Pengertian IUD Adalah kontrasepsi yang terbuat dari plastik halus berbentuk spiral (Lippes Loop) atau berbentuk

lain (Cu T 380A atau ML Cu 250) yang dipasang didalam rahim dengan memakai alat khusus oleh dokter atau bidan/paramedis lain yang sudah dilatih (Buku Petugas Fasilitas Pelayanan KB Depkes, RI 1999). IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik halus, lembut dan lentur yang diletakkan dalam rongga rahim. IUD (Intra Uterine Device) adalah rangka plastik kecil yang dipasang kedalam rahim lewat vagina Jenis IUD Macam-macam IUD menurut Hartanto (2003) yang dikategorikan menjadi 2 yaitu: 1. Un Medicated IUD a. Lippes Loop Diperkenalkan pada awal 1960an dan dianggap sebagai IUD standar, terbuat dari polyethylene (suatu plastik inert secara biologik) ditambah Barium Sulfat. Ada empat macam IUD Lippes Loop yaitu Lippes Loop A, B, C, D 2. Medicated IUD a. Cooper IUD Yang paling dikenal sampai saat ini adalah CuT-380 A b. IUD yang Mengandung Hormon Progestasert – T = Alza T. Panjang 36 mm, lebar 32 mm, dengan 2 lembar benang ekor warna hitam. Mengandung 38 mg Progesterone, dan Barium Sulfat melepaskan 65 mcg Progesterone per hari. Tabung inserternya berbentuk lengkung. Daya kerja 18 bulan. Daya Guna Daya guna IUD biasa (non medicated IUD) seperti Lippes Loop (ukuran D) dan cincin anti karat mempunyai angka kegagalan tinggi. Yaitu 2 sampai 6 untuk 100 wanita. Sebaliknya IUD tembaga ( Tcu 380 dan MLCu 375) yang mempunyai luas permakaian tembaga yang besar adalah IUD yang sangat efektif karena kegagalan tahun pertamanya hanya atau kurang dari 1. Angka kehamilan tahun pertama dan kumulatif dalam 8 tahun adalah 0,6 dan 2,3 untuk Copper T 380A. IUD dengan luas permukaan tembaga yang lebih kecil ( Tcu 200, Tcu 220, dan Tcu7) dan progestase ( IUD yang melepaskan progesterone) mempunyai angka kegagalan pertama 1 sampai 3 per 100 wanita (Hartanto, 2003) Daya Tahan Daya tahan IUD sekitar 3,5 sampai 8 tahun. Untuk jenis IUD yang mengandung hormon (progestasen- T) mempinyai daya tahan selama 18 bulan. Untuk IUD jenis Lippes Loop mempunyai daya kerja untuk selama- lamanya sampai menopause selama tidak menimbulkan masalah atau leluhan pemakaianya (Hartanto, 2003) Cara Kerja IUD IUD adalah suatu alat yang terbuat dari plastik yang biasa mengandung tembaga hormon steroid. IUD akan berada dalam uterus, bekerja terutama mencegah terjadinya

b. Efektifitas 1. Efektifitas dari IUD dinyatakan dalam angka kontinuitas (continuation rate) yaitu beberapa lama IUD tetap tinggal in-utero tanpa: a. 2. diketahui : a.faktor yang berhubungan dengan akseptor yaitu umur dan paritas. bentuk. makin tinggi angka ekspulsi dan pengangkatan/ pengeluaran IUD. Efektifitas dari bermacam. Ekspulsi spontan. Pergerakan ovum yang bertambah cepat didalam tuba fallopii e. ekspulsi dan pengangkatan/ pengeluaran IUD. Menganggu jumlah DNA (Deoksiribo Nukleat Acid) dalam endometrium 4. 2003) Melihat urian diatas dapat disimpulkan bahwa mekanisme kerja IUD tidak mencegah ovulasi dan tidak mengganggu corpus luteum. Menganggu metabolisme endogen h. mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba falopi dan menginaktifkan sperma. Makin tua usia. Gangguan proses pematangan proliferatif-sekretoir sehingga timbul penekanan terhadap endometrium dan terganggunya proses implantasi. Dari penelitian. makrofag. c. teritama pada nulligravid. c. Pengangkatan/ pengeluaran karena alasan. sel mononuclear dan sel plasma yang dapat mengakibatkan lysis dari spermatozoa atau ovum dan blastocyst. Ada beberapa mekanisme cara kerja IUD yang telah diajukan yaitu: a. b. Untuk IUD yang mengandung Cu : 1. Timbulnya reaksi radang lokal yang non spesifik didalam cavum uterik sehingga implantasi sel telur yang telah dibuahi terganggu. dengan munculnya leokosit. Terjadinya kehamilan. Produksi lokal prostaglandin yang meninggi. frekuensi seggama 3.penelitian terakhir. b. paritas. 2. Makin muda usia. makin rendah angka kehamilan. Mekanisme cara kerja yang pasti dari IUD belum diketahui.alasan medis atau pribadi. Immobilisasi spermatozoa saat melewati cavum uteri f. foreign body giant cells. b. yang menyebabkan terhambatnya implantasi. Dari faktor. 2.pembuahan (fertilasi) dengan memblok bersatunya ovum dengan sperma. Untuk IUD yang mengandung hormon progesterone 1. mengandung Cu atau Progesterone. Akseptor yaitu umur. Gangguan atau terlepasnya blastocyst telah berimplantasi didalam endrometrium d. Antogonisme kationic yang spesifik terhadap Zn yang terhadap dalam enzim carbonic anhydrase yaitu salah satu enzim dalam traktus genetalia wanita diman Cu menghambat reaksi carbonic anhydrase sehingga tidak memungkinkan terjadinya implantasi dan mungkin juga menghambat aktifitas alkali phosphatase. Menganggu pengambilan esterogen endogenouse oleh mokosa uterus 3. IUD-nya yaitu ukuran. Disamping itu. disangka bahwa IUD juga mencegah spermatozoa membuahi sel telur.macam IUD tergantung pada: a. Lendir selvik yang menjadi lebih kental atau tebal karena pengaruh progestin (Hartanto. . g.

(Hartanto.4. 2003).obat. pasien dan medis. j. Dapat meningkatkan resiko penyakit radang panggul (RPP) c. 2. e. Kesukaran memperoleh pertolongan gawat darurat bila terjadi komplikasi 3. c. 2003) Keuntungan Keuntungan. kemampuan akseptor untuk mengetahui terjadinya ekspulsi dan kemudahan aksepror untuk mendapatkan pertolongan medis. Klien tidak dapat mencabut sendiri IUDnya.beffectiveness dari IUD tergantung pada variabel administratif.0. h. 1. f. AIDS/HIV. termasuk kemudahan insersi. Kerugian IUD bukanlah alat kontarsepsi yang sempurna. Sangat nefektif 0. Bertambah darah haid dan rasa sakit selama beberapa bulan pertama pemakaian IUD. Dapat digunakan sampai masa menopouse. b. sehingga masih terdapat beberapa kerugian. Kontra-indikasi relatif kuat . post-partum endometritis atau abortus febrilis dalam tiga bulan terakhir. g. f. Tidak dapat efek samping hormonal dengan Cu IUD. IUD dapat keluar rahim melalui kanalis hingga keluar vagina. Bertambahnya resiko mendapat penyakit radang panggul pada pemakaian IUD (Saifudin. Tidak ada interaksi dengan obat. maka use. antara lain: a. kemungkinan ekspulsi dari pihak akseptor. b.6. h.keuntungan IUD adalah sebagai berikut: a. pengalaman pemasang. Efektif dengan potensi jangka panjang (sampai 8 tahun atau lebih) untuk Copper T 380 A. termasuk persangkaan Gonorrhoe atau Chlamyda. IUD dapat efektif segera setelah pemasangan. Membantu mencegah kehamilan ektopik( Saifudin. b. 2003) Kontra Indikasi Kontra indikasi menurut Hartanto(2003) Kontra indikasi IUD terbagi menjadi 2 yaitu : a. Dari uraian diatas. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus. d. Tidak dapat melindungi klien terhadap PMS (Penyakit Menular Seksual). Kontra-indikasi absolut: 1.ibu yang sedang menyusui. Tidak menganggu hubungan seksual suami istri. . Memerlukan prosedur pencegahan infeksi sewaktu memasang dan mencabutnya d.8 kehamilan / 100 perempuan dalam 1 tahun pertam (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan). Partner seksual yang banyak 2. Cocok untuk ibu. g. Infeksi pelvis akut. i. Kehamilan atau persangkaan kehamilan. e. Pernah mengalami infeksi pelvis atau infeksi pelvis yang rekuren. Pemeriksaan dalam dan penyaringan infeksi saluran genetalia diperlukan sebelum pemasangan IUD.

Sedangkan menurut (Wiknjosastro. ketidakmampuan untuk mengetahui tanda-tanda bahaya IUD. 5. Waktu Pemasangan IUD Waktu pemasangan IUD menurut (Manuaba. alergi terhadap Cu atau penyakit Wilson yaitu penyakit gangguan Cu yang turun menurun. penyakit radang panggul aktif atau rekuren. polip endometrium.keadaan lain yang dapat menyebabkan kontra indikasi untuk insersi IUD : Penyakit katup jantung (Kemungkinan terjadi sub-akut bakterial endokarditis). Pernah mengalami infeksi pelvis satu kali dan masih memungkinkan kehamilan selanjutnya. riwayat infeksi pelvis. 1 bulan setelah pemeriksaan pertama. 2002) terdapat beberapa kontra indikasi IUD antara lain : Indikasi-kontra mutlak pemakaian IUD ialah kehamilan. dan sebagainya). dismenore. kelainan utrerus 9mioma. haid yang ireguler. Periksa Ulang IUD Pemerisaan ulang IUD menurut (Manuaba. pada masa akhir puerperium. myoma uteri. stenosis servik yang sehat. dismenore yang hebat. segera setelah bersih menstruasi. Gonorgea. Cervicitis akut atau purulent. Syphilis. 7. ekspulsi. 3 bulan setelah pemeriksaan kedua. riwayat Gonorge. bersamaan dengan seksio sesarea. darah haid yang banyak. Ekspulsi biasanya terjadi pada 3-6 bulan pertama. karsinoma servik. yang dapat sebagian atau seluruh . kelainan haid. servisitis. 1998) menyatakan jadwal pemeriksaan ulang IUD sebagai berikut : 2 minggu setelah pemasangan. ketidakmampuan untuk memeriksa sendiri ekor IUD. keinginan untuk mendapatkan anak dikemudian hari atau pertimbangan kesuburan dimasa yang akan datang. Actinomycosis genetalia. Diabetes Melitus. c. 8. setiap 6 bulan sampai 1 tahun Efek Samping Kemungkinan terjadinya kehamilan. Riwayat kehamilan ektopik atau keadaan-keadaan yang menyebabkan predisposisi untuk terjadinya kehamilan ektopik. Chlaimyda. pengobatan dengan kortikosteroid dan lain-lain) 9. dan beberapa efek samping hendaknya dijelaskan kepada pasien. Kelainan pembekuaan darah. keganasan endometrium atau serviks. riwayat reaksi vaso-vagal yang berat atau pingsan. riwayat operasi pelvis. leukore atau infeksi vagina. endometriosis. uterus yang kecil sekali. hari kedua-ketiga pasva persalinan. kanalis servikalis. kelainan kongenital uterus.anemia. stenosis kanalis servikalis. Inkompatibilitas golongan darah misalnya Rh negatif. tiga bulan pasca persalinan. atau Herpes. Kelainan darah yang tidak diketahui sebabnya 6.4. pernah mengalami problem ekspulsi IUD. 1998) menyatakan IUD dapat dipasang pada:bersamaan dengan menstruasi. atau perdarahan bercak atau (spotting). karsinoma korporis uteri Indikasi-kontra relatif lain ialah tumor ovarium. Keadaan. Gangguan respon tubuh terhadap infeksi (AIDS. bersamaan dengan abortus dan kuretage.

IUD. karena dapat menimbulkan perlekatan-perlekatan dengan usus. Pemeriksaan bakteriologik dari endoserviks dan uterus harus dilakukan. Dalam keadaan ini IUD harus dikeluarkan melalui laparoskopi. 4. Darah haid lebih banyak (menoragia) 7. Pasien dapat pula diberi petunjuk cara meraba filamen sendiri sebelum senggama dan sesudah haid selesai. Endrometritis Gejala dini endometritis denagn IUD ini ialah keputihan yang berbau. Infeksi Pelvik. sulit diobati dan peserta menjadi kurus . ( Wikjnjosastro. 2002) Pencabutan IUD IUD ( Intra Uterine Devices) dapat dibuka sebelum waktunya bila dijumpai : .Leokorea. 2. Ekspulsi dapat diketahui oleh pasien pada waktu memperhatikan darah haidnya.Ingin hamil kembali . yaitu sebagai berikut: 1. dan IUD dikeluarkan. atau laparotomi. untuk mengurangi frekuensi bradikardia dan refleks vasovagal. IUD itu harus dikeluarkan. Disamping itu pula terjadi efek samping yang lebih serius. pembentukan abses pelvik. Jika infeksinya berat. 5. Perdarahan diluar haid (spotting) 6. dan menoragia. Kejang rahim. dapat dilakukan anestesia paraservikal. dan antibiotika yang sesuai diberikan. Nyeri pada waktu pemasangan. Lebih lanjut dapat menjadi parametritis. Semaput dapat terjadi pada pasien dengan prediposisi untuk keadaan ini. dan peritonitis. terutama pada bulan-bulan pertama. Sekret vagina lebih banyak.Terjadi Perdarahan . walaupun jarang dan biasanya segera dikenal. Kalau nyeri sekali. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan spasmolitikum atau pemakaian IUD lebih kecil ukurannya. Pemberian spasmolitikum dapat mengurangi keluhan ini. metroragia. Hal ini lebig-lebih harus dilakukan kalau terjadi perforasi pada IUD tembaga.Terjadi Infeksi . disparenia. 3. Perforasi uterus.Terjadi kehamilan mengandung bahan aktif dengan IUD. Dapat diberikan atropin sulfas sebelum pemasangan. 2. 3. hendaknya dibuat biakan dan uji kepekaan dari daerah endoservuks. Infeksi yang ringan umumnya dapat diobati dengan antibiotika. Nyeri pelvik. . Beberapa efek samping yang ringan ialah sebagai berikut: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful