PEMERINTAH KOTA MALANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR..............

TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MALANG,

Menimbang : a. bahwa pembangunan Daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan ruang wilayah secara bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga kualitas ruang wilayah daerah dapat terjaga keberlanjutannya demi terwujudnya kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan; b. bahwa pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaatan ruang dan ketidakseimbangan struktur dan fungsi ruang wilayah sehingga perlu ditata dengan baik; c. bahwa berdasarkan ketentuan yang ada dalam UndangUndang Tata Ruang No.26 Tahun 2007 menunjukkan bahwa setiap RTRW harus ditindaklanjuti dengan penyusunan RDTRK sebagai perangkat operasional RTRW d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, serta memperhatikan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang Nomor ...........Tentang .........., perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang RDTRK Malang Tengah;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman; 2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun 1999, Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3881)

3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477) 5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan; 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4722); 10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 11. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4956); 12. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup; 14. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Undang Republik Pedoman Pelaksanaan Undang Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 16. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk Dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5160); 20. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;

21. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1996 tentang Pedoman Perubahan Pemanfaatan Lahan Perkotaan; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara peran Serta Masyarakat dalam Proses Perencanaan Tata ruang di Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/M/1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang; 29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya; 30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan; 31. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah; 32. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis; 33. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 648-384 Tahun 1992,Nomor: 739/KPTS/1992, Nomor: 09/KPTS tentang Pedoman Pembangunan Perumahan dan Permukiman dengan Lingkungan Hunian yang Berimbang; 34. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun1993 tentang Fasilitas Pendukung Kegiatan lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 35. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 49 Tahun 2000 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara - Bandung; 36. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Wilayah Kota

.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman 44. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pemakaman 41.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Malang 38... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Rumah Susun 45. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Ijin Lokasi 46. 37.... Tahun ..... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota 39. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah 42... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Air Tanah 43..... Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 12 Tahun 2004 Pengelolaan Pasar dan Tempat Berjualan Pedagang 40...Malang.. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor ... tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang ..

Walikota adalah Walikota Malang. 2. 6. melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. 5.Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MALANG dan WALIKOTA MALANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH. Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan pras arana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat . Tata Ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. te rmasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang. 3. tempat manusia dan makhluk la in hidup. Rencana Detail Tata Ruang Kota yang selanjutnya disingkat RDTRK. dan ruang udara. 4. 8. adalah penja baran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan dengan menetapkan blok-blok peruntukan pada kawasan fungsional yang dimuat dalam peta rencana berskala 1:5000 atau lebih. 7. ruang laut. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kota Malang. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung dan/atau budidaya. budaya dan/atau lingkungan. Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruan g sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya. sosial. 10. 14. Pengendalian Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata rua ng. Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang melipu ti peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya . 12. Perencanaan Tata Ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang d an pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang.yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional. 13. 15. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administra tif dan/atau aspek fungsional. . Kawasan Strategis Daerah adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaska n karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi. 16. pemanfaata n ruang. 17. 11. Rencana Tata Ruang adalah hasil perencanaan struktur dan pola pemanfaatan ru ang. dan pengendalian pemanfaatan ruang. 9.

baik secara langsung maupun ti dak langsung. Garis Sempadan Jalan adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencan a ruang kota. adalah sisa suatu u saha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya. 26. pertania n kota yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan. 29. hutan kota. dimana blok terdiri atas unit lingkungan dengan konfigurasi tertentu. Garis Sempadan Bangunan adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah Garis Sempadan Jalan yang ditetapkan dalam rencana ruang kota. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah dibawah Kecama tan. pohon-po hon pelindung tepi jalan. 23. dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup. 28. Sempadan Sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan saluran/sungai termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. Koefisian Dasar Hijau adalah angka prosentase berdasarkan perbandingan antar a luas lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air terhadap luas persi l yang dikuasai. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. Tempat Penampungan Sementara atau disingkat TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang. terdiri dari unsur alam (antara la in vegetasi dan air) dan unsur binaan antara lain taman kota. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. pemakaman. Rencana Blok adalah perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok d an jalan. pot-pot kota. dan/atau tempat pengolahan sampa h terpadu.18. 24. jalur hijau. Blok Peruntukan adalah bagian dari unit lingkungan yang mempunyai peruntukan pemanfaatan ruang tertentu yang dibatasi oleh jaringan pergerakan dan atau jarin gan utilitas. Rencana Sub Blok adalah perencanaan pembagian blok dalam kawasan menjadi sub blok dan jalan dengan pemanfaatan ruang atau karakter lingkungan yang homogen. 22. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai 21. 27. Koefisien Dasar Bangunan atau disingkat KDB adalah angka perbandingan jumlah luas lantai dasar terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota. disingkat limbah B3. pengolahan. 32. Koefisien Lantai Bangunan atau disingkat KLB adalah angka perbandingan jumla h luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota 25. kesehatan. 30. Ruang Terbuka Hijau atau disingkat RTH adalah bagian dari Kota yang tidak di dirikan bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan. Limbah bahan berbahaya dan beracun. Sub Blok Peruntukan adalah wilayah perencanaan terkecil dengan batasan wilay ah . 20. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah. kebun bibit. 19. 31.

Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanf aatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 33. FUNGSI. Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaa tan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntuka n yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang. DAN RUANG LINGKUP Bagian Kesatu Tujuan Pasal 2 Penataan ruang di Malang Tengah bertujuan untuk mewujudkan: . BAB II TUJUAN. 34.administrasi kelurahan.

serasi dan efisien dalam perencanaan kawasan. b.a. Materi yang ditentukan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota d. Wilayah Perencanaan b. Bagian Ketiga Ruang Lingkup Pasal 4 (1). dan pemberian perijinan kesesuai an pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan Bagian Kedua Fungsi Pasal 3 Penataan ruang di Malang Tengah berfungsi sebagai: a. d. Ruang lingkup RDTRK Malang Tengah meliputi : a. Menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan fungsiona l dengan RencanaTata Ruang Wilayah Kota. Batas Batas Wilayah Perencanaan c. Menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan melalui pengendalian program-pro gram pembangunan daerah. arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan. Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota . pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi. dalam rangka pelaksanaan program pembangunan daerah. Menyiapkan perwujudan ruang. b. Menciptakan keterkaitan antar kegiatan yang selaras. c.

rencana skala pelayanan kegiatan. Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c meliputi : a. Wilayah perencanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a dengan wilayah me liputi Kecamatan Klojen. (3). Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara : Timur : Selatan Barat : Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Blimbing : Kecamatan Sukun Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun (4). . Batas-batas RDTRK Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b adalah sebagai berikut : a. rencana struktur ruang. Tujuan Pengembangan b. c. d. Rencana struktur ruang yang meliputi rencana persebaran penduduk. rencana sistem jaringan yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan utilitas. b. rencana blok. Kelembagaan f. Peran Serta Masyarakat (2).e.

fasilitas eko nomi serta Ruang Terbuka Hijau d. serta arahan garis sempadan f. Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri g. (5). periji nan dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang melalui pengawasan. Rencana peruntukan blok yang meliputi kawasan fungsional binaan dan kawasan fungsional alami/perlindungan setempat . (6). program yang dikerjasamakan.c.Pengendalian Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d adalah zonasi. e. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi. tata bangunan. Rencana Fasilitas Umum yang meliputi fasilitas sosial dan umum. Indikasi program pembangunan yang meliputi program yang dikelola pemerintah. aturan insentif dan disinsentif. Kelembagaan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf e adalah struktur organisas i kelembagaan dalam pelaksanaan penataan ruang. BAB III RECANA DETAIL TATA RUANG KOTA MALANG TENGAH Bagian Pertama Rencana Struktur Ruang Paragraf I Umum Pasal 5 . program yang dipihak ketigakan/swasta serta sistem pembiayaan program. Peran Serta Masyarakat sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf f adalah hak dan kewajiban serta peran serta masyarakat dalam pelaksanaan penataan ruang. pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara peran serta masyarakat dalam pelaksanaan peraturan zonasi (7). Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplolp ruang) yang meliputi tata kualitas lingkungan.

Struktur ruang Malang Tengah yang meliputi rencana kependudukan. tingkat pertumbuhan penduduk serta distribusi penduduk b. jumlah dan kepadatan penduduk. rencana skala pelayanan kegiatan. rencana pemusat an kegiatan. Paragraf II Rencana Kependudukan Pasal 6 Rencana kependudukan meliputi : a. rencana blok. rencana sistem jaringa n yang terdiri dari rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan util itas. tingkat ketergantungan serta sosial budaya .

b. Kelurahan Gading Kasri . . kawasan dengan kepadatan sedang namun memiliki luasan lahan yang masih memungkinkan untuk menambah penduduk dan fasilitas penunjangnya dapat ditingkatkan kepadatannya meliputi Kelurahan Kidul Dalem.Pendistribusian penduduk ke seluruh kelurahan di Malang Tengah diarahkan aga r terjadi keseimbangan aktivitas yang dapat memicu pemerataan dan persebaran infrastruktur antar kecamatan (4). Pasal 8 Ketergantungan penduduk terkait dengan kelompok umur produktif dan ketenagakerja an diarahkan melalui : a. kawasan dengan kepadatan sangat tinggi dan kepadatan tinggi dipertahankan ata u dibatasi tingkat kepadatannya yaitu Kelurahan Samaan dan Kelurahan Sukoharjo.Pasal 7 (1). b. peningkatan kualitas SDM serta peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Rencana kepadatan penduduk diarahkan sebagai berikut : a. (2). Pembatasan jumlah penduduk di Malang Tengah dilakukan melalui manajemen kependudukan. (3). peningkatan kegiatan sosial seperti bimbingan/pelatihan baik bimbingan ketera mpilan maupun bimbingan religi/keagamaan. membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja denga n menambah lapangan kerja dan memberikan modal bagi pengusaha kecil dan rumah tangga dalam bentuk koperasi koperasi simpan pinjam. kawasan dengan kepadatan rendah dan merupakan kawasan strategis direncanakan untuk peningkatan fasilitas umum dan diarahkan tingkat kepadatannya tetap atau meningkat meskipun tidak secara signifikan meliputi Kelurahan Klojen dan Kelurah an Oro-oro Dowo.Manajemen kependudukan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) meliputi seleksi migrasi dan urbanisasi. Kelurahan Penanggungan dan Kelurahan Rampal Celaket. c.

.Paragraf III Rencana Struktur Ruang Pasal 9 (1). Brigjen Slamet Riyadi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. Struktur Ruang di Malang Tengah sebagai berikut : a.Blok Peruntukan II terdapat pemusatan kegiatan di kawasan Jl. WR.Jl. Supratman. b. .masing pusat Blok Peruntukan dengan fungsi kegiatan dominan sebagai berikut : .Blok Peruntukan I terdapat pemusatan kegiatan di koridor Jl. Zona Utama atau Pusat Pelayanan regional berada di Alun Alun Tugu dan sekitarnya dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa. dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. Zona Pendukung atau Sub Pusat Pelayanan Kota berada di masing. Jaksa Agung Suprapto . pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan.

. c. meliputi Kelurahan Kauman dan Kelurahan Kasin. Paragraf IV Rencana Blok Pasal 10 (1). Blok Peruntukan III. Kawi dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan jasa skala regional.Peta rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). fasilitas umum pendidikan. Jaksa Agung Suprapto . dengan pus at . Rencana Blok meliputi Rencana Blok dan Rencana Sub Blok. b. sarana olah raga. Blok Peruntukan II. meliputi Kelurahan Bareng dan Kelurahan Gading Kasri. Terusan Kawi . Blok Peruntukan I. Pembagian Blok sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. (2) Rencana Blok di Malang Tengah dibagi menjadi 6 Blok Peruntukan.Jl. meliputi wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo dan Kelurahan Penanggungan. . Kawi Atas dengan dominasi kegiatannya yaitu fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regiona l.Jl. . Dominasi kegiatan adalah fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran. c.Jl. Zona Pelengkap atau Pusat Lingkungan berada di pusat masing-masing sub blok peruntukan. Blok Peruntukan IV. peribadatan dan kesehatan skala regional. (2). dimana masin gmasing Blok Peruntukan akan terbagi lagi menjadi 11 Sub Blok Peruntukan (3). Supratman.Blok Peruntukan III terdapat pemusatan kegiatan di Jl. WR. . Dengan pusatnya berada di Kawasan Jl. Brigjen Slamet Riyadi dengan dominasi kegiatan perdagangan dan jasa skala regional.Blok Peruntukan IV terdapat pemusatan kegiatan di Jl. d. Dengan pusatnya berada pada kawasan Jl.Blok Peruntukan V terdapat pemusatan kegiatan di Alun-Alun Tugu dengan fungsi kegiatan dominan sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran serta fasilitas umum pendidikan skala kota. Terusan Kawi . meliputi Kelurahan Sama an dan Kelurahan Rampal Celaket. Kawi Atas dengan fungsi kegiatan dominan sebagai fasilitas umum pemerintahan dan perkantoran serta pendidikan skala regional. pendidikan dan kesehatan berskala regional serta pusat pertahanan dan keamanan.Blok Peruntukan VI terdapat pemusatan kegiatan di sekitar kawasan Pasar Besar dengan fungsi kegiatan dominan sebagai perdagangan dan jasa berskala regional. tercantum da lam lampiran 1 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pusatnya berada di Jl.

Sebelah utara meliputi Jl. Pusat berada di Alun-alun Tugu dengan dominasi kegiatan pemerintahan.berada pada kawasan Jl. e. dengan pusat berada pada kawasan Pasar Besar. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa. Dominasi kegiatannya perdagangan jasa skala regional. Jaksa Agung Suprapto. peribadatan. Gilimanuk. Kawi tepatnya di Kawasan Mall Malang Olimpic Garden (MOG). Sisi Barat meliputi sepanjang aliran sungai Brantas. Sarana Olaharaga.Pembagian Sub Blok Peruntukan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. kesehatan dan permukiman. f. (4). Blok Peruntukan V. meliputi wilayah Kelurahan Kidul Dalem dan Kelurahan Kloje n. pendidikan. meliputi Kelurahan Sukoharjo. Serta bat as sebelah timur meliputi Jl. Sub Blok Peruntukkan I-1 meliputi Kelurahan Sama an. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Sepanjang aliran sungai DAS Brantas. Pusat Sub Blok berada di korido r . Blok Peruntukan VI. perkantoran dan fasilitas umum pendidikan.

Sub Blok Peruntukkan IV-1. yang dibatasi di sisi utara yaitu Jl. Sonokeling. yang dibatasi di sisi utara yaitu Sungai Brantas Jl. Simpang Langse p. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan dan perdagangan dan jasa skala regional. sisi selatan dibatasi Jl . Bondowoso. Brigjen Katamso .Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. sisi selatan dibatasi Jl. Semeru Jl.Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum perkantoran skala regional.d Jl. Dr. Ade Irma Suryani. Sumbing. pendidikan dan kesehatan skala regional. Arif Margono . Sonokeling. Letjen Sutoyo. serta pada sisi barat dibatasi oleh meliputi Jl. b. Kawi At as. Wr.d Jl. serta sebelah bara t dibatasi Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan Jasa skala kota. serta batas sebelah baratnya yaitu Kali Kasin sebagai pembatas perkembangan kelurahan. Galunggung dan Kali Kasin. meliputi Kelurahan Gading Kasri. serta batas sebelah timur Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. Panglima Sudirman. Jaksa Agung Suprapto Jl.Jl. Halmahera Jl. Retawu. Cipto. Pahlawan Jl.IR. e. Cipayung. Raya Dieng . batas sebelah utara meliputi Jl. meliputi Kelurahan Oro-oro Dowo. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl.d Jl. yang dibatasi di s isi utara yaitu Jl.Jl. Indragiri. Jaksa Agung Suprapto. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi selatan Jl. Sub Blok Peruntukkan III-2. meliputi Kelurahan Penanggungan. Jakarta Jl. Ijen . Sub Blok Peruntukkan II-1. Galang Selatan Jl. Kawi. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Gede Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan di Jl. Jakarta serta sebelah timur dibatasi Jl.Jl. Bogor . Terusan Kawi Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu fasilitas umum pendidikan skal a regional. Pusat Sub Blok Peruntukkan di kawasan Simpang Balapan. Rangsang Jl. sisi Bar at meliputi Jl. Rai s Jl. Kawi Atas . Rais. Kaliurang s. Basuki Rahmad serta Sungai Brantas. Raya Dieng Jl.Pandjaitan. serta pada sisi timur dibatasi oleh meliputi Jl. S utan Syahrir Jl. Supratman dengan dominasi kegiatan Fasilitas Umum perkantoran. Veteran. sisi selatan dibatasi Jl. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. Terusan Cikampek s.Jl. serta batas sebelah baratnya yait u Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan III-1 yaitu pada korid or Jl. meliputi Kelurahan Kasin. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-1 yaitu pada koridor Jl. IR. d. Sub Blok Peruntukkan III-1. Bareng Ka rtini serta Jl. Sub Blok Peruntukkan I-2 meliputi Kelurahan Rapal Celaket. Terusan Surabaya Jl. Semeru. Wilis sampai dengan Jl. c. Terusan Kawi Jl. Gede Jl. Retawu Jl. Kawi. Untuk sebelah utara dan timur dibatasi oleh batas fisik berupa Sungai Brantas. Lembang Jl. meliputi Kelurahan Bareng. Kelud dan sisi barat dibatasi oleh Jl. serta batas sebelah timur meliputi Jl. Sub Blok Peruntukkan II-2. Raya Langsep Jl. g. Tumenggung Suryo s. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa skala kota. Vet eran dan Jl. Simpang Ijen. f. Pusatnya berada koridor Jl.

meliputi Kelurahan Kauman yang dibatasi di sisi ut ara yaitu Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan IV-2 di Jl. Agus Salim. Bareng Kartini. Majapah it Jl. Kelud Jl. sementara pada sisi selatan dibatasi Jl. Ade Irma Suryani. serta batas sebelah timur meliputi Jl.Jl. meliputi Kelurahan Kidul Dalem. Sumbing dan sebel ah barat yaitu Jl. serta pada sisi timur dibatasi oleh Jl. Majapahit Jl. IR. Jl. dengan dominiasi kegiatan yaitu perdagangan dan jasa skala kota serta fasilitas umum pendidikan dan kesehatan skala regional. Basuki Rahmad. Brigjen Katamso Jl. Jendral Panglima Sudirman Jl . Kawi . Rais Jl. batas sebelah utara meliputi Jl. Pusat Sub Blok Peruntukkan V-1 . Majapahit.Jenderal Basuki Rahmat Jl. Merdeka Selatan Jl. dengan dominasi kegiatan yaitu perdagangan jasa da n fasilitas umum pendidikan skala kota. Ade Irma Suryani. Dengan batas wilayahnya yaitu pada sisi Selatan Jl. h. i.d Jl. Kertanegara.serta Jl. Kawi. sedangkan batas sebelah barat yaitu Jl. Kahuripan. Sementara itu. pada utara barat yaitu Jl. Zainul Arifin. Aris Munandar Jl. Semeru s. Sub Blok Peruntukkan IV-2. Tugu Jl. serta Jl. Tugu. Sub Blok Peruntukkan V-1. KH. Merdeka Barat.

Pusat kegiatan Pemerintahan dan Perkantoran Pusat kegiatan Pemerintahan ini berada di sekitar kawasan Alun-alun Tugu. Panglima Sudirman. Sub Blok Peruntukkan V-2. Pasar Besar. Laksamana Martadinata. Dr. Kahuripan Jl.d. Kertanegara . meliputi Kelurahan Klojen dengan batas wilayahnya y aitu pada sisi selatan Jl.Kahuripan. Rencana Kegiatan Sentra Primer sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah meliput i: a. dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pendidikan skala kota dan fasilitas umum kesehatan skala regional. pada utara yaitu Jl. dengan dominasi kegiatan perdagangan jasa berskala regional. Tugu Jl.Jl. tercantum d alam lampiran 2 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (5).Jl. Gatot Subroto . Jaksa Agung Soeprapto. Sartono. Jl.Peta rencana blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3).yaitu pada kawasan Jl. Aris Munandar. tercant um dalam lampiran 3 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Irian Jaya s.Peta rencana sub blok peruntukan sebagaimana dimaksud pada Ayat (4). Kertanegara. (4). (2). Pusat sub blok perumtukk an V-2 berada pada koridor Jl. SW. Halmahera. kegiatan sentra sekunder (pelayana n skala kecamatan) dan kegiatan tersier/lokal (pelayanan skala lingkungan).d Jl. k. Sub Blok Peruntukkan VI.Kertanegara . Pranoto . Pusat Sub Blok Peruntukkan VI di Jl. sisi Barat meliputi Jl . Sebelah barat yaitu Jl. Paragraf V Rencana Skala Pelayanan Kegiatan Pasal 11 (1). sebelah utara meliputi Jl. meliputi Kelurahan Sukoharjo yang dibatasi di sisi S elatan yaitu Jl. Za inul Arifin Jl. KH. dan pada sisi timur yaitu Jl. Sutan Syahri r s.Jl. tepatn .Jl.Kahuripan dengan dominasi kegiatan yaitu pusat pemerintahan dan perkantoran skala kota. j. Agus Salim Jl. Cipto dan batas sebelah ti mur meliputi Jl.Rencana sistem pusat perwilayahan di Malang Tengah dibagi menjadi 3 yaitu ke giatan sentra primer (pelayanan skala wilayah/kota).

Panti Waluyo yg terdapat di Kelurahan Kasin tepatnya di Koridor Jl. RS. Perkembangan Kegiatan peribadatan skala regional yang ada di Kecamatan Klojen terdapat di beberapa titik lokasi. sert a Kawasan perdagangan dan jasa sepanjang koridor Jl. yaitu di kawasan Alun-alun Merdeka dengan ditandai keberadaan Masjid Jami Kota Malang serta Gereja GPIB Immanuel serta Gereja Paroki Hati Kudus. serta RS. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dapat ditemukan di beberapa titik lokasi yang ditandai dengan keberadaan pusat-pusat perdagangan jasa serta Mall-Mall yang ada. Adapun kegiatan pemerintahan ini didukung dan diperkuat dengan keberadaan pusat kantor pemerintahan kota Malang yang saat ini lokasinya berada di sekitar kawasan tugu. meliputi perkembangan fasilitas kesehatan. Nu sa Kambangan. WR. Pusat kegiatan pendidikan yang ada di .ya berada di Kelurahan Klojen dan Kidul Dalem. Basuki Rahmad. Kawasan Alun-alun Merdeka. Mall Malang Olimpic Garden (MOG) serta Mall Malang Town Square (Matos) serta di kawasan Kayu Tangan tepatnya di koridor Jl. Lavallete yang terdapat di Jl. Jaksa Agung Suprapto. Untuk pemusatan kegiatan perdagangan jasa skala regional. Syaiful Anwar yang terdapat di koridor Jl. c. kawasan Pasar Besar. Jaksa Agung Suprapto. Fasilitas Kesehatan dengan skala besar yaitu RS. b. yaitu di . peribadatan dan Olahraga. Supratm an. Untuk fasilitas olahraga berada di Lapangan Olahraga Stadion Gajayana. Pusat Pelayanan Umum Perkembangan Fasilitas Umum dan sosial yang ada di kecamatan Klojen.

Kecamatan Klojen berkembang di sepanjang koridor Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, di kawasan Tugu, serta di Kelurahan Kauman tepatnya di sekitar Perguruan Tinggi IKIP Budi Utomo yang merupakan kompleks pendidikan dan sepanjang koridor Jl. Jaksa Agung Suprapto. (3). Rencana Kegiatan Sentra Sekunder sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti: a. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa Pusat kegiatan perdagangan dan jasa dengan skala kota ditemukan hampir di tersebar di semua wilayah Kecamatan Klojen, antara lain di koridor Jl. Jaksa Agu ng Suprapto, Jl. Panjaitan, Jl. Trunojoyo, Jl. Cokroaminoto, Jl. Tumenggung Suryo, Jl. Halmahera, Jl. Raya Dieng, serta Jl. Kawi. Selain itu terdapat pula beberapa pas ar yang berkembang pada tiap-tiap kelurahan di yang memiliki skala pelayanan kota, yaitu seperti Pasar Comboran, Pasar Mergan, Pasar Klojen. b. Pusat Pelayanan Umum (Pendidikan, Kesehatan, Peribadatan) Kegiatan pelayanan umum skala kota berkembang di seluruh wilayah kelurahan, dengan keberadaannya pada umumnya pada koridor arteri sekunder. c. Permukiman Perkembangan kegiatan permukiman yang di Kecamatan Klojen, berkembang di seluruh wilayah kecamatan. Baik yang berupa permukiman organis (tumbuh secara alamiah) maupun permukiman anorganis (direncanakan). d. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sebaran RTH di kecamatan Klojen, tersedia dalam beberapa bentukan yaitu Hutan Kota, Taman, lapangan olahraga serta Jalur Hijau. RTH Kota saat ini yaitu Hutan Kota Malabar yg terdapat di Kelurahan Oro-oro Dowo, Hutan Kota Jakarta yang terdapat di kelurahan Penanggungan, serta Lapangan Olahraga . Sementara untuk RTH di lokasi lainnya lebih berkembang dalam bentuk taman dan jalur hijau. (4). Rencana Kegiatan Sentra Tersier di Malang Tengah (Kecamatan Klojen) sebagai mana dimaksud ayat (1) adalah berupa fasilitas perdagangan, fasilitas umum (fasilitas kesehatan, peribadatan dan pendidikan) dapat ditemukan pada masing-masing kelurahan yang menyatu dengan kawasan pemukiman penduduk. (5).Peta rencana sistem pusat perwilayahan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), tercantum dalam lampiran 4 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua

Rencana Sistem Jaringan Paragraf I Umum

Pasal 12

(1).Rencana Sistem Jaringan di Malang Tengah meliputi Rencana Sistem Jaringan Pergerakan, Rencana Sistem Jaringan Utilitas dan Rencana Jalur Evakuasi Bencana. (2). Rencana Sistem Jaringan Pergerakan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mel iputi : a. Rencana Pola Pergerakan c. Rencana Fungsi Jalan d. Rencana Prasarana Transportasi e. Rencana Rute Angkutan Umum f. Rencana Jalan Kereta Api g. Rencana Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) (3). Rencana Sistem Jaringan Utilitas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah melip uti : a. Rencana Sistem Jaringan Energi/Kelistrikan b. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi c. Recana Penyediaan Air Minum

d. Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah e. Rencana Sistem Persampahan f. Rencana Sistem Drainase (4). Rencana Jalur Evakuasi Bencana

Paragraf II Sistem Jaringan Pergerakan

Pasal 13

(1).Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi regional berada di beberap a ruas yaitu : a. Jl. Letjen Sutoyo Jl. Jaksa Agung Suprapto Jl. Basuki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono sebagai akses regional Malang Kepanjen - Blitar dan Malang - Surabaya b. Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirman Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata sebagai akses regional Malang Bululawang - Blitar dan Malang Surabaya c. Jl. Mayjen Panjaitan Jl. Brigjen Slamet Riyadi serta Jl. Veteran Jl. Ijen sebagai akses regional Malang Batu. Jl. Bandung

(2). Pola pergerakan orang dan barang dengan orientasi lokal dioptimalkan pada r uas-ruas jalan lokal dan lingkungan yang ada. (3). Pola pergerakan Malang Tengah diklasifikasikan menjadi 3 yaitu pola pergera kan tinggi, pola pergerakan sedang dan pola pergerakan rendah. (4). Pola pergerakan sebagaimana yang dimaksud ayat (3) adalah sebagai berikut : a. Pola pergerakan tinggi terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi regional/kota tepatnya y ang berada di kawasan Pasar Besar, Jalan Veteran, Jalan Bandung, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kawi, Jalan Diponegoro, Jalan Martadinata. b. Pola pergerakan sedang terjadi di pusat perdagangan dan jasa serta fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya yang berorientasi kecamatan tepatnya yang

berada di Jalan Dieng

Jalan Galunggung,

c. Pola pergerakan rendah berada di kawasan permukiman dan fasilitas umum lainn ya yang berorientasi lingkungan.

Pasal 14

(1) Peningkatan mobilitas pergerakan di Malang Tengah maka dilakukan penetapan h irarki jaringan jalan sebagai berikut : a. Jalan arteri sekunder berada di ruas Jl. Tumenggung Suryo Jl. Panglima Sudirm an Jl. Gatot Subroto Jl. Laksamana Martadinata; b. Jalan lokal berada di ruas Jl. Letjen Sutoyo Jl.Jaksa Agung Suprapto Jl. Basu ki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. Merdeka Selatan - Jl. SW. Pranoto - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Halmahera, Jl. KH. Agus Salim - Jl. KH. Achmad Dahlan, Jl. Kauman Jl. Hasim Asyari Jl. Arief Margono, Jl. Mayjen Panjaitan - Jl.Brigjen Slamet Riy adi, Jl. Veteran Jl. Bandung Jl. Ijen, Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung -Jl. Ray a Langsep - Jl. Simpang Langsep, Jl. Ir. Rais - Jl. Brigjen Katamso - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar. c. Jalan lingkungan meliputi seluruh ruas yang tidak termasuk dalam jalan arteri sekunder dan lokal yang merupakan akes dari kawasan permukiman menuju pusat kegiatan di sekitarnya.

Rencana sistem parkir off street ditempatkan berdasarkan fasilitas parkir unt .Rencana lokasi halte sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ditetapkan di sepa njang kawasan kayutangan. Rencana trotoar sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah direncanakan di semua ruas jalan yaitu di semua ruas jalan arteri primer. (5). tempat sampah. Jalan Kawi. Sedangkan jembatan penyeberangan dapa t direncanakan di kawasan kayu tangan dan Jalan Kawi. Merdeka Timur dan direncanakan berupa pengembangan zebra cross pada beberapa ruas jalan yang sekitarnya terdapat fasil itas perkantoran.(2) Peta rencana hirarki jaringan jalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Rencana sistem parkir on street hanya diperbolehkan pada ruas jalan dengan fungsi jalan kolektor dan/atau lokal dengan memperhatikan kondisi jalan dan lingkungannya. Rencana pelebaran trotoar di kawasan yang berfungsi sebagai perdagangan dan jasa seperti di Alun-alun Merdeka dan sekitarnya. aspek keselamatan. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. penyeberangan. street. dan larangan parkir. terc antum dalam lampiran 5 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. pola pa rkir. Trunojoyo. di sekitar Alun-alun Merdeka da n di sekitar Alun-alun Tugu (3). lampu penerangan. sistem parkir off street dan peneta a. di Jalan Veteran. Rencana sistem parkir sebagaimana dimaksud ayat (1) di Malang Tengah adalah direncanakan dengan sistem parkir on pan tarif parkir. pot bunga. Desain parkir on-street dilakukan dengan penentuan sudut parkir. ruas jalan kolektor dan ruas jala n lokal. di Pas ar Comboran. fasilitas pendidikan dengan fasilitas umum dan sosial dan kawasan strategis lainnya di sekitar lokasi halte. di sekitar Pasar Besar. Pasar Besar dan sekitarnya serta re ncana perbaikan totoar di semua ruas jalan. (2). sistem parkir.Rencana penyeberangan sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah mempertahankan jembatan penyeberangan yang ada di Jl. Pasal 15 (1). Rencana prasarana transportasi meliputi lokasi halte. (4). b. Jl. halte dan zebra cross. Penyediaan trotoar harus terintegrasi deng an perabot jalan lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas. Jalan Mayjen Panjaitan. trotoa r. kondisi lalu lintas.

golongan B dan golongan C menurut kriteria tertentu. sedangkan pada kawasan pertokoan. Pasal 16 (1). tercantum dalam lampiran 6 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. . Penambahan dan perubahan rute angkutan umum ditetapkan kembali sesuai denga n perkembangan kawasan di Malang Tengah (3).uk umum dan fasilitas parkir sebagai penunjang. Rencana pengembangan parkir off street di kawasan perdagangan Pasar Besar direncanakan dengan meningkatkan kapasitas fasilitas parkir untuk umum yang juga dapat dimanfaatkan untuk pertoko an yang ada disekitarnya. (2). c. Rencana rute angkutan kota di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Pemberlakuan tarif parkir berdasarkan jenis fasilitas dapat digolongkan menja di : golongan A. Rencana rute angkutan di Kecamatan Klojen direncanakan melalui optimalisasi rute angkutan umum yang sudah ada saat ini dengan mengikuti jalur yang telah ditetapk an. bangunan perkantoran dan perhotelan serta fasilitas umum lainnya dilakukan melalui penyediaan fasilit as parkir sebagai penunjang. Desain parkir off street dilakukan dengan taman parkir dan gedung parkir menurut kriteria tertentu.

(2). Zona Ring II tepatnya berada di Kelurahan Rampal Celaket. Kelurahan Orooro Dowo. non perumahan. maka terdapat 3 jenis R ing Kawasan dalam radius 15 km terhadap Bandara. Kelurahan Gading Kasri. fasilitas umum dan fasilitas sosial serta penerangan jalan b. Malang Tengah berada pada zona II dan Zona III. Kelurahan Kasin. mendukung rencana jalur Double Track rute Surabaya . Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Paragraf III Sistem Jaringan Utilitas Pasal 19 (1). Kelurahan Kauman.Malang Pasal 18 (1). Sedangkan Zona Ring III berada di sebagian Kelurahan Sama an dan Kelurahan Klojen. pengembangan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat pengguna moda. Rencana pengembangan Jalan kereta api dilakukan dengan : a. Rencana peningkatan sistem jaringan prasarana listrik dilakukan dengan: a. Rencana Jalan Kereta Api meliputi peningkatan pelayanan dengan perbaikan st asiun kereta api dan penambahan beberapa rute atau jalur (2). Kelurahan Sukoharjo dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan maksimum yaitu 90 meter. sebagian Keluraha n Sama an dan sebagian Kelurahan Klojen dengan arahan penyesuaian ketinggian bangunan antara yaitu 20 40 meter. Kelurahan Penanggungan. Kelurahan Bareng. Kelurahan Kidul Dalem.Pasal 17 (1). dan b. perdagangan dan jasa. Peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan pada kawasan perumahan. Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi hantaran udara kawat te .

(2). Pemasangan lampu ini dipasang pada lampu sendiri terutama untuk lampu penerangan utama di arteri sekunder. tercantum dalam lampiran 7 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pemasangan lampu penerangan jalan pada tiang distribusi tegangan rendah denga n posisi selang satu tiang 50 meter. Pasal 20 (1).rbuka menjadi jaringan distribusi kabel udara dilakukan sesuai kondisi lahan. Rencana sistem jaringan telekomunikasi dilakukan melalui pemenuhan terhadap jaringan telepon. c. b.Rencana jaringan listrik di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) . Pengembangan jaringan telepon direncanakan dengan melakukan perawatan secar a berkala jaringan telepon yang sudah ada saat ini dan tidak dilakukan pengembanga n jaringan. (3). pemanfaatan bangunan tower yang telah ada untuk digunakan sebagai tower bersama dengan cara : . pembatasan terhadap pembangunan tower baru. (2). Rencana pengembangan menara telekomunikasi dapat direncanakan sebagai berik ut : a. menara telekomunikasi dan internet atau jaringan nirkabel.

b. Kidul Dalem. Gading Kasri. (2). 2. kesehatan. penambahan titik-titik akses internet pada kawasan-kawasan rencana antara lai n kawasan: pendidikan. pemanfaatan titik akses internet di kawasan RTH meliputi Alun-alun Merdeka da n Alun-alun Tugu.Rencana jaringan air bersih di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Taman Senaputra. (4). Penanggungan.Rencana pengembangan jaringan sumber air baku bersumber dari mata air dan su mur bor (2). apabila secara teknik memungkinkan bisa ditambah beban. dan pariwisata. tercantum dalam lampiran 8 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini . Pasal 22 (1). Peningkatan prasarana internet di Malang Tengah dapat dilakukan sebagai ber ikut : a. Samaan. Pengolahan air limbah dengan on site-system dilakukan untuk pengolahan limb ah domestik yang ada di Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo. (5). .1. Pengembangan jaringan air bersih dilakukan pada permukiman baru seperti di Kelurahan Bareng (3).Rencana jaringan telekomunikasi di Malang Tengah sebagaimana dimaksud pada A yat (1). Pasal 21 (1). Rampal Celaket. Pengolahan air limbah di kelurahan dengan kepadatan tinggi seperti Keluraha n Bareng. Mengoptimalkan penyediaan air bersih dari PDAM dan melakukan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan sumur dan pompa (4). tercantum dalam lampiran 9 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Kasi n dan Kauman dapat dilakukan dengan on site system dan sanimas. menara milik provider/operator lain apabila secara teknis memungkinkan. perdagangan. menara Pengembangan Pemanfaatan Bersama yang telah berdiri. Sukoharjo. dimanfaatkan secara bersama.

Peningkatan upaya reduksi dan pengolahan sampah secara terpadu di masing sing Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan sistem 3R (3). Sistem pengangkutan sampah di Malang tengah dilakukan melalui pengambilan s ampah di setiap TPS menuju TPA Supiturang. (6). Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah adalah sebagai berikut : .Pasal 23 (1). Pemisahan sampah organik dan non organik baik yang berasal dari rumah tangg a maupun fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui program 3R (2). ma Pasal 24 (1). fasilitas perdagangan dan jasa dan fasilitas um um harus dilengkapi dan ditunjang dengan TPS (7). Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mulai da ri pemilahan dan pengolahan sampah serta pengurangan jumlah sampah. Sampah yang berasal dari rumah sakit umum ataupun rumah sakit bersalin haru s diolah terlebih dahulu oleh dengan incenerator untuk selanjutnya di buang ke TPA (4). Setiap fasilitas perumahan. Mengoptimalkan TPS yang sudah ada di masing-masing kelurahan dengan peningk atan proses pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA (5).

d. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin . Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Normalisasi dilakukan pada saluran-saluran yang mengalami penyumbatan baik it u oleh sampah maupun oleh endapan seperti di saluran yang ada di Jalan Pajajaran. tercantum dalam lampiran 10 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman. b. Bencana alam di Malang Tengah meliputi bencana banjir dan longsor di lokasi kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas (2). (2). Rehabilitasi saluran dilakukan dengan pelebaran saluran terhadap wilayah-wila yah yang mengalami genangan dan banjir seperti saluran di Jalan Trunojoyo (terutama di sekitar stasiun KA yang menjadi titik pertemuan air dari Jalan Trunojoyo dan Jal an Kertanegara). Jalan Kertanegara. Jalan Veteran. Jalan Veteran.a. Kantor Kelurahan dan Kantor kecamatan di sepan jang Sungai Brantas Bagian Ketiga RENCANA FASILITAS UMUM . Pembangunan bangunan penunjang prasarana drainase seperti bak kontrol di seti ap saluran yang rawan terjadi genangan. Jalan Tugu. Jalur evakuasi bencana alam ditetapkan di kawasan sepanjang sempadan Sungai Brantas meliputi lokasi Balai RW. Penambahan saluran baru terutama di Jalan Mayjen Panjaitan untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas. Rencana peningkatan sistem drainase di Malang Tengah sebagaimana dimaksud p ada Ayat (1). Paragraf IV Jalur Evakuasi Bencana Pasal 25 (1). c.

Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan d.Paragraf I Umum Pasal 26 (1). Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan f. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perumahan b. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Peribadatan e. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Perdagangan dan Jasa c. Fasilitas Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Paragraf II Fasilitas Perumahan Pasal 27 . Rencana Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Umum terdiri dari : a. Kebutuhan fasilitas umum ditentukan berdasarkan prediksi jumlah penduduk de ngan pertimbangan fungsi kegiatan dominan pada masing masing kelurahan. (2).

(7). Jalan Brigjen Sla met Riyadi.(1). perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dan perdagangan dan jasa pusat pelayanan lingkungan. Jalan Semeru. (2). Pengembangan Rusunawa di Malang Tengah dikembangkan di lokasi kelurahan den gan tingkat kepadatan tinggi. Kebutuhan perumahan di Malang Tengah secara detail akan ditentukan dalam RP 4D. Pemenuhan kebutuhan fasilitas perumahan di Malang Tengah dilakukan melalui penambahan jumlah rumah secara vertikal dan horisontal (2).Pengembangan fasilitas perumahan secara horisontal sebaimana yang dimaksud a yat (1) dapat dilakukan dengan pengembangan rumah diatas lahan kosong dengan status legal. Jalan Basuki Rahmat. Pengembangan apartemen baik yang bersifat murni hunian ataupun hunian dan komersil dapat dikembangkan di lokasi kelurahan yang mempunyai kepadatan tinggi dan lokasi berada di kawasan strategis ekonomi tepatnya di Kelurahan Sukoharjo. Rencana pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa meliputi perdagangan da n jasa pusat pelayanan kota. (6). Paragraf III Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pasal 28 (1). Pengembangan fasilitas perumahan secara vertikal sebaimana yang dimaksud ay at (1) dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ketinggian bangunan rumah tinggal seperti ketinggian 1 -2 lantai untuk rumah kapling kecil. Peremajaan permukiman di seluruh kelurahan dengan peningkatan sarana dan prasarana permukiman yang dibutuhkan. Jalan Veteran. (3). seperti di Kelurahan Samaan dan Kelurahan Bareng.Jalan Jaksa Agung Suprapto. Fasilitas perdagangan dan jasa pusat pelayanan kota dikembangkan di kawasan Pasar Besar dan sekitarnya (3). Fasilitas perdagangan dan jasa sub pusat pelayanan kota dikembangkan di jal an Kawi. (5). ketinggian 1-3 lantai untuk ru mah kapling sedang sampai besar dan ketinggian 4 -5 lantai untuk Rusunawa. (4). .

sesuai standar yang telah ditetapkan. Arahan pengembangan fasilitas pendidikan setingkat TK. c. b. Perbaikan kualitas fisik dan lingkungan fasilitas pendidikan yang ada. Penambahan fasilitas pedidikan terutama untuk fasilitas pendidikan tingkat TK diharapkan berada di dalam kawasan permukiman dengan memperhatikan radius jangkauan pelayanan. d. Sekolah Dasar. SLTP da n SMU baik swasta maupun negeri dilakukan dengan mempertahankan dan mengoptimalkan semua fasilitas pendidikan yang ada di wilayah perencanaan saat i ni dengan cara pengembangan secara vertikal. Peningkatan kualitas pendidikan dengan orientasi kualitas bertaraf internasio nal mulai dari pendidikan tingkat SD sampai tingkat SMA.Fasilitas perdagangan dan jasa skala pusat pelayanan lingkungan dikembangkan secara merata tersebar di seluruh pusat lingkungan yang menyatu dengan kawasan permukiman Paragraf IV Fasilitas Pendidikan Pasal 29 Rencana pengembangan fasilitas pendidikan dilakukan dengan : a.(4). .

Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas baik milik swasta ataupu n pemerintah yang sudah ada tetap dipertahankan.e. se hingga mampu membentuk fasiitas pendidikan yang bercitra dan berkarakter. Pembangunan baru untuk fasilitas kesehatan skala pelayanan kota pada lokasi y ang belum terbangun. atau pada lokasi yang tingkat pelayanannya rendah. Penonjolan karakteristik khusus yang dimiliki fasilitas pendidikan khusus. puskesmas pembantu dialokasikan tersebar di seluruh sub blok peruntuk an. . d. Integrasi fasilitas pendidikan dengan rusunawa terutama untuk tingkat pendidi kan TK. Paragraf V Fasilitas Peribadatan Pasal 30 Pengembangan fasilitas peribadatan dilakukan melalui peningkatan kondisi dan pemeliharaan fasilitas yang ada serta dikembangkan secara merata di seluruh kawa san permukiman Paragraf VI Fasilitas Kesehatan Pasal 31 Rencana pengembangan fasilitas kesehatan dilakukan dengan : a. f. Pemerataan fasilitas kesehatan tingkat masyarakat skala lingkungan seperti po syandu. e. b. puskesmas. Integrasi fasilitas kesehatan dengan rusunawa terutama untuk fasilitas skala lingkungan. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas fisik fasili tas yang ada. c.

16 M2. d.030 M2. RTH taman rekreasi. (4) RTH taman pemakaman di Malang Tengah berupa Makam Betek seluas 6. Hutan Kota Jakarta dengan luas 11.786. f.452 . (3) RTH kebun bibit di Malang Tengah terdapat di Kebun Bibit Garbis dengan luas 3. b.Paragraf Paragraf VII Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) Pasal 32 (1) RTH di Malang Tengah ditetapkan sebagai berikut : a.817 M2. RTH kebun bibit.815 M2. RTH taman pemakaman. dan h. c.Taman Pemakaman Sama an seluas 77.47 9 M2. g. e.896 M2. RTH kawasan lindung. RTH taman kota. (2) RTH hutan kota di Malang Tengah antara lain : Hutan Kota Malabar dengan luas 16. RTH hutan kota. Hutan Kota Kediri dengan luas 5. RTH lapangan. Makam Pejuang Pelajar seluas 1. RTH jalur hijau.

Mempertahankan makam yang sudah ada dan mengoptimalkan fungsi makam melalui makam tumpangan. h. Lapangan di belakang Jl. Taman Cibogo seluas 2. Penghijauan di sekitar areal parkir yang tersebar di seluruh sub blok peruntu kan.305 M2. boulevard atau jalur hijau dan makam) yang ada saat ini. Tepi Jalan Raya Dieng seluas 1. Taman Alun-Alun Merdeka dengan luas 23.1 97 M2. Taman Terusan Cikampek seluas 1.733 M2. (6) RTH taman rekreasi berupa Taman De Playground seluas 1. d. Taman Jalur Tengah Dieng dengan luas 3.275 M2. hutan kota. c. taman. lokal dan jalan lingkungan. Jeruk seluas 5.758 M2. Taman Cikampek seluas 197 M2. (10) RTH kawasan lindung di Malang Tengah antara lain : kawasan lindung sempadan rel kereta api dengan luasan sekitar 206. g.780 M2. Taman Wilis dengan luas 700 M2. Penghijauan dikembangkan di lahan rumija sebagai jalur hijau di semua ruas ja lan arteri sekunder. Taman Simpang Balapan dengan luas 1.385 M2. Makam Gading seluas 3.465 M2. Taman Jalur Tengah Veteran dengan luas 9. Taman Adipura / Arjuna dengan luas 395 M2.218 M2. Mangga seluas 7.255 M2.923 M2.62 5 M2. Tepi Jalan Pangl ima Sudirman 1.690 M2.970 M2.619 M2.114 M2. Taman Melati dengan luas 210 M2.849 M2. Brigjen Slamet Riyadi seluas 243 M2. Penambahan penghijauan di seluruh kawasan permukiman. Tepi Jalan Ijen seluas 2. i. Lapangan sehitiga Jaksa Agung Suprapto seluas 27 M2. Tepi Jalan Langsep seluas 1.310 M2.000 M2 dan TMP Pahlawan Trip seluas 500 M2.410 M2 dan Taman Jalur Tengah Langsep dengan luas 8. Taman TGP dengan luas 201 M2.498 M2.903 M2. Taman Ronggowarsito dengan luas 3.910 M2 dan sempadan sungai brantas dengan luasan sekitar 439.840 M2.486 M2.080 M2. Pengadaan jalur hijau di setiap ruas jalan.910 M2. Lapangan di Jl. b. (7) RTH lapangan di Malang Tengah berupa kompleks GOR Gajayana dengan luas 53. TMP Suropati seluas 17.774 M2. Tepi Jalan Retawu 2. Taman Kertanegara dengan luas 2. Lapangan Simpang Ijen seluas 4. Tepi Jalan Brigjen Slamet Riyadi seluas 1. Taman Choiril Anwar dengan luas 43 M2. Mengoptimalkan fungsi resapan pada makam sebagai fungsi resapan sehingga tidak diperbolehkan peng-kijing-an. (11) Rencana pengembangan fasilitas ruang terbuka hijau dilakukan dengan : a. Taman Jalur Tengah Veteran seluas 8.810 M2. (5) RTH taman kota di Malang Tengah antara lain : Taman Cimacam seluas 1. f. Taman Trunojoyo dengan luas 5. (8) RTH jalur hijau di Malang Tengah antara lain : Jalur Tengah Galunggung denga n luas 770 M2.382 M2.604 M2.681 M2. Taman Segitiga Pekalongan seluas 346 M2. Tepi Jalan Besar Ijen seluas 7. Penambahan kebutuhan ruang untuk makam di Kecamatan Klojen dilakukan diluar Kecamatan Klojen.779 M2. (9) RTH tepi jalan di Malang Tengah antara lain : Tepi Jalan Mayjen Panjaitan se luas 3. Lapangan Simpang Patimura seluas 35 M2. Lapangan di Kompleks Perumahan Taman Indah Ijen seluas 32.M2. Mempertahankan RTH (lapangan olahraga. Taman Jalur Tengah Ijen dengan luas 10. Lapangan di Jl. Program sejuta pohon bagi pengembangan permukiman dengan menanam satu .539 M2. Makam Mergan seluas 41. Lapangan Tretes Selatan seluas 1. e. Taman Alun-Alun Tugu dengan luas 10.

(12) Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) saat ini berupa plasa. sedangkan jalur pedestrian yang ada di Kawasan Pasar Besar sebagian besar dipakai untuk parkir. jalur pedestrian (trotoar).pohon pada setiap rumah. . median jalan yang tersebar di hampir seluruh jalan arteri sekunder dan lokal. parkir dan lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen atau paving yang tersebar di kawasan permukiman dan fasil itas umum. halaman/pekarangan ru mah atau taman bermain atau taman berpaving. sedangkan parkir juga tersebar di kawasan perdagangan dan jasa (kecuali Kawasan Pasar Besar).

lapangan olah raga dengan tutupan struktur semen. Kawasan Rawan Bencana Alam c. tercantum d alam lampiran 11 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. rencana kawasan budidaya. Kawasan Lindung Setempat b. rencana kawasan lindung b. Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan. jalur pejalan kaki (pedestrian). (2) Kawasan lindung di Malang Tengah meliputi: a. . Paragraf II Rencana Kawasan Lindung Pasal 34 (1) Rencana kawasan lindung di Malang Tengah merupakan penetapan fungsi kawasan agar wilayah yang dilindungi dan memiliki fungsi perlindungan dapat dipertahanka n. (2) Peta rencana peruntukan blok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Bagian Keempat RENCANA PERUNTUKAN BLOK Paragraf I Umum Pasal 33 (1) Peruntukan blok di Malang Tengah meliputi: a.(13) Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) berupa halaman rumah atau taman berpaving. area par kir.

(3) Pengamanan dan perlindungan sekitar sungai atau sempadan sungai baik sungaisungai besar maupun kecil dilarang untuk alih fungsi lindung yang menyebabkan at au merusak kualitas air. (6) Sungai yang melintasi kawasan permukiman perlu dilakukan re-orientasi pembangunan dengan menjadikan sungai sebagai bagian latar depan.Pasal 35 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan sungai meliputi kawasan sekitar Sun gai Brantas dan sempadan Sungai Kasin (2) Pendirian bangunan di Kawasan Lindung Setempat tidak diperbolehkan untuk bangunan dengan fungsi hunian kecuali bangunan dengan fungsi penunjang kawasan lindung. kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya. (7) Pencegahan dilakukan kegiatan budidaya di sepanjang sungai. . (5) Perlunya pembangunan jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan pengawasan terhadap berkembangnya kawasan terbangun pada sempadan sungai maupun alihfungsi lahan lainnya. (4) Pengendalian kegiatan di sekitar sungai atau bangunan di sepanjang sempadan sungai yang tidak memiliki kaitan dengan pelestarian atau pengelolaan sungai dil arang untuk didirikan.

pagar. Tidak membangun gedung. perlindungan badan rel. serta penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan.5meter diukur dari as jalan rel terdekat. Penataan kawasan dengan upaya merelokasi bangunan yang ada di sempadan rel. telegraf. c.5 m untuk jalan inspeksi. menanam jenis pohon yang tinggi dimana akan mengganggu pandangan bebas maupun mengganggu keselamatan perkeretaapian. (3) Upaya pengelolaan kawasan sempadan rel Kereta Api. dan bangunan lainnya. 3 m untuk taman dan pembatas. b. dari sampah melalui peningkatan kesa daran masyarakat akan kebersihan sungai. e. ruang pengawasan jalan 23 m. 6 m untuk badan jalan rel kereta api. Penataan/perbaikan melalui penyediaan taman/jalur hijau pada sempadan. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan dan penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. 2. Menetapkan intensitas bangunan di sekitar rel merupakan kegiatan dengan kepadatan sedang = 75%. termasuk bagian bawahnya serta ruang bebas diatasnya. dan 4. 2 m untuk sistem penerangan jalan dan drainase. kawasan Kayu Tangan yang terdiri dari kompleks pertokoan di sepanjang koridor . membuat tembok. Menetapkan pengaturan mengenai jalur perkeretaapian dengan ketentuan ruang manfaat jalan 6 m. kabel telepon. (9) Peningkatan kebersihan sungai. Pasal 37 (1) Kawasan Cagar Budaya di Malang Tengah terdiri dari lingkungan cagar budaya d an bangunan cagar budaya (2) Lingkungan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilind ungi dan dilestarikan meliputi: a. Penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan alat-alat pendukung sistem transportasi perkeretaapian yang berupa. 3. saluran. d. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. kabel signal. 3. yang terdiri dari : 1. ruang milik jalan 12 m. dan g. f. Pasal 36 (1) Kawasan lindung setempat berupa sempadan Kereta api meliputi kawasan di sepanjang rel Kereta Api (2) Kawasan sempadan rel Kereta Api sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditetapk an dengan jarak sempadan masing-masing antara 10 11. saluran. kabel listrik.(8) Pengembangan kegiatan konservasi aktif di sekitar sempadan dan lainnya. tanggul.

Kajoetangan straat. Sekolah Cor-Jessu. dan c. (4) Benda Cagar Budaya wajib dipertahankan keberadaannya dengan tidak mengalihka n dan/atau merubah fungsi dan desain dan/atau gaya arsitekturalnya. . dan pertokoan di perempatan KajoetanganstraatSemeroestraat. dan Balai Kota. dan Komplek Stadion Gajayana. kawasan Alun-alun Tugu yang terdiri dari Stasiun Kereta Api Malang. Semeru-Jl. bangunan rumah tinggal dan bangunan fasilitas umum lainnya dengan karakter gaya arsitektural kolonial indische dan kolonial modern. Ijen yang terdiri dari Gedung Sekolah Menengah Kristen (Christ MULO School). Gedung PLN. COEN PLEIN (Alun-alun Bunder). Koridor Jl. b. Gedung HBS/AMS di JP. Toko Oen. (3) Bangunan cagar budaya sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) yang harus dilindun gi dan dilestarikan meliputi Gereja Kathedral Hati Kudus.

c. mengingat pada kawasan perumahan padat ini ruang terbuka sangat terbatas. lapangan OR. Perbaikan/peningkatan kondisi saluran drainase yang ada. Penempatan hidran dan sumur bor di setiap perkampungan padat. .5 5 me ter (mengurangi gang-gang buntu) dan juga dapat dilalui truk pemadam kebakaran d. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan sebagai berikut : a. balai pertemuan.(5) Terkait dengan BCB untuk pengembangan lebih lanjut mengenai keberadaan BCB d i Kota Malang mengenai perlindungan dan pelestariaanya dilakukan terutama pada 3 tahapan (1). Pasal 38 (1). (3). Kawasan rawan banjir dan longsor sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada sempadan Sungai Brantas (4). relokasi permukiman di sempadan Sungai Brantas yang ada di Kelurahan Penanggungan. Sama an. gentrifikasi dan demolisi (3). (5).Kawasan rawan bencana di Malang Tengah meliputi kawasan rawan kebakaran sert a kawasan rawan banjir dan longsor. eksporasi atau penelitian. (2). dan sebagainya yang dapat di fungsikan sebagai kawasan/zona evakuasi e. Oro-Oro Dowo. Kawasan rawan kebakaran sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) berada pada kawa san permukiman padat yang tersebar di seluruh wilayah Malang Tengah seperti Keluraha n Sukoharjo. adaptasi/revitali sasi. Upaya pelestarian melalui preservas i dan konservasi. yaitu untuk drainase gang ± 25 cm. addisi. Klojen. renovasi. Kauman dan Kelurahan Kidul Dalem. Upaya penanganan masalah di kawasan rawan banjir dan longsor dilakukan deng an : a. Penanggungan. Penataan intensitas bangunan sesuai dengan rencana intensitas bangunan. pemanfaatan BCB atau situs yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa lepas. sehingga tidak memenuhi syarat layak huni untuk lingkungan pemukiman penduduk. b. Ketersediaan fasilitas umum: taman lingkungan. Klojen. (2). Oro-Oro Dowo. Perbaikan kondisi jalan lingkungan yang ada dengan lebar jalan antara 3. dan restorasi/rehabilitasi/rekonstruksi. Sama an.

c. f. Paragraf III Rencana Kawasan Budidaya Pasal 39 Pengembangan Kawasan Budidaya meliputi: a. b. e. d. pengembalian lahan sempadan untuk penanaman vegetasi sebagai buffer atau penyangga pada dinding tebing sungai. g.b. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Perumahan Perdagangan dan Jasa Sektor Informal Fasilitas Umum Pariwisata RTH RTNH .

yaitu : a. Pembangunan perumahan baru dilakukan secara intensif (vertikal) untuk masyara kat kelas bawah (rusunawa/rusunami). e. Penetapan peraturan secara ketat melalui mekanisme ijin mendirikan bangunan d . Tidak mengganggu fungsi lindung dan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. penanganan limbah dan drainase) dan fasilitas sosial (kesehatan. Upaya intensifikasi pembangunan dengan menambah penyediaan RTH untuk bangunan gedung bertingkat. hydrant. c. (2) Arahan penataan/perbaikan di kawasan permukiman padat di Malang Tengah dilak ukan melalui : a. d. b. agama). meliputi permukiman dengan kepadatan tinggi. perkantoran. dilakukan tindakan preventif. Penataan bangunan permukiman padat diwajibkan membangun jalan inspeksi dan re-orientasi bangunan ke sungai atau rel Kereta Api. pendidikan. persampahan. (3) Arahan penataan dan penertiban permukiman yang berdiri di kawasan konservasi sempadan sungai dan sempadan rel KA. penertiban. pusat perdagangan dan jasa. dan pengawasan terhadap kawasan konservasi tersebut terutama untuk untuk lokasi yang masuk dalam ukuran 10 15 m (sempadan sungai) dan 12m (sempadan KA). Kawasan permukiman harus didukung oleh ketersediaan fasilitas fisik atau util itas umum (pasar. b. sarana air bersih. Kauman dan Kasin. rumah berkarakter khusus (karakter bangunan kolonial). masyarakat kelas menengah ke atas (apartement) dan masyarakat kelas atas (apartement menyatu dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas umum).Rencana Perumahan Pasal 40 (1) Kawasan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. Peningkatan kualitas perumahan melalui rehabilitasi. rumah dinas. f. c. permukiman liar di sepanjang sungai Brantas dan sempadan rel KA. perkampungan Arab. peremajaan dan relokasi permukiman padat dan kumuh yang legal dengan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan dengan kepadatan sangat tinggi yaitu Sama an dan Sukoharjo serta Kelurahan yang kepadatannya tinggi yaitu Bareng. Pengembangan sistem permukiman kompak dilakukan melalui peningkatan fungsi rumah terintegrasi dengan fungsi lain seperti ruko dan rukan untuk kawasan permukiman yang strategis dan mempunyai kecenderungan beralih fungsi menjadi perdagangan dan jasa seperti yang terjadi hampir di seluruh ruas jalan di Malang Tengah. dan perumahan real estate. Pengembangan kegiatan konservasi aktif d.

. drainase.an penetapan sanksi yang tegas terhadap pelanggar. (8) pengembangan perumahan real estate dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan utilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya secara mandiri dan terin tegrasi dengan rencana pembangunan yang ada di kawasan sekitarnya. dan s anitasi lingkungan termasuk penyediaan RTH. (7) revitalisasi bangunan rumah dengan karakter bangunan kolonial dilakukan deng an upaya penetapan dan pelestarian bangunan cagar budaya. (6) Penataan perumahan dinas dilakukan dengan melakukan perbaikan serta peningka tan kualitas sarana dan prasarana permukiman seperti jaringan jalan.

KH. Jl.Jl. Bas uki Rahmad Jl. Jl. Yamin (pasar Comboran). Ade Irma Suryani .Jl. Rencana Sektor Informal . (4) Kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan sub pusat kota di sepanj ang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl. Mayjen Panjaitan . Kauman Jl. Ijen. Jl. Letjen Sutoyo Jl. Pranoto . Rais (pasar Kasin) dikembangkan sebagai p asar tradisional.Jl. (6) Perbaikan dan revitalisasi kawasan perdagangan dan jasa di pusat kota.Brigjen Slamet Riyadi. khusu snya Pasar Besar dan sekitarnya sebagai pusat perbelanjaan dengan skala regional.Jl. Rais . Galunggung -Jl. V eteran Jl.Rencana Perdagangan dan Jasa Pasal 41 (1) Perdagangan dan jasa di Malang Tengah terdiri dari pasar tradisional. pusat perbelanjaan dan toko modern. Raya Langsep Jl. Merdeka Selatan . Ir. Bandung Jl. pusat perbelanjaan dan toko modern. Pasar Besar dikembangkan berupa toko modern dan di Jl. Sutan Syahr ir Jl. Simpang Langsep. Muh. (2) Pengembangan kawasan perdagangan meliputi rencana perdagangan dan jasa pelayanan pusat kota (regional). Bendungan Sutami . (3) Kawasan perdagangan dan jasa skala pusat kota (regional) berkembang di sekit ar Pasar Besar berupa pasar tradisional. (8) Pengembangan Kawasan perdagangan dan Jasa yang ada lebih dioptimalkan dengan cara vertikal di sepanjang arteri sekunder. KH.Jl. SW.Jaksa Agung Suprapto Jl. perdagangan dan jasa pelayanan sub pusat kota s erta perdagangan dan jasa pelayanan lingkungan. Pasar Besar. Jl. Merdeka Barat Jl. Agus Salim . Jl .Jl. Hasim Asyari Jl. Jl.Jl. Jl. Ir. (7) Mempertahankan dan mengoptimalkan sentral PKL yang sudah ada serta melakukan penataan dan pengembangan sentra-sentra PKL untuk menampung PKL yang terdapat di sekitar pusat kegiatan seperti kawasan MOG. (9) Revitalisasi dan penataan Pasar Comboran ditunjang fasilitas parkir umum dis ekitarnya.Jl. Achmad Dahlan. Halmahera. Kawasan Alun-alun dengan ketentuan penyediaan lahan 5 10% dari luas lahan kawasan perdagangan. (5) Kawasan perdagangan dan jasa skala pelayanan lingkungan di kawasan permukima n dikembangkan berupa pasar modern. Arief Margono. Brigjen Katamso . Cokroaminoto (pasa Klojen) dan Jl.

kawasan pusat perbelanjaan/pertokoan (MATOS dan MOG). kawasan Jalan Wilis dan kawasan Pasar TUGU (pasar pagi pada hari sabtu-minggu di Jalan Semeru). Jalan Halmahera. kawasan Alun-Alun Kota . (2) Sektor informal di Malang Tengah berupa sentral PKL dikembangkan di kawasan Stasiun Kota Baru.Pasal 42 (1) Sektor informal dikembangkan di kawasan perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dalam bentuk sentral PKL dan PKL binaan yang menyatu dengan kawasan atau bangunan fungsional. . (4) Kawasan khusus sebagai wahana perdagangan sektor informal dengan skala kecil yang mempunyai ciri khusus dan dalam jumlah yang besar tetap menggunakan lokasi yang ada tanpa peningkatan intensitas kegiatan antara lain Pasar Burung Splendid. kawasan Bareng. (3) Sektor informal di Malang Tengah berupa PKL binaan yang menyatu dengan fungs ional dikembangkan di lokasi Pasar Besar dan Alun-Alun Merdeka. kawasan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya.

Syaiful Anwar . RSI. (2) Pengembangan fasilitas pendidikan skala pelayanan regional sebagaimana yang dimaksud dalam Ayat (1) meliputi fasilitas pendidikan berupa SMA komplek di Alun -alun Tugu. (2) Pengembangan fasilitas pendukung skala kota. kawasan peribadatan Pasal 44 (1) Pengembangan kawasan pendidikan di Malang Tengah meliputi fasilitas pendidik an skala pelayanan regional. misalnya apotek. RS. (4) Fasilitas pendidikan skala kecamatan atau kawasan berupa TK. kawasan pertahanan dan kemanana. RS. skala kecamatan dan skala lingkungan. Siti Aisyah. komplek pendidikan di Jalan Veteran. klinik. (5) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat TK dikembangkan dalam kawasan permukiman (6) Pengembangan fasilitas pendidikan tingkat SD secara vertikal terutama di dal am kawasan permukiman yang memiliki kepadatan tinggi seperti di Kelurahan Sukoharjo . Lavalette. Panti Waluyo serta Rumah Sakit Bersalin yang sudah ada tetap dipertahankan. Hermina. da n komplek pendidikan Santa Maria dan STM Nasional di Raya Langsep. komplek pendidikan Santo Albertus (Dempo). labora . Melati Husada dan RS. Bareng. Kasin dan Kauman. RS. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (Negeri). SMU Negeri yang tersebar pada tiap-tiap kelurahan tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan dilakukan peningkatan kualitas pendidikannya. Sama an. komplek pendidikan Cor Jesu. kawasan pelaya nan kesehatan. Sekolah Dasar N egeri (SDN) atau MI. Pasal 45 (1) Pengembangan kawasan kesehatan skala regional seperti RSUD Dr.Rencana Fasilitas Umum Pasal 43 Pengembangan kawasan fasilitas umum meliputi: kawasan pendidikan. (3) Fasilitas pendidikan skala pelayanan regional tetap dipertahankan dengan pengembangan secara vertikal dan peningkatan kualitas berstandart internasional.

Jl. Polides.Jl. Simpang Langsep. Jl. Raya Langsep . KH. Pasar Besar. Sutan Syahrir . Agus Salim . Ade Irma Suryani Jl. Brigjen Katamso . Merdeka Selatan . Achmad Dahlan. Jl. Mayjen Panjaitan . Bandung Jl. Jl. Pasal 46 Pengembangan kawasan pertahanan dan keamaman dilakukan dengan: . K auman Jl. Jl.Jl. Galunggung -Jl. SW. KH. (3) Peningkatan pelayanan pada fasilitas kesehatan yang ada terutama fasilitas d engan skala pelayanan kawasan/lingkungan (puskesmas puskesmas pembantu) di sekitar kawasan permukiman. Bendungan Sutami . (5) Pengembangan semua fasilitas kesehatan dilakukan secara tereintegrasi dengan apotek untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara terpadu. Basuki Rahmad Jl.Jaksa Agung Suprap to Jl. Halmahera.Brigjen Slamet Riy adi. Ir. Veteran Jl. Praktek Mantri.Jl.Jl.torium di sepanjang ruas jalan lokal meliputi ruas Jl.Jl. Posyandu). Letjen Sutoyo Jl.Jl. (4) Peningkatan fasilitas skala lokal atau lingkungan di tiap Kelurahan (Puskesm as Pembantu. Jl. Ijen.Jl. Pranoto . Hasim Asyari Jl.Jl. Praktek Dokter/Bidan) dan di tiap lingkungan (Praktek Bidan. Jl. Arief Margono. Rais . Merdeka Barat Jl.

Kawasan Alun-Alun Tugu. b. pengembangan fasilitas penunjang kegiatan pertahanan dan keamanan di kawasan pertahanan dan keamanan yang ada Pasal 47 Pengembangan kawasan peribadatan dilakukan dengan : (1) mempertahankan fasilitas peribadatan yang sudah ada terutama untuk skala kot a melipti Masjid Jami Kota Malang di Jl. Semeru-Jl. mempertahankan lokasi kawasan pertahanan dan keamanan yang terletak di SKODAM Brawijaya dan kantor-kantor militer lainnya. Wisata belanja yang meliputi pusat perbelanjaan Alun-alun Merdeka. Ijen da n Museum Brawijaya.a. c. Rencana Pariwisata Pasal 48 Rencana pengembangan pariwisata di Malang Tengah dilakukan dengan: a. Arif Rahman Hakim. (2) pengembangan fasilitas peribadatan skala lingkungan berupa musholla secara m erata sesuai kebutuhan dengan lokasi menyatu dengan kawasan permukiman. mempertahankan ruang terbuka hijau yang ada di kawasan pertahanan dan keamana n. Taman Rekreasi Senaputra. Wisata sejarah/budaya meliputi wisata bangunan dan lingkungan cagar budaya an tara lain kawasan Kayu Tangan. Koridor Jl. dan Playground De Rumah. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Jl. Buring. Rencana RTH . Matos dan @Max Pasar Splended sebagai wisata belanja b. Merdeka Barat. c. MOG. GPIB Jemaat IMMANUEL di Jl. Wisata buatan meliputi Taman Rekreasi Kota. Jenderal Basuki Rahmat dan Gereja Katolik Kathedral Santa Perawan Maria Dari Gunung Karmel di Jl.

Pasal 49 Rencana pengembangan RTH di Malang Tengah dilakukan dengan: a. Keberadaan lapangan olahraga yang tersebar di tiap-tiap kawasan permukiman te tap dipertahankan dan dihindari untuk peralihan fungsi sebagai kawasan terbangun. Mewajibkan pada pengembangan perumahan baru untuk mengalokasikan lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau baik itu berupa lapangan olahraga maupun taman bermain dengan proporsional terhadap kebutuhan penghuninya. RTH sekitar kawasan perdagangan. Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan umum sebagai fungsi estet is dan ekologis diarahkan pada sekitar pusat Kota. RTH sekita r pasar. b. Optimalisasi ruang terbuka hijau daerah sempadan sungai dan sempadan rel kere ta api. c. Keberadaan makam difungsikan sebagai resapan air. d. e. jenisnya: RTH tepi jalan. Mempertahankan hutan kota dan taman-taman kota yang ada sebagai fungsi ekolog is dan estetis kota. . Pengembangan ruang terbuka hijau di sekitar perumahan padat f. g.

halaman/pekarangan rumah ata u taman bermain atau taman berpaving. lapangan olah raga dengan tutupan struktur s emen. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat yang tersebar hampir di seluruh kelurahan tetap dipertahankan dengan KDB maksimal 90%. (2). Bagian Kelima RENCANA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Paragraf I Umum Pasal 51 (1). Penataan bangunan dan lingkungan dilakukan dengan mengatur dan mengendalika n rencana bangunan dan lingkungan melalui pengaturan Koefisien Dasar Bangunan. Rencana Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dilakukan dengan : a. Peningkatan citra kawasan dilakukan di lokasi kawasan strategis meliputi ka wasan cagar budaya dan kawasan strategis ekonomi melalui penyusunan RTBL pada kawasan yang bersangkutan. Koefisien Dasar Hijau dan Garis Sempadan Bangunan. area parkir. Paragraf II Rencana Koefisien Dasar Bangunan Pasal 52 (1). b.Rencana RTNH Pasal 50 Rencana pengembangan RTNH di Malang Tengah dilakukan dengan mempertahankan yang sudah ada saat ini berupa aksesori RTH. jalur pejalan kaki (pedestrian) dan median jalan. Koefisien Lantai Bangunan. Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat dan masuk dalam sempadan sungai di beberapa titik lokasi diarahkan relokasi ke rumah . plasa.

Makam dengan KDB 5 %. untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukung pemakaman. Penyediaan fasilitas umum pada masa mendatang juga diarahkan untuk dilengkapi dengan ruang terbuka yang dipergunakan untuk tempat parkir. Fasilitas perdagangan dan jasa dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk sirkulasi parkir. dengan KDB maksimum 50 % seperti halnya yang ada pada pusat perdagangan (MATOS dan MOG). pemerintahan. museum) dan fasilitas perumahan (Jalan Besar Ijen). penghijauan dan penghawaan dan penyinaran seperti di fasilitas umum (pendidikan. f. . Lapangan olah raga dengan KDB 20 % (sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen dan semi permanen di dalam areal jalur hijau). Pemanfaatan lahan di dalam kawasan perumahan Ijen Nirwana KDB 50 70 % tetap dipertahankan. g. Fasilitas umum dan perumahan dengan KDB 60 80 % tetap dipertahankan untuk penghawaan dan penyinaran yang optimal supaya kondisi lingkungan lebih sehat e. taman dan penghijauan.susun dengan KDB 70 % c. h. d. sirkulasi parkir. rumah sakit. bongkar muat barang. penghawaan dan penyinaran alamiah.

(2) Peta rencana Koefisien Dasar Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). b. Rencana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dilakukan dengan : a. Paragraf IV Rencana Koefisien Dasar Hijau . *diletakkan di pasal tentang RTH perda tentang makam thn 2006 (penambahan luasan makam 2% dari lahan pengembang) Paragraf III Rencana Koefisien Lantai Bangunan Pasal 53 (1). KLB diatas 400 % (maksimum) hanya diperbolehkan di sepanjang koridor Jalan Letjen Sutoyo Jalan Jaksa Agung Suprapto Jalan Basuki Rahmad Jalan Merdeka Timur Jalan Merdeka Barat Jalan Kauman Jalan Hasim Asyari Jalan Arief Margono. Bandung Jl. Permukiman dengan KLB antara 100 % . Ijen dengan fungsi peruntukan untuk perdagangan dan (2) Peta rencana Koefisien Lantai Bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). ruas Jalan Mayjen Panjaitan Jalan Brigjen Slamet Riyadi dan Jalan Veteran jasa Jl. tercantum dalam lampiran 13 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. tercantum dalam lampiran 12 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.200 % ini tetap dipertahankan.

Rais . Galunggung -Jl. Rencana Garis Sempadan Bangunan dilakukan dengan : a. Hasim Asyari Jl. Sutan Syahrir .Pasal 54 Rencana Koefisien Dasar Hijau dilakukan dengan : a. Bendungan Sutami Jl. Panglima Sudirman Jl. Simpang Langsep. Jalan arteri sekunder diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 5 .Jl. Arief Margono. Kauman Jl. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. Pranoto . Gatot Subroto Jl. Jl. b. Jl. SW.Jl. Ade Irma Suryani . . Paragraf V Rencana Garis Sempadan Bangunan Pasal 55 (1).Jl.13 m.10 m. Raya Langsep .Jaksa Agung Suprapto Jl.Jl. Merdeka Selatan .Jl. Laksamana Martadinata. Achmad Dahlan. Veteran Jl. KH.Jl. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain Jl. kawasan permukiman padat ditetapkan minimal 1 rumah mempunyai 1 pohon c. Agus Salim . Basuki Rahmad Jl. Merdeka Barat Jl. kawasan perdagangan dan kawasan industri ditetapkan komposisi antara terbangu n dan non terbangun adalah sebesar 60 % : 40 % b.Jl. Jalan lokal diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 4 . Halmahera. Jl. Bandung Jl. Jl. Pasar Besar.Jl. kawasan militer juga tetap menggunakan komposisi 60 % : 40 % dengan ketentuan ruang terbuka dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masing masing. Ijen. Jl. Tumenggung Suryo Jl. Ir. Letjen Sutoyo Jl. Jl.Brigjen Slamet Riyadi. Mayjen Panjaitan Jl. KH. Brigj en Katamso .

(2) Peta rencana garis sempadan bangunan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Jalan lingkungan diarahkan dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) antara 1 . tercantum dalam lampiran 14 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Bagian Ketujuh RENCANA INDIKASI PROGRAM Pasal 57 (1) Rencana indikasi program ditetapkan untuk mengoptimalkan penyusunan programprogram teknis dan upaya untuk mendorong keikutsertaan semua pihak baik pemerintah. Yang termasuk dalam kategori ini antara semua jalan yang mengubungkan antara kawasan permukiman dengan pusat pusat kegiatan disekitarnya.5 m. Bagian Keenam RENCANA PEMENUHAN KEBUTUHAN FASILITAS ATM Pasal 56 (1) penyediaan fasilitas ATM direncanakan mengikuti rencana pengembangan perdaga ngan dan jasa baik skala pelayanan Pusat Kota sub Pusat Kota maupun lingkungan serta fasilitas umum lainnya. swasta.c. maupun masyarakat. (2) Rencana indikasi program ditetapkan dalam waktu 20 (Dua Puluh) tahun semenja k ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan dibagi tiap lima tahun sesuai dengan prior itas pengembangan yang telah ditentukan berdasarkan kondisi wilayah perencanaan . (2) Pengembangan fasilitas ATM juga direncanakan di sekitar kawasan permukiman s erta pengembangan permukiman baru.

tercantum dalam lampiran 15 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. dan pengenaan s anksi.(3) rencana indikasi program sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). (2) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota. Bagian Kedua Ketentuan Umum Peraturan Zonasi . perijinan. pemberian insentif dan disinsentif. BAB IV KETENTUAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG Bagian Kesatu Umum Pasal 58 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan melalui penetapan peraturan zonasi.

skala kelurahan dengan kode FP-4 dan skala lingkungan dengan kode FP-5. taman pemakaman dengan kode H-5. Zona Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari skala regional dengan kode FP-1. Zona Kawasan Lindung terdiri dari kawasan sempadan sungai dan atau kawasan sempadan rel kereta dengan kode KL-2. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Lindung. Pasal 60 (1) Klasifikasi Zonasi di Kecamatan Klojen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. . f. Penetapan pemanfaatan ruang. rumah deret (town house) dengan kode R-4.Pasal 59 (1) Peraturan zonasi disusun sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang. Zona Perhubungan terdiri dari stasiun dengan kode TR-2. dan b. Ketentuan Peraturan Zonasi Untuk Kawasan Budidaya. komersil skala kota dengan kode K-2. (2) Dalam peraturan zonasi sesuai dengan rencana rinci tata ruang dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. skala kecamatan dengan kode FP-3. Zona Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari komersil skala regional dengan kode K-1. d. dan h. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari pemerintahan dengan kode PK-1 dan pertahanan dan keamanan dengan kode PK-2. jalur hijau dengan kode H-6 dan lapangan dengan kode H-7. ser ta berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. s kala kota dengan kode FP-2. Zona Ruang Terbuka Hijau terdiri dari taman kota dengan kode H-1. Zona Kawasan Permukiman terdiri dari rumah tunggal dengan kode R-1. g. (3) Peraturan zonasi pada setiap butir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat tentang : a. Zona Industri dan Pergudangan terdiri dari industri dengan kode I-1. Intensitas kegiatan pada setiap zona yang ditetapkan. m eliputi : a. c. e. b. dan b. komersil skala kelurahan dengan kode K-4 dan komersil skala lingkungan dengan kode K-5. Zona Kawasan Pemerintahan. taman lingkungan dengan kode H-4.

Blok Peruntukkan II yang meliputi : Sub Blok Penanggungan dan Sub Blok Oro-or Peruntukkan III yang meliputi : Sub Blok Gading Kasri dan Sub Blok Baren Peruntukkan IV yang meliputi : Sub Blok Kasin dan Sub Blok Kauman Peruntukkan V yang meliputi : Sub Blok Kidul Dalem dan Klojen Peruntukkan VI yang meliputi : Sub Blok Sukoharjo Bagian Ketiga Peraturan Zonasi Pasal 62 . Blok Peruntukkan I yang meliputi : Sub Blok Sama an dan Sub Blok Rampal Celaket b. Blok o Dowo c. Blok e. Blok g d.(2) Klasifikasi zonasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Blok f. tercantum dalam lampi ran 16 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini Pasal 61 Pembagian zonasi Kecamatan Klojen dibedakan menjadi zonasi pada : a.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 57 ayat (1) huruf b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. FP-3. Pasal 63 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf a. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. 2. 3. tercantum dalam lampiran 17 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah . kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. b. c. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. (2). adalah : a. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. 2. d. e. . Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. meliputi : a.(1). 3. Kawasan RTH terdiri dari H-4 dan H-7. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2 . Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. gangguan keamanan. permukiman terdiri dari R-1. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas. RTH. dan TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan I sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). dan/atau perusakan lingkungan). Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. pencemaran lingkungan. f. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. FP-2.

TPS. adalah : a. Supratman tidak boleh berubah . Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. 2. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.Dasar adalah 1. WR. halte.000 meter) 5. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf c. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 3. Pemanfaatan kawasan perdagangan skala kota yang ada di Jl.

yaitu jaringan air bersih. drainase. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Perdagangan dan jasa. 4. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 6. 5. industri manufaktur. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . 3. Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk sarana umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) huruf d. listrik dan telekomunikasi 5. listrik dan telekomunikasi 5. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). sub terminal. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.4. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. serta perkantoran. air limbah. 4. adalah : a. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. perkantoran. TPS secara terbatas. air limbah. RTH. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Minimal berada pada jalan lokal b. industri manufaktur. Pemanfaatan fasilitas umum skala kota tidak boleh berubah. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. peribadatan. 3. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Minimal berada pada jalan lokal c. 2. sub terminal. RTH. persampahan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Minimal berada pada jalan lokal b. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. drainase. 2. peribadatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Sama an dan Rapal Celaket) dan fasilitas kesehatan skala kota (khusus untuk sub blok Sama an) 5. kesehatan. 3. kesehatan. Pemanfaatan fasilitas umum skala regional tidak boleh berubah 4. 2.

drainase. 2. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perdagangan dan jasa. TPS secara terbatas. Minimal berada pada jalan lokal . 3. listrik dan telekomunikasi 5.1. persampahan. peribadatan. yaitu jaringan air bersih. 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. sub terminal. Pemanfaatan fasilitas umum skala kecamatan tidak boleh berubah. perkantoran. RTH. kesehatan.

Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. dan listrik 5. 3. pertambangan. peribadatan. 2. RTH. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. persampahan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. dan pertanian. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Pemanfaatan fasilitas umum skala kelurahan tidak boleh berubah. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. drainase. air limbah. dan listrik 5. terminal . perkantoran yang mendukung kegiatan militer. drainase. Pemanfaatan kawasan pemerintahan tidak boleh berubah b. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. TPS secara terbatas. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 3. pertambangan. 3. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri. 4. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun industri. 2. dan pertanian. yaitu jaringan air bersih. adalah : a. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf e. 3. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. pertambangan. perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. persampahan. adalah : a. peribadatan. 2. yaitu jaringan air bersih. perdagangan dan jasa. Pemanfaatan kawasan pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 aya t (1) huruf f. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perkantoran. Minimal berada pada jalan lingkungan e. RTH.d. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder 4. Tidak diperkenankan dibangun industri.

2. . 4. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas.dan TPS. 3. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak diperbolehkan berubah. pertambangan dan pertanian. b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. 2.

RTH. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf b. Pasal 65 (1). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah perumahan. (2). Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pa sal 59 ayat (1) huruf b. Dilarang mengembangkan kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. gangguan keamanan. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan II sebagaimana dimaksud pada Ayat (1).3. FP-3. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. meliputi : a. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. H-4. H-5. K-4 dan K-5. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. . tercantum dalam lampiran 18 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2). pencemaran lingkungan. f. 2. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. 3. Kawasan RTH terdiri dari H-1. e. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 64 (1). FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan lindung terdiri dari KL-2. b. c. Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. dan/atau perusakan . Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (1) huruf a. d. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). permukiman terdiri dari R-1. FP-2. H-6 dan H-7.

Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2.000 meter) 5. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. . Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Pemanfaatan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. adalah : a. Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf c. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1.lingkungan). Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. 3. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas.

Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. perkantoran. Berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 58 ayat (1) huruf d adalah : a. peribadatan. TPS secara terbatas. 5. 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1.3. Prosentase perubahan maksimum 20% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. 3. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Perdagangan dan jasa. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). industri manufaktur. persampahan. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. RTH. kesehatan. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 6. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. drainase. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. peribadatan. industri manufaktur. 2. sub terminal. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala regional tidak boleh berubah 4. listrik dan telekomunikasi 5. Boleh berubah pemanfatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. sub . 5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Penanggungan. Perdagangan dan jasa. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Brigjen Slamet Riyadi tidak boleh berubah 5. 2. perkantoran. 3. 3. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. kesehatan. b. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. air limbah. 2. 2. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. RTH. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. TPS. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Berada pada jalan lokal c. Minimal berada pada jalan lokal b.

air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. listrik dan telekomunikasi 5. persampahan. 3. TPS secara terbatas.terminal. Minimal berada pada jalan lokal c. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. yaitu jaringan air bersih. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : . Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kota tidak boleh berubah 4. drainase.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. TPS secara terbatas. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1 ) .1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. RTH. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan skala kecamatan tidak boleh berubah 4. 3. Minimal berada pada jalan lokal d. 3. dan pertanian. RTH. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. RTH. persampahan. persampahan. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perdagangan dan jasa. peribadatan. perkantoran. peribadatan. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. sub terminal. adalah : a. dan listrik 5. dan listrik 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lingkungan Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) huruf e. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). listrik dan telekomunikasi 5. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. kesehatan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. pertambangan. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Tidak diperkenankan dibangun industri. TPS secara terbatas. Boleh berubah pemanfaatan menjadi pedagangan dan jasa skala kota 4. drainase. drainase. persampahan. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. air limbah. 2. dan pertanian. air limbah. air limbah. yaitu jaringan air bersih. Perdagangan dan jasa. yaitu jaringan air bersih. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. pertambangan. 2. 2. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Minimal berada pada jalan lingkungan e.

perkantoran. adalah : a. 3. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Tidak diperkenankan dibangun industri. pemakaman.huruf f. b. dan TPS . Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. pemakaman. dan TPS 2. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. perkantoran.

b. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksud dalam Pas al 56 huruf c. H-5. tercantum dalam lampiran 19 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Kawasan RTH terdiri dari H-1. pertambangan dan pertanian. 2. 2. iklan/reklame. FP-4 dan FP-5 Kawasan Pemerintahan. FP-2. d.2. e. 3. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. H-6 dan H-7. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. . FP-3. c. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. d. 1. (2). Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. . Kawasan permukiman terdiri dari R-1 dan R-4 Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2 dan K-5. kabel/tiang listrik. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. c. meliputi : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. 2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. Pemanfaatan RTH lapangan olahraga tidak boleh berubah Pasal 66 (1). Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah e. H-4. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan III sebagaimana dimaksu d pada Ayat (1). Kawasan Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2.

adalah : a. gangguan keamanan. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pada rumah tunggal dengan kode R-1 dan rumah deret (town house) dengan kode R-4 : 1. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. 2. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas.Pasal 67 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 61 ayat (1) huruf a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. dan/atau perusakan lingkungan). 3. pencemaran lingkungan. TPS dengan (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak .

Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : . Kawi tidak boleh berubah 4. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada 61 ayat (1) huruf c adalah : a. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). listrik dan telekomunikasi 5. 3. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4. TPS dengan syarat-syarat tertentu. peribadatan. perkantoran. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Minimal berada pada jalan lokal b. sub terminal. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. TPS. 3. 4.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf b. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota (sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Gading Kasri dan Bareng) dan fasilitas kesehatan serta peribadatan skala kota (khusus untuk sub blok Bareng) 5. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. 2. Prosentase perubahan maksimum 30% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. 6. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. RTH. adalah : a.adalah 500 meter. Minimal berada pada jalan lokal b. TPS secara terbatas. industri manufaktur. persampahan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. 5. halte. Perdagangan dan jasa. air limbah. kesehatan. drainase.

listrik dan telekomunikasi 5. Minimal berada pada jalan lokal . Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. 4. sub terminal. air limbah. TPS secara terbatas. drainase. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. perkantoran. RTH. peribadatan. 2. 3. kesehatan. yaitu jaringan air bersih.1. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah. persampahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Perdagangan dan jasa. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.

TPS secara terbatas. yaitu jaringan air bersih. pertambangan. adalah : a. yaitu jaringan air bersih. air limbah. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. RTH. persampahan. sub terminal. 4. 3. dan listrik 5. dan pertanian. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Minimal berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf d. 3.c. perdagangan dan jasa. air limbah. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah. pertambangan. 2. Perdagangan dan jasa. 3. b. perkantoran. lengkapi sistem utilitas yang memadai. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : . peribadatan. 2. drainase. TPS secara terbatas. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. 2. Minimal berada pada jalan lingkungan e. RTH. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. peribadatan. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). persampahan. drainase. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. RTH. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun industri. a ir limbah. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. listrik dan telekomunikasi 5. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah. kesehatan. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. dan pertanian. peribadatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. persampahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Minimal berada pada jalan lokal d. dan listrik 5. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota atau fasilitas umum 4.

(5) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam 61 ayat (1) huruf e. adalah : . perkantoran yang mendukung kegiatan militer. 2. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Pemanfaatan zona pertanahan dan keamanan tidak boleh berubah. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. RTH. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. perdagangan dan jasa.1. 3.

Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. Pemanfaatan RTHjalur hijau jalan tidak boleh berubah e. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan RTH lapangan tidak boleh berubah Pasal 68 (1). pemakaman. 3. c. 1. pemakaman. Tidak diperkenankan dibangun industri. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam: 2. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1.a. dan TPS 2. 3. 3. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. b. 2. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. dan TPS 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. pertambangan dan pertanian. kabel/tiang listrik. perkantoran. 2. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. perkantoran. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . iklan/reklame. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. d.

Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. d. Industri terdiri dari I-1. Pasal 69 . tercantum dalam lampiran 20 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. meliputi : a. b. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan IV sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). (2). FP-4 dan FP-5. Kawasan Pemerintahan. FP-3. e.huruf d. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1. K-2 dan K-5. g. f. H-6 dan H-7. Kawasan RTH terdiri dari H-4. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. c. H-5. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. FP-2.

(3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. 3. adalah : a. 2. sarana pelayanan lingkungan secara terbatas. 2. halte. 2. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. dan sarana pelayanan umum secara terbatas. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. 3. adalah : a. adalah : Pada kawasan sempadan sungai dengan kode KL-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 3. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. 3. pencemaran lingkungan. Kawi . TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. TPS. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 63 ayat (1) huruf b. dan/atau perusakan lingkungan). Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Minimal berada pada jalan lokal b. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota yang ada di sepanjang Jl. gangguan keamanan.(1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a. TPS. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala kota khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH.000 meter) 5.

. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan dan kesehatan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kasin. Prosentase perubahan maksimum 25% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Minimal berada pada jalan lokal c. Semeru tidak boleh berubah 4.dan Jl. 6. 5. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu.

2. drainase. Minimal berada pada jalan lokal . Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. kantor swasta pendukung kegiatan industri dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). Berada pada jalan lingkungan (4) Ketentuan peraturan zonasi untuk industri dan pergudangan sebagaimana dimaks ud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf d. 3. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. sarana pelayana umum secara terbatas. perkantoran. yaitu jaringan air bersih. sub terminal. adalah : a. listrik dan telekomunikasi 5. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 5. RTH.2. 3. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. 2. industri manufaktur. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. air limbah. sub terminal. peribadatan. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. kesehatan. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. Minimal berada pada jalan lokal b. persampahan. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah permukiman secara terbatas. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman secara luas. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. Perdagangan dan jasa. Boleh berubah pemanfaatan menjadi perdagangan dan jasa skala kota (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 63 ayat (1) huruf e adalah : a. 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. listrik dan telekomunikasi 5. RTH. Perdagangan dan jasa. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. air limbah. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. TPS secara terbatas. persampahan. Pada zona industri dengan kode I-1 : 1. perdagangan dan jasa terbatas dan dengan syarat-syarat tertentu. IPAL. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. RTH. TPS secara terbatas. drainase. yaitu jaringan air bersih. 3. perkantoran. kesehatan. 2. Merupakan industri manufaktur dan bukan merupakan kegiatan industri berat yang menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar.

kesehatan. yaitu jaringan air bersih. TPS secara terbatas. RTH. air limbah. listrik dan telekomunikasi . Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. drainase. Perdagangan dan jasa. perkantoran. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan.c. persampahan. peribadatan. 3. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. sub terminal. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1.

sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. TPS secara terbatas. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Minimal berada pada jalan lingkungan e. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. 2. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. TPS secara terbatas. drainase. perdagangan dan jasa. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. yaitu jaringan air bersih. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). RTH. dan pertanian. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. 3. air limbah.5. Tidak diperkenankan dibangun industri. 2. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. peribadatan. dan listrik 5. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. adalah : a. perdagangan dan jasa. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. Tidak diperkenankan dibangun industri. pertambangan. peribadatan. 3. 3. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. persampahan. Minimal berada pada jalan lingkungan (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf f. Minimal berada pada jalan lokal d. dan listrik 5. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). dan pertanian. pertambangan. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota 4. RTH. yaitu jaringan air bersih. RTH. persampahan. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. drainase. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. . 2.

dan TPS 2. pemakaman. 3. perkantoran. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. adalah : a. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. .(7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 aya t (1) huruf g. Tidak diperkenankan dibangun industri.

2. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. 2. 3. f. 1. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1 dan PK-2. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : Tidak diperkenankan dibangun industri. meliputi : a. pertambangan dan pertanian. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 70 (1). Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. H-6 dan H-7. K-4 dan K-5. g. Pada kawasan makam dengan kode H-5 : 1. H-4. FP-3 dan FP-5. adalah : . iklan/reklame. Pemanfatan RTH makam tidak boleh berubah. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah bangunan atau sedikit mungkin unsur bangunan untuk sarana prasarana penunjang makam. c. tercantum dalam 21 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. FP-2. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). dan Kawasan RTH terdiri dari H-1. b. (2). c. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu.b. Kawasan Pemerintahan. kabel/tiang listrik. 2. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-1. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf e. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-2. Kawasan lindung terdiri dari KL-2. 3. Pasal 71 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf a. Kawasan Perhubungan terdiri dari TR-2. e. d. Kawasan permukiman terdiri dari R-1.

pencemaran lingkungan. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas .Pada kawasan sempadan sungai dan sempadan rel kereta dengan kode KL-2 : 1. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah : RTH. gangguan keamanan. Pemanfaatan kawasan lindung sempadan sungai tidak boleh berubah (2) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 65 ayat (1) huruf b. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. kegiatan terbangun dengan syarat-syarat tertentu. dan/atau perusakan lingkungan). Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). adalah : a. 2. 3. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. serta kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya yang mengganggu fungsi lindung. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1.

sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Boleh berubah menjadi fasilitas pendidikan skala kota sesuai dengan kebutuhan yang ada di sub blok Kidul Dalem 5. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. Berada pada jalan lokal c. 5. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 3. Minimal berada pada jalan lokal b. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. 2. 4. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Pembangunan swalayan diarahkan dengan jarak minimal 1 km dengan syaratsyarat tertentu. 6. Tidak diperkenankan dibangun industri yang mengganggu 2. Rumah deret yang ada di bantaran Sungai Brantas diijinkan jika memenuhi garis sempadan sejauh 15 meter (horizontal) dari bibir sungai dan bangunan menghadap ke sungai. Prosentase perubahan maksimum 15% dari luasan perdagangan dan jasa skala kota yang ada. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. perdagangan dan jasa skala lingkungan untuk di jalan lingkungan 4. TPS. (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf c. industri manufaktur. Berada pada jalan lingkungan . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Pada perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. 3. industri manufaktur. Pada perdagangan dan jasa skala kelurahan dengan kode K-4 : 1. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kelurahan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. adalah : a. 5. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas.3. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. 2. TPS dengan syarat-syarat tertentu. TPS dengan syarat-syarat tertentu. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan khusus untuk yang ada di sepanjang koridor arteri sekunder.000 meter) 5. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar.

kesehatan. Pada fasilitas pelayanan umum skala regional dengan kode FP-1 : 1. 2.(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 65 ayat (1) huruf d adalah : a. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. sub terminal. RTH. peribadatan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. . Perdagangan dan jasa. perkantoran. TPS secara terbatas.

Minimal berada pada jalan lokal c. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Minimal berada pada jalan lokal d. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. drainase. RTH. TPS secara terbatas. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. yaitu jaringan air bersih. persampahan. air limbah. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. yaitu jaringan air bersih. Minimal berada pada jalan lingkungan (5) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) huruf e. sub terminal. persampahan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. air limbah. sub terminal. Minimal berada pada jalan lokal b. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran. dan pertanian. yaitu jaringan air bersih. adalah : a. peribadatan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. peribadatan. listrik dan telekomunikasi 5. persampahan. Perdagangan dan jasa. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. listrik dan telekomunikasi 5. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. 2. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. TPS secara terbatas. 2. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6.3. drainase. drainase. yaitu jaringan air bersih. dan listrik 5. listrik dan telekomunikasi 5. pertambangan. TPS secara terbatas. air limbah. 2. air limbah. 3. 3. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. kesehatan. kesehatan. Perdagangan dan jasa. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. peribadatan. perkantoran. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). RTH. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi kawasan perkantoran/pemerintahan 4. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : . Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala regional tidak boleh berubah 4. persampahan.

3. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pertahanan dan keamanan. perdagangan dan jasa. .1. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. perdagangan dan jasa. Pada zona pertanahanan dan keamanan dengan kode PK-2 : 1. industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan. Tidak diperkenankan dibangun permukiman. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah b. 2.

perkantoran. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. kabel/tiang listrik. Tidak diperkenankan dibangun industri. 3. . RTH. sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. dan kegiatan sejenis lainnya namun dengan syarat-syarat tertentu. 2. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Pada taman lingkungan dengan kode H-4 : 1. Pemanfaatan RTH taman kota tidak boleh berubah 4. adalah : a. 3. 3. Pada lapangan olahraga dengan kode H-7 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan yang mendukung militer. iklan/reklame. serta TPS dengan terbatas dan syarat-syarat tertentu. perkantoran yang mendukung kegiatan militer. perkantoran. dan TPS 2. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri. pertambangan dan pertanian. pemakaman. Pada jalur hijau jalan dengan kode H-6 : 1. dan TPS 2. Pemanfaatan RTH jalur hijau jalan tidak boleh berubah d. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman lingkungan. perdagangan dan jasa. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas. Pemanfaatan zona pertahanan dan keamanan tidak boleh berubah (6) Ketentuan peraturan zonasi untuk perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 65 ayat (1) huruf f. adalah : a. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak memanfaatkan ruang secara luas seperti . permukiman. Pada taman kota dengan kode H-1 : 1. b.2. Tidak diperkenankan dibangun industri. pemakaman. Pada stasiun KA dengan kode TR-2 : 1. Tidak diperkenankan dibangun kegiatan budidaya apapun. Pemanfaatan sarana transportasi stasiun KA tidak boleh berubah (7) Ketentuan peraturan zonasi untuk RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 aya t (1) huruf g. 3. fasilitas pelayanan umum. Pemanfaatan RTH taman lingkungan tidak boleh berubah 4. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah fasilitas olahraga. Diperbolehkan untuk pertanian yang tidak mengganggu fungsi kegiatan dari taman kota. c. pariwisata dan infrastruktur pendukung secara terbatas.

FP-4 dan FP-5.2. Kawasan Pemerintahan. Fasilitas Pelayanan Umum terdiri dari FP-2. Kawasan permukiman terdiri dari R-1. tercantum dalam lampiran 22 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daer ah ini. Klasifikasi zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud dalam Pasa l 56 huruf f. . Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah infrastruktur pendukung. Peta rencana peraturan zonasi pada Blok Peruntukkan VI sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Pertahanan dan Keamanan terdiri dari PK-1. Pemanfaatan RTH lapangan olah raga tidak boleh berubah Pasal 72 (1). b. d. FP-3. meliputi : a. 3. c. (2). K-2 dan K-5. Kawasan Perdagangan dan Jasa terdiri dari K-1.

Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH dan fasilitas pelayanan umum secara terbatas. Perubahan untuk pemanfaatan fasilitas umum pendidikan dengan radius pencapaian dari area yang dilayani untuk setingkat Taman Kanak-Kanak adalah 500 meter. 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. kecuali untuk perdagangan dan jasa skala regional 4. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. Pada perdagangan dan jasa skala lingkungan dengan kode K-5 : 1. adalah : a. dan/atau perusakan lingkungan). Tidak diperkenankan dibangun permukiman dengan kapasitas luas serta industri yang mengganggu 2. halte. b.000 meter) (2) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan perdagangan dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf b. sub terminal dengan syarat-syarat tertentu. Tidak diperkenankan dibangun industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pada kawasan perdagangan dan jasa skala kota dengan kode K-2 : 1. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala kota tidak boleh berubah. TPS. 3. Tidak diperkenankan dibangun industri mengganggu. TPS. sarana pelayanan umum lingkungan secara terbatas 3. serta sarana pelayanan umum secara terbatas. Pada rumah tunggal dengan kode R-1 : 1. Jenis penggunaan ruang yang diperbolekan adalah RTH. TPS (dengan syarat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat. 3. adalah : a. Pemanfaatan perdagangan dan jasa skala regional tidak boleh berubah 4. gangguan keamanan. Perdagangan dan jasa skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan . pencemaran lingkungan. Berada pada jalan lokal dengan penyediaan parkir yang cukup. 2. 4.Pasal 73 (1) Ketentuan peraturan zonasi kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pas al 67 ayat (1) huruf a. sedangkan untuk fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Dasar adalah 1. Minimal berada pada jalan lokal c. Pada perdagangan dan jasa skala regional dengan kode K-1 : 1. TPS dengan syarat-syarat tertentu. 3. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH. 2. Pemanfaatan boleh berubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa skala regional atau perumahan dengan model apartemen. dan sarana pelayanan umum secara terbatas.

industri manufaktur. Diperbolehkan untuk industri dengan syarat : industri skala rumah tangga (home industry). 5. Berada pada jalan lingkungan (3) Ketentuan peraturan zonasi untuk fasilitas pelayanan umum sebagaimana dimaks ud pada Pasal 67 ayat (1) huruf c adalah : . tidak menimbulkan limbah B3 dan/atau mengganggu lingkungan sekitar.dan jasa skala regional atau kota 4.

Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. yaitu jaringan air bersih. RTH. persampahan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 3. peribadatan. drainase. RTH. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. perkantoran. peribadatan. Minimal berada pada jalan lingkungan . 2. TPS secara terbatas. perdagangan dan jasa.a. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan (setingkat SD/MI). pertambangan. 3. sub terminal. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kecamatan tidak boleh berubah 4. Pada fasilitas pelayanan umum skala kota dengan kode FP-2 : 1. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. Perdagangan dan jasa skala lingkungan. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. 2. Tidak diperkenankan dibangun industri. dan pertanian. kesehatan. kesehatan. RTH. yaitu jaringan air bersih. 2. Pada fasilitas pelayanan umum skala lingkungan dengan kode FP-5 : 1. drainase. persampahan. Perdagangan dan jasa. 3. air limbah. Dilengkapi sistem utilitas yang memadai. yaitu jaringan air bersih. 2. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kota tidak boleh berubah 4. TPS secara terbatas. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala lingkungan boleh berubah menjadi perdagangan dan jasa skala kota/regional 4. Minimal berada pada jalan lingkungan d. perdagangan dan jasa skala lingkungan. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. air limbah. Penyediaan parkir sesuai kebutuhan 6. pertambangan. yaitu jaringan air bersih. Tidak diperkenankan dibangun industri dan pertambangan. peribadatan. drainase. Pada fasilitas pelayanan umum skala kecamatan dengan kode FP-3 : 1. Tidak diperkenankan dibangun industri. perkantoran. sub terminal. 3. RTH. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. listrik dan telekomunikasi 5. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan. dan pertanian. Pada fasilitas pelayanan umum skala kelurahan dengan kode FP-4 : 1. Minimal berada pada jalan lokal c. Minimal berada pada jalan lokal b. persampahan. persampahan. TPS secara terbatas. listrik dan telekomunikasi 5. air limbah. Jenis penggunaan lahan yang diperbolehkan adalah fasilitas pendidikan dini (setingkat PG/TK). drainase. Pemanfaatan fasilitas pelayanan umum skala kelurahan tidak boleh berubah 4. dan listrik 5. dan listrik 5. TPS secara terbatas. peribadatan.

(4) Ketentuan peraturan zonasi untuk kawasan pertahanan dan keamanan/militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, adalah : a. Pada zona pemerintahan dengan kode PK-1 : 1. Tidak diperkenankan dibangun permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecuali untuk fungsi peruntukan yang menunjang fungsi pemerintahan; 2. Jenis penggunaan ruang yang diperbolehkan adalah RTH, sarana pelayanan umum skala lingkungan secara terbatas. 3. Pemanfaatan zona pemerintahan tidak boleh berubah

Bagian Keempat Ketentuan Perijinan

Pasal 74

(1) Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang Tengah dijadikan pedoman untuk : a. Penerbitan izin pemanfaatan ruang; b. Pengaturan tata guna tanah (Land Regulation); c. Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan (2) Izin Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a meliputi: a. Izin prinsip; b. Izin Lokasi; c. Izin penggunaan pemanfaatan tanah; d. Izin Mendirikan Bangunan; dan e. Izin lain berdasarkan ketentuan perundang undangan. (3) Ketentuan Umum Perizinan Pemanfaatan Ruang di Kota Malang diatur sebagai ber ikut : a. Prosedur izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. b. Pemberian izin diberikan oleh pejabat yang berwenang dengan mengacu pada rencana detail tata ruang kota dan peraturan zonasi. c. Pemberian izin dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kewenangan dan kepentingan berbagai instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Izin prinsip dan izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan huruf b diberikan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kota Malang. e. Izin penggunaan pemanfaatan tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diberikan berdasarkan izin lokasi. f. Izin mendirikan bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d diberika n berdasarkan rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi.

Bagian Kelima Ketentuan Insentif dan Disinsentif

Pasal 75

(1) Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Perat

uran Daerah ini. (2) Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatas i, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini.

Pasal 76

(1) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah Daerah dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. (2) Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan oleh instansi berwena ng sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 77

(1) Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: a. keringanan pajak; b. pemberian kompensasi; c. imbalan; d. sewa ruang; e. urun saham; f. penyediaan infrastruktur; g. kemudahan prosedur perizinan; dan/atau h. penghargaan. (2) Disinsentif kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: a. pengenaan pajak yang tinggi; b. pembatasan penyediaan infrastruktur; c. pengenaan kompensasi; dan/atau d. penalti. (3) Pemberian disinsentif kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) h arus dengan persetujuan DPRD.

Pasal 78

(1) Setiap orang yang berperan aktif menata lingkungan perumahan atau pemukiman dengan menyediakan taman, sumur resapan, atau kegiatan lainnya berhak atas insen tif berupa penghargaan. (2) Setiap orang yang tanah atau bangunan tempat tinggalnya terkena rencana pembangunan untuk kepentingan umum, berhak atas insentif berupa keringanan pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Pasal 79 Tata cara pemberian insentif dan disinsentif sepanjang teknis pelaksaannya diatu r lebih lanjut dengan Peraturan Walikota yang disahkan paling lambat 6 (enam) bulan sete lah diundangkannya Peraturan Daerah ini. Pasal 80 Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang lebih lanjut diatur dengan Peraturan Da erah yang ditetapkan selambat-lambatnya satu tahun sejak diundangkannya Peraturan Dae rah ini. Bagian Keenam Arahan Sanksi Pasal 81 Arahan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan ketentuan perijinan .

000.000. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000. pembatalan izin. Tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang. (2) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). d. penghentian sementara pelayanan umum. penutupan lokasi.pemanfaatan ruang . e. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100. denda administratif. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahu n dan denda paling banyak Rp 500. Pasal 82 (1) Arahan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang akan dilakukan dengan pemberian sanksi administratif dan sanksi pidana.000. pencabutan izin. c. pemulihan fungsi ruang. penghentian sementara kegiatan.000. (3) Sebagaimana yang disebutkan pada Ayat (1). Setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang. b. d. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi . dan/atau i. f. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang.000. b.000. g. pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1. pembongkaran bangunan. terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi pidana berupa: a. Jika tindak pidana pelanggaran terhadap rencana tata ruang mengakibatkan kematian orang.00 (lima miliar rupiah). terhadap pelanggaran akan dikenak an sanksi administratif berupa: a.00 (seratus juta rupiah).00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).500. c. Setiap orang yang tidak memberikan akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum.000. h. e. c. pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin pemanfaatan ruang yan g tidak sesuai dengan rencana tata ruang.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) . b. peringatan tertulis.00 (lima ratus juta rupiah).

000. BAB V HAK. Selain sanksi pidana. KEWAJIBAN.00 (lima ratus juta rupiah).tahun dan denda paling banyak Rp500. PERAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban . pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak dengan hormat dari jabatannya.000.

b. Pasal 84 (1) Dalam penataan ruang. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang. peringatan tertulis. berlaku tertib dalam keikutseraannya dalam penyusunan. e. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaa n kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang. e. dan f. setiap orang berhak: a.Pasal 83 Dalam penataan ruang. f. dan pengendalian penataan ruang. penghentian sementara pelayanan umum. memelihara kualitas ruang. d. d. (2) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud pa da ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa: a. c. pembongkaran bangunan. c. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang. pembatalan izin. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang. penghentian sementara kegiatan. mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian. penutupan lokasi. d. b. b. memelihara ketentuan penggunaan dan ketentuan teknis yang berlaku pada bangunan/lahan yang dikuasainya. . e. setiap orang wajib: a. dan/atau g. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang. c. mengetahui rencana tata ruang. pemanfaatan. pencabutan izin.

partisipasi dalam pemanfaatan ruang. dan/atau c. antara lain. b.Bagian Kedua Partisipasi Masyarakat Pasal 85 (1) Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang dapat dilakukan. (2) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana detail tata ruan g kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat berbentuk : a. me lalui: a. pemberian kejelasan hak atas ruang kawasan. partisipasi dalam penyusunan rencana detail tata ruang kota. . partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

. pertimbangan atau pendapat dalam penyusunan rencana pemanfaatan ruang. f. bantuan dana. b. (4) Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara partisipasi masyarakat dalam penat aan ruang diatur dengan Peraturan Walikota yang selambat-lambatnya ditetapkan 6 (enam) bul an setelah diundangkannya Peraturan Daerah ini. d. b. bantuan tenaga ahli. pemanfaatan ruang daratan dan ruang udara berdasarkan peraturan perundanganundangan. agama. e. air. termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. c. penyelenggaraan kegiatan pembangunan berdasarkan rencana rinci tata ruang kawasan. dan atau b. d. pemberian tanggapan terhadap rancangan rencana rinci tata ruang kawasan. dan c. pemberian usulan dalam penentuan lokasi dan bantuan teknik dalam pemanfaatan ruang. pemberian informasi saran. bantuan pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban dalam kegiataan pemanfaatan ruang kawasan dan peningkatan kualitas pemanfaatan ruang kawasan. udara. pengawasan terhadap pemanfaatan ruang kawasan di wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II. Pengendalian pemanfaatan ruang. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berbentuk : a. (3) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang sebagaimana dimak sud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk : a. atau kebiasaan yang berlaku. dan sumber daya alam lain untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan yang berkualitas. dan atau g. Bagian Ketiga Koordinasi dan Kelembagaan Pasal 86 (1) Ruang lingkup koordinasi penataan ruang daerah meliputi : a. kerjasama dalam penelitian dan pengembangan e. perubahan atau konvensi pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang kawasan. bantuan pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang kawasan. kegiatan menjaga. Perencanaan tata ruang. Pemanfaatan ruang. dan atau f. adat.b. konsolidasi pemanfaatan tanah. memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan kawasan. c.

. mengoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota. Ketua : Sekretaris Daerah Kota Sekretaris : Kepala Bappeda Kota Anggota : SKPD terkait penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (4) BKPRD Kota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas : a. d.(2) Walikota dalam melaksanakan koordinasi penataan ruang membentuk BKPRD Kota (3) Susunan Keanggotaan BKPRD Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Penanggung jawab : Walikota dan Wakil Walikota. c. Perencanaan tata ruang meliputi : 1. terdiri a tas : a. b.

mengoordinasikan pelaksanaan evaluasi rencana tata ruang kabupaten/kota ke provinsi. melakukan fasilitasi pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga konsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang. 4. rencana tata ruang kawasan strategis nasional. dan memberikan pengarahan serta saran pemecahannya. 7. mengoordinasikan pelaksanaan konsultasi rancangan peraturan daerah tentang rencana tata ruang kabupaten/kota kepada BKPRD Provinsi dan BKPRN. rencana tata ruang kawasan strategis provinsi. dan 6. mengintegrasikan. 5. 3. 4. mengoordinasikan proses penetapan rencana tata ruang kabupaten/kota. melakukan fasilitasi pelaksanaan kerjasama penataan ruang antar kabupaten/kota. c. 4. mengoordinasikan penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam pemanfaatan ruang baik di kabupaten/kota.2. mensinergikan penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan antar kabupaten/kota yang berbatasan. menjaga akuntabilitas publik sebagai bentuk layanan pada jajaran pemerintah. memberikan rekomendasi perizinan pemanfaatan ruang kabupaten/kota. 6. memberikan rekomendasi guna memecahkan permasalahan dalam pemanfaatan ruang kabupaten/kota. dan 8. 2. swasta. Pengendalian pemanfaatan ruang meliputi : 1. memaduserasikan. melakukan identifikasi dalam pelaksanaan insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan kabupaten/kota terkait. rencana tata ruang wilayah provinsi. dan mengharmonisasikan rencana tata ruang kabupaten/kota dengan rencana tata ruang wilayah nasional. mengoptimalkan peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang. 5. 3. mengoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten/kota. dan 6. dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang berbatasan. 2. evaluasi. melakukan fasilitasi pelaksanaan pemantauan. memberikan informasi dan akses kepada pengguna ruang terkait rencana tata ruang kabupaten/kota. 5. rencana tata ruang pulau/kepulauan. b. dan pelaporan penyelenggaraan penataan ruang. (5) BKPRD Kota menyelenggarakan pertemuan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 ( tiga) . Pemanfaatan ruang meliputi : 1. mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. memaduserasikan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah dengan rencana tata ruang kabupaten/kota serta mempertimbangkan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan melalui instrumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). 3. dan masyarakat.

dapat : a. dan c. meminta bahan yang diperlukan dari SKPD Kota.bulan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan penataan ruang. (6) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) menyampaikan laporan pelaksanaan tugas BKPRD Kota dan rekomendasi secara berkala kepada Walikota. menggunakan tenaga ahli yang diperlukan. BKPRD Kota dibantu : . b. (9) Dalam melaksanakan tugasnya. (7) BKPRD Kota dalam melaksanakan tugas sebagaiamana dimaksud dalam ayat (4). membentuk Tim Teknis untuk menangani penyelesaian masalah-masalah yang bersifat khusus. (8) Walikota memerintahkan SKPD terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi BKPRD Kota sebagaimana dimaksud dalam ayat (6).

e. b. melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. (3) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahu kan dimulainya penyidikan kepada pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indones ia. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. penyidik pegawai negeri sipil melakukan koordinasi dengan pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sesuai . pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan instansi pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawab nya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk membantu pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. (2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang: a. dan b. c. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang sehubungan dengan peristiwa tindak pidana dalam bidang penataan ruang. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. dan f. BAB VI PENYIDIKAN Pasal 87 (1) Selain pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. Sekretariat BKPRD Kota. d.a. Kelompok Kerja. melakukan pemeriksaan di tempat tertentu yang diduga terdapat bahan bukti dan dokumen lain serta melakukan penyitaan dan penyegelan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dalam bidang penataan ruang. (4) Apabila pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memerlukan tindakan penangkapan dan penahanan. melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana dalam bidang penataan ruang.

b. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. BAB VII KETENTUAN SANKSI Pasal 88 (1) Setiap orang atau badan dilarang melakukan pelanggaran berupa : a. (6) Pengangkatan pejabat penyidik pegawai negeri sipil dan tata cara serta prose s penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.dengan ketentuan peraturan perundangundangan. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ru ang Malang Tengah. (5) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaika n hasil penyidikan kepada penuntut umum melalui pejabat penyidik kepolisian negara Republik Indonesia. . c. pelanggaran ketentuan arahan peraturan zonasi.

c. denda administratif. peringatan tertulis. c. f. hu ruf d. dan/atau g. pembongkaran bangunan. penghentian sementara kegiatan. penghentian sementara pelayanan umum. g. f. (2) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruan g yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. penutupan lokasi. dan huruf g dikenakan sanksi administratif berupa: a. d. (3) Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf c dikenakan sa nksi administratif berupa: a. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RDTRK Malang Tengah. huruf b. h. pembatalan izin. denda administratif. dan/atau g. huruf f. b. pencabutan izin. huruf e. penghentian sementara kegiatan. penghentian sementara pelayanan umum. e. pembongkaran bangunan. pemulihan fungsi ruang. dan/atau i. e. d.d. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. peringatan tertulis. (4) Sanksi administratif yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota . pemulihan fungsi ruang. penutupan lokasi. b. f. e.

Lampiran 3 : Peta rencana sub blok peruntukkan. Lampiran 8 : Peta rencana jaringan telekomunikasi. e. Lampiran 7 : Peta rencana jaringan listrik. Lampiran 11 : Peta rencana peruntukkan blok. (2) RDTRK Malang Tengah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi dengan lampiran meliputi : a.BAB VIII PENUTUP Pasal 89 (1) RDTRK Malang Tengah memiliki jangka waktu 20 (dua puluh) tahun semenjak ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Lampiran 5 : Peta rencana fungsi jalan. i. Lampiran 9 : Peta rencana jaringan air bersih. Lampiran 6 : Peta rencana rute angkutan kota. h. j. Lampiran 2 : Peta rencana blok peruntukkan. d. g. b. f. Lampiran 12 : Peta rencana koefisien KDB. l. Lampiran 1 : Peta rencana struktur ruang. . c. k. Lampiran 4 : Peta rencana skala pelayanan. Lampiran 10 : Peta rencana peningkatan sistem drainase.

Agar setiap orang mengetahuinya. Lampiran 14 : Peta rencana garis sempadan bangunan. Pasal 90 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksan aannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Wali Kota Pasal 91 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. t. p. r. Lampiran 18 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan II. Lampiran 16 : Tabel klasifikasi zonasi p. (3) rencana detail tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. . Lampiran 21 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan V. n. Lampiran 17 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan I.m. Lampiran 20 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan IV. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Malang. o. Lampiran 22 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan VI. Lampiran 19 : Peta rencana peraturan zonasi pada blok peruntukkan III. q. Lampiran 15 : Rencana Indikasi Program. s. u. Lampiran 13 : Peta rencana koefisien KLB.

Ditetapkan di Malang pada tanggal WALIKOTA MALANG. ttd ( .) .

PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup Jelas Pasal 2 Cukup Jelas Pasal 3 ... yang banyak menyebabkan ketidak seimbangan struktur dan fungsional ruang kota sekaligus ketidakteraturan ruang k ota... baik karena faktor internal. mampu mengakomodir aktivitas kota dan dapat dipedomani oleh setiap stakeholder d alam pembangunan kota.. Faktor yang menentukan dan menjadikan kegiatan peninjauan kembali rencana tata ruang menjadi suatu aktivitas yang penting untuk dilakukan secara berkala d alam proses penataan ruang adalah karena adanya perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi d i lapangan.PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR ... pemanfaatan ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor.. UMUM Perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan cenderung menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh adanya peningkatan intensitas (ruang)....TAHUN 2011 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA I. maka Pemerintah Kota Malang perlu untuk menyempurnakannya.. sehingga apabila nyata-nyata dirasakan terjadi penyimpangan atau pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK). Dalam implementasinya. baik dalam format evaluasi maupun revisi supaya RDTRK tersebut agar tetap aktual .. maupun faktor eksternal. baik internal maupun eksternal...... II..

Cukup Jelas Pasal 4 Cukup Jelas Pasal 5 Cukup Jelas Pasal 6 Cukup Jelas Pasal 7 Cukup Jelas Pasal 8 Cukup Jelas Pasal 9 Cukup Jelas Pasal 10 Cukup Jelas Pasal 11 Cukup Jelas Pasal 12 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) .

Pasal 15 Ayat (1) Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 65 Tahun 1993 yang dimaksud dengan : Halte adalah tempet pemberhentian kendaraan umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan penumpang. Sedangkan penetapan jalan kolektor sekunder ditetapkan berdasarkan SK Gubernur. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Zebra cross merupakan marka berupa 2 garis utuh melintang jalur lalu lintas dan/atau berupa rambu perintah yang menyatakan tempat penyeberangan pejalan kaki. Trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki .105/DRJD/96 : .Definisi KKOP atau kawasan keselamatan operasional penerbangan berdasarkan peraturan menteri perhubungan km no.44 tahun 2005 tentang pemberlakuan SNI 037112-2005 mengenai kawasan keselamatan operasional penerbangan sebagai standart wajib adalah wilayah daratan/dan atau perairan dan ruang udara di sekit ar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 13 Cukup Jelas Pasal 14 Fungsi Jalan arteri sekunder ditetapkan berdasarkan Kepmen PU No. 631 Tahun 2009 tentang status jalan nasional. 630 tahun tahun 2009 tentang Penetapan Ruas ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri dan Jalan Kolektor 1 dan Kepmen PU No. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Berdasarkan Keptusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.

Yang dimaksud dengan Sistem Parkir on memanfaatkan badan jalan. b. Larangan parkir on-street pada badan jalan antara lain : sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah tempat penyeberangan. Sedangkan yang dimaksud dengan Sistem Parkir off street adalah parkir di luar badan jalan dan/atau di gedung ataupun tempat parkir khusus. sifat peruntukkan lahan disekitarnya dan peranan jalan yang bersangkutan. street adalah parkir yang Penentuan sudut parkir on-street ditentukan oleh : lebar jalan. volume lalu lint as pada jalan yang bersangkutan. Pola parkir on-street dibedakan menjadi : pola parkir pararel. dimensi kendaraan. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter. dan pola parkir meyudut. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis. sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan. sepanjang tidak menimbulkan kemacetan dan menimbulkan bahaya. karakteristik kecepatan. sepanjang 50 meter sesudah jembatan.a. sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah akses bangunan gedung. sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang. .

Kriteria penyediaan taman parkir antara lain : rencana umum tata ruang daerah (RUTRD). parkir dengan dapat tanpa pembayaran atau dengan pengendalian lalu lintas rendah. Pasal 16 Cukup Jelas Pasal 17 . Kriteria tarif parkir golongan A : uk maksud pengendalian parkir. Fasilitas parkir off street sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama. meningkat sesuai dengan lamanya parkir. letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani. dapat diberlakukan tarif park ir secara progresif. yang dapat. tersedianya tata guna lahan. parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt dengan frekuensi parkir relatif rendah (1.5 waktu yang lama. tarif parkir dapat diberlakukan relatif tinggi. daerah kendaraan/SRP/hari). keluar masuk kendaraan yang dikendalikan melalui karcis dengan waktu tercatat. kelestarian lingkungan. daerah perumahan.Fasilitas parkir off street untuk umum adalah tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan tersendiri. daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. kemudahan bagi pengguna jasa. Kriteria penyediaan gedung parkir antara lain : tersedia tata guna lahan. Kriteria tarif parkir golongan C : kawasan parkir pada fasilitas parkir umum dengan maksud pengendalian parkir. parkir tarif yang rendah. tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. untuk mengendalikan lalu-lintas. Perhitungan tarif parkir tidak didasarkan atas perhitungan pengembalian biaya investasi dan operasional.. daerah dengan frekuensi parkir relatif tinggi (20 kendaraan/SRP/hari). daerah dengan derajat pengendalian lalu lintas tinggi. memenuhi persyaratan konstruksi dan perundang-undangan yang berlaku. keselamatan dan kelancaran lalu lintas. daerah dengan derajat Kriteria tarif parkir golongan B : parkir pada badan jalan (on-street) tanpa unt uk maksud pengendalian parkir. daerah komersil atau pertokoan. c. memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. Penetapan tarif parkir adalah salah satu cara pengendalian lalu-lintas. juga tidak semata -mata untuk memperoleh keuntungan material dan/atau finansial.

Ayat (2) Sanimas adalah sanitasi masyarakat. Pasal 23 Ayat (1) . merupakan suatu program berbasis masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan.Cukup Jelas Pasal 18 Cukup Jelas Pasal 19 Cukup Jelas Pasal 20 Cukup Jelas Pasal 21 Cukup Jelas Pasal 22 Ayat (1) Pengolahan limbah dengan on-site system merupakan sistem pembuangan air limbah yang dilakukan secara individual atau perorangan melalui pengolahan dan pembuangan air limbah setempat.

Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Incenerator (Medical Waste Incinerator) adalah mesin yang digunakan untuk membakar sisa sampah dari limbah medis Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Peran serta masyarakat mulai dari sumber (rumah tangga) antara lain pengurangan dan pemilahan Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 26 Ayat (1) . kawasam perdagangan dan jasa maupu kawasan untuk fungsi kegiatan fasilitas umum. Re-use dan Recycle. Hilir mempunyai arti tempat pengolahan sampah mulai dari depo TPS TPA. Recycle adalah mendaur ulang barang. Re-use adalah pemakaian kembali.Proses pemisahan sampah organik dan non organik harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Hulu mempunyai arti kawasan penghasil sampah seperti kawasan permukiman. Program 3R meliputi Reduce.

terencana dan terorganisasi. . Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) RP4D (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah) merupakan acuan kerja untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara teratur.Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 27 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Kepanjangan dari Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa.

material buatan dan unsur-unsur alam untuk menjadi fasilitas sosial kota. mempertahankan dan meningkatkan kondisi lahan beserta semua kelengkapannya dengan melakukan penanaman pohon pelindung. pengaman sarana kota dan mampu menjadi areal penyerapan air. perlindungan areal khusus dan penyegaran udara yang terletak disepanjang jalan. perdu/semak hias dan rumput/ penutup tanah dalam upaya melestarikan tanaman dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. lingkungan peresapan air. Ayat (2) Penghijauan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk memelihara. Taman kota adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang mempunyai batas tertentu. ditata dengan serasi. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas . Kebun bibit adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota yang digunakan sebagai tempat penangkaran bibit pohon pelindung dan bibit tanaman hias.Pasal 28 Cukup Jelas Pasal 29 Cukup Jelas Pasal 30 Cukup Jelas Pasal 31 Cukup Jelas Pasal 32 Ayat (1) Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan. lestari dan inda h dengan menggunakan material taman. Jalur Hijau adalah Ruang Terbuka Hijau untuk keserasian lingkungan dengan tujuan konservasi tanah.

Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (10) Berdasarkan UU No.249.56 M2 (12.260.000 M2). Saat ini RTH publik di Malang Tengah hanya seluas 1.15 %) dari luasan Malang Tengah sebesar 883 Ha (=8.830. Ayat (11) Kawasan ruang terbuka non hijau merupakan kawasan yang yang secara fisik bukan berbentuk bangunan gedung dan tidak dominan ditumbuhi tanaman ataupun permukaan berpori.24 %) dan RTH privat seluas 1.91 M2 (13. badan air ataupun kondisi tertentu lainnya. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang telah mengatur tentang luasan RTH yang disyaratkan untuk kawasan perkotaan sebesar 30% dari luasan kota.169.073. dimana dalam penyediaannya 20% merupakan RTH publik dan 10% merupakan RTH privat. . dapat berupa perkerasan.

bangunan talud atau pengaman sungai.Ayat (12) Cukup Jelas Pasal 33 Cukup Jelas Pasal 34 Cukup Jelas Pasal 35 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Yang dimaksud bangunan dengan fungsi fungsi penunjang kawasan lindung antara lain meliputi bangunan pengontrol ketinggian air di sempadan sungai. dll. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup Jelas .

keutuhan material bangunan/struktur. Kajoetanganstraat-Semeroestraat merupakan koridor Jalan Semeru. serta bentuk tanaman yang ada dalam tapak. Tindakan ini dapat disertai dengan menambahkan penguat-penguat pada struktur. Definisi preservasi adalah tindakan atau proses penerapan langkah-langkah dalam mendukung keberadaan bentuk asli. disamping pemeliharaan material bangunan bersejarah tersebut . Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (5) Definisi eksporasi atau penelitian upaya untuk melakukan eksporasi atau peneliti an terhadap variabel/elemen/unsur yang mempunyai nilai sejarah dan memiliki karakte r khusus sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya pelestarian terhadap bangunan dan lingkungan cagar budaya.Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup Jelas Pasal 37 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kajoetangan straat merupakan koridor sepanjang Jalan Basuki Rahmat.

Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau bebera .Definisi konservasi adalah Memelihara dan melindungi tempat-tempat yamg indah dan berharga. Definisi restorasi adalah kegiatan mengembalikan suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi awalnya secara lengkap dan utuh untuk pemakaian yang sama seperti semula. agar tidak terlantar. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern : Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar. dengan cam memperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan sekarang. los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. menengah. ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan. yang sudah kehilangan vitalitas fungsi aslinya Definisi addisi adalah Menempatkan/ membuat bangunan/elemen bangunan baru yang sesuai dengan karakter kawasan. Pemerintah Daerah. Definisi rehabilitasi adalah sebuah proses mengembalikan obyek agar berfimgsi kembali. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama. swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. seraya melestarikan bagian-bagian dan wujud-wujud yang menonjol (penting) dinilai dari aspek sejarah. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama. kios. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. Definisi gentrifikasi adalah kegiatan menghidupkan-kembali kegiatan di suatu lingkungan yang telah ditinggalkan penghuninya Definisi demolisi adalah Penghancuran atau perombakan suatu lingkungan binaan yang sudah rusak atau membahayakan Pasal 38 Cukup Jelas Pasal 39 Cukup Jelas Pasal 40 Cukup Jelas Pasal 41 Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. Swasta. Definisi rekonstruksi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya yang sebagian besar telah hancur tidak berbentuk lagi Definisi adaptasi/revitalisasi adalah Meningkatkan kegiatan social dan ekonomi lingkungan bersejarah. arsitektur dan budaya Definisi renovasi adalah kegiatan membangun-kembali suatu lingkungan atau benda cagar-budaya ke kondisi yang menyerupai awalnya untuk pemakaian yang berbeda dari semula.

Pasal 42 Cukup Jelas Pasal 43 Cukup Jelas Pasal 44 Cukup Jelas Pasal 45 Cukup Jelas . menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket. Supermarket.pa bangunan yang didirikan secara vertikal maupun horizontal. yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang. Department Store. Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan. Toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri.

Pasal 57 Cukup Jelas .Pasal 46 Cukup Jelas Pasal 47 Cukup Jelas Pasal 48 Cukup Jelas Pasal 49 Cukup Jelas Pasal 50 Cukup Jelas Pasal 51 Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Kawasan strategis yang dimaksud meliputi kawasan cagar budaya (kawasan kayu tangan) dan kawasan strategis ekonomi (kawasan Pusat Kota. kawasan Pasar Besar dan sekitarnya serta kawasan strategis lainnya yang mempunyai nilai ekonomi cuku p tinggi) Pasal 52 Cukup Jelas Pasal 53 Cukup Jelas Pasal 54 Cukup Jelas Pasal 55 Cukup Jelas Pasal 56 ATM ( Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia.

Pasal 58 Cukup Jelas Pasal 59 Cukup Jelas Pasal 60 Cukup Jelas Pasal 61 Cukup Jelas Pasal 62 Cukup Jelas Pasal 63 Cukup Jelas Pasal 64 Cukup Jelas Pasal 65 Cukup Jelas Pasal 66 Cukup Jelas Pasal 67 Cukup Jelas Pasal 68 Cukup Jelas .

Pasal 74 Cukup Jelas Pasal 75 Cukup Jelas Pasal 76 Cukup Jelas Pasal 77 Cukup Jelas Pasal 78 Cukup Jelas Pasal 79 Cukup Jelas Pasal 80 Cukup Jelas Pasal 81 Cukup Jelas Pasal 82 Cukup Jelas . Sedangkan proses atau mekanisme dari ijin pemanfaatan ruang ini akan dijelaskan lebih detail dalam Peraturan walikota. 15 Tahun 2010. permendagri no.Pasal 69 Cukup Jelas Pasal 70 Cukup Jelas Pasal 71 Cukup Jelas Pasal 72 Cukup Jelas Pasal 73 Pasal 68 ini hanya menjelaskan tentang jenis ijin pemanfaatan ruang besertaketentuan umum perijinan pemanfaatan ruang berdasarkan PP No. 50 tahun 2009. 1 tahun 2008 dan permendagri no.

Ayat (2) Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang disingkat BKPRD adalah Badan yang bersifat ad-hoc di Provinsi dan di Kabupaten/Kota dan mempunyai fungsi membantu pelaksanaan tugas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam koordinasi penataan ruang di daerah. hubungan kerja dan penyaluran tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan suatu tugas untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dan/atau tumpang tindih.Pasal 83 Cukup Jelas Pasal 84 Cukup Jelas Pasal 85 Cukup Jelas Pasal 86 Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 : Ayat (1) Koordinasi adalah upaya mencapai suatu kesatuan sikap pandangan dan gerak langkah melalui kegiatan yang meliputi penentuan pembagian pekerjaan. Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup Jelas .

Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup Jelas Pasal 87 Cukup Jelas Pasal 88 Cukup Jelas Pasal 89 Cukup Jelas Pasal 90 Cukup Jelas Pasal 91 Cukup Jelas .

.

Lampiran 1 .

Lampiran 2 .

Lampiran 3 .

Lampiran 4 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 .

Lampiran 7 .

Lampiran 8 .

Lampiran 9 .

Lampiran 10 .

Lampiran 11 .

Lampiran 12 .

Lampiran 13 .

Lampiran 14 .

Lampiran 15 Tahapan Indikasi Program Pembangunan di Kecamatan Klojen Tahun 2010 .Tahun 2030 Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana .

(Tahun 20102011) (Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) 1 Transportasi Program pelebaran jalan untuk menyesuaikan fungsi jalan . Melakukan fisibility study (studi kelayakan) pelebaran jalan Jalan Panglima Sudirman. Jalan Laksamana Martadinata dan .

Jalan Pasar Besar (dan beberapa ruas jalan yang ada di kawasan Pasar Besar)

300 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Penyusunan Amdal Lalin

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Sosialisasi dan pembebasan lahan

100 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas PU . Pelaksanaan pembangunan

450 jt APBD I, APBD II Dinas PU Program pepembangunan sarana dan prasarana jalan

50 jt

. Pembangunan Halte, Jembatan penyebrangan, dan zebra cross serta pot dan lampu penerangan di sepanjang kawasan

kayutangan, di Jalan Veteran, Jalan Kawi, di sekitar Pasar Besar, di Pasar Comboran, Jalan Myjen Panjaitan, Jl. Trunojoyo, di sekitar Alun-alun Merdeka dan di sekitar Alunalun Tugu.

75 jt/tahun APBD II Dinas Perhubungan, Dinas PU , Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelebaran trotoar dan perbaikan trotoar Pelebaran (di Alun alun Merdeka dan sekitarnya serta kawasan Pasar Besar) dan Perbaikan (di semua ruas jalan)

50 jt/tahun APBD II Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Penataan Parkir

. Studi Revitalisasi Pasar Besar untuk menampung kapasitas parkir di area sekitarnya Kawasan Pasar Besar

250 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar . Sosialisasi parkir bersama di lokasi Pasar Besar Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappeda, Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar, Dinas Pasar

Program Pengembangan (Aspek)

Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program

No.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana

(Tahun 20102011)

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030)

. Sosialisasi Pengembalian Rute Angkutan Umum sesuai dengan rute yang seharusnya Kawasan Pasar Besar

75 jt APBD II Dinas Perhubungan, Bapeko, Paguyuban Angkutan Umum . Sosialisasi sistem tarif progresif dan parkir berlangganan Kawasan Pasar Besar

Studi Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Kawasan Pasar Comboran 150 jt APBD II Dinas Perhubungan. Dinas Pendapatan Daerah. Bappeda. Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar. Masyarakat . DED dan pelaksanaan pembangunan Parkir Bersama di sekitar Pasar Comboran Sekitar Pasar Comboran . Dinas Pasar .75 jt APBD II Dinas Perhubungan. Bappeda. Dinas Pendapatan Daerah. Dinas Pasar .

Masyarakat dan Swasta (pengusaha) sekitar.300 jt APBD II Dinas Perhubungan. Dinas PU. Dinas Pasar . masyarakat sekitar 2 Kependudukan Manajemen Kependudukan . Bappeda. Pemasangan ramburambu dilarang parkir on street di semua jalan arteri primer. jalan arteri sekunder dan jalan kolektor 200 jt APBD II Bappeda. Dinas Pendapatan Daerah.

Aparat kecamatan dan kelurahan.. Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat 75 jt/tahun APBD II Bappeda. masyarakat sekitar . Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . Tokoh masyarakat. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.

Aparat kecamatan dan kelurahan. pelanggaran. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. Tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat. masyarakat sekitar 3 Fasilitas Program Peningkatan (kualitas dan kuantitas) Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan . masyarakat sekitar . Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Aparat kecamatan dan kelurahan. regristasi penduduk. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.75 jt/tahun APBD II Bappeda.

.

Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No.

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas pendidikan (peningkatan mutu tenaga kependidikan dan manajemen kependidikan) baik pendidikan formal maupun non formal Di seluruh unit fasilitas pendidikan mulai TK sampai SMA baik milik swasta atau pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendidikan. Bappeda . Sosialisasi peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (baik formal maupun non formal .

Swasta/investor . Bappeda . Pelaksanaan . Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan (sarana dan prasarana fasilitas pendidikan) Di seluruh unit fasilitas pendidikan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan.termasuk sosialisasi PHBS ke masyarakat) Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 50 jt/tahun APBD II Dinas Kesehatan.

Sosialisasi Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas . Swasta/investor Program Penyediaan Fasilitas Perumahan .pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan Di seluruh unit fasilitas kesehatan baik swasta ataupun pemerintah 500 jt/lima tahun APBD II dan Investor Dinas Pendidikan.

Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu . Dinas PU. Studi Kelayakan untuk pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun . Dinas PU.alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar 150 jt APBD II Bappeda.100 jt APBD II Bappeda. Tokoh Masyarakat .

150 jt APBD II Bappeda. Pelaksanaan Pembangunan Rusunawa/Rusunami Di kawasan permukiman yang berada di sepanjang Sungai Brantas 1 M APBD II dan APBN Dinas PU . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (kelas menengah keatas) Di sekitar Kawasan Alun .alun Tugu dan sekitar kawasan Pasar Besar . Dinas PU. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu .

10 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor . Pelaksanaan Pembangunan apartemen (pelajar dan mahasiswa) Di sekitar kawasan pendidikan (Kelurahan Penanggungan) 5 M Swasta/Investtor Swasta/Investtor Program Peningkatan Fasilitas RTH .

.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

Sosialisasi lahan konservasi di sepanjang Sungai Brantas Di sepanjang sempadan Sungai Brantas 50 jt/tahun APBD II Bappeda.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Pelaksanaan kegiatan pembangunan Di sepanjang sempadan Sungai Brantas . Dinas PU.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program penghijauan .100 jt/tahun APBD II Dinas PU. Sosialisasi Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun APBD II Bappeda. Pelaksanaan Kegiatan minimal menanam 1 .

pohon pada 1 rumah Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen Swadaya Masyarakat Masyarakat . Sehat dan Hijau Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun APBD II Dinas Kebersihan dan Pertamanan Utilitas Program Peningkatan Pelayanan Air Bersih . Program Lomba Kampung Bersih.

Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PDAM PDAM .. Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun .

Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .PDAM PDAM Program Peningkatan Pelayanan Listrik . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun PLN PLN .

Normalisasi dan rehabilitasi saluran yang ada Jalan Pajajaran. Pertigaan Jalan Veteran Jalan Bogor. Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman dan semua saluran tersier yang ada dalam kawasan permukiman . Jalan Veteran.50 jt/tahun PLN PLN Program Peningkatan Kondisi Drainase . Jalan Kertanegara.

Membangun Saluran Baru Jl. Mayjen Panjaitan 100 jt APBD II Dinas PU .100 jt/tahun APBD II Dinas PU . Jalan Veteran. Jalan Maratadinata dan Jalan Kyai Tamin 75 jt/tahun APBD II Dinas PU . Jalan Tugu. Rehabilitasi dan perbaikan prasarana drainase Jalan Trunojoyo.

.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

Sosialisasi Program Sanimas Komunal Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen .(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) dan di seluruh saluran yang ada Program Peningkatan Kondisi Sanitasi .

Sosialisasi Program 3R Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Dinas PU . Penentuan Lokasi Sanimas Komunal dan Pelaksanaan Pembangunan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 150 jt/tahun APBD II Bappeda.75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas PU Program Penanganan Sampah .

75 jt/tahun APBD II Bappeda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Dinas Kebersihan dan Pertamanan . Lomba Hijau dan Bersih dalam Pengolahan Sampah dan RTH Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Program Komposting dan 3R di TPS Di seluruh Lokasi TPS 100 jt/tahun APBD II Bappeda.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Program Peningkatan Pelayanan Jaringan Telepon . Pengembangan jaringan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .100 jt/tahun APBD II Bappeda. .

Pembangunan sentral telepon baru Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 50 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) . Pengembangan instalasi telepon Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen . Pengembangan prasarana pendukung Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) .

Studi Mastrplan penetapan Lokasi BTS Kota Malang 200 jt/tahun .100 jt/tahun TELKOM dan provider (swasta) TELKOM dan provider (swasta) Program Peningkatan Pelayanan Menara Telekomunikasi .

