adalah suatu penyakit menular yang banyak diderita oleh penduduk di daerah tropis dan subtropis.

Penyakit tersebut semula banyak ditemukan di daerah rawa-rawa dan dikira disebabkan oleh udara rawa yang buruk, sehingga dikenal sebagai malaria (mal = jelek; aria=udara). Seiring berkembangnya teknologi kedokteran, pendapat itu dimentahkan oleh berbagai data mutakhir. A. Penyebab Penyakit Malaria 1. Penyakit malaria disebabkan oleh bibit penyakit yang hidup di dalam darah manusia. Bibit penyakit tersebut termasuk binatang bersel satu, tergolong amuba yang disebut Plasmodium. 2. Ada empat macam plasmodium yang menyebabkan malaria: 3. Falciparum, penyebab penyakit malaria tropika. Jenis malaria ini bisa menimbulkan kematian. 4. Vivax, penyebab malaria tersiana. Penyakit ini sukar disembuhkan dan sulit kambuh. 5. Malariae, penyebab malaria quartana. Di Indonesia penyakit ini tidak banyak ditemukan. 6. Ovale, penyebab penyakit malaria Ovale. Tidak terdapat di Indonesia. 7. Kerja plasmodium adalah merusak sel-sel darah merah. Dengan perantara nyamuk anopheles, plasodium masuk ke dalam darah manusian dan berkembang biak dengan membelah diri. B. Penularan dan Penyebaran Penyakit Malaria 1. Penularan penyakit malaria dari orang yang sakit kepada orang sehat, sebagian besar melalui gigitan nyamuk. Bibit penyakit malaria dalam darah manusia dapat terhisap oleh nyamuk, berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, dan ditularkan kembali kepada orang sehat yang digigit nyamuk tersebut. 2. Jenis-jenis vektor (perantara) malaria yaitu: 3. Anopheles Sundaicus, nyamuk perantara malaria di daerah pantai. 4. Anopheles Aconitus, nyamuk perantara malaria daerah persawahan. 5. Anopheles Maculatus, nyamuk perantara malaria daerah perkebunan, kehutanan dan pegunungan. 6. Penularan yang lain adalah melalu transfusi darah. Namun kemungkinannya sangat kecil. C. Tanda-tanda penyakit malaria 1. Dimulai dengan dingin dan sering sakit kepala. Penderita menggigil atau gemetar selama 15 menit sampai satu jam. 2. Dingin diikuti demam dengan suhu 40 derajat atau lebih. Penderita lemah, kulitnya kemerahan dan menggigau. Demam berakhir serelah beberapa jam. 3. Penderita mulai berkeringat dan suhunya menurun. Setelah serangan itu berakhir, penderita merasa lemah tetapi keadaannya tidak mengkhawatirkan. D. Bahaya penyakit malaria:

sawah dan parit. seperti kolam. semak-semak sekitar rumah. Bagi penderita yang dinyatakan positif menderita malaria setelah diuji di laboratorium. memberi kawat kasa. 4. 2. dan tindakan lain untuk mencegah nyamuk berkembang di rumah. F.1. akan diberi pengobatan secara sempurna. sehingga tidak dapat bekerja seperti biasa Dapat menimbulkan kematian pada anak-anak dan bayi Perkembangan otak bisa terganggu pada anak-anak dan bayi. 4. Mata rantai tersebut adalah penderita dan nyamuk malaria. Menanam padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara berkala 7. dan kandang-kandang ternak. Tindakan-tindakan Pencegahan: 1. terutama di daerah endemis malaria. Memperbanyak jumlah ternak seperti sapi. 2. Bagi orang-orang yang akan masuk ke daerah endemis malaria seperti para calon transmigran. perlu diberi obat pencegahan. Tindakan dan Pengobatan: 1. Memelihara ikan pada air yang tergenang. 3. Seluruh penderita yang memiliki tanda-tanda malaria diberi pengobatan pendahuluan dengan tujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mencegah penularan selama 10 hari. Usahakan tidur dengan kelambu. menyemprot ruang tidur. E. genangan air. Usaha pengobatan pencegahan secara berkala. 5. Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur. sehingga menyebabkan kebodohan. Rasa sakit yang ditimbulkan sangat menyiksa si penderita Tubuh yang sangat lemah. Atau dengan memberi sedikit minyak pada air yang tergenang. 3. 4. Menyemprot rumah dengan DDT. 3. 6. . Memutus rantai penularan dengan memilih mata rantai yang paling lemah. 2. kambing. kelinci dengan menempatkan mereka di luar rumah di dekat tempat nyamuk bertelur. kerbau. memakai obat nyamuk bakar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful