P. 1
01. Rpp Kimia Kls.x (Autosaved)

01. Rpp Kimia Kls.x (Autosaved)

|Views: 710|Likes:

More info:

Published by: Abdùllàh Chéàttér-hàckér Comunity on May 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2014

pdf

text

original

Sections

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMAN 1 INDRALAYA UTARA : Kimia : X (Sepuluh) / 1 : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. : 1.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifatsifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron. : 1. Membandingkan perkembangan teori atom mulai dari model atom Dalton sampai model atom modern. 2. Membandingkan perkembangan tabel periodik unsur dari tabel periodik unsur yang sederhana hingga tabel periodik unsur yang modern. 3. Menjelaskan dasar pengelompokan unsur dalam tabel periodik. 4. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi serta massa atom relatif berdasarkan tabel periodik. 5. Mengklasifikasikan unsur berdasarkan sifat-sifatnya. 6. Menganalisis tabel dan grafik untuk menentukan sifat-sifat periodik unsur. Alokasi Waktu : 18 jam pelajaran (6 pertemuan)

Indikator

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangannya. 2. Siswa dapat menjelaskan perkembangan tabel periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. 3. Siswa dapat menjelaskan dasar pengelompokan unsur dalam tabel periodik. 4. Siswa dapat menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi serta massa atom relatif berdasarkan tabel periodik. 5. Siswa dapat mengklasifikasikan unsur berdasarkan sifat-sifatnya. 6. Siswa dapat menganalisis tabel dan grafik untuk menentukan sifat-sifat periodik unsur.

1

B. MATERI PEMBELAJARAN Struktur Atom dan Tabel Periodik 1. Perkembangan model atom

Seorang filsuf Yunani yang bernama Democritus berpendapat bahwa jika suatu benda dibelah terus menerus, maka pada saat tertentu akan didapat akan didapat bagian yang tidak dapat dibelah lagi. Bagian seperti ini oleh Democritus disebut atom. Istilah atom berasal dari bahasa yunani “a” yang artinya tidak, sedangkan “tomos” yang artinya dibagi. Jadi, atom artinya tidak dapat dibagi lagi. Pengertian ini kemudian disempurnakan menjadi, atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibelah lagi namun namun masih memiliki sifat kimia dan sifat fisika benda asalnya. Atom dilambangkan dengan ZXA , dimana A = nomor massa (menunjukkan massa atom, merupakan jumlah proton dan neutron), Z = nomor atom (menunjukkan jumlah elektron atau proton). Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan (netral), dan elektron bermuatan negatif. Massa proton = massa neutron = 1.800 kali massa elektron. .Atom-atom yang memiliki nomor atom sama dan nomor massa berbeda disebut isotop, atom-atom yang memiliki nomor massa sama dan nomor atom berbeda dinamakan isobar, atomatom yang memiliiki jumlah neutron yang sama dinamakan isoton. Macam-macam Model Atom 1. Model Atom John Dalton Pada tahun 1808, John Dalton adalah seorang guru di Inggris yang melakukan perenungan tentang atom. Hasil perenungan Dalton menyempurnakan teori atom Democritus. Bayangan Dalton dan Democritus adalah bahwa benda itu berbentuk pejal. Dalam perenungannya Dalton mengemukakan postulatnya tentang atom. a. Setiap unsur terdiri dari partikel yang sangat keci yang dinamakan dengan atom b. Atom dari unsur yang sama memiliiki sifat yang sama c. Atom dari unsur berbeda memiliki sifat yang berbeda pula d. Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain dengan reaksi kimia, atom tidak dapat dimusnahkan dan atom juga tidak dapat dihancurkan e. Atom-atom dapat bergabung membentuk gabungan atom yang disebut molekul f. Dalam senyawa, perbandingan massa masing-masing unsur adalah tetap Kelebihan model atom Dalton: Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom.

2

Kelemahan model atom John Dalton : Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik. 2. Model Atom J.J. Thomson Pada tahun 1897, J.J Thomson mengamati elektron. Dia menemukan bahwa semua atom berisi elektron yang bermuatan negatif. Dikarenakan atom bermuatan netral, maka setiap atom harus berisikan partikel bermuatan positif agar dapat menyeimbangkan muatan negatif dari electron. Kelebihan model atom Thomson Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Kelemahan model atom Thomson Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. 3. Model Atom Rutherford

Model atom Rutherford Rutherford melakukan penelitian tentang hamburan sinar α pada lempeng emas. Hasil pengamatan tersebut dikembangkan dalam hipotesis model atom Rutherford. a. Sebagian besar dari atom merupakan permukaan kosong.

3

b. Atom memiliki inti atom bermuatan positif yang merupakan pusat massa atom. c. Elektron bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan yanga sangat tinggi. d.Sebagian besar partikel α lewat tanpa mengalami pembelokkan/hambatan. Sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang dipantulkan. Kelemahan Model Atom Rutherford a. Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti. b. Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara rotasinya terhadap ini atom. c. Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil. d. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H). 4. Model Atom Niels Bohr

Model Atom Neils Bohr Pada tahun 1913, Niels Bohr mengemukakan pendapatnya bahwa elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atom. Model atom Bohr merupakan penyempurnaan dari model atom Rutherford. Kelemahan teori atom Rutherford diperbaiki oleh Neils Bohr dengan postulat bohr :

4

a. Elektron-elektron yang mengelilingi inti mempunyai lintasan dan energi tertentu. b. Dalam orbital tertentu, energi elektron adalah tetap. Elektron akan menyerap energi jika berpindah ke orbit yang lebih luar dan akan membebaskan energi jika berpindah ke orbit yang lebih dalam Kelebihan model atom Bohr atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron. Kelemahan model atom Bohr a. Tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack. b. Tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, pengaruh medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang berelektron lebih banyak.
2. Partikel-partikel subatom Partikel penyusun atom terdiri atas proton, neutron dan elektron. Massa Partikel Lambang Muatan Gram sma Proton P 1,672 x 10-24 1 +1 Elektron e 9,109 x 10-24 1/1840 -1 Neutron n 1,672 x 10-24 1 netral

Penemu Golstain JJ Thomson J. Chadwick

3. Nomor atom dan nomor massa atom Nomor atom Jumlah proton dalam suatu atom disebut dengan nomor proton atau nomor atom. Nomor atom = Jumlah proton = Jumlah elektron

Nomor massa Telah disebutkan bahwa proton dan neutron memiliki massa yang sama masing – masing 1 sma, sedangkan massa electron sangat kecil, yaitu 5,4 . 10-4 sma. Oleh karena itu, massa sebuah atom praktis hanya ditentukan oleh massa proton dan neutronnya, sedangkan massa electron dapat diabaikan. Jumlah proton dan neutron dalam suatu atom disebut dengan nomor massa.

5

Nomor massa = Jumlah Proton + Jumlah Neutron 4. Sejarah perkembangan tabel periodik Pengelompokan unsur bertujuan untuk memudahkan penentuan sifat suatu unsure dalam membentuk suatu senyawa Pada dasarnya unsur dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifatnya. Penyusunan system periodic unsure mengalami penyempurnaan oleh tokoh tokoh berikut : - Antoine Lavoisier Mengelompokkan menjadi 33 unsur kimia berdasarkan kemiripan sifatnya.Unsur dibagi menjadi 4 kelompok yaitu gas, tanah, logam dan non logam. - Dobereiner Dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifat- sifatnya. Setiap 3 unsur yang sifat mirip, massa atom relative ( Ar ) u sur ke dua merupakan rata- rata Ar unsure ke 1 dan ke 3 -J. Newlands ( hukum oktaf ). Di kelompokkan berdasarkan kenaikan Ar. Unsur 1 mirif dengan unsure ke 8, ke 2 dengan ke 9 dst. - Hukum Mendelev. Unsur di susun berdasarkan kenikan Ar dan sifat sifatnya. - Sistem periodik Modern. Disusun berdasarkan kenaikan nomor atom yang merupakan penyempurnaan dari Mendeleev yang disebut juga system periodic bentuk panjang. 5. Konfigurasi electron Konfigurasi electron menggambarkan susunan ( persebaran) electron dalam suatu atom. Kulit K L M N O P Unsur 1 1H
2He 15P

2 2 8 5

6

6. Sifat-sifat periodik unsur a. Energi Ionisasi pertama

Bila unsur-unsur disusun sesuai dengan massa atomnya, sifat unsur atau senyawa menunjukkan keperiodikan, dan pengamatan ini berujung pada penemuan hukum periodik. Konfigurasi elektron unsur menentukan tidak hanya sifat kimia unsur tetapi juga sifat fisiknya. Keperiodikan jelas ditunjukkan sebab energi ionisasi atom secara langsung ditentukan oleh konfigurasi elektron. Energi ionisasi didefinisikan sebagai kalor reaksi yang dibutuhkan untuk mengeluarkan elektron dari atom netral, misalnya, untuk natrium: Na(g) →Na+(g) + eEnergi ionisasi pertama, energi yang diperlukan untuk memindahkan elektron pertama, menunjukkan keperodikan yang sangat jelas sebagaimana terlihat di gambar 5.1. Untuk periode manapun, energi ionisasi meningkat dengan meningkatnya nomor atom dan mencapai maksium pada gas mulia. Daam golongan yang sama energi ionisasi menurun dengan naiknya nomor atom. Kecenderungan seperti ini dapat dijelaskan dengan jumlah elektron valensi, muatan inti, dan jumlah elektron dalam. Energi ionisasi kedua dan ketiga didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk memindahkan elektron kedua dan ketiga.

Gambar 5.1 Energi ionisasi pertama atom. Untuk setiap perioda, energi ionisai minimum untuk logam alkali dan maksimumnya untuk gas mulia.

7

b. Afinitas elektron dan keelektronegatifan

Afinitas elektron didefinisikan sebagai kalor reaksi saat elektron ditambahkan kepada atom netral gas, yakni dalam reaksi. F(g) + e¯ → F¯(g) Nilai positif mengindikasikan reaksi eksoterm, negatif menunjukkan reaksi endoterm. Karena tidak terlalu banyak atom yang dapat ditambahi elektron pada fasa gas, data yang ada terbatas jumlahnya dibandingkan jumlah data untuk energi ionisasi. Tabel 5.6 menunjukkan bahwa afinitas elektron lebih besar untuk non logam daripada untuk logam. Tabel 5.6 Afinitas elektron atom.

H Li Na K

72,4 59, 54,0 48,2

C O P S

122,5 141,8 72,4 200,7

F Cl Br I

322,3 348,3 324,2 295,2

Besarnya kenegativan(elektron) yang didefinisikan dengan keelektronegatifan (Tabel 5.7), yang merupakan ukuran kemampuan atom mengikat elektron. Kimiawan dari Amerika Robert Sanderson Mulliken (1896-1986) mendefinisikan keelektronegativan sebanding dengan rata-rata aritmatik energi ionisasi dan afinitas elektron.

8

Tabel 5.7 Keelektronegativitan unsur golongan utama elements (Pauling)

Pauling mendefinisikan perbedaan keelektronegativan antara dua atom A dan B sebagai perbedaan energi ikatan molekul diatomik AB, AA dan BB. Anggap D(A-B), D(A-A) dan D(B-B) adalah energi ikatan masing-masing untuk AB, AA dan BB. D(A-B) lebih besar daripada rata-rata geometri D(A-A) dan D(B-B). Hal ini karena molekul hetero-diatomik lebih stabil daripada molekul homo-diatomik karena kontribusi struktur ionik. Akibatnya, ∆(A-B), yang didefinisikan sebagai berikut, akan bernilai positif: (A-B) = D(A-B) -√D(A-A)D(B-B) > 0 (5.3) (A-B) akan lebih besar dengan membesarnya karakter ionik. Dengan menggunakan nilai ini, Pauling mendefinisikan keelektronegativan x sebagai ukuran atom menarik elektron. |xA -xB|= √D(A-B) (5.4) xA dan xB adalah keelektronegativan atom A dan B. Apapun skala keelektronegativan yang dipilih, jelas bahwa keelektronegativan meningkat dari kiri ke kanan dan menurun dari atas ke bawah. Keelketroegativan sangat bermanfaat untuk memahami sifat kimia unsur.Informasi lain yang bermanfaat dapat disimpulkan dari Tabel 5.7. Perbedaan keelektronegativan antara dua atom yang berikatan, walaupun hanya semi kuantitatif, berhubungan erat dengan sifat ikatan kimia seperti momen dipol dan energi ikatan..Misalnya ada distribusi muatan yang tidak sama dalam ikatan A-B (xA > xB). Pasangan muatan positif dan negatif ±q yang dipisahkan dengan jarak r akan membentuk dipol (listrik).

9

Arah dipol dapat direpresentasikan dengan panah yang mengarah ke pusat muatan negatif dengan awal panah berpusat di pusat muatan positif. Besarnya dipol, rq, disebut momen dipol. Momen dipol adalah besaran vektor dan besarnya adalah µ dan memiliki arah.Besarnya momen dipol dapat ditentukan dengan percobaan tetapi arahnya tidak dapat. Momen dipol suatu molekul (momen dipol molekul) adalah resultan vektor momen dipol ikatan-ikatan yang ada dalam molekul. Bila ada simetri dalam molekul, momen dipol ikatan yang besar dapat menghilangkan satu sama lain sehingga momen dipol molekul akan kecil atau bahkan nol.
c. Bilangan oksidasi atom

Terdapat hubungan yang jelas antara bilangan oksidasi (atau tingkat oksidasi) atom dan posisinya dalam tabel periodik. Bilangan oksidasi atom dalam senyawa kovalen didefinisikan sebagai muatan imajiner atom yang akan dimiliki bila elektron yang digunakan bersama dibagi sama rata antara atom yang berikatan (kalau atom yang berikatan sama) atau diserahkan semua ke atom yang lebih kuat daya tariknya (kalau yang berikatan atom yang berbeda).
(1) UNSUR GOLONGAN UTAMA

Untuk unsur golongan utama, bilangan oksidasi dalam banyak kasus adalah jumlah elektron yang akan dilepas atau diterima untuk mencapai konfigurasi elektron penuh, ns2np6 (kecuali untuk periode pertama) atau konfigurasi elektron nd10 (gambar 5.2). Hal ini jelas untuk unsur-unsur periode yang rendah yang merupakan anggota golongan 1, 2 dan 13-18. Untuk periode yang lebih besar, kecenderungannya memiliki bilangan oksidasi yang berhubungan dengan konfigurasi elektron dengan elektron ns dipertahankan dan elektron np akan dilepas. Misalnya, timah Sn dan timbal Pb, keduanya golongan 14, memiliki bilangan oksidasi +2 dengan melepas elektron np2 tetapi mempertahankan elektron ns2, selain bilangan oksidasi +4. Alasan yang sama dapat digunakan untuk adanya fakta bahwa fosfor P dan bismut Bi, keduanya golongan 15 dengan konfigurasi elektron ns2np3, memilki bilangan oksidasi +3 dan +5. Umumnya, pentingnya bilangan oksidasi dengan elektron ns2 dipertahankan akan menjadi semakin penting untuk periode yang lebih besar. Untuk senyawa nitrogen dan fosfor, bilangan oksidasi +5 dominan, sementara untuk bismut yang dominan adalah +3 dan bilangan oksidasi +5 agak jarang. Unsur logam dan semilogam
10

(silikon Si atau germanium Ge) jarang memiliki nilai bilangan oksidasi negatif, tetapi bagi non logam fenomena ini umum dijumpai. Dalam hidrida nitrogen dan fosfor, NH3 dan PH3, bilangan oksidasi N dan P adalah–3. Semakin tinggi periode unsur, unsur akan kehilangan sifat ini dan bismut Bi tidak memiliki bilangan oksidasi negatif. Di antara unsur golongan 16, bilangan oksidasi-2 dominan seperti dalam kasus oksigen O. Kecenderungan ini lagi-lagi akan menurun untuk unsur-unsur di periode lebih tinggi. Misalkan oksigen hanya memiliki bilangan oksidasi negatif, tetapi S memiliki bilangan oksidasi positif seperti +4 dan +6 yang juga signifikan.

Contoh Soal 5.4 Bilangan oksidasi atom. Tentukan bilangan oksidasi unsur berikut.
1. Mn dalam MnSO4, Mn2O3, MnO2, MnO4¯, MnO4¯2 2. As dalam As2O3, AsO¯, AsO4¯3, AsH3 (As) 3. I dalam I¯, IO¯, IO3¯, I2, ICl3, ICl2¯

Jawab
1. +2, +3, +4, +7, +6 2. +3, +3, +5, -3 3. -1, +1, +5, 0, +3 (keelektronegativan Cl lebih besar dari I)

11

(2) UNSUR TRANSISI

Walaupun unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi, keteraturan dapat dikenali. Bilangan oksidasi tertinggi atom yang memiliki lima elektron yakni jumlah orbital d berkaitan dengan keadaan saat semua elektron d (selain elektron s) dikeluarkan. Jadi, dalam kasus skandium dengan konfigurasi elektron (n1)d1ns2, bilangan oksidasinya 3. Mangan dengan konfigurasi (n-1)d5ns2, akan berbilangan oksidasi maksimum +7. Bila jumlah elektron d melebihi 5, situasinya berubah. Untuk besi Fe dengan konfigurasi elektron (n-1)d6ns2, bilangan oksidasi utamanya adalah +2 dan +3. Sangat jarang ditemui bilangan oksidasi +6. Bilangan oksidasi tertinggi sejumlah logam transisi penting seperti kobal Co, Nikel Ni, tembaga Cu dan zink Zn lebih rendah dari bilangan oksidasi atom yang kehilangan semua elektron (n–1)d dan ns-nya. Di antara unsur-unsur yang ada dalam golongan yang sama, semakin tinggi bilangan oksidasi semakin penting untuk unsur-unsur pada periode yang lebih
C. METODE PEMBELAJARAN 1. Ceramah 2. Diskusi kelompok 3. Tanya jawab D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1

Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan memperkenalkan ilmu kimia dan manfaatnya secara umum. Hal ini dilakukan agar siswa tertarik mempelajari kimia lebih dalam. b. Setelah siswa tampak antusias, guru menjelaskan materi bab I dimulai dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang senantiasa berkembang dan terus mengalami penyempurnaan. c. Guru memotivasi siswa agar materi ini dapat dikuasai dengan baik, sehingga siswa akan lebih mudah dalam memahami model atom modern yang akan dipelajari lebih mendalam di kelas XI.

Waktu
2 menit

Pendidikan Karakter

2 menit

1 menit

12

2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan beberapa model atom secara singkat, yaitu model atom Dalton, Thomson, Rutherford, dan Bohr b. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan waktu 15 menit untuk berdiskusi tentang salah satu model atom. c. Setelah itu masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan semua siswa di kelas X. d. Guru menjelaskan secara singkat tentang model atom modern . Materi ini akan dibahas lebih mendalam di kelas XI. e. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar perkembangan atom dimulai dari model atom Dalton sampai model atom Bohr, dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai model atom modern. f. Guru meminta beberapa siswa untuk menyebutkan keunggulan dan kelemahan masing-masing model atom. 3. Kegiatan Penutup a. Siswa dengan bimbingan guru membuat satu kesimpulan tentang perkembangan model atom. b. Guru menugaskan mengerjakan latihan. siswa untuk

30 menit

25 menit

Demokratis, rasa ingin tahu, dan kerja keras.

60 menit

Demokratis, rasa ingin tahu.

5 menit

5 menit

2 menit

2 menit

1 menit

Pertemuan 2 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi tentang beberapa model atom yang telah Waktu 2 menit Pendidikan Karakter

13

dipelajari sebelumnya. b. Guru memotivasi siswa agar bisa berpikir ilmiah seperti halnya ilmuwanilmuwan terdahulu. Rasa ingin tahu merupakan sumber dari segala pengetahuan. Jangan takut berbuat salah (para ahli pun melakukan kesalahan, tetapi melalui kesalahan yang mereka lakukan justru merupakan langkah pengembangan ilmu pengetahuan). 3 menit

2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan tentang sejarah penemuan partikel dasar penyusun atom, yaitu elektron, proton, dan neutron. b. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar sejarah penemuan elektron, proton, dan neutron. c. Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan. d. Guru menjelaskan tentang nomor atom dan nomor massa, lalu dilanjutkan dengan penentuan isotop, isoton, dan isobar . e. Guru memberikan beberapa contoh soal untuk menentukan nomor atom dan nomor massa, berdasarkan jumlah elektron, proton, dan neutron yang dimiliki suatu unsur. Begitu juga sebaliknya menentukan jumlah elektron, proton, dan neutron, berdasarkan nomor atom dan nomor massa yang dimiliki suatu unsur. f. Guru membuat beberapa soal di papan tulis berkenaan dengan nomor atom dan nomor massa; jumlah elektron, proton, dan neutron; serta penentuan isotop, isoton, dan isobar. g. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan di papan tulis, dan sisanya menulis di buku latihan masing-masing.

30 menit

15 menit

Demokratis, rasa ingin tahu. Kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu.

15 menit

30 menit

10 menit

2 menit

20 menit

Kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu,

14

disiplin. h. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal di papan tulis. 3. Kegiatan Penutup a. Siswa dengan bimbingan guru membuat satu kesimpulan tentang nomor atom dan nomor massa; jumlah elektron, proton, dan neutron; serta penentuan isotop, isoton, dan isobar. b. Guru menugaskan siswa mengerjakan latihan di rumah. untuk 5 menit

2 menit

1 menit

Pertemuan 3 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas pekerjaan rumah yang telah ditugaskan sebelumnya. b. Guru memotivasi siswa mengenai manfaat mempelajari tabel periodik yang terus menerus mengalami perkembangan dan penyempurnaan. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan sejarah perkembangan tabel periodik secara singkat, yaitu Triade Dobereiner, Oktaf Newlands, tabel periodik Mendeleyev, tabel periodik bentuk pendek, dan tabel periodik bentuk panjang atau tabel periodik modern. b. Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan waktu 15 menit untuk berdiskusi tentang salah satu salah satu sejarah perkembangan tabel periodik. Setelah itu masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan semua siswa di kelas X. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab tentang sejarah Waktu 10 menit Pendidikan Karakter

2 menit

15 menit

35 menit

Demokratis, mandiri.

c.

25 menit

Demokratis

d.

5 menit

Rasa tahu.

ingin

15

perkembangan tabel periodik, yaitu Triade Dobereiner, Oktaf Newlands, tabel periodik Mendeleyev, tabel periodik bentuk pendek, dan tabel periodik bentuk panjang atau tabel periodik modern. e. Guru meminta beberapa siswa untuk menyebutkan keunggulan dan kelemahan masing-masing tabel periodik. Guru menerangkan lebih lanjut tentang tabel periodik bentuk panjang atau tabel periodik modern yang dipakai sampai sekarang. Kegiatan Penutup Siswa dengan bimbingan guru membuat satu kesimpulan tentang perkembangan tabel periodik. Guru menugaskan mengerjakan latihan. siswa untuk 15 menit

f.

20 menit

3. a.

2 menit

b.

1 menit

Pertemuan 4 Kegiatan Pembelajaran 1. a. Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi tentang perkembangan tabel periodik yang telah dipelajari sebelumnya. Guru memotivasi siswa tentang manfaat yang bisa diperoleh dalam mempelajari struktur atom. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang struktur atom yang mencakup konfigurasi elektron, elektron valensi, dan gambaran struktur atom. Waktu 3 menit Pendidikan Karakter

b.

2 menit

2. a.

30 menit

b. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan struktur atom.

15 menit

Demokatis, rasa ingin tahu

16

c. Guru menjelaskan tentang sifat-sifat unsur, yang terdiri dari unsur-unsur logam, non logam, dan unsur-unsur metalloid. d. Guru juga menjelaskan tentang sifat-sifat periodik unsur, yang terdiri dari jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan elektronegativitas. e. Guru kembali memandu siswa untuk melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan sifat-sifat unsur maupun sifat-sifat periodik unsur tersebut. f. Guru memberikan contoh soal untuk menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi dari beberapa unsur. g. Guru membuat beberapa soal di papan tulis berkenaan dengan sifat-sifat periodik unsur. h. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan di papan tulis, dan sisanya menulis di buku latihan masing-masing. i. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal di papan tulis. 3. Kegiatan Penutup a. Siswa dengan bimbingan guru membuat satu kesimpulan tentang sifat-sifat unsur maupun sifat-sifat periodik unsur. b. Guru memberikan tugas kepada siswa.

15 menit

35 menit

5 menit

Demokatis, rasa ingin tahu.

5 menit

5 menit

10 menit

Kerja keras, mandiri.

10 menit

3 menit

2 menit

Pertemuan 5 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi bab 1 secara keseluruhan, yaitu tentang struktur atom dan tabel periodik. b. Guru memberikan kesempatan kepada Waktu 5 menit Pendidikan Karakter

7 menit

17

siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. 2. Kegiatan Inti a. Guru meminta siswa mengerjakan uji latih kompetensi. b. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal dengan cara: 1) meminta siswa secara bergiliran untuk menyebutkan jawaban soal-soal uji latih pemahaman bagian satu (pilihan ganda) secara lisan, dan 2) meminta siswa secara bergiliran untuk mengerjakan soal-soal uji latih pemahaman bagian dua (uraian) di papan tulis.

75 menit

Mandiri, kerja keras.

20 menit

25 menit

3. Kegiatan Penutup a. Guru meminta siswa membuat rangkuman materi bab 1 tentang struktur atom dan tabel periodik, dikerjakan di rumah. b. Guru juga mengingatkan siswa agar bersiap-siap menghadapi ulangan harian pada pertemuan berikutnya.

2 menit

1 menit

Pertemuan 6 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. b. Guru meminta siswa untuk memasukkan semua buku-buku atau sumber lain yang berhubungan dengan kimia ke dalam tas. 2. Kegiatan Inti a. Guru membagikan lembar soal ulangan harian kepada tiap-tiap siswa. Waktu 10 menit Pendidikan Karakter

5 menit

2 menit

18

b. Guru menjelaskan tata cara pengerjaan soal ulangan harian tersebut. c. Guru menyebutkan waktu disediakan adalah 90 menit. yang

2 menit

1 menit

d. Guru meminta siswa mulai mengerjakan soal-soal ulangan harian tersebut. e. Siswa mengerjakan soal ulangan. f. Guru menjawab pertanyaan siswa jika masih ada soal-soal ulangan yang belum dimengerti (misalnya tulisan kurang jelas, ada data yang kurang, dan sebagainya). g. Setelah 90 menit, guru meminta siswa untuk menghentikan pengerjaan ulangannya. h. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal dan lembar jawaban di atas meja guru. 3. Kegiatan Penutup a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan jawaban atau pembahasan tentang soal-soal ulangan. b. Guru mengingatkan siswa agar mempelajari sekilas materi pada bab selanjutnya. 1 menit 90 menit Kejujuran, mandiri, kerja keras.

Disiplin.

3 menit

20 menit

1 menit

E. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 1. Alat Belajar a. Papan tulis b. Spidol atau kapur c. Charta d. Computer atau laptop e. LCD Projector

19

2. Sumber Belajar a. Buku Kimia Bilingual untuk SMA/MA Kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. b. Buku kimia Erlangga untuk SMA/ MA kelas X, karangan Michael Purba. c. Tabel Periodik Unsur. d. Buku116 Unsur Kimia Deskripsi dan Pemanfaatannya, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. e. Buku kimia Erlangga F. PENILAIAN 1. Teknik Penilaian a. Tugas kelompok b. Tugas mandiri c. Ulangan harian 1. Bentuk Instrumen a. Pilihan Ganda b. Uraian c. Lembar Diskusi 3. Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda 1. Pada keadaan netral suatu atom akan memiliki .... A. jumlah proton sama dengan jumlah elektron B. jumlah proton lebih banyak dari jumlah elektron C. jumlah proton lebih sedikit dari jumlah elektron D. jumlah proton lebih banyak dari jumlah neutron E. jumlah proton lebih sedikit dari jumlah neutron 2. Salah satu kelemahan model atom Rutherford adalah .... A. bertentangan dengan teori gelombang elektromagnetik Maxwell B. tidak sesuai dengan hasil percobaan hamburan partikel alfa C. tidak dapat menjelaskan peristiwa efek Zemann D. terlalu sederhana untuk menjelaskan atom-atom berelektron banyak E. tidak dapat menjelaskan sifat kelistrikan suatu atom 3.Menurut Bohr, lintasan elektron saat mengelilingi inti atom bersesuaian dengan .... A. jumlah elektron B. jumlah neutron C. jumlah proton D. tingkat energi elektron

20

E. momentum linier elektron 4. Partikel-partikel subatom adalah .... A. inti atom, elektron, dan neutron B. inti atom, elektron, dan neutron C. nukleon, elektron, dan proton D. nukleon, elektron, dan neutron E. proton, neutron, dan elektron 5. Sebuah atom suatu unsur mempunyai nomor massa 150 dan jumlah neutron atom tersebut adalah 88, sehingga jumlah protonnya adalah .... A. 150 b. Uraian B. 88 C. 72 D. 62 E. 18

1. Tentukan letak unsur-unsur berikut dalam tabel periodik! a. 12Mg c. 52Te b. 35Br d. 82Pb 2. Tentukan jumlah proton, neutron, dan elektron untuk setiap atom unsur berikut ini! a. c.

3. Tuliskan konfigurasi elektron unsur-unsur berikut! a. 84Po c. 40Zr b. 54Xe d. 42Mo 4. Gambarkan model atom sederhana yang sesuai dengan teori atom Bohr dan konfigurasi elektron untuk atom-atom berikut ini! a. 37Rb c. 25Mn b. 49In d. 47Ag 5. Mengapa energi ionisasi unsur-unsur gas mulia tertinggi dari unsur-unsur yang lain?

21

c. Lembar Diskusi

Kelompok III Tabel Periodik Mendeleyev
Gambar:

Keunggulan: 1. ……………………………… ……………………………………. 2. ……………………………… …………………………………….

Kelemahan: 1.

2.

3. ……………………………… 3. Kelompok III …………………………………….

Model Atom Rutherford

Teori Atom Rutherford: 1. ……………………………………………………………………………… …. 2. ……………………………………………………………………………… … Gambar:

Mengetahui, Kepala SMAN I Indralaya Utara

Indralaya, 15 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran

Kesimpulan: Dra. Darmawati , M. M. F. Eka Safitri, S.Pd. ……………………………………………………………………………… ……… NIP 196406101990022001 NIP 198805202011012006 ……………………………………………………………………………… ………. 22

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMAN 1 INDRALAYA UTARA : Kimia : X (Sepuluh) / 1 : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia : 1.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. : 1. Membandingkan perkembangan teori atom mulai dari model atom Dalton sampai model atom modern. 2. Membandingkan perkembangan tabel periodik unsur dari tabel periodik unsur yang sederhana hingga tabel periodik unsur yang modern. 3. menjelaskan dasar pengelompokan unsur dalam tabel periodik; 4. menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi serta massa atom relatif berdasarkan tabel periodik; 5. mengklasifikasikan unsur berdasarkan sifat-sifatnya; dan 6. menganalisis tabel dan grafik untuk menentukan sifat-sifat periodik unsur. Alokasi Waktu : 12 jam pelajaran (4 pertemuan)

Indikator

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menjelaskan kecenderungan atom-atom untuk membentuk suatu ikatan kimia. 2. Siswa dapat menjelaskan dan menggunakan kaidah Lewis-Kossel serta struktur Lewis untuk menggambarkan konfigurasi elektron valensi suatu atom. 3. Siswa dapat menjelaskan dan menggambarkan proses ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam. 4. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat suatu senyawa sesuai dengan ikatan kimianya.

B. MATERI PEMBELAJARAN Ikatan Kimia 1. Kecenderungan Atom-atom untuk Membentuk Ikatan

23

Elektron, Ikatan Aturan Oktet
Unsur yang paling stabil adalah unsur yang termasuk dalam golongan gas mulia. Semua unsur gas mulia di alam ditemukan dalam bentuk gas monoatomik dan tidak ditemukan bersenyawa di alam. Kestabilan unsur gas mulia berkaitan dengan konfigurasi elektron yang menyusunnya seperti yang dikemukakan oleh Gibert Newton Lewis dan Albrecht Kossel. Dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur gas mulia mempunyai konfigurasi penuh yaitu konfigurasi oktet yang berarti mempunyai delapan elektron pada kulit terluar kecuali untuk unsur helium yang mempunyai konfigurasi duplet (dua elektron pada kulit terluarnya). Aturan oktet merupakan kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektron-nya sama seperti unsur gas mulia. Konfigurasi oktet dapat dicapai oleh unsur lain selain unsur golongan gas mulia dengan pembentukan ikatan. Konfigurasi oktet dapat pula dicapai dengan serah-terima atau pemasangan elektron. Serah terima elektron menghasilkan ikatan ion sedangkan ikatan kovalen dihasilkan apabila terjadi pemasangan elektron untuk mencapai konfigurasi oktet.

Susunan Bilangan Kuantum Reaksi natrium dengan klorin membentuk natrium klorida merupakan contoh pencapaian konfigurasi oktet dengan cara serah-terima elektron.
10

Ne : 2 8

11Na

: 2 8 1, pelepasan 1 elektron akan menjadikankonfigurasi menyerupai unsur gas mulia neon
17Cl

: 2 8 7, penerimaan 1 elektron menjadikankonfigurasi menyerupai unsur gas mulia argon
18Ar

:288

24

Proses pembentukan NaCl
Teori Lewis dan Kossel

Gibert Newton Lewis dan Albrecht Kossel pada tahun 1916 mengemukakan teori tentang peranan elektron dalam pembentukan ikatan kimia.
   

Elektron pada kulit terluar (elektron valensi) berperan penting dalam pembentukan ikatan kimia Ion positif dan ion negatif membentuk ikatan kimia yang disebut ikatan ionik Pembentukan ikatan kimia dapat juga terjadi denga pemakaian elektron ikatan secara bersama yang dikenal dengan ikatan kovalen Pembentukan ikatan ionik dan ikatan kovalen bertujuan untuk mencapai konfigurasi stabil golongan gas mulia.

Lambang Lewis

Lambang Lewis merupakan lambang atom yang dikelilingi oleh sejumlah titik yang menyatakan elektron. Lambang Lewis untuk unsur golongan utama dapat disusun dengan mengikuti tahapan berikut:
 

Banyaknya titik sesuai dengan golongan unsur Satu titik ditempatkan untuk tiap atom dengan jumlah maksimum empat titik. Titik kedua dan selanjutnya berpasangan hingga mencapai aturan oktet.

25

2. Jenis-jenis Ikatan Kimia

1.

Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl-). Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida.
Na + Cl → Na+ + Cl- → NaCl

2.

Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atomatom yang berikatan. Singkatnya, stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen.Ikatan kovalen merangkumi banyak jenis interaksi, yaitu ikatan sigma, ikatan pi, ikatan logam-logam, interaksi agostik, dan ikatan tiga pusat dua elektron.Istilah bahasa Inggris untuk ikatan kovalen, covalent bond, pertama kali muncul pada tahun 1939. Awalan co- berarti bersama-sama, berasosiasi dalam sebuah aksi, berkolega, dll.; sehingga "co-valent bond" artinya adalah atom-atom yang saling berbagi "valensi", seperti yang dibahas oleh teori ikatan valensi. Pada molekul H2, atom hidrogen berbagi dua elektron via ikatan kovalen. Kovalensi yang sangat kuat terjadi di antara atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang mirip. Oleh karena itu, ikatan kovalen tidak seperlunya adalah ikatan antara dua atom yang berunsur sama, melainkan hanya pada elektronegativitas mereka. Oleh karena ikatan kovalen adalah saling berbagi elektron, maka elektron-elektron tersebut perlu ter-delokalisasi. Lebih jauh lagi, berbeda dengan interaksi elektrostatik ("ikatan ion"), kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik.

Ikatan Kovalen Koordinat Sifat Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen

Ikatan ionik dapat dikatakan jauh lebih kuat dari pada ikatan kovalen karena ikatan ionik terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulomb) sedangkan ikatan kovalen terbentuk karena pemakaian elektron ikatan bersama. Perbandingan sifat senyawa ionik dan senyawa kovalen disajikan pada tabel berikut:

26

Sifat Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen
Ikatan Kovalen Koordinat

Ikatan kovalen koordinat terjadi apabila pasangan electron yang dipakai bersama berasal dari penyumbangan saah satu atom yang berikatan. Ikatan kovalen koordinat dikenal juga sebagai ikatan dativ atau ikatan semipolar. Amonia (NH3) dapat bereaksi dengan boron trifklorida (BCl3) membentuk senyawa NH3.BCl3.

Pembentukan ikatan kovalen koordinat NH3.BF3 Atom nitrogen dalam NH3 telah memenuhi aturan oktet dengan sepasang elektron bebas. Akan tetapi atom boron telah berpasangan dengan tiga atom klorin tetapi belum memenuhi aturan oktet. Akibat hal ini, pasangan elektron bebas atom nitrogen dapat digunakan untuk berikatan dengan atom boron. Dalam menggambarkan struktur molekul, ikatan kovalen koordinat dinyatakan dengan garis berpanah dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron bebas. Ikatan kovalen polar Ikatan kovalen polar adalah suatu ikatan kovalen dimana elektron-elektron yang membentuk ikatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berputar dan berkeliling disekitar salah satu atom. Pada molekul HCl elektron yang berikatan akan lebih dekat kepada atom klor daripada Hidrogen. Polaritas ikatan ini dapat digambarkan dalam bentuk panah atau symbol δ+ , δ-. δ+ adalah tanda bahwa atom lebih bersifat elektropositif di banding dengan atom yang menjadi
27

pasangannya. δ- berarti bahaw atom lebih bersifat elektronegatif daripada atom yang menjadi pasangan ikatannya. Lihat harga kelektronegtaifan tiap unsur pada tabel pauling Ikatan kovalen nonpolar Kovalen murni (non polar) adalah memiliki ciri Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. Struktur H2 dan CO2 adalah contoh ikatan kimia non polar karena daya tariknya seimbang baik antara H dengan H atau antar O dengan C kiri dan kanan seimbang. Sehingga momen dipolnya menjadi nol Contoh lain adalah senyawa CH4, H2, O2, Br2 dan lain-lain

3. Ikatan Logam Unsur dikelompokkan berdasrkan sifat logam dan non logam. Sifat logam berhubungan dengan kemampuan suatu atom untuk melepaskan electron ( untuk menjadi ion positif ). Sifat non logam berhubungan dengan suatu atom untuk menerima electron ( menjadi ion negative ) Dalam system periodic dari bawah ke atas dan dari kiri ke kanan sifat logam berkurang dan sifat non logam bertambah. Sifat logam dan non logam dalam system periodic dengan batas garis tebal antara H dan Li, Al dan B serta Sid an Ge dan seterusnya, seangkan unsure metalloid adalah batas antara logam dan non logam. Sifat sifat unsure dalam system periodic meliputi : Jari-jari atom, Energi ionisasi, Affinitas electron dan Keelektronegatifan. C. METODE PEMBELAJARAN 1. Ceramah 2. Praktikum 3. Diskusi kelompok 4. Tanya jawab.

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan menjelaskan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, dimana kita tak bisa hidup menyendiri. Waktu 3 menit Pendidikan Karakter Peduli sosial

28

Kita sebagai makhluk sosial perlu berhubungan dengan banyak orang. Dalam ilmu kimia dikenal adanya ikatan kimia untuk mencapai kestabilan. b. Guru memotivasi siswa agar materi ini dikuasai dengan baik, sehingga dapat mempermudah siswa dalam memahami struktur geometri suatu molekul unsur atau senyawa. Selain itu siswa akan lebih mudah juga dalam mempelajari tata nama senyawa yang akan dibahas pada bab selanjutnya. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan bahwa dalam sistem periodik terdapat kecenderungan atom-atom untuk membentuk ikatan. b. Dijelaskan juga pengecualian untuk atom-atom gas mulia yang memiliki kestabilan karena konfigurasinya yang unik, sehingga sukar bereaksi dan merupakan unsur-unsur yang paling stabil. c. Guru mendeskripsikan lambang dan struktur Lewis.

2 menit

15 menit

10 menit

10 menit

15 menit

25 menit d. Siswa dengan bimbingan guru mencoba menuliskan lambang Lewis beberapa unsur, misalnya Cs, Xe, At, dan sebagainya. e. Guru menjelaskan jenis-jenis ikatan kimia, yaitu ikatan ion, ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap, ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar f. Guru meminta siswa mengerjakan latihan . g. Guru bersama-sama untuk

Mandiri, keras.

kerja

10 menit

10 menit

10 menit

siswa

29

membahas soal-soal latihan. h. Guru menjelaskan tentang sifatsifat senyawa ion dan kovalen ditinjau dari ikatannya i. Guru menjelaskan juga tentang sifat-sifat logam yang dapat membentuk ikatan yang khas, dinamakan ikatan logam. j. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan jenis-jenis ikatan kimia dan sifat-sifatnya. 3. Kegiatan Penutup a. Siswa dengan bimbingan guru membuat satu kesimpulan tentang jenis-jenis ikatan kimia dan sifat-sifatnya. Setelah itu guru menugaskan siswa untuk mengerjakan latihan di rumah. b. Guru juga meminta siswa membentuk kelompok, dimana masing-masing kelompok berjumlah 4 - 5 orang. Setiap kelompok diminta membawa alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum pada pertemuan selanjutnya. 10 menit

10 menit

3 menit

Demokratis, rasa ingin tahu.

1 menit

1 menit

Pertemuan Kedua Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas pekerjaan rumah yang telah ditugaskan sebelumnya. b. Guru memotivasi siswa dengan cara menjelaskan manfaat dari percobaan yang akan dilakukan oleh siswa. 2. Kegiatan Inti a. Guru mengulang sekilas tentang kepolaran suatu zat. Waktu 10 menit Pendidikan Karakter

5 menit

5 menit

30

b. Guru memandu siswa melakukan eksperimen untuk menyelidiki polaritas suatu zat . c. Guru meminta siswa menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk percobaan tersebut. d. Selama siswa melakukan praktikum, guru melakukan penilaian proses. e. Setelah kurang lebih 40 menit, guru meminta siwa untuk menghentikan percobaannya, lalu diadakan diskusi bersama. f. Masing-masing perwakilan kelompok diminta menyampaikan hasil percobaannya secara lisan di depan teman-temannya. Sementara itu siswa yang lain boleh memberikan tanggapan. g. Bila ada percobaan yang gagal, maka guru dan siswa kembali berdiskusi bersama-sama mencari penyebabnya. h. Guru masih memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. i. Guru meminta siswa untuk melanjutkan kerja kelompoknya dengan menjawab pertanyaanpertanyaan di lembar kerja. 3. Kegiatan Penutup Guru membimbing siswa menyimpulkan hasil percobaan tersebut, yaitu bahwa zat-zat yang mengandung molekul-molekul polar akan menyimpang ketika dilewatkan melalui medan listrik dan medan magnet, sementara zat-zat yang mengandung molekul-molekul non polar tidak mengalami penyimpangan. 10 menit 20 menit 20 menit Disiplin, tanggung jawab.

40 menit

Peduli social, kerja keras, mandiri.

Rasa ingin tahu

Demokratis, rasa ingin tahu.

15 menit

10 menit

31

Pertemuan 3 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi bab 2 secara keseluruhan, yaitu tentang ikatan kimia. b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. 2. Kegiatan Inti a. Guru meminta siswa mengerjakan uji latih kompetensi dan siswa mengerjakan soal-soal tersebut. b. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal dengan cara: 1) meminta siswa secara bergiliran meminta siswa secara bergiliran untuk mengerjakan soal-soal uji latih pemahaman di papan tulis. 3. Kegiatan Penutup a. Guru meminta siswa membuat rangkuman materi bab 2 tentang ikatan kimia, dikerjakan di rumah. b. Guru juga mengingatkan siswa agar bersiap-siap menghadapi ulangan harian pada pertemuan berikutnya. Waktu 15 menit Pendidikan Karakter

10 menit

60 menit

Mandiri, kerja keras, rasa ingin tahu.

40 menit

5 menit

5 menit

Pertemuan 4 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang Waktu 10 menit Pendidikan Karakter

32

dimengerti. b. Guru meminta siswa untuk memasukkan semua buku-buku atau sumber lain yang berhubungan dengan kimia ke dalam tas. 2. Kegiatan Inti a. Guru membagikan lembar soal ulangan harian kepada tiap-tiap siswa. b. Guru menjelaskan tata cara pengerjaan soal ulangan harian tersebut. c. Guru menyebutkan waktu yang disediakan adalah 90 menit. d. Guru meminta siswa mulai mengerjakan soal-soal ulangan harian tersebut. e. Siswa mengerjakan soal ulangan. f. Guru menjawab pertanyaan siswa jika masih ada soal-soal ulangan yang belum dimengerti (misalnya tulisan kurang jelas, ada data yang kurang, dan sebagainya). g. Setelah 90 menit, guru meminta siswa untuk menghentikan pengerjaan ulangannya. h. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal dan lembar jawaban di atas meja guru. 3. Kegiatan Penutup a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan jawaban atau pembahasan tentang soal-soal ulangan. b. Guru mengingatkan siswa agar mempelajari sekilas materi pada bab selanjutnya. 1 menit 5 menit Disiplin

2 menit

2 menit

1 menit

1 menit

90 menit

Kejujuran, mandiri, kerja keras

2 menit

10 menit

10 menit

33

E. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 1. Alat Belajar: a. Papan tulis b. Spidol atau kapur c. Charta d. Alat-alat percobaan (magnet batang, ember, botol plastik, dan paku kecil) e. Bahan-bahan percobaan (air, alkohol, minyak tanah, minyak goreng, dan asam klorida) 2. Sumber Belajar: a. Buku Kimia Erlangga jilid IA karangan Michael Purba. b. Tabel Periodik Unsur. c. Buku 116 Unsur Kimia Deskripsi dan Pemanfaatannya, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. d. Buku 1700 Soal Bimbingan Pemantapan Kimia, karangan Budiman Anwar, penerbit Yrama Widya. F. PENILAIAN 1. Teknik Penilaian a. Tugas mandiri b. Tugas kelompok c. Ulangan harian 2. Bentuk Instrumen a. Pilihan ganda b. Uraian c. Lembar kegiatan ilmiah 3. Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda 1. Di antara lima unsur di bawah ini yang paling mudah menerima elektron adalah .... A. Na B. K C. F D. Li E. Mg

2. Atom-atom unsur yang mempunyai kecenderungan untuk membentuk kation adalah sebagai berikut, kecuali .... A. logam B. oksidator C. atom elektropositif D. konduktor E. oksida basa

34

3. Ikatan ion disebabkan oleh .... A. gaya elektrostatik antara kation dan anion B. gaya Van der Walls antara ion-ion C. gaya proton-elektron D. pemakaian pasangan elektron bersama E. interaksi antara atom-atom logam 4. Ikatan ion paling mudah terbentuk dari unsur-unsur .... A. golongan IA dan IIA B. golongan IA dan VIIA C. golongan VIIA dan VIIA D. golongan IIA dan VIIA E. nitrogen dengan oksigen 5. Pasangan senyawa yang keduanya mempunyai ikatan kovalen adalah .... A. NH3 dan H2O B. HF dan NaBr C. NaCl dan CH3Cl D. KCl dan CH4 E. MgCl2 dan BaCl2 b. Uraian 1. Tuliskan lambang Lewis untuk unsur-unsur di bawah ini! Rb, 36Kr, 33As, 16S, 12Mg 37 2. Jelaskan dengan gambar bagaimana terbentuknya ion Ca2+ dan ion Cl– pada pembentukan kalsium klorida (CaCl2)! 3. Jelaskan perbedaan antara senyawa kovalen dan senyawa ion! 4. Gambarkan mekanisme ikatan kovalen kordinasi pada pembentukan molekul SO3 dengan struktur Lewis dan rumus strukturnya! 5. Berikan contoh-contoh logam dan penggunaannya berdasarkan sifat logam tersebut!

35

c. Lembar Kegiatan Ilmiah Menyelidiki Polaritas Zat 1. Teori pendukung Molekul-molekul senyawa polar dapat dipengaruhi oleh medan listrik dan medan magnet, sehingga zat yang tersusun oleh molekul-molekul polar akan menyimpang (membelok) ketika dilewatkan melalui medan listrik dan medan magnet. Sementara itu, untuk zat yang tersusun oleh senyawasenyawa non-polar tidak mengalami penyimpangan ketika dilewatkan melalui medan listrik atau medan magnet. Air

2. Alat dan bahan Magnet batang

3.

Botol plastik bekas Alkohol Paku kecil Asam klorida Ember Minyak goreng Minyak tanah Langkah-langkah kegiatan a. Buatlah lubang pada bagian bawah botol plastik dengan menggunakan paku kecil. b. Peganglah botol tersebut di atas ember dan isilah dengan salah satu zat (air, alkohol, minyak tanah, asam klorida, dan minyak goreng) secara hati-hati. c. Suruhlah teman Anda untuk mendekatkan magnet batang pada aliran zat yang keluar dari lubang botol dan amati keadaan aliran tersebut. d. Lakukan langkah a sampai c untuk setiap zat yang tersedia.

4. Pertanyaan dan tugas a. Bagaimanakah keadaan setiap aliran zat ketika magnet batang didekatkan padanya? b. Manakah di antara zat-zat tersebut yang termasuk ke dalam zat yang tersusun oleh molekul-molekul polar dan non polar? c. Laporkan hasil kegiatan ini pada guru Anda!

Mengetahui, Kepala SMAN I Indralaya Utara

Indralaya, 15 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran

Dra. Darmawati , M. M. NIP 196406101990022001

F. Eka Safitri, S.Pd. NIP 198805202011012006

36

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMAN 1 INDRALAYA UTARA : Kimia : X (Sepuluh) / 1 : 2. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) : 2.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. : 1. Menuliskan nama senyawa biner. 2. 3. 4. 5. Alokasi Waktu Menuliskan nama senyawa ion. Menuliskan nama senyawa terner. Menuliskan nama senyawa organik. Menyetarakan suatu persamaan kimia dengan benar.

Indikator

: 12 jam pelajaran (4 pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menuliskan nama senyawa biner. 2. Siswa dapat menuliskan nama senyawa ion. 3. Siswa dapat menuliskan nama senyawa terner. 4. Siswa dapat menuliskan nama senyawa organik. 5. Siswa dapat menyetarakan suatu persamaan kimia dengan benar. B. MATERI PEMBELAJARAN Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi 1. Tata Nama Senyawa Tata Nama Senyawa Kimia Bagaimana menyebutkan nama senyawa berdasrkan komponen penyusunnya? Apakah semua senyawa yang telah ditemukan memiliki nama khusus?Dulu,senyawa dinamakan sesuai asal ditemukannya,misalnya,asam etanoat diberi nama asam asetat yang berasal dari cuka. Semakin banyaknya senyawa baru yang ditemukan,diperlukan suatu aturan penamaan yang berlaku internasional. Lembaga yang berwenang untuk merumuskan tata nama senyawa secara international adalah The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC)

1.Penamaan Senyawa Biner Ionik
37

Untuk penamaan senyawa biner ionik yang dibentuk dari satu unsur logam dan satu unsur bukan logam, mula-mula dituliskan nama logam tanpa modifikasi dan diikuti denganpenamaan unsur bukan logam melalui pemberian akhiran 'ida'. KCl : Kalium klorida MgF2 : Magnesium fluorida KO : Kalium oksida Senyawa ion walaupun terdiri dari ion positif dan ion negatif tetapi secara keseluruhanbermuatan nol. Satuan rumus harus mengandung ion positif dan ion negatif sedemikian rupa sehingga jumlah muatan bersihnya : nol. Unsur-unsur tertentu dapat mempunyai lebih dari satu bentuk ion. Untuk menyatakan perbedaan rumus dan namanama senyawa, dalam hal ini kita tentukan bilangan oksidasi unsur-unsur tersebut. Ada dua sistem penulisan yang umum dipergunakan : 1. Penamaan dengan penulisan bilangan oksidasi memakai angka romawi (SISTEM STOCK). 2. Penamaan dengan sistem akhiran 'O' untuk kation dengan bilangan oksidasi yang lebih rendah, akhiran 'i' untuk kation dengan bilangan oksidasi yang lebih tinggi. Contoh Rumus Molekul Sistem Stock Sistem Akhiran CrCl2 Kromium (II) klorida Kromo klorida CrCl3 Kromium (III) klorida Kromi klorida Pb2O Plumbum (I) oksida Plumbo oksida PbO Plumbum (U) oksida Plumbi oksida

2. Penamaan Senyawa Biner Kovalen
Penamaan senyawa biner kovalen yang terdiri dari unsur non-logam dengan unsur nonlogam, mula-mula dituliskan unsur dengan bilangan oksidasi positif. Misalnya kita tuliskan HCl bukannya CIH. Penamaan dilakukan dengan dasar pemberian awal yang menyatakan jumlah relatif tiap jenis atom dalam sebuah molekul pemberian awalan dengan mempergunakan Mono di (bis) tri (tris) tetra (tetrakis) penta (pentakis) heksa (heksakis) =1 =2 =3 =4 =5 =6 hepta okta nona deka undeka dodeka =7 =8 =9 =10 = 11 =12

38

Awalan yang berada dalam kurung kini jarang dipergunakan dan lebih banyak dipakaidalam penamaan senyawa kompleks. Jadi untuk dua oksida utama belerang dapat kita tulis S02 : belerang dioksida atau berdasarkan sistem stock : belerang (IV) oksida
SO, belerang trioksida atau berdasarkan sistem stock : belerang (VI) oksida

Sistem awalan dapat menunjukkan hubungan antara nama dan rumus dengan tepat,sedangkan sistem stock ternyata tak selalu dapat menampakkan hubungan nama dan rumus. Penamaan Senyawa Biner Kovalen
BCl3 :Boron triklorida Boron (III) klorida CF4:Karbon tetrafluorida

Karbon(IV)fluorida
CO Karbon monooksida Karbon (II) oksida

N2O3 Dinitrogen trioksida Nitrogen (III) oksida SF6 Sulfor heksafluorida Sulfor (VI) fluorida

3. Penamaan Asam-asam Biner
Ada segolongan senyawa biner kovalen yang dalam keadaan tertentu dapat melepaskan ion-ion hidrogen (H+) sehingga senyawa tersebut dikenal sebagai suatu 'asam'. Asam-asam biner penting sangat terbatas jumlahnya. Penamaannya berdasarkan gabungan dari awalan 'hidro' dengan nama bukan logam yang diberi akhiran 'at'. Contoh: HF asam hidrofluorat (asam fluorida) HBr asam hidrobromat (asam bromat) H2S asam hidrosulforat (asam sulfida) 4. PENAMAAN SENYAWA POLIATONIK Senyawa poliatomik merupakan senyawa yang mengandung ion poliatomik. Ion Poliatomik terdiri dari dua atom atau lebih yang terikat bersama. Anion poliatomik umumnya lebih banyak dibandingkan dengan jenis kation pliatomik. Unsur yang banyak terdapat pada anion pliatomik adalah oksigen. Oksigen yang terikat dengan atom bukan logam lainnyadisebut oksoanion.. Sejumlah unsur tertentu membentuk deret oksoanion yang mengandung jumlah atom oksigen yang berbeda-beda. Tabel kation dan anion

39

Tabel Anion No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Rumus NH4+ O2FClBrICNS2CO32SiO32C2O42Nama Ion Amonium Oksida Florida Klorida Bromida Iodida Sianida Sulfida Karbonat Silikat Oksalat No Rumus 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 AsO33AsO43SbO33SbO43ClOClO2ClO3ClO4MnO4MnO42CrO42Cr2O72OHHSO3HPO42H2PO4BO33Nama Ion Arsenit Arsenat Antimonit Antimonat Hipoklorit Klorit Klorat Perklorat Permanganat Manganat Kromat Dikromat Hidroksida Bisulfit Hidrogen Fosfat Dihidrogen Fosfat Borat

CH3COO/C2H3O2- Asetat SO32SO42NO2NO3PO33PO43Sulfit Sulfat Nitrit Nitrat Fosfit Fosfat

Tabel Kation No Rumus 1 2 Na+ K+ Nama Ion Natrium Kalium No Rumus 13 14 Pb2+ Pb4+ Nama Ion Plumbum/Timbal (II) Plumbum/Timbal (IV)

40

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Mg2+ Ca2+ Sr2+ Ba2+ Al3+ Zn2+ Ni2+ Ag2+ Sn2+ Sn4+

Magnesium Kalsium Stronsium Barium Alumunium Zink / Seng Nikel Argentum / Perak Stanum/Timah (II) Stanum/Timah (IV)

15 16 17 18 19 20 21 22 23

Fe2+ Fe3+ Hg+ Hg2+ Cu+ Cu2+ Au+ Au3+ Pt4+

Ferrum/Besi (II) Ferrum/Besi (III) Hidrargium/Raksa (I) Hidrargium/Raksa (II) Cupper/Tembaga (I) Cupper/Tembaga (II) Aurum/Emas (I) Aurum/Emas (III) Platina (IV)

Penamaan senyawa poliatom bergantung pada muatan masing-masing ionnya. Contohnya CaCO3:KalsiumKarbonat BaSO4 : Barium Sulfat

2. Persamaan Kimia Dalam sebuah persamaan reaksi, pereaksi dan produk dihubungkan melalui simbol yang berbeda-beda. Simbol → digunakan untuk reaksi searah, ⇆ untuk reaksi dua arah, dan ⇌ untuk reaksi kesetimbangan. Misalnya, persamaan reaksi pembakaran metana (suatu gas pada gas alam) oleh oksigen dituliskan sebagai berikut CH4 + 2 O2 → CO2 + 2 H2O Seringkali pada suatu persamaan reaksi, wujud zat yang bereaksi dituliskan dalam singkatan di sebelah kanan rumus kimia zat tersebut. Huruf s melambangkan padatan, l melambangkan cairan, g melambangkan gas, dan aq melambangkan larutan dalam air. Misalnya, reaksi padatan kalium (K) dengan air (2H2O) menghasilkan larutan kalium hidroksida (KOH) dan gas hidrogen (H2), dituliskan sebagai berikut 2K (s) + 2H2O (l) → 2KOH (aq) + H2 (g) Selain itu, di paling kanan dari sebuah persamaan reaksi kadang-kadang juga terdapat suatu besaran atau konstanta, misalnya perubahan entalpi atau

41

konstanta kesetimbangan. Misalnya proses Haber (reaksi sintesis amonia) dengan perubahan entalpi (ΔH) dituliskan sebagai berikut N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g) ΔH = -92.4 kJ/mol. Suatu persamaan disebut setara jika jumlah suatu unsur pada sebelah kiri persamaan sama dengan jumlah unsur tersebut di sebelah kanan, dan dalam reaksi ionik, jumlah total muatan harus setara juga.

Penyetaraan Reaksi Kimia
Dasar untuk penyetaraan reaksi kimia adalah hukum kekalan massa yang diajukan oleh Lavoiser, dan dinyatakan”Dalam sebuah reaksi, massa zat-zat sebelum bereaksi sama dengan massa zat sesudah bereaksi”. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada massa yang hilang selama berlangsung reaksi.Dalam persamaan reaksi kimia terdapat dua daerah, daerah dimana zat sebelum bereaksi di sebelah kiri tanda panah dan daerah dimana zat telah bereaksi di sebelah kanan tanda panah. Untuk lebih mudahnya perhatikan bagan reaksi 2.14. Bagan. 2.14. Bagan reaksi yang menyatakan zat sebelum dan sesudah reaksi

Di kedua daerah tersebut, kita akan mendapatkan informasi bahwa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, kesamaan ini dapat ditunjukkan dengan kesetaraan jumlah atom, atau jumlah massa. Contoh di bawah ini dapat menjelaskan informasi apa saja yang kita dapat dari sebuah persamaan reaksi C + O2 → CO2 Persamaan reaksi ini benar jika jumlah atom karbon di sebelah kiri tanda panah (sebelum bereaksi) sama dengan jumlah atom sebelah kanan tanda panah (sesudah reaksi). Demikian pula dengan atom Oksigen sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Lihat bagan reaksi 2.15.

42

Bagan 2.15. Bagan reaksi menjelaskan komposisi jumlah atom di sebelah kiri dan kanan tanda panah

Dari gambar tampak bahwa jumlah atom C di sebelah kiri dan kanan adalah sama, sebanyak 1 buah. Demikian pula untuk atom O jumlahnya sama yaitu 2 buah. Dengan demikian persamaan reaksi ini sudah benar. Informasi lain adalah jumlah massa Karbon dan Oksigen sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, misalnya terdapat 12 gram karbon dan 32 gram oksigen sebelum bereaksi, berdasarkan kesetaraan jumlah atom yang sama, maka secara otomatis jumlah zat yang terjadi juga memiliki komposisi massa yang sama. Senyawa CO2, mengandung 12 gram C dan 32 gram O, perhatikan persamaan reaksi pada bagan reaksi 2.16. Bagan 2.16. Bagan reaksi yang menggambarkan kesetaraan massa dari atom C dan O di sebelah kiri dan kanan tanda panah

Umumnya persamaan reaksi dituliskan belum sempurna, dimana jumlah atom sesudah dan sebelum bereaksi belum sama seperti : N2 + H2 → NH3 Jumlah atom N sebelah kiri tanda panah sebanyak 1 buah, di sebelah kanan tanda panah 1 buah, sehingga yang di sebelah kanan tanda panah dikalikan 2. Akibat perkalian ini jumlah atom H di sebelah kan menjadi 6 buah, sedangkan di sebelah kiri terdapat 2 buah. Untuk menyetarakan jumlah atom H, maka atom H sebelah kiri dikalikan 3. Lihat bagan reaksi 2.17.
43

Bagan 2.17. Bagan reaksi yang menggambarkan tahap penyetaraan persamaan reaksi pembentukan NH3

C. METODE PEMBELAJARAN a. Ceramah b. Diskusi kelompok c. Tanya jawab. D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa jumlah unsur dan senyawa di alam itu sangat banyak. Setiap senyawa tersebut perlu mempunyai nama spesifik dan sama di seluruh dunia. b. Guru memotivasi siswa agar materi ini dikuasai dengan baik, sehingga siswa akan lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahanpermasalahan khususnya yang menyangkut stoikiometri. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan kecenderungan unsur-unsur membentuk senyawa, sehingga di alam jumlah senyawa Waktu Pendidikan Karakter

44

lebih banyak daripada jumlah unsur. b. Guru menjelaskan bahwa pemberian 10 menit nama senyawa dapat dikaitkan dengan jenis ikatan kimianya dan keelektronegatifan relatif di antara unsur-unsur penyusunnya. Guru mengingatkan kembali materi ikatan kimia yang sudah dipelajari sebelumnya. c. Guru menjelaskan pengertian senyawa biner, senyawa terner, senyawa ion, dan senyawa organik, berikut contoh-contohnya. d. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan penamaan senyawa. e. Guru menuliskan beberapa senyawa di papan tulis, lalu siswa diminta mengklasifikasi senyawa-senyawa tersebut termasuk ke dalam golongan senyawa biner, senyawa terner, senyawa ion, dan senyawa organik. f. Guru memimpin sebuah permainan tentang tata nama senyawa kimia. Guru menjelaskan terlebih dahulu aturan mainnya yaitu sebagai berikut. 1) Masing-masing siswa menyediakan kertas kecil dan alat tulis. 2) Kertas diisi dengan satu rumus molekul (senyawa biner, senyawa terner, senyawa ion, atau senyawa organik), lalu kertas tersebut digulung. 3) Kertas yang sudah digulung dikumpulkan semua lalu dikocok. 4) Tiap siswa mengambil kertas yang sudah dikocok secara acak, lalu kertas dibuka. 5) Setelah dibuka, tiap siswa secara bergilir menyebutkan nama dari rumus molekul yang ditulis 10 menit

10 menit

Rasa ingin tahu.

5 menit

Kreatif

30 menit

Kreatif

45

temannya, lalu ke depan untuk mengklasifikasi nama yang baru disebut itu termasuk ke dalam senyawa biner, terner, ion, atau senyawa organik. (Sebelumnya guru sudah membuat tabel kosong untuk mengklasifikasi daftar senyawa). g. Guru dan siswa saling berdiskusi tentang kebenaran jawaban dari tiap siswa. h. Siswa diminta mencatat tabel yang berisi klasifikasi senyawa di buku masing-masing. 3. Kegiatan Penutup Guru membimbing siswa menyimpulkan materi tentang tata nama senyawa. Setelah itu guru memberi tugas kepada siswa untuk mengerjakan latihan di rumah.

10 menit

Demokratis

20 menit

5 menit

Pertemuan 2 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas pekerjaan rumah yang telah ditugaskan sebelumnya. b. Guru membuka materi baru dengan mengulang sekilas materi tentang perubahan kimia dan reaksi kimia yang telah dipelajari di SMP. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan pentingnya materi persamaan kimia untuk menggambarkan suatu proses reaksi kimia . b. Guru menjelaskan perbedaan antara zat pereaksi (reaktan) dengan zat hasil reaksi Waktu 10 menit Pendidikan Karakter

10 menit

10 menit

10 menit

46

(produk). c. Guru menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menuliskan suatu persamaan kimia. d. Guru menjelaskan tata cara penulisan persamaan kimia. e. Guru memberikan beberapa contoh persamaan kimia. f. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. g. Siswa mengerjakan soal-soal latihan h. Guru dan siswa membahas latihan 3. Kegiatan Penutup Guru meminta salah satu siswa untuk menyimpulkan tata cara penulisan dan penyetaraan persamaan kimia. 10 menit

15 menit

15 menit

10 menit

20 menit

Mandiri, keras.

kerja

20 menit

5 menit

Pertemuan 3 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi bab 3 secara keseluruhan, yaitu tentang tata nama senyawa dan persamaan kimia. b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. 2. Kegiatan Inti a. Guru meminta mengerjakan uji Waktu 15 menit Pendidikan Karakter

10 menit

siswa latih

60 menit

Mandiri, keras.

kerja

47

kompetensi b. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal dengan cara: 1) meminta siswa secara bergiliran untuk menyebutkan jawaban soalsoal uji latih pemahaman bagian satu (pilihan ganda) secara lisan, dan 2) meminta siswa secara bergiliran untuk mengerjakan soal-soal uji latih pemahaman bagian dua (uraian) di papan tulis. 3. Kegiatan Penutup a. Guru meminta siswa membuat rangkuman materi bab 3 tentang tata nama senyawa dan persamaan kimia, dikerjakan di rumah. b. Guru juga mengingatkan siswa agar bersiap-siap menghadapi ulangan harian pada pertemuan berikutnya.

15 menit

25 menit

5 menit

5 menit

Pertemuan 4 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. b. Guru meminta siswa untuk memasukkan semua bukubuku atau sumber lain yang berhubungan dengan kimia ke dalam tas. 2. Kegiatan Inti a. Guru membagikan lembar soal ulangan harian kepada tiapWaktu 5 menit Pendidikan Karakter

5 menit

2 menit

48

tiap siswa. b. Guru menjelaskan tata cara pengerjaan soal ulangan harian tersebut. c. Guru menyebutkan waktu yang disediakan adalah 90 menit. d. Guru meminta siswa mulai mengerjakan soal-soal ulangan harian tersebut. e. Siswa mengerjakan soal-soal ulangan f. Guru menjawab pertanyaan siswa jika masih ada soal-soal ulangan yang belum dimengerti (misalnya tulisan kurang jelas, ada data yang kurang, dan sebagainya). g. Setelah 90 menit, guru meminta siswa untuk menghentikan pengerjaan ulangannya. h. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal dan lembar jawaban di atas meja guru. 3. Kegiatan Penutup a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan jawaban atau pembahasan tentang soal-soal ulangan. b. Guru mengingatkan siswa agar mempelajari sekilas materi pada bab selanjutnya. 1 menit 90 menit Mandiri, keras kerja 2 menit

1 menit

4 menit

15 menit

10 menit

49

E. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 1. Alat Belajar a. Papan tulis b. Spidol atau kapur c. Kertas Kosong d. Alat tulis (pensil, balpoin, atau spidol) e. Penggaris 2. Sumber Belajar a. Buku Kimia Bilingual untuk SMA/MA Kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. b. Buku kimia Erlangga karaga maichael Purba. c. Tabel Periodik Unsur. d. Buku 116 Unsur Kimia Deskripsi dan Pemanfaatannya, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. e. Buku 1700 Soal Bimbingan Pemantapan Kimia, karangan Budiman Anwar, penerbit Yrama Widya. F. PENILAIAN 1. Teknik Penilaian a. Tugas mandiri b. Tugas kelompok c. Ulangan harian 2. Bentuk Instrumen a. Pilihan Ganda b. Uraian c. Lembar Diskusi 3. Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda 1. Rumus molekul etanol, glukosa, dan karbon dioksida berturut-turut adalah A. C2H6O, C6H12O6, CO2 B C2H5OH, C6H12O6, 2CO C. C2H6O, C5H11O5, CO2 D. C2H5OH, C6H12O6, CO2 E. C2H5OH, C6H6O6, CO2 2. Diketahui ion-ion Fe2+; Al3+; NO3–; PO43–; dan SO42–, maka rumus kimia senyawa yang benar adalah .... A. Fe3(SO4)2 D. (NH)3(NO)4 B. FePO4 C. Al2(SO4)3 E. Al3(NO3)

50

3. Senyawa yang hanya terdiri dari gabungan dua buah atom unsur disebut .... A. asam B. basa C. Garam 4. Rumus kimia kalsium fosfat adalah .... A. K3PO4 D. Ca2(PO4)3 B. CaPO4 C. Ca3(PO4)2 5. Nama yang tepat untuk senyawa FeS3 adalah .... A. B. C. D. E. besi (III) sulfida besi (III) sulfat besi sulfida besi sulfat besi sulfit E. CaF2 D. biner E. terner

b. Uraian 1. Tuliskan nama senyawa-senyawa berikut! a. SnO2 e. Al(OH)3 b. SnO c. SiCl4 d. SCl6 f. Ag2O g. MgO h. CO(NH2)2

2. Tuliskan rumus molekul untuk senyawa-senyawa berikut ini! a. fosforus triklorida b. dinitrogen trioksida c. diklor heptaoksida d. timah (IV) sulfida 3. Setarakan persamaan-persamaan reaksi berikut ini! a. Al(s) + H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) + H2(g) b. Cu(s) + HNO3(aq) Cu(NO3)2(aq) + NO(g) + H2O(l) c. Ba(OH)2(aq) + P2O5(s) Ba3(PO4)2(s) + H2O(l) d. NaOH(aq) + H3PO4(aq) Na3PO4(aq) + H2O(l) e. Zn(s) + HNO3(aq) Zn(NO3)2(aq) + NH4NO3(s) + H2O(l)

51

4. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi-reaksi berikut ini! a. Larutan amonium sulfat dengan larutan natrium hidroksida membentuk larutan natrium sulfat, gas amonia, dan air. b. Larutan tembaga (II) sulfat dengan larutan natrium hidroksida membentuk endapan tembaga (II) hidroksida dan larutan natrium sulfat. c. Gas karbon dioksida dan kalium hidroksida membentuk larutan kalium karbonat dan air. c. Lembar Diskusi SENYAWA No 1. 2. 3. 4. 5. Biner Terner Ion Organik

Mengetahui, Kepala SMAN I Indralaya Utara

Indralaya, 15 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran

Dra. Darmawati, M. M. NIP 196406101990022001

F. Eka Safitri, S.Pd. NIP 198805202011012006

52

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMAN 1 INDRALAYA UTARA : Kimia : X (Sepuluh) / 1 : 2. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) : 2.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. : 1. Membandingkan hukum-hukum dasar kimia mulai dari hukum Lavoisier sampai hukum Boyle-Gay Lussac. 2. Membuktikan dan menggunakan hukum-hukum dasar kimia untuk memecahkan masalah-masalah kimia sederhana. 3. Menjelaskan, memformulasikan, dan menghitung massa atom relatif dan massa molekul relatif. 4. Menjelaskan dan menggunakan konsep mol dalam stoikiometri gas, stoikiometri senyawa, dan stoikiometri reaksi. Alokasi Waktu : 18 jam pelajaran (6 pertemuan)

Indikator

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan hukum-hukum dasar kimia. 2. Siswa dapat membuktikan dan menggunakan hukum-hukum dasar kimia untuk memecahkan masalah-masalah kimia sederhana; 3. Siswa dapat menjelaskan, memformulasikan, dan menghitung massa atom relatif dan massa molekul relatif; serta 4. Siswa dapat menjelaskan dan menggunakan konsep mol dalam stoikiometri gas, stoikiometri senyawa, dan stoikiometri reaksi. B. MATERI PEMBELAJARAN Hukum-hukum Kimia dan Stoikiometri 1. Hukum-hukum Dasar Kimia

Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum LomonosovLavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam sistem tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan) ). Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi
53

tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida. Berdasarkan ilmu relativitas spesial, kekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan energi. Massa partikel yang tetap dalam suatu sistem ekuivalen dengan energi momentum pusatnya. Pada beberapa peristiwa radiasi, dikatakan bahwa terlihat adanya perubahan massa menjadi energi. Hal ini terjadi ketika suatu benda berubah menjadi energi kinetik/energi potensial dan sebaliknya. Karena massa dan energi berhubungan, dalam suatu sistem yang mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam jumlah yang sangat sedikit akan tercipta/hilang dari sistem. Namun demikian, dalam hampir seluruh peristiwa yang melibatkan perubahan energi, hukum kekekalan massa dapat digunakan karena massa yang berubah sangatlah sedikit. Dalam kimia, hukum perbandingan tetap atau hukum Proust (diambil dari nama kimiawan Perancis Joseph Proust) adalah hukum yang menyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu tepat sama. Dengan kata lain, setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi unsur-unsur yang tetap. Misalnya, air terdiri dari 8/9 massa oksigen dan 1 /9 massa hidrogen. Bersama dengan hukum perbandingan berganda (hukum Dalton), hukum perbandingan tetap adalah hukum dasar stoikiometri.
Sejarah

Perbandingan tetap pertama kali dikemukakan oleh Joseph Proust, setelah serangkaian eksperimen di tahun 1797 dan 1804.[1] Hal ini telah sering diamati sejak lama sebelum itu, namun Proust-lah yang mengumpulkan bukti-bukti dari hukum ini dan mengemukakannya. Pada saat Proust mengemukakan hukum ini, konsep yang jelas mengenai senyawa kimia belum ada (misalnya bahwa air adalah H2O dsb.). Hukum ini memberikan kontribusi pada konsep mengenai bagaimana unsur-unsur membentuk senyawa. Pada 1803 John Dalton mengemukakan sebuah teori atom, yang berdasarkan pada hukum perbandingan tetap dan hukum perbandingan berganda, yang menjelaskan mengenai atom dan bagaimana unsur membentuk senyawa.
Penyimpangan dari hukum Proust

Perlu diketahui bahwa sekalipun hukum ini amat berguna dalam dasardasar kimia modern, hukum perbandingan tetap tidak selalu berlaku untuk semua senyawa. Senyawa yang tidak mematuhi hukum ini disebut senyawa nonstoikiometris. Perbandingan massa unsur-unsur pada senyawa non-stoikiometris berbeda-beda pada berbagai sampel. Misalnya oksida besi wüstite, memiliki perbandingan antara 0.83 hingga 0.95 atom besi untuk setiap atom oksigen. Proust tidak mengetahui hal ini karena peralatan yang ia gunakan tidak cukup akurat untuk membedakan angka ini. Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku untuk

54

senyawa-senyawa yang mengandung komposisi isotop yang berbeda. Komposisi isotop dapat berbeda sesuai sumber dari unsur yang membentuk senyawa tersebut. Perbedaan ini dapat digunakan untuk penanggalan secara kimia, karena prosesproses astronomis, atmosferis, maupun proses dalam samudera, kerak bumi dan Bumi bagian dalam kadang-kadang memiliki kecenderungan terhadap isotop berat ataupun ringan. Perbedaan yang diakibatkan amat sedikit, namun biasanya dapat diukur dengan peralatan modern. Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku pada polimer, baik polimer alami maupun polimer buatan. Dalam kimia, hukum perbandingan berganda adalah salah satu hukum dasar stoikiometri. Hukum ini juga kadang-kadang disebut hukum Dalton (diambil dari nama kimiawan Inggris John Dalton), tapi biasanya hukum Dalton merujuk kepada hukum tekanan parsial. Hukum ini menyatakan bahwa apabila dua unsur bereaksi membentuk dua atau lebih senyawa, maka perbandingan berat salah satu unsur yang bereaksi dengan berat tertentu dari unsur yang lain pada kedua senyawa selalu merupakan perbandingan bilangan bulat sederhana. [1] Misalnya karbon bereaksi dengan oksigen membentuk karbondioksida (CO2) dan karbonmonoksida (CO). Jika jumlah karbon yang bereaksi pada masing-masing adalah 1 gram, maka diamati bahwa pada karbonmonoksida yang terbentuk akan terdapat 1,33 gram oksigen dan 2,67 gram oksigen pada karbondioksida. Perbandingan massa oksigen mendekati 2:1 ,yang perbandingan bilangan bulat sederhana, mematuhi hukum perbandingan berganda. Pengamatan serupa juga terjadi pada reaksi-reaksi lain, seperti hidrogen dan oksigen membentuk air (H2O) dan hidrogen peroksida (H2O2). Jika hidrogen yang bereaksi masing-masing 1 gram, H2O yang terbentuk akan mengandung 4 gram oksigen, dan 8 gram pada H2O2. John Dalton pertama kali mengemukakan pengamatan ini pada 1803. Beberapa tahun sebelumnya, kimiawan Perancis telah mengemukakan hukum perbandingan tetap. Dalton merumuskan hukum ini berdasarkan pengamatanpengamatan terhadap nilai-nilai perbandingan Proust. Kedua hukum ini merupakan penemuan penting untuk menjelaskan bagaimana senyawa terbentuk dari atom-atom. Selanjutnya pada tahun yang sama, Dalton mengajukan teori atom yang merupakan dasar dari konsep rumus kimia dalam senyawa Hukum-Hukum Dasar Kimia Dalam tulisan ini, kita akan mempelajari tentang beberapa hukum dasar yang berlaku dalam menyelesaiakan soal-soal perhitungan kimia. Selain itu, kita juga akan membahas penerapan konsep mol, stoikiometri, dan hukum dasar kimia dalam menentukan jumlah produk yang dihasilkan serta jumlah reaktan yang dibutuhkan dalam reaksi kimia. Pada tulisan sebelumnya (lihat : Konsep Mol dan Hukum Dasar Kimia), kita telah mempelajari aturan yang berlaku dalam penyelesaian soal perhitungan kimia. Pada tulisan ini, kita akan mempelajari empat hukum dasar yang berlaku dalam perhitungan kimia. Berikut adalah penjelasan masing-masing hukum dasar kimia :

55

1. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) “massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat setelah reaksi” Contoh : S(s) + O2(g) → SO2(g) 1 mol S bereaksi dengan 1 mol O2 membentuk 1 mol SO2. 32 gram S bereaksi dengan 32 gram O2 membentuk 64 gram SO2. Massa total reaktan sama dengan massa produk yang dihasilkan. H2(g) + ½ O2(g) → H2O(l) 1 mol H2 bereaksi dengan ½ mol O2 membentuk 1 mol H2O. 2 gram H2 bereaksi dengan 16 gram O2 membentuk 18 gram H2O. Massa total reaktan sama dengan massa produk yang terbentuk. 2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) “perbandingan massa unsur-unsur pembentuk senyawa selalu tetap, sekali pun dibuat dengan cara yang berbeda” Contoh : S(s) + O2(g) → SO2(g) Perbandingan massa S terhadap massa O2 untuk membentuk SO2 adalah 32 gram S berbanding 32 gram O2 atau 1 : 1. Hal ini berarti, setiap satu gram S tepat bereaksi dengan satu gram O2 membentuk 2 gram SO2. Jika disediakan 50 gram S, dibutuhkan 50 gram O2 untuk membentuk 100 gram SO2. H2(g) + ½ O2(g) → H2O(l) Perbandingan massa H2 terhadap massa O2 untuk membentuk H2O adalah 2 gram H2 berbanding 16 gram gram O2 atau 1 : 8. Hal ini berarti, setiap satu gram H2 tepat bereaksi dengan 8 gram O2 membentuk 9 gram H2O. Jika disediakan 24 gram O2, dibutuhkan 3 gram H2 untuk membentuk 27 gram H2O. 3. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac) Hanya berlaku pada reaksi kimia yang melibatkan fasa gas “pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas pereaksi dengan volume gas hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana (sama dengan perbandingan koefisien reaksinya)”
56

Contoh : N2(g) + 3 H2(g) → 2 NH3(g) Perbandingan volume gas sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Hal ini berarti, setiap 1 mL gas N2 tepat bereaksi dengan 3 mL gas H2 membentuk 2 mL gas NH3. Dengan demikian, untuk memperoleh 50 L gas NH3, dibutuhkan 25 L gas N2 dan 75 L gas H2. CO(g) + H2O(g) → CO2(g) + H2(g) Perbandingan volume gas sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Hal ini berarti, setiap 1 mL gas CO tepat bereaksi dengan 1 mL gas H2O membentuk 1 mL gas CO2 dan 1 mL gas H2. Dengan demikian, sebanyak 4 L gas CO membutuhkan 4 L gas H2O untuk membentuk 4 L gas CO2 dan 4 L gas H2. 4. Hukum Avogadro Hanya berlaku pada reaksi kimia yang melibatkan fasa gas “pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah mol yang sama” Hukum Avogadro berkaitan erat dengan Hukum Gay Lussac Contoh : N2(g) + 3 H2(g) → 2 NH3(g) Perbandingan mol sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Hal ini berarti, setiap 1 mol gas N2 tepat bereaksi dengan 3 mol gas H2 membentuk 2 mol gas NH3. Perbandingan volume gas sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Hal ini berarti, setiap 1 L gas N2 tepat bereaksi dengan 3 L gas H2 membentuk 2 L gas NH3. Dengan demikian, jika pada suhu dan tekanan tertentu, 1 mol gas setara dengan 1 L gas, maka 2 mol gas setara dengan 2 L gas. Dengan kata lain, perbandingan mol gas sama dengan perbandingan volume gas . Berikut ini diberikan beberapa contoh soal serta penyelesaian perhitungan kimia yang menggunakan hukum-hukum dasar kimia : 1. Serbuk kalsium sejumlah 20 gram (Ar Ca = 40) direaksikan dengan 20 gram belerang (Ar S = 32) sesuai dengan persamaan reaksi Ca + S → CaS. Zat apakah yang tersisa setelah reaksi selesai?Berapa massa zat yang tersisa setelah reaksi selesai? Penyelesaian :

57

Perbandingan mol Ca terhadap S adalah 1 : 1. Hal ini berarti, setiap 40 gram Ca tepat bereaksi dengan 32 gram S membentuk 72 gram CaS. Perbandingan massa Ca terhadap S adalah 40 : 32 = 5 : 4. Jika 20 gram S tepat habis bereaksi, dibutuhkan (5/4) x 20 = 25 gram Ca, untuk membentuk 45 gram CaS. Sayangnya, jumlah Ca yang disediakan tidak mencukupi.Oleh karena itu, 20 gram Ca akan tepat habis bereaksi. Massa S yang diperlukan sebesar (4/5) x 20 gram = 16 gram. Dengan demikian, zat yang tersisa adalah belerang (S). Massa belerang yang tersisa adalah 20-16=4 gram. 2. Gas A2 sebanyak 10 mL tepat habis bereaksi dengan 15 mL gas B2 membentuk 10 mL gas AxBy pada suhu dan tekanan yang sama. Berapakah nilai x dan y? Penyelesaian : Perbandingan volume gas A2 terhadap gas B2 dan gas AxBy adalah 10 mL : 15 mL : 10 mL = 2 : 3 : 2. Perbandingan volume gas sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Dengan demikian, persamaan reaksi menjadi : 2 A2(g) + 3 B2(g) → 2 AxBy Nilai x = 2 dan nilai y = 3.
2. Konsep Mol Hubungan Mol dengan Tetapan Avogadro

Kuantitas atom, molekul dan ion dalam suatu zat dinyatakan dalam satuan mol. Misalnya, untuk mendapatkan 18 gram air maka 2 gram gas hidrogen direaksikan dengan 16 gram gas oksigen. 2H2O + O2 → 2H2O Dalam 18 gram air terdapat 6,023×1023 molekul air. Karena jumlah partikel ini sangat besar maka tidak praktis untuk memakai angka dalam jumlah yang besar. Sehingga iistilah mol diperkenalkan untuk menyatakan kuantitas ini. Satu mol adalah jumlah zat yang mangandung partikel (atom, molekul, ion) sebanyak atom yang terdapat dalam 12 gram karbon dengan nomor massa 12 (karbon-12, C12). Jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram karbon-12 sebanyak 6,02×1023 atom C-12. tetapan ini disebut tetapan Avogadro. Tetapan Avogadro (L) = 6,02×1023 partikel/mol Lambang L menyatakan huruf pertama dari Loschmidt, seorang ilmuwan austria yang pada tahun 1865 dapat menentukan besarnya tetapan Avogadro dengan tepat. Sehingga,

58

1 mol emas 1 mol air 1 mol gula

= 6,02×1023 atom emas = 6,02×1023 atom air = 6,02×1023 molekul gula 1 mol zat X = L buah partikel zat X

Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel

Telah diketahui bahwa 1mol zat X = l buah partikel zat X, maka 2 mol zat X 5 mol zat X n mol zat X = 2 x L partikel zat X = 5 x L partikel zat X = n x L partikel zat X Jumlah partikel = n x L Contoh soal: Berapa mol atom timbal dan oksigen yang dibutuhkan untuk membuat 5 mol timbal dioksida (PbO2). Jawab : 1 mol timbal dioksida tersusun oleh 1 mol timbal dan 2 mol atom oksigen (atau 1 mol molekul oksigen, O2). Sehingga terdapat Atom timbal = 1 x 5 mol = 5 mol Atom oksigen = 2 x 5 mol = 10 mol (atau 5 mol molekul oksigen, O2) Contoh soal Berapa jumlah atom besi (Ar Fe = 56 g/mol) dalam besi seberat 0,001 gram.

Jawab
Massa Molar

Telah diketahui bahwa satu mol adalah jumlah zat yang mengandung partikel (atom, molekul, ion) sebanyak atom yang terdapat dalam 12 gram karbon dengan nomor massa 12 (karbon-12, C-12). Sehingga terlihat bahwa massa 1 mol C-12 adalah 12 gram. Massa 1 mol zat disebut massa molar. Massa molar sama dengan massa molekul relatif (Mr) atau massa atom relatif (Ar) suatu zat yang dinyatakan dalam gram.
59

Massa molar = Mr atau Ar suatu zat (gram) Contoh:

Massa dan Jumlah Mol Atom/Moleku Hubungan mol dan massa dengan massa molekul relatif (Mr) atau massa atom relatif (Ar) suatu zat dapat dicari dengan Gram = mol x Mr atau Ar Contoh soal: Berapa mol besi seberat 20 gram jika diketahui Ar Fe = 56 g/mol Jawab : Besi tersusun oleh atom-atom besi, maka jumlah mol besi

Contoh soal : Berapa gram propana C3H8 dalam 0,21 mol jika diketahui Ar C = 12 dan H = 1? Jawab: Mr Propana = (3 x 12) + (8 x 1) = 33 g/mol, sehingga, gram propana = mol x Mr = 0,21 mol x 33 g/mol = 9,23 gram
Volume Molar

Avogadro mendapatkan hasil dari percobaannya bahwa pada suhu 0°C (273 K) dan tekanan 1 atmosfir (76cmHg) didapatkan tepat 1 liter oksigen dengan massa 1,3286 gram. Maka,

60

Karena volume gas oksigen (O2) = 1 liter,

Pengukuran dengan kondisi 0°C (273 K) dan tekanan 1 atmosfir (76cmHg) disebut juga keadaan STP(Standard Temperature and Pressure). Pada keadaan STP, 1 mol gas oksigen sama dengan 22,3 liter. Avogadro yang menyata-kan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama. Apabila jumlah molekul sama maka jumlah molnya akan sma. Sehingga, pada suhu dan tekanan yang sama, apabila jumlah mol gas sama maka volumenyapun akan sama. Keadaan standar pada suhu dan tekanan yang sma (STP) maka volume 1 mol gas apasaja/sembarang berharga sama yaitu 22,3 liter. Volume 1 mol gas disebut sebagai volume molar gas (STP) yaitu 22,3 liter/mol.
Volume Gas Tidak Standar Persamaan gas ideal

Persamaan gas ideal dinyatakan dengan: PV=nRT keterangan: P; tekanan gas (atm) V; volume gas (liter) n; jumlah mol gas R; tetapan gas ideal (0,082 liter atm/mol K) T; temperatur mutlak (Kelvin)
Gas Pada Suhu dan Tekanan Sama

Avogadro melalui percobaannya menyatakan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama. Apabila jumlah molekulnya sama maka jumlah molnya sama. Jadi pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan mol gas sama dengan perbandingan volume gas. Maka,

61

Molaritas

Larutan merupakan campuran antara pelarut dan zat terlarut. Jumlah zat terlarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi. Salah satu cara untuk menyatakan konsentrasi dan umumnya digunakan adlah dengan molaritas (M). molaritas merupakan ukuran banyaknya mol zat terlarut dalam 1 liter larutan.

pengenceran dilakukan apabila larutan terlalu pekat. Pengenceran dilakukan dengan penambahan air. Pengenceran tidak merubah jumlah mol zat terlarut. Sehingga, V1M1 = V2M2 keterangan: V1 = volume sebelum pengenceran M1 = molaritas sebelum pengenceran V2 = volume sesudah pengenceran M2 = molaritas sesudah pengenceran

C. METODE PEMBELAJARAN 1. Praktikum 2. Diskusi kelompok 3. Ceramah

62

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas sekilas materi-materi yang akan diajarkan pada bab 4. 2. Kegiatan Inti a. Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan praktikum tentang kebenaran hukum kekekalan massa/hukum Lavoisier b. Salah satu siswa dari tiap kelompok diminta mengambil zat-zat kimia yang dibutuhkan, yaitu larutan KI, larutan HCl, larutan CuSO4, dan sebagainya; sementara siswa yang lain menyiapkan alat-alatnya, yaitu tabung Y, gelas kimia, timbangan, dan sebagainya. c. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan percobaan sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang telah diberikan. d. Guru menjawab pertanyaan siswa. setiap Waktu 10 menit Pendidikan karakter

10 menit

20 menit

Disiplin, tanggung jawab, mandiri.

40 menit

Mandiri, keras.

kerja

20 menit

e. Setelah selesai, masing-masing perwakilan kelompok mempresentasikan hasil percobaan yang dilakukan. f. Siswa lain ikut menanggapi presentasi temannya. 3. Kegiatan Penutup Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan hasil percobaan tentang hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier).

20 menit

10 menit

5 menit

63

Pertemuan 2 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan meminta salah satu siswa untuk mengulang sekilas materi tentang hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) menurut hasil eksperimen. b. Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan manfaat materi ini. Apabila dikuasai dengan baik, akan mempermudah siswa dalam memahami materi selanjutnya tentang larutan, reaksi asam-basa dan sebagainya. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan hukum-hukum dasar kimia secara singkat, yaitu hukum Lavoisier, hukum Proust, hukum Dalton, hukum Gay-Lussac, hukum Avogadro, dan hukum BoyleGay Lussac. b. Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan waktu 15 menit untuk berdiskusi tentang salah satu hukum dasar kimia. c. Setelah itu masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan semua siswa di kelas X. d. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar hukum-hukum dasar kimia tersebut. e. Guru meminta beberapa siswa untuk menyebutkan kegunaan masingmasing hukum dasar kimia. f. Guru menjelaskan secara mendalam tentang berbagai hukum dasar kimia yang telah didiskusikan sebelumnya. Waktu 3 menit Pendidikan Karakter

2 menit

15 menit

15 menit

Demokratis

30 menit

Demokratis

15 menit

Demokratis, rasa ingin tahu.

3 menit

15 menit

64

g. Guru memberikan rumus-rumus yang berkaitan dengan hukum dasar kimia, dan memberikan beberapa contoh soal. h. Siswa diminta mengikuti petunjuk guru dengan mengerjakan beberapa contoh soal di buku masing-masing.

20 menit

15 menit

Kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu

3. Kegiatan Penutup a. Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan beberapa hukum dasar kimia yang telah didiskusikan sebelumnya. b. Guru meminta siswa melanjutkan latihan di rumah. Pertemuan 3 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi sebelumnya, yaitu tentang hukumhukum dasar kimia. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan tentang rumus molekul dan rumus empiris; massa atom relatif dan massa molekul relatif; serta konsep mol . b. Guru memberikan formula untuk mencari rumus molekul dan rumus empiris; serta massa atom relatif dan massa molekul relatif. c. Guru memberikan beberapa contoh soal berkaitan dengan formula yang telah dibuat. d. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar perhitungan kimia yang telah dijelaskan sebelumnya. e. Guru meminta siswa mengerjakan latihan . untuk untuk

1 menit

1 menit

Waktu 10 menit

Pendidikan Karakter

15 menit

10 menit

15 menit

10 menit

Rasa ingin tahu

20 menit

Mandiri, keras

kerja

65

f. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan di papan tulis, dan sisanya menulis di buku latihan masing-masing. g. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal latihan. h. Guru memberikan formula untuk mencari konsep mol, seperti mol, massa molar, volum molar, dan molaritas. i. Guru memberikan beberapa contoh soal berkaitan dengan formula yang telah dibuat. j. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar perhitungan kimia yang telah dijelaskan sebelumnya. 3. Kegiatan Penutup a. Siswa dengan bimbingan guru membuat satu kesimpulan tentang rumus molekul dan rumus empiris; massa atom relatif dan massa molekul relatif; serta konsep mol. b. Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan latihan di rumah. Pertemuan 4 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas pekerjaan rumah yang telah ditugaskan sebelumnya. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan tentang stoikiometri gas, stoikiometri senyawa, dan stoikiometri reaksi . b. Guru memberikan beberapa contoh soal berkaitan dengan stoikiometri yang telah dipelajari sebelumnya, dilengkapi dengan pembahasannya.

10 menit

10 menit

10 menit

10 menit

10 menit

Rasa ingin tahu

3 menit

2 menit

Waktu 15 menit

Pendidikan Karakter

20 menit

30 menit

66

c. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar perhitungan kimia yang telah dijelaskan sebelumnya. d. Guru meminta mengerjakan latihan. siswa untuk

5 menit

20 menit

Kerja mandiri

keras,

e. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan di papan tulis, dan sisanya menulis di buku latihan masing-masing. f. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal latihan tersebut. 3. Kegiatan Penutup Guru menugaskan siswa melanjutkan latihan di rumah.

20 menit

20 menit

untuk

5 menit

Pertemuan 5 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi bab 4 secara keseluruhan, yaitu tentang hukumhukum kimia dan stoikiometri. b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan halhal yang masih kurang dimengerti. 2. Kegiatan Inti a. Guru meminta siswa mengerjakan uji latih kompetensi. b. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal dengan cara: 1) meminta siswa secara bergiliran untuk menyebutkan jawaban soalsoal uji latihan pemahaman bagian satu (pilihan ganda) secara lisan, dan 2) meminta siswa secara bergiliran untuk mengerjakan soal-soal uji latih pemahaman bagian dua (uraian) di papan tulis. Waktu 10 menit Pendidikan Karakter

10 menit

60 menit

Mandiri, kerja keras, rasa ingin tahu

15 menit

30 menit

67

3. Kegiatan Penutup a. Guru meminta siswa membuat rangkuman materi bab 4 tentang hukum-hukum kimia dan stoikiometri, dikerjakan di rumah. b. Guru juga mengingatkan siswa agar bersiap-siap menghadapi ulangan harian pada pertemuan berikutnya.

5 menit

5 menit

Pertemuan 6 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan halhal yang masih kurang dimengerti. b. Guru meminta siswa untuk memasukkan semua buku-buku atau sumber lain yang berhubungan dengan kimia ke dalam tas. 2. Kegiatan Inti a. Guru membagikan lembar soal ulangan harian kepada tiap-tiap siswa. b. Guru menjelaskan tata cara pengerjaan soal ulangan harian tersebut. c. Guru menyebutkan waktu disediakan adalah 90 menit. yang Waktu 5 menit Pendidikan Karakter

5 menit

2 menit

1 menit

1 menit

d. Guru meminta siswa mulai mengerjakan soal-soal ulangan harian tersebut. e. Siswa mengerjakan soal ulangan. f. Guru menjawab pertanyaan siswa jika masih ada soal-soal ulangan yang belum dimengerti (misalnya tulisan kurang jelas, ada data yang kurang, dan sebagainya). g. Setelah 90 menit, guru meminta

1 menit

90 menit

Mandiri, keras.

kerja

2 menit

68

siswa untuk menghentikan pengerjaan ulangannya. h. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal dan lembar jawaban di atas meja guru. 3. Kegiatan Penutup a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan jawaban atau pembahasan tentang soal-soal ulangan. b. Guru mengingatkan siswa agar mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir semester satu (ganjil). 3 menit

15 menit

5 menit

E. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 1. Alat Belajar a. Papan tulis b. Spidol atau kapur c. Computer atau laptop d. LCD Projector e. Alat-alat percobaan (tabung Y, gelas kimia, dan timbangan) f. Bahan-bahan percobaan (larutan KI, larutan HCl, dan lain-lain) 2. Sumber Belajar a. Buku Kimia Bilingual untuk SMA/MA Kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. b. Buku kimia erlangga karangan Michael Purba. c. Tabel Periodik Unsur. d. Buku 1700 Soal Bimbingan Pemantapan Kimia, karangan Budiman Anwar, penerbit Yrama Widya. G. PENILAIAN 1. Teknik Penilaian a. Tugas mandiri b. Tugas kelompok c. Ulangan harian 2. Bentuk Instrumen a. Pilihan Ganda b. Uraian c. Lembar Kegiatan Ilmiah

69

3. Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda 1. Pada suhu dan tekanan yang tetap, semua gas yang volumnya sama mengandung jumlah molekul yang sama, dikenal sebagai ... A. hukum Boyle B. hukum Gay-Lussac C. hukum Avogadro D. hukum Charles E. hukum Boyle-Gay Lussac 2. Berdasarkan hukum Boyle, pada suhu tetap jika volum diperbesar dua kali, maka harga tekanan (P) menjadi .... A. kali semula B. kali semula C. 2 kali semula D. 4 kali semula E. 8 kali semula 3. Unsur X sebanyak 3,012 ×1022 atom mempunyai massa 2 gram. Massa atom relatif unsur X tersebut adalah .... A. 4 B. 10 C. 20 4. Jika massa atom relatif atom Cu adalah 63,5 maka massa atom Cu terbesar terdapat pada .... A. 125 satuan massa atom Cu B. 1,25 × 10–2 atom Cu C. 3,5 × 1021 atom Cu D. 10–2 N atom Cu E. 9,5 × 10–1 mol Cu 5. Jumlah atom yang terkandung dalam 10,8 gram perak murni adalah .... A. 1023 atom B. 1022 atom C. 6,02 × 1023 atom D. 6,02 × 1022 atom E. 6,02 × 1022 molekul D. 40 E. 80

70

a. Uraian 1. Dalam satu liter oksigen (T, P) terdapat 2,7 ×1022 molekul oksigen. Pada suhu dan tekanan yang sama: a. Berapakah jumlah molekul nitrogen dalam satu liter gas nitrogen? b. Berapakah jumlah atom helium dalam dua liter gas helim? c. Berapakah jumlah molekul amonia dalam dua liter gas amonia? 2. Sebanyak 3,01 × 1023 atom besi direaksikan dengan asam sulfat menurut persamaan reaksi: 2Fe(s) + 3H2SO4(aq) Fe2(SO4)3(aq) + 3H2(g)

Pada suhu dan tekanan tertentu, 1 gram gas O2 (Mr = 32) mempunyai volum1 liter, hitunglah volum H2 pada kondisi yang sama! 3. 5 gram natrium hidroksida dilarutkan dalam air sehingga diperoleh 400 mL larutan NaOH (Mr = 40), hitung molaritas larutan tersebut! 4. Reaksi antara tembaga dengan asam nitrat menghasilkan 18,75 gram tembaga (II) nitrat pada suhu dan tekanan tertentu sesuai dengan persamaan reaksi: 3Cu(s) + 8HNO3(aq) 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 4H2O(l)

(Ar Cu = 63,5; Ar N = 14; Ar O = 16, Ar C = 12; Ar H = 1) a. Hitung massa tembaga yang bereaksi! b. Hitung volum gas NO yang dihasilkan jika diukur pada saat 1,25 gram C2H6 mempunyai volum 1 liter!

5.

Reaksi NH3 dengan O2 dinyatakan sebagai berikut. 4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(l)

Hitung mol NO yang dibentuk dari reaksi antara 1 mol NH3 dengan 1 mol O2!

71

b. Lembar Kegiatan Ilmiah

Menyelidiki Kebenaran Hukum Kekekalan Massa 1. Alat dan bahan a. tabung Y b. gelas kimia e. Larutan Pb(CH3COO)2 f. batu pualam

c. timbangan d. larutan KI g. larutan CuSO4 h. larutan HCl

2. Langkah-langkah kegiatan Activity 1 Kegiatan 1 a. Masukkan 5 mL larutan KI 0,5 M ke dalam salah satu kaki tabung Y dan 5 mL larutan Pb(CH3COO)2 ke dalam kaki yang lainnya. b. Masukkan tabung Y tersebut ke dalam gelas kimia 300 mL secara hatihati dan kemudian timbanglah gelas tersebut dan catat massanya. c. Miringkan tabung Y sehingga larutan pada kedua kakinya bercampur dan bereaksi. Kemudian, timbang gelas kimia beserta seluruh isinya dan catat massanya. d. Bandingkan massa gelas kimia beserta seluruh isinya sebelum dan sesudah bereaksi.

72

Kegiatan 2 Lakukan langkah-langkah kegiatan yang serupa dengan kegiatan 1 untuk reaksi batu pualam dengan larutan HCl. Kegiatan 3 a. Masukkan kira-kira 5 gram serbuk pualam ke dalam gelas kimia 100 mL dan ambil 20 mL larutan HCl 4 M, kemudian masukkan larutan tersebut ke dalam gelas kimia yang lain. b. Masukkan kedua gelas kimia tersebut ke dalam gelas kimia 500 mL dan timbang beserta seluruh isinya. Catat massanya. c. Tuangkan larutan HCl ke dalam gelas kimia yang berisi serbuk pualam sehingga kedua zat tersebut bereaksi, kemudian masukkan kedua gelas kimia tersebut kembali ke dalam gelas kimia 500 mL dan timbang beserta seluruh isinya. Catat massanya. d. Bandingkan massa gelas kimia beserta seluruh isinya sebelum dan sesudah bereaksi. 3. Pertanyaan dan Tugas a. Di antara semua kegiatan, pada kegiatan manakah yang berlaku hukum Lavoisier? Jelaskan! b. Apakah kesimpulan Anda berdasarkan kegiatan ini?

Menyelidiki Kebenaran Hukum Kekekalan Massa

Hasil Percobaan I. Larutan KI + larutan Pb(CH3COO)2 Massa sebelum reaksi: ……… g Massa sesudah reaksi: ……… g Kesimpulan: …………………………………………………………………..

II. Batu pualam + larutan HCl Massa sebelum reaksi: ………. g Massa sesudah reaksi: ………. g Kesimpulan: ………………………………………………………………….

73

III. Serbuk pualam + larutan HCl Massa sebelum reaksi: ……….. g Massa sesudah reaksi: ……….. g Kesimpulan: ………………………………………………………………….

Mengetahui, Kepala SMAN I Indralaya Utara

Indralaya, 15 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran

Dra. Darmawati, M. M NIP 196406101990022001

F. Eka Safitri, S.Pd. NIP 198805202011012006

74

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMA : Kimia : X (Sepuluh) / 2 : 3. Memahami sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi : 3.1 Mengidentifikasi sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. : 1. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui percobaan. 2. Menjelaskan teori Arrhenius tentang ionisasi zat dalam larutan. 3. Menjelaskan, memformulasikan, dan menghitung derajat ionisasi untuk menyatakan kekuatan elektrolit suatu zat. Alokasi Waktu : 9 jam pelajaran (3 pertemuan)

Indikator

G. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui percobaan. 2. Siswa dapat menjelaskan teori Arrhenius tentang ionisasi zat dalam larutan. 3. Siswa dapat menjelaskan, memformulasikan, dan menghitung derajat ionisasi untuk menyatakan kekuatan elektrolit suatu zat.

H. MATERI PEMBELAJARAN Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Jenis-jenis Larutan dan Larutan Elektrolit

75

Proses pelarutan secara umum Larutan merupakan fase yang setiap hari ada disekitar kita. Suatu sistem homogen yang mengandung dua atau lebih zat yang masing-masing komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut larutan, sedangkan suatu sistem yang heterogen disebut campuran. Biasanya istilah larutan dianggap sebagai cairan yang mengandung zat terlarut, misalnya padatan atau gas dengan kata lain larutan tidak hanya terbatas pada cairan saja. Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut, yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya. Pelarut merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangkan komponen minornya merupakan zat terlarut. Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Semua gas bersifat dapat bercampur dengan sesamanya, karena itu campuran gas adalah larutan. Proses pelarutan dapat diilustrasikan seperti Gambar di atas.
Jenis-jenis larutan
      

Gas dalam gas – seluruh campuran gas Gas dalam cairan – oksigen dalam air Cairan dalam cairan – alkohol dalam air Padatan dalam cairan – gula dalam air Gas dalam padatan – hidrogen dalam paladium Cairan dalam padatan – Hg dalam perak Padatan dalam padatan – alloys

Larutan Elektrolit

Berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik (didasarkan pada daya ionisasi), larutan dibagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit, yang terdiri dari elektrolit kuat dan elektrolit lemah serta larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

76

Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat berubah menjadi ion-ion dengan harga derajat ionisasi adalah satu (α = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
  

Asam kuat, antara lain: HCl, HClO3, HClO4, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. Basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, antara lain : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. Garam-garam yang mempunyai kelarutan tinggi, antara lain : NaCl, KCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain.

Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik dengan daya yang lemah, dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < α < 1). Yang tergolong elektrolit lemah adalah:
  

Asam lemah, antara lain: CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain. Basa lemah, antara lain: NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain. Garam-garam yang sukar larut, antara lain: AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain.

Larutan non-Elektrolit

Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, hal ini disebabkan karena larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak meng-ion). Yang termasuk dalam larutan non elektrolit antara lain :

   

Larutan urea Larutan sukrosa Larutan glukosa Larutan alkohol dan lain-lain

Hantaran Senyawa Ionik dan Senyawa Kovalen Senyawa ionik adalah senyawa yang terbentuk dari ion-ion melalui ikatan ionik. Jika senyawa ionic dilarutkan dalam air, ion-ionnya akan terurai dan bergerak bebas sehingga larutan ini digolongkan ke dalam larutan elektrolit kuat. Padatan senyawa ionic tidak dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya terikat secara kuat dan rapat, sehingga tidak dapat bergerak bebas. Lelehan senyawa ionic dapat menghantarkan arus listrik. Contoh senyawa ionic adalah NaCl, KCl, dan CaO. Senyawa kovalen adalah ialah senyawa yang terdiri atas atom-atom (bukan ion) yang berikatan secara kovalen. Senyawa kovalen tidak dapat

77

menghantarkan arus listrik karena molekul kovalen tidak mengandung ion-ion. Namun dalam bentuk larutannya senyawa kovalen ada yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu senyawa kovalen yang bersifat polar. Contoh elektrolit kuat : HCl, HNO3, dan H2SO4. larutan elektrolit lemah : CH3COOH dan NH4OH Uji Daya Hantar Listrik Jenis Senyawa Elektrolit Kuat Elektrolit Lemah Nonelektrolit Gelembung Gas Banyak Sedikit Tidak ada Nyala lampu Terang Redup Tidak menyala

I. METODE PEMBELAJARAN 1. Ceramah 2. Praktikum 3. Diskusi kelompok 4. Tanya jawab J. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Kegiatan Pembelajaran Waktu Pendidikan Karakter

1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan 10 menit pembelajaran dengan menjelaskan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan aliran listrik. Dalam ilmu kimia dijelaskan bahwa listrik dapat mengalir melalui larutan. b. Guru memotivasi siswa agar 5 menit materi ini dikuasai dengan baik. Selain itu, guru juga menjelaskan manfaat mempelajari materi ini.

5 menit 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan materi tentang listrik secara garis besar. 10 menit b. Guru meminta siswa berdiskusi tentang perbedaan konduktor dan isolator. Guru juga meminta siswa

Demokratis

10 menit

Demokratis

c.

78

berdiskusi tentang bahan-bahan apa saja yang termasuk konduktor, dan bahan-bahan apa saja yang termasuk isolator. d. Guru memberikan lembar kerja sambil membimbing siswa dalam berdiskusi. Siswa dengan bimbingan guru mencoba merumuskan perbedaan antara konduktor dan isolator. Siswa mengklasifikasi bahanbahan yang ada di lingkungan sekitar yang termasuk konduktor dan isolator. Guru meminta salah seorang siswa untuk menjelaskan perbedaan konduktor dan isolator di depan temantemannya. Guru meminta beberapa siswa untuk menuliskan bahan-bahan yang termasuk konduktor dan isolator di papan tulis. Siswa dengan bimbingan guru diminta menyimpulkan tentang konduktor dan isolator. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada hal-halyang masih kurang dimengerti. Guru menjelaskan definisi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit menurut Arrhenius Guru menjelaskan juga tentang contoh-contoh zat elektrolit dan zat nonelektrolit.

15 menit

Demokratis

5 menit

e.

10 menit

Kreatif

f.

2 menit

g.

3 menit

Kreatif

h.

5 menit

i.

10 menit

Demokratis, ingin tahu.

rasa

j.

10 menit

k.

10 menit

15 menit l.

Demokratis, ingin tahu.

rasa

m. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab yang

79

berkaitan dengan elektrolit dan nonelektrolit.

larutan larutan

5 menit

3. Kegiatan Penutup a. Siswa dengan bimbingan guru membuat satu kesimpulan tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Setelah itu guru menugaskan siswa untuk membaca materi selanjutnya tentang penguji elektrolit dan kekuatan elektrolit .

5 menit

b.

Guru juga meminta siswa membentuk kelompok, dimana masing-masing kelompok berjumlah 4 - 5 orang. Setiap kelompok diminta membawa alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum pada pertemuan selanjutnya

Pertemuan 2 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi sebelumnya yaitu tentang definisi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. b. Guru memotivasi siswa dengan cara menjelaskan manfaat dari percobaan yang akan dilakukan oleh siswa. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan sekilas tentang percobaan yang akan dilakukan. b. Guru memandu siswa melakukan praktikum untuk mengamati gejala hantaran listrik larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit Waktu 5 menit Pendidikan Karakter

5 menit

10 menit

80

20 menit c. Guru meminta siswa menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk percobaan tersebut. 45 menit d. Selama siswa praktikum, guru penilaian proses. melakukan melakukan

Disiplin, jawab.

tanggung

e. Setelah kurang lebih 45 menit, guru meminta siswa untuk menghentikan percobaannya, lalu diadakan diskusi bersama. 10 menit f. Masing-masing perwakilan kelompok diminta menyampaikan hasil percobaannya secara lisan di depan teman-temannya. Sementara itu siswa yang lain boleh memberikan tanggapan. g. Bila ada percobaan yang gagal, maka guru dan siswa kembali berdiskusi bersama-sama mencari penyebabnya. h. Guru masih memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. i. Guru meminta siswa untuk melanjutkan kerja kelompoknya dengan menjawab pertanyaanpertanyaan . j. Guru menjelaskan tentang kekuatan elektrolit yang dinyatakan dengan bilangan yang disebut derajat ionisasi (). 5 menit 3. Kegiatan Penutup a. Guru membimbing siswa menyimpulkan hasil percobaan tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. b. Guru meminta mengerjakan uji kompetensi siswa latihan Demokratis

10 menit

Rasa ingin tahu

10 menit

10 menit

5 menit

81

Pertemuan 3 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti (termasuk membahas uji latih kompetensi yang telah ditugaskan sebelumnya). b. Guru meminta siswa untuk memasukkan semua buku-buku atau sumber lain yang berhubungan dengan kimia ke dalam tas. 2. Kegiatan Inti a. Guru membagikan lembar soal ulangan harian kepada tiap-tiap siswa. b. Guru menjelaskan tata cara pengerjaan soal ulangan harian tersebut. c. Guru menyebutkan waktu yang disediakan adalah 90 menit. d. Guru meminta siswa mulai mengerjakan soal-soal ulangan harian tersebut. e. Guru mengawasi ulangan. jalannya Waktu 5 menit Pendidikan Karakter

5 menit

2 menit

1 menit

1 menit

1 menit

90 menit

Kejujuran, mandiri

f. Guru menjawab pertanyaan siswa jika masih ada soal-soal ulangan yang belum dimengerti (misalnya tulisan kurang jelas, ada data yang kurang, dan sebagainya). g. Setelah 90 menit, guru meminta siswa untuk menghentikan pengerjaan ulangannya. h. Guru meminta siswa untuk

1 menit

4 menit

82

mengumpulkan lembar soal dan lembar jawaban di atas meja guru. 3. Kegiatan Penutup a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan jawaban atau pembahasan tentang soal-soal ulangan. b. Guru mengingatkan siswa agar mempelajari sekilas materi pada bab selanjutnya.

15 menit

10 menit

E. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 1. Alat Belajar: a. Papan tulis b. Spidol atau kapur c. Alat-alat percobaan (alat uji elektrolit, gelas kimia,dan pengaduk) d. Bahan-bahan percobaan (air murni, air sumur, larutan asam cuka, larutan garam dapur, larutan asam klorida, larutan asam sulfat, larutan natrium hidroksida, larutan gula, larutan urea, dan alkohol 70%) 2. Sumber Belajar: a. Buku Kimia Bilingual untuk SMA/MA Kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. b. Buku 1700 Soal Bimbingan Pemantapan Kimia, karangan Budiman Anwar, penerbit Yrama Widya. c. Kimia erlangga jilid IB karangan Michael Purba. F. PENILAIAN 2. Teknik Penilaian a. Tugas mandiri b. Tugas kelompok c. Ulangan harian 2. Bentuk Instrumen a. Pilihan ganda b. Uraian c. Lembar diskusi d. Lembar kegiatan ilmiah

83

Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda 1. Di antara larutan berikut ini yang termasuk elektrolit kuat adalah .... A. asam cuka B. asam sulfat C. gula D. alkohol E. urea

2. Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena .... A. di dalam suatu larutan tersebar molekul-molekul B. atom-atomnya terdistribusi merata C. terdapat ion-ion yang bergerak bebas D. molekul-molekulnya menyerap elektron E. molekul-molekulnya menyerap arus listrik 3. Senyawa kovalen yang merupakan elektrolit adalah .... A. kovalen rangkap dua B. kovalen rangkap tiga C. kovalen tunggal D. kovalen polar E. kovalen nonpolar 4. HCl merupakan contoh dari .... A. senyawa ion yang nonelektrolit B. senyawa ion yang elektrolit C. senyawa kovalen yang nonelektrolit D. senyawa ion yang dapat menghantarkan listrik E. senyawa kovalen yang elektrolit 5. Lampu alat uji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektrode terbentuk gelembung gas, hal ini karena .... A. alat uji elektrolit tersebut rusak B. cuka bukan elektrolit C. cuka merupakan elektrolit lemah D. cuka merupakan elektrolit kuat E. cuka menguap dalam bentuk gelembung gas

b. Uraian 1. Jelaskan, mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik!

84

2. 0,1 mol HF dilarutkan di dalam air, sehingga diperoleh 0,01 mol ion F–. Tentukan derajat ionisasi HF tersebut! 3. Zat-zat seperti gula (C12H22O11), etanol (C2H5OH), metana (CH4), dan urea {CO(NH2)2} dalam larutannya tidak dapat menghantarkan arus listrik, mengapa demikian? Jelaskan! 4. Dengan menggunakan alat penguji elektrolit, nyala lampu lebih terang jika larutan yang diuji adalah HCl 0,1 M daripada larutan NH3 0,1 M. Jelaskan mengapa hal itu bisa terjadi! 5. Dengan menghitung , manakah dari larutan berikut yang merupakan penghantar listrik yang lebih baik (elektrolit kuat)? a. H2SO4 0,1 M dengan H2SO4 0,3 M b. NaCl 0,1 M dengan CH3 COOH 0,1 M

c. Lembar Diskusi No. Bahan-bahan Konduktor Isolator

d. Kegiatan Ilmiah Mengamati gejala hantaran listrik larutan elektrolit dan nonelektrolit

1. Alat dan bahan a. Alat uji elektrolit b. Air murni c. Air sumur d. Larutan asam cuka (CH3COOH) e. Larutan garam dapur (NaCl) f. Larutan asam klorida (HCl) g. Larutan asam sulfat (H2SO4)

85

Mengetahui, Kepala SMAN I Indralaya Utara Dra. Darmawati NIP 196406101990022001 198805202011012006

Indralaya, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran F. Eka Safitri, S.Pd. NIP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi : SMA : Kimia : X (Sepuluh) / 2 : 3. Memahami sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi

86

Kompetensi Dasar

: 3.2. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi- reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. : 1. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan konsep pengikatan dan pelepasan oksigen; pengikatan dan pelepasan elektron; serta bilangan oksidasi. 6. Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam suatu senyawa atau ion. 7. Menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi redoks. 8. Menjelaskan konsep reaksi otoredoks. 9. Menentukan nama senyawa berdasarkan tingkat bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawa. 10. Menjelaskan penerapan reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator

Alokasi Waktu

: 12 jam pelajaran (4 pertemuan)

H. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menjelaskan konsep redoks berdasarkan konsep pengikatan dan pelepasan oksigen; pengikatan dan pelepasan elektron; serta bilangan oksidasi. 2. Siswa dapat menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam suatu senyawa atau ion. 3. Siswa dapat menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi redoks. 4. Siswa dapat menjelaskan konsep reaksi otoredoks. 5. Siswa dapat menentukan nama senyawa berdasarkan tingkat bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawa. 6. Siswa dapat menjelaskan penerapan reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari. I. MATERI PEMBELAJARAN Reaksi Oksidasi-Reduksi 1. Perkembangan Konsep Redoks 2. Reaksi Otoredoks/Reaksi Disproporsionasi 3. Tata Nama Senyawa Berdasarkan Bilangan Oksidasi 4. Penerapan Reaksi Redoks dalam Kehidupan Sehari-hari J. METODE PEMBELAJARAN a. Ceramah b. Diskusi kelompok c. Tanya jawab

87

K. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 1. Kegiatan Pendahuluan c. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi tentang persamaan kimia (reaksi kimia) yang telah dipelajari di semester 1. d. Guru memotivasi siswa agar materi ini dikuasai dengan baik, sehingga siswa lebih mudah menyelesaikan permasalahan-permasalahan seperti pengawetan makanan, penyepuhan logam, perkaratan logam, dan sebagainya. 2. Kegiatan Inti i. Guru menjelaskan macam-macam reaksi kimia, termasuk di dalamnya reaksi reduksi-oksidasi (redoks). j. Guru menjelaskan perkembangan konsep redoks. (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya, halaman 191 – 195, mengenai konsep redoks berdasarkan konsep pengikatan dan pelepasan oksigen; serta reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan elektron). k. Guru menjelaskan perbedaan konsep redoks berdasarkan konsep pengikatan dan pelepasan oksigen; serta reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan elektron dengan disertai contoh-contohnya untuk memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. l. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan konsep redoks yang telah diajarkan. m. Guru menuliskan beberapa reaksi kimia di papan tulis, lalu meminta siswa menulis di buku latihan masing-masing (Siswa diminta menentukan reaksireaksi kimia yang ditulis guru termasuk reaksi reduksi, reaksi oksidasi, atau reaksi redoks). n. Siswa saling berdiskusi tentang jawaban yang benar dari tiap reaksi kimia tersebut. o. Guru bersama-sama siswa membahas jawaban dari tiap reaksi kimia. 3. Kegiatan Penutup a. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi tentang perkembangan konsep redoks. b. Guru memberi tugas kepada siswa untuk membaca materi selanjutnya tentang perkembangan konsep redoks yang ketiga yaitu berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi.

Pertemuan 2 4. Kegiatan Pendahuluan

88

Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas konsep redoks yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya. 5. Kegiatan Inti i. Guru menjelaskan konsep redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya, halaman 195 – 201, mengenai pengertian bilangan oksidasi dan aturan penentuan bilangan oksidasi). j. Guru menjelaskan perbedaan antara konsep redoks yang telah dipelajari sebelumnya dengan konsep redoks yang sedang dipelajari sekarang. k. Guru menjelaskan tata cara untuk menentukan bilangan oksidasi (biloks). l. Guru menuliskan beberapa contoh senyawa di papan tulis, lalu bersama-sama siswa menentukan harga biloksnya. m. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. n. Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan 6.1 (halaman 201 -202). o. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan latihan 6.1. 6. Kegiatan Penutup a. Guru meminta salah satu siswa untuk menyimpulkan konsep redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. b. Guru meminta siswa melanjutkan latihan 6.1 di rumah

Pertemuan 3 4. Kegiatan Pendahuluan c. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas pekerjaan rumah (latihan 6.1). d. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. 5. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan lanjutan reaksi redoks (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya, halaman 202 – 211, mengenai reaksi otoredoks, tata nama senyawa berdasarkan bilangan oksidasi, dan penerapan reaksi redoks). b. Guru menjelaskan tentang reaksi-reaksi kimia tertentu yang khas, dan selanjutnya diperkenalkan istilah reaksi otoredoks. c. Guru memberikan beberapa contoh reaksi otoredoks. d. Guru menjelaskan tata cara pemberian nama senyawa yang dikaitkan dengan bilangan oksidasinya. e. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan reaksi otoredoks dan penamaan senyawa. f. Guru memimpin sebuah permainan tentang tata nama senyawa kimia. Guru menjelaskan terlebih dahulu aturan mainnya yaitu sebagai berikut.

89

Masing-masing siswa menyediakan kertas kecil dan alat tulis. Kertas diisi dengan satu senyawa, lalu kertas tersebut digulung. Kertas yang sudah digulung dikumpulkan semua lalu dikocok. Tiap siswa mengambil kertas yang sudah dikocok secara acak, lalu kertas dibuka. 10) Setelah dibuka, tiap siswa secara bergilir menyebutkan nama dari senyawa yang ditulis temannya. g. Guru dan siswa saling berdiskusi tentang kebenaran jawaban dari tiap siswa. h. Guru menjelaskan beberapa aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari. i. Guru meminta beberapa siswa menyebutkan aplikasi reaksi redoks lainnya 6. Kegiatan Penutup c. Guru meminta siswa membuat kesimpulan tentang aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjelaskan manfaatnya. d. Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan uji latih kompetensi (halaman 212 -216). e. Guru juga mengingatkan siswa agar bersiap-siap menghadapi ulangan harian pada pertemuan berikutnya. Pertemuan 4 3. Kegiatan Pendahuluan c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. d. Guru meminta siswa untuk memasukkan semua buku-buku atau sumber lain yang berhubungan dengan kimia ke dalam tas. 4. Kegiatan Inti a. Guru membagikan lembar soal ulangan harian kepada tiap-tiap siswa. b. Guru menjelaskan tata cara pengerjaan soal ulangan harian tersebut. c. Guru menyebutkan waktu yang disediakan adalah 90 menit. d. Guru meminta siswa mulai mengerjakan soal-soal ulangan harian tersebut. e. Guru mengawasi jalannya ulangan. f. Guru menjawab pertanyaan siswa jika masih ada soal-soal ulangan yang belum dimengerti (misalnya tulisan kurang jelas, ada data yang kurang, dan sebagainya). g. Setelah 90 menit, guru meminta siswa untuk menghentikan pengerjaan ulangannya. h. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal dan lembar jawaban di atas meja guru. 4. Kegiatan Penutup c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan jawaban atau pembahasan tentang soal-soal ulangan. d. Guru mengingatkan siswa agar mempelajari sekilas materi pada bab selanjutnya.

6) 7) 8) 9)

90

L. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 4. Alat Belajar f. Papan tulis g. Spidol atau kapur h. Kertas kosong i. Alat tulis (pensil, balpoin, atau spidol) j. Penggaris 5. Sumber Belajar f. Buku Kimia Bilingual untuk SMA/MA Kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. g. Buku 1700 Soal Bimbingan Pemantapan Kimia, karangan Budiman Anwar, penerbit Yrama Widya.

M. PENILAIAN 4. Teknik Penilaian d. Tugas mandiri e. Tugas kelompok f. Ulangan harian 5. Bentuk Instrumen d. Pilihan Ganda d. Uraian 6. Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda 1. Oxidation number of S in H2SO4 is .... Bilangan oksidasi S dalam H2SO4 adalah .... A. –6 B. –2 C. 0 D. +2 E. +6

2. The lowest oxidation number of H is in .... Bilangan oksidasi H yang terendah adalah pada .... A. H2O D. H2O2 B. NaH C. HNO3 E. H2

91

3. Oxidation number of Fe in Fe(CN)64– is .... Bilangan oksidasi Fe dalam Fe(CN)64– adalah .... A. 2 B. 4 C. 8 D. 9 E. 11

4. Oxidation number of nitrogen element in (NH4)2CO3 is .... Bilangan oksidasi unsur nitrogen dalam (NH4)2CO3 adalah .... A. +3 B. +2 C. +1 D. –2 E. –3

5. Among the pairs of compounds below, the one containing sulfur with the same oxidation number is .... Di antara pasangan-pasangan senyawa di bawah yang mengandung belerang dengan bilangan oksidasi yang sama ialah .... A. SO3 and SO2 D. H2S and H2SO4 SO3 dan SO2 H2S dan H2SO4 B. H2SO4 and H2SO3 E. Na2SO3 and NaHSO3 H2SO4 dan H2SO3 Na2SO3 dan NaHSO3 C. Na2SO4 and Na2S Na2SO4 dan Na2S

d. Uraian 1. Explain the meaning of the following terms. Jelaskan pengertian dari istilah-istilah berikut ini! a. oxidation reaction reaksi oksidasi b. reduction reaction reaksi reduksi c. autoredox reaction reaksi otoredoks d. oxidation number bilangan oksidasi e. activated sludge lumpur aktif

92

2. In an experiment to determine the mass of iron in steel, a sample of the steel is reacted to excessive dilute sulfuric acid. The iron in the steel changes into iron (II) sulfate. Dalam suatu percobaan untuk menentukan massa besi dalam baja, suatu sampel baja direaksikan dengan asam sulfat encer berlebih. Besi dalam baja tersebut berubah menjadi besi (II) sulfat. a. Write the equation including the state symbol, for the reaction iron with dilute sulfuric acid. Tuliskan reaksi termasuk lambang wujud, untuk reaksi besi dengan asam sulfat encer. b. The aqueous iron (II) sulfate produced after being titrated with KMnO4 according the following reaction. Larutan besi (II) sulfat dihasilkan setelah dititrasi dengan KMnO4 sesuai dengan persamaan reaksi berikut. MnO4–(aq) + 8H+(aq) + 5Fe2+(aq) 5Fe3+(aq) + Mn2+(aq) + 4H2O(l) Is the above reaction a redox? Explain. Apakah reaksi di atas merupakan redoks? Jelaskan! 3. Aqueous copper (II) sulfate reacts to aqueous potassium iodide according to the equation below. Larutan tembaga (II) sulfate bereaksi dengan larutan kalium iodida sesuai dengan persamaan di bawah ini. 2Cu2+(aq) + 4I–(aq) 2CuI(s) + I2(s) Determine the reducing agent in this reaction. Tentukan pereduksi dalam reaksi ini! 4. The following reaction is an example of a redox reaction. Reaksi berikut ini merupakan contoh dari suatu reaksi redoks. F2(g) + H2(g) 2HF(g) a. Determine the oxidizing agent in the reaction. Tentukan pengoksidasi dalam reaksi tersebut! b. Explain why this is a redox reaction. Jelaskan mengapa reaksi ini merupakan reaksi redoks! 5. Explain the role of redox reaction to prevent the free radical damage and to be used in the wastewater treatment process. Jelaskan peranan reaksi redoks untuk mencegah kerusakan radikal bebas dan dalam proses pengolahan air limbah!

93

……………., …………………… Mengetahui, Kepala Sekolah Pelajaran Kimia

Guru Mata

(___________________) (_____________________) NIP

NIP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

94

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: SMA : Kimia : X (Sepuluh) / 2 : 4. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. : 4.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 4.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.

4.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya 4.4 Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dalam bidang pangan, sandang, papan, perdagangan, seni, dan estetika Indikator : 1. Menjelaskan sifat-sifat istimewa atom karbon. 5. Membedakan atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner. 6. Menjelaskan dan memberi nama senyawa alkana, alkena, dan alkuna. 7. Menentukan isomer-isomer senyawa hidrokarbon. 8. Menjelaskan sifat-sifat fisika dan sifat-sifat kimia hidrokarbon. 9. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam. 10. Mendeskripsikan proses pengolahan minyak bumi dan gas alam. 11. Menjelaskan kegunaan minyak bumi dan gas alam dalam industri petrokimia. 12. Menjelaskan peristiwa polusi udara. Alokasi Waktu : 21 jam pelajaran (7 pertemuan)

F. TUJUAN PEMBELAJARAN 5. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat istimewa atom karbon. 6. Siswa dapat membedakan atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner. 7. Siswa dapat menjelaskan dan memberi nama senyawa alkana, alkena, dan alkuna. 8. Siswa dapat menentukan isomer-isomer senyawa hidrokarbon. 9. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat fisika dan sifat-sifat kimia hidrokarbon. 10. Siswa dapat menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam. 11. Siswa dapat mendeskripsikan proses pengolahan minyak bumi dan gas alam. 12. Siswa dapat menjelaskan kegunaan minyak bumi dan gas alam dalam industri petrokimia.

95

13. Siswa dapat menjelaskan peristiwa polusi udara.

G. MATERI PEMBELAJARAN Hidrokarbon dan Minyak Bumi 3. Senyawa Karbon Merupakan Senyawa Organik (halaman 219 – 222) 4. Sifat-sifat Istimewa Atom Karbon (halaman 222 – 228) 5. Senyawa Hidrokarbon (halaman 229 – 238) 6. Tata Nama Hidrokarbon (halaman 239 – 248) 7. Isomer (halaman 249 – 256) 8. Sifat-sifat Hidrokarbon (halaman 257 – 260) 9. Minyak Bumi dan Gas Alam (halaman 261 – 274) 10. Industri Petrokimia (halaman 276 – 284) 11. Pencemaran Udara (halaman 286 – 300)

H. METODE PEMBELAJARAN 4. Ceramah 5. Tanya jawab 6. Diskusi kelompok

I. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 4. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas sekilas materimateri yang akan diajarkan pada bab 7. b. Guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bab ini,sehingga siswa termotivasi untuk mempelajarinya 5. Kegiatan Inti i. Guru menjelaskan tentang karbon dan sifat-sifat istimewa yang dimilikinya (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, penerbit Yrama Widya, halaman 219 – 231, mengenai senyawa karbon yang merupakan senyawa organik, sifat-sifat istimewa atom karbon, dan senyawa hidrokarbon). j. Guru menanyakan kepada siswa tentang perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik. k. Beberapa siswa mencoba menjawab pertanyaan guru tentang perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik. l. Guru membahas jawaban siswa, jika ada jawaban yang kurang tepat atau kurang lengkap maka guru langsung memperbaikinya atau melengkapinya. m. Guru menjelaskan sifat-sifat istimewa atom karbon.

96

n. Guru menjelaskan perbedaan rantai karbon lurus, rantai karbon bercabang, dan rantai karbon melingkar sambil menggambarkannya di papan tulis. o. Guru menjelaskan perbedaan antara atom karbon primer, atom karbon sekunder, atom karbon tersier, dan atom karbon kuarterner sambil membuat contoh beberapa rantai karbon di papan tulis. p. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar kekhasan atom karbon. q. Guru meminta siswa mengerjakan latihan 7.2 (halaman 228 – 229). r. Guru bersama-sama siswa membahas latihan 7.2. s. Guru menjelaskan sekilas tentang senyawa hidrokarbon. t. Guru menjelaskan perbedaan antara senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh. u. Guru menjelaskan perbedaan antara senyawa hidrokarbon alifatik, senyawa hidrokarbon alisiklik, dan senyawa hidrokarbon aromatik. v. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. 6. Kegiatan Penutup Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan materi yang telah dipelajari, yaitu tentang kekhasan atom karbon dan senyawa hidrokarbon.

Pertemuan 2 3. Kegiatan Pendahuluan c. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya, khususnya tentang senyawa hidrokarbon. d. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh; serta senyawa hidrokarbon alifatik, senyawa hidrokarbon alisiklik, dan senyawa hidrokarbon aromatik. 4. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan tentang alkana, alkena, dan alkuna (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, penerbit Yrama Widya, halaman 232 – 248, mengenai senyawa alkana, alkena, dan alkuna, serta tata namanya ). b. Guru menjelaskan pengertian senyawa alkana, dan memberikan rumus umum senyawa alkana. c. Guru memberi contoh senyawa-senyawa hidrokarbon yang termasuk golongan alkana. d. Guru menjelaskan kegunaan senyawa alkana dalam kehidupan sehari-hari. e. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar senyawa alkana. f. Guru menjelaskan perbedaan senyawa alkana dengan senyawa alkena dan senyawa alkuna. g. Guru memberikan rumus umum senyawa alkena dan senyawa alkuna.

97

h. Guru memberi contoh senyawa-senyawa hidrokarbon yang termasuk golongan alkena dan alkuna. i. Guru menjelaskan kegunaan senyawa alkena dan senyawa alkuna dalam kehidupan sehari-hari. j. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. k. Guru menjelaskan aturan penamaan senyawa hidrokarbon (alkana, alkena, dan alkuna) secara umum. l. Guru memberikan contoh senyawa hidrokarbon di papan tulis, lalu bersamasama siswa menentukan tata nama senyawa hidrokarbon tersebut. m. Guru memberikan beberapa soal di papan tulis berkenaan dengan tata nama senyawa hidrokarbon, lalu meminta perwakilan siswa untuk menjawab di papan tulis. Sementara siswa yang lain mengerjakan di buku latihan masingmasing. n. Guru bersama-sama siswa membahas latihan di papan tulis.

6. Kegiatan Penutup c. Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan materi tentang senyawa hidrokarbon dan penamaannya. d. Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan 7.4 (halaman 248 -249) di rumah.

Pertemuan 3 3. Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas latihan 7.4, yang telah dikerjakan sebelumnya dirumah. 4. Kegiatan Inti k. Guru menjelaskan tentang isomer dan sifat-sifat senyawa hidrokarbon (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya, halaman 249 – 260, mengenai isomer alkana, alkena, dan alkuna; serta sifat-sifat senyawa hidrokarbon). l. Guru menjelaskan pengertian dan jenis-jenis isomer. m. Guru memberikan contoh-contoh isomer senyawa alkana, alkena, dan alkuna. n. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar isomer. o. Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan 7.5 (halaman 256 - 257). p. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan di papan tulis, dan sisanya menulis di buku latihan masing-masing. q. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal latihan 7.5.

98

r. Guru menjelaskan sifat-sifat senyawa hidrokarbon (sifat-sifat fisika dan sifatsifat kimia). s. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. t. Guru memandu siswa untuk melakukan tanya jawab seputar perhitungan kimia yang telah dijelaskan sebelumnya. u. Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan 7.6 (halaman 260). v. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal latihan 7.6. 4. Kegiatan Penutup c. Siswa dengan bimbingan guru membuat satu kesimpulan tentang isomer dan sifat-sifat senyawa hidrokarbon d. Guru menugaskan siswa untuk membaca materi selanjutnya yaitu tentang minyak bumi dan gas alam (halaman 261 - 274) di rumah.

Pertemuan 4 4. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. b. Guru menjelaskan pentingnya materi ini, sehingga siswa menjadi termotivasi untuk mempelajari materi ini dengan baik.

5. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan sekilas tentang minyak bumi dan gas alam (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya, halaman 261 – 274, mengenai pembentukan, eksplorasi, dan pengolahan minyak bumi dan gas alam, serta bilangan oktan ). b. Guru menanyakan kepada siswa tentang perbedaan minyak bumi dengan batu bara. c. Beberapa siswa mencoba menjawab pertanyaan guru tentang perbedaan minyak bumi dengan batu bara. d. Guru menambahkan jawaban siswa, sekaligus menjelaskan tentang gas alam. e. Guru menjelaskan tentang eksplorasi dan pengolahan minyak bumi dan gas alam. f. Guru memberikan beberapa contoh fraksi-fraksi hasil pengolahan minyak bumi (hasil proses distilasi bertingkat). g. Guru menjelaskan tentang bilangan oktan. h. Guru memberikan contoh soal di papan tulis berkaitan dengan bilangan oktan. i. Guru memberi waktu kepada siswa untuk melakukan tanya jawab seputar minyak bumi dan gas alam. j. Guru menjelaskan sekilas tentang industri petrokimia (halaman 276 – 284).

99

k. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. l. Guru meminta masing-masing kelompok mencari referensi di perpustakaan atau melalui internet sekolah tentang kegunaan senyawa-senyawa hidrokarbon sebagai bahan makanan m. Guru memberi waktu kepada siswa untuk berdiskusi, lalu mengerjakan lembar diskusi yang telah disediakan guru. n. Setelah selesai, siswa diminta mengumpulkan lembar diskusi dan kembali ke kelas. o. Guru bersama-sama siswa membahas hasil diskusi kelompok. 6. Kegiatan Penutup a. Siswa dengan bantuan guru menyimpulkan hasil diskusi mengenai kegunaan senyawa-senyawa hidrokarbon dalam bahan makanan. b. Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan latihan 7.7 (halaman 275) di rumah.

Pertemuan 5 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan membahas pencemaran lingkungan secara umum. b. Guru menjelaskan pentingnya materi ini, sehingga siswa menjadi termotivasi untuk mempelajari materi ini dengan baik. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan tentang pencemaran udara (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya, halaman 286 – 299, mengenai pencemaran udara yang disebabkan oleh peningkatan kadar komponen udara tertentu dan pencemaran udara oleh partikulat). b. Guru memberikan beberapa contoh peningkatan kadar komponen udara tertentu, seperti karbon monoksida, karbon dioksida, oksida nitrogen, oksida belerang, dan senyawa hidrokarbon dalam bentuk gas. c. Guru memberi waktu kepada siswa untuk melakukan tanya jawab seputar pencemaran udara yang disebabkan oleh peningkatan kadar komponen udara tertentu. d. Guru menjelaskan sekilas pencemaran udara oleh partikulat. e. Guru menanyakan kepada beberapa siswa tentang partikulat-partikulat apa saja yang dapat menimbulkan pencemaran udara. f. Beberapa siswa memberikan tanggapan atas pertanyaan guru. g. Guru menjelaskan lebih rinci tentang partikulat-partikulat yang dapat menimbulkan pencemaran udara, seperti timbal, nikel, raksa, kadmium, dan partikel asbestos.

100

h. Guru memberi waktu kepada siswa untuk melakukan tanya jawab seputar pencemaran udara oleh partikulat. i. Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan 7.8 (halaman 300). j. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal latihan tersebut. 3. Kegiatan Penutup Guru menugaskan siswa untuk membuat karya tulis di rumah tentang cara-cara menyelesaikan masalah pencemaran udara, termasuk penggunaan alat pengubah katalitik (catalytic converter) pada knalpot kendaraan bermotor.

Pertemuan 6 4. Kegiatan Pendahuluan c. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi bab 7 secara keseluruhan, yaitu tentang hidrokarbon dan minyak bumi. d. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. e. Guru meminta siswa mengumpulkan karya tulis yang telah ditugaskan sebelumnya. 5. Kegiatan Inti a. Guru meminta siswa mengerjakan uji latih kompetensi (Bahan: buku paket, yaitu buku Kimia Bilingual SMA kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya, halaman 301 – 308, mengenai hidrokarbon dan minyak bumi). b. Guru bersama-sama siswa membahas soal-soal dengan cara: 3) meminta siswa secara bergiliran untuk menyebutkan jawaban soal-soal uji latih pemahaman bagian satu (pilihan ganda) secara lisan, dan 4) meminta siswa secara bergiliran untuk mengerjakan soal-soal uji latih pemahaman bagian dua (uraian) di papan tulis. 6. Kegiatan Penutup c. Guru meminta siswa membuat rangkuman materi bab 7 tentang hidrokarbon dan minyak bumi, dikerjakan di rumah. d. Guru juga mengingatkan siswa agar bersiap-siap menghadapi ulangan harian pada pertemuan berikutnya.

Pertemuan 7 4. Kegiatan Pendahuluan c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dimengerti. d. Guru meminta siswa untuk memasukkan semua buku-buku atau sumber lain yang berhubungan dengan kimia ke dalam tas.

101

5. Kegiatan Inti i. Guru membagikan lembar soal ulangan harian kepada tiap-tiap siswa. j. Guru menjelaskan tata cara pengerjaan soal ulangan harian tersebut. k. Guru menyebutkan waktu yang disediakan adalah 90 menit. l. Guru meminta siswa mulai mengerjakan soal-soal ulangan harian tersebut. m. Guru mengawasi jalannya ulangan. n. Guru menjawab pertanyaan siswa jika masih ada soal-soal ulangan yang belum dimengerti (misalnya tulisan kurang jelas, ada data yang kurang, dan sebagainya). o. Setelah 90 menit, guru meminta siswa untuk menghentikan pengerjaan ulangannya. p. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal dan lembar jawaban di atas meja guru. 6. Kegiatan Penutup c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan jawaban atau pembahasan tentang soal-soal ulangan. d. Guru mengingatkan siswa agar mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir semester dua (genap).

J. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 3. Alat Belajar g. Papan tulis h. Spidol atau kapur i. Computer atau laptop j. LCD Projector 3. Sumber Belajar e. Buku Kimia Bilingual untuk SMA/MA Kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. f. Buku 1700 Soal Bimbingan Pemantapan Kimia, karangan Budiman Anwar, penerbit Yrama Widya. g. Sumber belajar lain yang berkaitan dengan kegunaan senyawa-senyawa hidrokarbon dalam bahan makanan (misalnya koran, tabloid, majalah, dan sebagainya).

N. PENILAIAN 4. Teknik Penilaian d. Tugas mandiri e. Tugas kelompok

102

f. Ulangan harian 5. Bentuk Instrumen a. Pilihan Ganda b. Uraian c. Lembar Diskusi 3. Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda 1. The followings are the peculiarities of carbon atom, except .... Berikut ini adalah beberapa keistimewaan dari atom karbon, kecuali .... A. it has 6 valence electrons mempunyai 6 elektron valensi B. it can form 4 covalent bonds dapat membentuk 4 ikatan kovalen C. it can form the double bond dapat membentuk ikatan rangkap D. its bonds formed are relatively strong ikatan yang dibentuk relatif kuat E. it can form the carbon chains dapat membentuk rantai karbon 2. Followings are the true statements about organic compounds, except .... Berikut ini adalah pernyataan-pernyataan yang benar tentang senyawa organik, kecuali .... A. they are carbon compounds merupakan senyawa karbon B. they have low boiling point mempunyai titik didih rendah C. they are less soluble in water kurang larut dalam air D. they have high melting point mempunyai titik lebur tinggi E. their atoms form covalent bond atom-atomnya membentuk ikatan kovalen 3. Organic compound firstly synthesized by Wohler is .... Senyawa organik yang pertama kali disintesis oleh Wohler adalah .... A. C6H12O6 D. CO (NH2)2 B. C2H5OH C. C3H8 E. C27H52

103

4. The one which is a group of alkane is .... Yang termasuk dalam golongan alkana adalah .... A. C2H2 D. C7H8 B. C2H4 C. C2H6 E. C7H14

5. A hydrocarbon compound has the general formula of CnH2n ,then .... Suatu senyawa hidrokarbon mempunyai rumus umum CnH2n, maka .... A. the compound is a saturated alkane senyawa itu adalah alkana jenuh B. the compound is an unsaturated alkene senyawa itu adalah alkena tak jenuh C. the compound is a saturated alkene senyawa itu adalah alkena jenuh D. the compound is a saturated alkyne senyawa itu adalah alkuna jenuh E. the compound is an unsaturated alkyne senyawa itu adalah alkuna tak jenuh

b. Uraian 1. Write the structural formula and IUPAC name of C5H10 compound isomers. Tuliskan rumus struktur dan nama IUPAC dari isomer senyawa C5H10! 2. Explain why the longer carbon chain on a certain hydrocarbon compound is, the higher the boiling and melting point of the compound is. Jelaskan, mengapa semakin panjang rantai karbon pada suatu senyawa hidrokarbon, maka semakin tinggi titik didih dan titik lebur senyawa tersebut! 3. Explain why the addition of TEL and ethylene bromide into the gasoline can cause air pollution. Jelaskan, mengapa penambahan TEL dan etilen bromida pada bensin dapat menimbulkan pencemaran udara!

104

4. Explain the production process of olefin and gas synthesis in petrochemical industry. Jelaskan proses pembuatan olefin dan gas sintesis dalam industri petrokimia! 5. Explain the process for acid rain and global warming phenomena. Jelaskan proses terjadinya hujan asam dan pemanasan global!

c. Lembar Diskusi

Discussing the Uses of Hydrocarbon Compounds as the Foodstuffs Mendiskusikan Kegunaan Senyawa-senyawa Hidrokarbon sebagai Bahan Makanan 1. Steps Langkah-langkah kegiatan a. Look for references about the uses of hydrocarbon compounds as the foodstuffs. These references can be text books, magazines, new papers, and articles or journals in several websites on internet. Carilah referensi tentang kegunaan senyawa-senyawa hidrokarbon sebagai bahan makanan. Referensi ini dapat berupa buku teks, majalah, koran, dan artikel atau jurnal dalam beberapa website di internet. b. Discuss the roles of hydrocarbon compounds in food production and also their effects on humans. Diskusikan, peranan senyawa-senyawa hidrokarbon dalam produksi makanan dan juga pengaruhnya bagi manusia 2. Questions and assignments Pertanyaan dan tugas a. List the hydrocarbon compounds that are widely used in food production. Buatlah daftar senyawa-senyawa hidrokarbon yang banyak digunakan dalam produksi makanan! b. Make a paper from the results of your discussion.. 105 Buatlah sebuah karya tulis dari hasil diskusi Anda!

……………., …………………… Mengetahui, Kepala Sekolah Pelajaran Kimia

Guru Mata

(___________________) (_____________________) NIP

NIP

106

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->