Swasta . Pelaksanaan kegiatan penataan dan pemasangan Di seluruh kelurahan di Kecamatan Klojen 1 M Investor/Swasta Dinas Komunikasi dan Informatika. Bappeda .APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika. Bappeda . Sosialisasi terhadap seluruh provider Kota Malang 75 jt/tahun APBD II Dinas Komunikasi dan Informatika.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) Program Peningkatan Pelayanan Internet . Alunalun Tugu dan sekitarnya serta Taman Senaputra . Pemanfaatan lahan RTH untuk akses internet Alun-alun Merdeka dan sekitarnya.

kesehatan. Penambahan akses internet di semua fasilitas umum (pendidikan. perdagangan dan pariwisata) Di seluruh Fasilitas umum yang ada di Kecamatan Klojen 75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta 4 Perdagangan dan Jasa Program Penataan Kawasan Perdagangan dan Jasa . perkantoran.75 jt/tahun APBD II Telkom dan swasta .

DED Pembangunan Pasar Besar Pasar Besar 300 jt APBD II Bappeda. Dinas Pasar . Studi Revitalisasi Kawasan Pasar Besar Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 300 jt APBD II Bappeda.. Dinas Pasar . Pelaksanaan Kegiatan Revitalisasi dan Pembangunan Kawasan Pasar Besar .

Di Kawasan Pasar Besar dan sekitarnya 2 M APBD II dan swasta Dinas Pasar dan Swasta . DED Pembangunan Pasar Klojen Pasar Klojen 200 jt APBD II Bappeda. Pelaksanaan pembangunan Revitalisasi Pasar Klojen Pasar Klojen . Dinas Pasar .

1 M APBD II Dinas Pasar dan Swasta . Dinas Pasar. Sosialisasi Central PKL Di Kawasan Pasar . Sosialisasi pemindahan pedagang di dalam Pasar Comboran Pasar Comboran 75 jt/tahun APBD II Bappeda. Paguyuban Pedagang Kaki Lima Program Penataan Sektor Informal .

Paguyuban Pedagang Kaki Lima .Besar. di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 50 jt/tahun APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Satpol PP. Bappeda.

Program Pengembangan (Aspek) Lokasi Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Program No. Prioritas Kegiatan Program Tahap Persiapan Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Perkiraan Biaya Sumber Biaya Instansi Terkait / Pelaksana (Tahun 20102011) .

di MATOS dan kawasan Alunalun Merdeka serta di semua fasilitas umum (menyatu dengan fasilitas) 150 jt/lokasi APBD II Dinas Pendapatan Daerah. Paguyuban Pedagang Kaki Lima 5 Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Program Upaya Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar . Satpol PP.(Tahun 20112016) (Tahun 20162020) (Tahun 2020-2025) (Tahun 2025-2030) . Pembangunan Central PKL Di Kawasan Pasar Besar. Bappeda.

Penyusunan Peraturan Daerah Cagar Budaya Kota Malang . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Studi Penentuan dan Klasifikasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Kota Malang 200 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bappeda .Budaya .

Sosialisasi Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya dan Upaya Pelestariannya Di Kecamatan Klojen 75 juta/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.350 jt/tahun APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Pelaksanaan pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya Di Kecamatan Klojen 50 juta/5 tahun/bangunan . Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu. Bappeda . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.

Bappeda 6 Peningkatan Kualitas SDM Program Manajemen Kependudukan dan Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pembangunan . Sosialisasi peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan keterampilan dan pendidikan non formal lainnya Di seluruh kelurahan yang didalamnya terdapat permukiman padat . Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.APBD II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. masyarakat . pelanggaran. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial. masyarakat .300 jt/tahun APBD II BLK. dll) Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan . regristasi penduduk. Sosialisasn dan pelaksanaan Manajemen Penduduk (pelatihan tentang kependudukan. Sosialisasi keterlibatan semua program pembangunan fisik dan non fisik pada masyarakat Di seluruh kelurahan yang ada di wilayah perencanaan 300 jt/tahun APBD II BLK.

masyarakat Sumber : Hasil Rencana .300 jt/tahun APBD II BLK. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.

Porterfield & Hall (1995). Chiara & Koppelman (1975) . samping kanan dan kiri serta belakang. . . Lynch (1962).Lampiran 16 Daftar Klasifikasi dan Kodefikasi Zona pada BWK Malang Tengah FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. . 1 R-1 = Rumah Tunggal Bangunan dengan strukur tunggal. mempunyai halaman depan. Pendekatan : Tipe Bangunan Rujukan : . . Menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi di seluruh wilayah kota. . Merefleksikan pola-pola pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Perumahan . . Green (1981). Mengakomodasi bermacam tipe hunian dalam rangka mendorong penyediaan hunian bagi semua lapisan masyarakat. Chiara (1984).

Umumnya memiliki lantai lebih dari satu 3 R-3 = Apartemen Rumah susun di kawasan komersil bagi masyarakat menengah ke atas Komersial . provinsi. beberapa kota/kabupaten). Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. 5 K-1 = Regional Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan regional (internasional. jasa. Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . indonesia. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . pertokoan. . rekreasi. Menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerja. dan pelayanan masyarakat.. meliputi : dimensi. intensitas. Menyediakan peraturanperaturan yang jelas pada kawasan Perdagangan dan Jasa. 2 R-4 = Rumah Deret/Town House Bangunan gandeng yang hanya dipisahkan oleh dinding. Tiap-tiap unit hunian memiliki atap tersendiri. dan disain.

Industri . . Menjamin pembangunan industri yang . 7 K-3 = Kecamatan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan Kecamatan. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU . Menyediakan ruangan bagi kegiatankegiatan industri dan manufaktur dalam upaya meningkatkan keseimbangan antara penggunaan lahan secara ekonomis dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja.. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU 6 K-2 = Kota Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kota/kabupaten atau melayani . Memberikan kemudahan dalam fleksibilitas bagi industri baru dan redevelopment proyekproyek industri. 9 K-5 = Lingkungan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan lingkungan. 8 K-4 = Kelurahan Kegiatan perdagangan dan/atau jasa dengan skala pelayanan kelurahan. .

Merefleksikan pola-pola . Keputusan Kepala Bapedal No. maupun suara yang kecil dan yang tidak mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. . 11 I-2 = Mengganggu Industri yang mempunyai limbah. Mengakomodasi bermacam tipe fasilitas sosial dan umum untuk mendorong penyediaan pelayanan bagi semua lapisan masyarakat. . Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas sosial dan umum sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Pendekatan : Pencemaran. air. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. Fasilitas Pelayanan . air maupun suara yang mengganggu lingkungannya. dampak Rujukan : .berkualitas tinggi. serta industri yang mengganggu kinerja transportasi lingkungannya. baik udara. dan melindungi penggunaan industri serta membatasi penggunaan non industri. menimbulkan polusi. baik udara. dengan tingkat polusi. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. . 10 I-1 = Tidak Mengganggu Industri yang non limbah.

Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU.pengembangan yang diingini masyarakat pada lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. Indonesia. beberapa kota/kabupaten. Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Keputusan Kepala Bapedal No. 13 FP-2 = Kota Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kota/Kabupaten. . Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . provinsi. 14 . 12 FP-1 = Regional Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Internasional. Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU. 17 Tahun 2001 tentang Jenis . . . Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No.

16 FP-5 = Lingkungan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Lingkungan. 15 FP-4 = Kelurahan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kelurahan. . Menyediakan lahan untuk 17 PK-1 = Pemerintahan Kantor pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi. Pendekatan : .FP-3 = Kecamatan Fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan skala pelayanan Kecamatan. Pemerintahan.

Standar Fasilitas Pelayanan Perkotaan/lingkungan PU.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. . pertahanan dan keamanan yang berkualitas tinggi. kecamatan. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. Keputusan Kepala Bapedal No. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. pertahanan dan keamanan. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN Pertahanan dan Keamanan . Menjamin kegiatan pemerintahan. 18 PK-2 = Pertahanan dan Keamanan . . . Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU. Pelayanan pemerintah Rujukan : . . kelurahan). Pengembangan pemerintahan dan pertahanan serta keamanan sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung untuk menjamin pelayanan pada masyarakat. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. dan melindungi penggunaan lahan untuk pemerintahan. kota/kabupaten.

Polwil. meningkatkan pendapatan masyarakat. 19 P-1 = Pertanian Lahan Basah 1) Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk pertanian lahan basah. meningkatkan produksi pangan dan pendayagunaan investasi. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. menciptakan kesempatan kerja. 20 . meningkatkan ekspor. . Korem. Menyediakan lahan untuk pengembangan pertanian. 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan pertanian lahan basah secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . berkualitas tinggi. . . meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . . Pendekatan : Jenis Kegiatan Pertanian Rujukan : . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam untuk pertanian pangan. . polsek dan sebagianya. serta kegiatan ekonomi sekitarnya. 47 Tahun 1997 tentang RTRW Nasional. . . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor. Kodam. meningkatkan fungsi lindung. Pertanian . . Mengakomodasi bermacam tipe pertanian dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk pertanian. Polda. PP No. . Koramil. Menjamin kegiatan pertanian yang . dan melindungi penggunaan lahan untuk pertanian tersebut.Kantor atau instalasi militer termasuk tempat latihan baik pada tingkatan nasional.

meningkatkan produksi perkebunan dan mendayagunakan investasi. . . meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan pendapatan masyarakat. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . . 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan perkebunan secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . . . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan pendapatan masyarakat. meningkatkan ekspor. . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdya alam. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. . . meningkatkan produksi pertanian dan mendayagunakan investasi. . meningkatkan pendapatan nasional dan daerah.P-2 = Pertanian Lahan Kering 1) kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian lahan kering. 21 P-3 = Perkebunan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk kegiatan perkebunan. menciptakan kesempatan kerja. 2) kawasan yang apabila dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian lahan kering secara ruang dapat memberikan manfaat untuk : . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. .

. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . meningkatkan kesempatan kerja. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. meningkatkan fungsi lindung. . meningkatkan ekspor. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. . . meningkatkan pendapatan masyarakat. . menciptakan kesempatan kerja. cabang usaha. . 2) kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan peternakan secara ruang dapat memberikan manfaat : . meningkatkan produksi peternakan dan mendayagunakan investasi. . meningkatkan produksi perikanan dan mendayagunakan investasi. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. usaha pokok. .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. maupun industri. 22 P-4 = Peternakan 1) kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik sebagai sambilan. . 23 P-5 = Perikanan kegiatan perikanan secara ruang dapat memberikan manfaat : .

. 31 Tahun 1995. meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan pendapatan masyarakat. meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Juknis LLAJ. dan melindungi penggunaan lahan untuk prasarana transportasi. . . meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. Keputusan Menteri Perhubungan No. menciptakan kesempatan kerja. pengaturan dan pengoperasian lalulintas. pengawasan. 24 TR-1 = Terminal 1) Titik simpul dalam jaringan trasnportasi jalan dan berfungsi sebagai pelayanan umum. meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. meningkatkan ekspor. Transportasi . 25 TR-2 = . . Menjamin kegiatan trasnportasi yang berkualitas tinggi. 1995. tempat pengendalian. tipe B dan Tipe C. Pendekatan : Simpul Transportasi Rujukan: . .. . tidak mengganggu upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. 3) Terminal terdiri dari Terminal tipe A. . 2) Prasarana angkutan yang merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang. Menyediakan lahan untuk pengembangan prasarana transportasi. Mengakomodasi bermacam tipe prasarana transportasi dalam rangka mendorong penyediaan lahan untuk prasarana transportasi tersebut. .

. berlabuh. . Pendekatan : . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1998 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Kereta. pertumbuhan ekonomi. . tata ruang wilayah. 26 TR-3 = Pelabuhan Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batasbatas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. pertumbuhan ekonomi. . dan keselamatan pelayaran. . naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. keselamatan pelayaran.Stasiun Tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dari/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api Pendekatan : . . . kelestarian lingkungan. . Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 Tentang Perkeretaapian. Rujukan : . tata ruang wilayah. kelestarian lingkungan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1998 Tentang Prasarana Dan Sarana Kereta Api. Rujukan : .

KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN . Undang undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran. keselamatan penerbangan. . Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1996 Tentang Kepelabuhan. 27 TR-4 = Bandar Udara Lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. Zona yang ditujukan untuk mempertahankan/ melindungi lahan . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan Ruang Terbuka Hijau . . Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun !999 tentang Angkutan di Perairan. serta dilengkapi dengan fasilitas kasper sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi Pendekatan : . kelestarian lingkungan dan . Rujukan : . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. . . .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. SNI 03-7112-2005 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan. tata ruang wilayah. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan atau pos.

dan untuk dinikmati nilai-nilai keindahan visualnya. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Departemen PU.untuk rekreasi di luar bangunan. sarana pendidikan. atau lahan perorangan yang pembangunannya harus dibatasi untuk menerapkan kebijakan ruang terbuka. Preservasi dan perlindungan lahan yang secara lingkungan hidup rawan / sensitif. . . serta melindungi kesehatan. 15 Tahun 1998 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah perkotaan. keselamatan. dan kesejahteraan publik. Permendagri No. 28 H-1 = Taman Kota Taman dengan skala pelayanan Kota Pendekatan : Skala Pelayanan Rujukan : . 29 H-2 = Taman BWK/Kecamatan Taman dengan skala pelayanan BWK 30 H-3 = Taman Kelurahan . PP No. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota . Diberlakukan pada lahan yang penggunaan utamanya adalah taman atau ruang terbuka.

Taman dengan skala pelayanan Kelurahan 31 H-4 = Taman lingkungan Taman skala lingkungan 32 H-5 = Taman Pemakaman Taman pemakaman 33 H-6 = Jalur hijau Taman jalur hijau 34 H-7 = Lapangan Taman berupa lapangan olahraga Kawasan Hutan .

2) Kawasan yang secara ruang apabila digunakan untuk budidaya hutan alam dan hutan tanaman dapat memberi manfaat : . . UU No. . jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. .47 tahun 1997 tentang RTRWN . PP No.41 Tahun 1999. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. . meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. meningkatkan fungsi lindung. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. meningkatkan ekspor. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat Pendekatan : Fisik dan fungsi hutan Rujukan : . . dengan kriteria : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya.35 KH-1 = Hutan Produksi Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. . .

. . 2) Kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pengembangan transportasi. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masingmasing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 124 atau kurang. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. industri dan lain-lain apabila dapat memberikan manfaat : . . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya hutan. diluar hutan suaka alam dan hutan pelestarian alam. . perkebunan. . . transmigrasi. 36 KH-2 = Hutan yang dapat dikonvers 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN terutama di daerah setempat. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. permukiman. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. 37 KH-3 . meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah setempat. meningkatkan kesempatan kerja terutama untuk masyarakat daerah setempat. pertanian. .FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. meningkatkan fungsi lindung. meningkatkan ekspor.

Schwank. Washington D. . 2) Kawasan yang apabila digunakan untuk kegiatan hutan rakyat secara ruang dapat memberikan manfaat : . . Dean. meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. meningkatkan kesempatan kerja. terutama di daerah setempat.C. Campuran 38 C-1 = Rumah-Toko Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan perdagangan dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan perdagangan (toko).25 hektar dan mempunyai fungsi hidrologis/pelestarian ekosistem. The Urban Land Institute. luas penutupan tajuk minimal 50 persen dan merupakan tanaman cepat tumbuh. meningkatkan pendapatan. mendorong perkembangan usaha dan peran serta masyarakat terutama di daerah setempat. meningkatkan fungsi lindung. . 1089. Pendekatan : Kegiatan Utama Rujukan : . meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumberdaya alam. meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya. 39 C-2 = . meningkatkan ekspor. . .= Hutan Rakyat 1) Luas minimal 0. . . Mixed-use Development Handbook.

40 C-3 = Apartemen-Pusat Belanja Dalam satu zona dapat terdiri hunian dengan perdagangan (pusat belanja). kawasan cagar budaya dan kawasan lindung lainnya. jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing. kawasan suaka alam. Memelihara dan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup. Kawasan Lindung . 3) Kawasan tanah bergambut dengan ketebalan 3 meter 4) atau lebih yang terdapat dibagian hulu sungai dan rawa.masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai (skor) 175 atau lebih. serta menghindari berbagai usaha dan/atau kegiatan di kawasan 41 KL-1 = Lindung untuk kawasan bawahannya Hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. mengendalikan erosi. kawasan perlindungan setempat. 2) Kawasan hutan yang empunyai lereng lapangan 40% atau lebih. Mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup dan melestarikan fungsi lindung kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya. mencegah banjir. berstruktur tanah yang mudah meresapkan air dan mempunyai geomorfologi yang mampu meresapkan . . dan/atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian di atas permukaan laut 2000 m atau lebih. mencegah intrusi air laut.Rumah-Kantor Dalam satu zona dapat terdiri penggunaan lahan perumahan dan jasa perkantoran dan atau dalam satu bangunan dapat dimanfaatkan sebagai rumah dan kantor. Kriterianya adalah : 1) Kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng. kawasan pelestarian alam. 5) Kawasan bercurah hujan yang tinggi. dan memelihara kesuburan tanah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1993 tentang Sungai.Pendekatan : Jenis Perlindungan Rujukan : . 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. Daerah Manfaat Sungai. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai. . PP No.47 tahun 1997 tentang RTRWN. . Keppres No.

3) Garis sempadan sungai yang bertanggul dan tidak bertanggul yang berada di wilayah perkotaan dan sepanjang jalan ditetapkan tersendiri oleh Pejabat yang berwenang Kawasan sekitar danau/waduk daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50-100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. satwa. Mempertahankan keanekaragaman hayati. Meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah. Sempadan sungai 1) Garis sempadan sungai bertanggul ditetapkan dengan batas lebar sekurangkurangnya 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggung. 42 KL-2 = Perlindungan Setempat Sempadan pantai daratan sepanjang tepian yang lebarnya roporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai. minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. air. . . tipe ekosistem dan keunikan alam. . 2) Garis sempadan sungai tidak bertanggul ditetapkan berdasarkan pertimbangan teknis dan sosial ekonomis oleh Pejabat yang berwenang. tumbuhan dan satwa.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. serta nilai budaya dan sejarah bangsa. KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN rawan bencana. iklim. air hujan secara besarbesaran.

gempa bumi dan tanah longsor serta gelombang pasang dan banjir. industri. 2) Hutan yang terletak di dalam wilayah perkotaan atau sekitar kota dengan luas hutan minimal 0. 43 KL-3 = Rawan Bencana Alam Kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik.Kawasan sekitar mata air kawasan disekitar mata air dengan jari-jari sekurang-kurangnya 200 meter. tepi sungai/ pantai/jalan yang berada di kawasan perkotaan. antara lain kawasan rawan letusan gunung berapi. 3) Hutan yang terbetuk dari komunitas tumbuhan yang berbentuk kompak pada satu hamparan. dari berbagai jenis baik jenis asing atau eksotik maupun jenis asli atau domestik. 45 KL-5 = . Kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota 1) Lokasi sasaran kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota antara lain di kawasan permukiman. 5) Jenis tanaman untuk kawasan terbuka hijau kota adalah berupa pohonpohonan dan tanaman hias atau herba.25 hektar. tanah longsor. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. bukan tanaman hias atau herba. 4) Jenis tanaman untuk hutan kota adalah tanaman tahunan berupa pohonpohonan. yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. serta gelombang pasang dan banjir. gempa bumi. 44 KL-4 = Pelestarian Alam Hutan dengan ciri khas tertentu. berbentuk jalur atau merupakan kombinasi dari bentuk kompak dan bentuk jalur.

baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia dan/atau 4) Mempunyai luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dengan daerah penyengga yang cukup luas. 3) Mempunyai kondisi alam.Suaka Alam 1) Kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya dan/atau 2) Mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya. dan/atau .

46 KL-6 = Konservasi Hutan dengan ciri khas tertentu.FUNGSI TUJUAN PENETAPAN NO. 2010 Syarat Pemanfaatan Ruang : I : Pemanfaatan ruang yang diijinkan (80-90% dari luas kapling) T : Pemanfaatan ruang yang diijinkan terbatas (10-20% dari luas kapling) B : Pemanfaatan ruang yang diijinkan namun dengan bberapa syarat yang harus dip enuhi . KLASIFIKASI DAN KODE ZONA KRITERIA/KARAKTERISTIK KETERANGAN 5) Mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh disuatu daerah serta keberadaannya memerlukan koservasi. Sumber : Hasil Rencana. yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.: Pemanfaatan ruang yang tidak diijinkan .

Lampiran 17 .

Lampiran 18 .

Lampiran 19 .

Lampiran 20 .

Lampiran 21 .

Lampiran 22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful