MAKALAH ULUMUL QUR’AN Tentang

MUHKAMAT DAN MUTASYABIHAT

Diajukan dan Dipresentasikan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Kuliah Ulumul Qur’an

Oleh EKO SUPRIADI NIM. 088121637

Dosen Pembimbing Prof. Dr. H. RUSYDI. AM, Lc, M.Ag

KONSENTRASI PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) IMAM BONJOL PADANG 1434 H/2013

redaksi yang memiliki beberapa makna ini dapat menjadi ruang deviasi terhadap makna bahasa wahyu tersebut. di samping sebagai tugas pada mata kuliah Ulumul Quran. Studi ini bertitik tolak dari kajian bahasa al-Qur’an. serupa atau yang biasanya membawa kepada kesamaran di antara dua hal. Kajian dari segi keindahan bahasa maupun muatan makna dari ayat-ayat al-Qur’an menjadi bagian penting dalam kajian Ulumul Quran. firman Allah surat Hud ayat 1: ِ‫نح‬ ِ ‫صلَت‬ ِ ‫الَر كِتاب أ‬ ٍ ِ‫خب‬ ٍ ‫كي‬ ‫ي‬ ُ ُ‫ت آيَاتُه‬ ُ َّ‫من ل‬ ْ ِّ ُ‫ُثَّ ف‬ ْ‫م‬ َ ‫م‬ ْ ٌ َ َ ْ‫د‬ َ ‫ُحك‬ Artinya: Alif laam raa.607 1 . Hud : 1) 1Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdhlor. keakuratan. Terpilihnya bahasa Arab tentu memiliki hikmah tertentu yang hingga saat ini masih menjadi kajian yang menarik untuk dilakukan. macam-macam. yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. 45 2 Ibid. 1.AYAT-AYAT MUHKAMAT DAN MUTASYABIHAT A. kekukuhan. h. Pengertian Muhkamat dan Mutasyabihat Secara bahasa. (Inilah) Kitab yang ayat-ayanya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci. sumber perbedaan pendapat. Kamus kontemporer Arab Indonesia. kata muhkamat berasal dari kata ‫احكم حيكم احكاما‬ yang memiliki arti ketelitian. 1998). h. (QS. (Jakarta: Multi Karya Grafika.2 Kedua kata di atas terdapat dalam al-Qur’an yaitu sebagai berikut: Pertama. Demikianlah beberapa alasan penting sehingga pemakalah mengkaji tentang ayat muhkamat dan mutasyabihat dalam Al-Qur’an. Kajian ini berawal dari pengertian muhkamat dan mutasyabihat. B. sama. pencegahan dan keseksamaan. Di samping sebagai kelebihan dari al-Qur’an sebagai mukjizat. Pendahuluan Allah SWT menurunkan al-Qur’an dalam bahasa Arab. Di mana al-Qur’an memiliki beberapa redaksi yang memiliki multi-interpretasi. Di antara kajian tersebut ada kajian tentang muhkamat dan mutasyabihat.1 Sedangkan kata mutasyabihat berasal dari kata ‫ تشابه يتشابه تشاهبا‬yang berarti mirip. serta diakhiri dengan beberapa hikmah adanya ayatayat muhkamat dan mutasyabihat.

Ulumul Qur’an wa ‘Ijazuhu wa Tarikhu Tautsiqihi. Hud : 1) dan ayat kedua (QS. az-Zumar : 23) memberikan pemahaman kepada kita tentang muhkam dan mutasyabih secara umum yang terdapat dalam al-Qur’an. 2005). h. serta jelas perbedaan antara halal dan haram.(QS. (Oman: Darul A’lam. semuanya itu dari sisi Tuhan kami.Ihkam pada ayat ini memiliki makna bahwa ayat al-Qur’an terjaga keakuratannya.4 Ayat pertama (QS. Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya. 247 4Ibid.3 Kedua. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamat Itulah pokok-pokok isi al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan. h. 248 2 .Ali Imran : 7) Para ulama berbeda pendapat dalam memberikan pengertian muhkamat dan mutasyabihat. padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat. Kata matsaniy memberikan pemahaman adanya pengulangan dalam ayat merupakan bagian dari metode pendidikan Allah kepada hamba-Nya. firman Allah surat Az-Zumar ayat 23: ِ ُ ‫ن ربَّهم‬ ِ َّ ُ‫منْه جل‬ ِ ‫ْل‬ ِ ‫َل‬ ِ َّ‫ر الل‬ ِ ُِّ‫شع‬ ِ‫ش‬ ِ ‫د‬ ِ َ‫مث‬ ِ‫ك‬ ‫ه‬ ‫ين َي‬ َ‫ز‬ َ ِ‫م إ‬ ََّ‫اللَّهُ ن‬ ْ‫ذ‬ َّ ‫اهبًا‬ ُّ ‫يث كِتَابًا‬ ْ َ‫اِنَ ت‬ َ َْ َ‫ق‬ َ َ‫مت‬ ُ ُ‫جل‬ ُ ُ ُ ‫ر‬ ُ ‫ُثَّ تَل‬ ُ ‫ود‬ ْ‫لأ‬ ُ ُ‫وقُلُوب‬ ُ ‫ني‬ َْ ‫ن ا‬ ْ‫ه‬ ْ‫ه‬ ْ ُ َ َ‫و‬ ْ‫ش‬ َ‫م‬ َ ‫ود الذ‬ َ‫س‬ َ ‫َح‬ Artinya: Allah Telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al. di antaranya sebagai berikut: 3Adnan Muhammad Zarzuf.Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Ketiga." dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. firman Allah surat Ali Imran ayat 7: ِ َّ َّ ‫اهبات فَأ‬ ِ َّ ‫ه‬ ِ ِ ِ ِ َ َ‫ن ما ت‬ ِِ ِ َ ‫اب وأُخر مت‬ ِ ُّ ‫ن أ‬ ِ ‫كت‬ ِ َ ‫ل علَي‬ ‫وابْتِغَاء‬ َ ‫ُّم‬ َّ ‫ه‬ ٌ ْ‫زي‬ ُّْ ‫ات‬ َ ُ ُ َ َ ِ َ‫ُم الْكت‬ َ‫م‬ ٌ َ ‫ش‬ ٌ ‫م‬ ٌ َ‫اب منْهُ آي‬ ُ ‫ات‬ ْ َ َ‫َنز‬ َ‫يأ‬ ُ ِ‫غ فَيَتَّب‬ َ َ ْ‫ك ال‬ َ َ ‫عو‬ ْ ‫ين يف قُلُوهب‬ َ ‫شابَهَ منْهُ ابْتغَاء الْفتْ نَة‬ َ‫ك‬ َ ‫َما الذ‬ َ ‫والذ‬ َُ ِِ ‫م‬ ِِ‫ن آمنَّا ب‬ ِ َّ ‫ويلَه إِالَّ اللّه و‬ ِ ِ ِ ْ‫تَأ‬ ِ ‫كر إِالَّ أُولُواْ األلْب‬ َّ َ‫ما ي‬ ِ ْ‫ن ِيف الْعِل‬ ‫اب‬ ‫كل‬ ُ‫ه‬ َ ‫خو‬ ُ َ‫م ي‬ ْ َ‫ما ي‬ ُ ‫الراس‬ ُ ِ ْ‫م تَأ‬ ْ ُ َّ ‫ذ‬ َ َ‫و‬ ْ ِّ ٌّ َ َ ‫قولُو‬ َ‫و‬ َ ‫ربِّنَا‬ َ ‫ن عند‬ َُ َ ‫ويله‬ ُ َ‫عل‬ Artinya: Dia-lah yang menurunkan al-Kitab (al-Quran) kepada kamu. az-Zumar : 23) Tasyabuh pada ayat ini memiliki makna bahwa adanya ayat al-Qur’an menyerupai dan membenarkan satu dengan yang lainnya. tidak saling bertentangan. serta rinci hal perintah maupun larangan. (QS.

Muhkam adalah sesuatu yang telah jelas maknanya.7 4. (Batusangkar: STAIN Press. h.1. h. Op. 117 11Jalaludin al-Suyuti. al-itqan fi ulumil qur’an. َ ‫ن عند‬ َُ َ ُ َ‫عل‬ Lebih rinci penulis urai sebagai berikut: ِ َّ 1. 5 3 . Sekiranya ada.9 C. h. 2 6Manna’ Qathan. ِِ ‫م‬ ِِ‫ن آمنَّا ب‬ ِ َّ ‫ويلَه إِالَّ اللّه و‬ ِ ْ‫ن ِيف الْعِل‬ . tetapi tidak bersifat prinsip. t.216 7Muhammad Al-Bakr Ismail. (Riyadh: Mansyuratul Ashril Hadits. (Jakarta: Raja Grafindi Persada. bersifat mujmal. 1996). Sedangkan ayat mutasyabihat adalah ayat yang kurang jelas dan samarsamar maknanya sehingga sulit untuk mengetahui maksudnya. (Beirut: Darul Fikri. Sedangkan mutasyabihat tidak jelas maknanya.117 10Ibid.11 Sehingga memiliki makna bahwa hanya Allah yang mengetahui makna ayat 5Jalaludin al-Suyuti. sedangkan ‫ن‬ َ ‫خو‬ ُ ‫الراس‬ adalah mubtada dan khabarnya adalah ‫ن‬ َ ‫قولُو‬ ُ َ‫ي‬.5 2. H. 83-84 9Hasan Zaini dan Radhiatul hasanah. Muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui secara lansung tanpa membutuhkan keterangan lain. (Beirut: Darul Manar.‫ربِّنَا‬ ُ‫ه‬ َ ‫خو‬ ُ َ‫م ي‬ ٌّ ‫ك‬ ْ َ‫ما ي‬ ُ ‫الراس‬ ُ ِ ْ‫م تَأ‬ ْ ِّ ‫ل‬ َ َ ‫قولُو‬ َ‫و‬.8 Dari berbagai defenisi di atas dapat disimpulkan. ulama tidak berbeda pendapat.10 Sedangkan dalam memahami ayat mutasyabahat terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah ayat-ayat mutasyabihat ini mampu dipahami oleh manusia atau tidak. sehingga memerlukan ta’wil.6 3..th). h. Ulama yang berpendapat bahwa waqaf ayat di atas pada lafal ‫هللا‬. 1975). 1991).211 8Ramli Abdul Wahid. Sedangkan mutasyabih adalah ayat yang lemah dalalahnya. Cit. Sedangkan mutasyabih butuh penjelasan.. Muhkam adalah ayat yang dalalhnya kuat baik maksud maupun lafaznya. h. Sumber Perbedaan Pendapat Dalam membahas ayat-ayat muhkamat. Ulumul Qur’an. Mabahits fi ulumil quran. Huruf ‫ و‬pada ayat di atas adalah waw isti’naf. Perbedaan itu bermula dari memahami makna surat Imran ayat 7. Sedangkan mutasyabih adalah ayat yang makna seharusnya tidak terjangkau dari segi bahasa kecuali bila ada bersamanya indikasi atau konteksnya. bahwa ayat muhkamat adalah ayat yang jekas dan terang maknanya sehingga mudah dipahami dengan mudah maksudnya. Muhkam adalah ayat yang seksama susunan dan urutannya yang membawa kepada kebangkitan makna yang tepat tanpa pertentangan.. ‘Ulumul al-Qur’an. 2011). h. Dirasat fi Ulumil Quran..

kelompok yang mentak’wilkan ayat mutasyabihat terhadap ayat-ayat yang tidak diketahui penjelasannya yaitu sifat yang tetap bagi Allah. 3. Mazhab khalaf terpecah menjadi dua kelompok. D. h. Abdul Azhim Al-Zarqani. Manahilul Irfan fi Ulumil Qur’an. 301 4 . ditakwilkan atau diimani dan diserahkan maksudnya kepada Allah. Pendapat ini dipelopori oleh Imam Nawawi dengan alasan bahwa mustahil bagi Allah swt memerintahkan sesuatu yang tidak ada jalan keluar untuk memahami maknanya. Kedua. kelompok yang menta’wilkan sifat-sifat yang hanya diyakini dengan jalan menjelaskannya. Mutasyabihat dari segi lafazd Yaitu ayat-ayat yang serupa dengan ayat lain dari segi lafaz dan susunan kalimatnya. 306-307 13Ibid. (Makkah: Darul Ihyaul Kutub. Pertama. bahwa dalam memahami ayat mutasyabihat cukup diserahkan kepada Allah SWT saja dengan tujuan mensucikan Allah dari hal yang mustahil bagi-Nya. Seperti ayat yang menjelaskan tentang kisah para nabi yang diulang-ulang 12M. t. Macam-macam Ayat Mutasyabihat Para ulama membagi ayat-ayat mutasyabihat kepada tiga macam:13 1. Mazhab salaf berpendapat. Mazhab mutawasiththin mengambil jalan tengah dari kedua kelompok di atas.th). 2. Maka dalam hal ini ada 3 (tiga) pendapat ulama yaitu:12 1. memuji orang yang menyerahkan urusan mutasyabihat itu kepada Allah swt. yaitu apabila ta’wil itu dekat kepada bahasa Arab maknanya tidak boleh ditolak dan apabila jauh maka kita harus menjauhkan diri darinya dan kita beriman serta meyakini ayat tersebut untuk mensucikan sifat Allah dari penyerupaanNya dengan makhluk. 2. Sehingga memiliki makna bahwa ayat-ayat mutasyabihat itu dipahami oleh Allah dan orang-orang yang mendalami ilmunya. h. Ulama yang berpendapat bahwa huruf ‫ و‬pada ayat di atas adalah wawul ‘athaf. maka dipalingkan lafaz yang mustahil menurut zahirnya dari ayat-ayat yang mutasyabihat kepada makna yang pantas menurut etimologi. Selanjutnya hal yang menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama adalah apakah ayat-ayat mutasyabihat mesti ditafsirkan.mutasyabihat.

‫فانكحوا ماطاب لكم من النساء‬ c. Cit. Surat Al-Baqarah : 58 ‫وادخلوا الباب سجدا وقولوا حطة‬ b. Yang dikembalikan kepada bilangan susunan kalimatnya. Mutasyabihat dari segi makna Menurut as-Suyuti. h. Di antara sumber bacaan untuk mengetahui lebih lanjut tentang mutasyabih lafzdy dapat kita temuka pada kitab-kitab sebagai berikut: 1) Durratu Tanzil wa Ghurratu Ta’wil 2) Al-Burhan fi Mutasyabihil Qur’an 3) Malakut Ta’wil 2. yaitu: a. 14Jalaludin al-Suyuti. Mutasyabihat dari segi tempat dan suasana di mana ayat diturunkan. Mutasyabihat dari segi kadarnya. Sedangkan ayat mutasyabihat sebagai pengujian terhadap orang-orang yang taat dan mengamalkannya. Yang dikembalikan kepada lafazd yang tunggal yang sulit pemaknaannya. mutasyabihat dari segi maknanya ada lima macam yaitu:14 a. Op.dengan redaksi sedikit berbeda. seperti lafaz umum dan khusus ‫كني اقتلوا‬ ‫املشر‬ b. seperti nasikh dan masukh. Mutasyabihat dari segi cara. Mutasyabihat dari segi syarat-syarat E. seperti perintah wajib dan sunah. ‫اتقوا اهلل حق تقاته‬ d. Seperti: a. seperti ‫ العني‬dan ‫ اليد‬. ‫والراسخون ىف العلم‬ e. Surat Al-A’raf : 161 ‫وقولوا حطة وادخلوا الباب سجدا‬ Mutasyabihat dari segi lafaz ini terbagi dua. Mutasyabihat dari segi waktu. Hikmah Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat Ayat muhkamat dalam al-Qur’an sebagai bukti bahwa al-Qur’an itu sebagai penjelas dan dan petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan ini. 6 5 . dengan maksud memberikan satu kisah dengan beragam bentuk. b.

h. agar manusia tidak bermalas-malasan mempersiapkan perbekalan untuk menghadapinya. b. apakah manusia percaya atau tidak tentang hal gaib berdasarkan berita yang disampaikan oleh orang yang benar. Keberadaan ayat ini juga merupakan cobaan dan ujian bagi manusia. Ayat-ayat mutasyabihat ini mengharuskan upaya yang lebih banyak untuk mengungkapkan maksudnya sehingga menambah pahala bagi para pengkajinya. 13 16Al-Zarqani. b.cit. Op.Mengenai hikmah tentang adanya ayat-ayat mutasyabihat di dalam al-Qur’an. enam hikmah lagi adalah sebagai berikut:16 a. Jika al-Qur’an mengandung ayat-ayat mutasyabihat. bukit itu hancur luluh dan Musa jatuh pingsan. Al-Zarqani Al-Zarqani menyebutkan sepuluh hikmah keberadaan ayat-mutasyabihah dalam al-Qur’an. Cit. Sekiranya al-Qur’an seluruhnya muhkam tentunya hanya ada satu mazhab. Ketika Tuhan menampakkan dirinya pada bukit. para ulama telah banyak mengkaji hikmahnya. Orang-orang yang mendapat hidayah akan 15Jalaluddin al-Suyuthi. Oleh karena itu sebaiknya kepada mereka disampaikan penjelasan yang sesuai dengan tingkatan akal mereka. Bagaimana sekiranya Tuhan menampakkan hakikat zat dan sifatnya pada manusia? Tuhan merahasiakan kapan terjadinya hari kiamat merupakan rahmat bagi manusia. d. 282-285 6 . Orang awam biasanya kurang menyukai hal-hal yang abstrak. c. 2. akan tetapi karena al-Qur’an mengandung ayat muhkam dan matasyabihat maka masingmasing mazhab akan menggali dalil untuk menguatkan pendapatnya. Al-Qur’an berisi dakwah terhadap orang-orang tertentu dan umum. op. di antara hikmahnya seperti dibawah ini: 1. Imam Al-Suyuthi Imam al-Suyuthi dalam kitabnya al-Itqan menyebutkan empat hikmah di antaranya:15 a. Ayat-ayat mutasyabihat merupakan rahmat bagi manusia yang lemah yang tidak dapat mengetahui sesuatu. Sekiranya mereka terus menggalinya maka ayat-ayat muhkamlah yang menjadi penafsirnya. h. Empat di antaranya telah disebutkan oleh al-Suyuthi di atas. Selanjutnya semua mazhab akan memperhatikan dan merenungkannya. maka untuk memahaminya diperlukan cara penafsiran dan tarjih antara satu dengan lainnya.

Dengan demikian ia terbebas dari taklid. d. Hal ini tentunya menyulitkan untuk menghafal. sehingga tak seorangpun yang mampu membuat al-Qur’an atau semisalnya. sebab setiap ayat mengandung arti dan makna yang tersembunyi yang membawa kepada tasyabuh (kesamaran) memiliki andil yang besar dalam kebalaghahannya dan sampainya ketingkat yang paling tinggi dalam bayan. F. kekurangan dari makalah ini adalah sebuah keniscayaan. memahami dan memeliharanya. Penulis berharap semoga dengan kajian ini membuat pembaca juga memiliki semangat yang dahsyat untuk terus mengkaji al-Qur’an dan Ulumul Qur’an. dan ada pula yang samar pemahamannya itulah mutasyabihat. Oleh sebab itu. Keberadaan mutasyabihat mempermudah orang menghafal dan memelihara alQur’an. Ayat-ayat mutasyabihat dalam al-Qur’an menguatkan mu’jizatnya. Kesimpulan Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Ada yang tersurat mudah dipahami itulah muhkamat. Muhkamat dan mutasyabihat merupakan bagian dari mukjizat itu. Ditambah makna yang tersirat yang membutuhkan kajian mendalam. Sekiranya makna-makna sekunder ini diungkapkan secara langsung niscaya al-Qur’an akan menjadi berjilid-jilid. 2. f.mempecayainya sekalipun mereka tidak mengetahui rinciannya. c. Ilmu dan masukan dari pembaca menjadikan makalah ini lebih sempurna. Ayat-ayat mutasyabihat ini menjadi dalil atas kelemahan dan kebodohan manusia. Terkandungnya ayat muhkamat dan mutasyabihat dalam al-Qur’an memaksa orang yang menelitinya untuk menggunakan argument-argumen akal. Banyak makna yang tersurat dan tersirat dalam al-Qur’an. e. Penutup 1. Saran Setelah mengkaji ayat muhkamat dan mutasyabihat. penulis semakin merasa sedikit ilmu yang dimiliki untuk mengetahui ilmu Allah yang maha luas. Sedangkan orangorang yang sesat akan mengingkarinya. memiliki fungsi melemahkan bagi siapa saja yang ingin menandinginya. 7 . Sebab setiap kalimat yang mengandung banyak penafsiran yang berakibat ketidak jelasan akan menunjuk banyak makna yang lebih dari pengertian yang dipahami dari kalimat asal.

Dirasat fi Ulumil Quran.t. Adnan Muhammad. Makkah: Darul Ihyaul Kutub Zarzuf. Mabahits fi Ulumil Qur’an. Oman: Darul A’lam. al-Itqan fi Ulumil Qur’an. Abdul Azhim. Jalaludin. R. Al-Suyuti. Beirut: Darul Fikri Wahid. t. Jakarta: Multi Karya Grafika. 1975. Zaini. Riyadh: Mansyuratul Ashril Hadits. Hasan dan Hasanah. Ismail. Beirut: Darul Manar. ‘Ulumul al-Qur’an. Manahilul Irfan fi Ulumil Qur’an. Ahmad Zuhdi. Atabik dan Muhdhlor. Ramli Abdul. 2011.DAFTAR PUSTAKA Ali. M. 8 .t. t. 1991. al-Zarqani. Kamus kontemporer Arab Indonesia. Batusangkar: STAIN Press. 1996. 2005. Ulumul Qur’an wa ‘Ijazuhu wa Tarikhu Tautsiqihi. Manna’. 1998. Muhammad Al-Bakr. Qathan. Ulumul Qur’an. Jakarta: Raja Grafindi Persada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful