Resistivitas dan Konduktivitas Konduktor dan Semikonduktor Terhadap Suhu

Resistivitas (ρ) adalah kemampuan suatu bahan untuk mengantarkan arus listrik yang bergantung terhadap besarnya medan istrik dan kerapatan arus. Semakin besar resistivitas suatu bahan maka semakin besar pula medan listrik yang dibutuhkan untuk menimbulkan sebuah kerapatan arus. Satuan untuk resistivitas adalah Ω.m. Konduktivitas adalah kebalikan dari resistivitas. Nilai konduktivitas yang baik dimiliki oleh logam. Nilai konduktivitas adalah perbandingan antara sifat kelistrikan dengan konduktivitas termal. Misalnya logam yang merupakan bahan dengan konduktivitas baik, maka daya hantar listrik pada bahan ini sama baiknya dengan kepekaannya terhadap perubahan suhu. Ini dikarenakan dalam bahan logam teradpat banyak electron bebas yang mengangkut muatan baik dalam konduksi listrik maupun konduksi termal.

KONDUKSI
Diposkan oleh Elfia Iriani di Jumat, Februari 03, 2012 0 komentar

B. Cara Perpindahan Kalor 1. Konduksi Coba kalian pegang salah satu ujung sebuah sendok makan, sedangkan ujung yang lain kalian panaskan pada api kompor gas! Apa yang terjadi pada ujung sendok yang kalian pegang? Selanjutnya ambil sebuah pisau yang mempunyai pegangan dari kayu! Peganglah pisau pada pegangannya, sedang ujung yang lain dipanaskan. Apakah yang terasa pada tanganmu? Bandingkan, apa yang kalian rasakan pada pengangan pisau dan ujung sendok! a. Laju Perpindahan Kalor dengan Cara Konduksi

A dinyatakan dalam . berbanding lurus dengan dan A. besarnya laju perpindahan panas H adalah berbanding terbalik dengan l. Partikel-partikel yang bergetar mempunyai energi kinetik lebih besar ini. bukan? Pada tabel konduktivitas termal zat menunjukkan bahwa logam merupakan konduktor termal yang baik daripada bukan logam. Bagaimana cara mentransfer energi panas tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu adanya analisis secara fisika. Jika zat mendapat energi panas maka energi panas tersebut digunakan untuk menggetarkan partikelpartikel zat tersebut. Sebatang logam panjang l. Begitu seterusnya partikel tetangga ini memindahkan energi ke partikel tetangga berikutnya. luas penampangnya A. karena mobilisasi elektron ikut berpartisipasi dalam konduktivitas listrik dan juga ikut berperan dalam transfer energi panas.Peristiwa yang terjadi pada sendok. maka H . Pemindahan energi panas atau kalor semacam ini disebut konduksi. Secara matematis dapat ditulis dengan persamaan : dengan k adalah koefisien konduksi termal zat atau sering disebut konduktivitas termal ( ). l dinyatakan dalam m. Bagaimana terhadap kayu yang digunakan pada pegangan pisau? Tentu kayu bukan konduktor yang baik. menunjukkan adanya aliran panas ke daerah dingin. dinyatakan dalam dinyatakan dalam K. seperti kayu. bukan? Begitu pula pada pisau. memberikan sebagian energi kinetiknya kepada partikel tetangganya melalui tumbukan sehingga partikel tetangga bergetar dengan energi kinetik lebih besar pula. Persamaan di atas menunjukkan bahwa zat yang mempunyai nilai konduktivitas panas besar merupakan konduktor panas yang baik. perpindahan panas dengan cara konduksi adalah perpindahan panas yang tidak diikuti oleh perpindahan partikel zat. Bagaimana fungsi kayu itu sendiri? Peristiwa aliran panas ini membuktikan adanya transfer energi panas ke dingin. Sedangkan partikelnya sendiri tidak berpindah tempat. perbedaan temperatur kedua ujungnya adalah . . Jadi.

Menurut hukum Wideman-Franz. logam tersebut mempunyai konduktor termal yang baik.dan kapuk sangat kecil. Tabel 7. ini berarti bisa dikatakan bahwa pada bahan tersebut tidak menghantarkan panas. misalnya plastik digunakan untuk pegangan alat-alat pemanas. Bahan yang bersifat isolator sangat bermanfaat bagi manusia. . Berdasarkan persamaan di atas menunjukkan bahwa nilai konduktivitas kecil. udara. dapat ditulis : dengan I adalah bilangan Lorentz. Pada persamaan di atas menunjukkan bahwa konduktivitas termal berbanding lurus dengan kenaikan temperatur. Bahan seperti ini disebut isolator. wol. dan gabus untuk penyekat pada termos dan lain-lainnya.4 menunjukkan bahwa nilai konduktivitas termal pada udara. gabus. konduktivitas termal (K) berbanding lurus dengan konduktivitas listrik ( ) dengan satuan ( ). nilai perpindahan panas persatuan waktu. H juga kecil. dinyatakan bahwa pada temperatur T. Kenaikan temperatur akan menaikkan konduktivitas termal tetapi terjadi penurunan konduktivitas listrik.Oleh karena itu yang perlu diperhatikan adalah suatu logam yang mempunyai nilai konduktivitas termal tinggi.

termodinamika 1 Dulong & Petit hukum 2 termodinamika DEBYE Kbm Fisika o    o o o o              .kapasitas panas HK.

                o o Pembelajaran o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o .

o o o o o o o o o o media fisika o o o o o o o o o o karya dari fisika online [close] .

berbagi GRATIS                                         SOAL FISIKA XII .

KAPASITAS PANAS A.DOWNLOAD LAGU       Blog Archive Diberdayakan oleh Blogger. 19 Desember 2010 18. Ketika bergerak. energi berpindah dari benda yang bersuhu tinggi menuju bagian benda yang bersuhu rendah. secara otomatis kalor mengalir dari nyala lilin (suhu tinggi) menuju bagian logam tersebut (suhu rendah). Karena mendapat tambahan energi maka molekul-molekul penyusun benda bergerak semakin cepat.KONDUKTIVITAS TERMAL (K) DAN MEKANISME PERPINDAHAN ENERGI Minggu. karena kalor1) mengalir dari logam (suhu tinggi) menuju tangan (suhu rendah). Perpindahan Kalor dengan cara Konduksi Ketika salah satu bagian logam bersentuhan dengan nyala lilin atau nyala api. molekul tersebut memiliki energi kinetik3) (EK = ½ mv2). semua bagian logam tersebut akan kepanasan juga. Molekul2) lain yang berada di sebelahnya bergerak lebih lambat karena molekul tersebut tidak bersentuhan langsung dengan benda yang bersuhu tinggi. Kita bisa mengatakan bahwa ketika salah satu bagian benda yang bersuhu tinggi bersentuhan dengan benda yang bersuhu rendah. Tangan bisa terasa panas. Molekul-molekul yang bergerak lebih cepat energi kinetik3nya lebih besar .58 Diposkan oleh Media Fisika Online Label: II. III. Walaupun hanya salah satu bagian logam yang bersentuhan dengan nyala api.

. Ada benda padat yang panjang. Karena adanya perbedaan suhu (T1 . Benda yang dilewati kalor memiliki luas penampang (A) dan panjang (l). kalor juga membutuhkan selang waktu tertentu. Untuk mengetahui secara pasti hubungan antara jumlah kalor yang mengalir melalui suatu benda selama selang waktu tertentu akibat adanya perbedaan suhu.T2). molekul yang lain lagi pun ikut bergerak lebih cepat. Setelah bergerak lebih cepat (v besar). terdapat sejumlah kalor yang mengalir dari benda atau tempat yang bersuhu tinggi menuju benda atau tempat yang bersuhu rendah. Karena v besar.menumbuk molekul lain. sambil berbagi energi. maka molekul-molekul yang pada mulanya bergerak lambat ikut bergerak lebih cepat. Ketika mengalir. ada juga yang kurus (luas penampangnya kecil). Molekul tadi menumbuk4) lagi molekul lain di sebelah. Perlu diketahui bahwa setiap benda (khususnya benda padat) yang dilewati kalor pasti mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda. energi kinetiknya bertambah. Karena ditumbuk atau ditabrak . Ketika benda yang memiliki perbedaan suhu1) saling bersentuhan. Pada mulanya molekul bergerak lambat (v kecil) sehingga energinya juga kecil (EK = ½ mv2). kalor mengalir dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah (arah aliran kalor ke kanan). mereka saling tumbuk menumbuk. energinya pun bertambah. Ada yang gemuk (luas penampangnya besar). Demikian seterusnya. maka kita perlu menurunkan persamaan Amati gambar di bawah ini : Benda yang terletak di sebelah kiri memiliki suhu yang lebih tinggi (T1) sedangkan benda yang terletak di sebelah kanan memiliki suhu yang lebih rendah (T2). ada juga benda padat yang pendek.

Secara matematis bisa ditulis sebagai berikut : Keterangan : Q = Kalor (satuannya kilokalori (k) atau Joule (J) ) t = Waktu (satuannya sekon (s) ) Q/t = Laju aliran kalor (satuannya kilokalori per sekon (kkal/s) atau Joule/sekon (J/s). sifat suatu benda (k = konduktivitas termal) dan berbanding terbalik dengan panjang benda. luas penampang (A).T2 / l = Gradien suhu (satuannya Kelvin per meter (K/m) atau derajat celcius per meter (oC/m) ) k = Konduktivitas termal benda Persamaan konduktivitas termal Kita oprek1) persamaan laju aliran kalor di atas untuk memperoleh persamaan konduktivitas termal. 1 J/s = 1 watt ) A = Luas penampang benda (Satuannya meter kuadrat (m2) ) T1 – T2 = Perbedaan suhu (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) T1 = Suhu alias Temperatur tinggi (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) T2 = Suhu alias Temperatur rendah (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) l = Panjang benda (satuannya meter (m) ) T1 . Satuan konduktivitas termal .Berdasarkan hasil percobaan. jumlah kalor yang mengalir selama selang waktu tertentu (Q/t) berbanding lurus dengan perbedaan suhu (T1 – T2).

Ketiga. Mengenai hal sudah dijelaskan pada pokok bahasan Termometer2) dan Skala suhu Kedua.Kita bisa menurunkan satuan konduktivitas termal dengan mengoprek persamaan konduktivitas termal : Catatan : Pertama. kkal bisa diubah menjadi Joule menggunakan tara kalor mekanik (sudah dijelaskan pada pokok bahasan Kalor. Kalor Jenis dan Kalor laten). skala celcius dan skala Kelvin mempunyai interval1) yang sama. Karenanya selain menggunakan Co. . kita juga bisa menggunakan K. satuan konduktivitas termal (k) bisa juga ditulis seperti ini : Joule/sekon = J/s = Watt (satuan Energi per waktu alias satuan Daya) Berikut ini nilai konduktivitas termal beberapa benda yang diperoleh melalui percobaan.

sedangkan zat cair dan zat gas merupakan konduktor termal yang buruk. Isolator termal2).Benda yang memiliki konduktivitas termal (k) besar merupakan penghantar kalor yang baik (konduktor termal yang baik). Secara matematis bisa dirumuskan sebagai berikut : Keterangan : R = tahanan atau hambatan termal l = ketebalan bahan k = konduktivitas termal Tambahan : Pada umumnya zat padat merupakan konduktor termal yang baik. benda yang memiliki konduktivitas termal yang kecil merupakan merupakan penghantar kalor yang buruk (konduktor termal yang buruk). Tahanan Termal (R) Para insinyur biasanya menggunakan konsep tahanan termal (R = resistansi termal) untuk menyatakan kemampuan suatu bahan dalam menghambat aliran kalor. Zat cair dan zat gas bisa disebut juga sebagai isolator termal terbaik. Konduktor termal1). Tahanan termal merupakan perbandingan antara ketebalan suatu bahan dengan konduktivitas termal bahan tersebut. Sebaliknya. .