MODUL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT IV

Lembaga Administrasi Negara - Republik Indonesia 2008

Veteran No. (62 21) 3568201.Hak Cipta© Pada: Lembaga Administrasi Negara Edisi Tahun 2008 Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Jl.2 . 10 Jakarta 10110 Telp. (62 21) 3800188 Isu Aktual Sesuai Tema Jakarta – LAN – 2008 28 hlm: 15 x 21 cm ISBN: 979 – 8619 – 55. Fax.

Proses standarisasi meliputi keseluruhan aspek penyelenggaraan Diklat. Oleh karena itu.Si dan Drs. dan mengharapkan agar peserta Diklatpim Tingkat IV dapat memanfaatkannya secara optimal. walaupun diselenggarakan dan diproses oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang berbeda. mutlak diperlukan peningkatan kompetensi. konsep dan teori yang mendasari substansi modul juga mengalami perkembangan.iv mulai dari aspek kurikulum yang meliputi rumusan kompetensi. saya menyambut baik penerbitan modul-modul yang telah mengalami penyempurnaan ini. Dengan kebijakan ini. Emma Rahmawiati. Disadari sejak modul-modul tersebut diterbitkan. Jakarta. MM selaku penulis serta seluruh anggota Tim yang telah berpartisipasi. Untuk mempercepat upaya peningkatan kompetensi tersebut. M. Untuk mewujudkan profesionalisme PNS ini. Di samping itu. Sebagai pejabat struktural yang berada pada posisi paling depan atau ujung tombak. mata Diklat dan strukturnya. Mataram. diperlukan Pegawai Negeri Sipil yang berkemampuan melaksanakan tugas secara profesional. Kepada Prof. metode dan skenario pembelajaran sampai pada pengadministrasian penyelenggaranya. Kedua hal inilah yang menuntut diperlukannya penyempurnaan secara menyeluruh terhadap modulmodul Diklatpim Tingkat IV ini. Agung A.Pd. Juli 2008 KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian menegaskan bahwa dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional. Salah satu unsur penyelenggaraan Diklatpim Tingkat IV yang mengalami proses standarisasi adalah modul untuk para peserta (participants’ book). maka kualitas penyelenggaraan dan alumni dapat lebih terjamin. bahkan dapat menggali kedalaman substansinya di antara sesama peserta dan para Widyaiswara dalam berbagai kegiatan pembelajaran selama Diklat berlangsung. pejabat struktural eselon IV memainkan peran yang sangat penting karena bertanggung jawab dalam mensukseskan pelaksanaan kegiatan-kegiatan secara langsung. Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah menetapkan kebijakan desentralisasi dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV. maka LAN menerapkan kebijakan standarisasi program Diklatpim Tingkat IV. khususnya kompetensi kepemimpinan bagi para pejabat dan calon pejabat Struktural Eselon IV baik di lingkungan pemerintah pusat maupun daerah. Agar penyelenggaraan Diklatpim Tingkat IV menghasilkan alumni dengan kualitas yang sama. M. lingkungan strategis khususnya kebijakan-kebijakan nasional pemerintah juga terus berkembang secara dinamis. Dengan proses standarisasi ini. Juni Pranoto. kami ucapkan terima kasih atas kesungguhan dan dedikasinya. Semoga modul hasil perbaikan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya. sehingga buah karyanya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. jumlah penyelenggaraan Diklatpim Tingkat IV dapat lebih ditingkatkan sehingga kebutuhan akan pejabat struktural eselon IV yang profesional dapat terpenuhi. Dra. iii SUNARNO .

maka kualitas modul terutama kesesuaian isi dengan kebijakan yang berkembang perlu terus dipantau dan disesuaikan manakala terdapat hal-hal yang sudah tidak relevan lagi. Kehadiran modul Diklatpim Tingkat IV ini memiliki nilai strategis karena menjadi acuan dalam proses pembelajaran. widyaiswara dapat melakukan penyesuaian dan pengembangan terhadap isi modul. pembinaan Diklat khususnya Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV ke arah Diklat berbasis kompetensi. Juli 2008 DEPUTI BIDANG PEMBINAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR NOORSYAMSA DJUMARA Disadari bahwa perkembangan lingkungan strategis berlangsung lebih cepat khususnya terhadap dinamika peraturan perundangan yang diterbitkan dalam rangka perbaikan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara. Selamat memanfaatkan modul Diklat Kepemimpinan Tingkat IV ini. Oleh karena itu. dalam artian bahwa setelah substansinya disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Salah satu upaya pembinaan yang telah ditempuh adalah melalui penerbitan modul Diklat. terus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 Tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. maka dapat dikembangkan selama relevan dengan hasil belajar yang akan dicapai dalam modul ini. sehingga kebijakan pembinaan Diklat yang berupa standarisasi penyelenggaraan Diklat dapat diwujudkan. peranan widyaiswara termasuk v . modul ini dapat membantu widyaiswara atau fasilitator Diklat dalam mendisain pengajaran yang akan disampaikan kepada peserta Diklat. kompetensi kepemimpinan bagi peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV dapat tercapai. dan membantu peserta Diklat dalam mengikuti proses pembelajaran. Kongkritnya. Untuk maksud inilah maka dilakukan penyempurnaan terhadap keseluruhan modul Diklat Kepemimpinan Tingkat IV yang meliputi substansi dan format. interaktif dan aktual. Jakarta. Oleh karena itu. modul ini dapat pula dipandang sebagai bahan minimal Diklat. membantu pengelola dan penyelenggara Diklat dalam penyelenggaraan Diklat. sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dinamis.vi KATA PENGANTAR Sejalan dengan upaya mewujudkan Pegawai Negeri Sipil yang profesional melalui jalur pendidikan dan pelatihan (Diklat). Sehubungan dengan hal ini. peserta Diklat juga dibutuhkan. kami harapkan bahwa dalam rangka menjaga kualitas modul ini. sedangkan peserta Diklat dapat memperluas bacaan yang relevan dengan modul ini. Semoga melalui modul ini.

....................... BAB II PENGENALAN ISU .................. Kriteria.................................................................. F.. KATA PENGANTAR................... Latihan............................ A.......... Rangkuman ...................... Rangkuman................................ Rumusan Narasi Isu............................................................................................... E......... Deskripsi Singkat.............. A........................................ A... E................ D.................... C.. B.................. Materi Pokok ...................... Indikator Hasil Belajar ........... Tindak Lanjut ........... C............................................................................................................................................. D.................................................................................... Hasil Belajar .............................................................................DAFTAR ISI SAMBUTAN ........ Manfaat............... Latar Belakang.... Simpulan. Identifikasi Isu ............. DAFTAR ISI .................................................................................................................................. B...... Pengertian Isu Aktual .................................................... F............ Sumber Isu....................................... A............................................................... BAB I PENDAHULUAN ...................... E.......................................... iii v vii 1 1 4 5 5 5 6 7 7 8 10 10 11 13 14 14 15 16 16 18 19 19 20 21 BAB III MENGGALI ISU................. vii .... Latihan............................................... B............................... C.............................................................. DAFTAR PUSTAKA........................................................ B...................................................................... Pemahaman Tema Kaitannya dengan Isu.... D....................... BAB IV PENUTUP.......... Pemilihan Isu .........................

.

Sejalan dengan hal tersebut maka membutuhkan bentuk manajemen pemerintahan yang efektif. Setiap aparatur pemerintah perlu memahami isu yang berkembang serta mengenali permasalahan-permasalahan yang terjadi sesuai perubahan dan dinamika yang ada.2 Isu Aktual Sesuai Tema BAB I PENDAHULUAN Saat ini yang menjadi hal utama dalam mewujudkan konsep tersebut adalah menyiapkan sumber daya manusia aparatur menuju kepemerintahan yang baik dalam rangka menyongsong persaingan global serta pelaksanaan otonomi daerah. 1 . dan Masyarakat. Pada perkembangannya yang menjadi tantangan dalam pembangunan adalah upaya meminimalkan kesenjangan antara kebutuhan organisasi dengan sumber daya manusia yang tersedia. Oleh sebab itu sebagai aparatur pemerintah ditantang untuk bekerja lebih berkualitas. Hal ini diperlukan karena peran pokok aparatur pemerintah adalah menyelenggarakan tugas-tugas pelayanan maupun tugas-tugas pembangunan yang memerlukan landasan yang jelas. Perubahan ini bermula dari krisis moneter yang kemudian meluas menjadi krisis multi dimensional. sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan menghasilkan konsep pembangunan yang bermanfaat. iklim kerja yang menjamin eksistensi dan pengembangan organisasi itu sendiri. dan sesuai dengan dinamika yang ada. Agar dapat memahami dan mewujudkan kepemerintahan yang baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. serta turut merasakan apa yang sedang dirasakan. dapat menciptakan suatu nilai. dan sewaktu-waktu dapat terjadi dan mendengar keluhan. Tuntutan perubahan juga telah bergesernya peran pemerintah dari pelaku utama menjadi hanya memfasilitasi. Latar Belakang Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah terjadi perubahan-perubahan yang besar. Tentunya hanya sumber daya manusia yang berkualitaslah yang dapat memahami betul isu-isu yang ada di masyarakat dan berkompetitif. pengelolaan yang amanah dan kemitraan yang harmonis antara sektor Pemerintah. A. maka seseorang harus mampu melihat berbagai isu yang sedang menjadi pusat perhatian masyarakat dengan melakukan pengamatan secara cermat apa yang sedang terjadi. akan terjadi. Berarti peran pemerintah lebih mengarah untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman serta menekankan pada upaya menciptakan iklim bagi berkembangnya kegiatan di masyarakat dan dunia usaha dengan menyediakan kemudahan. Swasta. melakukan tindakan. Di mana manusia sebagai aset yang memberikan kontribusi. cepat.

Masyarakat teknologi adalah masyarakat yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara menyeluruh disebabkan oleh tuntutan percepatan informasi yang diwujudkan dalam bentuk teknologi/komputerisasi. dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran lebih lanjut seperti penulisan dan diskusi Kertas Kerja Perseorangan (KKP). Dalam proses pembelajaran isu aktual ini nantinya akan dihasilkan sosok aparatur yang memiliki kemampuan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan untuk mewujudkan good governance. Observasi Lapangan (OL) dan juga dapat diaplikasikan pada pasca diklat. Kajian Manajemen Publik maupun Kajian Pembangunan. serta dari seluruh kajian dalam pembelajaran Diklatpim Tingkat IV baik Kajian Sikap dan Perilaku.Modul Diklatpim Tingkat IV 3 4 Isu Aktual Sesuai Tema Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama Aparatur Negara memegang peranan penting dalam rangka mewujudkan masyarakat madani. pengetahuan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Deskripsi Singkat Dalam Pedoman Penyelenggaraan Diklatpim Tingkat IV. bertanggung jawab pada kelangsungan masyarakat dan yang memungkinkan perkembangan seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia. dan masyarakat terbuka. sadar akan tanggung jawab sebagai pelayan publik. Kertas Kerja Kelompok/Angkatan (KKK/A). salah satu kompetensi yang dipersyaratkan bagi pejabat Eselon IV antara lain memiliki kemampuan sebagai pengelola kegiatan dalam rangka memecahkan dan menyelesaikan isu-isu yang berkembang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya termasuk di bidang pelayanan publik. sikap dan perilaku patut dan memadai. Isu aktual yang telah dibahas. Masyarakat yang mengakui hak asasi manusia. menghormati prestasi. TEMA terlebih dahulu harus dirumuskan oleh Penyelenggara Instansi/Lembaga Diklat yang bersangkutan. peka dan dapat menangkap persoalan. . masyarakat teknologi. Masyarakat yang saling menghargai antara yang satu dengan yang lainnya. Untuk itu dibutuhkan sosok PNS sebagai pimpinan yang memiliki kompetensi. Masyarakat terbuka adalah masyarakat yang menghendaki adanya keterbukaan dan mau menerima kritikan serta saran dari semua pihak. B. Masyarakat madani adalah masyarakat yang setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk berprestasi. memiliki wawasan yang luas. Sumber-sumber isu aktual sesuai tema umumnya diperkaya dari mata Diklat Muatan Teknis Substantif Lembaga (MTSL).

peran. 7. Kriteria isu 3. Sumber dan identifikasi isu Pemilihan dan validasi isu Penetapan isu aktual Tindak lanjut isu Isu Aktual Sesuai Tema C. proses penulisan Kertas Kerja Angkatan (KKA). posisi serta hubungan isu aktual sesuai tema dengan tema dan mata Diklat lainnya. Peserta mampu menjelaskan arti dan makna isu 2. E. Peserta mampu memilih dan menetapkan isu dengan validasi Berbekal hasil belajar pada modul Isu Aktual Sesuai Tema. Setelah penyelenggaraan Diklat. Peserta mengetahui pentingnya isu aktual bagi seorang pimpinan 3. Peserta mampu menyebutkan kriteria dan area isu yang dapat ditetapkan 4. Peserta mampu menjelaskan TEMA serta hubungannya dengan isu aktual 5. F. Materi Pokok Materi pokok yang akan dibahas dalam modul ini adalah: 1. Peserta mampu mengidentifikasi isu 8. Indikator Hasil Belajar Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini: 1. Manfaat D. 6.Modul Diklatpim Tingkat IV 5 6 4. kemampuan mengenali dan menggali isu ini akan terus dituntut guna meningkatkan kinerja unit organisasinya. Hasil Belajar Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini peserta Diklat diharapkan mampu memahami arti. makna. Isu aktual ini akan bermanfaat dalam proses aktualisasi kepemimpinan selama penyelenggaraan Diklat berlangsung seperti dalam proses Observasi Lapangan (OL). Pemahaman tema . maupun dalam penulisan Kertas Kerja Perseorangan (KKP). Pengertian isu 2. 5. peserta diharapkan mampu mengenal dan menggali isu-isu aktual unit organisasinya yang terkait dengan Tema Diklat yang selanjutnya dianalisis agar diperoleh isu yang prioritas untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan. Peserta mampu menjelaskan peran dan posisi isu aktual sesuai tema dalam proses pembelajaran aktualisasi 6. sumber. Peserta mampu menyebutkan sumber/asal isu aktual 7.

Arti Isu Secara sederhana isu dapat diartikan persoalan. membicarakan pokok persoalan. Pengertian Isu Aktual 1. sedang menjadi perhatian orang banyak dan merupakan berita hangat. menghadapi isu. Masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi. c. To discuss an issue. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Tahun 1997. Dalam Kamus Bahasa Inggris dijelaskan berbagai arti isu (issue) antara lain: a. f. sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. To face the issue. Arti Aktual Dalam praktinya. d. 2. Isu berarti sebuah pokok persoalan. 7 B. sesuatu yang sedang menjadi terlintas khabar. atau isu dapat juga dikatakan masalah. mengaburkan pokok persoalan.8 Isu Aktual Sesuai Tema BAB II PENGENALAN ISU Setelah membaca Bab ini. jadi bukan isu yang sudah lepas dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah basi. Kabar. Isu aktual yang dibahas adalah isu yang memenuhi kriteria sebagai berikut: Ada empat kriteria yang dapat dipertimbangkan dalam memilih isu penting yaitu: Pertama: Aktual (Terjadi/akan Terjadi) Isu yang sedang terjadi atau dalam proses kejadian. b. isu adalah: a. aktual memiliki beberapa makna antara lain: benar terjadi atau akan terjadi. desas-desus. e. isu yang diperselisihkan. Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Tahun 1993. . tidak semua isu dapat dikategorikan sebagai isu aktual. memaksa mengambil keputusan terhadap suatu isu. sebagai sebuah sebagai sebuah perhatian. isu adalah “masalah yang dikedepankan”. menghindari pokok persoalan. Kabar angin yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya. A. maka isu aktual berarti ‘masalah atau pokok persoalan yang benar terjadi atau akan terjadi (yang bisa dipertanggung jawabkan) dan sedang menjadi pembicaraan orang banyak’. peserta Diklat diharapkan mampu mengenali isu-isu aktual yang sesuai dengan Tema Diklat. c. desas desus atau banyak lain. To force the issue. b. Kriteria Dalam pembelajaran isu aktual sesuai tema ini. To confuse the issue. To avoid the issue. yang lagi peristilahan Mengacu pada makna-makna aktual tadi. At issue. atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat.

2. Ketiga: Problematik Isu yang menyimpang dari harapan standar. yang dipakai sebagai dasar dalam menulis dan membahas sesuatu). maka narasi/pernyataan isu harus jelas. C. Ada Tsunami (tidak jelas mana subyek dan keterangan) D. hak. Motivasi pegawai masih rendah Ket: Subyeknya adalah pegawai. Non Contoh: 1. sedangkan keterangan menunjukkan kondisi atau keadaan dari isu tersebut. sumber daya manusia dan pelayanan. Rumusan Narasi Isu Untuk menetapkan suatu isu menjadi isu yang dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan. dan dapat dibahas sesuai dengan tugas. Dengan demikian tema juga dapat diartikan sebagai pokok . sedangkan keterangannya adalah motivasi yang rendah. masyarakat pelanggan pada umumnya. Namun tidak semua isu yang berhubungan dengan ketiga aspek tersebut di atas perlu dibicarakan dan dipecahkan melainkan harus disesuaikan dengan organisasi atau unit kerja. Keempat: Kelayakan Isu yang masuk akal (logis). wewenang. dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang tertentu saja. dasar cerita (yang dipercakapkan. penggalian isu juga dapat diperoleh melalui berbagai aspek antara lain: aspek organisasi. Sebagaimaan yang kita ketahui bahwa di samping kriteria. realistis. Subyek menandakan ada pelaku dari isu tersebut. ketentutan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya. tema atau theme mengandung arti pokok pikiran. Disiplin (tidak jelas subyek dan keterangannya) 2. sedangkan keterangannya adalah belum optimalnya pelayanan. Contoh Isu: 1. Pemahaman Tema Kaitannya dengan Isu Kamus Besar Bahasa Indonesia. Belum optimalnya pelayanan umum pada Kecamatan X Ket: Subyeknya adalah aparatur Kecamatan X. Isu tersebut merupakan masalah mendesak yang memerlukan berbagai upaya alternatif jalan keluar dengan berbagai aktifitas dan tindakan nyata. pantas. Kejelasan isu tersebut ditandai dengan adanya minimal unsur subyek dan keterangan. dan tanggung jawab.Modul Diklatpim Tingkat IV 9 10 Isu Aktual Sesuai Tema Kedua: Kekhalayakan Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak banyak.

FA. Setiap instansi penyelenggara Diklat yang akan melaksanakan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV wajib menyusun tema yang berbeda pada setiap angkatan. Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat sekaligus anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (RUU) Wilayah Negara. 400 pemuda Sambas yang tinggal di wilayah perbatasan bisa direkrut untuk mengikuti pelatihan yang murni dibiayai APBD Sambas. kita dapat menentukan dari mana kita akan memulai memecahkan masalah. kata BAR lagi. Latihan Bacalah dengan cermat kasus berikut ini: Pemerintah Kabupaten Sambas kembali merekrut pemuda yang tinggal di perbatasan Kalimantan Barat – Serawak (Malaysia) untuk mengikuti pelatihan bela negara.Modul Diklatpim Tingkat IV 11 12 Isu Aktual Sesuai Tema pikiran yang dipakai sebagai dasar untuk memecahkan suatu masalah atau suatu isu. Tema merupakan titik tolak dan tempat bermuaranya pemecahan isu. pelatihan bela negara menjadi salah satu materi yang akan diusulkan dalam pembahasan RUU Wilayah Negara. Dengan merumuskan tema. “Tahun 2007 sudah satu angkatan atau 50 pemuda di Sajingan yang ikut pelatihan bela negara. akan memfokuskan dan membimbing kita dalam melakukan langkah yang harus diambil dalam penyelesaian masalah. Dan akhirnya rumusan tema harus mampu memotivasi. Kami hanya ingin menumbuhkan kesadaran di kalangan pemuda perbatasan bahwa sejelek apa pun negara Indonesia harus tetap dibela. lanjut BAR. Pemuda di perbatasan yang berusia 17-30 tahun itu.” katanya. dan dapat menarik minat pelanggan (customer interest) untuk berdama-sama secara interaktif mengambil bagian dalam pemecahan masalah untuk kepentingan bersama.” kata Bupati Sambas BAR. Tema. pelatihan disiplin. E. Targetnya. menantang. Di sana mereka menerima materi pendidikan cinta bangsa. dilatih selama dua minggu di Pantai Pasir Panjang Singkawang. di sela-sela seminar tentang percepatan pembangunan kawasan perbatasan di Pontianak. Contoh: Dengan Profesionalisme Aparatur. Selasa (8/4). Tahun ini satu angkatan lagi (50 orang) dari Paloh. dan sedikit pelatihan militer. diharapkan dengan pelatihan itu para pemuda tersebut turut aktif menjaga wilayah NKRI di perbatasan. yang turut berbicara dalam seminar itu mengatakan. dan tahu apakah masalah sudah terpecahkan atau memerlukan tindak lanjut. Kalimantan Barat. Selain untuk memupuk . Kita Tingkatkan Operasionalisasi Pelayanan Prima Guna Mewujudkan Kepemerintahan yang Baik nasionalisme. “Pelatihan ini tidak untuk berperang dengan negara tetangga.

Pendekatan ideologis melalui model ini tidak memerlukan biaya yang banyak karena. Seorang pemimpin termasuk pejabat struktural Eselon IV dituntut memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengenali isu. Kajian Manajemen Publik dan Kajian Pembangunan) serta dari Media Massa. Identifikasilah isu-isu yang terdapat dalam kasus tersebut. Sumber Isu Sumber-sumber yang dapat diambil untuk menggali isu aktual cukup banyak dan luas. hal ini tentunya perlu kita batasi ruang lingkupnya sesuai dengan pembelajaran Diklatpim Tingkat IV yaitu isu yang berkaitan pada konteks proses aktualisasi. Tugas: 1. peserta Diklat diharapkan mampu menggali isu-isu aktual yang sesuai dengan Tema Diklat. 3. Pada tahap awal ini. Tentunya peserta harus memahami keterkaitan kebijakan instansinya dan kegiatan-kegiatan operasional substansi dengan berbagai permasalahan isu aktual yang terjadi. A. pemimpin paling tidak mampu mengenal bahwa isu yang sebenarnya adalah isu yang aktual. Rangkuman Isu pada hakikatnya adalah permasalahan yang apabila dibiarkan berlarut-larut maka dapat semakin memburuk. 2. Muatan Teknis Substantif Lembaga (MTSL) Hal ini diambil dari ceramah yang diberikan oleh narasumber dari Instansi/Lembaga Penyelenggara Diklat. problematik dan kelayakan. 2. Lainnya Sumber isu lainnya dapat diambil dari materi pembelajaran (Kajian Sikap dan Perilaku. Oleh karena itu perlu ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan-kegiatan nyata. Tetapkan subyek dan keterangan isu tersebut. para Profesional/Pakar dan lainnya. memiliki kekhalayakan. Apakah isu tersebut relevan dengan Tema Diklat yang Saudara ikuti? BAB III MENGGALI ISU Setelah membaca Bab ini.” katanya. 14 . satu angkatan yang terdiri atas 50 orang hanya membutuhkan biaya Rp 48 juta. F. seperti di Sambas. Sumber isu dapat digali dari: 1.Modul Diklatpim Tingkat IV 13 “Pelatihan bela negara di Sambas bisa menjadi model yang di adopsi daerah lain untuk membantu TNI dalam mengamankan wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

CBA. nominal group. . Contoh: PENYEBAB/DAMPAK • • • • • • • lemahnya peraturan rendahnya komitmen belum adanya uraian tugas yang jelas lemahnya penempatan kurangnya motivasi lingkungan kurang kondusif belum adanya standar yang jelas A KRITERIA P K L PRIORITAS Rendahnya Kualitas Organisasi Layanan Umum SDM Keterangan: A = Aktual (terjadi/akan terjadi) P = Problematik K = Kekhalayakan L = Layak Pelayanan D. diskusi kelompok dan lain sebagainya yang intinya menggali isu-isu. USG. Pemilihan Isu Untuk memilih isu aktual dilakukan dengan urutan prioritas dengan cara pemberian bobot sesuai dengan kriteria pada setiap isu yang ada. Contoh Identifikasi PERMASALAHAN DIMENSI • • • • • • • • PENYEBAB DAMPAK peraturan komitmen tugas keahlian mental motivasi lingkungan standar C.Modul Diklatpim Tingkat IV 15 16 Isu Aktual Sesuai Tema B. Kegiatan identifikasi ini dapat dilakukan melalu beberapa teknik antara lain curah pendapat. Selain masalah kerusakan gedung sekolah yang parah. Penilaian bobot tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik pemilihan prioritas seperti. Tapisan dan lain sebagainya. Identifikasi Isu Dalam proses analisis pada umumnya kegiatan yang terlebih dahulu dilakukan adalah identifikasi. Tahap awal yang dilakukan dalam mengidentifikasi adalah terlebih dahulu menggali dimensi pada tema yang tertuang/terkandung dalam pokok-pokok pikiran untuk mengetahui penyebab maupun dampak yang mungkin muncul. Latihan Bacalah dengan cermat kasus berikut ini: Sarana dan prasarana sekolah di sejumlah daerah masih jauh dari layak. banyak fasilitas mendasar tak dimiliki sejumlah sekolah.

sekolah kekurangan ruangan kelas. Jawa Barat. Rangkuman Menggali isu pada dasarnya merupakan kegiatan rasional dalam rangka menetapkan isu mana yang prioritas untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan. seharusnya perbaikan sekolah rusak tetap bisa selesai paling lama akhir tahun depan. E. dan memilih isu prioritas. Kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan terlihat di SDN filial Lebak Pendeuy I. Dengan kesepakatan ini. menganalisis isu. kekurangan satu ruangan kelas. hingga sekolah yang tak memiliki fasilitas perpustakaan dan tempat buang air kecil. seperti SDN Ciparay I dan II. seorang pejabat struktural Eselon IV perlu memahami bahwa menggali isu terdiri atas langkah-langkah yaitu mengidentifikasi isu. Menteri Pendidikan Nasional BS mengatakan pemerintah pusat dan daerah sebenarnya sudah sepakat untuk memperbaiki perbaikan sekolah rusak dengan besar 50 : 50. Kecamatan Surade. dan pilih isu yang dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan. misalnya sampai saat ini terpaksa belajar di gedung sekolah yang hampir roboh. . Kabupaten Lebak. SDN Cibeber 5 Kecamatan Cibeber. Dinding bangunan sekolah yang terbuat dari papan dan bilik bambu sudah rusak sehingga ruangan kelas jadi menyambung. Pada kenyataannya. tetapi baru bisa untuk tiga ruangan kelas yang sangat sederhana. Perbaikan secara swadaya sudah diupayakan masyarakat. masih ditemui persoalan gedung sekolah yang rusak parah sehingga terancam ambruk. Tugas: Gali. Akibatnya. Kecamatan Cihara. Kabupaten Lebak. siswa kelas II belajar di teras depan kelas I. Sekolah yang sudah dua tahun diselenggarakan pemerintah ini menggunakan satu ruangan kelas yang terbuat dari bilik bambu yang sudah tua dan kondisinya lebih mirip kandang ayam. Untuk itu. Banten. Kabupaten Sukabumi.Modul Diklatpim Tingkat IV 17 18 Isu Aktual Sesuai Tema Padahal. Kondisi sekolah yang rusak dan fasilitas yang kurang juga terdapat di sekolah yang terletak di pusat kecamatan. identifikasi. masalah kerusakan gedung sekolah ditargetkan pemerintah bisa selesai paling lambat tahun 2009. dalam pantauan di beberapa wilayah di Banten dan Jawa Barat. Ratusan siswa SDN Cikaret. Sementara itu. Kabupaten Sukabumi. Kecamatan Jampang Kulon. Selasa (8/4).

Dalam mempelajari modul isu aktual sesuai tema untuk Diklatpim Tingkat IV. yang berkisar tentang teknik-teknik mengenai isu. dibutuhkan berbagai kegiatan peserta baik secara perseorangan. Tindak Lanjut Melalui penguasaan terhadap cara menggali. maupun kelompok. belajar berorientasi pada pengalaman yang telah dimiliki dan tumbuhnya prakarsa peserta. Latihan-latihan yang disajikan. mengidentifikasi dan memilih isu aktual melalui modul ini serta dilanjutkan dengan latihanlatihan dalam penulisan kertas kerja dan laporan. Isu aktual ini kemudian dapat ditindaklanjuti dalam bentuk pengelolaan kegiatan dalam memecahkan permasalahan pada isu tersebut. hanya dibahas sebatas contoh-contoh isu saja. disarankan untuk senantiasa dihubungkan dengan pengalaman yang telah dimiliki. Adapun materi yang terkait dengan substansi isu seperti pengembangan organisasi. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk mempelajari bahan tersebut secara utuh dari buku-buku yang tersedia di perpustakaan atau membelinya di toko-toko buku. Dari isu-isu yang disajikan dalam latihan. Tentu saja dalam mempertajam analisis terhadap isu tersebut diperlukan alat-alat analisis yang telah dipelajari sebelumnya seperti SWOT. peserta Diklat diminta untuk mengembangkan menjadi berbagai tema yang kemudian akan dijadikan bahan kajian peserta latihan dan dirumuskan dalam kertas kerja. Hal ini akan sangat memudahkan dan memungkinkan mendapat gambaran yang lebih konkrit. Dengan menguasai cara menggali. Indikator belajar bagi orang dewasa adalah tingginya keterlibatan peserta pelatihan. penulisan KKKKKA. sampai pemilihan isu. Isu aktual beserta alat analisis tadi dipergunakan selama Diklatpim Tingkat IV untuk menyelesaikan tugs-tugas aktual saja seperti penulisan KKP. peserta dapat membahas isu aktual yang berkembang di unit kerja/instansinya untuk diusulkan sebagai bentuk kegiatan di unit kerjanya dalam rangka meningkatkan kinerja unit. dan sebagainya. Materi dalam modul ini. pengembangan SDM. B. 19 . maka peserta dapat menetapkan isu aktual untuk berbagai kegiatan. dan bidang pelayanan.20 Isu Aktual Sesuai Tema BAB IV PENUTUP A. Cost Benefit. apabila peserta aktif menggalinya. Dengan sendirinya isu dalam ketiga bidang ini masih sangat banyak. Sebagai bahan analisis. sangat baik untuk menghubungkannya dengan organisasi atau unit di tempat bekerja. mengidentifikasi dan memilih isu aktual yang diperoleh pada pembelajaran sebelumnya. Simpulan Pendekatan andragogi atau pendidikan bagi orang dewasa mensyaratkan terjadinya partisipasi belajar aktif. Fishbone. dan penulisan laporan OL.

Jakarta: —— —————. (1997).DAFTAR PUSTAKA Echols. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1975). Jakarta: —— 21 22 . John M. Gramedia —————. dan Hassan Shadily. Kamus Inggris Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. (1993).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful