BAB III RESPIRASI Semua makhluk hidup membutuhkan tenaga untuk melakukan bermacam kegiatan.

Untuk memenuhi energi ini, makhluk hidup memerlukan zat makanan oranik yang akan dipecah pada proses oksidasi. Pada proses pemecahan ini akan dibebaskan energi yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan lainnya di dalam sel. Dalam arti luas, respirasi termasuk dalam proses pembebasan energi dari molekul-molekul makanan. Pembebasan energi kimia di dalam makanan ini berlangsung perlahan dan tahap demi tahap. Banyak faktor mempengaruhi proses respirasi, antara lain kondisi fisik diantaranya berat badan, keadaan kesehatan dan kegiatan jasmani dari setiap individu serta pengaruh hormonal. Oksigen diperlukan oleh semua organisme karena fungsi sebagai akseptor hidrogen dan akseptor elektron terakhir dalam proses pernafasan sel. Tanpa oksigen produksi energi pada organisme yang aerob akan berhenti. Karbon dioksida merupakan salah satu sampah metabolisme terbesar yang berasal dari oksidasi hidrat arang, protein dan lemak. Gas yang bersifat asam ini harus dibuang dari dalam tubuh organisme. Hewan bernafas dengan mengambil O2 dari lingkungannya. Demikian juga tumbuhan yang berhijau daun mengadakan proses pernafasan yang disebut fotorespirasi. Pada hewan berukuran besar terdapat alat pernafasan (respirasi) yang sesuai dengan lingkungannya, sedangkan pada hewan-hewan kecil mengambil O2 cukup dengan difusi. Kebanyakan fila pada hewan rendah (invertebrata) tidak mempunyai organ pernafasan. Pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 cukup dengan difusi. Sesuai dengan aktivitas dan jenis hewan, tiap individu membutuhkan O2 untuk metabolisme. Kebutuhan O2 biasa disebut konsumsi O2. Dengan perhitungan-perhitungan kebutuhan O2 dalam ml untuk tiap gr / Kg berat tubuh hewan per jam. Pada hewan berdarah panas (homoiotermis) banyak kalori diperlukan untuk mengganti panas yang hilang dari permukaan tubuh dengan berat tubuh makin besar jika hewan itu makin kecil. Laju respirasi dapat dideteksi melalui pengamatan membuka menutupnya tutup insang atau operculum pada ikan. Laju respirasi memiliki hubungan terintegrasi dengan metabolisme tubuh yang dipengaruhi suhu.

KEGIATAN 1. KANDUNGAN UDARA PERNAPASAN (pertemuan 3)

TUJUAN

4. kemudian lakukan peniupan pada masing-masing tabung menggunakan pompa tanpa bantuan mulut 5. katak Larutan berwarna ex : larutan Brodie KOH Faselin Silika gel . 2.Menyelidiki untuk menentukan zat apakah yang terkandung dalam udara pernapasan ALAT DAN BAHAN  Tabung reaksi  sedotan  pompa  air kapur  phenolphthalein (pp)  biru bromthymol CARA KERJA 1. masing-masing diisi denga 2 ml air kapur Tambahkan beberapa tetes pp pada tabung kedua dan beberapa tetes biru bromthymol pada tabung ketiga. amati perbedaan warna larutan pada masing-masing isi tabung 3. amati perubahan warnanya ulangi cara kerja 1-3. KONSUMSI OKSIGEN (pertemuan 3) TUJUAN 1. Siapkan 3 tabung reaksi. tiup masing-masing tabung dengan sedotan menggunakan mulut. 2. Mempelajari sebagian proses yang terjadi dalam respirasi Menghitung konsumsi oksigen hewan uji pada respirasi ALAT DAN BAHAN       Respirometer Hewan uji belalang. tikus. Amati perubahan warna pada tiap tabung KEGIATAN 2.

ulangi cara kerja 1-7 di atas dengan perlakuan kristal KOH diganti dengan perlakuan dingin (hewan uji dibungkus es lalu masuk respirometer) serta perlakuan panas (hewan uji dibungkus air hangat lalu masuk respirometer KEGIATAN 3. Setelah rangkaian siap.CARA KERJA 1. kemudian runag pernafasan ditutup kembali dan difaselin. siapkan hewan uji. timbang berat badan hewan uji. Lakukan peneraan pipa respirometer dengan memasukkan larutan berwarna seperti larutan Brodie sebanyak x ml sehingga mengisi y skala. 3. kemudian tentukan volume tiap skala 7. sistem dalam rangkaian alat ini ditutup dengan menutup kembali karet pembebas 6. LAJU RESPIRASI (pertemuan 4) TUJUAN Mendeteksi laju respirasi melalui pengamatan membuka menutupnya operculum pada ikan ALAT DAN BAHAN      Bejana Termometer Head counter/pencacah waktu Ikan Es Batu . Pada saat ini bagian karet pembebas dibuka 5. interval waktu 2 menit masing-masing selama 10-16 menit 8. untuk satu spesies siapkan minimal 2 hewan dengan ukuran berbeda (misal gunakan 2 belalang. catat hasilnya masukkan hewan uji ke dalam ruang pernafasan respirometer dengan cara membuka ruang dan beri sedikit kristal KOH pada tempat hewan uji dengan dibungkus 4. yang satu besar yang lain kecil) 2. hitung waktu dan jarak yang ditempuh cairan berwarna dalam pipa dihitung dari saat penetesan cairan.

lakukan langkah yang sama seperti langkah 2. Sumber : Indrowati. 15. Siapkan ikan. 11. siapkan tiga buah bejana masing-masing bejana diisi air (suhu sesuai suhu ruang). jenis ikan atau dan atau berat badan ikan 16. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. Ulangi untuk bejana 3 Catat hasil pengamatan meliputi suhu. 10. Masing-masing dengan interval waktu 12.M. Buat rancangan percobaan serupa dengan variasi suhu air.Biologi FKIP UNS ==================================================================================== . air es dan air hangat sera satu bejana lagi sebagai tempat aklimatisasi. Analisa hasil percobaan dengan mempertimbangkan faktor laju respirasi dan faktor lain yang diukur. Hitung kecepatan membuka menutupnya operculum dengan bantuan pencacah waktu. catat suhu air dan amati gerakan membuka menutupnya insang. 13. 2008.CARA KERJA 9. timbang berat badannya dan determinasi jenisnya Masukkan ikan yang telah diaklimatisasi pada pada bejana 1. Ikan kembali diaklimatisasi Masukkan ikan ke bejana 2 . 14. Surakarta : Pend.waktu dan jumlah membuka menutupnya operculum.