 2010. 1 tahun 2008 dan permendagri no. Sedangkan proses atau mekanisme dari ijin pemanfaatan ruang ini akan dijelaskan lebih detail dalam Peraturan walikota. permendagri no. Pasal 74 Cukup Jelas Pasal 75 Cukup Jelas Pasal 76 Cukup Jelas Pasal 77 Cukup Jelas Pasal 78 Cukup Jelas Pasal 79 Cukup Jelas Pasal 80 Cukup Jelas Pasal 81 Cukup Jelas Pasal 82 Cukup Jelas .

hubungan kerja dan penyaluran tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan suatu tugas untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dan/atau tumpang tindih. Ayat (2) Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang disingkat BKPRD adalah Badan yang bersifat ad-hoc di Provinsi dan di Kabupaten/Kota dan mempunyai fungsi membantu pelaksanaan tugas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam koordinasi penataan ruang di daerah.Pasal 83 Cukup Jelas Pasal 84 Cukup Jelas Pasal 85 Cukup Jelas Pasal 86 Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 : Ayat (1) Koordinasi adalah upaya mencapai suatu kesatuan sikap pandangan dan gerak langkah melalui kegiatan yang meliputi penentuan pembagian pekerjaan. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas .

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 87 Cukup Jelas Pasal 88 Cukup Jelas Pasal 89 Cukup Jelas Pasal 90 Cukup Jelas Pasal 91 Cukup Jelas .

.

Lampiran 1 .

Lampiran 2 .

Lampiran 3 .

Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 .

Lampiran 7 .

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

Lampiran 10 .

Lampiran 11 .

Lampiran 12 .

Lampiran 13 .

Lampiran 14 .

Tahun 2030 Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana .Lampiran 15 Tahapan Indikasi Program Pembangunan di Kecamatan Klojen Tahun 2010 .

Jalan Laksamana Martadinata dan .(Tahun 20102011) (Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) 1 Transportasi Program pelebaran jalan untuk menyesuaikan fungsi jalan . Melakukan fisibility study (studi kelayakan) pelebaran jalan Jalan Panglima Sudirman.

Jalan Pasar Besar (dan beberapa ruas jalan yang ada di kawasan Pasar Besar)

300 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Penyusunan Amdal Lalin

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Sosialisasi dan pembebasan lahan

100 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Pelaksanaan pembangunan

450 jt APBD I, APBD II Dinas PU Program pepembangunan sarana dan prasarana jalan

50 jt

. Pembangunan Halte, Jembatan penyebrangan, dan zebra cross serta pot dan lampu penerangan di sepanjang kawasan

kayutangan, di Jalan Veteran, Jalan Kawi, di sekitar Pasar Besar, di Pasar Comboran, Jalan Myjen Panjaitan, Jl. Trunojoyo, di sekitar Alun-alun Merdeka dan di sekitar Alunalun Tugu.

75 jt/tahun APBD II Dinas Perhubungan, Dinas PU , Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelebaran trotoar dan perbaikan trotoar Pelebaran (di Alun alun Merdeka dan sekitarnya serta kawasan Pasar Besar) dan Perbaikan (di semua ruas jalan)

50 jt/tahun APBD II Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Penataan Parkir

. Studi Revitalisasi Pasar Besar untuk menampung kapasitas parkir di area sekitarnya Kawasan Pasar Besar

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar . Sosialisasi parkir bersama di lokasi Pasar Besar Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar

Program Pengembangan (Aspek)

Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program

No.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana

(Tahun 20102011)

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030)

. Sosialisasi Pengembalian Rute Angkutan Umum sesuai dengan rute yang seharusnya Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bapeko, Paguyuban Angkutan Umum . Sosialisasi sistem tarif progresif dan parkir berlangganan Kawasan Pasar Besar

Bappeda. Studi Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Kawasan Pasar Comboran 150 jt APBD II Dinas Perhubungan. Bappeda.75 jt APBD II Dinas Perhubungan. Dinas Pendapatan Daerah. Masyarakat . DED dan pelaksanaan pembangunan Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Sekitar Pasar Comboran . Dinas Pasar . Dinas Pendapatan Daerah. Dinas Pasar . Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar.

masyarakat sekitar 2 Kependudukan Manajemen Kependudukan . Dinas Pendapatan Daerah. jalan arteri sekunder dan jalan kolektor 200 jt APBD II Bappeda. Bappeda. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar.300 jt APBD II Dinas Perhubungan. Dinas PU. Pemasangan ramburambu dilarang parkir on street di semua jalan arteri primer. Dinas Pasar .

masyarakat sekitar . Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Aparat kecamatan dan kelurahan. Tokoh masyarakat. Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat 75 jt/tahun APBD II Bappeda..

dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. pelanggaran. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. masyarakat sekitar . Tokoh masyarakat. masyarakat sekitar 3 Fasilitas Program Peningkatan (kualitas dan kuantitas) Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan .75 jt/tahun APBD II Bappeda. Tokoh masyarakat. regristasi penduduk. Aparat kecamatan dan kelurahan. Aparat kecamatan dan kelurahan. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan.

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Bappeda .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (baik formal maupun non formal . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas pendidikan (peningkatan mutu tenaga kependidikan dan manajemen kependidikan) baik pendidikan formal maupun non formal Di seluruh unit fasilitas pendidikan mulai TK sampai SMA baik milik swasta atau pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendidikan.

Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan (sarana dan prasarana fasilitas pendidikan) Di seluruh unit fasilitas pendidikan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan. Swasta/investor .termasuk sosialisasi PHBS ke masyarakat) Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Kesehatan. Pelaksanaan . Bappeda .

Swasta/investor Program Penyediaan Fasilitas Perumahan . Sosialisasi Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas .pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan.

Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Tokoh Masyarakat . Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun .100 jt APBD II Bappeda.alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar 150 jt APBD II Bappeda. Dinas PU. Dinas PU. Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) .

150 jt APBD II Bappeda. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Pelaksanaan Pembangunan Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas 1 M APBD II dan APBN Dinas PU .alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar . Dinas PU.

10 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) 5 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor Program Peningkatan Fasilitas RTH .

.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

Sosialisasi lahan konservasi di sepanjang Sungai Brantas Di sepanjang sempadan Sungai Brantas 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Pelaksanaan kegiatan pembangunan Di sepanjang sempadan Sungai Brantas . Dinas PU. Dinas Kebersihan dan Pertamanan .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) .

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program penghijauan . Sosialisasi Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelaksanaan Kegiatan minimal menanam 1 .100 jt/tahun APBD II Dinas PU.

pohon pada 1 rumah Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen Swadaya Masyarakat Masyarakat . Program Lomba Kampung Bersih. Sehat dan Hijau Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun APBD II Dinas Kebersihan dan Pertamanan Utilitas Program Peningkatan Pelayanan Air Bersih .

Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PDAM PDAM . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun ..

PDAM PDAM Program Peningkatan Pelayanan Listrik . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PLN PLN .

Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Normalisasi dan rehabilitasi saluran yang ada Jalan Pajajaran.50 jt/tahun PLN PLN Program Peningkatan Kondisi Drainase . Jalan Kertanegara. Jalan Veteran. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman .

100 jt/tahun APBD II Dinas PU . Rehabilitasi dan perbaikan prasarana drainase Jalan Trunojoyo. Jalan Veteran. Jalan Tugu. Membangun Saluran Baru Jl. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin 75 jt/tahun APBD II Dinas PU . Mayjen Panjaitan 100 jt APBD II Dinas PU .

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Sosialisasi Program Sanimas Komunal Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) dan di seluruh saluran yang ada Program Peningkatan Kondisi Sanitasi .

Dinas PU Program Penanganan Sampah . Penentuan Lokasi Sanimas Komunal dan Pelaksanaan Pembangunan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 150 jt/tahun APBD II Bappeda.75 jt/tahun APBD II Bappeda. Sosialisasi Program 3R Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Dinas PU .

Program Komposting dan 3R di TPS Di seluruh Lokasi TPS 100 jt/tahun APBD II Bappeda.75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Lomba Hijau dan Bersih dalam Pengolahan Sampah dan RTH Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Dinas Kebersihan dan Pertamanan .

100 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Peningkatan Pelayanan Jaringan Telepon . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . .

Pembangunan sentral telepon baru Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Pengembangan instalasi telepon Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .

Studi Mastrplan penetapan Lokasi BTS Kota Malang 200 jt/tahun .100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) Program Peningkatan Pelayanan Menara Telekomunikasi .

Bappeda . Bappeda . Sosialisasi terhadap seluruh provider Kota Malang 75 jt/tahun APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika.APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Pelaksanaan kegiatan penataan dan pemasangan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 1 M Investor/Swasta Dinas Komunikasi dan Informatika. Swasta .

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

Pemanfaatan lahan RTH untuk akses internet Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. Alunalun Tugu dan sekitarnya serta Taman Senaputra .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) Program Peningkatan Pelayanan Internet .

75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta . perdagangan dan pariwisata) Di seluruh Fasilitas umum yang ada di Kecamatan Klojen 75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta 4 Perdagangan dan Jasa Program Penataan Kawasan Perdagangan dan Jasa . kesehatan. perkantoran. Penambahan akses internet di semua fasilitas umum (pendidikan.

Dinas Pasar .. Dinas Pasar . Studi Revitalisasi Kawasan Pasar Besar Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 300 jt APBD II Bappeda. DED Pembangunan Pasar Besar Pasar Besar 300 jt APBD II Bappeda. Pelaksanaan Kegiatan Revitalisasi dan Pembangunan Kawasan Pasar Besar .

Dinas Pasar . DED Pembangunan Pasar Klojen Pasar Klojen 200 jt APBD II Bappeda. Pelaksanaan pembangunan Revitalisasi Pasar Klojen Pasar Klojen .Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 2 M APBD II dan swasta Dinas Pasar dan Swasta .

Dinas Pasar. Paguyuban Pedagang Kaki Lima Program Penataan Sektor Informal . Sosialisasi Central PKL Di Kawasan Pasar .1 M APBD II Dinas Pasar dan Swasta . Sosialisasi pemindahan pedagang di dalam Pasar Comboran Pasar Comboran 75 jt/tahun APBD II Bappeda.

Satpol PP.Besar. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Bappeda. Paguyuban Pedagang Kaki Lima .

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Paguyuban Pedagang Kaki Lima 5 Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Program Upaya Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar . di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 150 jt/lokasi APBD II Dinas Pendapatan Daerah.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Pembangunan Central PKL Di Kawasan Pasar Besar. Bappeda. Satpol PP.

Penyusunan Peraturan Daerah Cagar Budaya Kota Malang . Studi Penentuan dan Klasifikasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Kota Malang 200 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bappeda .Budaya . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.

Sosialisasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya dan Upaya Pelestariannya Di Kecamatan Klojen 75 juta/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bappeda .350 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Pelaksanaan pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Di Kecamatan Klojen 50 juta/5 tahun/bangunan . Bappeda .

Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Bappeda 6 Peningkatan Kualitas SDM Program Manajemen Kependudukan dan Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pembangunan .APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

masyarakat . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. masyarakat .300 jt/tahun APBD II BLK. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . regristasi penduduk. pelanggaran. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 300 jt/tahun APBD II BLK. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan.

300 jt/tahun APBD II BLK. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. masyarakat Sumber : Hasil Rencana .

Menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi di seluruh wilayah kota. Porterfield & Hall (1995). 1 R-1 = Rumah Tunggal Bangunan dengan strukur tunggal. . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Perumahan . Mengakomodasi bermacam tipe hunian dalam rangka mendorong penyediaan hunian bagi semua lapisan masyarakat. Chiara (1984). Merefleksikan pola-pola pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. Chiara & Koppelman (1975) . . mempunyai halaman depan. Green (1981).Lampiran 16 Daftar Klasifikasi dan Kodefikasi Zona pada BWK Malang Tengah FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. . samping kanan dan kiri serta belakang. Pendekatan : Tipe Bangunan Rujukan : . Lynch (1962). . . .

5 K-1 = Regional Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan regional (internasional. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . beberapa kota/kabupaten). Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . indonesia. provinsi. dan disain. Tiap-tiap unit hunian memiliki atap tersendiri. pertokoan. Umumnya memiliki lantai lebih dari satu 3 R-3 = Apartemen Rumah susun di kawasan komersil bagi masyarakat menengah ke atas Komersial . meliputi : dimensi. . intensitas. 2 R-4 = Rumah Deret/Town House Bangunan gandeng yang hanya dipisahkan oleh dinding. jasa.. Menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerja. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. rekreasi. dan pelayanan masyarakat. Menyediakan peraturanperaturan yang jelas pada kawasan Perdagangan dan Jasa.

Menyediakan ruangan bagi kegiatankegiatan industri dan manufaktur dalam upaya meningkatkan keseimbangan antara penggunaan lahan secara ekonomis dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja. . 8 K-4 = Kelurahan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kelurahan. Memberikan kemudahan dalam fleksibilitas bagi industri baru dan redevelopment proyekproyek industri.. Menjamin pembangunan industri yang . Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU 6 K-2 = Kota Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kota/kabupaten atau melayani . 7 K-3 = Kecamatan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan Kecamatan. Industri . 9 K-5 = Lingkungan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan lingkungan.

berkualitas tinggi. maupun suara yang kecil dan yang tidak mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. air maupun suara yang mengganggu lingkungannya. . Keputusan Kepala Bapedal No. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas sosial dan umum sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. dan melindungi penggunaan industri serta membatasi penggunaan non industri. Merefleksikan pola-pola . . Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. dampak Rujukan : . serta industri yang mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. baik udara. Fasilitas Pelayanan . Mengakomodasi bermacam tipe fasilitas sosial dan umum untuk mendorong penyediaan pelayanan bagi semua lapisan masyarakat. air. Pendekatan : Pencemaran. 11 I-2 = Mengganggu Industri yang mempunyai limbah. baik udara. 10 I-1 = Tidak Mengganggu Industri yang non limbah. . dengan tingkat polusi. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. menimbulkan polusi.

Keputusan Kepala Bapedal No. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . beberapa kota/kabupaten. 14 . Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. provinsi. 17 Tahun 2001 tentang Jenis . . 12 FP-1 = Regional Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Internasional. Indonesia. 13 FP-2 = Kota Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kota/Kabupaten.pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. . . Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting.

16 FP-5 = Lingkungan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Lingkungan. . Menyediakan lahan untuk 17 PK-1 = Pemerintahan Kantor pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi. 15 FP-4 = Kelurahan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kelurahan.FP-3 = Kecamatan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kecamatan. Pendekatan : . Pemerintahan.

kelurahan). Pelayanan pemerintah Rujukan : . .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. pertahanan dan keamanan. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Pertahanan dan Keamanan . . . . 18 PK-2 = Pertahanan dan Keamanan . 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. kota/kabupaten. Pengembangan pemerintahan dan pertahanan serta keamanan sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. pertahanan dan keamanan yang berkualitas tinggi. Menjamin kegiatan pemerintahan. dan melindungi penggunaan lahan untuk pemerintahan. kecamatan. Keputusan Kepala Bapedal No.

meningkatkan produksi pangan dan pendayagunaan investasi. Menjamin kegiatan pertanian yang . . Menyediakan lahan untuk pengembangan pertanian. . . . PP No. . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor. Polwil. 19 P-1 = Pertanian Lahan Basah 1) Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk pertanian lahan basah. polsek dan sebagianya. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . serta kegiatan ekonomi sekitarnya. berkualitas tinggi. Pertanian . 47 Tahun 1997 tentang RTRW Nasional. . meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan pertanian lahan basah secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan pendapatan masyarakat.Kantor atau instalasi militer termasuk tempat latihan baik pada tingkatan nasional. . Kodam. menciptakan kesempatan kerja. meningkatkan ekspor. . meningkatkan fungsi lindung. Koramil. 20 . Pendekatan : Jenis Kegiatan Pertanian Rujukan : . Mengakomodasi bermacam tipe pertanian dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk pertanian. dan melindungi penggunaan lahan untuk pertanian tersebut. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam untuk pertanian pangan. Polda. Korem.

. . . . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan pendapatan masyarakat. . menciptakan kesempatan kerja. 21 P-3 = Perkebunan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk kegiatan perkebunan. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdya alam. meningkatkan produksi pertanian dan mendayagunakan investasi. . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. . . meningkatkan fungsi lindung. 2) kawasan yang apabila dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian lahan kering secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan perkebunan secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan ekspor. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan produksi perkebunan dan mendayagunakan investasi.P-2 = Pertanian Lahan Kering 1) kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian lahan kering. . . meningkatkan pendapatan masyarakat.

meningkatkan ekspor. . 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan peternakan secara ruang dapat memberikan manfaat : . . meningkatkan produksi perikanan dan mendayagunakan investasi. maupun industri. 23 P-5 = Perikanan kegiatan perikanan secara ruang dapat memberikan manfaat : . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . meningkatkan pendapatan masyarakat. . . cabang usaha. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . meningkatkan produksi peternakan dan mendayagunakan investasi.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. menciptakan kesempatan kerja. meningkatkan fungsi lindung. . tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. . . meningkatkan kesempatan kerja. . meningkatkan kesejahteraan masyarakat. usaha pokok. 22 P-4 = Peternakan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik sebagai sambilan.

. Juknis LLAJ. meningkatkan ekspor. meningkatkan pendapatan masyarakat. tempat pengendalian. . Pendekatan : Simpul Transportasi Rujukan: . Mengakomodasi bermacam tipe prasarana transportasi dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk prasarana transportasi tersebut. Transportasi . 2) Prasarana angkutan yang merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya.. 24 TR-1 = Terminal 1) Titik simpul dalam jaringan trasnportasi jalan dan berfungsi sebagai pelayanan umum. Keputusan Menteri Perhubungan No. tipe B dan Tipe C. Menjamin kegiatan trasnportasi yang berkualitas tinggi. tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. . 1995. 25 TR-2 = . . 31 Tahun 1995. pengaturan dan pengoperasian lalulintas. Menyediakan lahan untuk pengembangan prasarana transportasi. . menciptakan kesempatan kerja. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. dan melindungi penggunaan lahan untuk prasarana transportasi. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . pengawasan. meningkatkan fungsi lindung. . 3) Terminal terdiri dari Terminal tipe A.

. . kelestarian lingkungan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1998 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Kereta. Rujukan : . tata ruang wilayah. pertumbuhan ekonomi. . 26 TR-3 = Pelabuhan Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batasbatas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1998 Tentang Prasarana Dan Sarana Kereta Api. Pendekatan : . . naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. tata ruang wilayah. keselamatan pelayaran. . dan keselamatan pelayaran. . . . pertumbuhan ekonomi.Stasiun Tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dari/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api Pendekatan : . kelestarian lingkungan. Rujukan : . berlabuh. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 Tentang Perkeretaapian.

.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Zona yang ditujukan untuk mempertahankan/ melindungi lahan . naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan atau pos. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. keselamatan penerbangan. tata ruang wilayah. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1996 Tentang Kepelabuhan. SNI 03-7112-2005 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan. . kelestarian lingkungan dan . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan Ruang Terbuka Hijau . Undang undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran. Rujukan : . serta dilengkapi dengan fasilitas kasper sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi Pendekatan : . 27 TR-4 = Bandar Udara Lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun !999 tentang Angkutan di Perairan. . .

Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. keselamatan. sarana pendidikan. dan untuk dinikmati nilai-nilai keindahan visualnya. PP No. . . Preservasi dan perlindungan lahan yang secara lingkungan hidup rawan / sensitif. atau lahan perorangan yang pembangunannya harus dibatasi untuk menerapkan kebijakan ruang terbuka. Permendagri No. Diberlakukan pada lahan yang penggunaan utamanya adalah taman atau ruang terbuka.untuk rekreasi di luar bangunan. serta melindungi kesehatan. dan kesejahteraan publik. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota . 28 H-1 = Taman Kota Taman dengan skala pelayanan Kota Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . 29 H-2 = Taman BWK/Kecamatan Taman dengan skala pelayanan BWK 30 H-3 = Taman Kelurahan . 15 Tahun 1998 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah perkotaan.

Taman dengan skala pelayanan Kelurahan 31 H-4 = Taman lingkungan Taman skala lingkungan 32 H-5 = Taman Pemakaman Taman pemakaman 33 H-6 = Jalur hijau Taman jalur hijau 34 H-7 = Lapangan Taman berupa lapangan olahraga Kawasan Hutan .

. . meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat.47 tahun 1997 tentang RTRWN . UU No. . . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. dengan kriteria : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. meningkatkan ekspor.41 Tahun 1999. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam.35 KH-1 = Hutan Produksi Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. . . 2) Kawasan yang secara ruang apabila digunakan untuk budidaya hutan alam dan hutan tanaman dapat memberi manfaat : . meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. . PP No. . meningkatkan fungsi lindung. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat Pendekatan : Fisik dan fungsi hutan Rujukan : .

. . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN terutama di daerah setempat. meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. 2) Kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pengembangan transportasi. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. meningkatkan fungsi lindung. 36 KH-2 = Hutan yang dapat dikonvers 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. pertanian. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. . . meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. permukiman. . diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. meningkatkan ekspor. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. . transmigrasi. industri dan lain-lain apabila dapat memberikan manfaat : . perkebunan. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. 37 KH-3 . .

25 hektar dan mempunyai fungsi hidrologis/pelestarian ekosistem. luas penutupan tajuk minimal 50 persen dan merupakan tanaman cepat tumbuh. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. Dean.C. 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan hutan rakyat secara ruang dapat memberikan manfaat : . meningkatkan kesempatan kerja. Schwank. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. . Campuran 38 C-1 = Rumah-Toko Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan perdagangan dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan perdagangan (toko). . .= Hutan Rakyat 1) Luas minimal 0. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. meningkatkan pendapatan. . 1089. The Urban Land Institute. 39 C-2 = . . terutama di daerah setempat. meningkatkan ekspor. Mixed-use Development Handbook. . Pendekatan : Kegiatan Utama Rujukan : . meningkatkan fungsi lindung. Washington D. .

kawasan perlindungan setempat. 3) Kawasan tanah bergambut dengan ketebalan 3 meter 4) atau lebih yang terdapat dibagian hulu sungai dan rawa. mencegah intrusi air laut. Kriterianya adalah : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. kawasan cagar budaya dan kawasan lindung lainnya. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing. Mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup dan melestarikan fungsi lindung kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya. kawasan pelestarian alam. berstruktur tanah yang mudah meresapkan air dan mempunyai geomorfologi yang mampu meresapkan . mencegah banjir. mengendalikan erosi.masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 175 atau lebih. Kawasan Lindung . . dan/atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian di atas permukaan laut 2000 m atau lebih. 2) Kawasan hutan yang empunyai lereng lapangan 40% atau lebih. kawasan suaka alam. 5) Kawasan bercurah hujan yang tinggi.Rumah-Kantor Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan jasa perkantoran dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan kantor. dan memelihara kesuburan tanah. Memelihara dan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup. serta menghindari berbagai usaha dan/atau kegiatan di kawasan 41 KL-1 = Lindung untuk kawasan bawahannya Hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. 40 C-3 = Apartemen-Pusat Belanja Dalam satu zona dapat terdiri hunian dengan perdagangan (pusat belanja).

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.47 tahun 1997 tentang RTRWN. . Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai. 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1993 tentang Sungai. PP No.Pendekatan : Jenis Perlindungan Rujukan : . Daerah Manfaat Sungai. Keppres No. .

42 KL-2 = Perlindungan Setempat Sempadan pantai daratan sepanjang tepian yang lebarnya roporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai. . Mempertahankan keanekaragaman hayati. air hujan secara besarbesaran. satwa. Sempadan sungai 1) Garis sempadan sungai bertanggul ditetapkan dengan batas lebar sekurangkurangnya 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggung. minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN rawan bencana. tumbuhan dan satwa. . 3) Garis sempadan sungai yang bertanggul dan tidak bertanggul yang berada di wilayah perkotaan dan sepanjang jalan ditetapkan tersendiri oleh Pejabat yang berwenang Kawasan sekitar danau/waduk daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50-100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. 2) Garis sempadan sungai tidak bertanggul ditetapkan berdasarkan pertimbangan teknis dan sosial ekonomis oleh Pejabat yang berwenang. . Meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. air. iklim. tipe ekosistem dan keunikan alam. serta nilai budaya dan sejarah bangsa.

antara lain kawasan rawan letusan gunung berapi. industri. tanah longsor. 44 KL-4 = Pelestarian Alam Hutan dengan ciri khas tertentu. 2) Hutan yang terletak di dalam wilayah perkotaan atau sekitar kota dengan luas hutan minimal 0. berbentuk jalur atau merupakan kombinasi dari bentuk kompak dan bentuk jalur. tepi sungai/ pantai/jalan yang berada di kawasan perkotaan. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. gempa bumi dan tanah longsor serta gelombang pasang dan banjir. 5) Jenis tanaman untuk kawasan terbuka hijau kota adalah berupa pohonpohonan dan tanaman hias atau herba. 3) Hutan yang terbetuk dari komunitas tumbuhan yang berbentuk kompak pada satu hamparan. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik.25 hektar. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. gempa bumi. 43 KL-3 = Rawan Bencana Alam Kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi. 45 KL-5 = . 4) Jenis tanaman untuk hutan kota adalah tanaman tahunan berupa pohonpohonan. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. bukan tanaman hias atau herba. Kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota 1) Lokasi sasaran kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota antara lain di kawasan permukiman. serta gelombang pasang dan banjir.Kawasan sekitar mata air kawasan disekitar mata air dengan jari-jari sekurang-kurangnya 200 meter.

dan/atau . baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia dan/atau 4) Mempunyai luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dengan daerah penyengga yang cukup luas.Suaka Alam 1) Kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya dan/atau 2) Mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya. 3) Mempunyai kondisi alam.

FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Sumber : Hasil Rencana.: Pemanfaatan ruang yang tidak diijinkan . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN 5) Mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh disuatu daerah serta keberadaannya memerlukan koservasi. 2010 Syarat Pemanfaatan Ruang : I : Pemanfaatan ruang yang diijinkan (80-90% dari luas kapling) T : Pemanfaatan ruang yang diijinkan terbatas (10-20% dari luas kapling) B : Pemanfaatan ruang yang diijinkan namun dengan bberapa syarat yang harus dip enuhi . 46 KL-6 = Konservasi Hutan dengan ciri khas tertentu. yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Lampiran 17 .

Lampiran 18 .

Lampiran 19 .

Lampiran 20 .

Lampiran 21 .

Lampiran 22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful