PEMERINTAH KOTA MALANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR..............

TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MALANG,

Menimbang : a. bahwa pembangunan Daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan ruang wilayah secara bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga kualitas ruang wilayah daerah dapat terjaga keberlanjutannya demi terwujudnya kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan; b. bahwa pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaatan ruang dan ketidakseimbangan struktur dan fungsi ruang wilayah sehingga perlu ditata dengan baik; c. bahwa berdasarkan ketentuan yang ada dalam UndangUndang Tata Ruang No.26 Tahun 2007 menunjukkan bahwa setiap RTRW harus ditindaklanjuti dengan penyusunan RDTRK sebagai perangkat operasional RTRW d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, serta memperhatikan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang Nomor ...........Tentang .........., perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang RDTRK Malang Tengah;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman; 2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun 1999, Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3881)

3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477) 5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4722); 10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 11. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4956); 12. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup; 14. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Undang Republik Pedoman Pelaksanaan Undang Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk Dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5160); 20. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;

21. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1996 tentang Pedoman Perubahan Pemanfaatan Lahan Perkotaan; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata ruang di Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/M/1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang; 29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya; 30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan; 31. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah; 32. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis; 33. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 648-384 Tahun 1992,Nomor: 739/KPTS/1992, Nomor: 09/KPTS tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang; 34. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun1993 tentang Fasilitas Pendukung Kegiatan lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 35. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 49 Tahun 2000 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara - Bandung; 36. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Wilayah Kota

.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Rumah Susun 45... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 12 Tahun 2004 Pengelolaan Pasar dan Tempat Berjualan Pedagang 40.... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah 42. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor . Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Air Tanah 43...... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Malang 38. tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang .Malang.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pemakaman 41.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman 44... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota 39. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Ijin Lokasi 46. 37... Tahun .......

2. dan ruang udara. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang. ruang laut. adalah penja baran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1:5000 atau lebih.Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MALANG dan WALIKOTA MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Walikota adalah Walikota Malang. 4. te rmasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah. Daerah adalah Kota Malang. 6. Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan pras arana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat . BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. tempat manusia dan makhluk la in hidup. 8. 3. Tata Ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. 5. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat. Rencana Detail Tata Ruang Kota yang selanjutnya disingkat RDTRK. 7. melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya.

Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang melipu ti peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya . Pengendalian Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata rua ng. 11. 9. sosial. pemanfaata n ruang.yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional. Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan struktur dan pola pemanfaatan ru ang. Kawasan Strategis Daerah adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaska n karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi. 10. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung dan/atau budidaya. Perencanaan Tata Ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang d an pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. 14. 15. . Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruan g sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya. dan pengendalian pemanfaatan ruang. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administra tif dan/atau aspek fungsional. 13. Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. 12. budaya dan/atau lingkungan. 17. 16.

kebun bibit. pertania n kota yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan. dan/atau tempat pengolahan sampa h terpadu. hutan kota. Tempat Penampungan Sementara atau disingkat TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang. 32. 23. disingkat limbah B3. pengolahan. 24. Rencana Sub Blok adalah perencanaan pembagian blok dalam kawasan menjadi sub blok dan jalan dengan pemanfaatan ruang atau karakter lingkungan yang homogen. 26. dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup. 27. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai 21. Koefisien Lantai Bangunan atau disingkat KLB adalah angka perbandingan jumla h luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota 25. adalah sisa suatu u saha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya. dimana blok terdiri atas unit lingkungan dengan konfigurasi tertentu. pot-pot kota. Blok Peruntukan adalah bagian dari unit lingkungan yang mempunyai peruntukan pemanfaatan ruang tertentu yang dibatasi oleh jaringan pergerakan dan atau jarin gan utilitas. 31. 22. 29. Koefisien Dasar Bangunan atau disingkat KDB adalah angka perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota. pohon-po hon pelindung tepi jalan. terdiri dari unsur alam (antara la in vegetasi dan air) dan unsur binaan antara lain taman kota. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah. Limbah bahan berbahaya dan beracun. Garis Sempadan Jalan adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencan a ruang kota. 19. Garis Sempadan Bangunan adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah Garis Sempadan Jalan yang ditetapkan dalam rencana ruang kota. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah dibawah Kecama tan. Koefisian Dasar Hijau adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan antar a luas lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air terhadap luas persi l yang dikuasai. 28. kesehatan. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. baik secara langsung maupun ti dak langsung. Rencana Blok adalah perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok d an jalan. Sempadan Sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan saluran/sungai termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. Ruang Terbuka Hijau atau disingkat RTH adalah bagian dari Kota yang tidak di dirikan bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan. 30. 20. Sub Blok Peruntukan adalah wilayah perencanaan terkecil dengan batasan wilay ah . pemakaman. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. jalur hijau.18.

BAB II TUJUAN. FUNGSI.administrasi kelurahan. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanf aatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 33. Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaa tan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntuka n yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang. 34. DAN RUANG LINGKUP Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Penataan ruang di Malang Tengah bertujuan untuk mewujudkan: .

dalam rangka pelaksanaan program pembangunan daerah. Ruang lingkup RDTRK Malang Tengah meliputi : a. Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan fungsiona l dengan RencanaTata Ruang Wilayah Kota. Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-pro gram pembangunan daerah. Batas Batas Wilayah Perencanaan c. arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan. pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi. Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota . b.a. Materi yang ditentukan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota d. Wilayah Perencanaan b. Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras. Menyiapkan perwujudan ruang. d. Bagian Ketiga Ruang Lingkup Pasal 4 (1). serasi dan efisien dalam perencanaan kawasan. b. dan pemberian perijinan kesesuai an pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan Bagian Kedua Fungsi Pasal 3 Penataan ruang di Malang Tengah berfungsi sebagai: a. c.

c. Rencana struktur ruang yang meliputi rencana persebaran penduduk. . Kelembagaan f. rencana blok. b. (3). rencana struktur ruang. Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara : Timur : Selatan Barat : Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Blimbing : Kecamatan Sukun Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun (4).e. rencana sistem jaringan yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan utilitas. Tujuan Pengembangan b. rencana skala pelayanan kegiatan. d. Peran Serta Masyarakat (2). Wilayah perencanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a dengan wilayah me liputi Kecamatan Klojen. Batas-batas RDTRK Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b adalah sebagai berikut : a. Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c meliputi : a.

serta arahan garis sempadan f. e. Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplolp ruang) yang meliputi tata kualitas lingkungan. Rencana peruntukan blok yang meliputi kawasan fungsional binaan dan kawasan fungsional alami/perlindungan setempat . Rencana Fasilitas Umum yang meliputi fasilitas sosial dan umum. periji nan dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang melalui pengawasan.c.Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d adalah zonasi. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi (7). Peran Serta Masyarakat sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf f adalah hak dan kewajiban serta peran serta masyarakat dalam pelaksanaan penataan ruang. Indikasi program pembangunan yang meliputi program yang dikelola pemerintah. aturan insentif dan disinsentif. (5). Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri g. BAB III RECANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH Bagian Pertama Rencana Struktur Ruang Paragraf I Umum Pasal 5 . fasilitas eko nomi serta Ruang Terbuka Hijau d. tata bangunan. program yang dipihak ketigakan/swasta serta sistem pembiayaan program. (6). pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi. program yang dikerjasamakan. Kelembagaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf e adalah struktur organisas i kelembagaan dalam pelaksanaan penataan ruang.

Paragraf II Rencana Kependudukan Pasal 6 Rencana kependudukan meliputi : a. jumlah dan kepadatan penduduk. rencana blok. rencana skala pelayanan kegiatan. tingkat pertumbuhan penduduk serta distribusi penduduk b.Struktur ruang Malang Tengah yang meliputi rencana kependudukan. rencana sistem jaringa n yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan util itas. tingkat ketergantungan serta sosial budaya . rencana pemusat an kegiatan.

b. peningkatan kualitas SDM serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan. (2). Pembatasan jumlah penduduk di Malang Tengah dilakukan melalui manajemen kependudukan. kawasan dengan kepadatan sedang namun memiliki luasan lahan yang masih memungkinkan untuk menambah penduduk dan fasilitas penunjangnya dapat ditingkatkan kepadatannya meliputi Kelurahan Kidul Dalem. . membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja denga n menambah lapangan kerja dan memberikan modal bagi pengusaha kecil dan rumah tangga dalam bentuk koperasi koperasi simpan pinjam. peningkatan kegiatan sosial seperti bimbingan/pelatihan baik bimbingan ketera mpilan maupun bimbingan religi/keagamaan.Pasal 7 (1). kawasan dengan kepadatan sangat tinggi dan kepadatan tinggi dipertahankan ata u dibatasi tingkat kepadatannya yaitu Kelurahan Samaan dan Kelurahan Sukoharjo. Kelurahan Penanggungan dan Kelurahan Rampal Celaket. c.Pendistribusian penduduk ke seluruh kelurahan di Malang Tengah diarahkan aga r terjadi keseimbangan aktivitas yang dapat memicu pemerataan dan persebaran infrastruktur antar kecamatan (4). (3).Manajemen kependudukan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) meliputi seleksi migrasi dan urbanisasi. b. kawasan dengan kepadatan rendah dan merupakan kawasan strategis direncanakan untuk peningkatan fasilitas umum dan diarahkan tingkat kepadatannya tetap atau meningkat meskipun tidak secara signifikan meliputi Kelurahan Klojen dan Kelurah an Oro-oro Dowo. Pasal 8 Ketergantungan penduduk terkait dengan kelompok umur produktif dan ketenagakerja an diarahkan melalui : a. Kelurahan Gading Kasri . Rencana kepadatan penduduk diarahkan sebagai berikut : a.

WR. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan. Zona Pendukung atau Sub Pusat Pelayanan Kota berada di masing. Zona Utama atau Pusat Pelayanan regional berada di Alun Alun Tugu dan sekitarnya dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa.Jl.Blok Peruntukan I terdapat pemusatan kegiatan di koridor Jl. dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. Brigjen Slamet Riyadi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. Jaksa Agung Suprapto .Paragraf III Rencana Struktur Ruang Pasal 9 (1). . b.masing pusat Blok Peruntukan dengan fungsi kegiatan dominan sebagai berikut : . Supratman.Blok Peruntukan II terdapat pemusatan kegiatan di kawasan Jl. Struktur Ruang di Malang Tengah sebagai berikut : a. .

Kawi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan jasa skala regional.Jl. Zona Pelengkap atau Pusat Lingkungan berada di pusat masing-masing sub blok peruntukan. Supratman. WR. Blok Peruntukan I.Jl. dengan pus at . Kawi Atas dengan dominasi kegiatannya yaitu fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regiona l. Jaksa Agung Suprapto . b. c. Dengan pusatnya berada pada kawasan Jl.. Dengan pusatnya berada di Kawasan Jl. Brigjen Slamet Riyadi dengan dominasi kegiatan perdagangan dan jasa skala regional. . Dominasi kegiatan adalah fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. Rencana Blok meliputi Rencana Blok dan Rencana Sub Blok. meliputi wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo dan Kelurahan Penanggungan. Terusan Kawi . Kawi Atas dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regional. . peribadatan dan kesehatan skala regional. Blok Peruntukan II. Blok Peruntukan IV. c. tercantum da lam lampiran 1 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Blok Peruntukan IV terdapat pemusatan kegiatan di Jl. (2).Blok Peruntukan VI terdapat pemusatan kegiatan di sekitar kawasan Pasar Besar dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. sarana olah raga.Jl. Pembagian Blok sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. . dimana masin gmasing Blok Peruntukan akan terbagi lagi menjadi 11 Sub Blok Peruntukan (3). meliputi Kelurahan Kauman dan Kelurahan Kasin.Blok Peruntukan III terdapat pemusatan kegiatan di Jl. Terusan Kawi . meliputi Kelurahan Bareng dan Kelurahan Gading Kasri. Blok Peruntukan III. (2) Rencana Blok di Malang Tengah dibagi menjadi 6 Blok Peruntukan. Paragraf IV Rencana Blok Pasal 10 (1). fasilitas umum pendidikan. d.Blok Peruntukan V terdapat pemusatan kegiatan di Alun-Alun Tugu dengan fungsi kegiatan dominan sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran serta fasilitas umum pendidikan skala kota. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan. Pusatnya berada di Jl.Peta rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). meliputi Kelurahan Sama an dan Kelurahan Rampal Celaket.

Sarana Olaharaga. Pusat berada di Alun-alun Tugu dengan dominasi kegiatan pemerintahan. kesehatan dan permukiman. Jaksa Agung Suprapto.Pembagian Sub Blok Peruntukan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. perkantoran dan fasilitas umum pendidikan. Kawi tepatnya di Kawasan Mall Malang Olimpic Garden (MOG). Sub Blok Peruntukkan I-1 meliputi Kelurahan Sama an. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa skala regional. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa. Sebelah utara meliputi Jl. Blok Peruntukan V.berada pada kawasan Jl. Pusat Sub Blok berada di korido r . meliputi wilayah Kelurahan Kidul Dalem dan Kelurahan Kloje n. Serta bat as sebelah timur meliputi Jl. peribadatan. Gilimanuk. Sisi Barat meliputi sepanjang aliran sungai Brantas. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Sepanjang aliran sungai DAS Brantas. meliputi Kelurahan Sukoharjo. pendidikan. dengan pusat berada pada kawasan Pasar Besar. f. Blok Peruntukan VI. (4). e.

Untuk sebelah utara dan timur dibatasi oleh batas fisik berupa Sungai Brantas. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-1 yaitu pada koridor Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum perkantoran skala regional. S utan Syahrir Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan skal a regional. g. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. yang dibatasi di sisi utara yaitu Sungai Brantas Jl. f. Terusan Kawi Jl. Simpang Ijen. serta pada sisi barat dibatasi oleh meliputi Jl. Jakarta Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. b. pendidikan dan kesehatan skala regional. Dr. sisi selatan dibatasi Jl. Wr. Sub Blok Peruntukkan III-2. Gede Jl. serta batas sebelah baratnya yait u Jl. meliputi Kelurahan Bareng. Sub Blok Peruntukkan III-1. Tumenggung Suryo s. sisi selatan dibatasi Jl. Vet eran dan Jl. c. batas sebelah utara meliputi Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan Jasa skala kota. Terusan Cikampek s. Jaksa Agung Suprapto Jl. Retawu. Kawi At as. Sonokeling. Ijen . meliputi Kelurahan Oro-oro Dowo. IR. Pusat Sub Blok Peruntukkan III-1 yaitu pada korid or Jl. Semeru.Jl. Retawu Jl. serta batas sebelah timur Jl. Wilis sampai dengan Jl. Galang Selatan Jl. Sumbing. Jakarta serta sebelah timur dibatasi Jl. meliputi Kelurahan Penanggungan. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Jl.Jl.d Jl. Bogor . Gede Jl. Pahlawan Jl. e. Supratman dengan dominasi kegiatan Fasilitas Umum perkantoran. Galunggung dan Kali Kasin.Jl. Panglima Sudirman. Kawi. Semeru Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. meliputi Kelurahan Gading Kasri. Brigjen Katamso . Terusan Kawi Jl. Kawi Atas . serta pada sisi timur dibatasi oleh meliputi Jl. Arif Margono . Sub Blok Peruntukkan II-1. Bondowoso. Sonokeling. Kawi. serta sebelah bara t dibatasi Jl. Ade Irma Suryani. Pusatnya berada koridor Jl.Pandjaitan. Lembang Jl. Kaliurang s. Letjen Sutoyo. yang dibatasi di sisi utara yaitu Jl. Veteran. Indragiri. Rais.Jl. Halmahera Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa skala kota. Sub Blok Peruntukkan IV-1. Kelud dan sisi barat dibatasi oleh Jl. Terusan Surabaya Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan dan perdagangan dan jasa skala regional. Jaksa Agung Suprapto. yang dibatasi di s isi utara yaitu Jl.Jl. Sub Blok Peruntukkan I-2 meliputi Kelurahan Rapal Celaket. Raya Dieng Jl. meliputi Kelurahan Kasin. serta batas sebelah baratnya yaitu Kali Kasin sebagai pembatas perkembangan kelurahan. Simpang Langse p. Rai s Jl.IR. Raya Dieng . sisi selatan dibatasi Jl . Raya Langsep Jl. Cipto.d Jl.Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di kawasan Simpang Balapan. Cipayung. d. Rangsang Jl. sisi Bar at meliputi Jl. Sub Blok Peruntukkan II-2. Basuki Rahmad serta Sungai Brantas.d Jl. Bareng Ka rtini serta Jl.

Kawi .serta Jl. Brigjen Katamso Jl. Aris Munandar Jl. Sumbing dan sebel ah barat yaitu Jl. Ade Irma Suryani. Sub Blok Peruntukkan V-1. sementara pada sisi selatan dibatasi Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Majapah it Jl.Jl. Basuki Rahmad. Merdeka Barat. h. Sementara itu. Agus Salim. Kahuripan. Pusat Sub Blok Peruntukkan V-1 . Tugu Jl. Majapahit Jl. meliputi Kelurahan Kauman yang dibatasi di sisi ut ara yaitu Jl. Tugu. Merdeka Selatan Jl.d Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa da n fasilitas umum pendidikan skala kota. Ade Irma Suryani. Kawi. serta Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Sub Blok Peruntukkan IV-2. Zainul Arifin. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-2 di Jl. Kertanegara. meliputi Kelurahan Kidul Dalem. i. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan jasa skala kota serta fasilitas umum pendidikan dan kesehatan skala regional. Jendral Panglima Sudirman Jl . Semeru s. Majapahit. serta batas sebelah timur meliputi Jl. KH. Rais Jl. Kelud Jl. Bareng Kartini. pada utara barat yaitu Jl. Jl. IR.Jenderal Basuki Rahmat Jl. sedangkan batas sebelah barat yaitu Jl.

(4). tercant um dalam lampiran 3 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Jl. Sub Blok Peruntukkan VI. Sartono. Pranoto . Jaksa Agung Soeprapto. KH. tercantum d alam lampiran 2 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Peta rencana blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3). Dr. Kertanegara. dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pendidikan skala kota dan fasilitas umum kesehatan skala regional. j. Kertanegara . Pasar Besar. meliputi Kelurahan Klojen dengan batas wilayahnya y aitu pada sisi selatan Jl. Halmahera.d Jl. Irian Jaya s.Peta rencana sub blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (4). Kahuripan Jl. kegiatan sentra sekunder (pelayana n skala kecamatan) dan kegiatan tersier/lokal (pelayanan skala lingkungan). Sebelah barat yaitu Jl. Sutan Syahri r s.Jl. sebelah utara meliputi Jl. Tugu Jl. Agus Salim Jl. dengan dominasi kegiatan perdagangan jasa berskala regional. Za inul Arifin Jl. Aris Munandar. k.Kahuripan. Paragraf V Rencana Skala Pelayanan Kegiatan Pasal 11 (1).Jl. Pusat sub blok perumtukk an V-2 berada pada koridor Jl. meliputi Kelurahan Sukoharjo yang dibatasi di sisi S elatan yaitu Jl.Kahuripan dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pemerintahan dan perkantoran skala kota. tepatn . pada utara yaitu Jl. Laksamana Martadinata. sisi Barat meliputi Jl . (2). Rencana Kegiatan Sentra Primer sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah meliput i: a. Pusat Sub Blok Peruntukkan VI di Jl.d.Jl. Pusat kegiatan Pemerintahan dan Perkantoran Pusat kegiatan Pemerintahan ini berada di sekitar kawasan Alun-alun Tugu.Kertanegara . (5).Jl.yaitu pada kawasan Jl. dan pada sisi timur yaitu Jl.Rencana sistem pusat perwilayahan di Malang Tengah dibagi menjadi 3 yaitu ke giatan sentra primer (pelayanan skala wilayah/kota). SW. Panglima Sudirman. Sub Blok Peruntukkan V-2. Cipto dan batas sebelah ti mur meliputi Jl. Gatot Subroto .

Lavallete yang terdapat di Jl. Adapun kegiatan pemerintahan ini didukung dan diperkuat dengan keberadaan pusat kantor pemerintahan kota Malang yang saat ini lokasinya berada di sekitar kawasan tugu. Supratm an. Pusat kegiatan pendidikan yang ada di . RS. sert a Kawasan perdagangan dan jasa sepanjang koridor Jl. c. Syaiful Anwar yang terdapat di koridor Jl. Basuki Rahmad. yaitu di kawasan Alun-alun Merdeka dengan ditandai keberadaan Masjid Jami Kota Malang serta Gereja GPIB Immanuel serta Gereja Paroki Hati Kudus. Fasilitas Kesehatan dengan skala besar yaitu RS. Mall Malang Olimpic Garden (MOG) serta Mall Malang Town Square (Matos) serta di kawasan Kayu Tangan tepatnya di koridor Jl. serta RS. Untuk fasilitas olahraga berada di Lapangan Olahraga Stadion Gajayana. WR. peribadatan dan Olahraga. Panti Waluyo yg terdapat di Kelurahan Kasin tepatnya di Koridor Jl. Kawasan Alun-alun Merdeka. yaitu di . Perkembangan Kegiatan peribadatan skala regional yang ada di Kecamatan Klojen terdapat di beberapa titik lokasi. b. Jaksa Agung Suprapto.ya berada di Kelurahan Klojen dan Kidul Dalem. Pusat Pelayanan Umum Perkembangan Fasilitas Umum dan sosial yang ada di kecamatan Klojen. Nu sa Kambangan. meliputi perkembangan fasilitas kesehatan. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dapat ditemukan di beberapa titik lokasi yang ditandai dengan keberadaan pusat-pusat perdagangan jasa serta Mall-Mall yang ada. kawasan Pasar Besar. Jaksa Agung Suprapto. Untuk pemusatan kegiatan perdagangan jasa skala regional.

Kecamatan Klojen berkembang di sepanjang koridor Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, di kawasan Tugu, serta di Kelurahan Kauman tepatnya di sekitar Perguruan Tinggi IKIP Budi Utomo yang merupakan kompleks pendidikan dan sepanjang koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. (3). Rencana Kegiatan Sentra Sekunder sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti: a. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala kota ditemukan hampir di tersebar di semua wilayah Kecamatan Klojen, antara lain di koridor Jl. Jaksa Agu ng Suprapto, Jl. Panjaitan, Jl. Trunojoyo, Jl. Cokroaminoto, Jl. Tumenggung Suryo, Jl. Halmahera, Jl. Raya Dieng, serta Jl. Kawi. Selain itu terdapat pula beberapa pas ar yang berkembang pada tiap-tiap kelurahan di yang memiliki skala pelayanan kota, yaitu seperti Pasar Comboran, Pasar Mergan, Pasar Klojen. b. Pusat Pelayanan Umum (Pendidikan, Kesehatan, Peribadatan) Kegiatan pelayanan umum skala kota berkembang di seluruh wilayah kelurahan, dengan keberadaannya pada umumnya pada koridor arteri sekunder. c. Permukiman Perkembangan kegiatan permukiman yang di Kecamatan Klojen, berkembang di seluruh wilayah kecamatan. Baik yang berupa permukiman organis (tumbuh secara alamiah) maupun permukiman anorganis (direncanakan). d. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebaran RTH di kecamatan Klojen, tersedia dalam beberapa bentukan yaitu Hutan Kota, Taman, lapangan olahraga serta Jalur Hijau. RTH Kota saat ini yaitu Hutan Kota Malabar yg terdapat di Kelurahan Oro-oro Dowo, Hutan Kota Jakarta yang terdapat di kelurahan Penanggungan, serta Lapangan Olahraga . Sementara untuk RTH di lokasi lainnya lebih berkembang dalam bentuk taman dan jalur hijau. (4). Rencana Kegiatan Sentra Tersier di Malang Tengah (Kecamatan Klojen) sebagai mana dimaksud ayat (1) adalah berupa fasilitas perdagangan, fasilitas umum (fasilitas kesehatan, peribadatan dan pendidikan) dapat ditemukan pada masing-masing kelurahan yang menyatu dengan kawasan pemukiman penduduk. (5).Peta rencana sistem pusat perwilayahan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), tercantum dalam lampiran 4 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua

Rencana Sistem Jaringan Paragraf I Umum

Pasal 12

(1).Rencana Sistem Jaringan di Malang Tengah meliputi Rencana Sistem Jaringan Pergerakan, Rencana Sistem Jaringan Utilitas dan Rencana Jalur Evakuasi Bencana. (2). Rencana Sistem Jaringan Pergerakan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mel iputi : a. Rencana Pola Pergerakan c. Rencana Fungsi Jalan d. Rencana Prasarana Transportasi e. Rencana Rute Angkutan Umum f. Rencana Jalan Kereta Api g. Rencana Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) (3). Rencana Sistem Jaringan Utilitas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti : a. Rencana Sistem Jaringan Energi/Kelistrikan b. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi c. Recana Penyediaan Air Minum

d. Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah e. Rencana Sistem Persampahan f. Rencana Sistem Drainase (4). Rencana Jalur Evakuasi Bencana

Paragraf II Sistem Jaringan Pergerakan

Pasal 13

(1).Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi regional berada di beberap a ruas yaitu : a. Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jaksa Agung Suprapto Jl. Basuki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono sebagai akses regional Malang Kepanjen - Blitar dan Malang - Surabaya b. Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirman Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata sebagai akses regional Malang Bululawang - Blitar dan Malang Surabaya c. Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Brigjen Slamet Riyadi serta Jl. Veteran Jl. Ijen sebagai akses regional Malang Batu. Jl. Bandung

(2). Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi lokal dioptimalkan pada r uas-ruas jalan lokal dan lingkungan yang ada. (3). Pola pergerakan Malang Tengah diklasifikasikan menjadi 3 yaitu pola pergera kan tinggi, pola pergerakan sedang dan pola pergerakan rendah. (4). Pola pergerakan sebagaimana yang dimaksud ayat (3) adalah sebagai berikut : a. Pola pergerakan tinggi terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi regional/kota tepatnya y ang berada di kawasan Pasar Besar, Jalan Veteran, Jalan Bandung, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kawi, Jalan Diponegoro, Jalan Martadinata. b. Pola pergerakan sedang terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi kecamatan tepatnya yang

berada di Jalan Dieng

Jalan Galunggung,

c. Pola pergerakan rendah berada di kawasan permukiman dan fasilitas umum lainn ya yang berorientasi lingkungan.

Pasal 14

(1) Peningkatan mobilitas pergerakan di Malang Tengah maka dilakukan penetapan h irarki jaringan jalan sebagai berikut : a. Jalan arteri sekunder berada di ruas Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirm an Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata; b. Jalan lokal berada di ruas Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Basu ki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Merdeka Selatan - Jl. SW. Pranoto - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Halmahera, Jl. KH. Agus Salim - Jl. KH. Achmad Dahlan, Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono, Jl. Mayjen Panjaitan - Jl.Brigjen Slamet Riy adi, Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung -Jl. Ray a Langsep - Jl. Simpang Langsep, Jl. Ir. Rais - Jl. Brigjen Katamso - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar. c. Jalan lingkungan meliputi seluruh ruas yang tidak termasuk dalam jalan arteri sekunder dan lokal yang merupakan akes dari kawasan permukiman menuju pusat kegiatan di sekitarnya.

halte dan zebra cross. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Jl. sistem parkir off street dan peneta a. di sekitar Pasar Besar. Pasar Besar dan sekitarnya serta re ncana perbaikan totoar di semua ruas jalan. terc antum dalam lampiran 5 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Merdeka Timur dan direncanakan berupa pengembangan zebra cross pada beberapa ruas jalan yang sekitarnya terdapat fasil itas perkantoran. Pasal 15 (1). Rencana sistem parkir off street ditempatkan berdasarkan fasilitas parkir unt . Sedangkan jembatan penyeberangan dapa t direncanakan di kawasan kayu tangan dan Jalan Kawi. sistem parkir. tempat sampah.Rencana penyeberangan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mempertahankan jembatan penyeberangan yang ada di Jl.Rencana lokasi halte sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ditetapkan di sepa njang kawasan kayutangan. (4). Rencana sistem parkir sebagaimana dimaksud ayat (1) di Malang Tengah adalah direncanakan dengan sistem parkir on pan tarif parkir. lampu penerangan. aspek keselamatan. penyeberangan. di Pas ar Comboran. Rencana prasarana transportasi meliputi lokasi halte. di sekitar Alun-alun Merdeka da n di sekitar Alun-alun Tugu (3). (5). kondisi lalu lintas. pot bunga. (2). Jalan Mayjen Panjaitan. Trunojoyo. trotoa r. Rencana sistem parkir on street hanya diperbolehkan pada ruas jalan dengan fungsi jalan kolektor dan/atau lokal dengan memperhatikan kondisi jalan dan lingkungannya. Rencana trotoar sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah direncanakan di semua ruas jalan yaitu di semua ruas jalan arteri primer. Penyediaan trotoar harus terintegrasi deng an perabot jalan lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas. Desain parkir on-street dilakukan dengan penentuan sudut parkir. fasilitas pendidikan dengan fasilitas umum dan sosial dan kawasan strategis lainnya di sekitar lokasi halte. Rencana pelebaran trotoar di kawasan yang berfungsi sebagai perdagangan dan jasa seperti di Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. Jalan Kawi. di Jalan Veteran. b.(2) Peta rencana hirarki jaringan jalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). street. dan larangan parkir. pola pa rkir. ruas jalan kolektor dan ruas jala n lokal.

Rencana rute angkutan di Kecamatan Klojen direncanakan melalui optimalisasi rute angkutan umum yang sudah ada saat ini dengan mengikuti jalur yang telah ditetapk an. bangunan perkantoran dan perhotelan serta fasilitas umum lainnya dilakukan melalui penyediaan fasilit as parkir sebagai penunjang. Desain parkir off street dilakukan dengan taman parkir dan gedung parkir menurut kriteria tertentu. Rencana rute angkutan kota di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). . Penambahan dan perubahan rute angkutan umum ditetapkan kembali sesuai denga n perkembangan kawasan di Malang Tengah (3). c. Pemberlakuan tarif parkir berdasarkan jenis fasilitas dapat digolongkan menja di : golongan A. (2). tercantum dalam lampiran 6 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. sedangkan pada kawasan pertokoan. Rencana pengembangan parkir off street di kawasan perdagangan Pasar Besar direncanakan dengan meningkatkan kapasitas fasilitas parkir untuk umum yang juga dapat dimanfaatkan untuk pertoko an yang ada disekitarnya. golongan B dan golongan C menurut kriteria tertentu.uk umum dan fasilitas parkir sebagai penunjang. Pasal 16 (1).

non perumahan. Sedangkan Zona Ring III berada di sebagian Kelurahan Sama an dan Kelurahan Klojen. sebagian Keluraha n Sama an dan sebagian Kelurahan Klojen dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan antara yaitu 20 40 meter. Paragraf III Sistem Jaringan Utilitas Pasal 19 (1). Zona Ring II tepatnya berada di Kelurahan Rampal Celaket. Kelurahan Gading Kasri. Kelurahan Kidul Dalem. mendukung rencana jalur Double Track rute Surabaya . Kelurahan Kasin. pengembangan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat pengguna moda.Malang Pasal 18 (1). Rencana peningkatan sistem jaringan prasarana listrik dilakukan dengan: a. maka terdapat 3 jenis R ing Kawasan dalam radius 15 km terhadap Bandara. Kelurahan Bareng. Peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan pada kawasan perumahan. perdagangan dan jasa. fasilitas umum dan fasilitas sosial serta penerangan jalan b. Malang Tengah berada pada zona II dan Zona III. Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Kelurahan Kauman. Kelurahan Orooro Dowo. Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi hantaran udara kawat te . Kelurahan Penanggungan. Rencana pengembangan Jalan kereta api dilakukan dengan : a. Rencana Jalan Kereta Api meliputi peningkatan pelayanan dengan perbaikan st asiun kereta api dan penambahan beberapa rute atau jalur (2). Kelurahan Sukoharjo dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan maksimum yaitu 90 meter. dan b. (2).Pasal 17 (1).

Pemasangan lampu penerangan jalan pada tiang distribusi tegangan rendah denga n posisi selang satu tiang 50 meter. c.rbuka menjadi jaringan distribusi kabel udara dilakukan sesuai kondisi lahan. Rencana pengembangan menara telekomunikasi dapat direncanakan sebagai berik ut : a. Pemasangan lampu ini dipasang pada lampu sendiri terutama untuk lampu penerangan utama di arteri sekunder. (3). menara telekomunikasi dan internet atau jaringan nirkabel. tercantum dalam lampiran 7 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Rencana jaringan listrik di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) . (2). Pengembangan jaringan telepon direncanakan dengan melakukan perawatan secar a berkala jaringan telepon yang sudah ada saat ini dan tidak dilakukan pengembanga n jaringan. Rencana sistem jaringan telekomunikasi dilakukan melalui pemenuhan terhadap jaringan telepon. pemanfaatan bangunan tower yang telah ada untuk digunakan sebagai tower bersama dengan cara : . Pasal 20 (1). b. (2). pembatasan terhadap pembangunan tower baru.

Peningkatan prasarana internet di Malang Tengah dapat dilakukan sebagai ber ikut : a.1. Pengolahan air limbah dengan on site-system dilakukan untuk pengolahan limb ah domestik yang ada di Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo. Gading Kasri. tercantum dalam lampiran 8 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini . penambahan titik-titik akses internet pada kawasan-kawasan rencana antara lai n kawasan: pendidikan. tercantum dalam lampiran 9 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.Rencana jaringan telekomunikasi di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada A yat (1). (2). dimanfaatkan secara bersama. Penanggungan. Rampal Celaket. menara Pengembangan Pemanfaatan Bersama yang telah berdiri. Pasal 22 (1). Sukoharjo. Pengolahan air limbah di kelurahan dengan kepadatan tinggi seperti Keluraha n Bareng. Kidul Dalem. kesehatan. menara milik provider/operator lain apabila secara teknis memungkinkan. . apabila secara teknik memungkinkan bisa ditambah beban.Rencana jaringan air bersih di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). dan pariwisata. pemanfaatan titik akses internet di kawasan RTH meliputi Alun-alun Merdeka da n Alun-alun Tugu. Samaan. b. Taman Senaputra. (4). Kasi n dan Kauman dapat dilakukan dengan on site system dan sanimas. 2. Pasal 21 (1). Pengembangan jaringan air bersih dilakukan pada permukiman baru seperti di Kelurahan Bareng (3).Rencana pengembangan jaringan sumber air baku bersumber dari mata air dan su mur bor (2). perdagangan. (5). Mengoptimalkan penyediaan air bersih dari PDAM dan melakukan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan sumur dan pompa (4).

Setiap fasilitas perumahan. Peningkatan upaya reduksi dan pengolahan sampah secara terpadu di masing sing Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan sistem 3R (3). (6). Sampah yang berasal dari rumah sakit umum ataupun rumah sakit bersalin haru s diolah terlebih dahulu oleh dengan incenerator untuk selanjutnya di buang ke TPA (4). fasilitas perdagangan dan jasa dan fasilitas um um harus dilengkapi dan ditunjang dengan TPS (7). Mengoptimalkan TPS yang sudah ada di masing-masing kelurahan dengan peningk atan proses pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA (5).Pasal 23 (1). Pemisahan sampah organik dan non organik baik yang berasal dari rumah tangg a maupun fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui program 3R (2). Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah adalah sebagai berikut : . Sistem pengangkutan sampah di Malang tengah dilakukan melalui pengambilan s ampah di setiap TPS menuju TPA Supiturang. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mulai da ri pemilahan dan pengolahan sampah serta pengurangan jumlah sampah. ma Pasal 24 (1).

Penambahan saluran baru terutama di Jalan Mayjen Panjaitan untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas. b.a. (2). Kantor Kelurahan dan Kantor kecamatan di sepan jang Sungai Brantas Bagian Ketiga RENCANA FASILITAS UMUM . Bencana alam di Malang Tengah meliputi bencana banjir dan longsor di lokasi kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas (2). Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman. Jalan Veteran. d. Jalan Veteran. Normalisasi dilakukan pada saluran-saluran yang mengalami penyumbatan baik it u oleh sampah maupun oleh endapan seperti di saluran yang ada di Jalan Pajajaran. Paragraf IV Jalur Evakuasi Bencana Pasal 25 (1). Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah sebagaimana dimaksud p ada Ayat (1). Jalan Kertanegara. Jalur evakuasi bencana alam ditetapkan di kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas meliputi lokasi Balai RW. Pembangunan bangunan penunjang prasarana drainase seperti bak kontrol di seti ap saluran yang rawan terjadi genangan. Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Jalan Tugu. c. tercantum dalam lampiran 10 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin . Rehabilitasi saluran dilakukan dengan pelebaran saluran terhadap wilayah-wila yah yang mengalami genangan dan banjir seperti saluran di Jalan Trunojoyo (terutama di sekitar stasiun KA yang menjadi titik pertemuan air dari Jalan Trunojoyo dan Jal an Kertanegara).

Rencana Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Umum terdiri dari : a. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Peribadatan e. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perumahan b. (2). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan d. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Paragraf II Fasilitas Perumahan Pasal 27 . Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan f. Kebutuhan fasilitas umum ditentukan berdasarkan prediksi jumlah penduduk de ngan pertimbangan fungsi kegiatan dominan pada masing masing kelurahan. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perdagangan dan Jasa c.Paragraf I Umum Pasal 26 (1).

Paragraf III Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pasal 28 (1). (4). perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dan perdagangan dan jasa pusat pelayanan lingkungan.Pengembangan fasilitas perumahan secara horisontal sebaimana yang dimaksud a yat (1) dapat dilakukan dengan pengembangan rumah diatas lahan kosong dengan status legal. Jalan Basuki Rahmat. (7). Fasilitas perdagangan dan jasa pusat pelayanan kota dikembangkan di kawasan Pasar Besar dan sekitarnya (3). Pengembangan Rusunawa di Malang Tengah dikembangkan di lokasi kelurahan den gan tingkat kepadatan tinggi. Jalan Brigjen Sla met Riyadi. (2).Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kebutuhan perumahan di Malang Tengah secara detail akan ditentukan dalam RP 4D. Pengembangan apartemen baik yang bersifat murni hunian ataupun hunian dan komersil dapat dikembangkan di lokasi kelurahan yang mempunyai kepadatan tinggi dan lokasi berada di kawasan strategis ekonomi tepatnya di Kelurahan Sukoharjo. Peremajaan permukiman di seluruh kelurahan dengan peningkatan sarana dan prasarana permukiman yang dibutuhkan. . Pemenuhan kebutuhan fasilitas perumahan di Malang Tengah dilakukan melalui penambahan jumlah rumah secara vertikal dan horisontal (2). Jalan Veteran. ketinggian 1-3 lantai untuk ru mah kapling sedang sampai besar dan ketinggian 4 -5 lantai untuk Rusunawa. (5). (6). Jalan Semeru. Fasilitas perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dikembangkan di jal an Kawi. Pengembangan fasilitas perumahan secara vertikal sebaimana yang dimaksud ay at (1) dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ketinggian bangunan rumah tinggal seperti ketinggian 1 -2 lantai untuk rumah kapling kecil. (3). seperti di Kelurahan Samaan dan Kelurahan Bareng.(1). Rencana pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa meliputi perdagangan da n jasa pusat pelayanan kota.

(4). Sekolah Dasar. Perbaikan kualitas fisik dan lingkungan fasilitas pendidikan yang ada. Arahan pengembangan fasilitas pendidikan setingkat TK. b. SLTP da n SMU baik swasta maupun negeri dilakukan dengan mempertahankan dan mengoptimalkan semua fasilitas pendidikan yang ada di wilayah perencanaan saat i ni dengan cara pengembangan secara vertikal. c.Fasilitas perdagangan dan jasa skala pusat pelayanan lingkungan dikembangkan secara merata tersebar di seluruh pusat lingkungan yang menyatu dengan kawasan permukiman Paragraf IV Fasilitas Pendidikan Pasal 29 Rencana pengembangan fasilitas pendidikan dilakukan dengan : a. . d. Penambahan fasilitas pedidikan terutama untuk fasilitas pendidikan tingkat TK diharapkan berada di dalam kawasan permukiman dengan memperhatikan radius jangkauan pelayanan. sesuai standar yang telah ditetapkan. Peningkatan kualitas pendidikan dengan orientasi kualitas bertaraf internasio nal mulai dari pendidikan tingkat SD sampai tingkat SMA.

se hingga mampu membentuk fasiitas pendidikan yang bercitra dan berkarakter. c. Penonjolan karakteristik khusus yang dimiliki fasilitas pendidikan khusus. Pemerataan fasilitas kesehatan tingkat masyarakat skala lingkungan seperti po syandu. e. puskesmas. b. Paragraf V Fasilitas Peribadatan Pasal 30 Pengembangan fasilitas peribadatan dilakukan melalui peningkatan kondisi dan pemeliharaan fasilitas yang ada serta dikembangkan secara merata di seluruh kawa san permukiman Paragraf VI Fasilitas Kesehatan Pasal 31 Rencana pengembangan fasilitas kesehatan dilakukan dengan : a. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas baik milik swasta ataupu n pemerintah yang sudah ada tetap dipertahankan. . f. Integrasi fasilitas pendidikan dengan rusunawa terutama untuk tingkat pendidi kan TK. Integrasi fasilitas kesehatan dengan rusunawa terutama untuk fasilitas skala lingkungan. atau pada lokasi yang tingkat pelayanannya rendah. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas fisik fasili tas yang ada. Pembangunan baru untuk fasilitas kesehatan skala pelayanan kota pada lokasi y ang belum terbangun. puskesmas pembantu dialokasikan tersebar di seluruh sub blok peruntuk an.e. d.

786.815 M2.452 . RTH kawasan lindung.030 M2. e.Taman Pemakaman Sama an seluas 77.896 M2. g.817 M2. Hutan Kota Kediri dengan luas 5. (3) RTH kebun bibit di Malang Tengah terdapat di Kebun Bibit Garbis dengan luas 3. RTH jalur hijau.47 9 M2. RTH hutan kota. RTH taman pemakaman. c. dan h. RTH taman kota. b. Makam Pejuang Pelajar seluas 1. f. RTH lapangan. Hutan Kota Jakarta dengan luas 11. RTH kebun bibit. (2) RTH hutan kota di Malang Tengah antara lain : Hutan Kota Malabar dengan luas 16. (4) RTH taman pemakaman di Malang Tengah berupa Makam Betek seluas 6.16 M2.Paragraf Paragraf VII Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Pasal 32 (1) RTH di Malang Tengah ditetapkan sebagai berikut : a. RTH taman rekreasi. d.

465 M2. Pengadaan jalur hijau di setiap ruas jalan.310 M2. Tepi Jalan Besar Ijen seluas 7.255 M2. Lapangan di Kompleks Perumahan Taman Indah Ijen seluas 32.M2. Lapangan Tretes Selatan seluas 1. (11) Rencana pengembangan fasilitas ruang terbuka hijau dilakukan dengan : a.690 M2. Taman Wilis dengan luas 700 M2. (6) RTH taman rekreasi berupa Taman De Playground seluas 1. (8) RTH jalur hijau di Malang Tengah antara lain : Jalur Tengah Galunggung denga n luas 770 M2. b. lokal dan jalan lingkungan. Mangga seluas 7.923 M2. Taman Ronggowarsito dengan luas 3. Taman Melati dengan luas 210 M2. Taman Trunojoyo dengan luas 5.619 M2.218 M2.849 M2. Penambahan penghijauan di seluruh kawasan permukiman. Penghijauan dikembangkan di lahan rumija sebagai jalur hijau di semua ruas ja lan arteri sekunder.758 M2.486 M2. (10) RTH kawasan lindung di Malang Tengah antara lain : kawasan lindung sempadan rel kereta api dengan luasan sekitar 206. Taman Simpang Balapan dengan luas 1.774 M2.970 M2. Tepi Jalan Brigjen Slamet Riyadi seluas 1. Taman Alun-Alun Merdeka dengan luas 23.779 M2.000 M2 dan TMP Pahlawan Trip seluas 500 M2. Tepi Jalan Retawu 2. c. Mengoptimalkan fungsi resapan pada makam sebagai fungsi resapan sehingga tidak diperbolehkan peng-kijing-an.385 M2. Taman Jalur Tengah Ijen dengan luas 10. (5) RTH taman kota di Malang Tengah antara lain : Taman Cimacam seluas 1. g. Penghijauan di sekitar areal parkir yang tersebar di seluruh sub blok peruntu kan.810 M2. Taman TGP dengan luas 201 M2.681 M2. Tepi Jalan Pangl ima Sudirman 1. boulevard atau jalur hijau dan makam) yang ada saat ini.910 M2 dan sempadan sungai brantas dengan luasan sekitar 439. Taman Kertanegara dengan luas 2. Lapangan di belakang Jl.382 M2.275 M2.604 M2. Program sejuta pohon bagi pengembangan permukiman dengan menanam satu . Penambahan kebutuhan ruang untuk makam di Kecamatan Klojen dilakukan diluar Kecamatan Klojen. (7) RTH lapangan di Malang Tengah berupa kompleks GOR Gajayana dengan luas 53. Taman Jalur Tengah Veteran dengan luas 9. f. Tepi Jalan Langsep seluas 1. Lapangan sehitiga Jaksa Agung Suprapto seluas 27 M2. Taman Choiril Anwar dengan luas 43 M2. i. Taman Terusan Cikampek seluas 1. Makam Mergan seluas 41. hutan kota. Taman Jalur Tengah Veteran seluas 8. Tepi Jalan Ijen seluas 2.910 M2. taman. h. Taman Segitiga Pekalongan seluas 346 M2. e.780 M2.903 M2. Makam Gading seluas 3. Taman Cibogo seluas 2. (9) RTH tepi jalan di Malang Tengah antara lain : Tepi Jalan Mayjen Panjaitan se luas 3. Taman Alun-Alun Tugu dengan luas 10.840 M2.1 97 M2. Lapangan Simpang Patimura seluas 35 M2.410 M2 dan Taman Jalur Tengah Langsep dengan luas 8.498 M2. Tepi Jalan Raya Dieng seluas 1.539 M2. d. Lapangan di Jl. Lapangan Simpang Ijen seluas 4. Taman Jalur Tengah Dieng dengan luas 3. Lapangan di Jl.080 M2. Taman Adipura / Arjuna dengan luas 395 M2. TMP Suropati seluas 17.114 M2. Mempertahankan RTH (lapangan olahraga. Mempertahankan makam yang sudah ada dan mengoptimalkan fungsi makam melalui makam tumpangan. Jeruk seluas 5. Taman Cikampek seluas 197 M2.305 M2.62 5 M2.733 M2. Brigjen Slamet Riyadi seluas 243 M2.

. jalur pedestrian (trotoar). (12) Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) saat ini berupa plasa. sedangkan parkir juga tersebar di kawasan perdagangan dan jasa (kecuali Kawasan Pasar Besar). parkir dan lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen atau paving yang tersebar di kawasan permukiman dan fasil itas umum. halaman/pekarangan ru mah atau taman bermain atau taman berpaving. sedangkan jalur pedestrian yang ada di Kawasan Pasar Besar sebagian besar dipakai untuk parkir. median jalan yang tersebar di hampir seluruh jalan arteri sekunder dan lokal.pohon pada setiap rumah.

Paragraf II Rencana Kawasan Lindung Pasal 34 (1) Rencana kawasan lindung di Malang Tengah merupakan penetapan fungsi kawasan agar wilayah yang dilindungi dan memiliki fungsi perlindungan dapat dipertahanka n. area par kir. tercantum d alam lampiran 11 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. jalur pejalan kaki (pedestrian). Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan. Kawasan Rawan Bencana Alam c. (2) Peta rencana peruntukan blok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Keempat RENCANA PERUNTUKAN BLOK Paragraf I Umum Pasal 33 (1) Peruntukan blok di Malang Tengah meliputi: a.(13) Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) berupa halaman rumah atau taman berpaving. rencana kawasan budidaya. (2) Kawasan lindung di Malang Tengah meliputi: a. rencana kawasan lindung b. lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen. Kawasan Lindung Setempat b. .

kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya. . (7) Pencegahan dilakukan kegiatan budidaya di sepanjang sungai. (3) Pengamanan dan perlindungan sekitar sungai atau sempadan sungai baik sungaisungai besar maupun kecil dilarang untuk alih fungsi lindung yang menyebabkan at au merusak kualitas air. (4) Pengendalian kegiatan di sekitar sungai atau bangunan di sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian atau pengelolaan sungai dil arang untuk didirikan.Pasal 35 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan sungai meliputi kawasan sekitar Sun gai Brantas dan sempadan Sungai Kasin (2) Pendirian bangunan di Kawasan Lindung Setempat tidak diperbolehkan untuk bangunan dengan fungsi hunian kecuali bangunan dengan fungsi penunjang kawasan lindung. (6) Sungai yang melintasi kawasan permukiman perlu dilakukan re-orientasi pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian latar depan. (5) Perlunya pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan pengawasan terhadap berkembangnya kawasan terbangun pada sempadan sungai maupun alihfungsi lahan lainnya.

kabel telepon. Penataan/perbaikan melalui penyediaan taman/jalur hijau pada sempadan.(8) Pengembangan kegiatan konservasi aktif di sekitar sempadan dan lainnya. 2. menanam jenis pohon yang tinggi dimana akan mengganggu pandangan bebas maupun mengganggu keselamatan perkeretaapian. e. serta penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan. (9) Peningkatan kebersihan sungai. dan bangunan lainnya. Menetapkan intensitas bangunan di sekitar rel merupakan kegiatan dengan kepadatan sedang = 75%. termasuk bagian bawahnya serta ruang bebas diatasnya. ruang pengawasan jalan 23 m. tanggul. 3. Pasal 37 (1) Kawasan Cagar Budaya di Malang Tengah terdiri dari lingkungan cagar budaya d an bangunan cagar budaya (2) Lingkungan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilind ungi dan dilestarikan meliputi: a. 3 m untuk taman dan pembatas. Penataan kawasan dengan upaya merelokasi bangunan yang ada di sempadan rel. 6 m untuk badan jalan rel kereta api. 3. kawasan Kayu Tangan yang terdiri dari kompleks pertokoan di sepanjang koridor . membuat tembok. telegraf. Tidak membangun gedung. dari sampah melalui peningkatan kesa daran masyarakat akan kebersihan sungai. Pasal 36 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan Kereta api meliputi kawasan di sepanjang rel Kereta Api (2) Kawasan sempadan rel Kereta Api sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditetapk an dengan jarak sempadan masing-masing antara 10 11. kabel listrik. b. Penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan alat-alat pendukung sistem transportasi perkeretaapian yang berupa. c. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan dan penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. saluran. 2 m untuk sistem penerangan jalan dan drainase. (3) Upaya pengelolaan kawasan sempadan rel Kereta Api. pagar. Menetapkan pengaturan mengenai jalur perkeretaapian dengan ketentuan ruang manfaat jalan 6 m. saluran. yang terdiri dari : 1.5 m untuk jalan inspeksi. d. f. ruang milik jalan 12 m. dan g. kabel signal. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.5meter diukur dari as jalan rel terdekat. dan 4. perlindungan badan rel.

Gedung PLN. dan c. Toko Oen. dan pertokoan di perempatan KajoetanganstraatSemeroestraat. (3) Bangunan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilindun gi dan dilestarikan meliputi Gereja Kathedral Hati Kudus.Kajoetangan straat. (4) Benda Cagar Budaya wajib dipertahankan keberadaannya dengan tidak mengalihka n dan/atau merubah fungsi dan desain dan/atau gaya arsitekturalnya. dan Komplek Stadion Gajayana. Sekolah Cor-Jessu. Koridor Jl. COEN PLEIN (Alun-alun Bunder). b. bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas umum lainnya dengan karakter gaya arsitektural kolonial indische dan kolonial modern. kawasan Alun-alun Tugu yang terdiri dari Stasiun Kereta Api Malang. Semeru-Jl. . dan Balai Kota. Gedung HBS/AMS di JP. Ijen yang terdiri dari Gedung Sekolah Menengah Kristen (Christ MULO School).

Ketersediaan fasilitas umum: taman lingkungan. Penanggungan. Kawasan rawan banjir dan longsor sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada sempadan Sungai Brantas (4).5 5 me ter (mengurangi gang-gang buntu) dan juga dapat dilalui truk pemadam kebakaran d. Penataan intensitas bangunan sesuai dengan rencana intensitas bangunan. lapangan OR. dan restorasi/rehabilitasi/rekonstruksi. Kawasan rawan kebakaran sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada pada kawa san permukiman padat yang tersebar di seluruh wilayah Malang Tengah seperti Keluraha n Sukoharjo. Sama an. (5). Pasal 38 (1). gentrifikasi dan demolisi (3). c. sehingga tidak memenuhi syarat layak huni untuk lingkungan pemukiman penduduk. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Penempatan hidran dan sumur bor di setiap perkampungan padat. Klojen. (2). pemanfaatan BCB atau situs yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa lepas. addisi. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan banjir dan longsor dilakukan deng an : a.Kawasan rawan bencana di Malang Tengah meliputi kawasan rawan kebakaran sert a kawasan rawan banjir dan longsor. balai pertemuan. Perbaikan/peningkatan kondisi saluran drainase yang ada. dan sebagainya yang dapat di fungsikan sebagai kawasan/zona evakuasi e. b. adaptasi/revitali sasi. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan sebagai berikut : a. (3). Sama an. eksporasi atau penelitian.(5) Terkait dengan BCB untuk pengembangan lebih lanjut mengenai keberadaan BCB d i Kota Malang mengenai perlindungan dan pelestariaanya dilakukan terutama pada 3 tahapan (1). Upaya pelestarian melalui preservas i dan konservasi. Oro-Oro Dowo. renovasi. Klojen. yaitu untuk drainase gang ± 25 cm. . mengingat pada kawasan perumahan padat ini ruang terbuka sangat terbatas. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Perbaikan kondisi jalan lingkungan yang ada dengan lebar jalan antara 3. (2). Oro-Oro Dowo. relokasi permukiman di sempadan Sungai Brantas yang ada di Kelurahan Penanggungan.

c. pengembalian lahan sempadan untuk penanaman vegetasi sebagai buffer atau penyangga pada dinding tebing sungai. f. b. g. d. e. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Perumahan Perdagangan dan Jasa Sektor Informal Fasilitas Umum Pariwisata RTH RTNH . Paragraf III Rencana Kawasan Budidaya Pasal 39 Pengembangan Kawasan Budidaya meliputi: a.b.

Pengembangan sistem permukiman kompak dilakukan melalui peningkatan fungsi rumah terintegrasi dengan fungsi lain seperti ruko dan rukan untuk kawasan permukiman yang strategis dan mempunyai kecenderungan beralih fungsi menjadi perdagangan dan jasa seperti yang terjadi hampir di seluruh ruas jalan di Malang Tengah. agama). d. f. rumah berkarakter khusus (karakter bangunan kolonial). b. sarana air bersih. yaitu : a. c. dilakukan tindakan preventif. Penataan bangunan permukiman padat diwajibkan membangun jalan inspeksi dan re-orientasi bangunan ke sungai atau rel Kereta Api. penanganan limbah dan drainase) dan fasilitas sosial (kesehatan. masyarakat kelas menengah ke atas (apartement) dan masyarakat kelas atas (apartement menyatu dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas umum). penertiban. Upaya intensifikasi pembangunan dengan menambah penyediaan RTH untuk bangunan gedung bertingkat. b. perkampungan Arab. dan pengawasan terhadap kawasan konservasi tersebut terutama untuk untuk lokasi yang masuk dalam ukuran 10 15 m (sempadan sungai) dan 12m (sempadan KA). pusat perdagangan dan jasa. perkantoran. persampahan. (2) Arahan penataan/perbaikan di kawasan permukiman padat di Malang Tengah dilak ukan melalui : a. hydrant. Pengembangan kegiatan konservasi aktif d. permukiman liar di sepanjang sungai Brantas dan sempadan rel KA. Pembangunan perumahan baru dilakukan secara intensif (vertikal) untuk masyara kat kelas bawah (rusunawa/rusunami). c. rumah dinas.Rencana Perumahan Pasal 40 (1) Kawasan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. e. Peningkatan kualitas perumahan melalui rehabilitasi. meliputi permukiman dengan kepadatan tinggi. dan perumahan real estate. Kawasan permukiman harus didukung oleh ketersediaan fasilitas fisik atau util itas umum (pasar. (3) Arahan penataan dan penertiban permukiman yang berdiri di kawasan konservasi sempadan sungai dan sempadan rel KA. peremajaan dan relokasi permukiman padat dan kumuh yang legal dengan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan dengan kepadatan sangat tinggi yaitu Sama an dan Sukoharjo serta Kelurahan yang kepadatannya tinggi yaitu Bareng. pendidikan. Tidak mengganggu fungsi lindung dan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. Kauman dan Kasin. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan d .

(6) Penataan perumahan dinas dilakukan dengan melakukan perbaikan serta peningka tan kualitas sarana dan prasarana permukiman seperti jaringan jalan. . (7) revitalisasi bangunan rumah dengan karakter bangunan kolonial dilakukan deng an upaya penetapan dan pelestarian bangunan cagar budaya. dan s anitasi lingkungan termasuk penyediaan RTH.an penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. drainase. (8) pengembangan perumahan real estate dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan utilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya secara mandiri dan terin tegrasi dengan rencana pembangunan yang ada di kawasan sekitarnya.

Raya Langsep Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Pasar Besar dikembangkan berupa toko modern dan di Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jl. Bendungan Sutami . Arief Margono. Rais (pasar Kasin) dikembangkan sebagai p asar tradisional.Brigjen Slamet Riyadi. Ade Irma Suryani . V eteran Jl. Ijen. Jl. (3) Kawasan perdagangan dan jasa skala pusat kota (regional) berkembang di sekit ar Pasar Besar berupa pasar tradisional. Jl. Muh. KH. (6) Perbaikan dan revitalisasi kawasan perdagangan dan jasa di pusat kota. Simpang Langsep. Galunggung -Jl. Cokroaminoto (pasa Klojen) dan Jl. Ir. Rais . pusat perbelanjaan dan toko modern.Jl. Kauman Jl.Jl. (4) Kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan sub pusat kota di sepanj ang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl.Jl.Jl. Sutan Syahr ir Jl. Pasar Besar.Jl. (8) Pengembangan Kawasan perdagangan dan Jasa yang ada lebih dioptimalkan dengan cara vertikal di sepanjang arteri sekunder. Merdeka Selatan . Bandung Jl. KH. Agus Salim . Achmad Dahlan. Kawasan Alun-alun dengan ketentuan penyediaan lahan 5 10% dari luas lahan kawasan perdagangan. (5) Kawasan perdagangan dan jasa skala pelayanan lingkungan di kawasan permukima n dikembangkan berupa pasar modern. Jl. Hasim Asyari Jl. Rencana Sektor Informal . Halmahera. pusat perbelanjaan dan toko modern. (7) Mempertahankan dan mengoptimalkan sentral PKL yang sudah ada serta melakukan penataan dan pengembangan sentra-sentra PKL untuk menampung PKL yang terdapat di sekitar pusat kegiatan seperti kawasan MOG. Brigjen Katamso . Jl. SW.Jl. (2) Pengembangan kawasan perdagangan meliputi rencana perdagangan dan jasa pelayanan pusat kota (regional). Mayjen Panjaitan .Jl. khusu snya Pasar Besar dan sekitarnya sebagai pusat perbelanjaan dengan skala regional. perdagangan dan jasa pelayanan sub pusat kota s erta perdagangan dan jasa pelayanan lingkungan. Yamin (pasar Comboran). Ir. Pranoto . Merdeka Barat Jl. Bas uki Rahmad Jl. Jl .Jl. (9) Revitalisasi dan penataan Pasar Comboran ditunjang fasilitas parkir umum dis ekitarnya.Rencana Perdagangan dan Jasa Pasal 41 (1) Perdagangan dan jasa di Malang Tengah terdiri dari pasar tradisional. Jl.

kawasan Jalan Wilis dan kawasan Pasar TUGU (pasar pagi pada hari sabtu-minggu di Jalan Semeru).Pasal 42 (1) Sektor informal dikembangkan di kawasan perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dalam bentuk sentral PKL dan PKL binaan yang menyatu dengan kawasan atau bangunan fungsional. (3) Sektor informal di Malang Tengah berupa PKL binaan yang menyatu dengan fungs ional dikembangkan di lokasi Pasar Besar dan Alun-Alun Merdeka. Jalan Halmahera. kawasan pusat perbelanjaan/pertokoan (MATOS dan MOG). kawasan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya. . kawasan Bareng. kawasan Alun-Alun Kota . (4) Kawasan khusus sebagai wahana perdagangan sektor informal dengan skala kecil yang mempunyai ciri khusus dan dalam jumlah yang besar tetap menggunakan lokasi yang ada tanpa peningkatan intensitas kegiatan antara lain Pasar Burung Splendid. (2) Sektor informal di Malang Tengah berupa sentral PKL dikembangkan di kawasan Stasiun Kota Baru.

Syaiful Anwar . RSI.Rencana Fasilitas Umum Pasal 43 Pengembangan kawasan fasilitas umum meliputi: kawasan pendidikan. Panti Waluyo serta Rumah Sakit Bersalin yang sudah ada tetap dipertahankan. skala kecamatan dan skala lingkungan. da n komplek pendidikan Santa Maria dan STM Nasional di Raya Langsep. Sekolah Dasar N egeri (SDN) atau MI. Lavalette. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (Negeri). klinik. Kasin dan Kauman. SMU Negeri yang tersebar pada tiap-tiap kelurahan tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan dilakukan peningkatan kualitas pendidikannya. RS. Sama an. kawasan pertahanan dan kemanana. Siti Aisyah. (2) Pengembangan fasilitas pendukung skala kota. Hermina. RS. Bareng. RS. Melati Husada dan RS. komplek pendidikan Santo Albertus (Dempo). Pasal 45 (1) Pengembangan kawasan kesehatan skala regional seperti RSUD Dr. labora . komplek pendidikan di Jalan Veteran. komplek pendidikan Cor Jesu. kawasan peribadatan Pasal 44 (1) Pengembangan kawasan pendidikan di Malang Tengah meliputi fasilitas pendidik an skala pelayanan regional. (4) Fasilitas pendidikan skala kecamatan atau kawasan berupa TK. (2) Pengembangan fasilitas pendidikan skala pelayanan regional sebagaimana yang dimaksud dalam Ayat (1) meliputi fasilitas pendidikan berupa SMA komplek di Alun -alun Tugu. misalnya apotek. (3) Fasilitas pendidikan skala pelayanan regional tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan peningkatan kualitas berstandart internasional. (5) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat TK dikembangkan dalam kawasan permukiman (6) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat SD secara vertikal terutama di dal am kawasan permukiman yang memiliki kepadatan tinggi seperti di Kelurahan Sukoharjo . kawasan pelaya nan kesehatan.

SW.Jl. Hasim Asyari Jl. K auman Jl. Merdeka Selatan .Jl. Pranoto . KH. Letjen Sutoyo Jl. Polides.Jl. Jl. (5) Pengembangan semua fasilitas kesehatan dilakukan secara tereintegrasi dengan apotek untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara terpadu. Jl. Achmad Dahlan. Rais . Ade Irma Suryani Jl. Jl.Brigjen Slamet Riy adi.torium di sepanjang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Jl.Jl. Ir. Ijen. KH. (3) Peningkatan pelayanan pada fasilitas kesehatan yang ada terutama fasilitas d engan skala pelayanan kawasan/lingkungan (puskesmas puskesmas pembantu) di sekitar kawasan permukiman. Bandung Jl. Mayjen Panjaitan . Pasal 46 Pengembangan kawasan pertahanan dan keamaman dilakukan dengan: . Praktek Mantri. Halmahera.Jl. Merdeka Barat Jl.Jl. Simpang Langsep. Posyandu). Agus Salim . Raya Langsep . Jl. Jl.Jl. Basuki Rahmad Jl. Pasar Besar. Brigjen Katamso . (4) Peningkatan fasilitas skala lokal atau lingkungan di tiap Kelurahan (Puskesm as Pembantu. Veteran Jl.Jl.Jaksa Agung Suprap to Jl. Sutan Syahrir . Praktek Dokter/Bidan) dan di tiap lingkungan (Praktek Bidan. Bendungan Sutami . Arief Margono.Jl. Galunggung -Jl.

Matos dan @Max Pasar Splended sebagai wisata belanja b. mempertahankan ruang terbuka hijau yang ada di kawasan pertahanan dan keamana n. (2) pengembangan fasilitas peribadatan skala lingkungan berupa musholla secara m erata sesuai kebutuhan dengan lokasi menyatu dengan kawasan permukiman. Rencana Pariwisata Pasal 48 Rencana pengembangan pariwisata di Malang Tengah dilakukan dengan: a. Wisata belanja yang meliputi pusat perbelanjaan Alun-alun Merdeka. Kawasan Alun-Alun Tugu. b. Taman Rekreasi Senaputra. pengembangan fasilitas penunjang kegiatan pertahanan dan keamanan di kawasan pertahanan dan keamanan yang ada Pasal 47 Pengembangan kawasan peribadatan dilakukan dengan : (1) mempertahankan fasilitas peribadatan yang sudah ada terutama untuk skala kot a melipti Masjid Jami Kota Malang di Jl. mempertahankan lokasi kawasan pertahanan dan keamanan yang terletak di SKODAM Brawijaya dan kantor-kantor militer lainnya. c. Koridor Jl. Jenderal Basuki Rahmat dan Gereja Katolik Kathedral Santa Perawan Maria Dari Gunung Karmel di Jl. MOG. c. Ijen da n Museum Brawijaya. Wisata sejarah/budaya meliputi wisata bangunan dan lingkungan cagar budaya an tara lain kawasan Kayu Tangan. GPIB Jemaat IMMANUEL di Jl.a. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Jl. Buring. Merdeka Barat. Rencana RTH . Wisata buatan meliputi Taman Rekreasi Kota. Arif Rahman Hakim. Semeru-Jl. dan Playground De Rumah.

Optimalisasi ruang terbuka hijau daerah sempadan sungai dan sempadan rel kere ta api. Keberadaan makam difungsikan sebagai resapan air. c. jenisnya: RTH tepi jalan. . RTH sekitar kawasan perdagangan. RTH sekita r pasar. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar perumahan padat f. Mempertahankan hutan kota dan taman-taman kota yang ada sebagai fungsi ekolog is dan estetis kota. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan umum sebagai fungsi estet is dan ekologis diarahkan pada sekitar pusat Kota. e. Keberadaan lapangan olahraga yang tersebar di tiap-tiap kawasan permukiman te tap dipertahankan dan dihindari untuk peralihan fungsi sebagai kawasan terbangun. Mewajibkan pada pengembangan perumahan baru untuk mengalokasikan lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau baik itu berupa lapangan olahraga maupun taman bermain dengan proporsional terhadap kebutuhan penghuninya.Pasal 49 Rencana pengembangan RTH di Malang Tengah dilakukan dengan: a. g. d. b.

jalur pejalan kaki (pedestrian) dan median jalan. plasa. lapangan olah raga dengan tutupan struktur s emen. Koefisien Lantai Bangunan. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat dan masuk dalam sempadan sungai di beberapa titik lokasi diarahkan relokasi ke rumah . Paragraf II Rencana Koefisien Dasar Bangunan Pasal 52 (1).Rencana RTNH Pasal 50 Rencana pengembangan RTNH di Malang Tengah dilakukan dengan mempertahankan yang sudah ada saat ini berupa aksesori RTH. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat yang tersebar hampir di seluruh kelurahan tetap dipertahankan dengan KDB maksimal 90%. Penataan bangunan dan lingkungan dilakukan dengan mengatur dan mengendalika n rencana bangunan dan lingkungan melalui pengaturan Koefisien Dasar Bangunan. Koefisien Dasar Hijau dan Garis Sempadan Bangunan. Peningkatan citra kawasan dilakukan di lokasi kawasan strategis meliputi ka wasan cagar budaya dan kawasan strategis ekonomi melalui penyusunan RTBL pada kawasan yang bersangkutan. (2). area parkir. Bagian Kelima RENCANA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Paragraf I Umum Pasal 51 (1). b. halaman/pekarangan rumah ata u taman bermain atau taman berpaving. Rencana Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dilakukan dengan : a.

pemerintahan. penghawaan dan penyinaran alamiah. bongkar muat barang. dengan KDB maksimum 50 % seperti halnya yang ada pada pusat perdagangan (MATOS dan MOG). . d. Pemanfaatan lahan di dalam kawasan perumahan Ijen Nirwana KDB 50 70 % tetap dipertahankan.susun dengan KDB 70 % c. Lapangan olah raga dengan KDB 20 % (sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen dan semi permanen di dalam areal jalur hijau). h. g. sirkulasi parkir. museum) dan fasilitas perumahan (Jalan Besar Ijen). Penyediaan fasilitas umum pada masa mendatang juga diarahkan untuk dilengkapi dengan ruang terbuka yang dipergunakan untuk tempat parkir. taman dan penghijauan. penghijauan dan penghawaan dan penyinaran seperti di fasilitas umum (pendidikan. rumah sakit. Fasilitas perdagangan dan jasa dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk sirkulasi parkir. f. Fasilitas umum dan perumahan dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk penghawaan dan penyinaran yang optimal supaya kondisi lingkungan lebih sehat e. Makam dengan KDB 5 %. untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukung pemakaman.

Bandung Jl. Paragraf IV Rencana Koefisien Dasar Hijau .(2) Peta rencana Koefisien Dasar Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). b. Permukiman dengan KLB antara 100 % . ruas Jalan Mayjen Panjaitan Jalan Brigjen Slamet Riyadi dan Jalan Veteran jasa Jl. *diletakkan di pasal tentang RTH perda tentang makam thn 2006 (penambahan luasan makam 2% dari lahan pengembang) Paragraf III Rencana Koefisien Lantai Bangunan Pasal 53 (1). tercantum dalam lampiran 13 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Rencana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dilakukan dengan : a. KLB diatas 400 % (maksimum) hanya diperbolehkan di sepanjang koridor Jalan Letjen Sutoyo Jalan Jaksa Agung Suprapto Jalan Basuki Rahmad Jalan Merdeka Timur Jalan Merdeka Barat Jalan Kauman Jalan Hasim Asyari Jalan Arief Margono. Ijen dengan fungsi peruntukan untuk perdagangan dan (2) Peta rencana Koefisien Lantai Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). tercantum dalam lampiran 12 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.200 % ini tetap dipertahankan.

kawasan perdagangan dan kawasan industri ditetapkan komposisi antara terbangu n dan non terbangun adalah sebesar 60 % : 40 % b.Jl. Arief Margono. Letjen Sutoyo Jl.Jl. Pranoto .Jaksa Agung Suprapto Jl. Ir. Ijen. Jl. kawasan militer juga tetap menggunakan komposisi 60 % : 40 % dengan ketentuan ruang terbuka dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masing masing. Jalan lokal diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 4 . Merdeka Selatan . Gatot Subroto Jl. Achmad Dahlan. SW.Pasal 54 Rencana Koefisien Dasar Hijau dilakukan dengan : a. Panglima Sudirman Jl. Raya Langsep . Jl. Kauman Jl. Simpang Langsep. KH.Jl. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl.13 m. Jl. Jl. Rencana Garis Sempadan Bangunan dilakukan dengan : a. Paragraf V Rencana Garis Sempadan Bangunan Pasal 55 (1).Jl. Sutan Syahrir . Tumenggung Suryo Jl.Jl.Jl. Galunggung -Jl. Bandung Jl. Laksamana Martadinata. Pasar Besar. Hasim Asyari Jl. Veteran Jl. Bendungan Sutami Jl. Halmahera.10 m. Ade Irma Suryani . Merdeka Barat Jl. Brigj en Katamso . Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. b. Jl. Mayjen Panjaitan Jl.Jl. kawasan permukiman padat ditetapkan minimal 1 rumah mempunyai 1 pohon c. Jalan arteri sekunder diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 5 . KH.Brigjen Slamet Riyadi. . Rais . Agus Salim . Basuki Rahmad Jl. Jl.Jl.

tercantum dalam lampiran 14 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Yang termasuk dalam kategori ini antara semua jalan yang mengubungkan antara kawasan permukiman dengan pusat pusat kegiatan disekitarnya. maupun masyarakat.5 m. Jalan lingkungan diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 1 . (2) Rencana indikasi program ditetapkan dalam waktu 20 (Dua Puluh) tahun semenja k ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan dibagi tiap lima tahun sesuai dengan prior itas pengembangan yang telah ditentukan berdasarkan kondisi wilayah perencanaan .c. swasta. (2) Pengembangan fasilitas ATM juga direncanakan di sekitar kawasan permukiman s erta pengembangan permukiman baru. Bagian Keenam RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN FASILITAS ATM Pasal 56 (1) penyediaan fasilitas ATM direncanakan mengikuti rencana pengembangan perdaga ngan dan jasa baik skala pelayanan Pusat Kota sub Pusat Kota maupun lingkungan serta fasilitas umum lainnya. (2) Peta rencana garis sempadan bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Ketujuh RENCANA INDIKASI PROGRAM Pasal 57 (1) Rencana indikasi program ditetapkan untuk mengoptimalkan penyusunan programprogram teknis dan upaya untuk mendorong keikutsertaan semua pihak baik pemerintah.

pemberian insentif dan disinsentif. (2) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota. tercantum dalam lampiran 15 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. perijinan. BAB IV KETENTUAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG Bagian Kesatu Umum Pasal 58 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan melalui penetapan peraturan zonasi. dan pengenaan s anksi.(3) rencana indikasi program sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Kedua Ketentuan Umum Peraturan Zonasi .

Zona Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari komersil skala regional dengan kode K-1. e. d. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Budidaya. Zona Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari skala regional dengan kode FP-1. c. rumah deret (town house) dengan kode R-4. (3) Peraturan zonasi pada setiap butir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat tentang : a. jalur hijau dengan kode H-6 dan lapangan dengan kode H-7. . f. skala kelurahan dengan kode FP-4 dan skala lingkungan dengan kode FP-5. Penetapan pemanfaatan ruang. m eliputi : a. Zona Ruang Terbuka Hijau terdiri dari taman kota dengan kode H-1. taman lingkungan dengan kode H-4. s kala kota dengan kode FP-2. b. Pasal 60 (1) Klasifikasi Zonasi di Kecamatan Klojen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. komersil skala kota dengan kode K-2. g. ser ta berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. dan b. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari pemerintahan dengan kode PK-1 dan pertahanan dan keamanan dengan kode PK-2. (2) Dalam peraturan zonasi sesuai dengan rencana rinci tata ruang dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. skala kecamatan dengan kode FP-3. dan b.Pasal 59 (1) Peraturan zonasi disusun sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang. Zona Industri dan Pergudangan terdiri dari industri dengan kode I-1. Zona Kawasan Lindung terdiri dari kawasan sempadan sungai dan atau kawasan sempadan rel kereta dengan kode KL-2. Zona Kawasan Permukiman terdiri dari rumah tunggal dengan kode R-1. Zona Perhubungan terdiri dari stasiun dengan kode TR-2. dan h. komersil skala kelurahan dengan kode K-4 dan komersil skala lingkungan dengan kode K-5. taman pemakaman dengan kode H-5. Intensitas kegiatan pada setiap zona yang ditetapkan. Zona Kawasan Pemerintahan. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Lindung.

(2) Klasifikasi zonasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Blok Peruntukkan II yang meliputi : Sub Blok Penanggungan dan Sub Blok Oro-or Peruntukkan III yang meliputi : Sub Blok Gading Kasri dan Sub Blok Baren Peruntukkan IV yang meliputi : Sub Blok Kasin dan Sub Blok Kauman Peruntukkan V yang meliputi : Sub Blok Kidul Dalem dan Klojen Peruntukkan VI yang meliputi : Sub Blok Sukoharjo Bagian Ketiga Peraturan Zonasi Pasal 62 . Blok o Dowo c. Blok e. Blok f. Blok Peruntukkan I yang meliputi : Sub Blok Sama an dan Sub Blok Rampal Celaket b. Blok g d. tercantum dalam lampi ran 16 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini Pasal 61 Pembagian zonasi Kecamatan Klojen dibedakan menjadi zonasi pada : a.

adalah : Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. pencemaran lingkungan. f. tercantum dalam lampiran 17 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. gangguan keamanan. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. 2. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah . RTH. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 57 ayat (1) huruf b. d. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu.(1). dan/atau perusakan lingkungan). dan TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 3. FP-2. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Kawasan RTH terdiri dari H-4 dan H-7. . Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Pasal 63 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf a. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. b. e. 3. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. 2. (2). Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. adalah : a. meliputi : a. FP-3. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2 . permukiman terdiri dari R-1. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. c. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1.

Supratman tidak boleh berubah . TPS. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf c.Dasar adalah 1. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. WR. halte. 2.000 meter) 5. Pemanfaatan kawasan perdagangan skala kota yang ada di Jl. adalah : a. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. 3.

TPS secara terbatas. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . industri manufaktur. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Minimal berada pada jalan lokal b. 4. peribadatan. persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1.4. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perkantoran. kesehatan. TPS secara terbatas. industri manufaktur. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 3. persampahan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 5. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Sama an dan Rapal Celaket) dan fasilitas kesehatan skala kota (khusus untuk sub blok Sama an) 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. listrik dan telekomunikasi 5. 3. adalah : a. RTH. listrik dan telekomunikasi 5. drainase. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. kesehatan. sub terminal. 6. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. serta perkantoran. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. 2. RTH. air limbah. sub terminal. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 2. perdagangan dan jasa. TPS dengan syarat-syarat tertentu. peribadatan. Perdagangan dan jasa. Pemanfaatan fasilitas umum skala regional tidak boleh berubah 4. 4. Pemanfaatan fasilitas umum skala kota tidak boleh berubah. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. drainase. Minimal berada pada jalan lokal c. 2. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal b. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk sarana umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) huruf d. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas.

TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal . persampahan. Pemanfaatan fasilitas umum skala kecamatan tidak boleh berubah. 4. listrik dan telekomunikasi 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. kesehatan. 2. 3. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. drainase. air limbah. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. peribadatan.1. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. sub terminal. perdagangan dan jasa.

drainase. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun industri. pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. persampahan. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. drainase. RTH. TPS secara terbatas. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. perdagangan dan jasa. dan listrik 5. peribadatan. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. air limbah. 4. Tidak diperkenankan dibangun industri.d. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). dan pertanian. yaitu jaringan air bersih. peribadatan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 2. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. 3. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. 3. persampahan. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf e. Pemanfaatan kawasan pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 aya t (1) huruf f. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). perkantoran yang mendukung kegiatan militer. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. dan listrik 5. Pemanfaatan fasilitas umum skala kelurahan tidak boleh berubah. perkantoran. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder 4. dan pertanian. 3. 2. yaitu jaringan air bersih. 2. adalah : a. Pemanfaatan kawasan pemerintahan tidak boleh berubah b. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. pertambangan. Minimal berada pada jalan lingkungan e. air limbah. pertambangan. terminal . adalah : a. RTH.

4. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. pertambangan dan pertanian. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak diperbolehkan berubah. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. . Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. b. 2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. 2.dan TPS.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. RTH. H-5. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. d. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 64 (1). e. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. . gangguan keamanan. c. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf b. b. H-4. FP-3. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. dan/atau perusakan . Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung.3. pencemaran lingkungan. FP-2. meliputi : a. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 2. Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pa sal 59 ayat (1) huruf b. H-6 dan H-7. Pasal 65 (1). (2). Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. 3. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2. K-4 dan K-5. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. f. adalah : a. tercantum dalam lampiran 18 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Kawasan RTH terdiri dari H-1. permukiman terdiri dari R-1. Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (1) huruf a. 2.

adalah : a. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1.lingkungan). Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2.000 meter) 5. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. 3. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pemanfaatan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. . Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf c. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter.

2. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 5. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal b. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. persampahan. RTH. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. 2. kesehatan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. sub terminal. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. industri manufaktur. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Berada pada jalan lokal c. TPS. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.3. sub . sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. industri manufaktur. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. TPS dengan syarat-syarat tertentu. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 3. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. yaitu jaringan air bersih. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala regional tidak boleh berubah 4. 5. b. RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. peribadatan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Brigjen Slamet Riyadi tidak boleh berubah 5. listrik dan telekomunikasi 5. 2. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. perkantoran. Perdagangan dan jasa. drainase. perkantoran. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Penanggungan. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. air limbah. Perdagangan dan jasa. 4. peribadatan. TPS secara terbatas. 3. 6. 2. kesehatan. Berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 58 ayat (1) huruf d adalah : a. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan.

3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kota tidak boleh berubah 4. drainase. yaitu jaringan air bersih. Minimal berada pada jalan lokal c. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah.terminal. TPS secara terbatas. persampahan. listrik dan telekomunikasi 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.

Minimal berada pada jalan lingkungan e. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1 ) . perkantoran. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kecamatan tidak boleh berubah 4. TPS secara terbatas. TPS secara terbatas. peribadatan. drainase. dan pertanian. 2. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 3. adalah : a. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). kesehatan. air limbah. sub terminal. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. persampahan. peribadatan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. drainase. yaitu jaringan air bersih. dan listrik 5. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. peribadatan. Minimal berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf e. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. 2. Minimal berada pada jalan lokal d. drainase. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. RTH. 3. perdagangan dan jasa. dan listrik 5. yaitu jaringan air bersih. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun permukiman.1. 2. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. listrik dan telekomunikasi 5. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Tidak diperkenankan dibangun industri. RTH. 3. persampahan. pertambangan. RTH. pertambangan. Perdagangan dan jasa. dan pertanian.

dan TPS . dan TPS 2. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. b. 3. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. pemakaman. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. pemakaman. perkantoran. Tidak diperkenankan dibangun industri. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas.huruf f. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. perkantoran. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. adalah : a.

1. 3. b. Kawasan Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. tercantum dalam lampiran 19 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. H-4. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. c. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . H-6 dan H-7. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. 2. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksud dalam Pas al 56 huruf c. . Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah e.2. iklan/reklame. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. 2. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. kabel/tiang listrik. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. d. e. Pemanfaatan RTH lapangan olahraga tidak boleh berubah Pasal 66 (1). Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksu d pada Ayat (1). d. Kawasan RTH terdiri dari H-1. meliputi : a. c. . Kawasan permukiman terdiri dari R-1 dan R-4 Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. pertambangan dan pertanian. 2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. FP-3. H-5. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. 3. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. (2). FP-2.

2. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). pencemaran lingkungan.Pasal 67 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 61 ayat (1) huruf a. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak . Pada rumah tunggal dengan kode R-1 dan rumah deret (town house) dengan kode R-4 : 1. TPS dengan (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. gangguan keamanan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. dan/atau perusakan lingkungan). sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. adalah : a. 3.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. RTH. 5.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf b. sub terminal. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. adalah : a. air limbah. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 2. kesehatan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : . TPS. Perdagangan dan jasa. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. listrik dan telekomunikasi 5. 6. halte. 3. peribadatan. Minimal berada pada jalan lokal b. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. 4. perkantoran. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Gading Kasri dan Bareng) dan fasilitas kesehatan serta peribadatan skala kota (khusus untuk sub blok Bareng) 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai.adalah 500 meter. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada 61 ayat (1) huruf c adalah : a. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). drainase. 3. Minimal berada pada jalan lokal b. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. 2. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. yaitu jaringan air bersih. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Kawi tidak boleh berubah 4. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. industri manufaktur. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Prosentase perubahan maksimum 30% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. TPS secara terbatas. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 2.

Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. kesehatan. perkantoran. 2. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. listrik dan telekomunikasi 5.1. TPS secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal . persampahan. sub terminal. peribadatan. RTH. Perdagangan dan jasa. 3. air limbah. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. drainase. 4. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah.

dan pertanian. dan pertanian. perkantoran. 2. yaitu jaringan air bersih. dan listrik 5. 2. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. Minimal berada pada jalan lokal d. Perdagangan dan jasa. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. adalah : a. listrik dan telekomunikasi 5. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. TPS secara terbatas.c. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. 2. b. drainase. a ir limbah. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). 3. persampahan. air limbah. 4. pertambangan. drainase. air limbah. peribadatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. 2. persampahan. persampahan. 3. Minimal berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf d. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Tidak diperkenankan dibangun industri. RTH. peribadatan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). RTH. 3. pertambangan. TPS secara terbatas. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. sub terminal. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Minimal berada pada jalan lingkungan e. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. dan listrik 5. lengkapi sistem utilitas yang memadai. kesehatan. perdagangan dan jasa. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : . TPS secara terbatas.

3. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. perdagangan dan jasa. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. RTH. Pemanfaatan zona pertanahan dan keamanan tidak boleh berubah. adalah : . 2. (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf e.1.

pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 . Tidak diperkenankan dibangun industri. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. 2. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 68 (1). c. 3. pemakaman. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. d. iklan/reklame. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. 3. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. kabel/tiang listrik. b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam: 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran. Pemanfaatan RTHjalur hijau jalan tidak boleh berubah e. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. 1. dan TPS 2. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. dan TPS 2. 3. pertambangan dan pertanian.a. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. perkantoran. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. pemakaman. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . 3.

d. FP-3. e. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). c.huruf d. Kawasan Pemerintahan. meliputi : a. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. FP-2. H-5. H-6 dan H-7. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Industri terdiri dari I-1. K-2 dan K-5. Pasal 69 . g. b. Kawasan RTH terdiri dari H-4. tercantum dalam lampiran 20 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. f. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. (2). FP-4 dan FP-5.

sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. TPS. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. 2. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. adalah : a. 2. 3. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. 3. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. gangguan keamanan. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. dan/atau perusakan lingkungan).000 meter) 5. 2.(1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 63 ayat (1) huruf b. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. 3. Minimal berada pada jalan lokal b. 3. sarana pelayanan lingkungan secara terbatas. TPS. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c. pencemaran lingkungan. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Kawi . halte. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.

Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Minimal berada pada jalan lokal c. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Semeru tidak boleh berubah 4. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan dan kesehatan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kasin. Prosentase perubahan maksimum 25% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada.dan Jl. . 5. 6.

3. 2. kantor swasta pendukung kegiatan industri dengan syarat-syarat tertentu. kesehatan. sarana pelayana umum secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. Pada zona industri dengan kode I-1 : 1. 5. 2. listrik dan telekomunikasi 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. listrik dan telekomunikasi 5. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk industri dan pergudangan sebagaimana dimaks ud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf d. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. perkantoran. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. drainase. Perdagangan dan jasa. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 4. air limbah. peribadatan. 3. persampahan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. peribadatan. perdagangan dan jasa terbatas dan dengan syarat-syarat tertentu. Minimal berada pada jalan lokal b. perkantoran. Boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 63 ayat (1) huruf e adalah : a. RTH. adalah : a. Minimal berada pada jalan lokal . Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. sub terminal. yaitu jaringan air bersih. sub terminal. IPAL. 2. Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Merupakan industri manufaktur dan bukan merupakan kegiatan industri berat yang menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 3. drainase. persampahan. 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah permukiman secara terbatas. RTH. air limbah. kesehatan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman secara luas.2. industri manufaktur. RTH.

Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. kesehatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. drainase.c. Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. 2. persampahan. perkantoran. listrik dan telekomunikasi . Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. RTH. sub terminal. peribadatan. 3. air limbah.

yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. 2. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. pertambangan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 2. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. yaitu jaringan air bersih. persampahan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. air limbah. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. TPS secara terbatas. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4.5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. RTH. pertambangan. perdagangan dan jasa. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Minimal berada pada jalan lokal d. perdagangan dan jasa. dan listrik 5. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri. TPS secara terbatas. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. dan pertanian. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. 2. persampahan. drainase. adalah : a. RTH. drainase. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. dan listrik 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 3. . Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Minimal berada pada jalan lingkungan (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf f. peribadatan. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. air limbah. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. Minimal berada pada jalan lingkungan e. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 2. dan pertanian. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1.

adalah : a. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. 3. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. pemakaman. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. dan TPS 2. perkantoran. . pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Tidak diperkenankan dibangun industri.(7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 aya t (1) huruf g.

meliputi : a. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. adalah : . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. Kawasan Pemerintahan. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 70 (1).b. 2. b. 2. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. pertambangan dan pertanian. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf e. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. 1. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Pasal 71 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf a. dan Kawasan RTH terdiri dari H-1. iklan/reklame. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. 2. FP-3 dan FP-5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. (2). Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. kabel/tiang listrik. c. f. g. 3. Kawasan Perhubungan terdiri dari TR-2. H-6 dan H-7. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. c. H-4. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). e. K-4 dan K-5. FP-2. d. 3. tercantum dalam 21 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

dan/atau perusakan lingkungan). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. 2. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. 3. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 65 ayat (1) huruf b. pencemaran lingkungan. 2.Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. gangguan keamanan. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas . TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat.

Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Berada pada jalan lingkungan . 2. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 3. Berada pada jalan lokal c. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. industri manufaktur. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 3. adalah : a. 6. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. industri manufaktur. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal b. 5. 4. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar.3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. TPS. 5. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. 3. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kidul Dalem 5. TPS dengan syarat-syarat tertentu.000 meter) 5. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf c. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kelurahan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. 2. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Prosentase perubahan maksimum 15% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada.

Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. . perkantoran. peribadatan. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. 2. kesehatan. Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. RTH. sub terminal.(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 65 ayat (1) huruf d adalah : a.

Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. RTH. air limbah. perkantoran. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf e. adalah : a. TPS secara terbatas. 2. Perdagangan dan jasa. pertambangan. peribadatan. peribadatan. 3. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. kesehatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. persampahan. yaitu jaringan air bersih.3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : . peribadatan. drainase. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. TPS secara terbatas. sub terminal. 2. perkantoran. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. Perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. persampahan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. air limbah. air limbah. Minimal berada pada jalan lokal d. 3. listrik dan telekomunikasi 5. listrik dan telekomunikasi 5. yaitu jaringan air bersih. RTH. sub terminal. dan listrik 5. yaitu jaringan air bersih. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. air limbah. listrik dan telekomunikasi 5. kesehatan. dan pertanian. yaitu jaringan air bersih. drainase. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lokal c. persampahan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. drainase. TPS secara terbatas. RTH. Minimal berada pada jalan lokal b.

sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 2. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. . 3. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. perdagangan dan jasa. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan.1.

Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri. b. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. perkantoran. serta TPS dengan terbatas dan syarat-syarat tertentu. . Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. dan TPS 2. kabel/tiang listrik. fasilitas pelayanan umum. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. dan TPS 2. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. permukiman. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri. c. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Pada stasiun KA dengan kode TR-2 : 1. 3. RTH. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. perkantoran. adalah : a. perkantoran. 3. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4.2. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. pertambangan dan pertanian. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. pemakaman. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . iklan/reklame. pemakaman. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. 3. 2. 3. Pemanfaatan sarana transportasi stasiun KA tidak boleh berubah (7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 aya t (1) huruf g. 2. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 65 ayat (1) huruf f.

meliputi : a. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. tercantum dalam lampiran 22 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. . 3. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). FP-3. d. FP-4 dan FP-5. c. (2).2. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-2. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf f. K-2 dan K-5. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. b. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 72 (1). Kawasan Pemerintahan. Kawasan permukiman terdiri dari R-1.

Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. dan/atau perusakan lingkungan). Berada pada jalan lokal dengan penyediaan parkir yang cukup. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan . TPS dengan syarat-syarat tertentu. adalah : a. TPS. 2. 4. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala regional atau perumahan dengan model apartemen. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. 3. kecuali untuk perdagangan dan jasa skala regional 4. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. pencemaran lingkungan. halte.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf b. gangguan keamanan. b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas 3. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. 2.Pasal 73 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 67 ayat (1) huruf a. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota tidak boleh berubah. TPS. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal c. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. adalah : a. 3. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 2.

Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 67 ayat (1) huruf c adalah : . 5. industri manufaktur.dan jasa skala regional atau kota 4. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar.

air limbah. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. drainase. listrik dan telekomunikasi 5. dan pertanian. pertambangan. kesehatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. peribadatan. TPS secara terbatas. drainase. yaitu jaringan air bersih. persampahan. 2. dan listrik 5. persampahan. dan listrik 5. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan tidak boleh berubah 4. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun industri. Tidak diperkenankan dibangun industri. peribadatan. TPS secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal c. 3. dan pertanian. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota/regional 4. Perdagangan dan jasa. 3. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. perkantoran. TPS secara terbatas. 3. Minimal berada pada jalan lingkungan d. air limbah. yaitu jaringan air bersih. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. RTH. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. perkantoran. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. kesehatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. RTH. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3.a. pertambangan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Minimal berada pada jalan lokal b. Minimal berada pada jalan lingkungan . RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. drainase. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. persampahan. sub terminal. yaitu jaringan air bersih. air limbah. peribadatan. RTH. yaitu jaringan air bersih. listrik dan telekomunikasi 5. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. drainase. sub terminal. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. air limbah. TPS secara terbatas. persampahan. perdagangan dan jasa skala lingkungan. 2. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4.

(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, adalah : a. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan; 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH, sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah

Bagian Keempat Ketentuan Perijinan

Pasal 74

(1) Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah dijadikan pedoman untuk : a. Penerbitan izin pemanfaatan ruang; b. Pengaturan tata guna tanah (Land Regulation); c. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan (2) Izin Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a meliputi: a. Izin prinsip; b. Izin Lokasi; c. Izin penggunaan pemanfaatan tanah; d. Izin Mendirikan Bangunan; dan e. Izin lain berdasarkan ketentuan perundang undangan. (3) Ketentuan Umum Perizinan Pemanfaatan Ruang di Kota Malang diatur sebagai ber ikut : a. Prosedur izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. b. Pemberian izin diberikan oleh pejabat yang berwenang dengan mengacu pada rencana detail tata ruang kota dan peraturan zonasi. c. Pemberian izin dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kewenangan dan kepentingan berbagai instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Izin prinsip dan izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan huruf b diberikan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang. e. Izin penggunaan pemanfaatan tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diberikan berdasarkan izin lokasi. f. Izin mendirikan bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d diberika n berdasarkan rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi.

Bagian Kelima Ketentuan Insentif dan Disinsentif

Pasal 75

(1) Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Perat

uran Daerah ini. (2) Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatas i, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini.

Pasal 76

(1) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah Daerah dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. (2) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan oleh instansi berwena ng sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 77

(1) Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: a. keringanan pajak; b. pemberian kompensasi; c. imbalan; d. sewa ruang; e. urun saham; f. penyediaan infrastruktur; g. kemudahan prosedur perizinan; dan/atau h. penghargaan. (2) Disinsentif kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: a. pengenaan pajak yang tinggi; b. pembatasan penyediaan infrastruktur; c. pengenaan kompensasi; dan/atau d. penalti. (3) Pemberian disinsentif kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) h arus dengan persetujuan DPRD.

Pasal 78

(1) Setiap orang yang berperan aktif menata lingkungan perumahan atau pemukiman dengan menyediakan taman, sumur resapan, atau kegiatan lainnya berhak atas insen tif berupa penghargaan. (2) Setiap orang yang tanah atau bangunan tempat tinggalnya terkena rencana pembangunan untuk kepentingan umum, berhak atas insentif berupa keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Bagian Keenam Arahan Sanksi Pasal 81 Arahan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a.Pasal 79 Tata cara pemberian insentif dan disinsentif sepanjang teknis pelaksaannya diatu r lebih lanjut dengan Peraturan Walikota yang disahkan paling lambat 6 (enam) bulan sete lah diundangkannya Peraturan Daerah ini. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan ketentuan perijinan . Pasal 80 Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang lebih lanjut diatur dengan Peraturan Da erah yang ditetapkan selambat-lambatnya satu tahun sejak diundangkannya Peraturan Dae rah ini.

denda administratif. b. Setiap orang yang tidak memberikan akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. (2) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin pemanfaatan ruang yan g tidak sesuai dengan rencana tata ruang. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahu n dan denda paling banyak Rp 500.000. (3) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1).000.000. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1. penghentian sementara kegiatan. dan/atau i.000. d.000. pembongkaran bangunan. h. b.000. c. e. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi administratif berupa: a.00 (seratus juta rupiah). pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi . Tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang. d. c. e.pemanfaatan ruang .00 (lima ratus juta rupiah). Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi pidana berupa: a. pembatalan izin. penutupan lokasi. b. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100.000. pencabutan izin. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kematian orang. c. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) . penghentian sementara pelayanan umum. g.500. f. peringatan tertulis. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun dan denda paling banyak Rp 5.00 (lima miliar rupiah). Pasal 82 (1) Arahan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang akan dilakukan dengan pemberian sanksi administratif dan sanksi pidana. pemulihan fungsi ruang.000. Setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang.000.00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

PERAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban . BAB V HAK. KEWAJIBAN.tahun dan denda paling banyak Rp500. Selain sanksi pidana.000.000.00 (lima ratus juta rupiah). pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak dengan hormat dari jabatannya.

menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang. d. e. pemanfaatan. e. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang. pembongkaran bangunan. Pasal 84 (1) Dalam penataan ruang. memelihara kualitas ruang. e. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang. dan pengendalian penataan ruang. b. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang. (2) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud pa da ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa: a. penghentian sementara pelayanan umum. dan/atau g. peringatan tertulis. b. penutupan lokasi. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum. dan f. pencabutan izin. mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya. mengetahui rencana tata ruang. berlaku tertib dalam keikutseraannya dalam penyusunan. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian. c. pembatalan izin. penghentian sementara kegiatan. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaa n kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang. setiap orang wajib: a. f. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan. d. c. c. memelihara ketentuan penggunaan dan ketentuan teknis yang berlaku pada bangunan/lahan yang dikuasainya. d.Pasal 83 Dalam penataan ruang. . b. setiap orang berhak: a.

antara lain. dan/atau c. me lalui: a. pemberian kejelasan hak atas ruang kawasan. b. (2) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana detail tata ruan g kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat berbentuk : a.Bagian Kedua Partisipasi Masyarakat Pasal 85 (1) Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang dapat dilakukan. . partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang. partisipasi dalam penyusunan rencana detail tata ruang kota. partisipasi dalam pemanfaatan ruang.

dan atau b. . (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang sebagaimana dimak sud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk : a. memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan kawasan. c. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berbentuk : a. agama.b. Perencanaan tata ruang. termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. dan atau f. perubahan atau konvensi pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang kawasan. c. atau kebiasaan yang berlaku. dan atau g. bantuan tenaga ahli. bantuan pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. dan sumber daya alam lain untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan yang berkualitas. pertimbangan atau pendapat dalam penyusunan rencana pemanfaatan ruang. pemberian usulan dalam penentuan lokasi dan bantuan teknik dalam pemanfaatan ruang. b. pemanfaatan ruang daratan dan ruang udara berdasarkan peraturan perundanganundangan. pemberian tanggapan terhadap rancangan rencana rinci tata ruang kawasan. Pengendalian pemanfaatan ruang. bantuan dana. kerjasama dalam penelitian dan pengembangan e. Bagian Ketiga Koordinasi dan Kelembagaan Pasal 86 (1) Ruang lingkup koordinasi penataan ruang daerah meliputi : a. air. e. bantuan pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban dalam kegiataan pemanfaatan ruang kawasan dan peningkatan kualitas pemanfaatan ruang kawasan. (4) Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara partisipasi masyarakat dalam penat aan ruang diatur dengan Peraturan Walikota yang selambat-lambatnya ditetapkan 6 (enam) bul an setelah diundangkannya Peraturan Daerah ini. penyelenggaraan kegiatan pembangunan berdasarkan rencana rinci tata ruang kawasan. d. b. adat. pemberian informasi saran. udara. pengawasan terhadap pemanfaatan ruang kawasan di wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II. Pemanfaatan ruang. konsolidasi pemanfaatan tanah. d. kegiatan menjaga. f. dan c.

mengoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota. c. Penanggung jawab : Walikota dan Wakil Walikota. b. Perencanaan tata ruang meliputi : 1. Ketua : Sekretaris Daerah Kota Sekretaris : Kepala Bappeda Kota Anggota : SKPD terkait penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (4) BKPRD Kota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas : a.(2) Walikota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang membentuk BKPRD Kota (3) Susunan Keanggotaan BKPRD Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2). d. . terdiri a tas : a.

mengoordinasikan pelaksanaan konsultasi rancangan peraturan daerah tentang rencana tata ruang kabupaten/kota kepada BKPRD Provinsi dan BKPRN. swasta. rencana tata ruang kawasan strategis nasional. memberikan rekomendasi perizinan pemanfaatan ruang kabupaten/kota. mengoptimalkan peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang. rencana tata ruang pulau/kepulauan. 2. mengoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten/kota. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang. menjaga akuntabilitas publik sebagai bentuk layanan pada jajaran pemerintah. dan pelaporan penyelenggaraan penataan ruang. 5. (5) BKPRD Kota menyelenggarakan pertemuan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 ( tiga) . 5. 2. melakukan identifikasi dalam pelaksanaan insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan kabupaten/kota terkait. mensinergikan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan antar kabupaten/kota yang berbatasan. evaluasi. 5. melakukan fasilitasi pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga konsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang. 4. mengoordinasikan penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam pemanfaatan ruang baik di kabupaten/kota. 3. dan masyarakat. dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang berbatasan. dan 6. dan 8. 3. b. 6. dan mengharmonisasikan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan rencana tata ruang wilayah nasional. 4. 3. memaduserasikan. 4. mengoordinasikan pelaksanaan evaluasi rencana tata ruang kabupaten/kota ke provinsi. 7. memberikan rekomendasi guna memecahkan permasalahan dalam pemanfaatan ruang kabupaten/kota. c. Pemanfaatan ruang meliputi : 1.2. memaduserasikan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah dengan rencana tata ruang kabupaten/kota serta mempertimbangkan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan melalui instrumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). mengintegrasikan. memberikan informasi dan akses kepada pengguna ruang terkait rencana tata ruang kabupaten/kota. rencana tata ruang kawasan strategis provinsi. rencana tata ruang wilayah provinsi. melakukan fasilitasi pelaksanaan pemantauan. Pengendalian pemanfaatan ruang meliputi : 1. mengoordinasikan proses penetapan rencana tata ruang kabupaten/kota. dan 6. dan memberikan pengarahan serta saran pemecahannya. melakukan fasilitasi pelaksanaan kerjasama penataan ruang antar kabupaten/kota.

meminta bahan yang diperlukan dari SKPD Kota. dapat : a.bulan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan penataan ruang. (7) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaiamana dimaksud dalam ayat (4). BKPRD Kota dibantu : . membentuk Tim Teknis untuk menangani penyelesaian masalah-masalah yang bersifat khusus. (8) Walikota memerintahkan SKPD terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi BKPRD Kota sebagaimana dimaksud dalam ayat (6). b. menggunakan tenaga ahli yang diperlukan. (6) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) menyampaikan laporan pelaksanaan tugas BKPRD Kota dan rekomendasi secara berkala kepada Walikota. dan c. (9) Dalam melaksanakan tugasnya.

d. (3) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahu kan dimulainya penyidikan kepada pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indones ia. melakukan pemeriksaan di tempat tertentu yang diduga terdapat bahan bukti dan dokumen lain serta melakukan penyitaan dan penyegelan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dalam bidang penataan ruang. (2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang: a. dan b. penyidik pegawai negeri sipil melakukan koordinasi dengan pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sesuai . melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan instansi pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawab nya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk membantu pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.a. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang sehubungan dengan peristiwa tindak pidana dalam bidang penataan ruang. dan f. Kelompok Kerja. Sekretariat BKPRD Kota. b. e. (4) Apabila pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memerlukan tindakan penangkapan dan penahanan. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. c. BAB VI PENYIDIKAN Pasal 87 (1) Selain pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia.

(6) Pengangkatan pejabat penyidik pegawai negeri sipil dan tata cara serta prose s penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. b. BAB VII KETENTUAN SANKSI Pasal 88 (1) Setiap orang atau badan dilarang melakukan pelanggaran berupa : a. pelanggaran ketentuan arahan peraturan zonasi. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. c. . pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ru ang Malang Tengah. (5) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaika n hasil penyidikan kepada penuntut umum melalui pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia.dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

d. huruf b. (4) Sanksi administratif yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota . h. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. g. peringatan tertulis. c. penutupan lokasi. denda administratif. d. e. f. pembatalan izin. huruf f. penutupan lokasi. penghentian sementara pelayanan umum. f. huruf e. denda administratif. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruan g yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. pemulihan fungsi ruang. dan/atau g. dan huruf g dikenakan sanksi administratif berupa: a. e. d. penghentian sementara kegiatan. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. penghentian sementara pelayanan umum. pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. c. pemulihan fungsi ruang. hu ruf d. peringatan tertulis. (3) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf c dikenakan sa nksi administratif berupa: a. pembongkaran bangunan. b. pembongkaran bangunan. pencabutan izin. dan/atau g. f. dan/atau i. e. (2) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a. b. penghentian sementara kegiatan.

Lampiran 10 : Peta rencana peningkatan sistem drainase. c. Lampiran 5 : Peta rencana fungsi jalan. d. Lampiran 8 : Peta rencana jaringan telekomunikasi. g. e. i. Lampiran 1 : Peta rencana struktur ruang. Lampiran 4 : Peta rencana skala pelayanan. Lampiran 11 : Peta rencana peruntukkan blok. (2) RDTRK Malang Tengah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi dengan lampiran meliputi : a. Lampiran 2 : Peta rencana blok peruntukkan. Lampiran 6 : Peta rencana rute angkutan kota. f. h. j. Lampiran 3 : Peta rencana sub blok peruntukkan. . Lampiran 7 : Peta rencana jaringan listrik. b. Lampiran 9 : Peta rencana jaringan air bersih. k.BAB VIII PENUTUP Pasal 89 (1) RDTRK Malang Tengah memiliki jangka waktu 20 (dua puluh) tahun semenjak ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Lampiran 12 : Peta rencana koefisien KDB. l.

Lampiran 18 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan II. u. n. Lampiran 15 : Rencana Indikasi Program. s. o. p. Lampiran 20 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan IV. q.m. r. . Lampiran 19 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan III. Lampiran 16 : Tabel klasifikasi zonasi p. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 90 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksan aannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota Pasal 91 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang. Lampiran 17 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan I. Lampiran 21 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan V. (3) rencana detail tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Lampiran 22 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan VI. Lampiran 13 : Peta rencana koefisien KLB. Lampiran 14 : Peta rencana garis sempadan bangunan. t.

) .Ditetapkan di Malang pada tanggal WALIKOTA MALANG. ttd ( .

..PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR .. Dalam implementasinya. maupun faktor eksternal. yang banyak menyebabkan ketidak seimbangan struktur dan fungsional ruang kota sekaligus ketidakteraturan ruang k ota....... mampu mengakomodir aktivitas kota dan dapat dipedomani oleh setiap stakeholder d alam pembangunan kota. maka Pemerintah Kota Malang perlu untuk menyempurnakannya. baik dalam format evaluasi maupun revisi supaya RDTRK tersebut agar tetap aktual .. Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala d alam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi d i lapangan..... sehingga apabila nyata-nyata dirasakan terjadi penyimpangan atau pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK).. baik internal maupun eksternal..TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA I. baik karena faktor internal.. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup Jelas Pasal 2 Cukup Jelas Pasal 3 . pemanfaatan ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor.. UMUM Perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan cenderung menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh adanya peningkatan intensitas (ruang). II..

Cukup Jelas Pasal 4 Cukup Jelas Pasal 5 Cukup Jelas Pasal 6 Cukup Jelas Pasal 7 Cukup Jelas Pasal 8 Cukup Jelas Pasal 9 Cukup Jelas Pasal 10 Cukup Jelas Pasal 11 Cukup Jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) .

105/DRJD/96 : . 630 tahun tahun 2009 tentang Penetapan Ruas ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri dan Jalan Kolektor 1 dan Kepmen PU No. Pasal 15 Ayat (1) Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun 1993 yang dimaksud dengan : Halte adalah tempet pemberhentian kendaraan umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan penumpang. Trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki . Sedangkan penetapan jalan kolektor sekunder ditetapkan berdasarkan SK Gubernur. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Zebra cross merupakan marka berupa 2 garis utuh melintang jalur lalu lintas dan/atau berupa rambu perintah yang menyatakan tempat penyeberangan pejalan kaki.Definisi KKOP atau kawasan keselamatan operasional penerbangan berdasarkan peraturan menteri perhubungan km no. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Berdasarkan Keptusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.44 tahun 2005 tentang pemberlakuan SNI 037112-2005 mengenai kawasan keselamatan operasional penerbangan sebagai standart wajib adalah wilayah daratan/dan atau perairan dan ruang udara di sekit ar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 13 Cukup Jelas Pasal 14 Fungsi Jalan arteri sekunder ditetapkan berdasarkan Kepmen PU No. 631 Tahun 2009 tentang status jalan nasional.

Larangan parkir on-street pada badan jalan antara lain : sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah tempat penyeberangan. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah akses bangunan gedung. volume lalu lint as pada jalan yang bersangkutan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan. sepanjang 50 meter sesudah jembatan. b. dan pola parkir meyudut. street adalah parkir yang Penentuan sudut parkir on-street ditentukan oleh : lebar jalan. karakteristik kecepatan. sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. dimensi kendaraan. . sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter. Sedangkan yang dimaksud dengan Sistem Parkir off street adalah parkir di luar badan jalan dan/atau di gedung ataupun tempat parkir khusus. Pola parkir on-street dibedakan menjadi : pola parkir pararel. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis. sepanjang tidak menimbulkan kemacetan dan menimbulkan bahaya.a. Yang dimaksud dengan Sistem Parkir on memanfaatkan badan jalan. sifat peruntukkan lahan disekitarnya dan peranan jalan yang bersangkutan.

daerah dengan frekuensi parkir relatif tinggi (20 kendaraan/SRP/hari). parkir tarif yang rendah. Kriteria tarif parkir golongan A : uk maksud pengendalian parkir. keluar masuk kendaraan yang dikendalikan melalui karcis dengan waktu tercatat.. daerah perumahan. memenuhi persyaratan konstruksi dan perundang-undangan yang berlaku. tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. untuk mengendalikan lalu-lintas. kemudahan bagi pengguna jasa. Kriteria tarif parkir golongan C : kawasan parkir pada fasilitas parkir umum dengan maksud pengendalian parkir. daerah komersil atau pertokoan. letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani. Fasilitas parkir off street sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama. memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. daerah kendaraan/SRP/hari). parkir dengan dapat tanpa pembayaran atau dengan pengendalian lalu lintas rendah. tersedianya tata guna lahan. parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt dengan frekuensi parkir relatif rendah (1. Kriteria penyediaan gedung parkir antara lain : tersedia tata guna lahan. Kriteria penyediaan taman parkir antara lain : rencana umum tata ruang daerah (RUTRD). daerah dengan derajat Kriteria tarif parkir golongan B : parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt uk maksud pengendalian parkir. Perhitungan tarif parkir tidak didasarkan atas perhitungan pengembalian biaya investasi dan operasional. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. yang dapat. Penetapan tarif parkir adalah salah satu cara pengendalian lalu-lintas. juga tidak semata -mata untuk memperoleh keuntungan material dan/atau finansial. keselamatan dan kelancaran lalu lintas. meningkat sesuai dengan lamanya parkir. Pasal 16 Cukup Jelas Pasal 17 . tarif parkir dapat diberlakukan relatif tinggi.Fasilitas parkir off street untuk umum adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan tersendiri. c. kelestarian lingkungan. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi.5 waktu yang lama. dapat diberlakukan tarif park ir secara progresif.

Cukup Jelas Pasal 18 Cukup Jelas Pasal 19 Cukup Jelas Pasal 20 Cukup Jelas Pasal 21 Cukup Jelas Pasal 22 Ayat (1) Pengolahan limbah dengan on-site system merupakan sistem pembuangan air limbah yang dilakukan secara individual atau perorangan melalui pengolahan dan pembuangan air limbah setempat. Ayat (2) Sanimas adalah sanitasi masyarakat. merupakan suatu program berbasis masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Pasal 23 Ayat (1) .

Hulu mempunyai arti kawasan penghasil sampah seperti kawasan permukiman. Program 3R meliputi Reduce. kawasam perdagangan dan jasa maupu kawasan untuk fungsi kegiatan fasilitas umum. Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan.Proses pemisahan sampah organik dan non organik harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Re-use adalah pemakaian kembali. Hilir mempunyai arti tempat pengolahan sampah mulai dari depo TPS TPA. Recycle adalah mendaur ulang barang. Re-use dan Recycle. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Incenerator (Medical Waste Incinerator) adalah mesin yang digunakan untuk membakar sisa sampah dari limbah medis Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Peran serta masyarakat mulai dari sumber (rumah tangga) antara lain pengurangan dan pemilahan Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 26 Ayat (1) .

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) RP4D (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah) merupakan acuan kerja untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara teratur. terencana dan terorganisasi.Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 27 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Kepanjangan dari Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa. .

Kebun bibit adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang digunakan sebagai tempat penangkaran bibit pohon pelindung dan bibit tanaman hias. Ayat (2) Penghijauan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk memelihara. material buatan dan unsur-unsur alam untuk menjadi fasilitas sosial kota. Jalur Hijau adalah Ruang Terbuka Hijau untuk keserasian lingkungan dengan tujuan konservasi tanah. mempertahankan dan meningkatkan kondisi lahan beserta semua kelengkapannya dengan melakukan penanaman pohon pelindung. lingkungan peresapan air. lestari dan inda h dengan menggunakan material taman. perdu/semak hias dan rumput/ penutup tanah dalam upaya melestarikan tanaman dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. perlindungan areal khusus dan penyegaran udara yang terletak disepanjang jalan. pengaman sarana kota dan mampu menjadi areal penyerapan air. Taman kota adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang mempunyai batas tertentu.Pasal 28 Cukup Jelas Pasal 29 Cukup Jelas Pasal 30 Cukup Jelas Pasal 31 Cukup Jelas Pasal 32 Ayat (1) Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan. ditata dengan serasi. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas .

169.Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (10) Berdasarkan UU No.15 %) dari luasan Malang Tengah sebesar 883 Ha (=8. dimana dalam penyediaannya 20% merupakan RTH publik dan 10% merupakan RTH privat. dapat berupa perkerasan.249.91 M2 (13. Saat ini RTH publik di Malang Tengah hanya seluas 1. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang telah mengatur tentang luasan RTH yang disyaratkan untuk kawasan perkotaan sebesar 30% dari luasan kota.260.000 M2). badan air ataupun kondisi tertentu lainnya. .073. Ayat (11) Kawasan ruang terbuka non hijau merupakan kawasan yang yang secara fisik bukan berbentuk bangunan gedung dan tidak dominan ditumbuhi tanaman ataupun permukaan berpori.56 M2 (12.24 %) dan RTH privat seluas 1.830.

Ayat (12) Cukup Jelas Pasal 33 Cukup Jelas Pasal 34 Cukup Jelas Pasal 35 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Yang dimaksud bangunan dengan fungsi fungsi penunjang kawasan lindung antara lain meliputi bangunan pengontrol ketinggian air di sempadan sungai. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup Jelas . bangunan talud atau pengaman sungai. dll.

Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 37 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kajoetangan straat merupakan koridor sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Definisi preservasi adalah tindakan atau proses penerapan langkah-langkah dalam mendukung keberadaan bentuk asli. keutuhan material bangunan/struktur. disamping pemeliharaan material bangunan bersejarah tersebut . Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Definisi eksporasi atau penelitian upaya untuk melakukan eksporasi atau peneliti an terhadap variabel/elemen/unsur yang mempunyai nilai sejarah dan memiliki karakte r khusus sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya pelestarian terhadap bangunan dan lingkungan cagar budaya. Kajoetanganstraat-Semeroestraat merupakan koridor Jalan Semeru. serta bentuk tanaman yang ada dalam tapak. Tindakan ini dapat disertai dengan menambahkan penguat-penguat pada struktur.

Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern : Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. Definisi rehabilitasi adalah sebuah proses mengembalikan obyek agar berfimgsi kembali.Definisi konservasi adalah Memelihara dan melindungi tempat-tempat yamg indah dan berharga. dengan cam memperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan sekarang. Definisi restorasi adalah kegiatan mengembalikan suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi awalnya secara lengkap dan utuh untuk pemakaian yang sama seperti semula. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. arsitektur dan budaya Definisi renovasi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi yang menyerupai awalnya untuk pemakaian yang berbeda dari semula. ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan. Pemerintah Daerah. yang sudah kehilangan vitalitas fungsi aslinya Definisi addisi adalah Menempatkan/ membuat bangunan/elemen bangunan baru yang sesuai dengan karakter kawasan. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. Definisi rekonstruksi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya yang sebagian besar telah hancur tidak berbentuk lagi Definisi adaptasi/revitalisasi adalah Meningkatkan kegiatan social dan ekonomi lingkungan bersejarah. kios. agar tidak terlantar. Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau bebera . Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama. Swasta. agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar. swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama. seraya melestarikan bagian-bagian dan wujud-wujud yang menonjol (penting) dinilai dari aspek sejarah. Definisi gentrifikasi adalah kegiatan menghidupkan-kembali kegiatan di suatu lingkungan yang telah ditinggalkan penghuninya Definisi demolisi adalah Penghancuran atau perombakan suatu lingkungan binaan yang sudah rusak atau membahayakan Pasal 38 Cukup Jelas Pasal 39 Cukup Jelas Pasal 40 Cukup Jelas Pasal 41 Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. menengah.

yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang.pa bangunan yang didirikan secara vertikal maupun horizontal. menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket. Department Store. Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan. Toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri. Supermarket. Pasal 42 Cukup Jelas Pasal 43 Cukup Jelas Pasal 44 Cukup Jelas Pasal 45 Cukup Jelas .

Pasal 46 Cukup Jelas Pasal 47 Cukup Jelas Pasal 48 Cukup Jelas Pasal 49 Cukup Jelas Pasal 50 Cukup Jelas Pasal 51 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kawasan strategis yang dimaksud meliputi kawasan cagar budaya (kawasan kayu tangan) dan kawasan strategis ekonomi (kawasan Pusat Kota. Pasal 57 Cukup Jelas . kawasan Pasar Besar dan sekitarnya serta kawasan strategis lainnya yang mempunyai nilai ekonomi cuku p tinggi) Pasal 52 Cukup Jelas Pasal 53 Cukup Jelas Pasal 54 Cukup Jelas Pasal 55 Cukup Jelas Pasal 56 ATM ( Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia.

Pasal 58 Cukup Jelas Pasal 59 Cukup Jelas Pasal 60 Cukup Jelas Pasal 61 Cukup Jelas Pasal 62 Cukup Jelas Pasal 63 Cukup Jelas Pasal 64 Cukup Jelas Pasal 65 Cukup Jelas Pasal 66 Cukup Jelas Pasal 67 Cukup Jelas Pasal 68 Cukup Jelas .

permendagri no. 1 tahun 2008 dan permendagri no.Pasal 69 Cukup Jelas Pasal 70 Cukup Jelas Pasal 71 Cukup Jelas Pasal 72 Cukup Jelas Pasal 73 Pasal 68 ini hanya menjelaskan tentang jenis ijin pemanfaatan ruang besertaketentuan umum perijinan pemanfaatan ruang berdasarkan PP No. 50 tahun 2009. Sedangkan proses atau mekanisme dari ijin pemanfaatan ruang ini akan dijelaskan lebih detail dalam Peraturan walikota. Pasal 74 Cukup Jelas Pasal 75 Cukup Jelas Pasal 76 Cukup Jelas Pasal 77 Cukup Jelas Pasal 78 Cukup Jelas Pasal 79 Cukup Jelas Pasal 80 Cukup Jelas Pasal 81 Cukup Jelas Pasal 82 Cukup Jelas . 15 Tahun 2010.

Pasal 83 Cukup Jelas Pasal 84 Cukup Jelas Pasal 85 Cukup Jelas Pasal 86 Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 : Ayat (1) Koordinasi adalah upaya mencapai suatu kesatuan sikap pandangan dan gerak langkah melalui kegiatan yang meliputi penentuan pembagian pekerjaan. Ayat (2) Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang disingkat BKPRD adalah Badan yang bersifat ad-hoc di Provinsi dan di Kabupaten/Kota dan mempunyai fungsi membantu pelaksanaan tugas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam koordinasi penataan ruang di daerah. hubungan kerja dan penyaluran tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan suatu tugas untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dan/atau tumpang tindih. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas .

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 87 Cukup Jelas Pasal 88 Cukup Jelas Pasal 89 Cukup Jelas Pasal 90 Cukup Jelas Pasal 91 Cukup Jelas .

.

Lampiran 1 .

Lampiran 2 .

Lampiran 3 .

Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 .

Lampiran 7 .

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

Lampiran 10 .

Lampiran 11 .

Lampiran 12 .

Lampiran 13 .

Lampiran 14 .

Tahun 2030 Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana .Lampiran 15 Tahapan Indikasi Program Pembangunan di Kecamatan Klojen Tahun 2010 .

Melakukan fisibility study (studi kelayakan) pelebaran jalan Jalan Panglima Sudirman. Jalan Laksamana Martadinata dan .(Tahun 20102011) (Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) 1 Transportasi Program pelebaran jalan untuk menyesuaikan fungsi jalan .

Jalan Pasar Besar (dan beberapa ruas jalan yang ada di kawasan Pasar Besar)

300 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Penyusunan Amdal Lalin

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Sosialisasi dan pembebasan lahan

100 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Pelaksanaan pembangunan

450 jt APBD I, APBD II Dinas PU Program pepembangunan sarana dan prasarana jalan

50 jt

. Pembangunan Halte, Jembatan penyebrangan, dan zebra cross serta pot dan lampu penerangan di sepanjang kawasan

kayutangan, di Jalan Veteran, Jalan Kawi, di sekitar Pasar Besar, di Pasar Comboran, Jalan Myjen Panjaitan, Jl. Trunojoyo, di sekitar Alun-alun Merdeka dan di sekitar Alunalun Tugu.

75 jt/tahun APBD II Dinas Perhubungan, Dinas PU , Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelebaran trotoar dan perbaikan trotoar Pelebaran (di Alun alun Merdeka dan sekitarnya serta kawasan Pasar Besar) dan Perbaikan (di semua ruas jalan)

50 jt/tahun APBD II Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Penataan Parkir

. Studi Revitalisasi Pasar Besar untuk menampung kapasitas parkir di area sekitarnya Kawasan Pasar Besar

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar . Sosialisasi parkir bersama di lokasi Pasar Besar Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar

Program Pengembangan (Aspek)

Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program

No.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana

(Tahun 20102011)

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030)

. Sosialisasi Pengembalian Rute Angkutan Umum sesuai dengan rute yang seharusnya Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bapeko, Paguyuban Angkutan Umum . Sosialisasi sistem tarif progresif dan parkir berlangganan Kawasan Pasar Besar

Dinas Pendapatan Daerah. Bappeda.75 jt APBD II Dinas Perhubungan. Dinas Pasar . Dinas Pendapatan Daerah. Bappeda. DED dan pelaksanaan pembangunan Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Sekitar Pasar Comboran . Studi Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Kawasan Pasar Comboran 150 jt APBD II Dinas Perhubungan. Masyarakat . Dinas Pasar . Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar.

masyarakat sekitar 2 Kependudukan Manajemen Kependudukan .300 jt APBD II Dinas Perhubungan. Bappeda. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar. Dinas PU. jalan arteri sekunder dan jalan kolektor 200 jt APBD II Bappeda. Dinas Pendapatan Daerah. Pemasangan ramburambu dilarang parkir on street di semua jalan arteri primer. Dinas Pasar .

Aparat kecamatan dan kelurahan. Tokoh masyarakat. Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . masyarakat sekitar ..

dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. masyarakat sekitar . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. regristasi penduduk. Aparat kecamatan dan kelurahan. Aparat kecamatan dan kelurahan. Tokoh masyarakat. pelanggaran.75 jt/tahun APBD II Bappeda. Tokoh masyarakat. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. masyarakat sekitar 3 Fasilitas Program Peningkatan (kualitas dan kuantitas) Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan .

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (baik formal maupun non formal . Bappeda .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas pendidikan (peningkatan mutu tenaga kependidikan dan manajemen kependidikan) baik pendidikan formal maupun non formal Di seluruh unit fasilitas pendidikan mulai TK sampai SMA baik milik swasta atau pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendidikan.

termasuk sosialisasi PHBS ke masyarakat) Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Kesehatan. Pelaksanaan . Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan (sarana dan prasarana fasilitas pendidikan) Di seluruh unit fasilitas pendidikan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan. Swasta/investor . Bappeda .

pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan. Sosialisasi Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas . Swasta/investor Program Penyediaan Fasilitas Perumahan .

Dinas PU.100 jt APBD II Bappeda. Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Dinas PU. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu .alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar 150 jt APBD II Bappeda. Tokoh Masyarakat . Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) .

Pelaksanaan Pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun .alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar . Dinas PU.150 jt APBD II Bappeda. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Pelaksanaan Pembangunan Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas 1 M APBD II dan APBN Dinas PU .

10 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) 5 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor Program Peningkatan Fasilitas RTH .

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Pelaksanaan kegiatan pembangunan Di sepanjang sempadan Sungai Brantas . Dinas PU. Sosialisasi lahan konservasi di sepanjang Sungai Brantas Di sepanjang sempadan Sungai Brantas 50 jt/tahun APBD II Bappeda.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Dinas Kebersihan dan Pertamanan .

Pelaksanaan Kegiatan minimal menanam 1 . Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program penghijauan . Sosialisasi Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan .100 jt/tahun APBD II Dinas PU.

Sehat dan Hijau Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun APBD II Dinas Kebersihan dan Pertamanan Utilitas Program Peningkatan Pelayanan Air Bersih . Program Lomba Kampung Bersih.pohon pada 1 rumah Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen Swadaya Masyarakat Masyarakat .

Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PDAM PDAM .. Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun .

Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .PDAM PDAM Program Peningkatan Pelayanan Listrik . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PLN PLN .

Jalan Veteran.50 jt/tahun PLN PLN Program Peningkatan Kondisi Drainase . Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Jalan Kertanegara. Normalisasi dan rehabilitasi saluran yang ada Jalan Pajajaran. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman .

Membangun Saluran Baru Jl. Jalan Veteran.100 jt/tahun APBD II Dinas PU . Mayjen Panjaitan 100 jt APBD II Dinas PU . Rehabilitasi dan perbaikan prasarana drainase Jalan Trunojoyo. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin 75 jt/tahun APBD II Dinas PU . Jalan Tugu.

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

Sosialisasi Program Sanimas Komunal Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) dan di seluruh saluran yang ada Program Peningkatan Kondisi Sanitasi .

Dinas PU Program Penanganan Sampah . Sosialisasi Program 3R Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Penentuan Lokasi Sanimas Komunal dan Pelaksanaan Pembangunan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 150 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas PU .75 jt/tahun APBD II Bappeda.

Lomba Hijau dan Bersih dalam Pengolahan Sampah dan RTH Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Program Komposting dan 3R di TPS Di seluruh Lokasi TPS 100 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan .

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Peningkatan Pelayanan Jaringan Telepon . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . .100 jt/tahun APBD II Bappeda.

Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Pengembangan instalasi telepon Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .Pembangunan sentral telepon baru Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .

100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) Program Peningkatan Pelayanan Menara Telekomunikasi . Studi Mastrplan penetapan Lokasi BTS Kota Malang 200 jt/tahun .

Bappeda .APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Sosialisasi terhadap seluruh provider Kota Malang 75 jt/tahun APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Bappeda . Pelaksanaan kegiatan penataan dan pemasangan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 1 M Investor/Swasta Dinas Komunikasi dan Informatika. Swasta .

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) Program Peningkatan Pelayanan Internet . Pemanfaatan lahan RTH untuk akses internet Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. Alunalun Tugu dan sekitarnya serta Taman Senaputra .

Penambahan akses internet di semua fasilitas umum (pendidikan. perdagangan dan pariwisata) Di seluruh Fasilitas umum yang ada di Kecamatan Klojen 75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta 4 Perdagangan dan Jasa Program Penataan Kawasan Perdagangan dan Jasa . perkantoran.75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta . kesehatan.

DED Pembangunan Pasar Besar Pasar Besar 300 jt APBD II Bappeda. Dinas Pasar .. Dinas Pasar . Pelaksanaan Kegiatan Revitalisasi dan Pembangunan Kawasan Pasar Besar . Studi Revitalisasi Kawasan Pasar Besar Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 300 jt APBD II Bappeda.

Dinas Pasar .Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 2 M APBD II dan swasta Dinas Pasar dan Swasta . DED Pembangunan Pasar Klojen Pasar Klojen 200 jt APBD II Bappeda. Pelaksanaan pembangunan Revitalisasi Pasar Klojen Pasar Klojen .

Sosialisasi Central PKL Di Kawasan Pasar . Dinas Pasar. Sosialisasi pemindahan pedagang di dalam Pasar Comboran Pasar Comboran 75 jt/tahun APBD II Bappeda.1 M APBD II Dinas Pasar dan Swasta . Paguyuban Pedagang Kaki Lima Program Penataan Sektor Informal .

di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Satpol PP. Bappeda. Paguyuban Pedagang Kaki Lima .Besar.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Paguyuban Pedagang Kaki Lima 5 Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Program Upaya Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar . Pembangunan Central PKL Di Kawasan Pasar Besar. Satpol PP. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 150 jt/lokasi APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Bappeda.

Studi Penentuan dan Klasifikasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Kota Malang 200 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.Budaya . Penyusunan Peraturan Daerah Cagar Budaya Kota Malang .

Sosialisasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya dan Upaya Pelestariannya Di Kecamatan Klojen 75 juta/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bappeda . Pelaksanaan pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Di Kecamatan Klojen 50 juta/5 tahun/bangunan . Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.350 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.

Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat .APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Bappeda 6 Peningkatan Kualitas SDM Program Manajemen Kependudukan dan Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pembangunan .

Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . regristasi penduduk. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. masyarakat . Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 300 jt/tahun APBD II BLK. pelanggaran. masyarakat .300 jt/tahun APBD II BLK.

300 jt/tahun APBD II BLK. masyarakat Sumber : Hasil Rencana . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.

. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Perumahan . Pendekatan : Tipe Bangunan Rujukan : . mempunyai halaman depan. samping kanan dan kiri serta belakang. Merefleksikan pola-pola pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. Green (1981). Lynch (1962). Chiara (1984).Lampiran 16 Daftar Klasifikasi dan Kodefikasi Zona pada BWK Malang Tengah FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. . Menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi di seluruh wilayah kota. . . . Mengakomodasi bermacam tipe hunian dalam rangka mendorong penyediaan hunian bagi semua lapisan masyarakat. Porterfield & Hall (1995). . 1 R-1 = Rumah Tunggal Bangunan dengan strukur tunggal. Chiara & Koppelman (1975) .

. dan pelayanan masyarakat.. beberapa kota/kabupaten). Tiap-tiap unit hunian memiliki atap tersendiri. 5 K-1 = Regional Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan regional (internasional. 2 R-4 = Rumah Deret/Town House Bangunan gandeng yang hanya dipisahkan oleh dinding. Menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerja. rekreasi. pertokoan. meliputi : dimensi. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . provinsi. Umumnya memiliki lantai lebih dari satu 3 R-3 = Apartemen Rumah susun di kawasan komersil bagi masyarakat menengah ke atas Komersial . jasa. dan disain. intensitas. indonesia. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. Menyediakan peraturanperaturan yang jelas pada kawasan Perdagangan dan Jasa.

8 K-4 = Kelurahan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kelurahan. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU 6 K-2 = Kota Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kota/kabupaten atau melayani . 7 K-3 = Kecamatan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan Kecamatan. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . Menyediakan ruangan bagi kegiatankegiatan industri dan manufaktur dalam upaya meningkatkan keseimbangan antara penggunaan lahan secara ekonomis dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja. . Memberikan kemudahan dalam fleksibilitas bagi industri baru dan redevelopment proyekproyek industri.. . Menjamin pembangunan industri yang . 9 K-5 = Lingkungan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan lingkungan. Industri .

baik udara. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. maupun suara yang kecil dan yang tidak mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. serta industri yang mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas sosial dan umum sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. dampak Rujukan : . 11 I-2 = Mengganggu Industri yang mempunyai limbah. . Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. . Mengakomodasi bermacam tipe fasilitas sosial dan umum untuk mendorong penyediaan pelayanan bagi semua lapisan masyarakat. baik udara. Pendekatan : Pencemaran. 10 I-1 = Tidak Mengganggu Industri yang non limbah. air maupun suara yang mengganggu lingkungannya. Fasilitas Pelayanan .berkualitas tinggi. Keputusan Kepala Bapedal No. Merefleksikan pola-pola . menimbulkan polusi. air. dengan tingkat polusi. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. dan melindungi penggunaan industri serta membatasi penggunaan non industri. .

Keputusan Kepala Bapedal No. Indonesia. 12 FP-1 = Regional Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Internasional. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 14 .pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. 13 FP-2 = Kota Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kota/Kabupaten. . Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. . beberapa kota/kabupaten. 17 Tahun 2001 tentang Jenis . provinsi. . Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No.

Pendekatan : . 15 FP-4 = Kelurahan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kelurahan.FP-3 = Kecamatan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kecamatan. Pemerintahan. . Menyediakan lahan untuk 17 PK-1 = Pemerintahan Kantor pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi. 16 FP-5 = Lingkungan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Lingkungan.

dan melindungi penggunaan lahan untuk pemerintahan. pertahanan dan keamanan. pertahanan dan keamanan yang berkualitas tinggi. Menjamin kegiatan pemerintahan. . kecamatan. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Pertahanan dan Keamanan . 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. Pengembangan pemerintahan dan pertahanan serta keamanan sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. Pelayanan pemerintah Rujukan : . 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. kelurahan). .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. Keputusan Kepala Bapedal No. . kota/kabupaten. 18 PK-2 = Pertahanan dan Keamanan .

2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan pertanian lahan basah secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . menciptakan kesempatan kerja.Kantor atau instalasi militer termasuk tempat latihan baik pada tingkatan nasional. polsek dan sebagianya. Polda. . meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. Koramil. PP No. . Polwil. . . . serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan produksi pangan dan pendayagunaan investasi. 20 . Pertanian . Kodam. Menyediakan lahan untuk pengembangan pertanian. Mengakomodasi bermacam tipe pertanian dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk pertanian. Pendekatan : Jenis Kegiatan Pertanian Rujukan : . . meningkatkan ekspor. . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam untuk pertanian pangan. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. meningkatkan pendapatan masyarakat. berkualitas tinggi. . Korem. 47 Tahun 1997 tentang RTRW Nasional. . . . Menjamin kegiatan pertanian yang . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor. 19 P-1 = Pertanian Lahan Basah 1) Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk pertanian lahan basah. dan melindungi penggunaan lahan untuk pertanian tersebut.

2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan perkebunan secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . . . . . . . . menciptakan kesempatan kerja. . meningkatkan pendapatan masyarakat. . 21 P-3 = Perkebunan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk kegiatan perkebunan. meningkatkan pendapatan masyarakat. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan ekspor.P-2 = Pertanian Lahan Kering 1) kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian lahan kering. . 2) kawasan yang apabila dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian lahan kering secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . . meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan produksi pertanian dan mendayagunakan investasi. meningkatkan produksi perkebunan dan mendayagunakan investasi. . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdya alam. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam.

cabang usaha. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. 23 P-5 = Perikanan kegiatan perikanan secara ruang dapat memberikan manfaat : . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . meningkatkan produksi perikanan dan mendayagunakan investasi. . 22 P-4 = Peternakan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik sebagai sambilan. tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan peternakan secara ruang dapat memberikan manfaat : . . maupun industri. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . meningkatkan pendapatan masyarakat. meningkatkan ekspor. meningkatkan produksi peternakan dan mendayagunakan investasi. meningkatkan kesempatan kerja. . .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. . menciptakan kesempatan kerja. . usaha pokok. meningkatkan fungsi lindung. . meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . .

. menciptakan kesempatan kerja. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan Menteri Perhubungan No. dan melindungi penggunaan lahan untuk prasarana transportasi. . tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. . Juknis LLAJ. meningkatkan pendapatan masyarakat. 2) Prasarana angkutan yang merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang. 31 Tahun 1995. meningkatkan ekspor. meningkatkan fungsi lindung. . . 3) Terminal terdiri dari Terminal tipe A. pengaturan dan pengoperasian lalulintas. 1995. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. 24 TR-1 = Terminal 1) Titik simpul dalam jaringan trasnportasi jalan dan berfungsi sebagai pelayanan umum. pengawasan. . . Pendekatan : Simpul Transportasi Rujukan: . tipe B dan Tipe C. 25 TR-2 = . Transportasi . Menjamin kegiatan trasnportasi yang berkualitas tinggi. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. Menyediakan lahan untuk pengembangan prasarana transportasi. tempat pengendalian. .. Mengakomodasi bermacam tipe prasarana transportasi dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk prasarana transportasi tersebut.

naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. pertumbuhan ekonomi. kelestarian lingkungan. .Stasiun Tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dari/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api Pendekatan : . . tata ruang wilayah. . . Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 Tentang Perkeretaapian. dan keselamatan pelayaran. . Rujukan : . pertumbuhan ekonomi. Rujukan : . tata ruang wilayah. 26 TR-3 = Pelabuhan Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batasbatas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1998 Tentang Prasarana Dan Sarana Kereta Api. Pendekatan : . . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1998 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Kereta. kelestarian lingkungan. . keselamatan pelayaran. . berlabuh.

. . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan Ruang Terbuka Hijau . Rujukan : . SNI 03-7112-2005 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan. Zona yang ditujukan untuk mempertahankan/ melindungi lahan . Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1996 Tentang Kepelabuhan.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. kelestarian lingkungan dan . tata ruang wilayah. keselamatan penerbangan. . . serta dilengkapi dengan fasilitas kasper sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi Pendekatan : . 27 TR-4 = Bandar Udara Lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan atau pos. Undang undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun !999 tentang Angkutan di Perairan.

15 Tahun 1998 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah perkotaan. . . Diberlakukan pada lahan yang penggunaan utamanya adalah taman atau ruang terbuka. Preservasi dan perlindungan lahan yang secara lingkungan hidup rawan / sensitif. serta melindungi kesehatan. 28 H-1 = Taman Kota Taman dengan skala pelayanan Kota Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . Permendagri No. PP No. dan kesejahteraan publik. sarana pendidikan. keselamatan. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota . atau lahan perorangan yang pembangunannya harus dibatasi untuk menerapkan kebijakan ruang terbuka.untuk rekreasi di luar bangunan. dan untuk dinikmati nilai-nilai keindahan visualnya. 29 H-2 = Taman BWK/Kecamatan Taman dengan skala pelayanan BWK 30 H-3 = Taman Kelurahan .

Taman dengan skala pelayanan Kelurahan 31 H-4 = Taman lingkungan Taman skala lingkungan 32 H-5 = Taman Pemakaman Taman pemakaman 33 H-6 = Jalur hijau Taman jalur hijau 34 H-7 = Lapangan Taman berupa lapangan olahraga Kawasan Hutan .

meningkatkan fungsi lindung. . . . meningkatkan ekspor. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat Pendekatan : Fisik dan fungsi hutan Rujukan : . . . meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. . . meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam.35 KH-1 = Hutan Produksi Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. . UU No. 2) Kawasan yang secara ruang apabila digunakan untuk budidaya hutan alam dan hutan tanaman dapat memberi manfaat : . PP No. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya.47 tahun 1997 tentang RTRWN .41 Tahun 1999. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. dengan kriteria : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan.

. 37 KH-3 . mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. . transmigrasi. 36 KH-2 = Hutan yang dapat dikonvers 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. meningkatkan fungsi lindung. 2) Kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pengembangan transportasi. . . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN terutama di daerah setempat. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. meningkatkan ekspor. perkebunan. . permukiman. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. pertanian. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. . industri dan lain-lain apabila dapat memberikan manfaat : . . jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO.

2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan hutan rakyat secara ruang dapat memberikan manfaat : . 39 C-2 = . Pendekatan : Kegiatan Utama Rujukan : . The Urban Land Institute.= Hutan Rakyat 1) Luas minimal 0.C. meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. terutama di daerah setempat. meningkatkan ekspor. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. Mixed-use Development Handbook. luas penutupan tajuk minimal 50 persen dan merupakan tanaman cepat tumbuh. Washington D.25 hektar dan mempunyai fungsi hidrologis/pelestarian ekosistem. . . Dean. . meningkatkan fungsi lindung. Schwank. . meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. meningkatkan kesempatan kerja. . Campuran 38 C-1 = Rumah-Toko Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan perdagangan dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan perdagangan (toko). meningkatkan pendapatan. . 1089. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. .

kawasan cagar budaya dan kawasan lindung lainnya. 3) Kawasan tanah bergambut dengan ketebalan 3 meter 4) atau lebih yang terdapat dibagian hulu sungai dan rawa. mencegah intrusi air laut. berstruktur tanah yang mudah meresapkan air dan mempunyai geomorfologi yang mampu meresapkan . 5) Kawasan bercurah hujan yang tinggi. . Memelihara dan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing. mengendalikan erosi. dan memelihara kesuburan tanah.masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 175 atau lebih. kawasan perlindungan setempat. Mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup dan melestarikan fungsi lindung kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya.Rumah-Kantor Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan jasa perkantoran dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan kantor. 40 C-3 = Apartemen-Pusat Belanja Dalam satu zona dapat terdiri hunian dengan perdagangan (pusat belanja). dan/atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian di atas permukaan laut 2000 m atau lebih. serta menghindari berbagai usaha dan/atau kegiatan di kawasan 41 KL-1 = Lindung untuk kawasan bawahannya Hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. 2) Kawasan hutan yang empunyai lereng lapangan 40% atau lebih. mencegah banjir. kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam. Kriterianya adalah : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. Kawasan Lindung .

47 tahun 1997 tentang RTRWN. 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai. . Daerah Manfaat Sungai. PP No. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai. .Pendekatan : Jenis Perlindungan Rujukan : . Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. Keppres No. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1993 tentang Sungai. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.

tumbuhan dan satwa. air hujan secara besarbesaran. . minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Sempadan sungai 1) Garis sempadan sungai bertanggul ditetapkan dengan batas lebar sekurangkurangnya 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggung. iklim. air. tipe ekosistem dan keunikan alam. . 2) Garis sempadan sungai tidak bertanggul ditetapkan berdasarkan pertimbangan teknis dan sosial ekonomis oleh Pejabat yang berwenang. . 42 KL-2 = Perlindungan Setempat Sempadan pantai daratan sepanjang tepian yang lebarnya roporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. serta nilai budaya dan sejarah bangsa. 3) Garis sempadan sungai yang bertanggul dan tidak bertanggul yang berada di wilayah perkotaan dan sepanjang jalan ditetapkan tersendiri oleh Pejabat yang berwenang Kawasan sekitar danau/waduk daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50-100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Mempertahankan keanekaragaman hayati. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN rawan bencana. satwa. Meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah.

serta gelombang pasang dan banjir. 3) Hutan yang terbetuk dari komunitas tumbuhan yang berbentuk kompak pada satu hamparan. berbentuk jalur atau merupakan kombinasi dari bentuk kompak dan bentuk jalur. gempa bumi. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. 43 KL-3 = Rawan Bencana Alam Kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi. 44 KL-4 = Pelestarian Alam Hutan dengan ciri khas tertentu. industri. yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. 5) Jenis tanaman untuk kawasan terbuka hijau kota adalah berupa pohonpohonan dan tanaman hias atau herba. tepi sungai/ pantai/jalan yang berada di kawasan perkotaan. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. bukan tanaman hias atau herba. 4) Jenis tanaman untuk hutan kota adalah tanaman tahunan berupa pohonpohonan.25 hektar. gempa bumi dan tanah longsor serta gelombang pasang dan banjir. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 45 KL-5 = . 2) Hutan yang terletak di dalam wilayah perkotaan atau sekitar kota dengan luas hutan minimal 0.Kawasan sekitar mata air kawasan disekitar mata air dengan jari-jari sekurang-kurangnya 200 meter. tanah longsor. antara lain kawasan rawan letusan gunung berapi. Kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota 1) Lokasi sasaran kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota antara lain di kawasan permukiman.

Suaka Alam 1) Kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya dan/atau 2) Mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya. dan/atau . 3) Mempunyai kondisi alam. baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia dan/atau 4) Mempunyai luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dengan daerah penyengga yang cukup luas.

yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. 46 KL-6 = Konservasi Hutan dengan ciri khas tertentu. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN 5) Mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh disuatu daerah serta keberadaannya memerlukan koservasi. 2010 Syarat Pemanfaatan Ruang : I : Pemanfaatan ruang yang diijinkan (80-90% dari luas kapling) T : Pemanfaatan ruang yang diijinkan terbatas (10-20% dari luas kapling) B : Pemanfaatan ruang yang diijinkan namun dengan bberapa syarat yang harus dip enuhi . Sumber : Hasil Rencana.: Pemanfaatan ruang yang tidak diijinkan .

Lampiran 17 .

Lampiran 18 .

Lampiran 19 .

Lampiran 20 .

Lampiran 21 .

Lampiran 22 .