P. 1
Tafsir Tentang Zakat

Tafsir Tentang Zakat

|Views: 135|Likes:
Published by Ahmad Fathoni

More info:

Published by: Ahmad Fathoni on May 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

JAWABAN UJIAN KOMPREHENSIF/KUALIFIKASI ILMU TAFSIR AHKAM Dosen : Prof. Dr. H. Nurwajah Ahmad EQ, MA.

A

Pengertian Zakat.

1

Zakat berasal dari akar kata dasar

( ‫ ) زكى‬yang bermakna

‫( النماء‬tumbuh/

berkembang), ‫( الطهرة‬kesucian), ‫( البركة‬keberkahan), dan ‫ ( الصلح‬terpuji).1 Kata zakat dimaknai dengan berkembang karena zakat dapat mengembangkan harta, sebab dana zakat dapat digunakan untuk menciptakan dan menumbuhkan usaha maupun lapangan pekerjaan baru. Dimaknai dengan kesucian, karena zakat dapat mensucikan harta yang dikeluarkan zakatnya maupun orang yang berzakat (muzakki) dan orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahiq al-zakat) dari sifat-sifat tercela serta dapat membersihkan dari dosa-dosa. Di maknai dengan keberkahan, karena zakat dapat memberikan keberkahan bagi orang yang berzakat (muzakki) yang terwujud dalam bentuk keamanan bagi harta muzakki. Sedangkan dimaknai terpuji, karena orang-orang yang berzakat (muzakki) akan terpuji dihadapan Allah dan juga manusia serta orang yang menerima zakat (mustahiq al-zakat) terpuji, karena terangkat martabatnya dari perbuatan mengemis dan meminta-minta. Makna zakat ini saling berkaitan antara makna yang satu dengan makna lainnya, yaitu setiap harta yang sudah dikeluarkan zakatnya akan menjadi berkembang, suci, berkah, dan terpuji. Makna zakat yang dinamis, dari “pertumbuhan dan peningkatan” hingga “penyucian” . Menurut Bashear,2 ada dua kata yang digunakan untuk menunjuk zakat: zaka’ dan zakah. Jika yang pertama digunakan, ia menunjuk pada pertumbuhan dan peningkatan, namun jika yang kedua yang digunakan, ia berarti penyucian. Dari kedua pengertian inilah kemudian makna zakat dikembangkan menjadi pertumbuhan dan penyucian. Ini terlihat, antara lain dalam

1 Majma’al-Lughah al-‘Arabiyah, al-Mu’jam al-Wasith, Juz 1 (Mesir, Daar el-Ma’arif, 1972), hlm.
396

2 Sulaeman Bashear, On the Origin and Development of the Meaning of Zakat in Early Islam” , Arabica 40, (1993), hlm. 84-113.

2

defenisi al-Sarakhsi, yang menggabungkan kedua makna itu, seraya merujuk pada QS. alTaubah (9): 103. Menurutnya, disebut zakat karena “ Menyucikan pembayarnya dari dosadosa3 Dalam pengertian terminologis, zakat didefenisikan oleh para ulama dengan redaksi yang berbeda antara satu dengan lainnya, tetapi pada prinsipnya sama. Ulama Hanafiyyah mendefinisikan zakat dengan menjadikan hak milik bagian harta tertentu , dari harta tertentu untuk orang tertentu, yang telah ditentukan oleh syar’i karena Allah. Ulama Malikiyyah mendefinisikan zakat dengan pengeluaran bagian tertentu dari harta tertentu yang telah mencapai nishab untuk mustahik-nya, jika telah sempurna kepemilikan dan haul, kecuali barang tambang dan pertanian yang tidak ada haul-nya. Ulama Syafi’iyah mendefenisikan zakat dengan nama bagi sesuatu yang dikeluarkan dari harta atau badan atas jalan tertentu. Dan ulama Hanabilah mendefinisikan zakat dengan hak yang wajib dalam harta tertentu bagi kelompok tertentu pada waktu tertentu.4 Merujuk pada pengertian zakat yang diungkap para ulama di atas, maka zakat sesungguhnya merupakan pengeluaran sebagian kecil harta orang tertentu yang menjadi hak orang tertentu. Pengertian yang dikemukakan oleh ulama Hanafiyah dan Hanabilah secara jelas menunjukkan adanya perpindahan kepemilikan harta zakat dari kelompok tertentu, yakni orang-orang kaya kepada kelompok lain, yakni mereka yang berhak menerima. Zakat dengan demikian adalah hak, bukan pemberian, ataupun hadiah dari orang-orang kaya kepada yang berhak menerima zakat itu. Kadar pengambilan dan ukuran harta yang dikeluarkan zakatnya

3Al-Sarakhsi, Kitab al-Mabsut, (Kairo, Matba’at al-Sa’adah, 1913), Juz 2, hlm. 149. 4Wahbah al-Zuhaily. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Juz II (Damaskus, Daar al-Fikr, 1979) Cet
ke-3, hlm. 730-731.

3

2 4 . (Beirut.salah satunya adalah al-Quran. hlm. Dar al-Fikr. Siddiqi. Mengeluarkan sebagian harta kemudian diberikan kepada orang-orang yang belum beruntung adalah unsur terpenting dalam regulasi zakat itu sendiri. A. harta-harta apa saja yang harus dikeluarkan zakatnya telah ditetapkan oleh syar’i.t. Sebagai tindakan ibadah yang bertujuan untuk menyucikan pembayarnya. tetapi tidak jarang pula menjadi perhatian fiqh politik ekonomi (fiqh al-siyasah al-maliyyah ).) hlm. dimana di dalam harta orang-orang kaya ada hak-hak orang-orang miskin. Tidak heran jika kemudian pembahasan tentang zakat sering ditemukan dalah fiqh ibadah. tetapi dibahas juga di dalamnya masalah zakat. 1992). dan sebagai tindakan sosial untuk meningkatkan penghasilan penerimanya. t.ayat tentang Zakat dalam Al-Qur’an 5 Lihat misalnya. Disamping itu. dalam zakat tersirat adanya kehendak dalam ajaran Islam untuk menciptakan keharmonisan antara orang-orang yang kaya dengan orang-orang yang belum beruntung. Kitab al-Ahkam al-Sulthaniyyah. B Ayat. Begitu pula halnya dengan orang-orang yang berhak menerima zakat. S. al-Mawardi . bahwa landasan yuridis kewajiban berzakat. buku ini lebih dikenal sebagai buku tentang pemerintahan. zakat memiliki dimensi ganda: 1. Dengan zakat. Sesuai dengan judulnya.ditetapkan oleh syar’i. 113125. distribusi kekayaan menjadi lebih merata. Dalam ungkapan lain hukum zakat dapat disebut sebagai hibrida antara unsur ibadah dan peningkatan penghasilan. Cf.5 Para ulama sepakat. dan simbolisasi hubungan horizontal antar sesama manusia tercipta dengan baik. Dengan demikian. bersandingan dengan keuangan publik atau sumber-sumber pemasukan negara lainnya.. Public Finance ini Islam ( Delhi: Adam Fubluishetr and Distributor.

QS. 33: 33. 2: 110. 58: 13. zakat juga berhubungan langsung dengan Allah (hablum minallah). Shalat ada kaitannya dengan manusia (hablum minannas). 21: 73. 78. pada kata “Zakat”. 7 QS. QS. zakat juga tiang agama. 162. 277. 6: 141. hanya dapat dilaksanakan oleh orang yang berpunya dan berkecukupan. 3: 180. 4: 37. 8 Ke. QS. dan satu kali disebutkan dalam konteks yang sama dengan shalat tetapi tidak di dalam satu ayat. QS. 30 ayat diungkap dengan menggunakan kalimat ma’rifat. Shalat adalah tiang agama. QS. 60 .Dalam al-Quran terdapat dua kata yang menunjukkan makna zakat. 71. Bentuk ma’rifat. sebab zakat diberikan langsung kepada manusia. 55. 6QS. terdapat sebanyak 28 kali. 9 Selanjutnya kata zakat dalam ungkapan yang berbeda disebut dalam al-Quran sejumlah 82 kali. QS. shalat dapat dilaksanakan oleh siapapun. 5 . QS. 77.QS. Sebagai contoh. Pada hal-hal tertentu. Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Quran.2: 43. QS. Sedangkan zakat. 83. (1) kata 2) ‫ )الزكاة‬kata ‫الصدقة‬. QS. QS. zakat lebih berkaitan lagi dengan manusia (hablum minannas).30 kali kata zakat disebutkan itu. 51: 19. 9: 11. Hal ini menunjukkan bahwa perintah zakat sama pentingnya dengan perintah shalat. 34. Shalat berhubungan langsung dengan Allah ( hablum minallah). zakat memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan shalat. QS.QS. 41: 7. QS. 31: 4. 8 kali terdapat di dalam surat-surat yang turun di Mekkah dan selebihnya terdapat di dalam suratsurat yang diturunkan di Madinah.177. Dalam bentuk ini.98: 5.103. 70: 24. dan zakat dengan disandingkan pada kalimat penegakan sholat. kata zakat diungkap sejumlah 30 kali6. QS. 5: 12. diungkap dalam 2 bentuk. 3: 141 8 QS 23: 2 dan 4 9 Muhammad Fuad Abdul Baqi. QS. 23:1-4. termasuk orang miskin. 22: 41. 59: 7. 18. 25. 1). 27 kali7 disebut dalam satu ayat bersama kata shalat. Penyebutan kata setelah perintah shalat.73: 98. 110.QS. 11. Kata zakat. QS. QS. 9:5. 34-36.

ayat-ayat tentang zakat yang turun di Madinah sudah menjelaskan bahwa zakat itu wajib dalam bentuk perintah yang tegas dan instruksi pelaksanaan yang jelas. 2004). 22:4. dimaksudkan bahwa Islam telah menanamkan kesadaran di dalam dada orang-orang Islam ada hak-hak orang yang berkekurangan dalam harta orang-orang kaya.11 Pada periode ini kewajiban zakat bersifat ilzami dan teknis operasional serta berbagai ketentuan tentang zakat diberikan penjelasan oleh Rasulullah SAW. seperti QS alRum: 38-39 dan 1-3.10 Walau al-Qur’an sudah membicarakan zakat dalam ayat-ayat Makkiyah. mengingat ayat-ayat Makkiyyah. namun demikian zakat pada periode ini baru dipandang sebagai anjuran untuk berbuat baik kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Tentang kapan zakat mulai di wajibkan. 30:38-39. Lepas dari perbedaan pendapat itu.QS.QS. Penggunaan kata zakat bukan dipandang sebagai pada ayat-ayat Makkiyah. 31:4. RajaGrafindo Persada. 27: 1-3. 7:156-157. Kemudian praktek ini diteruskan oleh khalifah-khalifah sesudahnya. Forum Zakat. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam (Jakarta. Terdapat perbedaan 10 Lihat QS.Kata zakat sudah digunakan dalam al-Quran pada ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah. 41 : 6-7 11Terdapat perbedaan pendapat dikalangan para sejarawan Islam tentang waktu pensyari’atan zakat. Luqman:4 dan sebagainya. hlm. 35). Berbeda dengan ayat-ayat Al Qur'an yang turun di Mekkah. QS. Ada yang menyatakan pada tahun kedua hijrah yang berarti satu tahun sebelum pensyariatan puasa. tetapi ada juga yang berpendirian bahwa zakat disyariatkan pada tahun ketiga hijriah yakni satu tahun setelah pensyariatan shiyam yang diwajibkan satu tahun sebelumnya (kedua hijriah). Sebagian beranggapan bahwa zakat fitrah mulai diwajibkan pada tahun ke-2 Hijrah di bersamaan Madinah. hlm. Lihat Kuntarno Noor Alfah (editor).12 dengan turunnya QS al-Taubah (9): 103 dan sebagainya. (Jakarta. terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama. QS. Zakat & Peran Negara. sedangkan lainnya berpandangan bahwa zakat diwajibkan sejak sebelum hijrah. telah memerintahkannya. QS.7 12Adiwarman Azwar Karim. 39 6 . menerima perintah zakat setelah beliau hijrah ke Madinah. sementara zakat mal (harta) diwajibkan pada tahun ke-9 Hijrah. yang jelas Nabi Muhammad saw. kewajiban yang bersifat ilzami.

tetapi Ia juga berfungsi sebagai penguasa politik (kepala negara). Hijrah ke kota Madinah memberikan warna baru bagi perjuangan umat Islam. belumlah menjadi dan tanggung jawab negara. hlm. pelaksanaan zakat diserahkan sepenuhnya pada kesadaran pribadi-pribadi seorang muslim. maka taklif hukumpun dalam periode Madinah menemukan bentuknya yang baru seiring dan sejalan dengan perkembangan yang baru. Ketiadaan otoritas politik yang cukup kuat. dalam arti belum ditentukan jumlah harta yang harus dizakati (nisab) dan takaran zakatnya (miqdar).14 Pelaksanaannya melibatkan sulthan (penguasa) beserta dorongan 13Yusuf al-Qardawi. Hal ini tidak lain karena umat Islam belum mempunyai otoritas politik yang cukup kuat. al-Qardawi menilai bahwa zakat yang diwajibkan di Mekah bersifat mutlak (zakat almutallaqah).13 Pelaksanaan zakat pada periode Mekkah. I. Nabi Muhammad di kota ini tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin agama. mengakibatkan umat Islam seringkali mendapat tekanan dan interogasi dari orang-orang kafir Qurais Mekkah sebagai penguasa kota Mekkah pada saat itu. 7 . Seiring dengan pertambahan peran yang dipegang oleh Nabi selama periode ini. 58-60 14 Ibid. Zakat pada periode ini masih bersifat umum. tentang ‘amil yang diberi tugas untuk mengambil. Di kota ini mereka dapat membentuk kekuatan politik. belum ada aturan khusus tentang nishab dan besarannya. Fiqh al-Zakat. serta mereka yang berhak menerimanya. yaitu mengambil bentuk perundang-undangan yang bersifat ilzami. Dapat dimengerti mengapa zakat pada periode Mekkah masih terbatas dan bersifat anjuran.ini. hlm 113. mengelola dan mendistribusikannya.

Demikian pula yang terjadi dengan syari’at zakat. oleh karena memang zakat itu merupakan ketetapan yang bersifat pasti dari Allah yang harus diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya. dan mendistribusikannya. mengelola. pada periode Madinah.18 Zakat disebut hak. syarat dan ketentuan wajib harta yang dikeluarkan zakatnya. Karena itu sadaqah adalah bukti kuatnya iman dan bakhil (pelit) sebagai bukti kedustaan. serta menentukan pula ‘amil yang bertugas menarik. Syar’i menentukan harta-harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Fiqh al-zakat. hlm. 78 16 Lihat QS. Zakat sifatnya wajib dan diwajibkan bagi orang kaya yang sudah memiliki tingkat kekayaan tertentu. 2002. tetapi juga didukung oleh kekuasaan politik. Jakarta. Al-Taubah (60): 34 17 Lihat QS. yang tidak berdusta dengan keimanannya sendiri.15 Jadi pelaksanaan hukum Islam pada periode Madinah tidak semata-mata di dasarkan pada kesadaran keberagamaan umat Islam. terdapat istilah lain dalam al-Quran yang berkaitan dengan membelanjakan harta kekayaan yang dimiliki seseorang dengan maksud zakat. Zakat disebut infaq16 karena hakikatnya zakat itu adalah penyerahan harta untuk kebajikan-kebajikan yang diperintahkan Allah SWT. Disebut dengan kata sadaqah17 terkait dengan kejujuran seseorang. Disamping itu memang salah satu tujuan utama zakat adalah untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. yaitu kata infaq dan kata shadaqah. hlm. 9 8 . Zakat dalam Perekonomian Modern. Gema Insani Press. Disamping kata zakat. 15 Yusuf Qardhawi. Orang yang memberi sadaqah adalah orang yang jujur.keimanan. Al-Taubah (60): 60 dan 103 18 Didin Hafidhuddin.

9 . UII Press. dan biji-bijian. Kelima. Al-Baqarah :267. hlm. yang wajib dizakati telah mencapai setahun (hawl) di tangan pemiliknya. Keenam.20 Al-Qurthuby21 (671 H) dalam menafsirkan QS. Al-Taubah : 103 dan QS. Kedua. Al-Baqarah: 267 menyatakan bahwa ayat tersebut merupakan perintah Allah kepada orang-orang yang beriman untuk mengeluarkan zakat dari hasil usaha yang terkait. hewan ternak. 21 Al-Qurthubi. tetapi hanya harta yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Pertama. al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah (Kuwait. Jogyakarta. (Daar el-Kutubal-‘Ilmiyah. Ketiga. al-Jami’li Ahkam al-Quran. Sementara itu. tt. 34-35 20QS.23 Lebih jauh. Beirut. hlm. 1993) hlm. disamping besaran zakat yang harus dikeluarkannya (miqdar) darinya. harta tersebut melebihi dari kebutuhan dasar seseorang. 156 22Al-Maraghi. yang waktu pembayarannya harus dilakukan saat panen atau ditemukan. baik yang berupa mata uang. Darr alSafwah. Ahmad Musthafa al-Maraghi22 (1495 H) ketika menafsirkan QS. kecuali tanaman dan harta temuan (rikaz). barang dagangan. Zakat dan Kemiskinan. 19Muhammad dan Ridwan Saud. cara memperoleh harta pun dipertimbangkan bagi penentuan besaran zakat. 236. maupun yang berbentuk tanaman. Jilid 1 ( Maktabah Tijarisah. zakat tidak dikenakan kepada seluruh harta benda seseorang. Al-Taubah: 103 bahwa zakat itu diambil dari semua harta yang dimiliki. meskipun kemudian dalam Sunnah Nabi dijelaskan rincian-rincian harta yang wajib di keluarkan zakatnya. harta tersebut harus mengalami pertumbuhan.sedangkan shadaqah dan infaq bisa dilakukan siapa saja tergantung keikhlasan dan tingkat keimanan seseorang. 2005.) 1365. kepemilikannya atas harta tersebut bersifat mutlak. harta tersebut dimiliki secara nyata. 1992) 33. Keempat. Namun demikian. Tafsir al-Maraghi.19 Secara umum zakat itu diambil dari setiap harta yang dimiliki seseorang dan juga diambil dari setiap hasil usaha yang baik dan halal. dalam arti benarbenar dalam kewenangannya. buah-buahan. 39 23Wuzarat al-Awqaf wa al-Shu’un al-Islamiyyah. harta tersebut telah mencapai jumlah minimal harta yang harus dizakati (nisab).

dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. 1. Q. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Lebih baik kirimkan harta itu terlebih dahulu dari sekarang. Tidaklah mereka mengetahui. “Dan apapun yang kamu dahulukan untuk dirimu kebaikan. Semuanya kelak akan engkau dapati kembali di sisi Allah. Sesungguhnya Allah melihat apa yang kamu kerjakan” 2.S Al-Baqarah: 110 “Dan dirikanlah olehmu shalat.S At-Taubah: 103-104 103. hadiah dan hibah. semuanya tidak akan hilang sia-sia. niscaya akan kamu dapati ia di sisi Allah”. tetapi segala sedekah. dan apapun yang kamu dahulukan untuk dirimu dari kebaikan. demikian juga memberikan harta benda untuk pembangunan segala usaha menegakkan agama jangan ditunda-tunda. keluarkanlah terlebih dahulu sekarang juga. memberikan penjelasan bahwa makna “dan tunaikanlah zakat” artinya janganlah bakhil seorang mukmin yang kaya dalam mengeluarkan harta untuk membantu orang yang miskin. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.. Artinya. Ayat di atas. niscaya akan kamu dapatkan ia di sisi Allah. dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. 104. bahwasanya Allah menerima Taubat dari hambahamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang? [658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda [659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka. Perintah Zakat dan Mengambilnya. Sebab miskin itu adalah pintu kepada kufur. dan tunaikanlah zakat. ini namanya telah dikirimkan terlebih dahulu untuk persiapan diri sendiri di hadapan Allah. Bukan saja zakat yang wajib. Q. jika diberi rizki oleh Allah di masa sekarang ini. 10 .1.

Artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Maka ayat ini memberi tuntunan tentang cara membersihkan diri. (103) Tidakkah mereka mengetahui. yakni sebanyak anda menerima sebanyak itu pula hendaknya anda memberi. dan untuk itu Allah memerintahkan Nabi SAW mengambil harta mereka untuk disedekahkan kepada yang berhak. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 5. dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. dan mendoalah untuk mereka. Prof.25 C. Hamka. Tetapi mayoritas ulama memahaminya sebagai perintah sunnah. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Kalau engkau bakhil. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. Ayat ini juga menjadi alasan bagi para ulama untuk menganjurkan para penerima zakat agar mendo'akan setiap yang memberinya zakat dan menitipkannya untuk disalurkan kepada yang berhak. M.S Al-an'am: 141 24. 24 2. Macam-macam Zakat 1.sebab hartamu yang sebenarnya ialah telah engkau belanjakan. kelak jika engkau mati tidaklah ada faedahnya buat kamu. Tafsir Al-Mishbah. Quraish Shihab. 706-707 11 . bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat. Zakat hasil tumbuhan dan buah-buahan Q. engkau tahan-tahan harta itu. hal. atau disebabkan oleh hartalah yang menghalang-halangi mereka berangkat. vol. DR. Beberapa Ulama memahami ayat ini sebagai perintah wajib atas penguasa untuk memungut zakat. Mereka yang mengakaui dosanya sewajarnya dibersihkan dari noda. Tafsir Al-Azhar 25. dan karena sebab utama ketidak ikutan mereka ke medan perang adalah ingin bersenang-senang dengan herta yang mereka miliki. Mengisyaratkan bahwa kehidupan atau hubungan timbal balik hendaknya didasarkan oleh take and give.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. dan dari sini lahir kewajiban atau anjuran menyisihkan sebagian untuk orang lain. Walhasil pemetikan bukan bertujuan memenuhi kepentingan mendesak untuk dimakan oleh pemilik dan keluarganya pada hari-hari terjadinya pemetikan itu. Imam Syafi'i demikian juga pendapatnya dan menambah satu syarat. pohon kurma. zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya). Imam Malik berpendapat bahwa yang wajib dizakati hanya yang dapat disimpan dan yang merupakan bahan makanan pokok. karena itu buah zaitunmenurutnya. Zakat binatang ternak 12 . Penyisihan tersebut adalah indikator adanya kelebihan pemilik. karena memetik hasil tanaman bertujuan untuk menghimpun dan menyisihkannya untuk masa datang atau untuk menjualnya.tidak wajib dizakati. 2. Dahulu mayoritas ulama membatasi jenis-jenis tertentu dari tumbuhan dan buahbuahan yang wajib dizakati. segala hasil bumi apapun jenisnya harus dizakati setelah memenuhi syaratsyaratnya. Sedangkan menurut Abu Hanifah. Kata (‫" )حصاد‬memetik" dijadikan sebagai waktu penunaian kewajiban atau tuntutan memberi kepada orang lain. dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya). tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya. Demikian juga sayur mayur. dan tidak sama (rasanya).Artinya : Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung. Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. yakni kering. dan janganlah kamu berlebih-lebihan.

Menurut mereka ternak yang kecil dinamai farsy/alas dan ada yang memahami yang disembelih. dan kedua yang hanya dapat dijadikan tunggangan. Quraish Shihab. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu. M. unta. domba dan kambing yang manfaatnya sangat banyak. vol. Pertama. binatang yang besar sehingga dapat dijadikan pengangkut barang-barang berat. unta yang kecil. Tafsir Al-Mishbah. Masih kelanjutan ayat di atas.S At-Taubah: 34 26 . ayat di atas membagi binatang tersebut ke dalam dua bagian. Dengan demikian. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. atau semua yang kecil dari semua jenis binatang ternak. sapi. 308-309 13 .Q.S Al-An'am: 142 Artinya : Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. hal. Kata (‫" )فرشا‬alas" ada juga yang memahaminya dalam arti tunggangan.4. Antara lain sebagai alat pengangkat barang-barang berat dan ada juga yang diambil manfaat dari bulu dan rambutnya sebagai alas. zakat juga wajib dikeluarkan dari beberapa binatang ternak. domba dan sapi. kambing. dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan.26 3. Ada pendapat lain untuk kata ini yaitu. Zakat Emas dan Perak Q.

Sehubungan dengan barang yang ditimbun. hal. Hal senada juga dikemukakan oleh Umar bin Khathab. Mereka merupakan kelompok ketiga dari kalangan pemimpin manusia. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. maka beritahukanlah kepada mereka. "Al-Qishud" adalah ulama kaum nasrani. Muhammad Hasib Ar-Rifa'I. jilid 2. kedudukan. dan kepemimpinannya atas manusia. karena manusia itu dikategorikan atas kelompok ulama'. dan kaum hartawan. 596-597 14 . dia berkata: "Yaitu harta yang dikeluarkan zakatnya tidaklah disebut al-kanzu (harta karun) walupun ia berada di bawah bumi lapis ke tujuh". "Ar-Ruhban" adalah ahli ibadah kaum nasrani." mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batal dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah". Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. Mereka memakan dunia dengan memanfaatkan agama. Ats-Tsaury meriwayatkan dari Ibnu Umar. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah. "Ahbar" adalah ulama kaum Yahudi.artinya : Hai orang-orang yang beriman. ahli ibadah. maka diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa yang dimaksud adalah harta yang tidak dikeluarkan zakatnya. Oleh karena itu Allah berfirman. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. "Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya pada jalan Allah".27 27 .

a : "Apabila seseorang memiliki emas 20 Dinar. (1 Dinar = 10 Dirham). Dan ketahuilah. Ibnu Abbas berkata: "Sebagian dari harta kekayaan yang baik-baik yang telah mereka usahakan". Ibnu Abbas juga berkata: "Allah menyuruh mereka menginfakkan harta yang paling baik. hal. Oleh sebab itu Allah berfirman: "Dan janganlah kamu memilih yang burukburuk lalu kamu nafkahkan darinya. Djamaluddin Ahmad Al Buny. dan Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik. Yang dimaksud infaq di sini adalah sedekah. 108 15 .Nisab pada emas dan perak apabila telah sampai haulnya (tahun pengeluarannya). Itulah yang dimaksud dengan "jelek" oleh ayat ini. AlMuwattha' Ibnu Malik menegaskan 20 Dinar itu = 200 Dirham. padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya". dengan ijma' para Ulama ialah seharga 20 Dinar atau = 200 Dirham. bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Allah melarang mereka bersedekah dengan harta yang hina dan rendah. padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Hadits yang menegaskan nisab emas adalah Ibnu Hazam dari Jarir bin Hisyam dan Sayyidina Ali r. 28 . Zakat Perniagaan Q/S Al-Baqarah: 267 artinya : Hai orang-orang yang beriman. keluarkan zakatnya setengah Dinar. paling bagus dan paling elok". dan sampai setahun miliknya. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya. Allah Ta'ala menyuruh hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berinfaq.28 atau = 200 Dirham.29 4. Miskal adalah jenis timbangan 29 . nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. karena Allah itu baik. Problematika Harta dan Zakat. Para Ulama sepakat bahwa 20 Dinar = 20 Miskal.

621 16 . untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. maka janganlah kamu memberikan kepada Allah yang tidak disukai olehmu. hanyalah untuk orang-orang fakir. hal. hal. dan seluruh zakat dapat saja diberikan kepadanya. Ibid. jilid 2. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. untuk (memerdekakan) budak. dan Allah Maha Mengetahui. apakah zakat itu harus dibagikan kepada semua golongan atau kepada sebagiannya saja? Menurut pendapat yang paling shahih. Muhammad Hasib Ar-Rifa'I. walaupun masih terdapat golongan yang lain.30 D. orang-orang yang berutang. Golongan yang Berhak Menerima Zakat Q. tidaklah wajib memberikan zakat kepada semua golongan. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan kaum anshar yang menyedekahkan kurma jelek. Menurut pendapat ini. Ibnu Abbas.Maksudnya apabila harta itu diberikan kepadamu maka kamu tidak akan mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata. Hudzaifah. Para Ulama berikhtilaf mengenai delapan orang ini.jilid 1. orang-orang miskin. bukan untuk menyatakan kewajiban menghabiskan semua golongan. namun cukup menyerahkan kepada salah satu dari delapan golongan tersebut. 443 31 . dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. pengurus-pengurus zakat.S At-Taubah: 60 Artinya : Sesungguhnya zakat-zakat itu. dan Said bin Jabir. penyebutan golongan tersebut dalam ayat adalah untuk menjelaskan pihak penerima. para muallaf yang dibujuk hatinya. Inilah pendapat Imam Malik dan sekelompok Ulama salaf dan khalaf. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Diantara mereka adalah Umar. Dan Allah tidak memerlukan yang seperti itu dari kamu.31 30 .

Gharim (orang yang kehidupannya terikat dengan hutang) .Amilin (orang yang mengurusi zakat) .S Al-Baqarah: 110. .Zakat perniagaan 4 Orang yang berhak menerima zakat ada delapan golongan. yaitu.Sabilillah .Zakat emas dan perak . Terdapat beberapa macam zakat. yakni wajib dikeluarkan dan tidak boleh ditunda-tunda.Ibnu Sabil 17 . yakni. .Orang-orang faqir .Zakat hasil tumbuhan dan buah-buahan .Zakat binatang ternak . dapat pula diartikan mensucikan harta yang di dalamnya terdapat hak orang lain yang memerlukan atau yang berhak.Muallaf (orang yang baru memeluk agama Islam) .BAB III PENUTUP Kesimpulan 1 2 3 Arti dari zakat adalah mensucikan jiwa.Orang-orang miskin . Perintah zakat telah dijelaskan dalam Q.Riqab (budak belian) .

Hi Disusun oleh: Ainun Najib Elya Rahmawati Jauharotul Aliyah (932500306) (932500706) (932501006) JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) 18 . M.TAFSIR AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG ZAKAT Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah “Tafsir 2" Dosen Pengampu: Bpk. Mu’tashim Billah.

Nabi tidak pernah membagikan zakat fitrah sedikit-sedikit kepada golongan yang delapan. sebagai sesuatu ketetapan yang di wajibkan Allah. tidak dilakukan oleh seorangpun dari para sahabat dan 19 . merupakan hadiah dari Nabi saw. Miskin: orang yang mampu memenuhi lebih dari separoh kebutuhanya. Fi sabilillah: mereka adalah para mujahid yang berperang dengan suka rela tanpa mendapat gaji dari pemerintah. Para muallaf yang dibujuk hatinya: adalah orang orang yang baru memeluk islam. Orang yang sedang dalam pejalanan yaitu para musafir yang kehabisan bekal untuk melanjutkan perjalananya. dan tidak berhutang untuk membiayai kemaksiatan. orang-orang miskin. 7 8 Ibnu Qayyim membantah pendapat ini dan berkata: "Pengkhususan zakat fitrah bagi orang-orang miskin.mereka di beri upah yang layak sesuai dengan pekerjaan mereka. pengurus-pengurus zakat. sehingga ia sampai ke tujuanya. namun ia belum mampu memenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. namun seputar itu ada yang terpercaya pada bidang dan ahlinya dari pengertian ayat dibawah ini: "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijakasan. maka ia diberi zakat untuk beberapa bulan kebutuhanya. mereka di beri zakat untuk diri mereka sendiri atau untuk membeli senjata. maka ia diberi zakat sekedar kebutuhanya. dan 3 4 5 6 Orang-orang yang berhutang: mereka adalah orang-orang yang terbebani hutang mereka di beri zakat untuk melunasi hutang mereka dengan syaratnya harus beragama islam." (QS. Amil Zakat: orang yang ditugaskan oleh penguasa (pemerintah) untuk mengumpulkan zakat dari orang yang membayar zakat. mereka diberi zakat agar hti mereka lunak menerima islam dan agar keimanan dihati mereka tetap teguh Zakat juga di berikan untuk memerdekakan budak membebaskan tawanan perang yang tertawan oleh pihak musuh. untuk(memerdekakan) budak. para mu'allaf yang di bujuk hatinya. tidak mampu melunasi hutang. tidak pernah pula menyuruhnya. At-Taubat:60) Dari ayat tersebut Allah telah mejelasakan delapan golongan yang berhak menerima zakat: 1 2 Fakir: orang yang hanya mampu memenuhi kurang dari separoh kebutuhanya.KEDIRI 2008 Pendapat yang masyhur dari ayat zakat yakni terdiri dari multi terjemahan. untuk jalan Allah. dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. orang yang berhutang.

tidak untuk orang yang berperang dan tidak pula untuk ibnu sabil yang kehabisan bekal untuk pulang. “Tatkala Allah SWT menyebutkan penentangan orang-orang munafik yang bodoh itu atas penjelasan Nabi saw. Roslullah saw. supaya tidak berkurang jumlahnya. Qashim dan Abu Tholib. Pendapat ini di pegang pula oleh Imam Hadi. jika orang orang fakir itu ada. Pendapat yang mewajibkan mengkhususkan kepada orang-orang yang fakir saja. ketika menafsirkan ayat ini dalam kitab tafsirnya II: 364 mengatakan. karena zakat fitrah adalah zakat juga. bukan diambil dari zakat. tidak untuk orang yang berutang. sebagaimana penjelasan Nabi tentang zakat harta. Dialah yang menetapkan ketentuannya. zakat itu diberikan kepada asnaf lainya. bahkan tidak diberi kecuali dengan sifat fakir. Dalam hal ini jelas ada tiga pendapat: 1. Menurut mazhab Maliki. Apabila di suatu negara tidak ada orang fakir. tidak pada orang yang berutang. sesuai dengan kebutuhan dan kemaslahatan. ini adalah pendapat golongan Maliki. dengan rata ini adalah pendapat yang masyhur dari golongan Syafi'i. Pendapat ini lebih kuat dibanding pendapat yang mewajibkan pembagian zakat fitrah pada asnaf yang delapan.orang-orang sesudahnya. Pendapat yang mewjibkan di bagikan pada asnaf yang delapan. sendirian. tetapi ini tidak berarti mencegah diberikanya kepada kelompok lainnya. sesungguhnya zakat fitrah itu hanyalah diberikan kepada golongan fakir dan miskin saja. tidak melarang. dan mereka mengecam Rasulullah mengenai pembagian zakat. kecuali hanya kepada golongan miskin saja." Hadist-hadist di atas menunjukkan bahwa maksud utama zakat fitrah adalah mencukupkan orang-orang fakir pada hari raya. berdasarkan hadist: "Zakat fitrah adalah untuk memberi makan pada orang-orang miskin." Dan hadis: "Cukupkanlah mereka di hari raya ini. tidak pada orang yang muallaf. maka kemudian Allah SWT menerangkan dengan gamblang bahwa Dialah yang membaginya. Pendapat yang memperkenankan membagikannya pada asnaf yang delapan dan mengkhususkanya kepada golongan fakir. Dia tidak pernah menyerahkan masalah 20 . Ini adalah pendapat jumhur. tidak dalam pembebasan perbudakan. dan Dialah pula yang memproses ketentuan-ketentuan zakat itu.a. sebagaimana yang terdapat dalam surat at-Taubat ayat 60. sehingga masuk dalam keumuman sebagaimana pada surat at-Taubat ayat:60 3. tidak kepada yang lainnya dari asnaf yang delapan. tanpa campur tangan siapapun. maka di pindahkan kenegara tetangga dari ongkos orang mengeluarkan zakat. yaitu Ibnu Taimiyah. Ibnu Katsir r.dimana mereka mengatakan bahwa zakat fitrah itu hanyalah di berikan kepada fakir miskin saja. salah satu dari pendapat Imam Ahmad. di perkuat oleh Ibnu Qoyyim dan gurunya. 2.bahkn salah satu pendapat dari mazhab kami adalah tidak boleh menyerahkan zakat fitrah. bahwa zakat itu diambil dari orang kaya dan diberikan kepada orang fakir. Tidak pada petugas zakat.

Ini adalah pendapat Imam Syafi’I dan sejumlah ulama’ yang lain. “Ini adalah pendapat mayoritas ahli ilmu. menyatakan bahwa tidak harus dibagikan kepada mereka semua.” (Kemudian) para sahabat bertanya. ataukah boleh diberikan kepada sebagian di antara mereka ? Dalam hal ini. Tirmidzi II: 81 no: 647. tetapi (sesungguhnya) orang yang kaya dan orang yang kuat berusaha tidak mempunyai bagian untuk menerima zakat. Ibnu Abbas Abul’Aliyah. Hudzifah Ibnul Yaman. bahwa ia akan menyebutkan hadits –hadits yang bertalian dengan masing-masing dari delapan kelompok kita: Kelompok pertama . “Ya Rasulullah. boleh saja. Sa’id bin Jubair. ‘Aunul Ma’bud V: 41 serta Nasa’i V:99). Kemudian Rasulullah bersabda. ‘Aunul Ma’bud V:42 no:1618. “Jika kamu berdua mau. seluruh zakat diberikan kepada kelompok tersebut. maka Rasulullah memperhatikan mereka berdua dengan seksama dan Rasulullah mendapatkan mereka sebagai orang-orang yang gagah. (Abdul ‘Azhim bin Badawi) menyebutkan semua kelompok yang berhak menerima zakat di sini hanyalah untuk menjelaskan pengertian masing-masing kelompok. penulis. Kelompok kedua.” (Shahih : Shahihul Jami’ no: 7251. Pendapat kedua.a. Oleh karena itu. ada dua pendapat : Pendapat pertama. bersabda. bahwa Rasulullah saw. bahwa ada dua orang sahabat mengabarkan kepadanya bahwa mereka berdua pernah menemui Nabi saw. “Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling minta-minta agar diberi sesuap dua suap makanan dan satu biji kurma. Imam Ibnu Katsir mengatakan. Orang-orang fakir Dari Abdullah Ibnu Umar bin al-Ash r. di antara mereka ialah Umar bin Khatab. “Zakat tidak halal bagi orang yang kaya dan tidak (pula) bagi orang yang sehat dan kuat.a. bahwa Rasulullah saw.” (Shahih : Shahih Abu Daud no: 1438. bukan karena keharusan memberikan zakat itu kepada semuanya. Ini adalah pendapat Imam Malik dan sejumlah ulama’ salaf dan khalaf. apakah mereka harus mendapatkan bagian semua. Maimun bin Mahcar.a. meminta zakat kepadanya. Ibnu Jarir mengatakan. akan saya beri. Maka Dia membagi-bagikannya kepada orang-orang yang telah disebutkan dalam ayat di atas : Pakar tafsir kenamaan Ibnu Katsir menegaskan bahwa para ulama’ berbeda pendapat mengenai delapan kelompok ini. Dari Ubaidillah bin ‘Adi bin al-Khiyar r. Orang-Orang Miskin Dari Abu Hurairah r. bersabda. mengatakan bahwa zakat itu harus dibagikan kepada semua delapan kelompok itu. walaupun ada kelompok-kelompok yang lain. dibagikan pada satu kelompok saja diantara mereka. (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?” Jawab 21 . dan Abu Hurairah meriwayatkannya lihat Ibnu Majah I:589 no: 1839 dan Nasa’i V:39).pembagian ini kepada siapapun selain Dia.

Hal ini ditegaskan oleh hadits shahih riwayat Imam Muslim dan lain-lain : Dari Abdul Mutthalib bin Rabi’ah al Harits bahwa ia pernah berangkat di Fadhl bin al Abbas r. ‘Aunul Ma’bud VIII: 205. menghadap Rasulullah saw. ‘Aunul Ma’bud XII : 440 no:4659. Kelompok ketiga: Para Amil Zakat Mereka adalah orang-orang yang bertugas menarik dan mengumpulkan zakat. Shahihul Jami’ no:1664. lalau diberi shadaqah. selalu memberi kepada hingga beliau menjadi orang yang paling kucintai. ‘Aunul Ma’bud VIII: 205-208 no: 2969. dari Yaman dengan membawa 22 .Beliau.a.ada sekelompok prajurit beserta pemukanya diberi seratus unta.Orang yang diberi sebagian zakat agar kemudian memeluk Islam. sebagaimana yang ditegaskan Allah Ta’ala. Seperti pada waktu perang Hunain juga. bersabda. karena zakat itu adalah kotoran (untuk mensucikan diri) manusia. walaupun selain dia lebih kucintai daripadanya (laki-laki tersebut) karena khawatir Allah akan mencampakkannya ke (jurang) neraka Jahanam.a. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan dari Abu Sa’id r.“Salah mereka yang yang hidupnya tidak berkecukupan dan dia tidak punya kepandaian untuk itu. 2. Sebagai misal Nabi saw. Maka (kepada mereka). Beliau bersabda. “Sesungguhnya zakat itu tidak halal bagi keluarga Muhammad dan tidak (pula) bagi keluarga Muhammad. dan Nasa’i VIII:103). Muslim II : 752 no:1072. bahwa Ali r. pernah diutus menghadap kepada Nabi saw. kemudian Rasulullah saw. Lihat Syarah Muslim VII:251). Kelompok keempat : Orang-orang Muallaf Kelompok muallaf ini terbagi menjadi beberapa bagian.” (Muttafaqun ‘alaih:Muslim II : 719 no:1039 dan lafadz baginya.a.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari I: 79 no:27. Muslim II:754 no:168 dan 1072.(Imam Nawawi berkata.Golongan orang yang diberi zakat dengan harapan agar keislamannya kian baik dan hatinya semakin mantap. “Sesungguhnya aku benar-benar memberi zakat kepada seorang lakilaki.” (Shahih : Mukhtashar Muslim no: 1558. lalu memohon kepada beliau agar mereka diangkat sebagai penarik dan pengumpul zakat. yang haram menerima zakat. “Ma’na AUSAKHUN NAAS ialah zakat itu sebagai pembersih harta benda dan jiwa mereka. setelah sebelumnya beliau menjadi orang yang paling kubenci. pernah memberi Shafwan bin Umayyah sebagian dari hasil rampasan perang Hunain. Mereka berhak mendapatkan bagian dari zakat. dan Nasa’i V:105-106). dan mereka tidak mau minta-minta kepada orang lain.“ Jadi zakat adalah pembersih kotoran.” (Shahih . Muslim I:132 no:150. Nasa’i V:85 dan Abu Daud V:39 no: 1615). Fathul Bari III : 341 no: 1479. namun mereka tidak boleh berasal dari kalangan kerabat Rasulullah saw. dimana waktu itu ia ikut berperang bersama kaum Muslimin: “Nabi saw. 1. “Pungutlah sebagian dari harta benda mereka sebagai zakat yang mensucikan mereka dan membersihkan (jiwa) mereka.

” Ini juga menjadi pendapat Mazhab Imam Ahmad. atau sekedar membeli budak lalu dimerdekakan.Bagian ini ialah orang-orang muallaf yang diberi zakat lantaran rekan-rekan mereka yang masih diharapkan juga memeluk Islam. Kelompok kelima :Untuk memerdekakan Budak Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri. Diriwayatkan juga pendapat yang semisal dengan pendapat tersebut dari Abu Musa al-Asy’ari. lalu dibagi oleh beliau saw. Sa’id bin Jubair. Ada banyak hadits yang menerangkan besarnya pahala memerdekakan budak. mengatakan bahwa dalam hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan ulama’ bahwa para muallaf tidak usah diberi bagian dari zakat setelah beliau wafat. az-Zuhri. Muqatil bin Hayyan. an-Nakha’i.Mereka yang mendapat bagian zakat agar menarik zakat dari rekan-rekannya. lalu Rasulullah bersabda. dan Imam Ishaq. Apakah muallaf sepeninggal Nabi saw. karena Rasulullah saw.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari III: 67 no:4351. (kedua) Uyainah bin Badr. (ketiga) ‘Alqamah bin ‘Alatsah. Sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits berikut : 23 . dan (keempat) Zaid al-Khair. Muslim II:741 no:1064. Ibnu Zaid bahwa yang dimaksud riqab. pernah memberi mereka zakat setelah penaklukan kota Mekkah dan penaklukan Hawazin. atau agar membantu ikut mengamankan kaum Muslimin yang sedang bertugas di daerah perbatasan. 4. 3.emas yang masih berdebu. karena Allah telah memperkuat agama Islam dan para pemeluknya serta telah memberi kedudukan yang kuat kepada mereka di bumi dan telah menjadikan hamba-hambaNya tunduk pada mereka (kaum muslimin). masih berhak mendapatkan bagian dari zakat ? Ibnu Katsir r. Imam Malik. kepada empat orang (pertama) al-Aqra’ bin Habis.a. bentuk jama’ dari raqabah “budak belian” ialah hamba mukatab (hama yang telah menyatakan perjanjian dengan tuannya bilamana sanggup menghasilkan harta dengan nilai tertentu dia akan dimerdekakan. dan Allah SWT untuk setiap anggota badan budak tersebut memerdekakan satu anggota badan orang yang memerdekakannya dari api neraka. pent). ‘Aunul Ma’bud XIII : 109 no:4738). Yaitu bahwa kata riqab lebih menyeluruh ma’nanya daripada sekedar memberi zakat kepada hamba mukatab. Kelompok yang lain berpendapat. Umar bin Abdul Aziz. Ibnu Abbas dan al-Hasan berkata. bahwa para muallaf itu tetap harus diberi. sampai untuk kemaluan sang budak Allah memerdekakan kemaluan orang yang memerdekakannya. sehingga mereka harus mendapat alokasi bagian dari zakat. “Tidak mengapa memerdekakan budak belian dengan uang dari zakat. “Aku menarik hati mereka. dan ini adalah pendapat Imam Syafi’i dan al-Lain. zakat ini kadang-kadang amat dibutuhkan oleh mereka. Wallahu a’lam.

a.” (Shahih : Shahihul Jami’us Shaghir no:6051.Dari Abu Hurairah r. maka baginya dihalalkan meminta hingga mempunyai kekuatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Tegakkanlah. Kelompok ketujuh : fi sabilillah ialah para mujahid sukarelawan yang tidak memiliki bagian atau gaji yang tetap dari kas negara. Maka mereka semua layak menerima bagian dari zakat. “Dan kamu tidak diberi pembalasan. dan Nasa’i V:96). kedua. sampai berhasil mendapatkannya. ‘Aunul Ma’bud V:49 no: 1624. aku mendengar Rasulullah saw. melanjutkan sabdanya. Maka Beliau bersabda. niscaya Allah dengan setiap anggota badannya akan membebaskannya anggota badan (orang yang memerdekakannya) dari api neraka. dan keempat. Menurut hemat penulis Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi. orang yang tertimpa kebingungan yang sangat. (Kedua). menanyakan perihal beban tanggungan itu.” (QS. karena balasan suatu amal perbuatan sejenis dengan amal yang dilakukannya. Muslim II: 722 no:1044. sehingga ia mendapatkan kekuatan untuk menutupi kebutuhan hidupnya. orang yang bangkrut. tiga imam itu mendasarkan pendapatnya pada hadits berikut : 24 . melainkan apa yang telah kamu lakukan. bersabda. kecuali bagi tiga golongan: (Pertama) orang-orang yang memikul beban untuk mendamaikan dua pihak yang bersengketa. Allah berfirman. ketiga. orang yang mendapatkan kesulitan hidup hingga tiga orang dari pemuka kaumnya berdiri (lalu bertutur).39). ia berkata. “Barangsiapa yang telah memerdekakan seorang budak mukmin. kemudian aku datang kepada Rasulullah saw. karena rusaknya harta bendanya. bahwa kesulitan hidup telah menimpa si fulan. maka kepadanya dihalalkan meminta zakat. Menurut Imam Ahmad. hingga orang itu memerdekakan (masalah) kemaluan dengan kemaluan. Hal itu tidak lain. Dasar yang menjadikan pijakan untuk masalah ini ialah hadits dari Qubaishah bin Mukhariq al-Hilali r. orang yang berhutang untuk menutupi hutangnya. hingga datang zakat untuk kuberikan kepadamu!” Rasulullah saw. Kelompok keenam : Orang-orang yang Berhutang Mereka terbagi menjadi beberapa bagian : Pertama. lalu bertaubat. orang yang mempunyai tanggungan atau dia menjamin suatu hutang lalu menjadi wajib baginya untuk melunasinya kemudian meludeskan seluruh hartanya karena hutang tersebut. “Ya Qubaishah sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal.ash-Shaffat. Tirmidzi III:49 no: 1581). orang yang berlumuran maksiat. ia berkata. al-Hasan al-Bashri dan Ishaq bahwa menunaikan ibadah haji termasuk fi sabilillah. (Ketiga). sehingga berhenti memintanya.a. Maka tidak ada hak bagi selain yang tiga kelompok itu untuk meminta wahai Qubaishah!” (Shahih : Mukhtashar Muslim no: 568. maka dihalalkan baginya meminta. Aku pernah mempunyai tanggungan (untuk mendamaikan dua pihak yang bersengketa).

(kelima) orang miskin yang mendapat bagian zakat.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 7250. dan Baihaqi VI: 164). bersabda. bermaksud hendak menunaikan ibadah haji. “(Tolong) hajikanlah diriku dengan biaya dari menjual untamu (yang berasal dari zakat) si fulan itu. dan ia meminta kepadaku agar ia bisa menunaikan ibadah haji bersamamu. Hamba sahaya. Lalu ada seorang wanita berkata kepada suaminya (tolong) hajikanlah aku bersama Rasulullah saw. “Aku tidak punya biaya untuk menghajikanmu. berkata bahwa Rasulullah saw. “Itu diperuntukkan fi sabilillah Azza Wa Jalla. Dari Ma’mar dari Yasid bin Aslam. Demikian juga hukum yang diterapkan kepada orang yang mengadakan safar dari negerinya ke negeri orang dan dia ia tidak membawa bekal sedikitpun. kecuali bagi lima (kelompok): (pertama) orang kaya yang menjadi amil zakat.a. “Sesungguhnya tidak halal bagi kami (ahlul bait) mengambil sedekah (zakat).” (HR Muslim). Mustadrak Hakim I: 183.“ Ia berkata (lagi) kepada suaminya. maka dia pantas mendapat alokasi dari bagian zakat yang cukup hingga kembali ke negerinya sendiri.Dari Ibnu Abbas r. Sumber: 25 . bahwa Rasulullah saw. ‘Aunul Ma’bud V:465 no : 1974. ‘Aunul Ma’bud V : 44 no : 1619. Wallahu 'Alam bishowab.. bersabda. meskipun ia seorang yang mempunyai harta.” Kemudian sang suami datang menghadap Rasulullah saw. (keempat) orang kaya yang ikut berperang di jalan Allah. (kedua) orang kaya yang membeli barang zakat dengan harta pribadinya.” Maka jawabnya. karena masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya dan Keturunan Rasulullah. “Zakat tidak halal bagi orang yang kaya.” Maka jawabnya. Rasulullah bersabda.”Tidak halal mengambil sedekah (zakat) bagi orang yang kaya dan orang yang mem¬punyai kekuatan tenaga. lalu bertutur.” (Hasan Shahih : Shahih Abu Daud no : 1753. (ketiga) orang yang berutang. lalu dihadiahkannya kembali kepada orang kaya.a.’ Lalu saya jawab. “(Tolong) hajikanlah aku dengan biaya dari hasil menjual untamu (yang berasal dari zakat) si fulan itu. berarti fi sabilillah juga). Adapun dalilnya ialah ayat enam puluh surah at-Taubah dan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Ibnu Majah. Rasulullah bersabda. Kelompok kedelapan : Ibnu Sabil Adalah seorang yang musafir melintas di suatu negeri tanpa membawa bekal yang cukup untuk kepentingan perjalanannya. “(Ya Rasulullah). maka ia berhak diberi bagian dari zakat yang sekiranya cukup untuk pulang dan pergi. sesungguhnya isteriku menyampaikan salam kepadamu.” (HR Bukhari). kepadaku. “Ketahuilah sesungguhnya.’ “Maka Rasulullah saw. dan Ibnu Majah I: 590 no :1841). “Itu diperuntukkan fi sabilillah. dari ‘Atha’ bin Yassar dari Abi Sa’id r. kalau engkau menghajikannya dengan biaya berasal dari hasil tersebut. Ia mengatakan.

Amil adalah mereka yang melaksanakan segala kegiatan urusan zakat. Golongan ini dapat dikatakan sebagai inti sasaran zakat (Hadits: . yang telah masuk ke dalam ummat pilihan dari kalangan manusia. Ma’ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah). tapi secara umum fakir dan miskin itu adalah mereka yang kebutuhan pokoknya tidak tercukupi sedangkan mereka secara fisik tidak mampu bekerja atau tidak mampu memperoleh pekerjaan. ambil contoh di Indonesia. satu dua biji kurma. sementara ini ummat Islam. Tingkat hidup minimal bagi seseorang ialah dapat memenuhi makan dan minum yang layak untuk diri dan keluarganya. tentunya banyak sekali harta zakat yang harus dikumpulkan.‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi. zakat yang diambil dari orang kaya dan diberikan kepada orang miskin). juga mencakup tempat tinggal dan keperluan-keperluan pokok lainnya baik untuk diri dan tanggungannya. Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah. Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz. Sedangkan bagi yang tidak mampu lagi bekerja (orang jompo. Wah. masih sangat minim dalam menunaikan kewajiban ini. tapi maksudnya ialah memberikan tingkat hidup yang layak.. dan merekapun tidak pergi meminta-minta pada orang" (Bukhari Muslim) Fakir miskin hendaklah diberikan harta zakat yang mencukupi kebutuhannya sampai dia bisa menghilangkan kefakirannya. dan layak sebagai Muslim yang telah masuk ke dalam agama keadilan dan kebaikan. hlm. Bagi yang mampu bekerja hendaknya diberikan peralatan dan lapangan pekerjaan. Selanjutnya kita dianjurkan pula untuk lebih memperhatikan orang-orang miskin yang menjaga diri dan memelihara kehormatan. hendaknya disantuni seumur hidupnya dari harta zakat. Layak sebagai manusia yang didudukan Allah sebagai khalifah di bumi. Kitab Tafsir Ibnu Katsir Fiqih Empat Mazhab the and etc. FAKIR DAN MISKIN Siapakah yang disebut fakir dan miskin ? Terdapat beragam definisi mengenai kata fakir dan miskin. tapi orang miskin itu ialah mereka yang hidupnya tidak berkecukupan kemudian diberi sedekah. Sesuai hadits: "Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling minta-minta agar diberi sesuap dua suap nasi. demikian pula pakaian untuk musim dingin dan musim panas. 26 . terj. Maka jelaslah bahwa tujuan zakat bukanlah memberi orang miskin satu atau dua dirham. AMIL ZAKAT Amil merupakan sasaran berikutnya setelah fakir miskin (9:60).. 439 – 448. cacat fisik). dimana Allah menyediakan upah bagi mereka dari harta zakat sebagai imbalan.

tapi merupakan tugas jamaah (bahkan menjadi tugas negara).Dimasukkannya amil sebagai asnaf menunjukkan bahwa zakat dalam islam bukanlah suatu tugas yang hanya diberikan kepada seseorang (individual). Orang yang berhutang untuk kemaslahatan sendiri (seperti untuk nafkah keluarga. Termasuk didalamnya orang yang terkena bencana sehingga hartanya musnah. yaitu maksimal sebesar 1/8 bagian. Berapa besar bagian buat amil ini : Amil tetap diberi zakat walau ia kaya. haruslah diambilkan dari harta diluar zakat. Orang tsb berhutang dalam melaksanakan ketaatan atau mengerjakan sesuatu yang diperbolehkan syariat. sakit. tidak terlalu kecil dan tidak juga berlebihan. Amil mengadakan sensus berkaitan dengan: 1 1 1 1 orang yang wajib zakat. Hendaknya ia mempunyai kebutuhan untuk memiliki harta yang dapat membayar utangnya. GHARIMIN Gharimin dapat terbagi dua : A. 27 . karena yang diberikan kepadanya adalah imbalan kerjanya bukan berupa pertolongan bagi yang membutuhkan. misalnya oleh pemerintah dibayarkan dari sumber pendapatan pemerintah lainnya. Kalau upah itu lebih besar dari bagian tersebut. mendirikan rumah dlsb). 2. Syarat Amil (siapa tahu ada Isneter yang tertarik menjadi Amil Professional) : 1 1 1 1 1 1 1 1 Seorang Muslim Seorang Mukallaf (dewasa dan sehat pikiran) Jujur Memahami Hukum Zakat Berkemampuan untuk melaksanakan tugas Bukan keluarga Nabi (sekarang sudah nggak ada nih) Laki-laki Sebagian ulama mensyaratkan amil itu orang merdeka (bukan hamba) Tugas Amil : Semua hal yang berhubungan dengan pengaturan zakat. Amil itu adalah pegawai. macam-macam zakat yang diwajibkan besar harta yang wajib dizakat Mengetahui para mustahik : Jumlahnya jumlah kebutuhan mereka dan jumlah biaya yang cukup untuk mereka. maka hendaklah diberi upah sesuai dengan pekerjaannya. Zakat punya anggaran khusus yang dikeluarkan daripadanya untuk gaji para pelaksananya. Pendapat yang terkuat yang diambil Yusuf Qardawy adalah pendapat Imam Syafi'i. Beberapa syarat gharimin ini : 1.

upeti. jembatan. B. Oleh karenanya orang yang berhutang karena melayani kepentingan masyarakat hendaknya diberi bagian zakat untuk menutupi hutangnya. mengurus mayat dll. Sesungguhnya Islam dengan menutup utang orang yang berhutang berarti telah menempatkan dua tujuan utama : 1. Memerangi riba. Karena kita bukannya sengsara karena hutang. Apabila hutangnya diberi tenggang waktu dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah orang yang berhutang ini dapat dikategorikan sebagai mustahik. Apakah harus digunakan definisi dalam arti sempit yaitu "jihad". seperti mendirikan dam. Karena ia sudah tidak memerlukan lagi (untuk membayar hutang). Berapa besar orang yang berhutang harus diberikan ? Orang yang berhutang karena kemaslahatan dirinya harus diberi sesuai dengan kebutuhannya. 3. Kesepakatan Madzhab Empat tentang Sasaran Fisabilillah. 4. Jihad secara pasti termasuk dalam ruang lingkup Fisabilillah. 28 . Kondisi hutang tsb berakibat sebagai beban yang sangat berat untuk dipikul. Biaya untuk urusan ini diserahkan pada kas baitul maal dari hasil pendapatan lain seperti harta fai. Jadi bagi kita yang mengambil kredit TV misalnya. Mazhab Ja'fari. dll. Ar Razi. atau definisi dalam arti luas yaitu "segala bentuk kebaikan dijalan Allah". tentunya tidak termasuk kaum gharimin yang menjadi sasaran zakat.3. Namun beberapa ulama lain telah meluaskan arti sabilillah ini seperti : Imam Qaffal. tapi justru menikmatinya. 1. FISABILILLAH Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai definisi "Fisabilillah" yang menjadi sasaran zakat dalam ayat 9:60. namun tidak ada dalil syara' yang mengkhususkan gharimin hanya pada usaha mendamaikan tsb. Shadiq Hassan Khan. Yaitu untuk membayar lunas hutangnya. Umumnya hal ini dikaitkan dengan usaha untuk mendamaikan dua pihak yang bersengketa. Apabila ternyata ia dibebaskan oleh yang memberi hutang. pajak. memperbaiki jalan. Orang yang berhutang untuk kemaslahatan orang lain. Tidak diperbolehkan menyerahkan zakat demi kepentingan kebaikan dan kemaslahatan bersama. maka dia harus mengembalikan bagiannya itu. Hutangnya harus dibayar pada waktu itu. Rasyid Ridha dan Syaltut. walaupun ia orang kaya. Mazhab Zaidi. 2. Mengurangi beban orang yang berutang dimana ia selalu menghadapi kebingungan di waktu malam dan kehinaan di waktu siang. masjid dan sekolah. 2. Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan mereka. dlsb. berbeda dengan menyerahkan zakat untuk keperluan jihad dan persiapannya. Disyariatkan menyerahkan zakat kepada pribadi Mujahid.

bagaimanapun keadaan dan bentuk jihad serta senjatanya. memelihara aqidah dari kekufuran dan mempersiapkan diri untuk membela Islam dari musuh-musuhnya. Setiap jihad yang dimaksudkan untuk menegakkan kalimat allah termasuk sabilillah. karena dengan keumumannya ini meluas pada aspek-aspek yang banyak sekali. dan juga merujuk pengertian kata fisabilillah yang tertera dalam ayat-ayat Al Qur'an. yang membedakannya dari sasaran-sasaran lain. sehingga Ia menetapkan hukumnya dan membaginya pada delapan bagian". Makna umum ini meniadakan pengkhususan sasaran zakat delapan. namun termasuk juga segala bentuk peperangan yang menggunakan akal dan hati dalam membela dan mempertahankan aqidah Islam. karenanya pasti yang dimaksud disini adalah makna yang khusus. seperti halnya perang yang sekedar membela kesukuan. apabila ada suatu negara dimana pendidikan merupakan masalah utama. bahwa makna umum dari sabilillah itu tidak layak dimaksud dalam ayat ini. yaitu jihad untuk membela dan menegakkan kalimat Islam dimuka bumi ini. Namun demikian. Makna yang khusus ini tiada lain adalah jihad. Mendirikan percetakan surat khabar untuk menandingi berita-berita yang merusak dan menyesatkan ummat. komunis. serta menjaganya dari racun-racun yang ditiupkan melalui kurikulum dan buku-buku. Kemudian Yusuf Al-Qaradhawy memperluas arti Jihad ini tidak hanya terbatas pada peperangan dan pertempuran dengan senjata saja. akan tetapi ia tidak dimasukkan dalam ruang lingkup JIHAD. dan sebagaimana hadits Nabi yang berbunyi : "Sesungguhnya Allah tidak meridhoi hukum Nabi dan hukum lain dalam masalah sedekah. menjelaskan ajaran Islam yang benar. miskin dan asnaf-asnaf lain. diantaranya melalui pendirian pusat kegiatan Islam yang mendidik pemuda Muslim. atau membela kedudukan. mendidik anak-anak kaum Muslimin dan memeliharanya dari pencangkokan kehancuran fikiran dan akhlaq. yaitu peperangan yang ditujukan untuk selain membela agama Allah. kebangasaan. Seperti halnya sabilillah dengan arti yang umum itu akan meliputi pemberian pada orang-orang fakir. Berikut ini adalah kesimpulan dari pembahasan mengenai persoalan distribusi zakat yang diperoleh. maka jihad yang paling utama adalah mendirikan madrasah yang berdasarkan ajaran Islam yang murni. atau bisa ada kebijakan lain. Kemana dipergunakan Bagian Sabilillah di zaman sekarang ? Membebaskan Negara Islam dari hukum orang kafir Bekerja mengembalikan Hukum Islam termasuk Jihad Fisabi-lillah. tidak terbatas sasarannya dan apalagi terhadap orang-orangnya. karena itu semua termasuk kebajikan dan ketaatan kepada Allah. Contoh : "Mendirikan sekolah berdasarkan faktor tertentu adalah perbuatan shaleh dan kesungguhan yang patut disyukuri. Kalau demikian apa sesungguhnya perbedaan antara sasaran ini dengan sasaran sesudah dan yang sebelumnya ? Sesungguhnya Kalamullah yang sempurna dan mu'jiz pasti terhindar dari pengulangan yang tidak ada faedahnya. dan sangat dianjurkan oleh Islam. Dll. dan yayasan pendidikan telah dikuasai kaum kapitalis. pada otak-otak pengajar dan ruh masyarakat yang disahkan di sekolah-sekolah pendidikan secara keseluruhan.Setelah mengkaji perbedaan-perbedaan pendapat ini. apakah harus dibagi sama rata ke 8 golongan tsb. atheis ataupun sekularis. Demikian saja yang dapat dibahas dari 8 golongan sasaran zakat. maka sampailah Yusuf Qardhawi pada kesimpulan sbb : Pendapat yang dianggap kuat adalah. Setelah mendalami perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah ini. akhirnya Yusuf Al-Qaradhawy berkesimpulan sbb: 29 . Sebaliknya tidak semua peperangan termasuk kategori sabilillah.

1. Akan tetapi boleh melebihkan antara yang satu dengan yang lain sesuai dengan kebutuhan. yaitu 1/8 dari hasil zakat. yang mendahulukan sasaran yang paling banyak jumlahnya dan kebutuhannya dengan bagian yang besar. untuk mewujudkan kemaslahatan yang sesuai dengan syara' . maka tidak wajib mempersamakan antara semua sasaran dalam pemberiannya. Dan ini hanya berlaku bagi Imam atau Hakim agama yang mengumpulkan zakat dan membagikannya pada mustahik. Pemberian itu tidak menyembuhkan dan tidak mencukupi. Sebab terkadang ada pada suatu daerah seribu orang fakir. Hendaknya mengambil pendapat madzhab Syafii dalam menentukan batas yang paling tinggi yang diberikan kepada petugas yang menerima dan membagikan zakat itu. Itu semua hanya tergantung pada jumlah dan pada kebutuhannya. Apabila harta zakat itu sedikit. apabila itu merupakan haknya serta benar-benar dibutuhkan. Hal ini dikarenakan sasaran ini membutuhkan perhatian yang khusus. karena memberi kecukupan kepada mereka. Hal ini lebih baik daripada memberi kepada orang banyak. bahkan diberikan pada satu individu. Diperbolehkan memberikan semua zakat. 6. sementara dari orang yang berhutang atau ibnu sabil hanya sepuluh orang. sama dengan menghilangkan kegunaan yang diharapkan dari zakat itu sendiri. Tidak dibenarkan misalnya seseorang hakim mengambil harta zakat kemudian dibelanjakan untuk tentara. kebutuhannya sama atau hampir sama. tidak boleh lebih dari itu. 30 . Tidak boleh ada satu sasaranpun yang boleh dihalangi untuk mendapatkan. iapun tidak diwajibkan menyamaratakan pemberian itu pada individu yang diberinya. 5. Ketika diperkirakan ada dalam kenyataannya semua (delapan) mustahik itu. yang paling tepat dalam masalah ini adalah pendapat Imam Malik dan yang sebelumnya. merupakan tujuan utama dari zakat. Karena membagikannya harta yang sedikit. dan membiarkan golongan yang lemah yang membutuhkan dari golongan fakir miskin. Harta zakat yang terkumpul mestilah dibagikan pada semua mustahik. tertuju pada sebagian sasaran tertentu saja. Maka bagaimana mungkin pembagian untuk sepuluh orang harus sama dengan orang yang seribu ? Karenanya kita melihat. masing-masing beberapa dirham. untuk sasaran yang banyak atau orang yang banyak dari satu sasaran. 3. apabila harta itu banyak dan semua sasaran ada. 4. Hendaknya golongan fakir dan miskin adalah sasaran pertama yang harus menerima zakat. sebagaimana dikemukakan oleh Abu Hanifah. sehingga Rasulullah saw tidak menerangkan dalam hadis Muadz dan juga hadis lain selain sasaran ini: " Zakat itu diambil dari orang yang kaya dan diberikan pada orang fakir". yaitu Ibnu Syihab. agar pemberian itu dapat mencukupi kebutuhan si mustahik.yang meminta pengkhususan itu sebagaimana halnya ketika ia memberikan zakat kepada salah satu sasaran saja. sebagaimana yang dikemukakan oleh an-Nakha'i dan Abu Tsaur. seperti harta perorangan yang tidak begitu besar. maka dalam keadaan demikian itu zakat diberikan pada satu sasaran saja. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->