ANATOMI JALAN LAHIR

Pada tiap persalinan harus diperhatikan 3 faktor berikut : 1. Jalan lahir 2. Janin 3. Kekuatan-kekuatan yang ada pada ibu Jalan lahir dibagi atas : 1. Bagian tulang terdiri atas tulang-tulang panggul dengan sendi-sendinya (artikulasio) 2. Bagian lunak terdiri atas otot-otot, jaringan-jaringan, dan ligament-ligamen.

Tulang – Tulang Panggul
Tulang-tulang panggul terdiri dari os coxae yang terdiri atas os ilium, os ischium, os pubis, os sacrum dan os coccygis.

Tulang-tulang ini satu dengan lainnya berhubungan. Di depan terdapat hubungan antara kedua os pubis kanan dan kiri, disebut simfisis. Di belakang terdapat artikulasio sakro iliaka yang menghubungkan os sacrum dengan os ilium. Di bawah terdapat artikulasio sakro koksigea yang menghubungkan os sacrum dengan os coccygis. Di luar kehamilan artikulasio ini hanya

Hal demikian dapat menimbulkan rasa sakit atau gangguan jalan. Pada seorang wanita hamil yang bergerak terlampau cepat dari duduk langsung berdiri. disebut pintu atas panggul (pelvic inlet). karena longgarnya hubungan di simfisis. Panjang jarak dari pinggir atas .5 cm. Secara fungsional panggul terdiri dari 2 bagian yang disebut pelvis mayor. Bagian akhir ini adalah bagian yang mempunyai peranan penting dalam obstetric dan harus dapat dikenal dan dinilai sebaik-baiknya untuk dapat meramalkan dapattidaknya bayi melewatinya. dan pelvis minor. disebut pintu bawah panggul (pelvic outlet). tetapi pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebih jauh dan lebih longgar. Sumbu ini secara klasik adalah garis yang menghubungkan titik persekutuan antara diameter tranversa dan konyugata vera pada pintu atas panggul dengan titik-titik sejenis di Hodge I. Hal ini penting untuk diketahui bila kelak mengakhiri persalinan dengan cunam agar supaya arah penarikan cunam itu disesuaikan dengan jalannya sumbu jalan lahir tersebut. Pintu Atas Panggul Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh promontorium corpus vertebra sacral 1. sering dijumpai pergeseran yang lebar pada artikulasio sakroiliaka. Bentuk pelvis minor ini menyerupai suatu saluran yang mempunyai sumbu melengkung ke depan (sumbu Carus). Bagian yang terletak di bawah linea terminalis disebut pelvis minor atau true pelvis. Sampai dekat Hodge III sumbu itu lurus. linea innominata (terminalis). Hodge III dan Hodge IV. sejajar dengan sacrum. Ruang panggul mempunyai ukuran yang paling luas di bawah pintu atas panggul. Bidang atas saluran ini normal berbentuk hampir bulat. Di antara kedua pintu ini terdapat ruang panggul (pelvic cavity). Hal ini dapat dilakukan bila ujung os coccygis menonjol ke depan pada partus. untuk seterusnya melengkung ke depan. akan tetapi menyempit di panggul tengah untuk kemudian menjadi lebih luas lagi sedikit.memungkinkan pergeseran sedikit. Juga pada simfisis tidak jarang dijumpai simfisiolisis sesudah partus atau ketika tergelincir. akan tetapi terdiri atas dua bidang. disebut pula false pelvis. Penyempitan di panggul tengah ini disebabkan oleh adanya spina ischiadica yang kadang-kadang menonjol ke dalam ruang panggul. Hal demikian dapat menimbulkan rasa sakit di daerah artikulasio tersebut. Hodge II. sesuai dengan lengkungan sacrum. misalnya ujung coccygis dapat bergerak ke belakang sampai sejauh lebih kurang 2. dan pada pengeluaran kepala janin dengan cunam ujung os coccygis itu dapat ditekan ke belakang. Bidang bawah saluran ini tidak merupakan suatu bidang seperti pintu atas panggul. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak di atas linea terminalis. dan pinggir atas simfisis.

konjugata ini yang paling penting. Sebenarnya. Jenis ini ditemukan pada 15 % wanita.simfisis ke promontorium lebih kurang 11 cm. yang mempunyai ciri-ciri pintu atas panggul sebagai berikut.5 cm. Jenis ini ditemukan pada 45 % wanita. 4. Jenis ini ditemukan pada 35 % wanita. 2.5 – 13 disebut diameter transversa. 3. Dengan demikian. 1. Panjang diameter antero-posterior kira-kira sama dengan diameter transversa. Bila ditarik garis dari artikulasio sakroiliaka ke titik persekutuan antara diameter transversa dan konjugata vera dan diteruskan ke linea innominata. ditemukan diameter yang disebut diameter oblikua sepanjang lebih kurang 13 cm. Jenis Platipelloid : sebenarnya jenis ini adalah jenis ginekoid yang menyempit pada arah muka belakang. panjang diameter anteroposterior hampir sama dengan diameter tranversa. . Secara statistic diketahui bahwa konjugata vera sama dengan konjugata diagonalis dipotong 1. Dalam obstetri dikenal 4 jenis panggul (pembagian Caldwell dan Moloy. jarak bagian bawah simfisis sampai ke promontorium dikenal sebagai konjugata diagonalis. jari tengah dan telunjuk dimasukkan ke dalam vagina untuk meraba promontorium. bentuk pintu atas panggul hampir bulat. Jenis Ginekoid : panggul paling baik untuk wanita. Selain kedua konjugata ini. Ukuran melintang jauh lebih besar daripada ukuran muka belakang. Umumnya pria mempunyai jenis seperti ini. disebut konjugata vera. Jenis Antropoid : bentuk pintu atas panggul agak lonjong. 1933). Panjang diameter antero-posterior lebih besar daripada diameter transversa. dikenal pula konjugata obstetrika. Jenis ini ditemukan pada 5 % wanita. yaitu jarak dari bagian dalam tengah simfisis ke promontorium. Jenis Android : bentuk pintu atas panggul hampir segitiga. Cara mengukur konjugata vera ialah. walaupun perbedaanya dengan konjugata vera sedikit sekali. seperti telur. sedangkan bagian depannya menyempit ke muka. akan tetapi yang terakhir ini jauh lebih mendekati sacrum. Jarak terjauh garis melintang pada pintu atas panggul lebih kurang 12. bagian belakangnya pendek dan gepeng.

Misalnya. Dapat disini dikemukakan bahwa pelvimetri rontgen itu hanya dilakukan pada indikasi tertentu. disebutkan jenis pelvis bagian belakang dahulu. bentuk. adanya riwayat trauma atau penyakit tuberculosis pada tulang panggul. Jarak antara kedua . persentasi muka atau kelainan letak lain. pintu bawah panggul tidak merupakan suatu bidang datar. Dalam hal ini perlu diperhatikan apakah ujung os sacrum tidak menonjol ke depan hingga kepala janin tidak dapat dilahirkan. bekas seksio sesarea dan akan direncanakan partus per vaginam pada letak sungsang. tetapi tersusun atas 2 bidang datar yang masing-masing berbentuk segitiga. Di sinilah letak kegunaan pelvimetri rontgen. jenis android-ginekoid. Pinggir bawah simfisis berbentuk lengkung ke bawah dan merupakan sudut (arkus pubis). Dewasa ini dapat digunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dalam keadaan normal besarnya sudut ini kurang lebih 900. untuk mengetahui jenis. Untuk menyebut jenis pelvis kombinasi. itu berarti jenis pelvis bagian belakang adalah jenis android dan bagian depan adalah ginekoid. Pembatasan pemakaian sinar rontgen berdasarkan pengaruhnya terhadap sel-sel kelamin janin yang masih amat muda itu serta ovaria ibu. dan ukuran-ukuran pelvis secara tepat. maka kepala janin akan lebih sulit dilahirkan karena memerlukan tempat lebih banyak ke dorsal. misalnya adanya dugaan ketidakseimbangan antara janin dan panggul (feto-pelvic disproportion). Pintu Bawah Panggul Seperti telah dijelaskan. yaitu bidang yang dibentuk oleh garis antara kedua buah tubera ossi ischii dengan ujung os sacrum dan segitiga lainnya yang alasnya juga garis antara kedua tubera ossis ischii dengan bagian bawah simfisis. kemudian bagian depan.Tidak jarang dijumpai jenis kombinasi ke empat jenis klasik ini.

Bidang Hodge I : bidang yang dibentuk pada lingkaran pintu atas panggul dengan bagian atas simfisis dan promontorium 2. Bidang yang terluas dibentuk pada pertengahan simfisis dengan os sacral 2-3. terletak setinggi coccygis. II dan III. Ketika mengadakan penilaian ruang panggul hendaknya diperhatikan bentuk os sacrum. Di panggul tengah terdapat penyempitan setinggi kedua spina ischiadica. Dinding samping pada panggul ginekoid misalnya umumnya lurus dari atas ke bawah. Jarak antara kedua spina ini (distansia interspinarum) normal kurang lebih 10. yang disebut inklinasi.5 cm. lebih besar. Kemungkinan kepala dapat lebih mudah masuk ke dalam ruang panggul diperbesar jika sudut antara sacrum dan lumbal.tuber ossis ischii (distansia tuberum) – diambil dari bagian dalamnya – adalah kurang lebih 10. sehingga kepala janin dimungkinkan bergeser melalui pintu atas panggul masuk ke dalam ruang panggul. jarak antara tengah-tengah distansia tuberum ke ujung sacrum (diameter sagitalis posterior) harus cukup panjang agar bayi normal dapat dilahirkan. Bidang Hodge II : bidang ini sejajar dengan Hodge I terletak setinggi bagian bawah simfisis 3. Bidang Hodge III : bidang ini sejajar dengan bidang-bidang Hodge I dan II terletak setinggi spina ischiadica kanan dan kiri 4. apakah seperti normal melengkung baik dari atas ke bawah dan ke samping cekung ke belakang. Bila lebih kecil. 1. dan selanjutnya bagaimanakah bentuk rongga panggul seluruhnya. ruang panggul di bawah pintu atas panggul mempunyai ukuran yang paling luas. Ruang Panggul (Pelvic Cavity) Seperti telah dikemukakan. .5 cm. Bidang Hodge Bidang-bidang Hodge ini dipelajari untuk menentukan sampai dimanakah bagian terendah janin turun dalam panggul pada persalinan. Bidang Hodge IV : bidang ini sejajar dengan bidang-bidang Hodge I. Dari bentuk dan ukuran pelbagai bidang rongga panggul tampak rongga ini merupakan saluran yang tidak sama luasnya di antara tiap-tiap bidang.

maka kedua ukuran itu jelas berbeda sekali. jarak antara kedua spina iliaka anterior superior sinistra dan dekstra 2. jarak antara bagian atas simfisis ke processus spinosus lumbal 5. Dengan cara ini masih dapat ditentukan secara garis besar jenis. . 6. Distansia oblikua eksterna (ukuran miring luar). Umumnya ukuran-ukuran ini tidak penting. maka dapat dicurigai panggul itu patologik. Distansia intertrochanterika. Untuk mengukurnya dipakai Oseander.Ukuran-Ukuran Ruang Panggul Ukuran-ukuran luar ini masih dapat dipergunakan di mana pelvimetri rontgen sulit dilakukan. 4.5 cm). Yang diukur adalah : 1. bentuk dan ukuran-ukuran panggul apabila dikombinasikan dengan pemeriksaan dalam. jarak antar tuber ischii kanan dan kiri. Distansia spinarum (± 24 cm – 26 cm). Alat-alat yang dipakai antara lain jangkar-jangkar panggul Martin. Distansia tuberum (± 10. Distansia kristarum (± 28 cm – 30 cm). jarak antara spina iliaka posterior sinistra dan spina iliaka anterior superior dekstra dan dari spina iliaka dekstra ke spina iliaka anterior superior sinistra. 5. jika panggul itu asimetrik (miring).5 cm karena adanya jaringan subkutis antara tulang dan ujung sangkar. Kedua ukuran ini bersilang. 3. akan tetapi. Oseanderm Collin. Angka yang ditunjuk jangkar harus ditambah 1. tetapi bila ukuran ini lebih kecil 2 – 3 cm dari angka normal. Konjugata eksterna (boudeloque) ± 18cm. jarak antara kedua trochanter mayor. jarak yang terpanjang antara dua tempat yang simetris pada krista iliaka sinistra dan dekstra. dengan sendirinya arkus pubis lebih kecil dari 900. Bila jarak ini kurang dari normal. Jika panggul normal. yang menghalangi pengukuran secara tepat. Boudeloque dan sebagainya. maka kedua ukuran ini tidak banyak berbeda.

Dianjurkan meskipun pengaruh buruk dari MRI tersebut (genetic atau onkologik) belum diketahui maka pemakaiannya dalam trimester pertama. penyakit trofoblas. seyogyanya tidak dilakukan. kelainan letak janin. Umpama plasenta previa yang letak di belakang. Dewasa ini pemakaian MRI (magnetic resonance imaging) dalam anatomi maternal mulai dipakai dan ternyata lebih bermanfaat dan lebih aman daripada rontgen yang jelas menimbulkan pengaruh tidak baik pada ibu maupun pada janinnya. Pula MRI dalam beberapa hal lebih menguntungkan dari pemakaian USG yang kadang-kadang tidak dapat mencapainya. serviks uteri dan vagina. pelvimetri. Akan tetapi.Kelainan-kelainan panggul yang mencolok dengan ukuran-ukuran luar dapat lebih ditegaskan. pemakaian pelvimetri rontgen ini mempunyai pengaruh tidak baik terhadap janin. adanya keganjilan ringan antara kepala janin dan panggul (minor cephalopelvic disproportion). dapat pula disini dikemukakan bahwa meskipun pelvimetri rontgen menyatakan adanya keganjilan antara kepala dan panggul. Pada akhir kehamilan ± 38 minggu serviks lebih pendek daripada waktu kehamilan 16 minggu. sewaktu organogenesis sedang berlangsung dengan hebatnya. Seperti di depan telah dikemukakan. Indikasi pemakaian MRI dalam anatomi maternal antara lain plasenta previa. antara lain. Jadi hendaknya pemakaiannya dibatasi pada hal-hal dengan indikasi. akan tetapi untuk kelainan-kelainan yang ringan diperlukan pelvimetri rontgen. Seperti telah dikemukakan. solusio plasenta. Bagian Lunak Jalan Lahir Pada kala pengeluaran (kala II) ikut membentuk jalan lahir segmen bawah uterus. Oleh karena kekuatan yang ada pada ibu dan daya moulage (daya berubah bentuk) kepala janin – kedua hal ini sukar diukur – ikut menentukan sekali pada tiap persalinan. adanya tumor pelvik. janin masih dapat lahir spontan. ismus uteri pada kehamilan 16 minggu menjadi bagian uterus .

sehingga rasa sakit dapat dihilangkan pada ekstraksi cunam. terletak antara spina Ischiadica dan tuber ischii. apertura pelvis inferior berbentuk lonjong dan kecil. Pada primigravida hal ini ditemukan bila hampir aterm. Pada wanita. SIAS menghadap ke medial. sehingga bagian depan muskulus ini berbentuk segitiga. Di dalam trigonum ini berada uretra. apertura pelvis superior berbentuk oval. Pada wanita. Canalis servikalis sendiri terbuka untuk satu jari (selanjutnya lihat kala I). Lebih ke dalam lagi ditemukan otot-otot dalam yang paling kuat. 2. pelvis verum merupakan segmen panjang suatu kerucut pendek. apertura pelvis superior berbentuk heart-shaped. disebut trigonum urogenitalis (hiatus genitalis). Pada pria. 5. Pada wanita. dan lahirnya kepala atau bokong pada partus.lengkung. Pada pria. Pada wanita. apertura pelvis inferior berbentuk bundar. . Letak muskulus levator ini adalah sedemikian rupa. dinding pelvis spurium dangkal. muskulus perinea transverses profundus. dengan promontorium os sacrum menonjol ke anterior. Disamping uterus dan vagina. otot-otot yang melingkari vagina bagian tengah dan anus. Pada pria. Arteria dan vena yang berjalan dalam rongga panggul adalah cabang bawah dari arteria dan vena uterine serta cabang-cabang arteria dan vena hemorrhoidalis superior. Pada wanita. muskulus bulbokavernosus yang melingkar vagina. Dalam diafragma pelvis berjalan nervus pudendus yang masuk ke rongga panggul melalui canalis Alcock. dinding pelvis spurium tajam /curam.5 cm) dibandingkan ukuran-ukuran diameter rongga panggul pria. ekstraksi vakum. 3. vagina dan rectum. Di bagian tengah ditemukan otot-otot yang melingkari uretra (muskulus sfingter uretrae). antara lain muskulus iliokoksigeus. Umumnya serviks disebut menjadi matang bila teraba sebagai bibir. dan muskulus perinea transverses superfisialis. disebut diafragma pelvis. pelvis verum merupakan segmen pendek suatu kerucut panjang.tempat janin berkembang. ukuran-ukuran diameter rongga panggul lebih besar (perbedaan sampai sebesar 0. dan ligament-ligamen yang berfungsi menyokong alat-alat urogenitalis perlu diketahui oleh karena semuanya mempengaruhi jalan lahir. diameter lebih besar. SIAS menghadap ke ventral. 4. otot-otot. Pada pria. penjahitan rupture perinei dan sebagainya. dan ini terjadi pada kehamilan 34 minggu. jaringan-jaringan ikat. Otot-otot yang menahan dasar panggul di bagian luar adalah muskulus sfingter ani eksternus. PERBEDAAN BENTUK PANGGUL WANITA DAN PRIA 1. muskulus iskiokoksigeus. dan muskulus koksigeus.5-1. Pada persalinan sering dilakukan pudendus block anaesthesia. terutama muskulus levator ani yang berfungsi menahan dasar panggul.

SIKAP / HABITUS Hubungan antara bagian-bagian badan fetus satu sama lain. volume cairan amnion relatif lebih besar daripada volume fetus. angulus subpubicus adalah sudut lebar / besar. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sikap janin. angulus subpubicus merupakan sudut tajam / kecil. Dalam kehamilan normal. Fleksi yang terjadi pada keadaan normal adalah fleksi maksimal kepala. Sebelum kehamilan trimester ketiga (kurang dari 32 minggu). kedua tangan bersilang di depan dada dan kedua tungkai bersilang di depan perut. Letak oblik : Sumbu fetus dalam sudut tertentu dengan sumbu jalan lahir. sehingga fetus mulai "terakomodasi" dalam kavum uteri. yaitu jika terdapat kelainan anatomis fetus maupun kelainan anatomis jalan lahir. membentuk ovoid mengikuti bentuk kavum uteri (ruangan fundus lebih luasdari serviks). punggung membungkuk. Tali pusat terletak di antara kedua lengan dan tungkai. volume cairan amnion relatif lebih kecil daripada volume fetus.    Letak memanjang : Sumbu fetus searah / sejajar sumbu jalan lahir.6. Sesudah memasuki trimester ketiga (32 minggu atau lebih). Prognosis keberhasilan persalinan spontan pervaginam terbesar adalah pada janin letak memanjang. Biasanya fetus berada dalam sikap fleksi. LETAK / SITUS Hubungan antara sumbu fetus dengan sumbu jalan lahir. Letak melintang : Sumbu fetus tegak lurus sumbu jalan lahir. . Pada wanita. dan nilai prognosis akan berbanding terbalik dengan sudut antara sumbu fetus dengan jalan lahir (letak lintang memiliki nilai prognosis persalinan spontan pervaginam yang terkecil). Pada pria. dengan kepala terletak di segmen bawah uterus. akomodasi ini menyebabkan letak kepala fetus lebih rendah dari badan. sehingga fetus "bebas berenang-renang" dalam cairan amnion.

atau lintang.JALAN LAHIR Janin letak memanjang. Presentasi bokong murni (frank breech). presentasi belakang kepala. Letak lintang atau oblik : dapat presentasi bahu atau punggung. atau sungsang / presentasi bokong. belakang. punggung) dengan bagian kiri. Janin letak lintang. Fetus berada dalam posisi duduk dalam jalan lahir tetapi bokong masih merupakan presenting part. Presentasi kaki (footlink breech / incomplete breech). posisi sutura sagitalis lintang. presentasi bokong. Salah satu atau kedua kaki lebih inferior dibandingkan dengan bokong dan akan menjadi bagian pertama yang lahir. depan. Pada persalinan normal. . (dan sebagainya). punggung di atas (dorsosuperior). Janin letak memanjang. tergantung kepada sikap kepala terhadap badan janin. Presentasi bokong (gambar) Terdapat beberapa kemungkinan : 1. ANTROPOMETRI JANIN Kepala janin Merupakan bagian tubuh yang paling besar dan paling keras yang akan dilahirkan. Janin letak memanjang.mulut. dahi atau muka. dagu. Ubun-ubun besar (depan kepala/dahi) bentuk segiempat/wajik. Janin letak memanjang / sungsang. Letak memanjang : dapat presentasi kepala. POSISI Hubungan antara bagian tertentu fetus (ubun-ubun kecil. posisi sakrum kanan belakang. kanan. Bagian terbawah (presenting part) dari fetus adalah bokong. 3. kedua tungkai dalam fleksi dan sejajar toraks (lutut ekstensi). presentasi kepala. Seluruh anggota gerak janin fleksi sempurna (tungkai dan lutut) 2. presentasi muka. posisi ubun-ubun kecil kiri depan (pada persalinan normal). terhadap jalan lahir. puncak kepala. Presentasi bokong sempurna (complete breech). posisi dagu kiri depan.PRESENTASI Bagian tubuh fetus yang terdapat di bagian terbawah jalan lahir. DESKRIPSI HUBUNGAN FETUS . Ubun-ubun kecil (belakang kepala) bentuk segitiga. janin letak memanjang dengan presentasi belakang kepala. Presentasi kepala : kemungkinan presentasi belakang kepala. sakrum.

oksipito-mentalis (+ 13. bi-temporalis (+ 8.Besar dan posisi kepala janin akan sangat menentukan dan mempengaruhi jalannya persalinan. tulang-tulang dasar tengkorak (basis kranii) dan tulang-tulang muka. Kepala secara garis besar dapat dibagi menjadi tulang-tulang tengkorak (kranium). karena daerahnya relatif paling luas dan mengalami kontak langsung dengan jalan lahir. oksipito-frontalis (+ 11. oksipito-frontalis (+ 34 cm) 3.50 cm) : pada persalinan presentasi muka 5.75 cm) : pada persalinan presentasi puncak kepala 3. 2. lebar bokong (diameter intertrochanterica) : + 12 cm 4. dan tenaga pendorongnya adalah his dan kekuatan mengejan ibu. cacat.00 cm) : ukuran antara os temporalis kiri dan kanan Ukuran-ukuran sirkumferensia / lingkar kepala bayi : 1. submento-bregmatikus (+ 32 cm) Bagian tubuh janin yang lain Perlu juga diketahui ukuran bagian badan janin yang lain 1. suboksipito-bregmatikus (+ 9. lingkaran bokong : + 27 cm IMBANG FETO-PELVIK Persalinan adalah proses mekanik di mana suatu benda didorong melewati suatu ruangan oleh suatu tenaga. Benda yang didorong adalah bayi. lebar bahu (diameter bi-acromialis) : + 12 cm 2. suboksipito-bregmatikus (+ 32 cm) 2.50 cm) : ukuran terbesar melintang dari kepala 6. bi-parietalis (-+ 9. submento-bregmatikus (+ 9.50 cm) : pada persalinan presentasi dahi 4. oksipito-mentalis (+ 35 cm) 4. Ukuran-ukuran diameter kepala bayi yang menentukan di antaranya : 1. Tulang tengkorak (kranium) bayi PALING menentukan keberhasilan proses persalinan pervaginam. ruangan yang harus dilalui adalah rongga pelvis. lingkaran bahu : + 34 cm 3. atau meninggal. Trauma pada kepala bayi selama persalinan dapat mempengaruhi kehidupannya : hidup sempurna. .50 cm) : pada persalinan presentasi belakang kepala.

maka persalinan normal dapat diharapkan. atau kelainan letak (misalnya lintang). yaitu volume bayi terbesar yang masih dapat dilahirkan spontan dan normal melalui panggul tersebut. Pemeriksaan Panggul Inspeksi : ada / tidaknya deformitas panggul. ujung sakrum / koksigis. Pemeriksaan Janin Dapat dilakukan pada setiap kunjungan antenatal (misalnya dengan USG). Pada persalinan letak memanjang.. linea inominata. Normal berat badan bayi yang dilahirkan seorang ibu adalah antara 2500 .4000 gram. dan arkus pubis. Penilaian kapasitas panggul terhadap berat janin lebih tepat disebut sebagai daya akomodasi panggul.PELVIK. untuk menentukan suatu nilai yang disebut sebagai IMBANG FETO .Jika TIDAK ditemukan adanya disproporsi / ketidaksesuaian antara kapasitas pelvis dan ukuran janin. Tetapi jika ada disporposional antara janin dan pelvis. dinding samping. kelainan tulang panggul Pemeriksaan dalam : mengenal batas-batas rongga panggul . dalam konversinya terhadap gram berat badan. bagian yang menentukan imbang feto-pelvik terutama adalah kepala bayi. distantia interspinarum (diameter bispinosum) dan diameter antero-posterior pintu bawah panggul. serta menilai ukuran-ukuran conjugata diagonalis. karena kepala adalah bagian keras yang hanya boleh berubah bentuk dan mendapat tekanan dalam batas-batas moulase tulang kepala yang fisiologis (sehingga juga disebut IMBANG CEPHALO-PELVIK). karena pada saat itu jaringan lunak pelvis sudah cukup lunak dan elastis namun belum terjadi pembukaan serviks dan belum terjadi penurunan janin ke dalam rongga panggul. punggung atau tungkai. Bahkan jika dipaksakan. . Bayi dengan berat badan lahir lebih dari 4000 g disebut makrosomia. perdarahan intrakranial bayi sampai kematian bayi dan / atau kematian ibu. maka his yang sekuat-kuatnya dan pembukaan serviks yang sebesar-besarnya sekalipun tidak akan dapat melahirkan bayi secara fisiologis. conjugata vera. Sebaiknya pelvimetri klinik dilakukan pada minggu ke 34-36. kurvatura sakrum. dapat menyebabkan ruptura uteri ibu.promontorium. Untuk menilai ada / tidaknya disproporsi ini diperlukan pemeriksaan obstetrik yang lengkap. spina ischiadica. namun pemeriksaan yang bermakna untuk imbang feto-pelvik adalah pemeriksaan pada saat persalinan atau menjelang persalinan. nekrosis jaringan lunak panggul ibu.

Foto lateral Pasien posisi berdiri (Thoms). Pemeriksaan radiologik Foto pintu atas panggul Pasien posisi setengah duduk (Thoms). Pada foto ini akan dapat dilihat conjugata vera dan conjugata diagonalis.4000 g digolongkan bayi besar.3000 g. diameter anteroposterior panggul tengah dan pintu bawah panggul.3000 g tergolong kecil. KEMUNGKINAN DIAGNOSIS IMBANG FETO-PELVIK Imbang feto-pelvik (cephalo-pelvik) baik Berarti partus dapat direncanakan pervaginam. Dosis radiasi yang digunakan harus dosis aman terhadap janin. tube R8 mengarah tegak lurus ke pintu atas panggul.4000 g.antara 3000 . tinggi pelvis. Jika anak hidup. bentuk sakrum. sempit bila dapat dilewati anak sampai 2500 . Dengan demikian (daya akomodasi) panggul disebut luas bila panggul tersebut dapat dilewati oleh anak yang beratnya rata-rata 3500 . Meskipun demikian. dan . tube R8 diarahkan horisontal pada trochanter major dari samping. diameter sagitalis posterior. Kemungkinan disproporsi cephalo-pelvik (suspected CPD) .Bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 g disebut bayi berat lahir rendah / BBLR.antara 3500 .3500 g. posisi kepala dan keadaan serviks harus tetap selalu mendapat perhatian selama partus. spina ischiadica dan incisura ischiadica major. distansia interspinarum dan ditentukan jenis pelvis (Caldwell . . sedang bila dapat dilewati anak 3000 . his.3500 g termasuk sedang.antara 2500 . harus dilakukan sectio cesarea. Disproporsi cephalo-pelvik (CPD) Berarti bayi tidak dapat dilahirkan per vaginam.Moloy). Pada foto ini akan dapat dilihat diameter transversa. Ukuran umum / tidak baku terhadap pembagian berat badan bayi normal : .

.Memerlukan pendekatan lain untuk memastikan nilai imbanimbang. dapat dengan pemeriksaan radiologik atau dengan partus percobaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful