P. 1
PENGGUNAAN TANDA BACA

PENGGUNAAN TANDA BACA

|Views: 1,731|Likes:
Published by delavarhamas
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN

More info:

Published by: delavarhamas on May 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2015

pdf

text

original

PENGGUNAAN TANDA BACA

Ada bermacam-macam tanda baca yang dipergunakan di Indonesia, yaitu tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda hubung (-), tanda pisah ( _ ), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda kurung [ ( ) ], tanda kurung siku ( [ ] ), tanda petik (”….”), tanda petik tunggal ( ’….’), tanda ulang (…..2), tanda garis miring ( / ), dan tanda penyingkat ( ’ ). Tidak semua tanda baca tersebut lazim dipakai dalam suatu surat dinas. Oleh karena itu, bahasan tanda baca dalam surat dinas akan saya batasi khusus pada tanda baca yang biasa dipakai dalam surat dinas. Bahasan yang diberikan masih menggunakan model contoh, uraian kesalahan, dan pembetulannya 1. Tanda Titik (.) Penggunaan tanda titik yang salah sering ditemukan pada bagian-bagian surat, yaitu pada akhir tanggal surat, akhir nomor surat, akhir hal atau perihal surat, akhir alamat tujuan, akhir salam pembuka, akhir nama pengirim surat, penulisan singkatan nomor induk pegawai (NIP), dan akhir bagian tembusan surat. Contohnya adalah sebagai berikut : a. Bandung, 24 Juni 2007. b. Nomer: 272/DKL/2007. c. Kepada Yth. Saudara Kepala Dinas Pertanian Jl. Tarubudaya no. 28. Ungaran. d. Perihal: Permohonan Ijin. e. NIP. 500 055 234. Perhatikan contoh-contoh tanda penggunaan tanda titik yang salah pada bagian surat dinas di atas. Kesalahan lain antara lain pada butir a, yakni pada penulisan kata Bandung sebagai penegas asal kota si pengirim. Kata Bandung tidak perlu dicantumkan jika kop surat telah menyebutkan nama dan alamat asal instansi pengirim secara jelas. Penulisan nomer pada butir b, belum menggunakan kata baku. Kesalahan lain dapat kita temui pada butir c, dimana kata Kepada tidak tepat digunakan mengingat kata kepada adalah menghubungkan antar bagian kalimat, misalnya Tuti sedang menyampaikan sebuah surat (bagian 1) kepada ibunya (bagian 2). Sedangkan kata sapaan Saudara tidak perlu digunakan karena bentuk yang mengikutinya bukan nama orang. Disamping itu, penggunaan jln. tidak boleh disingkat, sedangkan kata no tidak perlu dipergunakan karena mubazir.

Page |1

Pada butir d, penggunaan kata Ijin bukan kata baku dan huruf awalnya juga jangan memakai huruf kapital. Penggunaan NIP sebaiknya juga tanpa titik dan angkanya juga jangan dijarang-jarangkan. Pembetulan kelima kalimat di atasa adalah sebagai berikut. a. 24 Juni 2007 b. Nomor: 272/DKL/2007 c. Yth. Kepala Dinas Pertanian Jalan Tarubudaya 28 Ungaran 55243 d. Perihal: Permohonan izin e. NIP 500055234 2. Tanda Titik Dua (:) Dalam bahasa surat dinas ditemukan penggunaan tanda titik dua (:) yang masih salah atau sesungguhnya hal itu tidak perlu terjadi. Contohnya sebagai berikut. a. Telepon : 2515, 3419, 3696, 87062. Telex: 25124 b. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 342/Kpts/KU/623/2007 Tanggal : 6 Pebruari 2007. c. Kami, Kepala Sekolah SMP 3 Sentolo, di Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menerangkan bahwa : Nama : SUPRIYANTO No. Induk Siswa: 1529 Jenis Kelamin : laki-laki Kelas : II.B telah keluar dari SMP 3 Sentolo mulai 1 Januari 2007, dengan alasan sudah tidak mempunyai minat untuk bersekolah. Perhatikan penggunaan tanda titik dua (:) yang kurang tepat pada bagian surat dinas di atas. Perbaikan contoh diatas adalah sebagai berikut. a. Telepon 2515, 3419, 3696, dan 87062, Teleks 25124 b. Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 342/Kpts/KU/623/2007, tanggal 6 Februari 2007. c. Kami, Kepala Sekolah SMP 3 Sentolo, di Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menerangkan bahwa nama : Supriyanto, nomor induk siswa: 1529, jenis kelamin : laki-laki, kelas : II.B,
Page |2

telah keluar dari SMP 3 Sentolo sejak 1 Januari 2007 karena sudah tidak mempunyai minat untuk bersekolah.

3. Tanda Kurung ( ) Penggunaan tanda kurung yang tidak tepat pada sebuah surat dinas, sering terjadi pada contoh berikut. a. Lampiran: 1 (satu) lembar b. Lampiran: 5 (lima) bendel c. Kepala ttd (Sudjarwo, SH) NIP. 500 056 071 Penggunaan tanda kurung diantara kata satu atau lima sebagai penegas tidak perlu, angka 5 dan 1 juga tidak perlu ditulis. Akan tetapi, huruf awal kata satu atau lima ditulis dengan huruf kapital. Perbaikan contoh diatas adalah sebagai berikut. a. Lampiran: Satu lembar b. Lampiran: Lima bendel c. Kepala, ttd Sudjarwo, S.H. NIP 500056071 Perhatikan penambahan tanda koma dibelakang kata kepala. Juga perhatikan penulisan NIP yang benar serta penulisan singkatan gelar SH yang baku. 4. Tanda koma ( , ) Tanda koma adalah tanda koma yang memiliki bentuk mirip apostrof atau tanda petik tunggal tapi diletakkan di garis dasar teks. Beberapa jenis huruf menggambarkannya sebagai suatu garis kecil yang agak melengkung atau kadang lurus, atau seperti angka sembilan yang diisi bagian lubangnya.
Page |3

Menurut Pedoman EYD, koma dipakai: 1. Di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Contoh: Saya membeli kertas, pena, dan tinta. 2. Untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Contoh: Saya ingin datang, tetapi hari hujan. 3. Untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Contoh: Kalau hari hujan, saya tidak akan datang. 4. Di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Contoh: ... Oleh karena itu, kita harus berhati-hati. 5. Untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, dan kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat. Contoh: O, begitu? 6. Untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Contoh: Kata Ibu, "Saya gembira sekali." 7. Di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Contoh: Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta. 8. Untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Contoh: Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949 Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat. 9. Di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Contoh:
Page |4

W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 4.

10. Di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga. Contoh: B. Ratulangi, S.E. 11. Di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contoh: 12,5 m 12. Untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Contoh: Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali. 13. Di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca. Contoh: Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh. Koma tidak dipakai: 1. Untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya (terkait aturan nomor 3 di atas). Contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. 2. Untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Contoh: "Di mana Saudara tinggal?" tanya Karim.

Page |5

5. Tanda titik koma ( ; ) Tanda titik koma adalah tanda baca dengan beberapa penggunaan, terutama untuk jeda pada kalimat dan pemotongan pada suatu daftar. Dalam bahasa Inggris, semicolon, istilah bahasa Inggris untuk tanda titik koma, digunakan secara umum mulai tahun 1591. Ben Jonson adalah penulis berbahasa Inggris terkemuka pertama yang menggunakan tanda ini dengan sistematis . Menurut pedomanEYD , tanda titik koma dipakai: 1. Untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Contoh: Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga. 2. Sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik menghapal nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran "Pilihan Pendengar". Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca

Page |6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->